You are on page 1of 18

KESEHATAN-MIDWIFE

fhatma Ardi
Nama lengkap saya FATMAWATI UMBU HASAN, Saya berasal dari Pulau NTT.
Sumba Barat Daya, sekarang saya lagi menjalani studi di Universitas Respati
Yogyakarta jurusan D3 kebidanan.. InsyaAllah setelah lulus saya ingin melanjutkan
S1 kebidanan.. dan S2 di Australia, Amiin Ya Robbal Alamin, tidak ada yang tidak
mungkin jika kita ingin bersungguh-sungguh. Allah Maha segala-galanya. Apapun
yang Allah kehendaki pasti semuanya akan terjadi. tak ada yang mustahil baginya,
intinya kita sebagai hambanya ingin berusaha dan berdoa,
Apapun cita-cita kita, yang penting kita mempunyai Iman, meskipun saya ingin
menjadi seorang bidan, tapi iman harus selalu ada didalam hati kita, saya ingin
menjadi bidan yang dicintai di masyarakat, dan mempunyai skill yang dapat
diandalkan.. amiin Ya Robbal Alamin..
Lihat profil lengkapku

Sabtu, 18 Mei 2013
makalah alat kontrasepsi implant

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LatarOBelakang
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling
dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Peningkatan dan
perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan
angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami
oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya
karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu
mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan
individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh

menjarangkan anak (spacing) atau membatasi (limiting) jumlah anak yang diinginkan sesuai dengan keamananOmedis serta kemungkinan kembalinya fase kesuburan0(ferundity). Dengan telah berubahnya paradigma dalam pengelolaan masalah kependudukan dan pembangunan dari pendekatan pengendalian populasi dan penurunan fertilitas menjadi pendekatan yang berfokus pada kesehatan reproduksi serta hak reproduksi. akurat dan benar. dengan demikian menyebabkan . alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah dalam. yakni hormon yang berfungsi menghentikan suplai hormon estrogen yakni hormon yang mendorong pembentukan lapisan dinding lemak dan. Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar batang korek api. Maka pelayanan Keluarga Berencana harus menjadi lebih berkualitas serta memperhatikan hak-hak dari klien/ masyarakat dalam memilih metode kontrasepsi yang diinginkan .1998) Pelayanan Keluarga Berencana yang merupakan salah satu didalam paket Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial perlu mendapatkan perhatian yang serius. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai salah satu alat yaitu mengenai KB susuk. karena dipasang di bawah kulit pada lengan atas. efektif dan efisien. Untuk itu dalam memutuskan suatu cara kontrasepsi sebaiknya mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi yang rasional. Susuk disebut alat kontrasepsi bawah kulit. Hormon yang dikandung dalam susuk ini adalah progesterone. Susuk merupakan alat KB yang terdiri dari 6 tube kecil dari plastik dengan panjang masingmasing 3cm. Sebelumnya ibu mencari informasi terlebih dahulu tentang cara-cara KB berdasarkan informasi yang lengkap. karena dengan mutu pelayanan Keluarga Berencana berkualitas diharapkan akan dapat meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan.kontrasepsiO(Gunawan.Sebenarnya ada cara yang baik dalam pemilihan alat kontrasepsi bagi ibu. KB merupakan program yang berfungsi bagi pasangan untuk menunda kelahiran anak pertama (post poning).

