You are on page 1of 13

1.

Materi Praktikum

: Analisis Kualitatif Karbohidrat

2. Hari, Tanggal praktium

: Jumat, 21 Maret 2014

3. Tujuan

: Tujuan Umum:
Mahasiswa

dapat

melakukan

analisis

kualitatif

karbohidrat pada bahan pangan dengan test molish,
test moore, dan test benedict.
Tujuan Khusus:
-

Mahasiswa dapat membuat larutan sampel (ubi
jalar)

-

Mahasiswa dapat melakukan analisa kualitatif
karbohidrat dengan test molish.

-

Mahasiswa dapat melakukan analisa kualitatif
karbohidrat dengan test moore.

-

Mahasiswa dapat melakukan analisa kualitatif
karbohidrat dengan test benedict.

4. Dasar teori

: Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi
yang fungsi utamanya sebagai penghasil energi, dimana
setiam gramnya menghasilkan 4 kalori. Karbohidrat
dengan rumus umum Cn(H2O)n berasal dari hasil
fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan dengan mengambil
energi dari sinar matahari. Karbohidrat didefinisikan
sebagai suatu derivate aldehid atau keton yang
mengandung polihidroksil atau suatu senyawa yang
pada proses hidrolisa akan menghasilkan derivate
seperti

diatas.

Secara

umum

karbohidrat

dapat

diklasifikasikan menjadi 3 kelas yaitu monosakarida,
oligosakarida, dan polisakarida.

Sehingga di dalam praktek selalu tersedia gugus aldehid bebas yang akan teroksidasi dan sesuai dengan azas ekuilibrium dari Le Chatelier. Sebagaimana yang diketahui dalam kimia anorganik. akan tetapi pada kelompok gula yang mempunyai struktur hemiasetal berbentuk siklik di dalam larutan akan membentuk struktur rantai terbuka dan proses ini berada dalam kondisis ekuilibrium. larutan sampel mengalami perubahan warna maka sampel tersebut positif mengandung monosakarida atau disakarida yang mengandung gugus aldehide bebas dan apabila sampel tidak mengalami perubahan warna. Meski secara teoritis hanya gugus aldehida yang ada distruktur rantai terbuka saja yang dapat mengalami oksidasi.Adanya gugus fungsional aldehida di dalam suatu senyawa kimia dapat dideteksi melalui proses oksidasi menjadi gugus fungsional karboksilat. Reaksi reduksi-oksidasi inilah yang dijadikan sebagai prinsip dasar penentuan karbohidrat dalam makanan. semakin banyak pula cincin glukopiranosa yang terbuka. Fe3+ . Semakin banyak gugus aldehyde yang teroksidasi. dan lain-lain akan mengalami perubahan warna jika mengalami reduksi. Jika setelah direaksikan dengan zat oksidator. Perubahan warna oksidator inilah yang digunakan sebagai dasar untuk mengetahui keberadaan gugus fungsional aldehida di dalam suatu senyawa kimia. beberapa zat oksidator seperti Cu2+ . Pada kenyataannya. hampir semua jenis monosakarida dan disakarida mengandung gugus fungsional aldehida yang reaktif terhadap peristiwa oksidasi. .

Neraca kualitatif (timbangan) (1 buah) .Pipet Tetes (1 buah) .Rak Tabung (1 buah) . Test Bennedict Prinsip: Larutan CuSO4 dalam suasana alkali akan direduksi oleh gula yang mempunyai gugus aldehide sehingga cupri (CuO) tereduksi menjadi Cu2O yang berwarna merah bata. Prinsip : 1. Alat : . ternyata fruktosa merupakan salah satu jenis gula dari kelompok yang memberikan hasil positif pada hampir semua test karbohidrat. Suatu pengecualian bagi fruktosa.Gelas ukur 10 ml dan 100 ml (1 buah) . 6. 2. Test Moore Prinsip: Gula dengan adanya basa kuat akan membentuk warna coklat karena proses karamelisasi. 3. Test Molish Prinsip: Asam pekat akan mendehidrasi karbohidrat sehingga membentuk fulfural.Tabung Reaksi (12 buah) . Dengan adanya recoicinol. fulfural akan membentuk warna violet berbentuk cincin.maka disimpulkan bahwa sampel itu tidak mengandung monosakarida dan disakarida atau karbohidrat tersebut tidak berasal dari kelompok aldose. 5.Batang pengaduk (1 buah) .Beaker Glass 250 ml (3 buah) . meski secara teoritis gugus fungsional keton lebih sukar teroksidasi bila disbanding dengan gugus aldehide.

