You are on page 1of 8

BAB 1.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dalam makalah ini penulis
menyusun rumusan masalah sebagai berikut:
1.2.1 Bagaimana Pengertian Emosi Menurut Para Ahli?
1.2.2 Bagaimana Macam-macam Emosi?
1.2.3 Bagaimana Teori tentang Emosi?
1.2.3 Bagaimana Ekspresi Emosi?
1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengertahui pengertian emosi menurut para ahli.
1.3.2 Untuk mengetahui macam-macam emosi.
1.3.3 Untuk mengetahui teori tentang emosi.
1.3.4 Untuk mengetahui ekspresi emosi.
1.4 Manfaat
1.4.1 Dapat mengetahui pengertian emosi menurut para ahli.
1.4.2 Dapat mengetahui macam-macam emosi.
1.4.3 Dapat mengetahui teori tentang emosi.
1.4.4 Dapat mengetahui ekspresi emosi.

despair. denyut jantung. fear. happiness. dan lainlain. satisfacrion. cemas. worry. dalam Bahasa Perancis disebut “emouvois”. coriocity. Contoh: emosi takut memengaruhi fisiologik seperti muka pucat. envy. dan keputusan yang akan dilakukan. Perasaan tersebut biasanya mengarahkan perilaku seseorang. marah. misalnya sedih.1 Pengertian Emosi Menurut Para Ahli Emosi berasal dari Bahasa Inggris. pleasure. muka merah madam. Banyak kata dalam Bahasa Inggris menyebutkan bentuk-bentuk emosi. risau. dan napas terengah-engah. fearlessness. . jealousy. gembira. khawatir. Dalam Bahasa Indonesia terdapat berpuluh-puluh kata yang menunjukkan emosi tertentu. Misalnya volume suara rendah menjadi tinggi. Fisiologik seperti muka pucat. joy. shame. bahagia. hasfilty.BAB 2. denyut jantung bertambah cepat. loneliness. perubahan suara. kognitif dan proses-proses gerakan tubuh. hysteria. frustration. Kognitif memengaruhi pikiran. Gerakan-gerakan tubuh. takjub. depression. Grasha dan Kirchenbaum (1980) menyebutkan emosi adalah pola-pola respons terhadap stimulus internal dan eksternal. anxiety. Goldenson (1970) mendefinisikan emosi adalah perasaan yang relative menetap dalam diri seseorang. anger. Pola-pola respins tersebut akan mempengaruhi perilaku. fisiologis. sedangkan komponen kognitif contohnya orang kan berpikir bagaimana cara-cara menyelamatkan diri dari bahaya. tindakan. Emosi adalah keadaan terangsang (aroused state) pada situasi atau kejadian. hope. PEMBAHASAN 2. dan napas bertambah cepat. excitement. Komponen situasional contohnya adanya persepsi terhadap suatu ancaman. yaitu “emoticon”. surprise. houic. dan komponen kognitif. Goldenson menekankan bahwa emosi dapat memengaruhi perilaku dan fisiologik seseorang. guilt. sadness. situasional. seperti tangan dan kaki. dan perubahan-perubahan fisiologiknya. zeal. shyness. Keadaaan tersebut memiliki kompinen fisiologik. euphoria. pity. boredom. antara lain: affection.

gembira. Emosi positif seperti bahagia. sedangkan emosi negative seperti marah.2 Macam-macam Emosi Secara garis besarnya emosi digolongkan menjadi dua golongan yaitu emosi positif dan emosi negative. dan cemas. dan takutperlu dihilangkan atau dicari solusinya. tetapi persentasenya tidak mencapai 50%. Emosi-emosi negative tersebut juga dialami oleh siswa laki-laki.Emosi adalah suatu pengalaman psikosiologikal yang komplek yang dirasakan individu yang berinteraksi dengan pengaruh biokimia (internal) dan lingkungan (eksternal). dan gembira perlu dipertahankan dan dikembangkan. pemalu. dan pengalaman (Myers. takut ditinggal sendiri. 2. dan pengalaman subjektif. Definisi yang dikemukakan Myers tentang emosi cukup luas meliputi pengalaman psiko-fisik yang berinteraksi dengan biologis-kimia seseorang dan pengaruh eksternal yang bersangkutan. senang. sedih. Sedangkan emosi negatif seperti takut. mudah gugup. Penelitian Masniaty (2012) menyimpulkan lebih dari separuh perempuan Madrasah Tsanawiyah mengalami masalah sering sedih. perilaku ekspresif. Emosi positif yang terjadi dalam diri seseorang seperti tenang. marah. bahagia. dan cinta. . emosi dasar perwujudannya dalam bentuk fisiologis. Pada manusia. artinya perwujudan emosi tergantung pada respons yang diberikan oleh masig0masing individu. Emosi tersebut memiliki unsur fisiologis. Contoh: orang yang satu sangat senang berada di pantai. 2004). kognitif. tetapi orang yang lain sangat sedih karena pernah mengalami peristiwa traumatic ketika di pantai. dan kurang percaya diri. Emosi tersebut berkaitan dengan pengalaman subjektif. perilaku. sedih. Berdasarkan batasan-batasan emosi yang disebutkan dapat disimpulkan bahwa emosi adalah perwujudan apa yang dirasakan seseorang sebagai reaksi terhadap suatu peristiwa atau situasi tertentu. Kejadian atau suasana mungkin sama tetapi direspon dengan cara yang berbeda.

