You are on page 1of 18

Makalah Filsafat

Muhammad Bahar A. T, Lc.M. Hum

DASAR DASAR FILSAFAT
IDEALISME

Oleh :
SYAHRIL RAMADHAN
F61114504
ARKEOLOGI

JURUSAN ARKEOLOGI
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat
dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah
ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing yang telah memberikan
dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
1

....................... Makassar.................................. 1 Kata Pengantar .......................................................................................... Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca....... oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun..... 4 April 2015 Penyusun DAFTAR ISI Sampul ................................. 2 Daftar Isi .................................................................... 3 BAB 1 PENDAHULUAN .................... 4 2 ............ Amin..................................................Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan............................................................

.............................................................. 15 2..............................4 Idealisme Sebagai Filsafat Pendidikan ... dan kata sophia berarti pengetahuan......... 4 1............. Dengan demikian filsafat adalah cinta kepada 3 .............................. senang........................... 18 3......................................................1 Latar Belakang Filsafat atau falsafat.. Kalimat ini berasal dari kata Philosophia yang berarti cinta pengetahuan....................... 18 3................................1....................................2 Rumusan Masalah . Terdiri dari kata philos yang berarti cinta....jenis Idealisme .................................................. 6 2............. dan kebijaksanaan...........1 Kesimpulan ......................2 Jenis..................... berasal dari bahasa Yunani. 15 BAB 3 PENUTUP ........... 5 1.....................3 Konsep Filsafat Menurut Aliran Idealisme ......................3 Manfaat Penulisan ............... 8 2..................................1 Latar Belakang ...........................................2 Saran ............................. 6 2...... suka.................................................................................................................................1 Definisi Idealisme ......................... 18 DAFTAR PUSTAKA BAB 1 PENDAHULUAN 1..... hikmah.................................................................... 5 BAB 2 PEMBAHASAN .................

kritikisme. muncul berbagai gagasan-gagasan baru ke dalam lini budaya bangsa Athena. Bagaimana jenis-jenis filsafat idealisme ? 3.ilmu pengetahuan atau kebenaran. pragmatisme.2 Rumusan Masalah 1. fenomenologi. yang akan kita bahas adalah filsafat idealisme. Tujuan kita mempelajari studi filsafat ini agar dapat mengetahui dunia filsafat minimal mengetahui cara memecahkan berbagai problematika kehidupan yang dihadapinya. Peperangan bangsa Persia telah mendorong Athena memasuki era baru. Athena adalah kota yang berada dalam kondisi transisi (peralihan). suka kepada hikmah dan kebijaksanaan. maka dapat disimpulkan bahwa filsafat merupakan kerangka acuan bidang filsafat pendidikan. Secara historis. Apakah yang dimaksud dengan filsafat idealisme ? 2. Dalam pembelajaran banyak sekali paham filsafat di antarnya yaitu. Bagaimana Idealisme sebagai filsafat Pendidikan ? 1. existensialisme. Kita dapat mengetahui pengertian filsafat idealisme. Di sini. manusia. Dengan adanya hal itu. Seiring dengan adanya peperangan-peperangan tersebut. perdagangan dan perniagaan tumbuh subur dan orang-orang asing tinggal diberbagai penginapan Athena dalam jumlah besar untuk meraih keuntungan mendapatkan kekayaan yang melimpah.3 Maanfaat Penulisan Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah 1. dan etika/ nilai. Plato merupakan salah satu tokoh aliran idealisme. guna mewujudkan cita-cita pendidikan yang diharapkan suatu masyarakat atau bangsa. positivisme. 1. termasuk problematika dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu bila dihubungkan dengan problematika pendidikan secara luas. Bagaimana konsep filsafat menurutaliran Idealisme ? 4. politik. emperisme. 4 . rasionalisme. idealisme diformulasikan dengan jelas pada abad IV sebelum masehi oleh Plato (427-347 SM) di Athena. Selama Plato hidup. Plato adalah filsuf pertama yang mengembangkan prinsip-prinsip filsafat idealisme. filsafat idealisme.

