OLEH CHEN PEK TAK

KISAH KARMA TIGA KEHIDUPAN
Jilid 2
Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

2010

www.madromi.com

P.O BOX 7922-JKPMD-JAKARTA 10730

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

KISAH KISAH KARMA TIGA KEHIDUPAN Ditulis oleh :Chen Pek Tak Alih Bahasa : Pandita Adhi Pannacatta Editor: B ambang Ilustrator: Hema Surya BAP P.O. Box 7922 - JKPMD - JAKARTA 10730 Cetakan Kedua 1992

DAFTAR ISI JILID

Kehidupan dari Chen Thu Karma Tiga Kehidupan dari Thong Sui Cong (Akibat Melanggar Sila) Karma Tiga Kehidupan dari Thong Cin Mu (Akibat Satu Gurauan) Karma Tiga Kehidupan dari Lie Siu Ing (Akibat Berbuat Menyimpang Kebenaran)

www.madromi.com

Karma Tiga Kehidupan dari Yen Haw Ce (Kebahagiaan Menekuni Dharma) Karma Tiga Kehidupan dari Chiu Cin Lung

2

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

(Buah Karma Seekor Merak Emas) Karma Tiga Kehidupan dari Chen Cun Ciek (Akibat Meracuni Orang 2) Karma Tiga Kehidupan dari Lie Chiu Ye (Akibat Menyiksa Anak Kandung) Karma Tiga Kehidupan dari Chien Su Yin

PRAKATA PENERBIT

Buku KISAH-KISAH KARMA TIGA KEHIDUPAN ini merupakan kumpulan dari tulisan-tulisan pasir yang diturunkan oleh Dewa Chi Kung, tentang peristiwa-peristiwa akibat perbuatan selama tiga masa kehidupan, bagi orang yang memohon petunjuk kepadanya. Kegiatan ini berpusat di Vihara Tze Te', Tai Cung, Taiwan Tengah. Judul asli buku ini adalah KUT LU (JALAN PENGEMBALIAN), yang .ditulis oleh Chen Pek Tak, dan dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Pandita Adhi Pannacatta. Edisi Mandarin buku ini diterbitkan oleh Tze Hwei Magazine Company, yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat Taiwan, maupun masyarakat Indonesia yang mengerti bahasa Mandarin. Edisi Bahasa Indonesia buku ini pertama kali diterbitkan oleh PUN-DAMAI, pada tahun 1987, namun sangat terbatas sekali. Mengingat isi buku ini penting untuk meningkatkan sradha/bakti umat Buddha, melalui pengungkapan akibat-akibat perbuatan (Hukum Karma) dari satu kehidupan ke kehidupan lainnya, sehingga umat Buddha semakin yakin akan adanya HUKUM KARMA, maka kami mencoba menerbitkannya kembali dengan sedikit perbaikan dari naskah aslinya dan diterbitkan menjadi 2 (dua) jilid. Penerbitan buku ini semata-mata untuk meningkatkan keyakinan umat Buddha pada Hukum Karma, tanpa maksud untuk menyebar-luaskan salah satu aliran atau niat semacam

www.madromi.com

3

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

lainnya, walaupun istilah- istilah yang digunakan dalam bahasa Mandarin atau Sanskerta, yang memang tidak dapat dialih-bahasakan. Penerbitan buku ini dimaksudkan pula untuk memperkaya khasanah buku-buku agama Buddha dan memenuhi permintaan sebagian besar umat Buddha. Kehadiran buku ini di hadapan pembaca atas seijin Bapak Pandita Adhi Pannacatta dan Bapak Pandita Danavira Chandra, untuk itu melalui kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih. Juga atas sumbangsih umat Buddha melalui hasil penggantian ongkos cetak penerbitan buku-buku kami, di mana hasil penerbitan buku ini disumbangkan dalam bentuk penerbitan buku lain guna memenuhi kebutuhan buku-buku agama Buddha dan Perpustakaan-perpustakaan yang sebagian kami bagikan secara cuma-cuma. Mudahmudahan buku ini bermanfaat

Jakarta, Maret 1991 Penerbit, SASANA

KEHIDUPAN DARI CHEN THU

www.madromi.com

Dibimbing oleh Dewa Chi Kung Melalui amanat suci (tulisan pasir) Menantuku yang baik bertanya tentang diriku
4

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

membuat lubuk hatiku tergugah haru berpulang dari dunia sudah beberapa tahun lebih banyak bersuka ria dari menderita Masa derita berlalu sudah menunggu pengaturan di ruang para bijaksanawan masuk kandungan beberapa tahun mendatang untuk memohon dan menekuni Dharma Beritahukan Ibu menantuku tidak usah rindu kepada aku di ruang bijaksanawan bersenang-senang menantikan pahala dari anak-anak Dapat membantu membuat pahala tak usah lagi lahir ke dunia beritahukan suami dan saudara-saudara menekuni Dharma dapat meniadakan malapetaka Menekuni Dharma berpantang mundur memborong pahala menuju surga anakku di vihara berjabatan jangan membedakan tinggi rendah taat pada pimpinan Hati terteguh pada tiga guru dapat membawakan pahala ke Neraka memindahkan aku ke tempat lain untuk itu kuberitahukan kemudian Semoga tekun beramal pahala Kesehatan ibu tetap terjaga Keadaan cucuku adalah karma Banyak menekuni Dharma,keberuntungan ‘kan tiba Hati teguh tak ada masalah Tuhan dapat mengatur segala-galanya sekali lagi terima kasih menantuku ini hanya sekedar pemberitahuan Tak ada masalah lagi aku pulang
5

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

sampai bertemu kembali di tempat yang sama terima kasih .................... aku pulang.

Keterangan : Chen Thu, meninggal pada tahun 1980 ketika berumur tujuh puluh delapan. Anaknya bernama Chen Cing Chen, menantunya Lay Tzuy Cen, keduanya adalah pembina dari Vihara Tze Te, mereka sering beramal pahala untuk membantu leluhurnya, dan kini menanyakan dimana ayahnya tumimbal lahir. Dalam syair, ayahnya berkali-kali berterima kasih kepada mereka juga memberitahukan bahwa penyakit cucunya (dulu suami isteri Chen pernah dipusingkan penyakit anaknya) adalah akibat karma yang lalu, menasehatkan agar lebih rajin menekuni Dharma dan beramal pahala '.sehingga kelak mencapai kesempurnaan baru dapat menyelamatkan tujuh tingkat leluhur dan sembilan tingkat keturunan, agar tidak terjerumus lagi kedalam roda tumimbal lahir. Lihatlah keadaan masyarakat sekarang, boleh dikatakan sudah jauh dari perikemanusiaan, dimana semua orang hanya tahu menikmati kesenangan-kesenangan duniawi, mulai meragukan tentang kebenaran dari karma dan pembalasan. Cobalah kita renungkan sejenak, semua kesusahan yang menimpa diri kita, selain menyalahkan tindakan diri kita pantaskah kita menyalahkan Tuhan Yang Maha Esa? seharusnya kita dapat menerima karma sebagai suatu kebenaran nyata yang tidak kelihatan wujudnya (abstrak). Bila semua manusia mengambil teladan dari keluarga ini ,membina diri dan beramal dengan sunguh-sunguh,maka apa yang terjadi dapat kita bayangkan sendiri.Masyarakat yang adil dan makmur,tenang,tentram tidak sulit terwujudkan.

www.madromi.com

KARMA TIGA KEHIDUPAN DARI THONG SUI CONG (AKIBAT MELANGGAR SILA)

6

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Dikisahkan oleh Dewa Chi Kung melaluiamanat suci (tulisan pasir)

Ananda Thong kini sudah berusia tiga belas ketidak beruntungan selama ini sebenarnya ada sebabnya tidak dapat menerima dentangan lonceng (panggilan) disebabkan oleh karma yang tersandang di badan Karmalah yang membawa semua kegetiran hidup ini Semoga bapak Thong berpanjang sabar bila anda hendak ketahui duduk persoalannya akan Kuceritakan dari awal hingga akhir Manusia dilahirkan untuk membina diri tidak menekuni Dharma menghancurkan masa depan sudah sepuluh tahun lebih ananda menderita ingin sembuh sama sekali agaknya susah Sukar bagimu membalas karma kehidupan yang lalu perbanyak kebajikan kembali kepada Satu balas membalas kapankah berakhir semoga ananda mengerti kebenaran maka terhentilah penbalasan Sungguh sayang anda tak menekuni Dharma, pada kelahiran yang lalu dan sia-sialah satu kehidupan itu. dua kelahiran yang lalu ananda tinggal di propinsi Min (Hok Kian) sebagai seorang pembina dikaki gunung Phu Thien Meninggalkan semua keduniawian tanpa membina hati melanggar peraturan Tuhan membuat karma-karma berat membina badan tanpa memupuk kebajikan diri diluputi karma buruk bagaimana mencapai kesempurnaan? Suatu hari tak ada orang di Vihara mematikan seekor anjing untuk makan dagingnya dengan demikian terlanggarlah peraturan Sang Buddha
7

