You are on page 1of 40

Pengertian Iman Kepada Allah SWT

Iman menurut bahasa artinya percaya atau yakin terhadap sesuatu. Iman menurut
istilah adalah pengakuan di dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dikerjakan
dengan anggota badan , Rasullah SAW berkata : Iman adalah pengakuan
dengan hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota
badan.(HR Thabrani)

Iman kepada Allah merupakan suatu keyakinan yang sangat mendasar. Tanpa
adanya iman kepada Allah SWT, seorang tidak akan beriman kepada yang lain,
seperti beriman kepada malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul Allah dan hari kiamat
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
dan kepada kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab Allah yang
diturunkan sebelumnya, Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab-Nya,Rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian maka sesungguhnya
orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS.An Nisa : 136)

Sifat-Sifat Allah SWT

Allah SWT memiliki sifat wajib, mustahil dan jaiz sebagai sifat kesempurnaan bagiNya. Sebagai muslim yang beriman, wajib mengetahui sifat-sifat tersebut

1. Sifat wajib, artinya sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah SWT . sifat wajib
Allah berjumlah 13.
2. Sifat mustahil, artinya sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada pada Allah
SWT. Sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat wajib. Jumlahnyapun sama
dengan jumlah sifat wajib bagi Allah SWT.

3. Sifat jaiz, artinya sifat yang mungkin bagi Allah SWT untuk berbuat sesuatu
atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Artinya Allah berbuat
sesuatu tidak ada yang menyuruh dan tidak ada yang melarang. Sifat jaiz bagi
Allah hanya satu, yaitu Filu kulli mumkinin au tarkuhu.

Sifat-Sifat Allah SWT


No
1.
2.
3.
4.

Sifat wajib dan mustahil bagi Allah SWt adalah


sebagai berikut

5.

Sifat Wajib
Wujud
Qidam
Baqa
Mukhalafatu
lilhawadisi
Qiyamuhu binafsihi

Artinya
Sifat Mustahil
Ada
Adam
Terdahulu
Hudus
Kekal
Fana
Berbeda dengan baru Mumasalatu lil
(mahluk)
hawadisi
Berdiri dengan zat-Nya Ihtiyajuhu
sendiri
lighairihi

Artinya
Tidak ada
Baru
Rusak
Sama dengan
mahluk-Nya
Membutuhkan
pertolongan
orang lain

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Wahdaniyat
Qudrat
Iradat
Ilmu
Hayat
Sama
Basar
Kalam

Esa
Kuasa
Berkehendak
Mengetahui
Hidup
Mendengar
Melihat
Berfirman

Berbilang
Lemah
Terpaksa
Bodoh
Mati
Tuli
Buta
Bisu

Taadud
Ajzu
Karahah
Jahlun
Mautun
Summu
Umyum
Bukmum

Sifat-Sifat Allah SWT

Adapun sifat wajib yang menunjukkan


makna Maha adalah sebagai berkut.

No Sifat Maknawiyah Artinya

Sifat Mustahil Artinya

1.

Qadiran

Maha Kuasa

Ajzun

Yang Maha Lemah

2.

Muridan

Maha
Berkehendak

Mukrahan

Yang maha
terpaksa

3.

Aliman

Maha Mengetahui Jahilun

Yang maha bodoh

4.

Hayyan

Maha Hidup

Yang mati

5.

Samian

Maha Mendengar Ashamma

Yang maha tuli

6.

Basiran

Maha Melihat

Ama

Yang maha buta

7.

Mutakaliman

Maha Berfirman

Abkama

Yang maha bisu

Mayyitun

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

1. Wujud

Wujud berarti ada. Adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau
menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri. Adapun sifat mustahil-Nya
adalah adam yang berarti tidak ada
Kepercayaan ada dan tidak adanya Allah SWT bergantung pada manusia itu sendiri
yang bisa menggunakan akal sehatnya, sebagai bukti dengan adanya alam beserta
isinya. Jika kita perhatikan, maka dari mana alam semesta itu berasal? Siapakah
Dia Yang Maha Kuasa dan Maha Agung itu? Dialah Allah SWT yang Maha Suci dan
Maha Tinggi. Dialah yg mengadakan segala sesuatu di alam ini, termasuk diri kita.

Dan dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran,


penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Da Dialah yang
menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nyalah
kamu akan dihimpun. Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dialah
yang mengatur pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak berfikir?
(QS.Al Muminun :78-80)

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

Qidam berarti terdahulu. Allah SWT mempunyai sifat terdahulu karena tidak ada
yang mendahului. Sifat mustahil-Nya adalah Hudus yang artinya baru.
Allah SWT tidak berpermulaan sebab sesuatu yang berpermulaan itu adalah baru
dan sesuatu yang baru itu namanya mahluk (yang diciptakan). Allah SWT bukan
mahluk melainkan Khalik (Maha Pencipta). Oleh karena itu Allah SWT wajib bersifat
qidam
Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin*1452+; dan dia
Maha mengetahui segala sesuatu.(QS.Al-Hadiid:3)

Adanya Allah itu pasti lebih awal daripada mahluk ciptaan-Nya. Seandainya
keberadaan Allah didahului oleh mahluk-Nya, maka semua ciptaan Allah ini akan
hancur berantakan. Hal ini tentu mustahil bagi Allah karena Allah Maha pencipta,
tidak mungkin ciptaannya lebih dahulu dari pada yang menciptakan

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

Baqa berarti kekal. Kekalnya Allah SWT tidak berkesudahan atau penghabisan.
Sifat mustahilnya adalah fana artinya rusak atau binasa. Semua mahluk yang ada
di alam semesta seperti manusia, binatang, tumbuhan, planet dan bintang akan
rusak atau binasa sehingga disebut baru sebab ada awal dan ada akhirnya
Manusia betapapun gagah perkasa dirinya, wajah elok nan rupawan, suatu saat
akan menjadi tua dan mati. Demikian halnya dengan tumbuhan yang semula
tumbuh subur maka lama kelamaan akan layu dan mati. Sungguh betapa hina dan
lemahnya kita berbangga diri di hadapan Allah SWT. Betapa tidak patutnya kita
berbangga diri dengan kehebatan yang kita miliki karena segala kehebatan itu
hanyalah bersifat sementara. Hanya Allah SWT Sang Pencipta yang bersifat kekal

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang
mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS.Ar Rahman :26-27)

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

4. Mukhalafatu lil
Hawadisi

Mukhalafatu lil Hawadisi berarti berbeda dengan semua yang baru (mahluk). Sifat
mustahilnya adalah mumasalatu lil hawadisi artinya serupa dengan semua yang
baru(mahluk).
Sifat ini menunjukkan bahwa Allah SWT berbeda dengan hasil ciptaan-Nya. Coba
kita perhatikan tukang jahit hasil baju yang dijahit sendiri tidak mungkin sama
dengan baju yang dibuat orang lain. Begitu juga dengan tukang pembuat sepatu
tidak mungkin sama dengan sepatu yang dibuatnya, bahkan robot yang paling
canggih dan mirip manusia sekalipun tidak akan sama dengan manusia yang
membuatnya.
Tidak sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah yang Maha Mendengar lagi
Maha Melihat.(QS Asyura: 11)
Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia(Allah).(QS Al Ikhlas :4)

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

5. Qiyamuhu
Binafsihi

Qiyamuhu Binafsihi berarti Allah SWT itu berdiri dengan zat sendiri tanpa
membutuhkan bantuan yang lain. Maksudnya, keberadaan Allah SWT itu ada
dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan. Contohnya, Allah
SWT menciptakan alam semesta ini karena kehendak sendiri tanpa minta
pertolongan siapapun
Sifat mustahilnya adalah ihtiyaju lighairihi, artinya membutuhkan bantuan yang
lain. Berbeda sekali dengan manusia, manusia hidup di dunia ini tidak bisa hidup
sendiri-sendiri. Mereka pasti saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya
karena mereka mahluk (yang diciptakan), sedangkan Allah SWT adalah Maha
Pencipta
Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri
sendiri. (QS Ali Imran:2)
Sadarlah ternyata kita ini mahluk yang sangat lemah karena tidak mampu hidup
tanpa bantuan orang lain. Akan tetapi, sebagai manusia kita juga harus memiliki
sifat mandiri supaya tidak bergantung pada orang lain.

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

6. . Wahdaniyah

Wahdaniyah berarti esa atau tunggal. Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa.,
baik esa zat-Nya, sifat-Nya, maupun perbuata-Nya.
Esa zat-Nya maksudnya zat Allah SWT itu bukanlah hasil dari penjumlahan dan
perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain mkenjadi satu.
Berbeda dengan mahluk, mahluk diciptakan dari berbagai unsur, seperti wujudnya
manusia, ada tulang, daging, kulit dan seterusnya
Esa sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama
dengan sifat-sifat pada mahluk-Nya, seperti marah, malas dan sombong.
Esa perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh
perbuatan mahluk apapun dan tanpa membutuhkan proses atau tenggang waktu.
Allah SWT berbuat karena kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang menyuruh dan
melarang

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

6. . Wahdaniyah

Sifat mustahil-Nya adalah taadud artinya berbilang atau lebih dari satu. Allah SWT
mustahil (tidak mungkin) lebih dari satu. Seandainya lebih dari satu pasti terjadi
saling bersaing dalam menentukan segala sesuatunya, kalau terjadi demikian pasti
alam semesta tidak akan terwujud.
:Katakanlah (Muhammad ). Dialah Tuhan Yang Maha Esa . Allah adalah Tuhan
yang bergantung kepada_Nya segala sesuatu . dia tidak beranak dan tidak
diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dg Dia. (QS Al Ikhlas :1-4)

Meyakini ke-Esa-an Allah SWT merupakan hal yang paling prinsip. Seseorang
dianggap muslim atau tidak , bergantung pada pengakuan tentang ke-Esa-an Allah
SWT. Hal ini dapat dibuktikan dengan cara bersaksi terhadap Allah SWT, yaiut
dengan membaca syahadat tauhid yang berbunyi : Aku bersaksi tiada Tuhan selain
Allah.

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

7. Qudrat

Qudrat berarti kuasa. Kekuasaan Allah SWT, atas segala sesuatu itu mutlak, tidak
ada batasnya dan tidak ada yang membatasi, baik terhadap zat-Nya sendiri
maupun terhadap makhluk-Nya. Berbeda dengan kekuasaan manusia ada batasnya
dan ada yang membatasi. Contohnya, kekuasaan Presiden RI, dibatasi oleh undangundang dan batas kekuasaannya hanya untuk negara Indonesia.
Sifat mustahilnya adalah ajzu, artinya lemah. Allah SWT tidak mungkin bersifat
lemah. Bagi Allah SWT, jika sudah berkehendak melakukan atau melakukan
sesuatu, maka tidak ada satu pun yang dapat menghalangin-Nya. Dengan
demikian, Allah SWT tetap bersifat kudrat (kuasa) dan mustahil bersifat ajzu
(lemah).

Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. (QS.Al Baqarah:20)


Sungguh idak patut manusia bersifat sombong dengan kekuasaan yang kita miliki
karena sebesar apapun Allah SWT. Pasti lebih kuasa. Oleh karena itu, kita sebagai
hamba Allah yang hidup di muka bumi harus berkarya, berkreasi, dan berinovasi

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

8. Iradat

Iradat berarti berkehendak. Allah SWT menciptakan alam beserta isinya atas
kehendak-Nya sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak lain atau campur tangan dari
siapa pun Apapun yang Allah SWT kehendakin pasti terjadi, begitu juga setiap
setiap Allah SWT tidak kehendaki pasti tidak terjadi

Berbeda dengan kehendak atau kemauan manusia, tidak sedikit manusia


mempunyai keinginan, tetapi keinginan itu kandas di tengah jalan. Apabila manusia
berkeinginan tanpa disertai dengan kehendak Allah SWT. Pasti keinginan itu tidak
terwujud. Hal ini menunjukan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan
Allah SWT memiliki kehendak yang tidak terbatas
Adapun sifat mustahilnya adalah karahah, artinya terpaksa. Jika Allah SWT bersifat
karahah (terpaksa) pasti alam jagat raya yang kita tempai ini tidak terwujud sebab
karahah itu adalah sifat kekurangan, sedangkan Allah SWT, wajib bersifat
kesempurnaan. Dengan demikian, Allah SWT. Wajib bersifat iradah (berkehendak)
mustahil bersifat karahah (terpaksa). Untuk menguatkan keyakinan kita, Allah SWT
berfirman :Sesungguhnya perintah-Nya apabila dia menghendaki sesuatu
hanyalah berkata kepadanya:Jadilahmaka terjadilah. (QS. Yasin : 82)

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

9. Ilmu

Ilmu berarti mengetahui. Sifat mustahilnya adalah Jahlun yang artinya bodoh.
Allah SWT memiliki pengetahuan atau kepandaian yang sangat sempurna, artinya
ilmu Allah SWT itu tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah SWT mengetahui
segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang tampak maupun yang gaib.
Bahkan, apa yang dirahasiakan didalam hati manusia sekali pun. Bukti
kesempurnaan ilmu Allah SWT, ibarat air laut menjadi tinta untuk menulis kalimatkalimat Allah SWT, tidak akan habis kalimat-kalimat tersebut meskipun
mendatangkan tambahan air yang banyak seperti semula
Allah SWT mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi dan
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS Al Hujurat:16).
Oleh karena itu, sebagai hamba Allah SWT, seharusnya terdorong untuk terus
menimba ilmu. Kita sadar bahwa sebanyak apapun ilmu yang telah kita ketahui,
masih lebih banyak lagi ilmu yang belum kita ketahui.

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

10. Hayat

Hayat berarti hidup. Hidupnya Allah tidak ada yang menhidupkannya melainkan
hidup dengan zat-Nya sendiri karena Allah Maha Sempurna, berbeda dengan
makhluk yang diciptakan-Nya.
Sifat mustahilnya adalah mautun yang artinya mati. Contohnya, manusia ada yang
menghidupkan. Selain itu, mereka juga mmebutuhkan makanan, minuman,
istirahat, tidur, dan sebagainya. Akan tetapi, hidupnya Allah SWT tidak
membutuhkan semua itu. Allah SWT hidup selama-lamanya, tidak mengalami
kematian bahkan mengantuk pun tidak

:Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus
mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. (QS Al Baqarah: 255)
Allah SWT selalu mengurus dan mengawasi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Oleh
karena itu, hendaknya kita selalu berhati-hati dalam segala tindakan karena gerak
gerik kita akan di awasi dicatat Allah SWT. Kelak di akhirat seluruh amalan tersebut
akan kita pertanggungjawabkan.

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

11. Sama

Sama berarti mendengar . Allah SWT mendengar setiap suara yang ada di alam
semesta ini. Yidak ada suara yang terlepas dari pendengaran Allah SWT walaupun
suara itu lemah dan pelan., seperti suara bisikan hati dan jiwa manusia.
Pendengaran Allah SWT berbeda dengan pendengaran mahluk Nya karena tidak
terhalang oleh suatu apapun, sedangkan pendengaran mahluk-Nya dibatasi ruang
dan waktu
Sifat mustahilnya adalah summun artinya tuli (tidak mendengar). Allah SWT
mustahil bersifat tuli (tidak mendengar) sebab sekiranya Allah SWT tidak
mendengar pasti segala permohonan dan pernyataa syukur hamba-Nya tidak akan
diterima-Nya. Selain itu penghiaan orang kafir, orang musrik, orang munafiq, dan
lain sebagainya tidak dihiraukan-Nya. Oleh karena itu Allah SWT tetap bersifat
sama mustahil bersifat summun . Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surah Al
Maidah berikut.
:Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS Al Maidah :76)
Sebagai seorang muslim seharusnya kita senantiasa bertingkah laku, bersikap, dan
berbicara dengan bahasa yang santun dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang baik
lagi bermanfaat. Karena Allah SWT pasti mendengar segala perkataan m,anusia,
baik terucap maupun di dalam hati.

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

12. Basar

Basar berarti melihat. Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta
ini . penglihatan Allah bersifat mutlak, artinya tidak dibatasi oleh jarak( jauh atau
dekat) dan tidak dapat dihalangi oleh dinding (tipis atau tebal). Segala sesuatu yang
ada di alam semesta ini, kecil maupun besar, tampak atau tidak tampak, pasti
semuanya terlihat oleh Allah SWT.
Sifat mustahil-Nya adalah umyun, artinya buta. Allah SWT wajib bersifat
kesempurnaan. Seandainya Allah SWT itu buta pasti alam semesta ini tidak akan
ada karena Allah SWT tidak dapat melihat apa yang diciptakan-Nya.

Dan Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(al-Baqarah: 265)


Dengan memahami sifat besar Allah SWT hendaknya kita selalu berhati-hati dalam
berbuat. Mungkin kita bisa berbohong kepada manusia, seperti orang tua, guru,
atau teman. Akan tetapi kita tidak akan bisa berbohong kepada Allah SWT. Oleh
karena itu , berbuat baiklah supaya kita tidak perlu cemas jika kita harus
mempertanggung jawabkannya kelak di akhirat.

Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

13. Kalam

Kalam berarti berfirman atau berbicara. Allah SWT bersifat kalam artinya Allah
SWT berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya.
Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan manusia karena
Allah SWT tidak berorgan (panca indra), seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh
manusia. Allah SWT berbicara tanpa menggunkan alat bantu yang berbentuk
apapun sebab sifat kalam Allah SWT sangat sempurna. Sebagai bukti bahwa
adanya wahyu Allah SWT berupa al quran yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul
sebelum Nabi Muhammad SAW.
Sifat mustahi-Nya adalah bukmun, artinya bisu. Allah SWT mustahil bersifat bisu.
Seandainya Allah SWT bersifat bisu mana mungkin para utusan-Nya bisa mengerti
maksud wahyu yang diturunkan kepada tersebut, baik dalam bentuk perintah
maupun larangan , Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang
jelas.(QS AnNisa :164)

Oleh karena itu kita sebagai hamba Allah SWT hendaknya membiasakan diri
mengucapkan kalimat-kalimat tayyibah, artinya kata-kata yang mulia, seperti ketika
kita berbuat salah, maka segeralah membaca istighfar.

Hikmah Beriman Kepada Allah SWT

Meyakini kepada Allah SWT dengan sifat-sifat-Nya akan memberikan banyak


hikmah diantaranya :
1. Meyakini kebesaran Allah SWT
2. Meningkatkan rasa syukur
3. Selalu menjalankan perinyah-Nya.
4. Selalu berusaha menjauhi dan meninggalkan larangan-Nya.
5. Tidak takut menghadapi kematian

Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada kedua
orang tuanya, (terutama kepada ibunya), karena ibunyalah yang
mengandungnya dengan berbagai susah payah, dan menyapihnya dalam
(umur) dua tahun. Oleh karena itu hendaklah kamu bersyukur kepada Ku (hai
manusia) dan juga kepada Kedua orang tuamu. ( QS. Luqman 14 )

Bersandar kepada
panca indra
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata:"Hai Musa, kami tidak akan beriman
kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang", karena itu kamu
disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. (QS. 2:55)

Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah
kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang
lebih besar dari itu, mereka berkata:"Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan
nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka
menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata,
lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada
Musa keterangan yang nyata. (QS. 4:153)

Mereka tidak
beriman kepada
Allah dengan dalih
tidak bisa melihat
Allah.

Padahal banyak sesuatu yang tidak bisa mereka lihat tapi rnereka meyakini akan
keberadaannya, seperti: gaya gravitasi bumi, arus listrik, akal pikiran dsb

Kesombongan

Aku memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi


tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat
tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak berfirman kepadanya. Dan jika mereka melihat
jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tak mau menempuhnya. Yang
demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka
selalu lalai dari padanya. (QS. 7:146)

Lengah

Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang
mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). (QS. 21:1)

Tidak datang kepada mereka suatu ayat al-Qur'an pun yang baru (diturunkan)
dari Rabb mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermainmain, (QS. 21:2)
lagi)hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan
pembicaraan mereka: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua)
seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu
menyaksikannya" (QS. 21:3)

Bodoh

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara
kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta
itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta
benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.
(QS. 2:188)

Ragu-ragu

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa


sungguh jika datang kepada mereka datang sesuatu mu'jizat, pastilah mereka
beriman kepada-Nya. Katakanlah:"Sesungguhnya mu'jizat-mu'jizat itu hanya
berada di sisi Allah". Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa
apabila mu'jizat datang mereka tidak akan beriman. (QS. 6:109)
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti
mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur'an) pada permulaannya, dan
Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat. (QS. 6:110)

Taqlid

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan


Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang
kamu dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan
mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu
tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuki (QS. 5:104)

Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi


peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah
di negeri itu berata:"Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami
menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak
mereka". (QS. 43:23)

Keberadaan Allah
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang hidup
kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan
tidak tidur, Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada dapat
memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah,mengetahui apa-apa yang
di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui
apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah
meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara
keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. (al-Baqarah: 255)
Allahlah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah
Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa
atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi
segala sesuatu. (ath Thalaaq: 12)
Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya,
Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahakuasa. (al-Hajj: 74)

Keberadaan Allah

Akan tetapi, banyak orang yang tidak menerima keberadaan Allah swt. seperti
yang telah dijelaskan dalam ayat-ayat tersebut. Mereka tidak memahami
kekuasaan dan kebesaran-Nya yang abadi. Mereka memercayai kebohongan
bahwa merekalah yang mengatur diri mereka sendiri dan berpikir bahwa Allah
berada di suatu tempat yang jauh di alam semesta dan jarang mencampuri
perkara keduniaan.
Memahami kekuasaan Allah swt. dengan baik merupakan ikatan awal dalam
rantai keimanan. Sesungguhnya, seorang mukmin akan meninggalkan
pandangan masyarakat yang menyimpang tentang kekuasaan Allah swt. dan
menolak keyakinan sesat
Kaum muslimin memercayai Allah swt. sesuai dengan penjelasan Al-Qur`an.
Mereka melihat tanda-tanda keberadaan Allah pada dunia nyata dan alam gaib,
kemudian mulai memercayai keagungan seni dan kekuasaan Allah

Taqwa kepada Allah Sesuai Kesanggupan


Bertaqwa kepada Allah adalah awal dari segalanya. Semakin tebal ketaqwaan
seseorang kepada Allah, semakin tinggi kemampuannya merasakan kehadiran
Allah. Al-Qur`an memberikan contoh beberapa rasul yang dapat kita
bandingkan dengan diri kita sehingga paham bahwa kita dapat meningkatkan
ketaqwaan kita kepada Allah swt
Allah swt. menginginkan manusia agar bertaqwa dengan sebenar-benarnya.
Berbagai cara untuk menunjukkan penghormatan kepada Yang Mahakuasa
dapat dilakukan, sebagai contoh: berjalan di jalan Allah, melakukan perbuatan
baik, mengikuti contoh-contoh yang diberikan para rasul, menaati serta
memperhatikan ajaran-ajaran Allah, dan sebagainya.
Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan
dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan
barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orangorang yang beruntung. (at-Taghaabun: 16)
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya
taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam
keadaan beragama Islam.(Ali Imran: 102)

Iman kepada Allah

Karena Allah adalah pembuat keputusan, setiap kejadian merupakan anugerah


bagi makhluk- Nya: segala sesuatu telah direncanakan untuk kebaikan agama
dan untuk kehidupan orang yang beriman di akhirat kelak. Kaum mukminin
dapat merujuk pada pengalaman mereka untuk melihat bahwa ada sesuatu
yang bermanfaat bagi diri mereka pada akhir sebuah kejadian. Untuk alasan
tersebut, kita harus selalu memercayai Allah.
Seorang mukmin harus bersikap sebagaimana yang Allah inginkan: memenuhi
tanggung jawabnya kemudian berserah diri pada Allah dengan hasilnya
Katakanlah, Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah
ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada
Allah orangorang yang beriman harus bertawakal. (at-Taubah: 51)

Iman kepada Allah


... Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangkasangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan
mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan urusan
(yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya, Allah telah mengadakan ketentuan
bagi tiap-tiap sesuatu. (ath-Thalaaq: 2-3)
Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan
kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka
siapakah gerangan yang dapatmenolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu?
Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakal. (Ali
Imran: 160)
Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah, padahal Dia telah
menunjukkanjalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar
terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya
kepada Allah saja orang-orang bertawakal itu berserah diri. (Ibrahim: 12)

Penyesalan dan Memohon Ampun

Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan


ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi
Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka
apabila telah tiba waktu (yg ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat
mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan nya.
(an-Nahl: 61)
Dengan menangguhkan hukuman, Dia memberi waktu kepada orang yang
berbuat salah untuk memohon ampun dan bertobat. Tidak peduli betapa besar
dosa yang ia lakukan, ia selalu mendapat kesempatan untuk dimaafkan jika
bertobat dan berbuat kebaikan
Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya
dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar2nya. (al-Furqaan: 71)

Penyesalan dan Memohon Ampun


Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang
kepadamu, maka katakanlah, Salaamun alaikum. Tuhanmu telah
menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang
berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertobat
setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al-Anaam: 54)
Terkadang seseorang bisa saja melakukan dosa yang sama karena bujukan
nafsunya, bahkan setelah bertobat. Akan tetapi, hal ini bukanlah alasan baginya
untuk tidak bertobat. Dia bisa bertobat karena kesalahan2 sepanjang hidupnya.
Harus diingat pula bahwa tobat seseorang tidak akan diterima ketika kematian
telah datang menjemput dan ia mulai melihat nasibnya di hari kemudian.

Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang2 yg mengerjakan kejahatan
(yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka,
(barulah) ia mengatakan, Sesungguhnya, saya bertobat sekarang. Dan tidak
(pula diterima tobat) orang2 yg mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi
orang2 itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (an-Nisaa`: 18)

Berdoa
Berdoa merupakan cara berdialog dengan Allah; juga merupakan ciri utama
yang membedakan orang yang beriman dari orang musyrik. Berdoa bisa
dijadikan sebagai alat ukur keimanan seseorang kepada Tuhannya
Katakanlah (kepada orang-orang musyrik), Tuhanku tidak mengindahkan
kamu, melainkan kalau ada ibadahmu.... (al-Furqaan: 77)
Kebanyakan orang berpikir bahwa tidak ada yang mengatur alam semesta ini
dan segala sesuatu berinteraksi dengan sendirinya. Akan tetapi, mereka tidak
mengetahui bahwa segala sesuatu di langit dan di bumi tunduk kepada-Nya,
tidak ada makhluk yg takdirnya tidak diatur oleh Allah dan tidak patuh kepadaNya. Bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah)
mengatakan kepadanya, Jadilah, lalu jadilah ia. (al-Baqarah: 117)
Orang musyrik tidak memahami kenyataan penting ini dan mereka
menghabiskan seluruhhidupnya untuk menggunakan alam ini dalam mengejar
impian semu

Berdoa
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka
(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan
orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka
itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku,
agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (al- Baqarah: 186)

Akan tetapi, haruslah dipahami bahwa Allah tidak harus mengabulkan semua
yang diinginkan dari-Nya. Bagi orang-orang yang jahil, Dan manusia mendo`a
untuk kejahatan sebagaimana ia mendo`a untuk kebaikan. Dan adalah
manusia bersifat tergesa-gesa. (al-Israa`: 11) Dengan demikian, Allah
menjawab semua doa kita, namun terkadang mengabulkan, terkadang tidak
bila ternyata akan menimbulkan keburukan yang nyata.
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut...
berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan
(akan dikabulkan). Sesungguhnya, rahmat Allah amat dekat kepada orangorang yang berbuat baik. (al-Araaf: 55-56)

Berdoa