LAPORAN PRAKTIKUM

FORMULASI TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL
INFUSA GLUCOSA 5%

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril

Didan muhamad ramdan
31112073
Farmasi 3B

PRODI S1 FARMASI
STIKES BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2015
I.

Tanggal Praktikum

1

sangat mudah larut dalam air mendidih. Edisi II) 2 . Spesifikasi A. putih. Dosis Lazim : b. B. Dosis maksimal :c.5 – 6. Dosis a. Sediaan Obat Pemerian Stabilitas : Larutan infus : OTT : Dengan agen pengoksidasi kuat pH : 3. Kelarutan : Mudah larut dalam air. serbuk hablur dan serbuk granul. agak sukar larut dalam etanol (95%)P. Batch Sheet (Lembar Kerja) 1. Perhitungan dosis :D. rasa manis. Tujuan Praktikum : Memahami proses pembuatan sediaan steril infusa glucosa 5% .5 (fornas. III. mulai dari penyediaan bahan baku awal hingga evaluasi sediaan dan pengemasan akhir. Dasar Teori IV. Daftar Obat Obat keras : Sediaan injeksi (semua obat suntik termasuk obat keras) E. tidak berbau. Bahan berkhasiat : Aneurin Hydrochloridum a.13 Maret 2015 II. Pemerian : Hablur.Titik lebur 248o C. tidak berwarna. Formula Glucosa 5% Infus intravena 100mL 2. C.

5.576 W= 0.10 5% Perhitungan Tonisitas 0. 7. Alat 1.035 % (b/v). V.5 ) 0.1.52−(∆ tb. 6. botol 2. Pipet & spatel logam 3. Alat Dan Bahan a. C) W= 0. Gelas Kimia 3 Corong & Kaca arloji Batang Pengaduk Spuit Gelas Ukur Kertas Saring .035 % (hipotonis) jika positif artinya hipotonis Untuk membuat supaya larutan tersebut isotonis maka ditambahkan NaCl sebanyak 0. Botol infus & tutup 4.52−(0.576 W = 0. 8.Pengawet :- Antioksidan : Zat tambahan : Stabilisator : F. Tonisitas Kelengkapan : Zat ∆ tb C Glucosa 0.

1 g m. ad. VI. 03 5 g x. Bahan n. Glucosa t. 0. Glucosa 3. 0. Aqua Pro Injectionum 2. Penimbangan k. l. Sa tu an D as ar o. i. ac. Volume Produksi p. VII. 0. d. Bahan 1. Formula Lengkap Glucosa 5 gram NaCl 0.25 g . Karbon z. ab.035 gram Aqua pro injectionum ad 100 mL j. q.b. g. NaCl 4. NaCl w. f. aa.5 g v. h. 250 ml s. e. Karbon c. 12. 0. 5 g u. 10 0 ml r.0875 g y.

Prosedur IX. VIII. ag. aq. Jenis Evaluasi ao. Penampilan fisik ap.(6-7f1PqjS) Th250. aj. 1. am. ai.pyC lcosdm arutknG ae. af. ak. EVALUASI al. wadah ar. Jumlah sediaan as. an. ah. No.H K LN O ebgi. Penilaian Baik 7 .

juga .Pembawa air yang digunakan adalah a. 5. Baik PEMBAHASAN Pada praktikum yaitu pembuatan sediaan steril berupa sediaan injeksi dengan bahan aktif berupa aneurin HCl. Baik bd. az.i (aqua pro injeksi). at. Semua jernih ax. Begitu juga dengan NaCl yang sudah ditimbang.2. bo. Keseragaman volume ba. bn. 7. Aneurin HCl merupakan vitamin yang larut dalam air. bc. 4.p.2995% atau dengan kata lain sediaan yang akan dibuat merupakan sediaan yang hipotonis. Keadaan isotonis atau hipertonis dari sediaan harus dipenuhi yaitu agar tidak menimbulkan rasa nyeri pada saat penyuntikan. bj. 6. aw. Seragam bb. bm. Oleh sebab itu diperlukan penambahan NaCl dalam pembuatan sediaan ini untuk mencapai kadar isotonis. Sediaan hipotonis tidak diizinkan dalam pembuatan sediaan injeksi karena ini akan mengakibatkan sel darah merah menjadi pecah dan akan sangat berbahaya bagi penggunanya. bk. 3. Brosur ay. Kemasan be. Pembuatan sediaan injeksi dimulai dengan zat aktif (aneurin HCl) yang dilarutkan dengan a.p. bi. Pada perhitungan tonisitas aneurin HCl/ thiamin HCl. bf. Kejernihan sediaan av. br. au. hasil yang diperoleh adalah sebesar 0. Pembuatan sediaan injeksi aneurin HCl dibuat dengan menggunakan pelarut air. Etiket bh. Baik bg. sehingga pembuatanya juga lebih stabil dengan pelarut air. X.i (aqua pro injeksi) di dalam gelas kimia sampai semuanya larut homogen. bl. bq. bp.

