You are on page 1of 8

JOHN DEERE COMPONENT WORKS

Latar Belakang John Deere
John Deere didirikan pada tahun 1937 oleh John Deere, pandai besi yang mengembangkan
alat bajak baja pertama yang sukses secara komersial. Tahun 1970 Deere menghabiskan lebih
dari satu miliar dollar untuk modernisasi pabrik, perluasan usaha dan perkakas. Selama tiga
dekade, Deere mengembangkan lini produknya, membangun pabrik baru dan menjalankan
usaha sesuai dengan kapasitas pabrik, namun tetap tidak mampu untuk memenuhi
permintaan.
Pertengahan tahun 1980, Deere menjadi perusahaan yang bergerak dalam bidang pertanian
dan perkebunan terbesar di dunia. Di tahun itu pula komoditas pertanian mengalami
penurunan dan oleh karena itu, Deere mengambil beberapa kebijakan yaitu menurunkan level
operasinya, memotong biaya yang memungkinkan, meningkatkan tekanan untuk mendorong
pengambilan keputusan, dan melakukan restrukturisasi. Untuk meningkatkan volume
produksi, Deere ingin agar produksi komponennya memasok untuk perusahaan dan industri
lain.
John Deere Component Works (JDCW) adalah subdivisi dari perusahaan John Deere, yang
fokus dalam pembuatan bagian-bagian komponen traktor. Pada pertengahan 1980, terdapat
permasalahan kelebihan kapasitas yang tersedia meningkat. Untuk menyelesaikan masalah ini
JDCW berusaha untuk melakukan efisiensi dengan mengambil tawaran dari dalam
perusahaan. Namun, itu bukan penyelesaian dari permasalahan yang ada. Permasalahnnya
adalah tawaran dari para pesaing lebih kompetitif, hal ini terjadi dikarenakan terdapat
permasalahan dalam sistem akutansi biaya yang diterapkan oleh JDCW.
Perubahan antara tahun 1970-an dan 1980-an:
1. Penjualan ditingkatkan melalui 1982 tapi kemudian mulai menurun;
2. runtuhnya nilai-nilai lahan pertanian dan harga komoditas di tahun 1980 meningkat
kompetisi;
3. Nilai dolar tinggi mengurangi AS melakukan Ekspor;
4. Deere disesuaikan tingkat operasi ke bawah, memotong biaya di mana mungkin,
peningkatan penekanan pada mendorong pengambilan keputusan ke bawah dan proses
manufaktur direstrukturisasi.
5. Deere mendorong pensiun dini, dan tidak memberikan pesangon pada sebagian besar
orang-orang yang keluar.

Pendekatan ABC menggabungkan biaya overhead langsung dengan produk. Pada Tahun 1983. Sehingga dalam menciptakan perkiraan biaya produk akan lebih akurat. dan Gear dan divisi Produk Khusus. struktur biaya yang lama bekerja cukup baik di masa lalu karena perusahaan memproduksi produk yang sama dan telah konsisten secara berkala. manager akan termotivasi untuk mempertimbangkan bahwa sistem biaya yang lama kurang memadai. Aktivitas volume yang rendah merupakan efek yang sangat merugikan mesin dan bisnis karena mesin tersebut lebih efisien untuk produksi bervolume tinggi. dan campuran pelanggan. Selama tahun 1970. Hydraulic Division (piston dan valve). jam mesin dan harga material. sehingga total biaya overhead dialokasikan pada produk berdasarkan aktivitasnya. Dalam permasalahan ini produk yang dihasilkan bahkan berbeda dari segi satuan dan volume. transmisi) dan The Gear and Special Product (gear shaft. Secara khusus. Pada pertengahan tahun 1980. Informasi mengandalkan pada angka tahun-tahun sebelumnya. besi kor dan sekrup). Penjualan internal dan transfer pricing . meningkatkan pemasok dan pelanggan hubungan.6. dan melakukan kegiatan yang lebih efisien. JDCW memproduksi suku cadang kurang dari kebutuhan. Untuk meningkatkan operasi mereka dan membuat aliran lebih efisien melalui produksi mereka berpisah tiga subdivisi: Hidrolik. Penggunaan biaya standar memungkinkan JDCW untuk membandingkan biaya overhead tenaga kerja aktual dengan tingkat yang dianggarkan untuk menentukan biaya overhead tahun-tahun berikutnya. campuran produk. kegiatan operasi dan peralatan JDCW telah dirancang untuk membantu divisi traktor sebesar 150 unit per hari. Drive Trains Divions (as. JDCW sempat menerapkan transfer pricing antar divisi. Bahkan. meningkatkan desain produk dan jasa. Divisi Kereta Drive. Metode ABC memungkinkan biaya overhead yang terjadi pada produk sesuai dengan kegiatan. JDCW memiliki 3 divisi. Pada JDCW alokasi Overhead didasarkan pada jam tenaga kerja langsung. keputusan manajerial akan mencakup modifikasi dari harga. Dalam menerapkan sistem ABC. tapi menggunakan metode full cost.