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

manusia tak mengetahui perbuatannya tapi Tuhan maha tahu Mulai saat itu ananda menderita sakit berat berpuluh-puluh tahun ananda menderita penyakit itu walaupun sudah diberikan sakit sebagai hukuman ananda tetap belum sadar untuk membina diri Malahan mulut tidak sesuai dengan hati sakit sembuh pembinaan pun terhenti judi, asusila,ke manapun ananda pergi hati tak lurus setan mengikut Berkelana dengan perbuatan jahat yang berturut-turut melapiskan diri dengan malapetaka yang bertumpuk suatu hari bertemu dengan seorang wanita pencandu ganja keduanya berakhir dengan ikatan suami isteri Kian hari hati semakin gelap ananda mengaduh kepada khalayak ramai di Vihara saya disiksa kembali ke dunia bukanlah kehendak saya Fitnahan demi fitnahan terus membual membuat marah para Viharawan mereka melapor kepada Sang Buddha dengan welas asih Sang Buddha mengharap perbaikan Meminjam pembina arif menasehati ananda tetapi apa boleh buat semuanya telah terlambat api karma membara racun hati bertambah hingga berumur enam puluh empat Menderita kanker hati yang tak terobati betapa memilukan hati menjelang mati tidak seorang pun yang merawat di tepi sebab isteri sudah dengan sendirinya para Buddha menolong ananda Ananda masuk ke Neraka buah karma berbicara dengan hukuman yang setara hukuman apa yang didapati tak usah diperincikan
8

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

dengan melihat perbuatan masa hidupnya semuanya sudah jelas Habis melaksanakan hukuman dilahirkan di She Chuan sebagai seorang yang miskin seumur hidupnya hidup sengasara tidaklah seberapa mulut sumbing dan cacat di kaki itulah yang perlu dikasihani Dengan tubuh yang cacat diharapkan ananda dapat menekuni Dharma kecacatan itu adalah akibat karma yang lalu bila semua karma-karma buruk terlunasi kebebasan bersama Tuhan ananda nikmati Siapa tahu ananda bertemu dengan ibu tiri menganiaya ananda hingga mati karma ini diawali oleh ayah ibu kandung meninggal ketika ananda berusia tiga tahun Ayah tidak ingin kesepian menikah lagi dengan sejuta harapan di hati siapa kira hati ibu tiri beracun tidak mau menerima tiga anak isteri sebelumnya Baik kandung maupun tiri semuanya itu adalah anak sayang dia tidak mengerti melihat ananda tidak bertubuh normal membuat hatinya semakin kesal Makan berpakaian tak dapat melaksakannya dengan rapi Tidak mengerti ini karma kehidupan lalu Dan membuahkan karmanya pada kehidupan kini Siapa yang berbuat dialah yang menerimanya bukan orang lain Timbulah rasa benci di hati Berniat meracuni makanan ananda Suatu hari bapak keluar kota dia mengantarkan makanan enak dengan pertimbangan di hati Tidak usah repot lagi aku di kemudian hari tidak usah mengurusi si cacat lagi dan berakhirlah kehidupan kedua kali hingga di sini
9

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

ananda kembali ke Neraka Dan lahir lagi selaku anak kandung ibu tiri yang lalu di kehidupan ini ananda membawa perintah pembalasan dari Neraka balas-membalas tak dapat disalahkan kepada siapa pun karena masih ada karma tersisa pada diri Maka ananda harus menderita penyakit bila ingin seperti orang biasa dalam kehidupan ini hendaknya banyak berbuat kebajikan karma-karma buruk akan berkurang kebajikan tak dapat dibuat oleh diri ananda sendiri Semoga ayah dan ibu senantiasa membantu membantu anak berbuat amal pahala hingga melunasi karma buruk kehidupan yang lalu amal kebajikan yang lebih untuk diri pribadi Dan akan dikembalikan kepada ayah berupa harta kemudian hari karena banyak sekali karma buruk menjepit tubuh tanpa amal kebajikan tak mungkin sembuh bantulah orang tua dan saudara-saudaranya Dia akan kembali menjadi biasa tetapi sama sekali tak ada kekurangan kehidupan ini adalah tidak mungkin sesudah amal dan karma saling memusnah Karma masing-masing kembali kepada kewajiban masing-masing Semoga keluarganya melewati masa itu dengan tekun dan sabar penyakitnya akan sembuh dengan sendirinya dalam kehidupan ini Keterangan : Thong Sui Cong lahir di Luk Cen, berusia 13,dilahirkan sebagai seorang bayi yang lincah dan manis, tetapi pada suatu kali setelah sembuh dari penyakit flu, dia terserang demam yang sangat tinggi hingga berakibat kejang pada seluruh tubuh, dan diakhiri dengan lumpuh pada kedua kakinya. Kedua orang tuanya telah membawa anaknya berobat ke rumah-rumah sakit di seluruh propinsi, namun hasilnya nihil. Anehnya adalah setiap kali memohon obat-obatan dari para
10 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

suci di vihara-vihara, tanda tanda penyembuhan segera terlihat, tetapi beberapa hari kemudian penyakitnya kambuh seperti biasanya. Hal ini membuat orang tuanya sakit kepala. Pengobatan sempat terhenti beberapa saat, tetapi penyakitnya kian hari bertambah parah, orang tuanya tidak dapat berbuat apa-apa, kecuali melanjutkan pengobatannya ke mana-mana. Banyak sekali harta, semangat dan perasaan dikorbankan demi penyembuhan penyakit anaknya, sayang, harapan mereka tak pernah terwujud. Dalam masa-masa itu, bibinya dengan ramah dan penuh kehangatan selalu berkunjung, atas persetujuan orang tuanya, ia ingin mereka sekeluarga bersembahyang. Maka pada hari yang disepakati bersama, bibinya membawa mobil sendiri menjemput mereka ke Vihara. Tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi berasap di tengah jalan. Dari sini kita dapat mengetahui betapa besarnya dosa anak tersebut, sehingga niat untuk bersembahyan g saja berulang kali terhalangi. Kemudian atas petunjuk para Buddha dia dibawa oleh bibinya ke Vihara untuk menanyakan tentang karma tiga kehidupannya, barulah diketahui bahwa sebabnya adalah pelanggaran peraturan Sang Buddha pada kehidupan lampau dan hubungan karma dengan orang tuanya sehingga membentuk suatu pembalasan karma segi tiga. Setelah mendapat petunjuk Sang Buddha, mereka sekeluarga membina dengan tekun, mencetak kitabkitab suci, sering mengajak orang untuk bersembahyang , beramal pahala, dan lain-lain. Hal ini dilakukan mereka berulang-ulang. Beberapa waktu lalu, ternyata kesehatan Thong maju dengan pesat, walaupun belum sembuh secara keseluruhannya. Oleh sebab itu saya memberanikan diri untuk berpesan kepada saudara-saudara yang sudah bersembahyang agar membina dengan lebih tekun, dan lebih banyak beramal pahala, sehingga karma buruk kita semakin berkurang. Kepada saudara-saudari yang belum bersembahyang juga, agar segera sembahyang , sehingga kita dapat kumpul bersama menikmati kebebasan dan kebahagiaan abadi di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

KARMA TIGA KEHIDUPAN DARI THONG CIN MU'

www.madromi.com

(AKIBAT SATU GURAUAN)

Dikisahkan oleh Dewa Chi Kung
11 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Melalui amanat suci (tulisan pasir)

