You are on page 1of 29

Setting Dan Hardening Pada Semen

Posted by dangzt iman At Minggu, Maret 16, 2014

Setting Dan Hardening Pada Semen - Masih tentang semen, pada kesempatan kali ini admin akan
membagikan tugas andim pada semester 1 kemaren yang berjudul Setting Dan Hardening Pada
Semen,

Selengkapnya

silahkan

1.

lihat

di

bawah

Definisi

ini

Semen

Semen berasal dari kata Caementum yang berarti bahan perekat yang mampu mempesatukan atau
mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kokoh atau suatu produk yang mempunyai
fungsi sebagai bahan perekat antara dua atau lebih bahan sehingga menjadi suatu bagian yang
kompak atau dalam pengertian yang luas adalah material plastis yang memberikan sifat rekat antara
batuan-batuan

konstruksi

bangunan.

Usaha untuk membuat semen pertama kali dilakukan dengan cara membakar batu kapur dan tanah
liat. Joseph Aspadain yang merupakan orang inggris, pada tahun 1824 mencoba membuat semen dari
kalsinasi campuran batu kapur dengan tanah liat yang telah dihaluskan, digiling, dan dibakar menjadi
lelehan dalam tungku, sehingga terjadi penguraian batu kapur (CaCO3) menjadi batu tohor (CaO) dan
karbon dioksida(CO2). Batu kapur tohor (CaO) bereaksi dengan senyawa-senyawa lain membemtuk
klinker kemudian digiling sampai menjadi tepung yang kemudian dikenal dengan Portland
2.Hiderasi

dan

Mekanisme

Pengerasan

Pada

Semen

Air merupakan reaktan kunci dalam hidrasi semen.Penggabungan air menjadi zat yang dikenal sebagai
hidrasi.Air dan semen awalnya membentuk pasta semen yang mulai bereaksi dan mengeras
(ditetapkan). Pasta ini mengikat partikel agregat melalui proses kimia hidrasi. Dalam hidrasi semen,
perubahan kimia terjadi perlahan-lahan, pada akhirnya menciptakan produk kristal baru, evolusi panas,
dan

tanda-tanda

Semen+air=pasta

terukur

lainnya.

pengeras

semen

Sifat-sifat ini pasta semen mengeras, yang disebut pengikat, mengendalikan sifat-sifat beton. Ini adalah
masuknya air (hidrasi) ke dalam produk yang menyebabkan beton untuk mengatur, kaku, dan menjadi
keras. Setelah ditetapkan, beton terus mengeras (obat) dan menjadi lebih kuat untuk jangka waktu
yang
3.

panjang,

sering
Setting

sampai

beberapa

dan

tahun.
Hardening

Setting dan Hardening adalah pengikatan dan pengerasan semen setelah terjadi reaksi hiderasi.
Semen apabila dicampur dengan air akan menghasilkan pasta yang plastis dan dapat dibentuk
(workable) sampai beberapa waktu karakteristik dari pasta tidak berubah dan periode ini sering disebut
Dorman

Period

(period

tidur).

Pada tahapan berikutnya pasta mulai menjadi kaku walaupun masih ada yang lemah, namun suhu
tidak dapat dibentuk (unworkable). Kondisi ini disebut Initial Set, sedangkan waktu mulai dibentuk

(ditambah air) sampai kondisi Initial Set disebut Initial Setting Time (waktu pengikatan awal).Tahapan
berikutnya pasta melanjutkan kekuatannya sehingga didapat padatan yang utuh dan biasa disebut
Hardened Cement Pasta. Kondisi ini disebut final Set sedangkan waktu yang diperlukan untuk
mencapai kondisi ini disebut Final Setting Time (waktu pengikatan akhir). Proses pengerasan berjalan
terus berjalan seiring dengan waktu akan diperoleh kekuatan proses ini dikenal dengan nama
Hardening.
Waktu pengikatan awal dan akhir dalam semen dalam prakteknya sangat penting, sebab waktu
pengikatan awal akan menentukan panjangnya waktu dimana campuran semen masih bersifat plastik.
Waktu

pengikatan

awal minimum

Mekanisme
Pada

45

menit

terjadinya

pencampuran

dengan

air,

maka

sedangkan

waktu akhir maksimum 8

setting

dan

senyawa-senyawa

klinker

jam.

hardening
segera

terhidrasi.

C3A akan bereaksi paling cepat menghasilkan 3 CaO.Al2O3.3CaSO4.3H2O. Senyawa ini akan
membentuk gel yang bersifat cepat set (kaku) sehingga ia akan mengontrol sifat setting time.
Tetapi 3 CaO.Al2O3.3CaSO4.3H2O akan bereaksi dengan gypsum yang segera membentuk etteringite
yang akan membungkus permukaan 3 CaO.Al2O3.3H2O dan 3 CaO.Al2O3, sehingga reaksi hidrasi
dari

3

CaO.Al2O3

akan

dihalangi

dan

proses

setting

akan

dicegah.

Namun demikian lapisan etteringite pembungkus tersebut, karena suatu fenomena osmosis, ia pecah,
dan reaksi C3A akan terjadi lagi, tetapi segera akan terbentuk pula lapisan etteringite baru yang akan
membungkus

3

CaO.Al2O3

kembali.

Proses ini akhirnya menghasilkan setting time. Makin banyak etteringite yang terbentuk, maka setting
time akan makin panjang, oleh karena itulah gypsum dikenal sebagai retarder. Dengan adanya
gypsum, proses hidrasi di samping menghasilkan cement gel, juga membentuk etteringite.
Setting

(pengikatan)

Sifat set (pengikatan) pada adonan semen dengan air adalah dimaksudkan sebagai gejala terjadinya
kekakuan pada adonan tersebut. dalam prakteknya sifat set ini ditunjukkan dengan waktu pengikatan
(setting time), yaitu waktu mulai dari adonan terjadi sampai mulai terjadi kekakuan. Dikenal ada dua
macam setting time, yaitu : a) initial setting time (waktu pengikatan awal) ialah waktu mulai adonan
terjadi sampai mulai terjadi kekakuan tertentu dimana adonan sudah mulai tidak workable lagi. b) final
setting time (waktu pengikatan akhir) ialah waktu mulai adonan terjadi sampai terjadi kekakuan penuh.
Itulah pengetahuan tentang Setting Dan Hardening Pada Semen yang dapat admin bagikan pada
kesempatan kali ini, semoga ini dapat menambah ilmu kita semua. Baca juga Metode Pembuatan
Semen Faks

Tipe semen seperti ini digunakan untuk struktur beton masif seperti dam gravitasi besar yang mana kenaikan temperatur akibat panas yang dihasilkan selama proses curing merupakan faktor kritis. beton massa untuk dam-dam dan landasan jembatan. misalnya untuk pembuatan jalan beton. Super Masonry Cement Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung. dan lain-lain. Paving Block. terowongan. 5. jembatan. 0% – 0. konstruksi dalam air. bangunan-bangunan dalam air yang tidak memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat. jalan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K 225. 4.Pada kesempatan kali ini admin akan membagikanJenis-jenis Semen dan Fungsinya. Cocok dipakai pada tanah dan air yang mengandung sulfat 0. Semen Portland type V Fungsi semen portland type V dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/ air yang mengandung sulfat melebihi 0. Maret 07. dan pembangkit tenaga nuklir. pelabuhan. 10 % dan dapat digunakan untuk bangunan rumah pemukiman. misalnya bangunan dipinggir laut. Dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton. 2. 6. perkerasan jalan. berikut adalah beberapa jenis semen dan fungsinya 1. Semen Portland Type I Fungsi semen portland type I digunakan untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memakai persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Semen memiliki beberapa jenis dan setiap jenis mempunyai fungsinya masingmasing.Jenis-jenis Semen dan Fungsinya Posted by dangzt iman At Jumat. 3. 2014 Jenis-jenis Semen dan Fungsinya . hollow brick. 20 % ) dan panas hidrasi sedang. bangunan dibekas tanah rawa. . Semen PortLand type II Fungsi semen portland type II digunakan untuk konstruksi bangunan dari beton massa yang memerlukan ketahanan sulfat ( Pada lokasi tanah dan air yang mengandung sulfat antara 0. 20 % dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah pabrik. 10 – 0. struktur rel. bangunan-bangunan tingkat tinggi. Oleh karena itu semen jenis ini akan memperoleh tingkat kuat beton dengan lebih lambat ketimbang Portland tipe I. Semen Portland type III Fungsi semen portland type III digunakan untuk konstruksi bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan terjadi. tegel dan bahan bangunan lainnya. saluran irigasi. Semen Portland type IV Fungsi Semen Portland type IV digunakan untuk keperluan konstruksi yang memerlukan jumlah dan kenaikan panas harus diminimalkan. gedung-gedung bertingkat.

