You are on page 1of 132

GAMBARAN PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN SANITASI

LINGKUNGAN DI DESA KACCIA KELURAHAN BAROMBONG
KECAMATAN TAMALATE

A. RAODAH IMRAN
10542025411

Skripsi Ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana
kedokteran

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2015

1

Lampiran Pengesahan

PANITIA SIDANG UJIAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
MAKASSAR
Skripsi

dengan

judul

“GAMBARAN

PENGETAHUAN

KELUARGA

DENGAN SANITASI LINGKUNGAN DI DESA KACCIA KELURAHAN
BAROMBONG KECAMATAN TAMALATE” telah diperiksa, disetujui, serta
dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Makassar pada:

Hari/Tanggal

: Selasa/ 10 Maret 2015

Waktu

: 10.00

Tempat

: Ruang Seminar
Ketua Tim Penguji :

(dr. Nurmila, M.kes)
Anngota Tim Penguji :
Anggota I

Anggota II

(dr. Rahasia Taufik, S.PM)

(Alimuddin, S.Ag, M.PdI)
2

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan berkahnya sehingga
penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “GAMBARAN
PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN SANITASI LINGKUNGAN DI
DESA

KACCIA

KELURAHAN

TAMALATE

KECAMATAN

BAROMBONG KOTA MAKASSAR”.
Penulisan skripsi ini merupakan salah satu persyaratan akademis untuk
menyelesaikan pendidikan pada Program S1 Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Makassar.
Pada kesempatan ini penulisan mengucapkan banyak terima kasih kepada
kedua orang tuaku yang tercinta, ayahanda H. A. Imran Ibrahim, S.Pd dan
Ibunda Hj. A. Rosnani,S.Pd, M.Pd yang tidak pernah berhenti memberikan do’a,
semangat, dan bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan tulisan ini.
Saudara-saudaraku : A. Miftahul Khair,S.Kep,NS

dan A. Zulfikar Imran,

S.Ag yang selalu membantu, mendukung serta mendoakan penulis sehingga
tulisan ini selesai.

3

Teman – teman kelompok Penelitian (Aan Sucitra.D. Irwan Akib. Mahmud Gaznawie. Kecamatan Tamalate Kota Makassar atas kerjasama dan bimbingannya dalam penyusunan skripsi ini. Tenri Hardianti. Nurul Ariefah) terima kasih atas dukungan dan bantuannya. mendukung serta mendoakan penulis sehingga tulisan ini selesai. Ph. PA (K) selaku Ketua Program Studi kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. 5.Kes Selaku pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk membimbing. Terima kasih yang tak terhingga kepada Ibunda dr. Ayahanda Rektor (DR. Teman – teman Kelompok Belajar “Wanita Soleha” (Hajar Astuti. Selanjutnya penulis juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1.Ag yang selalu membantu.Terima Kasih kepada Kakak Ipar ku: Syawal. 3.S.Pd) dan segenap birokrasi institusi Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah menyediakan fasilitas dan kemudahan berupa instrumen-instrumen di mana penulis menimbah ilmu. Nurmila. yang selalu membantu. A. Sp. Magfirah Sari. 2.Ag. Terima Kasih kepada keluarga besar ku: Pung Joha. M. Segenap jajaran pimpinan dan staf Kelurahan Barombong. M. dr. mendukung serta mendoakan penulis sehingga tulisan ini selesai. Maulidina ) terima kasih atas dukungan dan doanya. 4 . memberikan pengarahan dan koreksi kepada penulis selama penuyusunan skripsi ini. Pung Udin. 4. M. 6. Segenap dosen Program Pendidikan Dokter Universitas Muhammadiyah Makassar atas ilmu dan doa yang telah diberikan kepada penulis. Arum Puspita.

Farahnisa dan Putri Amali) Terima kasih atas batuan. doa dan dukungannya selama ini. Terima kasih yang sebanyak-banyaknya buat kak Eky.teman Serumah (Dwi Wahyuni. Semua kakak-kakak Angkatan 2008 “CEREBRUM”. 9. 2009 “NEUROGLYA. Yang tidak dapat disebutkan satu persatu. 8. A. Teman.dan kak Rina yang telah membantu. Semua adik-adik Angkatan 012 “Trigeminuss”. Amin Makassar. 013 “Riboflavin” yang memberikan dorongan dan semangat semoga kalian nantinya dapat menjalani penyusunan skripsi seperti ini dengan baik. Raodah Imran) 5 . meluangkan waktu nya untuk menyelesaikan skripsi ini. Semua Keluarga Besar angkatan 2011 “ASTROCYTE”. dan 2010 HIPOTHALAMUS yang tidak bisa di sebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu penulis senantiasa mengharapkan saran dan masukan guna perbaikan skripsi ini. 11. teman seperjuangan yang selalu mendukung dan memberikan semangat selama proses penyusunan skripsi ini.7. sehingga dapat berguna dan bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya. terimakasih atas bantuan dukungan dan doa nya. 10. Maret 2015 Penulis (A.

3.000 (p<0. analisis bivariabel Hasil: Hasil penelitian pada uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan keluarga dengan sanitasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan design cross sectional study. termasuk manusia dan perilakunya. Hal ini dikarenakan sanitasi merupakan hak dasar masyarakat yang sama halnya dan sejajar dengan hal berpendapat. akses fasilitas sanitasi. keadaan. Masalah sanitasi dasar (air bersih.05). dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. persampahan. nilai P = < 0. Sanitasi menjadi penting karena masyarakat membutuhkannya setiap melakukan aktifitasnya sehari-hari. yang mempengaruhi alam itu sendiri. daya. MARET 2015 A. Pembuangan air limbah di desa KacciaRW VI/RT IV & V Kelurahan Barombong Kecamatan 6 . Kesimpulan :Penduduk desa KacciaRW VI/RT IV & V Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate. Sampel penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu tentang pengetahuan keluarga dengan sanitasi lingkungan. RAODAH IMRAN 10542 0254 11 NURMILA “GAMBARAN PENGETAHUAN DENGAN SANITASI LINGKUNGAN DI DESA KACCIA KELURAHAN BAROMBONG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR“ ( iv + 74 halaman+ 9 tabel+ 10 gambar+ 31 lampiran ) ABSTRAK Latar Belakang : Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.634). dan makhluk hidup. maka manusia dengan lingkungan tidak bisa dipisahkan. Analisis data dengan menggunakan analisis univariabel. memiliki tingkat pendidikan tergolong rendah dimana kebanyakan penduduknya memiliki tingkat pendidikan SD dan SMP.Hal ini berarti keluraga yang memiliki pengetahuan kurang yang rendah 12 kali lebih besar terhadap kurangnya sanitasi lingkungan dibandingkan dengan keluarga dengan pengetahuan yang tinggi. hak mendapatkan pengobatan gratis.FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR SKRIPSI. kelangsungan perikehidupan. Bila ditinjau lebih jauh mengenai Undang-Undang tersebut.333 . vaksinnasi. nilai OR= 12.692 (95% CI= 44. dan hak-hak lainnya. Penelitian ini dilaksanakan pada awal bulannovember 2014 sampai akhir bulan desember 2014. Metode: Penelitian ini dilakukan di Desa Kaccia Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda.drainase dan sebagainya) di Indonesia sudah seharusnya menjadi perhatian utama bagi pemerintah kita.

the continuity of life. 2014 A. get a free medical.05). FACULTY OF MEDICINE UNIVERSITY MUHAMMADIYAH MAKASSAR MARCH. The sample of the research divide into two groups. vaccination. Living environment is a unity of thing. Barombong Subdistrict.000 (p<0. include human being and their behavior. so human being and environment could not be separated. bivariable analysis with the credibility level α= Result : The Research resultin statistic test shows that there were relation between family knowledge and environment sanitation. situation and living thing.333 .RAODAH IMRAN 10542 0254 11 NURMILA “REPRESENTATION OF KNOWLEDGE AND ENVIRONMENT SANITATION IN KACCIABAROMMBONG SUB DISTRICT TAMALATE DISTRICT MAKASSAR CITY “ ( iv + 74 page + 9 tables + 10 picture + 31 appendices ) ABSTRACT Background: According to Law Number 32/2009 about the Protection and Living Environment Management. It means that family which has less knowledge that low 12 times bigger toward the lack of environment sanitation compare with family with high knowledge. and human being welfare and the other creature. belum memadai karena lebih dari setengah total rumah yang ada di wilayah tersebut belum memiliki SPAL. Method : This research was done in Kaccia. and another rights. drainase and many more) in Indonesia it’s a must be the main focus to our goverment. that the people knowledge level is still low where most of the people educational backgound is elementary school and junior high school. Sanitation become important because people need it in their daily activity. Conclusion : Kaccia’s people RW VI & V Barombong Subdistrict Tamalate District. This research was done in the early November 2014 till the end of December 2014.692 (95% CI= 44. Tamalate District.Tamalate.3. If we observe more about the law.634). Because sanitation is the people basic right which equal to giving opinion. Basic sanitation problem (clean water. Makassar City. This Research use design cross sectional study. The elimination of cesspool water in Kaccia RW VI/RT IV & V subdistrict Barombong 7 . which effect the environment itself. P value = < 0. The data analysis used univariable analysis. sanitation facility acces. OR value=12. power. garbage. family knowledge and environment sanitation.

........................... pengelolaan sampah....... 7 A....... ii Kata Pengantar..................................................................................................................................... 1 4 5 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA..................................................................................... iv Abstract......................... 7 8 9 9 9 12 16 20 23 .................... Sarana Pembuangan Kotoran (Jamban).................... iii Abstrak ................................ B.................................. i Lembar panitia sidang.......... c.................................................. Sarana Pembuangan Sampah.............................. DAFTAR ISI Halaman Sampul.............. Tinjauan Umum Tentang Sanitasi Lingkungan.................................................................................... Latar Belakang ............................................................... Penyediaan air bersih................ 1 A..........................................................................................................District Tamalate were not enough because more than half of total house in that area didn’t have SPAL................ Tujuan penelitian... Sarana Air Bersih................ vi Daftar Tabel dan grafik.................................................................... Rumusan Masalah.... f.................................................................................................................................................................. B............. D......................... C........................ b................................................................ x BAB I PENDAHULUAN.................................................................. e.... pengelolaan limbah........................................ Tinjauan Umum Tentang Sanitasi Jamban Keluarga.......................................... Manfaat Penelitian....... Sanitasi Lingkungan Pemukiman............................................. a.................... d.............................................................. Pengelolaan Air Minum.................... Sarana Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL)................... v Daftar isi..............................................

........................................... B........... Karakteristik Sampel Penelitian ..................... Jenis Data............................................ C............................................. Teknik Pengumpulan Data................................................................................... Analisis Univariat.................. B.................... F............... Hasil Analisis Bivariat..................................... E....................... Hubungan Pengetahuan Keluarga dan Tentang Sanitasi Lingkungan ............... E......................................................................................................... Kesehatan dalam perspektif Al Qur’an dan Hadist.................................................... 59 A. h...... 39 38 36 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN.......................... Sanitasi Lingkungan ..... 80 9 ....................................... Pandangan Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan ........................ Kondisi Fisik Rumah........... Populasi dan Sampel......................................... B...... D......... 43 A................ 59 BAB V TINJAUAN KEISLAMAN............. Konsep Pemikiran...................................... Waktu dan Tempat Penelitian ........ B........................................... Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan. Pandangan Islam Tentang Kebersihan Lingkungan......................................... Desain Penelitian.... C......................................... 36 A................ 59 61 Pendahuluan ..................................... C............. Definisi Operasional dan Kriteria Objektif....................................................g.. 71 A.......... D......................... 32 34 BAB III KERANGKA KONSEP......................... Hipotesis Penelitian .............. D............................................................................................ Pembahasan Umum Surah Al Mujadilah........................................................................ B....... Teknik Analisis Data ....................................... C........................................ C................................. 72 73 74 78 79 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN............................................... Gambaran Umum Lokasi Penelitian .............................................. 43 43 43 44 44 45 BAB V HASIL PENELITIAN.................. 46 A.................................................................... 46 47 49 55 BAB VI PEMBAHASAN ................................................................................................................... Pengetahuan Keluarga .

............ 82 Riwayat Hidup................................................................................................................................................................ 85 10 ................................... Saran ........... B...........................A.......... 80 81 Daftar Pustaka..................... Kesimpulan .....................................................................................

.......................1 Distribusi tingkat pendidikan Kepala Keluarga ............... 5.................. 5............ 5...2 Distribusi tingkat pekerjaan............ Persetujuan menjadi responden penelitian......DAFTAR TABEL Nomor Teks Halaman 2................................. Daftar kuesioner gambaran pengetahuan dengan sanitasi lingkungan..........7 Hubungan Pengetahuan dengan Sanitasi Lingkungan .......................................4 Sumber air minum keluarga .. 3......................5 Distribusi sanitasi lingkungan di desa Kaccia kelurahan Barombong kecamatan Tamalate Kota Makassar..3 Distribusi Pengetahuan Keluarga di Desa Kaccia Kelurahan Barombong kecamatan Tamalate kota Makassar . 48 49 5................... LAMPIRAN 1............... 5....... Permohonan sebagai responden penelitian. 2................................ 5.............8 Ringkasan Hasil Analisis Bivariat tentang Pengetahuan dengan Sanitasi Lingkungan .....................................1 Jenis Kegiatan pengelolaan Air Limbah menurut Tujuannya ………… 26 5................................................6 Langkah-langkah untuk menentukan uji hipotesis yang sesuai dengan panduan tabel uji hipotesis dan diagram alur ......................................................................................... 5.......... 11 50 50 51 56 57 58 ............................

............................ Surat-surat penelitian.... 12 ........... 5........... 6....................................... 7...... Distribusi skoring tentang pengetahuan kepala keluarga(KK) dengan sanitasi lingkungan ............................................................................................................ Gambar-gambar penelitian............................................................................................4.......... Hasil SPSS......................

BAB I PENDAHULUAN A.1 Menurut HendrikL. 2 Menurut WHO (World Health Organization) kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia danlingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari meliputi : penyediaan air minum. Status kesehatan akan tercapai secara optimal pula. pembuangan sampah padat. daya. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. yaitu ketuurunan. pengelolaan air buangan dan pengendalian pencemaran. perilaku. lingkungan. maka manusia dengan lingkungan tidak bisa dipisahkan. kelangsungan perikehidupan.Bloom ada 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan. Latar Belakang Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. tapi harus dilihat dari segi-segi yang ada pengaruhnya dengan masalah ‘sehat sakit’ atau kesehatan tersebut.Individu maupun kesehatan masyarakat. keadaan. dan pelayanan kesehatan. yang mempengaruhi alam itu sendiri. Salah satu faktor Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks. yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar dari segi kesehatannya sendiri. higiene makanan termasuk hygiene 13 . baik kesehatan. dan makhluk hidup. pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia. termasuk manusia dan perilakunya. dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Bila ditinjau lebih jauh mengenai Undang-Undang tersebut. pengendalian vektor.

Hal ini dikarenakan sanitasi merupakan hak dasar masyarakat yang sama halnya dan sejajar dengan hal berpendapat. kloset jenis leher angsa dan pembunagan 14 . hak mendapatkan pengobatan gratis. lebih dari 2.6 milyar orang pada wilayah pedesaan dan perkotaan kini tidak memiliki akses terhadap sanitasi dasar (Soemirat. bencana alam dan perpindahan penduduk. baik secara individual maupun secara berkelompok dalam masyarakat. proporsi penduduk atau rumah tangga yang akses terhadap fasilitas sanitasi layak (dikaitkan layak apabila sarana tersebut milik sendiri atau bersama. Dan diantara Negara-negara ASEAN. Sementara Malaysia memiliki 96% cakupan sanitasi 5 Berdasarkan Riskesda (2010). akses fasilitas sanitasi.4 Menurut WHO. Indonesia masih tertinggal dalam hal akses sanitasi. Oleh karena itu pengetahuan mengenai segi-segi penyehatan (sanitasi) lingkungan sangat berperan dalam tiap upaya kesehata. 2006) Hampir 70% masyarakat masih terbiasa Buang Air Besar (BAB) sembarangan.susu. 3 Lingkungan merupakan salah satu factor yang sangat berperan dalam riwayat timbulnya penyakit. tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan. tindakan – tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah.dimanaposisinta berada di bawah Filipina dan Kamboja. pengendalian pencemaran udara. vaksinnasi. persampahan. dan hak-hak lainnya.drainase dan sebagainya) di Indonesia sudah seharusnya menjadi perhatian utama bagi pemerintah kita. Sanitasi menjadi penting karena masyarakat membutuhkannya setiap melakukan aktifitasnya sehari-hari.2 Masalah sanitasi dasar (air bersih.

Provinsipalingtinggi akses terhadap fasilitas tidak layak adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (74.65) dan terendah di DKI Jakarta (17. sebesar 4.akhir tinjanya ke tangki septic atau SPAL) provinsi sebesar 55.45%) dibandingkan dengan di pedesaan (38. Sementara itu.3% dari responden melakukan buang air besar di jamban milik sendiri.53%.17%). sedangkan sisanya 7.5% dari jumlah rumah tangga di kota Makassar. serta 0.3% responden melakukan buang air besar di toilet MCK umum dan 3 % responden BAB menumpang di tetangga. 7 Di Kota Makassar sistem sanitasi off-site ini menggunakan teknologi IPALKomunal dan MCK dengan total cakupan layanan 1208 KK atau sebesar 0. system off-site ini 15 . dan akses terhadap fasilitas sanitasi tidak layak sebesar 44. menurut kualifikasi daerah.6% yang melakukan praktek buang air besar sembarangan dalam hal ini kebun yang berada di lingkungan mereka.45%) 6 Sesuai dengan Peraturan Daerah kota Makassar Nomor 13 tahun 2006 tentang rencana pembangunan jangka panjang Daerah (RPJPD) kota Makassar tahun 2005-2025 dan rencana Pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang tercantum dalam Perda Kota Makassar nomor 9 tahun 2006. dan (2) Program lingkungan sehat perumahan.55%) dan di pedesaan (61.55%). akses terhadap fasilitas santasi layak perkotaan hampir dua kali lipat (71. Sedangkan akses terhadap fasilitas sanitasi di perkotaan yang tidak layak (28.8% responden BAB di tempat lainya. 7 Hasil survey dan investigasi sarana dan prasarana sanitasi air limbah sebgaian besar 84.47%. adapun arah pembagunan kota Makassar meyangkut sanitasi diantaranya: (1) program pengembangan lingkungan sehat.