Berpuluh tahun sudah ananda kembali ke dunia berapapun harta kekayaan tak bisa disimpan tidak lama tunas menjadi hutan ketahuilah usia cepat menjadi tua Terlahir sebagai manusia memang susah cepat-cepatlah menekuni Dharma untuk pulang ke Nirwana hanya sedikit manusia mengerti beramal pahala tidak percaya kepada para Buddha mendatangkan petaka Pembinaan hari ini kita dapati kemudian hari kemanakah kita mencari waktu yang sudah hilang nanti ? hendaknya kita mengetahui dari manakah kita datang jangan menyangkal dan membelakangi kebenaran Dari mana kita datang ke sanalah kita pulang kehidupan bagaikan mimpi yang seakan-akan terjadi tidak memanfaatkan kesempatan mencari jalan berpaling akan sia-sialah satu kehidupan Hari ini ingin tahu karma tiga kehidupan harap ananda Thong pertinggi penghayatan Dharma buah penghayatan Dharma akan didapat kemudian tidak menekuni Dharma sukar kembali selamanya Beruntunglah mempunyai isteri bijaksana Sehingga seluruh keluarga bisa menekuni Dharma kini akan Saya ceritakan masalah karma semoga ananda benar-benar mempercayainya Walau masih ragu-ragu janganlah memfitnah Sehingga dapat bersatu dengan ibunda kita Dua kehidupan yang lalu bermarga How Berdiam di daerah Tong Thin Hu (Hu Nan) Pemandangan di sekitar danau asal kelahiran amat indah

www.madromi.com

12 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

menyia-nyiakan keindahan tanpa memanfaatkannya keluarga How memiliki tiga putera dan dua puteri ananda anak kedua bernama Jen Li Namanya Jen Li tapi tak mengenal Li (Kebenaran) hal-hal kejahatan adalah kesenangan setiap hari berkelana dan bermain ke mana-mana peduli keluarga menderita Keindahan pemandangan sekitar danau dimanfaatkan untuk membelakangi kebajikan menarik keuntungan dengan menjual-belikan badan tak terkira wanita yang dicelakakan Mencelakakan wanita demi kepentingan pribadi moral atau tidak peduli biar banyak harta dan benda hilang kebajikan badan sengsara Karena ketidak jujuran hatinya umur tiga puluh delapan belum menikah semuanya ini ada sebabnya siapakah yang ingin mendatangkan petaka ? Beristeri pada usia empat puluh dua karena usia sedang menuju tua namun belum terlalu terlambat bila ananda dapat bertobat Tetapi nurani yang cerah ditutupi harta Menjual belikan wanita menumpuk karma Menghimbau kepada umat sedharma usaha ini jangan disapa Berbuat kebajikan menanamkan pahala Berbuat karma buruk paling celaka umur empat puluh sembilan telah tiba banyak harta apalah guna Maka berpisahlah dengan isteri dan anak
13 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

diri menanggungi karma buruk anak yang berbahagia warisan kekayaan yang terlampau banyak siapakah yang meresapi penderitaan ayahnya? Menyesal saat itu tak mengenal kebenaran Tidak bersembahyang dan membina diri hukuman Neraka sungguh menderita hingga saat seperti ini siapakah yang mengasihani ? Selama enam puluh lima tahun tersiksa di Neraka Terhempas kembali ke jalur tumimbal lahir terlahir sebagai manusia di propinsi Kui bermarga Yen dengan nama She' Chiu Dulu mengharapkan kenikmatan harta kekayaan Maka datanglah petaka seperti ini kelahiran ini seorang yang miskin papa karma dahulu kini diterima Anak Tuhan yang tidak mengenal (melupakan) Kebenaran Tidak dapat disamakan dengan yang lain suatu hari pergi ke desa lain banyak bicara timbul petaka Ketika berada di rumah kenalan Merundingkan masalah dagangan melihat isteri kenalan timbul rasa kasihan karena dia isteri yang kedua Menderita merawat anak-anak yang bukan anak kandungnya anak itu bertubuh cacat sehingga tak dapat berjalan sendiri Semua urusan harus dilakukannya karena sibuk berambut putih dengan iseng nanda bergurau lebih baik mati dari pada cacat Hingga berusia lima puluh lima
14 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Kemiskinan mencapai pada puncaknya Kemiskinan selama hidup ini semata-mata adalah pembalasan kehidupan yang lalu Tak lama kemudian penyakit datang menjelang karma membuahkan sakit di badan tiada obat yang dapat diandalkan begitulah ananda mengakhiri satu kehidupan Bukan keinginan pribadi kembali ke Neraka Tapi karma tidak dapat dibantah hukuman Neraka tidak juga dapat terhindar bathin derita merasuk sukma Habis disiksa dilahirkan kembali tak tersadari kini sudah empat puluh empat sudah pula mendapat jalan pengembalian cepat-cepat menekuni Dharma itu hendaknya Biar kata terlepas hanya rasa kasihan siapa tahu gara-gara ini berbuat karma dia berniat mematikan anak tiri dan pembalasan karma tak pernah meleset Masalah ini timbul hanya karena bergurau dendam menuntut balas pada kehidupan mendatang ini tak usah dibicarakan lagi kini berusia dua puluh empat menikah dengan seorang yang bernama Ye' Namun diri ananda yang miskin keluarga penuh pertikaian dan keributan tidak tahu ini adalah karma yang lalu buah karma yang masak pada kehidupan sekarang Kehidupan lalu menggunakan hasil orang lain kemiskinan ini adalah wajar dapat mengerti hal ini itu sangat baik tetapi masih tidak mau bersembahyang Walaupun kehidupan ini banyak menderita
15 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

jangan menyesal Buddha tak menolong biarpun menghormati para Buddha tapi karma yang diperbuat harus ditanggung sendiri Musuh kehidupan yang lalu adalah anakmu kini Banyak berbuat kebajikan melunasi karma utang piutang sudah terlunasi kebahagiaan datang dengan sendirinya. Siapa yang berbuat karma dialah yang harus melunasi Karma kehidupan lampau dilunasi diri sendiri semua harta kekayaan habis oleh anak hanya karena satu gurauan belaka Masih ada sisa karma dua kehidupan lalu cepat-cepatlah membina menerjang masa depan di sini menghimbau kepada ananda Thong bertobatlah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa Melewati empat puluh empat dan mencapai lima puluh Jalan kehidupan akan rata kembali seperti biasa tapi jangan bergembira terlalu pagi hati-hati pada usia empat puluh sembilan Mengerti kebenaran akan mengubah keadaan dengarlah nasehatKu menikmati masa tua kalau tekun melampaui masa yang susah tiba saatnya Ibunda akan mengaturnya Dapat berbuat pahala sesuai nasehat Saya bahaya besar menjadi kecil dan kecil menjadi habis Catatan : Thong Cin Mu' warga Luk Cen, adalah ayah Thong Sui Cung. Walaupun ia sudah sembahyang, tapi tak dijalankan dengan sungguh-sungguh salah satu faktornya adalah penyakit anaknya yang banyak menghabiskan harta demi pengobatannya dan sering ke kelenteng-kelenteng banyak berbuat kebaikan-kebaikan, tapi tetap nihil, ini bukan saja membuat semangatnya luntur terhadap Dharma, bahkan frustasi, dia tidak mengerti bahwa berbuat kebaikan hanya memperoleh keuntungan-keuntungan duniawi, tidak dapat melunasi karma.
16 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Setelah datang ke Vihara menanyakan tentang karma kehidupannya, baru mengetahui pada kehidupan yang lalu, ia telah menanamkan karma buruk dengan anaknya dengan satu patah gurauan. Setelah itu, semua keragu-raguan yang tertanam padanya selama ini semuanya hilang musnah, bahkan rajin mengurusi tugas-tugas vihara. Di mana saja vihara memerlukan dia pasti ada, rajin mengajak orang bersembahyang dan sebagainya. Kini anaknya telah sembuh perlahan-lahan, dan dirinya juga bertambah sehat, soal urusan vihara, dia tak pernah kalah dengan orang lain. Coba kita pikir, orang yang seperti ini, apakah Tuhan tidak akan menolongnya? Tuhan selalu membantu manusia di mana dan kapan saja.