Kita dapat mengetahui konsep filsafat menurutaliran Idealisme. Mereka yang berusaha mencapai perdamaian yang abadi atau memusnahkan kemiskinan juga dapat dinamakan idealis dalam arti ini.jenis Idealisme.2. 4. estetika dan agama serta menghayatinya. (2) orang yang dapat melukiskan dan menganjurkan suatu rencana atau program yang belum ada. Kita dapat mengetahui jenis. 3. Tiap pembaharu sosial adalah seorang idealis dalam arti kedua ini. BAB 2 PEMBAHASAN 2. Secara umum kata idealis berarti: (1) seorang yang menerima ukuran moral yang tinggi. karena ia menyokong sesuatu yang belum ada.1 Definisi Idealisme Kata idealis dalam filsafat mempunyai arti yang sangat berbeda dari artinya dalam bahasa sehari-hari. Kita dapat mengetahui Idealisme sebagai filsafat Pendidikan. Kata 5 .

Arti falsafi dari kata idealisme ditentukan lebih banyak oleh arti biasa dari kata ide daripada kata ideal. akal (mind) atau jiwa (selves) dan bukan benda material dan kekuatan. yang di antara aspekaspeknya adalah perkembangan manusia. dan hal itu tercermin dalam usaha manusia untuk mencari kehidupan yang baik. oleh karena alam ini adalah suatu sistem yang logis dan spiritual. Hocking. fikiranfikiran. fikiran atau jiwa. maka idealisme mengatakan bahwa akal itulah yang riil dan materi adalah produk sampingan. Jiwa (self) bukannya satuan yang terasing atau tidak 6 . Jika materialisme mengatakan bahwa materi adalah riil dan akal (mind) adalah fenomena yang menyertainya. W. Manusia merasa berada di rumahnya dalam alam. seorang idealis mengatakan bahwa kata-kata idea-isme adalah lebih tepat dari pada idealisme. dan tidak hanya oleh metoda ilmu obyektif semata-mata. Dengan begitu makaidealisme mengandung pengingkaran bahwa dunia ini pada dasarnya adalah sebuah mesin besar dan harus ditafsirkan sebagai materi. ia bukan orang asing atau makhluk ciptaan nasib.F. Dunia difahami dan ditafsirkan oleh penyelidikan tentang hukum-hukum fikiran dan kesadaran. Apa yang tertinggi dalam jiwa juga merupakan yang terdalam dalam alam. Oleh karena alam mempunyai arti dan maksud. sering dinamakan idealis. atau sangat erat hubungannya dengan ide. atau seorang yang menganggap sepi fakta-fakta dan kondisi-kondisi suatu situasi. maka seorang idealis bependapat bahwa terdapat suatu harmoni yang dalam antara manusia dan alam.idealis dapat dipakai sebagai pujian atau olok-olok. Idealisme menekankan mind seagai hal yang lebih dahulu daripada materi. Dengan ringkas idealisme mengatakan bahwa realitas terdiri atas ide-ide. Seorang yang memperjuangkan tujuan-tujuan yang dipandang orang lain tidak mungkin dicapai. Dunia mempunyai arti yang berlainan dari apa yang tampak pada permukannya. mekanisme atau kekuatan saja. Idealisme adalah suatu pandangan dunia atau metafisik yang mengatakan bahwa realitas dasar terdiri atas.

