You are on page 1of 7

BAB 1

PENDAHULUAN

John Locke mengemukakan paradigmanya bahwa peserta didik pada asalnya adalah
sekelompok manusia yang tidak memiliki ide atau gagasan, sehingga guru berfungsi
mentransfer pengetahuan kepada peserta didik. Paradigma peserta didik tidak memiliki
pengetahuan menjadi faktor utama mengapa guru selalu menempatkan diri sebagai pusat ilmu
pengetahuan dan mengabaikan kemampuan proses eksplorasi yang dimiliki oleh siswa.
Kesalahpahaman terhadap potensi siswa menyebabkan proses pembelajaran tidak maksimal
bahkan cenderung menghasilkan peserta didik yang apatis dan kebingungan dalam artian
seharusnya ia memperoleh lebih banyak hal dari pada hanya sekedar pengetahuan.
Seharusnya peserta didik menerima metode pemahaman, pengembangan dan pengelolaan
ilmu pengetahuan atau bahkan metode eksplorasi keilmuan yang mandiri sebagaimana yang
dikembangkan oleh penganut metode inquiri. Berdasarkan pemikiran-pemikiran tersebut,
maka kita membutuhkan pendekatan-pendekatan yang real terhadap obyek pembelajaran,
karena dengan pendekatan yang tepat, kita akan mampu menyusun rencana pembelajaran
yang tepat.

M Habib Thaha mendefiniskan pendekatan adalah cara pemrosesan subyek atas obyek untuk mencapai tujuan. Dalam konteks belajar. Yang pertama disebut dengan pendekatan pengertian ”tugas” dan yang kedua adalah pendekatan dalam pengertian ”proses”.Sc Pendekatan adalah apa yang hendak ia kerjakan dan bagaimana ia akan mengerjakan sesuatu. Analisis sistem memiliki tiga komponen utama. Sistem analisis adalah sebuah proses kajian yang sangat detail berkaitan dengan elemen sebuah perencanaan atau system itu sendiri. Pendekatan ini juga berarti cara pandang terhadap sebuah obyek permasalahan. Dengan kata lain analisis sistem adalah kerangka dasar metode berfikir untuk memecahkan masalah atau sesuatu persoalan. Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Pengertian Pendekatan Sistem H.BAB 2 PEMBAHASAN A. termasuk didalamnya adalah tujuan kegiatan. proses. Sedangkan menurut Prof. Penggunaan istilah ”pendekatan” memiliki arti yang berbeda-beda tergantung kepada objek apa yang akan menjadi tema utama dalam perencanaan kerja dan kajian pemikiran yang akan dikembangkan. dimana cara pandang tersebut adalah cara pandang yang luas. untuk memecahkan masalah atau untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Dengan demikian. sehingga perlu ada analisis dan koreksi terhadap output sebuah proses berupa feedback. Terkadang hasil dari sebuah proses yang sudah dilakukan terjadi ketidakpuasan atau kurang memenuhi target yang ditetapkan dalam sebuah sistem. M. Keberhasilan sebuah perencanan ditentukan oleh bagaimana seseorang tersebut membuat sistem yang akan menjadi format aktifitas dalam mewujudkan sebuan tujuan. Proses merupakan kegiatan-kegiatan yang terdapat dalam mengolah input. hasil yang akan dicapai dan hubungan timbal balik antar elemen tersebut. dipahami sebagai segala cara atau strategi yang digunakan peserta didik untuk menunjang efesiensi dan efektifitas dalam proses pembelajaran tertentu. Untuk menindaklanjuti feedback sekalligus untuk mengukur sebuah output tersebut memuaskan atau bahkan tidak memuaskan. maka diperlukan parameter yang jelas dan . yaitu masukan (input). Input adalah materi mentah yang menjadikan sistem itu beroperasi atau melakukan proses. Oteng Sutisna. Oleh sebab itu untuk menentukan sistem yang bagus diperlukan sebuah analisis system (system analyisis). dan keluaran . Dr. sedangkan output adalah keluaran yang berupa hasil dari proses. pendekatan adalah seperangkat langkah operasional yang direkayasa sedemikian rupa.