KARMA TIGA KEHIDUPAN DARI LIE SIU ING ( AKIBAT BERBUAT MENYIMPANG KEBENARAN) Dikisahkan oleh Dewa Chi Kung melalui amanat suci (tulisan pasir)

Ananda Lie menderita pada kehidupan ini badan yang lembut gemulai sibuk setiap hari bersabarlah sebagaimana seorang pahlawan waktu cepat berlalu hari kemudian mendapat cahaya terang Penderitaan hidup ini adalah karma yang lalu cepat-cepatlah menekuni Dharma dengan sungguh-sungguh dapat melunasi karmanya sekarang ini kehidupan selanjutnya tidak usah datang lagi Empat puluh tahun berlalu sekejap mata mana mungkin lagi tidak menekuni Dharma jagalah baik-baik vaci karma (karma mulut) rajin menekuni Dharma karma-karma akan musnah Untunglah ananda telah mengerti Kebenaran tetapi harus lebih ditingkatkan pembinaan hari ini ingin menanyakan karma tiga kehidupan jangan lupa sering bertumimbal kelahiran

www.madromi.com

17 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Berpulang pergi sudah tiga kali kehidupan ini terlahir kembali rajin menekuni Dharma kembali ke Surga banyak berbuat karma buruk kembali ke Neraka Dua kehidupan yang lalu bermarga Sie terlahir sebagai pria bernama Wang Cin selama hidup tidak pernah sembahyang malah banyak berbuat karma-karma buruk Penuh harap ananda dapat membina diri tapi ananda tak pernah menekuni Dharma pembinaan yang lama memang susah ingin belajar Buddha lebih baik muda

Hati ananda tidaklah, lurus tidak menjaga badan menekuni Dharma ini dikarenakan keluarga Sie' terlalu kaya di sinilah kekurangannya hingga tidak mengerti kebenaran Pada saat berumur dua belas tahun banyak sekali ananda berteman semuanya teman-teman yang tak menguntungkan berbuat iseng berbuat kejahatan Semua perbuatan menyimpang dari Kebenaran ke mana-mana membuat keributan merampok memperkosa tanpa perasaan membuat karma-karma buruk yang tak terhitung banyaknya Pada umur sembilan belas tahun Bertemu dengan gadis pujaan gadis yang berparas mempesonakan maka digunakanlah kekerasaan Dengan kekerasan dibawa pulang si gadis tidak berkenan bersuami bajingan

www.madromi.com

18 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

dalam kamar dia ditahan hati benci membunuh diri Di alam baka setan menanti membalas segala sakit di hati umur dua puluh satu ananda menikah dengan gadis berbudi keluarga Cen Sang isteri sering menasehati suami Tapi suami tak mengubah hati umur empat puluh beranak dua suatu saat anaknya sakit keras Dokter tiba sudah meninggal bagaimanapun tidak dapat ditolong . diharapkan ananda berpaling muka namun berobat sedikit pun tidak pernah

Masih saja terus berbuat kejahatan tidak tahu membina jalan pengembalian hingga berumur lima puluh enam sekeluarga berekreasi ke luar kota. Saat malam tiba menjelang badan lelah berjalan pulang terperosok jatuh masuk ke jurang tubuh hancur jiwa berpulang Jurang terlalu dalam mayat tak ditemukan begitulah akibatnya ketika maut datang menuju pengadilan Neraka Raja Neraka amat bermurka durja Ratusan tahun menjalani hukuman Lalu kembali dilahirkan dilahirkan sebagai seorang wanita yang berwajah tak menarik Tapi tidak berperasaan malu
19 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

hati jahat tak terukur bermarga Shen bernama Chui Sia sejak kecil tidak pernah sekolah Umur dua puluh sembilan tiada yang meminang Hingga datang seorang duda berkunjung ke rumah bertemu muka menginginkannya menjadi isteri ke dua Melihat usia bertambah tua paras jelek hati berduka jadi isteri muda itu terpaksa maka terjadilah ikatan dua marga Siapa duga datang petaka dari satu bentuk pikiran belaka wajah jelek ada sebabnya karena kehidupan lalu hati bernanah

Sebagai wanita itulah imbalannya tidak tahu menekuni Dharma demi masa depan madunya meninggalkan seorang anak mulut sumbing berkaki cacat Badan tak normal sungguh menjijikkan Mana mungkin saya harus merawatnya ? dendam membara di dalam dada yang tidak berani dikeluarkan dengan kata-kata Suatu hari teman suami berkunjung melihat ini rasanya tidak adil kalau segala sesuatu harus disediakan orang kenapa tidak dikirim kepada Raja Neraka saja ?

www.madromi.com

Gurauan menambah keberanian menaburkan racun di dalam makanan tamatlah riwayat anak tirinya tidak usah repot-repot lagi karena dia

20 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Menjadi ibu tiri bukan keinginan sendiri kenapa terjerumus ke roda penderitaan dengan masakan pembunuhan ini diketahui oleh pihak kepolisian lalu dibawa ke pengadilan Membunuh anak tiri berat karmanya Hati ibu tiri sangat menakutkan oleh hakim divonis hukuman mati sekali lagi pulang ke Neraka Raja Neraka membentak marah karma pembunuhan harus anda tanggung sendiri kehidupan lalu tak bisa memanfaatkan tubuh sebagai pria sekarang membunuh orang lagi. Menghukum kau dilahirkan adalah untuk menekuni Dharma kenapa tidak tahu menekuni Dharma ? Ku hukum kau lahir tiga kali lagi tidak menekuni Dharma akan tenggelam selamanya. Selesai menjalankan hukuman dilahirkan kembali di sini Dan masih harus menanggung karmamu sendiri itulah sebabnya semua kejadian di keluargamu semoga anda rajin dan menekuni Dharma Bila berbuat amal pahala dengan tekun karma buruk kelahiran lalu akan musnah karma tak akan hilang tanpa menekuni Dharma inilah bara penderitaan Neraka Kini telah berumur empat puluh tidak usah gelisah karena anakmu walau sudah banyak getir penderitaan d engan pahala mara bahaya akan musnah

www.madromi.com

Umur empat puluh enam ada bahaya Balasan karma dua kehidupan lalu tiba dapat menekuni Dharma beramal pahala dapat menghindarkan balasan karma
21 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Semoga pahalamu cukup untuk itu sehingga pembalasan tidak mendekat tubuh empat puluh sembilan bahaya tiba bertobatlah di depan altar demi keselamatan Setelah itu berhati-hatilah terhadap angka sembilan angka ini membawa sebab musabab karma sebab itu menghimbau kepada ananda Lie janganlah mundur dari Dharma dalam hidup ini Jangan membuat karma mulut lagi perbanyaklah berbuat kebajikan tekun membina diri sendiri juga mengajak orang lain membinanya Hilangkanlah karmamu dengan anak jangan mensisakan lagi untuk kehidupan mendatang umur lima puluh lima ada lagi bahaya hendaknya bertobat kepada Tuhan Jangan mundur dari Dharma sedikitpun baru dapat berpanjang umur keselamatan dalam hidup selanjutnya tergantung pada kesungguhan pembinaan ananda Jangan memperbandingkan kekayaan dengan orang lain dari karma kehidupan lalu sudah dapat dimengerti semua perbuatan pada masa itu adalah kejahatan bagaimana dapat kaya pada kehidupan sekarang ? Tidak usah bersedih hati keluarga yang sejahtera lebih baik dari kaya raya kalau semua karma buruk sudah habis Tuhan memberikan keberuntungan dan panjang usia.

www.madromi.com

Bila bertanya berapa orang anak yang mengiringi diri ke Surga itulah yang harus dimasalahkan

22 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Keterangan : Lie Siu Ing, umur empat puluh satu, adalah ibu dari Thong Sui Cong. Demi anaknya dia mengorbankan banyak semangat dan harta benda, bahkan makan pun harus disuapi oleh dirinya sendiri. Dalam menyuapi anaknya, dia sering dicaci maki oleh anaknya sendiri, malahan kalau sedang tidak senang, anaknya berguling-guling di lantai, membuat segala sesuatu menjadi beran-takan, lebih-lebih lagi pernah dipukul anaknya yang disayangi. Penderitaan seperti ini yang terus menerus menimpanya membuat harinya kalut, kadang-kadang juga kesal dan marah-marah terhadap anaknya, demikianlah keributan dalam keluarga terjadi. Dia pernah diajak bersembahyang oleh kakaknya, tapi setelah sembahyang tidak tahu beramal pahala dan membina diri, sebaliknya sering mengeluh, bahwa Tuhan tak bermata, para Buddha tidak melindunginya maka pembinaannya mulai luntur. Sesudah mengetahui karma tiga kehidupannya dia tahu betapa banyaknya karma buruk yang ia buat pada kehidupannya yang lampau, maka mulai saat itu dia mulai bertobat, rajin mengajak orang bersembahyang, tekun beramal pahala, membina diri dan melakukan tugastugas Vihara apa saja bersama keluarganya. Beberapa waktu berlalu, ternyata anaknya mulai sembuh sedikit demi sedikit dan seluruh keluarga dapat hidup sejahtera dan bahagia.

