77

7.7 NERITIK (SHELF ENVIRONMENT)
Daerah shelf meliputi daerah laut dangkal sampai batas shelf
break (Boggs, 1995). Heckel (1967) dalam Boggs (1995) menbagi
lingkungan shelf ini menjadi dua jenis, perikontinental (marginal) dan
epikontinental (epeiric). Perikontinental shelf adalah lingkungan laut
dangkal yang terutama menempati daerah di sekitar batas kontinen
(transitional crust) shelf dengan laut dalam. Perikontinental seringkali
kehilangan sebagian besar dari endapan sedimennya (pasir dan
material berbutir halus lainnya), karena endapan-endapan tersebut
bergerak memasuki laut dalam dengan proses arus traksi dan
pergerakan graviti (gravity mass movement). Karena keberadaannya di
daerah kerak transisi (transitional crust), perikontinental juga sering
menunjukan penurunan (subsidence) yang besar, khususnya pada
tahap awal pembentukan cekungan, yang dapat mengakibatkan
terbentuknya endapan yan tebal pada daerah ini (Einsele, 1992).
Sedangkan epikontinental adalah lingkungan laut yang berada pada
daerah kontinen (daratan) dengan sisi-sisinya dibatasi oleh beberapa
daratan. Daerah ini biasanya dibentuk jauh dari pusat badai (storm) dan
arus laut, sehingga seringkali terproteksi dengan baik dari kedua
pengaruh tersebut. Jika sebagian dari daerah epeiric ini tertutup, maka
ini akan semakin tidak dipengaruhi oleh gelombang dan arus tidal.
Ada enam faktor yang mempengaruhi proses sedimentasi pada
lingkungan shelf (Reading, 1978), yaitu :
1. kecepatan dan tipe suplai sedimen
2. tipe dan intensitas dari hidrolika regime shelf
3. fluktuasi muka air laut
4. iklim
5. interaksi binatang – sedimen
6. faktor kimia
Pasir shelf modern sebagian besar (70%) adalah berupa relict sedimen,
meskipun kadang-kadang daerah shelf ini menerima secara langsung
suplai pasir dari luar daerah, seperti dari mulut sungai pada saat banjir
dan dari pantai pada saat badai (Drake et al, 1972 dalam Reading,
1978). Endapan sedimen pada lingkungan shelf modern umumnya
sangat didominasi oleh lumpur dan pasir, meskipun kadang-kadang
dijumpai bongkah-bongkah relict pada beberapa daerah.
Ada empat tipe arus (current) yang mempengaruhi proses
sedimentasi pada daerah shelf (Swift et al, 1971 dalam Boggs, 1995),
yaitu :
1. Arus tidal
2. Arus karena badai (storm)
3. Pengaruh gangguan arus lautan
4. Arus density
Sehingga berdasarkan pada proses yang mendominasinya, lingkungan
shelf ini secara dibagi menjadi dua tipe (Nichols, 1999), yaitu shelf
didominasi tidal (tide dominated shelves) dan shelf didominasi badai
(storm dominated shelves). Pada lingkungan shelf modern pada
umumnya tidak ada yang didominasi oleh pengaruh arus density.

78

Shelf yang didominasi oleh arus tidal ditandai dengan kehadiran
tidal dengan kecepatan berkisar dari 50 sampai 150 cm/det (Boggs,
1995). Sedangkan Reading (1978) mengungkapkan bahwa beberapa
shelf modern mempunyai ketinggian tidal antara 3 – 4m dengan
maksimum kecepatan permukaan arusnya antara 60 sampai >100
cm/det. Endapan yang khas yang dihasilkan pada daerah dominasi
pasang surut ini adalah endapan-endapan reworking in situ berupa
linear ridge batupasir (sand ribbons), sand waves (dunes), sand patches
dan mud zones. Orientasi dari sand ridges tersebut umumnya paralel
dengan arah arus tidal dengan kemiringan pada daerah muka sekitar 5 0.
Umumnya batupasir pada shelf tide ini ditandai dengan kehadiran cross
bedding baik berupa small-scale cross bedding ataupun ripple cross
bedding.
Shelf yang didominasi storm dicirikan dengan kecepatan tidal
yang rendah (<25 m/det). Pada daerah ini biasanya sangat sedikit
terjadi pengendapan sedimen berbutir kasar, kecuali pada saat terjadi
badai yang intensif. Kondisi storm dapat mempengaruhi sedimentasi
pada kedalaman 20 – 50 m. pada saat terjadi badai, daerah shelf ini
menjadi area pengendapan lumpur dari suspensi. Material klastik
berbutir halus dibawa menuju daerah ini dari mulut sungai dalam
kondisi suspensi oleh geostrphik dan arus yang disebabkan angin
(Nichols, 1999). Storm juga dapat mengakibatkan perubahan (rework)
pada dasar endapan sedimen yang telah diendapkan terlebih dahulu.
Pada suksesi daerah laut dangkal dengan pengaruh storm akan dicirikan
dengan simetrikal (wave) laminasi bergelombang (ripple), hummocky
dan stratifikasi horisontal yang kadang-kadang tidak jelas terlihat
karena prose bioturbasi.
7.7 OCEANIC (DEEP-WATER ENVIRONMENT)
Sekitar 70% daerah bumi ini merupakan daerah cekungan laut
dengan alas kerak samudra tipe basaltis. Daerah cekungan laut dalam
merupakan daerah yang pada bagian atanya dibatasi oleh lingkungan
shelf pada zona break, secara topografi ditandai dengan kemiringan
yang curam (lebih besar) dibandingkan dengan shelf . Berdasarkan dari
fisiografinya, lingkungan laut dalam ini dibagi menjadi tiga daerah yaitu,
continental slope, continental rise dan cekungan laut dalam.
Lereng benua (continental slope) dan continental rise
merupakan perpanjangan dari shelf break. Kedalaman lereng benua
bermula dari shelf break dengan kedalaman rata-rata 130 m sampai
dengan 1500-4000 m. Kemiringan pada lereng benua ini sekitar 4 0,
walaupun ada variasi pada lingkungan delta (2 0) dan pada lingkungan
koral (450) (Boggs, 1995). Sedangkan kemiringan pada continental rise
biasanya lebih kecil dibandingkan kemiringan pada lereng benua.
Karena lerengnya yang cukup curam dibandingkan paparan, pada
lereng benua ini sering merupakan daerah dari pergerakan arus turbidit.
Continental rise biasanya tidak akan ada pada daerah convergen atau
aktif margin dimana subduksi berlangsung. Morfologi pada lereng benua
ini sering menunjukan bentuk cembung, kecuali pada daerah-daerah

5 – 2. yang dikarakteristikan dengan kehadiran dataran abisal.79 yang yang mempunyai stuktur sangat aktif. Aliran sedimen liquefied 3. yaitu : 1. Transpor oleh arus geostrophic contour 6. Aliran arus turbidit 2. Pengendapan dengan aliran . perbukitan abisal (< 1 km) dan gunungapi laut (> 1 km) 2. Aliran Debris (Debris Flow) Kuenen dan Migliori (1950) dalam Allen (1978) memvisualisasikan aliran turbidit sebagai aliran suspensi pasir dan lumpur dengan densitas yang tinggi serta gravitasi mencapai 1. tubuh dan ekor. tetapi aliran turbidit lebih sering ditemukan pada lingkungan laut dalam. Oceanic Ridges Dataran abisal merupakan daerah yang relatif sangat datar.Keempat tipe tersebut adalah : 1. Volume endapan sedimen yang dapat mencapai lereng benua dan continental rise ini akan sangat bergantung pada lebarnya shelf dan jumlah sedimen yang ada. Lantai Samudra (ocean floor). Mid-oceanic ridges memanjang sejauh 60.0. Aliran turbidit pada prinsipnya dapat terjadi pada berbagai macam lingkungan pengendapan. Continental rise dan cekungan laut dalam membentuk sekitar 80% dari total dasar laut. Transport Laut Dalam Aliran turbidit merupakan salah satu jenis aliran yang sangat banyak dilakukan kajian oleh para peneliti. Beberapa dataran abisal juga kadang-kadang terpotong oleh channelchannel laut dalam. yaitu kepala. Transport oleh floating ice Transport oleh aliran gravitasi adalah transpor yang mendominasi dan banyak dijadikan kajian sejak beberapa tahun kebelakang. kadangkadang menjadi sedikit bergelombang karena adanya seamount. Transport arus tidal pada submarine canyon 4. Transport suspensi dekat permukaan oleh air dan angin 2. Sedimen dengan aliran gravitasi merupakan material-material yang bergerak di bawah pengaruh gravitasi. 1995). Aliran butiran (Grain Flow) 4. Pada lingkungan laut dalam sebenarnya terdapat beberapa proses transpor yang dapat terjadi (Boggs. Bagian lebih dalam dari continental slope dibagi menjadi dua fisiografi.000 km dan menutupi sekitar 30 – 35% dari luas lautan. yaitu : 1. Aliran gravitasi ini secara prinsip terbagi menjadi empat tipe dengan karakteristik endapannya masingmasing. Pada pusat cekungan laut dalam biasanya terendapkan sedimen dari material pelagik. Ketika aliran melambat dan cairan turbulence berkurang. Aliran sedimen gravitasi 5. maka aliran turbidit akan kelebihan beban. dan diendapkanlah butiran-butiran kasar. Beberapa percobaan menunjukan bahwa aliran turbidit secara umum terbagi menjadi empat bagian. leher. Transport nepheloid-layer 3.

