You are on page 1of 15

OPERASI AYAKAN (SHIEVING

)
I. PRINSIP
Operasi ayakan adalah suatu operasi pemisahan material secara mekanis dengan
perbedaan ukuran partikel.
II. MAKSUD dan TUJUAN
1. Memisahkan bahan atas dasar ukuran partikel, untuk memperoleh bahan dengan ukuran
pertikel lebih uniform.
2. Menentukan luas permukaan spesifik bahan.
III. LANDASAN TEORI
Pengecilan bahan menjadi ukuran tertentu biasanya disesuaikan dengan tujuannya.
Bahan padat dapat dipecah dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut:
1. Compression
2. Impact
3. Attrition
4. Cutting
Setelah bahan itu dipecah tentunya bahan tersebut mempunyai ukuran partikel lebih
kecil. Keseragaman ukuran dapat diperoleh melalui operasi ayakan, kemudian bahan
tersebut dianalisis dengan perlakuan memisahkannya secara mekanis. Salah satu alat untuk
menganalisis ukuran partikel yang telah menjadi ukuran kecil-kecil adalah Standar Ayakan
Tyler.
Karakteristik Partikel Zat Padat
Partikel zat padat secara individu dikarakteristikan dengan ukuran, bentuk dan
densitasnya. Partikel zat padat homogeny memmpunyai densitas yang sama dengan bahan
bongkahan. Partikel-partikel yang didapatkan dengan memecahkan zat padat campuran,
misalnya bijih yang mengandung logam, mempunyai berbagai densitas, biasanya
mempunyai densitas yang berbeda dari bahan lindaknya. Untuk partikel yang bentuknya
beraturan, misalnya yang berbentuk bola dan kubus, ukuran dan bentuknya dapat
dinyatakan dengan mudah. Tetapi partikel yang bentuknya tidak beraturan (seperti butirbutir pasir dan serpih mika), istilah “ukuran” (size) dan “bentuk” (shape) tidak begitu jelas
dan harus didefinisikan secara acak.
Bentuk Partikel
Bentuk setiap partikel dikarakteristikkan dengan sferisitas atau kebolaan (Sphericity)
S , yang tidak bergantung pada ukuran partikel. Untuk partikel berbentuk bola dengan

OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1

sferisitas didefinisikan oleh hubungan : 6Vp S = dimana : D p  Sp (1) Dp = diameter ekivalen atau diameter nominal partikel sp = luas permukaan ssatu partikel vp = volume satu partikel Diameter ekivalen kadang-kadang didefinisikan sebagai diameter bola yang volumenya sama dengan volume partikel itu. Tetapi. dan bukan pada panjangnya.95. Untuk isian kolom (column packing) seperti cincin dan pelana. seperti terlihat pada tabel 1.8. juga digunakan ukuran nominal untuk menentukan S. sehingga Dp biasanya diambil dari ukuran nominal atas dasar analisis ayak (screen analysis) atau melalui pemeriksaan mikroskop. “diameter” dapat ditentukan untuk setiap partikel yang ekidimensional. tapi untuk partikel yang telah membulat karena abrasi S bisa sampai setinggi 0. ¼ = 1. umpamanya Dp akan menunjukkan tebal partikel. nilai S berkisar antara 0.61 untuk kubus dan 0. Untuk partikel berbentuk jarum. (1) diterapkan untuk menghitung S. untuk partikel yang tidak berbentuk bola. yaitu yang panjang pada satu arah ketimbang pada arah yang lain. volume maupun luas permukaannya tidak mudah ditentukan secara eksak. dan kemudian pers. karena rasio permukaan terhadap volume ialah 6/Dp.6 dan 0.87 untuk silinder. Untuk kebanyakan bahan pecahan.0. Untuk kubus dan silinder yang panjangnya L sama dengan diameternya. dan hal ini membuat S sama dengan 1. dan S yang didapatkan dari diameter ekivalen ialah 0. Partikel yang tidak ekidimensional.diameter Dp. Untuk bentuk-bentuk itu sebaiknya digunakan diameter nominal L. bahan-bahan berbentuk bijian (granular) halus. Luas permukaan didapatkan dari pengukuran adsorpsi atau dari penurunan tekanan di dalam hamparan partikel. Ukuran Partikel Pada umumnya. partikel itu dikarakterisasi dengan dimensi utama yang kedua terpanjang. diameter ekivalen itu lebih besar dasri L. OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 . sama dengan bola.

