Studi Aplikasi Turbin Achard Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

STUDI APLIKASI TURBIN ACHARD SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) MEMANFAATKAN ENERGI KINETIK ALIRAN Oleh

: Amir Sarlito Womal1) Bambang Yulistiyanto2) Prajitno3) INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan turbin Achard sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan memanfaatkan energi kinetik aliran. Parameter karakateristik turbin yang diuji berupa performa turbin yang terdiri dari koefisien daya turbin (Cp), tip speed ratio (TSR) dan kecepatan spesifik turbin (Ns). Hasil pengujian turbin Achard pada penelitian ini ditunjukkan bahwa karakteristik daya keluaran dan tip speed ratio meningkat sebanding dengan perubahan kecepatan aliran air. Performa putaran turbin (N) tanpa beban mempunyai korelasi yang linear terhadap kecepatan aliran. Korelasi karakteristik daya keluaran, koefisien daya dan TSR ditunjukkan bahwa daya keluaran dengan koefisien daya maksimum yaitu ± 40 % dicapai pada nilai TSR = 3 (tiga). Kecepatan spesifik turbin diperoleh 52,45 (rpm, Hp, m) sehingga dapat dikelompokkan sebagai jenis turbin Cross Flow (Ns = 20-80 ; rpm, Hp, m). Performa turbin Achard dengan koefisien daya/efisiensi yang lebih baik jika dibandingkan turbin lainnya (Gorlov dan Darrius) sehingga sangat potensial untuk dikembangkan untuk aplikasi sistem pembangkit memanfaatkan energi kinetik aliran. Kata kunci : Turbin Achard, koefisien daya (Cp), tip speed ratio (TSR), kecepatan spesifik (Ns). ABSTRACT This research intend to study for the application of Achard turbine as mikrohidro power by exploiting stream kinetic energy. Turbine characteristic parameter tested in the form of turbine performance which consist of power coefficient (Cp), tip speed ratio (TSR), and specific speed of turbine (Ns). The testing result of Achard turbine at this research are indicated that output power characteristic and tip speed ratio increased proportional with change of water flow. Rotation turbine (N) performance without load have linear correlation to water flow. The correlation of output power characteristic, power coefficient and TSR indicated that the output power with maximum power coefficient that is ± 40 % reached at TSR value = 3 (three). Specific speed of turbine obtained 52,45 ( rpm, Hp m) so that can be grouped as Cross Flow turbine type ( Ns = 20-80 ; rpm, Hp, m). Achard turbine performance with power coefficient /efficiency is better if compared to other turbine (Gorlov and Darrius) so that very potential to be developed for the system application of generating exploit stream kinetic energy. Keyword : Achard Turbin, power coefficient (Cp), tip speed ratio (TSR), specific speed (Ns).

I. 1.1.

PENDAHULUAN Latar Belakang

Potensi air yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia merupakan lumbung energi yang perlu dieksplorasi sebagai sumber pembangkit baik skala besar (PLTA) maupun skala mini/pico (PLTMH). Potensi mikrohidro sebesar ± 450 MW dan kapasitas terpasang baru ± 21 MW atau sekitar 4,5 % merupakan lahan untuk berkarya guna menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Regulasi dan kebijakan energi nasional yang member ruang untuk berkarya merupakan tantangan yang harus dijawab baik kalangan akademisi, praktisi, investor maupun masyarakat umum.

penelitian untuk memanfaatkan energi kinetik aliran sebagai sumber pembangkit dengan judul : Studi Aplikasi Turbin Achard sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) memanfaatkan Energi Kinetik Aliran.

2.1.

Head Energi Aliran Fluida

1.1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

a. Memanfaatkan
potensi energi dari arus aliran sebagai sumber pembangkit PLTMH. b. Merancang , membuat, dan menguji model turbin Achard. c. Memperoleh korelasi antara Koefisien Daya Turbin (Cp) dan Tip Speed Ratio (TSR) d. Menentukan kecepatan spesifik turbin (Ns).

