You are on page 1of 13

I.

PENDAHULUAN
Penilaian awal kegawatdaruratan adalah suatu tindakan pengkajian kondisi medis
pasien yang dilakukan pertama kali untuk menentukan apakah pasien dalam keadaan
gawat darurat dan dapat meninggal bila penyebab dan kondisi pasien tidak segera
dikelola dengan cepat. Penilaian hendaknya dilakukan kurang dari 30 detik.1
Saat

ini,

kegawatdaruratan

yang

paling

sering

kita

temui

adalah

fraktur.Fraktur adalah retaknya tulang, biasanya disertai dengan cedera di jaringan
sekitarnya. Kebanyakan fraktur disebabkan oleh trauma dimana terdapat tekanan yang
berlebihan pada tulang, baik berupa trauma langsung dan trauma tidak langsung .2
Namun, fraktur tidak selalu disebabkan oleh trauma yang berat , kadang – kadang
trauma ringan saja dapat menimbulkan fraktur bila tulangnya sendiri terkena penyakit
tertentu. Juga trauma ringan yang terjadi secara terus menerus dapat menimbulkan
fraktur. Berdasarkan ini maka dikenal berbagai jenis fraktur yaitu 3
 Fraktur yang disebabkan oleh trauma yang berat
 Fraktur spontan
 Fraktur stress
Fraktur yang diakibatkan oleh trauma berat akan menimbulkan jenis fraktur yang
sangat bervariasi dan bergantung pada berbagi fraktur misalnya3



Besar/kuatnya trauma
Trauma langsung/ trauma tidak langsung
Umur penderita
Lokasi fraktur

Fraktur Patologik adalah fraktur yang terjadi pada tulang yang sebelumnya telah
mengalami proses patologik. Adalah fraktur yang terjadi pada tulang yang sebelumnya
telah mengalami proses patologik misalnya tumor tulang primer atau sekunder, myeloma
multiple, kista tulang, osteomyelitis dan sebagainya.3
Fraktur stress disebabkan adalah trauma ringan tapi terus menerus misalnya fraktur
march pada metatarsal, fraktur tibia pada penari balet dan fraktur fibula pada pelari jarak
jauh.3

Fraktur clavicula bisa disebabkan oleh benturan ataupun kompressi yang berkekuatan rendah sampai yang berkekuatan tinggi yang bisa menyebabkan terjadinya fraktur tertutup ataupun multiple trauma. trauma (fraktur). Kemudian ossifikasi sekunder pada epifise medial clavicula berlangsung pada usia 18 tahun sampai 20 tahun.Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeon. Etiologi Fraktur clavicula merupakan jenis fraktur yang paling banyak ditemukan baik pada orang dewasa maupun pada anak. Epidemiologi Menurut data epidemiologi pada orang dewasa insiden fraktur clavicula sekitar 40 kasus dari 100. kelainan metabolik tulang dan yang lainnya.Penyebab fraktur clavicula biasanya ada akibat jatuh dengan bertumpu pada tangan. Pada tulang ini bisa terjadi banyak proses patologik sama seperti pada tulang yang lainnya yaitu bisa ada kelainan congenital.2 A. neoplasia.Salah satu contoh fraktur yang akan dibahas dan sekaligus menjadi judul referat ini adalah Fraktur Clavicula.2 Sekitar 2% sampai 5% dari semua jenis fraktur merupakan fraktur clavicula . Clavicula merupakan salah satu tulang yang sering mengalami fraktur apabila terjadi cedera pada bahu karena letaknya yang superfisial. Fraktur pada midclavicula yang paling sering terjadi yaitu sekitar 85% dari semua fraktur clavicula. sementara fraktur bagian distal sekitar 10% dan bagian proximal sekitar 5%. dimana terjadi saat minggu ke-5 dan ke-6 masa intrauterin. terbentuk melalui 2 pusat ossifikasi atau pertulangan primer yaitu medial dan lateral Clavicula. Clavicula adalah tulang yang paling pertama mengalami pertumbuhan pada masa fetus.2 B. fraktur clavicula juga merupakan kasus trauma pada kasus obstetrik dengan prevalensi 1 kasus dari 213 kasus kelahiran anak yang hidup. Kecelakaan apakah itu karena jatuh atau kecelakaan kendaraan bermotor.000 orang. Berikut beberapa penyebab pada fraktur clavicula yaitu :2 . dengan perbandingan laki-laki perempuan adalah 2 : 1. namun kadang dapat juga disebabkan oleh faktorfaktor non traumatik. frekuensi fraktur Clavicula sekitar 1 kasus dari 1000 orang dalam satu tahun. inflamasi. Dan epifise terakhir bersatu pada usia 25 tahun sampai 26 tahun.

Ujung medial atau ujung mempunyai sternal facies articuralis sternalis yang berhubungan sternoclavicularis. Anatomi Clavicula Clavicula merupakan tulang pertama yang menglami osifikasi pada fetus. jatuh dari ketinggian dan yang lainnya. - Fraktur Clavicula akibat kompresi pada bahu dalam jangka waktu lama. - Fraktur Clavicula akibat kecelakaan termasuk kecelakaan kendaraan bermotor. Tulang ini termasuk jenis tulang pipa pendek. dengan dua pertiga bagian medial memiliki potongan sirkular dan melengkung ke depan.5. dan sepertiganya lateral datar dan melengkung ke belakang. Permukaan atasnya relative lebih halus dibanding dengan permukaan inferior. 4. keganasan clan lain-lain. yang terletak di subkutan.- Fraktur Clavicula pada bayi baru lahir akibat tekanan pada bahu oleh simphisis pubis selama proses melahirkan. ANATOMI DAN FISIOLOGI CLAVICULA A.6 dengan discus articuralis sendi atau articulatio . walaupun bagian lateral tulang ini nampak pipih. - Fraktur Clavicula akibat proses patologik. Bentuknya seperti huruf s terbalik. II. misalnya pada pasien post radioterapi. misalnya pada pelajar yang menggunakan tas yang terlalu berat.

Ujung bawah sternum berhubungan dengan processus xyphoideus yang biasanya berupa cartilage hyaline.5.. dan ke sternum melalui ligamentum sternoklavikularis. pectoralis major m.5.coracoclavicularis yang berlekatan pada . deltoideus m.Di lateral tulang ini berhubungan dengan os scapula pada acromion yang dapat diraba sebagai tonjolan di bahu bagian lateral. subclavius m.4. trapezius m.Articulatio yang dibentuk Os Clavicula dengan tulang disekitarnya6 Otot – otot dan ligamentum Clavicula dexter 7 Pada permukaan superior     m.6 Gambar 2.6 Bagian os sternum (tulang dada) yang berhubungan dengan os Clavicula dikenal sebagai incisura clavicularis.Sisi atas manubrium sterni dikenal sebagai incisura jugularis.deltoideus m. Struktur anatomi Os Clavicula 5 Pada sebelah medial Os Clavicula berartikulasi dengan sternum dan kartilago kosta 1 pada artikulasio sternoclavicularis.Gambar 1. bagian dari manubrium sterni. Costoclavicularis lig. Di sebelah medial juga melekat ke kosta 1 melalui ligamentum kostoklavikulare. sternocleidomsteideus Pada permukaan inferior 7      m. Tulang rawan ini dapat mengalami osifikasi.pectoralis major lig.