RW VI. serta pengelolaan sampah dan upaya pengadaanya di Desa Kaccia. di RT 4 dan RT 5.8 B. RW VI.terdapat di Kelurahan Sambung jawa Kec. serta pengelolaan sampah dan upaya Ppengadaanya D. Kecamatan Tamalate Tahun 2014. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga terhadap sanitasi lingkungan yang meliputi tersedianya jamban keluarga. Menambah pengetahuan. Kelurahan Barombong. Mamajang. Kel Parang Tambung Kec.Tamalate dan Kelurahan Barang Caddi Kec. di RT 4 dan RT 5.Biringkanaya. Kel Mariso Kec. Manfaat Teoritis a. Kecamatan Tamalate Tahun 2014. serta bahan dalam penerapan ilmu metode penelitian. pengelolaan air limbah. Kelurahan Barombong. Untuk mengetahui gambaran sanitasi lingkungan yang meliputi tersedianya jamban keluarga. Ujung Tanah. penyediaan air bersih. Kecamatan Tamalate Tahun 2014? C. Manggala. Tujuan Khusus a. 16 . b. pengalaman dan wawasan. khususnya mengenai gambaran pengetahuan dengan sanitasi lingkungan. Kel. Tujuan Penelitian 1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis ingin mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan keluarga dengan gambaran sanitasi lingkungan di Desa Kaccia di RT IV dan RT V.Daya dan BulurokengKec. penyediaan air bersih. Manfaat Penelitian 1. Mariso. Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran dan tingkat pengetahuan tentang sanitasi lingkungan di Desa Kaccia. Kelurahan Manggala Kec. pengelolaan air limbah. 2. RW VI Kelurahan Barombong.

sebagai data yang diperlukan untuk kegiatan penyuluhan serta membina partisipasi masyarakat dalam meningkatkan cakupan pengadaan fasilitas jamban keluarga dan pengadaannya di Desa Kaccia. serta pengelolaan sampah. 17 . Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi tentang sanitasi lingkungan. Bagi Pemerintah. dapat dijadikan bahan perbandingan untuk yang ingin melakukan penelitian yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan. penelitian ini diharapkan bermanfaat dan mampu memberi kontribusi untuk penelitian selanjutnya. Bagi peneliti. c. Manfaat Aplikatif a. sebagai pengalaman dan proses belajar dalam menerapkan ilmu selama menempuh pendidkan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. Diharapkan dapat menjadi salah satu masukan bagi Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dalam menerapkan berbagai kebijakan untuk mencapai Indonesia Sehat 2010. Kelurahan Barombong. 2. Kecamatan Tamalate Tahun 2014.b. Manfaat Metodologis a. RW VI. pengelolaan air limbah. 3. di RT IV dan RT V. air bersih. sebagai masukan bagi Pemerintah Kabupaten guna membuat kebijakan dalam pembagunan sarana sanitasi pada fasilitas jamban. Bagi peneliti lain. Secara metodologis. d. e. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten. b.

Kesehatan lingkungan bisa berakibat positif terhadap kondisi elemen-elemen hayati dan non hayati dalam ekosistem.Bila lingkungan tidak sehat maka sakitlah elemennya. penyediaan air bersih.Banyak sekali permasalahan lingkungan yang harus dicapai dan sangat mengganggu terhadap tercapainya kesehatan lingkungan.2 18 . tapi sebaliknya jika lingkungan sehat maka sehat pulalah ekosistem tersebut. Tinjauan Umum Tentang Sanitasi Lingkungan Sanitasi lingkungan adalah status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. dan sebagainya.Perilaku yang kurang baik dari manusia telah mengakibatkan perubahan ekosistem dan timbulnya sejumlah masalah sanitasi. pembuangan kotoran.

dan ekonomi yang mempengaruhi kesehatan manusia. tetapi dalam penerapannya mempunyai arti yang sedikit berbeda. Mengatur pembuangan kotoran. Pengelolaan Sampah 19 . Usaha sanitasi lebih menitik beratkan pada faktor lingkungan hidup manusia. sosial. Mengalangkanpenyeluhan tentang hidup sehat b. Beberapa cara yang dapat diterapkan sebagai usaha meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat adalah sebagai berikut 19: a. 2. Menyediakan air rumah tangga yang baik. nyamuk. Member penghargaan bagi lingkungan sehat B. yaitu mengusahakan cara hidup sehat sehingga terhindar dari penyakit. biologi. 3. 4. Pengelolaan Limbah.Menurut Entjang. Istilah sanitasi mempunyai tujuan. Penyediaan Air Bersih. dimana lingkungan yang berguna di tingkatkan dan diperbanyak sedangkan yang merugikan diperbaiki atau dihilangkan. diutamakan kepada penduduk yang berpenghasilan rendah dan tingkat pengetahuan rendah baik di kota maupun di desa. menambah jumlah rumah agar rumahrumah tersebut menjadi pusat kesenangan rumah tangga yang sehat. Menunjang kesehatan masyarakat dalam bidang sanitasi lingkungan. sampah dan air limbah. Mendirikan rumah-rumah sehat. Usaha dalam sanitasi lingkungan di Indonesia terutama meliputi9 : 1. Tinjauan Umum Tentang Sanitasi Jamban keluarga. cukup kualitas maupun kwantitasnya. d. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengupayahkan perubahan perilaku masyarakat kea rah yang lebih baik.10 Pengenalan usaha-usaha sanitasi ditujukan kepada seluruh masyarakat. sanitasi lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik. Pembasmian binatang-binatang penyebar penyakit seperti : lalat. Member contoh lingkungan sehat bagi masyarakat c.

416/MenKes/Per/IX/1990 yang dimaksud aur bersih adalah air bersih yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. di lingkungan rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni mendapatkan derajat kesehatan yang optimal.Persyaratan kesehatan perumahan dan permukiman adalah ketentuan teknis kesehatan yang wajib di penuhi dalam rangka melindungi penghuni dan masyarakat yang bermukim di perumahan atau masyarakat sekitar dari bahaya atau gangguan kesehatan.maka seluruh anggota keluaraga akan menghadapi masalah kesehatan atau penyakit. Ketersediaan air bersih yang terjangkau 20 . meliputi: a. dan biologi di dalam rumah. Apabila sumber air minum yang dikonsumsi keluarga tidak sehat.11 b.Air bersih merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk memenuhi standar kehidupan manusia secara sehat. kimia.12 Berdasarkan Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia No. Sanitasi Lingkungan Pemukiman Kesehatan perumahan dan lingkungan permukiman adalah kondisi fisik. Ruang lingkup sanitasi lingkungan lebih terbatas disbanding dengan ruang lingkup kesehatan lingkungannya.Sanitasi lingkungan yaitu usaha-usaha pengawasan yang bertujuan terhadap faktor lingkungan yang dapat merupakan mata rantai penularan penyakit. Sarana Air Bersih Masalah kesehatan lingkungan air bersih perlu diperhatikan dengan baik karena menyangkut sumber air minum yang dikonsumsi sehari-hari.

4 liter. taman 11. Secara kuantitas di Indonesia diperkirakan dibutuhkan air sebanyak 138.cucikakus 12 liter. Syarat fisik : persyaratan fisik untuk air minum yang sehat adalah bening. minum 2 liter.8 liter. berbau. 21 tidak berasa dan tidak . kebersihan rumah 31.5 liter/orang/hari dengan perincian yaitu untuk mandi. kimia.lain-lain 33.1 Pemenuhan kebutuhan air bersih harus memenuhi dua syarat yaitu kuantitas dan kualitas: a. wudhu 16.2 liter. cuci pakaian 10.dan berkelanjutan menjadi bagian terpenting bagi individu baik yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan. radioaktivitas. b. Syarat Kuantitatif Syarat kuantitatif adalah jumlah air yang dibutuhkan setiap hari tergantung kepada aktivitas dan tingkat kebutuhan. dan mikrobiologis yang memenuhi syarat kesehatan menurut Peraturan Mentri Kesehatan RI 416/MenKes/Per/IX/1990 tentang Syarat dan Pengawaasan kualitas Air. tidak berwarna. Syarat Kualitatif Syarat kualitas meliputi parameter fisik.8 liter.7 liter. cuci kendaraan 21. penyediaan air bersih harus memenuhi persyaratan yaitu 2 : a.1 Air merupakan suatu sarana untuk menigkatkan derajat kesehatan masyarakat karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan penyakit Menurut Notoatmodjo.3 liter.

13 b. Proses-proses yang 22 .13 a.b. dam sumur permukaan. Air Tanah Air tanah (ground water) berasal dari air hujan jatuh ke permukaan bumi yang kemudian mengalami perkolasi atau penyerapan ke dalam tanah dan mengalami proses filtrasi secara alamiah. sebagian berasal dari air hujan yang jatuh ke permukaan bumi. Air Permukaan Air permukaan yang meliputi badan-badan air seperti sungai. telaga. sampah maupun lainnya. Kekurangan atau kelebihan salah satu zat kimia didalam air. Pencemaran yang berlangsung di atmosfer itu dapat disebabkan oleh partikel debu. Berdasarkan letak sumbernya. Menurut Chandra (2006). Air Angkasa Air angkasa atau air hujan merupakan sumber utama air di bumi. Syarat kimia : air minum yang sehat harus mengandung zat-zat tertentu dalam jumlah yang tertentu pula. air permukaan. mikroorganisme. raw. dan ammonia. nitrogen. danau. misalnya. c. air tesebut cenderung mengalami pencemaran ketika berada di atmosfer. terutama bakteri patogen.Walau pada saat presipitasi merupakan air yang paling bersih. terjun. akan menyebabkan gangguan fisiologis pada manusia. waduk. Air hujan tersebut kemudian akan mengalami pencemaran baik oleh tanah. Syarat bakteriologis : air merupakan keperluan yang sehat yang harus bebas dari segala bakteri. air dapat dibagi menjadi air angkasa (hujan). dan air tanah. 13 c. karbon dioksida. dan gas.

Kemudian akan terjadi koagulasi dari zat-zat yang terdapat didalam air dan akhirnya terbentuk endapan. Pengelolaan Secara Alamiah Pengelolaan ini dilakukan dalam bentuk penyimpanan dari air yang diperoleh daru berbagai macam sumber.Zat kimia yang kedua adalah berfungsi untuk menyucihamakan (membunuh bibit penyakit yang ada didalam air. ijuk dan pasir. c. misalnya CO2 dan juga menaikkan derajat keasaman air.airsumu dan sebagainya. menghilangkan gas-gas yang tak diperlukan. Pengelolaan Air dengan Mengalirkan Udara Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak. 13 c. b. Air menjadi jernih karena partikel-partikel yang ada dalam air akan ikut mengendap. Pengelolaan Air dengan Menambahkan Zat Kimia Zat kimia digunakan dapt berupa 2 macam yakni zat kimia yang berfungsi untuk koagulasi dan akhirnya mempercepat pengendapan (misalnya tawas).telah dialami air hujan tersebut. misalnya klor (Cl). d. Pengelolaan Air Minum Ada beberapa cara pengelolaan air minum antara lain sebagai berikut 13: a.seperti air danau. Di dalam penyimpanan ini air dibiarkan untuk beberapa jam di tempatnya. 23 . membuat air tanah menjadi lebih baik dan lebih murni dibandingakan air permukaan. Pengelolaan Air dengan Menyaring Penyaringan air secara sederhana dapat dilakukan dengan kerikil. di dalam perjalanannya ke bawah tanah.Penyaringan pasir dengan teknologi tinggi dilakukan oleh PAM (Perusahaan Air Minum) yang hasilnya dapat dikonsumsi umum.airsungai.

Dari sini air tersebut dapat dialirkan ke rumahrumah penduduk melalui pipa-pipa bamboo/ penduduk langsung mengambilnya sendiri ke sumber yang sudah terlindungi tersebut. Tetapi sumur pompa ini di daerah pedesaan masih mahal. Bak penampungan I tadi diberi saringan yang terdiri dari ijuk. kerikil dan sebagainya.Kemudian air dialirkan ke bak penampung II. Pengelolaan Mata Air Mata air yang secara alamiah timbul dari desa-desa perlu dikelolah dengan melndungi sumber mata ait tersebut agar tidak tercemar oleh kotoran. Pengelolaan Air dengan Memanaskan sampai Mendidih Pengelolaan semacam ini tepat hanya untuk konsumsi kecil misalnya untuk kebutuhan rumah tangga. g. Dilihat dari konsumsinya pengelolaanair pada prinsipnya dapat digolongkan menjadi 2 yakni:  Pengelolaan Air Minum untuk Umum  Penampungan Air Hujan f. Agar sumur pompa gali ini tidak tercemar oleh kotoran di sekitarnya. Pengelolaan Air Sungai Air sungai dialirkan ke dalam suatu bak penampungan I melalui saringan kasar yang dapat memisahkan benda-benda padat dalam partikel besar. disamping itu teknologi masih dianggap tinggi untuk masyarakat pedesaan.Disini dibubuhkan tawas dan chlor. Agar bebas dari bakteri bila air akan diminum masih memerlukan direbus terlebih dahulu. h. perlu adanya syarat-syarat sebagai berikut: 24 .Dari sini baru dialirkan ke penduduk atau diambil penduduk sendiri langsung ke tempat itu. Pengelolaan Air Untuk Rumah Tangga Air sumur pompa terutam air sumur pompa dalam sudah cukup memenuhi persyaratan kesehatan. Yang lebih umum di daera pedesaan adalah sumur gali. pasir.e.

Perlu diberi lapisan kerikil di bagian bawah sumur tersebut untuk - mengurangi kekeruhan. Sebagai pengganti kerikil. dan tidak menjadi penyebab atau penyebar penyakit 25 . Air Hujan Kebutuhan rumah tangga akan air dapat dilakukan melalui penampungan air hujan. Membersihkan air sumur yang keruh ini dapat dilakukan dengan menyaringnya dengan saringan yang dapat dibuat sendiri dari kaleng bekas.Pada musim hujan hal ini tidak menjadi masalah tetapi pada musim kemarau mungkin menjadi masalah. agar air dari atas tidak dapat mengotori air sumur. Untuk mengatasi keluarga memerlukan tempat penampungan air hujan yang lebih besar agar mempunyai tandon untuk musim kemarau. i. Sarana Pembuangan Kotoran (Jamban) Jamban keluarga adalah suatu bangunan yang dipergunakan untuk membuang tinja atau kotoran manusia atau najis bagi suatu keluarga yang lazim disebut kakus atau WC atau menuumpukan kotoran manusia dalam suatu tempat tertentu.- Harus ada bibir sumur agar bila musim hujan tiba air tanah tidak - akan masuk ke dalamnya. ke dalam sumur ini dapat dimasukkan suatu zar yang dapat membentuk endapan misalnya aluminium - sulfat (tawas). Pada bagian atas kurang lebih 3 m dari permukaan tanah harus - ditembok.12 d. Tiap keluarga dapat melakukan penampungan air hujan dari atapnya masing-masing melalui aliran talanng.

dengan demikian wilayahnya terbebas dari ancaman penyakit penyakit tersebut.5 a. Keadaan ini sama halnya dengan fenomena bomwaktu. tentunya jamban yang memenuhi syarat kesehatan. Jenis-jenis jamban yang digunakan. 2) Leher angsa Adalah jamban berbentuk leher angsa yang penampunganya berupa tangki septic kedap air yang berfungsi sebagai wadah 26 . Sebaiknya semua orang Buang Air Besar (BAB) di jamban yang memenuhi syarat. maka wilayah tersebut terancam beberapa penyakit menular yang berbasis lingkungan. atau tempat lainnya untuk Buang Air Besar (BAB). kebun. yang bisa terjadi ledakan penyakit pada suatu waktucepatatau lambat.Dengan masih adanya masyarakat di suatu wilayah yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Semakin besar presentase yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan maka ancaman penyakit itu semakin tinggi intensitasnya. Selain itu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan pada sumber air dan bau busuk serta estetika.15 : 1) Jamban cemplung Adalah jamban yang penampungannya berupa lubang yang berfungsi menyimpan kotoran/tinja ke dalantanah dan mengendapkan kotoran kedasar lubang. sudah dipastikan mereka itu memanfaatkan sungai.dan mengotori lingkungan pemukiman.Dengan Buang Air Besar (BAB) di jamban banyak penyakit berbasis lingkungan yang dapat dicegah. kolam. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau.14 Bagi rumah yang belum memiliki jamban.

c.proses penguraian/ dekomposisi kotoran manusia yang dilengkapi dengan resapan 3) Kakus empang Adalah jamban yang di bangun di atas empang.Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air. alat transportasi.Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih. atau rawa. Syarat Jamban Sehat Jamban harus dipelihara supaya tetap sehat. tidak ada serangga. tempat penampungan kotoran/tinja hendaknya ditinggikan kurang lebih 60 cm dari permukaan air pasang. Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat. karena dapat menggunakan “multiplelatrine” yaitu satu lubang penampungan tinja/ tangki septic digunakan oleh beberapa jamban (satu lubang dapat menampung kotoran/ tinja dari 3-5 jamban) (c) Daerah pasang surut.15 b. 4) Kakus Kimia Adalah jamban yang dibangun pada tempat-tempat reakreasi. 2) Jamban tangki septic/leher angsa digunakan untuk: (a) Daerah yang cukup air (b) Daerah yang padat penduduk. sungai. Sediakan alat pembersih dan bila ada kerusakan segera diperbaiki. Syarat jamban yang sehat: 1) Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter) 2) Tidak berbau 3) Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus. 27 .(kecoa.lalat) dan tikus yang berkeliaran. Cara Memilih Jenis Jamban adalah : 1) Jamban cemplung digunakan untuk daerah yang sulit air.

