You are on page 1of 153

BLUE PRINT

Keluarga Mahasiswa Islam


Institut Teknologi Bandung

GAMAIS ITB
2007-2013
27 Desember 2007
Bismillah ar rahman ar rahiim
Sebuah perencanaan selalu bermula dari sebuah perencanaan, sebuah perencanaan tidak akan bisa
berjalan tanpa sebuah wawasan yang matang. GAMAIS ITB sebagai sebuah lembaga dakwah saat ini
mengalamai sebuah fase di persimpangan jalan. Apakah GAMAIS akan sebagai sebuah lembaga syiar
Islam dengan pola ekspansi dakwah yang tak berujung ataukah GAMAIS sebagai lembaga kaderisasi
bagi kadernya.
Pergerakan dakwah ini membutuhkan dinamisasi yang ber-marhalah. Akan tetapi di sisi lain,
tuntutan umat mengalami fluktuasi yang sangat progresif. Dakwah kampus mempunyai sebuah
tanggung jawab untuk mengayomi dan memfasilitasi kebutuhan umat, atau lebih tepatnya
mendakwahi umat adalah kewajiban seorang da’i.
Dakwah harus progresif, syiar Islam harus dinamis, kekuatan jaringan untuk musyarokah menjadi
tuntutan dan keberlimpahan dana adalah keharusan. Serta, kaderisasi yang kokoh, kuat dan
berkelanjutan adalah sebuah keniscayaan yang harus dimiliki.
Perjalanan dakwah kampus ITB yang sudah berusia lebih dari dua dekade, akan memasuki sebuah
fase baru dalam pergerakannya. Perubahan fungsi serta pemekaran lembaga menjadi sebuah
tantangan tersendiri. Perubahan ini akan sangat mempengaruhi paradigma yang ada dan tertanam
sejak lama.
Inilah saat nya... saatnya dakwah kampus berbenah... saat ini atau tidak sama sekali
Inilah saat nya... sebuah generasi akan menggantikan generasi sebelumnya....
Jika memang janji Allah itu adalah sebuah kepastian, Jika Allah berjanji akan menurunkan
kemenangan pada Islam di Kampus ini. Maka, yakinlah, pastikanlah, bahwa Allah akan
menurunkannya di zaman kita....
Pilihan itu ada di tangan generasi emas ini.. menggantikan atau digantikan ... maka nikmat Allah
mana lagi yang akan kita dustakan ?
Blue print GAMAIS 2007-2013 j. Fungsi Sekretariat bagi GAMAIS
Content k. Makna “Keluarga” bagi GAMAIS
Bab I : Mukaddimah l. Follow Up Syiar dengan kaderisasi
m. Antara pusat dan wilayah
a. Dustur Ilahi n. Levelisasi LDF dan LDPS dalam kaderisasi
b. Sepenggal Nasihat untuk Aktifis Dakwah
c. Sekapur Sirih Bab V : Syiar dan pelayanan kampus
d. Latar Belakang
a. Visi Sektor SPK
e. Tujuan
b. Misi Sektor SPK
Bab II : Tentang GAMAIS c. Target dan Parameter Keberhasilan
d. Pandangan GAMAIS terhadap Himpunan
a. Sejarah Dakwah Kampus ITB
e. Pandangan GAMAIS terhadap UKM
b. Sejarah GAMAIS ITB
f. Posisi SPK dalam Dakwah kampus
c. Sejarah Kepala GAMAIS g. Klasifikasi objek dakwah
d. Pandangan GAMAIS terhadap Islam h. Standarisasi Publikasi
e. Pandangan GAMAIS terhadap dakwah Islam i. Perangkat perangkat Syiar
f. Profil GAMAIS sebagai lembaga dakwah kampus j. Manajemen dan Tahapan kepanitiaan
g. Profil Kader GAMAIS
k. Antara pusat dan wilayah
h. Logo GAMAIS
l. Levelisasi LDF dan LDPS dalam SPK
Bab III : Dakwah GAMAIS Bab VI : kesekretariatan
a. GAMAIS goals 2017
a. Administrasi
b. GAMAIS goals 2027 b. Surat Masuk
c. Visi GAMAIS c. Surat keluar
d. Misi GAMAIS d. Klasifikasi Surat
e. Jargon GAMAIS
e. Coding surat
f. Posisi GAMAIS
f. Dokumentasi data
g. Peran GAMAIS g. Prosedur pembuatan Proposal
h. Fungsi GAMAIS
h. Laporan pertanggungjawaban
i. Struktur dan pembagian tugas ( MS, DS ,DP, BPH,) i. Laporan kegiatan
j. Manajemen Syuro j. Prosedur pembuatan proker
k. Mekanisme Iqob k. Notulensi dalam rapat
l. Antara pusat dan wilayah
l. Bundel SOP
Bab IV : internal Bab VII : Keuangan
a. Visi sektor internal
a. Visi Sektor Keuangan
b. Misi Sektor Internal b. Misi Sketor Keuangan
c. Target dan parameter keberhasilan
c. Target dan Parameter Keberhasilan
d. Posisi kaderisasi dalam dakwah GAMAIS d. Posisi keuangan dalam dakwah kampus
e. Grand design Kaderisasi e. Pandangan GAMAIS terhadap dana dakwah
f. Muwashofat kader GAMAIS
f. Business Plan jangka Panjang
g. Posisi Mentoring dalam dakwah GAMAIS
g. Antara pusat dan wilayah
h. Grand design mentoring h. Levelisasi LDF dan LDPS dalam Keuangan
i. Pandangan GAMAIS terhadap Urgensi Mentoring
i. Sistem Kerja Sektor Keuangan
j. Alur Distribusi keuangan f. Pandangan An nisaa terhadap Muslimah di ITB
k. Peningkatan Keuangan g. An nisaa sebagai sektor kaderisasi muslimah
l. Peminjaman dana h. An nisaa sebagai sektor syiar muslimah
m. Flow Chart Penyusunan Anggaran GAMAIS i. Pandangan An nisaa terhadap urgensi berhijab
n. Flow Chart Penyusunan Anggaran Dept/ BSO j. Antara pusat dan wilayah
o. Flow Chart Penyusunan Anggaran LDF dan LDPS k. Levelisasi LDF dan LDPS dalam An nisaa
p. Prosedur Pengeluaran dana

