You are on page 1of 10

SAP TERAPI BERMAIN

Pokok Bahasan

:

Terapi Bermain Pada Anak Di ruang kanak-kanak

Sub Pokok Bahasan

:

Belajar Melipat Kertas (origami)

Tujuan

:

Mengoptimalkan tingkat perkembangan anak

Tempat

:

Ruang perawatan kanak-kanak

Waktu

:

Senin, 01 Mei 2015

Sasaran

:

Anak di ruang kanak-kanak

Metode

:

Bermain bersama

Media

:

kertas origami

Pembagian tugas kelompok :
Pemandu

:

Beatriks Pongpalita, S.Kep

Notulis

:

Yulius Nawipa, S.Kep

Fasilitator

:

1. Petrus Yulianto, S.Kep
2. Natalia Asso, S.Kep
3. Yunita Lipan, S.Kep

A. Pendahuluan
Bermain merupakan suatu aktivitas bagi anak yang menyenangkan dan merupakan
suatu metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bagi anak bermain tidak sekedar
mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan,
cinta kasih dan lain-lain. Anak-anak memerlukan berbagai variasi permainan untuk
kesehatan fisik, mentaldan perkembangan emosinya.
Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya, kognitifnya dan
juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh emosinya, perasaannya dan
pikirannya. Elemen pokok dalam bermain adalah kesenangan dimana dengan kesenangan
ini mereka mengenal segala sesuatu yang ada disekitarnya sehingga anak yang mendapat
kesempatan cukup untuk bermain juga akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk
mengenal sekitarnya sehingga ia akan menjadi orang dewasa yang lebih mudah berteman,
kreatif dan cerdas, bila dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang
mendapat kesempatan bermain.

Melatih kesabaran. Jarum D. dan anak dapat beradaptasi dengan lingkungan dan bergaul dengan teman sebayanya. Jumlah peserta : 1-3 orang anak c. Menumbuhkan sportivitas e.B. Mengembangkan sosialisasi atau bergaul c. 2. keterampilan dan ketelitian 3. Strategi Pelaksanaan No 1 2 3 Kegiatan Waktu Persiapan 5 menit  Menyiapkan ruangan  Menyiapkan alat  Menyiapkan peserta Pembukaan 5 menit  Beri salam pembuka  Memperkenalkan diri  Sesama anak saling berkenalan  Menjelaskan maksud dan tujuan Kegiatan Bermain  Anak diminta 15 menit mengambil Media Peralatan bermain Peralatan bermain . Usia 3-5 tahun b. TIK (Tujuan Instruksional Khusus) Setelah diakaj bermain. Media a. Karakteristik Bermain a. Perencanaan 1. Jenis Program Bermain Belajar melipat kertas dengan kertas lipat (origami) yang telah tersedia. Karakteristik Peserta a. 2. Mengembangkan daya imajinasi d. di harapkan anak dapat mengembangkan kreatifitas dan menjadi lebih aktif melaui pengalaman bermain. TIU (Tujuan Instruksional Umum) Setelah diajak bermain. anak diharapkan sebagai berikut : a. Benang c. Keadaan umum mulai membaik d. Mengembangkan kreatifitas b. Melatih motorik halus b. Kertas lipat (origami) b. Gunting d. Peserta kooperatif 4. Tujuan 1. Klien dapat duduk e. Metode : demonstrasi 5. Mengembangkan kepercayaan diri C.

Bermain merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kesenagan dan kepuasan. tidak kooperatif. Stress ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya perpisahan dengan orang tua. menendang. Salah satunya upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan pengaruh hospitalisasi pada anak yaitu dengan melakukan kegiatan bermain. Bermain merupakan aktivitas yang dapat menstimulasi pertubuhan dan perkembangan anak dan merupakan cerminan kemampuan fisik.  Memberi reward yang lebih untuk anak yang hasil karyanya paling bagus  Memberi salam penutup MATERI TERAPI BERMAIN BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Masuk rumah sakit merupakan peristiwa yang sering menimbulkan pengelaman traumatik. kehilangan kontrol. menangis. memukul.emosional dan sosial sehinggah bermain . khususnya pada pasien anak yaitu ketakutan dan keteganganatau stress hospitalisasi.intelektual. Akibatnya akan menimbulkan berbagai aksi seperti menolak makanan.kertas lipat  Kemudian bantu anak untuk melipat bentuk yang mudah  Bantu anak untuk melubangi hasil lipatannya dengan jarum  Potong benang ±10 cm  Gantung hasil lipatan anak di tempat yang dapat dijangkau 4 olehnya Penutup 5 menit  Memberi reward pada anak atas hasil karyanya. teriak. atau menolak tindakan keperawatan yang diberikan. dan akibat dari tindakan invasif yang menimbulkan rasa nyeri.