Seandainya tidak mungkin. macam.dan alat pembersih. jamban sedapat mungkin harus diluar lokasi yang sering digenangibanjir. Di Indonesia pada umumnya jarak yang berlaku antara sumber air dan lokasi jamban berkisar antara 8 sampai dengan15 meter atau rata-rata 10 meter. jamban harus dibuat di sebelah bawah dari letak sumber air. tanah liat atau kapur Faktor di atas merupakan factor yang memengaruhi daya peresapan tanah. maka jarak tidak boleh kurang dari 15 meter dan letak harus agak ke kanan atau ke kiri dari letak sumur.4) 5) 6) 7) 8) 9) Tidak mencemari tanah sekitarnya Mudah dibersihkan dan aman pelindung Dilengkapi dindingdan atap pelindung Penerangan dan ventilasi yang cukup Lantai kedap air dan luas ruangan memadai Tersedia air. pasir. e. 2) Bila daerahnya datar. Penentuan jarak tergantung pada: 1) Keadaan daerah datar atau lereng 2) Keadaan permukaan air tanah dangkal atau dalam 3) Sifat. Seandainya tidak mungkin dan terpaksa diatasnya. dan susunan tanah bepori atau padat.1: 1) Bila daerahnya berlereng. maka sebaiknya lantai jamban (di atas lubang) dibuat tinggi dari permukaan air yang tertinggi pada waktu banjir.sabun. Dalam penetuan letak kakus ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu jarak terhadap sumber air dan kakus. Dalam penentuan letak jamban ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Sarana Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) 28 . 3) Mudah dan tidaknya memperoleh air.

komponen beracun. Peranjangan Tujuan Kegiatan Menghilangkan zat padat Memotong benda yang berada didalam 29 . 15 Tabel 2. Jenis Kegiatan pengelolaan Air Limbah menurut Tujuannya No Jenis Kegiatan 1.2 Keadaan saluran pembuangan air limbah yang tidak mengalir lancar. serta bahan yang tidak dapat didegradasikan agar konsentrasi yang ada menjadi rendah. sehingga limbah tersebut menjadi jernih kembali. serta membunuh organism pathogen.1. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan secara bertahap agar bahan-bahan terebut dapat dikurangi. maka limbah yang tidak diolah terlebih dahulu akan menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup antara lain limbah sebagai media penyebaran penyakit. BOD adalah banyaknya oksigen dalam ppm atau milligram/liter (mg/l) yang diperlukan untuk menguraikan benda organic oleh bakteri. dengan bentuk SPAL yang tidak tertutup dibanyak tempat sehingga air limbah menggenang ditempat terbuka berpotensi sebagai tempat berkembang biak vektor dan bernilai negatif dari aspek estetika. selain itu diperlukan juga tambahan pengolahan untuk menghilangkan bahan nutrisi. partikel tercampur. industri dan pada umumya mengandung bahan atau zat yang membahayakan. Penyaringan 2.Air limbah adalah sisa air yang di buang yang berasal dari rumah tangga. Sesuai dengan zat yang terkandung didalam air limbah. 11 Air limbah perlu diolah dengan tujuan untuk mengurangi BOD (Biochemical Oxgen Demand).

Pengelolaan pendahuluan b. 15 Osmosis lebih kecil Menghilangkan zat terlarut .3. Sarana Pembuangan Sampah 30 . 6. Pengelolaan kedua d. Nitrifikasi 12 Air Stripping Menghilangkan nitrat secara biologis Menghilangkan amoniak . Pengelolaan ketiga e. Keenam jenis kegiatan pengelolaan air limbah tersebut dalam prakteknya tidak semua dipergunakan karena disesuaikan dengan kebutuhannya. Bak penangkap pasir Bak penangkap lemak Tangki ekualisasi Netralisasi Pengendapan/pengapungan Reaktor lumpur aktif/aerasi Karbon aktif air limbah Menghilangkan pasir dan koral Memisahkan benda terapung Melunakkan air limbah Menetralkan asam atau basa Menghilangkan benda tercampur Menghilangkan bahan organic Menghilangkan bau. 11. 5. 14 Saringan pasir Menghilangkan parikel padat yang . Pengelolaan pertama c. 8. Pembuangan lanjutan f. 13 Pertukaran ion Menghilangkam jenis zat tertentu . Adapun secara garis besar pengelompokan kegiatan pengelolaan air limbah ada yaitu 15: a. Pembunuhan kuman f. 7.benda yang tidak 10 Pengendapan kimiawi dapat diuraikan Mengendapkan fosfat . 9. 16 Desinfeksi Membunuh mikroorganisme . 4.

karet. Sampah ini terdiri dari bahan buangan hasil kegiatan rumah tangga seperti sisa-sisa pengelolaan makanan. dll) 3) Sampah yang berupa debu/abu 4) Sampah yang berbahaya terhadap kesehatan (sampah yang berasal dari industry yang mengandung zat-zat kimia maupun zat fisis berbahaya. sampah kebun. pertanian. kertas-kertas.sumber sampah dibedakan menjadi enam besar yaitu: 1) Sampah dari daerah pemukiman/sampah rumah tangga (Domestic waste). sampah-sampah dari halaman atau dari dalam rumah. Dalam hal ini termasuk sampah makanan dari kantin. gelas. 31 . logam.yaitu: 1) Sampah yang dapat membusuk (sisa makanan.Sampah ialah suatu bahan atau benda yang terjadi karena berhubungan dengan aktifitas manusia yang tidak terpakai lagi.12 b. sisa-sisa minyak. dll.10 a. daun-daunan. dll. plastic. daun. kotak-kotak pembungkus. 2) Sampah dari daerah perdagangan: biasanya terdiri dari karduskardus. Jenis-Jenis Sampah Sampah dibedakan berdasarkan sifat-sifat biologis dan kimianya untuk mempermudah pengelolaannya. biasanya terdiri dari kertas-kertas. 3) Sampah dari jalan raya: berasal dari pembersihan jalan-jalan. tidak disenangi dan dibuang dengan cara-cara saniter kecuali buangan yang berasal dari tubuh manusia. debu. Sumber. kardus bekas. dll) 2) Sampah yang tidak membusuk (kertas.dll.

5) Sampah dari daerah pertanian dan perkebunan: biasanya terdiri dari sampah-sampah organic seperti jerami. dll. logam. fasilitas lainnya. kawasan khusus. potongan tekstil. sampah spesifik. Karekteristik dari sampah ini pada umumnya sama dengan sampah rumah tangga. tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. smpah limbah bahan berbahaya dan beracun. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi sampah Penghasilan sampah adalah setiap orang dan/ atau akibat proses alam yang menghasilkan timbulan sampah (UU RI Nomor 18 Tahun 32 . Sampah rumah tangga berasal dari kegiatan seharihari dalam rumah tangga.Sampah sejenis sampah rumah tangga berasal dari kawasan komersial. sampah yang secara teknologi belum dapat diolah. Sedangkan sampah spesifik meliputi: sampah yang megandung bahan berbahaya dan beracun. dll. sampah yang timbul akibat bencana. dan/atau sampah yang timbul secara tidak periodik. kawasan industry. pohon kacang-kacangan.sumber sampah menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 terdiri atas: sampah rumah tangga. tempat ibadah. batang jagung. puing bongkaran bongkaranbangunana. pasar. terminal.12 c. 12 Sumber. kayu. sisa-sisa sayur mayor. 6) Sampah dari tempat-tempat umum: biasanya berasal dari tempattempat hiburan. dll.4) Sampah dari industri: biasanya terdiri dari sampah bahan makanan.

kemajuan teknologi.dll. kondisi social ekonomi. Pengaruhnya tentu saja ada yang positif dan ada juga yang negatif. 33 . b) Sampah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.2008). diantaranya adalah: jumlah penduduk. diantaranya adalah: jumlah penduduk sangat berpengaruh oleh berbagai kegiatan dan taraf hidup masyarakat. Jumlah dan komposisi sampah yang dihasilkan sangat berpengaruh oleh berbagai kegiatan dan taraf hidup masyarakat. seperti berikut : a) Sampah dapat dimanfaatkan untuk menimbun lahan semacam rawa-rawa dan dataran rendah. d) Pengelolaan sampah menyebabkan berkurangnya tempat untuk berkembang biak serangga dan binatang pengerat. kebiasaan masyarakat/ budaya. f) Keadaan estetika lingkungan yang bersih menimbulkan kegairahan hidup masyarakat. e) Menurunkan insidensi kasus penyakit menular yang erat hubungannya dengan sampah. factor geografis. c) Sampah dapat diberikan untuk makanan ternak setelah menjalani proses pengelolaan yang telah ditentukan lebih dahulu untuk mencegah pengaruh buruk sampah tersebut terhadap ternak. 1) Pengaruh Positif Pengelolaan sampah yang baik akan memberikan pengaruh yang positif terhadap masyarakat maupun lingkungannya.12 Pengelolaan sampah di suatu daerah akan membawa pengaruh bagi masyarakat maupun lingkungan daerah itu sendiri. musim/ iklim.

pengelolaan sampahnya kurang baik (banyak kaleng. seperti lalat. e) Penyakit saluran pencernaan (diare. pengelolaan sampah yang kurang baik dapat memberikan pengaruh negatif bagi kesehatan. serangga. kolera dan typus) disebabkan banyaknya lalat yang hidup berkembang biak di sekitar lingkungan tempat penumpukan sampah. tikus. Solfide dan Metylmercaptan. d) Penyakit sesak nafas dan penyakit mata disebabkan bau sampah yang menyengat yang mengandung AmoniaHidrogen.g) Keadaan lingkungan yang baik mencerminkan kemajuaan budaya masyarakat.13 a) Pengaruh terhadap kesehatan b) Pengelolaan sampah yang kurang baik akan menjadikan sampah sebagai tempat perkembangbiakan vektor penyakit. f) Insidensi penyakit kulit meningkat karena penyakitnya hidup dan berkembang biak penyebab di tempat pembuangan dan pengumpulan sampah yang kurang baik. ban bekas dan plastik dengan genangan air). maupun bagi kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat. jamur. lingkungan. 13 2) Pengaruh Negatif Menurut Chandra dan Mukono. c) Penyakit demam berdarah meningkatkan incidencenya disebabkan vektor AedesAegypty yang hidup berkembang biak di lingkungan. h) Keadaan lingkungan yang baik akan menghemat pengeluaran dana kesehatan suatu negara sehingga dana itu dapat digunakan untuk keperluan lain. 34 . seperti berikut.

i) Gangguan psikomatis. g) Air banjir dapat mengakibatkan kerusakan pada fasilitas masyarakat. dan lain-lain 3) Pengaruh terhadap lingkungan a) Pengelolaan sampah yang kurang baik menyebabkan estetika lingkungan menjadi kurang sedap dipandang mata misalnya banyaknya tebaran-tebaran sampah sehingga mengganggu kesegaran udara lingkungan masyarakat. d) Adanya asam organik dalam air serta kemungkinan terjadinya banjir maka akan cepat terjadinya pengerusakan fasilitas pelayanan masyarakat antara lain jalan.Penularan penyakit ini dapat melalui kontak langsung ataupun melalui udara. dan saluran air. 4) Pengaruh terhadap sosial ekonomi dan budaya masyarakat 35 . f) Apabila musim hujan datang. jembatan. c) Proses pembusukan sampah oleh mikroorganisme akan menghasilkan gas-gas tertentu yang menimbulkan bau busuk. saluran air. b) Pembuangan sampah ke dalam saluran pembuangan air akan menyebabkan aliran air akan terganggu dan saluran air akan menjadi dangkal. misalnya insomnia. sampah yeng menumpuk dapat menyebabkan banjir dan mengakibatkan pencemaran pada sumber air permukaan atau sumur dangkal. e) Pembakaran sampah dapat menimbulkan pencemaran udara dan bahaya kebakaran lebih luas. seperti jalan. h) Terjadi kecelakaan akibat pembuangan sampah secara sembarangan misalnya luka akibat benda tajam seperti kaca. stress. dan besi. jembatan. fasilitas jaringan dan lain-lain. g) Penyakit kecacingan.

Selain itu sampah mengakibatkan mengganggu penglihatan yaitu suatu area yang - kotor yang mencemari rasa estetika. Pada umumnya hal tersebut menimbulkan kenaikan suhu dan perubahan pH menjadi asam atau basa. Tumpukan sampah yang menggunung dapat menimbulkan kondisi lingkungan fisik dan kimia yang tidak sesuai dengan dengan kondisi lingkungan normal. Penanganan sampah yang tidak baik dapat menimbulkan pencemaran sebagai berikut. akan menurunkan minat dan hasrat orang lain (turis) untuk datang berkunjung ke daerah tersebut.16 - Sampah dapat menimbulkan pencemaran pada udara. akibat gas-gas yang terjadi dari penguraian sampah terutama menimbulkan bau yang tidak sedap. Kadar oksigen di area pembuangan sampah menjadi berkurang akibat proses penguraian sampah menjadi senyawa lain yang 36 . b) Keadaan lingkungan yang kurang baik dan jorok. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya kehidupan - manusia dan makhluk lain di lingkungan sekitarnya. e) Kegiatan perbaikan lingkungan yang rusak memerlukan dana yang besar sehingga dana untuk sektor lain berkurang. d) Angka kesakitan meningkat dan mengurangi hari kerja sehigga produktifitas masyarakat menurun. c) Dapat menyebabkan terjadinya perselisihan antara penduduk setempat dan pihak pengelola.a) Pengelolaan sampah yang kurang baik mencerminkan keadaan sosial-budaya masyarakat setempat.

terletak dilokasi yang terjangkau kendaraan pengangkut sampah dan harus dikosongkan sekurang-kurangnya 3 x 24 jam. tahan karat. Dalam proses penguraian sampah dihasilkan gas-gas yang dapat membahayakan kesehatan. Tempat sampah harus disediakan minimal 1 buah untuk setiap radius 10 meter. tikus. Berkurangnya - oksigen di daerah pembuangan sampah menyebabkan gangguan terhadap makhluk sekitarnya. 37 . Tersedianya tempat pembuangan sampah semetara yang mudah dikosongkan. dan tiap jarak 20 - meter pada ruang terbuka dan tunggu. berupa gas-gas yang beracun - dan dapat mematikan. Sampah sangat berpotensi menjadi sumber penyakit yang berasal dari bakteri patogen dari sampah sendiri serta dapat ditularkan oleh lalat. Tempat sampah dikosongkan setiap 1 x 24 jam atau 2/3 bagian - telah terisi penuh. Jumlah dan volume sampah disesuaikan dengan sampah yang dihasilkan sertiap kegiatan. Tempat sampah terbuat dari bahan yang kuat. Mengingat efek dari sampah terhadap kesehatan maka pengelolaan sampah harus memenuhi kriteria sebagai berikut : - Tersedia tempat sampah yang dilengkapi dengan penutup. anjing dan binatang lainnya yang senang tinggal di areal tumpukan sampah. tidak terbuat dari beton permanen. - permukaan bagian dalam rata dan dilengkapi dengan penutup.memerlukan oksigen yang diambil dari udara sekitarnya.

Luas lubang penghawaan yang dipersyaratkan minimal 20% dari luas lantai. Dibakar. dan kayu. Suatu ruangan yang terlalu padat memberikan dampak yang buruk terhadap kesehatan pada penghuni tersebut. untuk itu pengaturan sirkulasi udara sangat diperlukan. biasanya bahan terbuat dari - plastik. yaitu sampah yang masih bisa dimanfaatkan didaur ulang untuk dipakai kembali. 10 g. botol. Ventilasi Ventilasi adalah sarana untuk memelihara kondisi atmosfer yang menyenangkan dan menyehatkan bagi manusia.13 Lubang penghawaan pada bangunan harus dapat menjamin pergantian udara didalam kamar atau ruang dengan baik. yaitu pembuatan kompos di peruntukkan bagi sampah organic dengan metode penguraian secara alami akan - menghasilkan kompos yang berguna untuk pertanian.Pemusnahan sampah di tempat pembuangan akhir terdiri dari beberapa jenis kegiatan: - Daur ulang.11 b. Dikubur. Komposting. Kondisi Fisik Rumah Kondisi fisik rumah yang harus dimiliki tiap rumah adalah memiliki syarat-syarat sebagai berikut: a. yaitu sampah dapat dikubur dengan metode sanitary landfill. Kelembaban 38 . yaitu bagi sampah yang kering bisa dibakar. besi tua.

Pencahayaan alami atau buatan 39 . dipersyaratkan ruangan mempunyai tingkat kelembaban udara yang diperbolehakan antara 40-70%.Tingkat kelembaban yang tidak memenuhi syarat ditambah dengan prilaku tidak sehat. 2 Menurut Kepmenkes RI/NO. Menurut Sukini. serta kepadatan hunian ruangan ikut berperandalam penularan penyakit berbasis lingkungan. sinar matahari berperan secara langsung dalam mematikan bakteri dan mikroorganisme lain yang terdapat di lingkungan rumah. 17 Dengan demikian sinar matahari sangat diperlukan didalam ruangan rumah terutama ruangan tidur.11 c. Pencahayaan Salah satu syarat rumah sehat adalah tersedianya cahaya yang cukup. misalnya dengan penempatan yang tidak tepat pada berbagai barang dan baju.Kelembaban yang tinggi dapat menjadi tempat yang disukai oleh kuman untuk pertumbuhan dan perkembangannya. khususnya sinar matahari pagi yang dapat menghambat perkembangbiakan bakteri pathogen.829/Menkes/SK/VII/2005 tentang persyaratan kesehatan perumahan dari aspek kelembaban udara ruang. karena suatu rumah yang tidak mempunyai cahaya selain dapat menimbulkan perasaan kurang nyaman. juga dapat menimbulkan penyakit. sarung yang tidak tertata rapi.Kelembaban sangat berperan penting dalam pertumbuhan kuman penyakit. handuk.Keadaan yang lembab dapat mendukung terjadinya penularan penyakit.

kecuali anak dibawah usia 5 tahun.5 Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu tertentu. objek yakni indra penglihatan. mengalami atau diajarkan. penciuman. Dapat juga diartikan bahwa pengetahuan adalah mengindahkan atau mempedulikan.18 d.langsung maupun tidak langsung dapat menerangi seluruh ruangan minimal intensitasnya 60 lux dan tidak menyilaukan.18 h. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.Selain itu kepadatan hunian dapat mempengaruhi kualitas udara didalam rumah. menyaksikan. Dimana semakin banyak jumlah penghuni maka akan semakin cepat udara dalam rumah mengalami pencemaran oleh karena CO2 dalam rumah akan cepat meningkat dan akan menurunkan kadar O2 yang di udara. Kepadatan Penghuni Kepadatan hunian sangat berpengaruh terhadap jumlah bakteri penyebab penyakit menular. 17 Menurut Kepmenkes RI (2005). rasa dan raba. kepadatan dapat dilihat dari kepadatan hunian ruang tidur yaitu luas ruangan tidur minimal 8 m2 dan tidak dianjurkan lebih dari dua orang dalam satu ruangan tidur.2 40 . pendengaran. Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan Dalam kamus besar bahasa Indonesia karangan Poerwadarminta dijelaskan bahwa pengetahuan atau tahu adalah mengerti sesudah melihat .Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia.