KARMA TIGA KEHIDUPAN DARI YEN HAW CE' (KEBAHAGIAAN MENEKUNI DHARMA )

Dikisahkan oleh Dewa Chi Kung melalui amanat suci (tulisan pasir)

Ananda Yen Haw Ce' menanyakan karmanya kini lima puluh tahun usianya demi Ibunda kau cukup banyak menderita berusahalah seperti sekarang jangan melupakan ikrarnya

www.madromi.com

Ikrar bahwa membantu Ibunda menyelamatkan anak-anak beruntunglah ananda tidak melupakan asalnya selalu berusaha membabarkan Dharma yang Esa jangan dilupakan niat kehidupan yang lalu itu
23 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Berusaha dan dengan tekun melaksanakan Dharma Jangan malas mengajak orang bersembahyang walau banyak menderita pada masa yang lalu beruntung memiliki isteri yang senantiasa membantu Dari surga membawa niat turun ke dunia terjerumus sekali dan kini datang kembali sekarang mengerti jalan pembinaan Tuhan akan membantu semua usaha penyelamatan Para Buddha selalu melindungi anda baik duniawi maupun surgawi berhasil nyata semoga semakin bertambah rajin menekuni Dharma memperhatikan dan membantu Pembina lain Bersyukurlah kehidupan ini berhati baik Ibunda bahagia ananda dapat menekuni Dharma ingin menanyakan masalah tentang karma dua kali dilahirkan menjadi Pembina Saat di Surga ananda berikrar ingin membantu menyelenggarakan penyelamatan mata Ibunda sering basah merindukan anak-anaknya sembilan enam roh asal tidak tahu pengembalian Walaupun belum membuat kejahatan Pertunangan tidak dapat diakhiri dengan pernikahan Ini disebabkan oleh anak keluarga Lu Deru debu dunia timbul bagaikan ombak sambil lalu Akankah mereka tak kembali selamanya setelah petaka menerpa? beruntunglah ada suami istri Yan yang senantiasa menasehati orang berpandukan Dharma Ananda Yen berasal dari Surga sebagai gelatik di samping Ibunda selalu menyertai Ibunda ke mana-mana melihat muka Ibunda penuh derai air mata Ibunda berlinang air mata merindukan anaknya
24 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

yang penuh mara tidak kembali ke Surga tidak tahu bagaimana bahagianya Surga bertindak berdasarkan kenikmatan di depan mata Menjerumuskan diri sendiri atas tindakannya Maka tenggelamlah mereka hingga kini Gelatik berteriak-teriak di depan Ibunda ingin turun ke dunia menolong umat manusia Lahir ke dunia demi jalan Dharma menasehati umat manusia kembali ke Nirwana Ibunda dengan welas asih menganggukkan kepala dengan harapan tidak melupakan ikrarnya Ibunda Agung mengeluarkan perintah Kepada Bodhisattwa Avalokitesvara Membawa ananda turun ke dunia dilahirkan di Shang Hai tempatnya Lahir di Shang Hai dengan marga Lu Keluarga Lu adalah keluarga sayuranis*) Terus menangis beberapa hari membuat semuanya heran tak mengerti Hawa keberuntungan tampak di muka Seluruh keluarga bergembira ria yang menderita hanyalah ibunya sakit di badan semenjak melahirkan

*) vegetarian = tidak memakan daging

www.madromi.com

Sakit karena anaknya akan membawa berkah besar demi anaknya sakit di badan menderita dilalui bertahun-tahun dan anaknya semakin bertambah dewasa Ananda Lu bernama Thien Cu saat lahir ayah sudah tua
25 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

hati risau tidak mempunyai anak memohon kepada Sang Buddha dipenuhi Ibunda Ibunda mengutus gelatik sebagai anaknya agar dapat mengembangkan Dharma kebijaksanaannya terang cerdas otaknya dapat memahami Dharma seperti kehendaknya Semenjak kecil menghormati Sang Buddha Umur delapan belas sudah dewasa ayah mengharapkan jabatan untuk anaknya mengharumkan nama harum keluarga Thien Cu tidak ingin jadi pejabat berlalu lalang mengembangkan Dharma sehingga menentang kehendak ayah karena tidak dijelaskan kepadanya Hati ayah menjadi kesal anak tidak menghargai keinginan orang tuanya hingga berumur dua puluh enam sering membabarkan Dharma di Vihara Menasehati orang menekuni Dharma Untuk di Nirwana bersenang-senang tak sadar menanamkan benih karma tergerak hati duniawinya Terdapat seorang calon Buddha dengan nama Chen Miau In diam-diam saling menaruh hati mengadakan pertunangan tanpa diketahui orang lain Walaupun belum membuat kejahatan pertunangan tidak dapat diakhiri dengan pernikahan ini disebabkan oleh anak keluarga Lu hatinya tak dapat dipisahkan dari Dharma Yang kemudian mengenal hakekat sejati Ingin memutuskan hubungan duniawi
26 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

berterus terang tidak berani meninggalkan Shang Hai menjauhkan diri Cinta wanita Chen terlalu mendalam kemana-mana mencari orang yang hilang cinta yang buta membawa dendam wanita mengejar pria sungguh jarang Mata kalap hati tak tenang bunuh diri itulah jalan walau bukan Lu yang mengerjakan sebab pembunuhan dia yang menanam Karena Chen tak pernah membicarakan tak ada yang tahu kecuali mereka tak ada pula yang mengisyukan tak ada yang curiga pelaksanaan Dharma tak ada hambatan Usia enam puluh tujuh saatnya tiba tak berpenyakit apa-apa pulang ke Surga sungguh bahagia dapat pujian Ibunda karena menyelamatkan banyak umat manusia Sedang gembira panggilan tiba hati tak senang berada di Neraka Lu dituntut dihadapan Rajanya Ibunda telah mengetahui semuanya Kalau sudah berjanji sehidup semati Jangan menyimpang dari kemanusiaan sekalipun terbaik melepaskan duniawi janji tak boleh terlepas dari hati Ku perintahkan kau ke dunia lagi Membantu penyelamatan membina hati walau engkau tak berbuat jahat tapi menanamkan benih penyebab Turun lagi ke dunia beramal pahala Dengan pahala membangkitkan dirinya
27 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

maka terlahir kembali di dunia hingga kini berumur lima puluh sudah Saat muda agak sengsara para Buddha membantu keberhasilannya Ibunda dengan segala kasih sayangnya mengkaruniai seorang isteri yang setia Suami isteri membina bersama-sama Akan sempurna dan pulang bersama pula dari saat ini lebih giat lagi umur panjang jiwa selamat Ingatlah ananda Lu anak Chen masih menunggu amal kebajikanmu banyak tertumpuk untuk menyeberangi rohnya belumlah cukup Orang yang bunuh diri sebelum ajal dilahirkan kembali agaknya susah semoga anak Yen bersujud pada Ibunda menyeberangi roh Chen dengan kebajikan Yen Bagus sekali hari ini menanyakan karma dengan ini Ku nasehati ananda bantulah penyelamatan dengan dana paramita bertobatlah di hadapan Ibunda Kalau Chen dapat diseberangkan hidup ananda Chen sejahtera dan tenang segala sesuatu akan lancar tak terhalang Ibunda akan menganugerahkan umur yang panjang Berteguhlah pada ikrar dan nasehat Ibunda Beliau menantikan kabar baikmu di sana

www.madromi.com

28 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Keterangan : Sesepuh Yen Haw Ce' lahir di Thai Cung, adalah tonggak (tiang) punggung dari Dharma. Rumahnya terdapat Cetya, dan sering membantu perkembangan di Vihara mana saja. Asalkan sesuatu tugas yang berhubungan dengan Dharma, beliau akan melaksanakan sepenuh tenaga, hingga tuntas masalahnya. Perjuangan dan pengorbanan seperti ini sugguh jarang ada. Atas welas asih para Buddha, menceritakan karma tiga kehidupannya, ternyata asalnya tidak sembarangan tempatnya, hanya kehidupan yang lalu kurang mempertimbangkan, secara tidak langsung menjerumuskan orang. Semoga sesepuh Yen dengan pahala mengimbangi segala karmanya. Akhir akhir ini sesepuh bertambah perhatian dan pengorbanannya terhadap Dharma. membuat semuanya semakin salut kepadanya. Kami sangat yakin sekali, bahwa kelak beliau akan kembali ke sisiNya, sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada saudara-saudari sedharma, membina diri hendaknya sangat berhati-hati baik dalam ucapan, prilaku dalam kehidupan, sebab salah sedikit saja akan terjerumus ke dalam roda penderitaan sehingga tidak dapat kembali ke Nirwana. Ini telah menyia –nyiakan waktu dan tenaga.

KARMA TIGA KEHIDUPAN DARI CHIU CIN LUNG (BUAH KARMA SEEKOR MERAK EMAS)

Amanat dari Ibu Suci Danau Kebahagiaan :

Anak Chiu tahun ini menjelang empat puluh lima badan karma berkilauan sinar keemasan naga di permainkan udang di air yang dangkal kesemuanya yang terjadi sesungguhnya ada penyebabnya

www.madromi.com

Sembilan dua roh asal tidak mengenal jalan pengembalian air mata Ibu meleleh membasahi lengan baju yang lebar dalamnya keduniawian bagaikan dalamnya lautan benih Buddha yang terjerumus susah disadarkan kembali

29 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Yang pulang pada penyelamatan sebelumnya hanya dua juta Sembilan puluh dua juta tidak mengenal Ibunda tahukah betapa sedihnya hati Ibu yang melihat ketidakbijaksanaan dari anak-anaknya Semoga para benih Buddha mendengar nasehatKu perketat pembinaan guna menjumpai Ibunda kau adalah makluk yang berada di sisiKu sayang kini kau telah melupakan hal itu Ingin mengetahui asalnya pada hari ini tunggulah nanti akan dijelaskan oleh Guru Agung Dikisahkan oleh Dewa Chi Kung Melalui amanat suci (tulisan pasir) Hendaknya ananda Chiu berterima kasih kepada Ibunda yang telah menjelaskannya kepadamu asal - usulmu adalah dari Nirwana hendaknya lebih giat lagi menekuni Dharma Hingga kini telah lahir dua kali tetapi lupa dari mana datangnya roh asalmu adalah seekor merak emas yang berada di sisi Tuhan yang Esa Suatu hari bersama-sama Ibunda turun ke dunia Untuk menurunkan amanat suci melalui tri duta tri duta menyampaikan maksud Ibunda dengan lancar ketika selesai dan hendak kembali ke Nirwana Tetapi kehilangan jejak merak emas Ternyata diam-diam dia meninggalkan pergi Ibunda mengetahui dia memikirkan dunia maka dititahkan agar dia diturunkan ke dunia

www.madromi.com

Kalau tidak bisa menikmati kebahagiaan surgawi Dan mencari kesengsaraan duniawi maka dilahirkan di Lin Ciang menjadi pria yang miskin papa
30 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Namamu pada kehidupan itu adalah Huang Chi Tidak pernah menikmati kebahagiaan hidupnya Masa kanak-kanak tidak dapat sekolah hanya dididik oleh ibumu sendiri Untunglah anak Huang amat rajin dan tekun Apalagi terlahir sebagai anak yang cerdas beberapa tahun kemudian sudah banyak yang dikenal dapat menghapalkan empat buku lima kitab Oleh sebab itu sangat menggembirakan orang tua berbahagia memiliki anak yang cerdas pada umur enam belas sudah dewasa mengharapkan jabatan dari pemerintah Tetapi orang tuanya tidak mengijinkan hal ini disebabkan kurangnya pria di rumah untuk melepaskan pergi anak tidak rela kenapa mesti menjadi pejabat ? Walau agak miskin di rumah tetapi tidak kekurangan kebutuhan utama mendapatkan title dan jabatan tak ada harapan diam-diam mendendam pada orang tuanya Makin lama makin membara dendamnya dengan alasan apapun sering ke luar kota kadang-kadang berhari-hari tidak pulang membuat hati orang tuanya tidak tenteram Umur dua puluh perjodohan tiba tetapi anak Huang tidak menghiraukannya dengan sengaja membuat hati orang tua gelisah sebagai balas dendam hati yang luka

www.madromi.com

Masih banyak perbuatan tak berbakti yang lain seperti membuat gara-gara di luaran suatu hari meminum arak di kedai minuman hingga delapan puluh persen mabuk

31 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Sengaja berteriak-teriak membuat keributan mengundang kedatangan banyak orang yang akan membawanya ke luar dari situ tak diduga anak Huang mengayunkan botol Botol ditujukan ke arah kepala orang beberapa orang kena pukulan dan mundur dan dua orang menderita luka berat akhirnya dia berhasil dibawa pulang ke rumah Kedua orang yang luka segera diberi perawatan Parahnya luka tidak mungkin dapat diselamatkan beberapa hari kemudian keduanya meninggal dunia dengan membawa bara dendam di hati masing-masing Waktu berlalu dengan cepat umur tiga puluh sudah tiba anak Huang menikah dengan gadis bermarga Liu sifat jelek anak Huang belum juga berubah sering ribut dengan isterinya Walaupun sudah punya putera dan puteri Sifat keberandalan masih saja melekat untung tidak terjadi hal-hal yang besar dan tiba ajarnya pada usia empat puluh sembilan Maka dengan meninggalkan anak dan isteri pergi ke Neraka Ibunda Agung sudah mengetahui semuanya itu diutusnya pengawal menjemput rohnya ke surga Ibunda marah tidak seharusnya anak berbuat begitu Melahirkan kau ke dunia banyak berbuat karma buruk sebagai manusia tidak bisa menjalankan bakti tidak berbakti adalah tindakan yang tidak welas berbuat karma buruk menyebabkan harus dilahirkan kembali

www.madromi.com

Kuperingatkan kau dilahirkan kembali tiga kali lagi kalau tidak menekuni Dharma tumimbal lahir selamanya oleh sebab itu dilahirkan lagi pada kehidupan ini tahun ini sudah mencapai umur empat puluh

32 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Anda sudah mengetahui karma kehidupan lalu dengan jelas Harus berbuat apa engkau mengerti dengan sendirinya seharusnya kehidupan ini banyak rintangan karena sudah menekuni Dharma anda dapat hidup senang Walaupun nampaknya hidupmu tenang tapi hati-hati karmamu belum lunas semoga kau dapat mengubah karma dengan kebajikan baru dapat melewati halangan duniawi Kedua orang Yie Cun Ciek dan Yang Chiu Kui karmamu dengan keduanya hendaknya ditiadakan kalau sudah ditiadakan semuanya akan tenang hidupmu selanjutnya akan terlewati dengan tenteram Hidup senang bukan tujuan yang sebenarnya tetapi harus dapat mencapai sisi Tuhan Yang Esa banyak berbuat amal dan kebajikan semua karma akan hilang termasuk kehidupan yang lalu Umur empat puluh sembilan ada bencana bukan masalah sendiri jangan dicampurtangani hendaknya menjaga mulutnya baik-baik tidak percaya berurusan dengan petugas pemerintahan Beruntunglah kini sudah mendapatkan Dharma membinalah dengan tekun demi masa depanmu bertobatlah sepenuh hati di hadapan Ibunda harapan untuk pulang kembali ke Nirwana terbuka Jangan sering ke luar kota pada umur tiga lima apalagi arah timur laut hendaknya diperhatikan kesemuanya itu dapat dikurangi dengan pahala untuk kemudian hidup dengan tenang dan tenteram

www.madromi.com

Semoga ananda dapat bersayuranis Jangan membunuh makhluk hidup lagi umur lima puluh enam ada bahaya dating jangan pergi jauh dari kota

33 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Umur lima puluh sembilan ada bahaya besar semoga dapat terhindar dengan amal kebajikan dapat memupuk kebajikan dari dini waktu datangnya petaka tak akan menimpa Selalu bertobat di hadapan Tuhan Untuk meniadakan kedua sebab karma Turutilah nasehat-nasehatKu Tuhan akan mengaruniakan keberuntungan dan usia panjang Berapa lama usiamu tergantung pada pelaksanaan dirimu semuanya dapat direalisasikan dengan amal kebajikan bila mengabaikan apa yang Saya nasehatkan kehidupan ini susah berlalu dengan lancer Banyak beramal dapat panjang usia sampai tiga empat tahun Tidak beramal pahala itu sama sekali tidak mungkin mendengar nasehatKu tidak akan terjadi apa-apa Aku menunggu kabar baikmu di Surga Keterangan : Chiu Cin Lung berumur empat puluh lima tahun, warga Si Thun, Taiwan Tengah, semenjak mengenal Dharma, tekun melaksanakan kewajibannya sebagai seorang pembina, oleh sebab itu sangat disayangi oleh para sesepuh. Sesudah mendapatkan petunjuk dari Buddha tentang karma tiga kehidupannya, mengetahui bahwa dirinya adalah seekor merak emas yang selalu ikut Ibunda Agung ke mana-mana, dia bertambah rajin dan berhati-hati dalam pembinaannya. Kami percaya, masih banyak sekali yang dengan sengaja datang dari surga ke dunia sebagaimana merak itu yang tujuannya adalah untuk menyelamatkan manusia dari tumimbal lahir, dengan ini sebagai contoh, semoga para pembina yang budiman bisa lebih meningkatkan pembinaannya, dengan tekad yang bulat melaksanakan Dharma, membantu Tuhan Yang-Maha Esa menyelesaikan tugas penyelamatan umum.

www.madromi.com

34 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

KARMA TIGA KEHIDUPAN DARI CHEN CUN CIEK (AKIBAT MERACUNI ORANG 1 1 )