Bab VIII : Akademik dan Profesi Bab XI : penutup

a. Visi Sektor Akpro a. Sebuah ikrar


b. Misi Sektor Akpro b. Sebuah nasehat
c. Target dan Parameter keberhasilan c. Sebuah harapan
d. Posisi Akpro dalam dakwah kampus d. Sebuah taujih qur’ani
e. Peran Akpro untuk kader e. Untukmu kader dakwah
f. Peran Akpro untuk syiar f. Karena kita keluarga
g. Peran Akpro dalam membangun keprofesian
h. Grand design Akpro
i. Profil Kader GAMAIS berbasis akpro
j. Antara pusat dan wilayah
k. Levelisasi LDF dan LDPS dalam Akpro

Bab IX : jaringan

a. Visi sektor Jaringan


b. Misi Sketor Jaringan
c. Targer dan parameter keberhasilan
d. Antara GAMAIS dan FSLDK
e. Antara GAMAIS dan IA GAMAIS
f. Antara GAMAIS dan pemerintah
g. GAMAIS go international
h. Posisi Jaringan dalam Dakwah Kampus
i. GAMAIS dan Isu lokal
j. GAMAIS dan isu nasional
k. GAMAIS dan isu internasional
l. Peran musyarokah dalam dakwah
m. Antara pusat dan wilayah
n. Levelisasi LDF dan LDPS dalam jaringan

Bab X : an nisaa

a. Visi sektor An nisaa


b. Misi Sektor An nisaa
c. Target dan Parameter keberhasilan
d. Posisi An nisaa dalam Dakwah
e. Keutamaan dan kekhas-an muslimah dalam dakwah
Bab I
Mukadimah
Dustur Ilahi
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka
kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun
mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras
terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang
yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan
Allah Maha Luas , lagi Maha Mengetahui.
[ al maidah 54 ]

Sepenggal Nasihat Untuk Aktivis Dakwah


‫إن اﻟﺤﻤﺪﷲ ﻧﺤﻤﺪه وﻧﺴﺘﻌﯿﻨﮫ وﻧﺴﺘﻐﻔﺮه وﻧﻌﻮذﺑﺎﷲ ﻣﻦ ﺷﺮورأﻧﻔﺴﻨﺎوﻣﻦ ﺳﯿﺌﺎت‬
‫وأﺷﮭﺪأن ﻻإﻟﮫ إﻻاﷲ وﺣﺪه‬..‫إﻧﮫ ﻣﻦ ﯾﮭﺪه اﷲ ﻓﻼ ﻣﻀﻞ ﻟﮫ وﻣﻦ ﯾﻀﻠﻞ ﻓﻼ ھﺎدي ﻟﮫ‬..‫أﻋﻤﺎﻟﻨﺎ‬
‫ﻻ ﺷﺮ ﯾﻚ ﻟﮫ وأﺷﮭﺪ أن ﻣﺤﻤﺪا ﻋﺒﺪه و رﺳﻮﻟﮫ‬
Alhamdilillah, segala puji hanya bagi Alloh. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi
Muhammad beserta ahlul bait, para sahabat, generasi tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan pengikut setia
beliau hingga akhir zaman. Amma ba’du...

Ikhwah fillah, para aktivis da’wah. Ketahuilah, ketika engkau memilih jalan da’wah, jalan yang mulia,
jalan yang ditempuh para Rasul ini, maka sesungguhnya engkau adalah orang yang dipilih oleh Alloh
untuk menjadi salah satu pejuang agama-Nya. Maka jika kalian disibukkan hingga kalian merasa lelah
dalam menapaki jalan da’wah ini, jangan khawatir wahai saudaraku, pengorbanan kalian tidak akan
pernah disia-siakan Alloh jika kalian ikhlas menjalaninya. Lihatlah Rasulullah dan para sahabatnya
juga berkorban yang bisa jadi pengorbanan kita belumlah ada apa-apanya di bandingkan dengan
pengorbanan mereka. Mereka harus berkorban waktu, harta, bahkan nyawa. Coba kita lihat
pengorbanan kita, sudahkah kita menjadikan setiap waktu kita untuk berda’wah? Sudahkah kita rela
untuk menginfakkan sebagian atau bahkan seluruh harta kita untuk berda’wah di jalan-Nya?
Sudahkah pengorbanan kita sampai berperang mempertaruhkan nyawa untuk menegakkan kalimat-
Nya?.Alloh Subhanahu Wata’alaa berfirman:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang
yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS. Ali-Imran: 142)

Sungguh, jika kita memang benar-benar beriman kepada Alloh, maka wajar kita ketika mendengar
ayat Alloh itu tidak ada kata lain selain kita harus bersungguh-sungguh (jihad) dalam setiap amal
da’wah kita. Maka wajar, Rasulullah dan para sahabatnya rela harus mengalami ujian yang berat
dalam setiap langkah perjuangan mereka. Mereka merasakan surga berada di depan matanya.
Mereka merasakan ketika mereka menginjakkan kaki di surga, saat itu pula kelelahan yang pernah
mereka rasakan, suka duka yang dulu pernah mereka alami di jalan Alloh sirna seketika. Saat itu
ketika ditanyakan kepada mereka,” Apakah anda pernah merasakan penderitaan sebelum ini?”,
maka mereka akan menjawab (setelah dimasukkan kedalam surga-Nya),” Demi Alloh, kami tidak
pernah merasakan penderitaan sebelum ini”. Kelelahan dan penderitaan mereka tidak ada lagi,
sebab segalanya telah berubah menjadi kegembiraan, kebahagiaan, dan kenikmatan. Mereka
mendapat pahala dari Alloh, kemudian Alloh Ta’ala menambah dan menyempurnakan karunia-Nya
kepada mereka, sesuai dengan kemuliaan dan kedermawanan-Nya. Saat itu, mereka berharap
seandainya mereka dulu (ketika di dunia) mencurahkan tenaga dan lelah lebih banyak lagi di jalan
agama mereka. Mereka pasti akan berharap seandainya di dunia dulu mereka tidak tidur lebih lama
demi agama, bepergian lebih lama, dan berkorban lebih banyak di jalan Alloh. Tidak hanya itu,
mereka berharap menjadi syuhada, yaitu dikembalikan ke dunia untuk mati syahid di jalan-Nya,
hidup lagi, syahid lagi, hidup lagi, kemudian syahid lagi, dan demikian seterusnya, karena mereka
melihat kemuliaan dan bagaimana Alloh Ta’ala memuliakan para syuhada. Alloh Subhanahu
Wata’alaa berfirman:

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur
dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan
orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat.
Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan
orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa
derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (QS. An-Nisaa: 95-96)

Ikhwah fillah, taukah kalian, musuh-musuh Islam melakukan kaderisasi untuk mencetak misionaris
yang memperjuangkan agama mereka. Mereka mendirikan sekolah-sekolah teologi, mereka
menyusuri hutan dan rawa-rawa masuk ke daerah pedalaman untuk menyebarkan da’wah mereka.
Mereka juga melakukan syiar agama mereka melalui berbagai media dan kegiatan sosial. Mereka
melakukan itu juga atas dasar keyakinan akan balasan dari Tuhan mereka atas apa yang telah
mereka lakukan. Maka bagaimanakah dengan kalian, wahai saudaraku?
Ikhwah fillah,para aktivis da’wah, ketahuilah bahwa Islam kuat dan akan tegak hanya dengan orang-
orang bertekad baja dan universal, bukan dengan orang-orang yang banyak alasan untuk berbuat
dan beramal, dan juga bukan dari orang-orang yang pandai beretorika belaka. Bagaimana Islam akan
tegak tanpa tekad seperti Anas bin An-Nadhr Radhiyallahu Anhu? Ia berkata,”Jika Alloh
mengizinkanku memerangi orang-orang musyrik, Dia akan melihat apa yang akan aku kerjakan.”
Betul, ikhwah fillah, Anas bin Nadhr punya kesempatan hadir di perang Uhud. Di perang Uhud, ia
betempur habis-habisan hingga diketemukan delapan puluh lebih luka-luka saat ia syahid. Bahkan
tubuhnya robek-robek hingga tak ada yang mengenali jenazahnya kecuali oleh saudara
perempuannya. Saudara perempuannya mengenalinya dari jari-jarinya. (Diriwayatkan Al-Bukhari,
Muslim,At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Ahmad). Wahai saudaraku, kita butuh tekad yang universal, yaitu
tekad mencari ilmu dan mengamalkannya. Tekad berda’wah dan berjihad. Tekad beriman, yakin,
sabar, dan ridha. Tekad melakukan amar ma’ruf nahi munkar dan menyatakan kebenaran. Tekad
memperbaiki diri sendiri dan memberi petunjuk pada manusia. Berkata Ibnu Al-Qayyim dalam
kitabnya,Thariqu Al-Hijratain wa Babu As-Sa’adatain,”Diantara manusia ada orang yang berjalan
menuju Alloh di setiap tempat dan sampai pada-Nya dari semua jalan. Ia jadikan aktivitas ibadahnya
sebagai poros hatinya dan fokus penglihatannya. Ia cari aktivitas ibadah itu dimana saja berada dan
berjalan bersamanya kemana saja aktivitas ibadah berjalan. Setiap kelompok diberi tanda khusus.
Dimana saja ibadah berada, orang itu anda lihat disitu. Jika ibadah berbentuk ilmu, Anda
mendapatinya bersama orang-orang berilmu. Jika ibadah berbentuk jihad, Anda menemukannya
bersama barisan para mujahidin. Jika ibadah berbentuk shalat, Anda mendapatinya bersama orang-
orang yang sholat dengan khusyuk. Jika ibadah dalam bentuk dzikir, Anda menemukannya bersama
orang-orang yang berdzikir. Jika ibadah berbentuk perbuatan baik, Anda akan menemuinya bersama
orang-orang yang berbuat baik. Jika ibadah berbentuk cinta, perasaan selalu diawasi oleh Alloh dan
taubat, maka Anda akan menemukannya bersama orang-orang yang cinta kepada Alloh dan
bertaubat kepada-Nya. Ia selalu beribadah dimana saja ibadah hendak pergi dan berjalan kepadanya
dimana saja ibadah berjalan. Jika ditanyakan kepadanya,’Amal perbuatan apa yang anda inginkan?’
Ia menjawab,’Aku ingin melaksanakan perintah-perintah Tuhanku, apapun bentuknya, dimana saja
tempatnya, membawa apa saja,menuntut apa saja,membuatku bersatu, atau membuatku tidak
bersatu. Aku ingin melaksanakan perintah-perintah Tuhanku, menunaikannya, merasa selalu
diawasi-Nya saat itu, menghadap kepada-Nya dengan ruh, hati, dan badan. Aku telah serahkan
barang kepada-Nya dan sekarang aku menunggu pembayaran dari-Nya.’Alloh berfirman:

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan
memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau
terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan
siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli
yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah: 111)

Ikhwah fillah, kuatkanlah tekad kalian, sempurnakanlah amal kalian. Dimana dan apapun yang kalian
lakukan jadikan sebagai sarana ibadah kepada-Nya. Jadilah ahlul ibadah, jadilah teknokrat yang
sholeh, jadilah entrepreneur yang jujur dan dipercaya, jadilah politikus yang amanah, jadilah
mahasiswa yang sholeh dan sholehah. Muliakan agama ini dengan kemuliaan akhlaqmu. Optimalkan
potensi kalian, wahai pejuang Islam. Jangan kau jadikan dirimu hanya sebagai “pengamat da’wah”
tetapi jadikanlah dirimu menjadi “praktisi da’wah”. Kalian tidak cukup hanya menghadiri halaqah,
pertemuan-pertemuan da’wah, seminar, membaca buku, dan buletin da’wah. Jika itu saja yang
kalian lakukan, kalian pasif dan tidak memberikan kontribusi. Kadang kalian teledor, tidak
menyiapkan diri dari berbagai aspek. Kadang, untuk membaca satu atau dua buku Islam saja, kalian
habiskan waktu satu tahun. Padahal untuk selevel kalian, buku-buku itu harus dibaca tidak lebih dari
satu pekan. Realita ini, wahai saudaraku, sungguh telah membuang sekian banyak potensi yang
semestinya telah kita gunakan di banyak medan amal Islami, da’wah, amar ma’ruf nahi munkar, dan
jihad. Orang-orang seperti itu hanya memberikan waktu sisanya untuk Islam, atau sedikit dari harta
dan tenaga. Mereka harus tahu bahwa Alloh hanya menerima pengorbanan yang terbaik,
sebagaimana Dia tidak menerima makanan jelek yang Anda sedekahkan, Dia juga tidak menerima
perbuatan buruk yang kalian pilih untuk diberikan kepada Islam. Alloh Ta’ala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-
baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih
yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau
mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah
Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Al-Baqarah:267).