Sesudah masa pubertas. Elevasi clavivula dilakukan oleh musculus trapezius. Sehingga pada laki-laki dewasa dijumpai pundak yang lebih lebar daripada wanita. musculus strenocleidomasteideus.Gerakan clavicula ke depan dan ke belakang terjadi pada bagian medial. Fisiologi Clavicula Os Clavicula merupakan tulang pertama yang mengalami oksifikasi pada foetus.5. Gerakan ke depan clavicula dilakukan oleh musculus serratus anterior. Gerakan ke belakang dilakukan oleh musculus trapezius dan musculus rhomboidei.Tempat melekat musculus dan ligamentum penting pada clavicula dexter 7 B.Tulang ini masih tumbuh pada saat pertumbuhan hingga sudah berhenti. karena posisinya tersebut clavicula mudah terkena trauma dan meneruskan gaya dari ekstermitas superior ke batang tubuh. Os Clavicula pada laki-laki tumbuh lebih baik daripada wanita. Depresi Clavicula dilakukan oleh musculus pectoralis minor dan musculus subclavius.7 .Clavicula juga berperan menyalurkan gaya dari lengan atas ke skeleton axiale dan merupakan tempat melekatnya otot.6 Clavicula bekerja sebagai sebuah penyangga pada waktu lengan atas bergerak menjauhi tubuh. dan musculus rhomboidei . musculus levator scapulae. dan berkembang di membrane bukan katilago dan tulang yang pertumbuhannya dipengaruhi hormone sex. Elevasi dan depresi clavicula terjadi pada bagian lateral.Gambar 3.

B. Tipe I : merupakan fraktur dengan kerusakan minimal. Lokasi tersering kedua mengalami fraktur setelah midclavicula. - Tipe III : Fraktur pada bagian proksimal Clavicula. bagian distal Clavicula dan bagian proksimal Clavicula. insidensnya hanya sekitar 5%.FRAKTUR CLAVICULA A. Tipe II : merupakan fraktur pada daerah medial ligament coracoclavicula. 3. - Tipe II : Fraktur pada bagian distal Clavicula. menurut Neer ada 3 yaitu : 1. dimana ligament tidak mengalami kerusakan.Ada tiga lokasi pada Claviculayang paling sering mengalami fraktur yaitu pada bagian midshape clavicula dimana pada anak-anak berupa greenstick. Lokasi yang paling sering terjadi fraktur. 2. Sendi sternoklavikularis yang terfiksasi menyebabkan gaya ini kemudian menyebabkan patahnya klavikula hal ini . Fraktur ini biasanya terjadi akibat jatuh dan bertumpu pada tangan gaya benturan disalurkan ke lengan kemudian ke sendi bahu.Klasifikasi Pengklasifikasian fraktur Clavicula didasari oleh lokasi fraktur pada Clavicula tersebut. Menurut Neer secara umum fraktur klavikula diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu :14 - Tipe I : Fraktur pada bagian tengah Clavicula. baik pada orang dewasa maupun pada anak. dan selanjutnya ke sendi akromioklavikularis. Fraktur yang paling jarang terjadi dari semua jenis fraktur Clavicula.Patofisiologi Fraktur Clavicula merupakan fraktur yang paling seriing ditemukan. Tipe III : merupakan fraktur pada daerah distal ligament coracoclavicula dan melibatkan permukaan tulang bagian distal Clavicula pada AC joint. Ada beberapa subtype fraktur Clavicula bagian distal.

19 C. Pada daerah tengah tulang Clavicula tidak di perkuat oleh otot ataupun ligament-ligament clavicula. Bisa juga digunakan posisi oblique dengan arah dan . ataupun kecelakaan kendaraan bermotor. pada inspeksi bahu biasanya asimetris.Diagnosis pasti untuk fraktur clavicula ialah berdasarkan pemeriksaan radiologi.Hal ini yang menjelaskan kenapa pada daerah ini paling sering terjadi fraktur dibandingkan daerah distal ataupun proksimal. agak jatuh kebawah. lebih kedepan ataupun lebih ke posterior.Pasien biasanya mengeluh nyeri setelah terjadinya kecelakaan tersebut dan sulit untuk mengangkat lengan atau bahu. deformitas.Pneumotoraks diakibatkan masuknya udara pada ruang potensial antara pleura viseral clan parietal. kecelakaan olahraga.Clavicula seperti pada daerah distal dan proksimal bagian tengah juga merupakan transition point antara bagian lateral dan bagian medial. 2. ataupun krepitasi. Pneumotoraks biasa didapatkan pada pasien dengan fraktur clavicula terutama yang mengalami multiple traumatik.2 Pemeriksaan Radiologi :2 a) Plain Photo  Mid Clavicula Evaluasi pada fraktur Clavicula yang standar berupa proyeksi anteroposterior (AP) yang dipusatkan pada bagian tengah clavicula.Fraktur pada bagian tengah clavicula. Diagnosis Gejala Klinis Diagnosis dari fraktur clavicula biasanya didasari dari mekanisme kecelakaan dan lokasi adanya ekimosis. Pencitraan yang dilakukan harus cukup luas untuk bisa menilai juga kedua AC joint dan SC joint.Dislokasi fraktur vertebra torakal juga dapat ditemukan bersama dengan pneumotoraks. dan pemeriksaan fisik bisa kita dapatkan pembengkakan daerah clavicula atau aberasi. dilaporkan sekitar lebih dari 3% dengan fraktur clavicula mengalami pneumotoraks. Secara praktis diagnostik dibuat berdasarkan anamnesis misalnya apakah ada riwayat trauma. diagnosanya akan lebih mudah apabila yang terjadi adalah fraktur terbuka. Laserasi paru merupakan penyebab tersering dari pnerumotoraks akibat trauma tumpul.dapat terjadi pada kondisi ketika jatuh.

Karena bentuk dari clavicula yang berbentuk S.penempatan yang baik. Fraktur medial Clavicula dan cedera pada SC joint biasanya sulit dinilai dengan pencitraan yang biasa karena adanya overlap Clavicula dengan sternum dan costa pertama.Proyeksi AP 20-60° dengan cephalic terbukti cukup baik karena bisa meminimalisir struktur toraks yang bisa mengganggu pembacaan.2 b) CT Scan2  Medial Clavicula dan SC joint .  Lateral Clavicula dan AC joint Pemeriksaan radiologi pada sisi yang mengalami cedera kadang-kadang cukup sulit. Gambar 24.Normal alignment pada sendi dengan proyeksi AP apabila ukuran celah sendi kurang dari 5 mm dan facies bagian bawah akromion dan distal clavicula tidak terputus-putus. yang menyebabkan susahnya menilai dengan menggunakan radiograph biasa. namun beberapa pemeriksaan membandingkan penampakan pada daerah cedera tersebut. ossifikasi sekunder pada bagian proksimal Clavicula tidak akan nampak pada usia sebelum 12 tahun dan mungkin sampai umur 25 tahun. CT scan. lateral dan oblique. Plain photo pada Fraktur Clavicula19  Medial Clavicula dan SC joint Proyeksi standar untuk menilai SC joint adalah posteroanterior (PA). khususnya dengan 3 dimensi meningkatkan akurasi pembacaan. maka fraktur menunjukkan deformitas multiplanar. Sebagai catatan penting. Sehingga pada gambaran radiograph biasa akan sulit membedakan antara suatu fraktur dengan dislokasi pads SC joint.

bisa kita nilai dengan menggunakan intravenous contras. lateral dan posterior. Tujuan dari berbagai cara immobilisasai adalah sebagai berikut :18     Menguatkan sendi bahu. D. Meskipun demikian CT scan terbatas untuk menilai sekitar jaringan lunak termasuk kapsula.Penggunaan gendongan diperlukan untuk mendapatkan hasil sebaik mungkin denganmenggunakan bebat angka ‘8’. yaitu dengan bentuk – bentuk immobilisasi. membuat fragmen lateral ke superior. CT scan kadang-kadang digunakan untuk mendiagnosa fraktur intra-artikular atau stress fraktur pada AC joint. dapat terjadi pemendekan dan deformits. CT scan seharusnya digunakan dengan mencakup SC joint dan secara otomatis setengah dari kedua Clavicula untuk membandingkan satu sisi dengan sisi yang lain.CT scan memegang peranan yang penting dalam mendiagnosa fraktur clavikula bagian medial dan cedera pada SC joint. 2 Proses penyembuhan pada fraktur clavicula memerlukan waktu yang cukup lama.. Secara umum.Jika didapatkan ada kelainan pada vascular. Menekan fragmen medial Menjaga beberapa derajat reduksi fraktur Mengajak pasien untuk menggunakan tangan dan siku ipsilateral Kelainan mengimmobilisasi. Tujuan dari penanganan ini adalah untuk menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya satu sama lain saling berdekatan dan untuk menjaga agar mereka tetap menempel sebagaimana mestinya sehingga tidak terjadi deformitas dan proses penyembuhan tulang yang mengalami fraktur lebih cepat.Penatalaksanaan Penatalaksanaan pada fraktur Clavicula ada dua pilihan yaitu dengan tindakan bedah atau operative treatment dan tindakan non bedah atau nonoperative treatment. Selama immobilisasi. agar lebih nyaman dan mengurangi masalah kulit.immobilisasi dilakukan selama ±3 minggu. Tujuan utamanya adalah untuk kenyamanan dan mengurangi nyeri. pergerakan .Sebagian besar fraktur clavicula dapat diterapi dengan baik tanpa operasi.  Lateral Clavicula dan AC joint CT scan merupakan salah satu alat pencitraan di bidang radiologi yang cukup sensitif dalam menegakkan diagnosa. ligament dan sendi sinovial.

Fraktur 1/3 bagian lateral.pergelangan tangan harus tetap dilakukan. ini penting terutama pada pasien tua.19 Gambar. dankemudian kembali ke batang klavikula. Bila dibiarkan tanpa terapi. fragmen diaposisi dan dipertahankan denganpen yang halus. Pemasangan gips : merupakan bahan kuat yang dibungkuskan di sekitar tulang yang patah Modifikasi spika bahu (gips klavikula) atau balutan berbentuk .Karena itu terapi operasidiindikasikan. fraktur itu dapat menyebabkan deformitas dan dalambeberapa kasus rasa tidak enak dan kelemahan pada bahu. yang perlu dilakukan adalahhanya menopang lengan dalam kain gendongan hingga nyeri mereda (biasanya 2– 3 minggu). yang menembus kearah lateral melalui fragmen sebelah luar akromion. yaitu pada tipe I dan III dapat juga dilakukan tindakan non operatif menggunakan bebat. Melalui insisi supraklavikular. tapi pada tipe II yang mengalami pergeseran hebat (misalnya padapasien yang ligamen korakoklavikularnya robek) biasanya tidak dapat direduksi secaratertutup. Lengan ditahan dalam kain gendongan selama 6 minggu dan sesudah itu dianjurkan melakukan gerakan penuh.25 Pembidaian pada Fraktur Clavicula19 Imobilisasi lainnya dapat dilakukan dengan 2 1.Sesudah itu harus dilakukan latihan bahu secara aktif.Untuk fraktur 1/3 medial dan tengah yang sering ditemukan.

Komplikasi Komplikasi pada fraktur Clavicula dapat berupa : 2  Malunion. Malunion merupakan suatu keadaan dimana tulang yang patah telah sembuh dalam posisi yang tidak seharusnya. 3. dan munculnya perasaan yang cemas (bahu yang semakin memburuk dengan gejala-gejala . dan mempertahankan dalam posisi ini. Bila dipergunakan strap klavikula. nyeri. Fiksasi eksternal. E. gerak pada tempatnya.Komplikasi seperti ini dapat dicegah dengan melakukan analisis yang cermat sewaktu melakukan reduksi.Gejala malunion pada Clavicula dapat menyebabkan penderita tidak puas. Immobilisasi lengan atau tungkai menyebabkan otot menjadi lemah dan menciut. gejala-gejala neurologik. dan mempertahankan reduksi itu sebaik mungkin terutama pada masa awal periode penyembuhan. Peredaran darah dan saraf kedua lengan harus dipantau. menarik bahu ke belakang. Fiksasi internal :dilakukan pembedahan untuk menempatkan piringan (plate) atau batang logam pada pecahan-pecahan tulang atau sering disebut open reduction with internal fixation (ORIF). ketiak harus diberi bantalan yang memadai untuk mencegah cedera kompresi terhadap pleksus brakhialis dan arteri aksilaris. Karena itu sebagian besar penderita perlu menjalani terapi fisik. 4. Penarikan (traksi) :menggunakan beban untuk menahan sebuah anggota. membentuk sudut.Gejala sebelum operasi termasuk kelemahan. 2. atau miring.angka delapan atau strap klavikula dapat digunakan untuk mereduksi fraktur ini.

Komplikasi Fraktur Klavikula 1 Nonunion Lebih umum terjadi pada fraktur yang ditangani dengan cara operasi.lainnya). telah dilaporkan.Fraktur 1/3 tengah dengan lebih dari 2 cm dan fraktur 1/3 lateral menjadi faktor resiko lebih tinggi nonunion. . khususnya pada studi sebelumnya. Kegagalan non union dibagi menjadi 2 tipe yaitu tipe 1 fraktur non union dengan penyembuhan jaringan fibrosa yang mempunyai kemampuan untuk menyambung bila dilakukan fiksasi interna yang baik dan mencegah fraktul local yang menganggu penyembuhan fraktur seperti eradikasi infeksi. angka non union yang lebih kurang dari 1 % hingga yang lebih besar dari 10%. Secara keseluruhan.14 Gambar 26. Paling banyak pada fraktur 1/3 distal tetapi hasilnya secara fungsional memperlihatkan kepuasan. Penanganan operasi termasuk stabilisasi dan graft tambahan pada tulang memberikan hasil yang memuaskan serta fiksasi dengan plate dan peralatan intermedullary. Tipe II menggerakkan fraktur secara kontinu akan memacu pembentukan sendi yang .

bisa menyebabkan timbulnya trombosis dan pseudoaneurisma pada arteri axillaris dan vena subclavian kemudian bisa menyebabkan timbulnya cerebral emboli.palsu ( pseudoatrosis ) yang disertai jaringan synovia yang menyerupai kapsul kavitas synovia dan cairan synovia. Kerusakan nervus supraclavicula menyebabkan timbulnya nyeri dinding dada.  Kekakuan bahu. Jari juga akan kaku dan memerlukan waktu berbulan –bulan untuk memperoleh kemabali gearakan  Refraktur.2. fraktur berulang pada Clavicula yang mengalami fraktur sebelumnya. diakibatkan oleh karena robeknya lapisan pleura sehingga masuk udara pada ruang potensial antara pleura viseral dan parietal. jika penanganan baik maka komplikasi dapat diminimalisir. sementara pada orang dewasa prognosis tergantung dari penanganan. F.18 . bagaimana penanganan yang tepat dan usia penderita.  Komplikasi neurovaskular. Fraktur Clavicula disertai multiple trauma memberi prognosis yang lebih buruk daripada pognosis fraktur Clavicula murni. Prognosis Prognosis jangka pendek dan panjang sedikit banyak bergantung pada berat ringannya trauma yang dialami.  Pneumothoraks biasa didapatkan pada pasien dengan fraktur clavicula terutama yang mengalami multiple traumatik. Pada anak prognosis sangat baik karena proses penyembuhan sangat cepat. yang sering terjadi akibat rasa takut menggerakkan tangan.