Apa yang akan dicapai Dengan cara apa akan dicapainya Alasan-alasan apa yang digunakan Kapan hal tersebut tercapai Bagaimana pentahapan cara penyelesaianny Siapa yang akan melaksanakannya . Artinya ia lebih banyak menetapkan output yang ingin dicapai. mengartikulasikannya dalam bentuk strategi.ditetapkan sebelum sebuah system tersebut menerima input. Kemampuan analisis sistem yang baik terhadap input akan membantu menemukan cara untuk melakukan pemrosesan input. misalnya dengan menetapkan 1. Pendekatan sistem dewasa ini dianggap lebih rasional dan efektif untuk memperoleh output yang baik dalam sebuah proses pembelajaran. Atang Widjaja Tunggal membagi perencanaan menjadi dua. 3. Sedangkan perencanaan formal adalah proses mengguanakan investigasi dan analisiss system untuk menentukan tujuan. Bagaimana proses pengelolaan input (materi yang akan diberikan kepada input. Pada pendekatan sistem dapat dilihat bahwa apa yang ingin dicapai merupakan dasar analisis suatu sistem B. tanpa penyelidikan yang kaku dan sistematis. dan 5. Operasi yang diperlukan untuk mencapainya. cara menanganinya. taktik. aktifitas atau strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. dan secara formal mendokumentasikan ekspektasi organisasi. 5. Pendekatan sistem berarti menentukan cara memproses sebuah obyek oleh subyek dengan sistem yang telah ditentukan pula. 6. Drs. Dalam setiap perencanaan. yaitu perencanaan formal (formal planning) dan perencanaan tidak formal (informal Planning). Pengertian Perencanaan Pembelajaran Perencanaan merupakan proses pendefinisian tujuan dan bagaimana untuk mencapainya. Input yang akan masuk (diinginkan) 3. Pembelajaran yang dilakukan tanpa didahului oleh proses pendekatan terhadap obyek atau peserta didik akan menyebabkan guru mengalami keterbatasan dalam menetapkan metode atau bahkan strategi dalam proses pembelajaran. Bagaimana melakukan penilaian terhadap output. Sistem yang baik dalam proses akan membantu mencapai hasil yang maksimal walau mungkin input yang diperoleh kurang bagus . dan alat-alat yang digunakan) 4. seseorang sekurang-kurangnya akan melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Bagaimana melakukan perbaikan terhadap output. Tujuan yang ingin dicapai 2. Perencanaan tidak formal merupakan proses secara intuitif memutuskan tujuan-tujuan dan aktifitasaktifitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. melakukan proses dan menghasilkan output. 2. 4.

yaitu : 1. Disamping itu terdapat prinsip bahwa pembelajaran sebenarnya bukan aplikasi dari apa yang di kehendaki oleh guru tetapi apa yang dikehendaki oleh peserta didik. Secara umum kepentingan pendekatan system perencanaan pembelajaran sebagai berikut : 1. PENDEKATAN SISTEM PERENCANAAN PEMBELAJARAN Dalam perkembangan pendidikan modern. Pendekatan sistem perencanaan pembelajaran sangat penting bagi proses pembelajaran.guru yang mengajar dengan cara menyampaikan pelajaran semata-mata. Pembelajaran bebas – guru berperan sebagai pembimbing siswa dalam pembelajaran.Dengan demikian perencanaan menjadi suatu yang sangat mendasar dan menentukan keberhasilan suatu program. tetapi ia telah memiliki bekal ilmu pengetahuan baik yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya atau berasal dari eksplorasi keilmuan secara mandiri. maka perencanaan pembelajaran menjadi bangunan awal sebuah proses pembelajaran. tahapan penyelesaian dan alat atau instrument apa yang digunakan untuk mencapainya sekaligus ditentukan pula evaluasi hasil sebuah aktifitas. karena disana terdapat arahan yang menunjukkan cara atau metode yang digunakan untuk memproses input sehingga menghassilkan output yang baik. Dapat memberikan petunjuk tentang materi pembelajaran Menjelaskan tentang kegiatan yang harus dilakukan sebagai komponen system pembelaajaran . Siswa tidak lagi dianggap sebuah objek mati. pendidikan dilakukan dengan proses yang sistematis dan sangat terencana. terbagi dalam 3 kelompok. oleh seorang guru. sedangkan guru hanya berfungsi sebagai salah satu sumber ilmu dan moral. Dapat memberikan arahan tentang tujuan dalam system pembelajaran yang akan dilakukan 2. praktek pembelajaran yang dilakukan oleh guru terhadap murid. 2. aktifitas dan hasil yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. karena ia menyangkut penentuan tujuan.Perencanaan dalam pembelajaran berarti menentukan tujuan. C. Pembelajaran – guru yang mengajar dengan menciptakan situasi dan kondisi belajar yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar sesuai dengan tujuan 3. Sebagai bangunan awal proses pembelajaran. Dalam perspektif lainnya. Pengajaran . Siswa memilih materi pembelajaran apa yang akan dipelajari sesuai dengan minat dan pilihannya serta bagaimana cara mempelajarinya. Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut. perencanaan harus dibuat dengan memperhatikan input dan out put yang hendak dicapai sekaligus didalamnya memuat aktifitas atau proses untuk mencapainya. aktifitas atau proses untuk mencapai tujuan baik menyangkut siapa yang melakukan. hal tersebut dimungkinkan karena perkembangan ilmu pengetahuan yang aplikatif.

