LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

Nama

: Ahmad Bastian Topandi (08041381320031)
Ayu Jurianti (08041181320019)
Fily Larasati (08041381320015)
Putri Nurul Amalisa (08041381320027)

Jurusan/Kelompok : KIMIA / I (SATU)

PERCOBAAN : PEMBUATAN N-BUTIL BROMIDA

LABORATORIUM KIMIA ORGANIK
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I

I. NOMOR PERCOBAAN
: VII
II. NAMA PERCOBAAN
: Pembuatan N-Butil Bromida
III.
TUJUAN PERCOBAAAN :
1. Agar mahasiswa dapat mensintesa suatu senyawa organic
2. Mahasiswa dapat memahami reaksi substitusi nukleofilik dalam pembuatan nbutil bromida.
IV.

DASAR TEORI
Butil bromida merupakan salah satu halogen alkana yang dikenal juga sebagai

alkil halida. Nama lain dari butil bromide adalah bromo butana atau bisa saja juga
disebut dengan butil bromida. Rumus bangun dari butyl bromida adalah sebagai
berikut :
CH3 – CH2 – CH2 - Br
Butyl

bromida
n-butil bromide

Butil bromida mengandung seebuah bromo (Br) disalah satu gugusnya.
Bromo adalah unsur kimia dalam tabel periodik unsur yang memiliki symbol Br dan
nomor atom dalam gugus fungsi. Gugus alkilnya “butil” dan satu atom hidrogen telah
digantikan dengan unsur Br. Butil bromida digunakan sebagai agen alkil yang dapat
menghasilkan group atau kelompok alkil butyl yang membentuk ikatan-ikatan karbon
dalam sintesis organik.
Butil bromida mempunyai warna kuning, biasanya dalam wujud cair, jika
dilarutkan dalam air kelarutannya relatif kecil, bersifat stabil dalam keadaan biasa.
Butyl bromida akan teroksidasi dalam cahaya, larut dalam eter dan etanol.
N-butil bromida digunakan atau dimanfaatkan dalam sintesis karbon organik.
N-butil bromida juga termasuk produk yang dihasilkan melalui aksi substitusi klasik
nukleofilik yang dilakukan oleh banyak laboratorium. Agencinya harus berkisar
antara 218–700 ribu pon yang akan stabil dibawah suhu normal dan didalam tekanan
yang normal. Hyosena n-butil bromida adalah salah satu contoh dari butyl bromida

jika nukleofil bersifat berupa ion negatif dan substratnya netral maka produk yang di hasilkan akan netral. Dalam kedua kasus ini pasangan elektron bebas dari nukleofil memasok elektron untul ikatan kovalen baru. produk akan bemuatan positif. beberapa senyawa halogen tampaknya sangat aman dan beberapa digunakan sebagai pemati rasa hirupan. Contohnya. Banyak senyawa organologam yang bersifat toksik atau beracun dan harus digunakan dengan hati-hati. .Cl. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi nukleofilitas adalah karena beberapa alkil halida dapat menjalani reaksi substitusi dan eliminasi yang saling bersaingan. Pereduksi seperti OH dapat bertindak sebagai suatu nukleofil maupun sebagai suatu basa dalam suatu bejana reaksi. penggunaan itu merosot akhir-akhir ini dikarenakan efek yang merusak lingkungan. Nukleofilitas adalah ukuran kemampuan suatu pereaksi untuk menyebabkan nukleofil melakukan reaksi substitusi.yang berguna dalam obat-obatan. Misalnya tetraklorida (CCl4) dan kloroform (CHCl3) yang dapat mengakibatkan kerusakan hati bila dihirup berlebihan.→ CH2CH2 – OH + BrH2O ROH.OH.C = N (naiknya nukleofilitas) Suatu daftar nukleofilitas relatif tidak paralel searah eksat dengan daftar kuat basa. Jika nukloefil bersifat netral dan begitupun dengan substrat yang bersifat netral. Nukleofilitas relatif dari sederet pereaksi ditentukan oleh laju relatif CH3CH2 – Br + OH. Dipihak lain.I. Namun.atau H2O. adalah halotana (CH3CHBrCl) dan metoksi flurana (Penuntun Belajar: 60-61). Disamping itu ada juga valemat bromida yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri. suatu basa kuat biasanya nukleofil yang lebih baik daripada Cl. Namun. Insectisida yang mengandung organologam seperti DDT digunakan secara meluas dalam pertanian.OR.

