You are on page 1of 31

PROMOSI KESEHATAN

Oleh :
Indah Dwi Pratiwi (0818011024)
Rahma Erlina (0818011037)
Reski Yanti Batubara (0818011039)
Reisha Ghassani (0818011090)

ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014

BAB I
LATAR BELAKANG

Kesehatan didalam hidup seseorang merupakan hal yang penting, namun banyak orang masih
belum menyadari bahwa begitu pentingnya kesehatan didalam kehidupannya. Masyarakat
memiliki hak didalam memperoleh pelayanan kesehatan hal ini berdasarkan undang-undang
dasar 1945 yang tercantum didalam pasal 28 ayat I. Untuk itu diperlukan suatu tindakan yang
harus diambil dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Tindakan yang perlu
bagi masyarakat adalah salah satunya dengan promosi kesehatan.
Promosi kesehatan yang akan diberikan kepada masyarakat harus memiliki prinsip, metode,
media juga strategi dan akan diintervensikan ketika dalam memberikan pelayanan kesehatan
pada masyarkat.Sehingga promosi kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dapat
dimengerti masyarakat dan ditampilkan dalam bentuk perubahan perilaku masyarakat yang lebih
baik dalam prilaku kesehatan.
Mengingat tugas kita sebgaai tim medis adalah salah satunya memperkanalkan bagaimana cara
hidup sehat dengan masyarakat maka didalam makalah ini kami akan membahas tentang
“Promosi Kesehatan”

BAB II
ISI

A.

Definsi
WHO berdasarkan piagam Ottawa (1986) dalam Heri.D.J.Maulana (2009) hal. 19,
mendefinisikan promosi kesehatan adalah suatu proses yang memungkinkan individu
meningkatkan kontrol terhadap kesehatan dan meningkatkan kesehatannya berbasis
filosofi yang jelas mengenai pemberdayaan diri sendiri.
Promosi kesehatan merupakan proses pemberdayaan seseorang untuk meningkatkan
control dan peningkatan kesehatannya. WHO menekankan bahwa promosi kesehatan
merupakan suatu proses yang bertujuan memungkinkan individu meningkatkan kontrol
terhadap kesehatan dan meningkatkan kesehatannya berbasis filosofi yang jelas mengenai
pemberdayaan diri sendiri (Maulana,2009).
Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan
yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal
serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi
lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainya). (Ottawa Charter,1986).
Promosi Kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat
melalui proses pembelajaran dari-oleh-untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat
menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya
masyarakat, sesuai dengan kondisi social budaya setempat dan didukung oleh kebijakan
publik yang berwawasan kesehatan. Menolong diri sendiri artinya bahwa masyarakat
mampu berperilaku mencegah timbulnya masalah-masalah dan gangguan kesehatan,
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan serta mampu pula berperilaku mengatasi

Kesanggupan untuk mengadakan perubahan secara fisik misalnya kemampuan untuk membangun jamban dengan teknologi murah namun tepat guna sesuai dengan potensi yang di miliki. Promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan saja. B. Sebagai contoh KLB Diare dimana penyebab utamanya adalah rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat seperti kesadaran akan buang air besar yang belum benar (tidak di jamban). b. Pendekatan program promosi menekankan aspek ”bersama masyarakat”. politik dan sebagainya). cuci tangan pakai sabun masih sangat terbatas. Fasilitasi. tetapi juga disertai upaya-upaya menfasilitasi perubahan perilaku. Atau dengan kata lain promosi kesehatan tidak hanya mengaitkan diri pada peningkatan pengetahuan. c. yaitu a. minum air yang tidak sehat. yaitu bila tokoh panutan (seperti tokoh agama dan tokoh agama) setempat menyetujui dan mempraktekkan perilaku yang di anjurkan dan d. yaitu bila perilaku yang baru membuat hidup masyarakat yang melakukannya menjadi lebih mudah. tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (fisik dan non-fisik) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan demikian promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan) baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya (lingkungan fisik. termasuk timbulnya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang erat kaitannya dengan perilaku masyarakat itu sendiri. sosial budaya. Persetujuan. Pengertian yaitu bila perilaku yang baru masuk akal bagi masyarakat dalam konteks pengetahuan lokal. sikap dan perilaku kesehatan saja. dalam artian: . misalnya adanya sumber air bersih yang lebih dekat. dan lain-lain. Banyak masalah kesehatan yang ada di negeri kita Indonesia. Faktor yang Mempengaruhi Masyarakat dalam Pola Perilaku Umumnya ada empat faktor yang dapat mempengaruhi masyarakat agar merubah perilakunya.apabila masalah gangguan kesehatan tersebut terlanjur terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

serta . Advokasi dilakukan agar lintas sektor. Mendukung rencana kegiatan promosi kesehatan. lintas program atau LSM mengetahui tentang Proyek PAMSIMAS termasuk Program Promosi Kesehatan dengan harapan mereka mau untuk melakukan hal-hal sebagai berikut : a. perlu dilakukan dengan langkah kegiatan sebagai berikut : 1) Advokasi di Tingkat Propinsi dan Kabupaten Pada tingkat Propinsi dan tingkat Kabupaten dalam pelaksanaan Proyek PAMSIMAS telah dibentuk Tim Teknis Propinsi dan Tim Teknis Kabupten. dikelola dan dimonitor sendiri oleh masyarakat.1) Bersama dengan masyarakat fasilitator mempelajari aspek-aspek penting dalam kehidupan masyarakat untuk memahami apa yang mereka kerjakan. 2) Bersama dengan masyarakat fasilitator menyediakan alternatif yang menarik untuk perilaku yang beresiko misalnya jamban keluarga sehingga buang air besar dapat di lakukan dengan aman dan nyaman serta 3) Bersama dengan masyarakat petugas merencanakan program promosi kesehatan dan memantau dampaknya secara terus-menerus. Strategi Promosi Kesehatan Pembangunan sarana air bersih. maupun dukungan kemitraan. b. • Ada dukungan dan kemudahan pelaksanaan oleh tim lintas sektoral dan tim lintas program di tingkat Kabupaten dan Propinsi. Dukungan yang dimaksud bisa berupa dana. kebijakan politis. C. • Ada pembinaan teknis terhadap pelaksanaan program tersebut oleh tim teknis pada tingkat Kecamatan. Sepakat untuk bersama-sama melaksanakan program promosi kesehatan. sarana sanitasi dan program promosi kesehatan dapat dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan apabila : • Program tersebut direncanakan sendiri oleh masyarakat berdasarkan atas identifikasi dan analisis situasi yang dihadapi oleh masyarakat. Strategi untuk meningkatkan program promosi kesehatan. adalah para petugas fungsional atau structural yang menguasai teknis operasional pada bidang tugasnya dan tidak mempunyai kendala untuk melakukan tugas lapangan. dilaksanakan. perlukan dan inginkan. berkesinambungan. Anggota Tim Teknis Propinsi dan Tim Teknis Kabupaten.