Lapisan tipis dari aliran turbidit ini akan membentuk divisi Tcde dan Tde. Kipas Laut Dalam Ngarai (canyons) pada shelf merupakan tempat masuknya aliran air dan sedimen ke dalam laut dalam. aliran turbidit menyebar dari bgian atas kipas (upper fan). Upper fan berada pada kedalaman beberapa meter sampai puluhan meter dengan lebar bisa mencapai ratusan meter. sehingga tidak terjadi pemilahan dari butiran secara baik. proximal (upper fan). menyebar dari ngarai-ngarai dan membentuk menyerupai kerucut (cone) pada lantai samudera. Proses sedimentasi ini membentuk trend yang sangat umum. Kipas bawah laut modern dan turbidit purba terbagi ke dalam tiga bagian. 1985). 1999). Proses sedimentasi yang terjadi pada kipas bawah laut ini umumnya didominasi oleh sistem aliran turbidit yang membawa material-material dari shelf melalui ngarai-ngarai.80 turbidit merupakan suatu proses yang sangat cepat. 1999). terbentang mulai dari beberapa kilometer sampai 2000 km (Stow. mereka sering diklasifikasikan sebagai wackes dalam klasifikasi Pettijohn. Jika didasarkan pada sekuen endapan turbidit dari Bouma. Hemipelagic sedimen akan bertambah pada daerah ini seiring dengan menurunnya proporsi endapan turbidit (Nichols. dimana material yang kasar akan terendapkan dekat dengan sumber dan material yang halus akan terendapkan pada bagian distal dari kipas. dimana material yang diendapkan pada daerah ini umumnya berupa pasir halus. Hal ini dapat dianalogikan dengan pembentukan alluvial fan. 7. sedangkan pada overbank upper fan dan channel sering ditemukan sekuen Bouma bagian atas (T cde atau Tde). Kecepatan aliran yang sangat cepat pada daerah ini menyebabkan endapan yang terbentuk berupa endapan tipis. maka pada daerah ini banyak ditemukan endapan dengan tipe sekuen “a”. Pasir yang terendapkan oleh aliran turbidit umumnya lebih banyak berukuran lempung. Daerah lower fan merupakan daerah terluar dari kipas bawah laut. lanau dan lempung. khususnya . Unit stratigrafi yang terbentuk pada mid fan lobe ini. 1999). idealnya berupa sekuen mengkasar ke atas (coarsening-up) serta adanya unit-unit channel. tanpa struktur sedimen atau perlapisan batuan yang kasar (Nichols. angin merupakan salah satu enegi yang dapat mengikis dan mengangkut bahan-bahan untuk diendapkan. Morfologi tersebut terkenal dengan sebutan kipas bawah laut (submarine fans). Pada daerah ini endapan turbidit membentuk lobe (cuping) yang menutupi hampir seluruh daerah ini. medial (mid fan) dan distal (lower fan). Pada daerah mid fan. morfologi kipas juga dapat terbentuk. kecuali pada grading yang normal pada sekuen Bouma (Nichols. Pada setting laut dalam.9 SEDIMENTASI ANGIN Di samping air. Ukuran dari kipas bawah laut ini sangat bervariasi. Pada mid fan lobe ini sering ditemukan sekuen boma secara lengkap “ T a-e dan Tb-e”. Kadang-kadang aliran turbidit yang mengalir dari upper fan dan melintasi mid fan dapat pula mencapai daerah lower fan.

Meskipun demikian hanya terjadi pada pantai pada daerah kering dimana vegetasi (tumbuhan) tidak ada. Bukit pasir dapat pula terbentuk di muka pantai. outwash plain pda endapan glasial dan tudung es pada daerah lintang tinggi. Hanya sedikit gugusan bukit pasir di muka pantai yang terjadi pada daerah curah hujan rendah. berukuran 1500 . Selain itu. Di daerah pantai.000 km dan lebar 3. Butiran tersebut akan terbawa oleh angin dan diendapkan sebagai bukit pasir. bagian selatan Pantai Baltik. pantai selatan Laut Mediterian dan pantai barat Australia. Endapan sedimen yang berasal dari proses pengendapan oleh angin disebut endapan Eolian. c.81 pada daerah yang mempunyai iklim kering dan semi kering. Kecepatan geser pada perpindahan butir dapat ditulis sebagai : . Lingkungan pengendapan oleh angin dapat dilihat pada Gambar 1.3000 km. Gurun modern yang tervesar dengan panjang 12. Allen (1970) menggambarkan bahwa angin mengangkut sedimen secara suspensi dan saltasi atau merayap dipermukaan (surface creep). Gugusan bukit pasir yang terjadi dengan cara ini terjadi sepanjang pantai timur Laut Utara. Pelapukan di gurun terjadi secara mekanis dan kimiawi. di puncak pulau penghalang (barrier island) atau di muka pantai terbuka dalam berbagai iklim. PENGENDAPAN ANGIN Menurut Allen (1970). Daerahnya kira-kira 20 % dari total daratan. b. 1978).Peru dan Patagonia. Angin terjadi karena perbedaan temperatur antara dua daerah yang berbeda di muka bumi akibat ketidakseragaman pemanasan kedua tempat oleh sinar matahari yang menimbulkan beda tekanan. endapan angin dapat pula terjadi pada outwash plain dari arus air es glasial yang ditemukan pada daerah lintang tinggi. Kekuatan angin ditentukan oleh besarnya beda tekanan pada kedua tempat dan jarak antara kedua tempat tersebut (Sukendar Asikin. subtropis dan lintang tengah. Kekuatan angin akan bertambah dengan bertambahnya jarak. Daerah gurun.000 km terletak antara Afrika Utara dan Asia Tengah. Dengan gurun lain yang luas adalah Australia Tengah. Chili . pantai utara Gulf of Mezico. dimana iklimnya tropis. Perbedaan temperatur permukaan batuan pada waktu siang dan malam dapat mencapai 50° C. Angin kering yang kuat dengan arah tegak lurus pantai secara aktif memindahkan pasir menjadi gundukan pasir. dan di baratnya Afrika Utara. Gerakannya akan laminer jika perlahan dan turbulen bila cepat. Gurun terjadi pada lintang tengah dan rendah yang berhubungan dengan daerah yang tertutup dengan curah hujan dari 30 cm. Daerah disekitar. Pada kondisi seperti ini batuan secara perlahan akan rekah dan pecah. endapan oleh angin (eolian) dapat terjadi pada : a. Gurun yang berukuran kecil berada di Afrika baratdaya. Pelapukan mekanis tergantung pada perubahan gradien temperatur oleh pemanasan pada siang hari dan pendinginan pada malam hari.

Bahan ini umumnya akan diangkut melalui jarak yang lebih jauh. Butiran yang lebih kecil akan mempunyai kecepatan awal yang lebih kecil dari pada butiran yang besar. Jika mendarat mereka akan terpantul dan meloncat kembali ke udara dan akan melontarkan butiran pasir lainnya. yaitu sedimen dibawa oleh angin tanpa terjadi kontak dengan lapisan. Pasir umumnya terdiri dari mineral kwarsa yang membulat.82 U * (crit) =( 0 (crit) /) = K1 ( ( - ) /  ) g D dimana : U * (crit) = kecepatan geser  o (crit) = tegangan geser  = densitas butir D = diameter butir  = densitas fluida k1 = konstanta yang bergantung dengan bilangan Reynold Butiran yang halus (0 .2 mm ) akan diangkat secara suspensi. Butiran demikian akan mampu melompat dengan mudah bila terbentur dengan bahan yang keras seperti butiran pasir lainnya atau kerakal . dimana butiran yang lebih kecil akan mempunyai trajektori yang lebih panjang dari pada butiran yang benar. Studi tentang kecepatan ambang yang dibutuhkan untuk memulai pergerakan butir menunjukkan bahwa kecepatan ambang bertambah dengan bertambahnya ukuran butir. Cara kedua adalah saltasi dimana butiran dengan ukuran yang lebih besar (0. maka kalau cukup kuat butiran pasir akan melaju melalui seretan lompatan yang panjang. bergeser dan bertumbukan.2 . Bila angin bertiup di atas permukaan pasri. Allen (1970) menggambarkan bahwa panjang trajektori lintasan butir dan besarnya kecepatan awal diberikan sebagai : L = k2 (( U* + U* (crit))2 / g ) H = k3 (( U* + U* (crit))2 / g ) Dimana : L= Panjang trajektori H= besarnya trajektori k2 dan k3 = konstanta empiris yang berhubungan dengan ukuran butir g = percepatan gravitasi . Pengangkutan bahan yang berukuran pasir ini disebut sand storm.2 mm) akan diangkut dengan cara menggelinding. Angin bertiup melalui alluvium yang mengering dan membawa butiran terbang di udara Lanau lempung adalah contoh batuan yang dapat diangkut dengan cara suspensi. Gambar 2 menunjukkan trajektori saltasi dari butiran batupasir. Batupasir sangat halus adalah yang pertama dapat dipindahkan dengan saltasi.0.

