You are on page 1of 16

LAPORAN PENDAHULUAN

GASTROENTERITIS AKUT
A. KONSEP DASAR PENYAKIT
1. Definisi
Gastroenteritis Akut adalah inflamasi lambung dan usus yang disebabkan oleh
berbagai bakteri, virus, dan pathogen parasitic. Gastroenteritis Akut (GEA) diartikan
sebagai buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan / setengah cair
(setengah padat) dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari biasanya
berlangsung kurang dari 7 hari, terjadi secara mendadak.
Dengan kata lain Gastroenteritis adalah peradangan yang terjadi pada daerah
usus yang menyebabkan bertambahnya keenceran dan frekuensi buang air besar
(BAB) lebih dari 3 kali perhari yang dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi adalah
suatu keadaan kekurangan atau kehilangan cairan tubuh yang berlebihan. Secara klinis
Gastro Enteritis dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:
a. Gastro Enteritis Desentriform
Disebabkan oleh antara lain: Shigella, Entamoeba Hystolitica.
b. Gastro Enteritis Koleriform
Disebabkan oleh antara lain: Vibrio, Klastrida, atau Intoksikasi makanan.
2. Etiologi
Menurut Ngastiyah (2005), faktor penyebab gastroeneteritis akut pada bayi/anak
yaitu:
a. Faktor infeksi : Bakteri ( Shigella, Shalmonella, Vibrio kholera), Virus
(Enterovirus), parasit (cacing), Kandida (Candida Albicans).
b. Faktor parentral : Infeksi dibagian tubuh lain (OMA sering terjadi pada anak-anak).
c. Faktor malabsorbsi : Karbihidrat, lemak, protein.
d. Faktor makanan : Makanan basi, beracun, terlampau banyak lemak, sayuran
dimasak kutang matang.
e. Faktor Psikologis : Rasa takut, cemas.
3. Anatomi Fisiologis pada Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus)
adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan,
mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran
darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa
proses tersebut dari tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan,
lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi
organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung
empedu.
Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 1

a. Mulut
Merupakan suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air pada
hewan. Mulut biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian awal
dari sistem pencernaan lengkap yang berakhir di anus.
Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan. Bagian dalam dari
mulut dilapisi oleh selaput lendir. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang
terdapat di permukaan lidah. Pengecapan relatif sederhana, terdiri dari manis,
asam, asin dan pahit. Penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius di hidung dan
lebih rumit, terdiri dari berbagai macam bau.
Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi
belakang (molar, geraham), menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah
dicerna. Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan
tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Ludah juga
mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang memecah protein dan
menyerang bakteri secara langsung. Proses menelan dimulai secara sadar dan
berlanjut secara otomatis.
b. Tenggorokan ( Faring)
Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Berasal dari
bahasa yunani yaitu Pharynk.
Didalam lengkung faring terdapat tonsil ( amandel ) yaitu kelenjar limfe yang
banyak mengandung kelenjar limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi,
disini terletak bersimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, letaknya
dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, didepan ruas tulang belakang. Keatas
bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantaraan lubang
bernama koana, keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan
perantaraan lubang yang disebut ismus fausium.
c. Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata yang dilalui
sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. Makanan
berjalan melalui kerongkongan dengan menggunakan proses peristaltik.
Esofagus dibagi menjadi tiga bagian:
1) bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka
2) bagian tengah (campuran otot rangka dan otot halus)
3) bagian inferior (terutama terdiri dari otot halus).
d. Lambung
Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang
keledai. Terdiri dari 3 bagian yaitu
1) Kardia.
2) Fundus.
3) Antrum.
Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk
cincin (sfinter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfinter
menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.

Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 2

Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik


untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung
menghasilkan 3 zat penting :
1) Lendir
Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung.
Setiap kelainan pada lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan yang
mengarah kepada terbentuknya tukak lambung.
2) Asam klorida (HCl)
Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan
oleh pepsin guna memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga
berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai
bakteri.
3) Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)
e. Usus halus (usus kecil)
Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak
di antara lambung dan usus besar. Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang
mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus
melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan
pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah
kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.
Lapisan usus halus ; lapisan mukosa ( sebelah dalam ), lapisan otot melingkar
( M sirkuler ), lapisan otot memanjang ( M Longitidinal ) dan lapisan serosa
( Sebelah Luar ).
Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus
kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
1) Usus dua belas jari (Duodenum)
Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang
terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum).
Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus,
dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz.
Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak
terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang
normal berkisar pada derajat sembilan. Pada usus dua belas jari terdapat dua
muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Nama duodenum
berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari.
Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum),
yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam
duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus
halus. Jika penuh, duodenum akan megirimkan sinyal kepada lambung untuk
berhenti mengalirkan makanan.
2) Usus Kosong (jejenum)
Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 3

Usus kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum) adalah


bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan
usus penyerapan (ileum). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus
antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus
penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium.
Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat
jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus. Secara histologis
dapat dibedakan dengan usus dua belas jari, yakni berkurangnya kelenjar
Brunner. Secara hitologis pula dapat dibedakan dengan usus penyerapan, yakni
sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri. Sedikit sulit untuk membedakan usus
kosong dan usus penyerapan secara makroskopis.
Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune yang berarti lapar dalam
bahasa Inggris modern. Arti aslinya berasal dari bahasa Laton, jejunus, yang
berarti kosong.
3) Usus Penyerapan (illeum)
Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada
sistem pencernaan manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak
setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum
memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap
vitamin B12 dan garam-garam empedu.
f. Usus Besar (Kolon)
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu
dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses.
Usus besar terdiri dari :
1) Kolon asendens (kanan)
2) Kolon transversum
3) Kolon desendens (kiri)
4) Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum)
Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna
beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi.
Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti
vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit
serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus
besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan
air, dan terjadilah diare.
g. Usus Buntu (sekum)
Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, buta) dalam istilah anatomi
adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon
menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada mamalia, burung, dan
beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar,
sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian atau
seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.
Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 4

h. Umbai Cacing (Appendix)


Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu. Infeksi
pada organ ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing. Apendisitis yang
parah dapat menyebabkan apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga
abdomen atau peritonitis (infeksi rongga abdomen).
Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam bahasa Inggris, vermiform
appendix (atau hanya appendix) adalah hujung buntu tabung yang menyambung
dengan caecum.
Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam orang dewasa,
Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari 2 sampai 20 cm.
Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda
bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.
i. Rektum dan anus
Rektum (Bahasa Latin: regere, meluruskan, mengatur) adalah sebuah
ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir
di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses.
Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi,
yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam
rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar (BAB). Mengembangnya
dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem
saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak
terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan
air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama,
konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.
Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi
dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang
penting untuk menunda BAB.
Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah
keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan
sebagian lannya dari usus. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot
sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar
BAB), yang merupakan fungsi utama anus.
j. Pankreas
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi
utama yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting
seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat
dengan duodenum (usus dua belas jari).
Pankraes terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu
1) Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan
2) Pulau pankreas, menghasilkan hormon
Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan
hormon ke dalam darah. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna
Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 5

protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam


bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif.
Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Pankreas juga
melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi
duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.
k. Hati
Hati merupakan sebuah organ yang terbesar di dalam badan manusia dan
memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.
Organ ini memainkan peran penting dalam metabolisme dan memiliki beberapa
fungsi dalam tubuh termasuk penyimpanan glikogen, sintesis protein plasma, dan
penetralan obat. Dia juga memproduksi bile, yang penting dalam pencernaan.
Istilah medis yang bersangkutan dengan hati biasanya dimulai dalam hepat- atau
hepatik dari kata Yunani untuk hati, hepar.
Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan
pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam
vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke
dalam hati sebagai vena porta. Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh
kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah. Hati melakukan proses
tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi,
darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.
l. Kandung empedu
Kandung empedu (Bahasa Inggris: gallbladder) adalah organ berbentuk buah
pir yang dapat menyimpan sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk
proses pencernaan. Pada manusia, panjang kandung empedu adalah sekitar 7-10
cm dan berwarna hijau gelap bukan karena warna jaringannya, melainkan karena
warna cairan empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubungkan dengan hati dan
usus dua belas jari melalui saluran empedu.
Empedu memiliki 2 fungsi penting yaitu:
1) Membantu pencernaan dan penyerapan lemak.
2) Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama haemoglobin
(Hb) yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.
4. Klasifikasi
a. Diare Akut
Diare akut adalah diare yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat
dalam beberapa jam sampai 7 atau 14 hari.
b. Diare Kronis.
Diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari tiga minggu (pada
orang dewasa) sedangkan pada bayi dan anak-anak ditetapkan batas waktu 2
minggu.

Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 6

Klasifikasi diare menurut derajat dehidrasi adalah sebagai berikut:

BB
( % kehilangan )
Keadaan Umum

Ringan
4-5

Sedang
6-8

Haus, sadar

Haus, gelisah, Mengantuk, dingin,


letargi
berkeringat
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Kering
Sangat kering
Normal / rendah< 90mmHg, mungkin tidak
dapat diukur
Menurun /
Oliguria
keruh
Cepat
Cepat, lemah, mungkin tidak
teraba
Cekung
Sangat cekung
Cekung
Sangat cekung
60-90
>100

Air mata
Turgor jaringan
Membran mukosa
Tekanan darah

Ada
Normal
Basah
Normal

BAK

Normal

Nadi

Normal

Mata
Fontanela anterior
Defisit cairan ( ml/ kg )

Normal
Normal
40-50

Berat
9-10

a. Dehidrasi ringan : turgor kulit menurun, takhikardi, haus Defisit cairan 5 % dari
berat badan.
b. Derajat sedang

: turgor kulit jelas turun,hipotensi,takikardi,nadi lemah,sangat

haus defisit 0 % berat badan.


c. Derajat berat : turgor kulit sangat menurun, hipotensi, stupor sampai koma, mata
cowong,nadi lemah atau hilang tak teraba,sianosis ujung ektermitas, renjatan/shock
defisit cairan > 10 %.
5. Patofisiologi
Patofisiologi dari Gastroenteritis adalah meningkatnya motilitas dan cepatnya
pengosongan pada intestinal merupakan akibat dari gangguan absorbsi dan ekskresi cairan dan
elektrolit yang berlebihan, cairan sodium, potasium dan bikarbonat berpindah dari rongga
ekstraseluler kedalam tinja, sehingga mengakibatkan dehidrasi kekurangan elektrolit dan dapat
terjadi asidosis metabolik.
Diare yang terjadi merupakan proses dari transpor aktif akibat rangsangan toksin
bakteri terhadap elektrolit ke dalam usus halus, sel dalam mukosa intestinal mengalami iritasi
dan meningkatnya sekresi cairan dan elektrolit. Mikroorganisme yang masuk akan merusak sel
mukosa intestinal sehingga mengurangi fungsi permukaan intestinal. Perubahan kapasitas
intestinal dan terjadi gangguan absorbsi cairan dan elektrolit. Peradangan akan menurunkan
kemampuan intestinal untuk mengabsorbsi cairan dan elektrolit dan bahan-bahan makanan ini

Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 7

terjadi pada sindrom malabsorbsi. Peningkatan motilitas intestinal dapat mengakibatkan


gangguan absorbsi intestinal.
Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ada 3 macam yaitu:
a. Gangguan Osmotik
Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan
tekanan dalam rongga yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam
rongga usus. Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk
mengeluarkannya sehingga timbul diare.
b. Gangguan sekresi akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan
terjadi peningkatan sekresi air dan elektrolit kedalam rongga usus dan selanjutnya timbul
diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus.
c. Gangguan motilitas usus
Hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap
makanan sehingga timbul diare. Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan
mengakibatkan bakteri kambuh berlebihan, selanjutnya timbul diare pula.

6. Manifestasi Klinik
a. Mula-mula anak/bayi cengeng gelisah, suhu tubuh mungkin meningkat, nafsu
makan berkurang.
b. Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer.
c. Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu.
d. Anus dan sekitarnya lecet karena seringnya difekasi dan tinja menjadi lebih asam
akibat banyaknya asam laktat.
e. Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelas (elistitas kulit menurun),
ubun-ubun dan mata cekung membran mukosa kering dan disertai penurunan berat
badan.
f. Perubahan tanda-tanda vital, nadi dan respirasi cepat tekan darah turun, denyut
jantung cepat, pasien sangat lemas, kesadaran menurun (apatis, samnolen, sopora
komatus) sebagai akibat hipovokanik.
g. Diuresis berkurang (oliguria sampai anuria).
i. Bila terjadi asidosis metabolik klien akan tampak pucat dan pernafasan cepat dan
dalam. (Kusmaul).
7. Penatalaksanaan
a. Medis
Dasar pengobatan diare adalah:
1) Pemberian cairan, jenis cairan, cara memberikan cairan, jumlah pemberiannya.