departemen akuntansi JDCW menetapkan kembali tarif overhead berdasarkan dua studi. Pabrik peralatan diminta untuk membeli secara internal komponen-komponen utama. Overhead (direct+period) applied on direct labor. turning machines dan heat treating. Ketiga departemen ini dibedakan berdasarkan diameter barstock yang dapat dibuat oleh mesin tersebut berdasarkan katup dalam mesin. sebagian orang memprediksi bahwa produk turning machine akan menjadi fokus yang menjanjikan. pada saat terjadi kelebihan kapasitas. Overhead (direct+period) applied on material dollars. Kebijakan perusahaan menyatakan bahwa transfer pricing antara divisi ditentukan pada nilai full cost. divisi yang akan melakukan pembelian harus menggunakan direct cost dan bukan full cost sebagai acuan untuk dibandingkan dengan tawaran harga pasar. Pada divisi gear dan special products. . Turning machine ini memiliki tiga departemen di JDCW. Turning Machine Businness Pada awal tahun 1984. Overhead (direct+period) applied on ACTS (Actual Cycle Time Standards) machine hours. lembaran logam. Turning machine ini mengubah bahan mentah menjadi komponen akhir dan merupakan kegiatan operasi divisi yang paling independen. Direct Material. JDCW menjumlahkan unsur-unsur biaya-biaya terdiri dari:      Direct Labor (run time only). Perusahaan juga memiliki kebijakan make-buy. misalnya transmisi desain lanjutan dan roda yang akan memberikan keuntungan kompetitif pada Deere. Menetapkan Tarif Overhead Setiap satu tahun sekali. menggiling. menentukan nilai standar dari dirrect labor dan machine hours dan total overhead untuk tahun berikutnya dengan menetapkan volume normal. Dalam studi normal.Hampir seluruh penjualan JDCW merupakan penjualan internal. operasi JDCW berada jauh di bawah kapasitas dan para manajer menyadari bahwa mereka tidak dapat menunggu hingga pasar agrikultur berubah menjadi lebih baik. studi normal dan studi proses. JDCW Standard Cost Accounting System Dalam perhitungan dengan standard costing. Studi proses meruntuhkan overhead yang diproyeksikan pada volume normal di antara 100-plus proses JDCW seperti lukisan.

volume dihitung secara jangka panjang. bagian A103 biaya US$22. dengan sistem biaya saat ini. ketika perusahaan berubah proses produksinya ke sistem baru (otomatis). Di bawah sistem Biaya Standar. Pada dasarnya.Metode biaya ini tidak menyediakan sistem untuk menghitung alokasi biaya pada JDCW. Akuntansi biaya standar yang digunakan oleh perusahaan dirancang untuk menangani proses produksi langsung padat karya dengan biaya overhead sedikit. secara bersamaan meningkatkan biaya overhead. Kegagalan dalam sistem biaya yang ada karena beberapa faktor. dan pengaturan lainnya. biaya JDCW akan menjadi lebih akurat. Namun. maka biaya yang muncul atas aktivitas tertentu. quality assurance departement harus mencakup perhitungan varians ini dalam laporan mingguan. Hal ini akan memberikan keuntungan JDCW dalam melakukan penawaran. Peningkatan biaya overhead yang cukup signifikan ini diwujudkan melalui peningkatan pengawasan. yang akan mencegah penyempitan efisiensi biaya. analisis manajerial sangat minim karena kurangnya informasi biaya yang mendalam. Namun. bagian biaya US$32. perbandingan dari dua sistem biaya tersebut dapat dilihat pada bagian A103 menyoroti perbedaan tersebut.18. jam mesin langsung. Kelemahan selanjutnya adalah bahwa masalah accounting department melaporkan hanya menunjukkan kegiatan operasional harian dan tidak mengevaluasi kinerja masing-masing bagian. terutama ketika perusahaan berupaya untuk mengatasi volume produksi yang benar-benar "asing" untuk tren produksi sejarah perusahaan. dan jumlah biaya overhead. Sistem ini juga gagal untuk menghitung varians pemakaian bahan. Untuk lebih jelasnya . . akan terdapat kesulitan pada saat terdapat kenaikan atau penurunan permintaan produksi. Untuk ukuran yang lebih akurat dari pemakaian bahan. Dalam hal JDCW menghitung tenaga kerja standar langsung. listrik. tidak akan diakui. ketika JDCW merubah tarif biaya overhead untuk tahun yang akan datang. Dengan hanya menggunakan tiga tingkat overhead sistem yang ada.80 sedangkan dengan metode ABC. pemeliharaan. Sistem ini akan mengakibatkan ketidakakuratan yang serius. antara lain: 1. Jika tawaran JDCW menggunakan metode ABC. perkiraan didasarkan pada angka-angka tahun sebelumnya (historical cost). 2. jika volume produksi yang sebenarnya tidak untuk jangka panjang hal ini tidak diperhitungkan. Kelemahan-kelemahan ini membuat JDCW tidak dapat mengetahui keakuratan biaya yang sebenarnya.