2003). Reaksi akan paling cepat bila pada alkil halida pada substrat berupa metil atau primer dan paling lambat jika tertier halidanya dan halida sekunder berreaksi pada reaksi pertengahan. HO. Jika senyawa hidrokarbon dibakar akan menghasilkan gas CO2 dan uap air (H2O). atom atau gugus lain.adalah nukleofil. sebuah nukleofil ialah suatu basa lewis. namun beberapa molekul polar yang netral. Dalam persamaan reaksi di atas. halida itu disebut gugus pergi yang baik (leaving group). seperti H2O. Keduanya diberi simbol SN 1 dan SN2. Adanya CO2 menunjukkan adanya unsur C dan uap air (H2O) menunjukkan adanya unsur H. Ada beberapa petunjuk yang dapat digunakan untuk mengenali apakah nukleofil bereaksi dengan substratnya bereaksi melalui mekanisme SN 2 diantaranya laju reaksi bergantung pada konsentrasi nukleofilnya maupun substratnya. Reaksi substitusi merupakan suatu reaksi dimana satu atom ion atau gugus disubstitusikan untuk menggantikan ion. sedangkan SN 1 kebalikannya (Harold. Senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang terdiri atas unsur karbon (C) dan hydrogen (H). Umumnya sebuah nukleofil adalah spesi apa saja yang tertarik ke suatu pusat positif. Pembuatan n-butil bromida berdasarkan penelitian menggunakan SN2 dengan mengkonversi 1-butanol untuk bromida 1-bromo butana.+ CH3CH . Tiap penggantian melalui SN2 selalu mengakibatkan reaksi inversi. Kebanyakan nukleofil adalah anion. Spesiasi yang menyerang suatu alkil halida dalam suatu reaksi substitusi disebut nukleofil (nucleophile/pencinta nucleus) sering dilambangkan dengan Nu.Terdapat dua mekanisme utama substitusi nukleofil.dan CH3O. Jadi.Br → CH3CH2 – OH + BrIon hidroksida bromo etana etanol Dalam reaksi substitusi alkil halida. CH3OH. OH. Suatu istilah yang berarti gugus apa saja yang dapat digeser dari ikatan-ikatannya dengan suatu atom karbon. . dan CH3CH2 dapat juga bertindak sebagai nukleofil.

Nukleofil dapat memiliki muatan listrik negatif ataupun netral. R – Br + OH. Lawan dari nukleofil adalah elektrofil (pecinta electron) yang sering dilambangkan dengan ET. Produk utamanya adalah RNu. Teori lewis memiliki kelebihan dibanding teori Bronsted Lowry yaitu teori tersebut memungkinkan penggolongan asam basa digunakan dalam rekasi-reaksi dimana baik H+ maupun OH. Pada kimia organik maupun anorganik. suatu elektrofil adalah suatu asam lewis seperti H+ atau ZnCl2. Suatu asam lewis ini merupakan hasil pengembangan teori lewis dari teori asam basa. Arrhenius pada waktu yang hampir bersamaan dengan Bronsted dan Lowry (1923). serta R-X menandakan substrat dengan gugus pergi ke X. substitusi nukleofil adalah suatu kelompok dasar reaksi substitusi.tidak ada. 1999). pasangan electron dari nukleofil menyerang substrat membentuk ikatan baru. Jadi.→ R – OH + BrReaksi substitusi nukleofilik sangat dijumpai pada kimia organik dan reaksireaksi ini dapat dikelompokkan sebagai reaksi reaksi yang terjadi pada karbon alifatik atau pada karbon aromatic atau karbon tak jenuh lainnya. Contoh substitusi nukleofilik adalah hidrolisis alkil bromida (R-Br) pada kondisi basa. Suatu elektrofil adalah spesi apa saja yang tertarik ke puasat negative. dimana sebuah nukleofil yang kaya elektron. 1982).Molekul netral seperti ini memiliki pasangan electron menyendiri yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan sigma. Bentuk reaksi umum ini adalah : Nu : + R-X → R-Nu + X Dengan Nu menandakan nukleofil. Sementara gugus pergi melepaskan diri bersama dengan sepasang electron. Substitusi oleh nukleofil disebut substitusi nukleofil atau pengganti nukleofil (Fessenden. dimana nukleofilnya adalah OHdan gugus perginya adalah Br-. secara selektif berikatan dengan atau menyerang muatan positif dari sebuah gugus kimia atau atom yang disebut gugus lepas. Pada reaksi tersebut. Sedangkan substrat biasanya netral atau bermuatan positif. Dalam hal ini asam H+ adalah sebagai penerima pasangan electron (Petrucci. yang menandakan pasangan elektron. .