Cairan per oral


Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang diberikan peroral berupa
cairan yang bersifat NaCl dan NaHCO3 dan glukosa. Untuk diare akut dan
kolera pada anak diatas 6 bulan kadar Natrium 90 mEg/l. Pada anak
dibawah umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan-sedang kadar natrium 50-60
Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 8

mEg/l. Formula lengkap disebut oralit, sedangkan larutan gula garam dan
tajin disebut formula yang tidak lengkap karena banyak mengandung NaCl
dan sukrosa.

Cairan parentral
Diberikan pada klien yang mengalami dehidrasi berat, dengan rincian
sebagai berikut:
Untuk anak umur 1 bl-2 tahun berat badan 3-10 kg
o 1 jam pertama : 40 ml/kgBB/menit= 3 tts/kgBB/mnt (infus set
berukuran 1 ml=15 tts atau 13 tts/kgBB/menit (set infus 1 ml=20
tetes).
o 7 jam berikutnya : 12 ml/kgBB/menit= 3 tts/kgBB/mnt (infusset
berukuran 1 ml=15 tts atau 4 tts/kgBB/menit (set infus 1 ml=20
tetes).
o 16 jam berikutnya : 125 ml/kgBB/ oralit
Untuk anak lebih dari 2-5 tahun dengan berat badan 10-15 kg
o 1 jam pertama : 30 ml/kgBB/jam atau 8 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts
atau 10 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).
Untuk anak lebih dari 5-10 tahun dengan berat badan 15-25 kg
o 1 jam pertama : 20 ml/kgBB/jam atau 5 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts
atau 7 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).
o 7 jam berikut : 10 ml/kgBB/jam atau 2,5 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts
atau 3 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).
o 6 jam berikut : 105 ml/kgBB oralit per oral.
Untuk bayi baru lahir dengan berat badan 2-3 kg
o Kebutuhan cairan: 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml/kg/BB/24
jam, jenis cairan 4:1 (4 bagian glukosa 5% + 1 bagian NaHCO 3 1
%.
Kecepatan : 4 jam pertama : 25 ml/kgBB/jam atau 6 tts/kgBB/menit
(1 ml = 15 tts) 8 tts/kg/BB/mt (1mt=20 tts).
Untuk bayi berat badan lahir rendah
o Kebutuhan cairan: 250 ml/kg/BB/24 jam, jenis cairan 4:1 (4 bagian
glukosa 10% + 1 bagian NaHCO3 1 %).

2) Pengobatan dietetik
Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan berat badan
kurang dari 7 kg, jenis makanan:

Susu (ASI, susu formula yang mengandung laktosa rendah dan lemak tak
jenuh

Makanan setengah padat (bubur atau makanan padat (nasi tim)

Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan misalnya


susu yang tidak mengandung laktosa dan asam lemak yang berantai sedang
atau tak jenuh.
Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 9

3) Obat-obatan
Prinsip pengobatan menggantikan cairan yang hilang dengan cairan yang
mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain.
b. Keperawatan
Masalah klien diare yang perlu diperhatikan ialah resiko terjadinya gangguan
sirkulasi darah, kebutuhan nutrisi, resiko komplikasi, gangguan rasa aman dan
nyaman, kurangnya pengetahuan orang tua mengenai proses penyakit. Mengingat
diare sebagian besar menular, maka perlu dilakukan penataan lingkungan sehingga
tidak terjadi penularan pada klien lain.
8. Komplikasi
a. Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik atau hipertonik).
b. Renjatan hipovolemik.
c. Hipokalemia (dengan gejala mekorismus, hiptoni otot, lemah, bradikardi,
perubahan pada elektro kardiagram).
d. Hipoglikemia.
e. Introleransi laktosa sekunder, sebagai akibat defisiensi enzim laktase karena
kerusakan vili mukosa, usus halus.
f. Kejang terutama pada dehidrasi hipertonik.
a. Malnutrisi energi, protein, karena selain diare dan muntah, penderita juga
mengalami kelaparan.
9. Prognosa
Penyebab gastroenteritis akut mendadak tersering adalah virus, maka tidak ada
pengobatan yang dapat menyembuhkan, karena biasanya akan sembuh dengan
sendirinya setelah beberapa hari. Diare akut dapat disembuhkan dengan pemberian
makanan seperti biasa dan minuman/cairan yang cukup saja. Mencoba untuk
menyembuhkan diare dengan obat seperti menyumbat saluran pipa yang akan keluar
menyebabkan aliran balik dan akan memperbanyak salauran tersebut.

