You are on page 1of 27

1

A. JUDUL
Potensi Usaha Baju ”HANACARAKA” sekaligus Upaya
Pelestarian Budaya Indonesia.
B. LATAR BELAKANG
Seiring derasnya arus informasi dan efek globalisasi , membuat
identitas tanah air dari waktu ke waktu termarjinalkan dan akibatnya
kawula muda lupa tehadap keanekaragaman seni, budaya, suku, adatistiadat, bahasa, dan agama yang dimiliki. Ini karena budaya Indonesia
masih kurang optimal untuk dikelola dan dikembangkan sebagai
pelestarian kekayaan budaya. Hanya sebagian kecil saja kebudayaan
daerah

yang

dikembangkan

secara

optimal.

Sebagai

efeknya

keanekaragaman seni dan budaya kita telah “dijiplak” oleh negara asing
dan diklaim oleh negara lain, yang merasa budaya di Indonesia merupakan
milik mereka. Padahal keanekaragaman

budaya daerah di Nusantara

merupakan

yang

salah

satu

sumber

daya

sangat

besar

dalam

mengembangkan pembangunan bangsa.
Keanekaragaman budaya di Indonesia memiliki keunikan dan
karakteristik berbeda di setiap daerah yang menjadi daya tarik tersendiri
bagi sektor pariwisata. Kekayaan sumber daya alam dan sumber daya
manusia yang melimpah, serta keanekaragaman budaya bangsa yang
bermacam-macam dapat menjadi modal utama dalam meningkatkan
kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Keanekaragaman kebudayaan yang dimiliki masing-masing daerah
di

Indonesia

merupakan

peluang

besar

dalam

meningkatkan

perekonomian. Terdapat banyak cara untuk melestarikan budaya Indonesia
dalam meningkatkan sektor perekonomian. Misalnya dengan diadakannya
pameran seni budaya daerah, even-even perlombaan budaya daerah,
pemasaran produk-produk budaya yang dimiliki setiap daerah (makanan,
kerajinan, dan tekstil/sandang) sebagai oleh-oleh atau cenderamata khas
daerah tersebut. Revitalisasi budaya dengan cara ini, dapat menanamkan
jiwa nasionalisme bagi generasi muda serta berpotensi menciptakan
lapangan kerja dan sumber ekonomi baru.
Dalam hal ini, penulis mengamati bahwa terdapat suatu
kebanggaan terhadap budaya daerah yang mereka miliki. Kondisi ini

2

dibuktikan dengan produk-pruduk unggulan yang dihasilkan dari
kreativitas masyarakat dalam memperkenalkan budayanya. Begitu pula
dengan seni budaya Jawa Timur yang telah ada yaitu reog Ponorogo.
Terdapat banyak potensi di Jawa Timur yang masih belum digali
dan dimanfaatkan oleh masyarakat terhadap produk asli yang berciri khas
Jawa Timur. Ragam budaya yang dimiliki daerah Jawa Timur yang telah
dilupakan masyarakat aslinya ialah huruf aksara Jawa. Huruf aksara Jawa
ini merupakan huruf tua berasal dari perkembangan huruf Dewanagari.
Kekayaan huruf aksara Jawa ini sangat unik, huruf ini berbeda dengan
huruf lainnya. Disamping memiliki legenda, juga punya sejarah asal-usul
aksara Jawa.
Salah satu cara menggali potensi tersebut, yaitu dengan membuka
usaha baru pembuatan baju. Apabila Provinsi Bali memiliki “joger” yang
bertuliskan kata-kata indah dan lucu, tetapi tidak melanggar etika dan tata
bahasa Indonesia dan DI Yogyakarta memiliki “dagadu” yang bertuliskan
kata-kata olokan. Maka bisa membuat produk baju “HANACARAKA”
dalam bentuk kaos dan kemeja yang berciri khas Jawa Timur yang bisa
dipakai sehari-hari, untuk bersantai, jalan-jalan, dan juga dapat dijadikan
sebagai oleh-oleh khas Jawa Timur bagi wisatawan.
Baju “HANACARAKA” merupakan baju yang bertuliskan huruf
aksara Jawa yang dipadukan dengan motif batik. Disertakannya motif
batik pada baju bertujuan untuk lebih mengenalkan budaya Indonesia ke
seluruh elemen masyarakat, dikarenakan baju batik masih dianggap
sebagai baju untuk acara resmi saja sehingga kalangan muda masih jarang
memakainya. Sedangkan dipilihnya produk baju ini dikarenakan baju
merupakan kebutuhan primer manusia yang tidak akan lepas dari
kehidupan sehari-hari. Harapannya, dengan menggunakan produk baju
masyarakat akan lebih sering melihat huruf aksara Jawa yang pada
akhirnya secara bertahap mengenalnya dan memahaminya.
Kondisi ini dapat dijadikan peluang bisnis sebagai sumber
ekonomi baru dalam dunia usaha yang berciri khas budaya. Besarnya
peminat dari masyarakat asli maupun wisatawan yang berkunjung ke