............................. (2.4) Dengan menganggap suatu penampang melintang A, dimana arus air dengan kecepatan v mengalami pemindahan volume untuk setiap satuan waktu, yang disebut dengan aliran volume V dirumuskan: Pengembangan V = v.A (m3/s) mikrohidro selalu ............................. memanfaatkan potensi (2.5) aliran dengan ketinggian Sedangkan aliran massa tertentu (head) kemudian dengan kerapatan air ρ Gambar 2.1. Elemen dikonversi menjadi energi sebagai: zat cair sepanjang listrik melalui turbin dan m = ρ v A (kg/s) garis arus generator, sehingga ............................. muncul persepsi bahwa air 1) Amir Sarlito Womal : Mahasiswa Magister Sistem Teknik Konsenetrasi Mikrohidro (Energi (2.6) Untuk aliran yang mengalir dengan 1.1.Fakultas Teknik – UGM Terbarukan) Manfaat Persamaan – persamaan di mantap satu dimensi ketinggian sangat rendah Bambang Yulistiyanto : Dosen Jurusan Teknik Sipil UGM dan 2) Dr. Ir. atas menunjukkan energi Penelitian Teknik zat cair ideal, 3) Ir. Prajitno, MT : Dosen Jurusan Studi Mesin dan Industri UGMEuler tidak dapat digunakan kinetik dan aliran massa Aplikasi Turbin Achard merumuskan persamaan: sebagai sumber yang melewati suatu energi g pembangkit (mikrohidro). memeanfaatkan penampang melintang A aliran sebagai Saluran irigasi yang arus dz+dpγ+VdV sebagai energi P yang letaknya disekitar Pembangkit Listrik Tenaga =0 ditunjukkan dengan (PLTMH) pemukiman dan kawasan Mikrohidro ............................. mensubtitusi persamaan pertanian pada dasarnya diharapkan akan dapat (2.1) (2.6) ke persamaan (2.4) juga dapat dimanfaatkan memberi nilai tambah bagi Apabila kedua ruas menjadi: untuk sumber pembangkit fungsi saluran irigasi selain persamaan (2.1) dibagi P= 12ρAv3 sehingga dapat mempunyai sebagai sumber pengairan dengan g dan diintegralkan (W) kawasan pertanian, juga maka akan diperoleh: nilai tambah selain sebagi ............................. sumber pengairan juga dapat difungsikan sebagai z+ pγ+ (2.7) sebagai sumber energi sumber pembangkit listrik v22g=C dengan; memanfaatkan berupa PLTMH. Jumlah dengan P = daya yang (konstan) saluran irigasi yang banyak kecepatan aliran air pada tersimpan pada ............................. saluran irigasi. Turbin dan tersebar diseluruh fluida (W) (2.2) juga dapat wilayah Indonesia Achard v = kecepatan Persamaan (2.2) dikenal merupakan potensi energi diaplikasikan pada aliran arus air (m/s) persamaan lain (sungai, laut) yang sebagai yang perlu dimanfaatkan  = densitas air yang mempunyai arus aliran Bernoulli sehingga dapat menunjang (kg/m3) menunjukkan head energi yang memadai. ketahanan energi nasional. A = penampang total merupakan jumlah I. LANDASAN Berdasarkan melintang fluida dari head posisi (z), head TEORI uraian tersebut di atas, (m2) tekanan (pγ), dan head peneliti melakukan

Penurunan persamaan Bernoulli untuk aliran sepanjang garis arus didasarkan pada hokum Newton II tentang gerak (F = ma). Persamaan ini diturunkan berdasarkan asumsi: a. Zat cair adalah ideal. b. Inkompresibel c. Aliran kontinu d. Kecepatan aliran merata. e. Gaya yang bekerja hanya gaya berat dan tekanan.

kecepatan (v22g). Secara umum persamaan Bernoulli dituliskan :

H=z+ pγ+ v2g2
............................. (2.3) 2.1. Energi dari Aliran Air

Dalam fisika dapat ditunjukkan bahwa energi kinetik untuk suatu massa m yang bergerak dengan kecepatan v yang nantinya akan diubah menjadi energi poros adalah:

Ek= 12mv2

2.2.