hormon yang terkandung dalam susuk ini lebih sedikit. panjangnya sedikit lebih pendek daripada batang korek api.2. Apa yang dimaksud dengan implan ? 2. Tapi jika tidak. Apa saja efek samping dari implan ? 6. 4. maka susuk dapat segera diangkat. Alat KB yang ditempatkan di bawah kulit ini efektif mencegah kehamilan dengan cara mengalirkan secara perlahan-lahan hormon yang dibawanya. Susuk KB bekerja efektif selama 5 tahun. Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun. Oleh karena itu. Hanya sesekali ia perlu memeriksakan kesehatan ke dokter atau bidan yang memasangkan susuk tersebut. efek sampingan yang dibawanya tetap ada. Bagaiman cara pemasangan dan pelepasan implan ? 1. Berbentuk kapsul silastik (lentur). sebelumnya pemakai harus mengkonsultasikan riwayat dan kondisi kesehatannya terlebih dulu kepada dokter. 1. Penggunaan kontrasepsi ini biayanya ringan. Bagaimana cara kerja dari implan ? 5.3 Tujuan 1. Pencabutan bisa dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi. si pemakai tidak perlu repotrepot lagi menggunakan alat KB lain. 5. Apa saja indikasi dan kontraindikasi dari Implan 3. 7. 3 tahun. Dibandingkan pil atau suntikan KB. 6. 3. Jika dalam waktu tersebut si pemakai menginginkan kehamilan. dan ada juga yang diganti setiap tahun. 2. Untuk mengetahui definisi dari implan Untuk mengetahui jenis-jenis implan Untuk mengetahui indikasi dan kontraindikas implan Untuk mengetahui keuntungan dan kekurangan implan Untuk mengetahui efektifitas implan Untuk mengetahui efek samping penggunaan implan Untuk mengetahui Cara Pemasangan KB susuk . Apa saja keuntungan dan kekurangan dari implan ? 4. Rumusan Masalah 1. Namun demikian.terjadinya menstruasi. Selanjutnya hormon akan mengalir ke dalam tubuh lewat pembuluh-pembuluh darah.

Tabung kecil berisi hormon tersebut akan terlepas sedikit-sedikit. Dan bilamana Anda berenca hamil. antara lain menstruasi tidak teratur Sebagian besar masalah yang berkaitan dengan pencabutan disebabkan oleh . Anda tidak harus minum pil atau suntik KB berkala. efek samping yang ditimbulkan.BAB II PEMBAHASAN 2. cukup melepas implant ini kembali. Keuntungan memakai kontrasepsi ini.1 Defenisi Implant/susuk KB adalah kontrasepsi dengan cara memasukkan tabung kecil di bawah kulit pada bagian tangan yang dilakukan olej dokter Anda. Proses pemasangan susuk KB ini cukup 1 kali untuk masa pakai 2-5 tahun. sehingga mencegah kehamilan.

Masih berkeinginan punya anak lagi. tetapi menolak kontrasepsi mantap 9. Mengentalkan lendir serviks sehingga menyulitkan penetrasi sperma 2. Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3. Mengurangi transportasi sperma.dengan menggunakan upaya pencegahan infeksiyang dianjurkan (Sarifiddin. Norplant. Tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen . Pendarahan Vagina tanpa sebab. Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg Levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun Adapun Mekanisme Kerjanya adalah : 1. Tekanan darah <180/110 mmHg. Terdiri dari 1 batang lentur dengan panjang kira-kira 40 mm. Hamil atau diduga hamil. Telah atau belum memiliki anak 4. Pada sebagian kasus dapat pula menghalangi terjadinya ovulasi. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi 6. yang diisi dengan 68 mg 3-Keto-desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun 3. Tidak dapat memakai jenis KB yang lain Kontra Indikasi 1. Pemakaian KB yang jangka waktu lama 2. Jenis-Jenis Implant dan Mekanisme Kerjanya 1.hanya petugas klinik yang terlatih (dokter. Menimbulkan perubahan-perubahan pada endometrium sehingga tidak cocok untuk implantasi zygote 3. 3. Implanon. oleh karena itu . Menginginkan kontrasepsi jangka panjang (3 tahun untuk Jadena) 5.pemasangan yang tidak tepat. Tidak menginginkan anak lagi. dan diameter 2 mm. 2. Wanita dalam usia reproduksi 3. Riwayat kehamilan ektopik 10. dengan masalah pembekuan darah.dan perawat) yang diperbolehkan memasang maupun mencabut implan. 2006).2. dengan diameter 2.4 cm. 4.4 mm. tapi jarak antara kelahirannya tidak terlalu dekat. Pasca keguguran 8. Pasca persalinan dan tidak menyusui 7.semua tahap proses pemasangan harus dilakukan secara hati-hati dan lembut.bidan.3 Indikasi dan Kontra Indikasi Indikasi 1. 2. atau amenia bulan sabit (sickle cell) 11. Jadena dan indoplant.untuk mengurangi masalah yang timbul setelah pemasangan. yang diisi dengan 36 mg Levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun 2. 2.