harus menentukan cost driver terlebih dahulu. Efek perilaku . Dalam activity based costing . sistem Standar Biaya tidak sesuai sehingga menyulitkan JDCW untuk mencapai angka yang tepat. namun hasil yang diperoleh sangat bervariasi. menyediakan manajemen dengan alokasi biaya yang lebih akurat. Tingkat korelasi/hubungan 2. Metode ABC memungkinkan biaya overhead yang ditugaskan untuk produk sesuai dengan proporsi permintaan yang tempat setiap produk pada kegiatan itu. biaya yang terkait dengan produk. Oleh karena itu. yang berhubungan dengan batch atau fasilitas mempertahankan tidak akurat dialokasikan. menciptakan perkiraan biaya produk yang lebih akurat Berdasarkan penjelasa di atas. Metode ABC. Karena sistem standar mendasarkan biaya pada volume yang terkait tingkat biaya overhead. ada yang biayanya menjadi lebih kecil dan menjadi lebih besar. terdapat kriteria untuk penentuan cost driver: 1.Sangat penting bahwa JDCW perubahan dari Standard Costing ke Activity Based Costing. Penggunaan standard costing system yang tidak sesuai dengan nature perusahaan yang besar dan memproduksi barang yang sangat bervariasi dan tidak mencerminkan actual cost per unit. di sisi lain. Perusahaan menyadari adanya kesalahan dalam menentukan biaya dengan penggunaan standard costing dan beralih menggunakan activity based costing. memberikan JDCW indikasi lebih dekat dari perilaku biaya overhead-nya. Biaya pengukuran 3. total biaya overhead yang lebih baik dialokasikan untuk produk. 2. Jika jumlah biaya overhead didasarkan semata-mata atas dasar volume yang terkait. permasalahan yang terjadi di perusahaan yaitu: 1. Dengan munculnya teknologi baru yang bekerja di JDCW. akan menghasilkan distorsi karena tidak semua biaya yang didorong oleh volume produksi. Hal ini penting karena sistem Standar Biaya hanya bekerja dengan baik dalam lingkungan produksi yang stabil. memungkinkan untuk membuat tawaran yang benar-benar mewakili biaya produksi. Karena pendekatan ABC mengasumsikan bahwa biaya overhead dapat ditelusuri langsung ke produk.

Dalam melakukan analisa permasalahan yang terjadi. Biaya ini termasuk depresiasi. Setup Hours.000 dan dibagi oleh total direct labor 1. biaya overhead yang muncul dari aktifitas perpindahan barstock ke dalam mesin dan perpindahan komponen-komponen yang dihasilkan ke tahap selanjutnya. Hanya 58 suku cadang yang harganya dibawah penawaran dari luar. 2.111. total muatan diestimasikan berdasarkan 6 tahapan.050 parts di dalam sistem.898. biaya overhead dihubungkan keseluruhan. overhead yang dihasilkan dari beroperasinya turning machine. Total biaya yang digunakan untuk turning machine USD 4. Direct Labor. Biayanya USD 1. antara lain: 1.000 yang menghasilkan overhead rate untuk aktivitas sebesar 111%. Seluruh direct labor yang menunjang overhead dapat dijumlahkan menjadi USD 1. Overhead rate-nya USD 19.000 dan dibagi total machine hour USD 242.000 yang ketika didistribusikanke 2. biaya overhead didapat dari total biaya USD 999. dihasilkan dari kegiatan penjualan yang menghasilkan pesanan komponen-komponen. menghasilkan head tax USD487 per komponen 4.000) dibagi rata ke setiap produk dengan dasar value added. Total general dan administratif (USD 998. Hal-hal yang dipengaruhi setelah implementasi ABC . Production Orders. Number of Parts. 7. tidak hanya pada suatu aktifitas atau proses manufaktur tertentu.000 dibagi estimated number of setup hours 32.70 per hour overhead rate untuk aktifitas ini 3. JDCW melakukan penawaran sebanyak 275 suku cadang. Machine Hours. dialokasikan berdasarkan karyawan langsung yang menangani pembuatan komponen-komponen.045.42 yang dihasilkan dari membagi total biaya yang dialokasikan (USD 303. Material handling. Setelah menentukan aktifitas yang signifikan untuk mengalokasikan total overhead. ditambah pengalokasian biaya aktifitas dan fasilitas. overhead yang dihasilakn berdasarkan perubahan dari tugas yang harus dijalankan.88 5. General dan administratif.714. dalam tahap kedua JDWC dapat menentukan biaya per unit produk berdasarkan ketujuh cost driver untuk menghasilkan satu unit produk.000 yang menghasilkan USD 16.000) dengan tota muatan (15. JDCW membagi 7 cost driver.150 yang menghasilkan biaya USD 114 setiap production order 6.900 yang dihasilkan overhead rate per jamnya USD 33.600). Total biaya dibagi dengan total pesanan produksi per tahun 7.

89 Machine Hours OH = 27. 4.031 = 5.54 Production Order OH = (114.097 x 6.56 x .76 = 2. 2.62 Machine Operation OH = (8.11 x .44 Overhead: Labour Support OH = 1. 3.310 = 8.185 x 12.185 x 12. Dapat mengkalkulasikan cost at par level of utilization. “market-based price” Process planning. 4.2 x 2) / 80 = 3. memperbaiki sistem transfer pricing ang telah diterapkan.185 labour hours x 12.62 Total Cost (per 100 parts) $22.76 x 4. Mengkalkulasi jumlah tahun berjalan yang dapat menghasilkan biaya manufaktur terendah setiap tahunnya.36 Direct Materials = 6.05 x . terhadap 1.86 .76 = 4. Penawaran. 3.27 x 2) / 80 = 2.36 Direct Materials = 6. Dapat menghasilkan data biaya trade-off bila harga pembelian material komponen yang berbeda.71) x . walaupun metode ABC yang dikembangkan berbasis normal volume.76/hr = 2. Cell Arrangement Layout STANDARD METHOD Total Cost = Direct Labor + Direct Materials + Overhead Direct Labor = .44 = 0.54 Materials Handling OH = .44 Overhead = Direct + Period Direct Labour OH = 2.15 Machine Setup OH = (33.185 x 12. dengan metode 2. Low value-added parts. Membandingkan setup mesin yang berbeda. 5.88 ABC METHOD Total Cost = Direct Labor + Direct Materials + Overhead Direct Labor = .1.99 + 6. Agar ABC model yang digunakan lebih efekti maka dilakuakn beberapa perubahan dalam implementasinya.76 = 2.

176) / 80 = 1.07 General and Admin. Penggunaan ABC. Dengan ABC dapat mengetahui actual cost per unit 3. bukan untuk memperoleh biaya yang kecil.97 Parts Admin.36+16. Tujuan dasar dalam penggunaan metode ABC.7 Kesimpulan dari permasalahan pada John Deere. = (487 x 0.Materials Handling OH = 19. dapat memberikan solusi dalam metode transfer pricing menggunakan metode market based .42 x 4 = 0. = (.21) = 2.091 x (2. namun untuk mengetahui biaya yang sebenarnya. 4. Saat ini hanya menggunakan turning machine. Penetapan biaya standard costing tidak sesuai dengan oleh perusahaan dengan variasi produk yang banyak 2.14 Total Cost (per 100 parts) $26. antara lain: 1. 5.