You are on page 1of 5

Page 1 of 5

baik manusia yang menghampiri bahaya. Page 2 of 5 . PENGERTIAN Tanggal Terbit Dr. Rencana Tindakan atau Action Plan Suatu rencana kegiatan yang SMART (Specific. bahaya yang menghampiri manusia atau keduanya saling menghampiri. g.No. Hazard selamanya tetap Hazard. Penilaian Faktor Risiko Proses untuk menentukan ada tidaknya risiko dengan jalan melakukan penilaian bahaya potensial yang menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan. Penyakit Akibat Kerja Penyakit yang timbul sebaga effek dari kegiatan kerja bagi para pekerja. bilamana konsekuensi baru muncul setelah adanya kontak dengan manusia. STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL 1. b. e. f. measurable. c. Revisi - Halaman 1/4 Ditetapkan oleh Direktur. Victor Sugiarto. Kecelakaan (Accident) Kejadian yang tidak terduga dan tidak terkendali yang berakibat kepada kacaunya proses dari suatu kegiatan yang telah diatur sehingga menimbulkan kerugian baik korban manusia maupun korban harta benda. Indentifikasi Risiko Suatu kegiatan mengidentifikasi sumber bahaya yang ada ditempat kerja dengan mempertimbangkan kondisi dan kejadian yang dapat menimbulkan potensi bahaya serta jenis kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja yang mungkin dapat terjadi. and Time Able). Achievable. Bahaya atau Hazard adalah suatu bahan/kondisi yang berpotensi menimbulkan konsekuensi atau kerugian. Reasonable. MM a. d. Risiko (Insident) Suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan dan/atau kerugian pada siklus operasi tertentu atau periode waktu tertentu. Dokumen No.

3 Moderate/ Sedang 4 Major 5 Catastropic/ Bencana Matrik Penilaian Risiko Peluang Akibat Page 3 of 5 . Misalnya : Terjadi sekali dalam 10 tahun. kerugian materi sedang. kerugian materi besar. on-site release langsung dapat ditangani. Memerlukan perawatan medis. i. Misal : berulang kali pada tiap tahun. Suatu kejadian mungkin akan terjadi pada hamper semua kondisi. namun kecil kemungkinannya. kerugian materi sangat kecil Memerlukan perawatan P3K. Kriteria Keterangan Insicnificant/ Tidak signifikan Minor Tidak ada cedera. Menyebabkan kematian. kerugian materi cukup besar. off-side release tanpa efek merusak. Suatu kejadian akan terjadi pada beberapa kondisi tertentu. off-side release bahan toksit dan effeknya merusak. Suatu kejadian akan terjadi pada semua kondisi. Ranking Sistem Metode Hirac Peluang Kriteria Keterangan A Almost Certain/ Hampir pasti terjadi Likely/ Mungkin terjadi B C Moderate/ Sedang D Unlikely/ Kecil kemungkinan E Rarely/ Jarang sekali Akibat 1 2 j. on-site release langsung dapat ditangani dengan bantuan pihak luar. menggantikan sumber risiko dengan sarana/peralatan lain yang tingkat risikonya lebih rendah/tidak ada (rekayasa engineering). kerugian materi sangat besar. Misal : Terjadi sekali dalam 5 tahun Suatu kejadian akan terjadi pada beberapa kondisi tertentu. Suatu kejadian akan terjadi pada beberapa kondisi yang khusus/ luar biasa/ setelah bertahun-tahun. administrasi dan alat pelindung diri.h. Cidera yang mengakibatkan cacat/hilang fungsi tubuh secara total. Pengendalian Faktor Risiko Dilaksanakan melalui 4 tingkatan pengendalian risiko yakni menghilangkan sumber bahaya. Misal : Terjadi paling tidak sekali dalam sejarah perusahaan. Misal : Terjadi sekali dalam setahun sampai 3 tahun.

