You are on page 1of 9

DASAR TEORI

Aldehid dan keton adalah senyawa-senyawa sederhana yang mengandung
sebuah gugus karbonil (C=O). Aldehid dan keton termasuk senyawa yang
sederhana jika ditinjau dari ada tidaknya gugus-gugus reaktif yang lain seperti
-OH atau -Cl yang terikat langsung pada atom karbon di gugus karbonil, misalnya
pada asam karboksilat yang mengandung gugus -COOH. Aldehid dan keton
merupakan senyawa yang sangat penting. Contohnya yaitu aseton (CH3COCH3)
dan metil etil keton (CH3COCH2CH3) yang dipakai dalam jumlah besar sebagai
pelarut. Larutan pekat foraldehid (CH2O) dalam air dipakai untuk mengawetan
jaringan hewan dalam penelitian biologi. Bahkan bahan rumit seperti karbohidrat
dan hormon steroid megandung struktur karbonil aldehid dan keton bersamasama gugus fungsi lain.
Aldehid dan keton mempunyai kesamaan yaitu adanya gugus karbonil
atau ikatan rangkap C=O. Kesamaan gugus fungsi inilah yang
menyebabkan reaksi aldehid dan keton mirip. Seperti yang
terlihat pada gambar di samping, atom oksigen jauh lebih
elektronegatif dibanding karbon sehingga memiliki
kecenderungan kuat untuk menarik elektron-elektron yang
terdapat dalam ikatan C=O ke arahnya sendiri. Salah satu dari dua pasang
elektron yang membentuk ikatan rangkap C=O bahkan lebih mudah tertarik ke
arah oksigen. Ini menyebabkan ikatan rangkap C=O sangat polar.
Atom karbon yang sedikit bermuatan positif pada gugus karbonil bisa
diserang oleh nukleofil. Nukleofil merupakan sebuah ion bermuatan negatif
(misalnya, ion sianida, CN-), atau bagian yang bermuatan negatif dari sebuah
molekul (misalnya, pasangan elektron bebas pada sebuah atom nitrogen dalam
molekul amonia NH3). Selama reaksi berlangsung, ikatan rangkap C=O terputus.
Efek murni dari pemutusan ikatan ini adalah bahwa gugus karbonil akan
mengalami reaksi adisi, seringkali diikuti dengan hilangnya sebuah molekul air.
Ini menghasilkan reaksi yang dikenal sebagai adisi-eliminasi atau kondensasi.
Maka dari itu, kesamaan gugus fungsi ini dirumuskan dengan C nH2nO.
A. Aldehid
Aldehid adalah senyawa organik yang karbon karbonilnya selalu berikatan
dengan paling sedikit satu atom hidrogen. Aldehid dinamakan menurut nama
asam yang mempunyai jumlah atom C sama pada nama alkana yang
mempunyai jumlah atom sama. Bedanya dengan keton, gugus karbonil pada
aldehid memiliki satu atom hidrogen yang terikat padanya bersama dengan
salah satu dari gugus berikut:

atom hidrogen lain
sebuah gugus hidrokarbon yang bisa berupa gugus alkil atau gugus yang
mengandung sebuah cincin benzena.

Sedangkan nama trivial/umum untuk aldehid diberikan pada tabel sebagai berikut: .Salah satu reaksi untuk pembuatan aldehid adalah oksidasi dari alkohol primer. Oksidasi khrompiridin komplek seperti piridinium khlor kromat adalah oksidator yang dapat merubah alkohol primer menjadi aldehid tanpa merubahnya menjadi asam karboksilat. Asetaldehida biasanya dipakai dalam pembuatan zat pewarna. Penamaan aldehid didasarkan pada jumlah total atom karbon yang terdapat dalam rantai terpanjang. aldehid yang sederhana diberi nama berdasarkan alkana induknya dengan akhiran –ana diganti menjadi –anal (-an untuk senyawa jenuh dan –al untuk aldedida). Sedangkan asetaldehida adalah cairan yang mudah terbakar. Jika ada gugus samping yang terikat pada rantai terpanjang tersebut. Kebanyakan oksidator tak dapat dipakai karena akan mengoksidasi aldehidnya menjadi asam karboksilat. tak berwarna. Beberapa contoh dari aldehid yaitu formaldehida (CH2C=O) dan aseltaldehida (CH3CH=O). Dalam sistem IUPAC. gas beracun dengan bau yang menusuk dan menyesakkan. plastik. Formaldehida adalah gugus yang mudah terbakar. Gugus aldehid (gugus karbonil yang mengikat atom hidrogen) selalu dituliskan sebagai -CHO– dan tidak pernah dituliskan sebagai COH. termasuk atom karbon yang terdapat pada gugus karbonil. tak berwarna. karet sintetis dan lainnya. maka atom karbon pada gugus karbonil harus selalu dianggap sebagai atom karbon nomor 1. larut dalam air dan baunya merangsang.

Pereaksi ini dibuat dengan cara menetesi larutan perak nitrat dengan larutan amonia sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula-mula terbentuk larut kembali. Pereaksi Tollens adalah larutan perak nitrat dalam amonia. Aldehida dapat mereduksi pereaksi Tollens sehingga membebaskan unsur perak yang dapat diamati sebagai cermin perak (Ag). Oksidasi aldehida menghasilkan asam karboksilat. Cermin perak ini akan melapisi tabung reaksi sehingga reaksi ini disebut juga sebagai reaksi cermin perak. Perekasi Tollens dan pereaksi Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida.Reaksi-reaksi aldehid meliputi: 1. Pereaksi Tollens dapat dianggap sebagai larutan perak oksida (Ag2O). Oksidasi Aldehid adalah reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidatoroksidator lemah. .

Dalam pereaksi Fehling. Fehling A merupakan larutan CuSO4. Reaksi Aldehid dengan pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata dari Cu2O. Pereaksi fehling (kiri) dan hasil reaksi dengan aldehid (kanan). Adisi hidrogen (reduksi) . sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat. ion Cu2+ terdapat sebagai ion kompleks. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO. yaitu Fehling A dan Fehling B.Hasil reaksi aldehid dengan tollens pereaksi tollens Pereaksi Fehling terdiri dari dua bagian. Pereksi Fehling dibuat dengan mencampurkan kedua larutan tersebut. 2. Pereaksi Fehling dipakai untuk identifikasi adanya gula reduksi (seperti glukosa) dalam air seni pada penderita penyakit diabetes (glukosa mengandung gugus aldehida). sehingga diperoleh suatu larutan yang berwarna biru tua.

Zat ini sampai sekarang banyak diproduksi melalui : 1. natrium bikhromat (Na2Cr2O7) dan kalium permanganat (KMnO4). 3. dan insektisida. . Oksidasi methanol dengan oksigen dari udara dengan katalis Cu: 2CH3 – OH + O2 ----> 2H – CHO + 2H2O 2. Gugus tersebut bisa gugus hidrokarbon atau gugus benzena. damar buatan. dan 1. pada keton tidak akan pernah ada atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonil.butanol. Formaldehida sebagai bahan pembuatan plastik terms set. Pereaksi yang khas antara lain khromium oksida (CrO3).Ikatan rangkap C=O dari gugus fungsi aldehida dapat diadisi oleh gas hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Distlasi kering dari garam format : 2H + COONa ----> H – CHO + Na2CO3 B. adisi hidrogen tergolong reduksi. Pembuatan keton ynag paling umum adalah oksidasi dari alkohol sekunder. phiridinium khlor kromat. aseton. Adisi hidrogen menyebabkan penurunan bilangan oksidasi atom karbon gugus fungsi. Reduksi CO dengan gas hydrogen melalui katalisator Ni atau Pt: CO + H2 ----> H – CHO 3. Oleh karena itu. etilasetat. Keton Keton adalah senyawa organik yang karbon karbonilnya dihubungkan dengan 2 gugus hidrokarbon. 2. Formalin juga berperan dalam membunuh kuman (desinfektan). Etanal atau asetaldehida sebagai bahan untuk karet atau damar buatan. Bedanya dengan aldehid. Larutan formaldehida 37% (formalin) yang digunakan untuk mengawetkan hewan dalam laboratorium atau museum. Hampir semua oksidator dapat dipakai. Manfaat aldehid: 1. Zat warna dan bahan organic yang penting misalnya asam asetat.

gugus fungsi) (nama rantai induk) Keton paling sederhana adalah keton dengan 3 atom C. diberi nama propanon atau disebut juga sebagai aseton.Penamaan keton secara IUPAC umumnya dilakukan dengan mengganti akhiran –a pada alkana menjadi –on.cabang) (nama cabang dan gugus fungsi lain) (no. Kedua gugus alkil disebut secara terpisah dan diakhiri dengan kata keton. Aseton merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan pada pembersih cat kuku. Contohnya adalah propana menjadi propanon. Prinsip ini dapat digunakan untuk membedakan keton dari aldehid. Sedangkan berdasarkan penamaan sederhana. Oksidasi Karena keton merupakan reduktor yang lebih lemah dibandingkan aldehid. Contohnya adalah CH3-CO-C2H5 disebut metil etil keton dan CH3-CO-CH3 disebut dimetil keton. Rumusan penentuan tata nama untuk senyawa keton didasarkan pada beberapa hal. sedangkan gugus fungsi tersebut mengikat 2 atom C lagi. sehingga total atom C hanya 3. yaitu C3H6O. nama lazim keton adalah alkil alkil keton. Jadi. rumus penentuan tata nama keton secara umum yaitu: (no. Mengapa propanon adalah keton yang paling sederhana dan tidak ada keton dengan jumlah atom C di bawah 3? Hal ini dikarenakan bentuk struktur keton yang khas. Reaksi-reaksi keton meliputi: 1. Adapun reaksi tersebut dapat ditulis sebagai berikut:     Aldehid + pereaksi Tollens → cermin perak Keton + pereaksi Tollens → tidak ada reaksi Aldehid + pereaksi Fehling → endapan merah bata Keton + pereaksi Fehling → tidak ada reaksi . Penomoran dimulai dari salah satu ujung rantai induk sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil. maka zat-zat pengoksidasi lemah seperti pereaksi Tollens dan Fehling tidak dapat mengoksidasi keton. yaitu rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi. 1 atom C sudah berikatan dengan atom O membentuk gugus fungsi.

dan pelarut selulosa asetat dalam memproduksi rayon. 2. yaitu: a. Aldehid lebih reaktif daripada keton dalam hal reaksi adisi nukleofilik. Ini berarti bahwa titik didih akan menjadi lebih tinggi dibanding titik didih hidrokarbon yang berukuran sama dan hanya memiliki gaya dispersi. khususnya untuk zat-zat yang kurang polar dan non-polar seperti lilin. 3. Gaya tarik dipol-dipol van der Waals Aldehid dan keton adalah molekul polar karena adanya ikatan rangkap C=O. Reduksi Dengan gas hidrogen. Reaksinya adalah: R-CO-R’ + H2 → R-CHOH-R’ Manfaat keton: 1. dan etanal memiliki titik didih +21°C. Ini berarti bahwa etanal akan mendidih pada suhu yang mendekati suhu kamar. Besarnya titik didih dikendalikan oleh kekuatan gaya-gaya antarmolekul. sedangkan keton tidak. Perbedaan Aldehid dan Keton 1. . D. Inilah sebabnya mengapa titik didih meningkat apabila jumlah atom karbon dalam rantai juga meningkat – baik pada aldehid maupun pada keton. Seperti halnya gaya-gaya dispersi. Aldehid mempunyai sebuah atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonil. Aldehid dan keton lainnya berwujud cair. C. plastik. Aseton digunakan untuk membuat senyawa organik lain seperti kloroform yang digunakan sebagai obat bius. 3. Sifat Fisis Aldehid dan Keton 1. b.2. Aseton (propanon) digunakan sebagai pelarut. sirlak. Titik didih Aldehid sederhana seperti metanal memiliki wujud gas (titik didih -21°C). Gaya dispersi van der Waals Gaya tarik ini menjadi lebih kuat apabila molekul menjadi lebih panjang dan memiliki lebih banyak elektron. keton direduksi menjadi alkohol sekunder. 2. juga akan ada gaya tarik antara dipol-dipol permanen pada molekul-molekul yang berdekatan. Aldehid lebih mudah teroksidasi daripada keton sehingga aldehid bereaksi baik dengan pereaksi tollens dan fehling dibandingkan dengan keton. 4. Peningkatan gaya tarik ini akan meningkatkan ukuran dipol-dipol temporer yang terbentuk. Aseton juga digunakan sebagai pembersih cat kuku/kuteks (nail polish remover). dengan titik didih yang semakin meningkat apabila molekul semakin besar. Beberapa keton siklik digunakan sebagai bahan pembuatan parfum karena memiliki bau harum.

titik didih aldehid lebih rendah dari titik didih alkohol. Walaupun aldehid dan keton merupakan molekul yang sangat polar. Akan tetapi. aldehid (yang memiliki gaya tarik dipol-dipol dan gaya tarik dispersi) memiliki titik didih yang lebih tinggi dari alkana berukuran sebanding yang hanya memiliki gaya dispersi. 2. metanal. Salah satu dari atom hidrogen yang sedikit bermuatan positif dalam sebuah molekul air bisa tertarik dengan baik ke salah satu pasangan elektron bebas pada atom oksigen dari sebuah aldehid atau keton untuk membentuk sebuah ikatan hidrogen. aldehid. Sebagai contoh. Kelarutan dalam air Aldehid dan keton yang kecil dapat larut secara bebas dalam air tetapi kelarutannya berkurang seiring dengan pertambahan panjang rantai. Pada alkohol. Antara aldehid atau keton dengan molekul air juga terdapat gaya dispersi dan gaya tarik dipol-dipol. dan keton dengan jumlah atom karbon dan panjang rantai yang sama: molekul tipe titik didih (°C) CH3CH2CH3 alkana -42 CH3CHO aldehid +21 CH3CH2OH alkohol +78 Pada tabel di atas. etanal dan propanon – yang merupakan aldehid dan keton berukuran kecil – dapat bercampur dengan air pada semua perbandingan volume. Pembentukan gaya-gaya tarik ini melepaskan energi . sehingga tidak bisa membentuk ikatan hidrogen sesamanya. namun keduanya bisa berikatan hidrogen dengan molekul air. namun keduanya tidak memiliki atom hidrogen yang terikat langsung pada oksigen. terdapat ikatan hidrogen ditambah dengan dua jenis gaya-tarik antar molekul lainnya (gaya-tarik dipoldipol dan gaya-tarik dispersi). Alasan mengapa aldehid dan keton yang kecil dapat larut dalam air adalah bahwa walaupun aldehid dan keton tidak bisa saling berikatan hidrogen sesamanya.Berikut adalah tabel perbandingan titik didih antara alkana.

blogspot.com/2013/12/identifikasi-senyawa-aldehiddan-keton-i.html http://infokimiawan13o1a-1. Dengan menekan diri diantara molekul-molekul air.ilmukimia. ekor-ekor hidrokarbon tersebut memutus ikatan hidrogen yang relatif kuat antara molekul-molekul air tanpa menggantinya dengan ikatan yang serupa. Apabila panjang rantai meningkat.org/2013/03/pembuatan-aldehida-dan-keton.com/2012/12/09/senyawa-turunan-alkana-keton/ http://www.wordpress. https://arullatif.html . sehingga kelarutan berkurang.html http://bisakimia. Ini menjadi proses yang tidak bermanfaat dari segi energi.chem-istry.blogspot.com/2013/07/aldehid-dan-keton.org/materi_kimia/sifat_senyawa_organik/aldehid_dan_keton/mengenal_aldehid _dan_keton/ http://marischemistry.yang membantu menyuplai energi yang diperlukan untuk memisahkan molekul air dan aldehid atau keton satu sama lain sebelum bisa bercampur. maka "ekor-ekor" hidrokarbon dari molekul-molekul (semua hidrokarbon sedikit menjauh dari gugus karbonil) mulai mengalami proses seperti gambar di atas.com/2012/05/17/laporan-aldehid-dan-keton/ http://www.