You are on page 1of 4

Pendapatan PT.

Duta Bangsa Mandiri divisi ready mixed concrete meliputi penjualan beton
siap saji dan jasa pompa beton.
PROSEDUR SIKLUS PENDAPATAN PT. DUTA BANGSA MANDIRI DIVISI READY
MIX
PENJUALAN KREDIT
1. Bagian marketing melakukan penawaran ke pelanggan dengan membuat surat
2.
3.
4.
5.

penawaran 2 rangkap, rangkap 1 dikirim ke pelanggan, rangkap 2 untuk diarsip.
Jika pelanggan menerima penawaran, maka pelanggan mengirimkan purchase order
Bagian marketing menerima purchase order dari pelanggan yang kemudian diarsip
Bagian marketing menkoordinasikan pesanan pelanggan dengan bagian produksi
Bagian produksi mencatat pesanan di papan skedul dan berkoordinasi dengan bagian

lab.
6. Bagian produksi memproduksi beton sesuai dengan pesanan dengan mengisi BPO
(Batch Plant Operational) 2 rangkap. Rangkap 1 diarsip, sedangkan rangkap 2
diserahkan ke akuntansi.
7. Bagian produksi menyerahkan beton ke bagian transportasi untuk dikirim ke
pelanggan dengan memberikan docket/bukti pengiriman beton 4 rangkap kepada supir
yang melakukan pengiriman. Oleh supir, docket rangkap ke-2 diberikan ke pelanggan,
sementara rangkap ke 1, 3, dan 4 dibawa kembali ke perusahaan setelah selesai
melakukan pengiriman dan diberikan kepada bagian keamanan (satpam).
8. Pada hari berikutnya, bagian marketing mengambil docket rangkap ke 1, 3, dan 4
yang ada di bagian keamanan dan kemudian rangkap ke 3 diarsip oleh bagian
marketing. Sementara docket rangkap 1 dan 4 diserahkan ke bagian akuntansi.
rangkap 2 diberikan kepada mandor proyek, rangkap 3 untuk arsip bagian marketing,
dan rangkap 4 untuk arsip bagian akuntansi.
9. Bagian akuntansi menerima BPO rangkap 2 dan docket rangkap 1 dan 4, kemudian
mencocokkan jumlah volume beton antara BPO dan docket. Jika tidak sesuai,
melakukan konfirmasi ke bagian produksi. Jika sesuai, mencatatkan ke buku produksi

5. 7. 4. Jika pelanggan menerima penawaran. Surat tagihan yang berisi faktur penjualan rangkap 1. faktur pajak rangkap 1. docket rangkap ke-2 diberikan ke pelanggan. 10. PENJUALAN TUNAI 1. 15. 6. rangkap 2 untuk diarsip. Debt collector menyerahkan surat tagihan dan Tanda Terima Tagihan (TTT) 2 rangkap ke pelanggan. Debt collector meminta tanda tangan pelanggan untuk Tanda Terima Tagihan (TTT) 14. maka pelanggan mengirimkan purchase order Bagian marketing menerima purchase order dari pelanggan yang kemudian diarsip Bagian marketing menkoordinasikan pesanan pelanggan dengan bagian produksi Bagian produksi mencatat pesanan di papan skedul dan berkoordinasi dengan bagian lab. Pelanggan melakukan pembayaran. dan docket rangkap 1 diserahkan kepada debt colector (bagian marketing) bersama dengan tanda terima 2 rangkap. sedangkan rangkap 2 diserahkan ke akuntansi. faktur pajak 2 rangkap. Rangkap 1 diarsip. uang atau bilyet giro bisa diberikan ke debt collector atau transfer ke rekening bank.  Faktur penjualan rangkap 1 dan faktur pajak rangkap 1 diberikan kepada  pelanggan bersama dengan docket rangkap 1 sebagai tagihan. dan docket. rangkap 1 dikirim ke pelanggan. 3. 13. 12. faktur pajak rangkap 2. Oleh supir. dan tanda terima 2 rangkap. Bagian produksi menyerahkan beton ke bagian transportasi untuk dikirim ke pelanggan dengan memberikan docket/bukti pengiriman beton 4 rangkap kepada supir yang melakukan pengiriman. Bagian marketing melakukan penawaran ke pelanggan dengan membuat surat 2. dan docket rangkap 2 diarsip oleh bagian akuntansi.beton dan membuat surat tagihan yang berisi faktur penjualan. faktur pajak. Faktur penjualan rangkap 2. 11. . Bagian akuntansi melakukan penjurnalan lalu posting ke general ledger. penawaran 2 rangkap. Bagian produksi memproduksi beton sesuai dengan pesanan dengan mengisi BPO (Batch Plant Operational) 2 rangkap.  Tanda terima 2 rangkap diserahkan ke debt collector. Bagian akuntansi membuat faktur penjualan 2 rangkap.