lebih tahan terhadap sulfat. suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak. Plesteran dan acian. OWC yang telah diproduksi adalah class G. Oil Well Cement. Demikianlah informasi pengetahuan Jenis-jenis Semen dan Fungsinya yang dapat admin bagikan pada kesempatan kali ini.Hukum Coulomb . adaptif dapat ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperatur. Super ” Portland Pozzolan Cement” (PPC) Semen yang memenuhi persyaratan mutu semen Portland Pozzoland SNI 15-0302-2004 dan ASTM C 595 M-05 s. struktur jembatan. pasangan bata. . dam dan irigasi) . semoga bermenfaat.Pekerjaan pasangan dan plesteran. . genteng.Bangunan / instalasi yang memerlukan kekedapan yang lebih tinggi. Portland Composite Cement (PCC) Semen memnuhi persyratan mutu portland COmposite Cement SNI 15-7064-2004. lebih kedap air dan permukaan acian lebih halus. HSR ( High Sulfat Resistance) disebut juga sebagai ” BASIC OWC” . lebih mudah dikerjakan. beton pra tekan dan pra cetak. 9.Konstruksi Beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat ( Bangunan tepi pantai. bahan bangunan. Class G-HSR (High Sulfate Resistance) Merupakan semen Khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi. potongan ubin. 8.7. Dapat digunakan secara luas seperti : . batako. Struktur bangunan bertingkat. tanah rawa) .konstruksi beton massa ( bendungan. Dapat digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton. panel beton. paving block. hollow brick. struktur jalan beton. Baca juga Fisika Dasar II Teknik Sipil .

sering sampai beberapa tahun.2H2O + Ca(OH)2 Kalsium Silikat hidrat (CSH) adalah silikat di dalam kristal yang tidak sempurna. C4AF) b. C3S. dan dibakar menjadi lelehan dalam tungku. pada tahun 1824 mencoba membuat semen dari kalsinasi campuran batu kapur dengan tanah liat yang telah dihaluskan. Adanya kalsium hidroksida akan membuat pasta semen bersifat basa (pH= 12. mengendalikan sifat-sifat beton.2SiO2. Dalam hidrasi semen. yang disebut pengikat. sehingga terjadi penguraian batu kapur (CaCO3) menjadi batu tohor (CaO) dan karbon dioksida(CO2). Usaha untuk membuat semen pertama kali dilakukan dengan cara membakar batu kapur dan tanah liat. Batu kapur tohor (CaO) bereaksi dengan senyawa-senyawa lain membemtuk klinker kemudian digiling sampai menjadi tepung yang kemudian dikenal dengan Portland 2.3H2O) pada suhu 30oC 2 (3CaO. HiderasiKalsiumSilikat ( C2S. dan menjadi keras. maka harus mengenal hiderasi dari senyawa-senyawa yang terkandung dalam semen ( C2S. c.2SiO2) + 6H2O 3CaO.2SiO2. Pasta ini mengikat partikel agregat melalui proses kimia hidrasi.MEKANISME REAKSI PENGERASAN SEMEN MEI 26. dan tanda-tanda terukur lainnya. Setelah ditetapkan. C3S) Kalsium Silikat di dalam air akan terhidrolisa menjadi kalsium hidroksidsa Ca(OH)2 dan kalsium silikat hidrat (3CaO. a.1 PENGERTIAN SEMEN Semen berasal dari kata Caementum yang berarti bahan perekat yang mampu mempesatukan atau mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kokoh atau suatu produk yang mempunyai fungsi sebagai bahan perekat antara dua atau lebih bahan sehingga menjadi suatu bagian yang kompak atau dalam pengertian yang luas adalah material plastis yang memberikan sifat rekat antara batuan-batuan konstruksi bangunan. Joseph Aspadain yang merupakan orang inggris. semen + air = pasta mengeras semen Sifat-sifat ini pasta semen mengeras.2SiO2. Untuk mengetahui hiderasi semen. beton terus mengeras (obat) dan menjadi lebih kuat untuk jangka waktu yang panjang.2 HIDERASI DAN MEKANISME REAKSI PENGERASAN SEMEN Air merupakan reaktan kunci dalam hidrasi semen. Ini adalah masuknya air (hidrasi) ke dalam produk yang menyebabkan beton untuk mengatur. bentuknya padatan berongga yang sering disebut Tobermorite Gel.2SiO2) + 4H2O 3CaO.3H2O + 3 Ca(OH)2 2 (3CaO. Hiderasi C3A . 2013BLUE CLOVER MENINGGALKAN KOMENTAR 2.Penggabungan air menjadi zat yang dikenal sebagai hidrasi. pada akhirnya menciptakan produk kristal baru.Air dan semen awalnya membentuk pasta semen yang mulai bereaksi dan mengeras (ditetapkan). Hiderasi Semen Hiderasi semen adalah reaksi antara komponen-komponen semen dengan air. perubahan kimia terjadi perlahan-lahan.5) hal ini dapat menyebabkan pasta semen sensitive terhadap asam kuat tetapi dapat mencegah baja mengalami korosi. evolusi panas. digiling. kaku. C3A.

Al2O3 + 3 CaSO4 + 32H2O Penambahan gypsum pada semen dimaksudkan untuk menunda pengikatan. C2S. H2O Mg(OH)2 PanasHiderasi Panas hiderasi adalah panas yang dilepaskan selama semen mengalami proses hiderasi. g. d.Kondisi ini disebut Initial Set. sedangkan waktu mulai dibentuk (ditambah air) sampai kondisi Initial Set disebut Initial Setting Time (waktu pengikatan awal). Waktu pengikatan awal dan akhir dalam semen dalam prakteknya sangat penting. Al2O3. 5H2O + 13 Ca(OH)2 C3A. Hiderasi C4AF (30 H2O oC) 4CaO. dan perbandingan antara air dengan semen. hal ini disebabkan oleh fosfor yang timbul sukar dihilangkan sehingga terajdi pemuaian pada proses pendinginan.6H2O + 3CaO. Pada tahapan berikutnya pasta mulai menjadi kaku walaupun masih ada yang lemah. 3Cs+. Jumlah panas hiderasi yang terajdi tergantung. Semen apabila dicampur dengan air akan menghasilkan pasta yang plastis dan dapat dibentuk (workable) sampai beberapa waktu karakteristik dari pasta tidak berubah dan periode ini sering disebut Dorman Period (period tidur). 6H2O Hiderasi C3A dengan gypsum (30oC): 3CaO. sebab waktu pengikatan awal akan menentukan panjangnya waktu dimana campuran semen masih bersifat plastik. 4CaO. Fe2O3+ 2Ca(OH)2+10H2O e. Al2O3 + 3 CaSO4+ 32H2O 3CaO. Hiderasi C3A tanpa gypsum (30oC): 3CaO. Penyusutan . 5H2O C2S6.Tahapan berikutnya pasta melanjutkan kekuatannya sehingga didapat padatan yang utuh dan biasa disebutHardened Cement Pasta. Al2O3. Al2O3+ 6H2O 3CaO. Kekerasan awal semen yang tinggi dan panas hiderasi yang besar kemungkinan terajadi retakretak pada beton. tipe semen.6 H2O+ CF. baru terbentuk kalsium alumina hidrat (CAH). kehalusan semen. Mula-mula C3A akan bereaksi dengan gypsum menghasilkan sulfo aluminate yang kristalnya berbentuk jarum dan biasa disebut ettringite namun pada akhirnyagypsum bereaksi semua. Proses penerasan berjalan terus berjalan seiring dengan waktu akan diperoleh kekuatan proses ini dikenal dengan nama Hardening. Waktu pengikatan awal minimum 45 menit sedangkan waktu akhir maksimum 8 jam. namun suhu tidak dapat dibentuk (unworkable). 3H2O) yang mana kristalnya berbentuk kubus di dalam semen karena adanya gypsum maka hasil hiderasi C3A sedikit berbeda. hal ini disebabkan karena terbentuknya lapisan ettringite pada permukaan-permukaan Kristal C3A.6H2O Setting dan Hardening Setting dan Hardening adalah pengikatan dan pengerasan semen setelah terjadi reaksi hiderasi.Fe2O3.Hiderasi C3A dengan air yang berlebih pada suhu 30oC akan menghasilkan kalsium alumina hidrat (3CaO. Kondisi ini disebut final Set sedangkan waktu yang diperlukan untuk mencapai kondisi ini disebut Final Setting Time (waktu pengikatan akhir).Al2O3. Reaksi pengerasan : C2S + 5H2O C3S + 5H2O C3A+ 3Cs+ 32H2O C4AF + 7H2O MgO+ H2O f. Al2O3.32H2O C3A.

dan kemudian dibiarkan mengeras.Beton tidak perlu kering agar mengeras seperti umumnya dianggap. itu benar-benar berhenti semakin kuat. Beton (atau secara khusus. Penyusutan ini dioengaruhi juga kadar C3A yang terlalu tinggi. k. Kelembaban Kelembaban timbul karena semen menyerap uaap air dan CO2¬ dan dalam jumlah yang cukup banyak sehigga terjadi penggumpalan. waktu pengikatan dan pengerasan semakin lama.Ada tiga macam penyusutan yang terjadi di dalam semen. . Ini reaksi yang sangat penting akan dibahas secara rinci dalam bagian ini.Beton dengan air terlalu sedikit mungkin kering tapi tidak sepenuhnya bereaksi. air. Reaksi air dengan semen dalam beton sangat penting bagi sifat dan reaksi dapat terus selama bertahun-tahun. SiO 2 Dikalsium silikat 25% Ca 2 SiO 4 atau 2CaO.Didalam pengontrolan kualitas Spesifik gravity digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kesempurnaan pembakaran klinker. maka keretakan beton dapat dihindari. j. Sifat seperti beton akan menjadi lebih rendah dari beton basah. dan juga menetahui apakah klinker tercampur dengan impuritis. Spesifik Gravity Spesifik Gravity dari semen merupakan informasi yang sangat penting dalam perancangan beton. dan terjadinya false set. Bial besaran kelembabannya dapat dijaga. Komposisi semen portland khas terdaftar oleh persentase berat pada Tabel 2. False Set dapatdihindaridenganmelindungisemen dari pengaruhudaraluar. Portland semen terdiri dari lima senyawa utama dan senyawa beberapa minor. penyusutan ini terjadi karena penguapan selama proses setting dan hardening. Loss On Ignation (HilangFajar) Loss On Ignation dipersyaratkan untuk mencegah adanya mineral-mneral yang terurai pada saat pemijaran. False Set Proses yang terjadi bila adonanmengerasdalamwaktusingkat. 2H 2 O Tabel 1: Komposisi semen portland dengan komposisi kimia dan persen berat. Beton dibuat dengan pencampuran semen.Hal ini dibentuk atau ditempatkan sesuai keinginan. Semen yang menggumpal kualitasnya akan menurun karena bertambahnya Loss On Ignition (LOI) dan menurunnya spesifik gravity sehingga kekuatan semen menurun. Semen Compound Berat Persentase Chemical Formula Trikalsium silikat 50% Ca 3 SiO 5 atau 3CaO. dan agregat bersama-sama untuk membuat pasta bisa diterapkan.. semen di dalamnya) membutuhkan kelembaban untuk hidrat dan obat (mengeras). diantaranya: – Drying Shringkage ( penyusutankareanpengeringan) – Hideration Shringkage (penyuautankarenahiderasi) – Carbonation Shringkage (penyuautankarenakarbonasi) Yang paling berpengaruh pada permukaan beton adalah Drying Shringkage. i. h. SiO 2 Trikalsium aluminat 10% Ca 3 Al 2 O 6 atau 3CaO. Al 2 O 3 Tetracalcium aluminoferrite 10% Ca 4 Al 2 Fe 2 O 10 atau 4CaO Al 2 O 3. dimana proses ini menimbulkan kerusakan pada batu setelah beberapa tahun kemudian.Ketika mengering beton. Fe 2 O 3 Gips 5% Caso 4. konsolidasi. sehingga alkali karbonat tidakterbentukdidalamsemen.

Dikalsium silikat juga mempengaruhi kekuatan beton melalui hidrasi nya.Panas yang dihasilkan ditampilkan di bawah sebagai fungsi dari waktu. masing-masing senyawa mengalami hidrasi dan berkontribusi terhadap produk beton akhir. tingkat hidrasi selama beberapa hari pertama peringkat dari tercepat untuk paling lambat adalah: trikalsium aluminat> trikalsium silikat> tetracalcium aluminoferrite> dikalsium silikat.Bersamaan.Perhatikan bahwa sebagian besar ruang diisi dengan kalsium silikat hidrat. kalsium hidroksida mulai mengkristal.Hal ini karena melanggar dan membuat ikatan kimia selama hidrasi.Meskipun ruang kosong masih ada. trikalsium silikat cepat bereaksi untuk melepaskan ion kalsium. beton adalah dalam keadaan plastik yang memungkinkan beton yang akan diangkut dan ditempatkan tanpa kesulitan besar. Pembentukan kalsium hidroksida dan kristal kalsium silikat hidrat memberikan “benih” yang di atasnya lebih kalsium silikat hidrat dapat terbentuk. Karena reaksi tidak memberikan kontribusi yang signifikan untuk kekuatan. Kecepatan reaksi kini dikendalikan oleh tingkat di mana molekul air menyebar melalui lapisan kalsium silikathidrat.6 kJ Komponen utama lainnya dari semen portland. Dikalsium silikat bereaksi dengan air dengan cara yang sama dibandingkan dengan trikalsium silikat. Hal ini sangat penting untuk perdagangan konstruksi yang harus mengangkut beton untuk tempat kerja.Hanya silikat kalsium berkontribusi terhadap kekuatan. Gambar 2: Tingkat evolusi panas selama hidrasi semen Portland Tahap I hidrolisis senyawa semen terjadi dengan cepat dengan kenaikan suhu beberapa derajat. 4H 2 O + Ca (OH) 2 + 58. Persamaan untuk hidrasi trikalsium silikat diberikan oleh: Trikalsium silikat + Air —> Kalsium silikat hidrat + hidroksida Kalsium + panas 2 Ca 3 SiO 5 + 7 H 2 O —> 3 CaO. hal ini tidak sepenuhnya akurat.2SiO 2.6kJ Setelah penambahan air.Itu yang tidak diisi dengan hidrat mengeras terutama kalsium hidroksida solusi. Diagram (b) merupakan awal dari hidrasi. mereka penuh dengan air dan kalsium hidroksida.Hal ini pada akhir tahap ini bahwa pengaturan awaldimulai.PH dengan cepat naik ke lebih dari 12 karena pelepasan hidroksida alkali (OH -) ion.Pada tahap III dan IV. Kimia hidrasi mereka lebih rumit karena melibatkan reaksi dengan gipsum juga.Ini mengental pelapisan dari waktu ke waktu menyebabkan produksi kalsium silikat hidrat menjadi lebih lambat dan lebih lambat. Meskipun kami telah diperlakukan hidrasi setiap senyawa semen secara mandiri. ion hidroksida.Diagram (d) menunjukkan pasta semen hampir mengeras. Hidrasi akan terus berlanjut selama terdapat air dan masih ada unhydrated senyawa dalam pasta semen. Mengacu Demonstrasi 4 Panas berevolusi dengan hidrasi semen. Gambar 1: Skema ilustrasi pori-pori di kalsium silikat melalui berbagai tahap hidrasi. Diagram di atas menggambarkan pembentukan pori-pori sebagai kalsium silikat hidrat terbentuk.Tahap II dikenal sebagai masa dormansi. Panas dirilis kurang dari itu oleh hidrasi trikalsium silikat karena silikat dikalsium jauh kurang reaktif.Evolusi panas ini kemudian meningkat secara dramatis.Pada diagram (c).Ketika air ditambahkan ke semen. Reaksi perlahan terus memproduksi ion kalsium hidroksida dan sampai sistem menjadi jenuh. Trikalsium silikat akan dibahas dalam detail besar. beton mulai mengeras dan evolusi panas .Ini hidrolisis awal melambat cepat setelah itu mulai mengakibatkan penurunan panas berevolusi. kalsium silikat hidrat mulai terbentuk. namun jauh lebih lambat. Secara umum. Kristal kalsium silikat hidrat tumbuh lebih tebal sehingga lebih sulit bagi molekul air untuk mencapai trikalsium unhydrated silikat.Setelah ini terjadi. yang bereaksi lebih lambat. hidrasi berlanjut.Ion mengendap dari larutan mempercepat reaksi trikalsium silikat kalsium dan ion hidroksida.2SiO 2. Selama periode ini. alumina trikalsium dan tetracalcium aluminoferrite juga bereaksi dengan air. Perhatikan dalam diagram (a) hidrasi yang belum terjadi dan pori-pori (ruang kosong antara butir) yang diisi dengan air. 4H 2 O + 3 Ca (OH) 2 + 173.Trikalsium silikat bertanggung jawab atas sebagian besar kekuatan awal (pertama 7 hari). dan sejumlah besar panas.Evolusi panas melambat secara dramatis dalam tahap ini. Produk dari hidrasi dikalsium silikat adalah sama dengan yang untuk trikalsium silikat: Dikalsium silikat + Air —> Kalsium silikat hidrat + hidroksida Kalsium + panas 2 Ca 2 SiO 4 + 5 H 2 O —> 3 CaO.Periode dormansi dapat berlangsung dari satu sampai tiga jam. hanya menyumbang kepada kekuatan di kemudian hari. mereka akan diabaikan dalam diskusi ini.Dikalsium silikat. Tingkat hidrasi senyawa dapat dipengaruhi dengan memvariasikan konsentrasi yang lain.(Prinsip Le Chatlier ini).

Sebuah contoh dari suatu campuran yang mempengaruhi kekuatan adalah superplasticizer.Beton yang baik dapat memiliki rentang hidup yang terbatas di bawah . Mengacu Demonstrasi 5Kekuatan Beton Kekuatan beton sangat tergantung pada reaksi hidrasi baru saja dibahas.Kenapa?Ingat hidrasi reaksi mendapatkan lebih lambat dan lebih lambat sebagai bentuk hidrat trikalsium silikat.Beton sebenarnya dicampur dengan lebih banyak air daripada yang dibutuhkan untuk reaksi hidrasi. kekuatan lebih awal. Beberapa pori-pori akan tetap tidak peduli seberapa baik beton telah dipadatkan. cuaca (misalnya kalsium klorida) MINERAL admixtures meningkatkan workability.Beton menyediakan kinerja yang baik melalui kehidupan pelayanan struktur ketika beton dicampur dengan benar dan perawatan diambil dalam menyembuhkan itu.Hal ini umum untuk menggunakan tes 28 hari untuk menentukan kekuatan relatif dari beton.Betonmengeras seiring berjalannya waktu. Karakteristik fisik dari agregat adalah bentuk.Reaksi hidrasi sendiri mengkonsumsi sejumlah tertentu air. offset suhu rendah yang merugikan. kekuatan (misalnya fly ash) PIGMENT menambahkan warna (misalnya oksida logam) Tabel 2: Sebuah meja admixtures dan fungsi mereka.Tahap V tercapai setelah 36 jam.Ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi kekuatan karena mereka mempengaruhi workability beton. dan ukuran. lebih kuat jangka panjang. Gambar 3: Skema gambar untuk menunjukkan hubungan antara rasio air / semen dan porositas. mengurangi perdarahan . tekstur. Ruang kosong (porositas) ditentukan oleh air untuk semen rasio.Kekuatan beton meningkat ketika air kurang digunakan untuk membuat beton. cuaca (misalnya gula) PERCEPATAN kecepatan pengaturan waktu.Betonmengalir diinginkan untuk mencapai pengisian yang tepat dan komposisi bentuk . Beberapa admixtures menambahkan fluiditas untuk beton sementara yang membutuhkan sedikit air yang akan digunakan.Dibutuhkan banyak waktu (bahkan bertahuntahun!)Untuk seluruh obligasi untuk membentuk yang menentukan kekuatan beton itu. Pori-pori membuat lemah beton karena kurangnya kekuatan pembentuk ikatan hidrat kalsium silikat. Admixtures adalah zat selain bahan kunci atau bala yang ditambahkan selama proses pencampuran.Ini air ekstra ditambahkan untuk memberikan kemampuan kerja yang cukup nyata.meningkat terutama disebabkan oleh hidrasi trikalsium silikat.Airmemainkan peran penting. offset suhu tinggi yang merugikan. Air tidak dikonsumsi dalam reaksi hidrasi akan tetap dalam ruang pori mikro. Daya tahan merupakan masalah yang sangat penting dalam menggunakan beton untuk aplikasi tertentu. Jika agregat membuat tidak bisa dijalankan beton. Kekuatan Beton juga dapat dipengaruhi oleh penambahan admixtures. workability. tetapi workabilityrendah.Hal ini membuat beton lebih dapat diterapkan atau cairan tanpa menambah kelebihan air. Perhatikan bahwa tidak semua admixtures meningkatkan kekuatan beton.Pemilihan dan penggunaan campuran yang didasarkan pada kebutuhan pengguna beton. Sebuah daftar dari beberapa admixtures lain dan fungsi mereka diberikan di bawah ini. Waktu juga merupakan faktor penting dalam menentukan kekuatan beton. terutama jumlah yang digunakan. BEBERAPA admixtures DAN FUNGSI TYPE FUNGSI AIR entraining meningkatkan daya tahan. Gambar 4: Sebuah plot kekuatan beton sebagai fungsi dari air untuk semen rasio.Hubungan antara air untuk semen rasio dan kekuatan yang ditunjukkan dalam grafik yang berikut. tapi workability yang baik. Pembentukan lambat dari produk hidrat terjadi dan terus asalkan air dan unhydrated silikat yang hadir. kontraktor kemungkinan untuk menambahkan lebih banyak air yang akan melemahkan beton dengan meningkatkan air untuk semen rasio massa. mengurangi masalah pembekuan / pencairan (deterjen khusus misalnya) Superplasticizers meningkatkan kekuatan dengan mengurangi air yang dibutuhkan untuk beton dapat dikerjakan (polimer khusus misalnya) Perlambatan penundaan waktu pengaturan. plastisitas. Air rendah untuk semen rasio mengarah ke kekuatan tinggi.Air yang tinggi untuk semen rasio mengarah ke kekuatan rendah.

Setelah itu digunakan pada industri pengolahan batu bara yang menggunakan boiler. Admixtures digunakan untuk: mengubah fluiditas (plastisitas) dari pasta semen. Agregat adalah partikel padat yang terikat bersama-sama oleh pasta semen untuk membuat batu sintetis yang dikenal sebagai beton. Luangkan waktu sejenak dan berpikir tentang semua beton bertemu Anda miliki dalam 24 jam terakhir. oksigen. Pembuatan beton adalah proses yang sangat kompleks yang melibatkan baik kimia dan perubahan fisik. meskipun penting untuk hidrasi beton dan pengerasan. Beton Kebanyakan dibuat dengan air untuk semen rasio massa mulai 0.Air.6. seperti kalsium.35-0.450 [[cincin]] C.kondisi yang tepat. Outlet Nozzle 6. seperti pasir. aluminium. Hal ini disebabkan oleh peningkatan porositas (ruang antara partikel) yang dibuat dengan proses hidrasi. silikon.Jumlah relatif dari setiap jenis dan ukuran dari setiap jenis agregat menentukan sifat fisik beton. Pada sebagian besar aplikasinya EP memiliki efisiensi pengumpulan partikulat sebesar (80-99. Teknologi EP ditemukan oleh Frederick Cattrell dan telah digunakan sejak tahun 1900-an. Instalasi pertama EP berhasil dengan sukses untuk digunakan sebagai penangkap asam Sulfat.Aditif ini disebut admixtures. Discharge Electrode Rapping Motor 5.Agregat bisa baik-baik saja. Produk merupakan campuran senyawa intim secara kolektif disebut klinker. Collecting Electrode 8.Kerusakan tersebut pada akhirnya menambah biaya karena pemeliharaan dan perbaikan struktur beton. Manhole 4. Manhole 7.Kontraktor harus dapat memperhitungkan faktor lingkungan dan menghasilkan struktur beton tahan lama jika faktor-faktor yang dipertimbangkan saat membangun struktur beton. Bahan baku yang digunakan untuk membuat semen adalah senyawa yang mengandung beberapa elemen bumi yang paling berlimpah. EP sangat efektif sebagai pengendali partikulat terutama yang berukuran kurang dari 10-20 μm (dominan pada ukuran submikron). (Lawrence K. High Voltage Transformer-Rectifier Unit 3. Adalah penting untuk membedakan antara semen dan beton karena mereka tidak sama.Hal ini karena air dapat mengangkut bahan kimia berbahaya ke bagian beton yang mengarah ke berbagai bentuk kerusakan. atau untuk memperpanjang umur struktur. atau kasar. Sejak tahun 1920 desain awal EP terus berkembang seperti yang dikenal sampai saat sekarang ini seiring dengan adanya pengetatan aturan lingkungan. Kekuatan beton berhubungan dengan air untuk semen rasio massa dan kondisi menyembuhkan. Eletrostatic Precipitator (EP) Alat pengendali debu yang berfungsi untuk memisahkan gas dan abu sebelum gas tersebut keluar dari stack salah satunya adalah Electrostatic Precipitator (EP). Beton Ringkasan Beton di mana-mana. pasir + pasta semen mortar = mortar + kerikil = beton Kadang-kadang bahan lainnya yang dimasukkan ke dalam batch beton untuk membuat karakteristik yang spesifik. Ini adalah bahan yang sangat penting dalam hidup kita. 2005) Berikut adalah komponen Electrostatic Precipitator : 1. dan besi. seperti kerikil. meningkatkan kekuatan (baik lentur dan kompresi ). Semen yang digunakan untuk membuat beton! (Semen + air) + agregat beton = Semen dibuat dengan menggabungkan campuran batu kapur dan tanah liat dalam kiln di 1. Kemudian dilanjutkan pada industri semen untuk menangkap debu klinker dan debu semen. Pengontrolan partikulat dari hasil proses industri merupakan masalah penting yang makin berkembang sejak mulai awal abad ke 19. Klinker ini ditumbuk halus ke dalam bentuk bubuk. juga dapat berperan dalam daya tahan menurun setelah strukturdibangun. Roof 2. kenaikan (mempercepat) atau penurunan (retard) pengaturan waktu. Semua struktur beton dibuat dari campuran semen dan air dengan agregat ditambahkan. Discharge .9)%. Internal Walkway 9. Sebuah air yang tinggi untuk semen rasio massa menghasilkan beton mutu rendah.

K. 1985) dalam Jati E. bukan dalam aliran gasnya sendiri seperti pada kasus dalam sebagian besar alat pengumpul dan pengendali lainnya. (2010).000 V dan digunakan pada industry besar seperti peralatan boilers pembakaran batubara. Mereka digunakan terutama untuk menggumpulkan partikel cair dan umumnya tidak direkomendasikan untuk mengendalikan material padat dan lengket (Peavy. (3) netralisasi charge pada pengumpul.000 ft3/min). (1985) dalam Jati E. (2010).000 m3/s (50.000 sampai 10. Kekurangan a.K. Mereka mungkin juga menjadi tidak efisien jika membangun dari material terkumpul menahan corona discharge dari elektroda negatif (Peavy. Thermal Insulation 14. Efisiensi sangat tinggi untuk partikel yang berukuran sangat kecil c. (Cheremisinoff. Empat langkah dasar dibutuhkan dalam mengoperasikan high voltage single stage precipitators seperti gambar 2. efisiensi. Plate pengumpul dasar lebih kecil dari 2. (2010). Electrical charge diberikan ke partikulat dengan melewatkan partikel melalui high voltage direct current corona. Dengan pengisian partikel (atau partikulat) dari debu atau abu dengan muatan listrik negatif.000. dan (4) Penghilangan untuk pembuangan (Peavy. Kelebihan dan kekurangan penggunaan Electrostatic Precipitator menurut Cooper (1986) dalam Jati E.000 sampai 2. 1985) dalam Jati E. Dapat di desain untuk skala gas yang tinggi 2. Peavy. yang mana berubah menjadi berdempetan ke partikulat dan memberikan mereka muatan negatif seperti ditunjukkan gambar Setelah diberi muatan. Charge wire berada 2. Tingkat efisiensi tinggi mungkin dicapai dengan meningkatkan area permukaan tetapi peningkatan harus diperbesar dalam jarak yang tinggi.K. Efisiensi daya ikat EP juga dipengaruhi oleh resistivitas debu.K.K. Bidang ionisasi bertegangan tinggi molekul gas dalam aliran udara.K. Hopper 12. komposisi kimia. Gas Distribution Screen 16.5 m/s (100 ft/min). Collecting Electrode Rapping Motor 11. . Inlet Nozzle 15. Penggunaan energi didalam pemisahan partikulat dari aliran gas limbah dengan suatu elektostatik presipitator dikeluarkan semata-mata dalam partikulat. Corona discharge antara wire charge partikel tersuspensi dalam aliran udara melewatinya. Sistem elektrostatik presipitator hanya beroperasi pada efisiensi puncak didalam jarak temperatur terbatas dan mereka mungkin menggunakan tenaga berlebih jika membangun dari material terkumpul menyebabkan “spark over”. Low voltage two stage units beroperasi pada 6000 sampai 12000 V dan diperuntukkan utama dalam penghubung dengan sistem pengkondisian udara untuk instalasi rumah sakit dan niaga.5 cm (1 inchi) terpisah dan charge positif dan negatif secara berurutan.9%. Mereka dapat menangani volume gas yang besar dari 25 sampai 10. Kelebihan a.3.K. 2002) Electrostatic Precipitator adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan (endapan) debu atau abu dari aliran gas. Memiliki biaya operasi yang rendah kecuali hendak mencapai efisiensi yang tinggi b. ukuran partikel. Ukuran EP mempengaruhi waktu treatment.5 sampai 5 cm (1 sampai 2 inchi) didepan plate dasar paralel. (2010) Electrostatic Precipitator pada umumnya membutuhkan ruang yang sangat luas untuk operasi industri dan biaya pemasangan yang tinggi. (2010) menyatakan bahwa presipitator low voltage mempunyai sebuah zona ionisasi pemisahan yang berada di depan collection plate. Cairan terkumpul pada permukaan plate dan kering oleh gravitasi ke collection chamber. lebih lama partikel tinggal di EP maka peluang untuk terikat oleh EP akan semakin besar. Terdiri dari collecting plate dan electrode dan peralatan listrik yang digunakan untuk menghasilkan dan mengendalikan rangkaian tegangan tinggi dan beroperasi pada prinsip dasar bahwa berlawanan tegangan. Beberapa faktor menentukan efisiensi EP. (2010). Dapat melakukan dry colection untuk material yang akan digunakan e.000 ft3/min) memiliki pressure drop yang rendah dan dapat dioperasikan secara kontinu dengan pemeliharaan yang kecil. Partition Plate of Hopper 13. (2010) Electrostatic Precipitator mempunyai penerapan yang luas. maka kemudian tertarik ke collecting plate bermuatan positif. (2) penggumpulan charge partikel pada permukaan bawah. (Peavy. partikel negatif berpindah terhadap elektoda positif dan terkumpul disana. Sangat tidak fleksibel untuk berubah sesuai kondisi operasional d. Mereka dapat digunakan untuk menggumpulkan acid dan tar mist tetapi mereka tidak dapat digunakan untuk material yang mudah meledak. 1985) dalam Jati E. temperatur gas. dengan kecepatan udara sekitar 0. Electrostatic Precipitator dapat diklasifikasikan dalam low voltage two stage units dan high voltage single stage units. Presipitator low voltage mempunyai kapasitas desain mendekati 10 m3/s (20.Electrode 10. Muatannya dinetralkan pada saat pengumpulan dan mereka dapat dipindahkan dari permukaan pengumpul dengan rapping. ukuran EP sangat mempengaruhi. dapat dilihat pada gambar 2. Harganya mahal b. adalah : 1. dan plain gravity. (Peavy. Discharge Electrode Support Insulator Typical desain terbaru Electrostatic Precipitator (EP) memiliki efisiensi antara 99% sampai 99. 1985) dalam Jati E. Memaksimalkan kekuatan medan listrik akan membuat kinerja EP jadi lebih maksimal juga. Tidak dapat mengontrol emisi gas c. High voltage single stage precipitators dioperasikan dalam 30. Dapat mengatasi volume gas yang tinggi dengan penurunan tekanan yang rendah d. Mereka sangat efisien (99 % atau lebih tinggi) untuk suatu jarak luas dari ukuran partikel bahkan ukuran submicron partikel dapat dikumpulkan. washing. 1985) dalam Jati E.4 : (1) electrical charging dari partikulat.

000 volts. 2007) Gas atau udara yang mengandung debu melewati medan dari tegangan tersebut (voltage field). Debu-debu yang menempel pada pelat-pelat itu kemudian dijatuhkan kebawah dengan cara memukul pelat-pelat itu oleh suatu pemukul (proses rapping). Turbular Precipitators Pada tubular electrostatic precipitator. Partikulat yang melewati zona bermuatan akan menyerap sebagian ion. pabrik kertas. Potensial listrik mengakibatkan perpindahan partikel-partikel debu yang bermuatan elektron tadi kearah pelat-pelat pengumpul debu (collecting plate) dan kemudian partikel-partikel debu tadi yang menempel pada pelat-pelat itu akan melepaskan muatan listriknya (electric charge). Setelah itu maka debu-debu tadi jatuh berhamburan ke bawah dan semuanya ditampung pada suatu tempat penampungan yang diletakkan di bawah pelat-pelat (hopper) yang selanjutnya dipindahkan pada mechanical conveyor (drag chain atau scew conveyor) ataupun dengan pneumatic system. Power supply ini terdiri dari step-up transformer. 2.000-100. Elektoda pengumpul adalah berupa pelat-pelat yang diletakkan berderet dan elektroda ini dihubungkan dengan bumi (ground). terjadi fenomena corona yang terlihat sebagai kilau sinar pada permukaan discharge electroda.Penggunaan EP jenis ini memerlukan desain yang baik. (Parker. Pada plate-wire EP ini gas mengalir diantara lempengan pararel dan elektroda bertegangan tinggi. pemurnian minyak. industri gelas dan lain sebagainya. Tabung yang digunakan dapat berbentuk : bulat. dapat beroperasi dengan baik menggunakan muatan positif maupun muatan negatif. Elektroda biasanya dialiri dengan listrik bermuatan negatif. Prinsip kerja alat ini adalah mengalirkan udara kotor melewati sebuah medan listrik yang berada di antara elektroda yang mempunyai polaritas berlawanan. 3. Corona menimbulkan ion gas dalam jumlah besar yang akan mengionisasi gas yang ada di sekitarnya sehingga terbentuk ion negatif dan sebagian kecil ion positif dari gas. boiler bertenaga batubara. Electrostatic Precipitator. Perpindahan elektron-elektron tersebut mempunyai kecepatan yang agak tinggi. Tidak bekerja pada partikulat dengan resistivitas elektrikal yang tinggi Prinsip Kerja Electrostatic Precipitator Prinsip dasar dari pengumpulan debu hanya sebatas pada penggunaan energi listrik untuk memberi muatan (negatif) ke partikulat di udara kotor atau aliran gas. Ketika tegangan meningkat. EP tipe flat-plate precipitator. Di antara eletroda pelepasan (discharge electrode) dengan elektroda pengumpul (collecting electrode) terdapat suatu tegangan DC yang tinggi. Oleh karena itu power supply untuk EP mengubah tegangan AC (220-480 volts) untuk tegangan DC berkisar antara 20. Pada umumnya digunakan muatan positif untuk mengurangi pemebentukan ozon. Tegangan lebih tingggi timbul dari sekitar discharge electrode. Kecepatan aliran yang rendah dapat menyebabkan kehilangan sejumlah partikulat yang seharusnya tidak terpisahkan. Corona tidak dapat terbentuk. Tipe-tipe Electrostatic Precipitator Menurut Buonicore dan Davis. Tujuan akhirnya adalah membersihkan partikulat yang telah terkumpul tadi. Elektroda merupakan bentangan kawat dan menggantung diantara lempengan. Tegangan yang dialirkan pada elektroda menyebabkan gas bermuatan listrik. yaitu elektoda pengumpul (collecting electrode) dan elektroda pelepasan (discharge electrode). Prinsip dasar Electrostatic Precipitator. Presipitator jenis flat-plate. Gaya listrik yang lebih besar diperoleh oleh partikel yang lebih besar. high-voltage rectifers. Pada EP tipe ini cocok untuk menangani gas dalam volume yang besar. Ini disebabkan karena discharge electrode mempunyai polaritas negatif sedangkan collecting electrode mempunyai polaritas positif. Partikel yang sudah diberi muatan tadi berpindah dan terikat pada collecting surface yang muatannya berlawanan (positif). Partikel aerosol ( diameter < 1µm ) dapat menerima ion. sedangkan partikel yang lebih besar ( diameter > 10 µm ) dapat menyerap sampai ribuan ion. oleh karena itu pembentukan corona dilakukan sebelum dan setelah zona pengumpulan lempengan datar (Flat-Plate). karena gaya listrik pada partikel yang kecil lebih lemah dibandingkan dengan partikel yang besar. Ada dua macam tipe dari elektroda yang terdapat di dalam alat pengumpul debu ini. Elektroda-elektroda ini berbentuk seperti jarum dan menempel pada sisi lempengan atau pada kawat bebas. Lempengan datar (Flat-Plate) meningkatkan medan listrik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan partikel. dekat dengan elektroda pengumpul dan elektroda pelepasan tersebut dihubungkan dengan tegangan yang tinggi. Electrostatic Precipitator dikonfigurasi dalam beberapa tipe. Tipe – tipe Electrostatic Precipitator itu sendiri yaitu : 1. proses ini yang dinamakan korona. insinerator buangan padat. elektroda bertegangan tinggi terletak pada sumbu tabung. Plate-Wire Precipitator Plate Wire EP ini digunakan pada industri-industri : semen. . Sedangkan elektroda pelepasan adalah berupa kawat-kawat juga diletakkan berderet. dan terkadang kapasitas penyaring. Flat-Plate Precipitators Beberapa presipitator berukuran kecil menggunakan lempengan datar (Flat-Plate) sebagai pengganti kawat. Pemukulan pertama dengan pemukulan kedua. 1992. Tabung-tabung dipararelkan untuk mengantisipasi peningkatan aliran gas.Memerlukan tempat yang luas e. pemukulan ketiga dan seterusnya mempunyai suatu interval (selang waktu) yang dapat diatur lamanya dengan suatu percobaan dan juga melihat tebalnya debu-debu yang menempel pada pelat-pelat. Maka dengan demikian gas-gas dan udara yang mengandung partikel-partikel debu itu akan dimuati oleh elektron-elektron.

Cooper. Di samping itu. dimana elektroda medan listrik dan elektroda pengumpul saling berdampingan. dimana kandungan uap air yang rendah mencerminkan tingginya suhu. 4. maka pengionisasi debu kurang optimal sehingga debu banyak lolos. Maka akan semakin sulit partikel untuk tertangkap oleh collecting plate. mengakibatkan beberapa partikel tidak terkena medan listrik. Ukuran Partikel Debu (Particle Size) Seperti diketahui bahwa EP beroperasi dengan cara memberikan gaya listrik kepada setiap individu dari partikel debu. Diasumsikannya bahwa ukuran partikel dan kecepatan migrasi gas adalah uniform untuk semua bentuk partikel gas.000 acfm. Untuk penggunaan di dalam ruangan. Suhu Gas (Gas Temperature) Temperatur gas yang masuk ke dalam EP harus dikendalikan agar berada di dalam jangkauan optimum yang menyebabkan debu dapat ditangkap. Resistivitas Debu (Dust Resistivity) Salah satu sifat debu yang sangat penting adalah resistivitasnya. Efektivitas bisa turun karena suhu terlalu tinggi atau terlalu rendah dari spesifikasi alat. yaitu tahanan jenis listrik (specific electrical resistance). ataupun segienam. Wet Precipitators Pada wet precipitator. Semakin rendah emisi yang dikeluarkan oleh cerobong. Dengan demikian partikel debu dengan ukuran £ 1 mikron akan lebih efektif ditangkap dengan penangkap debu selain EP. Diasumsikannya bahwa laju aliran yang melintas didalam EP adalah uniform. Aliran Gas (Gas Flow) Semakin tinggi kecepatan aliran udara berakibat pada makin tingginya kecepatan berpindah ion-ion. Kandungan Uap Air pada Gas (Moisture Content) Kandungan uap air sendiri sangat menentukan suhu. Ketidak seragaman corona yang terbentuk. 4. Dengan demikian maka kinerjanya sangatlah tergantung pada ukuran partikel debu yang dapat diberikan gaya listrik. 3. sehingga debu yang lewat menjadi lembab dan mudah mengeras pada elektroda konektor. bahwa semakin tinggi nilai efisiensi yang di dapat. dan biaya konstruksi yang lebih murah untuk ukuran yang kecil. Mengabaikan debu yang menempel kembali pada collecting plate yang mungkin terjadi pada saat rapping. Resistivitas debu sangat tergantung pada komposisi fisik dan kimia serta distribusi ukuran partikel debu. (2010) Dapat dilihat pada rumus di atas. EP tipe turbular precipitator.K. Persamaan ini dipakai untuk menentukan efisiensi penangkapan EP pada kondisi ideal.718 W = Kecepatan migrasi (m/s) Walaupun terbukti secara teoritis. pembentukan back corona yang lebih sedikit. 2. Apabila masih dalam kondisi operasi. yaitu: 1. dan sebaliknya jika kandungan uap air tinggi berarti temperatur rendah. sehingga peralatan otomatis akan mati untuk alasan keamanan. unit ini dioperasikan dengan menggunakan muatan positif untuk membatasi pembentukan ozon. Persamaan tersebut adalah: Dimana : η = Efisiensi penangkapan EP A = Luas efektif collecting plate dalam EP (m)2 Q = Laju aliran gas (m3/s) e = Bilangan natural 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Electrostatic Precipitator Faktorfaktor yang mempengaruhi desain dan kinerja electrostatic precipitator adalah sebagai berikut : 1. Debu halus akan lebih sulit untuk ditangkap dibandingkan dengan debu yang kasar. dan efisiensi EP akan berkurang. Perhitungan efisiensi EP dapat juga memakai persamaan yang sederhana sebagai berikut: η =x 100% Dimana : η = Efisiensi penangkapan EP Di = Konsentrasi debu pada inlet (mg/Nm3) Do = Konsentrasi debu pada outlet (mg/Nm3) Persamaan Deutch – Anderson hanya digunakan sebagai perhitungan efisiensi pendahuluan sebagai langkah prediksi kinerja EP yang direncanakan. maka kinerja EP . Hal ini disebabkan karena persamaan ini mengabaikan tiga variabel proses yang cukup penting. 5. air dialirkan secara intermitten atau kontinyu untuk membersihan partikel yang terkumpul di dalam tempat pembuangan. Tertutupnya elemen elektroda konektor oleh debu yang sudah mengeras disebabkan oleh rendahnya suhu pada EP dibanding suhu spesifikasi. namun dalam aplikasi dilapangan sering ditemukan kesalahan. Precipitator jenis ini biasanya digunakan untuk gas bervolume sampai dengan 50. Keuntungan penggunaan wet precipitator adalah tidak terdapat masalah pada kehilangan volume gas yang bisa diolah. Keuntungan precipitator two-stage adalah waktu charging yang lebih lama. Pada two-stage precipitator beroperasi secara seri dimana elektroda pengumpul diletakkan setelah elektroda medan listrik. Sehingga hal ini dapat mempengaruhi unjuk efisiensi peralatan. 5. Elektroda bertegangan tinggi beroperasi dengan satu jenis tegangan sepanjang tabung. Nilai efisiensi yang tinggi dapat ditandai dengan nilai emisi (dust out) nya rendah. 2. Two-Stage Precipitators Pada keempat precipitator di atas bekerja secara pararel. ataupun dengan back corona. Berikut disajikan gambar EP tipe wet precipitator. Kerugian precipitator ini ialah kompleksitas proses pencucian dan permasalahan pada penanganan lumpur yang dihasilkan. 6. faktor lain yang mempengaruhi resistivitas adalah kandungan uap air dan suhu dari gas.persegi. maka kinerja Electrostatic Precipitator juga semakin baik. Efisiensi Electrostatic Precipitator Untuk menghitung efisiensi sebuah EP dapat digunakan persamaan Deutch-Anderson. (1994) dalam Jati E. 3. Bila suhu terlalu tinggi. Tubular electrostatic precipitator dapat dilapisi dengan bahan untuk mencegah kerusakan akibat bahan berbahaya. maka berpotensi menimbulkan ledakan. Panjang tabung dipilih sesuai keperluan. Kandungan Gas CO Efektivitas EP juga bisa terganggu apabila kandungan CO melebihi kadar tertentu. dengan arah aliran ke atas atau ke bawah.

Setelah dua minggu belajar mengenai Leadership dan Company Profile. Semakin tinggi nilai emisi yang dilekuarkan oleh cerobong. maka kinerja EP menurun dan ditandai dengan nilai efisiensi yang rendah karena kemampuan untuk menangkap debunya berkurang karena debu yang ditangkap banyak. Ane dikasih gambaran secara umum mulai dari definisi semen. alat-alat atau unit proses yang ada di pabrik semen. Oke dah langsung sharing aja Gan! A. minggu ke-3 ini mulai lah belajar hal-hal teknis mengenai pabrik semen :D Hari pertama diminggu ke-3 Ane belajar mengenai Cemen manufacturing Process. tahapan-tahapan produksi semen.nya semakin baik. Sejarah Semen . dan sebaliknya. Posted by Rizky F Heryanto at 10:47 Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ Proses Pembuatan Semen (Cement Manufacturing Process) Udah tiga minggu aja Training di Perusahaan Semen ini. sampai indikatorindikator apa saja yang menggambarkan kualitas dari semen itu sendiri. Kinerja EP juga dapat dilihat dari nilai daya dan tegangan yang dihasilkan.ly/KNICZ Copy and WIN : http://ow.

Semen Portland adalah semen hidrolisis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak (klinker) semen portland terutama yang terdiri atas Kalsium Silikat yang bersifat hidrolisis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan bahan tambahan lain. Maksimum ukuran limestone yang masuk ke crusher adalah 1500 mm dan setelah keluar crusher menjadi sekitar 75 mm. Mungkin ada sebagian yang bingung gimana persiapan dari bahan baku yang lain seperti clay. Tahapan penambangan seperti pada umumnya. Pada storage ini. Berikut tahapan tahapan produksi semen. Setelah limestone melewati crusher. sebagian ada yang terlalu kecil. sehingga hasil tambang tadi dibawa ke Crusher. Pasir silika yang banyak mengandung SiO2 4. limestone yang ukurannya berbeda tersebut disebar merata (komposisinya) sehingga homogen. haulage dan loading. Clay (tanah liat) yang banyak mengandung SiO2 dan Al2O3 3. yang kemudian dia sebut Semen Portland. . seperti stack dan reclamer yang masing-masing ada macammacamnya juga (terlalu panjang buat dijelasin. pasir silika dan pasir besi. Ukuran limestone hasil tambang umumnya masih besar. Crusher berfungsi untuk mengecilkan ukuran limestone hasil tambang. Raw Material Extraction & Preparation Pertama-tama dilakukan persiapan bahan baku baik penambangan (quarry) limestone maupun clay. limestone tersebut ditampung di sebuah tempat (storage). Proses Pembuatan Semen Sebelum masuk ke proses pembuatan. John Smeaton udah bikin ramuan cikal bakal semen. bikin bingung emang hahaha :D tapi kalo udah ngerti. Josep Aspdin lah yang mengurus hak paten pada tahun 1824. Dinamai begitu karena warna hasil akhir olahannya mirip tanah liat yang ada di Pulau Portland. selengkapnya bisa di liat di referensi mengenai penambangan. Ketiga bahan baku itu juga punya treatment sendiri-sendiri. B. ada drilling. Ditempat ini terjadi proses pre-homogenization.Sebenernya. artinya ukurannya belum sama. yaitu adonan campuran antara batu kapur dan tanah liat yang kemudian dia pakai untuk membangun menara suar Eddystone di lepas pantai Comwall. blasting. Limestone hasil dari crushing tadi tentunya belum sepenuhnya memiliki ukuran yang sama. Limestone (batu kapur) yang banyak mengandung CaCO3 2. Seorang insinyur yang juga berkebangsaan Inggris. kita mesti tau dulu bahan baku apa aja sih yang dipakai buat bikin semen? 1. Kenapa yang dibahas hanya batu kapur? itu karena batu kapur merupakan bahan baku utama hehehe. Kalo dilihat dari definisinya. Inggris. Pasir besi yang banyak mengandung Fe2O3 Sebenernya proses pembuatan semen itu intinya mengabil oksida-oksida yang terkandung di empat bahan baku di atas yang pada akhirnya membentuk mineral-mineral baru yang membentuk komposisi semen. Tapi. silahkan searching2 aja di google hehehe). bukan Smeaton yang mempatenkan cikal bakal semen ini. Inggris. abad ke-18 (ada juga yang bilang 1700 M) seorang insinyur Sipil. 1. bisa lah dicerna Gan :D C. Definisi Semen Portland Menurut SNI 15-2049-2004. Ada beberapa alat yang dipakai pada proses pre-homogenization ini.

Bin Silo Dari sini lah keempat bahan baku tersebut mulai dicampurkan.2. Raw Meal Preparation Dari storage tersebut limestone dibawa oleh belt conveyor menuju bin silo. demikian pula dengan clay.13.1. Umumnya untuk membuat semen portland (Tipe I) adalah sebagai berikut: 1. Pasir Silika (+/.5%) 3.3%) 4. pasir silika dan pasir besi masuk ke bin silo masing-masing seperti gambar berikut. (prinsip kerja dan macam-macam RM dapat dilihat di referensi lain juga hehehe) seperti pada gambar berikut.maka itu lah yang disebut Raw Material. Pasir besi (+/.5%) Setelah bahan baku tersebut dicampur.82%) 2. Limestone (+/. Clay (+/. . Bahan baku tersebut kemudian masuk ke dalam unit operasi yang disebut Raw Mill (RM).

-” Intinya. Separating Selama proses di RM. Grinding Material campuran yang masuk dihaluskan lagi. bahan material ini disebut dengan istilah Raw Mix atau Raw Meal. Transport Untuk menjelaskan ini harus tau dulu prinsip kerja RM -.Verticcal Raw Mill Tujuan utama Raw Mill adalah: 1. material yang sudah halus kemudian menuju tahapan proses berikutnya. Raw meal ini kemudian masuk lagi ke sebuah storage atau biasa disebut Blending Silo. hot gas yang dipakai untuk ngeringin material juga berfungsi untuk mentransportasikan material campuran tersebut. 7 Mikro kalo ditiup hot gas kan terbang dia :D 4. sedangkan yang masih kasar akan terus mengalami penggilingan (grinding) sampai halus. Bayangin aja Gan. Selain . yang semula 700 mm. Media pengeringan adalah hot gas yang berasal dari Kiln (Kiln tar kita ketemu di depan Gan hehe) 3. setelah keluar dari RM menjadi 9 Mikro. Drying Material campuran dikeringkan sampai kelembaban 1%. 2. Setelah keluar dari RM.

Clincker Manufacture Raw Meal kemudian masuk ke sebuah unit operasi yang disebut dengan Pre-heater. Pre-homogenization materialnya hanya limestone saja. seperti gambar berikut. Pre-heater Namanya juga Pre-heater. umunya terdiri dari 4-5 siklon (4-5 stage) seperti gambar berikut. Naaah. Sehingga proses homogenisasi yang dilakukan bertujuan untuk memaksimalkan pencampuran dari keempat bahan tersebut. Inti utamanya dari proses pemanasan ini adalah untuk terjadinya proses Pre-calcination. Proses kalsinasi adalah sebagai berikut: CaCO3 —-> CaO + CO2 Reaksi ini terjadi pada suhu sekitar 800°C (Untuk lebih jelasnya. Proses kalsinasi di Pre-heater hanya sekitar 95% nya. 3. Proses Homogenization intinya sama kek Pre-homogenization.bertujuan untuk penyimpanan sementara. Namun. sisanya dilakukan di Kiln (pokonya kalo pengen lebih jelas. Media pemanasan sama kek di RM. Blending Silo berfungsi untuk tempat homogenization. Setelah keluar dari Pre-heater. sedangkan Homogenization terdiri dari empat bahan baku semen. dari reaksi di atas. cuma ukurannya aja yang beda dan bahan penyusunnya juga sudah tercampur. pelajari prinsip kerja Pre-heater Gan :D). Pre-heater ini terdiri dari beberapa siklon. fungsinya sebagai pemanasan awal sebelum masuk ke proses selanjutnya. Dari proses kalsinasi ini mulai lah terbentuk oksida-oksida pembentuk Klinker (hasil proses di Kiln). . material ini disebut dengan Kiln Feed. Kiln Feed ini masuk ke unit operasi pembentuk klinker (terak) yang disebut dengan Rotary Kiln. silahkan pelajari unit operasi Pre-heater dari referensi lain hehehe). yang paling utama adalah CaO nya Gan. yaitu berasal dari hot gas dari Kiln.

Keamanan (safety) dalam melakukan transportasi dan storage 3. Kualitas Klinker itu sendiri Nah. dan lain sebagainya.Al2O3.Al2O3) 4. Natural Gas. di Kiln terjadi reaksi-reaksi logam sehingga dihasilkan mineral-mineral baru. Kenapa harus demikian? tujuannya diantaranya: 1. Heat recuperation 2.Rotary Kiln Di sini terjadi proses kalsinasi lanjutan. kira-kira kek gambar berikut. Bayangin aja Gan. Tadi kan material itu udah dihalusin di Raw Mill jadi kek powder. biasanya digunakan batu bara. Setelah melewati Kiln. karena proses-proses kimia yang dilalui di Kiln maka material ini jadi Klinker. tibatiba aja didinginin ampe suhunya 100ºC. nah setelah lewat Kiln ini. Suhu sebesar ini diperoleh dari pembakaran bahan bakar. abis dipanasin ampe 1400ºC.SiO2) 2. Klinker ini lah cikal bakal semen Gan. yaitu: 1. . C4AF (4CaO.SiO2) 3. C3S (3CaO.Fe2O3) Mineral-mineral di atas yang kemudian membentuk Clincker (klinker/terak). klinker ini masuk ke dalam Cooler. C3A (3CaO. Petroleum Coke. C2S (2CaO. IDO (Industrial Diesel Fuel Oil). Pada suhu sebesar ini. Suhunya mencapai sekitar 1400ºC.