Hukum Betz’

Hukum Betz’ adalah teori mengenai energi maksimum yang dapat dibangkitkan dari turbin angin, dikembangkan pada tahun 1919 oleh ahli fisika Jerman, Albert Betz. Teori momentum Betz ini mengasumsikan jika alat konversi energi kinetik fluida bekerja tanpa rugi – rugi dimana aliran fluida dianggap tidak bergesekan. Penyederhanaan ini merupakan hitungan kasar yang sangat berguna bagi perhitungan secara praktis dan sebagai panduan dasar dalam memahami operasi berbagai jenis desain turbin arus air. Betz mengasumsikan bahwa jika tidak adanya perubahan aliran massa fluida, maka dapat disimpulkan bahwa kecepatan fluida setelah melewati alat konversi energi kinetik fluida akan menurun. Pada saat yang bersamaan, luas penampang yang dilewati fluida menjadi lebih besar sesuai dengan persamaan kontinuitas aliran fluida. Berdasarkan hasil percobaan dan analisis, Betz mengemukakan bahwa maksimum daya yang diperoleh dalam konversi energi kinetik fluida adalah 0,593. Besaran ini disebut “faktor daya ideal”, keadaan ini dapat dicapai apabila rasio kecepatan fluida setelah melewati alat konversi dan sebelum melewati alat konversi (v2/v1) = 1/3. 2.3. Airfoil

airfoil yang dibuat oleh National Advisory Committee for Aeronautics (NACA). Pengujian yang dilakukan oleh NACA lebih sistematik dengan membagi pengaruh efek kelengkungan dan distribusi ketebalan serta pengujiannya dilakukan pada berbagai bilangan Reynolds. Setiap bentuk airfoil NACA mempunyai parameter – parameter tersendiri sesuai dengan pengaplikasiannya. Parameterparameter yang telah ditentukan menurut standar NACA (Gambar 2.2) adalah: a. Panjang chord (c) b. Maksimum camber (f ) atau camber ratio (f/c) dalam %. c. Posisi maksimum camber (xf) d. Ketebalan maksimum airfoil (d) e. Posisi maksimum ketebalan (xd) f. Radius nose (rN) g. Koordinat airfoil zu (x) bagian atas dan z1 (x) bagian bawah.

0 5 ) Parameter – parameter airfoil dapat dituliskan dalam persamaan matematis yang menunjukkan hubungan tiap parameter. Dalam bidang xOy, koordinat (x,y) dalam kerangka nondimensional yang berkaitan dengan panjang chord c, dengan x* = 0 pada bagian leading edge dan x* = 1 pada bagian trailing edge dapat dituliskan fungsi koordinat {x*,y*}:

perbandingan antara jumlah blade (n), panjang chord (c) dengan keliling turbin. Solidity digunakan untuk menentukan dimensi blade. Secara matematis parameter solidity (σ) dirumuskan:

σ= nc2πr
............................. (2.13) dengan; σ = solidity n = jumlah blade (1,2,3,…) c = panjang chord (m) r = jari-jari turbin (m)

y*=ys*±d2 0(0,2969x*0,126x*0,3516x*2+0,2843 x*3-0,1015x*4
……… ............................. (2.8) dengan:

2.2. Tip Speed Ratio
(TSR) Tip Speed Ratio didefinisikan sebagai perbandingan antara kecepatan aliran fluida (vf) dengan kecepatan linear turbin yang searah dengan arah aliran (vt). Parameter TSR digunakan untuk mendesain turbin khususnya turbin angin. Secara matematis TSR dirumuskan:

ys*=m*(1p*)2[12p*+2p*x*x*2] untuk m* ≤
x* ≤ 1 ............................. (2.9)

λ= vtvf
............................. (2.14) dengan; λ = tip speed ratio (TSR) vt = kecepatan linear turbin (m/s) vf = kecepatan aliran fluida (m/s) dalam sistem konversi energi kinetik efisiensi maksimum dicapai pada rentang nilai TSR 2,5 – 3, (Grabbe, 2008).

untuk 0 ≤ x*  1 ............................. (2.10) Panjang chord c dapat diekspresikan atas radius runner dan garis rata-rata camber co :

ys*=m*p*2(2 p*-1)x*2 ;

c=2Rsin(co2 R) ,
............................. (2.11) Maksmimum upper camber (m) didefinisikan sebagai :

2.3. Daya
Turbin

Keluaran

Airfoil digunakan terutama untuk menghasilkan gaya lift yang bekerja pada turbin angin ataupun air agar dapat berputar. Saat ini salah satu referensi untuk pemilihan airfoil yang populer adalah profil