41 .2 Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior). maka di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan yani: a. b. dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui lebih dahulu terhadap stimulus (objek). fasilitas sumber informasi. penghasilan dan social budaya. mengemukakan bahwa pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.Terbentuknya perilaku baru dimulai dari pengetahuan terhadap stimulus berupa materi atau objek tentang sesuatu sehingga menimbulkan pengetahuan baru pada subjek tersebut dan selanjutnya menimbulkan respon batin dalam bentuk sikap terhadap objek yang diketahui. yaitu: pengalaman. Interest (merasa tertarik) terhadap baik dan tidaknya stimulus atau objek sudah mulai timbul.2 Penelitian Rogers mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi prilaku baru. Karena dari pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. keyakinan. kemudian akhirnya akan menimbulkan respon yang lebih jauh yaitu berupa tindakan apakah menerapkan pola hidup dan pola makan yang tepat atau tidak.2 Notoatmojo. tingkat pendidikan. Awareness (kesadaran).

Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan. dan sebagainya. menguraikan. e. Evaluation (menimbang-nimbang) terhadap baik tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Adoption. 42 . mendefinisikan. Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Tingkat Pengetahuan Pengetahuan yang dicakup di dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat yakni :2 a. dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. menyatakan. kesadaran. dan sikapnya terhadap stimulus. b. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi. dimana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh stimulus.c. Memahami (Comprehension) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui. Trial. dimana subjek telah berprilaku baru sesuai dengan pengetahuan. d.

kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan katakata kerja : dapat menggambarkan (membuat bagan). dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari. dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain. rumus. d. Sintesis (Synthesis) Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. dapat meringkaskan. mengelompokkan. prinsip. Aplikasi (Aplication) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya). dapat merencanakan.menyebutkan contoh. tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi tersebut. dan sebagainya. menyimpulkan. membedakan. dapat menyesuaikan. dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada. c. 43 . meramalkan. e. Misalnya dapat menyusun. dan masih ada kaitannya satu sama lain. metode. Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. memisahkan. Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen. Aplikasi disini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hukumhukum.

44 .

Memahami (comprehension). Benar Skala Ordinal 2. Definisi Operasional dan Kriteria Objektif 3.BAB III KERANGKA KONSEP A. Variabel Pengetahuan Definisi Operasional Pengetahuan adalah Wawancara. Tingkat Tinggi pengetahuan di dalam < 10 : domain Rendah kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu: Tahu (know).1. Tabel Variabel Independen No 1. Konsep Pemikiran Penyediaan Air Bersih Pengelolaan Air Limbah Tingkat Pengetahuan Jamban Keluarga Pengelolaan Sampah Sanitasi Lingkungan B. 45 . suatu yang diketahui oleh Cara Ukur responden Alat Ukur Kuisoner Hasil Ukur 1.Salah Interpretasi tentang sanitasi ≥ 10 : lingkungan.

Tabel 3.2. Sintesi.Aplikasi. Evaluasi. Variabel Dependen No Variabel Definisi Cara Ukur Alat Ukur Hasil Ukur Operasional 46 Skala . Analisis.

1. Penyediaan Wawancara Kuesioner 334 2.Ada a. asi: penyediaan air sehat/ bersih. baik” pengelolaan air apabila limbah. Pengelolaan Wawancara Kuesioner 2.Ada c.Penyediaan air Wawancara Kuesioner uk” 2. “tidak sehat/bur 1.Ada b.Tidak ada jamban keluarga 1.Tidak ada dan pengelolaan sampah 47 < .Ada d. Tidak Nominal ada dalam penelitian ini adalah fasilitas jamban Interpret keluarga.Tidak ada bersih apabila skor 1. Penyediaan Wawancara Kuesioner 2. skor serta ≥ pengelolaan 334 dan sampah. Ada 2. Sanitasi Sanitasi Wawancara Kuesioner lingkungan lingkungan 1.Tidak ada air limbah 1.

tahan karat. Pengelolaan Sampah Yang di maksud pengelolaan sampah dalam penelitian ini adalah tempat pembuangan sampah dan pengelolaan sampah  Tersedia tempat sampah yang dilengkapi dengan penutup. Tempat sampah harus disediakan 48 . a. Pengelolaan Air Limbah Yang di maksud pengelolaan air limbah dalam penelitian ini adalah tempat pembuangan air limbah dari kamar mandi. Sanitasi lingkungan Definisi Operasional Sanitasi lingkungan dalam penelitian ini adalah fasilitas jamban keluarga. Tempat sampah dikosongkan setiap 1 x 24 jam atau 2/3 bagian  telah terisi penuh. Penyediaan air bersih Yang dimaksud dengan penyediaan air bersih dalam peneitian ini adalahtersedianya air bersih atau tidak tersedianya yang diperlukan responden Tersedianya : apabila mendapat air bersih Tidak tersedianya : apabila tidak mendapat air bersih c. Jumlah dan volume sampah disesuaikan dengan sampah yang dihasilkan sertiap kegiatan.  Tempat sampah terbuat dari bahan yang kuat.1. serta pengelolaan sampah. Fasilitas jamban keluarga Yang dimaksud dengan jamban keluarga dalam penelitian ini adalah ada atau tidaknya sarana pembuangan tinja yang diperlukan responden beserta keluarganya Ada : apabila ia memiliki jamban Tidak Ada : apabila tidak memiliki jamban b. penyediaan air bersih. dan dapur  Penampungan tertutup di pekarangan/SPAL  Penampungan terbuka di pekarangan  Tanpa penampungan (di tanah)  Langsung ke got/ sungai d.  permukaan bagian dalam rata dan dilengkapi dengan penutup. pengelolaan air limbah. tempat cuci.

penyediaan air bersih. pengelolaan sampah di Desa Kaccia RT IV dan RT V. 2. penyediaan air bersih. pengelolaan 49 . b. tidak terbuat dari beton permanen. terletak dilokasi yang terjangkau kendaraan pengangkut sampah dan harus dikosongkan sekurang-kurangnya 3 x 24 jam.dan jawaban yang salah diberi nilai (2) Kriteria Objektif a. Hipotesis Nol (H0) : Tidak adanya hubungan tingkat pengetahuan keluarga terhadap tersedianya fasilitas jamban. Rendah : Bila responden memperoleh skor < 10 nilai dari semua jawaban responden. 2. Memahami (comprehension). Hipotesis Penelitian 1. Skoringberdasarkan jawaban yang benar diberi nilai (1). Tinggi : Bila responden memperoleh skor ≥ 10 nilai dari semua jawaban responden. Evaluasi. Hipotesis alternative (Ha) : Adanyahubungan antara tingkat pengetahuan keluarga terhadap tersedianya fasilitas jamban keluarga. dan tiap jarak 20  meter pada ruang terbuka dan tunggu Tersedianya tempat pembuangan sampah semetara yang mudah dikosongkan. RW VI di Kelurahan Barombong. Pengetahuan Definisi Operasional Pengetahuan adalah suatu yang diketahui oleh responden tentang sanitasi lingkungan. Aplikasi. Tingkat pengetahuan di dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu: Tahu (know). Kecamatan Tamalate. pengelolaan air limbah. C. Sintesi.minimal 1 buah untuk setiap radius 10 meter. Penilaian berdasarkan kemampuan responden menjawab pertanyaan kueisoner meliputi 15 pertanyaan pilihan benar salah tentang pengetahuan sanitasi lingkungan. Analisis.

33 Penelitian ini bertujuan untuk meihat gambaran pengetahuan keluarga dengan sanitasi lingkungan pada Desa Kaccia. Kecamatan Tamalate Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan di Desa Kaccia. Kecamatan Tamalate. Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan bersifat analitik dan deskriktif dengan desain cross sectional study. RW VI Kelurahan Barombong. Waktu pelaksanaa penelitian pada awal november 2014 sampai akhir desember C. pengelolaan sampah di Desa Kaccia RT IV dan RT V. Penelitian ini disebut juga penelitian transversal variable bebas dan variabel tergantung diobservasi hanya sekali pada saat yang sama. BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A.air limbah. Menetapkan subyek penelitian 3. di RT IV dan RT V. di RT IV dan RT V. Melakukan observasi atau pengukuran 4. RW VI Kelurahan Barombong. Mengidentifikasi variabel penelitian 2. Penelitian cross – sectional dapat dilakukan dengan langkah – langkah berikut: 1. 2. Kecamatan Tamalate Tahun 2014. Melakukan analisis korelasi B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. RW VI di Kelurahan Barombong. Populasi dan Sampel 50 .

Kecamatan Tamalate Tahun 2014. melalui tahapan sebagai berikut : 1. di RT IV dan RT V. RW VI Kelurahan Barombong. di RT IV dan RT V. Editing (penyuntingan data) Pada tahap ini dilakukan pengecekan data sekunder untuk melihat kelengkapan jawaban. 2. Jenis Data Jenis data yang digunakan adalah data primeryaitu dengan teknik kuesioner langsung terhadap seluruh KK di Desa Kaccia. Coding (Pengkodean data) Setelah proses editing dianggap cukup maka proses selanjutnya adalah coding. di RT IV dan RT V. D. 4. Manajemen Data Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer. 3. Populasi Populasi adalah semua masyarakat yang bermukim di Desa KacciaBandang Barat. E. Sampel Sampel adalah rumah tangga yang berada dilokasi penelitian. 2. Cleaning (pembersihan data) Pada tahap ini dilakukan proses pembersihan data untuk mengidentifikasi dan menghindari kesalahan sebelum data di analisa. Kecamatan Tamalate Tahun 2014. RW VI Kelurahan Barombong. Proses cleaning diawali 51 .1. Entry (Peng-inputan data) Pada tahap ini dilakukan pemasukan data-data yang sudah dikumpulkan kedalam program komputer untuk proses analisis. kejelasan dan kesesuaian dengan pertanyaan dalam penelitian. Penarikan sampel dilakukan secara totalsampling di Desa Kaccia. Dalam proses ini akan dilakukan pengklasifikasian jawaban dengan memberi kode-kode untuk mempermudah proses pengolahan data. RW VI Kelurahan Barombong. Kecamatan Tamalate Tahun 2014.

dengan menghilangkan data yang tidak lengkap dan data yang mempunyai nilai ekstrim. Uji statistik yang digunakan yaitu Chi-Square. karena variabel independen dan dependennya termasuk dalam jenis variabel kategorik. Keputusan uji statistik dalam uji Chi-Square adalah p-value ≤ 0.05 maka hasil perhitungan statistik signifikan. Analisis Univariat Data yang diolah kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berdasarkan masing-masing variabel untuk presentase dan disertai dengan penjelasan meliputi data Pengetahuan KK 2.005 berarti tidak ada hubungan antara variabel independen dan variabel dependennya Dalam uji Chi-Square ini untuk mengetahui derajat hubungan digunakan nilai Odds Ratio (OR) yaitu perbandingan nilai odds pada kelompok 52 . 1. Analisa Data Data yang diperoleh melalui penelitian ini akan diolah menggunakan program SPSS dan analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Artinya ada hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Sedangkan p-value > 0. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen Analisis bivariat akan digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel bebas (variabel independen) dengan variabel terikat (variabel dependen). E.

data primer diperoleh melalui hasil pengamatan (observasi) terhadap kondisi sanitasi lingkungan dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan acuan kuesioner dan pengamatan langsung. Interpretasi nilai OR adalah sebagai berikut : a. tabulasi silang dan grafik. Nilai OR >1 dan 95% CI tidak termasuk 1 didalmnya maka ada hubungan antara eksposure dengan outcome. Teknik Analisis Data Data yang telah dikumpulkan akan diperoleh dengan membuat tabel distribusi frekuensi. F. G.terekspose dengan odds kelompok tidak terekspose. Teknik Pengumpulan Data a. Kecamatan Tamalate Tahun 2014. Kelurahan Barombong. 2005). 2005). Sumber data sekunder diharapkan dapat berperan membantu mengungkap data yang diharapkan (Bungin.Untuk penelitian ini. b. Nilai OR >1 dan 95% CI termasuk 1 didalamnya maka tidak ada hubungan antara eksposure dengan outcome. Ukuran OR ini biasa digunakan untuk desain penelitian case control atau cross sectional. Meliputi gambaran umum daerah dan data lain yang di perlukan penelitian didapat dari dan kantor Kelurahan dan RT setempat di Desa KacciaBandang Barat RT IV dan RT V. Data Primer Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian (Bungin. b. c. RW VI. 53 . Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkan. Nilai OR <1 maka tidak ada hubungan antara eksposure dengan outcome.

Gambaran Umum lokasi penelitian 1.5 ORW 10 2. hingga tidak sekolah. wiraswasta. petani. Keadaan Geografis Kelurahan Barombong berada di Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Adpun mata pencaharian penduduk sebagian besar berturut-turut adalah nelayan . Sebelah barat berbatasan dengan Laut / kecamatan Selat Makassar Adapun luas wilayah Kelurahan Barombong adalah 748.5 ORW 8 .5 ORW 6 . Pegawai swasta. Sebelah\ timur berbatasan dengan Kanjilo Kabupaten Gowa / kecamatan Gowa c. Keadaan Demografi Berdasarkan hasil : Barombong : Bungaya : Pattukangang : Bontoka petta : Bontoa : Kaccia : Tomposappa : Sumanna : Timbuseng : Banyoa survey bulan Desember 2014 jumlah penduduk kelurahan Barombong adalah 11858 jiwa. Kelurahan Barombong terdiri atas 10 ORW yaitu .5 ORW 3 . PNS.5 ORW 2 . Adapun batas wilayah Kelurahan dan Kecamatan Barombongadalah : a. Sebelah utara berbatasan dengan kelurahan Tanjung Merdeka / kecamatan Tamalate b.BAB V HASIL PENELITIAN A.5 ORW 4 .5 ORW 7 .5 ORW 1 . SLTP. 54 . tidak tamat SD.5 ORW 5 . tamat SD.09 Ha dengan jumlah rumah 1863 buah. Tingkat Pendidikan dan Mata Pencaharian Tingkat pendidikan di kelurahan Barombong bervariasi mulai dari tingkat Perguruan Tinggi.5 ORW 9 . SLTA. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Pakkatta Kabupaten Takalar / kecamatan Desa Pakatta d. 3. laki-laki sebanyak 5870 jiwa dan wanita 5986 jiwa. buruh tani.

Kecamatan Tamalate Kota Makassar. pedagang keliling. buruh migran perempuan. Letak dari distribusi rumah-rumah di RW VI saling berdekatan sehingga tidak terlalu sulit untuk dijangkau dengan berjalan kaki. Tingkat pendidikan KK Pendidikan (n) 47 (%) . pekerjaaan. Selain data primer terdapat pula data sekunder yang tersedia di kantor Kelurahan Barombong.buruh migrant laki-laki. pembuangan limbah. mulai tanggal 10 November-30 Desember 2014. penyediaan jamban keluarga. penyediaan air bersih . B. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga (KK) di Desa KacciaRT V dan IV Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar.pembuangan sampah.1. pengrajin industry rumah tangga. dimana seluruh kepala keluarga (KK) dimasukkan dalam penelitian ini. Pada penelitian ini jumlah sampel yang diteliti sebanyak 70 Kepala Keluarga. Adapun data yang diperoleh berdasarkan data primer melalui wawancara langsung dari rumah ke rumah lain dan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disediakan. Tabel 5. Data primer tersebut berupa data tingkat pendidikan. Karakteristik Sampel Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Desa KacciaRW VI/ RT V dan IV Kelurahan Barombong.

8%).5 Ibu Rumah Tangga 14 20 Jumlah 70 100.2.71 Pedangan 23 32.0 Berdasarkan table 5.8 Petani 13 18.SD 45 64. selebihnya bekerja sebagai buruh harian sebanyak 16 (22.14 Jumlah 70 100.0 Berdasarkan table 5. dapat diketahui bahwa sebagian besar penduduk di desa Kaccia kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate bermata pencaharian sebagai pedagang sebanyak 23 (32.8%).8 SMA 4 5. Ibu Rumah tangga sebanyak 14 48 .1 dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan masyarakat di desa Kaccia kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate paling banyak berada di tingkat SD sebanyak 45 (64. sedangkan paling sedikit adalah tidak sekolah sebanyak 5 (7.2 Tingkat Pekerjaan Pekerjaan Wiraswasta (n) 4 (%) 5.2%).71 TIDAK SEKOLAH 5 7.2 SMP 16 22.8 Buruh harian 16 22.14%). Tabel 5.

1%). pengelolaan air limbah.3 Distribusi Pengetahuan keluarga di Desa Kaccia Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar Kelurahan Pengetahuan Tinggi (n) 33 (%) 47.Dan dari 15 soal terdiri dari pengetahuan tentang sarana air bersih.71%). Distribusi responden berdasarkan pengetahuan yang menjadi objek penelitian yaitu.(20%).5%). pengelolaan sampah. Hasil dapat dilihat pada tabel no. Pengetahuan keluarga dalam kategori tinggi sebanyak 33 orang (47. C. sebagai petani sebanyak 13 (18. 15 dengan pilihan benar dan salah. Secara rinci dapat dilihat dari table dibawah ini. kategori rendah sebanyak 37 orang (52. 1 sampai no.Tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang sanitasi diperoleh dari hasil kuisoner didalamnya terdapat soal dari no.3 berikut dan pada tabel lampiran: Tabel 5. dan sebagai wiraswasta sebanyak 4 (5.9 49 . pengelolaan jamban. sebanyak 70 responden.1 Rendah 37 52. Pengetahuan Tingkat pengetahuan dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang sanitasi.9%). Analisis Univariat Adapun hasil penelitian disajikan dalam tabel yang disertai penjelasan sebagai berikut: 1.