Untuk meningkatkan keterpaduan dan kesinambungan program promosi kesehatan dengan pembangunan sarana air bersih dan sanitasi. dan program lain di PUSKESMAS. Melalui wadah organisasi tersebut Tim Fasilitator harus lebih aktif menjalin kemitraan dengan TKC untuk : • mendukung program kesehatan. oleh karena itu perlu masyarakat memilih dua atau tiga perubahan perilaku terlebih dahulu. Masyarakat harus menentukan kapan dapat mencapai agarsemua rumah tangga mempunyai jamban. 2) Menjalin Kemitraan di Tingkat Kecamatan.Pembangunan sarana jamban sekolah. Pesan perubahan perilaku yang terlalu banyak sering membuat bingung masyarakat. 3) Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Masyarakat Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola program promosi kesehatan. terutama program usaha kesehatan sekolah. di tingkat desa harus dibentuk lembaga pengelola. dengan menggunakan metoda MPA-PHAST. • Cuci tangan pakai sabun • Pengamanan air minum dan makanan.c. • Pengelolaan sampah • Pengelolaan limbah cair rumah tangga Setelah masyarakat timbul kesadaran. • mengintegrasikan program promosi kesehatan dengan program lain yang dilaksanakan oleh Sektor dan Program lain. • melakukan pembinaan teknis. monitoring dan evaluasi harus dilaksanakan sendiri oleh masyarakat. masyarakat dapat mulaimembangun sarana sanitasi (jamban keluarga) yang harus dibangun oleh masing-masing anggotarumah tangga dengan dana swadaya. . Perubahan perilaku beresiko diprioritaskan dalam program higiene sanitasi pada Proyek PAMSIMAS di sekolah dan di masyarakat : • Pembuangan tinja yang aman. Mengetahui peran dan fungsi masing-masing sektor/unsur terkait. implementasi kegiatan. dan pembinaan teknis oleh lintas program dan lintas sector terkait. kemauan / minat untuk merubah perilaku buang kotoran ditempat terbuka menjadi perilaku buang kotoran di tempat terpusat (jamban). mulai dari perencanaan.

Meningkatkan kemampuan Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan promosi kesehatan. Fasilitator harus mampu memberikan informasipilihan agar masyarakat dapat memilih jenis sarana sanitasi sesuai dengan kemampuan dan kondisilingkungannya (melalui pendekatan partisipatori). fasilitasi. Bimbingan teknis. terutama dibidang penggerakan dan pemberdayaan masyarakat agar mampu ber-PHBS. Mengkoordinasikan dan mengsinkronisasikan pengelolaan promosi kesehatan di tingkat pusat d. Menjabarkan kebijakan promosi kesehatan nasional menjadi kebijakan promosi kesehatan local (provinsi) untuk mendukung penyelenggaraan promosi kesehatan dalam wilayah kerja Pamsimas b. maka peran tingkat Provinsi. 4) Peran Berbagai Pihak dalam Promosi Kesehatan Peran Tingkat Pusat Ada 2 unit utama di tingkat Pusat yang terkait dalam Promosi Kesehatan. Menggalang kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan lain yang terkait e. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pengelolaan promosi kesehatan khususnya terkait program Pamsimas di tingkat Pusat perlu mengembangkan tugas dan juga tanggung jawab antara lain: a. yaitu: 1.tempat cuci tangan dan sarana air bersih di sekolah. Mengkaji metode dan teknik-teknik promosi kesehatan yang effektif untuk pengembangan model promosi kesehatan di daerah c. monitoring dan evaluasi Peran Tingkat Propinsi Sebagai unit yang berada dibawah secara sub-ordinasi Pusat. c. Mengembangkan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terkait dengan kegiatan promosi kesehatan secara nasional b. Membangun suasana yang kondusif dalam upaya melakukan pemberdayaan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat pada level provinsi . khususnya kegiatan yang diselenggrakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi antara lain sebagai berikut: a. menggunakan dana hibah desa atau sumber dana lain. Melaksanakan kampanye kesehatan terkait Pamsimas secara nasional f. Pusat Promosi Kesehatan dan 2.

.d. dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik. Ini artinya bahwa setiap program kesehatan yang telah ada misalnya pemberantasan penyakit menular/tidak menular. ber-PHBS. Menurut Australian Health Foundansion Promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan). maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya. Membangun suasana yang kondusif dalam upaya melakukan pemberdayaan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. terutama dibidang penggerakan dan pemberdayaan masyarakat agar mampu b. mental. Dilihat dari sisi seni. dan sosial. program perbaikan gizi. maupun dalam organisasi dan lingkungannya. sosial budaya dan sebagainya). d. khususnya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. upaya kesehatan ibu dan anak. Definisi Pendidikan Kesehatan Promosi kesehatan/pendidikan kesehatan merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang mempunyai dua sisi. Menggalang dukungan dan meningkatkan kemitraan dari berbagai pihak serta mengintegrasikan penyelenggaraan promosi kesehatan dengan lintas program dan lintas sektor terkait dalam pencapaian PHBS dalam level Provinsi Peran Tingkat Kabupaten Promosi Kesehatan yang diselenggarakan di tingkat Kabupaten. baik fisik. baik di dalam masyarakat sendiri. program pelayanan kesehatan dan lain sebagainya sangat perlu ditunjang serta didukung oleh adanya promosi kesehatan Menurut WHO Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. yakni sisi ilmu dan sisi seni. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan yang bersumberdaya masyarakat. kebutuhannya. sesuai sosial budaya setempat c. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna. D. Meningkatkan kemampuan Puskesmas. dapat mencakup hal-hal sebagai berikut: a. Menggalang dukungan dan meningkatkan kemitraan dari berbagai pihak serta mengintegrasikan penyelenggaraan promosi kesehatan dengan lintas program dan lintas sektor terkait dalam pencapaian PHBS. perbaikan sanitasi lingkungan. dan sarana kesehatan lainnya dalam penyelenggaraan promosi kesehatan. yakni aplikasi pendidikan kesehatan adalah merupakan penunjang bagi program-program kesehatan lain.