Gambar 2.2. Parameter geometri airfoil dari seri NACA airfoil. ( H a u , 2 0

m=R(1cos⁡(co2R),
............................. (2.12)

2.1. Solidity Turbin (σ)
Solidity adalah parameter tak berdimensi yang menunjukkan

Daya keluaran yang dihasilkan oleh turbin dalam menkonversi energi kinetik fluida sebanding dengan energi kinetik fluida dan dimensi luasan turbin serta efisiensi turbin. Secara matematis dirumuskan:

P= ηt12ρAv3
............................. (2.15) dengan; P = daya turbin (watt) v = kecepatan arus air (m/s)  = densitas air (kg/m3) A = luas penampang turbin yang memotong aliran fluida (m2) t = efisiensi turbin (%) Daya mekanik turbin juga dapat diperoleh dengan mengukur torsi (τ ) yang dihasilkan oleh poros turbin serta putaran turbin, yang secara matematis dituliskan:

2.5.

Kecepatan Spesifik Kecepatan spesifik adalah sebuah nilai numerik sebagai gambaran dari klasifikasi runner dihubungkan dengan tiga faktor yaitu head efektif, output turbin dan kecepatan putaran sebagai berikut: Ns = (N x P1/2)/ H5/4 ............................. (2.20) Dengan mengambil H sebagai head kecepatan aliran fluida dari persamaan Bernoulli:

desain turbin Achard yang dibuat yaitu : tinggi turbin (H) 36 cm, diameter turbin (D) 27 cm, panjang chord (c) 5,4 cm, jumlah blade (n) 3, solidity 0,19, sudut helical 60o, dan profil blade NACA 0020.

c.

Tinggi Turbin : 36 cm

d. Panjang
Chord Blade

H= v22g
............................. (2.21) Selanjutnya subtitusi persamaan (2.34) ke persamaan (2.33), diperoleh :

P= τ ω
............................. (2.16)

τ=F R
............................. (2.17) Sehingga persamaan daya mekanik turbin dapat dirumuskan:

Ns=NP(v22g) 54
............................. (2.22) dengan; Ns = kecepatan spesifik turbin N = kecepatan putaran turbin (rpm) P = daya keluaran turbin (watt) v = kecapatan aliaran air (m/s) g = gravitasi (9,8 m2/s) I. METODOLOGI PENELITIAN

: 5.4 cm Alat-alat ukur dan kelengkapan yang dipergunakan dalam proses pengambilan data adalah sebagai berikut: Current meter : untuk mengukur kecepatan aliran : untuk mengukur putaran turbin Timbangan digital : untuk mengukur beban torsi Gambar 3.1. Desain : untuk beban Model pengujian torsi Turbin Timbangan Pegas : untuk mengukur Achard dan torsi Profil Blade Skema alat percobaan NACA 0020 dalam proses pengambilan (tanpa data serta alat ukur yang skala). digunakan seperti pada gambar (4.1). Bentuk riil dari desain setelah manufaktur seperti pada gambar (3.2).

P=F R ω
............................. (2.18) dengan: P = daya mekanik turbin (watt) τ = torsi yang dihasilkan turbin (Nm) ω = putaran turbin (rpm) F = gaya yang dipindahkan oleh poros (N) R = jari-jari poros/puli pengukuran gaya (m) 2.4. Efisiensi Turbin Efisiensi turbin didefinisikan sebagai perbandingan antara daya keluaran turbin dengan daya aliran fluida, dirumuskan:

Gambar 3.2. Model Turbin Achard hasil manufaktur.

Gambar 4.1. Skema alat percobaan/pengujian turbin 3.1. Variabel Penelitian Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Variabel bebas merupakan variabel penelitian yang tidak tergantung atau terpengaruh oleh variabel lain, sedangkan variabel terikat adalah variabel yang tegantung dari atau terpengaruhi oleh variabel lain.

ηt= PturbinPair
............................. (2.19)

3.1. Desain dan Pembuatan Model Dimensi model turbin Achard yang didesain menyesuaikan dengan dimensi saluran pengujian yang tersedia di Laboratorium Hidrologi dan Hidraulika, PS-IT UGM. Parameterparameter utama dalam

3.2. Alat dan Bahan Penelitian Benda yang diuji dalam penelitian ini adalah Turbin Achard dengan dimensi utama: a. Jumlah Blade : 3 buah

b. Diameter
Turbin : 27 cm

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah : kecepatan aliran air, sedangkan variable terikat yang akan diteliti adalah kecepatan rotasi turbin, efisiensi turbin dan tip speed ratio dari turbin.