2. mewarnai bisa menjadi alternatif untuk mengembangkan kreatifitas anak dan dapat menurunkan tingkat kecemasan pada anak selama dirawat. Tujuan Umum : Setelah mengikuti terapi bermain dapat meminimalkan dampak hospitalisasi pada anak sehinggah dapat mempercepat proses kesembuhan anak.  Melatih meningkatkan kognitif anak dalam hal pemilihan warna dalam mewarnai gambar. imajinasi dan kreativitas anak usia pre-school. oleh karena itu. anak akan mengeksperikan imajinasinya dalam goresan warna pada gambar sehingga untuk sementara waktu anak akan merasa lebih rileks. KEUNTUNGAN BERMAIN 1 Keuntungan-keuntungan yang didapat dari bermain. I. .merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain anak-anak akan belajar berkomunikasi. dan dapat mengenal waktu. antara lain: 2 Membuang ekstra energi. Salah satu media bagi perawat untuk mampu mengenali tingkat perkembangan anak. Anak-anak pada usia pre-school senang bermain dengan warna. Tujuan Khusus  Meningkatkan perkembangan mental. Tujuan 1. melakukan apa yang dapat dilakukannya.  Dapat menerapkan waktu yang tepat untuk melakukan permainan sehinggah anak tidak kehilangan waktu bermain. Dinamika secara psikologi menggambarkan bahwa selama mewarnai. jarak serta suara. menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

Bermain aktif meliputi : a Bermain mengamati/menyelidiki (Exploratory Play) Perhatian pertama anak pada alat bermaina dalah memeriksa alat permainan tersebut. 9 Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan. meraba.3 Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh. menekan dan kadang-kadang berusaha membongkar. kesenangan diperoleh dari apa yang diperbuat oleh mereka sendiri. 5 Anak belajar mengontrol diri. 6 Berkembangnya berbagai keterampilan yang akan berguna sepanjang hidupnya. . main rumah-rumahan dengan temantemannya. 8 Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada disekitar anak. 10 Kesempatan untuk bergaul dengan anak lainnya untuk saling bekerja sama 11 Kesempatan untuk mengikuti aturan-aturan. kekuatiran. b Bermain konstruksi (Construction Play) Pada anak umur 3 tahun dapat menyusun balok-balok menjadi rumahrumahan. iri hati dan kedukaan. mengocok-ngocok apakah ada bunyi. 4 Aktivitas yang dilakukan dapat merangsang nafsu makan anak. seperti tulang. II. 12 Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya. MACAM BERMAIN 1 Bermain aktif Pada permainan ini anak berperan secara aktif. 7 Meningkatnya daya kreativitas. otot dan organ-organ. mencium. d Bermain fisik Misalnya bermain bola. c Bermain drama (Dramatic Play) Misal bermain sandiwara boneka. memperhatikan. bermain tali dan lain-lain.

disesuaikan dengan usianya dan tingkat perkembangannya. Contoh alat permainan : buku bergambar. dll. majalah. 2 Pengembangan bahasa. buku cerita. pensil warna. menggunakan kalimat yang benar. d Tidak mempunyai teman bermain. balok. TV. dll. Contoh alat bermain motorik kasar : sepeda. tali. bola. buku cerita.Contoh alat permainan : buku bergambar. dengan melatih berbicara.2 Bermain pasif Pada permainan ini anak bermain pasif antara lain dengan melihat dan mendengar. Motorik halus : gunting. ukuran. c Tidak ada kesempatan belajar dari alat permainannya. trediri dari motorik kasar dan halus. yaitu apabila terdapat hal-hal seperti dibawah ini : a Kesehatan anak menurun. b Tidak ada variasi dari alat permainan. Dalam kegiatan bermain kadang tidak dapat dicapai keseimbangan dalam bermain. tape. radio. Contoh melihat gambar di buku/majalah mendengar cerita atau musik. Permainan ini cocok apabila anak sudah lelah bernmain aktif dan membutuhkan sesuatu untuk mengatasi kebosanan dan keletihannya. dll. serta berguna untuk : 1 Pengembangan aspek fisik. boneka. III. mainan yang ditarik dan didorong. lilin. yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak. bola. pensil. 3 Pengembangan aspek kognitif. dll. puzzle. Anak yang sakit tidak mempunyai energi untuk aktif bermain. . menonton televisi dsb. Warna. ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak. bentuk. yaitu dengan pengenalan suara. dll. radio.

