Jembatan Paling Berbahaya di Dunia Dibuka Lagi

SETELAH ditutup hampir satu dekade lamanya, sebuah jembatan yang disebut paling
berbahaya di dunia kini dibuka lagi untuk umum. Menurut rencana, Jembatan Caminito del
Rey di Spanyol itu akan dibuka kembali pada 26 Maret 2015. Nantinya, mereka yang berdiri
di atas jembatan tersebut akan mampu menikmati indahnya pemandangan Sungai
Guadalhorce dari ketinggian 100 meter.
Namun, setelah terjadi kecelakaan fatal pada 1999 dan 2000, pemerintah pun memutuskan
untuk menutup jembatan itu untuk umum. Menurut surat kabar El Pais, pemerintah provinsi
memutuskan membuka kembali jembatan itu setelah direnovasi dengan biaya US$5,8 juta
atau hampir Rp80 miliar.
Untuk menempuh jembatan sepanjang 7,7 kilometer itu, wisatawan harus menghabiskan
waktu 4-5 jam dengan berjalan. Setelah jembatan dibuka pada 26 Maret nanti, untuk
menggaet wisatawan, tiket masuk akan digratiskan selama enam bulan. (CNN/H-5)

EDITORIAL

Meluruskan Supremasi Hukum

Jika kita berpegang teguh pada asas supremasi hukum, sejatinya tidak ada pilihan lain
bagi setiap warga negara kecuali melaksanakan semua keputusan hukum.
Silakan tanggapi “Editorial” ini melalui: http://www.metrotvnews.com
SEBUAH negara hukum yang beradab pasti mendudukkan hukum dalam posisi tertinggi.
Apalagi di negara yang menganut sistem demokrasi, supremasi hukum sesungguhnya
merupakan roh dan nyawa demokrasi.
Indonesia ialah negara hukum, negara beradab, sekaligus negara demokrasi. Namun, aneh,
penghormatan terhadap hukum sering dilupakan.
Supremasi hukum malah acap dikalahkan hal-hal lain yang ingin melencengkan jalan dari
koridor hukum. Menegakkan hukum benar-benar seperti menegakkan benang basah, amat
sulit.
Sengketa tentang kebenaran yang harusnya ditempuh melalui jalan hukum tak jarang
dibelokkan menjadi pertempuran di arena yang lain. Hukum bukan dilawan dengan hukum,
melainkan dipertentangkan dengan kekuatan politik, opini, bahkan massa.
Kepatuhan hukum ialah kewajiban semua warga negara, siapa pun mereka. Tidak ada
perbedaan siapa pun di muka hukum. Equality before the law.
Tidak boleh ada individu atau kelompok mana pun yang menafsir sendiri kebenaran dan
kemudian membelanya habis-habisan dengan mengerahkan kekuatan baik massa, politik,
maupun opini.
Dengan demikian, aneh jika sekarang muncul kecenderungan untuk menggerakkan politik
dan opini secara masif untuk melawan putusan hukum. Makin aneh ketika pertimbangan di
luar hukum dijadikan alasan untuk menghalangi proses di jalur hukum.
Keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang mengakui hasil Musyawarah
Nasional Partai Golkar versi Ancol sebagai pengurus Partai Golkar yang sah, misalnya, masih
saja digugat.

Padahal, pengakuan itu dilandaskan pada putusan Mahkamah Partai Golkar sebagai
instrumen yang oleh undang-undang diberi wewenang untuk menyelesaikan konflik internal
partai. Putusan mahkamah partai bersifat final dan mengikat.
Wajar bila yang kalah tentu akan berusaha melawan. Namun, celakanya, jalan yang dipilih
pengurus Golkar versi Munas Bali itu tidak taat hukum. Mereka dikalahkan keputusan
hukum, tapi melawannya melalui gerakan politik dan opini. Bahkan, mereka menggalang
barisan di parlemen mewacanakan penggunaan hak angket terhadap Menkum dan HAM.
Pada titik itulah supremasi hukum dilangkahi. Dengan kesadaran penuh, demi memenangi
pertarungan, mereka memilih tidak berpegang pada asas supremasi hukum, tapi supremasi
politik, supremasi opini.
Keanehan juga terjadi pada keputusan Polri untuk menunda pemeriksaan terhadap Ketua
(non-aktif) KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua (non-aktif) KPK Bambang Widjojanto
dari kasus yang menjerat mereka untuk beberapa bulan.
Dalih penundaan yang disampaikan ialah untuk menjaga ‘suasana kondusif yang diinginkan
sejumlah pihak terkait dengan konflik berkepanjangan KPK-Polri’. Tolok ukur ‘suasana
kondusif’ pun tidak jelas seperti apa.
Dari kacamata hukum, dalih itu amatlah absurd. Penegakan hukum yang sifatnya eksak telah
dikalahkan suatu alasan dan pertimbangan akan kondisi yang abstrak.
Kita tidak ingin hal-hal semacam itu menjadi kebiasaan buruk yang menjadi model di negeri
ini. Kebenaran selalu ditafsirkan dan dibela dengan segala cara, dalam dimensi personal.
Entah personal individu entah organisasi.
Jika kita berpegang teguh pada asas supremasi hukum, sejatinya tidak ada pilihan lain bagi
setiap warga negara kecuali melaksanakan semua keputusan hukum. Menggugat keputusan
hukum pun mesti dilakukan melalui jalur hukum, bukan jalur politik dan penggalangan opini.

KPK Diminta tidak Lampaui Kewenangan
ASTRI NOVARIA

Banyak kritik yang dilontarkan pimpinan dewan dan KPK akan menjadikan itu
sebagai bahan introspeksi.
KOMISIONER Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terdiri dari Taufiequrrachman
Ruki, Johan Budi, Zulkarnain, Indrianto Seno Adji, dan Adnan Pandu Pradja bertandang ke
gedung parlemen guna menemui pimpinan DPR.
Menurut Plt. Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki, mereka menemui pimpinan DPR antara
lain untuk berkomunikasi dan mendengar masukan terkait dengan usaha pemberantasan
korupsi.
“Jangan dianggap komunikasi ini kongkalikong atau perselingkuhan,” tegas Ruki seusai
pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 2 jam di lantai III Gedung Nusantara III,
Senayan, Jakarta, kemarin.
Mereka diterima Ketua DPR Setya Novanto yang didampingi para wakil ketua dewan serta
pimpinan Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan perundangan.
Ruki mengatakan sangat wajar bila pimpinan suatu lembaga mendatangi lembaga negara
lainnya untuk berkomunikasi dan berkoordinasi. Ia juga mengaku terbuka pada masukan
yang diberikan pimpinan DPR agar pemberantasan korupsi tetap berjalan efektif sesuai
dengan koridor.
“Banyak sekali masukan tentang kinerja KPK dan harapan masa depan supaya lebih konkret
lagi,” paparnya.
Plt. Wakil Ketua KPK Johan Budi mengakui banyak masukan dan kritik terhadap KPK yang
terlontar dalam pertemuan itu. KPK akan merespons semua masukan dan kritik tersebut
sebagai bahan introspeksi.
“Ini jadi introspeksi juga buat KPK,” ungkap Johan.

Johan juga mengatakan salah satu wujud adanya niat KPK mengintrospeksi diri dan
memperbaiki cara berkomunikasi ialah dengan mendatangi lembaga penegak hukum dan
lembaga negara lainnya.
“KPK secara lembaga ingin perbaiki cara berkomunikasi, misalnya ke DPR, Polri, dan
kejaksaan. Kami ingin lakukan hubungan yang berbeda dengan cara yang lebih baik,“
ujarnya.
Babak baru
Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyambut baik kedatangan pimpinan KPK tersebut. Langkah
itu dinilai sebagai babak baru komunikasi antarlembaga untuk sama-sama berkomitmen
membangun bangsa, terutama dalam hal pemberantasan korupsi.
“Tidak ada upaya untuk melemahkan KPK. Namun, memang ada beberapa hal dari langkahlangkah KPK selama ini yang seharusnya menjadi lembaga netral, tapi pimpinannya
melampaui kewenangan. Kita harapkan pimpinan KPK yang baru ini lebih baik,“ ujar Fadli.
Fadli juga membantah bahwa pertemuan itu merupakan kompromi antara KPK dan DPR.
“Bukan kompromi, melainkan memang akan ada penataan terutama dalam aspek dan cara
pencegahan tipikor. Apa yang akan kita lakukan justru untuk mengukuhkan pemberantasan
korupsi,“ jelas politikus Gerindra itu.
Wakil Ketua DPR lainnya, Agus Hermanto, mengatakan pertemuan tersebut tidak bertujuan
memuluskan perppu tentang pengangkatan tiga plt. pimpinan KPK. Juga, tidak terkait dengan
rencana revisi Undang-Undang KPK yang sudah masuk prolegnas.
Untuk urusan perppu, sambungnya, DPR harus membahas dalam sekali masa sidang. Jika
DPR tidak menolak, otomatis perppu tersebut menjadi undang-undang.
“Jika DPR setujui perppu itu, plt. pimpinan KPK akan dilantik jadi pimpinan KPK dan akan
menjalankan tugas sampai akhir Desember 2015,“ tegas Agus.
Sementara itu, untuk revisi UU KPK, pembahasannya tetap harus melalui prosedur prolegnas.
DPR juga akan berkomunikasi dengan Presiden untuk pembentukan pansus atau panja yang
bertugas membahas revisi tersebut. (P-3)
astri@medianidonesia.com

Hadi Poernomo Ajukan Praperadilan

TERSANGKA kasus suap pajak PT Bank Central Asia, mantan Direktur Jenderal Pajak
Kementerian Keuangan Hadi Poernomo mengajukan permohonan gugatan praperadilan ke
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Kuasa hukum Hadi Poernomo, Yanuar Wasesa, mengatakan dasar mengajukan permohonan
gugatan ialah Komisi Pemberantasan Korupsi tidak berwenang menyidik kewenangan Dirjen
Pajak. Hal itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 99 Tahun 1994 tentang
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
“Jadi, Dirjen Pajak punya kewenangan yang diberikan oleh Pasal 25 dan 26 UU tersebut.
Dirjen Pajak memiliki otoritas penuh memeriksa permohonan keberatan wajib pajak,“ ujar
Yanuar saat dihubungi, kemarin.
Yanuar mengatakan kliennya menjalankan tugas sesuai dengan kewenangan dengan
menerima permohonan keberatan pajak sebuah bank swasta pada 1999. Namun, kata Yanuar,
KPK dalam kasus ini menduga Hadi sudah mengeluarkan keputusan salah dan berbau suap.
Padahal, putusan menerima atau menolak keberatan pajak itu tidak menimbulkan kerugian
negara karena sifat keputusan Dirjen Pajak belum final.
Alasan lain praperadilan, ujar Yanuar, putusan menerima keberatan pajak PT BCA pada 1999
bukan ranah tindak pidana korupsi. Hal itu berdasar pada Pasal 14 UU Tipikor yang
menyebutkan pelanggaran UU Perpajakan itu masuk wilayah tipikor kalau ada feedback.
“Dengan alasan itu, Hadi ajukan gugatan praperadilan.“
Saat menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi mengatakan
KPK menghormati proses tersebut. KPK, kata Johan, juga sudah meminta Mahkamah Agung
(MA) membantu menghentikan antrean gugatan praperadilan. Pasalnya hal itu mengganggu
fokus kerja penindakan dan pencegahan. (Cah/P-4)

Didik Dituntut 7 Tahun Penjara
JAKSA penuntut umum KPK menuntut mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas
(Wakakorlantas) Polri Brigadir Jenderal Didik Purnomo pidana selama tujuh tahun penjara
ditambah denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan.
“Terdakwa terbukti memperkaya diri sebanyak Rp50 juta dari pengadaan driving simulator
roda dua (R2) dan roda empat (R4) pada Korlantas Polri tahun anggaran 2011 yang
menyebabkan kerugian negara hingga Rp121,8 miliar,” kata jaksa penuntut umum KPK,
Haerudin, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, kemarin.
“Kami, jaksa penuntut umum menuntut supaya majelis hakim dalam Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat yang memutuskan perkara ini menyatakan Brigjen Pol Didik Purnomo bersalah
melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan
primer dan menjatuhkan pidana berupa penjara selama tujuh tahun dikurangi masa tahanan
dan denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan,“ kata Haerudin.
Tuntutan tersebut berasal dari dakwaan primer yaitu Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No. 31
Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan
UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat
(1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Jaksa juga meminta agar hakim menjatuhkan pidana tambahan kepada Didik. “Ditambah
pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp50 juta dan bila dalam satu bulan setelah putusan
berkekuatan hukum tetap terdakwa tidak dapat melunasi, harta bendanya akan dilelang dan
bila tidak mencukupi, akan dipidana selama dua tahun penjara, dan ditambah pidana
tambahan berupa pencabutan hak-hak tertentu dalam jabatan publik,“ tambah Haerudin.
(Ant/P-4)

Hasil Penyidikan Kasus BG Minim
HASIL penyidikan kasus dugaan gratifikasi Komjen Budi Gunawan yang diserahkan KPK ke
Kejaksaan Agung masih minim. Untuk itu, Kejaksaan Agung hingga saat ini masih
mempelajari hasil penyidikan tersebut sehingga langkah selanjutnya seperti pemanggilan
saksi-saksi hingga mengajukan kasus tersebut ke pengadilan belum dapat dipastikan.
“Ini sedang dipelajari, sedang dicermati, kita tidak mengatakan berkas perkara, tapi hasil
penyidikan. Penyidikan KPK juga belum maksimal, itu kita lihat dulu seperti apa, baru kita
tentukan langkah-langkahnya,“ ujar Jaksa Agung HM Prasetyo, di Jakarta, kemarin.
Ia pun telah membentuk tim khusus agar kasus Komjen Budi Gunawan bisa diputuskan
secara cermat. Kecermatan serta ketelitian dalam mempelajari hasil penyidikan kasus Budi
Gunawan yang saat ini sedang ditangani tim khusus yang berada di bawah JAM-Pidsus
sangat diperlukan untuk menghindari terulangnya efek Sarpin.
“Ya itu termasuk antara lain lah ya, karena kan yang pasti para tersangka korupsi itu banyak
yang mengajukan gugatan praperadilan,“ ucapnya.
Senada dengan Prasetyo, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Widyo Pramono
mengatakan saat ini hasil penyidikan tengah dipelajari oleh tim khusus yang telah dibentuk
pada minggu lalu.
“Sekarang lagi dipelajari oleh jaksa, ya biar tim bekerja dulu mempelajari dulu,“ tukasnya.
Meski demikian, Prasetyo sempat mengisyaratkan penanganan kasus diteruskan Polri.
Adapun kejaksaan belum dapat menentukan apakah pemanggilan saksi-saksi akan dilakukan
dalam waktu dekat. Terpenting, ucap Widyo, saat ini tim khusus masih fokus untuk
mempelajari hasil penyidikan yang sebelumnya telah dilakukan oleh KPK.
“Belum ada pemanggilan saksi-saksi itu, pelajari dulu pokoknya, tim penyidik belum
berpendapat,“ tutupnya.

Sementara itu, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memutuskan untuk
mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) atas putusan praperadilan Budi
Gunawan.
“Belum, belum ada. Masih dirapimkan (rapat pemimpin),“ kata Plt. Wakil Ketua KPK Johan
Budi. (Nyu/P-4)

Kejagung Desak Percepat PK
ERANDHI SAPUTRA

Kejaksaan Agung menunggu putusan PK terpidana mati oleh MA agar tidak ada
masalah ketika sudah dieksekusi.
UPAYA hukum peninjauan kembali (PK) yang diajukan tiga terpidana mati yang akan
dieksekusi menjadi penghalang Kejaksaan untuk segera melaksanakan eksekusi tahap dua.
Kejaksaan melakukan koordinasi dengan Mahkamah Agung agar PK para terpidana mati
dapat segera diputus sehingga pada saat eksekusi dilakukan tidak ada lagi upaya hukum
terpidana mati yang tersisa.
“Kita berharap secepatnya akan turun karena yang memutuskan instansi lain. Kita hanya
melakukan komunikasi dan koordinasi, tapi di MA sendiri pun tergantung hakim yang
ditugaskan untuk menyidangkan PK. Kita berharap secepatnya karena putusannya sangat
ditunggu,“ papar Jaksa Agung HM Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta,
kemarin.
Prasetyo pun belum dapat memastikan apakah eksekusi tahap kedua akan dilakukan pada
Maret karena proses pengadilan PK yang dapat memakan waktu hingga 3 bulan untuk setiap
perkara.
Meskipun begitu, Prasetyo menegaskan eksekusi tahap kedua tidak akan menjadi eksekusi
terakhir karena daftar tunggu eksekusi terpidana mati menumpuk.
“Agar memberikan efek jera dan memberikan dampak, supaya orang yang mau mencobacoba melakukan hal yang sama itu berpikir berulang kali,“ imbuhnya.
Selain Mary Jane, ada dua gembong narkoba yang tengah mengajukan PK setelah grasinya
juga ditolak oleh Jokowi, yakni Martin Anderson alias Belo, warga negara (WN) Ghana, dan
Serge Areski Atlaoui, WN Prancis.