Untuk tindak selanjutnya kemungkinan tim pelaksana memasarkan produk di sekitar kampus Universitas Brawijaya dan daerah rumah asal masing-masing tim pelaksana untuk memperluas pangsa pasar. dalam tiga tahun ini rata-rata penduduk pendatang mencapai 22. Baju yang bertuliskan huruf aksara Jawa yang dipadukan dengan motif batik akan ditambah dengan terjemahan huruf aksara Jawa yaitu dalam bahasa Jawa atau bahasa Indonesia. khususnya kalangan muda. Sistem pemasaran produk ini dengan cara menitipkannya ke outlet –outlet yang tersebar di Malang Raya. Kreasi baju “HANACARAKA” tidak berhenti di situ saja. sehingga pemakai memahami apa arti serta maksud dari huruf yang tertera. huruf aksara Jawa yang tertera pada baju dibuat dalam bentuk border. Sebagai nilai estetika yang lebih dalam baju “HANACARAKA”. Pemilihan lokasi pemasaran di sekitar kota Malang karena Malang merupakan kota pelajar dimana banyak Universitas negeri maupun swasta serta sekolah unggulan yang mana banyak terdapat kalangan remaja dan mahasiswa (dari luar kota dan luar daerah) serta masyarakat luas yang tinggal.3 Provinsi Jawa Timur terhadap kebutuhan baju yang berciri khas asli Jawa Timur sangat ditunggu-tunggu keberadaannya. .807 orang di Malang. Pasalnya.110 jiwa. Bahan kaos yang berkualitas dan disain eksklusif bergaya distro yang unik dan lucu. selain produk ini masih baru dan belum ada di Jawa Timur. 22. tim penulis berupaya membuatkan baju ini semenarik mungkin.197 orang dengan jumlah pendatang terbanyak di tahun 2008 yakni. pembuatan baju ini memiliki pangsa pasar (market share) yang sangat besar. Produk baju yang akan nanti dibuat berbeda dengan kaos-kaos yang sudah ada selama ini. Untuk mengawali pengenalan produk baju “HANACARAKA” sasaran pasarnya ialah masyarakat luas dari segala elemen yang terdapat di sekitar kota Malang dengan jumlah penduduk sampai akhir Juni 2005 sebesar 782. Terjemahan ini dimaksudkan untuk mempermudah pemakai dalam membaca huruf aksara Jawa. Selain itu juga dikarenakan banyaknya pendatang .