sosial. gizi masyarakat. Adapun visi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut : “Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan.” Pendidikan kesehatan disemua program kesehatan. Misi promosi kesehatan merupakan upaya . Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang. Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasisukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan. kebijakan dan peraturan perundangan untuk perubahan lingkungan dan perilaku yang menguntungkan kesehatan (Green dan Ottoson.Promosi kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan menyangkut pendidikan. sanitasi lingkungan. dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif. Tujuan Pendidikan kesehatan Perhatian utama dalam promosi kesehatan adalah mengetahui visi serta misi yang jelas. maupun program kesehatan lainnya dan bermuara pada kemampuan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu. spiritual.1998). emosi. pelayanan kesehatan. Ini bukan sekedar pengubahan gaya hidup saja. Promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. baik fisik. Dalam konteks promosi kesehatan “ Visi “ merupakan sesuatu atau tujuan apa yang ingin dicapai dalam promosi kesehatan sebagai salah satu bentuk penunjang program-program kesehatan lainnya. organisasi. kelompok. dan intelektual. Tentunya akan mudah dipahami bahwa visi dari promosi kesehatan tidak akan terlepas dari koridor Undang-Undang Kesehatan Nomor 23 tahun 1992 serta organisasi kesehatan dunia WHO(World Health Organization). baik pemberantasan penyakit menular. maupun masyarakat. namun berkairan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam membuat keputusan yang sehat. mental. Dalam mencapai visi dari promosi kesehatan diperlukan adanya suatu upaya yang harus dilakukan dan lebih dikenal dengan istilah “ Misi ”. dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial. untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik.

berikut : 1. 3. . Untuk itu perlu adanya suatu jembatan dan menjalin suatu kemitraan (partnership) dengan berbagai program dan sektorsektor yang memiliki kaitannya dengan kesehatan. Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan Secara sederhana ruang lingkup promosi kesehatan diantaranya sebagai berikut : 1.Karenanya masalah kesehatan tidak hanya dapat diatasi oleh sektor kesehatan sendiri. melainkan semua pihak juga perlu peduli terhadap masalah kesehatan tersebut. kemauan dan kemampuan. maupun lintas sektor yang terkait.Advokasi(Advocation) Advokasi merupakan perangkat kegiatan yang terencana yang ditujukan kepada para penentu kebijakan dalam rangka mendukung suatu isyu kebijakan yang spesifik. 2.yang harus Secara dilakukan umum dan Misi mempunyai keterkaitan promosi kesehatan dari dalam adalah pencapaian sebagai suatu visi. maka kemapuan dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan F. Promosi kesehatan mencakup pendidikan kesehatan (health education) yang penekanannya pada perubahan/perbaikan perilaku melalui peningkatan kesadaran.Menjembatani(Mediate) Kegiatan pelaksanaan program-program kesehatan perlu adanya suatu kerjasama dengan program lain di lingkungan kesehatan. keluarga akan meningkat. Adapun tujuan dari pemberian keterampilan kepada masyarakat adalah dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga sehingga diharapkan dengan peningkatan ekonomi keluarga.Kemampuan/Keterampilan(Enable) Masyarakat diberikan suatu keterampilan agar mereka mampu dan memelihara serta meningkatkan kesehatannya secara mandiri. Dalam hal ini kegiatan advokasi merupakan suatu upaya untuk mempengaruhi para pembuat keputusan (decission maker) agar dapat mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang ditawarkan perlu mendapat dukungan melalui kebijakan atau keputusan-keputusan.Oleh karena itu promosi kesehatan memiliki peran yang penting dalam mewujudkan kerjasama atau kemitraan ini.

dukungan suasana dan lain-lain di berbagai bidang /sektor.  preventif. Promosi kesehatan adalah upaya penyuluhan (upaya komunikasi dan informasi) yang tekanannya pada penyebaran informasi. : dan b. Promosi kesehatan merupakan upaya peningkatan (promotif) yang penekanannya pada upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. ruang lingkup promosi kesehatan dapat dilihat dari 2 dimensi yaitu: a). Promosi kesehatan mencakup pemasaran sosial (social marketing). Secara umum bahwa kesehatan masyarakat itu mencakup 4 aspek pokok. pengembangan masyarakat (community development). dan  rehabilitatif. Aspek preventif (pencegahan) dan kuratif (penyembuhan) dengan sasaran kelompok orang yang memiliki resiko tinggi terhadap penyakit dan kelompok yang sakit. Promosi kesehatan adalah juga pengorganisasian masyarakat (community organization). dan b). sesuai keadaan). penggerakan masyarakat (social mobilization).  kuratif. dll. 4. yakni:  promotif. Sedangkan a. 5. 3.Dr. yang penekanannya pada pengenalan produk/jasa melalui kampanye.  Ruang Lingkup Berdasarkan Aspek Kesehatan. Promosi kesehatan mencakup upaya advokasi di bidang kesehatan. Ruang Lingkup Promosi Kesehatan Menurut Prof. yaitu upaya untuk mempengaruhi lingkungan atau pihak lain agar mengembangkan kebijakan yang berwawasan kesehatan (melalui upaya legislasi atau pembuatan peraturan.dimensi tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan promosi kesehatan.dimensi aspek pelayanan kesehatan. Soekidjo Notoadmodjo. 6. Aspek ahli lainnya promotif membagi dengan sasaran menjadi dua kelompok aspek. . orang yakni sehat. pemberdayaan masyarakat (community empowerment).2.

Pada ruang lingkup tingkat pelayanan kesehatan promosi kesehatan dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat pencegahan (five level of prevention) dari Leavel and Clark. Promosi Kesehatan. Rehabilitasi (rehabilitation). Pendidikan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan. Komunikasi dalam Pendidikan Kesehatan. b. 3). d.WHO merumuskan bahwa dalam mewujudkan visi dan misi Promosi Kesehatan secara efektif menggunakan 3 strategi pokok.  Ruang Lingkup Berdasarkan Tingkat Pelayanan. Promosi kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga).  Ruang Lingkup Promosi Kesehatan Berdasarkan Tatanan Pelaksanaan. Empowerment. Ruang lingkup promosi kesehatan ini dikelompokkan menjadi : a. Advokasi diartikan sebagai upaya pendekatan terhadap orang lain yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan suatu program atau kegiatan yang dilaksanakan. d. 2). b. Diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment). Pendidikan kesehatan pada aspek promotif.yaitu : 1). Perlindungan khusus (specific protection). Advocacy/advokasi di bidang kesehatan mulai digunakan dalam program kesehatan masyarakat pertama kali oleh WHO pada tahun 1984 sebagai salah satu strategi global Pendidikan atau Promosi Kesehatan. e.Dengan demikian maka ruang lingkup promosi kesehatan dikelompok menjadi dua yaitu : a. a. Pendidikan kesehatan pada tatanan sekolah.Oleh karena itu yang menjadi sasaran advokasi adalah para pemimpin atau . Pendidikan kesehatan di tempat kerja. Pendidikan kesehatan di tempat-tempat umum. Pembatasan cacat (disability limitation) e.Advocacy. c. Social support. Pendidikan kesehatan pada aspek pencegahan dan penyembuhan. c. b.