Selain terkendala PK, Prasetyo menegaskan persiapan belum 100%. “Ya kan
Nusakambangan (yang sudah 100%), yang lain-lain kan belum. Ada kesiapan-kesiapan lain,
asimilasi, dan sebagainya. Laporan dari Kapolda Jateng itu masih melakukan persiapan dan
kesiapan,“ ujarnya.
Tiga bulan
Juru bicara Mahkamah Agung, hakim agung Suhadi, mengatakan upaya PK terpidana mati
asal Filipina, Mary Jane, sudah masuk ke MA sejak Jumat lalu dan sudah lolos syarat
administratif.
“Perkaranya sudah bernomor, berarti sudah masuk memenuhi persyaratan seleksi di
administrasi. Tinggal nanti ditetapkan majelis hakimnya oleh ketua kamar, nanti ketua majelis
bersama anggota diberi kesempatan mempelajari berkas-berkas,“ ungkapnya.
Suhadi pun menyatakan, minggu ini mungkin Ketua Kamar Pidana MA, Artidjo Alkostar,
akan menunjuk majelis hakim yang akan menangani perkara PK Mary Jane.
“Saya kira demikian, tapi itu kan pekerjaan di administrasi yang ditetapkan oleh ketua kamar
majelisnya siapa,“ ucapnya.
Dalam menangani suatu perkara, sebut Suhadi, MA berpegang pada SK KMA No. 119/SK/
KMA/VII/2013 yang membatasi penanganan perkara maksimal 3 bulan setelah penunjukan
majelis hakim sehingga kepastian hukum tidak berlarut-larut. “Biasanya kan yang lama
proses pemeriksaan perkara oleh hakim. Tapi menurut SOP kita, tiga bulan paling lama
penanganan perkaranya,“ sebutnya.
Suhadi pun belum mengetahui adanya permintaan dari Kejaksaan kepada MA agar proses
penanganan PK dapat diputus dengan cepat.
“Belum tahu itu, karena kan kalau setingkat kementerian lembaga itu di tingkat pimpinan,“
tutupnya. (Nyu/P-4)
erandhi @mediaindonesia.com

Hukuman Koruptor Rendah
PUTRA ANANDA

Dari Rp10.689 triliun uang yang ditilap koruptor, hanya Rp1.493 triliun kembali ke
negara.
EFEK jera yang digembar-gemborkan hamba wet (hukum) terkait dengan hukuman terhadap
para koruptor jauh panggang dari api. Rendahnya masa hukuman yang diputuskan hakim di
pengadilan dan pemberian remisi ibarat kado yang membuat pelaku korupsi tidak merasa
bersalah.
Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam survei tahunannya menilai vonis bagi koruptor
cenderung semakin ringan. Apabila pada 2013 rata-rata vonis yang dijatuhkan terhadap
koruptor 2 tahun 11 bulan, pada tahun lalu hukuman untuk pelaku tindak pidana korupsi
berkurang menjadi 2 tahun 8 bulan.
“Kami menilai ini mengecewakan. Rata-rata jaksa pun hanya menuntut hukuman 3 tahun 11
bulan,“ kata anggota Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Lalola Easter di Jakarta,
kemarin.
Menurut Lalola, kecenderungan hakim menghukum ringan koruptor patut dipertanyakan.
Dalam pantauan ICW, selama 2014 terdapat 480 terdakwa diadili di pengadilan tipikor dan
437 di antaranya diketuk bersalah.
“Dari 437 terdakwa itu, 371 di antaranya mendapat vonis ringan selama 3-4 tahun, 60
divonis sedang (4-10 tahun), dan 5 terdakwa yang dihukum berat, lebih dari 10 tahun.
Hukuman itu lebih ringan daripada vonis terhadap begal motor. Di Kecamatan Bilalang,
Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, ada begal motor yang divonis lima tahun penjara,“
ujar Lalola.
Kerugian negara akibat korupsi pada 2014, lanjut Lalola, mencapai Rp10.689 triliun. Dari
jumlah itu, Rp1.493 triliun dikembalikan kepada negara.

“Hukuman terhadap koruptor tidak sebanding dengan kerugian negara,“ ungkap Lalola.
Oleh karena itu, peneliti ICW Emerson Yuntho mendesak pemerintah berhati-hati sebelum
memberikan remisi kepada koruptor.“Hukuman terhadap koruptor masih ringan. Remisi juga
tidak menimbulkan efek jera.“

Hak remisi
Pemerintah memastikan remisi bagi koruptor merupakan hak yang tidak boleh dihilangkan,
tetapi diperketat. Itulah yang kini tercantum dalam PP 99/2012 tentang Syarat dan Tata Cara
Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.
Menurut Jaksa Agung HM Prasetyo, PP itu tidak menutup pintu remisi bagi koruptor.
“Remisi itu hak setiap narapidana, tetapi mereka harus melakukan kewajiban terlebih dulu.
Antara lain bersedia menjadi justice collaborator dan bersedia bekerja sama dengan penegak
hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya. Juga
berkelakuan baik serta melunasi denda dan uang pengganti sesuai putusan pengadilan.“
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan syarat menjadi justice collaborator
akan dihapuskan. “Saya dapat surat ada yang tidak dapat (remisi) karena dia bukan whistle
blower.“
Plt. Wakil Ketua KPK Johan Budi menilai PP 99/2012 tidak menutup hak narapidana untuk
mendapatkan remisi. “Saya berharap agar pemberian remisi tidak dipermudah, tetapi
diperketat.“ (Wib/ Nur/P-4/X-4)
ananda@mediaindonesia.com

16 WNI yang Hilang Dipastikan Bergabung ke IS
KEPOLISIAN Negara Republik Indonesia memastikan 16 WNI yang hilang di Turki ingin
bergabung dengan organisasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang kini berganti
menjadi Islamic State (IS).
“Masih terdapat berbagai macam terori, tapi dugaan (mereka bergabung dengan IS)
mendekati kebenaran,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes
Rikwanto di Jakarta, kemarin.
Parameter dugaan tersebut, menurutnya, antara lain adanya pengaruh dari pihak tertentu
sehingga belasan WNI bersedia bertolak dari Indonesia menuju Turki. “Pertama, menjalankan
syariat Islam utuh lalu berjihad dan mendapatkan penghasilan cukup. IS menjanjikan Rp20
juta per bulan untuk pekerja,” paparnya.
Berkenaan dengan hal itu, Polri sudah memeriksa agen wisata Smailing Tour yang
memberangkatkan 16 WNI tersebut. Sejatinya, ada 25 WNI yang ikut dalam rombongan,
tetapi 9 di antaranya telah pulang ke Tanah Air dan sisanya memilih tetap berada di Turki
dengan alasan tidak jelas.
Selain mencari keberadaan belasan orang tersebut, Polri berencana melacak sumber dana
apakah berasal dari kantong pribadi atau ada donatur yang memberikan. “Itu masih
pendalaman. Kita akan cek seseorang ini dari mana sumber dananya,” terang Rikwanto.
Sejumlah penyidik Polri bersama Densus 88, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
(BNPT), Kementerian Luar Negeri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) sudah berada di Turki
sejak Jumat (13/3). Mereka akan mengidentifikasi 16 WNI lain yang tertangkap di perbatasan
Suriah.
Ke-16 WNI yang mayoritas wanita dan anak-anak itu, tambah Rikwanto, berbeda dengan 16
WNI yang berasal dari rombongan Smailing Tour.
“Kita lakukan penyelidikan mengapa mereka bisa berada di sana, bagaimana berangkatnya,
siapa sponsor, dan untuk apa di sana,” tambahnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengungkapkan sebagian wilayah
Indonesia bisa menjadi basis IS, salah satunya Poso, Sulawesi Tengah. Bila tak segera
ditangani dengan baik, daerah tersebut bisa menjadi basis berkembanganya paham radikal
tersebut.
“Saya prediksi Poso bisa menjadi basis pergerakan IS. Untuk itu sebelum berkembang,
(gerakan itu) harus kita habiskan. Enggak boleh Poso menjadi daerah penyebaran IS,” tegas
Moeldoko.
Menurutnya, sekarang ini IS baru menjadi ancaman yang bersifat potensial, tetapi kalau tidak
dikelola dengan baik, akan menjadi ancaman faktual.
Untuk itu, pihaknya sudah menyampaikan kepada kepolisian dan Presiden bahwa TNI segera
turun untuk menumpas paham IS agar tidak berkembang di Indonesia.
“Tak hanya di Poso, di wilayah mana pun IS tidak boleh berkembang. Kita harus tegaskan IS
sebagai musuh bersama,” tandas Panglima. (Gol/DG/P-3)

KPU Pusat Wajibkan Integritas
INDRIYANI ASTUTI

Pengalaman pemilu-pemilu sebelumnya menunjukkan tidak sedikit penyelenggara
pemilu melakukan dan membantu kecurangan.
INTEGRITAS dan netralitas penyelenggara pemilu menjadi kunci kesuksesan Pemilu
Serentak 2015. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat juga memastikan akan mengenakan
sanksi tegas kepada jajarannya yang melanggar undang-undang dan peraturan berlaku.
Ketua KPU Husni Kamil Manik menegaskan hal itu terkait persiapan KPU menyambut
pilkada serentak yang akan diselenggarakan Desember mendatang. Pemungutan suara akan
digelar secara serentak sesuai amanat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
(Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Sebanyak
204 daerah yang terdiri dari 197 kabupaten/kota dan tujuh provinsi akan mengikuti pemilu
serentak.
Dalam pelaksanaan pilkada serentak nanti, KPU mengimbau jajarannya baik di tingkat
provinsi ataupun kabupaten untuk tetap menjaga komitmen untuk menciptakan
penyelenggaraan pilkada yang tertib serta tidak memihak.
“Kami telah melakukan supervisi sejak rekrutmen hingga dilantik bahwa ada pakta integritas
yang ditandatangani agar mereka bekerja sungguh-sungguh dan mempertahankan
integritasnya,” ujar Husni di Jakarta, kemarin.
Menanggapi masih banyaknya jajaran KPUD yang dikenai sanksi oleh Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Pemilu 2014, Husni mengatakan sanksi tegas sudah
diatur. “ Kalau masih ada yang menyimpang, itu sesuatu yang cenderung moral azas
individual,” terang dia.
Minimalkan Manipulasi

Berbagai upaya penyempurnaan tata laksana pilkada juga dilakukan oleh KPU. Pada Pilkada
Serentak 2015 ini, seperti yang diamanatkan UU Pilkada, KPU meniadakan rekap suara
dilakukan dari di kelurahan namun langsng dilakukan di tingkat Kecamatan oleh Panitia
Pemilihan Kecamatan (PPK) setelah dihitung di Tempat Pemungutan Suara. “ Kami hanya
melaksanakan sesuai mandat undang-undang,“ ujar komisioner KPU Ida Budiarti.
Dia menjelaskan setelah pemungutan suara di TPS ada rekapitulasi suara berjenjang. Namun
dalam peraturan KPU, perhitungan suara dari TPS langsung ke kecamatan (PPK), tidak lagi
di kelurahan (PPS). “Jadi tidak ada lagi rekap di TPS,“ ujar Ida di Jakarta, kemarin.
KPU membuat peraturan tersebut sebagaimana yang diatur Undang-Undang Tentang
Pemilihan Gubernur, Bupati & Walikota (UU Pilkada). “UU menghapus wewenang rekap di
PPS sehingga langsung ke jenjang kecamatan,” pungkas Ida.
Terpisah, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw berpendapat
keputusan untuk merekap suara langsung di kecamatan sudah tepat untuk meminimalkan
manipulasi suara yang kerap terjadi di PPS.
“Kita memang merekomendasikan demikian untuk meminalisasi kecurangan dalam rekap
suara,” ujarnya.
Jeirry menjelaskan, berdasarkan pengalaman pemilihan umum lalu, kerap kali di tingkat PPS
dan PPK terjadi perubahan suara karena kontrol di tingkat bawah sangat minim. Sehingga,
riskan dimanfaatkan oleh bakal calon untuk melakukan jual beli suara setelah melihat hasil
perhitungan suara di TPS.
“Dia (bakal calon) kemudian melakukan hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran, tidak
hanya manipulasi langsung, namun penghilangan suara tertentu. Orang yang sudah tidak
punya harapan sering menjual suara kepada salah satu partai atau orang,“ imbuh Jeirry.
Untuk memudahkan pengawasan, menurut dia, akan lebih baik lagi bila KPU langsung
melakukan rekap suara di kabupaten/kota. Walaupun memang dibutuhkan waktu yang lebih
lama untuk menghitung suara.
“Dengan begitu, kelompok masyarakat yang punya konsen dengan pilkada juga relatif lebih
mudah mengawasi kalau hanya mengawasi di tingkat kabupaten/kota tidak harus ke desa dan
kelurahan,“ pungkasnya.
Sementara itu, anggota DKPP, Nur Hidayat Sardini, mengatakan hampir seluruh peserta
pilkada pasti akan berusaha mendekati penyelenggara pemilu. (Nov/P-2)
indriyani@mediaindonesia.com

Pengurus Partai di Daerah, Siap Sambut Pilkada

SEJUMLAH partai politik tengah melakukan persiapan untuk menghadapi pilkada serentak
yang akan diselenggarakan Desember mendatang.
Di Sulawesi Selatan, sebanyak 11 kabupaten yang akan menyelenggarakan pilkada. Sebagian
besar parpol telah menjaring calon yang akan mereka usung untuk didaftarkan ke KPU
sebagai calon kepala daerah.
Tidak terkecuali bagi satu-satunya partai baru pada Pemilu 2014, yaitu Partai NasDem. Partai
tersebut malah sudah merampungkan pendaftaran bagi bakal calon kepala daerah yang akan
mereka usung pada pilkada nanti.
Dari 11 Kabupaten itu, dua DPD NasDem, yaitu Kabupaten Gowa dan Luwu Timur, sudah
mengirimkan masing-masing tiga nama untuk diseleksi sebagai bakal calon kepala daerah
partai tersebut. Ketua Desk Pemilukada NasDem Gowa, Syafaruddin, mengatakan ketiga
nama itu diperoleh setelah hasil pleno. Ketiga nama tersebut ialah Ketua DPC Gerindra Gowa
Darmawangsyah Muin, Ketua DPC Demokrat Gowa Andi Maddusila Idjo, dan pengusaha
Sjahrir Sjafruddin Daeng Jarung.
Menurut Plt Ketua DPW Partai Demokrat Sulsel Ni'matullah, pendaftaran dibuka hingga 25
Maret. “Calon bupati bisa mendaftar di sekretariat DPC setiap kabupaten maupun di
sekretariat DPD Demokrat Sulsel,“ ungkapnya. Ni'matullah menambahkan, siapa saja bisa
mendaftar, baik dari internal maupun eksternal partai.
Di Bali, Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster pun berani menargetkan kemenangan bagi
enam kabupaten yang akan melaksanakan pilkada serentak.
Meski belum memetakan basis suara, Koster memastikan kemenangan di keenam kabupaten
yang akan melaksanakan pilkada serentak itu, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar,
Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, dan Bangli.

Tidak mau ketinggalan, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukabumi, Jawa Barat,
mengerucutkan dua nama yang akan diusung sebagai bakal calon bupati atau wakil bupati
pada pilkada serentak mendatang. Dipilihnya dua nama tersebut didasari pertimbangan
tingkat popularitas dan elektabilitas.
“Kedua nama itu yakni saya sendiri (Totong Suparman) dan Yusuf Maulana (Wakil Ketua
DPRD),“ kata Ketua DPD PKS Kabupaten Sukabumi Totong Suparman kepada wartawan,
kemarin.
Dari Pekanbaru, DPW PPP Riau akan menggelar musyawarah wilayah ke-7 dengan agenda
membahas persiapan kadernya yang akan maju dalam pilkada serentak di sembilan
kabupaten/ kota di Riau.
“Muswil digelar selain untuk memilih ketua dan kepengurusan baru DPW PPP Provinsi Riau
periode 2015-2020, juga untuk membahas persiapan menghadapi pilkada serentak,” kata
Ketua Panitia Muswil PPP 2015, Husaimi Hamidi, kemarin. (LN/OL/BB/P-2)

Bantuan Rp1 Triliun untuk Parpol tidak Berlebihan
GAGASAN untuk memberikan sokongan dana APBN bagi partai politik peserta pemilu
hingga Rp1 triliun perlu didukung, tetapi pengelolaan dana tersebut harus dilakukan
transparan dengan pembukuan keuangan yang memadai.
“Kalau (sokongan) diberikan, harus dibenahi juga manajemen kepartaiannya,” kata Direktur
Eksekutif Reform Institute, Yudi Latief, di Kantor Founding Fathers House (FFH), Jakarta,
kemarin.
Selain itu, imbuhnya, parpol yang terbukti menyelewengkan dana dari rakyat tersebut harus
dikenai sanksi berat dan tegas tegas. Dengan begitu, anggota partai akan berpikir dua kali
untuk menyelewengkan dana Rp1 triliun dari pemerintah tersebut.
Saat ini, kata dia, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) saja tidak bisa berbuat banyak terhadap
penyelewengan oleh parpol. Buktinya sejauh ini Bawaslu cuma bisa melaporkan dugaan
pelanggaran, tetapi proses hukum selanjutnya diserahkan ke polisi.
“Bawaslu harus diperkuat dengan mekanisme pengawasan, penyidikan, dan berkaitan dengan
lembaga peradilan,” jelasnya.
Wacana pemberian uang Rp1 triliun untuk setiap parpol itu dilontarkan Menteri Dalam Negri
(Mendagri) Tjahjo Kumolo. Namun, Tjahjo menyatakan rencana tersebut baru bisa
direalisasikan setelah pemerintah berkecukupan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.
Pakar hukum tata negara Irmanputra Sidin menilai ide pembiayaan parpol oleh negara itu
penting untuk dimatangkan agar partai tidak mencari uang dengan jalan mereka sendiri.
Sebagai organisasi yang diamanatkan untuk mereproduksi calon-calon pemimpin bangsa,
pembiayaan parpol perlu dipikirkan pemerintah.
“Ide membiayai parpol itu penting dipikirkan. Jangan anggap parpol itu binatang jalang
sehingga tidak perlu dipikirkan. Parpol itu yang mereproduksi pemimpin NKRI dalam lima
tahun walaupun memang masih ada problem di situ,” paparnya dalam kesempatan yang
sama.