Bebas dari pengaruh estrogen 4. Implant tidak merepotkan. Tidak mengganggu ASI 5. Setelah pemasangan. peningkatan/ penurunan berat badan. Gangguan toleransi glukosa. Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi 16. Perdarahan lebih ringan 7. Melindungi diri dari beberapa penyakit radang panggul Kekurangan pada alat kontrasepsi implant adalah 1. Klien hanya perlu kembali ke klinik jika ada keluhan 6. perasaan mual. Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan 2. Bila seorang akseptor menginkan anak lagi. Implant cukup memuaskan. Melindungi terjadinya kanker endometrium 11.12. Implant merupakan cara KB yang sangat efektif dalam mencegah kehamilan dan dapat mengembalikan kesuburan secara sempurna 2. 2. Sering lupa menggunakan pil 13. Tidak menaikkan tekanan darah 8. Implant merupakan cara KB yang ideal bagi ibu yang tidak amau mempunyai anak lagi. akan tetapi belum siap untuk melakukan sterilisasi (GUNAWAN. Keuntungan dari metode ini adalah: 1. 1999). Mengurangi/ memperbaiki anemia 10. nyeri payudara. Tidak ada yang dimasukkan ke dalam vagina dan tidak mengganggu kebahagiaan dalam hubungan seksual 5. akseptor tidak perlu melakukan atau memikirkan apa-apa misalnya pada penggunaan pil 3. Implant sangat mudah diangkat kembali. akseptor akan mendapatkan perlindungan selama 5 tahun 4. 2. Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara 12. perubahan mood atau kegelisahan. Perdarahan pervaginan yang belum diketahui penyebabnya 14. 17.4 Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan Banyak alasan dapat dikemukakan mengapa implant dikembangkan dan diperkenalkan sebagai cara KB yang baru. Timbul beberapa keluhan nyeri kepala. kesuburannya dapat langsung kembali setelah norplant diangkat 6. Mengurangi nyeri haid 9. Benjolan/kanker payudara atau riwayat kanker payudara 15. pusing kepala. Alasan-alasan tersebut antara lain : 1. Miom uterus dan kanker payudara. Tidak melakukan pemeriksaan dalam 3. Sekali pasang. Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan .

Amenore. Meskipun terjadi perdarahan lebih sering daripada biasanya.Bertambahnya hari-hari perdarahan dalam 1 siklus haid .000 perempuan per tahun) 2. Pada sebagian akseptor. 2009). Perdarahan hebat jarang terjadi (Cahyani. 6. Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1.Berkurangnya panjang siklus haid .5 Efek Samping 1.6 Pemasangan Implant 1. 1999).3. yang terjadi pada kirakira 6 % akseptor terutama selama 3-6 bulan pertama dari pemakaian. 5. volume darah yang hilang tetap tidak berubah. Pelaksanaan Pelayanan Ruangan klinik pasien rawat jalan maupun ruang operasi cocok untuk pemasangan maupun pencabutan implan. Umumnya perubahan-perubahan haid tersebut tidak mempunyai efek yang membahayakan diri akseptor. perdarahan ireguler akan berkurang dengan berjalannya waktu.serta harus: Mamiliki pencahayaan yang cukup Berlantai keramik atau semen sehingga mudah di bersihkan Terbebas dari debu dan serangga Memiliki ventilasi udara yang baik .3 per 100. termasuk HIV/AIDS 4.Perdarahan bercak (spotting) . Kadang-kadang ada akseptor yang mengalami kenaikan berat badan (Gunawan.ruangan sebaiknya jauh dari area yang sering digunakan · · · · (ramai) di klinik maupun di rumah sakit. 5. 2. Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual.Bila mungkin. 3. 2. Yang paling sering terjadi: . Efek samping paling utama dari implant adalah perubahan pola haid. meskipun jarang terjadi dibandingkan perdarahan lama atau perdarahan bercak. Efektifitasnya menurun jika menggunakan obat-obat tuberkulosis atau obat epilepsi. 4. Perubahan dalam periode menstruasi merupakan keadaan yang paling sering ditemui.

