You are on page 1of 15

MAKALAH SURAT MENYURAT DAN CURRICULUM VITAE

Disusun oleh :
Nama : Muhayati
NPM : 18112110
Kelas : 3ka39

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi
Jurusan Sistem Informasi
Universitas Gunadarma
2015

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Arti dan Fungsi Surat
A. Pengertian Surat
Surat merupakan suatu sarana komunikasi tertulis untuk menyampaikan informasi,
pernyataan atau pesan kepada pihak lain yang mempunyai keperluan kegiatan dengan
bentuk tertentu. Dengan demikian surat membawa informasi, pernyataan atau pesan yang
diharapkan informasi itu akan tersampaikan kepada yang dituju oleh penulis surat.
Apabila ditinjau dari sifatnya, surat adalah jenis karangan paparan, sebab pengirim surat
mengemukakan maksud dan tujuannya, menjelaskan apa yang dipikirkannya dan
dirasakannya melalui surat. Berbeda halnya jika ditinjau dari wujud penuturannya, surat
merupakan percapakan tertulis, dari seseorang kepada seseorang, dari seseorang kepada
lembaga, dari lembaga kepada seseorang, atau dari lembaga ke lembaga. Apabila ditinjau
dari fungsinya, surat merupakan sarana komunikasi tertulis. Komunikasi tersebut dapat
berupa pengumuman, pemberitahuan, keterangan dan sebagainya.
B. Fungsi Surat
Surat merupakan salah satu sarana komunikasi berbahasa tulisan. Dari berbagai jenis
surat yang biasa digunakan dapat dikelompokan kedalam beberapa fungsi surat sebagai
salah satu sarana dalam kegiatan berbahasa tulis, sebagai berikut:
1.

Sebagai alat komunikasi
Dalam hal ini surat dapat berfungsi untuk menyampaikan informasi. Informasi yang

dimaksud dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, permintaan, penawaran, laporan
usulan, dan sejenisnya.
2.

Sebagai wakil penulis
Pada fungsi ini surat dapat mewakili keinginan penulis, sehingga penulis tidak

perlu bersusah payah untuk bertemu dengan penerima surat, yang mungkin jarak

2 | Bahasa Indonesia

tinggalnya cukup jauh. Harapan dan keinginan penulis cukup diungkapkan dan diwakili
oleh surat tersebut
3.

Sebagai alat bukti historis
Surat merupakan wujud kegiatan berbahasa tertulis, sehingga dapat dibedakan sebagai

bukti historis. Contohnya ialah surat-surat pada arsip lama yang dapat digunakan sebagai
bahan penelitian atau pengkajian guna mengetahui kegiatan atau keadaan suatu intansi
atau sesuatu hal pada masa yang lampau.
4.

Sebagai pedoman pelaksanaan kerja
Sebagai wujud tertulis, surat dapat berupa ketentuan atau pedoman bagi pelaksanaan

sesuatu. Surat-surat yang dimaksud pada fungsi ini, misalnya surat keputusan, intruksi,
surat edaran, dan sebagainya
5.

Sebagai alat pengingat
Surat dapat disimpan dan diamankan, sehingga dapat dijadikan sebagai pengingat

apabila terdapat kehilapan terhadap pesan surat. Contoh-contoh surat dalam fungsi ini
ialah surat-surat yang diarsipkan dan sewaktu-waktu dapat dibuka lagi untuk
mempermudah penyelesaikan suatu masalah atau pekerjaan
6.

Sebagai alat bukti tertulis
Surat dapat dijadikan sebagai bukti tertulis dari sesuatu urusan, sehingga jika terjadi

kekeliruan atau kesalahpahaman surat merupakan bukti tertulis. Contohnya, surat
perjanjian, surat sewa menyewa, surat jual beli, surat wasiat, dan sebagainya
7.

Sebagai alat untuk memperpendek jarak dan penghemat tenaga

Surat dapat dijadikan media hantar informasi yang tidak terhambat oleh jarak dan dengan
surat hambatan jarak tidak menjadi alasan pemborosan energi dan waktu.
2.2 Syarat – Syarat Surat Yang Baik
Surat dikatakan baik yaitu apabila dalam penulisannya sudah sesuai dengan kaidahkaidah dalam penulisan surat. Selain dari pemilihan bahasa, bentuk dan tulisan surat itu
sendiri, ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan. Hal-hal tersebut antara lain:
1. Jelas
Jelas disini berarti: tulisan mudah dibaca dan mudah pahami baik dari identitas si
pengirim surat, nama dan alamat yang dituju, serta dari isi surat itu sendiri.
2. Benar
Benar disini berarti: isi dari surat tersebut memang benar maksud dan tujuannya (tidak
untuk iseng), serta menggunakan kosa kata yang baku.
3 | Bahasa Indonesia

3. Sopan
Sopan disini berarti: menggunakan bahasa yang tidak hanya baku tetapi juga memiliki
sopan.
4. Singkat
Singkat disini bukan berarti penulisan katanya yang harus disingkat-singkat, tetapi
menggunakan bahasa yang efektif sehingga surat tidak terlalu panjang lebar.
5. Lengkap
Lengkap disini berarti: Maksud dan tujuan sudah terwakilkan atau tertuang semua.
6. Menarik
Menari disini bukan berarti harus menggunakan kosa kata seperti pada iklan-ikan
yang sering kita jumpai. Tetapi, kertas dan sampul surat harus serasi, bersih dan rapi
sehingga enak dipandang dan dibaca.
2.3 Bahasa Surat
Bahasa surat biasanya memiliki yaitu jelas isinya, lugas, menarik, dan sopan. Untuk
lebih lengkapnya, lihat pembahasan berikut ini:
1. Jelas
Bahasa surat yang jelas maksudnya tidak hanya mudah dimengerti tetapi harus
terbebas dari salah tafsir atau rancu, sehingga data-data yang dituangkan dalam surat
sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Bahasa dalam surat juga harus dapat menjelaskan
siapa yang membuat surat itu kepada siapakah surat itu ditujukan. Oleh karena itu, surat
harus menggunakan pilihan kata-kata yang cermat, kalimat yang utuh tidak menggantung,
dan tanda baca yang benar serta tidak terlalu banyak menggunakan kata-kata atau istilah
asing.
2. Lugas
Lugas artinya sederhana, praktis, bersahaja (simple). Jika diterapakn dalam pada
penulisan kalimat dalam surat, berate kalimat yang digunakan harus langsung
menunjukkan persoalan atau permasalahan yang pokok-pokok saja, tidak bertele-tele
serta dapat mengungkapkan gagasan secara tepat sesuai dengan maksud yang
dikehendaki.
Cara yang dapat dilakukan oleh penulis surat agar diperoleh bahasa surat yang lugas
adalah sebagai berikut:
1)

Menghilangkan unsur-unsur yang tidak diperlukan

2)

Menghilangkan basa-basi

3)

Menambahkan unsur penjelas yang hilang

4)

Menggunakan istilah yang biasa digunakan dalam surat niaga

5)

Menempatkan tanda baca yang tepat

4 | Bahasa Indonesia

3. Menarik dan Sopan
Bahasa yang menarik adalah bahasa yang hidup, lugas, jelas, wajar, enak dibaca, tidak
kaku, tidak menggunakan kata-kata yang telah using, dan tidak menggunakan kata
makian yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Bahasa yang menarik juga
menghindari pengulangan kata yang mengakibatkan nada surat menjadi monoton atau
membosankan lawan bicara.
Bahasa surat yang sopan maksudnya bahasa yang digunakan sederhana sesuai kaidah
bahasa umumnya dan tidak menggunakan bahasa yang berlebihan sserta kata-kata yang
merendahkan martabat orang lain.
A. Penggunaan Tata Bahasa dalam Surat-Menyurat
Pemakaian tata bahasa yang tepat dalam surat-menyurat memudahkan anda dalam
memahami kalimat surat. Tata bahasa meliputi ejaan dan tanda baca (fungtuasi).
1)

Ejaan

Ejaan meliputi penulisan huruf, penulisan kata, dan penulisan unsure serapan.
a)

Penulisan huruf

Huruf capital sebagai huruf pertama digunakan dalam penulisan unsur serapan.
Nama gelar (keturunan, agama, dan kehormatan), pangkat, jabatan, dan gelar akademis
yang diikuti dengan nama orang. Contoh : Cut Nyak Dien, Haji Amirudin, Prof. Soetjipto.
Nama bahasa, suku bangsa, dan bangsa. Contoh: bahasa Jepang, suku Indian, bangsa
Mesir
Nama tahun, bulan, hari, dan peristiwa bersejarah. Contoh. Tahun Kabisat,bulan April,
har senin, dan hari Pahlawan.
b)

Penulisan Kata

Perhatikan penulisan kata-kata berikut.
Kata dasar merupakan kata yang berdiri sendiri. Contoh: majalah, kantor, dan kemarin
Kata berimbuhan merupakan kata yang mendapatkan awalan atau akhiran. Contoh:
perkantoran, bacaan, dan memasak
Kata ulang ditulis menggunakan tanda hubung antara kata yang diulang. Contoh: suratmnyurat, bahu-membahu, dan masak-masak.
Kata gabungan yang diapit oleh imbuhan, maka pemulisannya digabung. Contoh:
mempertanggungjawabkan, memperjualbelikan, dan melipatgandakan.

5 | Bahasa Indonesia

Kata gabungan yang menggunakan awalan atau akhirannya saja ditulis terpisah, karena
awalan dan akhirannya hanya terdapat pada salah satu kata gabungan. Contoh: beri
tatahukan dan bertanggung jawab.
Kata majemuk penulisan dipisah jika salah satu katanya tidak berdiri sendiri, dan
digabung bila sudah dianggap satu kata. Contoh: kerja sama, tanda tangan, daripada dan
apabila.
Kata depan dan dari yang berfungsi menunjukkan nama tempat/arah, maka penulisannnya
dipisah. Contoh dari desa, ke Jakarta, dan di lemari.
Kata pun penulisannya dipisah dari kata yang mendahuluinya, kecuali pada kata
ungkapan tetap seperti meskipun, walaupun. Contoh: saya pun dan anda pun
c)

Penulisan unsur serapan

Penulisan unsur serapan dari bahasa asing perlu diperhatikan ketentuannya.
Contoh:
Management = Manajemen

Apotheek= Apotek

Kwitantie

Psychology= Psikologi

2)

= Kuitansi

Tanda baca

Tanda titik

Pada akhir kata singkatan, maka menggunakan satu tanda titik.
Satu kata yang disingkat, maka menggunakan satu tanda titik. Contoh: nomor disingkat
No., jalan disingkat Jln
Dua kata yang disingkat, maka mengguanakn dua tanda titik. Contoh: Sarjana Teknik,
disingkat S.T, sampai dengan disingkat s.d.
Tiga kata yang disingkat, maka pada akhir singkatan dipakai satu tanda titik. Contoh: dan
kawan-kawab disingkat dkk.

Tanda koma

Tanda koma dapat digunakan untuk:
Memisahkan dua kalimat setara yang kalimat keduanya didahului dengan kata namun,
tetapi, bahkan, melainkan, dan sedangkan.
Merinci hal yang lebih dari dua.

Tanda titik dua

Tanda titik dua digunakan pada akhir pernyataan yang diikuti dengan rinciannya. Tanda
titik dua tidak dipakai pada akhir pernyataan yang sebelum perinciannya didahului
dengan kata adalah, sebagai berikut, yaitu.
6 | Bahasa Indonesia

Tanda garis miring

Penulisan tanda garis miring setelah kata atau sebelum kata tidak menggunakan spasi.
Contoh: organisasi/perhimpunan.
2.4 Bagian – Bagian Surat
Pada surat resmi terdapat bagian-bagian surat nan sudah dibakukan dan sine qua non
pada setiap surat. Untuk contoh bentuk surat resmi akan di sertakan pada bagian akhir
artikel ini. Bagian-bagian itu antara lain :
1. Kop Surat atau Kepala Surat
Kepala surat terletak pada bagian paling atas lembaran surat. Kop surat ini isinya tentang
bukti diri instansi atau kantor pengirim surat
2. Nomor Surat
Setiap surat nan dikeluarkan oleh sebuah instansi harus disertai oleh nomor surat.
Kegunaan dari nomor surat itu antara lain buat pengarsipan.
Penulisan kata “Nomor” sering pula disingkat dengan “No.”.
3. Tanggal Surat
Kekeliruan nan sering terjadi pada penulisan tanggal surat (pada lembaran kertas nan
memakai kop surat) ialah menuliskan nama loka atau kota terlebih dahulu, misalnya
Cianjur, 29 Mei 2009. Penulisan nama loka atau kota itu tak perlu karena pada kop surat
telah tercantum. Tetapi jika menggunakan kertas polos maka nama loka atau kota dapat
dicantumkan.
Penulisan tanggal, bulan dan tahun harus lengkap. Penulisan nama bulan sebaiknya tak
disingkat, misalnya Januari menjadi Jan , atau diganti dengan angka, baik itu angka Arab
ataupun angka Romawi, misalnya Juli diganti menjadi 7 atau VII . Hal itu dilakukan buat
menghindari kekeliruan.
4. Lampiran
Cantumkan berapa lembar, berkas, eksemplar, atau lainnya pada bagian lampiran ini.
Contoh penulisan:
Lampiran: 3 berkas atau tiga berkas
7 | Bahasa Indonesia

Pada surat resmi atau surat dinas pemerintah, kata lampiran dicantumkan setelah atau di
bawah kata nomor. Kata lampiran juga terkadang disingkat sebagai “Lamp”.
5. Perihal Surat
Perihal surat merupakan inti dari sebuah surat. Setiap surat resmi niscaya mencantumkan
perihal surat ini buat memudahkan penerima surat mengetahui maksud dari
dikirimkannya surat itu.
Penulisan perihal surat tak perlu terlalu panjang, cukup beberapa kata saja asal mewakili
maksud dan isi dari surat itu. Perihal surat juga sering ditulis sebagai “Hal” saja.
Penulisan

perihal

surat

diletakan

tepat

di

bawah

kata

“Lampiran”.

6. Alamat Surat
Alamat surat pada surat resmi atau surat dinas biasanya terletak di bagian luar sampul
atau amplop surat dan di dalam lembaran surat itu sendiri. Cara penulisan alamat surat
sebaiknya diawali dengan sebutan bagi penerima surat itu. Contohnya, Saudara, Bapak,
Ibu, dan sebagainya.
Jika pangkat, gelar atau jabatan penerima surat akan dicantumkan, maka sebutan seperti
Bapak,

Ibu,

Saudara

atau

nan

sejenisnya

tidak

perlu

lagi

dicantumkan.

7. Salam Pembuka
Salam merupakan tatakrama dalam pergaulan sehari-hari. Sudah sewajarnya seseorang
lebih dulu memberikan salam jika berkunjung atau ingin berbicara, apalagi dengan orang
nan belum dikenal. Salam pembuka pada surat merupakan penghormatan pengirim surat
kepada penerima surat sebelum menyampaikan maksud primer dari surat nan dikirimkan.
8. Isi Surat atau Badan Surat
Badan atau isi surat ini terdiri atas paragraf pembuka, isi surat sebenarnya dan paragraf
penutup.
Paragraf pembuka ialah kata-kata pengantar kepada isi surat nan sebenarnya buat menarik
perhatian penerima surat agar membaca surat nan diterimanya lebih lanjut.
Isi surat sebenarnya yaitu maksud sebenarnya nan ingin disampaikan oleh pengirim surat.
Pada isi surat nan sebenarnya ini tercantum hal-hal seperti pemberitahuan laporan,
permintaan, pertanyaan dan sebagainya.

8 | Bahasa Indonesia

Paragraf epilog ialah konklusi atau penegasan dari isi surat nan disertai dengan asa atau
ucapan

terima

kasih

dari

pengirim

surat

atas

perhatian

penerima

surat.

9. Salam Penutup
Penulisan salam epilog ialah di antara paragraf epilog dan tanda tangan. Salam epilog ini
dimaksudkan sebagai penghargaan pada penerima surat.
10. Nama Instansi
Nama instansi dicantumkan di atas sebelum tanda tangan. Penulisan nama instansi ini
dilakukan jika menggunakan stempel nan berbentuk bulat, jika stempelnya berbentuk
kotak penuLisan ini tak diperlukan.
11. Nama dan Tandatangan Pejabat Berwenang dari Instansi nan Mengirimkan Surat
Biasanya nan melakukannya ialah Pimpinan atau kepala dari instansi nan bersangkutan,
atau dapat juga diwakilkan oleh nan berwenang jika berhalangan.
12. Tembusan
Letaknya di kiri bawah setelah tandatangan. Tembusan (sering ditulis sebagai CC
= Carbon Copy ) dimaksudkan jika surat nan dikirimkan memiliki keterkaitan dengan
instansi lain.
13. Inisial
Inisial merupakan singkatan nama, biasanya merupakan inisial dari pengonsep atau
penulis/pengetik surat nan bersangkutan. Penulisan inisial posisinya di bagian paling
bawah lembaran surat. Seringkali inisial ini hanya berupa paraf kecil saja nan dibubuhkan
pada lembaran konsep, sementara pada surat orisinil atau tembusannya tak lagi
dicantumkan.
Agar lebih jelas berikut ini contoh bentuk surat resmi nan dikirimkan oleh instansi
pendidikan (sekolah).

9 | Bahasa Indonesia

2.5 Contoh- Contoh Surat
A. Contoh Surat Resmi Perusahaan

PT. ABADI MAKMUR SENTOSA
Nomor : 023 / JULI /X / 2014
Hal : Undangan Rapat
Lampiran : Kepada Yth :
Bapak HENGKI KRISTIANTO
Manajer Marketing
PT ABADI MAKMUR SENTOSA
Di tempat
Dengan hormat,
Sehubungan dengan akan dilaksanakannya acara peringatan ulang tahun perusahaan,
maka bersama ini kami mengundang seluruh Manajer PT ABADI MAKMUR SENTOSA
untuk hadir dalam rapat persiapan yang akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Kamis, 24 Maret 2014
Waktu : 10.00 – 12.00 WIB
Tempat : Ruang Serbaguna

Demikian undangan ini kami sampaikan, mengingat pentingnya acara ini maka Bapak/Ibu
dimohon hadir tepat pada waktunya. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Ketua Panitia
JOHANNES MASAID

10 | B a h a s a I n d o n e s i a

B. Contoh Surat Resmi Intasnsi Sekolah
PEMERINTAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 249 JAKARTA
Jalan Jaya 25 No.41 Cengkareng Barat Telp. (021)XXXXXXX Kode Pos 11820
================================================================
No.
: 227/55 /.202 / 2014
Jakarta, 2 Juli 2014
Lampiran
: ...............................
Perihal
: Undangan Ambil Raport
Yth. Bapak/Ibu/Orang Tua / Wali
Peserta Didik Kelas VII, VII
SMP N 249
Di Jakarta

Dengan ini kami sampaikan undangan untuk ambil Raport Semester Genap Untuk Kelas VII
tahun pelajaran 2014-2014 yang akan dilaksanakan pada :
Hari
Tanggal
Jam
Tempat

: Jum'at
: 5 Juli 2014
: 10.00 WIB
: di kelas masing-masing

Demikian undangan ini, semoga dapat hadir pada waktu yang tepat, apabila ada perubahan
jadwal akan diberitahukan kemudian, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan
terimakasih.

Hormat Kami,
Kepala SMP N 249 Jakarta

tanda tangan dan stempel

Nama : xxxxxxxxxxxxxxx
NIP : xxxxxxxxxxxxxxxxx

11 | B a h a s a I n d o n e s i a

2.6 Pengertian dan Manfaat Curriculum Vitae
A. Pengertian Curriculum Vitae
Curiculum vitae atau daftar riwayat hidup adalah catatan singkat tengatang
gambaran diri seseorang. Selain berisi data pribadi, gambaran diri itu paling tidak
harus di isi keterangan tentang pendidikan atau keahlian dan pengalaman. Dengan
data itu riwayat hidup akan memberikan gambaran atau kualifikasi seseorang. Dari
segi penampilannya riwayat hidup tidak mempunyai bentuk standard. Riwayat hidup
ditulis seperti karangan singkat, diawali oleh judul dan ditutup oleh rangkaian
tanggal, tanda tangan dan nama. Sebenarnya riwayat hidup termasuk surat
keterangan, dalam hal ini keterangan pribadi.
Ada beberapa perbedaan antara curriculum vitae dan resume. Sebuah curriculum
vitae adalah lebih lama (hingga dua atau lebih halaman), lebih sinopsis rinci latar
belakang dan keterampilan. Sebuah CV berisi pengungkapan latar belakang
pendidikan Anda dan akademis serta pengalaman pengajaran dan penelitian,
publikasi, presentasi, penghargaan, kehormatan, afiliasi dan rincian lainnya. Sebagai
dengan resume, Anda mungkin perlu berbagai versi CV untuk berbagai jenis posisi.
B. Manfaat Vitae
Manfaat curiculum vitae adalah menjelaskan keterangan diri, informasi diri,
data diri dan sebagainya. Dengan CV, setiap orang yang membaca dan memeriksa
CV seseorang akan dapat mengetahui dan menelaah setiap orang dari informasi diri
yang telah diberikan, serta dapat memberikan gambaran seseorang melalui kegiatan –
kegiatan atau dari spesifikasinya dalam pendidikan dan berorganisasi. Dengan kata
lain manfaat CV menjelaskan kriteria diri dalam bentuk teks.
2.7 Susunan Curriculum Vitae
1. Data Pribadi
Bagian ini berisi nama, alamat, agama, email, nomor telepon dan identitas pribadi
lainnya.
2. Pendidikan
Bagian ini menjelaskan latar belakang pendidikan dan berhubungan dengan pekerjaan
yang dituju. Pada umumnya, banyak yang membuat CV menjelaskan dari TK
(Pendidikan paling dasar), SD, SMP sampai perguruan tinggi (Pendidikan terakhir).
3. Pengalaman Kerja
Bagian ini adalah bagian yang paling dilihat oleh perekrut kerja. Pengalaman kerja
memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang
12 | B a h a s a I n d o n e s i a

cukup atau masih terbatas. Rekruter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat
segera menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian
yang panjang.
4. Skill Yang Dimiliki
Seharusnya pada bagian ini perlu dijelaskan dalam CV skill apa saja yang telah
dimiliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Dan
dibuat dalam bentuk yang meyakinkan dan informatif.
5. Training Yang Pernah Diikuti
Untuk lebih meyakinkan lagi, perlu memasukkan daftar training yang pernah diikuti
sebelumnya untuk memberi gambaran sejauh mana pemilik CV telah berkembang dan
wawasan apa saja yang sudah dimiliki.
6. Prestasi
Ini adalah bagian yang penting disamping pengalaman kerja yang menjelaskan
keunikan, kelebihan dan presetasi sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang
tertentu.
7. Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan
Selain hal-hal yang berhubungan langsung dengan pekerjaan. Pada CV juga perlu
memberikan sedikit gambaran kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Ini akan
menunjukkan bahwa pemilik CV bisa membagi waktu dan memiliki hubungan
sosial yang lebih luas, tidak hanya sebatas di lingkungan pekerjaan.

13 | B a h a s a I n d o n e s i a

2.8 Isi Dari Curriculum Vitae
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
*Data Pribadi
Nama
Tempat, Tanggal Lahir
Jenis Kelamin
Agama
Kewarganegaraan
Alamat
06

Golongan Darah

: Ghozian Rahmana Putra
: Jakarta, 22 Februari 1993
: Laki-laki
: Islam
: Indonesia
: Perumahan Dukuh Zamrud Blok S 22/11 Rw 011/ Rt
Telepon : 021-82601111 (rumah)
081-210-210-189 (HP)
Gogo.rohmana@gmail.com
:B

*Latarbelakang Pendidikan
Formal
1998 – 2004
2004 – 2007
2007 – 2010
2010 – 2014

: SDN Padurenan 6
: SMPN 26, Bekasi
: SMAN 9, Bekasi
: Universitas Gunadarma - Ilmu Komputer

Non Formal
2010 – 2011
2011 – 2012
2011 – 2013

: Kursus Komputer di Universitas Gunadarma
: Asisten LAB SI
: Kursus Bahasa Inggris di IEP

*Kemampuan
Kemampuan Programing dan Sistem Analisis (Programing & Analist System)
PHP &
MYSQL, Java, Project Data Base, C++, Acounting, Sistem Administrator
Kemampuan Komputer (MS Word, MS Excel, MS PowerPoint, MS Access,
MS Outlook dan Internet)
*Pengalaman Kerja
-

Praktek Kerja Lapangan:

Praktek Kerja di Oracle Indonesia, Jakarta
Periode : Januari 2013 - June 2014
Tujuan : Persyaratan kelulusan SMAN 9 Bekasi
Posisi : Operator Administrasi
Rincian Pekerjaan:
- Mengupdate sistem keamanan

14 | B a h a s a I n d o n e s i a

Daftar Pusataka
http://arifiens.blogspot.com/2010/11/pengertian-dan-fungsi-surat.html
http://tata-usaha.blogspot.com/2011/06/syarat-syarat-surat-yang-baik.html
https://dian4nggraeni.wordpress.com/2013/01/04/penggunaan-tata-bahasa-dalam-suratmenyurat/
http://www.binasyifa.com/869/38/26/b-bagian-bagian-pada-surat-resmi-dan-fungsinya.htm
http://maulanafajar26.blogspot.com/2014/06/tugas-12-softskill-curriculum-vitae.html
http://ghozianrahmanaputra.blogspot.com/2013/07/tugas-softskill-curriculum-vitae.html

15 | B a h a s a I n d o n e s i a