CuSO4 . Glukosa - Menimbang 4 gram glukosa menggunakan timbangan teknis .Natrium Sitrat 8.Menambahkan 200 ml aquadest.Kemudian masukkan ke dalam gelas beaker 250 ml .NaOH 10 % .Corong (1 buah) : .Glukosa .Prosedur Kerja Pembuatan Reagen 1. Bahan dan Reagen .Ubi jalar .Sendok pendok (1 buah) . Sukrosa - Menimbang 4 gram sukrosa menggunakan timbangan teknis .Kemudian masukkan ke dalam gelas beaker 250 ml .Larutan Bennedict .Lumpang Alu (1 buah) .Sukrosa .Kertas Saring (1 buah) .Natrium Karbonat . 2. Prosedur kerja : .Larutan Molish .Kaca Alroji (1 buah) . aduk hingga larutan homogen.Panci (1 buah) .Aquadest .Kompor (1 buah) .7.

Prosedur Pembuatan Larutan Sampel Ubi Jalar - Menimbang 5 gram ubi jalar. Test Molish . kemudian meletakannya pada gelas beaker 250 ml dengan menambahkan 100 ml aquadest . 3.4 gram. Mencampurkan larutan a dan larutan b secara perlahan-lahan sehingga mencapai 200 ml larutan benedict.Menambahkan 200 ml aquadest aduk hingga larutan homogen.Larutan a : Menimbang 20 gram Natrium Karbonat dan menimbang 34 gram Natriun Sitrat.Larutan b : Menimbang CuSO4 3. . . Prosedur Kerja Analisa Kualitatif Karbohidrat 1.. pastikan semua alat sudah dalam keadaan bersih dan kering. aduk hingga larutan homogen. Aduk hingga larutan homogen. . lalu haluskan dengan lumping dan alu.Menyiapkan 4 buah tabung reaksi yang diletakkan pada rak tabung. - Menyaring larutan sampel agar terpisah dari ampas ubi jalar. Larutan Bennedict .Menyiapkan alat yang akan digunakan. kemudian masukkan ke dalam gelas beaker 250 ml. - Kemudian meletakannya pada gelas beaker 250 ml dengan menambahkan 100 ml aquadest. lalu larutkan dengan 100 ml aquadest.

tabung reaksi 2 dimasukkan 5 ml larutan glukosa. tabung reaksi 2 dimasukkan 5 ml larutan glukosa. tabung reaksi 3 dimasukkan 5 ml larutan sukrosa.Menyiapkan 4 buah tabung reaksi yang diletakkan pada rak tabung. .Pada setiap tabung reaksi dimasukan larutan yang berbeda-beda. . tabung reaksi 3 dimasukkan 5 ml larutan sukrosa.. dan tabung reaksi 4 dimasukkan 5 ml aquadest.Lalu menuangkan 3 ml H2SO4 pekat pada masingmasing tabung reaksi secara perlahan-lahan melalui dinding tabung reaksi pada ruang asam. pastikan semua alat sudah dalam keadaan bersih dan kering. Test Moore . .Mengamati perubahan warna yang terjadi pada masing-masing tabung reaksi. 2.Pada setiap tabung reaksi dimasukan larutan yang berbeda-beda. pada tabung reaksi 1 dimasukkan 5 ml larutan sampel. dan tabung reaksi 4 dimasukkan 5 ml aquadest.Menyiapkan alat yang akan digunakan. test positif bila terjadi perubahan warna violet dan membentuk cincin.Kemudian pada masing-masing tabung reaksi ditambahkan 1 ml NaOH 1%. . . pada tabung reaksi 1 dimasukkan 5 ml larutan sampel.Meletakkan tabung reaksi pada air mendidih selama 5 menit. .Kemudian pada masing-masing tabung reaksi ditambahkan 2 tetes larutan molish. . .