produk baju “HANACARAKA” ini dapat membantu masyarakat . kami mengharapkan agar kreasi yang kami ciptakan ini dapat memacu teman-teman yang lain untuk berimajinasi dengan imajinasi-imajinasi yang lain. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas.. D. Jawa Timur. diketahui bahwa usaha baju “HANACARAKA” sangatlah prospektif untuk dikembangkan. “HANACARAKA” Menciptakan kreasi baru dalam produk baju yang memiliki estetika 4. Dengan imajinasiimajinasi yang terwujud. pekerjaan kantoran yang semakin lama semakin sulit didapat dapat dialihkan dengan membuka seunit usaha kecil yang prospektif. tersendiri Mengangkat baju “HANACARAKA” sebagai produk khas daerah 5. maka tujuan dari program ini adalah : 1. melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia di masyarakat luas. E. Mengembangkan potensi jiwa kewirausahaan Mendapatkan profit dari usaha produksi dan pemasaran baju 3. 2. C. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari progarm ini adalah dapat membuka usaha produksi dan pemasaran baju “HANACARAKA” yang profitable. Selain itu. TUJUAN Sesuai dengan latar belakang di atas. Melestarikan budaya Indonesia khususnya huruf aksara Jawa dan motif batik. dan dapat mewujudkannya dengan menghasilkan seunit kreatifitas yang bersifat profitable yang sekaligus juga mengenalkan. Oleh karenanya diharapkan melalui kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) ini dapat diperoleh modal awal yang cukup untuk mendirikan usaha baju “HANACARAKA”.4 Program ini tidak hanya sampai ini saja.

khususnya Jawa Timur. G. Bagi Masyarakat Masyarakat dapat memiliki oleh-oleh ciri khas yang unik dan menarik yang bersifat mendidik dengan harga relevan. Bagi Pemerintah Membantu pemerintah dalam melestarikan dan menyelamatkan aset budaya bangsa dari gangguan dunia luar. 3. khususnya huruf aksara Jawa dan motif batik sebagai penguatan identitas diri. Usaha ini juga akan membuka peluang kerja baru bagi pengangguran khususnya di kota Malang. b. KEGUNAAN Adapun manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari program kreatifitas ini antara lain : 1. Segi Ilmu Pengetahuan Membantu pemerintah dan masyarakat dalam menambah wawasan budaya bangsa Indonesia. memahami. dan melestarikan kebudayaan bangsa. memahami. khususnya huruf aksara Jawa dan motif batik sebagai penguatan identitas diri bangsa. Segi Ekonomi a. Dengan berbagai keunggulan dan kreatifitas yang sangat unik dan menarik diharapkan akan tercipta brand image yang baik dari produk baju “HANACARAKA” sehingga mendapatkan tempat yang khusus di tengah-tengah masyarakat. tempat transaksi pembelian berlangsung .5 dan pemerintah agar lebih mengenal. F. dan melestarikan kebudayaan bangsa. hal itu yang nantinya yang akan dijadikan pembeli sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan produk yang akan dibeli. Segi Sosial a. b. Bagi Masyarakat Masyarakat dapat lebih mengenal. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA Dalam menjalankan suatu usaha tentu banyak hal yang harus direncanakan oleh pengusaha. waktu pembelian. Bagi Pemerintah Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat membantu mengurangi pengangguran 2.

Dalam rencana usaha baju “ HANACARAKA” ini. . Untuk keberlangsungan usaha baju “ HANACARAKA” maka modal yang diperoleh berasal dari DIKTI yang nantinya akan dibelikan peralatan sebagai investasi alat. benang jahit. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan produksi. Pada pelaksanaan usaha baju “ HANACARAKA” ini. kancing baju. Bahan baku yang digunakan dalam usaha kami ini antara lain kain katun. Bahan baku yang berkualitas menjadi pilihan dalam menjalankan usaha baju “ HANACARAKA” untuk pemuasan konsumen. Bahan Baku Pengadaan bahan baku dilakukan dengan memesan atau membeli langsung kepada penjual kain grosir di Pasar Besar Malang yang menjadi mitra kerja usaha kami tersebut. 3. pembelian bahan produksi serta barang-barang penunjang dalam pelaksanaan usaha kami tersebut. 2. untuk tahap awal usaha penulis menjalankan usaha sendiri tanpa mempekerjakan tenaga kerja. Alat-Alat produksi Pengadaan alat-alat produksi merupakan kebutuhan pokok dalam suatu usaha. Beberapa alat-alat yang kami gunakan dalam menunjang usaha kami meliputi Stempel dan Bantalan stempel. Modal Suatu usaha tercipta apabila modal telah terpenuhi. 2. yaitu : 1. Tetapi bermitra dengan pihak percetakan. dan kaos polos.6 serta berbagai keputusan yang lain. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam menjalankan suatu usaha meliputi aspek produksi dan pemasaran. Tenaga kerja Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi.

