You are on page 1of 8

Paralisis N.

VII et causa Otitis Eksterna Maligna
Aini Izzati binti Abd Gaffar
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Alamat korespondensi Alamat Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510
Email: ainizati39@gmail.com
PENDAHULUAN
Otitis eksterna maligna (OEM) disebut juga otitis eksterna nekrotikan atau osteomielitis
dasar tengkorak, merupakan suatu infeksi telinga luar yang dapat menyebabkan kematian.1-3
Toulmouche mungkin orang pertama yang melaporkan kasus otitis eksterna maligna pada
tahun1838. Pada tahun 1959, Meltzer dan Kelleman melaporkan kasus osteomielitis tulang
temporal yang disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa. Pada tahun 1968, Chandler adalah
orang yang menjelaskan penyakit ini secara rinci dan menyebutnya dengan “malignant external
otitis”.1,4 Otitis eksterna ini maligna karena sifat kliniknya yang agresif, hasil terapi yang jelek
dan tingginya kadar mortalitas pada penderita. Otitis eksterna maligna merupakan infeksi invasif
di liang telinga luar, mastoid, dan basis tulang tengkorak. Umumnya terjadi pada pasien diabetik
atau pasien dengan gangguan imun.
ANAMNESIS
Anamnesis yang terarah diperlukan untuk menggali lebih dalam dan lebih luas keluhan utama
pasien. Pada kasus ini, pasien datang dengan keluhan telinga kanan sakit dan nyeri sekali.















Menanyakan identitas : nama lengkap, pekerjaan, umur, tempat/tanggal lahir, alamat
Menanyakan keluhan utama : telinga kanan sakit, nyeri sekali dan mulut mencong
Menanyakan apakah terjadi pada telinga kanan atau kiri?
Sejak kapan terjadi
Meminta pasien menjelaskan dengan lebih terperinci tentang keluhan yang dihadapi
Menanyakan keluhan tambahan: keluar sekret kental dari telinga
Apakah ada gangguan pendengaran?
Apakah pernah keluar sekret dari telinga sebelum ini?
Apakah ada sakit bahagian hidung?
Apakah ada riwayat sakit tenggorokan?
Menanyakan riwayat penyakit dahulu
Ada tidaknya keluhan penyerta yang lain
Menanyakan riwayat penyakit menahun
Menanyakan riwayat penyakit menahun keluarga
Menanyakan aktivitas/tabiat sehari-hari
Menanyakan riwayat pengobatan

Nyeri yang hebat. Pemeriksaan pendengaran lainnya tergantung pada kebutuhan.Nyeri tekan pada tragus .Adanya pergeseran ke kiri • Laju endap darah . Pemeriksaan Penunjang 1.Kelenjar getah bening regional dapat membesar dan nyeri . Pemeriksaan saraf kranial1-3 • Nervus kranialis harus (V-XII) diperiksa 4.Jumlah leukosit biasanya normal atau sedikit meninggi .Laju endap darah meningkat bervariasi dengan rata-rata 87 mm/jam . yang ditandai adanya kekakuan pada jaringan lunak pada ramus mandibula dan mastoid 3. Tanda-tanda vital 4.Laju endap darah dapat digunakan untuk mendukung diagnosis klinik dari otitis eksternal akut atau keganasan pada telinga yang tidak menyebabkan peningkatan tes ini. Palpasi . Pemeriksaan otoskopi juga dapat melihat keterlibatan tulang. adanya kotoran telinga yang menutupi sebagian/ seluruh saluran telinga. Pemeriksaan Fisik 1.Nyeri tarik daun telinga .PEMERIKSAAN 1. gendang telinga yang tidak utuh (mengalami perforasi/bolong) harus dicatat dan jika diperlukan lakukan rujukan medis ke dokter THT. Kesadaran 3. • Kimia darah . Masalah-masalah yang ditemukan seperti . Inspeksi ( Otoskopi ) Melakukan pemeriksaan secara visual pada saluran telinga dan gendang telinga dengan menggunakan alat otoskop untuk mengetahui apakah ada sumbatan ataupun masalah (kondisi tidak normal) yang terjadi pada telinga bagian luar yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran. Keadaan umum 2.1 2. Pemeriksaan Laboratorium • Jumlah leukosit . pemeriksaan lebih lanjut atau lainnya bisa jadi diperlukan seperti pemeriksaan penala 5.Pasien yang diketahui dengan diabetik perlu pemeriksaan kimia darah untuk menentukan .

Spesies pseudomonas mempunyai lapisan mukoid untuk fagositosis. IX. . pembentukan abses.4 Infeksi dapat mengenai foramen stilomastoid sehingga terjadi paralisis nervus fasialis. otitis eksterna berlanjut menjadi OEM. Pada OEM.Kultur dari drainase telinga perlu dilakukan sebelum pemberian antibiotic Organisme penyebab utama otitis eksterna maligna adalah P. pH serumennya lebih tinggi dibanding pH serumen non diabetes. Infeksi menyebar melalui fissura Santorini ke jaringan lunak dan pembuluh darah sekitarnya sampai ke tulang dasar tengkorak. peradangan meluas secara progresif ke lapisan subkutis. Eksotoksin ( yaitu eksotoksin A. terbentuknya abses multipel.Pasien tanpa riwayat diabetes perlu diperiksa toleransi glukosanya • Kultur dan tes sensivitas dari liang telinga .2.intoleransi glukosa basal. Facialis ec Otitis Eksterna Maligna Otitis eksterna maligna (OEM) adalah penyakit infeksi difus yang menyerang liang telinga luar dan tulang temporal. tulang rawan dan ke tulang di sekitarnya. komplikasi intrakranial WORKING DIAGNOSIS Paralisis N. aeruginosa (95 %).Gallium citrate 67Ga scan . Akibat adanya faktor immunokompromais dan mikroangiopati. sehingga timbul kondritis. dan sequestra tulang nekrotik.1-4 Kondisi ini menyebabkan penderita diabetes lebih mudah terjadi otitis eksterna. XII. elastase) dapat menyebabkan nekrosis jaringan. XI dan jika mengenai kanal hipoglosus akan terjadi paralisis N. dan beberapa strain menghasilkan neurotoksin yang menyebabkan neuropati kranial.Technetium 99Tc metylene diphosphonate bone scan . dan respon terapi. antara lain : .3 Pada penderita diabetes. gram negatif. yang menghancurkan tulang temporal. Organisme ini anaerobik. Biasanya terjadi pada orang tua dengan penyakit diabetes mellitus.Indium In 111-labelled leucocyte scan . kolagenase. Pemeriksaan Radiologi1-5 Pemeriksaan ini penting untuk menentukan adanya osteomielitis. 2. perluasan penyakit.1-4 Penyebaran infeksi melalui sistem Haversian tulang padat dapat menimbulkan osteomielitis.1 OEM adalah penyakit yang agresif dan berpotensi fatal yang disebabkan oleh kuman Pseudomonas aeruginosa. dan osteomyelitis. osteitis. X.1-5 .CT scan dan MRI keduanya berguna untuk memeriksa destruksi tulang di sekitar dasar tulang tengkorak dan meluar ke intrakranial serta perluasan inflamasi terhadap anatomi jaringan lunak. jika mengenai foramen jugularis akan terjadi paralisis N.

Sekret ini tidak mengandungi lender (musin) seperti sekret yang keluar dari kavum timpani pada otitis media.5. kelenjar sebasea dan kelenjar serumen. nekrosis kartilago dan tulang dari liang telinga hingga ke struktur sekitarnya yang meluas ke dasar tengkorak yang mengenai nervus kranial yang lebih rendah. Kuman lain yang dapat sebagai penyebab ialah Staphylococcus albus. terdapat juga gangguan pendengaran. dan penyakit kronis. sehingga rasa nyeri timbul pada penekanan perikondrium. Kuman penyebab biasanya golongan Pseudomonas. Otitis eksterna sirkumskripta Terjadi infeksi pada pilosebaseus. Hal in dapat juga terjadi sekunder pada otitis media supuratif kronis. meningitis dan kematian. beberapa faktor predisposisinya adalah mikroangiopati diabetik. kadang kelenjar getah bening regional membesar dan nyeri tekan. sehingga membentuk furunkel pada kulit di sepertiga luar liang telinga yang mengandung adneksa kulit.1-4 Nadol menjelaskan urutan progresifitas penyakit ini seperti berikut : liang telinga luar dengan invasi melalui fisura Santorini atau sutura timpanomastoid ke fossa retromandibular. tidak sesuai dengan besar bisul. Eschericia coli dan sebagainya. seperti AIDS yang melibatkan populasi yang lebih muda. 1. Tampak kulit liang telinga hiperemis dan edema yang tidak jelas batasnya. 3-5 Penderita biasanya datang dengan otalgia hebat. seperti folikel rambut. 2. nyeri menjalar ke leher. Hal ini menyebabkan terjadinya lower cranial neuropathies. Gejalanya adalah nyeri tekan tragus. faktor imun yang rendah.3. Mikroangiopati diabetik dengan kronik hipoperfusi dan resistensi lokal yang menurun akan meningkatkan risiko infeksi. trombosis sinus lateral.6Patologi OEM melibatkan otitis eksterna yang berat. otore dan pendengaran menurun. . Otitis eksterna difus Biasanya mengenai kulit liang telinga dua pertiga dalam. Hal ini disebabkan karena kulit liang telinga tidak mengandungi jaringan longgar di bawahnya. Selain itu. Keadaan ini sering didapati pada pasien usia lanjut dan menderita penyakit diabetes serta pasien dengan disfungsi imun selular. Kuman penyebab biasanya Staphylococcus aureus atau Staphylococcus albus.DIAGNOSIS BANDING Otitis Eksterna Akut1 Terdapat 2 kemungkinan otitis eksterna akut yaitu otitis eksterna sirkumskripta dan otitis eksterna difus. 1 Infeksi telinga ini di mulai dari liang telinga luar dan meluas ke tulang temporal hingga ke jaringan sekitarnya. Rasa nyeri juga dapat timbul spontan pada waktu membuka mulut (sendi temporomandibula). OEM juga dapat terjadi pada pasien dengan immunocompromised. PATOFISIOLOGI Saat ini patogenesis terjadinya OEM masih belum jelas. terdapat sekret yang berbau. liang telinga sangat sempit. sakit kepala yang berat. 1-4 Lebih dari 90% kasus OEM terjadi pada penderita DM tipe 2. Gejalanya ialah rasa nyeri yang hebat. bila furunkel besar dan menyumbat liang telinga.

Terdapat eksudat pada liang telinga (otore) dan terjadinya paralise fasialis. . menimbulkan kesulitan pengobatan yang adekuat. ada tiga stadium OEM yaitu: 1. Serumen pada pasien diabetik mempunyai pH yang tinggi dan menurunnya konsentrasi lisosim mempengaruhi aktifitas antibakteri lokal. Vaskulopati pembuluh darah kecil dan disfungsi imun yang berhubungan dengan diabetik merupakan penyebab utama predisposisi ini. Penebalan endotel yang mengiringi diabetes mellitus berat.1-3 Meskipun sangat jarang juga dapat dijumpai S. Stadium 2 Proses infeksi menyebar ke jaringan lunak dasar tengkorak. X.kemudian berlakunya trombosis sepsis dari sinus venosus lateral dan menyebar ke apeks petrosa melalui pembuluh darah dan lempeng fasial. XI) yang biasanya juga disertai dengan nyeri pada daerah yang dikenai (otalgia). granulasi meatus akustikus eksternus. Stadium 3 Sudah terjadi ekstensi intrakranial lebih lanjut yaitu meningitis. subdural empiema atau abses otak ETIOLOGI Penyebab paling sering otitis eksterna adalah infeksi bakteri. kondisi diabetik merupakan faktor resiko utama berkembangnya otitis eksterna maligna. yang disebabkan kuman Pseudomonas aeruginosa. Stadium 1 (stadium kardinal) Didapatkan otore purulen. Diabetis mellitus (90 % ). N. osteomielitis dan menekan nervus kranial posterior (N. Tanda khas yang dijumpai dari otoskopi pada penyakit ini adalah otitis eksterna dengan jaringan granulasi sepanjang posteroinferior liang telinga luar (pada bonycartilaginous junction) disertai lower cranial neuropathies (n. aureus.Tidak ada perbedaan antara DM tipe I dan II. IX. Proteus dan Aspergillus.XII) 3.VII 2.XI. Kelainan patologik yang penting adalah osteomielitis yang progresif. Kecenderungan OEM umumnya ditemukan pada kondisi berikut : 1. epidural empiema.1 MANIFESTASI KLINIS Penyakit ini dapat membahayakan dan kecurigaan lebih tinggi ditujukan pada pasien dengan diabetes atau immunocompromised state atau berumur lanjut. kadar gula darah yang tinggi yang diakibatkan oleh infeksi yang sedang aktif. otalgia. tanpa paresis N.kemudian keterlibatan foramen stilomastoid dan jugularis.1-5 Menurut Benecke. Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen penyebab yang lazim pada otitis eksterna maligna. VII.

R. Usia6. Kombinasi terapi diabetes.Januari 2013 di Poliklinik THT BLU Prof Dr.5 Penggunaan aminoglikosid harus disertai dengan evaluasi fungsi renal mengingat efek samping nefrotoksik dan ototoksik aminoglikosid.18-59 tahun 10 orang (50%).5. Pada keadaan yang lebih berat diberikan antibiotika parenteral kombinasi dengan antibiotika golongan aminoglikosida yang diberikan selama 6-8 minggu. pemberian antibiotika yang sesuai dengan hasil kultur dan resistensi serta debridement setiap hari memberikan angka kesembuhan yang tinggi. Kandou didapatkan 20 pasien otitis eksterna yang terdiri dari kelompok usia 0-12 tahun enam orang (30%). Immunodefisiensi seperti gangguan proliferasi limfosit atau adanya immunosupresi karena penggunaan obat 3. ceftriaxone. 13-17 tahun dua orang (10%).6 Sementara menunggu hasil kultur dan resistensi. D. Irigasi telinga.1. AIDS (dikarenakan kondisi immunodefisiensi) 4. cefepime (maxipime).D. . Dari hasil dikemukakan oleh Palandeng di Poliklinik THT BLU RSUPProf. ≥60 tahun dua orang (10%).04%). Penelitian Kunarto di Poliklinik THT BLU RSUP Prof.3.piperacilin (dikombinasi dengan aminoglikosida).7 EPIDEMIOLOGI Selama periode penelitian November 2012 . Tindakan membersihkan luka (debridement) yang kurang bersih akan dapat menyebabkan makin cepatnya penjalaran penyakit. diberikan golongan fluorokuinolon dosis tinggi per oral.8 PENATALAKSANAAN Pengobatan harus cepat diberikan. Kandou Manado (2011) yang mendapatkan pasien perempuan lebih banyak dibandingkan lakilaki. D. Kandou Manado (2009) mendapatkan hasil yang hampir sama yaitu 318 pasien otitis eksterna dengan kelompok usia 18-59 tahun sebanyak 208 orang (65.41%). R.1. dilaporkan sebanyak 50% kasus otitis eksterna maligna karena trauma irigasi telinga pada pasien diabetik. sering kali diperlukan juga tindakan membersihkan luka (debridement) secara radikal. Mengingat kuman penyebab tersering adalah Pseudomonas aeruginosa. R. Karena itulah quinolones baik peroral atau perenteral saat ini digunakan sebagai alternatif antibiotik dan dari beberapa penelitian menunjukkan angka keberhasilan yang tinggi.ticarcillin-clavulanat. Penatalaksanaan standar OEM adalah dengan merawat inap penderita dan regulasi diabetes bagi penderita diabetes.2. ceftazidime. Dr. tobramycin (kombinasi dengan aminoglikosida). 5. Dr.7 Di samping obat-obatan. diberikan antibiotika dosis tinggi yang sesuai dengannya.5. gentamicin (dikombinasi dengan golongan penicillin).1. dengan hasil 255 perempuan (57. terutama kelompok usia 31-40 tahun (68orang). Antibiotika yang sering digunakan adalah ciprofloxacin.96%) dan 185laki-laki (42.

tetapi kematian tetap tinggi pada pasien dengan neuropati atau adanya komplikasi intracranial. Kombinasi pemberian antibiotik Siprofloksasin. abses otak dan kematian. Penelitian sekarang melaporkan kematian turun sampai 10 %. Laju endap darah mulai meningkat.Penatalaksaan pembedahan kadang-kadang juga diperlukan dalam kondisi penderita yang buruk yaitu mastoidektomi dengan dekompresi N.1 PROGNOSIS Rekurensi penyakit dilaporkan sekitar 9-27 % dari pasien. Hal ini berhubungan dengan lamanya pemberian terapi yang tidak cukup dan manifestasinya biasanya berupa sakit kepala dan otalgi. Chandler melaporkan rata-rata kematian 50 % tanpa pengobatan. meningitis. Diagnosis dini membantu keberhasilan penatalaksanaan.2. VII atau petrosektomi subtotal atau bahkan dilakukan reseksi parsial tulang temporal. Otitis eksterna maligna kambuh sekitar satu tahun pengobatan komplit. Kematian berkurang sampai 20 % dengan ditemukannya antibiotik yang cocok dan perbaikan modalitas imaging.4 KESIMPULAN Otitis eksterna maligna merupakan penyakit infeksi MAE yang dapat meluas ke struktur sekitarnya sehingga dapat menimbulkan komplikasi dengan resiko kematian. . KOMPLIKASI Komplikasi OEM yang dapat terjadi meliputi lower cranial neuropathies. regulasi diabetes dan pembersihan lokal dengan antibiotik lokal akan memberikan angka kesembuhan yang lebih baik.

1996. 1990. Kroon DF. Buku ajar telinga hidung tenggorok.Otitis eksterna di Poliklinik THT-KL RSU Prof. 2012. Otitis eksterna maligna. Malignant otitis externa.6. 2009. Johnson JT eds. Ballenger’s Otorhinolaryngology Surgery. THT-KL FK-USU/RSUP H. Diunduh dari http://emedicine. Suplemen Majalah Kedokteran Nusantara Volume 39 No 3. 3. h 1994-7 4. Head & Neck Surgery-Otolaryngology 4th ed. Ballenger JJ eds. Soepardi EA. Iskandar N. h 238-241 7. Essential otolaryngology head & neck surgery. 2. h 60-3. 2006.DAFTAR PUSTAKA 1. 14 April 2014. 5th ed. h 468-70 5. Diseases of the external ear. Jinn TH. Glasscock. Restuti RD. . 8th ed. Infectios of the external ear. Sastrodiningrat. Edisi 6. Gulya AJ.Desember 2011 [skripsi]. Jung TTK. 8. Philadelphia : WB Saunders Company. New York : McGraw-Hill. Roland PS. Gofar A. R. pada 21 Maret 2015. Dr. external auditory canal.medscape. 16th ed. Palandeng RW. D. In: Snow JB. Lee KJ. Bashiruddin J. Strasnick B. 2003.Shambaugh Surgery of the Ear. Diseases of the auricle. In : Glasscock ME. Manado:Universitas Sam Ratulangi. Philadelphia : William & Wilkins. Dept. In : Bailey BJ. Lucente FE. Linstrom CJ. Jakarta:FKUI. Philadelphia : Lippincot Williams & Wilkins. h 357 6.com/article/845525-overview. and tympanic membran.Kandou Manado periode januari 2011.