dan sebelum malepas sarung tangan. taruh pada g.dll) kedalam wadah tertutuprapat atau kantong plastik yang tidak bocor. Langkah ini sangat penting khususnya bila kebersihan klien b. pisahkan plunger dari trokar. Persiapan . petugas klinik harus berupaya untuk menjaga lingkungan dari bebas infeksi. (Gunakan sepasang sarung tangan yang berbeda untuk tindakan guna menghindari kontaminasi silang d. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Sebelum membuang atau merendam jarum dan alat suntik. Darah kering akan menyulitkan waktu memisahkan plunger dari f. Setelah pemasangan.· Selain itu juga perlu ada fasilitas untuk mencuci tangan termasuk air bersih dan mengalir (air kran dan lain-lain). dekontaminasi instrumen dengan larutan clorin 0.kapas.5%. Untuk itu petugas perlu melakukan hal-hal sbb: a. trokar. Setelah dipakai. e. Meminta klien untuk membersihkan dengan sabun seluruh lengan yang akan dipasang implan dan membilasnya hingga tidak ada sabun yang tertinggal (sisa sabun dapat mengurangi efektifitas beberapa anti septik).isi dahulu dengan larutan clorin. 2. Kain operasi (drape) harus dicuci sebelum digunakan kembali. Pencegahan Infeksi Untuk meminimalisasi resiko infeksi pada klien setelah pemasangan maupun pencabutan implan. h. Lepaskan sarung tangan dari dalam ke luar. buang bahan-bahan terkontaminsi (kassa. Untuk pemasangan dan pencabutan batang. Rendam selama 10 menit. wadah kering dan bertutup Dengan tetap memakai sarung tangan.5%. Siapkan daerah pemasangan dan pencabutan dengan kapas yang telah diberi anti septik: gunakan forsep untuk mengusap kapas tersebut pada daerah pemasangan/pencabutan implan. Jarum dan alat suntik sekali pakai (disposable) harus dibuang kedalam wadah yang tahan tusuk. Setelah selesai pemasangan maupun pencabutan batang implan. mengalir sudah cukup Pakai kedua sarung tangan yang telah disterilisasi atau diDTT. Masukkan kedua tangan yang masih memakai sarung tangan kedalam larutan clorin 0.kemudian bilas segera dengan air bersih. cuci tangan dengan sabun selama 5-10 detik kemudian bila dengan air bersih yang c. 3.

Gunakan cara pencegahan infeksi yang dianjurkan 3.hanya sekedar menembus kulit. band aid.kedua tindakan ini pada kenyataannya sangat bermanfaat dalam mengurangi resiko terjadinya infeksi pada insersi atau pencabutan implan Norplant b. Bak/tempat instrumen (tertutup) 3. Gunakan kalpel atau trokar tajam untuk membuat insisi. Persiapan Klien Walaupun kulit dan instrumennya sulit untuk disterilisasi. Kassa pembalut. Kassa steril dan pembalut 14. 5. superfisisl tepat dibawah kulit. Waktu memasang trokar jangan dipaksakan 6. Untuk tempat pemasangan kapsul.betadin atau sejenis gol povidon iodin lainnya). Larutan anti septik untuk disinfeksi kulit(mis. Pasang sarung tangan karet bebas bedak dan yang sudah steril (atau didisinfeksi tingkat tinggi) 6.pilihlah lengan klien yang jarang digunakan 2. 8. Meja periksa untuk berbaling klien 2. Sabun untuk mencuci tangan 7. kain penutup steril(disinfeksi tingkat tinggi) serta mangkok untuk tempat meletakkan implan 5. lengkap dengan cawan/mangkok anti karat. Batang implan dalam kantong 4. Pastikan kapsul-kapsul tersebut ditempatkan sedikitnya 8 cm diatas lipat siku. Zat anastesi lokal (konsentrasi 1% tanpa epinefrin) 9. dan jarum suntik (22G) ukuran 2. Norplant. . pencucian dan pemberian antiseptik pada daerah operasi tempat implan akan dipasang akan mengurangi jumlah mikroorganisme di daerah kulit klien. Kunci Keberhasilan Pemasangan 1.a. Semprit(5-10ml).5 sampai 4 cm (1-1 1/2inch) 10. didaerah 4.Peralatan dan Instrumen untuk Insersi 1. atau plester 13. Klem penjepit atau forsep mosquito (tambahan) 16. Ttrokar harus dapat mengangkat kulit setiap saat. Alat penyangga lengan (tambahan) 3.untuk memastikan memastikan pemasangan tepat dibawah kulit . Epinefrin untuk renjatan anafilaktik (harus tersedia untuk kaperluan darurat) 15. Masukkan trokar melalui luka insisi dengan sudut yang kecil. Trokar 10 dan madrin 11. Skalpel 11 atau 15 12. media lengan Insisi untuk pemasangan harus kecil.

