ACARA 1

MENGHITUNG DOSIS

DI SUSUN OLEH :
NAMA

: ROSIANITA WIRA ADESTI

NIM

: 13 / 351561 / SV / 4416

KELOMPOK : D1
ASISTEN

: FLORENSIA SITUMORANG

LABORATORIUM FARMAKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

MENGHITUNG DOSIS

II. TUJUAN PRAKTIKUM
1.Mengetahui macam-macam sediian obat
2.Menghitung dosis yang diperlukan dalam bentuk sediaan padat , sediaan cair dan
sediaan luar
II. DASAR TEORI
A.PENGERTIAN DOSIS
Dosis atau takaran obat adalah banyaknya suatu obat yang dapat dipergunakan atau
diberikamn kepada seorang penderita.Menurut ketentuan umum FI ed III tentang dosis yaitu
ada 2 macam , dosis maksimum dan dosis lazim . Dosis maksimum yaitu pemakaian satu kali
dan satu hari . Dosis lazim merupakan petunjuk yang tidak mengikat , tetapi digunkan
sebagai pedoman umum.(Syamsuni , 2006)
Dosis obat adalah sejumlah obat dalam satuan berat ( gram ; miligram , atau
mikrogram ) , atau satuan volume ( liter , atau mililiter ) , atau satuan unit (IU : International
Unit ) yang diberikan kepada penderita.( Syarif , 2012)
Dosis suatu penetapan konsentrasi obat (pada keadaan tunak ) untuk
menyempurnakan perhitungan.Konsentrasi obat dalam plasma dapat diukur dan terkait
dengan jendela terapi.(Aisyah et all , 2008)
Bentuk sediaan memungkinkan obat mencapai tempat aksinya didalam waktu yang
optimum , dalam bagian yang tersebar.(Anief , 2012 )
Jenis Kelamin merupakan salah satu aspek yang diperlukan dalam perencanaan dosis
karena dapat mempengaruhi dosis obat pada pasien. Berat badan juga merupakan salah satu
aspek yang diperlukan dalam perhitungan dosis . ( Mamarimbing , 2011 )
Dalam menggunakan obat perlu diketahui efek obat tersebut , penyakit yang diderita ,
dosis yang dipakai dan kapan digunakan dan letak penggunaanya . Batas jarak sebagai obat
dan racun adalah pendek , hal ini tergantung dari cara dan penggunaanya . ( Anief , 2012 )

Parameter famakokinetik menggambarkan obat di dalam tubuh . Pada Manusia dan
hewan dapat digunakan untuk meramalkan efek perubahan-perubahan dalam obat , cara
pemberian dan keadaan fisiologis saat menyimpan . ( Werdiningsih , 2013 )
B.MACAM-MACAM DOSIS
Ada beberapa macam dosis yaitu :
a) Dosis terapi adalah yang mampu memberi efek penyembuhan.
b) Dosis maksimum yaitu dosis yang apabila dilampaui kemungkinan dapat memberi
efek toksik atau mematikan (letal )
c) Dosis letalis yaitu dosis yang bila diberikan pada pengobatan dapat menimbulkan
kematian
(Anief , 2012 )
Macam-macam istilah dosis yang lain , yaitu :
a.Dosis terapi yaitu takaran obat yang diberikan dalam keadaan biasa dan dapat
menyembuhkan penderita.Misalnya untuk mengukur dosis terapi obat tidur A , obat tersebut
diberikan kepada sejumlah hewan percobaan dengan berbagai ukuran dosis , kemudian
dihitung jumlah hewan yang tidur setengah jam setelah obat diberikan.
b.Dosis minimum yaitu takaran obat terkecil yang diberikan yang masih dapat
menyembuhkan dan tidak menimbulkan resistensi pada penderita.Misalnya dicatat ukuran
dosis yang terkecil yang masih dapat memberikan dosis terapi yang diharapkan , namun tidak
menimbulkan resistensi pada penderita
c) Dosis maksimum yaitu takaran obat terbesar yang diberikan yang masih dapat
menyembuhkan dan tidak menimbulkan keracunan pada penderita. Misalnya , orang lanjut
uasi yang keadaan fisiknya sudah mulai menurun , dosis yang diberikan harus lebih kecil
daripada dosis maksimum.Untuk wanita hamil yang peka terhadap obat-obatan ,sebaiknya
obat diberikan dalam jumlah yang lebih kecil.
d) Dosis toksik yaitu takaran obat terbesar yang diberikan yang masih dapat
menyembuhkan dan tidak menimbulkan keracunan pada penderita.Misalnya, yang diukur

dalam gejala keracuna pada penderita atau hewan percobaan setelah diberi obat selama waktu
tertentu.
e) Dosis letalis yaitu takaran obat dalam keadaan biasa yang dapat menyebabkan
kematian pada penderita.Misalnya LD 50 takaran yang menyebabkan kematian pada 50%
hewan percobaan. LD 100 : takaran yang menyebabkan kematian pada 100% hewan
percobaan.
(Syamsuni , 2006)
Macam-macam dosis obat :
1. Dosis lazim ( dosis medicinalis , atau dosis terapeutik )
Adalah sejumlah obat yang memberikan efek terapi , untuk orang dewasa . Contohnya dosis
obat amoxycillin untuk dewasa adalah 250 mg-1000 mg perkali , sedangkan pada dosis untuk
anak-anak adalah 10-25 mg/kg/kali yang diberikan tiap 8 jam.
2. Dosis awal (loading dose ) atau dosis permulaan ( initial dose )
Adalah sejumlah obat yang diperlukan untuk memulai suatu terapi sehingga dapat mencapai
konsentrasi terapeutik dalam tubuh yang menghasilkan efek klinis . Biasanya cukup diberikan
hanya sekali dengan dosis yang lebih besar dari dosis lazim atau beberapa kali dalam sehari .
Kemudian dilanjutkan diberikan memakai dosis pemeliharaan.
3. Dosis pemeliharaan ( Maintanance dose )
Adalah sejumlah obat yang diperlukan untuk pemeliharaan atau mempertahankan efek klinis
atau mempertahankan konsentrasi terapeutik obat dalam darah sesuai yang
diperlukan.Contohnya , obat antibiotik doxycylin memerlukan dosis sebesar 2 kali dosis
terapi pada awal pemberian , kemudian dilanjutkan dengan dosis terapi ( 2 kali sehari ).
4. Dosis Maksimal
Adalah sejumlah obat terbanyak yang dapat diberikan untuk memberi efek tanpa
menimbulkan bahaya . ( Syarif , 2012 )

Dosis maksimum ( DM ) adalah dosis maksimum untuk dewasa untuk pemakaian
melalui mulut , injeksi subkutan dan rektal.Dosis rangkap (kombinasi ) yaitu terdapat dua
atau lebih obat yang mempunyai khasiat yang sama.(Anief , 2010 )
Dosis yang menimbulkan efek terapi pada 50% individu disebut dosis terapi median.
( Gunawan , 2007)
Dosis muatan adalah satu atau rangkaian dosis yang diberikan pada awal terapi
dengan target konsentrasi yang tepat .Dosis ini sering digunakan secara parental dan cepat ,
jika menyebabkan toksik pada tempat yang cepat mencapai keseimbangannya.( Hardman ,
2008 )
C.RUMUS MENGHITUNG DOSIS SEDIAAN PADAT DAN CAIR
A.Kapsul
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi menurut FI ed. III , yaitu :
1.Keseragaman bobot atau keragaman bobot.
a) untuk kelompok kapsul sekaligus , kemudia timbang lagi satu per
satu dan catat bobotnya.

Timbang 20 kapsul sekaligus , kemudian timbang lagi satu per satu dan catat



bobotnya
Keluarkan semua isi kapsul , timbang seluruh bagian cangkang kapsul
Hitung bobot isi tiap kapsul dan hitung bobot rata-rata isi tiap kapsul.
Jika perbedaan dalam persen bobot isi tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap isi
kapsul tidak boleh lebih dari yang di tetapkan dalam kolom A dan untuk setiap 2
kapsul terhadap bobot rata-rata di tetapkan dalam kolom B.
Bobot rata-rata tiap kapsul

Perbedaan bobot isi kapsul(%)
A

B

≤120 mg

10

20

≥120mg

7,5

15


b) Untuk kelompok kapsul yang berisi bahan cair
Timbang 10 kapsul sekaligus, kemudian timbang lagi satu per satu .
Keluarkanlah semua isi kapsul , cuci cangkang kapsul dengan eter , buang cairan



cucian dan biarkan hingga tak berbau lagi
Timbang seluruh bagian cangkang kapsul.
Hitung bobot isi kapsul dan bobot rata-rata isi tiap kapsul
Kapsul ini memenuhi syarat FI jika perbedaan dalam persen bobot isi tiap kapsul
terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak lebih dari 7,5%.
2.Waktu hancur
Waktu hancur ditentukan dengan suatu alat yang disebut integrator tester yang terdiri

atas .
a).Lima buah tabung yang transparan dengan ukuran p.80-100mm ,d.d 28mm ,d.l 30
mm.Ujung bawah dilengkapi kawat kasa tahan karat dengan lubang yang sesuai
pengayak.
b).Bak berisi dengan suhu 36-38°C sebanyak 100 ml dengan kedalaman tidak kurang
dari 15 cm sehingga dapat dinaik turunkan secara teratur .
( Syamsuni , 2006 )
B.) TABLET
Persyaratan tablet menurut FI ed III , antara lain
1. Keseragaman ukuran
Diameter tablet tidak lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari satu sepertiga
kali ketebalan tablet.
2. Keseragaman bobot dan keseragaman kandungan
a) Timbang 20 tablet dan dihitung satu persatu , tidak boleh lebih dari dua tablet
yang menyimpang dari bobot rata-rata lebih dari harga yang ditetapkan pada
kolom A dan tidak boleh ada satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari
bobot rata-rata lebih dari harga kolom B.
b) Jika perlu diulang dengan tablet 10 dan tidak boleh ada satu tablet pun yang
bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan dalam
kolom A dan B.

Bobot rata-rata tablet

Penyimpangan bobot rata-rata
A

B

<25 mg

15%

30%

26-100 mg

10%

20%

151-300 mg

7,5 %

15%

>300 mg

5%

10%

3. Waktu hancur
Waktu hancur tablet tidak bersalut adalah tidak lebih dari 15 menit , sedangkan
untuk tablet bersalut gula atau bersalut telaput adalah tidak lebih dari 60
menit.Untuk obat yang kelarutannya dalam airnya terbatas , uji disolusi akan lebih
berarti daripada waktu hancur.
( Syamsuni , 2006 )
 Obat padat oral
Penerapan kaidah untuk obat padat oral :

Aturan

permintaan
x sediaan = jumlah
milik

Permintaan : adalah pesanan dokter
Milik : adalah kekuatan obat yang di sediakan
Sediaan : adalah bentuk satuan sediaan obat
Jumlah : adalah berapa banyak dari sediaan yang diberikan
Contoh :
Pesanan : Alprazolam 0,5 mg
Sediaan : tablet 0,25 mg

Kaidah

P
xS
M

0,50 mg
0,25 mg

=J
x 1 tab = 2 tab

 Obat Cair oral
Penerapan kaidah untuk obat padat oral :

Aturan

permintaan
x sediaan = jumlah
milik

Permintaan : adalah pesanan dokter
Milik : adalah kekuatan obat yang disediakan
Sediaan : adalah bentuk satuan sediaan obat
Jumlah : adalah berapa banyak dari sediaan yang diberikan
Contoh :
Pesanan : kloksasilin natrium 0,25 g
Sediaan : 125 mg per 5 ml
Padanan : 0,25 g = 250 mg

Kaidah :

P
M

xS=J

250 mg
125 mg x 5 mL = 10 ml
( Henke , 2008 )
Untuk mengetahui berapa banyak ml obat pasien membutuhkan, hanya :

1. Dosis =

Berat badan x dosis
konsentrasidari obat

ketika menghitung dosis untuk sebagian kemoterapi kanker, luas permukaan tubuh
berkorelasi dengan berat hewan. Tablet ini tersedia di sebagian besar formularium untuk
mengkonversi berat badan hewan ke daerah permukaan dalam meter persegi. Dalam kasus ini
rumus yang digunakan adalah
dosis = mg / m2 (dari lembar data obat atau formularium ) x m2.
( kelen , 2007

III . HASIL PRAKTIKUM

)

1.Seekor mencit dengan berat badan 300 gram diberikan dengan dosis 10 mg/kg BB .
Jika konsentrasi obat 2% . Berapa volume yang diberikan ?
Diketahui : BB = 300 gram
D = 10 mg/kg
K=2%
Ditanya : V . . . . ?
Jawab :
BB : 300 gram = 0,3 kg
K = 2 % = 20 mg/ml

V=

300 gram x 10 mg/kg
2

=

0,3 kg x 10 mg/kg
20 mg/ml

= 1,5 ml
Jadi Volume yang akan diberikan adalah 1,5 ml
2. Seekor anjing akan diberikan obat diazepam sebanyak 10 ml . Jika konsentrasi 0,1
% dan dosis 2 ml/kg BB. Berapa berat badan anjing tersebut ?
Diketahui : K = 0,1 %
V = 10 ml
D = 2 ml/kg BB
Ditanya

: BB . . . ?

Jawab

:V=

BB X D
K

10 =

BB X 2ml /kg
1

10 =

BB x 2 ml/lg
10 mg/ml

BB = 5 kg
Jadi berat badan anjing tersebut adalah 5 kg
3.Berat badan seekor anjing 5,5 kg , dosis obat X dengan 2 ml/0,5 kg BB. Volume
yang diberikan = 2 ml. Berapa konsentrasinya ?
Diketahui : BB = 5,5 kg
D = 2 ml /0,5 kg BB
V = 2 ml
Di tanya : K . . . ?

Jawab

BB x D
K

:V=

2 ml=

5,5 kg x 2 ml/0,5 kg
K

2 ml x k = 22 mg

K=

22 mg
2 ml

= 11 mg/ml
= 1,1 %
Jadi Konsentrasi obat tersebut adalah 1,1 %
4.Obat X dengan dosis 21 mg/kg Bb . Untuk kesembuhan membutuhkan dosis 3
mg/kg BB dengan berat badan kucing tersebut 7 kg . Berapa obat yang harus diberikan ?

Diketahui :
Dosis yang tersedia : 21 mg/kg BB.
Dosis yang diperlukan : 3 mg/kg BB.
BB : 7 kg
Ditanya :
Berapa obat yang harus diberikan ( X ) ?
Jawab :
X=

Dosis yang diperlukan
x BB
Dosis yang tersedia

=

mg
BB
kg
mg
21
BB
kg
3

x 7 kg

= 1 tablet
Jadi obat yang harus diberikan pada kucing tersebut adalah 1 tablet

5.Seekor sapi dengan berat 0,5 ton. Akan diberikan obat dengan dosis 50 ml/5 kg BB.
Berapa obat yang harus diberikan ?
Diketahui :
BB : 0,5 ton
Dosis : 50 ml/5 kg BB.
Ditanya :
Berapa obat yang harus diberikan ?

Jawab :
BB : 0,5 ton = 500 kg
x=BB x dosis

= 500 kg x

50 ml
5 kg

= 500 kg x 10 ml/kg
= 5 liter
Jadi obat yang diberikan untuk hewan tersebut adalah 5 liter .

6. Sediaan 200 ml , larutan 0,5 % asam borax . Berapa asam borak yang diperlukan ?
Diketahui : Sediaan : 200 ml
Larutan : 0,5 %
Ditanya

: berapa asam borax ?

Jawab

: X = larutan x sediaan

=

0,5 g
x 200
100 ml

ml

= 1 gr asam borax
Jadi asam borax yang diperlukan adalah 1 gr
7. Diketahui berat badan hewan 500 gram , akan diberikan dengan volume 2 ml .
Konsentrasi obat 0,1 gr/100 ml . Berapa dosis yang diberikan ?
Diketahui : BB : 500 gram = 0,5 kg
V

: 2 ml

K

: 0,1 gram / 100 ml

Ditanya

:D... ?

Jawab

:V=

BB x D
K

2 =

500 gram x D
1

2 =

05 kg x D
10 mg/ml

= 4 mg/ml
IV.PEMBAHASAN
1.Seekor tikus dengan BB = 175 gram akan diberikan obat X dengan dosis 2 ml/kg
BB .Apabila konsentrasi obat 0,7% . Berapa volume yang dapat diberikan ?
Penyelesaian :
Di ketahui : BB = 175 gram
D = 2 ml/kg BB
K = 0,7 %
Ditanya

:V... ?

Jawab

:V=

BB x D
K

=

175 gram x 2 ml/kgBB
0,7

=

0,175 kg x 2 ml/kgBB
7 mg/ml

= 0,05 ml

Jadi Volume yang dapat diberikan adalah 0,05 ml
2.Diketahui seekor anjing dengan berat badan 4,2 kg . Apabila seekor anjing itu
diberikan obat dengan volume 0,9 ml . Jika diberikan dengan dosis 30 gram/kg BB. Berapa
konsentrasi obat tersebut ( dalam % ) ?
Penyelesaian :
Diketahui : BB : 4,2 kg
V : 0,9 ml
D : 30 gram /kg BB
Ditanya

:K... ?

Jawab

:V=

BB x D
K

0,9 ml =

4,2 kg x 30 gram/kgBB
K

0,9 ml =

4,2 kg x 300 mg/kgBB
K

K =

1260 mg
0,9 ml

= 1,43 mg/ml
= 0,143 %
Jadi Konsentrasi yang akan diberikan adalah 0,413 %

3.Diketahui obat X mengandung 27 mg / tablet . Untuk kesembuhan membutuhkan
6mg/kg BB. Apabila berat badan hewan tesebut 63 kg . Berapa tablet yang diperlukan ?
Penyelesaian :

Diketahui : Dosis yang tersedia : 27 mg / tablet
Dosis yang diperlukan 6 mg / tablet
BB : 63 kg
Ditanya

: Tablet yang diperlukan ?

Jawab

:X=

=

dosis yang diperlukan
x BB
dosis yang tesedia
27 mg/tablet
x 63 kg
6 mg tablet

= 14 tablet
Jadi Tablet yang diperlukan untuk hewan tersebut adalah 14 tablet.
4.Seekor sapi dengab bb 0,53 kwintal akan diberikan infermektin dengan dosis 0,45
ml/kg . Berapa volume untuk sapi tersebut ?
Penyelesaian :
Diketahui : BB = 0,53 kwintal
D = 0,45 ml/kg
Ditanya : V . . . ?
Jawab

: V= BB x D
= 0,53 kwintal x 0,45 ml/kg
= 53 kg x 0,45 ml/kg
= 23,85 mg/ml

Jadi volume obat yang akan diberikan kepada sapi adalah 23,85 mg/ml

5.Seekor babi dengan berat badan 15 kg diberikan obat dengan dosis 0,044 ml/kg
secara intramuscular apabila babi tersebut diberikan obat dengan volume 0,264 ml . Berapa
konsentrasi obat tersebut dalam % ?
Penyelesaian :
Diketahui : BB = 15 kg
D = 0,044 ml/kg
V = 0,264 ml
Ditanya

Jawab

:K... ?

:V=

0,264 ml=

BB x D
K
15 kg x 0,044 ml /kg
K

0,264 ml x K = 0,66 ml/kg

K

=

0,66 ml
0,264 ml/ kg

=2,5 Mg/ml
=0,25%
Jadi Konsentrasi yang diperlukan yaitu 0,25%

VI. DAFTAR PUSTAKA
Anief , Moh.2012.Apa Yang diketahui Tentang Obat.Yogyakarta:Gadjah Mada University
Press
Anief , Moh.2012.Farmasetika.Yogyakarta.Gadjah Mada University Press
Anief , Moh.2008.Ilmu Meracik obat Teori dan Praktik.Yogyakarta:Gadjah Mada University
Pres
Gunawan ,Sulistia;Nafnaldi ,Rianto Setiabudi ; Elyzabet .2007.Farmakologi dan Terapi
Jakarta : Universitas Indonesia Press
Hardman , Joel G.2008.Dasar Farmakologi Terapi Volume 1.Jakarta:EGC
Kelen,Amanda .2007.Veterinary Pharmachycologi.New York: Better Worth Heineman
Mamarimbing ,Marina; Fatmawati;Bodhi,Widdi.2011.Evaluasi Kelengkapan Administrasi
Resep dan Dokter Spesialis Anak .Jurnal FMIPA UNSRAT
Syamsuni , Apt , Drs.H.2006.Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi.Jakarta:EGC
Syarief , Rul Afiyah ;Murini ,Tri;Wahyuningsih,Sri Hartati.2012.Pedoman Dasar Penulisan

Resep Dokter untuk Pasien Anak.Yogyakarta:UGM Press
Werdiningsih;Sri; ett all.2013.Perbandingan Farmakokinetika beberapa sediaan ampul
serbuk.Jurnal buletin mutu obat hewan No.29 tahun 2012