akal. dari materi. dengan syarat mereka tidak berusaha menciutkan segala yang ada dalam alam ini kepada kategori tersebut. Dengan begitu maka prinsip idealisme yang pokok adalah kesatuan organik. alam tidak dapat berdiri sendiri. karena alam yang obyektif bergantung. suatu rangkaian tingkatan yang mengungkapkan. Proses ini dalam tingkat yang tinggi menunjukkan dirinya sebagai aktivitas. terdapat kesatuan yang dalam. dengan syarat bahwa mereka tidak menciutkan tingkat-tingkat (level) lainnya kepada tingkat biologi atau sosiologi. yakni yang memusatkan perhatian terhadap aspek-aspek tertentu dari benda dengan mengesampingkan aspek-aspek lain yang sama pentingnya.riil. Kaum idealis percaya bahwa manifestasi alam yang lebih kemudian dan lebih tinggi adalah lebih penting dalam menunjukkan sifat-sifat prosesnya daripada menifestasi yang lebih dahulu dan lebih rendah. jiwa atau perorangan. akal). Keseluruhan dan bagian-bagiannya tidak dapat dipisahkan kecuali dengan menggunakan abstraksi yang membahayakan. melalui bentuk tumbuh-tumbuhan kemudian melalui binatang-binatang hingga sampai kepada manusia. Kaum idealis dapat mengizinkan ahli-ahli sains dan fisika untuk mengatakan apakah materi itu. akal dan jiwa. ia adalah bagian yang sebenarnya dari proses alam. Natur atau alam yang obyektif adalah riil dalam arti bahwa ada dan menuntut perhatian dari dan penyesuaian diri dari manusia. Kaum idealis condong untuk menekankan teori koherensi atau konsistensi dari percobaan kebenaran. Kaum idealis menekankan kesatuan organik dari proses dunia. Manusia sebagai suatu bagian dari alam menunjukkan struktur alam dalam kehidupannya sendiri. Menurut sebagian dari kelompok idealis. kepada mind (jiwa. sampai batas tertentu. 7 . yakni suatu putusan (judgment) dipandang benar jika ia sesuai dengan putusan-putusan lain yang telah diterima sebagai yang benar. Mereka juga bersedia mendengarkan ahli-ahli biologi untuk melukiskan kehidupan dan proses-prosesnya. Meskipun begitu.

tetapi hanya ada dalam akal yang mempersepsikannya. filsafat idealis menentang filsafat naturalis yang menganggap kekuatan-kekuatan tersebut timbul pada suatu tahap yang akhir dari perkembangan alam. bebas dari orang yang 8 . 2. jiwa dan persepsi-persepsinya atau ideidenya merupakan segala yang ada. dalam arti yang pasti. Jenis ini sangat tidak dapat dipertahankan. obyek pengalaman adalah peersepsi.2. istilah idealisme dipakai untuk menunjukkan filsafat-filsafat yang memandang alam. dan personalisme. Terdapat pengelompokkan-pengelompokkan tentang jenis-jenis idealisme. Alam tidak berdiri sendiri. Seorang idealis subyektif berpendirian bahwa akal.2.2 Jenis-jenis Idealisme Sejarah idealisme adalah berbelit-belit karena istilah idealisme itu cukup luas untuk mencakup bermacam-macam teori yang berlainan meskipun berkaitan. Benda-benda seperti bangunan dan pohon-pohonan itu ada. Dalam arti yang lebih sempit. Seorang idealis subyektif tidak mengingkari adanya apa yang dinamakan alam yang riil. Dengan cara ini. Permasalahannya adalah bukan pada adanya benda-benda itu. karena paling banyak mendapat tantangan. tetapi tidak ada suatu pengelompokkan yang benar-benar memuaskan karena terdapat tumpang tindih. idealisme oyektif. Ada ahli-ahli filsafat yang menggunakan istilah tersebut dalam arti yang luas sehingga mencakup semua filsafat yang mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan spiritual (non-material) menentukan proses alam. Berikut ini akan diuraikan secara singkat tentang idealisme subyektif.1 Idealisme Subyektif (Immaterialisme) Jenis idealisme ini kadang-kadang dinamakan mentalisme atau fenomenal-isme. akan tetapi bagaimana alam itu diinterpretasikan. Obyek pengalaman bukan benda material. sebagai bersandar kepada jiwa.