test positif bila terjadi perubahan warna coklat tua dan bau yang sedap. tabung reaksi 2 dimasukkan 5 ml larutan glukosa.. 9.Kemudian pada masing-masing tabung reaksi ditambahkan 5 ml larutan bennedict.Mengamati perubahan warna yang terjadi pada masing-masing tabung reaksi. .Mengamati perubahan warna yang terjadi pada masing-masing tabung reaksi.Meletakkan tabung reaksi pada air mendidih selama 5 menit.Menyiapkan alat yang akan digunakan. . tabung reaksi 3 dimasukkan 5 ml larutan sukrosa. 3. Test Bennedict . pada tabung reaksi 1 dimasukkan 5 ml larutan sampel. pastikan semua alat sudah dalam keadaan bersih dan kering. hasil Pengamatan : Hasil Pengamatan Keseluruhan Uji Kualitatif Karbohidrat Tes Molish Tes Moore Tes Bennedict Glukosa Sukrosa +1 +2 +2 +3 - Ubi Singkong Jalar +7 +1 +7 +7 +4 .Pada setiap tabung reaksi dimasukan larutan yang berbeda-beda. . dan tabung reaksi 4 dimasukkan 5 ml aquadest.Menyiapkan 4 buah tabung reaksi yang diletakkan pada rak tabung. . . test positif bila terjadi perubahan warna merah bata.

Uji Kualitatif Gula Pisang Jagun Karbohidrat Tes UjiMolish Kualitatif Tes Moore Karbohidrat Tes Bennedict Tes Molish Tes Moore Tes Bennedict Pasir +10 Apel Merah +5 +9 +10 +10 Hijau +6 Kentang +8 +8 +8 +4 +3 g Pepaya +5Beras +6 +6 +7 +7 +7 +4Talas +9 +9 +1 +4 Hasil Pengamatan Keseluruhan NO KELOMPO SAMPEL TEST TEST TEST MOLISH MOORE BENNEDIC Ubi jalar +2 +1 T +1 Sukrosa +3 - - Glukosa +1 +2 +2 Blanko Singkong +1 - +1 Sukrosa +3 +1 - Glukosa +2 +3 +3 Blanko Gula pasir +2 +2 +1 Sukrosa +3 +1 - Glukosa +1 +3 +2 Blanko Pisang hijau +2 +1 +1 Sukrosa +3 - - Glukosa +1 +2 +2 Blanko - - - K 1 2 3 4 Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 .

Pembahasan Jagung +1 +1 +1 Sukrosa +3 - - Glukosa +2 +2 +2 blanko Pepaya +2 +1 +1 Sukrosa +3 - - Glukosa +1 +2 +2 blanko Apel merah +1 +1 +1 Sukrosa +3 - - Glukosa +2 +2 +2 blanko Kentang +1 - +1 Sukrosa +3 +1 - Glukosa +2 +3 +3 blanko Beras +1 - - Sukrosa +2 - - Glukosa +3 +1 +1 blanko Talas +1 +1 +1 Sukrosa +3 - - Glukosa +2 +2 +2 blanko - - - : Pada praktikum kali ini yaitu menganalisis karbohidrat pada bahan makanan salah satunya ubi jalar secara kualitatif.5 6 7 8 9 10 Kelompok 5 Kelompok 6 Kelompok 7 Kelompok 8 Kelompok 9 Kelompok 10 10. Berdasarkan percobaan ini diperoleh data bahwa tidak semua sampel ketika direaksikan . test Moore. dan test Benedict. Analisa kualitatif karbohidrat yaitu dengan melakukan test Molish.

test Moore. Jadi selalu memiliki hasil test positif dari ketiga test tersebut. sukrosa. Pada test Molish larutan sampel memilki hasil positif (2+) dan membentuk cincin berwarna violet. glukosa yaitu terjadi perubahan warna menjadi coklat. analisa kualitatif karbohidrat menunjukkan hasil positif pada sampel ubi jalar dan glukosa yaitu dengan terjadinya perubahan . Terjadinya perubahan warna menjadi coklat disebabkan karean adanya proses karamelisasi yaitu gula dengan adanya basa kuat yang akan membentuk warna coklat dan juga berbau sedap. larutan sukrosa memiliki hasil positif (3+) membentuk cincin berwarna coklat. dan blanko (aquadest) baik dengan test Molish. Sedangkan pada sukrosa dan blanko menunjukkan hasil negatif.dengan pereaksi dapat membentuk cincin berwarna violet atau dengan hasil positif pada test Molish ini. Disini glukosa merupakan karbohidrat universal (bereaksi dengan semua pelarut). glukosa. dan test Bennedict. Yang diuji kadar karbohidratnya yaitu sampel ubi jalar. Namun uji ini spesifik untuk karbohidrat. Pada percobaan test Bennedict. Pada percobaan analisa kualitatif karbohidrat dengan test Moore juga menunjukkan hasil positif pada sampel ubi jalar. larutan glukosa juga memiliki hasil positif (1+) dan membentuk cincin berwarna violet. Pada uji Molish terjadi cincin violet disebabkan karena pereaksi Molish yang terjadi dari a-naftol dalam alkohol akan bereaksi dengan fulfural dan membentuk senyawa berwarna ungu atau violet yang menjadi hasil positif.