dinyatakan dalam berbagai satuan.Ukuran partikel manurut konvensi. partikel yang sangat halus dengan ukuran mikrometer. kubus. Ukuran Partikel Campuran Dan Analisis Ukuran. Partikel-partikel yang ultra halus kadang-kadang diberikan dengan luas permukaan per satuan massa. dengan diameter Dp.83 0. Parikel-partikel kasar diukur dalam inci atau milimeter. volume total partikel ialah m/p.0 Cincin Raschig (L = Bahan Pasir Rounded Pasir Ottawa Debu Coal Sifat bentuk bola 0. biasanya dalam meter persegi per gram.28 0.58 0. bergantung pada jangkauan ukuran yang terlibat. Dalam contoh yang ukurannya seragam.33 0. Sifat bola untuk bermacam-macam bahan.65 0. Di = 0.5 Do L = Do. silinder pendek (L = Dp) 1. atau partikel-partikelnya dicacah atau diukur dengan salah satu cara yang dapat digunakan. Di = 0. partikel halus dengan ukuran ayak.3 Luas permukaan partikel-partikel itu ialah. Oleh karena volume satu partikel adalah vp. masingmasing dengan densitas konstan dan ukuran yang mendekati konstan. (1) dan (2) 6m S   p  D p A = N sp = (3) Agar dapat menerapkan pers.65 0. (2) dan (3) terhadap partikel yang mempunyai berbagai ukuran dan berbagai densitas.73 Dp) L = Do. dari pers. campuran itu dipilahkan menjadi fraksi-fraksinya.75 Do Pelana Berl Pasir Hitam Gelas Crushed Sempih Mica 0. Setiap fraksi ini ditimbang. Informasi dari analisis ukuran partikel didaftarkan untuk menunjukkan massa atau jumlah fraksi yang terdapat didalam setiap tokokan atau pertambahan kecil (increment) ukuran berbagai fungsi ukuran partikel rata-rata (atau jangkauan ukuran) di dalam tokokan OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 . (2) dan (3) lalu dapat diterapkan terhadap setiap fraksi itu dan hasilnya kemudian dijumlahkan. banyaknya partikel di dalam contoh N ialah : p N= m  vp (2) Tabel 1. diameter m dan p masing-masing ialah massa contoh dan densitas partikel. Bahan Sifat bentuk bola Bola.95 0. Pers.

luas permukaan partikel. data itu dapat dinyatakan dengan baik dalam bentuk kurva kontinu. Perhitungan mengenai ukuran partikel rata-rata. (3). merupakan pemetaan terhadap analisis kumulatif distribusi yang terlihat pada gambar 1a. Aw diberikan oleh : 6X1 6X 2 6X n   . artinya luas permukaan total per satuan massa partikel. atau populasi partikel itu di dalam campuran itu dapat dibuat berdasarkan analisis differensial ataupun analisis kumulatif. Hasilnya biasanya disajikan dalam bentuk histogram. sehingga perhitungan itu hampir selalu didasarkan atas analisis differensial saja. Dalam analisis kumulatif.. kita tidak perlu lagi mengandaikan bahwa semua partikel yang terdapat di dalam satu fraksi tertentu mempunyai ukuran yang sama. dengan menggunakan kurva kontinu sebagai pendekatan terhadap distribusi. seperti ditunjukkan oleh garis putus-putus pada gambar itu.itu. Bila hasilnya untuk semua fraksi dijumlahkan kita akan mendapatkan A. luas permukaan partikel didalam setiap fraksi dapat dihitung dari pers.. dilain pihak ketelitian pengukuran besar partikel biasanya tidak memadai untuk kita menggunakan analisis kumulatif. Gambar 1b. seperti terlihat pada gambar 1a. Cara kedua untuk menyajikan informasi itu ialah dengan menggunakan analisis kumulatif (Cumulatif Analysis) yang didapatkan dengan menjumlahkan tokokan-tokokan itu secara berurutan. mulai dari yang mengandung partikel terkecil. Pada prinsipnya. Jika p dan s adalah konstan.  S   p  D p1 S   p  D p2 S   p  D pn Aw = 6 S   p = n xi D i 1 (4) pi OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 . Analisis yang ditabulasikan dengan cara demikian dinamakan analisis differensial (differensial analysis). Permukaan Spesifik Campuran Jika densitas partikel p dan sferisitas s diketahui. yaitu permukaan spesifik (spesific surface). lalu mendaftarkan atau memetakan jumlah kumulatif tersebut terhadap diameter maksimum dari partikel yang terdapat di dalam tokokan itu. Namun. metode yang didasarkan atas analisis kumulatif lebih tepat daripada yang didasarkan atas analisis differensial. sebab. bila kita menggunakn analisis kumulatif.

