You are on page 1of 15

Nilai = 85

(nilai sudah saya catat, dan nilai akan saya tulis di
“halaman penilaian” laporan akhir yang sudah dijilid lem)

Laporan ini tinggal di print aja (di print mulai dari
halaman yang ada tanda ACC dari coass)
Disatukan dengan laporan acara lain, untuk
kemudian di jilid lem, di kumpulkan saat
responsi.

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
EVALUASI GIZI DALAM PENGOLAHAN PANGAN
EVALUASI KADAR VITAMIN C SARI BUAH

Disusun Oleh:
Kelompok 8:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Maya Puspita F.
Natalia Chris D.
Nurma Retha D.
Nurmalita Fatmala
Rizki Novitasari
Rizky Nirmala K.
Roch Galih S.
Thira Aziza

H0911037
H0911044
H0911047
H0911048
H0911054
H0911055
H0911056
H0911062

Vitamin C atau asam askorbat adalah salah satu vitamin yang dapat ditemukan dalam berbagai buah dan sayur. seperti sari jeruk. dan buah beri adalah sumber utama dari vitamin C untuk manusia. Reaksi pertama adalah reversibe. pada bahan pagan dapat menurunkan kadarnya selama proses pengolahannya makanan dan penyimpanan. sayuran hijau. Buah dan sayur. kentang. tomat. Latar Belakang Vitamin C menarik perhatian dari komunitas riset dan konsumen sebagai nutrisi dengan aktivitas biologis yang luas dan pentingnya untuk kesehatan manusia. Oleh karena itu. itu mudah mengoksidasi pertama yang asam dehidroaskorbat. Aplikasi dalam industri makanan adalah mengetahui pengaruh proses pengolahan dengan pemanasan terhadap kadar vitamin yang terdapat pada buah atau sayuran sehingga dapat memprediksi berapa suhu yang digunakan saat proses pemanasan. Tri Nur Hayati H0911063 PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2014 ACC ACARA I EVALUASI KADAR VITAMIN C SARI BUAH 29-42014 A. lalu ke diketogulonic. dilakukan uji iodometri pada berbagai sampel sari buah yang dinilai mengandung vitamin C yang tinggi untuk mengetahui dan mengevaluasi kadarnya pada beberapa sampel tersebut dan mengetahui pengaruh pemanasan terhadap kadar vitamin C pada sari buah pada berbagai sampel yang diuji. dan asam threonic. dan dapat dipadukan dari glukosa atau mengekstrak dari sumber alami tertentu.9. . dalam air. seperti jeruk. Pada praktikum acara I Evaluasi Kadar Vitamin C Sari Buah. Vitamin C adalah antioksidan dan. oksalat. namun tidak untuk reaksi selanjutnya. Asam askorbat diakui menjadi salah satu nutrisi paling sensitif terhadap panas dalam makanan. Vitamin C adalah berwarna bening kristal membentuk senyawa organik.

Vitamin C adalah berwarna putih. d) membuka tempat berisi vitamin C sebab oleh udara akan terjadi oksidasi yang tidak reversible. Untuk mengevaluasi kadar vitamin C sari buah dengan metode titrasi iodometri. Tujuan Praktikum Tujuan praktikum Acara I Evaluasi Kadar Vitamin C sari Buah adalah : 1. Vitamin C dapat hilang karena hal-hal seperti : a) pemanasan. Vitamin C atau asam askorbat adalah salah satu vitamin yang dapat ditemukan dalam berbagai buah dan sayur. sayuran hijau. 2006). dan dapat dipadukan dari glukosa atau mengekstrak dari sumber alami tertentu. kristal membentuk senyawa organik. Sumber vitamin C adalah sayuran berwarna hijau. yang menyebabkan rusak/ berbahayanya struktur. bahwa rasa asam pada buah tidak selalu sejalan dengan kadar vitamin C dalam buah tersebut.B. kentang. Penambahan tomat atau jeruk nipis dapat mengurangi kadar vitamin C. dan buah beri adalah sumber utama . Tinjauan Pustaka Vitamin adalah senyawa-senyawa organik tertentu yang diperlukan dalam jumlah kecil dalam diet seseorang tetapi esensial untuk reaksi metabolism dalam sel dan penting untuk melangsungkan pertumbuhan normal serta memelihara kesehatan. seperti jeruk. tomat. karena rasa asam disebabkan oleh asam-asam lain yang terdapat dalam buah bersama dengan vitamin C). seperti sari jeruk. Vitamin C tidak dapat disintesis di dalam tubuh manusia. b) pencucian sayuran setelah dipotong-potong terlebih dahulu. sehingga diperlukan vitamin C dari luar tubuh (Masfuftun. Buah dan sayur. c) adanya alkali atau suasana asam selama proses pengolahan. Vitamin C disebut juga asam askorbat. buah-buahan (perlu diketahui. untuk memelihara fungsi metabolisme. Pemanasan sayuran hendaknya dilakukan sebentar saja dengan mendidihkan air terlebih dahulu (Poedjiadi. Untuk mengetahui pengaruh pemanasan terhadap kadar vitamin C sari buah. C. merupakan vitamin yang paling sederhana berupa zat organik yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dalam jumlah kecil. 2. Kebanyakan vitamin-vitamin ini tidak dapat disintesis tubuh. 2012).

kulit bagian dalam tulang. menghindarkan penyakit yang dikenal dengan nama Scurvy (skorbut). melepaskan besi dari transferin dalam plasma agar dapat bergabung ke dalam feritin jaringan. peran-peran itu adalah oksidasi fenilanin menjadi tirosin. Sumber Vitamin C di dalam bahan makanan terutama buah-buahan segar dan dengan kadar yang lebih rendah juga di dalam sayuran segar.diperkirakan vitamin C juga berperan dalam pembentukan hormon steroid dan kolesterol (Winarno.dentin. Vitamin C pada buah tomat berperan dalam memelihara kesehatan gigi dan gusi. Buah jambu biji ini biasannya dimakan dalam keadaan segar. terutam Cu dan Ag. serta melawan kecondongan kepada pendarahan pembuluh darah yang halus (Budiyati dan Haryani. karena mudah bereaksi dengan O 2 di udara menjadi asam dehidroaskorbat (Septiani. Buah jambu (Psidium guajava L) termasuk dalam family Myrlaceae. 2010). Struktur kimia vitamin C terdiri dari rantai 6 atom C dan kedudukannya tidak stabil (C6H8O6).dari vitamin C untuk manusia. 2004). Sifat yang paling utama dari vitamin C adalah kemampuan mereduksinya yang kuat dan mudah teroksidasi yang dikatalis oleh beberapa logam. 2004). Kolagen merupakan senyawa protein yang banyak terdapat dalam tulang rawan. Di dalam buah. Tanaman ini sering disebut sebagai jambu batu atau jambu klutuk. vitamin C terdapat dengan konsentrasi tinggi di bagian kulit buah. Selain itu . Asam askorbat sangat penting peranannya dalam proses hidroksilasi dua asam amino prolin dan lisin menjadi hidroksi prolin dan hidroksilisin. 2009). Vitamin C juga memiliki peran dalam berbagai fungsi yang melibatkan respirasi sel dan kerja enzim yang mekanismenya belum sepenuhnya dimengerti. Satu-satunya sumber dari protein hewani adalah susu dan hati (Rahmawati dan Bundjali. reduksi ion feri menjadi fero dalam saluran pencernan sehingga besi lebih mudah terserap. dan vasculair endothelium. serta pengubah asam folat menjadi bentuk yang aktif asam folinat. Peranan utama vitamin C adalah dalam pembentukan kolagen interseluler. mempercepat sembuhnya luka-luka. agak lebih rendah terdapat di dalam daging buah dan lebih rendah lagi di dalam bijinya. kelas Dycotyledoneae.

temperatur lingkungan tergantung pada ketinggian di atas permukaan tanah. khususnya vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan. Komposisi jenis gizi dalam setiap jenis buah berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor. Gelas beker 50 ml (Herma) c. Buret 25 ml (Witeg) . Daging buah jambu biji yang telah dipisahkan dari bijinya dapat dibuat selai. Alat a. D. Respons tanaman sebagai akibat faktor lingkungan terlihat pada penampilan morfologi tanaman dan fisiologi tanaman. 2010). kelembaban tinggi dan intensitas matahari kurang. Tempat dan Waktu Praktikum Acara I Evaluasi Kadar Vitamin C sari Buah dilaksanakan di Laboraturium Rekayasa Proses Pengolahan dan Hasil Pertanian. Tanaman yang biasa hidup di daerah elevasi tinggi adalah jenis yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi iklim yang temperaturnya rendah. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol (Pujimulyani. Alat dan Bahan 1. Buah mengandung berbagai zat gizi.dapat diolah menjadi sari buah dan digunakan dalam pembuatan kue. Mortar besar d. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta pada hari Rabu tanggal 26 Maret 2014. E. dengan kadar gula 8%. cara pemanenan. jelli atau nectar. sari buah. Fitter dan Hay dalam Fatchurrozak (2013) yang menyatakan bahwa pertumbuhan dan metabolisme tanaman dipengaruhi oleh perubahan temperatur lingkungan. Faktor-faktor ini berpengaruh terhadap fotosintesis dan kegiatan fisiologi lainnya. kondisi selama pemeraman dan kondisi penyimpanan (Clydesdale dalam Rahayu dkk. Labu takar 100 ml (Pyrex) b. pemeliharaan tanaman. yaitu perbedaan varietas. 2009). keadaan iklim tempat tumbuh. tingkat kematangan waktu panen. Buah segar maupun olahan jambu biji mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi.

Kompor k. Tomat 50 gram c. Erlenmeyer (Pyrex) j. Cabe rawit 50 gram f.01 N . Nanas 50 gram b. Iodin 0. Cabe merah segar 50 gram e. Aquades g.e. Bahan a. Jambu biji 50 gram d. Amilum 1% h. Panci 2. Corong penyaring h. Pipet volum 10 ml (Pyrex) f. Neraca analitik i. Kertas saring Whatman 41 g.

direbus. Prosedur Kerja Ditimbang sampel sebanyak 50 gram Diberi perlakuan sesuai dengan ketentuan (tidak riberi perlakuan/segar.F. dikukus) Untuk perlakuan perebusan dan pengukusan dilakukan selama 5 menit dengan air sebanyak 2 gelas Sampel dihancurkan dengan mortar sampai halus Dimasukkan dalam labu takar 100 ml dan ditambah aquades hingga tanda tera Dikocok sampai rata dan disaring dengan kertas saring Whatman 41 kemudian diambil sebanyak Ditambah 1 ml indikator amilum 1% dan ditrasi dengan Iodin0.01 Nhingga muncul warna biru Ditentukan kadar vitamin C nya .

namun rasa asam di dalam buah tidak selalu mengiringi adanya kandungan vitamin C di dalam buah. Sumber Vitamin C di dalam bahan makanan terutama buah-buahan segar dan dengan kadar yang lebih rendah juga di dalam sayuran segar. Sumber vitamin C dapat diperoleh dari berbagai macam buah dan sayur. Tomat segar 0.13847 7. Nanas kukus 0. Tomat rebus 0. Vitamin C sangat mudah larut dalam air (1 gram dapat larut sempurna dalam 3 ml air).02464 3. sehingga diperlukan asupan vitamin C dari luar tubuh manusi. Namun keberdaaanya di dalam tubuh tidak dapat disintesis sendiri. Pembahasan Tabel 1. adalah vitamin dengan jumlah yang paling kecil yang di dibutuhkan oleh manusia yang digunakan untuk memelihara fungsi metabolisme.08959 10.G. Jambu biji rebus 0.04576 4. Jambu biji segar 1.1 Kadar Vitamin C pada Sari Buah No Sampel Kadar Vitamin C (%) . Cabe merah segar 0.06923 Sumber : Laporan Sementara Menurut Masfuftun (2012) vitamin C atau yang disebut asam askorbat.01466 9. Nanas rebus 0. minyak dan sejenisnya.01385 8. vitamin C terdapat dengan konsentrasi tinggi di bagian kulit buah.288 6. sedikit larut dalam alkohol (1 gram larut dalam 50 ml alkohol absolute atau 100 ml gliserin) dan tidak larut dalam benzene. Nanas segar 0. 1. agak lebih rendah terdapat di dalam daging buah dan lebih . Cabe rawit segar 0.039424 2. terutam Cu dan Ag. Sifat yang paling utama dari vitamin C adalah kemampuan mereduksinya yang kuat dan mudah teroksidasi yang dikatalis oleh beberapa logam. Di dalam buah. eter. Nanas rebus 0. chloroform.02112 5.

kondisi selama pemeraman dan kondisi penyimpanan (Clydesdale dalam Rahayu dkk. keberadaan vitamin C dalam tubuh manusia memiliki peran penting. jambu biji dan cabe rawit. karena mudah bereaksi dengan O2 di udara menjadi asam dehidroaskorbat. cara pemanenan. Berikut ini gambar rumus bangun vitamin C (Septiani.pembentukan hormon steroid dan kolesterol serta proses hidroksilasi dua asam amino prolin dan lisin . perbedaan kadar vitamin C yang terkandung pada faktorfaktor diatas sehingga ketika diuji kadar vitaminnya setiap buah berbeda-beda. Hal tersebut juga berlaku dalam kandungan vitamin C yang terdapat pada berbagai sampel yang diuji seperti buah tomat. yaitu perbedaan varietas.rendah lagi di dalam bijinya. nanas. Komposisi jenis gizi dalam setiap jenis buah berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor. tingkat kematangan waktu panen. pemeliharaan tanaman. Pertumbuhan dan proses metabilisme ini juga akan mempengaruhi produksi vitamin C dalam buah sehingga faktor-faktor tersebut juga berpengaruh besar terhadap kadar vitamin C yang berbeda pada setiap buahbuahan.Menurut Winarno (2004)vitamin C berperan dalam proses pembentukan kolagen interseluler. Struktur kimia vitamin C terdiri dari rantai 6 atom C dan kedudukannya tidak stabil (C6H8O6). Selain itu Fitter dan Hay dalam Fatchurrozak (2013) yang menyatakan bahwa pertumbuhan dan metabolisme tanaman dipengaruhi oleh perubahan temperatur lingkungan. 2010). keadaan iklim tempat tumbuh. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil. 2010). Buah mengandung berbagai zat gizi. khususnya vitamin dan mineral yang cukup tinggi. temperatur lingkungan tergantung pada ketinggian di atas permukaan tanah.

Berikut ini merupakan gambar mekanisme proses adisi vitamin C oleh iodin menurut Rahman (2007) dalam Yuliana (2011) . jambu biji segar. Tidak hanya itu. menurut Budiyati dan Haryani (2004) vitamin C juga memiliki peran dalam memelihara kesehatan gigi dan gusi. Semakin banyak iod yang digunakan untuk titrasi menandakan bahwa jumlah vitamin C yang harus diadisi oleh iod semakin besar sebelum membentuk kompleks warna biru dengan amilum. prinsip titrasi Iod pada penentuan kadar vitamin C adalah iodin akan mengadisi ikatan rangkap pada atom C nomor dua dan tiga dari vitamin C. cabe merah segar dan cabe rawit segar yang kemudian diambil sarinya. nanas rebus. jambu biji rebus. Pada praktikum ini digunakan beberapa macam sari buah dalam keadaan segar dan dengan perlakuan panas (perebusan dan pengukusan) untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C nya. reduksi ion feri menjadi fero sehingga besi lebih mudah terserap dalam saluran pencernan. serta menghambat pendarahan pada pembuluh darah yang halus. setelah semua vitamin C dalam bahan telah teradisi iod akan berikatan dengan indicator amilum membentuk kompleks warna biru sebagai tanda pencapaian titik ekuivalen. mempercepat sembuhnya luka-luka.menjadi hidroksi prolin dan hidroksilisin. hal tersebut berarti dalam bahan tersebut kadar vitamin C nya semakin tinggi. Sampel yang digunakan adalah tomat segar. nanas segar. tomat rebus. serta pengubah asam folat menjadi bentuk asam folinat yang aktif. melepaskan besi daritransferin dalam plasma agar dapat bergabung ke dalam feritin jaringan. nanas kukus. Pengujian kadar vitamin C dilakukan dengan metode titrasi Iod. Selain itu adanya vitamin C diperlukan dalam respirasi sel dan kerja enzim yang mekanismenya belum sepenuhnya dimengerti seperti oksidasi fenilanin menjadi tirosin.

08959%. penyimpangan tersebut dikarenakan kemungkinan kesalahan pembacaan dalam buret.02464. Hasil kadar vitamin C pada cabe rawit segar adalah 0. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa kadar vitamin C pada sampel tomat.Dari hasil praktikum yang telah dilakukan diketahui kandungan vitamin C buah jambu biji segar adalah 1. Berdasarkan Tabel 1.07%.1 Kadar Vitamin C pada Sari Buah dapat disimpulkan bahwa kadar vitamin C tertinggi adalah pada sampel jambu biji segar yaitu 1.01466 pada cabe merah segar 0.039424.288 pada jambu biji rebus adalah 0. Selain itu. pada nanas rebus sampel lainya 0. pada jambu biji segar 1.03%. Kadar vitamin C pada buah nanas segar yang dihasilkan adalah 0. pada tomat rebus adalah 0.06923. pada nanas kukus adalah 0. Secara umum kadar vitamin C hasil praktikum menunjukkan penyimpangan.024%. pada Tabel 1. hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan hasil penelitian Cahyono (2003) dalam Rachmawati (2009) yang menunjukkan kadar vitamin C buah tomat sebesar 0.043%. hasil tersebut tidak sesuai dengan penelitian Pujimulyani (2009) menyatakan bahwa kandungan vitamin C dalam jambu segar adalah 0. hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan kadar vitamin C menurut Direktorat Gizi Depkes RI 1979 dalam Budiyati dan Haryani (2004) bahwa kadar vitamin C buah tomat adalah 0.02112.1 Kadar Vitamin C pada Sari Buah adalah untuk sampel tomat segar adalah 0.01385%.039424%.288%. Sedangkan hasil kadar vitamin C pada cabe merah adalah 0.04576. hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Chris (2008) dalam Dewi (2012) bahwa kadar vitamin C buah nanas adalah 0. selain itu kemungkinan bahan yang tidak tersaring sempurna juga dapat mengakibatkan selisih dalam pengukuran kadar vitamin C dalam buah. pada nanas rebus adalah 0. nanas dan jambu biji dalam keadaan segar lebih tinggi dari pada setelah diberi perlakuan panas berupa perebusan maupun pengukusan.018%. nanas segar adalah 0. Hal tersebut sesuai dengan teori menurut Gaman (1993) . Hasil kadar vitamin C pada buah tomat segar adalah 0.06923.04576%.288% sedangkan kadar vitamin C terendah adalah pada sampel nanas rebus yaitu 0.08959 dan pada cabe rawit segar adalah 0. hasil tersebut tidak sesuai dengan kadar vitamin C menurut Departemen Kesehatan RI 1981 dalam Sembiring (2009) bahwa kadar vitamin C cabe merah segar adalah 0.01385.13847.

1. 0. nanas kukus. dan cabe rawit berturut-turut adalah 0. 3. 0.01385%. 0. Kadar vitamin C tertinggi adalah pada sampel jambu biji segar yaitu 1.02112%. 0. hal ini disebabkan pada proses perebusan bahan mengalami kontak langsung dengan air karena vitamin C bersifat sangat mudah larut dalam air maka jumlah vitamin C dalam bahan yang direbus akan pengalami penurunan. . nanas rebus. Vitamin C mudah teroksidasi karena senyawanya mengandung gugus fungsi hidroksi (OH) yang sangat reaktif.01466. 0.06923. sehingga mengakibatkan jumlah vitamin C akan semakin menurun. Kadar vitamin C pada sampel tomat segar. 2.08959% dan 0. Kesimpulan Kesimpulan dari acara I Evaluasi Kadar Vitamin C Sari Buah adalah 1. Pada proses perebusan penurunan kadar vitamin C lebih tinggi daripada pada proses pengukusan. Prinsip titrasi iod adalah iodin akan mengadisi ikatan rangkap pada atom C nomor dua dan tiga dari vitamin C.288%. H.01385%. Hal ini sesuai dengan teori Rahayu dan Pribadi (2012) bahan makanan yang langsung terkena air rebusan akan menurun nilai gizinya terutama vitamin-vitamin larut air (B kompleks dan C). cabe merah segar. setelah semua vitamin C dalam bahan telah teradisi iod akan berikatan dengan indicator amilum membentuk kompleks warna biru sebagai tanda pencapaian titik ekuivalen.288% sedangkan kadar vitamin C terendah adalah pada sampel nanas rebus yaitu 0.13847%.vitamin C bersifat mudah teroksidasi dan oksidasinya sangat cepat pada suhu tinggi. jambu biji segar. 0. pengukusan juga akan mengurangi zat gizi namun tidak sebesar pada proses perebusan. tomat rebus. nanas segar. 0. jambu biji rebus.039424%. nanas rebus.04576%.02464.%.

Uji Efektivitas Air Perasan Buah Nanas (Ananas Comosus (L. F. IKIP PGRI Semarang. 2012. Pengaruh Jenis Bahan Pengemas terhadap Kualitas Produk Cabai Merah Segar Kemasan selama Penyimpanan Dingin.) Merr. Jurnal Biologi XIII (2) : 36 – 40. 2 No. No. dkk. Teknologi Pengolahan Sayur-sayuran dan Buahbuahan. 2009. Yeni. Pengaruh Suhu terhadap Kadar Vitamin C Pada Pembuatan Tepung Tomat. Skripsi. 2013. C. Naomi. Bundjali. hal 15-22.DAFTAR PUSTAKA Budiyati. September 2010. Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses ISSN : 1411 . 1993. 2010. Sri dan K. R.4216.1. Yogyakarta. . Pujimulyani. Universitas Gajah Mada Press. Gramedia. Rahayu dkk. Jurnal Pasca Panen EL-VIVO. B Sherrington. Jakarta. Institut Teknologi Bandung. Pengaruh Perebusan Berulang Daun Bayam terhadap Kandungan Zat Besi dan Vitamin C. Indonesia. Rani dkk. Rahmawati. Hal 90-100. Fatchurrozak dkk. 2004. Yogyakarta : Graha Ilmu. Biosaintifika Vol. 2009. Winarno. 2009.M dan K. N. September 2013 (ISSN : 2339-1908). Kinetics of The Oxidation of Vitamin C.) terhadap Kadar Kolesterol Total dan Trigliserida Darah Mencit (Mus Musculus L. Septiani. 2012. 2004. Anna. Haryani. FMIPA. Sitti dan B. 2009. Masfufatun.Universitas Indonesia. Poedjiaji. Pengaruh Suhu dan Waktu Penyimpanan terhadap Vitamin C dalam Jambu Biji. Dian. Dewi. Prosiding Seminar Kimia Bersama UKM-ITB VIII. P. Jurnal Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sriwijaya. Jakarta. G. Perbandingan Kadar Vitamin dan Mineral dalam Buah Segar dan Manisan Basah Karika Dieng (Carica pubescens Lenne & K. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana. Rachmawati. 2006. Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sembiring. Gaman.) Serta Sumbangannya pada Pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah Atas. Pengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Kandungan Vitamin C dan Zat Antioksidan Pada Buah Carica pubescens Di Dataran Tinggi Dieng. Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Kandungan Vitamin C pada Cabai Rawit Putih (Capsicum Frustescens).. 2. Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikro Biologi. Dasar – dasar Biokimia. Edisi Pertama. Koch). Universitas Sumatera Utara. Jurnal Teknologi Pangan. Vol. Dwiyati. ISSN 2085-19IX. 2010. Kimia Pangan dan Gizi.

Program Ekstensi Sarjana Farmasi.Universitas Sumatera Utara.6 Diklorofenol Indofenol. Skripsi. Penetapan Kadar Vitamin C dari Buah Melon (Cucumis Melo) Secara Volumetri dengan 2. . 2011.Yuliana.

LAMPIRAN Perhitungan kadar vitamin C pada sari buah nanas kukus: vitaminC= ml Iod × N iod × BM vit C × FP ×100 2× gr sampel ×1000 ¿ 1.8 × 0.01157 ×176 × 4 ×100 2× 50 ×1000 ¿ 0.01466 .