menjadi merah bata dan adanya endapan. test Moore.Larutan sampel ubi jalar 5 % yaitu dengan 5 gram ubi jalar dan 100 ml aquadest. . - Pada test Molish yang menunjukan hasil positif yaitu sampel ubi jalar. Hasil positif itu terjadi karena larutan CuSO4 dalam suasana alkali akan direduksi oleh gula yang mempunyai gugus aldehide sehingga cupri (CuO) tereduksi menjadi Cu2O yang berwarna merah bata. 11. Kesimpulan : Dari percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: . .Pada test Moore yang menunjukan hasil positif yaitu pada sampel ubi jalar dan glukosa sedangkan pada sukrosa dan blanko (aquadest) menunjukkan hasil negatif. Sedangkan pada sukrosa dan blanko menunjukan hasil negatif. sedangkan pada blanko (aquadest) menunjukan hasil negatif. . dengan adanya cincin berwarna violet dan sukrosa dengan adanya cincin berwarna coklat. Pada test Bennedict ini yang mempunyai kadar karbohidrat paling tinggi yaitu glukosa dengan (2+) sedangkan sampel ubi jalar (1+). sedangkan pada sukrosa dan blanko (aquadest) menunjukkan hasil negative. test Bennedict. .Analisa kualitatif karbohidrat dengan sampel ubi jalar melalui test Molish.Pada test Bennedict yang menunjukkan hasil positif yaitu pada sampel ubi jalar dan glukosa. glukosa.

Arin. papaya. Tersedia pada . papaya. adapun hasil test benedict yang ditunjukkan dengan pekatnya perubahan warna yaitu apel merah. kentang. adapun hasil test molish yang ditunjukkan dengan ketebalan cincin fulfuran berwarna violet yaitu gula pasir. pisang hijau. adapun hasil test moore yang ditujukan dengan pekatnya perubahan warna coklat yaitu apel merah. ubi jalar.Percobaan test benedict pada sampel menunjukkan hasil perubahan warna merah bata saat dipanaskan. singkong. Daftar Pustaka : Agustini. beras. ubi jalar. Jadi pada sampel apel merah. Sedangkan sampel yang tidak berubah warna coklat atau merah bata dan berbau sedap saat dipanaskan yaitu gula pasir. ubi jalar.Si. kentang.dkk. Laporan Praktikum Kimia Makanan Uji Kualitatif Karbohidrat.2011. kentang. beras. kentang.. jagung.Percobaan test moore pada sampel menunjukkan hasil positif dengan perubahan warna coklat atau merah bata dan berbau sedap setelah pemanasan. pisang hijau. jagung. talas . SKM. singkong. papaya. jagung. Denpasar.M. Ni Putu. Mando. pisang hijau. beras positif mengandung karbohidrat dari semua test tersebut. talas. 12. talas. gula pasir. Penuntun Praktikum Kimia Makanan. ubi jalar. pisang hijau. papaya.- Percobaan test molish pada sempel yang menunjukkan hasil positif dengan adanya cincin fulfural berwarna violet.2010. singkong. beras. jagung. . apel merah.

.com/2014/02/karbohidrat-i.scribd. Karbohidrat. Tersedia pada: whyranran.www. Nurarfa.html: Diakses pada 25 Maret 2014. Whyranti.com/doc/67601711/laporan-praktikumkimia-makanan-uji-kualitatif-karbohidrat : Diakses pada 25 Maret 2014.2014.blogspot.