B. KONSEP DASAR KEPERAWATAN


1. Pengkajian

Biodata/Identitas

Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 10

Biodata anak mencakup nama, umur, jenis kelamin. Biodata orang tua perlu
dipertanyakan untuk mengetahui status sosial anak meliputi nama, umur, agama,
suku/bangsa, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, alamat.

Riwayat Keperawatan
Awal kejadian: Awalnya suhu tubuh anak meningkat, anoreksia kemudian
timbul diare.
Keluhan utama : Feses semakin cair, muntah, bila kehilangan banyak air dan
elektrolit terjadi gejala dehidrasi, berat badan menurun. Turgor kulit berkurang,
selaput lendir mulut dan bibir kering, frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan
konsistensi encer.

Riwayat Perkembangan
Ditanyakan kemampuan perkembangan meliputi :
-

Personal sosial (kepribadian/tingkah laku sosial): berhubungan dengan


kemampuan mandiri, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Gerakan motorik halus: berhubungan dengan kemampuan anak untuk


mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh
tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil dan memerlukan koordinasi yang
cermat, misalnya menggambar, memegang suatu benda, dan lain-lain.

Gerakan motorik kasar: berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.


Bahasa: kemampuan memberikan respon terhadap suara, mengikuti perintah
dan berbicara spontan.

Riwayat sosial
-

Untuk mengetahui perilaku anak dan keadaan emosionalnya perlu dikaji


siapakah yang mengasuh anak?

Bagaimana hubungan dengan anggota keluarga dan teman sebayanya?

Pola kebiasaan dan fungsi kesehatan


Ditanyakan keadaan sebelum dan selama sakit bagaimana?
Pola kebiasaan dan fungsi ini meliputi :

Pola persepsi dan tatalaksanaan hidup sehat


-

Gaya hidup yang berkaitan dengan kesehatan, pengetahuan tentang


kesehatan, pencegahan dan kepatuhan pada setiap perawatan dan tindakan
medis?

Bagaimana pandangan terhadap penyakit yang diderita, pelayanan


kesehatan yang diberikan, tindakan apabila ada anggota keluarga yang
sakit, penggunaan obat-obatan pertolongan pertama.

Pola nutrisi

Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 11

Untuk mengetahui asupan kebutuhan gizi anak. Ditanyakan bagaimana


kualitas dan kuantitas dari makanan yang dikonsumsi oleh anak?

Makanan apa saja yang disukai dan yang tidak? Bagaimana selera makan
anak? Berapa kali minum, jenis dan jumlahnya per hari?

Pola Eliminasi
-

BAK : ditanyakan frekuensinya, jumlahnya, secara makroskopis ditanyakan


bagaimana warna, bau, dan apakah terdapat darah? Serta ditanyakan apakah
disertai nyeri saat anak kencing.

BAB : ditanyakan kapan waktu BAB, teratur atau tidak? Bagaimana


konsistensinya lunak, keras, cair atau berlendir?

Pola aktivitas dan latihan


-

Apakah anak senang bermain sendiri atau dengan teman sebayanya ?


Berkumpul dengan keluarga sehari berapa jam? Aktivitas apa yang disukai?

Pola tidur/istirahat
-

Berapa jam sehari tidur? Berangkat tidur jam berapa? Bangun tidur jam
berapa? Kebiasaan sebelum tidur, bagaimana dengan tidur siang?