3.2. Tahapan Penelitian Tahapan penelitian seperti pada diagram alir berikut:

Gambar 4.2. Flow Chart Penelitian Secara rinci proses pelaksanaan penelitian yang ditempuh adalah sebagai berikut: 1. Studi literatur. Pengumpulan data, studi pustaka dan landasan teori. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan

data dan studi pustaka juga melakukan studi dari berbagai literatur tentang teori-teori yang relevan sehingga dapat dijadikan acuan 2. Analisis data teknis pembuatan alat dan bahan penelitian. Setelah data-data yang terkait dengan penelitian ini terkumpul, tahap selanjutnya adalah melakukan analisis data teknis pembuatan alat dan menginventarisa si kebutuhan bahan untuk penelitian ini. Termasuk dalam proses ini adalah pengecekan kapasitas saluran pengujian yang digunakan. 3. Perancangan dan pembuatan turbin Dari hasil analisis data teknis pembuatan turbin dilanjutkan dengan menginventarisa si kebutuhan bahan penelitian, langkah selanjutnya adalah perancangan dan pembuatan turbin. Pada tahap ini turbin dibuat disesuaikan dengan rancangan yang ada dan disesuaikan dengan fasilitas pengujian laboratorium.

4.

5.

6.

Pengujian turbin Proses pengujian kinerja turbin pada model saluran di Laboratorium Hidraulik. Pengujian yang dilakukan melingkupi pengujian performa putaran turbin pada berbagai variasi kecepatan aliran dan pengujian torsi untuk memperoleh daya keluaran turbin. Pengambilan data Pada pengujian turbin diperoleh data putaran turbin (RPM), torsi (N.m) pada berbagai variasi kecepatan aliran. Analisis Hasil Data hasil pengujian turbin selanjutnya dianalisis untuk melihat performa dan karakteristik turbin Achard dengan menggunakan analisis-analisis sebagai berikut: a. Analisis Grafik Laju Aliran terhadap Putaran Turbin b. Menghitung torsi turbin dengan menggunaka n persamaan :

gravitasi bumi (9,8 m/s2) r = jari-jari benang beban ke pusat poros turbin (m) c. Menghitung daya mekanik turbin dengan menggunaka n persamaan :

Pt=τω
Dengan: Pt = daya mekanik turbin (watt) τ = torsi turbin (N.m) ω = putaran turbin (rad/s) d. Analisis Grafik Laju Aliran terhadap Daya Mekanik Turbin e. Analisis Grafik Putaran Turbin terhadap Daya Mekanik Turbin f. Pengaruh Laju Airan Air terhadap Putaran Turbin, Laju Aliran terhadap Daya Mekanik Turbin, Putaran Turbin terhadap Daya Mekanik Turbin. g. Menentukan titik operasi Turbin Achard h. Menghitung Efisiensi

τ = mg x R
dengan: τ = torsi turbin (N.m) m= pembacaan pada skala timbangan pegas (kg) g= percepatan

Turbin Achard Daya teoritis : Pf = ½ ρ A v3 (watt) dimana: Pf = daya yang tersimpan dalam aliran fluida (watt) ρ = massa jenis fluida (kg/m3) A = luas penampang saluran (m2) v= kecepatan arus air (m/s) Efisiensi Turbin dihitung dengan menggunaka n persamaan : =

1.

PoutputP fX100%
i. Menentukan Tip Speed Ratio Turbin Achard Tip Speed Ratio (χ ) menggunaka n persamaan :

spesifik turbin (rpm) N = putaran turbin (rpm) P = daya turbin pada efisiensi maksimum (watt) v= kecepatan aliran fluida (m/s0 g= percepatan gravitasi bumi (9,8 m/s2) Pembahasan dan Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data, selanjutnya dibahas berdasarkan perbandingan dengan kerangka teoritis yang diacu serta beberapa penelitian yang relevan. Selanjutnya ditarik kesimpulan berdasarkan kerangka tujuan penelitian yang dilakukan.

dengan kecepatan aliran seperti pada gambar (5.1).

Gambar 4.1. Hubungan Performa Putaran Turbin dan Kecepatan Aliran untuk berbagai variasi kemiringan (slope) saluran. Berdasarkan hubungan putaran untuk variasi kemiringan (gambar 4.1), diperoleh gambaran bahwa putaran turbin cenderung tetap pada berbagai variasi kemiringan (slope) saluran. Dari hasil regresi untuk berbagai kemiringan saluran diperoleh hubungan linear antara putaran turbin dan kecepatan aliran dengan koefisien determinasi 0,993 serta koefisien korelasi 0,996. Berdasarkan hasil regresi tersebut ditunjukkan persamaan yang mengeksperisikan hubungan antara puataran turbin dan kecepatan aliran:

untuk berputar yaitu pada rentang nilai kecepatan aliran v > 0,9 m/s. Nilai ini dikenal dengan cut in speed dimana dalam proses pengujian, turbin mulai berputar pada kecepatan aliran 0,28 m/s.

4.2. Torsi

Turbin, Analisis Daya, Efisiensi dan Tip Speed Ratio (TSR) Hasil pengujian torsi dengan menggunakan metode pembebanan mekanik, diperoleh hubungan antara torsi yang dihasilkan turbin dengan tip speed ratio pada berbagai kecepatan aliran seperti pada gambar (4.2). Gambar 4.2. Hubungan antara torsi yang dihasilkan turbin dan TSR pada berbagai variasi kecepatan aliran. Gambar (4.2) yang menggambarkan hubungan antara TSR dengan torsi yang dihasilkan turbin. Torsi turbin meningkat seiring dengan penurunan TSR untuk tiap kecepatan aliran. Informasi ini akan menjadi landasan awal dalam melihat rentang nilai TSR turbin sebagai perbandingan antara kecepatan linear turbin dan kecepatan aliran dimana turbin akan bekerja secara optimal. Variasi kecepatan aliran menunjukan peningkatan torsi yang dihasilkan oleh turbin, dimana torsi maksimum dihasilkan pada kecepatan aliran 0,667 m/s. Selanjutnya, berdasarkan data torsi yang diperoleh dapat dianalisis daya keluaran turbin dengan menggunakan persamaan (2.16). Pada

χ = uvw

j.

, dengan u kecepatan tangensial turbin dan vw kecepatan aliran fluida. Menentukan kecepatan spesifik turbin dengan menggunaka n persamaan:

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hidrologi dan Hidraulika, Pusat Studi Ilmu Teknik, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada November s/d Desember 2009. IV. HASIL DAN PEMBAHAS AN

N=401v35,84
............................. (4.1) dengan; N = putaran turbin (RPM) v = kecepatan aliran (m/s) Dari persamaan (5.1), ditunjukkan bahwa pada kecepatan aliran 0 (nol) maka putaran turbin menjadi bernilai negatif sehingga nilai putaran (N) diberi batasan N ≥ 0. Berdasarkan persamaan tersebut dapat diperoleh nilai pendekatan untuk kecepatan aliran dimana turbin dapat dimungkinkan

4.1.

Ns=NP1 2(v22g)5 4
dengan: Ns = kecepatan

Performa Putaran Turbin

Hasil pengujian performa putaran turbin tanpa beban untuk berbagai variasi kecepatan aliran, diperoleh korelasi antara putaran turbin

berbagai kecepatan aliran dengan data putaran dan torsi diperoleh karakteristik daya keluaran hubungannya denga tip speed ratio seperti pada gambar (4.3) Gambar 4.3. Hubungan antara daya yang dihasilkan turbin dan TSR pada berbagai variasi kecepatan aliran. Berdasarkan gambar(4.3), tampak bahwa kecepatan aliran yang semakin besar menghasilkan daya keluaran turbin yang semakin besar. Sebagaimana dijelaskan bahwa daya turbin yang dihasilkan sebanding dengan fungsi pangkat 3 (tiga) dari kecepatan aliran (Pt ≈ v3). Titik kerja turbin dapat menghasilkan daya yang optimal tampak dari gambar berada pada rentang TSR 2-4. Korelasi antara koefisien daya/efisiensi dengan tip speed ratio ditunjukkan pada gambar (4.4).