adalah bukit pasir yang paling indah. Bentuknya cembung terhadap arah angin umum (utama dengan kedua titik ujungnya seperti tanduk. 1978)  Deflasi adalah proses pemindahan bahan dengan cara menyapu bahan . Macam Endapan Angin Bahan yang diangkut oleh angin akan menimbulkan tiga macam endapan yang sangat berbeda (Boggs. 3. yaitu : a. Barchan atau lunate dune.1 Bukit pasir (sand dune) Lingkungan bukit pasir pada umumnya yang diangkut dan diendapkan adalah pasir yang diakumulasi dalam berbagai bentuk dune . 1988). Barchan terjadi pada daerah yang terisola (tertutup) atau disekitar sudut pantai. Sand dune (bukit pasir) dapat dibagi menjadi 4 tipe morfologi utama (Selley. Endapan gurun dapat dikelompokkan ke dalam 3 sublingkungan pengendapan utama yaitu bukti pasir (sand dune). Deflasi dapat pula menyebabkan lekukan yang dalam hingga beberapa ratus meter di bawah permukaan laut. Hal ini . Kalau mencapai batas permukaan air tanah. 3. dimana pada kedua arah tersebut kekuatan angin berkurang. kadang-kadang disebut loess yang berasal dari sumber yang cukup jauh. 1995) yaitu :  Endapan lanau (silt). maka akan membentuk oase (mata air di gurun)  Abrasi adalah pengikisan oleh angin yang menggunakan bahan yang diangkutnya sebagai senjata. Dibagian bawah lebih banyak dan lebih kasar dibandingkan dengan diatasnya. Proses ini menghasilkan relief di gurun-gurun pasir. Barchan mempunyai muka gelincir yang curam pada sisi cekung.  Endapan pasir yang terpilah sangat baik. yaitu deflasi dan abrasi (Sukendar Asikin. Daerahnya tidak luas. terdiri dari partikel berukuran gravel yang diangkut oleh angin dengan kecepatan yang cukup besar. Contohnya adalah batuan bentuk jamur yang terjadi karena bahan yang diangkut tidak merata. Pada permukaan yang turun biasanya ditutupi oleh lumpur (mud) atau granula.  Endapan lag (lag deposit). interdune dan sand sheet.83 Proses pemindahan bahan-bahan oleh angin dapat terjadi dengan 2 cara.bahan yang ringan.

kadang-kadang dapat konvergen pada perbatasan seif dimana arah angin berkurang.3 Sand Sheet Sand sheet adalah badan pasir yang berundulasi dari datar sampai tegas yang terdapat di sekitar lapangan bukit pasir. 4. Dune secara individu dapat mencapai 200 km panjangnya. membuat dune tampak seperti berasap. dengan daerah interdune yang datar. Terdiri dari rangkaian sinus. bentuknya kursus atau sinusoidal ramping dengan puncak tegak lurus arah angin rata . b. terbentuk pada batas pasir laut dan jebel. yang bergabung bersama-sama dalam satu puncak yang tinggi. Tranversal dune.3 3. Stellate dune kadang-kadang ratusan meter tingginya. Gambar dari tipe bukit pasir ini dapat dilihat pada Gb. Bentuk Perlapisan Wilson (1991. Lingkungan sand sheet berada di pinggiran bukit pasir.rata. Tingginya dapat mencapai 100 km dan batas dune lebarnya sampai 1 atau 2 km. Muka gelincir yang curam terdapat pada arah angin yang berkurang. Dicirikan oleh kemiringan yang rendah (00-200). 1992) dalam Walker (1992) menyatakan ada tiga skala utama bentuk perlapisan pada endapan eolin yaitu ripple. tajam. Tranversal dune adalah tipe berkelompok. punggung pasir yang tinggi. Sedikit sekali sedimen yang terakulasi pada interdune yang terdeflasi. c. Longitudinal atau Seif dune. dibatasi oleh bukit pasir atau sand sheet. Angin selalu meniup bulu-bulu pasir di puncak peramida. Interdune dapat terdeflasi (erosi) atau pengendapan. Ripple yang disebabkan oleh angin lebih datar dari pada yang disebabkan oleh air dan biasanya mempunyai garis puncak yang lebih regular. Bentuknya panjang. 3. naik pada bagian belakang dari dune berikutnya. Transversal dune jarang terjadi pada permukaan deflasi.2 Interdune Interdune adalah antara dua dune. terdiri dari pasir atau gravel. menandakan titik interferensi dari arus angin dengan topografi yang resistan. Tipe stellate. dune dan draa. tipis dengan batas punggung yang jelas. d.84 menunjukkan bahwa barchan/lunate dunate terbentuk terbentuk dimana pengangkutan pasir lebih sedikit. piramida atau Matterhorn. Bentuk perlapisan dune lebih besar dari pada ripple dan . Daerah interdune dapat meliputi dua arah endapan angin dan sedimen diangkut dan diendapkan oleh arus di daerah paparan.

Bukit pasir bervariasi dalam ukuran butir dari 1.kaya akan kwarsa.6 . 1992) yang membedakan 3 macam tekstur pada endapan eolian. 1995). yaitu :    terpilah baik sampai dengan sangat baik pada batupasr halus yang terjadi pada sublingkungan pantai. dune dan silang siur (cross-bed) seperti yang dihasilkan pada pengangkutan oleh air (Boggs.1 adalah klasifikasi perlapisan endapan eolian. yang cirinya terdapat pada muka kemiringan arah sari angin bertiup pada sudut 300 . Selain itu beberapa jenis struktur sedimen internal pada skala kecil dapat pula berbentuk perarian lapisan datar (plane -bed lamination).1 mm. atau butiran karbonat lainnya. Struktur sedimen yang terdapat pada bukit pasir adalah :  kumpulan perlapisan silang (cross-strata) berukuran sedang sampai besar.  kumpulan perlapisan silang tabular-planar dalam arah vertikal yang terdapat pada bagian bawah. Bukit pasir di pantai yang terjadi didaerah tropis banyak mengandung ooid.0.85 ketinggiannya bervariasi dari 0. ukuran dan susunan butir.1 sampai 100 meter. Endapan bukit pasir umumnya terdiri dari tekstur pasir yang terpilah baik dan kebundaran baik juga . 5. Batupasir eolian mempunyai 3 sublingkungan pengendapan (Walker. Tekstur Tekstur meliputi bentuk. Tabel.  bidang batas antara kumpulan individu dan perlapisan silang yang umumnya horinsontal atau miring dengan sudut rendah. Tipe geometri struktur bagian dalam barchan dapat dilihat pada gambar-4. Bentuk perlapisan draa adalah perlapisan pasir yang besar antara 20 sampai 450 meter tingginya dan dicirikan oleh melampiskan keatas (superimpose) dari dune yang lebih kecil. Bukit pasir yang terdapat di daerah gurun dapat mengandung gypsum seperti White Sand.ripple- . Endapan bukit pasir di pantai mungkin kaya akan mineral berat dan fragmen batuan yang tidak stabil. terpilah sedang sampai baik pada batupasir dune di darat yang berbutir baik. New Mexico 6.340 . perarian bergelombang (rippleform lamination). fragmen cangkang. terpilah jelek pada batupasir interdune dan serir. Struktur Sedimen Pengangkutan dan pengendapan oleh angin membentuk tipe struktur sedimen ripple.