2. Pemeriksaan Fisik Keperawatan


a. Keadaan umum: Anak tampak lemah.
b. Sistem pernafasan
Pernafasan lebih cepat dan dalam (kusmaul) karena asidosis metabolik. Keadaan
ini terjadi pada pasien yang mengalami diare berat dan mengalami gangguan
biokimiawi akibat menurunnya ion HCO3- dan H+.
c. Sistem kardiovaskuler
Nadi cepat > 160 x/mnt dan lemah, TD menurun < 90 mmHg, muka pucat, akral
dingin dan kadang sianosis (waspada syok).
d. Sistem neurologi
Penurunan kesadaran bila sudah terjadi dehidrasi berat, kejang karena terjadi
penumpukan natrium dalam serum.
e. Sistem perkemihan
Produksi urine menurun, warna urine kuning keruh, konsistensi pekat (jika terjadi
syok hipovolemik).

f. Sistem pencernaan
Mual muntah, diare >3x sehari encer mungkin bercampur lendir /darah, bising usus
meningkat, distensi abdomen, nyeri perut, perut teraba keras (kram abdomen).
g. Sistem integumen

Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 12

Turgor kulit menurun, selaput mukosa dan bibir kering, kulit didaerah perianal
merah, lecet.
h. Sistem musculoskeletal
Kelemahan pada ekstremitas.
3. Diagnostik Test
a. Pemeriksaan tinja
1) Makroskopis: memeriksa bakteri atau kuman penyebab diare tanpa pewarnaan.
2) Mikroskopis: memeriksa kuman penyebab diare dengan pewarnaan dan dengan
menggunakan mikroskop mikro.
Contoh: diare yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang tidak dapat dilihat
dengan menggunakan mikroskop biasa.
b. Berat jenis plasma untuk menentukkan deficit cairan akibat diare.
c. Pemeriksaan kadar elektrolit terutama kadar natrium, kalium, kalsium dalam serum
(terutama pada penderita diare yang disertai kejang).
d. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam-basa dalam darah (Analisa Gas Darah)
mendeteksi adanya asidosis metabolik.
e. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal.
f. Pemeriksaan Darah
g. pH darah dan cadangan dikali dan elektrolit (Natrium, Kalium, Kalsium dan
Fosfor) dalam serum untuk menentukan keseimbangan asama basa.
h. Doudenal Intubation
Untuk mengatahui jasad renik atau parasit secara kualitatif dan kuantitatif,
terutama dilakukan pada penderita diare kronik.

C. PATOFLO DIAGRAM BERHUBUNGAN DENGAN PENYIMPANGAN KDM


Fakt

Faktor MalAbsorbsi
o Karbohidrat
o Lemak
o Protein

Fakt Faktor Makanan


- Makanan Besi
- Beracun
- Alergi Makanan

Fakt Faktor Psikologi


o Rasa takut
o Cemas

Penyerapan sari-sari makanan dalam


Saluran pencernaan tidak adekuat
Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 13

Terdapatnya zat-zat
yang tidak diserap

Penyerapan sari-sari makanan


dalam Saluran pencernaan tidak
adekuat

Tekanan osmotif
meningkat
Reabsorbsi didalam
usus besar
terganggu

Gangguan
motilitas asus

peradangan isi usus


Hiperperistltik

Gangguan sekresi
Sekresi air dalam elektrolit
dalam usus meningkat

Penurunan
Kesempatan usus
menyerap
makan

Merangsang usus
mengeluarkan isinya
DIARE
BAB sering dengan
konsistensi cair

Inflamasi saluran pencernaan

Kulit disekitar anus lecet cairan yang


dan teriritasi
keluar banyak

Frekuensi defekasi agen


pirogenic

dehidrasi
Kerusakan
integritas kulit

BAB encer dengan


atau tanpa darah

Gangguan
pemenuhan cairan
dan elektrolit

Gangguan
eliminasi BAB :
diare

mual dan
muntah
suhu tubuh
meningkat

Hipertermi

anoreksia

Nutrisi
kurang dari
kebutuhan
tubuh

D. DIAGNOSIS KEPERAWATAN
1. Diare berhubungan dengan malabsorbsi
2. Defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan secara aktif
3. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik
4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan
intake cairan
E. INTERVENSI KEPERAWATAN
No.

Diagnosis
Kperawatan

Nursing Outcomes
Classification (NOC)

Nursing Care Plan


Nursing
Interventions
Classification

Rasional

Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 14

1.

Diare
berhubungan
dengan
malabsorbsi

(NIC)
1. Observasi tandatanda vital

Bowel elimination
Fliud balance
Hydration
Electrolyte and acid
2. Ajarkan pasien
base balance
untuk
Kriteria hasil :
menggunakan obat
Feses berbentuk
anti diare
Menjaga rectal dari
3. Instruksikan
iritasi
keluarga untuk
Tidak mengalami
mencatat warna,
diare
jumlah, dan
Mempertahankan
frekuensi keluaran
turgor kulit
feses
4. Evaluasi intake
makanan masuk

2.

Defisit volume
cairan
berhubungan
dengan
kehilangan
cairan secara
aktif

Fluid balance
Hydration
Ntritional status
:food and fluid
intake
Kriteria hasil :
Mempertahankan
urine output sesuai
dengan umur
Tanda tanda vital
dalam batas normal
Tidak ada tanda
tanda dehidrasi
Turgor kulit bai

3.

Resiko
kerusakan
integritas kulit
berhubungan

Tissue integrity : skin


and mocus membranes
Kriteria hasi :
Pertahankan

1.Bradikardi, demam
dapat menunjukkan
respon terhadap
kehilangan cairan.
2.Untuk pertolongan
pertama jika diare
timbul kembali.
3.Untuk mengetahui
tingkat dehidrasi anak.

4.Memberikan informasi
tentang keseimbangan
cairan serta
merupakan pedoman
dalam penggantian
cairan.
5. Observasi turgor
5.Mengetahui
adanya
kulit secara rutin
kehilangan cairan
6. Ukur BB tiap hari
berlebihan.
6.Indikator cairan dan
7. Atur tetesan infus
status nutrisi.
sesuai indikasi
7.Mempertahankan
8. Kolaborasi :
penggantian cairan
Berikan obat sesuai 8.
Menurunkan
indikasi
kehilangan cairan dari
usus.
1. Pertahankan intake 1. Memberikan
dan output cairan
informasi tentang
keseimbangan cairan
serta merupakan
pedoman dalam
penggantian cairan.
2. Monitor tanda2. Bradikardi, demam
tanda vital
dapat menunjukkan
respon terhadap
kehilangan cairan.
3. Kolaborasi
pemberian cairan 3. Mempertahankan
penggantian cairan.
IV
4. Motivasi keluarga
untuk membantu 4. Agar tidak terjadi
malnutrisi pada anak.
pasien makan.
1. Anjurkan pasien
1. Untuk membantu
menggunakan
meningkatkan
pakaian loggar
kehilangan panas jika
anak demam.

Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 15

dengan
perubahan
status
metabolik

4.

integritas kulit
2. Jaga kebersihan
2. Agar tidak terjadi
Tidak ada lesi kulit
dan kelembapan
infeksi.
Perfusi jaringan baik
kulit
Tidak ada
3. Monitor mobilisasi 3. Untuk mencegah
kelemahan pada anak.
hypertermi
dan aktivitas
pasien
4. Agar tidak terjadi
4. Monitor status
kekurangan nutrisi
nutrisi pasien
yang berlebih.
Ketidak
Nutritional status
1. Monitor turgor
1. Mengetahui adanya
seimbangan
kulit
kehilangan cairan
Nutritional status :
nutrisi kurang
berlebihan.
food and fluid intake
2.
Monitor
mual
dan
2. Untuk mengetahui
dari kebutuhan Nutritional status :
muntah
output oral.
berhubungan
nutrient intake
3. Monitor
3.
Untuk mengetahui
dengan
Weight control
pertumbuhan dan
keseimbangan umur
penurunan
Kriteria hasil :
perkembangan
dan perteumbuhan
intake cairan
Berat badan ideal
serta perkembangan
sesuai dengan tinggi
pada anak.
badan
4. Monitor pucat,
4. Untuk mengetahui
Mampu
kemerahan pada
status nutrisi anak.
mengidentifikasi
konjungtiva
5. Monitor
kebutuhan nutrisi
5. Untuk meningkatkan
Tidak ada penurunan
lingkungan saat
nafsu makan anak.
berat badan yang
makan
6. Monitor kalori dan 6. Mengawasi masukan
berarti
intake nutrisi
kalori atau kualitas
konsumsi makanan

Keperawatan Anak Profesi Ners STIK Avicenna 2015 | 16