Menurut dia, selama ini partai politik dibiarkan begitu saja menghimpun dana dengan cara
mereka sendiri. Dengan demikian, muncullah berbagai masalah terkait dengan pendanaan
parpol yang tidak bersih.
Untuk menjalankan organisasi, imbuhnya, parpol kerap menjalin relasi dengan para kapitalis
atau pemilik modal. Oleh karena itu, tak bisa dimungkiri pejabat dari kalangan parpol
didukung kepentingan kapitalis selama memerintah.
Atas dasar itu, Irman sependapat dengan wacana Mendagri bahwa negara perlu
menganggarkan dana hingga Rp1 triliun per tahun untuk membiayai berbagai kegiatan
parpol.
Menurut dia, angka Rp1 triliun per tahun tergolong kecil jika dibagi-bagi untuk sejumlah
partai politik. “Daripada parpol sibuk cari duit untuk dirinya sendiri, mari kita pikirkan Rp1
triliun buat parpol.” (Uta/P-3)

Wacana Aklamasi PD tidak Demokratis

PARTAI Demokrat akan tetap mempertahankan berpolitik santun, tetapi bukan berarti dalam
penentuan ketua umum partai dilakukan dengan cara aklamasi. Dewan Pembina Forum
Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD-PD) Ahmad Mubarok
mengatakan hal itu, kemarin, menyikapi perkembangan pandangan di internal PD menjelang
kongres PD, April mendatang.
“Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum PD saat ini) selalu mengedepankan
demokrasi. Jadi, beliau pasti tidak setuju jika ada ketua umum dipilih secara aklamasi,“ ujar
Mubarok. Ia menambahkan, SBY lebih layak duduk di Dewan Pembina PD ketimbang
menjadi Ketua Umum PD lagi. Alasannya level ketokohan SBY sudah ada di tahap bapak
demokrasi.
Menurut Mubarok, demokrasi dan politik santun merupakan budaya Partai Demokrat yang
ditularkan SBY. Atas alasan demokrasi, Mubarok menegaskan tidak mendukung pemilihan
secara aklamasi pada kongres PD mendatang.
Jejak demokrasi yang ditinggalkan SBY, ucap Mubarok, tampak ketika Hadi Purnomo
terpilih sebagai ketua umum pada kongres Demokrat di Bali. Kemudian, Anas Urbaningrum
yang notabene tidak didukung SBY bisa memimpin Demokrat. FKPD juga akan
mengusulkan kader-kader terbaik untuk mengikuti bursa pencalonan ketua umum. Misalnya,
sebut Mubarok, Isran Noor, Gede Pasek Suardika, dan Akbar Yahya.
Dalam forum tersebut, FKPD akan menguatkan kader-kader yang dinilai paling mendekati
kompetensi, kapasitas serta popularitas SBY. Pihaknya ingin mengawal jalannya partai
terutama kongres secara demokratis. “Hasilnya akan kami sumbangkan ketika kongres,“
ujarnya.
Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan pencalonan SBY diusung
mayoritas kader di pusat dan daerah. Ia menilai belum ada figur lain selain SBY yang mampu
mempersatukan seluruh kader PD. Selain itu, menurut Pohan, ketokohan SBY bakal
mengatrol perolehan suara PD yang sempat terpuruk pada Pileg 2014.

Terkait dengan langkah FKPD, Pohan menegaskan forum tersebut tidak tercatat dalam
struktur PD. “Di struktur resmi, tak ada forum itu. Tapi kalau mereka ada aspirasi, silakan
sampaikan secara tertulis kepada DPP. DPP terbuka untuk masukan-masukan,“ cetusnya.
(Pol/P-2)

Djan Faridz Tolak Tawaran sebagai Wakil Ketua Umum
UPAYA islah (rujuk) di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di antara elite partai
yang bertikai memperebutkan kepengurusan masih belum ada titik temu.
Arsul Sani, Wakil Sekjen PPP kubu Romahurmuziy (Romy), mengatakan islah masih
mengalami hambatan. Pasalnya, PPP kubu Djan Faridz menyatakan Djan Faridz-lah yang
harus menjabat ketua umum partai berlambang Kabah tersebut. “Islah sementara jalannya
tersendat-sendat karena kubu Djan pasang harga mati bahwa islah (berarti sepakat bahwa)
ketua umumnya harus dia,“ ujar Arsul di Jakarta, kemarin.
Arsul menyampaikan alasan Djan Faridz tidak bisa menjabat ketua umum. Ketentuan
AD/ART partai tidak memungkinkannya. “(Djan Faridz) belum pernah menjadi pengurus
harian selama satu periode. Itu syarat ketua umum,“ tegasnya.
Hal lainnya terkait dengan pemetaan dukungan DPW PPP. “Struktur partai di tingkat wilayah
mayoritas mendukung Romy. Petanya dari 33 DPW PPP di seluruh Indonesia, 28 DPW
mendukung Romy dan 5 DPW mendukung Djan. Petanya seperti itu,” paparnya.
Karena kedua alasan itulah, kubu Romy menawarkan posisi Djan sebagai wakil ketua umum.
Tak hanya posisi waketum yang ditawarkan kubu Romy, posisi ketua DPP dan wasekjen pun
ditawarkan kepada kubu Djan.
Seperti diungkapkan Arsul, mayoritas pendukung Djan sebenarnya menyetujui usul tersebut.
“Mayoritas pendukungnya saya yakin menerima. Beberapa sudah mendekat ke kita untuk
dicalonkan menjadi bupati,” terangnya.
Terkait dengan persiapan PPP dalam pilkada serentak, dikatakan Arsul, pihaknya tidak
merasa khawatir. Surat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang mengesahkan kubu
Romy sebagai kepengurusan yang sah masih menjadi pegangan. “Struktur PPP pada
umumnya mengatakan menganut prinsip legalitas. Kalau yang diakui Romi, mereka ikut
yang punya legalitas,” jelasnya.
Pendapat sebaliknya dikemukakan Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Fernita
Darwis. Menurutnya, putusan PTUN yang membatalkan SK Kemenkum dan HAM secara

otomatis membatalkan Muktamar Surabaya di bawah kepemimpinan Romy. Diakui Fernita,
upaya islah sudah dilakukan kubu Djan dengan menemui tokoh-tokoh senior PPP.
“Yang namanya islah dari kelompok kita sudah direalisasikan dengan menemui tokoh-tokoh
senior baik di internal maupun eksternal,” tuturnya.
Nasihat yang diberikan tokoh senior, imbuhnya, ialah kedua pihak baik kubu Romy maupun
kubu Djan harus bertemu. Namun, sampai sejauh ini belum ada komunikasi di antara
keduanya.
Saat menanggapi pernyataan kubu Romy bahwa kubu Djan memasang harga mati untuk
menduduki posisi ketua umum, Fernita menegaskan hal itu tidak akan selesai jika hanya
dipolemikkan kedua pihak. “Kalau yang menyelesaikan kita, pasti begitu. Masing-masing
masih punya ego,” pungkasnya.
Kubu Djan Faridz, kemarin, juga mendatangi Kemenkum dan HAM. Kedatangan puluhan
utusan hasil Muktamar Jakarta itu berkaitan dengan putusan PTUN yang membatalkan
kepengurusan PPP di bawah pimpinan Romy. “Kami mendaf tarkan dan berharap Menteri
(Hukum dan hak Asasi Manusia) dapat mematuhi putusan PTUN dan mengabulkan
permohonan kami dan mengesahkan kepengrusan Djan Faridz,” ujar Ketua DPP PPP, Triana
Djemat. (Nur/P-2)

Mahyudin Masuk Wantim Golkar
PERPINDAHAN haluan yang dilakukan politikus Partai Golkar dari versi Aburizal Bakrie ke
kubu Agung Laksono tidak sia-sia. Salah satunya, Mahyudin yang kini menjabat Wakil Ketua
MPR, didaulat Agung masuk jajaran dewan pertimbangan partai.
“Mahyudin (masuk) dewan pertimbangan,“ ujar Agung seusai mengunjungi Ketua Umum
PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kediamannya, Jl. Teuku Umar, Menteng, Jakarta
Pusat, kemarin.
Agung mengaku pihaknya menerima sejumlah permintaan dari pendukung Golkar versi
Munas Bali yang akan hijrah. Mereka, kata Agung, akan menempati sejumlah posisi strategis,
yakni kursi ketua DPP, dewan pertimbangan, kesekjenan, kebendaharaan, dan departemen.
Ketua DPP Partai Golkar Bidang Komunikasi, Informasi, dan Penggalangan Opini Leo
Nababan memastikan selain Mahyudin, tiga tokoh Golkar kubu Ical, seperti Erwin Aksa dan
Airlangga Hartarto, masuk kepengurusan yang akan diserahkan ke Kementerian Hukum dan
HAM hari ini.
Terkait dengan safari politik ke PDIP, Agung mengatakan ingin menjalin kerja sama dengan
PDIP di parlemen. “Kami siap mendukung semua program pemerintah saat ini.“
Setelah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly mengesahkan DPP Partai
Golkar versi Munas IX Ancol, dukungan DPD ke kubu Agung terus mengalir.
Kali ini, seluruh DPD Golkar tingkat kota dan kabupaten di Jawa Barat hijrah ke
kepengurusan Agung. Ketua DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya Noves Narayana
membenarkan. DPD Jawa Barat menggelar rapat koordinasi dengan DPD kota/ kabupaten di
Jabar pada Kamis (12/3) lalu.
“Banyak agenda nasional di 2015, terutama menghadapi pilkada. Makanya kami mengakui
yang sudah disahkan pemerintah,“ ucap Noves.
Setali tiga uang, DPD Golkar DIY mengambil langkah yang sama.

Secara terpisah, Bendahara Umum Partai Golkar versi Munas Bali Bambang Soesatyo
mengatakan kebijakan Menkum dan HAM memicu konflik horizontal. “Juni pendaftaran
pilkada, ini rawan. Ini yang menjadi keprihatinan kita semua hingga kami mendorong hak
angket,“ ucapnya.
Fraksi Partai Demokrat DPR mengisyaratkan mendukung hak angket. “F-PD tidak ingin
demokrasi dan penegakan hukum yang sudah dibangun SBY menjadi runtuh karena politisasi
kekuasaan,“ kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto. (Nov/Cah/AD/
OL/PS/FL/X-6)

Hak Angket bakal Melewati Jalan Berliku

PIMPINAN fraksi DPR yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) berencana
mengajukan hak angket terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly
terkait dengan pengesahan pengurus Golkar hasil Munas Ancol pimpinan Agung Laksono.
Namun, hal itu baru sebatas wacana karena DPR kini memasuki masa reses hingga 22 Maret
mendatang.
Berdasarkan tata tertib dewan, hak angket bisa diusulkan minimal 25 anggota DPR yang
terdiri dari minimal dua fraksi berbeda. Namun, untuk meloloskan hak tersebut tidak mudah
karena harus melewati jalan berluku.
Pasalnya, pengesahan usul tersebut diambil dalam rapat paripurna yang dihadiri lebih dari
separuh jumlah anggota DPR, dan disetujui lebih dari separuh jumlah anggota yang hadir
(50%+1).
Konfigurasi kekuataan suara parpol di DPR saat ini terdiri dari PDIP 109 kursi, Golkar 91
kursi, Gerindra 73 kursi, Demokrat 61 kursi, PAN 48 kursi, PKB 47 kursi, PKS 40 kursi, PPP
39 kursi, NasDem 36 kursi, dan Hanura 16 kursi.
Bila PAN menyatakan menolak ikut dalam urusan angket, PPP kubu Romahurmuziy (Romi)
pun demikian, dan ditambah dengan kekuatan gerbong Agung Laksono, hak angket yang
digalang Ade Komaruddin dan Bambang Soesatyo itu akan sulit bisa lolos dalam rapat
paripurna.
Menurut Guru Besar Universitas Jember bidang hukum tata negara, Widodo Eka Tjahjana,
meski secara konstitusional pengajuan hak angket oleh DPR itu sah, hal itu sebaiknya tidak
dilakukan karena keputusan Menkum dan HAM terkait dengan dualisme Partai Golkar sudah
mengacu ke UU Partai Politik.
“Keputusan Menkum dan HAM itu jangan dipersepsikan sebagai intervensi pemerintah.
Pasalnya, Menkum dan HAM hanya menjalankan putusan Mahkamah Partai Golkar yang
menyatakan kepengurusan kubu Agung Laksono ialah sah menurut hukum administrasi,”
jelasnya.

Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPR mengisyaratkan bakal mendukung hak angket.
Sekretaris F-PD Didik Mukrianto menjelaskan landasan konstitusi hak angket ialah
pelaksanaan tugas pengawasan terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah.
“Dalam konteks penegakan hukum dan demokrasi, F-PD tidak antipati terhadap penggunaan
hak angket. F-PD ingin demokrasi dan penegakan hukum yang sudah dibangun selama ini
tidak runtuh karena politisasi kekuasaan,” jelasnya.
Sementara itu, PDIP menolak rencana pengajan hak angket. Menurut Plt. Sekjen PDIP, Hasto
Kristianto, keputusan Menkum dan HAM telah sesuai dengan UU yang berlaku.
“Partai politik harus hati-hati menggunakan hak angket. Itu kan hak anggota, keputusan di
rapat paripurna. Sebagai partai pendukung pemerintah, PDIP pasti mendukung keputusan
itu,” tegas Hasto. (Nov/P-3)

Orang-Orang Malang
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group

JIKA hukum jadi menakutkan, ia mungkin teror bagi yang menerimanya. Jika hukum tak
adil, bisa jadi ia tirani.
Menurut orang bijak seperti Santo Agustinus, hukum yang tak adil bukanlah hukum. Frase
‘bukan hukum’ bisa ditafsirkan macam-macam. Ia bisa tirani. Di alam demokrasi, hukum
serupa itu (tirani) harusnya lekas diusir pergi.
Hukum, kata penulis John Arbuthnot, adalah lubang tanpa dasar yang bisa melahap segala
sesuatu. Kini kita memang tengah menyaksikan ‘lubang tanpa dasar’ yang ‘melahap segala
sesuatu’ di mahkamah kita. Tengoklah di Pengadilan Negeri Situbondo, Jawa Timur, janda
berusia 63 tahun, Asyani, benar-benar tengah dilahap ‘lubang tanpa dasar’ itu. Ia tak berdaya.
Juli tahun lalu Asyani hendak membuat dipan dengan beberapa lembar kayu jati
simpanannya. Akan tetapi, alih-alih ia punya dipan, beberapa lembar kayu itu disita polisi
hutan yang berpatroli. Polisi meyakini kayu itu dicuri dari Perhutani. Asyani berkukuh, kayu
itu ditebang dari tanah miliknya sebelum dijual untuk berobat suaminya yang terkena stroke.
Asyani tak berdaya menghadapi aparat yang perkasa. Ia memang tak bisa menunjukkan
dokumen kepemilikan kayu yang diminta. Di mahkamah yang perkasa itu, Asyani hanya bisa
menangis histeris. Ia mengiba, meminta dibebaskan dari segala perkara. Sesungguhnya, kata
Asyani, ia bisa bebas dari hukum jika ia mampu memberi uang suap Rp4,5 juta kepada orang
Perhutani. Ia terlalu miskin untuk itu.
Dalam sebuah sidang, ia menunjuk seorang penguasa Perhutani, Sarwin. “Sarwin, kamu tega
memenjarakan saya,“ suara Asyani parau. Tapi, hukum tak mendengar suara parau!
Apa pun argumentasinya, negara teramat perkasa pada orang-orang tak berdaya, tetapi kerap
mengerut pada orang-orang kuat. Berkali-kali perkara seperti ini mengganggu nurani kita.
Pada 2009, Nenek Minah di Gumelar, Banyumas, ditahan tiga bulan dan divonis 1,5 bulan

oleh PN Purwokerto karena mengambil tiga buah kakao milik Perhutani. Ia telah minta maaf
pada mandor hutan yang menegurnya. Tetapi, tak ada maaf untuk kekhilafan kecil itu.
Tahun berikutnya, hakim PN Bojonegoro memenjarakan suami istri, Supriyono-Sulatri,
selama 3,5 bulan karena mencuri setandan pisang. Pada 2012, PN Palu, Sulawesi Tengah,
memvonis remaja pencuri sepasang sandal jepit yang dilaporkan dua polisi. Pada tahun yang
sama PN Sinjai, Sulawesi Selatan, memvonis Kakek Rawi dua bulan 25 hari karena mencuri
50 gram merica.
Hukum positif pasti akan dengan lantang berkata, “Hukum tak mengenal siapa dia.“ Orang
kaya atawa kaum duafa. Kredonya jelas: equality before the law (persamaan di hadapan
hukum) yang merupakan salah satu asas terpenting hukum modern. Namun, itu terasa
mengerikan dan jemawa bagi orang-orang bersahaja seperti Asyani dan orang-orang malang
lainnya.
Menurut Guru Besar Universitas Lampung bidang hukum, Sunarto, dalam masyarakat kita
yang plural, kearifan lokal dalam hukum adat kita mestinya bisa menyelesaikan persoalanpersoalan hukum yang tak memenuhi asas keadilan hukum itu. “Hukum adat bisa bekerja
menyelesaikan kasus seperti Nenek Minah.“
Hukum positif pun bukankah proses yang tak berjalan di atas ruang hampa? Bukankah di situ
ada manusia? Bukankah di tengah timbunan teori hukum, ketika hakim bekerja, juga dituntut
berpulang pada hati nuraninya? Kini masih adakah nurani itu untuk orang-orang malang?