2 0. Fra ksi Ma ssa Kumula tif lebih ke cil dar i ukuran yang ditetapkan UKURAN PARTIKEL 0.1 0. Distribusi ukuran partikel untuk powder : o analisis differensial OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 .dimana subkrip = masing-masing tokokan Xi = fraksi massa dalam setiap tokokan tertentu n = jumlah tokokan Dpi = diameter partikel rata-rata.15 FRAKSI MASAA 0.05 0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 UKURAN PARTIKEL Gambar 1. diambil sebagai rata-rata aritmetik dari diameter terkecil dan terbesar di dalam tokokan itu.25 0.

(4) ke dalam pers. (5) memberikan : 1  xi  Ds =   D pi  (6) Jika jumlah partikel di dalam setiap fraksi N i diketahui. Barangkali yang paling lazim dipakai ialah diameter pukul-rata volume-permukaan (volume-surface mean diameter) Dpi. Kadang-kadang. dan bukan fraksi massanya. yang didapatkan dari hubungan :  1 3    n   Dv =    xi     1 i 1  3 D pi   (9) OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 . digunakan rata-rata lain. yang dihubungkan dengan luas permukaan spesifik Aw. Didefinisikan oleh : Ds =  6 S  Aw  p (5) Substitusikan pers. Diameter pukul-rata massa (massa mean diameter) Dw didapatkan dari persamaan : Dw =  xi Dpi (8) Jika volume total contoh itu dibagi dengan jumlah partikel di dalam campuran (lihat di bawah) kita dapatkan volume rata-rata setiap partikel.o analisis kumulatif Ukuran Partikel Rata-rata Ukuran partikel rata-rata untuk campuran partikel didefinisikan menurut berbagai cara. Diameter partikel itu ialah diameter pukul-rata volume (volume mean diameter) Dv. Diameter pukul-rata-rata aritmetik (arithmetic mean diameter) DN ialah :   Ni n  D pi i 1  N n  n N  i  D pi i 1  NT i i 1 (7) DN = dimana NT ialah jumlah partikel di dalam keseluruhan contoh.

Perangkat ayak ini didasarkan atas bukaan (lubang) ayak ukuran 200 mesh. karena tebal kawat tentu harus diperhitungkan juga. masing-masing diameter rata-rata yang ada itu mungkin sangat berlainan satu sama lain. dari analisa differensial. maka 1 a  p n xi D i 1 pi 3  1 a   p  Dv3 Nw =  (11) Luas permukaan spesifik.074 mm. atau vp = a Dp3 (10) dimana a adalah faktor bentuk volume (volume shape factor). Dari pers. serta jumlah partikel dapat dihitung dengan mudah dari analisis ukuran partikel dengan menggunakan program komputer yang sederhana. didapatkan dengan menjumlahkan senua fraksi. sedang rapat anyaman (mesh) dan ukuran kawatnya dibakukan dengan teliti. Instrumen-instrumen pengukur untuk partikel-partikel yang sangat halus banyak yang sudah diprogramkan sehingga dapat menyatakan besaranbesaran itu secara langsung. (2).0015 in (76 mm sampai 38 m). Tetapi untuk campuran yang terdiri dari partikel berbagai ukuran. Kemudian N w. Jumlah Partikel Di Dalam Campuran Untuk menghitung.Untuk contoh yang terdiri dari partikel seragam. Untuk suatu bentuk partikel tertentu. Bukan ayak itu berbentuk bujur sangkar. Ayak-ayak uji itu terbuat dari kawat. yaitu persamaan untuk menghitung jumlah partikel yang terdapat di dalam setiap fraksi. yaitu populasi total didalam suatu massa contoh. yang ditetapkan sebesar 0. Bukaan sebenarnya tentulah lebih kecil dari angka meshnya. Karakteristik dari suatu deret yang lazim yaitu deret ayak standar Tyler (Tyler standar screen series). Analisis Ayak. Deret Ayak Standar Ayak (screen) standar digunakan untuk mengukur besarnya partikel (dan distribusinya) dalam jangkau ukuran antara 3 sampai 0. diameter rata-rata. tentu saja sama.(2) dengan mengandaikan bahwa a tidak bergantung pada ukuran. jumlah partikel yang terdapat didalam campuran. dapat kita gunakan pers. diameter rata-rata yang bermacam-macam itu . Setiap ayak itu diidentifikasi menurut mesh (rapat ayak) per inci. OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 . volume setiap partikel itu sebanding dengan “diameter”nya pangkat tiga.