Kiat-kiatnya antara lain sebagai berikut : 1. Sopan ( courteous ) Prinsip dasar Advokasi tidak hanya sekedar melakukan lobby politik.sehingga komunikasi dalam rangka advokasi kesehatan memerlukan kiat khusus agar komunikasi efektif. Untuk meningkatkan komitmen ini sangat dibutuhkan advokasi yang baik.misalnya untuk pembahasan kenaikan anggaran kesehatan. Tujuan advokasi yaitu :  Komitmen politik ( Political commitment ) Komitmen para pembuat keputusan atau penentu kebijakan sangat penting untuk mendukung atau mengeluarkan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Konkret ( concrete ) 4.  Penerimaan sosial (Social acceptance ) . Lengkap ( complete ) 5. Benar ( correct ) 3.contoh konkrit pencanangan Indonesia Sehat 2010 oleh presiden.  Dukungan kebijakan ( Policy support ) Adanya komitmen politik dari para eksekuti.tetapi mencakup kegiatan persuasif . Dalam advokasi peran komunikasi sangat penting. Hati –hati ( coutious ) 10.memberikan semangat dan bahkan sampai memberikan pressure atau tekanan kepada para pemimpin institusi. Konstekstual ( contexual ) 8.maka perlu ditindaklanjuti dengan advokasi lagi agar dikeluarkan kebijakan untuk mendukung program yang telah memperoleh komitmen politik tersebut. Berani ( courage ) 9. Meyakinkan ( Convince ) 7.pengambil kebijakan( policy makers) atau pembuat keputusan(decision makers) baik di institusi pemerintah maupun swasta. Ringkas ( concise ) 6. Jelas ( clear ) 2.

 Dukungan sistem ( System support ) Agar suatu program kesehatan berjalan baik maka perlunya sistem atau prosedur kerja yang jelas mendukung.Penerimaan sosial artinya diterimanya suatu program oleh masyarakat. Sasaran promosi ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment). Sasaran Promosi Kesehatan Berdasarklan pentahapan upaya promosi kesehatan. Tokoh masyarakat yang telah mendapatkan promosi kesehatan diharapkan pula agar dapat menjadi model dalam perilaku hidup sehat untuk masyarakat sekitarnya. tokoh agama. tokoh adat. Suatu program kesehatan yang telah memperoleh komitmen dan dukungan kebijakan.maka langkah selanjutnya adalah mensosialisasikan program tersebut untuk memperoleh dukungan masyarakat. maka sasaran dibagi dalam tiga kelompok sasaran. 2. dengan harapan setelah diberikan promosi kesehatan maka masyarakat tersebut akan dapat kembali memberikan atau kembali menyampaikan promosi kesehatan pada lingkungan masyarakat sekitarnya. Ibu hamil dan menyusui anak untuk masalah KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) serta anak sekolah untuk kesehatan remaja dan lain sebagianya. 3. Sasaran Primer (primary target) Sasaran umumnya adalah masyarakat yang dapat dikelompokkan menjadi. yaitu : 1. serta orang-orang yang memiliki kaitan serta berpengaruh penting dalam kegiatan promosi kesehatan. Sasaran Tersier (tertiary target) Adapun yang menjadi sasaran tersier dalam promosi kesehatan adalah pembuat keputusan (decission maker) atau penentu kebijakan (policy maker). kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum. Sasaran Sekunder (secondary target) Sasaran sekunder dalam promosi kesehatan adalah tokoh-tokoh masyarakat. Hal ini dilakukan dengan suatu harapan agar kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok tersebut akan memiliki efek/dampak serta pengaruh bagi sasaran sekunder maupun sasaran primer dan usaha ini sejalan dengan strategi advokasi (advocacy) .

yang bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya dasar dan kondisi 5. Dua belas prinsip yang diuraikan: 1. Institusi kesehatan umum harus menyediakan masyarakat dengan informasi yang mereka miliki yang diperlukan untuk keputusan tentang kebijakan atau program-program dan harus 7. Kesehatan masyarakat harus mencapai kesehatan masyarakat dengan cara yang menghormati 3. masyarakat. 12. dan mendukung sejumlah prinsip etika. yang bertujuan untuk mencegah hasil kesehatan yang merugikan. Program kesehatan umum dan kebijakan harus dilaksanakan dengan cara yang paling meningkatkan lingkungan fisik dan sosial. hak-hak individu dalam masyarakat. keyakinan.Etika dalam promosi kesehatan Pada tahun 2002. American Public Health Association secara resmi mengadopsi dua belas prinsip praktek kode etik untuk umum. program. Atas dasar kemungkinan tinggi membahayakan signifikan terhadap individu atau orang lain. mendapatkan persetujuan masyarakat untuk pelaksanaannya. Program kesehatan umum dan kebijakan harus menggabungkan berbagai pendekatan yang mengantisipasi dan menghormati nilai-nilai yang beragam. Kesehatan masyarakat terutama harus membahas penyebab dasar penyakit dan persyaratan 2. Kebijakan kesehatan masyarakat. yang efektif dan program yang melindungi dan mempromosikan kesehatan. Kerangka kerja ini menekankan pentingnya hubungan yang kompleks antara orang-orang. melalui proses yang menjamin kesempatan untuk masukan dari anggota masyarakat. Kesehatan masyarakat harus mencari informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan kebijakan 6. Lembaga kesehatan publik harus melindungi kerahasiaan informasi yang dapat membawa kerugian bagi individu atau komunitas jika dibuat publik. dan budaya dalam 9. MENETAPKAN PESAN POKOK Program-program pembangunan kesehatan dikelompokkan dalam pokok-pokok program yang pelaksanaannya dilakukan secara terpadu dengan pembangunan sektor lain yang memerlukan . 10. Pengecualian harus dibenarkan 11. miliki dalam sumber daya dan mandat yang diberikan kepada mereka oleh masyarakat. Kesehatan masyarakat harus mengadvokasi dan bekerja untuk pemberdayaan dari pemuda anggota masyarakat. Institusi kesehatan umum dan karyawan mereka harus terlibat dalam kolaborasi dan afiliasi dengan cara yang membangun kepercayaan publik dan efektivitas lembaga. dan prioritas harus dikembangkan dan dievaluasi 4. Lembaga kesehatan publik harus memastikan kompetensi profesional karyawan mereka. untuk kesehatan. Hubungan tersebut adalah inti dari masyarakat. Lembaga kesehatan publik harus bertindak secara tepat waktu pada informasi yang mereka 8. diperlukan untuk kesehatan dapat diakses oleh semua.