dapat diketahui bagaimana membuat dan memecahkan ikatan kimia. yaitu metil. struktur bagian alkil (dari) alkil halida berperan. Karbon ujung alkil halida ialah atom karbon yang terikat pada karbon ujung alkil halida primer 1-RCH 2X mempunyai satu gugus alkil terikat pada karbon ujung. Karena dapat bereaksi lebih dari satu reaksi antara sebuah alkil halida dan sebuah nukleofil atau basa. dapat mensintesis produk alam dilaboratorium dengan mudahvdan dalam jumlah besar dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pemisahan dari alam. sintesis akan lebih efektif dan terkendali jika dilakukan dengan cara-cara yang rasional. dan suatu alkil halida tersier (3-R3CHX) mempunyai tiga gugus alkil yang terikat pada karbon ujung (perhatikan suatu halogen yang terikat pada suatu sikloalkana haruslah sekunder atau tersier).Dalam reaksi kimia. keadaan transisinya bertambah berjejal (Anonim. perlu dibedakan empat tipe alkil halida. dan tersier. Untuk membuat sebuah molekul yang mengandung banyak atom dari molekul-molekul yang mengandung atom lebih sedikit. Pertama. Suatu metil halida adalah suatu struktur dalam suatu hidrogen dari metana yang telah digantikan oleh sebuah halogen. CH3 → CH2Br Bromoetana (etil bromida) Suatu alkil halida sekunder (2-R2CH2X) mempunyai dua gugus alkil yang terikat pada karbon ujung. Dengan bertambahnya jumlah gugus alkil yang terikat pada karbon ujung. Walau sintesis urea dari Wohler suatu kebetulan. sehingga semua atom yang tersusun akan berhubungan satu sama lainnya dengan benar dan menghasilkan produk yang dihasilkan. Alkil halida primer (satu gugus alkil terdekat pada ujung). Alasan . sekunder. maka reaksi substitusi dan reaksi eliminasi dikatakan sebagai reaksi bersaing. Karena campuran produk kebanyakan persamaan organik tidak dilengkapi secara stoikiometris. Sintesis biasanya terdiri dari penggabungan kepingan kecil dan sederhana menjadi molekul besar yang kompleks. primer. Oleh karena itu. Reaksi bersaingan lazim dijumpai dalam kimia organik. Ada beberapa alasan mengapa penting sekali sintesis molekul. 2014).

juga disimpulkan bahwa pada reaksinya pengaruh konsentrasi SN2. Florinasi nukleofilik menggunakan CSF atau flourida logam alkali sesuai pada waktu reaksi singkat dihadapan (bmim) (BF4) affording produk yang diinginkan tanpa produk sampingan. Contoh dari reaksi substitusi nukleofilik yang terjadi pada gugus karbonil pada sebuah keton dan langsung melalui substitusi dengan senyawa hemiasetat yang tidak stabil. kapas dan sisal. bagaimana produk substitusi itu. acetoxylextoon . Nukleofilik adalah sebuah spesies (ion atau molekul) yang tertarik dengan kuat kesebuah daeraah yang bermuatan positif pada sesuatu yang lain. Hasil eksperimen yang diperoleh dalam reaksi SN1 cukup berbeda dengan reaksi SN2 secara khas tanpa mengalami suatu stantiomer murni dari suatu alkil halide yang mengandung karbon C – X yang tidak mengalami reaksi SN 1. Banyak senyawa dalam obatobatan adalah sintetik (termasuk aspirin. Serat sintetik seperti nilon dan orlon yang mempunyai sifat-sifat tertentu yang lebih berguna dan lebih baik dari serat alami seperti sutra. Nukleofil dapat berupa ion-ion penuh atau memiliki muatan yang sangat negative pada suatu tempat dalam sebuah molekul. ion sianida. Substitusi nukleofilik seperti halogenations. Perhatikan bahwa masingmasing nukleofil mengandung sekurang-kurangnya satu pasangan electron. air dan amoniak. eter. dan harbiturat). Substitusi pada “halogen alkana primer” atau reaksi SN2. maka diperoleh dalam reaksi SN2.lain untuk sintesis adalah untuk menciptakan zat-zat baru yang mungkin memiliki sifat-sifat yang lebih berguna dibandingkan dengan hasil-hasil alami. Mekanisme rekasi 1-butanol dengan hydrogen bromide berlangsung dengan pemindahan air oleh ion bromida dari bentuk protonasi alcohol (ion alkilosonium). novocain. Pada kimia organic ataupun pada kimia anorganik. Nukleofil–nukleofil yang umum antara lain ion hidroksi. Menurut kinetiknya reaksi nukleofilik dapat dikelompokkan menjadi reaksi SN1 dan reaksi SN2. Pada alkil halide tersier tidak dapat bereaksi secara SN2. ternyata alkil halide tersier mengalami substitusi dengan suatu mekanisme yang disebut reaksi SN1 (substitusi nukleofilik unimolekular). substitusi nukleofilik adalah suatu kelompok dasar reaksi substitusi.

Kalium bromida saat ini digunakan sebagai obat hewan. Atom halogen (F. Kalium bromide (KBr) adalah garam. dengan menggunakan lambing umum. ALAT DAN BAHAN  Alat Gelas beker Spatula Labu didih Refraktometer . maka alkil halide ialah RX dan aril halide seperti bromo benzene (C6H5Br) ialah ARX. V. Cl. natrium bromide hanya rasanya asin sama sekali konsentrasi.natriliton dan nikoxylations dihadapan garam ionic menyediakan produk yang diinginkan dalam hasil yang baik. Br atau I) dapat diwakili oleh X.sebagai obat antiepilepsi untuk anjing dan kucing Dalam kondisi standar. Hal ini secara bebas larut dalam air. kalium bromida rasanya manis. dan ketika sebagian besar terkonsentrasi rasanya asin untuk manusia efek ini terutama karena ion kalium. Tak dapat dipastikan mengenai ada tidaknya hibridisasi atom karbon. Dalam kalium bromida konsentras tinggi sangat mengiritasi selaput lender lambung. menyebabkan mual dan terkadang muntah (lagi efek ini adalah khas dari semuagaram kalium larut). banyak digunakan sebagai antikonvulsan dan obat penenang pada abad ke-20 akhir 19 dan awal. dengan overthe-counter penggunaan memperluas sampai 1975 di Amerika Serikat tindakannya ini disebabkan oleh ion bromida(bromida natrium sama efektif). pada konsentrasi yang lebih tinggi rasanya pahit. Ikatan sigma karbon halogen terbentuk oleh saling mendidihnya suatu orbital atom halogen dan suatu orbital halogen atom karbon. kalium bromida adalah bubuk kristal putih. Dalam larutan encer.

5 gr NaBr/KBr. PROSEDUR PERCOBAAN Siapkan 13. larutkan dengan 20 ml air dalam gelas beker. Tuangkan kedalam labu didih yang telah berisi 10 ml butanol .Gelas ukur Corong pisah Kondensor refluks Seperangkat alat destilasi  Bahan n-butanol H2SO4 NaBr/KBr NaOH Na2SO4 anhidrat VI.

SIFAT FISIK DAN KIMIA BAHAN    Na2SO4 (anhidrat) .Dinginkan campuran dalam wadah yang berisi es dan secara perlahan-lahan tambahkan 1. VII.Menimbulkan luka bakar NaOH .5 ml asam sulfat pekat sambil diaduk pelan-pelan (hati-hati mudah meledak) Pasang seperangkat alat kondensor dan refluk.Tidak berbau .Tidak diserap oleh air H2SO4 . kemudian refluk sampai mendidih selama 30 menit sampai terbentuk dua lapisan (uji larutan dengan penambahan larutan garam) dimana lapisan atas adalah n-butil bromida.Cairan berwarna kuning . Hasil refluks dipisahkan dengan corong pisah dan keringkan dengan Na2SO4 anhidrat. Hitung rendemennya.Asam kuat .Sangat reaktif .Tidak berbau .Basa kuat yang pekat .Uapnya beracun dan berbahaya .Berwujud butiran Kristal putih .Tidak berwarna .

5.C NaBr . untuk memanaskan batu bara. Prinsipnya yaitu untuk memisahkan campuran berdasarkan berat molekul.Titik didih 93.Tidak terhidrolisis VIII. 3.3 . 2. Apa yang dimaksud dengan nukleofil dan elektrofil ? Mengapa dalam percobaan ini harus menggunakan asam sulfat pekat ? Bagaimana jika diganti dengan asam yang lain ? Sebutkan penggunaan n-butil bromida dalam bidang industry ? Jelaskan prinsip pemisahan dengan menggunakan corong pisah ? Jawab : 1.3 . PERTANYAAN PRA PRAKTEK 1. Elektrofil adalah ion atau molekul yang bersifat menyerang daerah negative molekul lain. . 3. 4. 2. asalkan anion yang dihasilkan lebih bersifat nukleofil. 4.  2-butanol . Nukleofil adalah spesies atom. bahan bangunan.C .Titik beku -89.Mengalami substitusi menghasilkan alkil halide .Berwujud padat . Sebagai pelarut dan zat warna. gugus atau ion yang menyerang suatu inti atau bagian yang bermuatan positif dari suatu molekul lain. untuk pembuatan pipa plastic. katalisator. Karena asam sulfat pekat merupakan katalis yang bias meningkatkan laju reaksi substitusi nukleofilik secara sempurna. 5. Bisa.

Kontak kulit: bilas dengan air bersih selama 15 menit.    2. Kontak kulit: cuci dengan air bersih banyak-banyak selama 20 menit.  Kontak engan kulit: basuh degan air banyak area yang terkena selama 15   menit. 4. Cuci dengan sabun desinfektan.IX. MSDS Bahan 1. air  dingin dan air hangat harus digunakan. minta pertolongan  medis jika berlanjut. bersihkan baju. ANHIDRIT  Kontak dengan mata: basuh selama 15 menit. Terhirup: pindahkan ke tempat udara yang segar. . 3.  H2SO4 kontak mata: cuci dengan air bersih dan hangat selama 20 menit. menutupi kulit dengan krim. Bila kontak dengan kulit: segera basuh kulit dengan sabun dan air. NAOH Kontak mata: basuh denagn air bersih selama 15 menit. 2-BUTANOL  Kontak dengan mata: basuh mata dengan air dan kelopak mata terbuka. Tertelan: jangan di muntahkan beri air putih ketika sadar. dapatkan  perawatan medis. Jika terhirup: evakuasi korban ke tempat yang segar mungkin juga sulit bernapas beri nafas buatan. cari pertolongan medis. Terhitup: bawa ke tempat udara yang segar. cari pertolongan medis jika berlanjut serius.

CH 2-O+ H H CH 3-CH2-CH 2-CH2Br + KHSO4 + H2O . 5. DATA HASIL PENGAMATAN No . REAKSI DAN PERHITUNGAN K+ + Br- KBr + H2O O O -HSO 4- CH 3-CH2-CH 2-CH2-OH + S H O O -H 2O CH 3-CH2-CH 2 + K++Br. 3. 4. 1.X.75 10 NaBr / KBr n-butanol n-butil bromide H2SO4 pekat Air XI. Nama Zat Berat (gr) Volume (mL) 6.+ HSO 4+ Perhitungan : H CH 3 -CH2. 2.2 0.75 - 5 4.

01 mol Wteori C4H9Br = n .75 mL V air = 10 mL n C4H9OH = M .75 gr V n. Mr 0. = n KBr L mol = massa Mr = 6.01 mol 0.Butil Bromida = 3.01 mol + NaOH .W KBr = 6. V = M .005 L V H2SO4 pekat= 0.8 mL V n-butanol = 5 mL = 0.05 mol C4H9Br _ 0.75 gram 119 gr /mol = 0.05 mol C4H9OH Mula-mula : 0 mol Reaksi : mol Sisa : _ + NaBr mol mol n teori C4H9Br = 0.

37 gr x 100% x 100 % = 72 % XII. V C4H9Br = 0. Jelaskan reaksi substitusi nukleofilik terjadi? .383 gr % Kesalahan = W teori−W praktek W teori = 1.37 gr Wpraktek C4H9Br = ρ C4H9Br .37 gr−0.= 0. 4 mL = 0.01 mol .0958 gr/mL . PERTANYAAN PASCAPRAKTEK 1. 137 gr/mol = 1.383 gr 1.

3.Prinsip kerja penyulingan atau distalasi didasarkan pada perbedaan titik didih dari dua zat cair yang bercampur. CH3-.Persyaratan suatu gugus dikatakan nukleofil adalah gugus tersebut memiliki pasangan elektron bebas. CN-. sedangkan tehnya tidak.2. dan tersier? Jawaban: 1. 2. Bagaimana prinsip pemisahan secara destilasi? 4. ion. Contoh pemisahannya air teh dimana campuran air dengan teh dapat dipisahkan dengan penyulingan karena air akan mendidih dan menguap. Bagaimana perbedaan alkohol primer.Apa persyaratan suatu gugus dikatakan nukleofil dan sebutkan contoh yang termasuk gugus nukleofil? 3. sekunder. Pada reaksi ini suatu atom. Suatu nukleofil memiliki pasangan elektromn bebas yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan sigma. Perbedaan ketiganya terdapat pada gugus hidroksil yang terikat pada atom C pusat. sedangkan yang lainnya tidak mendidih. gugus hidroksilnya terikat pada atom C primer. gugus hidroksilnya terikat pada atom C tersier pula. Pemisahan campuran ini dengan cara penyulingan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan distalasi. Kemudian pada alkohol tersier. 4. Contohnya OH-. Reaksi substitusi nukleofil dapat berlangsung dalam dua tipe yaitu tipe SN1 dan SN2. gugus hidroksilnya terikat pada atom C sekunder. atau gugus dalam suatu molekul digantikan oleh nukleofil. misalnya partikel satu mendidih. Penggantian oleh nukleofil ini dimungkinkan karena nukleofil memiliki ketertarikan pada pusat positif. nukleofil menyerang atom dimana gugus pergi itu terikat (karena atom tersebut bermuatan parsial positif) dan menggantikan gugus yang pergi itu. dsb. Reaksi substitusi nukleofilik terjadi apabila dalam suatu nukleofil. sehingga bila dalam suatu molekul senyawa terjadi polalisir ikatan yang menyebabkan suatu gugus pergi atau lepas. Pada alkohol sekunder. Pada alkohol primer. .

XIII. . Oleh karenanya. suatu nukleofil umumnya merupakan suatu basa lewis. Repluks itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu cara mendidihkan cairan atau larutan dalam wadah labu latasi yang di tamping dengan alat pengembun sehingga cairan atau larutan didalam labu bakar tersebut akan terus menerus kembali kewadahnya. PEMBAHASAN Pada peraktikum kali ini mengenai pembuatan n-butil bromide digunakan alat kondensor repluks. Nukleofil merupakan suatu spesi yang tertarik pada suatu pusat positif. Suatu nukleofil memiliki pasangan elektron bebas yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan sigma.

atau gugus dengan suatu atom. Ekstraksi ini merupakan suatu proses pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kelarutan. Hal ini ditujukan agar kandungan gas atau uap yang dihasilkan dalam proses ini dapat terbuang. atom. ion. Bagian atas dari larutan tersebut merupakan n-butil bromide dan bagian bawahnya merupakan kandungan air beserta produk-produknya. Ketika proses ekstraksi berlangsung. Apabila gugus yang mensubsitusi tersebut merupakan suatu nukleofil maka substitusi ini disebut sebagai substitusi nukleofil. Pada proses merepluks kita menggunakan batu didih. Penggunaan batu didih ini difungsikan untuk menyerap gas karbondioksida yang timbul. Batu didih yang dipakai berupa batu keramik (pecahan keramik) yang berukuran kecil saja. Fungsi proses repluks ini ditujukan untuk mempercepat atau menyempurnakan reaksi yang sedang berlangsung. Dari hal tersebut dapat kita ketahui bahwa larutan antara air dan n-butil bromide terdapat dalam fase yang berbeda. n-butil bromide dan air.Pusat positif yang akan diserang oleh nukleofil disebut sebagai elektrofil. Massa jenis n-butil bromide lebih kecil daripada massa jenis air. Tujuan dilakukannya ekstraksi ini untuk memisahkan n-butil bromide yang didapatkan dengan air beserta hasil produk-produk lain yang terlarut dalam air itu. Proses repluks ini meliputi proses pencairan dan penguapan ulang. sesekali tutup corong pisah diputar. Tahap setelah proses merepluks selesai maka kita memulai tahap ekstraksi. Repluks itu sendiri merupakan suatu cara mendidihkan cairan atau larutan dalam wadah labu dilatasi yang ditampung dengan alat pengembun sehingga cairan atau larutan didalam labu takar tersebut akan terus-menerus kembali ke wadahnya. Suatu elektrofil merupakan suatu asam lewis. Hal ini terlihat dalam corong pemisah dimana terlihat dua lapisan yang tercipta. Elektrofil ini sendiri merupakan spesi apa saja yang tertarik ke atom pusat negatif. Reaksi substitusi merupakan suatu reaksi penggantian ion. sehingga tekanan dalam labu didih saat proses repluks berlangsung dapat dipertahankan dan juga bisa mengurangi terjadinya ledakan karena tekanan uap yang besar. Dalam pembuatan n-butil bromide pada percobaan kali ini. . digunakan alat kondensor repluks. atau gugus lainnya.

Analisa kuantitatif terbagi atas analisa kuantitatif gravimetri dan analisa kuantitatif volumetri. Analisa kualitatif merupakan suatu analisa atau pengamatan terhadap perubahan fisik dari larutan atau senyawa yang diujikan. Analisa terbagi atas dua macam. gelas beaker. Pengukurannya ini dapat dilakukan dengan menuangkan larutan n-butil bromide kedalam gelas ukur. Lalu analisa kuantitatif volumetri ini merupakan analisa atau pengamatan terhadap volume dari larutan yang dipakai dalam praktikum mengukur jumlah larutan yang digunakan. berupa analisa kuantitatif dan analisa kualitatif. Analisa kuantutatifnya berupa pengukuran –pengukuran dari reagen yang akan digunakan pada pembuatan n-butil bromide dan akhir dari pengukuran hasil murni n-butil bromide itu sendiri. tahap selanjutnya yang kita lakukan merupakan pemisahan antara n-butil bromide dengan campuran lainnya yang tidak diinginkan. ataupun media gelas pengukuran lainnya.Selesai melakukan ekstraksi. Pada prakteknya jumlah produk yang dihasilkan tidak tepat sama dengan jumlah yang didapatkan dari . Analisa yang digunakan pada percobaan ini berupa analisa kuantitatif dan kualitatif. Corong pisah ini sendiri bekerja dengan memanfaatkan pebedaan massa jenis larutan. N-butil bromide yang didapatkan dapat kita ukur berapa banyak volumenya. dan ada tidaknya endapan. Saat keran corong pisah diputar. larut atau tidak larut. Contoh analisa kuantitatif volumetri digunakan pada titrasi asam basa volumetri. Alat yang digunakan merupakan corong pisah. maka larutan bagian bawah akan keluar dan sementara itu n-butil bromide nya akan tertahan dalam corong pisah. aroma. Analisa merupakan suatu metode yang mengamati maupun mengkaji hipotesis-hipotesis yang telah kita perkirakan sebelumnya. Analisa kuantitatif gravimetri ini merupakan analisa atau pengamatan terhadap bobot tetap atau bobot kering dari suatu senyawa setelah proses pemanasan atau penggeringan. Kemudian analisa kualitatifnya terhadap pengamatan larut dan tidak larutnya n-butil bromide dengan air. suhu. Analisa kuantitatif merupakan analisa atau pengamatan berupa pengukuran-pengukuran ataupun perhitungan terhadap bobot senyawa atau larutan maupun volume larutan atau senyawa yang akan diamati. Pengamatan dari perubahan fisiknya dapat berupa pengamatan terhadap warna.

Lalu reaksi endotermnya terlihat saat pendinginan larutan yang akan diujikan diletakan dalam wadah yang berisi bongkahan es batu dan suhu luar yang terasa pun dingin. Umumnya untuk mendapatkan sebuah larutan yang baik. Apakah instrument pengukurannya masih berfungsi atau tidak. Kemudian kebalikan dari reaksi endoterm. dan reaksinya bekerja dari sistem menuju lingkungan. Larutan pendispersi kita kenal juga sebagai pelarut yang berguna melarutkan suatu zat atu senyawa. Apakah suatu suhu yang diterapkan pada sistem telah sesuai atau belum. Besar penyimpangan atau perbedaan jumlah produk yang dihasilkan dari praktik dengan jumlah yang diperkirakan dari perhitungan secara stoikiometri dapat diketahui dengan menghitung persentase rendemennya. suhu yang terasa normal sampai dingin karena pada reaksi ini terjadi penyerapan energi panas atau kalor. Reaksi eksotermnya terlihat pada saat merepluks maka suhu luar yang terasa panas. Ataupun ada tidaknya kehilangan kalor selam proses berlangsung.hasil perhitungan stoikiometri atau secara teorintya. sedangkan larutan terdispersi kita kenal juga sebagai larutan yang terlarut atau yang akan dilarutkan dalam suatu pelarut atau pendispersi. dan reaksi bekerja dari lingkungan menuju sistem. Banyaknya zat atau senyawa yang akan ditambahkan pada suatu larutan dinamakan konsentrasi. suhu yang terasa panas karena pada reaksi ini terjadi pelepasan panas atau kalor. Apakah praktikan tidak mengalami kesalahan dalam pembacaan skala pada alat pengukuran. Adapun ciri-ciri dari reaksi endoterm berupa entalpi H-nya bernilai positif. Pada hasil akhir dari perepluks-an kemudian diekstraksi maka akan terlihat gejala kelarutan. Larutan terbagi atas larutan jenuh. timbul uap atau embun dari pereplukskan. maka jumlah atau volume dari pelarut harus lebih besar dari zat yang akan dilarutkan. Semua itu dapat menjadi penyebab reaksi tidak berlangsung denghan menghasilkan produk seratus persen sebagaimana yang telah diperkiran sebelumnya. Kondisi-kondisi percobaan sangat menentukan hasil akhir yang didapat dalam sebuah poercobaan. Pada percobaan ini berlangsung reaksi eksoterm dan endoterm. Apakah pengukuran jumlah reagen yang digunakan telah benar sesuai prosedur atau belum. Reaksi endoterm dan eksoterm selalu terjadi dalam suatu percobaan. Kelarutan itu merupakan jumlah maksimal suatu zat atau senyawa dapat terdispersi dalam larutan pendispersi. maka reaksi eksoterm bercirikan entalpi H-nya bernilai negatif. belum .

Analisa kuantitatif yang digunakan berupa pengukuran terhadap volume nbutil bromide yang didapatkan dan analisa kualitatifnya berupa pengamatan terhasdap perbedaan kelarutan dari n-butil bromide dan air. maupun kemurnian pelarut tersebut. Sintesis n-butil bromide termasuk dalam reaksi substitusi. Biasanya semakin tinggi suhu yang diberikan untuk melarutkan suatu zat terlarut maka akan semakin mudah dan mempercepat proses kelarutan dari zat yang akan dilarutkan. . 4. tekanan. Massa jenis larutan yang lebih kecil terletak diatas larutan dengan massa jenis yang besar. ukuran wadah. Reaksi yang berlangsung saat merepluks berupa reaksi eksoterm. Terlihat pada percobaan larutan n-butil bromide terletak diatas dan larutan air beserta produk-produk yang terlarut terletak pada bagian bawah dari corong pemisah. keseterdiaan air di muka bumi ini banyak pula. dan lewat jenuh. 6. 5. 2. Faktor yang mempengaruhi kelarutan suatu zat atau senyawa diantaranya faktor temperatur atau suhu.jenuh. Selain air sebagai ion zwitter. Air merupakan pelarut universal dan memiliki tingkat kemurnian yang tinggi. 3. XIV. efek ion senama. murah dan mudah didapat. KESIMPULAN 1. Prinsip kerja corong pisah memisahkan campuran berdasarkan perbedaan massa jenis dari larutan. Asam sulfat berperan sebagai katalis dalam percobaan pembuatan n-butil bromide ini. 7.

Jakarta: Erlangga. Ralph H.com/2013/03/02/butil-bromida/. 1982. Hurd. 2003.wordpress. Jakarta: Erlangga. tanggal 22 Maret 2014. Kimia Organik I. Fessenden & Fessenden. Kimia Dasar II. 2014. 1999. (Online).DAFTAR PUSTAKA Anonim. Harold. Petruci. Jakarta: Erlangga. Diakses pada . http://kimia149. Kimia Organik. Butil Bromida.

GAMBAR ALAT Kondensor Corong pisah .

Pipet tetes Gelas Ukur Gelas Beker .

Related Interests