Partikel yang tertahan pada setiap ayak dikumpulkan dan ditimbang. Dua kolom terakhir dalam tebel 2 menunjukkan diameter partikel rata-rata D pi pada setiap tokokan dan fraksi kumulatif yang lebih kecil dari masing-masing nilai Dpi. dan massa pada setiap tokokan ayak itu dikonversikan menjadi fraksi massa atau persen massa dari contoh keseluruhan. Namun biasanya ayak antara ini tidak banyak dipakai.Luas bukaan pada setiap ayak tertentu adalah persis dua kalibukaan pada ayak ukuran berikutnya yang lebih kecil. oleh karena itu ialah 2 = 1.189 kali ukuran ayak standar yang lebih kecil berikutnya. notasi 14/20 berarti “lulus dari 14 mesh dan tertahan oleh 20 mesh”. Setiap partikel yang dapat lulus dari ayak yang terhalus dikumpulkan didalam suatu panci yang ditempatkan pada dasar susunan itu. Lambang Dpi berarti diameter partikel. sama dengan besarnya bukaan anyaman pada ayak i. misalnya selama 20 menit. angka yang pertama berdasarkan ayak yang meluluskannya. maka hanya diperlukan dua angka saja untuk menentukan jangkau ukuran suatu tokokan. Dua kolom pertama memberikan ukuran mesh dan lebar bukaan didalam ayak. Jadi. Contoh yang dianalisis lalu dimasukkan ke dalam ayak yang paling atas dan oengayak itu diguncang secara mekanis selama beberapa waktu tertentu. Fraksi itu ditandai dengan x i dimana i ialah nomor ayak dihitung dari bawah. Oleh karena partikel yang tertahan pada suatu ayak tertentu adalah yang lulus dari ayak yang di atasnya. Contoh analisa ayak terlihat pada tabel 2. Rasio dimensi anyaman yang sebenarnya pada suatu ayak terhadap ayak berikut yang lebih kecil. dan yang kedua ayak yang menahannya.41. seperangkat ayak standar disusun secara deret dalam suatu tumpukan. dan yang anyamannya paling besar ditempatkan paling atas. dimana ayak denmgan anyaman paling rapat ditempatkan paling bawah. kolom ketiga ialahj fraksi massa dari contoh keseluruhan yang tertahan pada ayak yang bersangkutan. Hasil dari analisis ayak ditabulasikan untuk menunjukkan fraksi massa pada setiap tokokan ayak sebagai fungsi dari jangkau ukuran mesh pada setiap tokokan itu. Dalam melakukan analisis. jadi i = 1 menunjukkan panci dan ayak i + 1 ialah ayak berikut di atas ayak i. dibuat pula ayak-ayak dengan 4 ukuran-antara yang masing-masingnya mempunyai dimensi mesh 2 atau 1. Untuk mendapatkan pemisahan ukuran yang lebih rapat. Dalam OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 .

074 0.2722 20 0.295 0.8499 10 1.417 0.0102 0. Dpi.007 0.148. dan Gambar 2b yang merupakan pemetaan yang disesuaikan untuk partikel ukuran 20/28 mesh dan lebih kecil yang didaftarkan pada table Mesh Bukaan ayak Fraksi massa Diameter partikel Fraksi kumulatif partikel Dpi.0075 0.089 0.9749 8 2.651 0.0205 100 0. mm yang tertahan.168 0.001 0.0147 148.0384 48 0.104 0.711 0.362 0.0000 tokokan.0077 0. dan data itu dapat dipetakan secara langsung.60 2.699 xi 0.0251 4.126 0.0031 0.0000 6 3. dimana Dpi+1 – Dpi ialah ukuran partikel dalam tokokan i.409 0.analisis ayak. Pemetaan secara differensial data yang terdapat di dalam kolom 2 dan 3.0041 0.356 0.327 0.037 Tabel 2.0000 OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 .1132 28 0. fraksi kumulatif ini kadang-kadang dituliskan bertolak dari ayak paling atas dan dinyatakan sebagai fraksi “lebih besar” dari ukuran tertentu.208 0.0058 0. mm - 1.013 0.833 0.845 0.589 0.6 0. Tabel 2 memberikan gambaran yang salah mengenai distribusi ukuran partikel karena jangkau ukuran partikel yang diliputnya berbeda dari suatu tokokan ke tokokan lain. Hal ini diilustrasikan oleh gambar 2a yang merupakan pemetaan langsung. disini kita akan mendapatkan gambaran yang lebih tepat dengan memetakan xi/(Dpi+1 – Dpi).0075 Pan - 0.147 0.252 0.0210 0. Bahan yang terkumpul di atas satu tokokan (ayak Tertentu) lebih sedikit bila jangkau ukuran setiap jangkau itu masing-masing sama.1590 1.0538 0. Analisis Ayak 0.0106 200 0.178 0. rata-rata dalam yang lebih kecil dari Dpi 4 4.0594 35 0. Namun.2570 1.5292 14 1.3207 2.503 0.0282 65 0.

absorpsi cahaya di dalam suspensi. ALAT dan BAHAN 1. Grafik seperti itu dulu digunakan untuk ekstrapolasi ke ukuran partikel yang lebih kecil dari jangkau ayak penguji.Grafik kumulatif dibuat dari hasil seperti yang didalam kolom 2 dan 5 dalam tabel 2. Pemetaan kumulatif semilogaritmik daripada analisis dari tabel 2 diberikan dalam gambar 3. PROSEDUR 1. 3. 2. Analisa ukuran terhadap hasil dari mesin pemecah atau penggiling biasanya menghasilkan grafik garis lurus di atas kertas itu. pengukuran porositas pada hamparan endapan. Alat diset sesuai gambar dengan urutan pan paling bawah dan selanjutmya tokokan yang berurutan semakin ke atas nilai mesh-nya makin kecil. Pemetaan kumulatif itu dapat pula dibuat di atas kertas probabilitas-logaritmik dimana skala absis dibagi sesuai dengan distribusi probabilitas menurut Gauss. Di dalam zat cair melintas orifice itu diberikan penurunan tegangan listrik. Bila jangkau menyeluruh ukuran partikel itu besar. Satu set ayakan dan timbangan a. Tombol pengatur waktu c. Peganggan/ pengikat V. yaitu yang dinamakan pencacah Coulter (Coulter Counter). Dalam salah satu peranti pengukur. Penentuan Ukuran Partikel Yang Sangat Halus Ukuran partikel yang terlalu halus untuk analisis ayak dapat ditentukan dengan berbagai metode. suspensi encer partikel dibuat didalam zat cair pembawa yang bersifat penghantar listrik. Ditimbang tokokan dan pan kosong dari alat ayakan. adsorpsi gas pada permukaan partikel. hal tersebut di atas tidak diperlukan lagi. antara lain dengan sedimentasi differensial. sedikitnya untuk sebagian besar jangkau ukurannya. Tombol pengatur frekuensi b. IV. tetapi karena sekarang sudah ada metode untuk mengukur partikel yang sangat kecil. Arang dimasukkan ke dalam tokokan paling atas. pemetaan itu sering dilakukan dengan menggunakan skala logaritmik untuk diameter. Suspensi itu dilewatkan secara perlahan melalui orifice yang sangat halus. OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 . dan dengan mencacah secara visual di baah mikroskop. arus yang mengalir diantara hulu dan elektrode hilir lalu diukur. Bahan padat / arang (coal) ditimbang sebanyak 10 gram 4.

PERHITUNGAN 1.308 3.878 12 gr 116.5 menit Mesh 80 100 120 140 170 Massa (gr) 10 gr 116.500 100.929 106.865 106. 2.885 5.751 5. 3 menit dengan massa 10 gram Mesh 80 100 120 140 170 Waktu (menit) 1.4 Selisih berat tokokan variasi massa Mesh 80 100 120 140 170 Massa (gr) 10 gr 1.013 116. Tabel 1.681 15 gr 2.285 107. Mesh 80 100 120 140 170 Massa (gr) 115.5 menit Massa 1 = 10 gram Massa 2 = 12 gram Massa 3 = 15 gram VII.5 2 118.3 Variasi waktu 1.421 104.304 108.851 2.696 3. Bahan di analisis dengan dua percobaan berat konstan dan waktu konstan 7. 2 menit.750 112.968 109.871 0. 12 gram.2 Variasi massa 10 gram.739 0.5 menit T2 = 2 menit T3 = 13 menit Waktu konstan = 2.688 2.1 (Berat Mesh Kosong) No 1. 4.561 109.188 103.750 0. 3.697 103. Tabel 1. Alat ayakan dinyalakan sampai waktu dan frekuensi tertentu.201 107. 5. Tabel 1.188 2.598 109.097 3.866 106.5 menit. Pan yang berisi coal ditimbang VI.096 114.250 101.385 105.268 3 116.767 1.062 6.112 103.163 1.869 15 gr 117.313 103.263 113.063 108.736 107.5.808 104.582 4.722 109. 6. DATA PENGAMATAN Massa konstan = 10 gram T1 = 1.690 12 gr 1. Tabel 1.915 100.534 102.132 100. 15 gram dalam waktu 2.909 OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 .968 108.

ayakan disusun secara bertingkat dengan jumlah mesh terkecil sampai terbesar ke bawah.812 1. hal ini dimaksudkan untuk akurasi percobaan agar lebih baik. Perhitungan luas permukaan spesifik dengan metode Analisis Differensial lebih kecil hasilnya bila dibandingkan dengan metode Analisis Kumulatif.895 6.5 Selisih berat tokokan variasi waktu Mesh 80 100 120 140 170 Waktu (menit) 1. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa semakin besar guncangan yang diberikan maka luas permukaan spesifik yang didapat semakin besar.080 3 0.064 6. PEMBAHASAN 1. 5. OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 . 3.521 1. jumlahnya tidak sesuai pada permulaan bahan sebelum diayak dikarenakan alat yang tidak layak lagi (harus diganti) sehingga menyulitkan proses penimbangan.632 0. 3. Praktikum ini memerlukan ketelitian dalam penimbangan coal yang akan diayak. 2.887 2. seperti angin.332 0. Pada praktikum operasi ayakan yang terjadi ini berdasarkan pada standar ayakan tyler. Akurasi juga diharuskan pada penimbangan tokokan awal kosong dan bisa dipastikan tokokan dalam kondisi bersih.5. atau faktor akurasi lainnya. Begitupun juga bila semakin lama waktu untuk mengguncangkan maka semakin besar pula luas permukaan spesifik yang didapat. 4.5 2 2. Dalam opersionalnya didapat hasil yang telah diayak.813 2. Pada percobaan operasi ayakan ini diperlukan kelihaian dan kejelian dalam penimbangan yang didapat. Waktu dan frekuensi yang ditentukan sangat berpengaruh akan hasil dari pengayakan tersebut. Faktor penyebab berkurangnya jumlah bahan yang diayak haruslah dihindarkan sedini mungkin.198 1. 4. XI.064 0.050 0. 5.924 1. Tabel 1.804 0. KESIMPULAN 1.394 VIII. 2. kesalahan penimbangan (bisa diakibatkan oleh alat yang tidak layak).

Saluran limpah (downspout) yang ada pada alat ini mengambil tempat 10 sampai 15 persen dari luas penampang kolom sehingga tinggal 70 – 80 persen saja luas kolom yang dapat digunakan untuk penggelembungan atau pengkontakkan.  Ukuran partikel mempengaruhi pelepasan obat. Pengayak dapat digunakan untuk menghilangkan kontaminasi untuk memastikan bahwa bahan-bahan dan produk jadi memiliki kualitas terjamin selama produksi dan sebelum penggunaan atau pengiriman.Pola aliran pada setiap piring yaitu aliran silang (cross flow) dan bukan aliran lawan arah (counter current). makin kecil ukuran partikel makin mudah partikel diabsorbsi dan memberikan efek yang cepat. Pada kolom ukuran kecil.  Sifat alir. kualitas produk dan yang paling penting. OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 . kesehatan dan keselamatan operator. makin besar partikel memiliki sifat alir yang baik daripada partikel berukuran kecil. b.  Biovailabilitas. Aplikasi metode pengayakan dalam bidang farmasi antara lain. Tuntutan tersebut. Alat ini dirancang untuk membuat uap hasil yang mengalir naik mengalami kontak yang akrab dengan arus zat cair yang mengalir ke bawah. Namun.  Ukuran partikel mempengaruhi formulasi.  Absorbsi.3 m) sampai lebih dari 30 ft (9 m) dan jumlah piring dari beberapa buah sampai puluhan buah.  Pengendalian ukuran partikel penting untuk mencapai sifat alir yang diperlukan. Menara ini berbenruk silinder vertical yang di dalamnya terdiri dari beberapa piring. terutama untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Diameter menara berkisar antara 1 ft (0. saluran limpah itu mungkin berupa pipa yang dilaskan ke piring dan menjulur ke atas sehingga membentuk tanggul bundar. TUGAS 1. makin kecil partikel. bioavailabilitas obatnya semakin baik.  Pencampuran lebih mudah. Menara ayak (sieve-tray tower) merupakan salah satu contoh perlatan yang banyak digunakan dalam distilasi. pencampuran lebih mudah pada pertikel yang lebih kecil.IX. Pengayakan merupakan bagian penting dari setiap proses produksi farmasi. desain peralatan pengayak telah mengalami perubahan radikal dalam beberapa tahun terakhir untuk memenuhi tuntutan baru dari perusahaan manufaktur farmasi. termasuk meningkatkan produktivitas. Aplikasi dunia industry ayakan minimal 3 dan alasannya Jawab: a.

3. Produk dari penggiling menengah. Human error. dan proses penggunaan Jawab: a. e. Terdiri dari:  Hammer mill. Penglihatan pada waktu ayakan yang kurang ketelitian. jelaskan keterangan alatnya. c. Penggiling (Grinder). b. atau 150250mm serpihan.c. Analisa kesalahan minimal 5 Jawab: a. Faktor angin sehingga menyebabkan pada saat ditimbang kemungkinan akan jatuh kebawah. minimal 5 alat. pebble mills  Tube mills. Pemecah utama (pertama) contohnya memecah bahan tambang menjadi ukuran 6-10 in. grinding. Pemecah atau crusher Crushser paling membutuhkan kerja yang besar karena bertugas untuk memecah bongkahan yang sangat besar menjadi puing-puing yang lebih kecil. d. 2. Proses pembersihan ayakan sebelum dimulai yang kurang bersih. menengah dan halus Penggiling menghaluskan hingga bubuk atau powder. impactory  Rolling compression mills  Bowl mills  Roller mills  Attrion mills  Tumbling mills  Rod mills  Ball mills. Pemecah kedua hingga ukuran ¼ in (6mm). cutting. compartment mills  Hammer mills with internal classification  Fluid energi mills OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 . Alat-alat crishing. Akurasi penimbangan yang kurang akibat alat sudah tidak layak (rusak). Terdiri dari:  Jaw crusher  Gyratory crusher  Crushing rolls b. ukurannya dapat melewati ayakan 40mesh sedang produk dari penggiling halus (fine grinder) adalah dapat melewati ayakan 200 mesh. Penggiling ultrafine (sangat halus) umpamanya adalah tidak lebih besar dari ¼ in (6mm) dan ukuran produk: 1-550 m. Pengayakan (screening) yang banyak digunakan dalam skala industry merupakan pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel pasir silica.

Kimia Universitas Muhammadiyah Jakarta. DAFTAR PUSTAKA cutting Anonimus. Mc.L. Lukman Dr. Unit Operation of Chemical Engineering.  Slitters Ball Mill – cara X. Asitated mills c. panjang: 2-10mm. 2003. Cabe W. Jurusan. New York Satibi. Mc. Operasi Teknik Kimia FT-UMJ.Graw Hill Ltd. Fakultas Teknik. Fakultas Teknik.  Dicer. Lab. 2003. Cutting Machines Pemotong (cutter) ukuran produknya. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia. and Smith. Ir. Jurusan. Diktat Kuliah Operasi Teknik Kimia. Terdiri dari:  Knife cutter. OPERASI AYAKAN | KELOMPOK 1 . 1956. Kimia Universitas Muhammadiyah Jakarta.C. J.