kesehatan reproduksi dan keluarga berencana Program keselamatan dan kesehatan kerja Program anti tembakau. pembiayaan kesehatan dan hukum kesehatan Program perbaikan gizi Program pencegahan penyakit menular termasuk imunisasi Program peningkatan perilaku hidup sehat dan kesehatan mental Program lingkungan pemukiman. Salah satu momentum yang merupakan upaya promosi kesehatan ialah penyempitan anti malaria di rumah penduduk oleh presiden R. 3. bahan berbahaya.dukungan dan peran serta masyarakat. 9. alkohol dan madat Program pengawasan obat.I. makanan dan minuman Program pencegahan kecelakaan. Program perilaku dan pemberdayaan masyarakat 2. Program kebijakan kesehatan. Disusun 7 Program pembangunan kesehatan yaitu (DepKes RI. Program pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan Untuk meningkatkan percepatan perbaikan derajat kesehatan masyarakat yang dinilai penting untuk mendukung keberhasilan program pembangunan nasional ditetapkan 10 pogram unggulan kesehatan(DepKes RI. 1999) : 1. Soekarno pada tanggal 12 Nopember . Program kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan 7. Program lingkungan sehat 3. Ir. Program pengawasan obat. 2. penyuluhan kesehatan masyarakat. rudapaksa dan keselamatan lalu lintas C. Di Indonesia. Program upaya kesehatan 4. pendidikan kesehatan. makanan dan obat berbahaya 6. Istilah yang dipakai bermacam-macam misalnya : Propaganda kesehatan. 1999) : 1. upaya-upaya yang bersifat promosi kesehatan sudah ada bahkan sebelum terbentuknya negara Republik Indonesia. Istilah promosi kesehatan diterima dan diperkenalkan oleh WHO yang kemudian diterima dan diperguanakn oleh semua negara anggota WHO. 8. 10. 5. 6. Sejarah promosi kesehatan internasional Upaya yang bersifat promosi kesehatan dilakukan oleh berbagai negara dalam bentuk dan pengertian. 7. penerangan kesehatan. Program pengembangan sumber daya kesehatan 5. air dan sehat Program kesehatan keluarga. 4. Perkembangan Promosi kesehatan di Indonesia.

 Periode 1995 – sekarang Pada kurun waktu ini. Beberapa catatan penting pada kurun waktu ini antara lain didirikan Sekolah Penyuluhan Kesehatan di Magelang – Jawa Tengah. walaupun istilah penyuluhan kesehatan masyarakat masih menjadi nama resmi organisasi di Depkes. 9/1960. dan yang sangat monumental adalah lahirnya undang-undang kesehatan No. mulai adanya media penyuluhan berupa film dan poster dan yang terkenal adalah poster 4 sehat 5 sempurna. kebersihan rumah dan desa pada hari-hari tertentu. Berbagai konsep pendekatan kesehatan masyarakat dikembangkan seperti : pendekatan edukatif. Kegiatan dan pendekatan kesehatan mulai dikaitkan dengan masalah sosial.  Periode 1975 – 1995 Pada kurun waktu ini dikenal istilah penyuluhan kesehatan masyarakat. PKMRS. pendekatan mana kemudian melahirkan konsep pendekatan PKMD (Pelayanan Kesehatan Masyarakat Desa). Konsep perilaku hdiup bersih dan sehat dikembangkan sebagai salah satu model promosi kesehatan di Indonesia. Salah satu momentum penting pada kurun waktu ini ialah dicanangkannya . dll. Perkembangan promosi kesehatan di Indonesia dapat dibagi dalam beberapa periode :  Periode 1945 – 1965 Pada kurun waktu ini lebih dikenal dengan istilah propaganda kesehatan.1964. Kegiatan lebih pada gerakan kebersihan seperti kerja bakti. Posyandu.  Periode 1965 – 1975 Pada kurun waktu ini dikenal istilah pendidikan kesehatan masyarakat. yang kelak ditetapkan sebagai hari kesehatan nasional. istilah promosi kesehatan mulai dipakai. manajemen ARRIF. Tentang PHBS akan diuraikan pada babbab berikutnya. Pengembangan sumber daya manusia mendapat perhatian lebih besar. antara lain dengan mengirimkan tenaga untuk belajar pendidikan kesehatan di luar negeri dan pada tahun 1965 berdiri Fakultas Kesehatan Masyarakat UI dan dalah satu jurusannya ialah Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku.

Persetujuan. sebagai mana gambaran berikut : . Pengertian yaitu bila perilaku yang baru masuk akal bagi masyarakat dalam konteks pengetahuan lokal. c. yaitu bila tokoh panutan (seperti tokoh agama dan tokoh agama) setempat menyetujui dan mempraktekkan perilaku yang di anjurkan dan d. Penyerapan materi dalam promosi kesehatan Seseorang belajar melalui panca inderanya. Program promosi menekankan aspek ”bersama masyarakat”. yaitu bila perilaku yang baru membuat hidup masyarakat yang melakukannya menjadi lebih mudah. Umumnya ada empat faktor yang dapat mempengaruhi masyarakat agar merubah perilakunya. Setiap indera ternyata berbeda pengaruhnya terhadap hasil belajar seseorang. Kesanggupan untuk mengadakan perubahan secara fisik misalnya kemampuan untuk membangun jamban dengan teknologi murah namun tepat guna sesuai dengan potensi yang di miliki. b. misalnya adanya sumber air bersih yang lebih dekat. Supaya efektif. perlukan dan inginkan  bersama dengan masyarakat fasilitator menyediakan alternatif yang menarik untuk perilaku yang beresiko misalnya jamban keluarga sehingga buang air besar dapat di lakukan dengan aman dan nyaman serta  bersama dengan masyarakat petugas merencanakan program promosi kesehatan dan memantau dampaknya secara terus-menerus. Maksudnya adalah  Bersama dengan masyarakat fasilitator mempelajari aspek-aspek penting dalam kehidupan masyarakat untuk memahami apa yang mereka kerjakan. program harus dirancang berdasarkan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat sasaran setempat.Program Promosi Kesehatan tidak di rancang ”di belakang meja”. yaitu : a. Fasilitasi.

Oleh karena itu seseorang dapat mempelajari sesuatu dengan baik apabila ia menggunakan lebih dari satu indera Apa yang bisa kita ingat : 10% dari yang kita baca 20% dari yang kita dengar 30% dari yang kita lihat 50% dari yang kita lihat dan dengar 80% dari yang kita ucapkan 90% dari yang kita ucapkan dan Lakukan METODE PROMOSI KESEHATAN 3. Sasaran yang dicapai dan Indera penerima dari sasaran promosi. 3. . Termasuk di sini antara lain : kunjungan rumah. pertemuan di balai desa. Jenis Metode Promosi Kesehatan Metode Promosi Kesehatan dapat digolongkan berdasarkan Teknik Komunikasi.1. Dalam hal ini para penyuluh langsung berhadapan atau bertatap muka dengan sasaran.1. dll. Berdasarkan Teknik Komunikasi a. pertemuan di Posyandu. 1. pertemuan diskusi (FGD). Metode penyuluhan langsung.