baju ini rencananya akan berupa sablon dengan border pada huruf aksara Jawanya. topi. 2. Keunggulan produk kami ini selain terletak pada desaignya. Akan tetapi juga masyarakat luas baik dari kalangan anak –anak maupaun dewasa. Selain itu juga konsumen akan kami perluas bukan hanya untuk kalangan remaja atau mahasiswa saja. Untuk desaignya sendiri akan kami buat semenarik mungkin dan tidak terkesan terlalu formal agar pelanggan merasa nyaman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena mengingat pangsa pasar yang kami bidik adalah para remaja dan mahasiswa. Selain itu kami juga memberikan pilihan kepada pelanggan yang melakukan pemesanan yaitu mendesaign sendiri isi tulisan atau huruf aksara Jawa yang tercantum pada kaos atau kemeja yang dipesan. aspek pemasaran juga memegang peranan penting. tidak menutup kemungkinan usaha ini berjalan dengan lancar sehingga kami akan melakukan pengembangan produk kami dengan membuat variasi produk lain seperti jaket. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pemasaran suatu produk pada pelaksanaan suatau usaha adalah sebagai berikut : 1.7 Dalam pelaksanaan suatu usaha. Harga Untuk harga bajunya sendiri diharapkan nantinya akan dijual dengan harga yang cukup terjangkau oleh konsumen. slayer. Produk Produk yang kami hasilkan berupa kaos dan baju berkerah dengan design yang memadukan antara kebudayaan huruf aksara Jawa dengan motif batik dimana batik ini merupakan salah satu warisan dunia yang berasal dari Indonesia. Bahan baku yang murah dan tidak terlalu banyak mampu menekan biaya produksi sehingga . dan tas dengan design yang sama. Akan tetapi.

000. Selain itu untuk di lingkungan kampus Brawijaya. kelompok akan berkerja sama denga mitra usaha yang sudah profesional. yaitu tempat percetakan dan sablon yang berada di Kota Malang. 3. brosur dan iklan yang dilakukan di lingkungan Kampus Universitas Brawijaya. Promosi awal yang dilakukan untuk menarik konsumen adalah melalui personal selling. Rencana usaha yang berkaitan dengan pemasaran produk dan penjualan akan dilakukan setelah proses produksi selesai. usaha kami ini juga akan melakukan kerjasama dengan KPRI Brawijaya untuk pemasaran produk kami tersebut. 60. Tempat Dalam proses produksi kaos yang akan dibuat. sehingga diharapkan nantinya akan menghasilkan produk yang berkualitas. Untuk menentukan pihak percetakan yang akan bermitra dengan tim pelaksana .00 dan Rp.00. Untuk pemasarannya. alat yang digunakan dalam pembuatan kaos memungkinkan. pameran.000. serta mudah dalam pelaksanaan pemasaran. kami akan melakukan observasi ke berbagai tempat percetakan di kota Malang setelah proposal ini disetujui untuk di danai. dekat dengan lokasi bahan baku. Usaha baju“ HANACARAKA” kami ini rencananya akan menjual produk kaos dan baju berkerah masingmasing dengan harga Rp. Memberikan diskon kepada pembeli sebesar 10-20% apabila pembelian . karena kelompok pada saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa dan masih belum memiliki peralatan produksi yang dibutuhkan. Kondisi ini dipilih. karena lokasi Malang strategis. usaha kami ini akan melakukan kerjasama dengan outlet-outlet yang ada di daerah Malang Raya. Promosi Suatu produk tidak akan terjual dengan baik apabila tidak dilakukan promosi (Promotion).8 harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal. 4. Lokasi produksi kaos. yaitu percetakan (sablon kaos dengan jahit border) dengan berbagai pertimbangan sebelumnya. Hal ini penting dilakukan. 35.