Ikhwah fillah, ingatlah jika Alloh hanya menerima pengorbanan hamba-Nya yang terbaik saja, maka
janganlah kau kotori amal da’wah yang suci lagi baik ini dengan kemaksiatan. Saudaraku, janganlah
kalian sepelekan kemaksiatan. Kemaksiatan kecil jika terus kita tolelir akan berubah menjadi
kemaksiatan yang besar. Orang-orang yang mengemban risalah Islam harus lebih bertakwa kepada
Alloh Ta’ala, menjauhkan diri dari dosa-dosa kecil, syubhat, dan dosa-dosa besar. Saudaraku,
kemaksiatan yang kalian lakukan akan membuat manusia menolak da’wah kalian. Abu Ad-Darda
Radhiyallahu Anhu berkata “Jika seseorang bermaksiat kepada Alloh ketika sendirian,Alloh
membuatnya dibenci manusia, tanpa ia sadari.” Ibnu Al-Qayyim Rahimahullah meringkas efek-efek
maksiat di dalam kitabnya Al-Fawaid, dengan indah. Beliau berkata,”Diantara efek maksiat adalah
pelakunya tidak banyak mendapat petunjuk, pikirannya kacau, ia tidak melihat kebenaran dengan
jelas, hatinya rusak, daya ingatnya lemah, waktunya hilang sia-sia, dibenci manusia, hubungannya
dengan Alloh renggang, do’anya tidak dikabulkan, hatinya keras, keberkahan rizki dan umurnya
musnah, diharamkan mendapatkan ilmu,hina, dihinakan musuh, dadanya sesak, diuji dengan teman-
teman jahat yang merusak hati dan menyia-nyiakan waktu, cemas berkepanjangan, sumber
rezekinya seret, dan hatinya terguncang. Maksiat dan lalai membuat orang tidak bisa berdzikir
kepada Alloh, sebagaimana tanaman tumbuh karena air dan kebakaran terjadi karena api.” Oleh
karena itu, wahai saudaraku, para aktivis da’wah, jauhilah dosa dan maksiat yang disepelekan. Jika
kalian sering melakukan dosa dan kemaksiatan segera bertaubat kepada Alloh dan perbanyaklah
beristighfar.

Sekarang, kita membutuhkan kalian wahai aktivis da’wah terutama generasi muda, menolong Islam
dan umatnya. Kita memerlukan peran kalian seperti Abu Bakar saat memerangi orang murtad, peran
Khalid bin Al Walid saat perang Yarmuk, peran Sa’ad bin Abu Waqash di perang Qadisiyah, peran
Shalahudin Al Ayyubi di perang Hiththin, dan peran Sulaiman Al-Halbi saat menyerang Cliber. Kita
harus bisa mewujudkan melalui tangan kita dan kader-kader da’wah setelah kita, tegaknya
kalimatullah di muka bumi dari ujung barat hingga ujung timur. Kita merindukan masa kejayaan
Islam tegak kembali di bumi Alloh. Kita merindukan hari seperti hari Uqbah bin Nafi’ berkata saat
memandang langit, “Tuhanku, kalaulah tidak terhalang lautan ini, aku pasti berjalan di banyak
negeri, guna berjihad di jalan-Mu.”

Kita merindukan hari-hari seperti itu. Wahai para aktivis da’wah apakah kalian siap merespon
harapan ini? Apakah kalian siap menjawab seruan ini? Seorang penyair berkata,

“Dukaku dan duka setiap orang merdeka

Ialah pertanyaan zaman,’Dimana gerangan kaum muslimin berada?’

Akankah masa lalu itu kembali lagi?

Sungguh, aku merindukan masa lalu itu

Bebaskan aku dari angan-angan kosong

Aku lihat angan-angan itu tak lebih dari ilusi semata

Berikanlah iman sebagai cahaya bagiku

Dan kautkanlah keyakinan pada diriku

Aku sodorkan tanganku dan mencabut gunung

Serta membangun kejayaan, dengan harmonis dan kuat.”

Saatnya mewujudkan medan kata-kata menjadi amal juang yang nyata...Berjuang dan teruslah
melangkah walau ujian akan menimpamu, wahai saudaraku, para aktivis dakwah pilihan Alloh.

Allohu Akbar!
Sekapur Sirih
Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya
kamu menghadap Allah berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan tidak ada
penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu
sebelum azab yang keras. Katakanlah: "Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk
kamu . Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu". Katakanlah:
"Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang ghaib".
Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak akan
mengulangi ".Katakanlah: "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku
sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku
kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat". ( Saba’ 46-50 )

Dengan segala kerendahan hati dan rasa syukur marilah kita lantunkan pujian kepada Allah
Subhanahu wa’ta’ala, dengan izin serta ridho dariNya, nikmat iman, nikmat Islam, nikmat
persaudaraan serta nikmat menjadi aktifis dakwah masih melekat pada diri ini. Sebuah kenikmatan
yang sungguh tidak bisa ternilai dibandingkan dengan nikmat manapun di dunia.

Dengan segala kerinduan dan kelembutan, marilah kita sampaikan salam dan shalawat terbaik kita
kepada pemimpin , murrobbi, serta guru kita Nabi besar Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam.
Seorang yang memiliki pola pikir dan perilaku yang Islami serta menjadi teladan bagi setiap umat
Islam di muka bumi ini.