Pada proses penutupan ampul ini. Pada proses sterilisasi ini juga dapat terlihat apabila ada ampul yang bocor maka isi dari ampul tersebut akan habis (menguap). Pengerjaan ini harus dilakukan secara aseptis atau dekat dengan api.dilarutkan dengan menggunakan a.i.i sampai jumlah sediaan larutan 50 ml. Selanjutnya adalah proses penutupan ampul dengan mengelas bagian kepala ampul. bt. Larutan injeksi yang telah disaring dimasukkan ke dalam 7 ampul.p. Kemudian larutan tersebut disaring menggunakan filter syringe. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan O2 yang ada di dalam ampul agar tidak terjadi proses oksidasi. Pada saat penutupan ampul. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada sediaan oleh cemaran mikroorganisme di lingkungan pembuatan sediaan. masing-masing ampul berisi 5. .3 ml.4 – 4. sehingga pH sediaan pun yang didapat yaitu 3. Hal itu bertujuan untuk menghilangkan partikel yang terdapat dalam larutan.i di dalam gelas kimia lalu dihomogenkan.5 yang merupakan rentang pH stabilitas dari Aneurin HCl. Sediaan injeksi Aneurin HCl yang telah dibuat disterilisasi menggunakan autoklaf pada suhu 115-116oC selama 30 menit. Pengisian ampul dilebihkan sebanyak 0.3 ml ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya larutan yang tidak terambil atau hilang pada saat pengerjaan ampul atau dengan kata lain volume dalam ampulnya akan berkurang. hanya didapatkan6 ampul yang dapat tertutup. bs. Kemudian larutan ditambahkan a. kemudian dilakukan pengecekan pH dengan rentang pH 2. sedangkan pada 2 ampul yang lainnya kepala ampul tidak tertutup dengan rapat atau adanya bolong yang dikarenakan api yang dikenakan ke kepala ampul tidak merata. pH sediaan dalam rentang pH 6. Kedua larutan tersebut dicampurkan dan ditambahkan a. Untuk mendapakan pH yang sesuai di lakukan penambahan HCL sebanyak kurang lebih 200 tetes yang bertujuan untuk mengasamkan sediaan. seharusnya dilakukan terlebih dahulu penyemprotan dengan uap air dialiri gas inert pada ampul. dimana sudah termasuk kedalam syarat stabilitas dari Aneurin HCl.p. karena dalam syarat injeksi bentuk larutan harus jernih. Namun pada saat diperiksa dengan kertas indikator universal.p.

Daftar Pustaka cg.Yogyakarta: Gadjah ch. (1999).XI. Evaluasi sediaan yang dapat diperoleh setelah sediaan injeksi selesai dibuat adalah evaluasi penampilan fisik wadah. Dan sediaan injeksi yang dibuat memiliki kejernihan dan keseragaman yang baik. Republik Indonesia. Anonim.2995%. bz. cc. Jakarta: Departemen ci. ce. Berd asarkan hasil pengamatan dan uraian pembahasan diatas. Mada University Press. Jakarta: Departemen Kesehatan cj. cb. ca. Sediaan injeksi yang telah dibuat harus memenuhi persyaratan utama dari larutan yang diberikan secara injeksi ialah kejernihan. R. bw. persen tonistas dari sediaan adalah sebesar 0. . bv. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Edisi Ke-5. (2000). Anief. Hasil dari evaluasi secara visual. sediaan injeksi aneurin HCl yang telah dibuat memenuhi syarat kejernihan keseragaman. XII. Voigt. by. serta keseragaman bobot. kejernihan sediaan injeksi. (1995). Farmakope Indonesia Edisi IV. Formularium Nasional.bu. M. cf. Anonim. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Kesehatan Republik Indonesia.(1995). dapat diambil simpulan bahwa dalam praktikum pembuatan sediaan steril injeksi aneurin HCl dengan wadah takaran tunggal yaitu ampul.Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktik. Kesimpulan cd. bx.

36 Tasikmalaya No. cr. Lampiran ETIKET DAN LABEL cz. Aneurin Hydrochloridum dd. cy. cl. cu. cp. ct. cm. cq. cs. Cilolohan No. Tanggal : 06 Maret 2015 Ampul 1 ml Komposisi :dc. cw.ck. DENGAN RESEP DOKTER dg. 25 mg 1 ml HARUS df. co. cx. Batch :db. Date : de. PABRIK FARMASI KELOMPOK 2 STIKes BTH da. cv. BROSUR . Jl. Aqua pro injection ad Pemakaian : i.v Exp. cn.

Related Interests