Mengembalikan Citra Islam
Robitul Umam Mahasiswa Pascasarjana UIN Jakarta Konsentrasi Kajian Pemikiran Islam

DEWASA ini, dunia diresahkan dengan gerakan radikal ISIS (Islamic State of Iraq and Syria)
di Timur Tengah dan kelompok Boko Haram di Afrika. Kedua kelompok ini sama-sama
mengatasnamakan Islam sebagai pembenar tindakan kekerasan yang telah mereka lakukan.
Kedua kelompok ini juga sama dalam memimpikan berdirinya kembali pemerintahan yang
berasaskan ajaran Islam. Namun, benarkah ajaran Islam baik dari sisi syariat (Islamic law)
maupun akidah (teologi) membenarkan tindakan mereka? Ataukah itu semua hanya
interpretasi dari ISIS dan Boko Haram yang memahami Islam hanya secara parsial?
Tindakan kelompok radikal ISIS dan Boko Haram tentu merusak citra positif Islam dan umat
Islam dunia. Islamophobia pun bermunculan di berbagai negara, terutama negara yang
mayoritas berpenduduk non-muslim. Oleh karena itu, perlu ada gerakan kontra ISIS dan
Boko Haram yang masif dari kalangan muslim moderat dunia, baik melalui gerakan
sosialisasi maupun melalui tulisan untuk menjelaskan kepada dunia bahwa tindakan ISIS dan
Boko Haram tidak dibenarkan dalam Islam.
Dalam sebuah hadis sahih (valid) yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari yang sangat
dipercaya kredibilitasnya, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “permudahlah dan jangan
persulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari.“ Dari hadis ini, dapat kita
bayangkan bagaimana Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin agama menginginkan Islam
tersebar dengan penuh keramahan dan kesantunan, bahkan beliau menyerukan agar
menanamkan unsur-unsur kegembiraan kepada khalayak umum, bukan malah membuat
orang lari ketakutan dari Islam. Karena sejatinya kebenaran itu dengan sendirinya akan
diterima tanpa ada intimidasi dan pemaksaan. Sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran
Surah Albaqarah (2): 256, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).
Sesungguhnya telah jelas yang benar dari jalan yang sesat.”
Sayyid Qutb dalam tafsirnya Fî Dzilâlil Quran juz III (1400 H/1980 M) menjelaskan bahwa
kalimat “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)“ ini untuk ‘Nafyuljinsi’

meniadakan segala jenis, yaitu menegaskan semua bentuk pemaksaan di dunia dalam realitas
kehidupan beragama tidaklah dibenarkan, sedangkan makna dari kalimat “Sesungguhnya
telah jelas yang benar dari jalan yang sesat“, Sayyid Qutb berpendapat bahwa iman itu
adalah jalan yang benar, yang sudah secara naluriah manusia menyukai dan
menginginkannya, tanpa harus dipaksa.
Dr Abdul Moqsith Ghazali dalam bukunya yang berjudul Argumen Pluralisme Agama,
Membangun Toleransi Berbasis Alquran (2009) juga mengatakan bahwa ayat La ikraha fi din
(Al-Baqarah, 256) ialah termasuk dalam kategori lafd ‘am (pernyataan umum) yang menurut
usul fiqih mazhab Hanafi ialah tegas dan pasti (Qath'i) sehingga meniscayakan ayat ini tidak
dapat dihapuskan (takhshish, nasikh) oleh ayat-ayat yang sifatnya kontekstual, apalagi oleh
hadis ahad (seperti hadis yang memerintahkan membunuh orang yang pindah agama) yang
dalalat-nya ialah zhanni (relatif).
Ayat La ikraha fi din (Al-Baqarah, 256) ini bersifat universal, melintasi ruang dan waktu.
Ayat yang berisi nilai-nilai umum ajaran disebut sebagai ayat ushul (ushul Alquran atau ayat
kulliyat).
Sejarah juga mencatat bagaimana Islam hadir dengan mengakui hak hidup dan beragama bagi
umat beragama lain. Karen Armstrong memuji tindakan Umar bin Khattab saat penaklukan
Jerusalem. Di saat kaum Kristen Eropa menyerukan membunuh kaum ‘heresy’ karena
berbeda agama, Umar bin Khattab justru tampil memberikan perlindungan dan kebebasan
beragama kepada kaum Kristen di Jerusalem. Karen mencatat Umar bin Khattab ialah
penguasa pertama yang menaklukkan Jerusalem tanpa pengrusakan dan pembantaian
manusia, bahkan menandatangani perjanjian ‘Iliya' dengan pemimpin Kristen Jerusalem.
Dalam kehidupan keseharian, umat muslim secara normatif juga dianjurkan mengucapkan
salam perdamaian (assalamualaikum). Para ulama berpendapat bahwa hukum menjawab
salam ialah fardhu kifayah. Ini artinya, bahwa Islam mesti diinternalisasikan ke dalam jiwa
setiap muslim sehingga perdamaian, keselamatan, dan kemaslahatan menjadi pijakan dalam
beragama.
Kemudian, perlu juga ditegaskan di sini bahwa teks Islam, Alquran dan hadis, sebagai sumber
utama hukum Islam tidak pernah menjelaskan konsep sistem kenegaraan yang rinci. Islam
sebagai way of life manusia tidak mengenal pandangan yang jelas, pasti, dan terperinci
mengenai ideologi negara, konstitusi negara, mekanisme pemilihan dan pergantian
pemimpin, serta alat kelengkapan negara.
Dalam literatur sejarah Islam, dapat kita dapati bagaimana para pemimpin awal Islam
(khalifah) dipilih dan diganti dengan cara yang berbeda-beda. Abu Bakar dipilih dengan cara
dibaiat atau prasetia, Umar dengan cara sistem ditunjuk oleh pemimpin sebelumnya (Abu
Bakar), Utsman dipilih oleh sistem dewan pemilih (electoral college, ahl halli wa al-aqdli)
yang beranggotakan tujuh orang. Utsman digantikan oleh Ali bin Abi Thalib dengan proses
serbamendesak. Pada saat yang sama, Abu Sufyan tengah mempersiapkan anak-cucunya

untuk mengisi jabatan khalifah sebagai pengganti Ali bin Abi Thalib. Kemudian pada masa
berikutnya, umat Islam menggunakan sistem monarki yang diadopsi dari sistem kekaisaran
Romawi dan Persia.
Belum lagi, perbedaan pendapat sarjana awal Islam mengenai konsep negara dan ciri
pemimpin yang ideal. Misalnya, perbedaan pendapat antara al-Farabi, al-Mawardi, alGhazali, Ibn Taymiyyah, dan Ibn Khaldun. Dengan demikian, jelaslah bahwa gagasan ISIS
untuk mendirikan negara Islam tidaklah konseptual dan tidak benar-benar berdasar dari teksteks Islam (Alquran dan hadis).
Gagasan ISIS dan Boko Haram untuk mendirikan negara Islam hanyalah ‘pemikat’ untuk
menarik umat Islam dunia agar terjerumus pada `jebakan' kepentingan politik mereka saja.
Oleh karena itu, pemahaman terhadap keagamaan yang didasari akan kesadaran perbedaan,
pengakuan akan adanya hak-hak orang lain tanpa adanya pemaksaan, toleransi dengan tanpa
kehilangan sibghah (jati diri) ialah pilar-pilar dalam ajaran Islam. Dengan pengakuan dan
pelaksanaan inilah, Islam akan senantiasa menjadi rahmat bagi semua (Rahmatan lil'alamin).

Kecenderungan Parpol Terbelah
W Riawan Tjandra Pengajar pada Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta;
Alumnus Doktor Ilmu Hukum UGM

PASCADILAKSANAKANNYA beberapa agenda kegiatan forum tertinggi dari beberapa
partai politik (parpol), terdapat kecenderungan terjadinya pembelahan. Artinya, kontestasi
politik elite yang lazim terjadi di parpol mana pun di negeri ini, bahkan di seluruh dunia, pada
beberapa parpol tertentu justru menciptakan situasi terbelahnya parpol.
PPP merupakan fenomena politik parpol terbelah pascamuktamar yang merupakan forum
tertingginya. Pascamuktamar PPP di Surabaya yang menghasilkan struktur kepengurusan
baru di bawah pimpinan Romahurmuziy, kubu Suryadharma Ali (SDA) juga melakukan
muktamar sendiri di Jakarta yang menurut versi mereka telah melahirkan kepengurusan di
bawah pimpinan Djan Fariz.
Belum lama berselang, Partai Golkar yang mengadakan munas akhirnya menghasilkan
kepengurusan baru di bawah Agung Laksono menyusul munas yang dilaksanakan di Bali
yang tetap menempatkan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai pemimpin kepengurusan yang
dihasilkan munas di Bali. Masih terdengar lamat-lamat konon kongres yang diselenggarakan
DPP PAN, meskipun sudah menghasilkan Zulkifli Hasan sebagai ketua baru, masih ada
ketidakpuasan dari kubu Hatta Rajasa.
Salah satu kecenderungan yang juga terjadi dalam fenomena konflik partai tersebut ialah
selalu menyeret birokrasi pemerintah, dalam hal ini Kemenkum dan HAM RI, untuk terlibat
dalam fenomena parpol yang terbelah tersebut. UU No. 2 Tahun 2008 jo UU No. 2 Tahun
2011 yang mengatur tentang Parpol (UU Parpol) memang mengatur mekanisme pengesahan
struktur kepengurusan baru parpol oleh Menkum dan HAM sebagai syarat formal bagi
terpilihnya formatur kepengurusan baru suatu parpol. Bahkan, dalam kasus PPP, ketua
majelis hakim PTUN Jakarta yang menyidangkan sengketa pengesahan parpol dan

memutuskannya sambil menangis terlihat salah memaknai kewenangan pengesahan tersebut
dan menuduh sebagai campur tangan pemerintah terhadap parpol.
Padahal, kewajiban Menkum dan HAM untuk mengesahkan formatur kepengurusan parpol
baru atas permohonan pengurus baru parpol itu diundang UU Parpol tersebut dalam
konstruksi kewajiban negara untuk sekadar mengesahkan saja. Dalam teori hukum
administrasi negara yang dikenal secara luas sebagai sebuah communis opinio doctorum,
keputusan pejabat pemerintah untuk mengesahkan sesuatu hanya merupakan sisi formal dari
bentuk pengakuan negara/pemerintah terhadap suatu aktivitas hukum subjek hukum privat
tertentu.
Legalitas materiil dari aktivitas hukum privat tersebut tetap melekat pada substansi dari
aktivitas hukum privat itu sendiri.
Dalam kasus pengesahan kepengurusan parpol baru, legalitas materiil dari terpilihnya
formatur kepengurusan baru suatu parpol tidak tergantung keputusan (beschikking) Menkum
dan HAM, tetapi dari proses internal dalam pemilihan formatur kepengurusan parpol baru
tersebut berdasarkan UU Parpol dan AD/ART Parpol itu sendiri.
Sungguh merupakan suatu kesesatan berpikir (fallacy) jika menganggap pemerintah cq
Menkum dan HAM ikut campur dalam konflik internal suatu parpol dalam penggunaan
kewenangan pengesahan struktu kepengurusan baru dari suatu parpol. Hal itu justru
memperlihatkan upaya mencari kambing hitam atas kegagalan resolusi konflik internal parpol
yang terjadi karena lemahnya manajemen internal parpol.
UU Parpol memang mengundang kewenangan Menkum dan HAM untuk mengesahkan
formatur kepengurusan baru suatu parpol setelah memenuhi syarat prosedur tertentu dalam
mekanisme pemilihan formatur baru parpol.
Dalam perspektif UU No. 30 Tahun 2012 tentang Administrasi Pemerintahan (UU Adpem)
bahkan ditegaskan bahwa jika badan atau pejabat pemerintah tidak menetapkan suatu
keputusan tata usaha negara atas permohonan subjek hukum privat dalam waktu 10 hari sejak
tanggal penerimaan permohonan tersebut, permohonan itu harus dianggap dikabulkan oleh
pemerintah. Hal itu, dalam teori hukum administrasi negara, dikenal dengan keputusan yang
bersifat fiktif-positif.
Maka, dalam kasus PPP, putusan PTUN Jakarta mengandung keganjilan karena kurang
cermat dalam mempertimbangkan hal-hal seputar kewenangan formal pengesahan formatur
kepengurusan baru parpol dan kewajiban penetapan keputusan sebagaimana diatur pada Pasal
53 UU Adpem.
Dalam kasus Partai Golkar, Menkum dan HAM terlihat bertindak dengan cermat dan hati-hati
untuk sampai pada penggunaan kewenangan pengesahan formatur kepengurusan baru dari
Partai Golkar atas permohonan dari struktur kepengurusan baru yang telah menempatkan
Agung Laksono sebagai ketua umum baru partai berlambang pohon beringin keramat itu.

Dalam kondisi tersebut, masih juga timbul ketidakpuasan dari kubu Ical karena surat dari
Menkum dan HAM yang tak lebih sekadar menindaklanjuti keputusan dari mahkamah partai
di lingkungan Partai Golkar dianggap mencampuri persoalan internal partai.
Berbagai fenomena terbelahnya parpol pascadilaksanakannya agenda pemilihan formatur
kepengurusan baru melalui forum tertinggi setiap parpol tersebut seharusnya justru menjadi
bahan untuk melakukan introspeksi terhadap parpol-parpol terkait. Secara teoretis, parpol
dibentuk untuk menjadi sarana resolusi konflik yang bisa terjadi dalam situasi masyarakat
yang plural dan heterogen. Dalam kondisi tersebut, parpol seharusnya bisa menjadi instrumen
resolusi konflik melalui dialog dengan pihak-pihak yang berkonflik, menampung dan
memadukan berbagai aspirasi serta kepentingan dalam musyawarah untuk mencapai
penyelesaian yang berupa keputusan politik.
Dalam perspektif teori kelembagaan, partai politik dibentuk kalangan legislatif (dan
eksekutif) karena ada kebutuhan para anggota parlemen untuk mengadakan kontak dan
mendapatkan dukungan dari masyarakat.
Fenomena parpol yang terbelah merupakan realitas politik yang memperlihatkan lemahnya
visi ideologis pparpol-parpol yang bersangkutan dan manajemen internal parpol yang tak
dengan jelas disandarkan atas prinsip tata kelola parpol yang baik (good political party
governance) sebagaimana diamanatkan dalam UU Parpol.
Watak kepengurusan parpol yang oligarkis, kurangnya transparansi, rendahnya partisipasi
anggota parpol, dan minimnyya akuntabilitas dari pimpinan parpol bisa saja merupakan
penyebab dari lemahnya manajemen internal parpol yang menyebabkan kerentanan parpol
dalam menghadapi perbedaan pendapat di kalangan anggotanya. Parpol sebagai instrumen
demokrasi justru telah mengembangkan watak otoritarian karena kecenderungan tumbuhnya
kepemimpinan yang berwatak tirani, suka memaksakan kehendak, dan abai terhadap
pluralitas pandangan/opini dari para anggotanya.
Dalam perspektif teori historis, parpol merupakan instrumen demokrasi yang sangat penting.
Bahkan pascaamendemen UUD 1945, parpol kini telah memiliki kedudukan konstitusional
dan menjadi pintu masuk satu-satunya dalam penentuan pasangan capres dalam pilpres.
Partai politik terbentuk karena adanya suatu sistem politik yang mengalami transisi karena
perubahan masyarakat dari bentuk tradisional yang berstruktur sederhana menjadi bentuk
modern yang berstruktur kompleks. Parpol perlu melakukan pembenahan internal agar tetap
mampu menopang sistem demokrasi konstitusional yang telah berkembang semakin baik di
negeri ini.
(Elite) parpol tak boleh justru menjadi batu sandungan bagi tumbuh dan berkembangnya
sistem demokrasi di negeri ini yang telah mendapat pengakuan dari dunia internasional
sebagai salah satu dari lima negara demokrasi terbesar di dunia. Maka, jangan terbiasa untuk
‘membelah cermin’ atas realitas ‘buruk rupa’ parpol yang terjadi selama ini.

Parpol harus terus diperkuat sebagai instrumen demokrasi sipil yang penting dan jangan
sampai tersandera oleh perpecahan internal akibat ambisi politik sebagian oknum elitenya
karena parpol merupakan salah satu unsur terpenting dari sebuah negara yang menisbahkan
dirinya sebagai negara demokrasi.

Perlu Solusi Kasus Begal Anak
CORNELIUS EKO SUSANTO

Ketahanan keluarga yang lemah diduga salah satu penyebab anak-anak jadi mudah
terpengaruh oleh budaya negatif.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Yohana Susana
Yembise mengaku prihatin dengan banyaknya anak usia sekolah yang terlibat dalam
pembegalan motor.
Lantaran itu, dirinya akan berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk
mencari solusi mengurangi budaya kekerasan di kalangan remaja, seperti maraknya kasus
pembegalan.
“Banyak pelaku pembegalan berusia di bawah 17 tahun. Nanti saya akan bahas dengan Polri
bagaimana menekan praktik kekerasan di dunia anak,“ ujar Yohana di sela acara
penandatanganan pencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi
di Jakarta, kemarin.
Menghentikan kekerasan yang dilakukan anak-anak, menurut Yohana, tidak bisa dilakukan
dengan mengedepankan penegakan hukum semata. “Juga harus dicari akar masalah yang
membuat tindak kekerasan di kalangan anak dan remaja semakin menjamur.“
Menurut hemat dia, pemicu anak-anak melakukan budaya kekerasan ialah disfungsi keluarga.
Akibat ketahanan keluarga yang lemah, tambahnya, anak-anak jadi mudah terpengaruh oleh
bujukan teman dan budaya negatif di luar rumah.
Untuk mencegah anak-anak menjadi pelaku perbuatan pidana baru, menurut dia, kegiatan
penguatan keluarga dan pendidikan karakter di sekolah perlu lebih digencarkan lagi.

Pandangan serupa juga disampaikan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo
Rubianto. Menurut dia, selain masalah disfungsi keluarga dan pengaruh lingkungan,
penyebab lain anak-anak menjadi beringas ialah akibat pengaruh budaya hidup mewah yang
kerap dipertontonkan di acara-acara televisi dan media lainya. Menurut dia, anak-anak
tersebut merupakan korban.
“Sejatinya anak-anak pelaku kekerasan itu merupakan korban dari berbagai varian tersebut,“
ucap Giwo saat ditemui di acara serupa.
Tindakan nyata
Pada kesempatan tersebut, Giwo juga meminta agar pemerintah segera melakukan tindakan
nyata agar tidak makin banyak anak menjadi begal.
Pasalnya, maraknya kejahatan tersebut telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Pada
saat ini pun anak-anak sekolah dan perempuan yang rentan mengalami pembegalan menjadi
waswas setiap mengendarai kendaraan roda duanya di tempat-tempat agak sepi.
Di sisi lain, komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mencatat begal
motor dari kalangan remaja sudah mencapai 14 orang. Begal tersebut terungkap seusai
beraksi di Depok, Lampung, Jambi, dan Tangerang. Jumlah begal remaja diperkirakan akan
terus bertambah.
“Jika tidak ada upaya pencegahan, begal anak-anak pasti akan bertambah. Sebabnya kasus
begal remaja yang tidak terungkap pasti juga banyak,“ tutur dia.
Susanto menambahkan, agar anak-anak lain tidak terinspirasi menjadi begal motor,
pemberitaan kronologi pembegalan motor di media diimbaunya tidak perlu terlalu rinci.
“Pemberitaan kronologi pembegalan motor menjadi inspirasi buat remaja. Mereka yang ingin
motor akhirnya melakukan pembegalan motor,“ tutur Susanto. (H-1)
cornel @mediaindonesia.com

Sekolah Swasta tidak lagi Dibedakan

PEMERINTAH sedang menggodok aturan yang membuat dukungan pemerintah atas
pendidikan negeri sama dengan pendidikan swasta. Itu dilakukan agar mutu sumber daya
manusia (SDM) Indonesia bisa meningkat bersama-sama antara lulusan dari lembaga
pendidikan negeri dan swasta.
“Garisnya ialah tidak dibedakan antara negeri dan swasta. Semuanya harus mendapatkan
dukungan dari pemerintah. Toh, ujungnya meningkatkan kualitas SDM. Jadi, bukan urusan
yang lain,“ kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan seusai
breakfast meeeting dengan Presiden Joko Widodo dan Menristek Dikti M Nasir serta
Menpora Imam Nahrawi di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin pagi.
Menurut Anies, selama ini pendidikan swasta terkendala oleh beberapa hal. Contohnya beban
perguruan tinggi atau lembaga pendidikan swasta yang besar untuk investasi awal seperti
pengadaan gedung atau tanah untuk menyelenggarakan pendidikan.
Dengan kondisi seperti itu, lanjut Anies, pendidikan swasta yang maju hanyalah lembaga
pendidikan yang memiliki uang besar, sedangkan lembaga swasta yang kecil dananya sulit
untuk menambah dan memperbaiki gedung.
Di situ, terang Anies, pemerintah memainkan peranan agar swasta dapat memulai gelaran
pendidikan tanpa biaya besar. Hal tersebut membantu kalangan swasta yang memiliki modal
terbatas atau kecil tetap mampu mengembangkan pendidikan mereka tanpa mengabaikan
kualitas.
“Intinya kami ingin semuanya mendapatkan (kemudahan). Mudah-mudahan nantinya kami
bisa bicarakan lebih lanjut dengan kementerian terkait, seperti pertanahan dan perbankan
untuk pembiayaan,“ ucap Anies.

Di sisi lain, ada aturan lain yang juga diubah untuk memberikan ruang sejajar antara sekolah
negeri dan swasta. Contohnya, proses assessment melalui Badan Akreditasi Nasional Sekolah
yang lebih menilai pada fasilitas gedung dan fasilitas belajar sehingga membuat sekolah
swasta jelek semakin terpuruk.
“Ini seperti lingkaran setan. Apabila fasilitas jelek, akreditasinya jadi jelek dan untuk
meningkatkan akreditasi, perlu biaya. Aturan ini juga akan kami evaluasi,“ pungkas Anies.
(Wib/Bay/H-2)

Negara Jamin Keselamatan Siswa
KESELAMATAN siswa menuju sekolah ialah faktor penting untuk menjamin masa depan
peserta didik agar tak terganggu kelanjutan pendidikannya. Karena itu, pemerintah
berkomitmen menghilangkan risiko yang mengancam keselamatan siswa yang sedang
menempuh pendidikan.
`'Negara harus hadir serta menjamin keselamatan untuk anak-anak,'' tegas Mendikbud Anies
Baswedan ketika meninjau lokasi jembatan runtuh di Sungai Ciberang, Kampung Sindai,
Sajera, Lebak, Banten, kemarin.
Turut mendampingi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono
dan Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud Hamid Muhammad.
Sebelumnya, Selasa (10/3) pagi, 44 siswa SDN 1 Pejagan ketika menyeberangi jembatan
Sungai Ciberang dari Desa Tambak, Cimarga menuju Kampung Sindai, terjatuh ke sungai
lantaran jembatan yang berusia 25 tahun itu runtuh. Untungnya tidak ada korban tewas. Dari
10 siswa yang terluka, hanya tinggal seorang, Surdi, yang masih dirawat akibat patah tulang.
Menurut Anies, kejadian runtuhnya jembatan yang biasa dilalui siswa di daerah itu saat
bersekolah bukan pertama kali. ‘’Kasus itu bukan pertama kali. Selama ini penanganannya
sektoral, sekarang langsung action, Bupati Lebak nyatakan siap memperbaiki, begitu pun
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.''
Anies menegaskan persoalan itu harus ditangani cepat. Begitu pula tempat lain yang berisiko
tinggi. ‘’Kami butuh laporan masyarakat agar Kemendikbud dan Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat bisa segera menanganinya demi keselamatan anak didik kita.''
Masyarakat bisa melapor melalui laman sahabat.kemdikbud.go.id, terkait lokasi lintasan
berisiko bagi siswa disertai foto dan deskripsi.

“Setelah ada laporan, kami bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
memverifikasi serta menyiapkan proses pembangunan. Ini sesuai Nawa Cita Jokowi-JK
bahwa negara hadir dan melindungi warga negara termasuk melindungi siswa,'' kata Anies.
(Bay/H-2)

Belum Ada Larangan Kuliah Sabtu-Minggu

MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir mengatakan belum ada aturan
yang melarang perkuliahan pada Sabtu dan Minggu. Hanya saja pihaknya memang akan
mengkaji mengenai hal tersebut.
“Pada prinsipnya, kuliah dilakukan pada Senin sampai Jumat. Tapi kita juga akan melihat
untuk kuliah hari lain. Bagaimana jam kerjanya, jam pengajaran, dan jam tatap mukanya,''
ujarnya di Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan, berdasarkan regulasi yang sudah ada, aturan dasar jam kuliah mahasiswa
harus sesuai dengan jumlah satuan kredit semester (SKS) yang diambil yaitu 12 SKS dalam
seminggu, atau jika 1 jam per SKS, berarti 12 jam tatap muka itu harus dilakukan.
“Regulasinya sudah lama. Kami akan mengecek itu, apakah Sabtu-Minggu ada larangan. Jika
itu ada, kami cari tahu alasan pelarangannya. Selama mengikuti aturan jumlah jam yang
harus dipenuhi tidak masalah,'' tuturnya. (Mut/H-2)

Awan Panas Sinabung Meluncur semakin Jauh
MESKI sudah lebih dari satu tahun meletus, bahaya masih mengancam warga di sekitar
Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Bahkan, intensitas bahaya itu makin
tinggi beberapa hari ke depan.
“Jarak luncur awan panas makin memanjang mencapai 4,7 km. Warga, khususnya yang
beraktivitas di tenggara dan selatan gunung harus makin waspada,“ papar Kepala Pos
Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra, kemarin.
Dia menambahkan, sejak kubah lava Gunung Sinabung runtuh pada Kamis (5/3) lalu saat
awan panas terjadi, gugurannya menyebar hingga ke Desa Sukameriah, Kecamatan Naman
Teran, di tenggara gunung. Selain itu, gundukan perbukitan yang menghambat laju awan
panas juga telah rata.
Kondisi itu mengakibatkan jarak luncur awan panas Sinabung semakin jauh karena tidak lagi
ada penghalang. Armen pun merekomendasikan untuk jalur sektoral awan panas, yakni
sebelah selatan dan tenggara Sinabung ditambah dari 5 km menjadi 6 km.
Sampai kemarin, Gunung Sinabung masih berstatus siaga yang berarti aktivitas vulkanologi
Sinabung masih tinggi. Hal ini bisa dibuktikan dengan seringnya terjadi tremor dan gempa
vulkanik yang kadarnya masih fluktuatif.
Kemarin, sekitar 500 kepala keluarga pengungsi korban erupsi Sinabung yang berasal dari
Desa Sigarang-garang dan Sukanalu berunjuk rasa ke Kantor DPRD Karo. Mereka meminta
Pemkab Karo segera memenuhi jatah hidup sebesar Rp3 juta per enam bulan untuk setiap
kepala keluarga.

“Kalau pemkab tidak segera membayar jatah hidup, kami menolak kembali ke desa asal.
Selain jatah hidup, kami juga meminta jaminan pendidikan bagi anak-anak kami,“ kata Ikuten
Sitepu, koordinator pengungsi.
Dihubungi terpisah, Komandan Satgas Penanganan Bencana Erupsi Sinabung Letkol Inf
Asep Sukarna mengatakan, sampai saat ini sebanyak 2.442 jiwa atau 795 kepala keluarga
pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung asal Desa Sigarang-garang dan Sukanalu masih
bertahan di posko-posko pengungsian. Seharusnya, hari ini mereka akan dipulangkan ke desa
asal. “Desa mereka sudah kita bersihkan,“ ujar Asep. (PS/N-3)

Florence Dituntut Hukuman Percobaan
FLORENCE Saulina Sihombing, 26, dituntut oleh jaksa penuntut umum hukuman penjara 6
bulan dengan masa percobaan 12 bulan. Florence menjadi terdakwa kasus penghinaan warga
Yogyakarta melalui media sosial.
Mahasiswa program notariat Universitas Gadjah Mada itu dinilai melanggar Pasal 27 ayat 3
juncto Pasal 45 ayat 1 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Terdakwa tidak perlu
menjalani hukuman kurungan, namun jika dalam waktu 12 bulan mengulangi perbuatan yang
sama, ia akan dikenai kurungan 6 bulan,“ kata jaksa penuntut umum Rr Rahayu dalam sidang
di Pengadilan Negeri Yogyakarta, kemarin. Dalam sidang tersebut, Florence tidak didampingi
kuasa hukum. (AT/N-3)

Tambora Jadi Taman Nasional Kedua
PADA pelaksanaan Tambora Menyapa Dunia yang akan digelar 11 April, pemerintah
berencana mendeklarasikan status Gunung Tambora dari taman berburu dan cagar alam
menjadi taman nasional. Taman tersebut akan menjadi yang kedua di Nusa Tenggara Barat
setelah Taman Nasional Gunung Rinjani. “Kami sangat menunggu adanya taman nasional
kedua di daerah ini,“ kata Budi Kurniawan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB,
di Mataram, kemarin.
Tambora Menyapa Dunia ialah peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora pada 1815.
Peringatan akan berlangsung di Kabupaten Dompu. Presiden Joko Widodo direncanakan
hadir dalam acara itu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB H Lalu M Faozal menyatakan penetapan
taman nasional untuk Tambora sudah melalui perjuangan yang berlangsung sejak 2007.
Taman ini memiliki luas 71 ribu hektare.
“Untuk peringatan dua abad letusan Tambora, kami sudah menyiapkan 1.000 home stay yang
bisa dimanfaatkan undangan untuk menginap. Kami juga mengusahakan transportasi darat
berupa bus umum,“ tutur Faozal.
Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai 7 April, dengan gelaran seminar pariwisata,
trabas sepeda motor, lari 10 K, pentas seni, Mount Tambora Ultra, pameran arkeologi, pacuan
kuda, festifal layang-layang, Tambora Country, ekshibisi selebritas mendaki Tambora,
Tambora Savanna Run, Lakey Kitesurf, dan seminar arsitektur lanskap. (YR/N-3)

Sahabat Museum Protes Pemugaran Tiang Bendera KAA

SEJUMLAH elemen masyarakat memprotes pemugaran tiang bendera bernilai sejarah tinggi
di lingkungan Gedung Konferensi Asia Afrika (KAA). Mereka menilai pemugaran tiang
merupakan bentuk penghilangan jejak sejarah.
“Dua puluh sembilan tiang bendera yang dibuat ketika KAA pertama diadakan kini dipugar.
Ini suatu bentuk penghilangan jejak sejarah,” ungkap Koordinator Sahabat Museum KAA,
Eka Santosa, kemarin.
Eka mengatakan boleh saja Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, dan pemerintah pusat menata
Museum KAA. Namun, sangat tidak dibenarkan jika menghilangkan jejak sejarahnya. “Saya
meminta agar tiang tersebut dipasangkan kembali sesuai dengan tata letak utamanya,” ujar
Eka. Eka menuturkan pihaknya juga akan mengumpulkan para mahasiswa dari negara AsiaAfrika untuk membuat kongres mengambil sikap pasca-Konferensi Asia Afrika.
Dari kongres tersebut, imbuh Eka, kawan-kawan mahasiswa akan membuat rekomendasi
perjuangan KAA kekinian, misalnya tolak pemanasan global dan penguatan identitas budaya
tiap-tiap negara peserta.
“Acaranya akan berlangsung 28 Maret hingga 2 April,” ujar Eka.
Adapun rencana perbaikan Masjid Raya Bandung yang dilakukan jelang puncak peringatan
KAA ke-60 belum bisa dilakukan karena dikabarkan dana belum cair. Dana perbaikan
dianggarkan Rp3 miliar.
Dana perbaikan Masjid Raya Bandung itu diperoleh dari Bank Jabar Banten (BJB) sebesar
Rp2,3 miliar dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp600 juta.

Ketua Dewan Kepengurusan Masjid Raya Bandung, Pjepje Soebrata, akhir pekan lalu,
mengatakan dana itu akan dipergunakan untuk pemeliharaan rutin sehingga masjid terlihat
indah.
Agar dana dari BJB segera turun, lanjut Soebrata, pihak Masjid Raya Bandung melayangkan
proposal ke BJB. Proposal itu merupakan yang kedua sebagai lanjutan pengajuan
sebelumnya.
Dana yang mengucur itu rencananya untuk lima item perbaikan yang telah disepakati
pengurus masjid, yaitu karpet, pendingin ruangan (AC), toilet baru serta tempat wudu, sound
system, dan bagian kesekretariatan. (SB/EM/N-2)

Film Si Anak Kampoeng kembali Raih Penghargaan
FILM Si Anak Kampoeng (The Village Boy) kembali meraih penghargaan internasional. Film
besutan sutradara Damien Dematra itu menyabet San Francisco Film Awards 2015 bersama
film Rusia Pechorin untuk kategori faith and spirituality.
Menurut Laurel Kapros, Direktur Penghargaan San Fransisco Film Awards, film Si Anak
Kampoeng memiliki nilai psikologis dan spiritual tinggi dan disajikan dengan cara yang
artistik dan indah.
“Film ini akhirnya dipilih sebagai film yang akan tayang dan dinilai sebagai ‘film yang
benar-benar luar biasa’,“ ujarnya melalui rilis yang diterima, kemarin.
Film yang diperankan Radhit Syam (alm.) itu diproduksi bersama pada 2011 oleh Damien
Dematra Production dan Maarif Institute. Film yang berkisah mengenai masa kecil tokoh
bangsa Syafii Maarif itu diharapkan bisa melahirkan ‘Buya-Buya Kecil’ baru yang berani
bermimpi dan berjuang dengan tekun untuk meraih mimpi mereka.
Sebelumnya, Si Anak Kampoeng juga telah meraih puluhan penghargaan.Di antaranya Silver
Screen Award dari Nevada International Film Festival (pada 2014) untuk kategori film cerita
dan sutradara terbaik untuk Damien Dematra, dan editor terbaik untuk Virda Anggraini dan
Damien Dematra dari London International Film Festival (2013).
Selain itu, film berdurasi 105 menit itu juga meraih nominasi dari Jaipur International Film
Festival India (2012), terpilih dalam International Social Uprising Resistance and Grassroots
Encouragement, Amerika Serikat (2012), serta empat penghargaan dari Los Angeles Movie
Awards.

Dijelaskan Damien, inti film tersebut mengisahkan tentang keceriaan, penderitaan, dan
perjuangan manusia menemukan diri dan panggilan hidupnya tanpa terkekang oleh waktu
dan tempat.
Kisah itu dimulai dari kelahiran seorang anak kampoeng, putera Ma'rifah Rauf, seorang yang
terpandang di Nagari Sumpur Kudus, Sumatra Barat, pada era 1930-an. “Semoga film ini
dapat menginspirasi generasi muda akan pentingnya pendidikan, cita-cita, dan memberikan
penghargaan yang tinggi terhadap nilai-nilai keberagaman,“ pungkasnya. (Mut/S-3)

Anggota DPR Minta BPIH tidak Membebani Jemaah
ANGGOTA Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa mengimbau Kementerian Agama (Kemenag)
dalam menetapkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2015 sesuai dengan alokasi
anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Artinya, jemaah tidak dibebani biaya-biaya
yang seharusnya menjadi tanggungan pemerintah.
Hal tersebut dikemukakan Ledia agar tidak terulang kasus penyalahgunaan dalam beberapa
pokok anggaran penyelenggaraan ibadah haji. Hal itu mengakibatkan mantan Menteri Agama
(Menag) Suryadharma Ali sebagai tersangka terkait dengan biaya penyelenggaraan ibadah
haji (BPIH), pemondokan, hingga transportasi jemaah haji di Arab Saudi sekitar Rp1 triliun
pada 2012-2013. KPK hingga kini masih mengusut kasus itu.
“Perlu dipastikan bahwa hal yang harusnya dialokasi APBN harus dibiayai APBN, bukan
oleh jemaah. Meski begitu, anggaran yang diajukan harus benar-benar diperhitungkan,“ kata
anggota DPR dari Fraksi PKS itu kepada Media Indonesia melalui pesan singkatnya,
kemarin.
Peringatan itu, menurut Ledia, didasarkan atas temuan dari laporan BPIH tahun lalu dan
tahun sebelumnya. “Ada hal-hal yang semestinya bukan dibebankan kepada jemaah
dimasukkan, yang tidak perlu dianggarkan malah dianggarkan. Perlu diingat sekali lagi, ini
uang jemaah.“
Kemenag saat ini masih menggodok guna menetapkan anggaran BPIH 2015. Diharapkan,
pada April mendatang pemerintah sudah bisa mengumumkan BPIH yang mencakup tiga
dimensi, yaitu pembinaan, pelayanan, dan perlindungan.

Namun, beberapa waktu lalu, Menteri Agama Lukman Hakim menyatakan nilai BPIH 2015
turun US$26 dari 2014 senilai US$3.219 per jemaah. Penurunan ongkos naik haji itu, kata
Lukman, sudah sesuai dengan perhitungan Kemenag lantaran turunnya harga bahan bakar
pesawat (avtur) karena harga minyak global.
Proses penyelenggaraan haji tahun ini akan dimulai pada 20 Agustus dan berakhir 26 Oktober
mendatang. (Mut/H-1)

Tiga Generasi Pertahankan Warung
BEBERAPA lelaki duduk berderet di bangku kayu mengelilingi meja besar yang berisi aneka
makanan. Mereka sedang menikmati teh panas dengan gula aren.Tidak ketinggalan saya pun
ikut menikmati teh panas dipadu dengan gula aren, kemarin siang. Itulah ciri khas Warung
Djadoel yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Temanggung, Jawa Tengah.
Toples-toples kuno yang terbuat dari kaca tebal yang berisi makanan kering, kopi, hingga
kerupuk berderet menghiasi warung tersebut. Kemudian di meja tersedia tahu bacem, telur
ceplok bebek, aneka gorengan, sayur tongkol, lele, sayur nangka, dan aneka masakan
rumahan lain. Ada pula jajanan khas Temanggung seperti klepon, pisang goreng, dan entho
cotot.
Memang cukup istimewa Waroeng Djadoel ini bagi banyak pelanggan. Saat ini warung itu
dikelola Siti Sukastiah, generasi ketiga. Menurut Siti, awal mulanya warung itu dikelola sang
nenek yang merupakan generasi pertama.
“Warung kami satu-satunya warung makan pertama ada di Temanggung,“ terang Siti.
Tidak diketahui kapan generasi pertama pemilik warung itu memulai. Namun, neneknya
mengelola warung itu hingga sekitar 1940-an. Setelah itu, sejak zaman penjajahan Jepang
hingga 1985 dikelola generasi kedua, Dulah Rujini, hingga usia 75 tahun.
Saat itu sudah ada penerus warung yang tak lain ialah anak Dulah sendiri, Siti Sukastiah,
yang awalnya sebagai asisten dan kini menjadi pengelola warung.

“Saat saya membantu orangtua masih berusia belasan tahun,“ ujar Siti yang tahun ini genap
berusia 62 tahun.
Dari ketiga generasi itu tidak pernah satu pun memberi nama warung tersebut. Nama
Waroeng Djadoel hadiah dari para pelanggan.
“Alasannya warungnya masih mempertahankan suasana zaman dulu. Masakan yang kami
suguhkan pun tanpa menggunakan penyedap rasa. Semua diramu dengan resep lama dan
teknik pengolahannya juga warisan turun-temurun,“ ungkapnya.
Rata-rata para pelanggan datang ke warung itu karena ingin bernostalgia. Pelangganpelanggan itu datang dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan sekitar Temanggung.
Pada generasi pertama dan kedua, cara memasak makanan yang disajikan di warung itu ialah
menggunakan kayu bakar. Akan tetapi, untuk saat ini sudah beralih menggunakan elpiji.
Hanya dalam memasak air pengelola warung ini menggunakan arang. Alasannya, panas air
yang dimasak bisa bertahan lebih lama.
Kekhasan warung itu ialah cita rasa teh dan kopi. Teh tambi diberi gula aren, juga dengan
kopi produksi Temanggung, sehingga terasa lebih nikmat.
Agus, pelanggan warung tersebut, mengaku cita rasa makanan tetap terjaga. Namun, ada
makanan yang mulai menghilang sejak generasi kedua, di antaranya wajik. (Tosiani/N-4)

Ribuan Kapal 30 GT Akali Pajak

PEMERINTAH terus berupaya meningkatkan penerimaan negara dari wajib pajak yang tidak
taat.
Salah satu sektor potensial yang kini menjadi bidikan ialah pemilik kapal berbobot 30 gross
tonnage (GT) ke atas karena banyak di antara mereka yang tidak memiliki nomor pokok
wajib pajak (NPWP).
“Kami telah mengidentifikasi sekitar 70% (1.011) dari 1.444 perusahaan yang
mengoperasikan kapal berbobot 30 GT ke atas tidak memiliki NPWP. Memang belum ada
estimasi potensi pemasukan negara. Hanya, hal itu akan terungkap setelah Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas kajian program penyelamatan sumber daya alam
(SDA) sejak 2013. Tahun ini, KPK masuk ke sektor kelautan dan perkebunan,“ kata Plt.
Wakil Ketua KPK Johan Budi SP di Istana Negara Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, KPK telah mengeluarkan kajian penyelamatan SDA untuk sektor mineral dan
batu bara. Hasilnya, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari perusahaan batu bara
mencapai sekitar Rp10 triliun. Jika ditotal dengan PNBP dari bahan mineral lain pada 2014,
negara mendapat tambahan sekitar Rp20 triliun.
“Untuk memperkuat sinergi dari lintas pemangku kepentingan, KPK akan menjalin kerja
sama dengan 29 kementerian dan lembaga pada 18 atau 19 Maret dan dihadiri para
gubernur,“ ujar Johan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo menambahkan selama ini
belum ada tindakan tegas bagi pemilik kapal yang tidak mempunyai NPWP.
“Kini kami utamakan pencegahan. Mereka bayar dulu. Punya NPWP dan harus bayar pajak,
itu yang penting,“ ungkap Indroyono.
Menurut Indroyono, dalam RAPBN Perubahan 2015, penerimaan pajak ditargetkan mencapai
Rp1.244,7 triliun. “Pemerintah mencoba mencapai target ini. Pemilik kapal mempunyai
NPWP dan itu bisa sekitar 13 juta pembayar pajak baru. Sekarang masih belum,“ tandas
Indroyono. (Wib/X-4)

Empat Paket Penguat Rupiah
FATHIA NURUL HAQ

Paket kebijakan ekonomi ini bertujuan memperbaiki kinerja neraca perdagangan dan
neraca jasa.
DAYA tahan rupiah tampaknya benar-benar diuji. Pada penutupan perdagangan kemarin, nilai
tukar rupiah kembali melemah 45 poin menjadi 13.230 jika dibandingkan dengan sebelumnya
di posisi 13.185 per dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data hasil survei bahwa pada awal Februari lalu nilai
tukar rupiah terhadap dolar AS secara rata-rata di 34 provinsi melemah 121,89 poin atau
0,98% jika dibandingkan dengan minggu terakhir Januari 2015. “Selama Februari, rupiah
sudah terdepresiasi 2,95% terhadap dolar AS,“ ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta,
kemarin.
Untuk menahan laju pelemahan rupiah itu, pemerintah mengumumkan serangkaian insentif
demi merestruktur isasi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Sofyan Djalil menjelaskan paket insentif itu bertujuan mengurangi hambatan dari kebijakan
perekonomian sebelumnya dan pada akhirnya bisa memperkuat nilai tukar rupiah.
“Intinya ada empat kebijakan besar. Nanti implementasi turunannya segera diumumkan,“
ujarnya seusai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Dari enam kebijakan besar itu, empat di antaranya peningkatan kadar biofuel dalam biosolar
dari 10% menjadi 15%, penerapan bea masuk antidumping sementara dan bea masuk tindak
pengamanan (safeguard), perjanjian bebas visa dengan 30 negara, serta pemberian insentif
pajak.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan insentif pajak dibuat lebih longgar.
Ia belum merinci sektor apa saja yang baru. Namun, insentif pajak diberikan untuk investor
yang melakukan investasi besar, TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) tinggi, serta
melakukan riset dan pengembangan (research and development).
Selain itu, insentif pajak diberikan pada pelaku usaha yang mengekspor 30% dari hasil
produksi. “Intinya tidak rigid detail per sektor seperti sebelumnya, ada relaksasi,“ ucapnya.
Hemat US$1,3 miliar
Terkait dengan penerapan peningkatan komposisi biofuel 15%, Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan draf
aturannya. “Penggunaan biofuel hingga mencapai 15% bisa menghemat devisa hingga
mencapai US$1,3 miliar,“ ujarnya.
Mengenai pembebasan visa bagi 30 negara, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan
bebas visa ialah cara termudah untuk meningkatkan wisatawan mancanegara.
“Harapannya ada tambahan 1 juta wisman. Kalau dikonversi dengan dolar, sekitar US$1
miliar dengan asumsi setiap wisman menghabiskan sekitar US$1.200 selama 7,7 hari,“
paparnya.
Sebelumnya, hanya 15 negara yang bebas visa. Dengan penambahan tersebut, terdapat 45
negara bebas visa masuk Indonesia. “Hampir semua negara Eropa masuk, Amerika juga
masuk,“ jelas Arief.
Ekonom dari BCA, David Sumual, melihat Indonesia sulit lepas dari volatilitas rupiah akibat
sentimen eksternal. Apalagi Indonesia masih dicap sebagai negara fragile five yang masih
bermasalah dengan defisit transaksi berjalan. (Wib/Bow/Ire/X-10)
fathia@mediaindonesia.com

Gas Arun bukan Warisan Turun-temurun

“SAYA jualan batu akik karena sedang tren saja. Apalagi di Aceh ini banyak jenis batu mulia.
Tapi saya berharap bisa segera bekerja kembali di kilang LNG Arun,“ ujar Ismail, 45, sambil
tetap mengasah batu akik di sebuah emperan toko swalayan di Blang Lancang,
Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh, Minggu (8/3).
Nyaris dua dekade ia menjadi sopir lepas sebuah perusahaan pemasok kebutuhan pekerja
kilang gas alam cair (LNG) Arun di kota itu.
Sejak Kilang Arun resmi berhenti beroperasi pada Oktober 2014, ratusan pekerja kontrak di
kilang pengolah LNG itu pun harus kehilangan pekerjaan. Padahal, umumnya geliat hidup
194 ribu warga Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara tertopang oleh keberadaan kilang
yang beroperasi sejak 1974 itu.
Di masa jayanya, saat Kilang Arun menjadi salah satu produsen LNG terbesar di dunia di era
1990an, Lhokseumawe menyandang predikat petrodollar city. Saat itu tidak hanya kilang,
Lhokseumawe juga menggeliat karena adanya pabrik pupuk ASEAN-Aceh Fertilizer (AAF)
dan pabrik Kertas Kraft Aceh.
Saham LNG Arun dikuasai Pertamina 55%, Exxon Mobil Oil Indonesia Inc 30%, dan Japan
Indonesia LNG Co (Jilco) 15%. Jilco juga menjadi pembeli LNG itu. Gubernur Aceh Zaini
Abdullah mengibaratkan habis manis sepah dibuang. Gas bumi di Aceh disedot selama 40
tahun, tetapi ekonomi rakyat di Aceh tidak maju-maju.

“Kemiskinan di Aceh mencapai 17%, paling banyak di Aceh Utara, lokasi kilang LNG Arun
berada,“ ungkapnya saat peresmian Terminal Regasifikasi (TPR) LNG Arun oleh Presiden
Joko Widodo, Senin (9/3).
Dengan peresmian kilang yang investasinya mencapai Rp4 triliun itu, kata dia, perhatian
pemerintah pusat kepada Aceh sudah membaik. Proyek yang digarap PT Perta Arun Gas
(PAG), perusahaan patungan PT Pertamina Gas (Pertagas) dengan BUMD Aceh, itu diyakini
bakal menghidupkan kembali geliat industri di Lhokseumawe dan Aceh.
“Arun ini kawasan industri lama. Luasnya 3.000-an hektare. Industri didorong investasi ke
sini karena bahan bakar gas lebih murah. Lahan siap, energi siap, listrik juga siap. Saya ingin
masalah pengangguran dan kemiskinan diatasi dengan adanya industri ini,“ kata Jokowi
dalam sambutannya.
Jokowi juga menerima curahan hati Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mengenai bandara
di Lhokseumawe yang sudah puluhan tahun landasan pacunya (runway) tidak diperpanjang.
Ia pun langsung menghubungi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk segera
memperpanjang runway dari 1.800 meter menjadi 2.400 meter. (Jajang Sumantri/E-3)

Rekomendasi Blok Mahakam Selesai Sebulan

Rekomendasi final pengelolaan Blok Mahakam dan renegosiasi kontrak Freeport akan
selesai dalam satu bulan, dan akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
KEMENTERIAN Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) akan mempercepat rekomendasi
final terkait dengan pengelolaan Blok Mahakam dan proses renegosiasi kontrak karya PT
Freeport Indonesia.
Menteri ESDM Sudirman Said memastikan akan merampungkan dalam satu bulan ini.
“Kelanjutan renegosiasi PT Freeport Indonesia dan pengelolaan Blok Mahakam akan
dipercepat. Tadi Presiden beri arahan agar dipercepat dengan melakukan kajian lebih detail
yang itu sedang kami kerjakan. Dalam waktu satu bulan itu rekomendasi final ke Presiden
RI,“ ujar Sudirman di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin.
Setelah itu, Sudirman menyebutkan akan menyerahkan rekomendasi kepada Presiden Joko
Widodo.
Menurut Sudirman, kedua isu tersebut berpengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia.
Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait.

“Itu harus segera diputuskan. Hal besar ini diharapkan secepatnya disimpulkan. Kita akan
terus berkoordinasi dengan kementerian terkait,“ tegas dia.
Dalam rekomendasinya, Sudirman mengaku akan mempertimbangkan faktor investasi di
muka. Ia menyebutkan Freeport telah melakukan investasi di depan senilai lebih dari US$17
miliar atau sekitar Rp224,4 triliun untuk pembangunan underground mining. Pun, untuk Blok
Mahakam, Total E&P Indonesie bersama Inpex telah melakukan investasi sebesar US$2,5
miliar atau Rp33 triliun/tahun.
Di kesempatan berbeda, Direktur Program Pembinaan Hulu Minyak dan Gas Bumi Naryanto
Wagimin menyatakan masa transisi untuk pengelolaan Blok Mahkam tidak ada di peraturan
apa pun. Ia menuturkan Pertamina ingin agar masa transisi terjadi sebelum masa kontrak
selesai, yakni pada 2017.
“Total mintanya setelah kontrak habis ada masa transisi. Kalau kita menghormati kontrak, ya
gak mungkin. Kalau pemerintah minta, mestinya bisa. Undang-undangnya gak ada sih,“
imbuhnya.
Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)
Gde Pradnyana sebelumnya mengatakan waktu transisi yang diminta Total E&P hanya tiga
tahun terhitung sejak 2013. Dengan begitu, pada 2017 Blok Mahakam siap dikelola
Pertamina sebagai pemilik saham mayoritas.
“Transisi sekarang sehingga di 2017 harus switch,“ ungkap Gde. (Jes/E-5)

Makam Saddam pun Diusik
WENDY MEHARI UTAMI

Makam mantan pemimpin Irak Saddam Hussein porak-poranda akibat pertempuran
melawan kelompok Islamic State.
PERTEMPURAN memuncak di sisi utara dan selatan Kota Tikrit, Irak, pada Minggu (15/3).
Pada rekaman video kantor berita AP terlihat makam mantan pemimpin diktator Irak, Saddam
Hussein, yang berada di Ouja, yakni Tikrit sebelah selatan, ikut hancur akibat pertempuran
tersebut.
Makam Saddam Hussein dulunya termasuk mewah dengan kolom-kolom penopang atap.
Dulu pula, mausoleum atau bangunan makam Saddam dipenuhi poster-poster bergambar sang
diktator.
Namun, poster-poster Saddam itu kemudian diturunkan dan digantikan bendera-bendera
milisi kelompok Syiah, serta foto-foto Mayor Jenderal Qassem Soleimani, jenderal asal Iran
yang berperan sebagai penasihat kelompok Syiah Irak di medan pertem puran. Wilayah Ouja
memang didominasi warga kelompok Syiah.
Wilayah itu, menurut Kapten Yasser Nu'ma, pejabat kelompok Syiah yang dikenal dengan
nama Pasukan Mobilisasi Populer, memang salah satu area yang sangat ditargetkan kelompok

ekstremis Sunni Islamic State (IS). “Mereka memasang bom-bom di sekeliling makam,“ kata
Nu'ma.
Kelompok ekstremis IS telah menduduki Kota Tikrit sejak Juni tahun lalu setelah menguasai
Kota Mosul. Pada Agustus kelompok itu mengklaim makam Saddam Hussein telah
dihancurkan. Akan tetapi, klaim itu dibantah pejabat setempat dengan menyebut makam
hanya dirampok dan dibakar dengan tingkat kerusakan ringan.
Mendiang pemimpin Irak itu ditangkap pasukan Amerika Serikat (AS) pada 2003 lalu
dieksekusi dengan hukuman gantung pada Desember 2006 setelah diadili lewat proses
peradilan khusus. Pengadilan saat itu memvonis dia bersalah atas kejahatan kemanusiaan
dengan pembunuhan massal warga Syiah dan Kurdi. Sejak 2007, jenazahnya dimakamkan di
mausoleum di Ouja itu, yakni tempat dia lahir.
Mausoleum Saddam dibangun dari batu pualam. Di tengah-tengahnya dihamparkan bungabunga segar pada pusara tempat jasadnya dikuburkan.Di langit-langit dipasang sebuah lampu
gantung mewah sebagai pengingat gaya hidupnya yang juga mewah semasa dia hidup hingga
digulingkan pasukan AS pada 2003.
Media Irak pernah melaporkan bahwa jenazah Saddam sudah dipindahkan kelompok
loyalisnya karena cemas makam itu akan terdampak pertempuran. Kini, lokasi jasad sang
diktator tidak diketahui.
Operasi militer ditunda
Menteri Dalam Negeri Irak Mohammed Salem al-Ghabban menyatakan operasi militer untuk
merebut kembali Tikrit ditangguhkan agar warga sipil bisa mengungsi dulu dari kampung
halaman Saddam tersebut.
Menurut Al-Ghabban, operasi militer yang dimulai awal Maret lalu itu telah memenuhi 90%
tujuan misi dan memojokkan kelompok IS. Dia belum menyebut tenggat kelanjutan operasi
militer itu.
Pada Minggu (15/3) pasukan Irak menyatakan membutuhkan dukungan dari pasukan udara
koalisi pimpinan AS di Tikrit. Dalam dua pekan terakhir pasukan Irak telah mengepung
Tikrit, tapi belum melakukan penyerangan final.
Staf militer Letjen Abdulwahab alSaadi mengaku telah meminta bantuan pasukan koalisi
lewat Kementerian Pertahanan Irak. “Namun, hingga kini belum ada bantuan,“ kata dia.
(AFP/I-3)
mehari@mediaindonesia.com

Spekulasi Seputar Absennya Putin
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin kembali muncul di depan publik setelah menghilang
selama 10 hari. Absennya tokoh yang terus menjadi sorotan dunia itu memancing berbagai
spekulasi.
Apakah mantan agen KGB (Badan Intelijen Rusia) tersebut sengaja bersembunyi atau sedang
mengalami sakit? Pasalnya Putin terakhir terlihat pada 5 Maret silam saat menghadiri
konferensi berita bersama Perdana Menteri (PM) Italia Matteo Renzi.
Akhirnya, kemarin, orang nomor satu ‘Negeri Beruang Merah’ tersebut tampil di depan
publik. Putin yang tampak agak pucat menerima tamu negara Presiden Kirgizstan Almazbek
Atambayev di Istana Konstantinov, Saint Petersburg, Rusia.
“Kita akan bosan bila tidak ada gosip,“ ucap Putin yang menanggapi spekulasi soal absennya
di hadapan publik selama ini. Pria berusia 62 tahun itu melontarkan pernyataan yang bernada
canda.
Atambayev, tamu negara Putin, pun turut memberi pernyataan yang mendukung sahabatnya
itu. Dia mengatakan bahwa sang tuan rumah yang mengundangnya justru mengajak
berkeliling sekitar Istana Konstantinov sebelum acara pertemuan resmi.

Saat menanggapi soal kemungkinan besar Putin jatuh sakit selama tidak muncul di depan
publik, seraya tersenyum Atambayev mengatakan, “Mungkin kalian bermimpi.“
Kendati Atambayev memberi penjelasan kondisi fisik Putin, spekulasi soal sakitnya Putin
bukan tidak beralasan. Faktanya, pekan lalu, pria 62 tahun tersebut juga membatalkan
sejumlah jadwal kegiatan kenegaraan.
Absennya Putin selama 10 hari di depan publik sebagai hal yang sangat tidak biasa.
Ketidakmunculan Putin pun memancing sejumlah rumor dan spekulasi. Spekulasi itu berupa
dugaan sakit, digulingkan, dan bahkan rumor bahwa sang presiden meninggal dunia pun
mencuat. Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, pun menegaskan, “Semuanya baik-baik saja.“
(AFP/Pra/I-3)

Warga Tuntut Rousseff Mundur
HAUFAN HASYIM SALENGKE

Lebih dari satu juta warga Brasil menuntut Presiden Dilma Rousseff turun dari
jabatannya karena membiarkan korupsi besar terjadi.
SEKITAR 1,5 juta demonstran membanjiri jalan-jalan di seuruh penjuru Brasil, Minggu
(15/3), dalam aksi protes menuntut pelengseran Presiden Dilma Rousseff dan mengakhiri
skandal korupsi di lingkup perusahaan minyak negara, Petrobras. Kasus itu menjadi
tantangan terbesar bagi Rousseff yang baru enam bulan memerintah untuk periode kedua
setelah menang tipis dalam pemilihan umum pada Oktober tahun lalu.
Aksi protes anti-pemerintah itu digalang kelompok sayap kanan lewat media sosial dan
diadakan di 150 kota. Aksi terbesar berlangsung di Sao Paulo, diikuti satu juta warga yang
berkumpul di jalan utama. Adapun di Brasilia, ibu kota Brasil, 45 ribu orang berkumpul.
“Jumlah kami ribuan orang, menuntut pemakzulan Dilma Rousseff,” ungkap pengunjuk rasa
di Sao Paulo, Rubens Nunes, 26.
Di pantai yang menjadi ikon pariwisata Brasil, Copacabana, sekitar 15 ribu warga yang
mengenakan baju hijau dan kuning mirip dengan kostum tim nasional ‘Negeri Samba’
menggelar kampanye sembari mengibarkan bendera Brasil.

“Turunkan Dilma, enyahkan PT (Partido do Trabalhadores atau Partai Buruh)!” teriak
kerumunan warga, menyerukan intervensi militer untuk mengakhiri rezim pemerintahan PT
yang telah berkuasa selama 12 tahun di ‘Negeri Samba’.
Rita Souza, produser televisi berusia 50 tahun, membawa spanduk bertuliskan ‘Intervensi
militer sekarang’. Adapun pekerja konstruksi bangunan Alessandro Braga, 37, menyerukan,
“Saya mendukung pelengseran Dilma. Skandal korupsi terbesar terjadi selama pemerintahan
Rousseff dan dia diam saja!”
Aksi unjuk rasa tersebut didukung kalangan oposisi Partai Demokrasi Sosial yang dipimpin
Aecio Neves, yakni saingan Rousseff yang kalah dalam pemilihan umum Oktober tahun lalu.
Dalam sebuah video yang diunggah di Facebook, Neves mengatakan, “Jalan baru saja
dimulai. Kami tidak akan bubar.”
Berbeda dari protes besar pada 2013 yang berujung pada kekerasan, satu-satunya konflik
yang dilaporkan dalam aksi kali ini ialah polisi menggunakan gas air mata dan granat kejut
untuk membubarkan sekelompok pengunjuk rasa di Brasilia karena berusaha memasuki
kompleks gedung kongres. Di Sao Paulo, polisi menahan 20 pemuda yang membawa petasan.
Membela
Menteri Kehakiman Jose Eduardo Cardozo membela pemerintah dengan menekankan sosok
Rousseff sebagai gerilyawan sayap kiri yang membela Brasil pada era rezim militer 19641985. Dia mengingat perjuangan sang presiden yang dipenjara selama tiga tahun dan disiksa
secara brutal karena perjuangannya tersebut.
Adapun Rousseff menyatakan mendukung demonstrasi damai dan Cardozo pun
menambahkan aksi unjuk rasa membuktikan bahwa Brasil adalah negara demokratis yang
menghormati perbedaan pendapat. Dia juga menegaskan Brasil jauh dari opsi kudeta.
Brasil merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat bersama dengan Rusia,
India, Tiongkok, dan Afrika Selatan (BRICS). Namun, pertumbuhan telah melemah sejak
Rousseff mulai menjabat pada 2011. (AFP/AP/Euro News/I-1)
haufan_hasyim @mediaindonesia.com

Akibat Skandal Korupsi

ANDRE Menezes, 35, ialah satu dari satu jutaan orang yang berunjuk rasa di Kota Sao Paulo,
Brasil, menuntut pelengseran Presiden Dilma Rousseff yang dinilai tidak berbuat apa-apa atas
maraknya skandal korupsi di perusahaan minyak raksasa milik pemerintah, Petrobras.
“Dia (Rousseff ) mungkin tidak terlibat langsung dalam korupsi di Petrobras, tapi dia pasti
tahu tentang masalah itu, dan bagi saya itu membuat dia bersalah dan menjadi pembenaran
untuk pelengserannya,“ ungkap Menezes.
Skandal korupsi di lingkup perusahaan pengelola ‘emas hitam’ itu memang pemicu
munculnya unjuk rasa anti-Rousseff di seluruh penjuru ‘Negeri Samba’. Puluhan tokoh
politik, termasuk sekutu dekat Rousseff, dan mantan eksekutif Petrobras sedang dalam
penyelidikan aparat penegak hukum untuk kasus pencucian uang.
Beberapa dugaan praktik korupsi disebut terjadi saat Rousseff memimpin Petrobras. Tak
tanggung-tanggung, ada 22 deputi, 13 senator, dan dua gubernur diduga terlibat dalam praktik
suap. Adapun Rousseff belum diselidiki aparat penegak hukum.
Pejabat tinggi eksekutif sudah dipenjara dan jaksa agung sedang menyelidiki puluhan
anggota kongres, juga anggota dan mantan eksekutif, atas tuduhan terlibat dalam penyuapan
yang diduga telah berlangsung sejak 1997, sebelum partai Rousseff berkuasa pada 2003.

Praktik suap di tubuh Petrobras disebut mencapai US$800 juta (Rp10,6 triliun). Suap dan
dana lainnya diberikan perusahaan konstruksi dan teknik terbesar di negara itu untuk
mendapatkan konsesi kontrak dari Petrobras.
Selain skandal korupsi Petrobras, Rousseff menghadapi masalah inflasi dan ekonomi Brasil
yang berada di ambang resesi. Pedro Arruda, pakar politik pada Pontifical Catholic
University Sao Paulo, mengatakan demonstran berhak menuntut pemecatan Rousseff.
Namun, kata dia, “Pemakzulan yang mereka tuntut tidak memiliki dasar hukum.“
(AFP/AP/Hym/I-1)

Polisi Tangkap Puteri Anwar Ibrahim
POLISI Malaysia, kemarin, menangkap Nurul Izzah, puteri tokoh oposisi Anwar Ibrahim,
terkait dengan pernyataan Nurul yang mengkritik aparat keamanan yang menangkap ayahnya
serta atas tuduhan menghasut.
Nurul Izzah yang merupakan anggota parlemen sekaligus wakil presiden koalisi partai
oposisi Malaysia ditangkap di sebuah kantor polisi di Kuala Lumpur. Penangkapan tersebut
disampaikan juru bicara partai oposisi, Partai Keadilan Rakyat (PKR), Fahmi Fadzil, yang
juga mengatakan belum mengetahui berapa lama Nurul Izzah ditahan.
Sejauh ini belum ada kejelasan apakah Nurul Izzah telah secara resmi ditangkap aparat
kepolisian Malaysia. Namun, sebelum ke kantor polisi, Nurul sempat berbicara kepada
wartawan kantor berita Aljazeera bahwa dirinya dipanggil polisi atas tuduhan melakukan
penghasutan.
Nurul Izzah datang ke kantor polisi Dang Wangi, kemarin pagi, sesuai dengan panggilan
polisi terkait dengan pernyataannya dalam unjuk rasa yang digelar PKR pada 7 Maret lalu.
Dia juga datang untuk memberikan klarifikasi.

Dalam pidato yang dia sampaikan saat unjuk rasa dan di hadapan parlemen, Nurul Izzah
mengkritik pengadilan Malaysia yang telah memvonis ayahnya, mantan wakil perdana
menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dengan lima tahun penjara atas tuduhan sodomi.
Adapun anggota parlemen N Surendran berkomentar, “Investigasi polisi itu ilegal,
inkonstitusional, dan intervensi serius terhadap hak asasi dan hak istimewa anggota
parlemen.“
Vonis penjara selama lima tahun atas Anwar Ibrahim diputuskan pengadilan tertinggi
Malaysia pada 10 Februari lalu, dalam kasus sodomi seorang asistennya pada 2008. Anwar
beserta pendukungnya menyebut kasus itu dibuat-buat guna mematikan karier politik Anwar.
(Aljazeera/Drd/I-1)

Parlemen Setujui Dekrit
ANGGOTA parlemen Venezuela melakukan voting, Minggu (15/3) waktu setempat atau
kemarin WIB, untuk memberikan kewenangan khusus kepada Presiden Nicolas Maduro
dalam menjaga keamanan negara terkait dengan konfrontasi dengan Amerika Serikat (AS).
Juru bicara Dewan Nasional Diosdado Cabello mengatakan, “Kami akan mengunjungi Istana
Kepresidenan Miraflores untuk memberikan undang-undang (dekrit) kepada masyarakat dan
Kamerad Nicolas Maduro.“
Sebaliknya, Carlos Luna, analis hubungan internasional, mengatakan dekrit yang disetujui
anggota parlemen Venezuela tersebut justru ‘sangat membahayakan’.
Dia menilai dekrit itu memang secara konstitusional mendorong Presiden Maduro untuk
menjamin hak individu. “Namun, dekrit itu mengandung ‘tembok pelindung’ untuk
menyalahgunakan kekuasaan,“ tambahnya.
Tokoh oposisi Henrique Capriles pun menanggapi, “Krisis Venezuela tidak ada hubungannya
dengan AS atau perang ekonomi yang sering diucapkan Maduro.“

Bersamaan digelarnya latihan militer selama 10 hari, Venezuela masih menghadapi krisis
ekonomi dan kekurangan kebutuhan pokok.
Maduro menyebut Washington telah mendukung kalangan oposisi untuk menggulingkan
pemerintahannya dan mendorong kudeta dengan merusak perekonomian Venezuela.
(AFP/Drd/I-1)

PLTN Berhenti, Lingkungan dan Ekonomi Terbebani
USMAN KANSONG

Jepang memiliki 48 pembangkit listrik tenaga nuklir. Sebanyak 11 di antaranya
beroperasi di pantai utara Samudra Pasifik.
KETIKA gempa bumi berkekuatan dahsyat dan tsunami melanda Jepang pada 11 Maret 2011,
sebanyak 11 pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di pantai utara Samudra Pasifik
otomatis berhenti beroperasi. Pasokan sumber energi pun beralih ke sistem generator
cadangan.
Dari 11 PLTN, hanya PLTN Fukushima Daiichi yang mengalami kerusakan. Itu pun bukan
akibat gempa, melainkan tsunami. Itu menunjukkan konstruksi PLTN Fukushima
sesungguhnya sangat aman dari gempa yang kerap kali melanda Jepang.
Uniknya, PLTN Onagawa yang terletak paling dekat dengan episentrum gempa justru tidak
mengalami kerusakan. Kelak PLTN Onagawa bahkan menjadi lokasi pengungsian
masyarakat sekitar yang permukimannya luluh lantak terlanda gempa dan tsunami.

Meski cuma satu PLTN yang rusak, Jepang memutuskan menghentikan seluruh PLTN
mereka yang berjumlah 48. Itu pun memperlihatkan komitmen negara tersebut pada
keselamatan PLTN.
Maklum, begitu insiden Fukushima terjadi, orang pun mempertanyakan keselamatan PLTN.
Warga mengaku waswas dengan radiasi yang ditimbulkan akibat kerusakan reaktor
Fukushima.
Tentu saja terjadi radiasi di sekitar Fukushima. Namun, tingkat radiasi di sana turun sekitar
47% setelah 7 sampai 30 bulan. Radiasi di lokasi lain di seluruh Jepang pun berada dalam
level yang sama sebelum dan sesudah insiden Fukushima.
Salah satu hal yang luput dari perhatian publik dunia ialah dampak ekonomi dan lingkungan
akibat gempa dan tsunami yang mendorong Jepang menghentikan operasi seluruh PLTN.
Dampak lingkungan yang lebih mengkhawatirkan justru terjadi akibat karbon dioksida yang
dilepaskan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Kita tahu bahwa pembangkit listrik
bertenaga nuklir jauh lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan pembangkit listrik
berbahan bakar fosil.
Setelah menghentikan operasi seluruh PLTN, Jepang menggunakan pembangkit listrik
berbahan bakar gas, batu bara, dan minyak bumi. Akibatnya, terjadi emisi karbon dioksida
yang memperparah pemanasan global. Jumlah emisi karbon dioksida pada 2012, misalnya,
meningkat sekitar 110 juta ton jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Beban
Bagi Jepang, dampak ekonomi penghentian operasi seluruh PLTN tentu tidak bisa dipandang
ringan.’Negeri Sakura’ harus mengimpor bahan bakar fosil dalam jumlah besar. “Pada 2013,
negara mengeluarkan anggaran sekitar 3,6 triliun yen (Rp360 triliun),“ kata Direktur Kerja
Sama Internasional Bidang Nuklir Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang,
Hirobumi Kayama, ketika menerima delegasi Indonesia di Tokyo, Kamis (5/3).
Tarif listrik yang harus dibayar rumah tangga Jepang ikut meningkat sekitar 20%. Sebelum
gempa dan tsunami, satu rumah tangga membayar listrik 6.300 yen-6.400 yen (Rp630.000Rp640.000) per bulan. Kini mereka membayar antara 8.200 yen dan 8.600 yen (Rp820.000
sampai Rp860.000) per bulan.
Penghentian operasi seluruh PLTN rupanya membawa beban ekonomi bagi Jepang. Harga
bahan bakar nuklir per kilowatt hour (kwh) paling murah jika dibandingkan dengan bahan
bakar fosil, yakni cuma 1 yen per kwh. Bandingkan saja dengan harga bahan bakar minyak
yang mencapai 16 yen per kwh, LNG dengan 10 yen per kwh, juga batu bara dengan 4 yen
per kwh.

Jepang tentu saja tak mau menanggung terus dampak ekonomi dan lingkungan akibat
penghentian operasi ke-48 reaktor nuklir mereka. Namun, sebelum mengoperasikan kembali
PLTN, Jepang hendak memastikan keselamatan PLTN tersebut.
Regulasi baru
Untuk itu, pemerintah Jepang dan Otoritas Regulasi Nuklir menerbitkan regulasi baru.
Dengan regulasi tersebut, seluruh PLTN diwajibkan mengkaji ulang serta meningkatkan
sistem keselamatan untuk mencegah kecelakaan Fukushima terulang.
Sambil menghentikan operasi, semua perusahaan yang menjalankan PLTN melakukan
berbagai peningkatan keselamatan demi memenuhi regulasi. Salah satunya PLTN Kyushu
yang dikunjungi rombongan dari Indonesia.
Menurut General Manager PLTN Kyushu, Hironobu Imamura, pihaknya telah memenuhi
berbagai persyaratan utama keselamatan.“Tinggal yang kecil-kecil yang sedang kami
selesaikan,“ kata dia.
September mendatang, dua PLTN diharapkan beroperasi kembali. “Kami berharap dua PLTN,
yakni Sendai 1 dan Sendai 2, mulai beroperasi kembali musim panas ini (September),“ kata
Direktur Kerja Sama Internasional Bidang Nuklir Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan
Industri Jepang Hirobumi Kayama.
PLTN Sendai sendiri bisa beroperasi kembali setelah mendapat persetujuan tentang desain
dan konstruksi reaktor serta melengkapi inspeksi program keselamatan operasional.
Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang berharap pengoperasian kembali
PLTN akan mengurangi beban negara, rumah tangga, dan lingkungan. (I-1)

Efek Kesehatan justru Muncul akibat Terlalu Cemas
PEKAN lalu, pada Rabu (11/3), Jepang memperingati empat tahun berselang dari bencana
gempa dan tsunami yang menewaskan 15.891 orang dengan jumlah warga hilang mencapai
2.584.
Hari itu, sejumlah upacara peringatan diselenggarakan di beberapa kota. Warga juga
mengheningkan cipta secara nasional dengan ditandai sirene yang dibunyikan pada pukul
14.46 waktu setempat, yakni waktu yang sama ketika gempa berkekuatan 9 pada skala
Richter melanda Jepang wilayah timur laut, empat tahun silam.
Di Ibu Kota Tokyo, Kaisar Jepang Akihito dan Permaisuri Michiko memimpin upacara
penghormatan bagi korban bencana gempa dan tsunami yang merupakan bencana paling
parah di Jepang di luar masa perang. “Kita perlu melanjutkan upaya-upaya guna menciptakan
lingkungan yang lebih aman, dengan terus mengenang dan belajar dari bencana ini,“ kata
Kaisar Akihito dalam upacara peringatan.
Tsunami kala itu pun memicu bencana nuklir di PLTN Fukushima yang memunculkan
perdebatan secara nasional seputar isu keselamatan energi nuklir. Sejak itu, Jepang
mematikan reaktor-reaktor nuklir lainnya meskipun semua dinyatakan stabil.

Pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan sebagian besar industri ingin memulai
lagi pengoperasian reaktor nuklir, tetapi sebagian warga masih perlu diyakinkan tentang
keselamatan PLTN.
Warga Jepang memang mengaku masih khawatir tentang efek kesehatan dari kebocoran
radioaktif reaktor nuklir. Nyatanya, pakar toh menyatakan sebaliknya.
Sebuah lembaga pemantau nuklir sejauh ini telah memberikan lampu hijau untuk menyalakan
lagi empat reaktor di dua pembangkit energi nuklir di Jepang. Namun, pengoperasian itu akan
ditunda sampai konsultasi publik tuntas dalam beberapa bulan ini, juga hingga otoritas lokal
memberikan izin.
Ada pula Gerry Thomas, pakar kanker tiroid di Imperial College London, Inggris, yang
meneliti efek kesehatan akibat kecelakaan nuklir di Chernobyl pada 1992. Di Tokyo, Jepang,
pekan lalu, ia mengatakan, “Efek kesehatan akibat radiasi itu sendiri sebenarnya sangatlah
kecil. Sebaliknya, efek kesehatan justru lebih besar karena orang terlalu mencemaskan radiasi
itu.“ (AFP/ Wey/I-3)

Memetik Pelajaran dari Fukushima

DARI kecelakaan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLT N) Fukushima pada 2011,
Jepang berkewajiban berbagi pelajaran kepada dunia, termasuk Indonesia. Apalagi, Jepang
dan Indonesia berada di daerah rawan bencana Pasifik, yang termasuk jajaran Pacific Ring of
Fire.
“Jepang berkewajiban berbagi pelajaran dari kecelakaan Fukushima kepada dunia demi
peningkatan keselamatan dan penempatan pembangkit listrik tenaga nuklir untuk generasi
mendatang,“ kata Takehiko Mukaiyama dari JAIF International Cooperation Center (JICC),
yakni organisasi yang didirikan Japan Atomic Industrial Forum (JAIF), lewat makalah
mereka. Makalah itu disiapkan sebagai bahan bagi delegasi Indonesia yang berkunjung ke
sejumlah PLTN di Jepang awal Maret lalu.
Salah satu tujuan JICC mengundang delegasi Indonesia ke Jepang ialah untuk
memperlihatkan secara langsung sistem keselamatan PLTN dan peningkatannya
pascakecelakaan Fukushima.

Sekurang-kurangnya, menurut Mukaiyama, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam sistem
keselamatan PLTN, yakni penempatan PLTN, teknologi PLTN, dan komunikasi dengan
masyarakat ihwal keberadaan PLTN.
Jauh sebelum kasus Fukushima terjadi, Indonesia sesungguhnya sudah menerapkan sistem
keselamatan dalam rencana pembangunan PLTN. Salah satunya di Batang, Jawa Tengah.
Lokasi yang dipilih relatif bebas dari gempa dan tsunami. Namun, rencana pembangunan
PLTN yang sedianya dimulai pada 2007 itu tertunda karena adanya penolakan masyarakat
sekitar.
Pada 2013, Badan Tenaga Nuklir Nasional atau Batan menyiapkan 10 tapak lokasi PLTN di
Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Demi memastikan segi keselamatannya, Batan
melibatkan PT Surveyor Indonesia untuk menyurvei lokasi. Hasilnya, lokasi-lokasi tersebut
telah dinyatakan aman bila kelak PLTN dibangun.
Dari sisi teknologi, Indonesia bakal menggunakan teknologi PLTN paling mutakhir, yang
relatif lebih aman jika dibandingkan dengan teknologi generasi sebelumnya. Batan, misalnya,
akan membangun reaktor daya non-komersial (RDNK) atau disebut juga reaktor daya
eksperimental (RDE).
RDE menggunakan teknologi high temperature gas reactor (HTGR). Itu merupakan
teknologi nuklir generasi terbaru yang tidak membuang radioaktifnya ke luar. Selain
menghasilkan energi listrik, ia menghasilkan hidrogen dan oksigen.
RDE yang dikembangkan Batan merupakan reaktor ukuran mini yang diperkirakan selesai
dibangun pada 2019. Reaktor tersebut dapat digunakan untuk pembangkit listrik, pembangkit
panas, dan untuk memproduksi hidrogen.
Karena sifatnya eksperimental, pengoperasian reaktor tersebut lebih banyak untuk percobaan
dalam meningkatkan penguasaan teknologi nuklir. Di masa depan RDE dapat diaplikasikan
sebagai PLTN di daerah yang tidak memerlukan daya besar seperti Indonesia bagian tengah
dan timur. “RDE nanti akan seperti laboratorium, cikal bakal untuk masuk ke PLTN yang
lebih besar,“ ujar Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto di Jakarta, pekan lalu, dalam
jumpa pers tentang pembangunan RDE.
Batan juga terus melakukan komunikasi publik untuk memberi pemahaman bahwa PLTN
aman dan Indonesia mampu mengoperasikannya. Survei terakhir menunjukkan 72%
masyarakat setuju dengan keberadaan PLTN.
Maka, bila Indonesia siap mengoperasikan dan menjamin keselamatan PLTN, masyarakat
pun setuju dengan PLTN, yang ditunggu tinggal presiden mengatakan go nuclear. (Usman
Kansong/I-1)

Agar Diplomat Lancar Perkenalkan Kuliner Indonesia

RUANG Serbaguna Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Republik
Indonesia di Jakarta Selatan terlihat berbeda dari biasanya. Kemarin, di satu sisi ruangan itu
disiapkan empat meja untuk memasak.
Pada setiap meja disiapkan bahan-bahan makanan yang beraneka ragam. Di meja-meja itulah
empat kelompok yang terdiri atas 3-4 diplomat senior Kemenlu meracik masakan. Semuanya
khas Indonesia.
Kelompok pertama membuat minuman seperti sampanye yang dibuat dari bahan-bahan khas
Tanah Air, termasuk temu lawak, cengkih, kayu manis, dan dicampur soda. Di meja
kelompok kedua diracik masakan yang dinamakan Indonesian pesto, yakni semacam spageti
dengan seluruh bahannya asli Indonesia. Adapun kelompok ketiga dan keempat memasak
ikan goreng dibalut kacang mete dan makanan penutup dari avokad, cokelat, dan kopi.
Andalusia, Kasubdit Direktorat Asia Timur dan Pasifik, satu dari 14 peserta latihan memasak
itu terlihat bersemangat mengolah bahan masakan.

“Acara ini sangat bagus dan pasti akan membantu Indonesia untuk lebih maju lagi di bidang
kulinernya,“ ujarnya.
Pelatihan memasak itu bertajuk “Lecture on Culinary Diplomacy” yang untuk pertama
kalinya diadakan Kemenlu guna mempromosikan masakan Indonesia sebagai cara
berdiplomasi.
“Ini salah satu pelatihan bagi diplomat sehingga ketika ditugaskan ke luar negeri, mereka bisa
dengan lancar memperkenalkan kebudayaan Indonesia,“ kata Odo Manuhutu, Direktur
Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri (Sesparlu).
Seluruh peserta, lanjut Odo, merupakan diplomat yang telah mengabdi selama lebih dari 15
tahun dan dalam tiga bulan belakangan ini mengikuti pelatihan, termasuk memasak, untuk
kemudian ditugaskan di beberapa negara.
Diplomat lain yang mengikuti pelatihan memasak itu, Marsono, Kepala Bidang
Pengembangan Jabatan Fungsional Penerjemah, juga mengaku tertarik mengenal lebih lanjut
kuliner khas Indonesia untuk diperkenalkan kepada bangsa lain.
Bahan-bahan masakan khas Indonesia rupanya belum banyak dikenal di mancanegara.
Menurut Helianti Hilman, CEO of Javara, perusahaan kuliner khas Indonesia yang digandeng
Sesparlu dalam menyelenggarakan pelatihan, mengungkap Indonesia termasuk tertinggal
dalam industri kuliner. “Malaysia dan Thailand lebih maju dalam bidang kuliner, padahal kita
memiliki bahan-bahan yang melimpah,“ kata dia.
Lewat program pelatihan memasak sebagai cara diplomasi, hubungan antarnegara yang
diwakili para diplomat diharapkan terus meningkat. (Andhika Prasetyo/I-1)

Anggap Sepele Saraf Kejepit Berbahaya

NYERI tulang belakang, baik pada leher, pinggang, atau tulang belakang, merupakan kondisi
yang umum terjadi. Namun, secara umum hanya 10% yang disebabkan saraf kejepit. Dari
jumlah itu, hanya 1% yang membutuhkan penanganan dengan operasi.
Hal itu disampaikan konsultan bedah saraf Bunda Neuro Center RS Bunda Jakarta, Wawan
Mulyawan, di Jakarta, akhir pekan lalu. Menurutnya, tidak semua pasien yang merasakan
sakit pinggang dan nyeri pada tulang belakang mengalami syaraf kejepit.“Bisa saja mereka
habis kegiatan berat atau pegal-pegal karena olahraga. Mungkin diberi obat pereda nyeri
lainnya, lalu istirahat, sakitnya sembuh. Belum tentu saraf kejepit,“ ungkapnya.
Ditambahkan Wawan, saraf kejepit merupakan kondisi ketika bantalan pada sendi tulang
belakang menonjol ke luar lantaran pembungkusnya sobek. Isi bantalan yang berupa gel
padat keluar dan menjepit saraf. “Di antara tulang pinggang manusia terdapat sendi yang
membuat badan bisa lentur. Di dalam sendi terdapat semacam jeli berisi kadar air yang pada

usia semakin tua, jeli itu akan mengeras, dan jeli itu dilapisi kapsul pembungkus. Jika sobek,
isinya otomatis menjepit saraf,“ terangnya.
Saraf kejepit juga dapat menyerang bila terjadi penyempitan rongga tulang belakang. “Itulah
yang membuat nyeri. Keluhan paling banyak ada pada sakit pinggang.“
Meski persentase penderita saraf kejepit hanya 1%, menurut dia, akibat yang ditimbulkan bisa
membuat mereka mengalami cacat saraf seperti lumpuh, kehilangan kontrol terhadap
kandung kemih, hingga impoten. Itu lantaran tulang belakang yang terhubung pada bagian
tubuh yang lain.
Adapun seseorang mulai bisa dicurigai mengalami saraf kejepit apabila rasa nyeri pada tulang
belakang sering kambuh, serta mengalami rasa nyeri yang menjalar hingga ke kaki. “Kalau
suka kesemutan, atau mati rasa pada kaki, atau nyeri pinggang luar biasa, sebaiknya segera
diperiksa. Jika masih tahap ringan, bisa diobati langsung tanpa operasi. Untuk mengetahui
saraf kejepit atau bukan, tentu harus dirontgen, bila perlu MRI.“
Yang patut diperhatikan, kata dia, setiap orang memiliki bakat mengalami saraf kejepit.
Penyakit itu tidak selalu menimpa orang-orang yang bekerja berat, tapi juga pekerja kantoran
biasa yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer. Ia pun menganjurkan
olahraga sebagai salah satu cara untuk terhindar dari saraf kejepit. (Try/S-3)

SYAHRINI

Meme Topeng Perak

APA pun yang dilakukan penyanyi Syahrini menjadi perbincangan hangat di media sosial
hingga obrolan warung kopi. Seperti sebelumnya saat foto Syahrini ‘maju-mundur cantik’
menjadi sumber kehebohan netizen, kali ini foto pelantun lagu “Semua karena Cinta” itu
kembali dibuatkan meme. Syahrini belum lama ini memang mengunggah foto-foto saat
syuting video klip terbaru berjudul “Seperti Itu”.

Pemilihan lokasi syuting di pasar dan pelabuhan menghebohkan masyarakat yang berada di
tempat-tempat umum tersebut. Apalagi dandanan Syahrini superheboh dengan salah satu
aksesori topeng berwarna perak yang menutupi wajahnya.
Sekarang giliran topeng perak Syahrini yang dijadikan bahan ledekan di media sosial. Dalam
foto parodi tersebut, seorang wanita gemuk menirukan gaya Syahrini. Bedanya, Syahrini
menggunakan topeng perak menutupi wajahnya, sedangkan si wanita yang memarodikan
gaya Syahrini itu menggantinya menjadi bra. Meme Syahrini itu diberi judul “Glasses”. (H-5)
MI/ PANCA SYURKA

Bale Borong Gol, Ronaldo Cemberut
ASNI HARISMI

Di luar friksi, kemenangan itu membuat Madrid sangat siap menghadapi Barcelona
pada El Clasico di Nou Camp, akhir pekan nanti.
GARETH Bale akhirnya menyudahi lebih dari 700 menit puasa golnya dengan memborong
dua lesakan saat Real Madrid menekuk Levante 2-0 di Santiago Bernabeu, kemarin dini hari.
Sayangnya, kesuksesan Bale itu justru diwarnai aksi cemberut Cristiano Ronaldo.
Ronaldo sang pencetak gol tersubur sementara klub terlihat tak bahagia kala pemain termahal
dunia itu menjadi penentu kemenangan di laga tersebut. Itu bukan hanya disebabkan “CR7”
gagal mencatatkan namanya sebagai pencetak gol, melainkan juga karena dua gol Bale
seharusnya menjadi miliknya. Di gol pertama yang lahir di menit 18, Ronaldo terlebih dahulu
melakukan gol salto memanfaatkan umpan silang Karim Benzema. Namun, si kulit bundar
bisa diselamatkan bek tim tamu sebelum mantan gelandang Tottenham Hotspur itu mencetak
gol hasil rebound.
Demikian pula pada gol kedua. Pemain Portugal itu juga yang menjadi inisiator gol dengan
melepaskan tendangan keras ke gawang. Namun, justru nama Bale yang tertera di papan skor
karena tak sengaja membelokkan bola hasil tendangan Ronaldo tersebut.
Di kedua momen bahagia itu, rival Lionel Messi tersebut tak ikut merayakan gol bersama
Bale. Ia bahkan memperlihatkan muka masam. Ia pun secara refleks mengangkat tangan ke
arah Bale seakan protes karena bukan dirinya yang mendapat kredit.
Karena tidak mencetak gol, mantan punggawa Manchester United itu kalah saing dengan
Lionel Messi di daftar sementara pencetak gol terbanyak. Semalam sebelumnya, “El
Messiah” memborong gol Barca sehingga striker Argentina itu mengoleksi 32 gol, sedangkan
Ronaldo baru 30.
Sebaliknya, Bale justru terlihat bahagia dan merayakan gol bersama fan. Rekan-rekan
setimnya yang lain pun ikut merasakan kegembiraan yang sama dengan bergabung bersama
pemain asal Wales itu, terutama di gol pertama.
Meski terjadi ketegangan di antara sesama anak asuhnya, pelatih Carlo Ancelotti berupaya
mendinginkan suasana. Ia menyanjung aksi Bale yang mengakhiri puasa golnya, tetapi juga
berterima kasih atas kontribusi Ronaldo dalam terjadinya dua gol tersebut. “Saya melihat
Bale sangat termotivasi hari ini, Cristiano memang tidak mencetak gol, tapi kontribusinya
sangat penting bagi terciptanya dua gol Bale,“ kata dia.
Songsong El Clasico
Di luar perseteruan yang tampaknya terjadi di antara dua pemain termahal sejagat tersebut,
tambahan tiga poin ini membuat Madrid mengoleksi 64 angka. Mereka pun tetap menempel
ketat Barcelona di puncak klasemen dengan hanya selisih satu angka.

Dengan kata lain, perebutan puncak klasemen pekan depan bakal berjalan sengit. “El Barca”
dan “El Real” bakal bertemu di laga El Clasico yang digelar di Nou Camp dengan kedua tim
sama-sama meraih kemenangan pekan ini.
Bedanya, “Los Blancos” bakal memiliki keuntungan dalam hal kondisi fisik mengingat
“Blaugrana” bakal memainkan leg dua Liga Champions kontra Manchester City, Kamis
(19/3) dini hari. Namun, Ancelotti yakin hal itu tidak akan terlalu memengaruhi Barca.
“Tentu hal itu menjadi keuntungan bagi kami, tapi hanya sedikit karena Barcelona sudah
biasa bermain hanya dengan jeda tiga hari,“ tandasnya.
Untung juga di laga malam itu, “Los Merengues” tidak mendapat pemain cedera. Luka
Modric dan Sergio Ramos yang sempat lama menepi akibat cedera justru beraksi dengan
mulus di partai kontra Levante itu sehingga amat mungkin mereka bisa kembali turun penuh
di Nou Camp. (AFP/AP/R-4)
asni@mediaindonesia.com