0 (N) (%) 0.4 Sumber Air Minum Keluarga Sumber air minum (n) (%) Keluarga PAM 5 7.0 2.0 berbau.3 .14%).0 Dari table 5. Sanitasi Lingkungan Tabel 5.1 Total 70 100. berbau.Jumlah 70 100. Tabel 5.5 Distribusi Frekuensi Sanitasi Lingkungan pada responden di Desa Kaccia Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar No 1. Sanitasi Lingkungan Sarana Air Bersih a. Ada.7 Dibeli/gallon 47 67. bukan milik sendiri. milik sendiri.14 Sumur 18 25. 9 12.8 berwarna dan berasa c. diikuti dengan sumur sebanyak 18 responden (25.7%) dan terakhir PAM sebanyak 5 responden (7.4 di atas menunjukkan bahwa sumber air minum terbanyak masyarakat di desa Kaccia adalah dibeli/gallon sebanyak 47 responden (67.1%). Ada.Tidak ada b. berwarna dan 50 10 14.

tidak berbau. Ada. 41 58.85 air (jarak dengan sumur air < 10 meter) c. 0 (%) 61. Ada. Ada.0 0 70 0. sehingga tergenang tidak 4 (N) (%) 5. septik tank Total 1 70 1. 3 4.3 tank e. Sanitasi Lingkungan Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) a. bukan leher angsa. Ada. Tidak ada b. Ada. tidak berasa Total 0 No 2.43 100. Sanitasi Lingkungan (N) 43 Jamban a.0 disalurkan ke sungai/ kolam c. ada tutup.6 tidak berwarna. tidak berbau. tidak ada tutup.3 70 100. Ada. diresapkan tetapi mencemari sumber 2 2. dialirkan keselokan terbuka d. 0 No 3. ada tutup. Ada. tidak berasa e. Ada.0 100. Ada. bukan milik sendiri.7 0. Tidak ada.4 0. berwana. tidak 10 14. milik sendiri. Ada. bukan leher angsa.71 teratur di halaman b.berasa d.28 disalurkan ke sungai/ kolam d. dialirkan ke selokan tertutup Total 0 51 . sumber air (jarak dengan sumber air > 10 meter) e. bukan leher angsa. diresapkan dan tidak mencemari 32 0 45. leher angsa. septik 24 34.

4 5.71 14. Ada.8 25. Ada.7 tutup c. Tidak ada dan di buang di sungai 30 b. Ada. kedap air dan tertutup e.2 100. kedap air dan tidak tertutup d. 0 Sumber : data kuisoner di desa Kaccia 52 .No 4. Tidak ada dan di buang di pekarangan Total 8 4 10 70 11. Sanitasi Lingkungan (N) Sarana Pembuangan Sampah a. tetapi tidak kedap air dan tidak ada 18 (%) 42.

6 Distribusi Sanitasi Lingkungan pada responden di Desa Kaccia Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar Sanitasi Baik (n) 24 (%) 34. Sanitasi keluarga kategori baik sebanyak 24 orang (34.00 for Windows berikut langkah-langkah penentuan uji hipotesis. sebanyak 70 responden.0 Distribusi responden berdasarkan sanitasi lingkungan yang menjadi objek penelitian yaitu.Pengujian data penelitian menggunakan bantuan program SPSS versi 21. Berdasarkan tabel 5. Hasil Analisis Bivariat Analisis bivariat bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent. D. dan yang kurang sebnayak46 orang (65. . Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan uji Chi Square.7%).6 diatas diketahui bahwa sanitasi lingkungan di Desa Kaccia Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate paling besar kategori kurang terdapat pada 46 rumah (65.7 Jumlah 70 100. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga dengan sanitasi lingkungan.3%).7 %).55 Tabel 5.3 Buruk 46 65.

56

Tabel 5.7 Langkah-langkah untuk menentukan uji hipotesis yang sesuai
dengan panduan tabel uji hipotesis dan diagram alur

1

Langkah
Menentukan

variabel

Jawaban
yang Variabel yang dihubungkan adalah:
- Pengetahuan Keluarga dengan

dihubungkan
Sanitasi lingkungan
2
3

Menentukan jenis hipotesis
Komparatif
Menentukan masalah skala Kategorik

4

variable
Menentukan

5

pasangan/tidak Tidak berpasangan

pasangan
Menentukan jenis tabel B x K
2x2
Kesimpulan:
Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square bila memenuhi syarat. Bila
tidak memenuhi syarat uji Chi-Square digunakan uji alternatifnya
yaitu uji Fisher.
Sumber: Statistik Kedokteran dan Kesehatan
Syarat uji Chi-Square adalah sel yang mempunyai nilai expected

kurang dari 5, maksimal 20% dari jumlah sel. Pada penelitian ini, setelah
variabel dimasukkan ke dalam diagram uji hipotesis tabel B x K, tidak ada sel
yang mempunyai nilai expected kurang dari 5, sehingga uji statistik yang
digunakan adalah uji Chi-Square.(19)
Adapun hasil analisis bivariat mengenai pengetahuan keluarga dengan
sanitasi lingkungan, disajikan pada table berikut ini.

Tabel 5.8 Hubungan Pengetahuan dengan Sanitasi Lingkungan

57

95 %
Pengetahua

confidence

n

Sanitasi
Baik

Buruk

interval
Total

P-

N

%

N

%

N

%

value

Tinggi

20

60.6

13

39.4

33

100

0,000

Rendah

4

10.8

33

89.2

37

100

OR

upper

12.69

44.33
3.634

2

3

Total
24 34.3 46
65.7 70 100
Sumber : data primer Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota
Makassar 2011
Berdasarkan 5.8. tabel di atas dapat diketahui bahwa di dapatkan
jumlah pengetahuan yang kategori tinggi sebanyak 33 responden (47.1%) ,
yakni yang baik sanitasinya sebanyak 20 responden (60.6%) dan
kurang sanitasinya sebanyak 13 responden

lower

(39.4%). Sedangkan

yang
jumlah

pengetahuan yang kategori rendah sebanyak 37 responden (52.9%), yakni
yang baik sanitasinya sebanyak 4 responden (10.8%) dan yang buruk
sanitasinya sebanyak 46 responden (65.7%).
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai P = < 0,000 (p<0,05),
berarti Ho di tolak dan Ha diterima. Hal ini berarti terdapat hubungan antara
pengetahuan keluarga dengan sanitasi lingkungan.
Untuk mengetahui kurangnya sanitasi lingkungan pada keluarga yang
memiliki pengetahuan rendah maka dapat dilihat nilai OR= 12.692 (95% CI=

58

44.333 - 3.634).Hal ini berarti keluarga dengan pengetahuan yang rendah 12
kali lebih besar terhadap kurangnya sanitasi lingkungan dibandingkan dengan
keluarga dengan pengetahuan yang tinggi.
Tabel 5.9 Ringkasan Hasil Analisis Bivariat tentang Pengetahuan dengan
Sanitasi Lingkungan

Hubungan
Pengetahuan
dengan

pvalue
Sanitasi

OR
12.69

0.000
Lingkungan

2

95 %
confidence
interval
Upper Lower Kesimpulan
44.33
3.634
3
Ho Di tolak

1%) . di atas dapat diketahui bahwa di dapatkan jumlah pengetahuan yang kategori tinggi sebanyak 33 responden (47.9%). Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang berada di Desa Kaccia sebanyak 70 KK. Kecamatan Tamalate Kota Makassar. yakni yang baik 59 . sebanyak 70 responden.4%).9%). Pengetahuan Keluarga Distribusi responden berdasarkan pengetahuan yang menjadi objek penelitian yaitu. Pengetahuan keluarga dalam kategori tinggi sebanyak 33 orang (47. Kelurahan Barombong.1%). Hubungan Pengetahuan Keluarga tentang Sanitasi Lingkungan Berdasarkan tabel 5.6%) dan yang kurang sanitasinya sebanyak 13 responden (39. Maka akan dibahas sebagai berikut: A. yakni yang baik sanitasinya sebanyak 20 responden (60. Sedangkan jumlah pengetahuan yang kategori rendah sebanyak 37 responden (52.8. kategori rendah sebanyak 37 orang (52.BAB VI PEMBAHASAN Dari hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan keluarga dengan sanitasi lingkungan yang dilaksanakan di wilayah Desa KacciaRW VI/ RT IV dan V. B.

tingkat pendidikan.7%).71%).sanitasinya sebanyak 4 responden (10.(19) 2. yang pendidikan SD sebanyak 45 orang (64. tingkat pekerjaan. Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate. tingkat pendidikan seseorang dapat meningkatkan pengetahuan itu termasuk pengetahuan tentang kesehatan.8%).14%). Tingkat pendidikan responden di Desa Kaccia. dalam hal 60 . Tingkat Pekerjaan Data tentang tingkat pekerjaan. Semakin tinggi pendidikan seseorang semakin mereka tahu bagaimana cara menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. sebanyak 70 Kepala Keluarga (KK) dan yang pendidikan SMA sebanyak 4 orang (5. Tingkat pendidikan Tingkat pendidikan seseorang akan memiliki andil besar dalam pola pikir dan masalah menentukan pengetahuan kesehatan. Menurut Notoatmodjo (2005). Berikut akan dibahas faktor-faktor tersebut: 1. masyarakat di Desa Kaccia RT V dan VI/ RW VI Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate. hal ini disebabkan beberapa faktor pendukung seperti.2%). status ekonomi.8%) dan yang kurang sanitasinya sebanyak 46 responden (65. dan yang pendidikan tidak sekolah sebanyak 5 orang (7. Tingkat terhadap sesuatu pendidikan khususnya juga pengetahuan tentang kondisi lingkungan dalam penanganan keluhan penyakit. Dari data tersebut memperlihatkan bahwa lebih banyak keluarga yang pengetahuannya kurang tentang sanitasi lingkungan. yang pendidikan SMP 16 orang ( 22.

Termasuk factor predissposisi terhadap perilaku kesehatan.858 jiwa.Semakin tinggi status ekonomi seseorang menjadi factor yang memudahkan untuk terjadinya perubahan perilaku. jualan sembako) sebesar 23 (32%). Mata pencaharian peduduk di desa Kaccia.ini pekerjaan yang paling banyak yakni sebagai pedagang ( sayuran.Berdasarkan penelitian sebelumnya penghasilan yang rendah berpengaruh 4 kali terhadap penggunaan jamban.(22) 61 . malnutrisi dan penyakit infeksi yang tinggi. sangat beragam diantaranya bermata pencaharian sebagai petani.598 jiwa/km2.986 jiwa. pedangan keliling. maka tentunya akan mempengaruhi status kesehatan masyarakat tersebut khususnya masalah kesehatan lingkungan. wiraswasta. Dengan jumlah laki-laki sebanyak 5. buruh harian.Jika dihubungkan dengan stratifikasi sosio-ekonomi dimana dapat kita lihat pada komunitas yang miskin didapatkan angka mortalitas. Dengan banyaknya yang bermata pencaharian sebagai pedagang. Karena dengan status ekonomi yang serba mencukupi maka biaya yang diperoleh dapat digunakan untuk melakukan pelayanan kesehatan dan memperbaiki lingkungan tempat tinggal. Status ekonomi Berdasarkan data monografi jumlah penduduk di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate pada tahun 2014 sebanyak 11. dan Ibu rumah tangga. dengan luas wilayah km 2 sehingga kepadatan penduduk 1. jumlah perempuan sebanyak 5.870 jiwa.(21) 3.

3%) responden yang menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih. Namun sumber air minum yang ada di desa Kaccia RT IV dan V/ RW VI sudah terdistribusi dengan baik.tidak berwarna.7%).3%). tidak berbau. dan yang buruk sebanyak 46 orang (65. berasa dan berwarna. Sanitasi lingkungan Distribusi responden berdasarkan sanitasi lingkungan yang menjadi objek penelitian yaitu. milik sendiri. Di samping itu. tidak berasa). Air Dari hasil observasi 10 (14. yang memenuhi syarat kesehatan yakni (Ada. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa sanitasi lingkungan di Desa Kaccia Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate paling besar kategori kurang terdapat pada 46 rumah (65. Sumber air yang melalui sumur tersebut masyarakat hanya menggunakan untuk keperluan mandi dan mencuci karena airnya tidak terlalu sehat yakni berbau. sebanyak 70 responden. Sumber air bersih yang lain digunakan 62 . Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di desa ini mempunyai kesadaran tentang pentingnya air bersih yang akan di konsumsi sehari-hari. untuk sumber air minum keluarga yang menggunakan air galon/dibeli sebanyak 47 (67.1%) yang di konsumsi sehari-hari. Berikut ini akan di jabarkan masing-masing yang termasuk dalam sanitasi lingkungan : 1.7%).C. Sanitasi keluarga kategori baik sebanyak 24 orang (34.

jika air terkontaminasi maka dapat menjadi vector penyakit karena air dapat merupakan sumber penularan penyakit terutama penyakit diare dan penyakit kulit.(23) Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa kesadaran masyarakat menggunakan air bersih untuk konsumsi sehari-hari sudah tinggi.14%). sedangkan yang tidak memenuhi syarat fisik ada 19 (27. sedangkan sumber air minum yang di ambil melalui sumur sebanyak 18 (25. apalagi masyarakat di desa tersebut hampir seluruhnya meminum air yang telah dimasak. Hal ini disebabkan karena masih ada masyarakat yang menggunakan sumber air minum dari sumur. Dari kepustakaan Daud Anwar (2003). 63 (24) .7%).adalah PAM sebanyak 5 (7. Masih adanya keluarga yang kualitas fisik air minumnya belum memenuhi syarat merupakan tanggung jawab semua pihak untuk menciptakan kondisi sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan sebagimana yang telah dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2010 penduduk Indonesia baik di desa maupun di kota diharapkan telah memanfaatkan dan menggunakan sarana air bersih yang telah memenuhi syarat yang pada akhirnya penyakit yang disebabkan oleh air misalnya diare dan penyakit kulit dapat ditekan semaksimal mungkin.1%).

Rasa asin disebabkan adanya garam – garam tertentu yang larut dalam air. air yang berbau biasanya disebabkan oleh bahan-bahan organik sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air. septic tank). Tidak berwarna Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih.dan berasa terjadi akibat adanya dekomposisi bahan organic didalam air. ada tutup. b. Jamban Dari data yang diperoleh mengenai sarana pembuangan kotoran (jamban) yang memiliki sebanyak 24 (34.3%) yakni (Ada. c. sebaliknya yang tidak memiliki 64 . Sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik. pahit atau asin menunjukkan air tersebut tidak baik. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan koloid dan bahan-bahan yang terlarut dalam air yang berbahaya bagi kesehatan. Tidak berasa Secara fisik air bisa dirasakan oleh lidah. bukan leher angsa.Menurut Slamet (2010) Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisik sebagai berikut (25) : a. air yang terasa asam. Air yang biasanya berbau. Tidak berbau Air yang memenuhi standar kualitas harus bebas dari bau. (26) 2.

Dengan tercemarnya lingkungan tentunya memudahkan berkembang biaknya berbagai vector penyakit.sisanya yang memiliki. 3. bukan leher angsa. Keadaan ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan oleh kotoran manusia dikarenakan kurangnya kepemilikan jamban. septic tank sebanyak 1 (1. disalurkanke sungaiatau kolam sebanyak 3 (4. leher angsa. 4. padahal seperti yang kita ketahui bahwa salah satu syarat rumah sehat adalah terdapat jamban keluarga. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum 2. Alasan kurangnya kepemilikan jamban adalah biaya saluran jamban yang tidak dapat dijangkau oleh sebagian besar penduduk di desa Kaccia ini dan juga karena adanya factor kebiasaan. apalagi masyarakat yang tidak memiliki jamban tersebut rata-rata buang air besar di sungai.4%).43%). 5.4%) yang tidak memiliki jamban keluarga membuat hal ini cukup memprihatinkan.jamban sebanyak 43 (61. dan yang memiliki. Ini menunjukkan masih lebih rendah dari setengah jumlah penduduk di desa Kaccia RT IV dan V/ RW VI yang tidak memiliki jamban. Dengan masih adanya 43 (61. Adapun syarat jamban yang memenuhi syarat menurut Depkes (1997) yaitu (27) : 1.28%). ada tutup. 6. dengan lubang penampungan minimal 10 meter) Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus Dilengkapi dinding dan atap pelindung Penerangan cukup Tersedia air dan alat pembersih Aman digunakan dan mudah dibersihkan 65 .

diresapkan dan tidak mencemari sumber air.7%) yang memiliki SPAL (Ada.71%) sehingga tergenang tidak teratur di halaman. Namun yang sisanya tidak memiliki SPAL umumnya mereka membuang ke sungai dan membiarkan tergenang akhirnya menjadi masalah. karena ini dapat menyebabkan meningkatkannya pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga.85%) yang memiliki SPAL dengan jarak pada sumber air <10 m sehingga limbah cair dapat mencemari sumber air bersih. juga merupakan media penularan penyakit pada masyarakat.Kotoran manusia merupakan buangan padat yang selain menimbulkan bau. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya SPAL sudah lumayan baik. (28) 3. Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) Berdasarkan data yang diperoleh sebanyak 32 (45. Ketidakpedulian penduduk terhadap kondisi ini menjadi penyebab utama buruknya sistem drainase. jarak dengan sumber air >10 m). sebaliknya yang tidak memiliki SPAL hanya 4 (5.. sehingga tidak terjadi penularan penyakit yang diakibatkan oleh tinja. sebanyak 2 (2. mengotori lingkungan. Selain itu saluran air limbah ini juga menimbulkan bau dan ketidaknyamanan penduduk. Air limbah yang dibiarkan tergenang dan membentuk comberan selain menimbulkan bau tidak sedap juga merupakan media yang baik untuk perkembangbiakan 66 . dan. Oleh sebab itu perlu sekali menjaga kebersihan jamban dan kamar mandi.

memelihara.Kondisi ini tentu sangat 67 . (23) Sedangkan air limbah yang dibuang ke sungai tentu akan merusak ekosistem satwa laut yang tentunya juga akan berdampak pada masyarakat di desa ini. tapi tidak tertutup. Untuk itu peenampungan air limbah dan pembuangan yang memenuhi persyaratan teknis kesehatan perlu untuk melindungi. hal ini disebabkan karena tidak adanya tempat pembuangan sampah umum yang disediakan. dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selebihnya ada yang dibakar.8%). 3. dan ditimbun. Lingkungan yang tidak sehat akibat tercemar air buangan dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat. typhus abdominalis. Kemudian untuk cara pembuangan sampah hampir seluruh masyarakat membuang sampahnya ke sungai.7%) dan sarana pembuangan sampah yang kedap air. Sebaliknya yang tidak memiliki sarana pembuangan sampah sebanyak 30 (42. Kondisi tempat sampah yang tidak bertutup ini dapat menimbulkan bau yang tidak enak dari segi estetika. Ini menunjukkan masih rendahnya kepemilikan tempat pembuangan sampah di desa Kaccia RT IV dan V/ RW VI. Sarana Pembuangan Sampah Berdasarkan data yang diperoleh tentang kepemilikan sarana pembuangan sampah yang tidak kedap air dan tidak ada tutupnya yaitu sebanyak 18 (25. hepatitis.vector penyakit seperti kolera.

pencemaran air dalam tanah. dapat menjadi sumber pengotoran tanah. pemandangan di pantai dan laut menjadi membahayakan tidak bagi indah. suatu pengelolaan sampah dianggap baik jika sampah tersebut tidak berkembang biaknya bibit penyakit. (29) Dalam ilmu kesehatan lingkungan. Menurut kepustakaan (Clean Reef 2008) dampak sampah terhadap laut diantaranya sampah seperti jarring atau tali plastik menganggu pergerakan satwa laut yang terjerat didalamnya. Secara umum pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan akan dapat mengakibatkan berkembang biaknya serangga dan tikus. dan pencemaran udara. serta dapat menjadi tempat berkembangbiaknya kuman penyakit yang membahayakan kesehatan.memprihatinkan karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan akibat pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya. membahayakan pengguna kapal karena baling-baling yang tersangkut. penyu. serta sampah 68 menjadi tersebut tempat tidak . atau ikan dan lain-lain Sampah yang menumpuk di laut mengancam kehidupan terumbu karang. juga membahayakan penyelam apabila gagal melepaskan lilita tali plastik dan sampah plastic di laut merupakan tempat berkumpulnya zat kimia dan toksik ketika satwa laut seperti ikan memakan plastik maka toksik akan dapat berpindah ke tubuh ikan. burung. dampaknya bagi kita manusia ketika memakan daging ikan yang mengandung toksik. sampah anak-anak pecahan yang kaca bermain atau di besi pantai.