grainfall lamination dan sandflow cross -strata. Heterogenenitas perlapisan ini menggambarkan variasi yang tidak menentu dari morfologi bukit pasir secara kasar.5 menunjukkan distribusi dan hubungan stratigrafi dari sheet sand dan endapan bukit pasir eolian. Pada bukit pasir yang kecil terdapat perarian silang siur tunggal (single cross lamination) dan perlapisan silang siur yang tebal terdapat pada lapisan pasir yang cukup tebal. lapisan perarian yang jelek sebagai hasil dari perbatasan pengendapan grainfall.86 foreset cross lamination. Pengeboran melalui tranversal dan lunate dune mengungkapkan bahwa beberapa kumpulan dari puncak bukit pasir dipisahkan oleh permukaan erosi dan lapisan datar. tergantung pada iklim dimana mereka diendapkan. banyak terdapat bioturbasi yang merusak struktur perlapisan. pelesipoda. lapisannya membentuk perarian yang jelek.6. terdapat jejak bioturbasi yang disebabkan oleh serangga atau tumbuhan. Endapan pada interdune kering dibentuk oleh ripple karena proses pengangkutan oleh angin. Endapan interdune dicirikan oleh perlapisan dengan sudut kemiringan yang rendah (< 100 ) karena interdune terbentuk oleh proses migrasi dari bukit pasir. dan kadang-kadang interkalasi dengan endapan eolian yang mempunyai sudut besar Gb. Pada interdune yang terjadi di daerah basah dekat dengan danau. kering atau daerah yang banyak terjadi penguapan. kemiringan yang tegas. Endapan ini dapat mengandung spesies organisme air tawar seperti gastrododa. basah.9 dan 10 adalah contoh-contoh struktur sedimen pada endapan eolian.7. diskontinu. 1995). struktur cut-and-fill pada skala kecil. climbing ripple. diatome dan ostracoda (Boggs. sehingga struktur sedimen seolah-olah massive. Struktur sedimen yang besar tidak tampak pada inti pemboran. Endapannya banyak mengandung bioturbasi yang merupakan hasil acak binatang maupun bekas tumbuhan.8. Sedimen yang diendapkan pada interdune dapat mencakup dua macam endapan yaitu subaquaeous dan subaerial. . bimodal dan terpilah jelek dengan kemiringan yang tegas. Dapat pula terbentuk bioturbasi seperti jejak kaki binatang. Gb. lapisan tipis pasir kasar yang interkalasi dengan pasir halus. Perlapisan silang siur diendapkan saat migrasi angin rendah pada muka gelincir dan unit perlapisan datar dan subhorisontal diendapkan pada sisi belakang dari bukit pasir. Endapannya relatif kasar. silt dan clay terperangkap oleh badan yang semipermanen. Endapan sheet sand juga mengandung kemiringan yang tegas atau permukaan iregular dari erosi beberapa meter panjangnya.

Model perlapisan yang sederhana meliputi sistem bentuk lapisan termigrasi dengan sederhana dan bentuk kumpulan arsitektur yang sederhana.87 7. Model Perlapisan dan Batas Permukaan Hasil perlapisan dari migrasi bentuk lapisan sebagai pendakian/undakan pasir mempunyai sudut dan arah yang berbeda-beda (Gb. Meskipun demikian.II). Transversal dune migrasi melalui transversal draa dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. . bentuk lapisan dibangun oleh perpindahan pasir dan juga disebabkan oleh keberadaan struktur perbahan angin meyebabkan perubahan bentuk perlapisan yang ada dan perubahan bentuk lapisan juga berinteraksi dengan angin untuk menghasilkan bermacam-macam bentuk keseimbangan. termasuk permukaan orde kedua pada kemiringan arah angin berkurang. Sebagai contoh bukit pasir tranversal migrasi melewati gurun dari lapisan silang siur tabular (tabular cross-bed) dipisahkan oleh permukaan bidang planar.

Diamict hanya tipe fasies dalam keadaan biasa dan produksinya dari lingkungan pengendapan dalam sebuah luas daerah tertentu dan juga pengaruh iklim.lapisan esnya. (drift prospecting .an Setelah mempelajari aspek . (Placer . Selain itu diketahui pula bahwa dalam sistem pengendapan glasial juga membawa serta endapan -endapan mineral dan bermacam . Banyak contoh dalam literatur dimana sedimen itu mula . . Dimana diketahui pula bahwa lapisan batu dari glasial mempunyai kebiasaan digunakan dalam geologi minyak. seperti : Australia. Dilabio and Coker. Kedua. Suatu permasalahan pokok dalam mempelajari stratigrafinya adalah untuk menentukan apakah fasies diamict spesifik sumbernya dari glasial atau nonglasial.mula terjadi dan dapat ditunjukkan berasal dari sumber nonglasial. 1990). Sistem pengendapan glasial merupakan suatu pendorong dalam penyelidikan tentang sistem pengendapan glasial ini juga merupakan pendorong untuk mempelajari / mengetahui tentang letak dari pengendapan klastik dan karbonat dari suatu reservoar hidrokarbon pada tahun 1950 . Yang penting selalu diperhatikan adalah hubungan antara facies dalam stratigrafi. Yordan dan Oman. tetapi kandungan dari Paleozoic glasial lebih penting / berarti digunakan dalam penyelidikan minyak dan gas. 1989). kemudian diaplikasikan kedalam ilmu geologi ekonomi atau hasil penyelidikan geologi yang bernilai ekonomi. Franca and Potter. 1991). (Levll et al. Dengan adanya investigasi karakteristik teknik geologi. Brasil. Ini disebabkan oleh campuran yang tidak tersotir dengan baik. dan arus transportasi dalam sistem pengendapan glasial. pedoman hydrogeological.bongkah / batu .batu besar sampai kelempung.betul dari fasies yang sortirannya kurang baik tanpa memperhatikan asal mulanya. endapan glasial merupakan dasar untuk mempelajari lingkungan geologi.macam batuan yang dibungkus oleh es. Bagaimana sedimen yang mempunyai penampilan singkapan sama dapat memberikan sebuah endapan luas baik itu lingkungan glasial dan nonglasial “Term diamitct” akan digunakan untuk sebuah deskripsi. Bolivia. Banyak orang berpikiran bahwa fasies dari pengendapan glasial masih karakteristik yang unik. masa nongenetic betul .88 V.6 SISTEM PENGENDAPAN GLASIAL Pengertian tentang sistem pengendapan glasial dan macam . 1988. Eyles. Saudi Arabia. data kandungan endapan glasial dapat digunakan menyelesaikan masalah tentang proses proses geologi yang terjadi. Argentina.aspek dari glasial dan hubungannya satu sama lain. Dalam keadaan biasa tidak mungkin kita berkesimpulan bahwa sumber sebuah diamict berasal dari sebuah singkapan tunggal dan kecil. Hanya dengan diamict dapat diketahui endapan yang langsung pada “ice glasier” dapat diidentifikasi dengan baik.macam bentuknya penting dalam aplikasi. dan sistem pengendapan glasial digunakan juga dalam penyelidikan untuk endapan mineral yang terdapat pada pelindung / pembungkusnya sendiri. Pertama. Kadang kadang endapannya tepat pada glasier dan lapisan . mulai dari bongkah . semua ukuran ada.

Subglacial Supraglacial Glaciolacustrine Glaciofluvial Substrate relief dan lingkungan tektonik adalah berperan sebagai dasar dalam pengendapan glacialteretrial ini.sama dengan informasi variasi lateral dan geometri deposit diluar singkapan lokal. sebagai contoh.Relief.relief yang dapat terjadi dapat dilihat pada gambar 1. (gambar 2.tanda untuk lingkungan pengendapan digunakan refensi asosiasi fasies. darat yang berbatu dan pada kemiringan.endapan. Dengan pendekatan yang dasar dapat ditarik kesimpulan bahwa itu adalah produksi facies diamict. Menurut hasil penyelidikan bahwa pertumbuhan lembar . Glasil low . .lembar es dibumi ini dalam jumlah yang besar. tetapi kurang yang mengandung endapan . Dimana asosiasi fasies ini berubah . Posisi Glacioteretrial Pada Low . Umumnya. dalam model 3 dimensi dapat memperlihatkan endapan dengan jelas. sistem pengendapan ini diidentifikasi menjadi dua bagian yaitu glacioterrestrial dan glaciomarine Sistem Glacioterestrial Tract.relief ini ditunjukkan dengan baik dengan adanya distribusi glasial deposit pleistocene seperti yang terjadi di Amerika bagian utara. dimana sedimen glasial primer lebih banyak bekerja dibandingkan proses sedimen nonglasial yang berbeda dan pengaruh lingkungan glasial dapat diidentifikasi dan juga asosiasi . Dalam jumlah yang besar ternyata glacial besar dari sedimen ocean basin. dimana proses hubungan fasiesnya mencatat bahwa elemen paleogemorphic basin yang terbesar. yang cenderung faciesnya dipengaruhi oleh arus turbidit.rubah pada lingkungan pengendapan yang berbeda.3) Beberapa sistem pengendapan pada low . Asosiasi glasial fasies beserta lingkungan pengendapannya terjadi khususnya pada sungai. Sistem pengendapan glasial dapat terlihat dengan jelas pada geometri 3 dimensi. Glacial itu aktif pada basin akibat tektonik.89 Agar dapat memperkirakan tanda . 2. 3. 4. Untuk interprestasi yang baik memerlukan profil defosit vertikal secara terinci. Iklim juga mempengaruhi endapan glacial terrestrial ditepi es.asosiasi fasiesnya. danau. Berdasarkan pemisahan dan krnologis lingkage. bersama . aliran sedimen oleh gaya berat. Lingkungan pengendapan glacioterestrial dapat dibedakan atas 4 jenis yaitu : 1. Dalam kebanyakan kasus glasier yang mempunyai volume besar diberikan oleh lingkungan pengendapan dilaut atau lacustrine basin.