METODE PELAKSANAAN Tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan program ini adalah sebagai berikut: 1. kancing baju. Rencana usaha yang berkaitan dengan pemasaran produk dan penjualan akan dilakukan setelah proses produksi selesai. Pengadaan bahan baku dan bahan penunjang Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi baju ”HANACARAKA” antara lain: kain katun meteran. 4. 3.9 sebanyak dua produk atau lebih pada bulan pertama penjualan. Bahan-bahan tersebut dapat dibeli di pasar Dinoyo Kota Malang serta dalam pembeliannya direncanakan untuk persediaan 1 hari produksi. Persiapan tempat usaha Tempat usaha baju ”HANACARAKA” ini rencananya kelompok akan berkerja sama denga mitra usaha yang sudah profesional. Hal ini penting dilakukan. yaitu percetakan (sablon kaos dengan jahit border) dengan berbagai pertimbangan sebelumnya. untuk kemasannya juga dibuat menarik sekaligus sebagai media promosi yaitu dengan menggunakan plastik atau tas kecil yang unik dengan desaign gambar brand serta dilengkapi alamat dan info pemesanan. H. 2. Besarnya pangsa pasar dan mudahnya dalam pembelian bahan baku merupakan alasan dipilihnya tempat di daerah tersebut. Pengadaan Alat. dan kain kaos . Pengadaan alat produksi Pengadaan alat produksi akan dilakukan diawal kegiatan.alat yang dibutuhkan pada produksi rencananya akan diusahakan di daerah Malang. benang jahit. Selain itu. Proses Produksi . karena kelompok pada saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa dan masih belum memiliki peralatan produksi yang dibutuhkan.

sesuai katun. sifat bahan yang masih dalam keadaan baik. 6. pemolaan kain. Pemasaran Untuk pemasarannya. usaha kami ini akan melakukan kerjasama dengan outlet-outlet yang ada di daerah Malang Raya. Evaluasi kegiatan Evaluasi kegiatan berfungsi untuk mengontrol dan menganalisis kegiatan yang telah dilakukan. Tahapan umum pembuatan baju ”HANACARAKA” yaitu : a. Penekanan ciri khas produk ditekankan yaitu adanya huruf aksara Jawa yang dipadukan dengan motif batik . leaflet. Promosi Promosi merupakan suatu kegiatan manajemen yang berfungsi mengenalkan usaha. publisitas. dan pembordiran. Perencanaan promosi yang akan dilakukan dalam mengenalkan produk ke konsumen yaitu: iklan. penjahitan. 5. dan pembordiran. Promosi penjualan yang direncanakan yaitu dengan prinsip membuat produk baju ”HANACARAKA” yang beda dengan produk lain. usaha kami ini juga akan melakukan kerjasama dengan KPRI Brawijaya untuk pemasaran produk kami tersebut. Selain itu untuk di lingkungan kampus Brawijaya. Kelemahan yang ada selama berjalannya kegiatan maupun peluang yang ada agar kegiatan yang nantinya dilakukan pasca . Maksud dari taat asas yaitu kesesuaian komposisi antara bahan. Selanjutnya adanya keunikan lain yaitu huruf aksara Jawa yang dibordir serta konsumen dapat memesan produk sesuai keingginannya karena kami juga membuka jasa pemesanan. dan brosur. 7. Pada kemeja: pembelian kain pengguntingan kebutuhan. penyablonan. Bentuk iklan yang direncanakan antara lain: menyebarkan selebaran.10 Taat asas merupakan syarat penting dalam proses produksi baju ”HANACARAKA”. Pada kaos : pembelian kaos polos . penyablonan. dan promosi penjualan. Sehingga inovasi produk lebih ditekankan di strategi pemasarannya. b.

500. Rp. Kain katun meteran 1 kali kebutuhan produksi 3.100. 450. 168. Evaluasi kegiatan yang direncanakan yaitu 1 kali dalam sebulan. Rp. 833.000. Rp. 30.70 m2 a.b.-/buah a. 50 buah a. Rp.000. d.-/biji b.200 kali a.000. 1 buah b.-/bua b. 7.Rp.000.Rp. Rp 3. 80.000. Kaos polos Alat penunjang produksi a. Stempel 4.Rp.- .c. 1 buah a.000. 700. Rp. I. 240 biji b.b. RANCANGAN BIAYA No Jenis kegiatan dan barang 1. a. Rp. b. Rp. Bahan baku produksi Jumlah Biaya satuan a.-/m b. 25.400.000.250. Rp.000.-/ 40. 1.- Rp. Kancing baju d.a. b.000.000. a. 40.10.000.11 evaluasi dapat berjalan lebih baik.50 kali c.7.- d.000/gulung b.000.- c. Rp. Rp. 50. Bantalan stempel Biaya produksi : a. Biaya jahit baju b. 8 gulung c.-/buah d.000. 2.Rp. Biaya border Biaya total a. c. 30. Benang jahit c.100 kali b. 9. Rp. Rp.500. c.000.

X-banner b.- a.12 5. Rp. c.90. b. 11.- a.150 lembar a. 22.Rp.000. 1 pak b.- a. 100. b. Lusin a. Fotokopi leaflet 6. Rp.- c. 3 buah b.- . Rp. 6. Rp.100 lembar c. Rp.000.000. c. 2. 15.Rp. Rp. 150.- c.b. 15 Kali d.Rp.400. Nota Pembelian a. Rp.500. 5 unit b.000. 20. Biaya sablon Biaya promosi a.000. c.000.832.11.000.000.c. Plastik pengemasan baju PVC c. Transportasi Total Pengeluaran Rp. 9. Rp b. 6.000. 150. Fotokopi brosur Biaya tambahan a.

Jurusan/ PS : Budidaya Pertanian/ Agronomi f. tanggal lahir : Blitar. Agama : Islam . Semester :5 g. Jenis kelamin : Perempuan h. Nama : Lia Widyasari b. Tempat. 1 Juli 1988 d. LAMPIRAN Lampiran 1 1. Fakultas : Pertanian e. Ketua Pelaksana Kegitan a. NIM : 0710410020 c.13 K.

Tempat. Kec. Mojokerto 61363 k. Anggota Pelaksana Kegiatan 1. Nama : 10 jam/minggu : Armieta Ayu Irianti b. Nama : Angga Pradikta b. Waktu untuk kegiatan 2. Alamat Malang : Jl. Alamat Malang : Jl. Banjaragung RT 02 / RW 08. Blitar k. 11 Januari 1990 d. NIM : 0610460005 c. tanggal lahir : Ngawi. NIM : 0710443010 c. Puri. Unggahan Ds. 14 September 1987 d.a. Sumbersari III/242. Singosari RT 01/ RW 01. Alamat asal : Jl. Fakultas : Pertanian . Alamat asal : Dsn. Semester :7 g. tanggal lahir : Magetan. Jenis kelamin : Laki-Laki h. Fakultas : Pertanian e. Tempat. Waktu untuk kegiatan : 10 jam/minggu 2. Kec Garum. Malang j. Sumbersari II/21B.a. Jurusan : Hama dan Penyakit Tumbuhan f. Malang j. Agama : Islam i.14 i.

Semester :5 g. Alamat asal : Madiun k. Waktu untuk kegiatan : 10 jam/minggu 4.a. Malang j. Alamat Malang : Jl. Semester :5 g. Fakultas : Pertanian e. Jurusan : Agribisnis f. Agama : Islam i. NIM : 0710440065 c. Sumbersari IVB/151. Jenis kelamin : Perempuan h. NIM : Vera Rahmawati G : 0710420021 . Nama b. Jurusan : Agribisnis f. Waktu untuk kegiatan : 10 jam/minggu 3. tanggal lahir : Kediri. Wisma Katang V/3. Alamat Malang : Jl. Jenis kelamin : Laki-Laki h. Tempat. Kediri k. 19 Juli 1989 d. Malang j. Kertosari 14A. Agama : Islam i.15 e. Nama : Arief Rizka Kurniawan b.a. Alamat asal : Perum.

Malang Nomor Telepon : 08123580109 Jabatan Fungsional : Lektor Jabatan Struktural : Penata Tk. MS NIP : 19600924 198701 2 001 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Alamat : Jl. 22 Desember 1988 d. Sumbersari 253 A. Waktu untuk kegiatan : 12 jam/minggu Lampiran 2 Nama dan Biodata Dosen Pendamping Nama : Ir. V/1. tanggal lahiR : Pati. Jenis kelamin : Laki-Laki h. Jurusan : Hortikultura f. F Fakultas : Pertanian Perguruan Tinggi : Universitas Brawijaya .16 c. Tempat. Alamat asal : Jl.05 Tayu Pati k. Fakultas : Pertanian e. Malang j. Semester :5 g. Agama : Islam i. Sitawati. Alamat Malang : Jl. Indragiri. Raden Patah no.

MS NIP. Sitawati. 19600924 198701 2 001 Lampiran 3 .17 Waktu untuk Kegiaatan : 3 jam/minggu Malang. 19 Oktober 2009 Ir.

18 .

19 .

khususnya remaja dan c. yakni : 1. Promosi pertama juga dilakukan dengan memberikan discount kepada konsumen sebesar . Aspek pasar a. Market potensi : Masyarakat Malang b. Target pertama yang akan diproyeksi sebagai konsumen adalah kalangan muda (khususnya remaja dan mahasiswa) serta seluruh kalangan masyarakat. Metode untuk promosi kepada mahasiswa dilakukan berbeda. Market share : Kalangan muda.20 Lampiran 5 ANALISIS KELAYAKAN USAHA Dalam usaha pemasaran baju “HANACARAKA” ini terdapat 4 aspek yang menjadi landasan bahwa usaha baju “HANACARAKA” layak untuk dijadikan sebagai lading bisnis bagi calon-calon wirausaha yang baru. Promosi dilakukan dengan penjualan langsung di sekitar kampus Brawijaya. Strategi : mahasiswa. Pengenalan produk sebagai bentuk promosi ditujukan kepada calon konsumen dengan menyebarkan leaflet dan brosur di sekitar kampus Brawijaya. namun sebagai pengembangan awal pemasaran dilakukan di lingkungan kampus.

2. Memproduksi baju “HANACARAKA” 2. Hal ini penting dilakukan. Aspek manajemen M A S Y A R PENGELOL A RUMAH PRODUKSI TEMPAT PEMASARAN A K A T Job Description a. Rumah Produksi 1.melalui jalur ini pasar “HANACARAKA”akan dengan mudah berkembang karena pada umumnya respon masyarakat terhadap inovasi produk baju sangat baik.21 10% . kelompok akan berkerja sama denga mitra usaha yang sudah profesional. Rencana usaha yang berkaitan dengan pemasaran produk dan penjualan akan dilakukan setelah proses produksi selesai. Aspek teknik Secara teknis lokasi usaha terbagi menjadi dua yaitu lokasi produksi dan pemasaran. Pengelola 1. Dalam proses produksi kaos yang akan dibuat. 3. Melakukan supali dan distribusi produk 3. Melakukan promosi b.20% jika pembelian produk sebanyak 2 item atau lebih. Sebagai penyedia lokasi produksi . yaitu percetakan (sablon kaos dengan jahit border) dengan berbagai pertimbangan sebelumnya. karena kelompok pada saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa dan masih belum memiliki peralatan produksi yang dibutuhkan.

Penerimaan per tahun = Rp. Produk Kemeja (150 Unit/ Bulannya) dengan harga jual Rp. Penerimaaan Total(Total Revenue): = TR”A” + TR “B” = Rp.000. 9. Proyeksi pengeluaran Pengeluaran per hari = a.60. Tempat pemasaran 1.000.22 c. 1.-. Memasayarkan produk ke tempat luas. 35.00 = Rp.000 x 12 bulan = Rp.000.b. 9. 4.000.000 = Rp. Produk Kaos(50 Unit/Bulannya) dengan harga jual Rp.000..Penerimaan per bulan Produk A (kemeja) = 150 baju “HANACARAKA” x Rp.Penerimaan per bulan Produk B (kaos): = 50 kaos x Rp.000.000. 129. 60.000.+ Rp. = Rp.750. 1.000. Proyeksi penerimaan 1 kali produksi menghasilkan 200 baju “HANACARAKA” Penerimaan satu kali proses produksi (5 hari) menghasilkan : a. 10.000.000.000.-.750. 35. 10.- . Mendistribusikan produk kepada konsumen 2.750. 3.750.b. Kain katun meteran Rp.750. Aspek keuangan a.000.

500.: 200 baju = Rp. Bantalan stempel Rp.- Pengeluaran per tahun = Rp.- Total pengeluaran per 5 hari Rp. 100. 9.- d. 47. Biaya promosi Rp.400. Biaya sablon Rp.800.- f. 301.- Rp.508. 9. 137.400.400.832.000.400. 9.712. 80.000.531.- c..000.000. Kancing baju Rp.400. Benang jahit c. 9.000. 40.- Total pengeluaran non operasional Harga Perolehan = Total anggaran – PNO = Rp.Usulan harga jual rerata produk : = biaya produksi : 200 baju = Rp.- d.- .x 12 bulan = Rp.500..23 b. Stempel Rp.000..- Nilai Sisa = Rp.000.000.000.542.000 untuk produk A (kemeja) dan 35. 450.- h. 3. 7.Mark up diatas HPP Sebesar 60.000 untuk produk B (kaos).- e. Perhitungan depresiasi Pengeluaran non operasional (PNO) a.542. 168.400. 9. Kaos polos Rp.= Rp.– Rp.- b.250.000. Biaya border Rp. c.000. 11. Biaya tambahan Rp.- Rp. 1.542.000. 114. 301. 116. Plastik pengemasan baju PVC Rp. Biaya jahit Rp.- g. 833.

072.531.765.- = Rp.127.826446281 15.909090909 17. 129.256. 14.EAT = Rp.272. 18.200.140.700.531.- Dari perhitungan estimasi tersebut dapat diketahui bahwa usaha ini akan menghasilkan laba Rp.491.760.000.900. 1.812.- = Rp.38 .- Tahun ketiga = 3/10 x 9. d.- = Rp. 953.531.- 0.906.531. Estimasi rugi/ laba Penerimaan per tahun = Rp.859.400. 3.24 Umur Ekonomis = 5 tahun Depresiasi Tahun pertama = 5/10 x 9. Cash inflow(CI) CI thn 1 = EAT + Depresiasi thn 1 CI thn 2 = EAT + Depresiasi thn 2 CI thn 3 = EAT + Depresiasi thn 3 CI thn 4 = EAT + Depresiasi thn 4 CI thn terakhir = EAT + Depresiasi thn 5 + Nilai sisa Tahun Cash Inflow Discount Factor PVCI 1 Rp.420.dalam satu tahun.400.303.- 0.000. e.531.491.- Tahun terakhir = 1/10 x 9. 114..73 2 Rp.800.- = Rp 4.400.506.- Tahun kedua = 4/10 x 9.- Penggunaan metode jumlah angka tahun karena lebih sesuai dengan kondisi nyata pada tahun awal kondisi peralatan pasti masih bagus dan performanya semakin turun pada tahun berikutnya. 19.- = Rp.508.- Tahun keempat = 2/10 x 9.400.280.Pengeluaran per tahun = Rp.560. 2. 14.200.400.

520.57 4 Rp.83 Keterangan : i = 10 % discount factor = (1 PVCI = CI x Discount Factor f.83 – Rp. 17.83 5 Rp.83 . Net Present Value (NPV) Metode ini menilai selisih antara nilai investasi sekarang dengan nilai penerimaan kas bersih di masa yang akan datang.256.832.199.350.683013455 11.00 = Rp. g. NPV = PV Cash Inflow – PV Initial investment = Rp 66.760 = 1 – 0.48511 = 0.400.688.397.- 0.400 – Rp.18. 19.9.400.144.620.303.620921323 9.651. 9.51489 = 0. 56.- 0. Payback Period Payback period = 1 + Initial investement – CI thn 1 CI thn 2 = 1 + Rp.541.544.832.644.787. 15.900 Rp.762.- 0.321 Total PVCI 66.541.25 3 Rp. 16.520.48511 tahun atau 5 bulan 25 hari Berdasarkan perhitungan tersebut dapat diketahui modal usaha ini akan kembali dalam waktu 5 bulan 25 hari.340.035.7513148 13.

26 Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa NPV >0 Hasil tersebut menunjukkan bahwa proyek ini LAYAK. Lampiran 6 .

27 Peta Malang Dan Jawa Timur .