Dikisahkan oleh Dewa Chi Kung Melalui amanat suci (tulisan pasir)

Tuli dan bisu ada sebabnya wajah cerah tak dapat bicara buat apakah terlahir sebagai pahlawan ? tapi tahu cara dapat diatur Karma lalu menjadi sebab timbul dari suatu perbuatan ananda Chen tidak mengenal Ketuhanan membisukan lima orang lawannya. Kelima-limanya tak dapat berbicara menuntut balas pada kehidupan ini tahu caranya belumlah terlambat penyakit sembuh tanpa diobati Ingin pulih Saya menanggung berdoalah di hadapan Ibunda lunasi karma dengan kebajikan anak dengan sendirinya akan tenang Buat apa mengetahui karma yang lalu ? ayah si anak hendaknya tahu tidak sedikit harta yang hilang karena menyangkut kalian berdua Ingin mengetahui nama ke lima orang dengarlah baik-baik Kuberitahukan Yi Tung Siung, Yi Cin Ting Yi Haw Thing sekeluarga bertiga Masih ada Wu Tung Cen serta Fan Suk Ling kalau rajin beramal pahala
35 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

tak lama lagi dapat berbicara Karma tetap harus dibalas minta pada Ibunda balas dengan pahala usahlah risau untuk anaknya hidup tenang tenteram sekeluarga Keterangan : Chen Cun Ciek, berumur 5 tahun, lahir tahun 1 9 8 1 . Terlahir sebagai seorang anak yang lincah dan berwajah cerah, tetapi sampai kini tak bisa bicara, hal ini membuat orang tuanya menjadi risau dan membawanya berobat ke mana-mana, menghabiskan banyak harta benda, belum juga terlihat tanda-tanda penyakit itu akan sembuh. Menurut dokter, anak itu tuli sejak dilahirkan, sehingga tidak dapat meniru pembicaraan, penyakit ini tidak dapat diobati. Akhirnya mereka berpaling pada hal-hal yang gaib serta berobat ke kelenteng-kelenteng, bahkan pernah belajar beberapa bulan di sekolah luar biasa, semua usaha itu sia-sia, sedikit pun tak mengubah keadaan. Suatu saat, ada temannya yang menganjurkan untuk bertanya tentang karma tiga kehidupannya di Vihara Che Te, baru diketahui bahwa pada kehidupan yang lampau, si anak bersama-sama orang tuanya meracuni lima orang lawan sehingga tak dapat berbicara, buah karma itu masak pada kehidupan ini. Mengetahui duduk permasalahannya, keluarganya segera bersembahyang dan menjadi umat yang tekun dan taat, serta sering beramal pahala, melepaskan binatang, mencetak kitab-kitab suci dan lain sebagainya. Akhir-akhir ini sudah ada tanda-tanda penyembuhan yang kian hari kian nampak nyata sehingga sudah dapat memanggil ibu dan neneknya. Dari keluarga Chen ini, kiranya kita dapat mengerti tentang pembalasan karma yang tidak selalu datang dalam satu kehidupan, karma kehidupan yang lalu dapat dibalas pada kelahiran ini, bahkan dapat juga dibalas pada kehidupan yang akan datang. Bila dalam kehidupan ini kita tekun bersembahyang dan beramal pahala, semua karma-karma buruk yang akan berakibat itu dapat dihilangkan dengan amal kebajikan kita, sedemikian sehingga kita tidak usah dilahirkan kembali di dunia untuk menerima akibat-akibat karma. Sebaliknya kita akan mencapai Nirwana, ke sisi Tuhan Yang Maha Esa.

www.madromi.com

36 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

KARMA TIGA KEHIDUPAN DARI LIE CHIU YE' (AKIBAT MENYIKSA ANAK KANDUNG)

Dikisahkan oleh Dewa Chi Kung melalui amanat suci (tulisan pasir)

Ananda Lie kehidupan ini banyak rintangan datangnya musim gugur hawa semakin keruh bulan ditutupi awan tak dapat memancarkan sinarnya oleh sebab itu hati ananda tidak tenteram Ketahuilah sebagai manusia banyak penderitaannya siapakah yang menyuruh ananda turun ke dunia walau sudah diperisteri orang namun hari tak pernah tenang sedikit pun Sebenarnya semata-mata karma ingin ketenangan harus dibebaskan dari karma kehidupan ini menderita di dunia harap ananda dapat membina jalan pembebasan Ingin mengetahui karma tiga kehidupan pada hari ini Saya sudah mengetahuinya dengan jelas Benih Buddha sudah tujuh kehidupan dunia Timbul dan tenggelam dilautan penderitaan yang maha luas Apabila sudah mengetahui karma tiga kehidupannya Tekunilah Dharma serajin muingkin ‘tuk memeprbaiki masa depan dua kehidupan yang lalu terlahir di propinsi Ciang Su sebagai anak laki-laki bernama Oung Cien Pheng Seumur hidupnya selalu berbuat kejahatan memiliki sifat yang pemarah dan bengis dalam hal apa saja selalu ingin menang sendiri tak pernah dapat bekerja sama dengan orang lain

www.madromi.com

37 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Semasa anak-anak sering berkelahi dengan yang lain sedikit-sedikit berbaku hantam tak pernah berhenti oleh sebab itu dia jarang bersekolah menjadi seorang berandal yang buru huruf Kesukaannya bermain-main dan memancing ikan membuat karma pembunuhan yang tak terkira banyaknya berburu di hutan-hutan adalah kepandaiannya tidak pernah pulang dengan tangan tanpa bekal Menikah pada usia dua puluh empat isteri bernama Fang Shie' Li sifat berandal terbawa ke dalam keluarga selalu memukul dan menganiaya isterinya Penganiayaan yang berat dan tak berperikemanusiaan membuat isterinya mencari jalan bunuh diri baru dua tahun lebih menjadi suami isteri puteri Fang sudah melakukan bunuh diri Walaupun isterinya sudah meninggal pergi hati ananda Oung tak pernah berubah dan menikah kembali pada usia tiga puluh lima dengan seorang janda bermarga Wu Sifat keberandalan belum juga berubah Sementara sifat janda Wu juga tidak kalah Keduanya sering ribut dan caci maki Tak pernah hari terlewati tanpa keributan Karena sering dianiaya suami Janda Wu semakin menderita tubuh dan batin Beberapa tahun kemudian menderita sakit keras lalu meninggal dunia dalam waktu yang pendek

www.madromi.com

Pada saat usia mencapai empat puluh sembilan tibalah saatnya harus pulang ke Neraka seumur hidup tak pernah sesuai dengan perikemanusiaan bahkan tak pernah menyayangi isteri dalam rumah tangga

38 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Tersiksa di Neraka selama tiga puluh delapan tahun kemudian dilahirkan kembali ke dunia pada km 3 pinggir kota Che' Ciang sebagai wanita bernama Koung Ling Cen Puteri Koung suka mencampuri urusan orang lain sementara diri sendiri tak pernah terurus semasa anak-anak dilewati dengan penyakitan umur enam belas mulai berbuat karma mulut Menikah pada usia sembilan belas dengan pria yang bernama Cien Chang Jen suami isteri saling cinta mencintai tetapi penyakit sang isteri banyak memakan harta Kehidupan ini memiliki dua orang anak satu putera dan satu puteri pas sepasang karena sepanjang hidup berpenyakitan dalam hati timbul rasa benci dan dendam memperlakukan anak kandung seperti anak tiri sering dipukul dan marah tanpa alasan yang jelas hingga luka-luka merata dibadan membuat iba orang lain yang melihatnya Umur empat puluh satu sakit keras sekali Tidak lama kemudian meninggal dunia Tidak bisa merawat anak kandung sendiri Orang yang demikian sangatlah sedikit Menderita di Neraka selama dua puluh dua tahun Dan dilahirkan kembali pada kehidupan ini Tak sabar sudah berusia duapuluh delapan Pengalaman hiduop membuat orang iba

www.madromi.com

Usahlah terlalu merisaukan karma kehidupan lalumu sudah jelas ingin kehidupan ini tenang tenteram tanpa berusaha tidak ada gunanya