3 Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil. Usia 13 – 24 bulan  Tujuannya adalah : . c Melatih kerjasama mata dan telinga. 4 Jangan memaksa anak bermain. dll. menggenggam. sebelum meningkat pada keterampilan yang lebih majemuk. e Melatih mengenal sumber asal suara. bola. misal kotak pasir. f Melatih kepekaan perabaan. bila anak sedang tidak ingin bermain. d Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan.BENTUK PERMAINAN 1 Usia 0 – 12 bulan  Tujuannya adalah : a Melatih reflek-reflek (untuk anak bermur 1 bulan). BENTUK.  2 b Melatih kerjasama mata dan tangan. keluarga dan masyarakat Contoh alat permainan : alat permainan yang dapat dipakai bersama. 5 Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit. Alat permainan yang dianjurkan : a Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang. misalnya mengisap. e Alat permainan berupa selimut dan boneka. b Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka. 2 Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM BERMAIN 1 Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak. khususnya dalam hubungannya dengan interaksi ibu dan anak. IV. tali. V. d Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara. g Melatih keterampilan dengan gerakan yang berulang-ulang. c Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang.4 Pengembangan aspek sosial.

air). f Melatih daya imajinansi. kardus-kardus besar. balokbalok besar. d Melatihimajinasinya. menghitung. buku bergambar.  4 e Melatih kerjasama mata dan tangan. b Mengembangkan keterampilan berbahasa.a Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara. g Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda. waskom. c Melatih motorik halus dan kasar. kertas untuk dicoretcoret. d Manik-manik ukuran besar. b Lilin yang dapat dibentuk c Pasel (puzzel) sederhana. bola dengan giring-giring didalamnya. Alat permainan yang dianjurkan : a Alat-alat untuk menggambar. sendok botol plastik. e Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam bentuk kegiatan yang menarik  Alat permainan yang dianjurkan: a Genderang. f Bola. ember. mengenal dan membedakan warna). Usia 32 – 72 bulan  Tujuannyaadalah : . e Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna yang berbeda. 3 Usia 25 – 36 bulan  Tujuannya adalah : a Menyalurkan emosi atau perasaan anak. c Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik. b Memperkenalkansumbersuara. b Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik. krayon/pensil berwarna. c Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga(misal: cangkir yang tidak mudah pecah. d Mengembangkan kecerdasan (memasangkan.

Usia Prasekolah  Alat permainan yang dianjurkan : a Alat olahraga. misal : pengertian mengenai terapung dan tenggelam. j Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi. memanjat. g Mengembangkan kepercayaan diri.  Alat permainan yang dianjurkan : a Berbagai benda dari sekitar rumah. l Memperkenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan. b Alat masak c Alat menghitung d Sepedarodatiga e Benda berbagaimacamukuran. air.a Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan. gunting. alat gambar & tulis. buku bergambar. f Menumbuhkansportivitas. f Bonekatangan. dll). h Mengembangkan kreativitas. b 5 Teman-teman bermain anak sebaya. orang tua. m Memperkenalkan suasana kompetisi dan gotong royong. k Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang diluar rumahnya. h Kapalterbang. kertas untuk belajar melipat. orang lain diluarrumah. dll. mengurangi. d Merangsang daya imajinansi dsengan berbagai cara bermain pura-pura (sandiwara). e Membedakan benda dengan permukaan. majalah anakanak. i Mengembangkan koordinasi motorik (melompat. menambah. . lari. g Mobil. motorik halus dan kasar. c Mengembangkan pengertian tentang berhitung. b Mengembangkan kemampuan berbahasa.

2003. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak.H. permainan pemecahan masalah. Pengaruh Permainan Pada Perkembangan Anak. seni.A. komputer. EVALUASI Peserta terapi bermain mampu: 1. Markum. Jakarta Erlita. EGC. hobi. Anak dapat menyelesaikan satu bentuk lipatan dan kemudian digantung Anak dapat aktif dan mengikuti kegiatan Anak merasa senang dan gembira Mengurangi rasa takut anak pada perawat DAFTAR PUSTAKA Soetjiningsih. video. Tumbuh Kembang Anak. dll. mengarang. 2006. membaca. Erlangga : Jakarta . 8 Usiaremaja Jenis permainan : permainan keahlian. Jakarta. video games.i 6 Usia sekolah  7 Kapallautdsb Jenispermainan yang dianjurkan : a Pada anak laki-laki : mekanik. 3. b Pada anak perempuan : dengan peran ibu. Usia Praremaja (yang akan dilakukan oleh kelompok) Karakterisrik permainnya adalah permainan intelaktual. FKUI. 2. 2007. VI. 4.