7.till” stratigrafi. Kelanjutan dari produksi lodgement membuat lapisan lentircular menjadi tebal. Perubahan aliran lengsung dari es dan runtuhan dari litologi yang berbeda hasilnya dapat dilihat sebagai suatu tumpukan dari beberapa “lodgement till” yang berlapis keatas selama sebuah glaciation tunggal. Penekanan ini dibutuhkan untuk ketelitian dalam interprestasi maju/ mundurnya siklus dari “multiple .8).like”.sungai kecil yang kering. Adanya tanah bercampur batu kerikil pada chanel sebagai hasil dari sungai .lapisan es yang tidak rata.7). Sedangkan deposit fasies subglasial diamict pada prinsipnya terjadi/terdapat dibawah bagian dasar es yang basah. Runtuhan Englacial didalam transportasi sebuah lapisan basal tipis (1m) itu terdiri dari lapisan . es tersebut meluncur serta berakhir pada substrate. dan diantara partikel dengan substrate. Oleh karena itu kehadiran fasies glaciofluvial didalam lingkungan “lodgement . dimana berorientasi pada aliran es langsung yang subparalel dan hubungan genetik dengan “ekers ridges” (gambar 6). Abrasi yang kuat itu terjadi diantara kedua partikel dalam lapisan dasar. Hubunganya merupakan potongan menyilang dan tumpang tindih sebagi akibat dari erosi pada substrate dalam merespon perubahan kecepatan gerak dari es.90 1. Setiap unit till mengandung clasts dan matrix dari perbedaan sumber lapisan batuan (bedrock). Letak dari “lodgement till” ditentukan oleh lokal dan regional unconformity dan cenderung mempunyai geometri regional “ sheet . Dimana ketebalan totalnya tidak melebihi dari 50 meter Unit “lentircular till” yang kuat terjadi didalam bentuk “sheet . Sedangkan ciri dari “Glacially shaped Clasts” dapat dilihat pada gambar 5. (gambar 4a.till” tidak terlalu penting sebagai petunjuk mundurnya glacier.d). Runtuhan itu saling bertubrukan dengan lapisan. Pada yang poros yang panjang “Clast” mempunyai penjajaran pararel yang lebih kuatyang ditimbulkan oleh aliran es. Sedangkan dalam kondisi dasar yang kering es tetap pada lapisan Frozen dan kebanyakan berpindah / bergeraknya juga menyebabkan perubahan bentuk pada bagian dalamnya. dapat membentuk subtratelagi sebagai akibat dari tekanan cairan dan yang dikeluarkan dari es.b). Sistem Pengendapan Subglacial Kondisi / keadaan didasar lembaran .lembaran es yang besar akanberubah luasnya yang diakibatkan oleh perbedaan temperatur es dan kecepatannya. 2. (gambar 6).like” (gambar 6. juga kumpulan dari komponenkomponen dari stratigrafi subglasial (gambar 6) Chanel mempunyai sebuah planah pada permukaan bagian atas yang memotong diamict. Pengukuran poros yang panjang berorientasi dengan sedikit clasts memberikan sebuah indikasi aliran es lansung yang cepat. Sistem Pengendapan Supraglasial . (gambar 6. Untuk es yang dasarnya basah dimana kondisi tertutup oleh tekanan titik lebur es. (gambar 4c.

b. . Sistem Pengendapan Glaciolacustrine.91 Bagian luar dari tepi lembaran . Dimana “melt-out till” bersama dengan perkembangan fasies “diamict” pada permukaan es adalah asosiasi dengan topografi bukit-bukit kecil yang khusus dimana itu merupakan data kompleks dari pemisahan tepi-tepi es. Dimana fasies “ diamict” adalah merupakan “interbedded” dengan “glaciofluvial” dan fasies “lacustrine”. Ini adalah pergerakan dari es tidak melakukan luncuran pada basal. perluasan dari es berhenti sekitar seperempat kilometer seperti yang terjadi di Amerika bagian utara (gambar 2. merupakan generasi penutupan oleh pencairan es pada suatu tempat tertentu. dimana fasies lapisan . Perbedaan tekanan yang kuat antara “upglacier” yang aktif dengan penghalang .10a. bagian-bagian berbentuk rakit dan fragmen-fragmen dari sedimen yang sudah lebih dulu. (gambar 10 d).3). dimana “clast” itu merupakan rancangan dari lapisan-lapisan paling atas. Penutupan ini tidak stabil dan pergerakan sedimen akibat aliran gravitasi untuk kedalam basin yang berbentuk ketel. 3.lembaran es biasanya merupakan batas dimana sisa daerah yang luas dari tofografi bukit-bukit kecil terdiri dari sedimen-sedimen yang bervariasi dengan geometri komplek. Apabila proses ini tidak berjalan lagi. Dimana pencairan kearah bawah lebih cepat oleh produksi tofografi daerah rendah “diamict” supraglacial pada prosese sedimentasi ulang secara umum diakibatkan oleh aliran dari reruntuhan .c). (gambar 9. Ini merupakan basal yang ada pada bagian atas sebagai hasil dari “meltout till” (gambar 9). Selama proses glaciation yang terakhir. Jika bagian luar dari tepi es yang tipis menjadi “frozen” pada substrate maka lempengan dari “bedrock” yang besar juga glaciotectonized boleh tidak ikut dengan proses tersebut.penghalang oleh bagian tepi es menghasilkan perlipatan yang kompleks dan perlapisan runtuhan basal yang tebal (gambar 9). terdapat geometri lenticular yang mengalami penebalan pada “down-slope” serta ketidak hadirin relief pada perlapisan atas dari permukaan dan adanya suatu kecendrungan untuk mengisi tofografi yang rendah. yang boleh menutup lapisan batuan berbentuk rakit pada bagian atas yang sekarang merupakan pembentuk dari dasar es.c). Massive dan lapisan kasar dari fasies “diamict” berpengaruh.lapisan kasar sebagai hasil dari aliran massive yang tipis pada lapisan diatasnya. juga channelnya berbentuk bagian yang menyilang. 1979). maka bentuk ini menjadi menutup oleh runtuhan-runtuhan englasial pada permukaan es. serta mempunyai lapisan berupa “clast” yang pararel dengan arah alirannya. (gambar 10b.reruntuhan yang ada. Kondisinya berada dibawah sehingga struktur englasial berupa perlipatan dari rangkaian runtuhan basal yang merupakan kelanjutan dari “melt-out” dalam bentuk perlapisan berhubungan serta berorientasi melintang sebagai pembentuk aliran es langsung (Shaw. tetapi terjadi deformasi dibawah substrate sedimen.

contact danau-danau glacial menegaskan pengaruh musim kuat sangat kuat. Bagian dasar umumnya kasar.000 km2 terdapat di Amerika bagian utara (Teller and Clayton.relief. 1983).endapannya dapat berpindah. Banyaknya perlapisan menggambarkan suatu perbangingan tunggal atau ganda dari unit kelas atau kualitas dari silt dan clay dengan divisi-visi yang tertentu. Dibawah pengaruh ini sedimentasinya didominasi oleh perkembangan delta yang berbentuk kipas. Sebuah perbedaan yang sederhana antara kontak es dengan badan danau dapat dilihat pada gambar dilihat pada gambar (11). menyerupai tipe pegunungan dalam daerah high .kira 1. Dimana diketahui jika musim panas lapisannya kebanyakan terdiri dari sand dan silt.13D). Satu dari banyak karakteristik dari fasies glaciolcustrine. 1975). Ketebalan dari perlapisan umumnya seragam bersilangan dengan basin tetapi kandungan endapannya boleh “massive atau”cross-stratified sand” dan laminasi silt yang pada musim dingin menarik turun tingkatkan danau dan delta foreslope merosot turun. Penarikan kesimpulan ini . Tanda . daratan yang luas dalam skala danau berada dibagian dalam dari seaways. yang luasnya kira . Untuk model klasik formasi varve dalam non ice . yang setiap tahun produksinya berantai dimana ukuran butirnya sangat kontras sebagai hasil dari kondisi sedimen yang berbeda dalam musim dingin dan musim panas. Pada musim panas tanda dari lapisan tipis dikategorikan ke dalam jenis silt dengan bungkus oleh ripple dan ripple . Kandungan / endapannya boleh dari multiple lamination yang mewakili endapan sebuah getaran tunggal. Pada kenyataannya sistem pengendapan yang ada. tajam dan perlapisannya boleh meratakan tanah (gambar 12. Unit lempung (clay) hitam boleh juga memperlihatkan indikasi tingkatan deposit normal yang merupakan sedimen melayang-layang dibawah pembungkus es yang menutupi danau. misalnya pada musim panas tepi . Danau yang luas dalam statical yang sama menekan evaluasi bagian dalam dari daratan oleh lembaran es.tepi es pada supraglacial mencair sehingga endapan .ciri khusus berdasarkan arus turbiditnya dengan kontrol musiman yang kurang jelas. (gambar 12). Mencairnya supraglacial sangat berarti dalam menahan musim dingin. Danau Agassiz adalah contoh yang terkenal.tanda dari fasies lithologi suatu endapan itu menjadi jelas dalam setiap musim panas yang merupakan musim mencairnya es. Boleh juga kontribusi kecil itu merupakan material pelagic dari interflow atau overflow yang menyerupai bulu atau sedimen yang melayang-layang. sedangkan pada musim dingin lapisannya terdiri dari cly (lempung). (gambar 12) dan pencatatan mulai berawal dari penambahan dan menurunnya kerapatan aliran bawah yang aktif (Ashley. Liang dan jejak fosil umumnya dijumpai pada perlapisan saat musim panas. sedimen dibebani kerapatan dibawah aliran.drift yang tipis dan mengalami laminasi yang menyilang.92 Kolam glaciolacustrine sebagai hasil dari erosi glacial. Berubahnya basin dari daerah yang sempit/terbatas. Ini boleh mempunyai deposit dengan bagian-bagian yang berlainan dan mempunyai ciri . disrupsi glacial bekas sistem drainase dan mengeluarkan / menghasilkan air akibat proses pencairan dalam jumlah yang besar. bulat dan menonjol. Dalam musim panas. Tetapi bukan pada musim dingin.000.

lapisan kasar atau lapisan massive pada saat menutupi cairan es yang berikutnya.relief” dimana sedimentasinya semata . (gambar 13c). (gambar 16) Ditepi es proses agradasi biasanya cukup deras sehingga menutupi bagian-bagian dari tepi es. Lubang dari permukaan “out . dimana mengalami penebalan pada tofografi rendah dan penipisan pada daerah yang sangat tinggi.14. Model sedimentasi dari danau glacial “ice-contact” sangat mengecewakan karena mempersulit pekerjaan dari bagian logistik pada danau “proglacial” yang modern dan basin danau modrn yang uikurannya kecil dibandingkan dengan pleistocene contoh-contoh yang lebih tua. (gambar 14. Ciri-ciri untuk danau yang bukan “ice-contact” dalam basin “low . “diamict” biasanya adalah “overlain” pada unit-unit chanel yang berupa laminasi lumpur-lumpur lempung. Ini mengantarkan struktur deformasi dalam ukuran butir-butir kasar. Sistem pengendapannya membuat kandungan yang diatas mempunyai berarti bagi deposit dari sedimen-sedimen glacial sungai-sungai “meltwater”. ini adalah perubahan :ovelain” oleh pengkasaran bagian atas yang berjalan dengan baik pada “ripple-laminated”. Stratifikasi yang berikutnya boleh berkembang oleh proses pekerjaan ulang dari sedimen ini akibat arus yang menarik atau perulangan sedimentasi pada “down-slope”. (gambar 13e. Sistem Pengendapan Glaciofluvial. sehingga sedimennya melayang-layang dan rakit-rakit es runtuh diatas dasar basin. “diamict” mempunyai susunan komplek berupa massive dan fasies yang berlapis-lapis. dimana perluasannya dapat mencapai seperempat kilometer. Sedangkan didalam “high-relief” basin dari danau itu berada pada “zona” pegunungan. kandungan dari “dropstone”. kemungkinan asalmula turbidit. Depositnya umunya didominasi bentuk dasar yang luas.wash” ditutupi oleh es yang mencair. khusus danau “ice-contact” didalam posisi “low-relief”. Dimana pada bagian dalam. dimana perluasannya itu merupakan sebuah aliran tunggal serta dapat berfungsi sebagai transportasi sedimen . Bagaimana “thin-bedded” yang turbidit boleh juga “interbedded” dengan perlapisan yang dikontrol secara musiman dan memerlukan studi lapangan yang detail (Ashely. “Diamict” adalah butiran yang halus dan mempunyai geometri sebuah “blanket-like”.mata ditentukan oleh musim dimana mencairnya permukaan lembaran-lembaran es.15). Ini merupakan sisi “eskers” atau kontak es yang kompleks dari jajar “diamict” (gambar 9) Dimana sungai-sungai dari glacial “out -wash” ini kebanyakan bertipe “multiple-channel” atau “Teranyam”. planar dan tembus dan tembus ke pasir “cross-bedded” yang menurut catatan letaknya pada pada progadasi delta yang merupakan akumulasi “diamict” 4. 1975).93 boleh boleh dikatakan kurang tepat jika bagian perlapisan yang diakibatkan oleh turbidit pada daerah pusat itu berlainan.15) fasies “diamict” massive sebagai hasil dari lapisan deras. Perluasan dari deposit glaciolacustrine pleistocene itu dapat dilihat disekitar danau-danau besar yang modern di Amerika utara adalah sangat penting untuk studi sedimentasi dalam skala besar.

Sistem Glaciomarine Tract. V. Data-data dari bentuk endapan menunjukkan kehadiran dari es dapat menghancurkan/merusakkan. (gambar 17). Lingkungan sediment-nourished dapat bertentangan dengan sediment-starved dalam hal hal posisi. . atau dari kejadian glasial dari clast yang tajam-tajam. Ini adalah masalah terutama dalam kedudukan high-relief. Lingkungan laut yang sederhana dicontohkan dengan terdapatnya volume dalam jumlah yang besar dari cairan es dan lumpur yang langsung mengisi paparan. bahwa penebalan deposit “glaciomarine” sederhana/sedang pada daerah laut adalah mungkin karena terlindungi oleh batu-batuan. itu adalah tipe frozen yang besar didaerah kutub masukan “melt-water” adalah sama sekali terbatas sehingga “deposition” kimia dan biogenic” relatife menjadi penting. Dengan jelas. juga dapat berkembang sebagai “patch” yang terisolir dalam paparan bagian dalam atau inner-shelf (gambar I-I dan I-2). Dapat juga dipakai untuk menentukan tepi dari es apakah lingkungannya didominasi oleh proses glasial atau proses marine. LINGKUNGAN TERUMBU (REEF) Terumbu atau reef merupakan lingkungan yang unik yang sangat berbeda dari bagian lingkungan pengendapan lainnya di lingkungan paparan (shelf). Pengaruh angin dalam menghadirkan vegetasi. sehingga merupakan penghalang yang efektif terhadap gerakan gelombang yang melintasi paparan tersebut. Ini adalah sebuah masalah dalam interprestasi deposit-deposit pada jaman dahulu/kuno. sebagai hasilnya adanya deposit akibat gerakan angin yaitu silt dan pasir.94 sepanjang tahun. karena depositdeposit sungai teranyam terjadi dalam posisi/kedudukan dari banyak deposit. Iklim regional adalah kontrol yang lain dan penting karena berhubungan dengan volume es yang mencair dilingkungan marine. 1988). Domack. Disamping terumbu berkembang seperti massa yang menyusur sepanjang garis pantai diatas. Sebuah hubungan glasial boleh menjadi sangat sulit. ini terdapat di Antarctica. jika tidak mungkin diidentifikasi bukti/tanda harus mencari dari kehadiran atau ketidak hadirin iklim dingin struktur periglacial. (gambar 18.4. Sebuah bagian sederhana sistem pengendapan “glacial marine” yang membedakan posisi continental self dari continental slope dan teluk yang sepit dan panjang diantara karang yang tinggi. Dimana akumulasi dari “peat” yang tebal dapat menghasilkan batu bara. Terumbu ini umumnya dijumpai pada bagian pinggir platform paparan luar (outer-shelf) yang hampir menerus sepanjang arah pantai. Proses glaciofluvial adalah penting karena boleh melengkapi pekerjaan ulang/kembali dari deposit sedimen pada glacier (gambar 16). (gambar 1). (gambar 5) dan kerut-kerut.

Sebelumnya Dunham (1970) mencoba memberikan solusi dilema peristilahan ini dengan mengusulkan dua tipe terumbu. terbatas secara lateral. seperti “mound” yang terbentuk secara organik dengan panjang 100 m dan tinggi 50 m (Neuman. dan tanpa mengaitkan dengan hiasan pembentuk internalnya. dan merupakan batuan karbonat yang buruk sampai sangat buruk.I Letak Pengendapan Kebanyakan terumbu terbentuk dalam lingkungan air dangkal. dihasilkan oleh pembentukan aktif dan pengikatan sedimen organisme. terbatas secara lateral.berupa terumbu linier yang hampir kontinyu disepanjang tepi platform dan disebut juga sebagai “barrier-reef” “Fringing . ada yang menyebutnya dengan “carbonate buildup” atau “bioherm”. terumbu juga dapat dijumpai dalam air yang lebih dalam.reef” yang terbentuk sepanjang beberapa tepi paparan. Tetapi para pekerja karbonat tidak menyetujui penggunaan istilah terumbu hanya dibatasi untuk carbonatbuildup atau inti yang kaku. pertumbuhan koloni organisme. merupakan hasil proses relief tofografi.2 Organisme Terumbu . dan Keller.95 Istilah lain untuk terumbu ini. letaknya berlawanan dengan garis pantai yang terbentuk akibat paparan yang sangat sempit. Wilson (1975) menggunakan istilah carbonat-buildup untuk tubuh yang secara lokal. II.reef”. Sedangkan terumbu berbentuk seperti donat disebut “Atolls”. Kofoed). (b) Terumbu Stratigraf : dicirikan oleh batuan yang tebal. dimana bagian luarnya merupakan penghalang gelombang lagoon yang dilingkarinya dan terumbu yang lebih kecil lagi dan terisolisasi dinamakan “patch-reef” “pinnacle-reef. 1977) “Mound” ini mengandung lumpur yang mengikat atau menyemen berbagai organisme air dalam. tersebar pada paparan tengah (midle-shelf) Disamping dalam air dangkal. ahermatypic hexacoral dan sponga. II. seperti : crinoid. struktur tofografi yang tahan terhadap gelombang. Selanjutnya Longman (1981) memodifikasi definisi Heckel (1974). atau “table .buildup lainnya yang tidak memiliki inti kerangka yang kaku. atau carbonat . yang mengatakan bahwa terumbu sebagai karbonat yang tumbuh dipengaruhi secara biologi dan juga mempengaruhi secara biologi dan juga mempengaruhi daerah sekitarnya. yaitu : (a) Terumbu Ecologik : adalah terumbu yang dicirikan oleh bentuk kaku. TERUMBU MODEREN DAN LINGKUNGAN TERUMBU II.

Lingkungan Terumbu Energi Tinggi II. M. dan moluska (Heckel.3. fenestethid bryozoans. branching. kerangka foramnifera. Meskipun demikian. terdiri dari bagian inti tengah “Reef-framework”. oleh karenanya coral hermatypic ini terbatas hidupnya hanya dalam air sangat dangkal. koral merupakan dominan terumbu modern. alga merah coralline.96 Hampir semua terumbu tersusun oleh koral. Bentuk pertumbuhan terumbu yang terbentuk oleh organisme sangat dipengaruhi oleh energi air yang bekerja terhadap terumbu tersebut. ditunjukkan secara skematik pembagian sub-fasies terumbu platform (platform margin reef). seperti alga biru . 1985). Pada bagian lebih atas mendekati datar dan dangkal terdiri dari “reef-slope”. 1988) dan jarang mempunyai hubungan simbotis. James dan Macintyre. yaitu : (a) Hermatypic (zoanthellae) hexacoral : merupakan koral utama air dangkal yang melakukan hubungan simbiotik dengan beberapa macam organisme unicelluler terutama alga. dan tabular (Gambar II-I) dan biasanya lebih baik untuk untuk bertahan terhadap aksi gelombang yang kuat.W. sehingga membutuhkan sinar matahari. dan plate-like. Sedangkan yang hidup dalam zona energi air yang lebih tinggi. sehingga merupakan organisme utama sekarang yang membentuk “carbonat-buildup” dalam air yang lebih dalam. Dalam sejarah waktu geologi. dan ada dua jenis koral. sponga. (b) Ahermatypic (azooxanthellae coral : coral ini hidupnya tidak terbatas pada air dangkal saja. yang berangsur kearah terumbu. II. Organisme yang hidup dalam energi air yang rendah akan cenderung menghasilkan terumbu terbentuk delicate. 1974. terumbu cenderung berkembang membentuk hemisperical. stromatoporoids. 1988).3. dan “forereef talus” berupa akumulasi jatuhan terumbu. Pada bagian lebih atas mendekati datar dan dangkal terdiri dari “reef-flat” dan lebih kearah darat berupa “back-reef coral algal sands “ dan “endapan lagoon subtidal” (Longman. yang kemudian dinakan secara kolektif sebagai zooxanthellae. encruting. Alga ini hidup dalam atau antara kehidupan sel koral dan mendapatkan energi dari proses photosistesis (Cowen. tetapi dapat tersebar hingga pada kedalaman melebihi 2000m (stanley dan Cairs. Selama proses photosintesis alga ini melepaskan CO2.hijau (cyanobacteria. . alga hijau.I Lingkungan Terumbu Energi Tinggi Pada gambar II-2. meskipun banyak organisme lain yang turut menyumbang. brozoa. beberapa kelompok organisme yang membentuk terumbu meliputi : archaeocyathids. dan rudistid clams. 1981)..

yang diikuti oleh penurunnan kandungan kerangka. yang memiliki inti tengah atau kerangka dikelilingi oleh “edible fruit”. Perlu diperhatikan bahwa seluruh komponen kerangka terumbu biasanya sangat lebih kecil volumenya dari pada volume kandungan nonkerangka. beberapa lumpur gamping (lime mud). sebagai berikut :    Kata “rudstone”. beda keduanya adalah “floatsone” merupakan mud-suported. “reef-front”. seperti pengererasan foraminifera dan bryozoas. fasies moderen terumbu type tepi platform umumnya terdiri dari inti kerangka tengah yang mengandung .2 Lingkungan atau Fasies terumbu Energi Rendah Pada lingkungan energi tinggi. alga hijau. II. James (1983) membagi terumbu kedalam zona “forereef”. “reef-crest’ “reef-flat” dan “back-ref” . dan back-reef coral algal sands seluruhnya tersusun oleh kandungan non-kerangka yang terdiri dari terutama bioklas dan beberapa organisme yang relatif hidup pada zona ini. jenis organisme. Masing-masing zona dicirikan oleh jenis material karbonat berbeda (Gambar II-3). Zona fore-reef. persentase komponen kerangka. Kemudian pada kedua arah “fore-reef” dan “back-reef” energi air akan menurun. dan moluska tidak membentuk struktur kerangka. sedangkan “framestone” tersusun oleh organisme seperti lokal yang membentuk struktur kerangka yang kaku. “Binstone” terbentuk selama pengendapan oleh pengerasan dan terikat organisme.97 Secara fisiografis. sedangkan “rudstone’” adalah grain-suported. Energi air. “floatstone”. “Bufflestone” adalah komponen karbonat yang terbentuk pada waktu pengendapan berupa tangkai atau batang organisme yang terperangkap kedalan sedimen oleh aktifitas buffle.3. bersamaan dengan pecahan bioklas dari terumbu yang terkena aktivitas gelombang dan dalam zona terumbu dengan energi lebih rendah. proses sedimentasi utama. “bafflestone” “bindstone” dan “frameston” mula-mula digunakan oleh Emery dan Klovan (1971) sebagai modifikasi klasifikasi batu gamping yang diusulkan oleh Dunham (1962) “Floatstone” dan “rudstone” adalah butiran karbonat yang tidak terikat san mengandung lebih dari 10 % butiran berukuran lebih dari 2 mm. Fraksi non-kerangka terumbu terdiri dari organisme seperti echinodermata. ukuran butiran serta pemilahan sedimen berubahubah dalam setiap zona (fasies) terumbu. talus-slope. maka persentase kandungan kerangka paling tinggi. Longman (1981) membandingkan struktur terumbu dengan mudah. Pada tabel II-1 diperlihatkan ringkasan karakteristik seperti itu untuk setiap fasies atau zona yang ditunjukkan pada gambar II-2. Pada zona “reef-crest” dimana energi air paling tinggi.

(c) Mud-mounds. terdiri dari kerangka terumbu masif. dan tersusun oleh pasir dan lumpur karbonat yang sederhana dengan organisme yang sangat mirip bagi komposisi organisme tipe terumbu (James. mengandung sisa-sisa organisme yang terperangkap atau buffed dalam lumpur. biasanya terdiri dari gamping konglomeratan atau breksi taluis. yaitu : (a) Microbial-mounds. stromatolities. pemilahan buruk. (c) “Inter-reef”. Pembagian zona karakteristik terumbu energi rendah tidak begitu baik berkembang seperti terumbu energi tinggi dan terumbu cenderung membentuk bidang datar melingkar sampai elip. terbentuk oleh akumulasi lumpur plus berbagai sejumlah fosil. (b) Skeletal-mounds.terumbu (“reef-core”). dan atau gamping pasiran yang menipis dan miring menjauhi intiterumbu. organisme pembentuk terumbu yang terkandung tersemen dalam matriks lumpur gamping atau lime mud. meskipun beberapa bentuk terumbu energi yang lebih randah juga dijumpai. Salah satu contoh yang baik yang menggambarkan karakteristik umum kompleks terumbu purba adalah “carbonat-buildup di bagaian utara Meksixo disebut dengan Golden Lane ‘ Atol”. James dan Bourque (1992) mengelompokkan “mound” seperti diatas kedalaman tiga tipe utama. gamping lumpuran subtidal.98 sebagianbesar coral dan coralline alga. mengandung butiran halus. berlapis. yang mengandung calcimicrobes. Model ini menyajikan alasan yang baik untuk perkembangan terumbu energi tinggi dalam banyak posisi. tak berlapis. atau kemungkinan lumpur silisiklastik. Inti berangsur ke arah laut melalui zona fore-reef talus sampai lumpur gamping pada air yang lebih dalam atau shales. (b) Sayap-terumbu (“reef-flank”). Pertumbuhan organisme pada terumbu energi rendah umumnya didominasi oleh bentuk-bentuk delicate. dan thrombolities. Dan ke arah darat melalui back-reef coral algal sand sampai endapan lagoon dengan butiran yang lebih halus. TERUMBU PURBA Terumbu purba biasanya dapat dibagi hanya menjadi fasies utama yaitu : (a) Inti . Bentuk struktur semacam ini dinamakan “reef-mound” atau “simply-mound”. Bentuk pertumbuhan (buildups) energi rendah lainnya tersusun sebagian besar oleh organisme non-terumbu yang terdiri dari tiang-tiang fragmen skeletal berbentuk gundukan atau “mound” dan / atau lumpur gamping bioklastik yang kaya organisme skeletal dengan sedikit organisme boundstone. yang memperlihatkan . 1984). III. branching (gambar II-I).

KESIMPULAN  Terumbu atau reef adalah batuan sedimen yang sangat unik dengan karakteristik dan komponen penyusunan yang beragam dan umunya terbentuk pada lingkungan paparan.  Komposisi utama pembentukan terumbu disamping berubah dengan posisi dan energi air yang bekerja selama pembentukannya. “hydrozoans”. yang hidup pada air dangkal karena membutuhkan sinar matahari dalam hidupnya dan yang kedua ahermatypic coral yang dapat hidup dalam air yang lebih dalam bahkan melebihi kedalaman 2000m. dan “encrusting algae”. sehingga memungkinkan terbentuknya “carbonat-buildup” pada air dalam. sedangkan terumbu . Selanjutnya kearah laut (basinward). dan lebih kedalam lagi fasies terdiri dari batugamping mikrit dengan fauna organisme pelagik. Pada bagian inti terumbu yang berada beberapa puluh meter diatas fasies karbonat yang lebih dalam.99 perubahan biofasies dan lithofasies (Wilson. fasies terumbu berubah ke fasies sayap-terumbu (“reef-flank”) yang terdiri dari interklastik kasar sampai boulder biogenik yang tertanam dalam mikrit. dan lebih kearah pantai perubah kedalam fasies yang lebih terbatas berupa endapan evaporit.  Bentuk pertumbuhan terumbu ini sangat bervariasi tergantung letak dan besarnya energi air yang bekerja selama perkembangannya. dan lebih kearah pantai berubah kedalam fasies yang lebih terbatas. IV. juga berbeda dengan umur terbentuknya terumbu tersebut. Koral hermtypic yang mendominasi pembentukan terumbu koral moderen. Beransur kearah pantai. Terumbu yang lebih tua dari Mesozoik umumnya didominasi oleh organisme pembentuk terumbu lainnya seperti : koral tabular. dan “blue-green algae” (Stanley dan Fagerstrom. Kandungan organisme pembentuk terumbu juga tergantung pada umur terumbu tersebut. “encrusting bryzoa”. “sponga”. “colonial corals”. yaitu : pertama hermatypic coral. terdiri dari “rudistid clams”. “coralline algae”. 1988). ada dua jenis koral penyusun utama terumbu. khususnya tepi paparan atau shelf margin. “stromatoporoids”. pertamatama muncul pada umur Mesozoik dan bukan komponen terumbu yang lebih tua. dan “bioturbated wackstone” dengan fauna menunjukkan sirkulasi terbatas. 1975). Disamping itu komponen kerangka penyusunnya juga berbeda untuk setiap energi air dan posisinya.  Berdasarkan energinya itu. Organisme utama pembentuk terumbu purba sangat berbeda dengan organisme terumbu moderen. terumbu berupa “oolitic-biogenic grainstone” sampai mikrit “back-reef” “foraminiferal grainstone”. seperti “hermatypic coral” mendominasi pembentukannnn utama terumbu moderen yang muncul pada umur Mesozoik. “stromatoporoids”.

4. Basin. sehingga memungkinkan terbentuknya “carbonat-buildup” pada air dalam. D.A. “stramotoporids”. khususnya tepi paparan atau shelf margin. yang hidup pada air dangkal karena membutuhkan sinar matahari dalam hidupnya dan yang kedua ahermatypic coral yang dapat hidup dalam air yang lebih dalam bahkan melebihi kedalaman 2000m. Disamping itu komponen kerangka penyusunannya juga berbeda untuk setiap energi air dan posisinya. juga berbeda dengan umur terbentuknya terumbu tersebut. 6 Winnowed platform edge (sands). dan C. “hydrozoans”.7. Moore. Organic buildup.     Terumbu atau reef adalah batuan sedimen yang sangat unik dengan karakteristik dan komponen penyusunannya yang beragam dan umumnya terbentuk pada lingkungan paparan. 5. dan “blu-green algae” Gambar I-I : Menunjukkan profil skematik lingkungan paparan (shelf) karbonat dengan pembagian sub-lingkungan fasiesnya. “sponga”.G. Foreslofe .100 sebelum Mesozoik didominasi oleh koral tabular. dan “blue-green algae”. “coralline algae”. “hydrozoans”. sedangkan terumbu sebelum Mesozoik didominasi oleh koral tabular. 2. 3. 1. Evaporites (P. 8. Deep-sea shelf. yaitu : pertama hermatypic coral. ada jenis koral penusun utama terumbu.Opencirculation shelf. “coralline algae”. Komposisi utama pembentuk terumbu disamping berubah dengan posisi dan energi air yang bekerja selama pembentukkannya. Bentuk pertumbuhan terumbu ini sangat bervariasi tergantung letak dan besarnya energi air yang bekerja selama perkembangannya. Scholle. dan 9. Berdasarkan energinya itu. “encrusting bryzoa”. “sponga”.H. Open-sea shelf. “stromatoporoids”. . “encrusting bryzoa”. Bebout. Restricted-circulation self. seperti “hermatypic coral” mendominasi pembentuk utama terumbu modern yang muncul pada umur Mezozoik.

101 Carbonate depositional environment: AAPG Mem. 33. N.flat (James. tropical yang menunjukkan posisi relatif terumbu. 1983) . Okla). lagoon.P. lime-sand shoal. 1984) Gambar II-1:Menunjukkan bentuk pertumbuhan organisme pembentuk terumbu energi dan tipe lingkungannya (James. rimmed. dan tidal . Gambar 1-2 :Skematik tampak datar paparan karbonat moderen.P. Tulsa. N.

W. terumbu koral dengan perkembangan kerangka terumbu yang baik (Longman..-M. 1981) Gambar II-3:Menunjukkan penampang zona hipotek terumbu tepi (marginal-reef) dengan jenis batugamping dan bentuk pertumbuhan oarganismenya (Longman.W. M. 1981) ..102 Gambar II-2:Menunjukkan idealisasi fasies terumbu moderen.

N. 1984).103 Gambar II-4: Menunjukkan diagram skematik zonasi sebagai respon terhadap perbedaan kondisi energi.W.P. berkisar dari air tenang sampai air bergelombang (James... M. 1981) . Tabel II-I: Proses Pengendapan dan karakteristik fasies utama dalam kompleks terumbu modern (modifikasi dari Longman.

L. J. Mexsiko Tengah (Wilson.104 Gambar III-1: Menunjukkan karakteristik umum biofasies dan lithofasies kompleks terumbu purba pada penampang melintang “carbonat-buildup” berumur kapur Tengah. 1975). ..