subyek (akal atau si yang tahu) seakan-akan menciptakan obyeknya (apa yang disebut materi atau benda-benda) bahwa apa yang riil itu adalah akal yang sadar atau persepsi yang dilakukan oleh akal tersebut. Baginya. ide adalah 'esse est perzipi' (ada berarti dipersepsikan). Tetapi akal itu sendiri tidak perlu dipersepsikan agar dapat berada. Ia mengatakan bahwa ide itu ada dan ia dipersepsikan oleh suatu akal. yakni bahwa kata ada dipakai dalam arti yang sangat berlainan dari arti yang biasa dipakai. Kehendak Tuhan adalah hukum alam. adalah pencipta dan pengatur alam. Menurutnya. Idealisme subyektif diwakili oleh George Berkeley (16851753). hanya akal dan ideidenyalah yang ada. Bahwa dunia luar itu ada menurut seorang idealis subyektif. apa yang ada adalah akal dan ideidenya. Kaum idealis subyektif mengatakan bahwa tak mungkin ada benda atau persepsi tanpa seorang yang mengetahui benda atau persepsi tersebut. Berkeley menjawab bahwa ketertiban dan konsistensi alam adalah riil disebabkan oleh akal yang aktif yaitu akal Tuhan. seorang filosof dari Irlandia.2. akal yang tertinggi. Akal adalah yang melakukan persepsi. Mengatakan bahwa suatu benda ada berarti mengatakan bahwa benda itu dipersepsikan oleh akal. Bagi seorang idealis subyektif.mengetahuinya.2 Idealisme Obyektif 9 . 2. Ia lebih suka menamakan filsafatnya dengan immaterialisme. Tuhan menentukan urutan dan susunan ide-ide. mempunyai arti yang sangat khusus. Jika dikatakan bahwa benda-benda itu ada ketika benda-benda itu tidak terlihat dan jika percaya kepada wujud yang terdiri dari dunia luar. Segala yang riil adalah akal yang sadar atau suatu persepsi atau ide yang dimiliki oleh akal tersebut.

dari Plato. begitu juga pengetahuan. Mereka berpendapat bahwa peraturan dan bentuk dunia. Mereka itu idealis dalam memberi interpretasi kepada alam sebagai suatu bidang yang dapat difahami. terdapat alam di atas alam benda. temporal dan rusak. yaitu alam konsep. dan menolak juga pandangan bahwa dunia luar itu adalah buatan-buatan manusia. adalah ditentukan oleh watak dunia sendiri. Dunia seperti itu. hal tersebut tidak berarti bahwa ide itu. bukanlah dunia yang sesungguhnya.Banyak filosof idealis. melalui Hegel sampai filsafat masa kini menolak subyektivisme yang ekstrim atau mentalisme. tidak seperti Berkeley. Konsep manusia mengandung realitas yang lebih besar daripada yang dimiliki orang seorang. tetapi baginya. alam fenomena yang kita lihat atau kita rasakan. melainkan dunia penampakkan saja. Plato menamakan realitas yang fundamental dengan nama ide. universal atau essensi yang abadi. terdapat dalam ideal. untuk berada. selain itu alam merupakan kesatuan organik. Pertama. akan tetapi permulaan pemikiran idealis dalam peradaban Barat biasanya dikaitkan kepada Plato (427-347 SM). maka artinya bahwa alam itu suatu susunan yang meliputi segala-galanya. Plato percaya bahwa di belakang alam perubahan atau alam empiris. yaitu alam essensi. dunia dibagi dalam dua bagian. Kedua. form atau ide. Menurut Plato. yakni yang kongkrit. suara dan benda-benda individual. ide. harus bersandar kepada suatu akal. dan wataknya yang pokok adalah akal. apakah itu akal manusia atau akal Tuhan. yang bentuk sistematiknya menunjukkan susunan yang rasional dan nilai. dunia persepsi. Akal menemukan peraturan alam. Kita mengenal benda-benda individual karena mengetahui konsep-konsep dari contoh-contoh yang abadi. Walaupun idealisme baru dipakai pada waktu yang belum lama untuk menunjukkan suatu aliran filsafat. Jika dikatakan bahwa watak yang sebenarnya dari alam adalah bersifat mental. dunia penglihatan. 10 .

yakni tertib yang mencakup in-organik. dikurung dalam badan manusia untuk sementara waktu. organik. bentuk (form) atau jenis (type) yang berguna sebagai ukuran untuk benda-benda yang dipersepsikan dengan indera kita. jika dipengaruhi rasa indra. 11 . Oleh karena itu maka hukum-hukum pikiran merupakan hukum-hukum realitas. pada waktu itulah kita membicarakan tentang yang Mutlak. Kelompok idealis obyektif modern berpendapat bahwa semua bagian alam tercakup dalam suatu tertib yang meliputi segala sesuatu. Oleh karena alam itu satu. Jika kita memikirkan tentang keseluruhan tata tertib dunia. Dunia materi berubah. Sejarah adalah cara zat Mutlak (Absolute) itu menjelma dalam waktu dan pengalaman manusia.Bidang yang kedua di atas mencakup contoh. Hegel (1770-1831) memaparkan satu dari sistem-sistem yang terbaik dalam idealisme monistik atau mutlak (absolute). tahap-tahap keberadaan yang spiritual. Ide-ide adalah contoh yang transenden dan asli. hanya akan memberikan opini dan bukan pengetahuan. sedangkan persepsi dan benda-benda individual adalah copy atau bayangan dari ide-ide tersebut. dalam suatu cara tertib yang mencakup segala-galanya. Plato tidak mengatakan bahwa tak ada orang yang riil kecuali akal dan pengalaman-pengalamannya. dan mereka menghubungkan kesatuan tersebut kepada ide dan maksud-maksud dari suatu akal yang mutlak (absolute mind). dan bersifat mempunyai maksud serta berpikir. Alam dalah proses pikiran yang memudar. Alam adalah Akal yang Mutlak (absolute reason) yang mengekpresikan dirinya dalam bentuk luar. Jiwa yang Mutlak atau Tuhan. Pikiran adalah essensi dari alam dan alam adalah keseluruhan jiwa yang diobyektifkan. Walaupun realitas itu bersifat immaterial. diketahui manusia dengan perantaraan akal. Jiwa manusia adalah essensi immaterial. maka alam itu harus berwatak pikiran. Ide-ide yang tidak berubah atau essensi yang sifatnya riil.

alam juga sudah ada sebelum kelompok manusia ada. Tetapi adanya arti dalam dunia. Jiwa mengalami realitas setiap waktu.3 Personalisme atau Idealisme Personal Personalisme muncul sebagai protes terhadap meterialisme mekanik dan idealisme monistik. Bagi seorang personalis. 2. Keadaannya tidak mempengaruhi kesatuan dari akal yang positif (mempunyai maksud). Yang 'universal' selalu ada dalam pengalaman-pengalaman khusus dari proses yang dinamis. 12 . akan tetapi seseorang. Hegel membentangkan suatu konsepsi yang dinamik tentang jiwa dan lingkungan. realitas dasar itu bukannya pemikiran yang abstrak atau proses pemikiran yang khusus. Kelompok idealis obyektif tidak mengingkari adanya realitas luar atau realitas obyektif. oleh karena mereka menemukan dalam alam prinsip: tata tertib. Mereka percaya bahwa hal itu ditemukan bukan sekadar difahami dalam alam.Sebagai ganti realitas yang statis dan tertentu serta jiwa yang sempurna dan terpisah. Alam telah ada sebelum jiwa individual (saya) danakan tetap sesudah saya. Tata tertib realitas yang sangat berarti seperti itu diberikan kepada manusia agar ia memikirkan dan berpartisipasi di dalamnya. Keyakinan terhadap arti dan pemikiran dalam struktur dunia adalah intuisi dasar yang menjadi asas idealisme. Terdapat suatu akal yang memiliki maksud di alam ini. Mereka percaya bahwa sikap mereka adalah satu-satunya sifat yang bersifat adil kepada segi obyektif dari pengalaman. Dalam filsafat semacam itu. suatu jiwa atau seorang pemikir.2. akal dan maksud yang sama seperti yang ditemukan manusia dalam dirinya sendiri. pembedaan dan perbedaan termasuk dalam dunia fenomena dan bersifat relatif bagi si pengamat. seperti yang terdapat dalam filsafat tradisional. mengandung arti bahwa ada sesuatu seperti akal atau pikiran di tengah-tengah idealitas. jiwa dan lingkungan itu adalah begitu berkaitan sehingga tidak dapat mengadakan pembedaan yang jelas antara keduanya.

dan antara supernaturalisme dan naturalisme. Edgar Sheffield Brightman (1884-1953). Brightman menganggap personalisme sebagai posisi menengah antara idealisme mutlak dari Josiah Royce dan pragmatisme William James. Alam diciptakan oleh Tuhan. Realitas adalah masyarakat perseorangan yang juga mencakup Zat yang tidak diciptakan dan orang-orang yang diciptakan Tuhan dalam masyarakat manusia. Jiwa yang tertinggi telah mengekspresikan 13 . Jiwa (self) adalah satuan kehidupan yang tak dapat diperkecil lagi. akal yang sadar merealisasikan dirinya melalui tata tertib alam sebagai alat ekspresinya. dan hanya dapat dibagi dengan cara abstraksi yang palsu. walaupun begitu alam tidak berada sendiri. dan kemerdekaan manusia. Manusia mengatasi alam jika ia mengadakan interpretasi terhadap alam ini. alam arti dan alam nilai menjangkau lebih jauh daripada alam semesta sebagai penjelasan terakhir. Borden P Bowne (1847-1910). oleh karena itu realitas bersifat pluralistik. Bagi kelompok personalis. nilai moral. telah menekankan pendapat ini. Lotze berusaha mendamaikan pandangan mekanik tentang alam yang ditimbulkan oleh sains dengan interpretasi idealis tentang kesatuan spiritual. Kelompok personalis berpendapat bahwa perkembangan terakhir dalam sains modern.Realitas itu termasuk dalam personalitas yang sadar. alam adalah tata tertib yang obyektif. termasuk di dalamnya formulasi teori realitas dan pengakuan yang selau bertambah terhadap 'tempat berpijaknya si pengamat' telah memperkuat sikap mereka. Realitas adalah suatu sistem jiwa personal. Bagi Bowne. akan tetapi akal tersebut mengatasinya. Kelompok personalis menekankan realitas dan harga diri dari orang-orang. Sains mengatasi materialnya melalui teori-teorinya. dan Peter Bertocci. Aku yang Maha Tinggi dalam masyarakat individu. Rudolf Herman Lotze (1817-1881).

maka masyarakat harus diatur sedemikian rupa sehingga tiap orang dapat memperoleh kehidupan dan kesempatan yang sebesar-besarnya. dan jiwa mempunyai hubungan dengan segala sesuatu. sebagai pahlawan yang berjuang dan bekerja untuk tujuantujuan moral dan agama yang tinggi. 2. pengikut aliran idealisme personal menunjukkan perhatian yang lebih besar kepada etika dan lebih sedikit kepada logika daripada pengikut idealisme mutlak. yakni masyarakat jiwa (selves) yang telah mencapai personalitas sempurna dengan jalan berjuang. sedangkan secara kritis yaitu adanya kenyataan yang bersifat fisik dan rohaniah. Terdapat suatu masyarakat person atau aku-aku yang ada hubungannya dengan personalitas tertinggi.3 Konsep filsafat menurut aliran idealisme Konsep filsafat menurut aliran idealisme terdiri atas : a. Mereka apercaya bahwa proses hidup itu lebih penting daripada bentukbentuk ekspresi kata-kata atau arti-arti yang tetap. 14 . Ide tentang kebaikan Tuhan dipertahankan walaupun kekuasaannya terbatas. tetapi kenyataan rohaniah yang lebih berperan. Oleh karena personalitas mempunyai nilai yang lebih tinggi daripada apa saja selainnya. dan mereka menekankan realisasi kemampuan dan kekuatan seseorang. dengan jalan kemerdekaan dan mengontrol diri sendiri. Personalisme bersifat theistik (percaya pada adanya Tuhan). Metafisika-idealisme: secara absolut kenyataan yang sebenarnya adalah spiritual dan rohaniah. Tuhan mungkin digambarkan sebagai zat yang terbatas. ia memberi dasar metafisik kepada agama dan etika.dirinya dalam dunia material dari atom dan dalam jiwa-jiwa yang sadar yang timbul pada tahap-tahap tertentu dari proses alam. Sebagai suatu kelompok. Nilai-nilai moral dan spiritual diperkuat oleh jiwa kreatif personal. Tujuan hidup adalah masyarakat yang sempurna.

dan dorongan jiwa manusia. Bagi penganut idealisme fungsi mental adalah apa yang tampak dalam tingkah laku. 2. Kebenaran hanya mungkin dapat dicapai oleh beberapa orang yang mempunyai akal pikiran yang cemerlang. Hakikat roh dapat berupa idea atau pikiran. c. bukan materi dan bukan fisik.4 Idealisme sebagai Filsafat Pendidikan Idealisme menekankan akal (mind) sebagai hal yang lebih dahulu (primer). 2.1 Realitas Filsafat idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh. Humanologi-idealisme: jiwa dikaruniai kemampuan berpikir yang dapat menyebabkan adanya kemampuan memilih. daripada materi. keinginan. Epistimologi-idealisme: pengetahuan yang benar diperoleh melalui intuisi dan pengingatan kembali melalui berpikir. 15 . untuk melaksanakan tujuan. d. Hksiologi-idealisme: kehidupan manusia diatur oleh kewajibankewajiban moral yang diturunkan dari pendapat tentang kenyataan atau metafisika. bahkan sebagai pendorong dan penggerak semua tingkah laku manusia. Realitas akhir ini sebenarnya telah ada sejak semula pada jiwa manusia. Hakikat manusia adalah jiwanya. Pandangan Idealisme terhadap Realitas.4. Idealisme mengatakan bahwa realitas terdiri dari ide-ide. Oleh karena itu jasmani atau badan sebagai materi merupakan alat jiwa. pikiran-pikiran.b. alat roh. bahwa akal itulah yang riil dan materi hanyalah merupakan produk sampingan. Nilai dan Pendidikan. Pengetahuan. Dengan kata lain mind ini adalah faktor utama yang menggerakkan semua aktivitas manusia. akal (mind) atau jiwa (self) dan bukan benda material dan kekuatan. rohaninya atau sering disebut dengan mind yang merupakan suatu wujud yang mampu menyadari dunianya.

Plato mengatakan bahwa jiwa manusia sebagai roh yang berasal dari ide eksternal dan sempurna.2 Pengetahuan Idealisme adalah aliran filsafat yang berpendapat bahwa pengetahuan itu tidak lain daripada kejadian dalam jiwa manusia. Plato mengatakan bahwa kehidupan yang baik hanya dapat terwujud dalam masyarakat yang ideal yang diperintah oleh “The Philosopher Kings” yaitu kaum intelektual. maka mereka tidak akan berbuat halhal yang bertentangan dengan nilai-nilai moral. Pada hakikatnya nilai itu tetap tidak diciptakan oleh manusia melainkan bagian dari manusia. 2011: 99). Dengan kata lain pengetahuan yang diperoleh melalui indera tidak pasti dan tidak lengkap. salah. karena dunia adalah tiruan belaka. nilai itu absolut. 16 . Plato mengatakan bahwa jika manusia tahu apa yang dikatakannya sebagai hidup baik. Menurut Plato Idealisme metafisik percaya bahwa manusia dapat memperoleh pengetahuan tentang realitas karena realitas pada hakikatnya adalah spiritual sedangkan jiwa manusia merupakan bagian dari substansi spiritual tersebut. tidak cantik.Realitas mungkin bersifat personal dan mungkin juga bersifat personal dan impersonal.4. para ilmuan atau para cendikiawan (Sadulloh. Hegel menguraikan konsep Plato tentang teori pengetahuan dengan mengatakan bahwa pengetahuan dikatakan valid. buruk. Jadi pada intinya. 2.3 Nilai Menurut pandangan idealisme. pengetahuan tidak diperoleh dari pengalaman indera melainkan dari konsepsi dalam prinsip-prinsip sebagai hasil aktivitas jiwa. 2. secara fundamental tidak berubah dari generasi ke generasi. sepanjang sistematis maka pengetahuan tentang realitas adalah benar dalam arti sistematis. cantik. Apa yang dikatakan baik. sifatnya hanya maya (bayangan) yang menyimpang dari kenyataan sebenarnya. benar. sedangkan kenyataan yang diketahui manusia itu terletak di luarnya.4.

Konsep filsafat menurut aliran idealisme terdiri atas Metafisika-idealisme. fikiran atau jiwa. Pendidik harus memandang anak sebagai tujuan. atau sangat erat hubungannya dengan ide. Filsafat Idealisme terbagi atas idealisme subyektif. pendidikan harus mengajarkan hubungan antara anak dengan bagian alam spiritual. Terdapat pengelompokkan-pengelompokkan tentang jenis-jenis idealisme.1 KESIMPULAN Idealisme adalah suatu pandangan dunia atau metafisik yang mengatakan bahwa realitas dasar terdiri atas.4. khususnya filsafat pendidikan. Idealisme mengatakan bahwa realitas terdiri dari ide-ide. Hksiologi-idealisme. dan personalisme. Pendidikan merupakan pertumbuhan ke arah tujuan pribadi manusia yang ideal. Idealisme menekankan akal (mind) sebagai hal yang lebih dahulu (primer).4 melahirkan pemimpin yang baik Pendidikan Dalam hubungannya dengan pendidikan. Pendidik yang idealisme mewujudkan sedapat mungkin watak yang terbaik. bukan sebagai alat. yang memiliki pembawaan spiritual sesuai potensialitasnya. idealisme memberikan sumbangan yang besar terhadap teori perkembangan pendidikan. BAB 3 PENUTUP 3.Oleh karena itu diperlukan banyak lembaga pendidikan untuk 2. Pendidikan harus menekankan kesesuian batin antara anak dan alam semesta. Filsafat idealisme diturunkan dari filsafat metafisik yang menekankan pertumbuhan rohani. Humanologi-idealisme. bahwa akal itulah yang riil dan materi hanyalah merupakan produk sampingan. idealisme oyektif. Kaum idealis percaya bahwa anak merupakan bagian dari alam spiritual. Epistimologi-idealisme. tetapi tidak ada suatu pengelompokkan yang benar-benar memuaskan karena terdapat tumpang tindih. daripada materi. 17 . Oleh karena itu.

DAFTAR PUSTAKA http://muminatus. akal (mind) atau jiwa (self) dan bukan benda material dan kekuatan.edu/8465550/MAKALAH_FILSAFAT_IDEALISME (07.blog.00 pm Diakses tanggal 2 April 2015) 18 .academia.2 SARAN Saya berharap makalah ini dapat memberikan kontribusi positif dan bermakna dalam proses belajar & mengajar.00 pm Diakses tanggal 2 April 2015) https://www.com/filsafat-idealisme/ (07. 3. Serta makalah ini juga dapat bermanfaat bagi kedepannya. agar tidak terjadi kesalahan tafsiran mengenai konsep dasar sistem sosial dan budaya.pikiran-pikiran.