Cemen Mill nya berputar sehingga bola-bola tersebut menggerus klinker menjadi powder lagi. Setelah halus. digerus pake bola-bola besi Gan. biasanya komposisi Klinker ditambah oleh bahan-bahan tambahan seperti Gipsum. yaitu semenjak proses pencampuran oleh Bin Silo yang dilakukan sebelum masuk ke Raw Mill. Pozzolan. Packing and Dispatch .Clinker (klinker) Kualitas dari Klinker ini sebetulnya bisa dikendalikan. Indikator-indikator kuliatasnya adalah dengan menghitung nilai LSF (Lime Stone Factor). Untuk membuat semen Tipe I cukup ditambah gipsum saja. Nilai ini juga dapat memandu kita untuk membuat berbagi jenis atau tipe semen. SM (Silica Modulus) dan AM (Aluminate Modulus). Klinker ini kemudian dilewatkan ke Finish Mill. klinker ini berubah namanya menjadi hasil akhir yaitu semen:) Semen ini kemudian ditampung di Cement Silo sebelum akhirnya dikirim ke Bin Cement untuk proses Packing and Dispatch. 4. Cement Grinding Setelah melewati Cooler. Naah oleh equipment ini lah maka si Klinker berubah lagi menjadi powder. Jadi di dalem Cement Mill ini klinker tadi di tumbuk. Trash dan lain sebagainya. Finish Mill atau Cement Mill Sebelum digiling. Bentuk Cement Mill atau Finish Mill kek gambar berikut. 5.

Semoga bermanfaat Gan :D . alangkah baiknya jika tau prinsip kerja dari unit operasi/equipment yang dipakai dan mengerti tahapan-tahapan proses kimia yang terjadi selama proses pembuatan semen. Untuk lebih mengerti. Bulk (curah) Yaah…segitu aja gan gambaran kasar mengenai proses pembuatan semen. Setelah dari Cement Silo. semen ditransport ke Bin Cement dan akhirnya ada yang di packing dan ada yang dimasukan ke bulk (curah).Langkah terakhir adalah pengepakan semen-semen.

57. Alumina. Vermiculite. Kapur. Rotary Kiln Rotary Kiln adalah sebuah perangkat pyroprocessing yang digunakan untuk menaikkan material sampai pada suhu tinggi (kalsinasi) dalam suatu proses berkelanjutan. Titanium dioksida. Sebagian besar yang saya dapatkan dalam artikel ini saya nukil dari Wikipedia. Mungkin bagi sebagian orang masih asing mendengar istilah ini.Knowledge: Rotary Kiln Dwi Cahyono 12. Refraktori. Kenapa saya mengangkat tema ini. Metakaolin. Bijih besi . sekalian karena pada proyek yang ikuti sekarang terdapat sesosok makhluk Kiln tersebut.00 PM Sekarang saya akan mencoba mengangkat masalah yang agak membutuhkan energi. berikut penjabarannya. yaitu Kiln. karena selain saya tidak tahu (hanya pernah dengar). Sebelumnya akan saya spesifikkan yang akan saya bahas di sini adalah Rotary Kiln. Material yang biasanya diproduksi menggunakan rotary kiln meliputi: Semen. Rotary Kiln (wikipedia) .

Rotary Kiln pada Proyek Chemical Grade Alumina. Tayan .

Karena kiln berputar. yang diputar perlahan pada porosnya. yang paling banyak dipakai adalah batu bara bubuk.Prinsip Operasi Kiln adalah bejana silinder. Gas panas melewati sepanjang kiln. atau dapat dihasilkan oleh api di dalam tungku. tetapi biasanya dalam arah yang berlawanan (counter-current). maka material secara bertahap bergerak menuju ujung bawah. Bahan bakar untuk pembakaran ini bisa berasal dari gas. dan tentunya akan mengalami sejumlah pengadukan dan pencampuran. Material yang akan diolah dimasukkan ke bagian atas silinder. Gas panas dapat dihasilkan dalam tungku eksternal. kadang-kadang dalam arah yang searah dengan material yang diproses (co-current). minyak atau batu bara bubuk. Api yang dihasilkan dari burner-pipe (atau firing pipe) berperan seperti Bunsen-burner yang besar. diletakkan pada posisi horizontal dan sedikit miring. .

5% dari panjang). Penempatannya biasanya terletak pada posisi poros arah timur / barat karena untuk mencegah Eddy current . Refractory Lining . Ukuran diameter dibatasi sampai pada diameter tertetu karena untuk mencegah kecenderungan shell yang akan berubah bentuk penampangnya menjadi oval yang disebabkan oleh berat kiln tersebut. dilas untuk membentuk sebuah silinder yang yang panjangnya bisa mencapai 230 m dengan diametre 6 m. lapisan tahan api (refractory lining).Konstruksi Komponen dasar dari rotary kiln adalah shell. gigi drive (drive gear) dan penukar panas internal (internal heat exchanger). support tyres dan rollers. ketebalannya biasanya antara 15 dan 30 mm. hal ini ini merupakan konsekuensi kiln selama berputar.1 sampai 0. tetapi akan menjadi sulit untuk mengatasi perubahan panjang/pemuaian akibat dari pemanasan dan pendinginan jika kiln terlalu panjang (biasanya sekitar 0. Untuk ukuran panjangnya tidak ditentukan berapa batasnya. karena kiln berbentuk silinder. Kiln Shell Kiln shell Ini terbuat dari plat baja ringan yang di-rol.

dan juga harus terlindungi dari panas kiln dan masuknya debu. Kiln biasanya berotasi pada 0. dan memungkinkan untuk berotasi dengan meminimalisir gesekan sekecil mungkin. Sebuah kiln yang dirancang bagus.bearing juga harus mencegah kiln agar tidak tergelincir dari rol. biasanya terdiri dari baja cor tunggal annular (single annular steel casting). sementara kiln yang pendek mungkin hanya memiliki dua. Bantalan (bearing) dari rol harus mampu menahan beban statis dan beban hidup yang terlibat.5-2 rpm. dan scanner inframerah digunakan untuk memberikan peringatan dini "hot-spot" apabila terjadi indikasi kegagalan pada refraktori. Refractory Lining dapat terdiri dari batu bata tahan api atau beton cor tahan api. Rol harus menopang kiln. Refraktori dipilih berdasarkan suhu di dalam kiln dan sifat kimia dari bahan yang diproses. dan akan ditopang tiga ban dan set rol sepanjang kiln. Selain menahan rol. Support Tyres dan Rollers Ban. Ketebalan lapisan umumnya dalam kisaran 80-300 mm. . tapi kadang-kadang juga sampai 5 rpm. Perlu beberapa kecerdikan desain agar ban sesuai dan pas dengan shell. misalnya semen. Suhu shell perlu dipertahankan sekitar di bawah 350 °C untuk melindungi baja dari kerusakan. menyebabkan kecekungan. umur refraktori dapat bertahan lama dengan menjaga lapisan dari bahan yang diproses pada permukaan refraktori. kadang-kadang disebut riding rings. tetapi masih memungkinkan gerakan termal.Tujuan dari lapisan refraktori adalah untuk melindungi shell baja dari suhu tinggi di dalam kiln. Kiln pada pabrik semen modern biasanya berotasi pada 4 sampai 5 rpm. cembung atau kerucut pada kedua permukaan ban dan rol. Gesekan antara ban dan rol. Pada umumnya kiln dengan dimensi 6 x 60 m. Tipikal refraktori akan mampu mempertahankan penurunan suhu 1000 °C atau lebih antara permukaan panas dengan permukaan dingin. Dalam beberapa proses. yang kemudian permukaannya dihaluskan. Kiln yang panjang mungkin memiliki 8 set rol. ketika listrik terputus maka akan berayun seperti pendulum berkali-kali sebelum datang untuk berhenti. memiliki massa sekitar 1100 ton termasuk refraktori dan segala isinya. dan untuk melindunginya dari sifat korosif dari material proses.

sehingga diperlukan variable speed drive untuk mengontrol masalah ini.Tyre & Roller (wikipedia) Gear Drive Kiln biasanya diputar dengan Single Girth Gear. Kecepatan aliran material melalui kiln sebanding dengan kecepatan rotasi. Gigi harus memiliki torsi awal yang tinggi untuk menggerakkan kiln dengan beban eksentrik yang besar. Gigi tersebut dihubungkan melalui gear train menggunakanvariable-speed electric motor. Sebuah kiln 6 x 60 m membutuhkan sekitar 800 kW untuk memutar pada 3 rpm. .

Penukar panas yang paling umum digunakan terdiri dari rantai menggantung menyerupai tirai dengan aliran gas. pada bagian kiln yang lebih dingin karena dimensi kiln yang panjang sehingga pemanasan awal belum merata. maka kiln sering dilengkapi dengan penukar panas internal untuk mendorong pertukaran panas antara gas dan feed. dan memberikan panas ke feed saat feeddimasukkan ketika kiln berputar. Alat ini terdiri dari scoop atau lifter yang memancarkan feed melalui aliran gas. atau mungkin menyisipkan logam yang panas di bagian atas kiln. .Gear yang berwarna putih (kamera hp) Penukar Panas internal Pada kiln terjadi pertukaran panas yang mungkin oleh konduksi. Dalam proses suhu rendah. konveksi dan radiasi.

.Efisiensi termal Efisiensi termal dari rotary kiln sekitar 50-65%.