39 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Suami isteri kehidupan ini tidak serasi sebabnya adalah karma kehidupan yang lalu dengarlah nasehatKu beramal pahala karma lalu akan hilang menjelma Tahun depan banyak sekali halangan perbanyakkanlah amal untuk meniadakannya umur tiga puluh satu dari tiga puluh dua ada bahaya cepatlah ke Vihara melaksanakan Dharma Umur tiga puluh sembilan ada kejadian yang genting tahun itu tak boleh berkenalan dengan orang yang jauh kalau tak percaya dan tidak menghiraukan nasehatKu saat itu janganlah menyesal akan keterlibatannya Berjaga-jagalah agar jangan kehilangan harta Mohonlah kepada ibunda untuk mengubahnya beramal pahala untuk melunasi semua karma-karmanya karmanya sebagai putera Fang Shie' Li dan Wu Suk Cen Kalau dapat mendengar nasehatKu tahun ini akan terlewati dengan aman selama sepuluh tahun terlewati dengan tenang hingga berumur empat puluh sembilan Beramal pahalalah dan membantu kaum hina janganlah bergembira bila tidak beramal pahala karena pada tahun itu ada bencana tak percaya lihatlah karma lalumu Beramal pahala tak akan terjadi apa-apa bulan lima purnama bersujud kepada Ibunda bertobatlah kepada para Buddha bencana-bencana yang hadir akan ditiadakan

www.madromi.com

Beramal pahala sesuai petunjukKu Tuhan memberikan usiamu panjang kalau tidak mendengar nasehatKu tidak beramal pahala tak bisa berbuat apa-apa

40 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Sekali lagi beramal pahalalah panjang usia di tangan ananda Keterangan: Lie Chiu Ye' berusia dua puluh delapan, warga Thai Cung. Dia seorang periang tetapi pengalaman hidupnya dapat mengundang rasa iba. Masa kecilnya sangat menderita karena hidup sebagai anak tiri, ini sesuai dengan karma lampaunya yang menyiksa anak kandungnya sebagaimana seorang anak tiri. Sesudah dewasa kehidupan rumah tangganya pun kurang baik, dia hanya sempat menikmati kebahagiaan rumah tangganya yang beberapa tahun saja, kini semakin menuju ke jurang kehancuran. Atas kewelas-asihan para Buddha, dia baru bisa mengetahui karma kehidupan lampaunya, dan di sini Buddha kerapkali berpesan kepadanya agar berbuat kebajikan, sebab apabila bencana telah tiba baru memohon kepada Tuhan tidaklah ada gunanya. Hingga saat itu, semuanya sudah terlambat.

KARMA TIGA KEHIDUPAN DARI CHIEN SU YIN ( AKIBAT MENIKAHKAN ISTRI ORANG)

Dikisahkan oleh Dewa Chi Kung Melalui amanat suci (tulisan pasir)

Ananda Chien sudah berusia enam puluh tiga pohon besar berguna menjadi tiang utama awan lewat bulan memancarkan cahaya tanpa halangan mulai sekarang hidup menjadi tenang

www.madromi.com

Kehidupan ini banyak halangan dan tantangan semua itu adalah sebab karma yang lalu dapat memperbaiki karma menjadi pahala semua karma-karma buruk hilang dengan sendirinya

41 

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Ingin mengetahui perbuatan yang telah lampau masalah yang dihadapi masa sekarang itulah dia petaka di depan mata mesti diubah kehidupan menjadi tenang tenteram Masalah demi masalah semuanya akibat karma berhati-hatilah melaksanakan hidupmu niat hati meskipun baik tapi karma datang melilit Cobalah dipikirkan kembali Bandingkan hatimu dengan orang lain Mana ada suami yang baru meninggal Istri jatuh kepelukan orang Jalan cerita tak usah diceritakan Sedikit dipikirkan akan teringat Karena itu sang suami menuntut balas Semoga semuanya kembali damai Hendak damai dalam hidupmu Lunasilah karma-karma yang lalu Dengarkanlah baik-baik pesanku Kebajikan dapat mempernaiki karmamu Lebih tekunlah beramal pahala mulai kini tak 'kan ada masalah beramal pahala memupuk kebajikan menikmati kesenangan hingga usia lanjut Keterangan: Chien Su Yin, berumur enam puluh tiga, warga Thai Cung. Akhir-akhir ini sering menjumpai hal-hal yang aneh dan tak masuk akal, tidak mengetahui pula sebabnya. Suatu hari, dia bertugas di Luk Kang, tiba-tiba terasa sakit di tumit, sakit sekali, setelah diperiksa, ternyata ada luka sobekan yang tidak tahu terkena apa, terpaksa harus dibawa ke rumah sakit dan menerima belasan jahitan. Kejadian ini sangat misterius, sebab pada waktu itu dia memakai sepatu, sedangkan sepatunya tidak ada apa-apa, bahkan kaos kakipun tidak sobek, kenapa kaki terluka?
42 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

Benda tajam apakah yang merobeknya? Lagi pula penyembuhannya lama sekali. Mulai saat itu, banyak halangan-halangan berdatangan. Suatu pagi tahun yang lalu, ketika dia bangun matanya tidak dapat membuka, tidak terasa sakit, semula dikira terlengket oleh bekas air mata, tapi tidak ada, dicobanya membukadengan bantuan tangan, seketika itu juga terbuka dan penglihatannya normal. Dia merasa heran tak mengerti, secara tak sadar mengedipkan mata, pelupuk mata yang tertutup itu kembali harus dibuka kembali dengan bantuan tangan, hal seperti ini tentu saja sangat merepotkan. Maka mulailah dia sibuk ke luar masuk rumah-rumah pengobatan, tidak ada tandatanda penyembuhan, dioperasi?, tapi bagian mana yang harus dioperasikan? Demikianlah dia menderita selama setahun lebih, para dokter yang merawatnya angkat tangan. Kemudian ada yang menganjurkan agar menanyakan tentang karma tiga kehidupannya ke vihara, mana tahu penyakit ini disebabkan oleh karma. Tapi orang ini adalah orang yang tak percaya tentang karma dan para Buddha, akhirnya penyakitnya semakin parah, uang ke luar terus juga tak ada gunanya, oleh sebab itu timbul niatnya untuk mencoba-coba. Maka datanglah ia ke Vihara untuk menanyakan perihal karmanya, Sang Buddha tidak menjelaskan karma kehidupan lalunya, Beliau hanya memberitahukan tentang perbuatannya pada kehidupan ini untuk memikirkannya kembali perbuatan itu. Sesudah didesak orang barulah ia mengaku bahwa pada masa lalu, ia pernah menikahkan orang secara kebetulan, dan itulah yang membawakan akibatnya sekarang. Ada sepasang suami isteri tinggal tidak jauh dari nimahnya, si lelaki menderita peny akit TBC cukup lama, hingga tak bisa meninggalkan ranjang, si wanita tak menjaga tata susila, bergaul lagi dengan pria lain bahkan diajak ke rumah secara terbuka. Sang suami yang sakit tak bisa berbuat apa-apa, lihat di mata, merasa sembilu di hati, rasa dendam, membuat penyakitnya kian lebih parah, akhirnya muntah darah dan napas pun putus, dengan demikian terwujudlah harapan si wanita. Di situ, di Camp tentara, di mana setiap orang harus sopan dan disiplin, untuk menjadi suami isteri secara resmi harus ada ijin dari pimpinan camp, untuk itu, mereka meminta bantuan dan disanggupinya. Saat itu dia tak tahu kalau suami si wanita baru saja meninggal belum sampai seratus hari, lebih-lebih dia tak tahu bahwa saat mereka pacaran dimulai sebelum suami lamanya meninggal, bahkan meninggalnya karena mereka, tentu saja suami lamanya itu tidak akan mengampuni mereka. Hal ini sudah dilupakannya sama sekali, bila sang Buddha tidak mengingatkannya kembali. Tetapi terhadap ada atau tidaknya pembalasan karma dia masih ragu, pada suatu saat dia mengunjungi pimpinan camp, ternyata pimpinan camp menderita lumpuh di ke dua kaki dan tangannya, tak lama setelah member ijin ke dua orang itu menikah. Dan atas desakan isterinya untuk mencetak buku ini dapat langsung dirasakan manfaatnya, barulah ia mau mempercayai keberadaan hukum dan pembalasan karma. Dia bersyukur penyakitnya tak separah temannya yang menjadi pimpinan camp itu. Sebenarnya sejak semula dia telah dilindungi para Buddha, karena isterinya bukan saja seorang umat yang taat, juga sering
43 

www.madromi.com

Amanat Suci Tulisan Pasir Dewa CHI CIN KUNG

beramal pahala atas nama suaminya. Dari pelajaran ini baru dia sepenuhnya percaya kepada Buddha, sekarang sudah menjadi seorang penyebar Dharma yang tekun, dia sering mencetak kitab-kitab suci, saat ini penyakitnya sudah sembuh sama sekali. Lihatlah, kalau bukan para Buddha yang senantiasa menolong, kemujijatan seperti ini mana mungkin terjadi?

Tamat jilid 2 dari 2 jilid

www.madromi.com

44 

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful