A-PDF WORD TO PDF DEMO: Purchase from www.A-PDF.

com to remove the watermark

Kelapa
Pohon Serba Guna

Pohon kelapa yang disebut juga dengan pohon nyiur biasanya tumbuh pada daerah atau kawasan tepi pantai. Sangat banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari pohon kelapa. Mulai dari batang, daun dan buahnya, semua dapat dimanfaatkan. Mungkin karena manfaatnya sangat banyak, pohon kelapa dijadikan logo "Praja Muda Karana" (Pramuka) di Indonesia. Dalam klasifikasi tumbuhan, pohon kelapa termasuk dalam genus : cocos dan species : nucifera. Nah, sekarang mari kita bahas satu persatu bagian dan manfaat dari pohon kelapa. Bagian-bagian Kelapa Buah kelapa Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging (testa), daging buah, air kelapa dan lembaga. Kulit luar Kulit luar merupakan lapisan tipis (0,14 mm) yang mempunyai permukaan licin dengan warna bervariasi dari hijau, kuning sampai jingga, tergantung kepada kematangan buah. Jika tidak ada goresan dan robek, kulit luar kedap air. Sabut kelapa. Sabut kelapa merupakan bagian yang cukup besar dari buah kelapa, yaitu 35 % dari berat keseluruhan buah. Sabut kelapa terdiri dari serat dan gabus yang menghubungkan satu serat dengan serat lainnya. Serat adalah bagian yang berharga dari sabut. Setiap butir kelapa mengandung serat 525 gram (75 % dari sabut), dan gabus 175 gram (25 % dari sabut). Tempurung Tempurung merupakan lapisan keras yang terdiri dari lignin, selulosa, metoksil dan berbagai mineral. Kandungan bahan-bahan tersebut beragam sesuai dengan jenis kelapanya. Struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung. Berat tempurung sekitar 15~19 % dari berat keseluruhan buah kelapa.

2 Kulit daging buah. Kulit daging buah adalah lapisan tipis coklat pada bagian terluar daging buah. Daging buah. Daging buah merupakan lapisan tebal (8 ~ 15 mm) berwarna putih. Bagian ini mengandung berbagai zat gizi. Kandungan zat gizi tersebut beragam sesuai dengan tingkat kematangan buah. Daging buah tua merupakan bahan sumber minyak nabati (kandungan minyak 35 %). Pada tabel 2 dapat dilihat komposisi zat gizi daging buah kelapa. Air kelapa. Air kelapa mengandung sedikit karbohidrat, protein, lemak dan beberapa mineral. Kandungan zat gizi ini tergantung kepada umur buah. Air kelapa dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroba, misalnya Acetobacter xylinum untuk produksi nata de coco. Manfaat Pohon Kelapa Ada beberapa komoditi yang dapat diperoleh dari pohon kelapa, yaitu batang, daun, nira dan bagian-bagian. Batang Batang kelapa tua dapat dijadikan bahan bangunan, mebel, jembatan darurat, kerangka perahu dan kayu bakar. Batang yang benar-benar tua dan kering sangat tahan terhadap sengatan rayap. Kayu dari pohon kelapa yang dijadikan mebel dapat diserut sampai permukaannya licin dengan tekstur yang menarik Daun Daun kelapa sering digunakan untuk hiasan atau janur, sarang ketupat dan juga atap rumah. Tulang daun atau lidi dijadikan barang anyaman, sapu lidi dan tusuk daging (sate).

Nira Nira adalah cairan yang diperoleh dari tumbuhan yang mengandung gula pada konsentrasi 7,5 sampai 20,0 %. Nira kelapa diperoleh dengan memotong bunga betina yang belum matang, dari ujung bekas potongan akan menetes cairan nira yang mengandung gula. Nira dapat dipanaskan untuk menguapkan airnya sehingga konsentrasi gula meningkat dankental. Bila didinginkan, cairan ini akan mengeras yang disebut gula kelapa. Nira juga dapat dikemas sebagai minuman ringan.

3 Buah Banyak dari bagian buah merupakan bahan yang bermanfaat. Sabut kelapa yang telah dibuang gabusnya merupakan serat alami yang berharga mahal untuk pelapis jok dan kursi, serta untuk pembuatan tali Tempurung kelapa Tempurung kelapa dapat dibakar langsung sebagai kayu bakar, atau diolah menjadi arang. Arang batok kelapa dapat digunakan sebagai kayu bakar biasa atau diolah menjadi arang aktif yang diperlukan oleh berbagai industri pengolahan. Daging kelapa Daging kelapa merupakan bagian yang paling penting dari komoditi asal pohon kelapa. Daging kelapa yang cukup tua, diolah menjadi kelapa parut, santan, kopra, dan minyak goreng. Sedang daging kelapa muda dapat dijadikan campuran minuman cocktail dan dijadikan selai. Air kelapa Air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kecap dan sebagai media pada fermentasi nata de coco.

Arti Lambang WOSM dan WAGGGS

ARTI LAMBANG WOSM ( The World Organization of the Scout Movement ) 1. Kompas : Melambangkan suatu peringatan bagi Pandu / Pramuka agar selalu berbuat kebenaran dan dapat dipercaya seperti fungsi kompas, serta tetap menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan. Treefoil / Bunga dengan Tiga Ujung : Melambangkan tiga janji Pandu / Scout Promise Dua Bintang : melambangkan anggota Pandu / Pramuka berupaya untuk dapat memberi penerangan dan menolong dalam kebenaran dan pengetahuan. Tali melingkar dengan ujung membentuk simpul mati : melambangkan bahwa sesama Pandu / Pramuka mengadakan hubungan persahabatan dan persaudaraan antar Pramuka di seluruh dunia. Warna : Putih melambangkan jiwa yang berhati suci, sedangkan warna dasar ungu melambangkan bahwa Pandu / Pramuka memiliki ketrampilan kepemimpinan dan suka menolong orang lain

2. 3.

4.

5.

ARTI LAMBANG WAGGGS (The World Association of Girl Guide and Girl Scout) 1. 2. 3. 4. 5. Simbol berwarna emas dengan latar belakang biru cemerlang, melambangkan matahari yang menyinari anak di dunia. Tiga daun melambngkan tiga Janji Pandu/ Pramuka Puteri. Tangkai berbentuk melingkar melambangkan cinta kemanusiaan. Jarum kompas, melambangkan selalu mentaati janji dan ketentuan moral. Motto WAGGGS adalah ‘ Sedia ‘ / ‘ Be Prepare ‘

Catatan : Bahwa sejak tahun 2001, Gerakan Pramuka sudah tidak lagi menjadi anggota WAGGGS, dengan demikian tanda tersebut tidak dipergunakan lagi.

Alat dan Cara Pengiriman Isyarat dengan
Morse Kita mengenal berbagai macam cara dan alat untuk menyampampaikan isyarat morse antara lain sebagai berikut ALAT Peluit Bendera Api/ Cahaya Asap Telegrap Cermin dg bantuan cahaya matahari CARA Bunyi Panjang dan Pendek Kibaran Panjang dan Pendek Nyala Pendek dan Panjang Gumpalan Kecil dan Besar Tulisan Titik dan Garis Sinar Sebentar dan Lama

Berikut ini aneka arti untuk pengiriman tanda morse dengan menggunakan peluit atau lainnya :

Untuk menyampampaikan isyarat morse dengan alat bendera dilakukan seperti di bawah ini :

MEMAHAMI PENGGUNAAN SELENDANG DAN PITA MAHIR

Apabila seorang Pembina Pramuka telah menyelesaikan masa pemantapan KML, maka akan dikukuhkan sebagai Pembina Mahir dan kepadanya disematkan selendang mahir dan diberikan pita mahir sesuai dengan golongan satuan yang dibinanya. Selanjutnya Ketua Kwartir Cabang memberikan Ijasah/ sertifikat Pembina Pramuka atas rekomendasi Ketua Lemdikacab. Dibawah ini gambar pita mahir sesuai golongannya :

Cara memakai Selendang dan Pita Mahir. 1. 2. Pita Mahir dipakai melingkar dibawah kerah baju dan setangan/ pita leher. Selendang mahir dikenakan melintang kanan dan kiri serta lipatan selendang dimasukan dibawah deck/ lidah bahu. Letak selendang diatur secara simetris, dengan setangan leher tetap tampak di atasnya. ( Lihat gambar )

Penggunaan Selendang dan Pita Mahir : 1. 2. Pita Mahir digunakan setiap mengikuti kegiatan Kepramukaan. Selendang Mahir digunakan pada saat Upacara Kegiatan Orang Dewasa (Binawasa seperti Up. Pembukaan kursus dll.) dan Pelantikan,. Termasuk ketika melantik peserta didiknya.

Arti Kiasan Selendang Mahir : 1. Lidah api : Menunjukan bahwa Seorang Pembina mahir selalu bersemangat dalam membina dan menjadi juru penerang bagi peserta didiknya dan dimanapun mereka berada. : Selama Jantung masih berdetak di dada, seorang Pembina Mahir selalu tetap mengabdikan diri dengan Ikhlas Bakti Bina Bangsa Ber Budi Bawa Laksana.

2.

Jantung

3.

Senjata/ Keris : Seorang Pembina Mahir memiliki Sumber Daya dan cara pemikiran yang selalu tajam serta tanggap dengan lingkungannya. Warna Ungu : kehebatan, keutamaan

4.

Warna dan Arti Kiasan TKU
Warna dan Arti Kiasan Tanda Kecakapan Umum ( TKU )

a. Kelopak bunga kelapa yang mulai merekah, menggambarkan pertumbuhan tanaman, mengibaratkan Pramuka Siaga yang sedang tumbuh menjadi tunas calon bangsa. b. kelopak bunga diletakkan miring, menggambarkan bunga kelapa yang selalu memperlihatkan sudut miring terhadap batang pohonnya, mengibaratkan keterikatan Pramuka Siaga dengan keluarga dan orang tuanya. c. Mayang terurai bertangkai tiga buah, menggambarkan bunga yang sudah mulai berkembang, indah dan menarik, mengibaratkan Pramuka Penggalang yang riang, lincah dan bersikap menarik, sebagai calon tunas bangsa yang sedang berkembang, menggladi dirinya dengan jiwa Pramuka yang berlandaskan pada Trisatya. d. Mayang terurai yang mekar ke samping, mengibaratkan makin terbukanya pandangan Pramuka Penggalang, dan menerima pengaruh yang baik dari lingkungan sekitarnya. e. Bintang bersudut lima mengibaratkan Ketuhanan Yang Mahaesa dan Pancasila. f. Dua buah tunas kelapa yang berpasangan mengibaratkan keselarasan dan kesatuan gerak Pramuka Penegak dan Pandega, putera dan puteri, yang sedang membina dirinya sebagai mahluk pribadi, mahluk sosial dan mahluk Tuhan, menuju cita-cita bangsa yang tinggi, setinggi bintang di langit, untuk kemudian mengabdikan dirinya ke dalam dank e luar organisasi Gerakan Pramuka. g. Tanda Penegak Bantara, Penegak Laksana dan Pandega diletakkan di atas pundak kiri dan kanan, mengibaratkan pemberian tanggung jawab yang tidak ringan yang dipikulnya sebagai anggota Gerakan Pramuka dan kader pembangunan bangsa dan negara.

Arti warna: 1) warna hijau melambangkan kesegaran hidup sesuatu yang sedang tumbuh. 2) warna merah melambangkan kemeriahan hidup sesuatu yang sedang berkembang. 3) warna kuning dan kuning emas melambangkan kecerahan hidup yang menuju ke keagungan dan keluhuran budi. 4) warna coklat melambangkan kematangan jasmani dan rohani, kedewasaan dan keteguhan.

Pengertian Upacara Pelantikan
Pengertian Upacara Pelantikan dan kenaikan tingkat. Upacara pelantikan dilaksanakan untuk peserta didik yang telah berhasil menyelesaikan SKU tingkat awal, yaitu Siaga Mula, Penggalang Ramu, Penegak Bantara, dan Pandega. a. Upacara dilakukan secara sederhana, khidmat dan berkesan terutama mengenai ucapan Janji/Satya Pramuka. b. Upacara dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan Upacara Dalam Gerakan Pramuka. c. Seyogyanya upacara pelantikan dihadiri pula oleh orangtua/wali peserta didik yang bersangkutan. d. Sesudah mengikuti upacara pelantikan, peserta didik berhak memakai pakaian seragam lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. e. Sesudah upacara pelantikan, Pembina Pramuka yang melantik mengisi buku SKU dan menyerahkannya ke peserta didik yang dilantik. Upacara kenaikan tingkat a. yang dimaksud dengan upacara kenaikan tingkat yaitu upacara pemberian tanda kecakapan umum sebagai kelanjutan dari tingkat kecakapan awal; misalnya dari : 1) Siaga Mula ke Siaga Bantu 2) Siaga Bantu ke Siaga Tata. dan seterusnya, begitu pula pada golongan Penggalang dan Penegak. Pada golongan Pandega tidak ada upacara kenaikan tingkat, karena SKU Pandega hanya satu tingkat, sedangkan untuk upacara pemberian TKK dan Tanda Pramuka Garuda dapat dilakukan seperti upacara kenaikan tingkat. Lihat skema di bawah ini :

PUSAKA AMBALAN - RACANA

Di lingkungan Ambalan dan Racana, kelengkapan selain adat istiadat sandi dan kibaran cita masih ada satu lagi yakni yang disebut Pusaka Ambalan/ Racana. Pusaka Ambalan/ Racana adalah suatu lambang yang diwujudkan dalam bentuk benda, dapat berupa senjata/ pusaka kebanggaan yang bermakna positif, dipilih melalui musyawarah dan memiliki arti kiasan. Tujuan adanya Pusaka Ambalan/ Racana adalah : Mendorong daya kreatifitas dalam kehidupan sehari-hari bagi para anggotanya. 2. Mendorong semangat dalam dalam berbakti, berlatih dan bekerja. 3. Memiliki jiwa kebanggaan dan kebersamaan sesama anggota. 4. Mendorong untuk bertindak disiplin, patuh dan dapat mencerminkan kehidupan dalam bermasyarakat yang berbudaya dan maju.
1.

Jenis Pusaka ambalan/ racana dapat dipilih berupa : selendang, senjata pelindung, kapak, bambu runcing atau lainnya yang memiliki latar belakang yang bernilai positif. Misalnya dipilih, Senjata ‘Cakra’ sebuah senjata jenis panah yang diambil dari dunia pewayangan. Senjata ini dianggap senjata yang paling ampuh dan selalu tepat sasaran. Pusaka Cakra ini akan terus melesat dengan cepat dan tidak akan berhenti sebelum tujuan atau sasaran tercapai. Hal ini dapat mencerminkan bahwa Ambalan/ racana tersebut memiliki cita-cita yang tinggi dan mulia, selalu bersemangat dalam memcapai tujuannnya.

Tata cara penggunaan Pusaka Ambalan/ Racana disesuaikan dengan keinginan dan adat ambalan/ racana dan diatur oleh Ambalan/ racana sendiri, seperti dalam upacara pelantikan atau acara tertentu lainnya.

Bagan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka
Guna lebih memahami Tanda Pengenal di Lingkungan Gerakan Pramuka, maka disusun bagan yang menjelaskan aneka tanda pengenal, seperti dibawah ini :

Adat Ambalan-Racana
Adat ambalan adalah adat kebiasaan yang ditentukan dan ditaati oleh para Pramuka Penegak dan Pandega di Suatu Ambalan/ Racana. Adat memiliki tujuan yakni agar dengan adanya adat kebiasaan tersebut, para Pramuka Penegak dan Pandega dapat membiasakan diri menepati segala peraturan yang berlaku di tempat mereka. MEMAHAMI ADAT AMBALAN/ RACANA. 1. Proses pembuatan adat ambalan/ racana dilakukan seperti pembuatan sandi ambalan/ racana yaitu melalui musyawarah ambalan. 2. Adat ambalan/ racana sebaiknya tidak usah tertulis, tetapi benar-benar dihayati dan dipatuhi oleh setiap anggotanya. Jika seseorang merasa telah melanggar adat yang berlaku bersedia menerima sangsi. 3. Adat Ambalan / Racana harus mampu mendorong para anggotanya untuk bertindak disiplin., patuh dan mengarah kepada kehidupan bermasyarakat yang baik dan maju. 4. Di dalam adat Ambalan/ Racana harus terdapat ketentuan : Wajib mengikuti renungan jiwa sebelum dilantik sebagai Penegak Bantara. Variasi dalam melaksanakan pelantikan, dapat menimbulkan kesan menyenangkan yang sukar dilupakan bagi yang dilantik, seperti misalnya : sebelum dilantik harus mencuci wajahnya, lalu membersihkan dengan handuk putih, lalu menghormat kepada bendera sebelum memasuki ruangan, sujud kepada orang tuannya sebelum dilantik dll. Pada upacara kenaikan tingkat, dari Penegak Bantara ke Penegak Laksana ada pemberian pusaka sesuai dengan adat setempat, antara lain seperti : bamboo runcing beserta bendera merah putihnya, Panah beserta busurnya, keris dll. Pengadaan dan pemberian pusaka ini harus disertai maknanya. Adat ambalan/ racana merupakan adat kebiasaan di lingkungan ambalan/ racana yang merupakan tingkah perilaku yang unik dan positif, contoh : - Bagi yang terlambat datang harus menyalami seluruh anggota yang telah hadir terlebih dahulu, - Saling memberikan salam saat bertemu dimana saja. - Pada saat pembacaan sandi ambalan dalam upacara pembukaan/ penutupan latihan mengambil sikap/ gerakan tertentu. Pada hakekatnya Adat ambalan/ racana merupakan gambaran watak dan ciri khas kehidupan di lingkungan ambalan/ racana. ( bersambung )

Tugas Petugas Upacara ( Bag.I )
Dalam Upacara kita mengenal dan harus memahami perangkat apa saja yang dibutuhkan sesuai dengan kepentingan dan tujuan acara Upacara tersebut. Antara lain terdiri atas : 1. Perangkat Upacara Bendera a. Pembina Upacara, Pengatur Upacara b. Pemimpin Upacara c. Pemandu Acara d. Pembaca Doa e. Pembaca Naskah Pembukaan UUD 1945 f. Pembaca Naskah Janji Siswa g. Pemimpin Lagu (dirigen) h. Pendamping Pembina Upacara i. Pengibar bendera (3 orang) j. Pemimpin Kelompok Paduan Suara k. Pemimpin Kelompok Peserta Upacara l. Kelompok Paduan Suara m. Kelompok-kelompok Peserta Upacara

2. Perlengkapan Upacara Bendera

1. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tiang Bendera lengkap dengan talinya Bendera Merah Putih Naskah Pembukaan UUD 1945 Naskah Pancasila Naskah Susunan Acara Pengeras Suara Tanda-tanda Penjuru untuk barisan Tugas Pejabat Upacara dan Petugas Upacara

3. Untuk melakukan upacara harus ditentukan pejabat-pejabat upacara dan para petugas yang membantu

kelancaran upacara. Karena pengertian inilah UPACARA adalah UPA = Rangkaian dan CARA= Tindakan/gerakan, maka upacara berarti Tindakan dan gerakan yang dirangkai serta ditata dengan tertib dan disiplin. Para pejabat dan petugas harus mengetahui dengan pasti apa peran dan tugasnya dalam upacara. Tanggung jawab masing-masing pejabat/petugas dari kerjasama yang terpadu diantara mereka akan menhasilkan upacara yang lancer, tertib, khidmat, dan mengena sasaran.

PEMBINA UPACARA (dalam TUM : Inspektur Upacara) Pembina Upacara adalah pejabat dalam upacara yang kepadanya disampaikan penghormatan yang tertinggi oleh peserta yang hadir mengikuti atau melakukan upacara. Tugas Pokok : Mensahkan upacara serta melakukan ketentuan dalam rencana pelaksanaan dengan mengingat keadaan, peserta dan tempat upacara.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Menerima laporan Pengatur Upacara sebelum upacara dimulai. Menerima penghormatan dari peserta upacara Menerima laporan Pemimpin Upacara Memberi aba-aba penghormatan kepada Sang Merah Putih (bila dikehendaki) Memimpin Mengheningkan Cipta Membacakan teks Pancasila yang diulang oleh seluruh peserta upacara Menyampaikan Amanat Dapat melimpahkan sebagai tugasnya kepada Pemimpin Upacara Penanggungjawab terakhir pelaksanaan upacara

PEMIMPIN UPACARA (dalam TUM : Komandan Upacara) Pemimpin upacara adalah pejabat bertugas memimpim peserta upacara dengan jalan memberikan aba-aba. Tugas Pokok : menyiapkan dan mengatur peserta upacara

1. 2. 3. 4. 5. 6.

menerima penghormatan dari Pemimpin Kelompok peserta upacara menerima laporan dari Pemimpin kelompok peserta upacara memimpin dan memberikan aba-aba penghormatan dari peserta kepada Pembina upacara menyampaikan laporan keadaan/kekuatan peserta upacara menerima pelimpahan wewenang yang diberikan dari Pembina upacara bertanggung jawab kepada Pembina upacara dan kepada atasan yang memberikan perintah dalam hal kesiapan dan tertibnya upacara

7.

membubarkan peserta upacara bila acara selesai

PENGATUR UPACARA (dalam TUM : Perwira Upacara) Pengatur upacara adalah pejabat yang bertugas menyiapkan rencana acara upacara (secara tertulis) serta segala sesuatunya yang bertalian dengan pelaksanaan upacara baik perlengkapan maupun petugas-petugasnya.

Tugas Pokok : 1. mengajukan rencana urutan acara upacara kepada Pembina upacara untuk memperoleh pengesahannya dan persetujuannya 2. 3. 4. 5. menentukan/menunjuk petugas-petugas pelaksanaan upacara menyiapkan/memeriksa tempat dan perlengkapan upacara memeriksa, mengatur serta mengendalikan jalannya upacara melapor atau memberikan informasi kepada Pembina upacara tentang segala sesuatunya sesaat sebelum upacara dimulai 6. bertanggung jawab terhadap jalannya upacara kepada Pembina upacara

PEMANDU ACARA (dalam TUM : Protokol) Pemandu acara adalah pejabat yang membacakan urutan acara upacara

Tugas Pokok : 1. membantu pengatur upacara dalam hal membacakan acara demi acara sesuai urutan dan saat-saat yang telah ditentukan 2. 3. 4. Dapat menyesuaikan dengan keadaan dan kemampuan para petugas pelaksanan mengetahui dengan tepat siapa-siapa petugas pelaksana bertanggung jawab kepada pengatur upacara

Tugas Petugas Upacara ( Bag.II )
PETUGAS UPACARA ( Bag. II ) Petugas upacara memiliki tugas yang dibebankan kepadanya antara lain terdiri dari : 1. Pembawa teks Pancasila, sekaligus pendamping Pembina upacara bertugas : a. Membawa Teks Pancasila dan Teks Amanat Pembina upacara

b. Menyerahkan Teks tersebut kepada Pembina upacara dan menerimanya kembali pada saat yang telah ditentukan. 2. Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945 dan/ atau Teks Naskah lain (Janji Siswa, Dasa Darma Pramuka, Sumpah Pemuda, Kode Etik Organisasi dan sebagainya) bertugas : a. Membawa serta membacakan teks tersebut pada saat dan tempat yang telah ditentukan b. Mengetahui dengan jelas isi dari teks tersebut. Catatan : Dalam Gerakan Pramuka diperbolehkan dilakukan dengan pengucapan/ Tanpa teks. (mis : Pembukaan UUD 1945, Dasa Darma, Dwi Darma) 3. Pembaca Doa bertugas : a. Menyusun teks doa sesuai dengan maksud upacara b. Membawa serta membacakan doa tersebut pada saat dan tempat yang telah ditentukan 4. Pemimpin Lagu/Dirigen bertugas : a. Mengambil nada dengan cara menyanyikan baris terakhir dari lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk kemudian mulai menyanyi dan memimpinnya sampai selesai lagu b. Mengetahui dengan pasti lagu-lagu lain yang akan dinyanyikan c. Melaksanakan tugas ini ditempat serta pada saat yang telah ditentukan d. Menentukan nada lagu yang dapat dinyanyikan oleh paduan suara peserta upacara 5. Petugas Bendera bertugas : 1. Sebelum upacara dimulai, mengetahui dengan jelas keadaan tiang, tali dan bendera yang akan dikibarkan 2. Menyiapkan dan melipat dengan tepat bendera yang akan dikibarkan 3. Mengibarkan Bendera Kebangsaan atau menurunkan serta menyimpannya kembali ke tempat semula 4. Melaksanakan tugas ini ditempat serta pada saat yang telah ditentukan dengan cermat dan khidmat.

Tugas Petugas Upacara ( Bag.II )
PETUGAS UPACARA ( Bag. II ) Petugas upacara memiliki tugas yang dibebankan kepadanya antara lain terdiri dari : 1. Pembawa teks Pancasila, sekaligus pendamping Pembina upacara bertugas :

a. Membawa Teks Pancasila dan Teks Amanat Pembina upacara b. Menyerahkan Teks tersebut kepada Pembina upacara dan menerimanya kembali pada saat yang telah ditentukan. 2. Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945 dan/ atau Teks Naskah lain (Janji Siswa, Dasa Darma Pramuka, Sumpah Pemuda, Kode Etik Organisasi dan sebagainya) bertugas : a. Membawa serta membacakan teks tersebut pada saat dan tempat yang telah ditentukan b. Mengetahui dengan jelas isi dari teks tersebut. Catatan : Dalam Gerakan Pramuka diperbolehkan dilakukan dengan pengucapan/ Tanpa teks. (mis : Pembukaan UUD 1945, Dasa Darma, Dwi Darma) 3. Pembaca Doa bertugas : a. Menyusun teks doa sesuai dengan maksud upacara b. Membawa serta membacakan doa tersebut pada saat dan tempat yang telah ditentukan 4. Pemimpin Lagu/Dirigen bertugas : a. Mengambil nada dengan cara menyanyikan baris terakhir dari lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk kemudian mulai menyanyi dan memimpinnya sampai selesai lagu b. Mengetahui dengan pasti lagu-lagu lain yang akan dinyanyikan c. Melaksanakan tugas ini ditempat serta pada saat yang telah ditentukan d. Menentukan nada lagu yang dapat dinyanyikan oleh paduan suara peserta upacara 5. Petugas Bendera bertugas : 1. Sebelum upacara dimulai, mengetahui dengan jelas keadaan tiang, tali dan bendera yang akan dikibarkan 2. Menyiapkan dan melipat dengan tepat bendera yang akan dikibarkan 3. Mengibarkan Bendera Kebangsaan atau menurunkan serta menyimpannya kembali ke tempat semula 4. Melaksanakan tugas ini ditempat serta pada saat yang telah ditentukan dengan cermat dan khidmat.

CONTOH BIKIN PROPOSAL PRAKTIS

Jika kamu mau adakan kegiatan kepramukaan terutama Ambalan/ Racana tentunya harus bisa bikin pengajuan usulan kegiatan kepada pembinanya. Berikut ini contoh draf sederhana bagaimana cara buat proposal tentang kegiatan persami, di suatu gugus depan yang berpangkalan di sekolah. Nah, sekarang selamat belajar dan bikin proposal sebanyak banyaknya. PROPOSAL
PERKEMAHAN SABTU MINGGU ( PERSAMI ) Penerimaan anggota Penegak Ambalan Diponegoro Gugus Depan Kota Samarinda 11.077 – 11.078 -----------------------------------------------------------------------------------

<!--[if !supportLists]-->I.

<!--[endif]-->Pendahuluan. ( Latar Belakang

Penyelenggaraan Kegiatan) Gerakan Pramuka adalah pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, sanggup bertanggung jawab dan mampu membina dan membangun sebagai penerus generasi selanjutnya. Dalam mencapai tujuannya, antara lain dalam upaya menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman melalui berbagai kegiatan. Untuk hal tersebut perlu memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan bagi para anggota Pramuka ambalan Diponegoro dalam upaya pembentukan watak dan mental menjadi manusia yang berkepribadian dan berjiwa Pancasila. Kegiatan tersebut selain merupakan upaya pembinaan anggota Amabalan, juga merupakan program kerja tahunan yang telah ditetapkan melalui musyawarah ambalan.

<!--[if !supportLists]-->II. penyelenggaraan)

<!--[endif]-->Dasar Kegiatan. ( Landasan / dasar

<!--[if !supportLists]-->1.

<!--[endif]-->Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah

Tangga Gerakan Pramuka. <!--[if !supportLists]-->2. tahun 2004/2005. <!--[endif]-->Program Kerja Ambalan Diponegoro

<!--[if !supportLists]-->3. September 2004.

<!--[endif]-->Rapat Dewan Ambalan pada tanggal 4

<!--[if !supportLists]-->III. dicapai )

<!--[endif]-->Tujuan. ( Tujuan kegiatan yang hendak

<!--[if !supportLists]-->1. 11.078. <!--[if !supportLists]-->2. lebih baik. <!--[if !supportLists]-->3.

<!--[endif]-->Pembekalan materi pengetahuan dan

ketrampilan kepramukaan bagi anggota Pramuka Gugus Depan 11.077 –

<!--[endif]-->Menanamkan disiplin dan mental yang

<!--[endif]-->Penerimaan dan pelantikan anggota

Ambalan Pramuka Penegak Gugus Depan 11.077 – 11.078.

<!--[if !supportLists]-->IV. kegiatan )

<!--[endif]-->Motto. ( Semboyan selama pelaksanaan

Disiplin – Setia – Persaudaraan

<!--[if !supportLists]-->V. <!--[endif]-->Nama Kegiatan.( Beri nama kegiatan sesuai kegiatan yang dimaksud ) Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Jenis Kegiatan : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->2. Kepramukaan. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]-->6. <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Penerimaan dan Pelantikan anggota. <!--[endif]-->Out Door Games. <!--[endif]-->Api Unggun. <!--[endif]-->Diskusi. <!--[endif]-->Upacara. <!--[endif]-->Penjelajahan/ Haiking, <!--[endif]-->Pembekalan dan Pemantapan Materi

<!--[if !supportLists]-->VI.

<!--[endif]-->Waktu dan Tempat. ( Menjelaskan

waktu,tempat/ lokasi kegiatan, ) Hari/ Tanggal : Sabtu-Minggu, 2-3 Oktober 2004. (Sabtu mulai 07.30 s/d Minggu 12.00) Tempat : Bumi Perkemahan ............................

<!--[if !supportLists]-->VII. pelaksanaan, jadwal )

<!--[endif]-->Sistim Penyelenggaraan. ( Sistem/ Tehnis

Kegiatan diselenggarakan dengan cara berkemah/ mendirikan tenda, dengan dibentuk tiap kelompok/ Sangga. Jadwal Kegiatan Terlampir.

<!--[if !supportLists]-->VIII. persyaratan lainnya )

<!--[endif]-->Peserta.( Siapa yang ikut, syarat,

<!--[if !supportLists]-->1.

<!--[endif]-->Peserta adalah siswa-siswi kelas 1,

atau anggota Pramuka yang telah memenuhi usia Penegak. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Sehat Jasmani dan Rohani serta

mendapatkan ijin dari Orang tua. <!--[if !supportLists]-->3. keperluan Pribadi. <!--[if !supportLists]-->4. ditetapkan Panitia. Daftar Peserta dan Persyaratan Terlampir. <!--[endif]-->Memenuhi Persyaratan yang telah <!--[endif]-->Membawa perlengkapan berkemah dan

<!--[if !supportLists]-->IX.

<!--[endif]-->Kepanitiaan. ( Siapa yang jadi panitia,

pelindung, penasehat dll ) Penyelenggaraan kegiatan telah dibentuk kepanitiaan yang terdiri dari Anggota Pramuka Ambalan Diponegoro. Kepanitian tersebut dibentuk pada tanggal 4 September 2004. Daftar susunan kepanitiaan terlampir.

<!--[if !supportLists]-->X. rencana pembiayaan )

<!--[endif]-->Anggaran.( Sunber, besar iuran dan

Anggaran kegiatan bersumber dari ; 1. Iuran anggota/ Peserta. 2. Kas Ambalan. 3. Bantuan/ Subsidi pihak Sekolah. Perincian anggaran dan kebutuhan terlampir.

<!--[if !supportLists]-->XI.

<!--[endif]-->Penutup.

Demikian proposal ini diajukan untuk menjadikan periksa. Selanjutnya atas kebijakan dan dukungan dari berbagai pihak sangat kami harapkan. Atas perhatuiannya diucapkan terima kasih.

Samarinda, 11 September 2004. Ambalan Diponegoro Gugus Depan 11.077 – 11.078

Pradana Putra,

Pradana Putri,

_______________

_______________

Pembina Gudep 11.077.

Pembina Gudep 11.078,

............................... Mengetahui,

...............................

Kepala Sekolah .................... Selaku Ka Mabigus Gerakan Pramuka

…………………………………

Lampiran : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Jadwal Kegiatan. <!--[endif]-->Anggaran Penyelenggaraan. <!--[endif]-->Persyaratan dan Daftar Peserta. <!--[endif]-->Blangko surat ijin Orang Tua. <!--[endif]-->Susunan Panitia

By : Rekanmu, GS

Tulis yang

Klik Disini

Papan Nama Kwartir dan Gugus Depan
Papan Nama Pramuka Kwartir dan Ukuran

The Scout Oath and Law oleh Baden Powell
Berikut ini adalah Janji/ Kode Kehormatan ( The Scout Oath and Law), yang ditulis oleh Baden Powell dalam buku beliau :

THE SCOUT’S OATH IN BADEN-POWELL’S SCOUTING FOR BOYS, 1908
“On my honour I promise that—

1. I will do my duty to God and the King. 2.. I will do my best to help others, whatever it costs me. 3.. I know the Scout Law, and will obey it.”

THE SCOUT LAW IN BADEN-POWELL’S SCOUTING FOR BOYS, 1908 1. A Scout’s honour is to be trusted. 2. A Scout is loyal to the King, and to his officers, and to his country, and to his employers. 3. A Scout’s duty is to be useful and to help others. 4. A Scout is a friend to all, and a brother to every other Scout, no matter to what social class the other belongs. 5. A Scout is courteous. 6. A Scout is a friend to animals. 7. A Scout obeys orders of his patrol leader or Scoutmaster without question. 8. A Scout smiles and whistles under all circumstances. 9. A Scout is thrifty.

In describing the process of formulating these guidelines, Baden-Powell explained:
“Now I know that a real red-blooded boy is all for action, ready for adventure. He just hates to be nagged and told ‘You must not do this—you must not do that.’ He wants to know what he can do. So I thought why should we not have our own Law for Scouts, and I jotted down ten things that a fellows needs to do as his regular habit if he is going to be a real man.”

Nama Penemu Benda – Karya Penting NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 JENIS TEMUAN Mesin uap Mesin cetak Radio Televisi Mesin diesel Mesin 4 tak Telegrap Mesin ketik Telepon (Versi Lama) Telepon (Versi Baru) Elektromagnet Kawat pijar Bola lampu Elektromagnet Dinamo Mikroskop Teleskop Barometer Stetoskop Termometer Italia Lensa Lensa kaca mata Kamera Sinar Rontgen Batu baterai Kereta api Kapal api Korek api Proyektor film Dinamit Piringan hitam Balon terbang Balon karet Ban karet PENEMU ASAL Inggris Jerman Italia Amerika Jerman Jerman Amerika Amerika Amerika Italia Inggris

James Watt J.Guttenberg C. Marconi J.L. Baird & C.F. Jenkins Rudolf Diesel Nicolaus Otto Samuel F.B. Morse Christopher Sholes Alexander Graham Bell Antonio Meucci Williarn Sturgeon Irving Langmuir Thomas Alva Edison Amerika Williarn Sturgeon Inggris Michael Faraday Inggris Zacharias Janssen H. Lippershey Evangelista, Torricelli Italia Rene Laennec Galileo Galilei Italia Anthony Van Leuwenhook Belanda Benyamin Franklin Louis Jacques Monde da Guerre & Amerika Edwin Land Wilhelm Conrad Rontgen Jerman Volta Italia Murdocks Inggris Robert Fulton Amerika Robert Boyle, John Walker Thomas Alva Edison Amerika Alfred Nobel Swedia Alexander Graham Bell Amerika Sir F. Whittle Inggris Josep dan J. Montgolfier Charles Goodyear Amerika

35 36 37 38 39 40 41 42

Mesin hitung Tangga Berjalan Sepeda Motor Mobil Pesawat terbang Traktor Tank

Blaise Pascal Elis G. Otis Civrac Nikola Tesla Gottlich Daimler Wilbur dan Wright bersaudara Benyamin Holt Sir Ernest Swinton

Prancis Prancis

Amerika Inggris