Langkah 5 Siapkan tempat alat-alat dan buka bungkus steril tanpa menyentuh alat-alat di dalamnya. harus dicabut dengan hati-hati dan dipasang kembali dalam posisi yang tepat 9.pegang kapsul yangsudah terpasang tersebut dengan jari tengah dan masuk trokar pelan-pelan disepanjang tepi jari tersebut) 8. Jangan dicabut ujung trokar dari tempat insisi sebelum semua kapsul dipasang dan periksa seluruh posisi kapsul.7. Langkah 3 Persilahkan klien berbaring dengan lengan yang lebih jarang digunakan (misalnya : lengan kiri) diletakkan pada lengan penyangga atau meja di samping. Pastikan tidak terdapat sisa sabun (sisa sabun menurunkan efektivitas antisetik tertentu). Kapsul pertama dan keenam harus membentuk sudut 75 derajat 5. Setelah selesai memasang. bila sebuah ujung kapsul menonjol keluar atau terlalu dekat dengan luka insisi. Persiapan Pemasangan Langkah 1 Persilahkan klien mencuci seluruh lengan dengan sabun dan air yang mengalir serta membilasnya. Pastikan 1 kapsul benar-benar keluar dari trokar sebelum kapsul berikutnya dipasang (untuk mencegah kerusakan kapsul sebelumnya. 10. Langkah 2 Tutup tempat tidur klien (dan penyangga lengan atau meja samping bila ada) dengan kain bersih. Langkah 6 Buka dengan hati-hati kemasan steril implan dengan menarik kedua lapisan pembungkusnya . Langkah ini sangat penting bila klien kurang menjaga kebersihan dirinya untuk menjaga kesehatannya dan mencegah penularan penyakit. Lengan harus disangga dengan baik dan dapat digerakkan lurus atau sedikit bengkok sesuai dengan posisi yang disukai klinis untuk memudahkan pemasangan. Langkah 4 Tentukan tempat pemasangan yang optimal 8 cm di atas lipatan siku. Hal ini untuk memastikan bahwa keenam kapsul dipasang dalam posisi benar dan pada bidang yang sama dibawah kulit.

Langkah 4 Persiapkan tempat insisi dengan larutan antiseptik.Bila tidak ada mangkuk steril. Dapat juga dengan menutupi lengan di bawah tempat pemasangan dengan kain steril. kapsul dapat diletakkan dalam mangkuk yang didisinfeksi tingkat tinggi (DDT) atau pada baki tempat alat-alat. Lubang tersebut harus cukup lebar untuk memaparkan tempat yang akan dipasang kapsul.dan jatuhkan seluruh kapsul dalam mangkuk steril. Tindakan Sebelum Pemasanagan Langkah 1 cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. (bila memegang kasa berantiseptik hanya dengan tangan. menyentuh bagian dalam kemasan atau isinya kecuali dengan alat yang steril atau DDT. Mulai mengusap dari tempat yang akan dilakukan insisi ke arah luar dengan gerakan melingkar sekitar 8-13 cm dan biarkan kering (sekitar 2 menit) sebelum memulai tindakan. . Dosis ini sudah cukup untuk menghilangkan rasa sakit selama memasang kapsul implan. Hapus antiseptik yanga berlebihan hanya bila tanda yang sudah dibuat tidak terlihat. keringkan dengan kain bersih. Gunakan klem steril atau DTT untuk memegang kasa berantiseptik. Langkah 2 Pakai sarung tangan steril atau DDT (ganti sarung tangan untuk setiap klien guna mencegah kontaminasi silang). Jangan 6. isi alat suntik dengan 3 ml obat anestesi . Hitung kapsul untuk memstikan jumlahnya. Langkah 6 Setelah memastikan tidak alergi terhadap obat anestesi. Langkah 3 Atur alat dan bahan-bahan sehingga mudah dicapai. Pilihan lain adalah dengan membuka sebagian kemasan dan mengambil kapsul satu demi satu dengan klem steril atau DDT saat melakukan pemasangan. hatihati jangan sampai mengkontaminsai sarung tangan dengan menyentuh kulit yang tidak steril). Langkah 5 Bila ada guanakan kain penutup (doek) yang mempunyai lubang untuk menutupi lengan.

Hal ini akan membuat kulit terangkat dari jaringan lunak di bawahnya. Trokar harus dipegang dengan ujung yang tajam menghadap ke atas. Memasukkan trokar jangan dengan paksaan. Jika terdapat tahanan coba dari sudut lainnya. sentuh tempat insisi dengan jarum atau skalpel untuk memastikan obat anestesi telah bekerja. dekat pangkal menunjukkan batas trokar dimasukkan ke bawah kulit sebelum memasukkan 2. kemudian lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk ke dalam pembuluh darah. Langkah 3 Dengan ujung yang tajam menghadap ke atas dan pendorong di dalamnya masukkan ujung trokar melalui luka insisi dengan sudut kecil. Langkah 2 Ingat kegunaan ke-2 tanda pada trokar. Suntikkan sedikit obat anestesi untuk membuat gelembung kecil di bawah kulit. Jangan membuat insisi yang panjang atau dalam. Mulai dari kiri atau kanan pada pola seperti kipas. Kemudian tanpa memindahkan jarum. buat insisi dangkal hanya untuk sekedar menembus kulit. masukkan ke bawah kulit sekitar 4 cm. Kemudian tarik jarum pelan-pelan sehingga membentuk jalur sambil 7. Masukkan trokar perlahan-lahan dan hati-hati ke arah tanda (1) dekat pangkal. menyuntikkan obat anestesi sebanyak 1 ml di antara tempat untuk memasang kapsul. Langkah 4 Untuk meletakkan kapsul tepat di bawah kulit angkat trokar ke atas sehingga kulit terangkat. Ada 2 tanda pada trokar. Pemasanagan Kapsul Sebelum membuat insisi. Trokar harus . setiap kapsul. 1. dekat ujung menunjukkan batas trokar yang harus tetap di bawah kulit setelah memasang setiap kapsul. gerakkan trokar ke depan dan berhenti saat ujung tajam seluruhnya berada di bawah kulit. Langkah 1 Pegang skalpel dengan sudut 45◦.Langkah 7 Masukkan jarum di bawah kulit pada tempat insisi.