isi. siswa dengan temannya. level courses. terhadap satu dari dua masalah. Gagne & Briggs. Dapat melakukan proses evaluasi sebagai dasar feedback. dan frekuensi latihan. artinya peran guru bergeser dari "menentukan apa yang dipelajari" menjadi "bagaimana menyediakan dan memperkaya pengalaman belajar siswa". Dalam proses perencanaan pembelajaran terkandung juga kegiatan yang akan dilakukan oleh seorang guru terhadap peserta didik. eksperimen dan interaksi siswa dengan lingkungannya. Pendekatan sistem Gagne & Briggs (1979) Perancangan instruksional adalah seni dan merupakan pengetahuan terapan.3. Gropper Gropper memberikan ide bagaimana menstrukturkan kegiatan latihan pada urutan yang mudah ke yang sukar dengan memanipulasi perlakuan alat atau pencapaian pemberian isyarat yang diberikan. mode stimulus dan respon yang dipersyaratkan dan variasi. tugas yang diberikan dari analisis logika murni. karena pendekatan sangat menentukan interaksi antara guru dan siswa. Pengalaman belajar diperoleh dari serangkaian kegiatan siswa baik studi kepustakaan. maka siswa harus memperhatikan begitu banyak komponen yang diajukan melalui tingkatan yang melampaui tugas-tugas yang terbatas dari kerja memori mereka. Berbagai pendekatan sistem : 1. metode dan alat yang akan digunakan dalam proses pembelajaran 4. Pertama. Case dan Breiter Sementara itu Case dan Breiter mempermasalahkan bahwa pendekatan yang dikemukakan oleh Gagne akan bekerja baik untuk beberapa hal. yang mengandung level system. kadang-kadang pembelajaran yang diberikan sangat sulit. size unit perilaku untuk dilatih. level lesson. dan level final system. dengan tugas yang kesulitannya tinggi. 2. Kedua. tidak seluruh situasi pembelajaran dan kegagalannya secara khas benar. tidak selamanya berkorespondensi dengan pengembangan . Dia memberikan petunjuk untuk menggunakan variasi treatment tools pada tingkat yang berbeda dalam urutan pembelajaran 3. Memberikan penjelasan tentang cara. dan nara sumber lain. menciptakan metode yang efisien untuk mencapai tujuan pendidikan. BERBAGAI PENDEKATAN SISTEM Pendekatan digunakan dalam pembelajaran berorientasi agar siswa sedikit banyak mengambil peran dari guru . merekomendasikan suatu pendekatan sistem. D.

komponen-komponen tugas yang dituntaskan secara alamiah dan secara ilmiah tersebut. karena didalamnya tergambar secara jelas keinginan. j. BAB 3 KESIMPULAN Pendekatan sistem dalam pembelajaran menjadi tolak ukur kinerja seorang guru dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswa. menguji siswa. membuat hipotesa. menstimuli siswa untuk membuat prediksi atau alternatif pemikiran yang memungkinkan dan akhirnya menyeberang ke tujuan umum (akhir) melalui eksplorasi dan discovery. menggeneralisasikan kasus secara hipotesis. i. menelusuri konsekwensi kontradiksi. e. aksi dan hasil yang ingin dicapai oleh seorang guru. c. memberikan kewenangan untuk bertanya. h. b. d. f. melaksanakan tes (menguji) hipotesa. g. memikirkan alternatif prediksi. Mereka menjelaskan dan menggambarkan sepuluh strategi pembelajaran sebagai berikut : a. Mereka menekankan pada pemilihan dan pengurutan contoh-contoh seperti kreasi yang tidak cocok atau keinginan untuk mengetahui. Mungkin lebih sesuai dengan pembelajaran 4. memilih contoh yang berlawanan. memilih contoh-contoh yang positif dan negatif mengadakan berbagai studi kasus secara sistematik. Aplikasi dari perencanaan . Collins dan Stevens Collins dan Stevens memberikan ide untuk merancang petunjuk pendekatan discovery dan inguiry.

program dan materi. Oleh sebab itu konsep perencanaan pembelajaran dan pendekatan sistem yang digunakan dalam penyusunan perencanaan pembelajaran akan menentukan tindak lanjut dari proses pembelajaran tersebut.wordpress.com/ Onen saranjana.com/2012 : . Pendekatan sistem rancangan pembelajaran sangat bermanfaat. Pendekatan Sistem membantu perencana pendidikan menentukan strategi rencana terbaik untuk mengorganisasikan staf.com/2008/11/11/pendekatan-sistem-dalampendidikan/ http://mpilovers2010. “pendekatan sistem dalam pendidikan “ http://sma1kotabaruangkatan93.blogspot.blogspot. Beberapa keruwetannya diilustrasikan pada penelitian belajar konsep awal dari pekerjaan yang menampakkan belajar konsep sebagai problem deduksi logika dari clear-cut positif dan negatif. Pendekatan Sistem memperpendek waktu perencanaan dan memungkinkan analisa data kompleks secara relatif pada taraf biaya yang dapat di terima. pelajar. DAFTAR PUSTAKA Ashabul Kahfi : http://ululazmi-zabaz.pembelajaran dapat dituangkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang sifatnya lebih teknis aplikatif. tetapi dibatasi oleh fakta bahwa untuk mengajar sesuatu yang kurang jelas harus dimantapkan melalui cara-cara eksperimen.