marah. yakut. dopamine tinggi. yang dihasilkan oleh kombinasi serotonin rendah. kaget. sedih. cemas. takut. bangga. Meskipun berbeda-beda pendapat para ahli tentang penggolongan emosi. menderita. merasa bersalah. jijik. sedih. The Li Chi menggolongkan emosi yang lebih rinci dikemukakan oleh prinz (2004). muak. dan kaget mendekati kesamaan universal. (b) sedih. memalukan. jijik. malu. muak. tetapi ada beberapa persamaan bentuk-bentuk emosi yaitu senang. (c) takut. jijik (fisik). sedih dan takut. Dalam perkebanganselanjutnya Ekman (1999) menggolongkan emosi menjadi tujuh belas macam. marah. dan kasih sayang. marah. Sylvan Tomkins menggolongkan emosi cukup sederhana. gembira. yaitu: girang. takut. serotonin dengan delapan emosi dasar. senang. yakni: (a) senang. suka. Menurut model ini kemarahan misalnya. Sebuah model kubus tiga dimensi Lovheim tentang emosi. (d) marah. Menurut Ekman (1972). emosi sesih. yaitu marah. jijik. emosi dapat digolongkan menjadi enam. puas. dan noradrenalin yang tinggi. dopamine. enggan puas.emosi senang adalah gambaran rasa senag yang dialami . dan muak lebih bersifat khusus dan tergantung budaya. sedih dan kaget. panic. dan malu. di man zat sinyal membentuk sumbu system koordinat. puas.Menurut Heider (1990). lega. bahagia. khawatir. Mengemukakan emosi menjadi Sembilan golongan yaitu kecewa. Sylvan menggolongkan emosi menjadi delapan golongan yaitu senang. dan delapan emosi dasar menurut Tomkins Sylvan ditempatkan di delapan sudut. bahagia. gembira. rangsangan. Perbedaan terletak pada emosi yang lebih khusus sperti kaget dan merasa bersalah. Lovheim (2011) mengusulkan hubungan langsung antara kombinasi spesifik dari tingkat sinyal zat noradrenalin. tetapi emosi cinta. jijik. senang. bahagia. Lovheim mengatakan bahwa selama tidak ada serotonin maupun sumbu dopamine identik dengan dimensi “keenakan” dalam teori-teori sebelumnya Emosi dasar digolongkan menjadi empat golongan. dan kaget.

dan cinta. dan perampok. hampa. hubungan sosial. riang. Masing-masing emosi dasar terdiri dari berbagai emosi yang sejenis. kecewa. tetapi ada pula yang bersifat khusus. Secara rinci emosi dasar dan jenis-jenisnya dicantumkan pada tabel berikut ini: Senang Sedih Takut Marah Gembira Pilu Cemas Jengkel Bahagia Duka Cemburu Jijik Cinta Lara Ngeri Dendam Suka Kecewa Malu Dongkol Riang Hampa Ragu-ragu Geram Gembira Merana Khawatir Kesal Sayang Putus asa Merinding Sebal Takjub Galau Gelisah Benci Kagum Frustasi Damai Rindu Muak . Masing-masing emosi tidak ada yng bersifat universal. Emosi ini juga banyak macamnya seperti duka. takut pada harimau. Rasa takut yang objeknya dalam diri orang tersebut misalnya takut tidak lulus dan takut berbuat salah. gembira. misalnya bahagia. Emosi marah merupakan gambaran perasaan terhadap suatu objek seperti peristiwa. Emosi sedih adalah gambaran rasa tidak senang yang dialami seseorang.seseorang. baik terhadap objek dari luar diri maupun dalam diri orang tersebut. Emosi takut artinya gambaran rasa tidak senang yang dialmai oleh seseorang. artinya kata sifat emosi tersebut hanya ada pada golongan atau suku tertentu saja sesuai dengan budaya golongan tersebut. perilaku orang. Emosi senang ini terdiri dari bermacam-macam bentuk. dan malu. dan keadaan lingkungan. Objek dari luar diri misalnya takut pada pencuri.