Langkah 9 Saat pangkal menyentuh pegangan pendorong tanda (2) harus terlihat di tepi luka insisi dan kapsul saat itu keluar dari trokar tepat berada di bawah kulit. Terik tabung trokar dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk ke arah luka insisi sampai tanda (2) muncul di tepi luka insisi dan pangkalnya menyentuh pegangan pendorong. Masuknya trokar akan lancar bila berada di bidang yang tepat di bawah kulit. Bila kapsul diambil dengan tangan pastikan sarung tangan tersebut bebas dari bedak atau pertikel lain. Untuk melakukan itu mula-mula fiksasi kapsul pertama . Gunakan ibu jari dan telunjuk atau pinset atau klem untuk mengambil kapsul dan memasukkan ke dalam trokar. Trokar harus selalu terlihat mengangkat kulit selama pemasangan.cukup dangkal sehingga dapat diraba dari luar dengan jari. putar ujung dari trokar ke arah laterla kanan dan kembalikkan lagi ke posisi semula untuk memastikan kapsul pertama bebas. tapi jangan mendorong dengan paksa. Raba ujung kapsul dengan jari untuk memastikan kapsul sudah keluar seluruhnya dari trokar. Langkah 8 Pegang pendorong dengan erat di tempatnya dengan satu tangna untuk menstabilkan. Hal yang penting pada langkah ini adalah menjaga pendorong tetap di tempatnya dan tidak mendorong kapsul ke jaringan. Langkah 10 Tanpa mengeluarkan seluruh trokar. Hal yang penting adalah kapsul bebas dari trokar untuk menghindari terpotongnya kapsul saat trokar digerakkan untuk memasang kapsul berikutnya. Langkah 6 Masukkan kapsul pertama ke dalam trokar. Langkah 5 Saat trokar masuk sampai tanda (1) cabut pendorong dari trokar. Selanjutnya geser trokar sekitar 15-25 derajat. Langkah 7 Gunakan pendorong untuk mendorong kapsul ke arah ujung trokar sampai terasa ada tahanan.

dengan jari telunjuk dan masukkan kembali trokar pelan-pelan sepanjang sisi jari telunjuk tersebut sampai tanda (1). Timbulnya efeksamping yang sangat mengganggu dan tidak dapat diatasi dengan pengobatan biasa . 2) Amati klien kurang lebih 15-20 menit untuk kemungkinan perdarahan dari luka insisi atau efek lain sebelum memulangkan klien. Luka insisi tidfak perlu dijahit karena dapat menimbulkan jaringan parut 2) Periksa adanya perdarahan. kalau bisa diberikan secara tertulis. Langkah 12 Sebelum mencabut trokar. Tindakan Setelah Pemasangan Kapsul a. Langkah 14 Setelah kapsul terpasang semuanya dan posisi setiap kapsul sudah diperiksa. Hal ini akan memastikan jarak yang tepat antara kapsul dan mencegah trokar menusuk kapsul yang dipasang sebelumnya. Perawatan klien 1) Buat catatan pada rekam medik pemasangan kapsul dan kejadiian tidak umum yang mungkin terjadi selama pemasangan. harus dicabut dengan hati-hati dan dipasang kembali di tempat yang tepat. Bila sebuah kapsul keluar atau terlalu dekat dengan luka insisi. Tekan tempat insisi dengan jari menggunakan kasa selama 1 menit 8. Atas permintaan akseptor (seperti ingin hamil lagi) 2. Beri petunjuk untuk perawatan luka insisi setelah pemaasangan. Langkah 11 Pada pemasangan kapsul berikutnya. raba kapsul untuk memastikan kapsul semuanya telah terpasang. keluarkan trokar pelan-pelan. Menutup luka insisi 1) Temukan tepi kedua insisi dan gunakan band aid atau plester dengan kassa steril untuk menutup luka insisi. 2. untuk mengurangi resiko infeksi atau ekspulsi pastikan bahwa ujung kapsul yang terdekat kurang lebih 5 mm dari tepi luka insisi. Tutup daerah pemasangan dengan pembalut untuk hemostasis dan mengurangi memar (perdarahan subkutan) b.7 Pencabutan Implant Pengangkatan Norplant dilakukan atas indikasi : 1. Bila tanda (1) sudah tercapai masukkan kapsul berikutnya ke dalam trokar dan lakukan seperti sebelumnya. Langkah 13 Ujung dari semua kapsul harus tidak ada tepi luka insisi.

Kemudian lakukan insisi selebar 5-7 mm ditempat yang paling dekat dengan kapsul Norplant 6. Sudah habis masa pakainya 4. Tentukan lokasi kapsul Norplant (kapsul 1-6). Alat-alat yang diperlukan: selain dari alat-alat yang diperlukan sewaktu pemasangan kapsul Norplant diperlukan pula satu forceps lurus dan satu furseps bengkok. kemudian ditutup dengan kain steril yang berluban 4. kearah ujung forceps. Setelah semua kapsul dikeluarkan dan tidak terjadi perdarahan tutup luka dengan kassa steril kemudian di plester 10. Informasikan kepada pemakai untuk tidak membasahi luka selama 3 hari . Selanjutnya kapsul yang sudah dijepit kemudian ditarik pelan-pelan. Jika sewaktu mengeluarkan kapsul terjadi perdarahan maka hentikan terlebih dahulu perdarahannya 9. Forceps dimasukan kedalam lubang insisi dan kapsul didorong dengan jari tangan lain 7. Pada umumnya tidak diperlukan jahitan pada kulit 11. BAB III PENUTUP 3. Adakalanya kapsul sudah terbungkus dengan jaringan sekitarnya dalm hal ini dilakukan insisi pada jaringan yang membungkus 8. kapsul tersebut pelan-pelan sampai kapsul menjadi bebas sehingga mudah menariknya keluar Lakukan prosedur ini beturut-turut untuk mengeuarkan kapsul kedua sampai keenam. selanjutnya forceps dibuka lalu kapsul dijepit dengan ujung forceps. 3.1 Kesimpulan . 2. Lakukan anastesi lokal 5. Terjadi kehamilan Prosedur Pengangkatan 1.3. Daerah insisi di disinfeksi. Kalo perlu dibantu dengan mendorong kapsul dengan jari tangan lain. kalau perlu kapsul di dorong kearah tempat insisi akan dilakukan.

Jangan mencoba mencopot sendiri di b. segera kunjungi pekerja kesehatan yang memasangnya. masih berkeinginan punya anak lagi. atau yang terlatih. Untuk Petugas Kesehatan : Diharapkan agar memberikan Pelayanan kontrasepsi lebih Kompoten agar tidak terjadi komplikasi-komplikasi yang merugikan bagi pasien.Alat kontrasepsi susuk atau implan berisi lovonorgestrel. tidak merepotkan. kira-kira 6-10 cm dari lipat siku. a.2 Saran. akseptor tidak perlu melakukan atau memikirkan apa-apa misalnya pada penggunaan pil. Indikasi penggunaan KB susuk adalah pemakaian KB yang jangka waktu lama. Alasan-alasan tersebut antara lain implant merupakan cara KB yang sangat efektif dalam mencegah kehamilan dan dapat mengembalikan kesuburan secara sempurna. tapi jarak antara kelahirannya tidak terlalu dekat. Implant merupakan cara KB yang ideal bagi ibu yang tidak amau mempunyai anak lagi. terdiri dari 6 kapsul yang diinsersikan di bawah kulit lengan atas bagian dalam. Untuk Pasien : Bila Anda ingin menghentikan pemakaian implan. Setelah pemasangan. akan tetapi belum siap untuk melakukan sterilisasi 3.tidak dapat memakai jenis KB yang lain. Banyak alasan dapat dikemukakan mengapa implant dikembangkan dan diperkenalkan sebagai cara KB yang baru. rumah. .

ac.http://www. Diposkan oleh fhatma Ardi di 22.klikdokter. 2009.id/17781/1/IMBARWATI. tanggal 17 Desember 2010). Kusumaningrum. Alat Kontrasepsi untuk Wanita (Contraseptive for Female). KB). tanggal 17 Desember 2010).undip.pdf (Diakses hari Jumat.DAFTAR PUSTAKA Muhammad.com/medisaz/read/2010/07/05/120/keluarga-berencana--kb( Diakses hari Jumat. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Jenis Kontrasepsi yang Digunakan pada Pasangan Usia Subur.13 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Tidak ada komentar: Poskan Komentar . Radita. 2008. http://eprints.

Link ke posting ini Buat sebuah Link Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) .