pada kecepatan aliran yang makin besar, tentunya dikuti dengan performa putaran turbin yang makin besar pula sesuai dengan persamaan empiris (4.1). Berdasarkan ke tiga gambar (4.2, 4.3, dan 4.4) diberikan gambaran bahwa torsi yang besar dihasilkan turbin pada kecepatan aliran yang besar yang menyebabkan putaran turbin tinggi. Dari torsi yang dihasilkan serta besaran putaran yang dihasilkan menyebabkan daya turbin juga semakin besar dan mencapai titik operasi maksimum. Kondisi kinerja turbin optimal, dimana daya keluaran tubin yang dihasilkan terbesar serta efisiensi tertinggi berdasarkan hasil pengukuran yaitu pada kecepatan aliran 0,667 m/s, putaran turbin 150,9 rpm, torsi yang dihasilkan 0,413 N.m, efisiensi 0,45 dan TSR 3,18. Berdasarkan hasil regresi pada gambar (4.4) diperoleh koefisien determinasi (r2) 0,8434 dan koefisien korelasi (r) 0,918 serta fungsi yang merepresentasikan hubungan antara koefisien daya (η ) dan tip speed ratio (χ ) yaitu:

Gambar 4.4. Hubungan antara koefisien daya (Cp) turbin dan TSR pada berbagai variasi kecepatan aliran. Berdasarkan gambar (4.4), diperoleh gambaran koefisien daya maksimum dicapai pada rentang nilai TSR 2-4. Pada nilai cut in speed, efisiensi turbin = 0 (nol), nilai koefisien daya semakin meningkat pada tingkatan kecepatan aliran yang semakin besar. Besaran koefisien daya

η=0,0202χ3+0,0762χ 2+0,0896χ-0,0007 .
(4.2) dengan;  = efisiensi χ = tip speed ratio (TSR)

4.3.

Analisis Kecepatan Spesifik Turbin (Ns) Sesuai dengan definisi kecepatan spesifik dimana kecepatan spesifik adalah kecepatan putar turbin yang sejenis secara geometris untuk menghasilkan satu satuan daya dengan satu satuan head pada efisiensi maksimum. Dari data

pengukuran dan analisis, kondisi efisiensi dan daya maksimum dapat diperoleh dari gambar (4.4), serta persamaan (4.2). Nilai maksimum fungsi pada persamaan (4.2) diperoleh dengan mendiferensialkan persamaan tersebut untuk mendapatkan nilai-nilai ekstrim, dimana diperoleh dua fungsi yaitu turunan pertama dan turunan ke dua : η ′ = -0,0606c2 + 0,1524χ + 0,0896 ........................................... (4.3) η ′ ’ = -0,1212χ + 0,1524 ........................................... (4.4) Untuk mendapatakan nilai – nilai ekstrim persamaan (4.3), maka η ′ = 0, sehingga persamaan tersebut dapat dituliskan; 0 = -0,0606χ 2 + 0,1524χ + 0,0896 ........................................... (4.5) selanjutnya diperoleh akar – akar persamaan (4.5) yaitu: χ 1 = 3,007 dan 2 = -0,492 yang kemudian disubtitusi ke persamaan (4.4) untuk memperoleh nilai ekstrim maksimum atau minimum. Nilai ekstrim maksimum jika η ”(χ ) < 0 dan minimum jika η ”(χ ) > 0. Untuk 1 = 3,007; η ” = -0,212 (ekstrim maksimum) Untuk 2 = -0,492; η ” = 0,212 (ekstrim minimum) Nilai ekstrim maksimum (χ 1) diambil sebagai nilai TSR maksimum kemudian disubtitusi ke persamaan (4.2) diperoleh nilai koefisien daya 0,409. Selanjutnya dengan koefisien daya 0,409 maka daya turbin yang dihasilkan adalah 5,98 watt. Sesuai dengan nilai TSR, diperoleh kecepatan linear turbin pada kecepatan aliran 0,67 m/s

sebesar 2,01 m/s, putaran turbin 142,58 RPM. Berdasarkan persamaan (22) diperoleh nilai kecepatan spesifik turbin (Ns) 52,45 (rpm,HP,m). Sesuai dengan klasifikasi turbin berdasarkan kecepatan spesifik, maka turbin Achard dapat diklasifikasikan sebagai turbin Cross Flow (Ns = 20 – 80; rpm,HP,m).

IV.

KESIMPUL AN DAN SARAN

5.1.

Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian turbin, analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan antara lain sebagai berikut: 1. Turbin Achad dapat diaplikasikan sebagai turbin arus aliran. 2. Putaran Turbin Achard tanpa beban : 232 rpm pada kecepatan aliran 0,67 m/s. Cut In Speed 0,21 m/s. 3. Pada kondisi optimum diperoleh hubungan antara koefisien daya turbin,  dengan tip speed ratio,  (TSR):

η = -0,0202χ 3 + 0,0762χ 2+ 0,0896χ 0,0007

dengan koefisien determinasi (r2) 0,8434 serta koefisien korelasi (r) 0,918. 4. Kecepatan spesifik turbin (Ns) 52,45 (rpm, Hp, m), sehingga

turbin Achard dapat digolongkan sebagai turbin Cross Flow (Ns = 20-80 ; rpm, Hp, m). 5.1. Saran Berdasarkan pengalaman dalam proses pembuatan dan pengujian kinerja turbin Achard serta analisis dimensi, maka disarankan: 1. Perlu diuji turbin Achard dengan profil NACA yang lain agar diperoleh optimasi profil NACA yang paling bagus diaplikasikan dalam desain turbin Achard. 2. Perlu dilakukan pengujian skala lapangan untuk melihat efisiensi elektrikal, karena dalam skala model yang dapat teruji hanya efisiensi mekanikal. 3. Perlu dicari optimasi perbandingan diameter dan tinggi turbin agar dapat diperoleh efisiensi yang optimal. 4. Perlu dilakukan optimasi luasan blade (solidity) turbin Achard dimana turbin dapat bekerja dengan efisiensi maksimum.

UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada : 1. Ir. Samsul Kamal, M.Sc., Ph.D atas dukungannya dengan mendanai riset ini. 2. Dr.-Ing. Ir. Kusnanto atas koreksi dan masukannya dalam penyempurnaan penulisan naskah. 3. Ir. Zulkifflih Saleh atas bantuan dan kebersamaanya dalam penyiapan dan pelaksanaan riset serta penyusunan naskah. 4. Alvie Puspitaningrom, ST atas motivasi dan dukungannya dalam proses pelaksanaan riset dan penyusunan naskah.

Theoretisch Moglichen Ausnutzung des Windes durc Windmotoren. Zeitscrift fitr das gas ante Turbinenwensen Gorlov, A.M. 1998. Development of The Helical Reaction Hydraulic Turbine (Final Techincal Report). MIME Departement, Northearsten University, Boston, USA.

2005. Mekanika Fluida Jilid II Edisi 4. Erlangga, Jakarta. Shiono,M., Suzuki,K., and Kiho,S.,2002. Output Characteristic of Darrius Water Turbine with Helical Blades for Tidal Current Generation. Proceedings of the Twelfth (2002) International Offshore and Polar Engineers Conference, pp 859-864 Triatmojo, B. 2008. Hidraulika I & II, BETA OFFSET, Yogyakarta Zanette, J., Imbault, D., and Tourabi, A., 2007. FluidStructure Interaction and Design of Water Current Turbines. 2nd IAHR International Meeting of the Workgroup on Cavitation and Dynamic Problems in Hydraulic Machinery and Systems Timisoara, Romania.

Grabbe, M. 2008. Marine Current Energy Conversion. Thesis, Division of Electricity, Departement of Engineering Sciences, Uppsala Universitet. Uppsala. Hansen, M. O. L., 2008. Aerodynamics of Wind Turbine 2nd Edition. Earthscan in the UK, London. Hau, E. 2005. Wind Turbine (Fundamental, Technology, Applications, 2nd Economics) Edition. Springer – Verlag Berlin Heidelberg

DAFTAR PUSTAKA Antheaume, S., Maître,T., and Achard, J. L, 2007. Hydraulic Darrieus Turbines Efficiency For Free Fluid Flow Conditions Versus Power Farms Conditions. Renewable Energy 33 (2008) 2186–2198. Betz, A. 1919. Maximum Das der

Munson, B.R, Young, D.F, dan Okishi, T.H,

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful