You are on page 1of 3

II.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi Gula
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan
komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk
kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis pada
makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari
sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan
digunakan oleh sel (Rahmadianti, 2012).
Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu, bit gula, atau aren. Meskipun
demikian, terdapat sumber-sumber gula minor lainnya, seperti kelapa. Sumbersumber pemanis lain, seperti umbi dahlia, anggir, atau jagung, juga menghasilkan
semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. Proses untuk
menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan
pemurnian melalui distilasi (penyulingan).
2.2. Jenis-jenis Gula
Gula mempunyai bentuk, aroma dan fungsi yang berbeda. Berikut ini beberapa
jenis gula untuk memudahkan dalam pengolahan dan penggunaan yang tepat
(Dewi, 2012).





Gula Pasir (Granulated
Sugar)
Gula Pasir Berbutir Kasar
(Crystallized Sugar)
Gula Kastor (Caster Sugar)
Gula Bubuk (Icing Sugar atau
Confectioners Sugar)
Gula Donat
Gula Dadu (Cube Sugar)









Brown Sugar
Gula Palem (Palm Sugar)
Gula Jawa
Gula Aren
Gula Tebu
Gula Batu
Gula Maltosa (Maltose
Sugar)
Karamel (Caramel)
Gula Jeli (Jelly Mallow)

pemasakan.  Pembuatan gula semut sebetulnya hampir sama dengan pembuatan gula aren cetak yaitu dengan jalan menguapkan nira sampai kental.  2. Gula semut dikenal sebagai bahan pemanis. memberikan tekstur dan warna coklat pada berbagai jenis makanan. 2006). siwalan) berbentuk serbuk dan lebih dikenal dengan nama palm sugar. Berdasarkan bahan dasar pembuatannya. Pada prinsipnya proses produksi gula semut meliputi: persiapan bahan baku. kemudian didinginkan dan dilanjutkan dengan pengadukan sampai terbentuk butiran atau serbuk gula (Balai Penelitian dan Pengembangan Industri. bukan saja harganya yang lebih mahal dari gula pasir. kelapa. tetapi disisi lain bisnis gula semut cukup menguntungkan. 1988).3. Gula Aren  bahan dasar dari Nira Aren 3. penyedap. 2. pendinginan dan kristalisasi. 2000). Proses Pembuatan Gula Semut  Proses pembuatan gula semut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu gula semut yang dibuat dari nira kelapa dan yang dibuat dari gula kelapa cetak yang sudah jadi dengan proses peleburan kembali. pembuatan gula semut dibedakan atas:   1. namun permintaan pasar terutama ekspor masih belum terpenuhi. berwarna kuning sampai coklat tua (Balai Informasi Pertanian.4. Gula Kelapa  bahan dasar dari Nira Kelapa 2. Gula Semut  Gula semut merupakan hasil pengentalan nira palma (aren. pengeringan dan pengayakan serta pengemasan (Mustaufik dan Haryani. Gula semut masih kalah populer dengan gula pasir. Gula Tebu  bahan dasar dari Tebu.     .

As) Pati Bentuk Kadar Minimal 80.   2.0 Yang diijinkan Negatif Negatif Kristal atau .0 Maksimal 3.0 Maksimal 6.            serbuk  Komponen Gula (jumlah sukrosa dan gula reduksi) (%) Sukrosa (%) Gula reduksi (%) Air (%) Abu (%) Bagian-bagian tak larut air (%) Zat warna Logam-logam berbahaya (Cu.Hg. Mutu Gula Semut  Persyaratan mutu gula semut sesuai dengan SNI (SII 0268-85).0 Maksimal 1.Pb.5.0 Maksimal 2.0 Minimal 75.