Sementara docket rangkap 1 dan 4 diserahkan ke bagian akuntansi. Bagian akuntansi menerima BPO rangkap 2 dan docket rangkap 1 dan 4. supir truk mixer memberikan docket kepada bagian keamanan pada hari yang sama sesuai dengan tanggal docket. rangkap 2 diberikan kepada mandor proyek. Bagian marketing mengambil docket yang telah terkumpul satu hari ke bagian keamanan. . dan 4 yang ada di bagian keamanan dan kemudian rangkap ke 3 diarsip oleh bagian marketing. Ketika melakukan pengiriman. bagian marketing mengambil docket rangkap ke 1. mencatatkan ke buku produksi beton. melakukan konfirmasi ke bagian produksi. o Bukti kas masuk rangkap satu diserahkan ke pelanggan o Bukti rangkap dua diarsip bagian keuangan. 5. Pada hari berikutnya. 11. Setelah melakukan pengiriman. 3. 3. Perusahaan hanya melakukan proses produksi berdasarkan adanya pembelian atau pemesanan dari konsumen sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan konsumen (job order process) 2. Jika tidak sesuai. 10. KEBIJAKAN MANAJEMEN 1. jika kurang dari 6 M3 maka akan dikenakan charge. 9. 4. Bagian keuangan menerima pembayaran dari pelanggan dan membuat Bukti Kas Masuk rangkap 2. kemudian mencocokkan jumlah volume beton antara BPO dan docket. docket harus ditandatangani oleh pihak pelanggan atau penerima 3. Pemesanan beton minimal sebesar 6 m3.sementara rangkap ke 1. dan rangkap 4 untuk arsip bagian akuntansi. 8. rangkap 3 untuk arsip bagian marketing. dan 4 dibawa kembali ke perusahaan setelah selesai melakukan pengiriman dan diberikan kepada bagian keamanan (satpam). Jika sesuai.

Penjualan kredit dilakukan kepada pelanggan yang resiko kreditnya tinggi sehingga menyebabkan kerugian karena piutang tak tertagih. Terjadinya keterlambatan pengiriman beton karena truk mixer yang rusak pada waktu pengiriman sehingga beton menjadi rusak. Duta Bangsa Mandiri yaitu: 1. Hal ini akan merugikan perusahaan sebab perusahaan harus mengganti dan mengirimkan beton lagi ke pelanggan yang tentu akan menambah biaya. 3. Terjadi kesalahan dalam membuat faktur penjualan yaitu jumlah yang dikirim ditulis lebih besar atau harga per unit ditulis lebih rendah. . penulis menemukan beberapa resiko yang sering terjadi terkait dalam siklus pendapatan divisi readymix PT.Resiko dalam siklus pendapatan Berdasarkan pengamatan penulis dalam kegiatan KKN-P yang dilakukan. 2. Hal ini mengakibatkan kehilangan pendapatan jika harga per unit ditulis terlalu rendah.