Pertemuan FGD. Berdasarkan Jumlah Sasaran Yang Dicapai a. antara lain : kunjungan rumah. dan lain-lain c. didengar. Dalam hal ini pesan diterima sasaran melalui indera penglihatan. Dalam hal ini pesan diterima oleh sasaran melalui indera pendengar. Pemutaran Film b. anjang karya. dsb.1. Beberapa metode penyuluhan yang masuk dalam ketegori ini antara lain : Pertemuan. umpamanya : Penyuluhan lewat radio.3. diraba dan dicoba) 3. . seperti : Penempelan Poster. Ceramah. Pendekatan PERORANGAN Dalam hal ini para penyuluh berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan. dsb 3. Metode “KOMBINASI”. hubungan telepon. dan lain-lain b. Berdasarkan Indera Penerima a. Kunjungan Rumah Kunjungan rumah adalah suatu hubungan langsung antara penyuluh dengan masyarakat sasaran dan keluarganya di rumah ataupun ditempat biasa mereka berkumpul. Metode yang tidak langsung. Dalam hal ini termasuk : Demonstrasi cara (dilihat. Dalam hal ini para penyuluh tidak langsung berhadapan secara tatap muka dengan sasaran. Pemasangan Koran dinding. Metode MELIHAT/MEMPERHATIKAN. Kelebihan dan kekurangan masing-masing metode 3. Pemutaran film.1. dll c. Pemasangan Gambar/Photo. Pendekatan KELOMPOK Dalam pendekatan ini petugas promosi berhubungan dengan sekolompok sasaran. Pendekatan MASAL Petugas Promosi Kesehatan menyampaikan pesannya secara sekaligus kepada sasaran yang jumlahnya banyak. Penyebaran tulisan/poster/media cetak lainnya. dicium. Diskusi kelompok.b. Metode PENDENGARAN. Biasanya kegiatan ini disebut anjang sono. Demostrasi. tetapi ia menyampaikan pesannya dengan perantara (media). dll 3. melalui pertunjukan film. Umpamanya publikasi dalam bentuk media cetak. Beberapa metode yang masuk dalam golongan ini adalah : Pertemuan umum. Pidato.2.2.1. pertunjukan kesenian.2.

Biarkan keluarga sasaran berbicara sebanyak-banyaknya dan jangan memotong pembicaraannya .Cara melakukannya dengan memperhatikan hal-hal seperti berikut : -.Harus jujur dalam mengajar maupun belajar .Bicara bila keluarga sasaran itu ingin mendengarkannya . yang terlewat oleh metode lainnya .Pergunakan bahasa umum yang mudah. bicara pelan-pelan dan suasana menyenangkan .Bicara dalam gaya yang menarik sasaran .Harus sungguh-sungguh dalam pernyataan .Membawa surat selebaran.Mendapat keterangan langsung perihal masalah-masalah kesehatan .Biarkan keluarga sasaran merasa sebagai pemrakarsa gagasan yang baik .Meninggalkan keluarga sasaran sebagai kawan .Membicarakan soal-soal yang menarik perhatian . brosur.Kunjungi pula sasaran yang jauh dan terpencil .Rintangan-rintangan antara penyuluh dengan keluarga sasaran menjadi kurang .Jangan memperpanjang mempersilat lidah . tujuan. hasil dan janji .Rencanakan beberapa kunjungan berurutan untuk menghemat waktu .Mencapai juga petani yang terpencil.Tumbuhnya kepercayaan pada penyuluh bila anjuran-anjurannya diterima . Ada maksud dan tujuan tertentu 6 .Metode ini untuk memperkuat metode-metode lainnya atau bila metode-metode lainnya tidak mungkin Selama berkunjung harus diingat hal-hal seperti : .Menemukan tokoh-tokoh masyarakat yang lebih baik .Catat tanggal kunjungan.Tepat waktunya dan tidak membuang-buang waktu . Ini akan menjalin persahabatan Kelebihan metode ini adalah : . dsb untuk diberikan kepada keluarga sasaran.Membina persahabatan .

Anjuran mempergunakan alat-alat peraga .Perhatikan ditujukan kepada tujuan pertemuan dengan memberikan kesempatan untuk berdiskusi.2. 7 Hal-hal perlu diperhatikan : .2.Usaha-usaha menarik perhatian..Kunjungan-kunjungan yang cocok bagi keluarga sasaran dan penyuluh adalah terbatas sekali . Cara melakukannya dengan perencanaan dan persiapan yang baik.Tepat memulai dan mengakhiri pertemuan . seperti : .Usahakan ikut sertanya semua golongan di tempat itu.Rapat diselenggarakan ditempat yang letaknya strategis.Tingkat pengadopsian terhadap perilaku kesehatan yang baru lebih tinggi Keterbatasannya adalah : .Jaminan kedatangan para nara sumber lainnya (bila diperlukan) . bila tempat-tempat tinggal orang berjauhan .Waktu yang dipilh adalah waktu luang masyarakat . menggugah hai dan mendorong kegiatan .Pada siang hari.Berikan selembaran-selembaran yang sesuai dengan materi yang didiskusikan .Memberikan penghargaan kepada semua golongan yang hadir .Libatkan tokoh-tokoh masyarakat setempat .Usahakan kegiatan lanjutan (bila ada) . Hindari pertengkaran pendapat .Kunjungan yang terlalu sering pada satu keluarga sasaran akan menimbulkan prasangka pada keluarga lainnya 3. dengan penerangan dan udara yang segar . Pertemuan Umum Pertemuan umum adalah suatu pertemuan dengan peserta campuran dimana di sampaikan beberapa informasi tertentu tentang kesehatan untuk dilaksanakan oleh masyarakat sasaran.Rundingkan dahulu dengan orang-orang yang terkait .Jumlah kunjungan yang mungkin dilakukan adalah terbatas .Konsultasi dengan tokoh-tokoh setempat dan buatlah agenda acara sementara .

Kegiatan ini bukan lah suatu percobaan atau pengujian.Perkenalan pribadi dapat ditingkatkan .Memelihara perhatian yang terus menerus dari para peserta . 3.2.Kelebihan metode ini adalah : . Harus ada partisipasi yang baik dari peserta yang hadir. dsb dapat mengurangi jumlah kehadiran 3.Waktu untuk diskusi biasanya terbatas sekali .Banyak orang yang dicapai .3 Pertemuan Diskusi ( Kelompok Diskusi Terfokus ) Pertemuan diskusi adalah untuk kelompok yang lebih kecil atau lebih sedikit pesertanya yaitu berkisar 12-15 orang saja.Adopsi suatu anjuran secara murah/sedikit biaya Kekurangan / keterbatasannya : . Keberhasilan pertemuan FGD banyak tergantung dari petugas penyuluh untuk : .Memberi kesempatan kepada semua orang untuk mengemukakan pendapatnya dan menghindari dominasi beberapa orang saja .Tempat dan sarana pertemuan tidak selalu cukup .Berikan bahan-bahan informasi yang cukup agar peserta sampai pada kesimpulan yang tepat.2.Segala macam topik/judul dapat diajukan .Menjadi tahap persiapan untuk metode lainnya .Memperkenalkan soal yang dapat perhatian para peserta .Membuat kesimpulan pembicaraan-pembicaraan dan menyusun saran-saran yang diajukan . Demonstrasi cara atau percontohan Demontrasi adalah memperlihatkan secara singkat kepada suatu kelompok bagaimana melakukan suatu perilaku kesehatan baru. Metode ini lebih menekankan pada bagaimana cara melakukannya suatu perilaku kesehatan. tetapi sebuah usaha pendidikan. Tujuannya adalah untuk meyakinkan .4. Biasanya dipergunakan untuk menjelasan suatu informasi yang lebih rinci dan mendetail serta pertukaran pendapat mengenai perubahan perilaku kesehatan.Kejadian-kejadian di luar kekuasaan seperti cuaca buruk.Pembahasan topik sedikit lebih sulit karena peserta yang hadir adalah campuran .