Sehingga dapat diperolah penilaian risiko (E.H. penjadwalan tindakan perbaikan secepatnya. H : High Risk/ Risiko Tinggi. L : Low Risk/ Risiko Rendah.3. Penilaian Risiko Semua kegiatan kerja. Meningkatkan proses pembelajaran untuk menyusun daftar risiko secara komprehensif dari kejadian-kejadian yang berdampak pada setiap elemen kegiatan. 3. b. perbaikan Ancaman Sebab Akibat Peluang (ASAP).2. M : Moderate Risk/ Risiko Sedang. di identifikasi dan dilakukan penilaian terhadap risiko yang mungkin ditimbulkan sebagai berikut : 1) Dengan mempergunakan tabel Ranking System. kendalikan dengan prosedur rutin. penjadwalan tindakan perbaikan secepatnya. Membuat dokumentasi yang baik sehingga dapat digunakan untuk analisa selanjutnya. pelaksana kerja. memerlukan penanganan segera atau penghentian kegiatan atau keterlibatan manajemen puncak. TUJUAN 2 H H M L L 3 E H H M M 4 E E E H H 5 E E E E H : Extreme Risk/ Risiko Ekstrim.4. dapat ditentukan peluang (A/B/C/D) dan akibat (1. penanganan oleh manjemen. Identifikasi Bahaya Seluruh kegiatan-kegiatan yang dilakukan.5) yang dapat terjadi (Form : F-K3RS-09). a. pelaksana. alat kerja dan tempat kerja. peralatan. KEBIJAKAN 4. memerlukan pihak manajemen. 2) Dari setiap kegiatan kerja disetiap lokasi kerja. PROSEDUR a. b. Page 4 of 5 . dan tempat kerja yang dinilai mengandung resiko dan bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja (Form : F-K3RS-09). di-identifikasi berdasarkan kemungkinan bahaya yang ditimbulkan dan akibat dari bahaya yang mungkin terjadi sebagai berikut : 1) Tim Manajemen Risiko mencatat kegiatan.1 H M L L L A B C D E E 2. 3) Kemudian tentukan Risiko dari setiap bahaya kerja yang ada (Form : F-K3RS-09). di identifikasi bahaya kerja apa saja yang bisa terjadi (Form : F-K3RS-09).M atau L).

Pengendalian Risiko 1) Pengendalian risiko dilakukan dengan memperkirakan kemungkinan terjadinya bahaya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. 3) Pengendalian risiko dilakukan dengan menetapkan penanggung jawab dan batas waktu tindakan pengendalian. penilaian dan pengendalian risiko kepada bagianbagian terkait agar dapat dilakukan tindakan pengendalian yang sesuai dengan risiko yang dapat terjadi. DOKUMEN TERKAIT Form Risk Assesment nomor F-K3RS-09 7. Manajemen Risiko ini ditinjau ulang minimal 1 tahun sekali. 6) Apabila status pengendalian in-progress telah berubah status menjadi oke maka Tim Manajemen Risiko kembali melakukan penilaian risiko sehingga tindakan pengendalian benar-benar effektif dan nilai risiko menjadi serendah-rendahnya. 5) Status pengendalian (Oke atau in-progress) ditentukan agar dapat ditentukan review pengendalian. d. 8) Laporan Tim Manajemen Risiko disahkan oleh Direksi. 7) Laporan Tim Manajemen Risiko disampaikan kepada bagian/bagian terkait dan ketua P2K3 untuk ditentukan tindakan selanjutnya. atau jika ditemukan adanya kelainan dalam penerapannya. 4) Tim Manajemen Risiko meninjau kembali tindakan pengendalian yang dilakukan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan oleh penanggung jawab.c. UNIT TERKAIT Seluruh unit kerja di lingkungan Rumah Sakit Tasik Medika Citratama Tasikmalaya 6. 5. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN Page 5 of 5 . sesuai prinsip pengendalian risiko yaitu :  Eliminasi (menghilangkan sumber bahaya)  Subsitusi (mengganti dengan bahan atau proses yang lebih aman)  Rekayasa Teknik (melakukan perubahan terhadap desain alat/proses/lay out)  Administrasi (cara kerja yang aman)  Alat pelindung diri (APD) 2) Tim Manajemen Risiko menyampaikan hasil identifikasi bahaya.