dan rasa nyeri. 1990). James menyatakan bahwa presepsi seseorang terhadap gerakan saraf otonom (missal denyut jantung) dan aktivitas yang dilakukan (misalnya berlari) atau terjadi perubahan ekspresi wajah seperti tersenyum. (dalam Laird & Bresler. Teori Cannon-Bard Walter Cannon dan Philip Bard menyatakan bahwa selama persepsi terhadap stimuli yang menghasilkan emosi (missal melihat ular telepas). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa efek ekspresi wajah terhadap berbagai macam emosi yaitu bahagia.3 Teori tentang emosi Ada beberapa teori emosi.2. ahli fisiologi dari Denmark. dan mulut terbuka. Adelman dkk. . tidak mungkin emosinya marah. psikolog Amerika dan Carl Lange. ketika seseoorang sedang senyum. atau ada stimulus tertentu maka tubuh orang akan beraksi dan orang tersebut akan membuat interpretasi terhadap perubahan tubuh yang merupakan suatu emosi yang spesifik. Teori James-Lange Adanya anggapan bahwa emosi berkaitan erat dengan faktor fisiologik. b. tekanan darah. menangis yang menghasilkan emosi tertentu. sedih. 1990) mengidentifikasi 28 penelitian yang memanipulasi ekspresi wajah untuk menghasilkan perubahan emosi. Artinya ekspresi wajah cukup meyakinkan untuk memanipulasi emosi. jijik. Teori James-Lange menyatakan bahwa seseorang mengalami suatu peristiwa. humor. thalamus mengirim pesan secara bersamaan ke seluruh tubuh menghasilkan pengalaman emosi yaitu rasa takut. yaitu: a. sedangkan pesan ke thalamus menghasilkan perubahan tubuh seperti denyut jantung. Misalnya. Pencipta teori ini adalah William James. Implikasi empirik model James adalah manipulasi perilaku emosional mengakibatkan perubahan dalam laporan diri tentang pengalaman emosi (Laird & Bresler. takut. marah.

atau nada keras disertai suara gemetar. tetapi perubahan wajah merupakan penyebab timbulnya emosi itu sendiri (Adelman & Zajonc dalam Huffaman. 2.. maka tidak akan menimbulkan emosi. 1991). Contoh: Jika seseorang senyum pada upacara pernikahan. Dalam perkembangan selanjutnya. dkk. Ekspresi emosi marah seseorang dapat diobservasi dari kata-kata atau verbal yang bersangkutan. dkk. Tomkins dalam Huffman. dan gerakangerakan tubuh lainnya. . Indikator lain dapat dilihat tingkah laku nonverbal yang bersangkutan seperti ekspresi wajah. baik reaksi fisik maupun kognisi keduanya menentukan terjadinya pengalaman emosional.c. d. Ekspresi wajah positif dapat dilakukan antara lain dengan latihan senyum. Teori Schachter-Singer Menurut teori Schachter-Singer (Teori Label Kognitif). gerakan-gerakan tangan. jika orang tersebut menangis pada upacar penguburan. contoh emosi marah. The facial Feedback Hypothesis The Facial heedbuck Hypothesis (FFH) mengatakan bahwa perubahan dalam ekspresi wajah akan memberikan informasi tentang emosi yang dirasakan (Gelhorn: Izard. maka label emosi yang muncul adalah sedih. Ekspresi emosi tersebut terjadi baik disadari maupun tidak disadari. Sebaliknya. senyum diinterpretasikan emosi yang muncul pada orang itu adalah bahagia.3 Ekspresi Emosi Manifesting emosi atau ekspresi emosi seseorang dapat dilihat dari kata-kata atau verbal dan tingkah laku nonverbal orang yang bersangkutan. napas. Bila seseorang tersenyum tentu orang itu bahagia. Teori ini lebih dikenal dengan nama cognitive labelling theory (dalam Huffman. misalnya nada suara yang keras.. dkk. 1991). Apabila salah satu dari kedua aspek tersebut tidak ada. 1991). FFH mengetakan bahwa perubahan wajah tidak hanya berhubungan dengan emosi dan semakin mendalam. Label yang digunakan untuk membuat atribut suatu emosi tergantung pada penilaian kognitif terhadap situasi yang ada.

Orang yang penegendalian dirinya baik malahn tidak terlihat perilaku verbal dan nonverbal yang mewujudkan dia sedang merah. . mukanya merah padam. tetapi hal tersebut tidak berlaku secara universal. tidak seluruh orang yang sedang marah mengalami hal tersebut. Kedua hormone ini akan menambah tekanan darah dengan cara epinefrin memengaruhi jantung. pucat atau tangannya gemetar.Pola-pola fisiologik tertentu akan berkaitan dengan emosi tertentu. sedangkan norepinefrin akan menyempitkan pembuluh darah sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan tekanan darah. Orang yang sedang marah maka matanya melotot. Dalam kondisi stress kelenjar adrenalin mengeluarkan hormone epinefrin dan norepinefrin. Artinya.