(27) Dari pembahasan tersebut diatas. . Dengan demikian Ho di tolak dan Ha diterima. Begitu pula sama halnya dengan tingkat pekerjaan dan status ekonomi keluarga akan mempengaruhi kondisi sanitasi lingkungan permukiman mereka. dan status 69 ekonomi kepala keluarga. Buruknya sanitasi di Desa Kaccia Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar dipengaruhi juga oleh tingkat pendidikan. Syarat lain yang harus dipenuhi dalam pengelolaan sampah ialah tidak mencemari udara. pekerjaan. (30) Sanitasi lingkungan yang dilihat dari aspek sarana air bersih. Sehingga dapat disimpulkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat pengetahuan kepala keluarga dengan sanitasi lingkungan. tidak menimbulkan bau (segi estetis).menjadi media perantara menyebar luasnya suatu penyakit. jika dilihat dari uji statistik diperoleh nilai < 0.05). air atau tanah. sarana pengolahan air limbah dan sarana pembuangan sampah yang dikatergorikan menurut kriteria pada Kepmenkes RI Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang persyaratan kesehatan perumahan. faktor-faktornya adalah tingkat pendidikan. jamban. yang terdiri dari 2 (dua) kriteria yaitu “sehat/ baik” apabila skor ≥ 334 dan “tidak sehat/buruk” apabila skor < 334.Semakin tinggi tingkat pendidikan dan pengetahuan kepala keluarga maka semakin tinggi pula tingkat partisipasi kepala keluarga dalam memperbaiki sanitasi lingkungan permukiman mereka. tingkat pekerjaan dan status ekonomi.000 (p<0. tidak menimbulkan kebakaran dan lain sebagainya.

rendahnya tingkat pendidikan kepala keluarga tentunya sangat mempengaruhi kondisi sanitasi di Desa Kaccia. 70 .

Pandangan Islam terhadap Ilmu Pengetahuan 71 . Sejak bentuk tulisan yang paling primitif dengan bahan kertas yang amat sederhana manusia memulai abad-abad yang gemerlapan oleh sinar ilmu pengetahuan itu. di satu pihak orang mengamati kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangat pesat dan mendalam.Dan manusia merasa telah mampu mengeksploitasi kekayaan-kekayaan dunia secara besar-besaran.BAB VII TINJAUAN KEISLAMAN Pada pembahasan tentang pengetahuan dan sanitasi lingkungan di Desa Kaccia berdasarkan kajian Al-Qur’an dan hadits. namun bersamaan dengan itu dipihak lain orang mengamati dekadensi kehidupan beragama dikalangan umat manusia. dan dapat menyelesaikan penulisan beribu-ribu kata dalam waktu yang amat singkat. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tampak jelas memberikan buah yang sangat menyenangkan bagi kehidupan lahiriyah umat manusia secara luas. A Pendahuluan Dalam abad ke 20 ini. manusia telah menulis berjuta-juta buku. secara bertahap tapi pasti membuktikan bahwa ayat-ayat al-Qur'an itu benar dan mengagumkan. (31) Kemajuan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi kurun ini. (31) B.

mengobservasi. Perintah membaca merupakan kunci mencari dan mengulas ilmu pengetahuan itu. Islam sangat gigih dalam mendorong umat manusia untuk mencari ilmu dan mendudukkannya. masalah ilmu pengetahuan merupakan pangkal perintah Allah kepada manusia. “membaca” apakah yang hendak dibaca tanpa ada sesuatu yang tersurat? Dan ini merangsang manusia untuk giat menulis. dan kemudian merumuskannya sebagai teori ilmu. akan melapangkan 72 (tempat) untukmu. membacapun tak dapat jalan tanpa memiliki pengetahuan membaca dan ketrampilan bahasa dan pandai menulis adalah rangkaian dari sarana dalam rangka menimba ilmu pengetahuan itu.Sepanjang yang kita ketahui. apabila dikatakan kepadamu berlapang-lapanglah niscaya Allah SWT dalam majlis. Pembahasan Umum Surah Al Mujadilah Artinya: Hai orang-orang yang beriman. maka lapangkanlah. menganalisis. Dan . rasanya belum ada sesuatu agamapun yang melampaui dalamnya pandangan terhadap ilmu pengetahuan sebagaimana pandangan yang diberikan Islam. meneliti. sebagai sesuatu yang utama dan mulia. (31) Sejak awal turunnya wahyu kepada Muhammad Saw (al-Qur'an). (31) a.

penulis akan mengemukakan beberapa pendapat ahli tafsir (mufassir) sebagai berikut: 1. b.al. maka berdiri. Dalam pembahasan ini. Asbabul Nuzul. berdirilah kamu. Dan juga ayat ini turun sebagai perintah kepada kaum mukmin untuk mentaati perintah Rasulullah dan memberikan kesempatan duduk kepada sesama mukmin 36. Tafsir isi kandungan ayat. Dan Allah SWT Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS.Mujadilah ayat : 11) a.apabila dikatakan. dan tamu-tamu itu (pahlawan Badar) disuruh duduk di tempat mereka. Rasulullah menyuruh berdiri kepada pribumi. sehingga terpaksa mereka berdiri. Menurut Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muqatil bahwa ayat ini turun pada hari jum'at. niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orangorang yang diberi Ilmu pengetahuan beberapa derajat. Orang-orang yang disuruh pindah tempat itu merasa tersinggung perasaannya. Dalam tafsir Fakhrur Razi 73 . di saat pahlawan-pahlawan Badar datang ke tempat pertemuan yang penuh sesak. Orang-orang tidak memberi tempat kepada yang baru datang itu.

2. Dan keutamaan orang yang berilmu dan beriman adalah bertambah derajat di sisi Allah SWT dan di sisi manusia akan mendapatkan tempat yang baik 34.Ayat ini menunjukan pada setiap orang yang meluaskan majlis untuk beribadah kepada Allah SWT dan dibukakan beberapa pintu kebaikan dan kebahagiaan. Dalam tafsir Shafwah at-Tafaasir Ayat ini menjelaskan untuk saling mamberi kelapangan yaitu pada apa-apa yang dibutuhkan manusia pada tempat. hati dan juga menunjukan bahwa setiap orang yang meluaskan majlis 74 . Karena keutamaan ilmu adalah bagaimana cara beribadah dengan khusyu' dan menjalankan perintah dan larangannya. derajat-derajat yang banyak dalam hal pahala dan tingkat-tingkat keridhaan 35. 3. rizki. Dan Allah SWT mengangkat orang yang beriman dengan perumpamaan perintah Rasul-Nya dan orang-orang alim di antara mereka khususnya dalam hal derajat. berupa kebaikan di dunia dan akherat. khususnya orang-orang yang berilmu di antara mereka. Dalam tafsir al-Maraghi Ayat ini mencakup pemberian kelapangan dalam menyampaikan segala macam kebaikan kepada kaum muslimin dan yang menyenangkannya. Dan Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang mukmin dengan mengikuti perintah-perintah-Nya.

yaitu apabila mereka mempersempit tempat duduk di samping Rasulullah SAW. dalam arti Allah SWT mengangkat orang yang beriman dan berilmu di antara orang mukmin. Sebagaimana safaat kepada tiga orang yaitu para Nabi.35 4. Menurut Ibnu Katsir Siapa yang menanam kebaikan maka ia juga akan memperoleh kebaikan. Allah SWT memberi derajat yang tinggi sampai dengan surga.untuk beribadah kepada Allah SWT. Karena ayat ini turun berkenaan dengan majlis-majlis zikir. syuhada. maka Allah akan membuka pintu-pintu kebaikan dan kebahagiaan dan Allah akan meluaskan baginya di dunia dan akherat 37 Allah SWT akan mengangkat orang-orang mukmin dengan perumpamaan dan perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya. orang-orang yang pandai di antara mereka pada khususnya tingkatan yang tinggi. ulama. Dan keutamaan ilmu dalam keimanan sebagai simbol manusia yang mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. kemudian Allah SWT memerintahkan kepada mereka untuk melapangkan tempat duduk 75 . Ayat ini sebagai pujian kepada para ulama yang mempunyai kelebihan dengan ilmunya.

lalu dia keluar. Bahkan itu merupakan ketinggian dan perolehan martabat di sisi Allah SWT. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. sebab mereka tahu bahwa beliau sangat tidak menyukai hal itu. (QS. Bahkan dia akan memberikan balasan kepadanya di dunia dan di akhirat. maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya dan akan mempopulerkan namanya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 76 .37 ‫يرفع ال الذين أأامنوا منكم والذين أوتواالعلم درجات‬ “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan”. Karena orang yang merendahkan diri karena Allah SWT. Sedang Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan hal itu. Telah dikukuhkan pula bahwa para sahabat Nabi tidak pernah berdiri untuk menyambut kedatangan beliau. yaitu janganlah kamu mengira bila kamu memberikan kelapangan kepada saudaramu yang datang atau bila ia diperintahkan untuk keluar. Al-Mujadilah [58] : 11) 38 Allah SWT akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi Ilmu pengetahuan beberapa derajat.satu sama lain. akan mengurangi haknya.

tidak disebutkan kata meninggikan itu sebagai isyarat bahwa sebenarnya ilmu yang dimiliki itulah yang berperanan besar dalam ketinggian derajat yang diperolehnya. Tetapi menegaskan bahwa mereka memiliki derajat-derajat yakni yang lebih tinggi dari sekadar beriman. yang diberi pengetahuan adalah mereka yang beriman dan menghiasi diri mereka dengan pengetahuan. Dalam tafsir al-Mishbah Ayat ini menerangkan tentang perintah untuk memberi kelapangan dalam segala hal kepada orang lain. beramal saleh serta memiliki pengetahuan. Ayat ini juga tidak menyebut secara tegas bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat orang yang berilmu. yang pertama sekadar beriman dan beramal saleh.yaitu. Maha Mengetahui orang yang berhak untuk mendapatkan hal itu dan orang yang tidak berhak untuk mendapatkannya.37 77 . Ini berarti ayat di atas membagi kaum beriman jadi dua.37 5. tetapi juga amal dan pengajarannya kepada pihak lain baik secara lisan atau tulisan maupun keteladanan. Derajat kedua kelompok ini menjadi lebih tinggi. bukan saja karena nilai ilmu yang disandangnya. bukan akibat dari faktor di luar ilmu itu. yang kedua beriman.

menjauhi larangan-Nya dan berusaha menciptakan suasana damai. Dan dalam pandangan alQur'an ilmu tidak hanya ilmu agama. atau kamu disuruh pergi dahulu hendaknya kamu pergi. Dalam al-Qur'an dan tafsirnya Dalam ayat ini menerangkan bahwa jika disuruh Rasulullah SAW berdiri untuk memberikan kesempatan kepada orang tertentu agar ia dapat duduk. tetapi ilmu apapun yang bermanfaat. yang pada gilirannya mendorong yang berilmu untuk mengamalkan ilmunya serta memanfaatkannya untuk kepentingan mahkluk. demikian pula 78 orang yang berilmu yang . aman dan tentram dalam masyarakat. 34 Akhir ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat-derajat orang yang beriman. atau melaksanakan perlu diselesaikan.urusan tugas-tugas yang agama. karena Rasul ingin memberikan penghormatan kepada orang-orang atau beliau ingin menyendiri untuk memikirkan urusan. tetapi juga yang menunjukan bahwa ilmu itu haruslah menghasilkan rasa takut dan kagum pada Allah SWT. melaksanakan perintah-Nya. yang taat dan patuh kepada-Nya.Ilmu yang dimaksud oleh ayat di atas bukan hanya ilmu agama. 6.

menggunakan ilmunya untuk menegakan kalimat Allah SWT.
Dari

ayat

ini dipahami bahwa orang-orang yang mempunyai

derajat yang paling tinggi di sisi Allah SWT ialah orang yang
beriman, berilmu dan ilmunya itu yang diamalkan sesuai dengan
yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.34

c. Pandangan Ilmuan Kontemporer
Dalam Islam, Ilmu merupakan salah satu perantara untuk
memperkuat keimanan. Iman hanya akan bertambah dan menguat, jika
disertai ilmu pengetahuan. Seorang ilmuan besar, Albert Enstein
mengatakan bahwa “Science without Religion is blind, and Religion
withoutscience is lame”, ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu
adalah lumpuh.
Menurut
membedakan

Ziauddin

Sardar, Ajaran

Islam

tidak

pernah

antar ilmu satu dengan yang lain. Karena dalam

pandangan islam, ilmu agama dan umum sama-sama berasal dari
Allah. Islam juga menganjurkan kepada seluruh umatnya untuk
bersungguh-sungguh dalam mempelajari setiap ilmu pengetahuan. Hal
ini dikarenakan Al-qur’an merupakan sumber dan rujukan utama
ajaran-Nya memuat semua inti ilmu pengetahuan, baik yang
menyangkut ilmu umum maupun ilmu agama. Memahami setiap misi
79

ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah memahami prinsip-prinsip Alquran. 42
d. Analisis Pengembangan Penulis
Sesungguhnya Allah SWT menyukai dan memuliakan orangorang yang telah beriman dan bertakwa dengan sebenar-benar iman,
disertai dengan pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat, baik
ilmu umum maupun ilmu agama.
Menuntut ilmu pengetahuan dalam arti luas yaitu ilmu
pengetahuan

umum

tersebut yang

dibutuhkan

agar

dan ilmu agama, karena kedua ilmu
manusia,

khususnya

umat

Islam

ilmu pengetahuan yang dipelajari dan diperolehnya dapat

semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jadi antara kedua ilmu itu harus saling berpadu, saling mengisi
karena

sejak

memerintahkan

awal
agar

mula

al-Qur'an

membaca

nama Allah SWT (berzikir).

80

diturunkan

(berpikir)

sudah

dengan

mulai

menyebut

Perintah Allah SWT "bacalah" berarti berpikirlah secara
teratur dan sistematik dan terarah dalam mempelajari firman dan
ciptaan-Nya. Adapun dalam proses membaca harus dilaksanakan
dengan

menyebut

dengan zikir.34

nama

Tuhanmu,

berarti

harus

berpadu

Karena mempelajari ilmu agama juga menjadi

kewajiban bagi umat Islam.
Ayat tersebut memberikan petunjuk tentang kewajiban
memperdalam ilmu agama dalam arti mempelajari sekaligus
mengajarkannya pada orang lain, karena perbuatan ini juga
mulia dan mendapatkan kedudukan yang tinggi dihadapan Allah
SWT sama dengan berjihad mengangkat senjata melawan musuh.
C. Kesehatan dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadits
Islam menetapkan tujuan pokok kehadirannya untuk memelihara
agama, jiwa, akal, jasmani, harta, dan keturunan. Setidaknya tiga dari yang
disebut di atas berkaitan dengan kesehatan.Tidak heran jika ditemukan bahwa
Islam amat kaya dengan tuntunan kesehatan.Paling tidak ada dua istilah
literatur keagamaan yang digunakan untuk menunjuk tentang pentingnya
kesehatan dalam pandangan Islam. (33)
1. Kesehatan, yang terambil dari kata sehat;
2. Afiat.
81

kata “afiat” dipersamakan dengan “sehat”. Afiat diartikan sehat dan kuat. misalnya ditemukan sabda Nabi Muhammad saw. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesra. Memang banyak sekali tuntunan agama yang merujuk kepada ketiga jenis kesehatan itu. yang memperkenalkan istilah-istilah kesehatan fisik. dalam Musyawarah Nasional Ulama tahun 1983 merumuskan kesehatan sebagai “ketahanan jasmaniah. Dalam konteks kesehatan fisik. : ‫لعمنلعمبهدلاللههمبهنلعممهربومبهنعامللععاهصلقعاللقعاللرأسوألللههلصلللاىعاللأهلعلميههلولسللمليعالعمبلدلاللههلألممأأ‬ ‫مخلبمرأللنلكلتأصوأمعاللنلهعالرلبولتأقوأمعاللميلأقملأتلبلللاىليعالرأسوللللههلقعاللفلللتمفلعملأصمملوألمفهطمرلبوأقمملو‬ ‫لنمملفهإلنهللجلسهدلكلعلميلكلحققعالبوإهلنهللعميهنلكلعلميلكلحققعالبوإهلنهللزمبوهجلكلعلميلكلحققعا‬ 82 . kesehatan mental. sedangkan sehat (sendiri) antara lain diartikan sebagai keadaan baik segenap badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit). dan memelihara serta mengembangkannya. dan sosial yang dimiliki manusia. sering menjadi kata majemuk sehat afiat. ruhaniah. sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan (tuntunan-Nya). Tentu pengertian kebahasaan ini berbeda dengan pengertian dalam tinjauan ilmu kesehatan. dan kesehatan masyarakat.Keduanya dalam bahasa Indonesia. (33) Majelis Ulama Indonesia (MUI). misalnya.

Kebersihan dikaitkan dengan tobat (taubah) seperti firman Allah: 83 .Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash dia berkata bahwa Rasulullah saw telah bertanya (kepadaku): “Benarkah kamu selalu berpuasa di siang hari dan dan selalu berjaga di malam hari?” Aku pun menjawab: “ya (benar) ya Rasulullah. Pembicaraan literatur keagamaan tentang kesehatan fisik. berjagalah dan tidurlah kamu. matamu mempunyai hak atas dirimu. dimulai dengan meletakkan prinsip: “Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. sesungguhnyabadanmu mempunyai hak atas dirimu. ”Rasulullah saw pun lalu bersabda: “Jangan kau lakukan semua itu. ” Karena itu dalam konteks kesehatan ditemukan sekian banyak petunjuk Kitab Suci dan Sunah Nabi saw yang pada dasarnya mengarah pada upaya pencegahan. dan isterimu pun mempunyai hak atas dirimu” (Hadis Riwayat al-Bukhari dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash) Demikian Nabi Saw. sehingga kebutuhan jasmaniahnya terabaikan dan kesehatannya terganggu. Berpuasalah dan berbukalah kamu. menegur beberapa sahabatnya yang bermaksud melampaui batas dalam beribadah. Salah satu sifat manusia yang secara tegas dicintai Allah adalah orang yang menjaga kebersihan.

agar mereka kembali (QS. maka Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa surat Ar-Rum ayat 41 itu menjadi petunjuk bahwa berkurangnya hasil tanam-tanaman dan buah-buahan adalah karena banyak perbuatan maksiat yang 84 . Pandangan Islam Tentang Kebersihan Lingkungan Sebagai khalifah.Inilah inti dari kebersihan jasmani merupakan bagian integral dari kebersihan rohani. A. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari perbuatan mereka.S.“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. terutama muslim/muslimah di muka bumi ini adalah sebagai khalifah (pemimpin) dan sebagai wakil Allah dalam memelihara bumi (mengelola lingkungan hidup). sudah tentu manusia harus bersih jasmani dan rohaninya. Ar Rum 41 Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Asbabul Nuzul Ditinjau dari asbab al-nuzul surat Ar-Rum ayat 41.Rum: 41). Pembahasan tentang Lingkungan Q. 38 a. Ar." (QS al-Baqarah [2]: 222) D. Jelaslah bahwa tugas manusia.

berarti dia telah berbuat kerusakan di bumi. bahwa ayat itu menjadi isyarat bahwa telah muncul berbagai kerusakan di dunia ini sebagai akibat dari peperangan dan penyerbuan pasukan-pasukan.dikerjakan oleh para penghuninya. Akhirnya mereka tertimpa azab dari sisi85 . Abul Aliyah mengatakan bahwa barang siapa yang berbuat durhaka kepada Allah di bumi.39 S esudah Allah menjelaskan bahwa timbulnya kerusakan sebagai akibat dari perbuatan tangan manusia sendiri. hawa nafsu terlepas bebas dari kalangan sehingga menimbulkan berbagai macam kerusakan di muka bumi. kapal-kapal perang dan kapal-kapal selam. Pandangan ahli tafsir Ahmad Mustafâ Al-Marâgî. Mereka melupakan sama sekali akan hari hisab. Hal itu tiada lain karena akibat dari apa yang dilakukan oleh umat manusia berupa kezaliman. dalam Tafsîr al-Marâgî memberi komentar terhadap surat Ar-Rum ayat 41. pesawatpesawat terbang. Karena tidak ada lagi kesadaran yang timbul dari dalam diri mereka. lalu Dia memberikan petunjuk kepada mereka. banyaknya lenyapnya perasaan dari pengawasan Yang Maha Pencipta. karena terpeliharanya kelestarian 37 bumi dan langit adalah dengan ketaatan. b. bahwa orang-orang sebelum mereka pernah melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dilakukan oleh mereka.

(b) keselarasan dengan masyarakat. Keselarasan dalam ajaran Islam mencakup empat sisi. dan (d) keselarasan dengan diri sendiri. (c) keselarasan dengan lingkungan alam. baik perusakan itu berupa pengotoran. c. Allah yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Allah tidak senang pada perusakan bumi dan pelakunya.Nya. Pandangan Ilmuan Kontemporer Menurut Muhammad Asad (Leopold Weiss). Perbuatan semacam ini merupakan salah satu bentuk sikap kufur nikmat yang bisa mendatangkan 39 siksa-Nya. ketidakadilan ataupun penyalahgunaan lingkungan dari tujuan penciptaannya oleh Allah. Alam raya oleh Al-Quran dinyatakan sebagai diciptakan Allah dalam bentuk yang sangat serasi dan selaras bagi kepentingan manusia. bahwa tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah tercapainya keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup. Setelah Allah ciptakan dengan baik dan dipersiapkan untuk dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang memakmurkannya. sehingga mereka dijadikan pelajaran buat orang-orang yang sesudah mereka dan sebagai perumpamaan generasi selanjutnya. yaitu (a) keselarasan dengan Tuhan.33 Di samping itu al-Qur'an telah berkali-kali melarang manusia agar tidak berbuat kerusakan di bumi. Engkau sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih sesuatu yang tidak seimbang.41 86 .

Analisis Pengembangan penulis Apabila mengkaji keterangan para ahli tafsir tersebut. Padahal manusia mempunyai daya 87 . pelestarian lingkungan memerlukan partisipasi aktif dari manusia. maka menurut penulis. Inilah relevansinya dinyatakan bahwa antara manusia dengan lingkungan memiliki keterhubungan mutual simbiosis cukup kuat. yang Apabila menjadi ciri dalam proses alam raya sejak melaksanakan tugas kekhalifahan (pembangunan) itu terjadi dampak yang kurang baik.41 d. Yang dimaksud dengan pelestarian/kelestarian alam adalah upaya melestarikan kemampuannya sehingga selalu serasi dan seimbang.Dengan demikian. maka segera harus dilakukan upaya untuk meniadakan atau paling tidak mengurangi sedapat mungkin dampak-dampak negatif itu. Dengan demikian. pelaksanaan tugas kekhalifahan (pembangunan) tidak boleh mengakibatkan terganggunya keserasian dan keseimbangan diciptakannya. Karena manusia yang diberi tanggungjawab sebagai khalifah di bumi banyak yang tidak melaksanakan dengan baik. Inilah yang diistilahkan oleh Al-Quran dengan ishlah (perbaikan). timbulnya kerusakan alam atau lingkungan hidup adalah sebagai akibat perbuatan manusia.

Lingkungan kendaraan bermotor bertambah dan parah pabrik-pabrik dengan yang banyaknya menimbulkan pencemaran udara (polusi). Akibatnya banyak musibah terjadi seperti gangguan asap. Limbah-limbah pabrik seringkali dibuang seenaknya ke sungai yang akhirnya bermuara ke laut. Banyak contoh yang dapat dilihat dari kerusakan lingkungan yang diakibatkan ulah manusia.makhluk lain tidak memilikinya. Kebudayaan manusia makin lama makin maju sesuai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.inisatif dan kreatif. Demikian pula kapalkapal tanker yang membawa minyak sering mengalami kebocoran. Bukit dan gunung digali untuk menimbun daratan rendah yang akan dijadikan pemukiman. Sejalan dengan kemajuan tersebut. Akibatnya air sungai dan laut beracun yang menyebabkan mati atau tercemarnya ikan dengan zat 88 . sedangkan makhluk. tanah longsor. sehingga minyaknya tumpah ke laut. Pencemaran tersebut membahayakan keselamatan hidup manusia dan kehidupan sekelilingnya. dan sebagainya terjadi di mana-mana. banjir. perkembangan persenjataan dan alat perusak lingkungan maju pula. Misalnya banyak pohon atau hutan ditebang dan dibakar tanpa ada usaha untuk menanamnya kembali.

Semua merupakan kerusakan akibat sebagaimana dari dikemukakan keserakahan manusia.beracun. Demikianlah tuntunan Allah bagaimana seharusnya sikap manusia terhadap lingkungan hidup dan Allah telah menjanjikan pahala yang tiada taranya memelihara dan bagi orang yang senantiasa melestarikan lingkungan hidup serta tidak membuat kerusakan. dan yang lebih dahsyat adalah kerusakan lingkungan akibat perang. 89 . Oleh karena itu sejak awal Allah memperingatkan akan adanya akibat ulah manusia tersebut. di atas sehingga mengeksploitasi alam lingkungannya habis-habisan. Jika semua manusia bersikap terhadap lingkungan hidup sesuai tuntunan Allah dapat dipastikan bahwa manusia tidak akan ditimpa malapetaka akibat ulahnya sendiri.

maupun upaya untuk berobat. sesudah memperbaikinya dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan . Untuk itu umat Islam harus melaksanakan berbagai upaya juga upaya memahami ilmu kesehatan. Al-A'raf: 56). 34 Ajaran Islam menentukan penganutnya supaya hidup sehat baik jasmani maupun rohani. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS.Dan apabila ia berpaling. didaratan dan didalam hutan harus dilakukan secara proporsional dan rasional untuk kebutuhan masyarakat banyak dan generasi penerusnya serta menjaga ekosistemnya. dalam memanfaatkan bumi ini tidak boleh semenamena. Pemanfaatan berbagai sumber daya alam baik yang ada di laut. dan Allah tidak menyukai kebinasaan (QS. ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya. 90 . dan seenaknya saja dalam mengekploitasinya. dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak. Al-Baqarah: 205). 40 Oleh karena itu. Allah sudah memperingatkan dalam surat al'A'raf ayat 56: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.

begitupula membersihkan lingkungan hidup dan alat-alat rumah tangga. Islam mengutamakan peningkatan derajat kesehatan salah satu yang sangat ditekankan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan adalah menjaga kesehatan baik kebersihan perorangan. Berulang kali Nabi Saw menganjurkan dan memberi teladan dalam hidupnya. dan Allah menyukai Orang-orang yang bersih.memelihara kesehatan. Rasullah Saw bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh turmudzi dari sa’ad ‫ل لعلميهه لبولسللم هلالن لا ل‬ ‫ص لعمن للاهبميهه لعهن لاللنهبيي لصلل ى لا أ‬ ‫ل‬ ‫لعمن لسمعهدمبهن للاهب ى لبولقعا ص‬ ‫لطيبب أيهحبب لاللطيلب لنهظميبف أيهحبب لاللنلظعالفلة لكهرميبم أيهحبب لامللكلرلم لجلولابدأيهحبب‬ ‫لامللجلولالدلفلنيظأفمولاللامفلنميلتأكمم‬ 91 . tentang penjaan dan peningkatan kebersihan lingkungan. mencegah berjangkitnya suatu penyakit dan sebagainya. Allah Swt berfirman surat At-Taubah 108 Artinya: Didalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. maupun kebersihan lingkungan kita. terutama dalam keadaan tertentu. Contoh yang sangat jelas ialah anjuran untuk mandi.

mulia (dan) menyukai kemuliaan. Bahwasanya Allah swt adalah zat yang baik. Agama Islam adalah agama yang lurus dan bersih dari ajaran kesesatan. At. Baihaqiy) Isi Kandungan hadis 1.dan kebersihan dalam rumah tangga.Artinya: ”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan. dan bagus. mulia. Oleh sebab itu. bersihkanlah lingkunganmu”. bagus (dan) menyukai kebagusan. maka kamu harus memiliki sifat yang demikian pula terutama dalam hal kebersihan lingkungan tempat tinggal. bersih. ‫للاهلمس ل‬ ‫لأم لنهظميبف لفلتلنلظأفمولالفهعالنأه للليمدأخأل لامللجلنلة هلالل لنهظميبف‬ Artinya : ”Agama Islam itu adalah agama yang bersih atau suci. Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orangorang yang suci”. (HR.Turmudzi) Ajaran Islam memandang penting kebersihan lingkungan hidup. (HR. bersih (dan) menyukai kebersihan. Sebagai umat Islam. Dengan demikian pemeluk agama Islam harus memiliki pola perilaku 92 . maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. 2. Karena Allah swt menyukai hal-hal yang demikian. menghindarkan pencemaran dari limbah atau sampah.

” (HR. Sebab seseorang yang demikian dijanjikan oleh Allah swt akan masuk surga. Artinya : “Diriwayatkan dari Malik Al Asy’ari dia berkata. Muslim)” 93 . Rasulullah saw.yang bersih dan hati yang suci dari perkara hawa nafsu. dan sabar adalah sinar. dan Al Quran adalah pedoman bagimu. dan shalat adalah cahaya dan shadaqah adalah pelita. bersabda : Kebersihan adalah sebagian dari iman dan bacaan hamdalah dapat memenuhi mizan (timbangan). dan bacaan subhanallahi walhamdulillah memenuhi kolong langit dan bumi.

94 .BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan dari penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

1. Penduduk desa KacciaRW VI/RT IV & V Kelurahan Barombong
Kecamatan Tamalate, memiliki tingkat pendidikan tergolong rendah
dimana kebanyakan penduduknya memiliki tingkat pendidikan SD dan
SMP.
2. Ada hubungan antara pengetahuan keluarga dengan sanitasi lingkungan.
Yang mempengaruhi perbedaan tingkat pengetahuan kepala keluarga
dengan sanitasi lingkungan, faktor-faktornya adalah tingkat pendidikan,
tingkat pekerjaan dan status ekonomi. Semakin tinggi tingkat pendidikan
dan pengetahuan kepala keluarga maka semakin tinggi pula tingkat
partisipasi kepala keluarga dalam memperbaiki sanitasi lingkungan
permukiman mereka. Begitupulasama halnya dengan tingkat pekerjaan
dan status ekonomi keluarga akan mempengaruhi kondisi sanitasi
lingkungan permukiman mereka.
3. Di dapatkan jumlah pengetahuan yang kategori tinggi 31 responden
(44,3%) , yakni yang baiknya sanitasi lingkungan sebanyak 7 responden
(10,0%) dan yang kurangnya sanitasi lingkungan sebanyak 24 responden
(34,3%). Sedangkan responden yang pengetahuanya dalam kategori
rendah 39 responden (55,7%), yakni yang baiknya sanitasi lingkungan
sebanyak 11 responden (15,7%) dan yang kurangnya sanitasi lingkungan
sebanyak 28 responden (40,0%).
4. Penduduk desa Kaccia RW VI/RT IV & V Kelurahan Barombong
Kecamatan Tamalate,tingkat perekonomian tergolong rendah karena
sebagian besar penduduknya memiliki pekerjaan hanya sebagai pedagang
keliling dan buruh harian.
95

5. Sarana air minum masyarakat di desa Kaccia RW VI/RT IV & V
Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate, pada umumnya konsumsi air
minumnya dari air galon dan secara fisik kualitas sumber air minum di
wilayah ini memenuhi syarat.
6. Pemilikan jamban keluarga di desa Kaccia RW VI/RT IV & V Kelurahan
Barombong Kecamatan Tamalate, belum memenuhi syarat karena lebih
dari setengah dari total rumah yang ada memiliki jamban keluarga sendiri.
7. Pembuangan air limbah di desa Kaccia RW VI/RT IV & V Kelurahan
Barombong Kecamatan Tamalate, belum memadai karena lebih dari
setengah total rumah yang ada di wilayah tersebut belum memiliki SPAL.
8. Sebagian besar rumah di desa Kaccia RW VI/RT IV & V Kelurahan
Barombong Kecamatan Tamalate, belum memiliki tempat sampah dan
kebanyakan membuang sampah di sungai.
9. Menuntut ilmu pengetahuan dalam arti luas yaitu ilmu pengetahuan
umum

dan ilmu agama, karena kedua ilmu tersebut yang

dibutuhkan

manusia,

pengetahuan

yang

khususnya

dipelajari

dan

umat

Islam

diperolehnya

agar
dapat

ilmu
semakin

mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi antara kedua ilmu itu harus
saling berpadu, saling mengisi karena

sejak

awal

mula

al-Qur'an

diturunkan sudah mulai memerintahkan agar membaca (berpikir).
B. Saran
1. Kepala keluarga hendaknya lebih meningkatkan pengetahuan dan
partisipasi dalam mewujudkan sanitasi yang baik dan perlu adanya
sosialisasi, koordinasi serta mengupayahkan kegiatan kegiatan yang
berkaitan dengan perbaikan sanitasi lingkungan permukiman.
96

2. Bagi rumah yang belum memenuhi syarat pembuangan air limbah
sebaiknya melakukan perpipaan agar tidak terjadi genangan air pada
tempat pembuangan air limbahnya.
3. Diharapkan bagi pemerintah setempat untuk menyediakan Tempat
Pembuangan Sampah

(TPS) agar masyarakat tidak lagi membuang

sampah di sungai.
4. Perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang rumah sehat dan
permukiman yang sehat agar terhindar dari penyakit.
5. Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di
desaKacciaRW VI/RT IV & V Kelurahan Barombong Kecamatan
Tamalate, tentang sanitasi lingkungan.

97

DAFTAR PUSTAKA 1. Sri Winarsih. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 2009. Lingkungan.(Buku Putih Sanitasi Kota Makassar 2011) 8. NuhaMedika: Yogyakarta. Citra Aditya Bakti. World Health Organization. PT. 2006. Soekidjo. 2010. Jakarta .id/ . Kesehatan GadjahMada UniversityPress. Pembuangan Tinja dan Limbah Cair.2010. Pengetahuan Sanitasi dan aplikasinya. Pilar Kesehatan Masyarakat. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Jakarta: EGC 11.int diakses 16 Oktober 2014 4.Rineka Cipta.go. Indan. Buku Ajar Masyarakat. Depkes RI. Notoatmodjo. HarizaAdnani. Profil Kesehatan Makassar Sulawesi Selatan Tahun 2009. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar(Riskesda) Prov. Jateng tahun 2007. Ilmu Kesehatan Masyarakat. RatnaMuliawati 2013. http://dinkessulsel. 2005.P:32-33. 2008.Diakses Pada Tanggal 3 september 2012. Peraturan Daerah Kota Semarang tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota ( RDTRK) Kota Semarang tahun 2000-2010 Bappeda Semarang 6. Entjang. 2007. Soeparman. 2011. Juli Soemirat. (2006). Yogyakarta: 5. DediAlamsyah. Dasar Ilmu 2. Anonimous. 3. Semarang : CV Aneka Ilmu 10. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia 7. sumber http://who. Bandung 9. 2006.NuhaMedika Yogyakarta. Suparmin. 98 Ilmu Kesehatan .

I Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Daud.12. 829/Menkes/SK/VII/1999.Pengantar Mikrobiologi Lingkungan. 13. Budiman. Makassar. Anwar. Jakarta.word press. Jakarta: Universitas Indonesia.. Jakarta : 2011 19. S. Rineka Cipta. 2012. 2005 20. 14. Anwar. 2008. Umum. Irchan Machfoedz. 99 . Sukini. Jakarta. 18. Pencemaran Air dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. 2007. E. Keputusan Menteri Kesehatan RI. AtikahProverawati. Com 16. Jurusan Kesehatan Lingkungan. No. Menteri Kesehatan RI. Bandung.Perilaku Hidup Bersih & Sehat. 2009. 2005. Determinan Perilaku Buang Air Besar (BAB) Masyarakat (Studi terhadap pendekatan Community Led Total Sanitsion pada masyarakat desa di wilayah kerja Puskesmas Pagelaran. Healthy and Semitation. 2005. 17. Sofyan..Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2005. Chandra.. Kabupaten Pandeglang tahun 2009). CV. NuhaMedika: Yogyakarta. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Fitramaya 21. Sastroasmoro.Polusi/ Pencemaran http://gurungeblog. 15. Anonim (2009). Menjaga Kesehatan Rumah dari Beberapa Penyakit . Notoatmodjo Soekidjo .Binarupa aksara. 22. Ujung Pandang.dkk. Simanjutak D. Persyaratan Rumah Sehat. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddi. Angkasa. P:127-30. Daud (2007) Analisis Kualitas Lingkungan. EGC.

2008.http://www.org/gelang-kampanye-lets-do-the-right-things/.http://makalah-ibnu. Prabu. PuspaSwara.http://pamanabu. Slamet.GajahMadaUniversityPres s. 100 . 25.2012. Dian. 32.com/ .id/kampanye/cemar/sampah/peng_sampah_in fo/.or. Di akses pada tanggal 23 Desember 2014 24.Penyediaan Air Bersih oleh Komunitas. Di akses pada tanggal 28 Desember 2014 29.blogspot. Agustus 2008 [Cited 2008 Des 10].Diakses Pada tanggal 20 Desember 2012.or.Persepktif Ilmu Pengetahuan Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadist.Semarang Universitas Diponegoro. Ginting. Sutedjo. Kampanye Sampah Pantai dan Laut.Kesehatan Dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadist. 28.blogspot. URL: http://www. Parahita.Yogyakarta.2/Penyediaan %20Air% . 26.id/ .23.Analisis Perilaku MasyarakatDalam Penggunaan Jamban Keluargapada duadesadi Kabupaten Rembang. Keputusan Menteri Kesehatan RI.Di akses pada tanggal 29 November 2014 30. Persyaratan Rumah Sehat. Clean Reef.id/Ditjen_kota/Edisi%20No. 1999.No.. Menteri Kesehatan RI.2010.2005.829/Menkes/SK/VII/1999.Islam dan Pengetahuan.com/ . 2005. Pius.walhi. 27. Rumah Sehat.pu. Putra.riyadusolihin. http://www. Blog Paman Abu. Available from URL: http://cleanreef.Diakses Pada tanggal 20 Desember 2012.go. Riyadlu As-shalihin.Mengelola Sampah Mengelola Gaya Hidup. Kumpulan Makalah blogspot. Jakarta.J.Diakses tanggal 20 Desember 2012 Ilmu Pada 31.KesehatanLingkungan. 2009.

Qomarudin Shaleh. 36. 2003. 101 40. Tafsîr al-Marâgî. Kartanegara. 1978). 38. 39.walisongo. Ali al-Shabuni.22-23.php?id=18979. 1394 H/1974 M). Ismâ'îl ibn Kasîr al-Qurasyî al-Dimasyqî. Al-Qur'an Dan Tafsirnya. hlm. Hlm.Halabi. 1981/1401 H). Asbabun Nuzul. Pengantar Epistemologi Islam. hlm. Mizan. Tafsîr al-Qur’an alAzîm. 35. 2007).ac. hlm. http://library. Departemen Agama Republik Indonesia. Secercah Cahaya Ilahi. Quraish Shihab. Diakses pada tanggal 8 Maret 2015 34.48 42. Al Qur’an dan Terjemahnya.33. dkk. Terjemahan Tafsir Al Maraghi (Semarang: Thoha Putra. (Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf. hlm. (Bandung: Diponegoro. Mulyadhi. (Beirut Libanon: Dar al-Qur'an al. hlm. juz 3. 1971). Ahmad Mustafa Al Maraghi. Raodah Imran NIM : 10542 0254 11 101 . 1438. A. Ahmad Mustafâ Al-Marâgî. jilid 21. hlm. 1986). Mizan Media :Bandung. 26.id/digilib/download. 41.Karim. 23 37. 340. 1990). hlm. M. M. (Bandung: Mizan. dkk. tt). Shafwah at-Tafaasir Juz III. soenarjo. (Beirut: Dâr al-Ma’rifah. (Mesir: Mustafa Al-Babi Al. RIWAYAT HIDUP Nama : A. (Semarang: Thoha Putra.

189 Perumnas Antang Agama : Islam Orang Tua : . S. A. 102 .Tempat / Tanggal Lahir : Makassar/ 18 Maret 1992 Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Jl. 3.A. tamat tahun 2011. : SD INPRES Perumnas Antang III Makassar. S.Pd : Hj. Manggala Raya Blok 8 No. PONPES UMMUL MUKMININ Makassar. Ns (2) A. S. 4. Imran Ibrahim. Zulfikar Imran Pendidikan 1. MiftahulKhair Imran. M. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar (2011 sekarang).Kep. tamat tahun 2005. tamat tahun 2008 MAN 2 Model Makassar .Pd.Rosnani.Pd : (1) A.Ayah - Ibu Saudara : H. 2.

saya mengharap kesediaan Saudara secara sukarela untuk menjadi responden dalam penelitian saya. Kota Makassar Tahun 2014”. Atas bantuan dan kesediaan Saudara menjadi responden. Kecamatan Tamalate. Peneliti 103 . Penelitian ini tidak menimbulkan akibat yang merugikan bagi Saudara sebagai responden dengan berpartisipasi menjawab pertanyaan yang telah disediakan.Lampiran PERMOHONAN SEBAGAI RESPONDEN PENELITIAN Kepada Yth : Responden Penelitian Di tempat Dengan hormat. Kelurahan Barombong. RAODAH IMRAN NIM : 10542 0254 11 Status : Mahasiswa Program Sarjana (S1) Jurusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar Bermaksud mengadakan penelitian tentang “Gambaran Pengetahuan keluarga dengan Sanitasi Lingkungan di Desa Kaccia. Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : A. saya ucapkan terima kasih. Untuk itu.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya ddan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun.A. Saya akan berpartisipasi dalam penelitian ini dari awal penelitian hingga penelitian ini selesai. Desember 2014 Responden (…………………………. Barombong. Raodah Imran PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Umur : Pendidikan : Pekerjaan : Alamat : Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya secara sukarela bersedia menjadi responden dalam penelitian ini.) LEMBAR OBSERVASI KEADAAN SANITASI LINGKUNGAN Komponen Kriteria 104 Nilai Bobot .

Ada. bukan milik 1 sendiri. dan milik 2 sendiri. Sarana Air Bersih berbau. Ada. berasa 105 tidak tidak tidak 3 . berwarna berasa c. berbau. Ada. berwarna dan berasa d.25 Sarana Sanitasi . berwarna. Tidak ada 0 b. berbau. bukan milik sendiri. a.

tidak berasa a. disalurkan ke sungai atau kolam d. milik sendiri. septic tank 106 3 . Ada. ada tutup. tidak ada tutup.Ada. bukan leher angsa. tidak berwarna.e. bukan leher 2 angsa. 4 tidak berbau. bukan leher 1 angsa. disalurkan ke sungai/kolam Jamban (Sarana Pembuangan Kotoran) c. Ada. Tidak ada 0 b. Ada. ada tutup.

dialirkan keselokan terbuka 107 2 . 0 sehingga tergenang teratur halaman . leher angsa. b. tidak di diresapkan 1 tetapi mencemari Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) sumber air (jarak dengan sumber air <10 meter) c. Tidak ada. Ada. Ada.e. 4 septic tank a. Ada.

diresapkan dan tidak mencemari sumber air (jarak dengan sumber air >10 m 108 3 .d. Ada.

e. Ada. kedap air 3 dan bertutup e.Tidak ada dan 0 dibuang di sungai b. dialirkan ke 4 selokan tertutup (saluran kota) untuk dioalah lebih lanjut a. Ada. dan 2 tidak bertutup d.Tidak ada dan di buang di sekitar pekarangan Total Hasil Penilaian 4 . tetapi tidak . Ada. kedap air. Ada. Sarana Pembuangan Sampah 1 kedap air dan tidak ada tutup c.

Benar b. Benar . klorinasi. Jarak aman antara lubang kakus dengan sumber air minum > 8 m. Benar b. Benar b. a. Tempat yang baik dan benar untuk membuang sampah adalah di sungai. Benar b. solar disinfection/ memanaskan air dengan cahaya matahari. Sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi syarat kesehatan. Sanitasi memiliki tujuan untuk memenuhi persyaratan lingkungan yang sehat dan nyaman. Jamban berfungsi sebagai pengisolasi tinja dari lingkungan. Salah 7. Benar b. filter keramik merupakan beberapa cara untuk mendapatkan air sehat. Salah 5. Salah 2. a. Benar b. a. Salah 3. a. a. Salah 6. a. Merebus air.Lampiran TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG SANITASI 1. a. Salah 4. Salah 8. Air bersih dan air layak minum merupakan dua hal yang berbeda. a. Benar b. MCK singkatan dari mandi cuci keramas.

Saluran drainase/ selokan yang ada di kanan kiri jalan berfungsi untuk memperkuat badan jalan. a. a.Sumur Gambar 1. Salah 13. Limbah dari bahan organik adalah limbah yang berasal dari bahan-bahan yang tidak dapat terurai misal plastik . Salah 12. Salah 9. Sampah cair biasanya disebut dengan air limbah. Salah 11. Salah 14. a. a.b. Jika sampah telah terkumpul di tempat pembuangan sampah sementara. Benar b. Salah Gambar 1. Drainase permukiman mencakup tentang pengelolaan air limpasan yang berasal dari air hujan yang berlebihan. Pengelolaan air limbah yang baik adalah dengan cara dibuang ketanah supaya kering. Benar b. a. Tujuan dari dibangunnya tempat sampah di setiap RW adalah agar warga tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat dan di sungai. Benar b. Benar b. maka warga harus membakarnya. Salah 10. a. Benar b. Salah 15. Benar b. a. Sumur (Tampak dari luar) (Tampak dari dalam) . Benar b.

Sumur Gambar 3. Jamban .Gambar 2.Septik Tank Gambar 4.

Tempat pembuangan sampah . Tempat pembuangan sampah Gambar 6.Gambar 5. Tempat pembuangan sampah Gambar 8. Tempat penampungan air Gambar 7.

Pekarangan Gambar Gambar 12. Pembuangan Air Limbah Gambar 14.Tempat pembuangan sampah Gambar 11.Gambar 9. Pengelolaan Sampah Gambar 13. Pembuangan air limbah .

Gambar 14. Tempat Penampungan air bersih Gambar Rumah Warga Profil Responden Desa Kaccia .

.

53 Std.060 Median 2. Error of Mean .00 .Statistics PENGETAHUAN N Valid Missing 70 0 Mean 1.

503 Variance .Std.1 Rendah 37 52. Deviation .0 Total 70 100.9 100.1 47.253 Range 1 Minimum 1 Maximum 2 Percentiles 25 1.1 47.0 .00 PENGETAHUAN Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tinggi 33 47.00 50 2.00 75 2.0 100.9 52.

3 34.7 100.7 65.229 Range 1 Minimum 1 Maximum 2 Percentiles 25 1.057 Median 2.3 34.00 Std.3 Buruk 46 65.00 50 2. Deviation .Statistics SANITASI LINGKUNGAN Valid N 70 Missing 0 Mean 1.00 SANITASI LINGKUNGAN Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Baik 24 34.00 75 2.0 .66 Std.478 Variance . Error of Mean .

0 Crosstabs Case Processing Summary Cases Valid N Missing Percent N Percent Total N Percent .Total 70 100.0 100.

(2- Exact Sig.432 .0% % within SANITASI LINGKUNGAN 16. Tb a Approx.7 24.101 .000c Kruskal tau SANITASI LINGKUNGAN .0 46. Std.000 Linear-by-Linear Association 18.0% SANITASILINGKUNGAN PENGETAHUAN * SANITASI LINGKUNGAN Crosstabulation SANITASI LINGKUNGAN Baik Count PENGETAHUAN Buruk 20 13 33 11.0% 100.050 1 .404 .922 N of Valid Cases 1 . Computed only for a 2x2 table Directional Measures Value Asymp.0% Expected Count Tinggi Count Rendah Expected Count Count Expected Count Total Total % within PENGETAHUAN % within SANITASI LINGKUNGAN Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square Continuity Correction b Likelihood Ratio df Asymp.547 .0% 100. (1- sided) sided) sided) 19.1% 4 33 37 12.196a 1 .3% 28.292 .7 33.0 % within PENGETAHUAN 60.9% 24 46 70 24.3 21.0% 0 0.2% 100.7% 52.7% 100.485 .0% % within SANITASI LINGKUNGAN 83.31. Sig.4% 100.000 20.408 1 . Sig.000 17. The minimum expected count is 11.218 Dependent Goodman and PENGETAHUAN Dependent .138 2.6% 39.000c Dependent .107 3.000 70 a.0% 70 100.0 34. b.3% 65.103 .232 .3% 47.0%) have expected count less than 5. Error Nominal by Nominal Lambda Approx.3 37.8% 89.274 .PENGETAHUAN * 70 100. (2- Exact Sig.0 70. 0 cells (.015 PENGETAHUAN Dependent .0% 100.0 % within PENGETAHUAN 10.000 .274 .000 Fisher's Exact Test . Symmetric .000 SANITASI LINGKUNGAN .7% 71.201 1.

008 .000 PENGETAHUAN Dependent .218 .089 2. Tb Approx. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.211 .496 .000c Pearson's R .008 .854 .086 5.634 44.524 . Based on chi-square approximation d. Likelihood ratio chi-square probability.000d Coefficient SANITASI LINGKUNGAN .069 .098 5.498 .000c N of Valid Cases 70 a. Risk Estimate Value 95% Confidence Interval Lower Odds Ratio for PENGETAHUAN (Tinggi / Rendah) For cohort SANITASILINGKUNGAN = Baik For cohort SANITASI LINGKUNGAN = Buruk N of Valid Cases Upper 12.008 .488 . Based on normal approximation.085 2. Std.000 Kendall's tau-b .722 .000d Uncertainty PENGETAHUAN Dependent .488 . b.135 14.000 Spearman Correlation . Errora Value Approx. c. Not assuming the null hypothesis. Symmetric Measures Asymp. Not assuming the null hypothesis.000 Kendall's tau-c .523 .606 2.000 Cramer's V .524 .008 . b. Nominal by Nominal Ordinal by Ordinal Interval by Interval Phi .000 Contingency Coefficient .684 70 .008 .087 2.000 Dependent Ordinal by Ordinal Somers' d Dependent a.488 . Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.000 SANITASI LINGKUNGAN .333 5.442 .551 .069 . Sig.Symmetric .285 .098 5.692 3.524 .227 .101 5.524 .524 .000d Symmetric .099 5.098 5. c.099 5.098 5.000 Gamma .008 .464 .

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama nuraini jumariah Dg sila sul supiati Dg.gasseng kulle kassi sakke baso kartini tompo Tenne tang ngalung patteng tata lalang karrre tek papong gulle kappag Umur 20 35 30 60 41 70 46 42 55 47 45 42 63 57 40 68 41 58 55 63 45 54 37 Pendidikan SD SD SD SD SD SD SD SMP SD SD SMP SD SD SD SD SD SD SMP SD SD SD Pekerjaan wiraswasta ibu Rt wiraswasta buruh pedagang Tukang batu Tukang bangunan buruh harian petani penjual Tukang batu petani petani tukang sayur buruh petani petani petani Tukang batu buruh tukang sayur Sarana Sanitasi 175 350 125 350 200 350 100 350 175 400 175 350 400 200 75 350 125 350 350 400 125 350 125 Pen .

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Sukiman goki gar suk sum ateng tinne Bitte ko kuamin tatong sume Rus kar Tinnee ugi pati bollong nai Maro ipa Tomi jintu rosma memang Nonnati Hartati Ngalle nurbaya Menne herlin sinar mentari sam fay rannung hardasiah dg baji hams kik leku jik meke lolo dede faite salo 65 68 63 58 36 54 43 67 43 63 60 55 30 19 45 35 45 65 35 45 22 39 50 25 29 17 22 45 21 55 30 30 21 22 47 70 60 34 44 55 65 42 50 60 45 55 62 SD SMP SD SD SD SD SD SD SD SMP SD SMA SMP SD SD SMP SD SD SD Aliyah SD SMA SD SMA SD SD SMP SD SMP SD SMP SD SMP SMP SD SMP SMP SMP SD SD SD SD SD SMP tukang batu petani buruh petani penjual buruh buruh Petani tukang pedangan petani penjual buruh penjual Buruh petani petani penjual Buruh penjual Tukang batu petani Ibu RT Ibu RT IRT penjual sayur buruh ibu Rt ibu Rt ibu Rt ibu Rt ibu Rt wiraswasta petani ibu Rt ibu Rt ibu Rt ibu Rt penjual wiraswasta buruh buruh buruh buruh buruh 350 350 50 350 100 350 350 125 350 50 350 350 275 350 250 350 75 350 250 350 200 200 250 150 225 175 225 175 250 100 125 175 100 225 175 300 200 225 125 225 125 225 225 225 175 300 300 .

No SANITASI LINGKUNGAN 2 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1 PENGETAHUAN 2 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 1 2 2 1 2 1 1 2 1 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SANITASI LINGKUNGAN KET: 1: Ada. 2: Rendah . 2: Tidak ada PENGETAHUAN KK KET: 1: Tinggi.

1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 .