Mengatur tempat sebaik mungkin. Demonstrasi ini mengajarkan suatu ketrampilan yang baru.Demonstrasi dilakukan tepat masanya .Merangsasang kegiatan .Pengumuman yang luas sebelum waktunya untuk menarik banyak perhatian dan peserta . dll) yang bersangkutan dengan demostrasi itu Anjuran : . sehingga semua peserta dapat melihatnya dan ikut dalam diskusi .Merugikan bila demonstrasi dilaksanakan dengan kualitas yang buruk IV. Cara melakukannya dengan segala perencanaan dan persiapan yang diperlukan. MEDIA PROMOSI KESEHATAN Pengertian .Hilangkan keraguan-raguan.orang-orang bahwa sesuatu perilaku kesehatan tertentu yang dianjurkan itu adalah 8 berguna dan praktis sekali bagi masyarakat. seperti : .Berikan selebaran yang cepat (brosur. tetapi hindarikan pertengkaran mulut . peralatan dan ketrampilan .Pergunakan alat-alat yang mudah di dapat orang .Datang jauh sebelum kegiatan di mulai untuk memeriksa peralatan dan bahan yang diperlukan .Demonstrasi dilakukan tahap demi tahap sambil membangkitkan keinginan peserta untuk bertanya-tanya .Hargai cara-cara yang biasa dilakukan masyarakat Kelebihan / keuntungan metode ini : .Pilihlah topik yang berdasarkan keperluan masyarakat .Berikan kesempatan pada wakil peserta untuk mencoba ketrampilan perilaku yang baru .Memerlukan banyak persiapan.Menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri Kekurangan / keterbatasannya : .Cara mengajar ketramilan yang efekif .

yaitu benda yang sesungguhnya baik hidup maupun mati.1. mempunyai bentuk serta ukuran yang tepat. didengar. • Dapat memperjelas apa yang diterangkan dan dapat lebih mudah ditangkap. yaitu benda sesungguhnya yang telah diawetkan seperti cacing dalam botol pengawet. misalnya menggunakan papan tulis dengan photo dan sebagainya. diraba. dsb • Spesimen. Jenis / Macam Media Alat-alat peraga dapat dibagi dalam 4 kelompok besar : 4. Termasuk dalam macam alat peraga ini antara lain : • Benda sesungguhnya. dirasa atau dicium. Dengan contoh yang telah disebutkan pada bagian atas dapat dilihat bahwa salah tafsir atau salah pengertian tentang bentuk plengsengan dapat dihindari. dll • Sample yaitu contoh benda sesungguhnya untuk diperdagangkan seperti oralit. Benda asli. ada dua hal yang harus diperhatikan. • Dapat menarik serta memusatkan perhatian. Tetapi alat peraga ini kelemahannya tidak selalu mudah dibawa ke mana-mana sebagai alat bantu mengajar. . Merupakan alat peraga yang paling baik karena mudah serta cepat dikenal. • Apa yang diterangkan akan lebih lama diingat. untuk memperlancar komunikasi dan penyebar-luasan informasi Kegunaan Biasanya alat peraga digunakan secara kombinasi.3. misalnya tinja di kebun. yang ukurannya lain dari benda sesungguhnya. baik secara kombinasi maupun tunggal. lalat di atas tinja. • Dapat memberi dorongan yang kuat untuk melakukan apa yang dianjurkan.Media atau alat peraga dalam promosi kesehatan dapat diartikan sebagai alat bantu untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat. dll Benda tiruan. Tetapi dalam menggunakan alat peraga. terutama hal-hal yang mengesankan. yaitu : • Alat peraga harus mudah dimengerti oleh masyarakat sasaran • Ide atau gagasan yang terkandung di dalamnya harus dapat diterima oleh sasaran Alat peraga yang digunakan secara baik memberikan keuntungan-keuntungan : • Dapat menghindari salah pengertian/pemahaman atau salah tafsir.

tepat pesannya dan dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang lebih 6 meter. . Gambar/Media grafis. pinggir jalan. Poster biasanya ditempelkan pada suatu tempat yang mudah dilihat dan banyak dilalui orang misalnya di dinding balai desa. gambar atau photo. Poster terutama dibuat untuk mempengaruhi orang banyak. Leaflet dapat diberikan atau disebarkan pada saat pertemuanpertemuan dilakukan seperti pertemuan FGD. kayu. misalnya deskripsi pengolahan air di tingkat rumah tangga. sederhana dan hanya berisikan satu ide atau satu kenyataan saja. ilustrasi. menggambarkan suatu cerita. Benda tiruan dapat dibuat dari bermacam-macam bahan seperti tanah. 10 Gambar alat optik. papan pengumuman. Gambar dalam poster dapat berupa lukisan. seperti photo. lukisan. Karena itu cara pembuatannya harus menarik. Poster Adalah sehelai kertas atau papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata-kata.Benda tiruan bisa digunakan sebagai media atau alat peraga dalam promosi kesehatan. Hal ini dikarena menggunakan benda asli tidak memungkinkan. photo digunakan dalam bentuk : a. semen. slide. kunjungan rumah. misal ukuran benda asli yang terlalu besar. Leaflet Leaflet adalah selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat. kartun. terlalu berat. dll Photo Sebagai bahan untuk alat peraga. yaitu merupakan foto-foto yang isinya berurutan. Album. Ada beberapa yang disajikan secara berlipat. Leaflet dapat dibuat sendiri dengan perbanyakan sederhana seperti di photo copy. plastik dan lain-lain. film. deskripsi tentang diare dan penecegahannya. gambar karikatur. dll. mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. dan lain-lain. Poster yang baik adalah poster yang mempunyai daya tinggal lama dalam ingatan orang yang melihatnya serta dapat mendorong untuk bertindak. memberikan pesan singkat. pertemuan Posyandu. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat tentan suatu masalah. padat. dll. seperti poster. dan lain-lain. Kata-kata dalam poster harus jelas artinya. leaflet. dan lain-lain.

Dikumpulkan dalam sebuah album. maupun program kesehatan lainnya dan bermuara pada kemampuan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu. dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial. Secara umum Misi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut : 1. sifatnya menghibur namun bernuansa edikatif D. b. Advokasi (Advocation) Advokasi merupakan perangkat kegiatan yang terencana yang ditujukan kepada para penentu kebijakan dalam rangka mendukung suatu isyu kebijakan yang spesifik. Photo ini digunakan biasanya untuk bahan brosur. Misalnya album photo yang berisi kegiatan-kegiatan suatu desa untuk merubah kebiasaan BABnya menjadi di jamban dengan CLTS sampai mendapat pengakuan resmi dari Bupati. kelompok. karena slide sifatnya dapat diulang-ulang Film Film lebih kearah sasaran secara masal. baik pemberantasan penyakit menular. leaflet. Dalam hal ini kegiatan advokasi merupakan suatu upaya untuk mempengaruhi para pembuat keputusan (decission maker) agar dapat mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang ditawarkan perlu mendapat dukungan melalui kebijakan atau keputusan- . Slide ini sangat effektif untuk membahas suatu topic tertentu. Dokumentasi lepasan. 2. dan peserta dapat mencermati setiap materi dengan cara seksama. dll Slide Slide pada umumnya digunakan dengan sasaran kelompok atau grup. mental. Pendidikan kesehatan disemua program kesehatan. Menggambarkan satu pokok persoalan atau titik perhatian. gizi masyarakat. maupun masyarakat. baik fisik. Yaitu photo-photo yang berdiri sendiri dan tidak disimpan dalam bentuk album. Album ini bisa dibawa dan ditunjukan kepada masyarakat sesuai dengan topik yang sedang di diskusikan. sanitasi lingkungan. Visi dan Misi Adapun visi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut : 1.kegiatan dan lain-lain. Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. pelayanan kesehatan.

bina suasana. Untuk itu perlu adanya suatu jembatan dan menjalin suatu kemitraan (partnership) dengan berbagai program dan sektor-sektor yang memiliki kaitannya dengan kesehatan. barulah dilaksanakan promosi kesehatan sesuai dengan peluangpeluang yang ada. Langkah-langkah Promosi Kesehatan Di Puskesmas Pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas pada dasarnya adalah penerapan strategi promosi kesehatan. maupun lintas sektor yang terkait. maka kemapuan dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan keluarga akan meningkat. Karenanya masalah kesehatan tidak hanya dapat diatasi oleh sektor kesehatan sendiri. Setelah itu. Adapun tujuan dari pemberian keterampilan kepada masyarakat adalah dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga sehingga diharapkan dengan peningkatan ekonomi keluarga. 2. yaitu peluangpeluang di dalam gedung Puskesmas dan peluangpeluang di luar gedung Puskesmas. dan advokasi di tatanan sarana kesehatan. melainkan semua pihak juga perlu peduli terhadap masalah kesehatan tersebut. Menjembatani (Mediate) Kegiatan pelaksanaan program-program kesehatan perlu adanya suatu kerjasama dengan program lain di lingkungan kesehatan. khususnya Puskesmas. yaitu pemberdayaan. Oleh karena itu promosi kesehatan memiliki peran yang penting dalam mewujudkan kerjasama atau kemitraan ini. E.keputusan. 3. langkah awalnya adalah berupa penggerakan dan pengorganisasian untuk memberdayakan para petugas Puskesmas agar mampu mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan yang disandang pasien/klienPuskesmas dan menyusun rencana untuk menanggulanginya dari sisi promosi kesehatan. . Oleh karena itu. Kemampuan/Keterampilan (Enable) Masyarakat diberikan suatu keterampilan agar mereka mampu dan memelihara serta meningkatkan kesehatannya secara mandiri.

dimensi tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan promosi kesehatan. Dengan demikian. .Dr. (5) Pelaksanaan Kegiatan dan (6) Pembinaan Kelestarian. mental. (3) Musyawarah Kerja. (4) Perencanaan Partisipatif. BAB III KESIMPULAN Dari pembahasan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu:  Menurut WHO Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya  Visi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut : “Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan.Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dari dinas kesehatan kabupaten/kota . (2) Identifikasi Masalah Kesehatan dan PHBS di Puskesmas. keberhasilan pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas juga merupakan tanggung jawab dari dinas kesehatan kabupaten/kota.”  Ruang Lingkup Promosi Kesehatan Menurut Prof. ruang lingkup promosi kesehatan dapat dilihat dari 2 dimensi yaitu: a). dan b). Oleh karena itu. Soekidjo Notoadmodjo. baik fisik. Petugas Puskesmas harus mendapat pendampingan oleh fasilitator dari dinas kesehatan kabupaten/kota agar mampu melaksanakan: (1) Pengenalan Kondisi Puskesmas. dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial.dimensi aspek pelayanan kesehatan. khususnya dalam langkah penggerakan dan pengorganisasian untuk memberdayakan para petugas Puskesmas. sangat diperlukan keterlibatan dinas kesehatan kabupaten/kota dalam pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas.

 Advokasi di bidang kesehatan mulai digunakan dalam program kesehatan masyarakat pertama kali oleh WHO pada tahun 1984 sebagai salah satu strategi global Pendidikan atau Promosi Kesehatan WHO. .

Jakarta 2004 9. Pusat Promosi Kesehatan.DAFTAR PUSTAKA 1. Promosi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo. www. Herry. S.com Diakses tanggal 20 maret 2014 11. Promosi Kesehatan di Daerah Bermasalah Kesehatan. www. PUSAT PROMOSI KESEHATAN 6. 2008 .wikipedia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.Untuk KIBBLA. www. Pusat Promosi Kesehatan. Jakarta 2008 7.id/. 3. Pusat Promosi Kesehatan Depkes RI. Pedoman Pengelolaan Promosi Kesehatan. 2011.( 2007 ).promkes. 2006.com-strategi_perencanaan kesehatan. Dalam Pencapaian PHBS. Pusat Promosi Kesehatan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.go. Diakses tanggal 20 maret 2014. Jakarta 2008 8. Maulana. Departemen Kesehatan RI. 4. www.com Diakses tanggal 20 maret 2014 10. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.wordpress. Jakarta : EGC 5. Diakses tanggal 20 Maret 2014 .promosikesehatan. 2007. Pengembangan Media Promosi Kesehatan. 2. DEPKES RI. Panduan Pelatihan Komunikasi Perubahan Perilaku. Departemen Kesehatan RI.depkes. Modul: Promosi Kesehatan untuk Politeknik/D3 Kesehatan. Pusat Promosi Kesehatan. Departemen Kesehatan RI.