Al Qur’an telah menjelaskan bahwa kaum muslimin sebagai mandataris Allah di hadapan umat
manusia, memberikan hak kepemimpinan dan kewenangan atas dunia untuk menunaikan mandat
suci ini. Dengan sebuah harapan agar umat Islam memahami dengan benar ajaran Isla dan
merealisasikannya dengan tekad yang bulat penuh gelora. Seorang bijak berkata “kekuatan adalah
jalan yang paling aman untuk memunculkan kebenaran. Sungguh suatu keindahan yang sempurna
apanila suatu saat kekuatan dapat berjalan beriringan dengan kebenaran”. Sebagaimana umat ini
membutuhkan kekuatan, ia juga membutuhkan ilmu pengetahuan yang dapat menopang kekuatan
tersebut dan mengarahkannya pada tujuan yang utama. Islam mendorong sepenuhnya kegiatan
ilmiah dan menjadikan aktifitas ilmiah sebagai salah satu kewajiban seorang muslim.

Pergerakan dakwah di mahasiswa memiliki banyak potensi dan masa depan yang cerah. Mahasiswa
sebagai pemuda harapan bangsa bisa menjadi penyambung antara semua lini masyarakat.
Mahasiswa pula yang menjadi kelompok orang yang memiliki kapasitas keilmuan yang mapan dan
wawasan yang luas. Kekuatan mahasiswa ini sangat diharapkan bisa menjadi pilarbangsa untuk
menopang pembangunan bangsa ini di masa yang akan datang.

Dakwah di kampus mempunyai peran penting dalam menanam pemikiran yang visioner serta
berafiliasi Islam kepada mahasiswa. Peran pergerakan dakwah kampus sangat terasa dan diharapkan
bisa mentransformasi masyarakat kampus menjadi masyarakat yang Islami. Sebuah masyarakat yang
memiliki pola pikir dan perilaku yang Islami. Sebuah kumpulan mahasiswa yang menjadika Al Qur’an
sebagai pedoman hidup, sehingga pola pikir dan kepahaman seseorang bahwa ia adalah mandataris
Allah di muka bumi dapat terinternalisasi.

GAMAIS ITB sebagai sebuah lembaga dakwah kampus menjadi lokomotif dalam perubahan ini.
GAMAIS ITB berperan dalam mengorganisir para aktifis dakwah, membinanya dengan segenap hati
serta mendistribusikannya di posisi-posisi yang bisa berpengaruh pada masyarakat kampus. GAMAIS
ITB turut berperan serta dalam penyampaia pemikiran Islam secara masif dan khusus. GAMAIS ITB
pula yang mengkoordinir semua elemen dakwah kampus di Itb pada semua level baik tingkat
kampus, fakultas, dan program studi.

Dua dekade GAMAIS ITB telah menunaikan tanggung jawabnya sebagai sebuah lembaga dakwah
kampus. Sejarah telah membuktikan bahwa GAMAIS ITB bisa bertahan dalam berbagai kondisi
periodisasi dan pergolakan kemahasiswaan. Pada usianya yang kedua puluh ini GAMAIS ITB
bermaksud menyusun sebuah perencanaan dakwah yang sinergis dan harmonis.

Blue Print GAMAIS ITB adalah sebuah usaha dari kader GAMAIS ITB untuk menyusun agenda dakwah
ini lebih sistematis, terarah, dinamis, sinergis serta harmonis. Dengan sebuah harapan dakwah di
kampus ITB ini bisa berkelanjutan dan bertahap mencapai sebuah cita-cita besar. Blue Print ini
berisikan pandangan, pemikiran , serta langkah-langkah strategis yang dijalankan GAMAIS ITB dalam
mencapai sebuah keberhasilan amal di kampus ITB. Blue Print ini disusun pula dalam rangka
menurunkan cita-cita besar GAMAIS ITB di masa yang akan datang, dan diharapkan bisa menjadi
landasan dalam menyusun dan merangkai agenda dakwah di kampus ITB.

Seorang bijak pernah berkata, sebuah cita-cita besar hanya akan bisa di inspirasikan oleh orang-
orang yang bervisi, di laksankan dengan keyakinan dan keikhlasan yang mendalam, dimulai dengan
kecerdasan dan keberanian, digerakkan dengan motivasi yang bergelora, di rencanakan dengan
matang, dihasilkan oleh kerjasama tim yang militan dan solid serta dilalui dengan kerja tuntas.

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu
dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu
mengetahui ( at taubah 41 )

Latar Belakang
Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh
kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mereka itulah orang‐orang yang beruntung
[ Ali Imron 104 ]

Konsekuensi logis keimanan seorang hamba adalah amar ma’ruf nahi munkar, yaitu menyuruh pada
kebajikan dan mencegah kemungkaran. Konsep ini dalam islam disebut dengan da’wah. Da’wah
Islam adalah upaya penyelamatan manusia dari kegelapan menuju cahaya, dari kesempitan menuju
kelapangan dan dari kejahatan agama‐agama menuju keadilan. Da’wah tidak hanya dilakukan ketika
fase kerasulan namun merupakan beban yang diusung oleh muslim di setiap zaman sebagai bagian
dari mata rantai risalah Al Islam. Oleh karena itu da’wah merupakan aktivitas yang tidak pernah
mengenal kata berhenti hingga kiamat menjelang. Pola dasar dakwah Keluarga Mahasiswa Islam
(GAMAIS) ITB adalah kaidah asasi dakwah Islam yang melandasi gerak dakwah GAMAIS ITB di
kampus Institut Teknologi Bandung, serta di masyarakat pada umumnya. Karena itu harus dipegang
teguh oleh setiap pengurus yang beraktivitas di dalamnya.

Keluarga Mahasiswa Islam (Gamais) ITB yang didirikan pada tahun 1987 berupaya memenuhi seruan
da’wah dengan mengukuhkan diri sebagai Lembaga Da’wah Kampus dan menjadi Unit Kegiatan
Mahasiswa ITB pada tahun 1992. Tujuan pendirian unit GAMAIS ITB adalah :
1. Terhayatinya nilai‐nilai Islam di lingkungan Institut Teknologi Bandung
2. Terbinanya ukhuwah islamiyah di lingkungan Institut Teknologi Bandung menuju kesatuan
umat
3. Terciptanya profesionalitas dan intelektualitas yang islami di kalangan anggota
4. Menjadikan kampus sebagai pendukung da’wah kampus
5. Terhayatinya tanggung jawab kemasyarakatan yang dilandasi nilai-nilai Islam di kalangan
anggota.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, GAMAIS ITB membuat sistem organisasi yang secara umum
termaktub dalam AD/ART. Sebagai lembaga intra kampus, GAMAIS ITB tidak lepas dari hubungan
dengan elemen‐elemen kampus baik civitas akademika sebagai objek kerja maupun pihak rektorat
dengan segala kebijakan yang dikeluarkannya. Peran GAMAIS sebagai lembaga intra kampus
merupakan salah satu faktor yang membuat organisasi ini bergerak dinamis.

Sinergi dalam harmoni merupakan sebuah cita-cita bersama yang diusung GAMAIS ITB dalam
perannya sebagai lembaga dakwah kampus. Penyelarasan gerak dan langkah dakwah dengan sebuah
tujuan bersama menjadi cikal bakal pemikiran urgensi penyusunan Blue Print GAMAIS ITB ini.
Dibutuhkannya sebuah pedoman yang jelas dalam dakwah menjadi bagian dari perencanaan
dakwah yang berkesinambungan.

Pedoman dakwah yang hakiki dan selalu GAMAIS ITB pergunakan adalah Al Qur’an dan Al Hadits,
selanjutnya agar pedoman ini lebih mudah dipahami, maka GAMAIS ITB membuat sebuah pedoman
dakwah operasional yang terdiri dari AD/ART GAMAIS ITB, Blue Print GAMAIS ITB, dan Rencana
Strategis Jangka Panjang ( RSJP ) GAMAIS ITB. Ketiga pedoman inilah yang akan digunakan GAMAIS
ITB dalam menjalankan amal dakwahnya.

Tujuan
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan cara hikmah dan bantahlah mereka dengan cara
yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tantang siapa yang tersesat dari
jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
(An Nahl 125)
Penyusunan dari blue print ini tidak terlepas dari berbagai tujuan , antara lain :
1. Sebagai sebuah pedoman dakwah operasional yang bisa digunakan selama 6 tahun kedepan
oleh GAMAIS ITB
2. Blue print ini diharapkan bisa menjadi gambaran gerak dakwah GAMAIS ITB bagi civitas
akademika ITB
3. Sebagai sumber berpikir dan landasan dalam menyusun agenda strategis dakwah
4. Menjadi inspirasi bagi pembangunan Lembaga Dakwah Kampus di seluruh Indonesia
BAB II – Tentang GAMAIS ITB

Sejarah Dakwah Kampus ITB


---

Intisari/ Analisis Perkembangan Strategi Dakwah Kampus di


ITB
---

Sejarah GAMAIS ITB


GAMAIS ITB berdiri akibat adanya berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa mulim pada masa
awal tahun 80an. Kala itu bisa dikatakan kegiatan di dalam kampus ITB di dominasi oleh kelompok
yang tidak akrab dengan kegiatan keislaman. Sebagian aktivis kampus saat itu bahkan secara terang-
terangan menyatakan diri sebagai “kelompok kiri” yang cenderung sosialis atau marxis.

Sementara itu, sebagai akibat berbagai pelatihan yang menjangkau kalangan pelajar dan mahasiswa,
banyak mahasiswa angkatan 80an yang telah memiliki idealisme keislaman ketika memasuki jenjang
kuliah. Mereka yang masuk ke ITB mendapati bahwa ternyata hampir tidak ada ruang bagi
mahasiswa muslim untuk mengekspresikan keislamannya di dalam kegiatan kemahasiswaan di
kampus ITB.

Upaya pertama yang dijalankan para mahasiswa muslim adalah dengan mengadakan berbagai
pengajian kecil di lingkungan jurusan yang disebut usroh, yang paling aktif dalam model kegiatan ini
adalah kalangan angkatan 85 pada masa TPB. Dari berbagai komunikasi antar aktifis dari berbagai
usroh jurusan, dicapailah sebuah kesepakatan untuk membuat sebuah kegiatan keislaman di
kampus ITB. Dibentuklah panitia peringatan Isra’Mi’raj di kampus ITB. Panitia tersebut sepenuhnya
mendapatkan dukungan dari aktiis muslim dari berbagai angkatan, khususnya angkatan 83 dan 84.
Kegiatan di atas sukses dan menjadi tonggak baru bahwa di kampus ITB bisa diadakan kegiatan
keislaman.

Dari berbagai komunikasi antar angkatan pula akhirnya dirancang sebuah kegiatan penting, yaitu
Pesantren Mahasiswa. Acara ini dilaksanakan pada masa liburan panjang bulan Juni dan Juli 1986 di
Pondok Pesantren At Taqwa di Ujung Harapan, Bahagia, Bekasi. Pesantren mahasiswa ini
sepenuhnya dalam bimbingan dari tim yang dibentuk oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII)
yang kala itu di bawah pimpinan Bapak Muhammad Natsir. Perhatian besar beliau dalam
mendukung acara pesantren itu menyebabkan kegiatan bisa dijalankan hampir 2 bulan lamanya.
Para Peserta dalam pesantren mahasiswa inilah yang nantinya menjadi motor berdirinya GAMAIS
ITB.

Usai kegiatan ini, angkatan baru datang di kampus ITB, yaitu angkatan 86. Sejatinya kedatangan
angkatan inilah yang memaksa munculnya GAMAIS ITB. Kesolidan angkatan ini dalam wadah
Keluarga Mahasiswa Muslim 86 (KMM 86) sepanjang menjalani masa TPB mendorong para aktifis
eks-pesantren mahasiswa membuat inisiatif besar. Adalah Herry Meoljanto (FT’83) yang
mengkampanyekan pertama kali tentang perlunya wadah organisasi mahasiswa Islam di Kampus ITB.
Salah satu momen kampanyenya bahwa sering dikenang sebagai sumpah setia pendirian GAMAIS
ITB dilakukan di bawah menara Salman.

Pertemuan besar menginisiasi munculnya organisasi mahasiswa Islam ITB dilakukan di rumah kos
Jauharul Fuad (TI’83). Antusiasme terlihat dengan datangnya sekitar 100 mahasiswa muslim dalam
acara ini. Disepakati akan dilakukan pembentukan organisasi mahasiswa muslim ITB melalui sebuah
kongres di BLKP Lembang. Untuk mempersiapkannya dibentuk tim perumus AD/ART yang terdiri
atas 5 orang, yaitu Heru Prabowo (EL’83), Munawar Kholil (IF’85),Yusri Suhud (MA’85), Budi Hartono
(FT’86), dan Budi Youyastri (Si’86). Tim yang dipimpin Munawar Kholil ini berhasil menyusun draft
AD/ART sesuai yang direncakan.

Pada akhirnya momen penting sejarah terjadi. Kongres dilaksanakan di BLKP Lembang pada 29-30
Agustus 1987. Kebersamaan yang luar biasa menyebabkan proses pengesahan AD/ART berjalan
sangat lancar, termasuk pemilihan nama GAMAIS ITB yang dihasilkan dari proses diskusi yang
hangat. Tepat Tengah Malam, Ahad, 30 Agustus 1987, GAMAIS ITB berdiri bersama dengan pekik
takbir yang membahana. Keesokan pagi dan sianganya, perangkat organisasi GAMAIS ITB angkatan
pertama terbentuk. Jaka Sumanta (IF’85) terpilih sebagai Kepala GAMAIS ITB yang pertama,
sedangkan Munawar Kholil (IF’85) terpilih sebagai Ketua MPAS ( Majelis Permusyawaratan Anggota
Sementara ).

Sejarah Kepala GAMAIS ITB


1. Jaka Sumintha Teknik Informatika (IF) 1985
2. Ari Diantoro Teknik Sipil (SI) 1984
3. TB Furqon S Teknik Planologi (PL) 1986
4. Budi Youyastri Teknik Sipil (SI) 1986
5. Ismail Ahmad Teknik Fisika (FT) 1987
6. Harto Widodo Teknik Geodesi (GD) 1988
7. Nurochim Fisika (FI) 1989
8. Nico Syafrizal Teknik Informatika (IF) 1990
9. Ibnu Utama Teknik Industri (TI) 1991
10. A.Hafidz R Telnik Perminyakan (TM) 1992
11. Vijaya Vitriyasa Teknik Mesin (MS) 1994
12. Sandro Mihradi Teknik Penerbangan (PN) 1995
13. Febri Nur hidayat Teknik Fisika (FT) 1996
14. Johny Herwan Teknik Material (MT) 1997
15. Dony Berni Teknik Elektro (EL) 1998
16. Egi Bagja Suarga Teknik Geofisika (TG) 1999
17. Imanullah Oseanografi (GM) 2000
18. Jemmi Gumilar Teknik Pertambangan (TA) 2001
19. Romzi Rio Wibawa Teknik Pertambangan (TA) 2002
20. Tri Aji Nugroho Teknik Informatika (IF) 2004
21. Ridwansyah Yusuf Achmad Teknik Planologi (PL) 2005
Pandangan GAMAIS ITB terhadap Islam
Dengarlah wahai saudaraku!

Sesungguhnya Allah swt telah berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 3 yang artinya: “…Pada
hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku,
dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” dan dalam surat Al-Baqarah ayat 208 yang
artinya: “…Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan…”. Kedua
ayat tersebut menunjukkan kepada kita dua hal: Bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang
sempurna dan diridhoi Allah swt, dan kita, umat beriman, diwajibkan memeluknya dan
mengimplementasikannya secara keseluruhan.

Untuk itu, maka Keluarga Mahasiswa Islam ITB memiliki pandangan terhadap Islam sebagai
berikut:

Islam mempunyai makna yang sangat luas, tidak sebagaimana yang dipahami secara sempit oleh
sebagian orang. Kami meyakini bahwa Islam adalah sebuah sistem nilai yang komprehensif,
mencakup seluruh dimensi kehidupan. Dia memberi petunjuk bagi kehidupan manusia dalam semua
aspeknya, dan menggariskan formulasi sistemik yang akurat tentang hal itu. la sanggup memberi
solusi atas berbagai masalah vital dan kebutuhan akan berbagai tatanan untuk mengangkat harkat
kehidupan manusia.

Sebagian orang memahami secara salah bahwa Islam itu terbatas pada berbagai ritual ibadah yang
bersifat rohaniyah saja. Atau pada kekayaan pemikiran dan harta material saja. Karenanya mereka
hanya mengungkung diri dalam pemahaman yang sempit itu. Dan kami tidak ingin memahami Islam
dengan cara yang sempit seperti itu. Kami memahami Islam secara integral, mencakup dimensi
kehidupan dunia dan akhirat. Ini bukanlah klaim yang dibuat-buat. Tetapi memang itulah yang kami
pahami dari Kitab Allah dan hasil napak tilas kami kepada generasi terdahulu Islam.

Islam adalah sistem yang menyeluruh, yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negara
dan tanah air, pemerintah dari umat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban
dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan jihad
dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana juga ia adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang
benar, tidak kurang dan tidak lebih.

Itulah pandangan kami terhadap islam dan kami bersikap dan beramal berdasarkan
pandangan tersebut. Pahamilah wahai saudaraku.
Pandangan GAMAIS ITB terhadap Dakwah Islam
Dengarlah wahai saudaraku!

Sesungguhnya Allah swt telah berfirman pada surat An-Nahl ayat 125 yang artinya: “Serulah
(manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka
dengan cara yang baik…”, pada surat Ali Imran ayat 110 yang artinya: “Kamu adalah umat yang
terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang
munkar, dan beriman kepada Allah…” dan pada surat Al-Baqarah ayat 257 yang artinya: “Allah
Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada
cahaya (iman)…”. Tiga ayat tersebut menunjukkan kepada kita bahwa: Orang-orang yang beriman
sebagai umat yang terbaik memiliki kewajiban untuk berdakwah, menyeru manusia kepada jalan
Allah swt dengan cara yang terbaik, menyuruh kepada yang baik, mencegah dari yang munkar
sehingga manusia menjadi beriman dan Allah berkenan mengeluarkan mereka dari kegelapan
Jahiliyah kepada cahaya islam.

Oleh karena itu, maka Keluarga Mahasiswa Islam ITB memiliki pandangan terhadap Dakwah
Islam sebagai berikut:

Dakwah kami adalah dakwah islamiyah, dengan segala makna yang tercakup dalam kata itu.
Pahamilah apa saja yang ingin kita pahami dari kata itu dengan tetap berpedoman pada Kitab Allah,
Sunah Rasulllah saw. dan sirah salafus shalih (jalan hidup pendahulu yang shalih) dari kaum
muslimin. Kitab Allah adalah sumber dasar Islam, Sunah Rasulullah saw. adalah penjelas dari kitab
tersebut, sedang sirah kaum Salaf adalah contoh aplikatif dari perintah Allah dan ajaran Islam.

Dakwah islam memiliki pelaku, sasaran, tujuan, dan tahapan yang jelas. Pelakunya adalah orang-
orang yang beriman, sasarannya adalah umat manusia, tujuannya adalah menyeru kepada jalan
Allah swt sampai mereka keluar dari kegelapan Jahiliyah menuju keindahan cahaya islam.

Kami juga ingin agar kita dapat mengetahui bahwa Dakwah Islam berarti dakwah yang bersih dan
suci; bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu. Ia juga
tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia, ; tidak mengharap harta benda atau imbalan yang
lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih. Yang pantas menjadi harapan
hanyalah pahala dari Allah, Dzat yang telah menciptakan kita. Ia terus berlalu menapaki jalan
panjang kebenaran yang telah digariskan Allah swt. Dalam firman-Nya,
"Katakanlah, 'inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu)
kepada Allah dengan hujah yang nyata.' Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang
musyrik." (Yusuf : 108)

Itulah pandangan kami terhadap Dakwah Islam, sesuatu yang melingkupinya dan yang
mendasarinya. Pahamilah wahai saudaraku.

Profil GAMAIS sebagai Lembaga Dakwah Kampus


 Al ‘Aqidah
aqidah islamiyah dan nilai-nilainya menjadi sumber petunjuk dan pengaraha
 Al Hurriyyah ( kemerdekaan )
GAMAIS ITB melaksanakan perannya secara bebas, tanpa ada seorang pun yang boleh
menghalanginya dari kebenaran
 Al Wahdah ( kesatuan )
GAMAIS ITB harus menyatukan barisan-barisan, bukan memecah belah, mendekatkan
perbedaan sikap, mematangkan pemikiran, dan menyatukan upaya menuju tujuan bersama
 Al Binaa ( pembinaan )
GAMAIS ITB bertujuan membina anggotanya secara ruhi ( mental ) , fikri ( pemikiran ) , ilmi (
ilmu ), ijtima’i ( sosial ) dan jasadi ( fisik ) sebagai batu bata yang baik dalam bangunan
masyarakat Islam
 Asy Syuuro ( musyawarah )
Syuro yang mengikat dan demokrasi adalah sarana yang benar dalam pengambilan
keputusan
 Al Akhlaaq
Anggota GAMAIS ITB harus beramal secara komitmen dengan akhlak dan perilaku yang lurus
 AL Hiwaar Laa Al ‘Unf ( dialog , bukan kekerasan )
Bahasa dialog dan saling memahami adalah pedoman yang harus dipegang , bukan
kekerasan dan permusuhan. Merubah kemudharatan harus ditempuh dengan cara sebaik
mungkin hingga tidak menimbulkan mudharat yang lebih besar.
 Al ‘Alaniyah ( terang-terangan )
Aktifitas yang dilakukan GAMAIS ITB adalah aktifitas yang terang-terangan, jauh dari
sembunyi-sembunyi
 Al Intifaah ( terbuka )
GAMAIS ITB harus terbuka dalam menjalin hubungan dengan semua pihak, menjauhi
fanatisme sempit yang memecah belah
 Ar Riyaadah ( kepeloporan )
GAMAIS ITB melakukan aktifitas kepeloporan, selalu membawa bendera di depan dan
memimpin yang lain di setiap medan amal
 Al Mu Assasiyah ( kelembagaan )
GAMAIS ITB adalah sebuah lembaga yang didasari perencanan yang matang dan manajemen
yang benar dengan tujuan keberhasilan amal
 Al Awlawiyyah ( memiliki prioritas )
GAMAIS ITB harus serius menempatkan aktifitasnya berdasarkan skala prioritas,
mendahulukan yang terpenting.
 Al Wathoniyah ( kebangsaan )
Amal GAMAIS ITB adalah aktifitas kebangsaan yang mulia, dimana ia membela hak-hak dan
nilai-nilai luhur bangsanya.

 Al ‘Aalamiyyah ( internasional )
Amal GAMAIS ITB adalah aktifitas yang benar-benar internasional, memiliki hubungan
dengan seluruh gerakan mahasiswa di seluruh dunia berdasarkan kaidah “Li kullin zhorfuhuu,
wa lil-jamii’i ahdaafun musytarokah” ( masing-masing memiliki situasi dan kondisi, dan
semuanya memiliki tujuan yang sama )
 Al Insaaniyah ( kemanusiaan )
Aktifitas GAMAIS ITB bersifat manusiawi seluas-luasnya, membela hak asasi manusia dari
berbagai jenis, bangsa, warna kulit, agama, atau pemikiran berlandaskan kemerdekaan,
keadilan dan pembela terhadap yang tertindas di manapun mereka berada.

Profil Kader GAMAIS ITB


Intelek : Kader GAMAIS ITB harus memiliki kompetensi sesuai dengan disiplin ilmu
yang diambil saat kuliah dan wawasan global yang dapat menunjang
kehidupan serta aktifitasnya

Qur’ani : Kader GAMAIS ITB senantiasa dekat dengan Al-Quran sebagai sebuah
pedoman dan media untuk lebih memahami Islam dan dekat dengan Allah
dengan cara membaca, membaca tafsir, menghafal, serta
mengamalkannya

Profesional : Kader GAMAIS ITB cakap dalam beramal

Inklusif : Kader GAMAIS ITB haruslah bias bergaul dan dekat dengan semua objek
dakwah

Dinamis : Kader GAMAIS ITB haruslah mempunyai jiwa dinamis, kreatif dalam
berpikir, adaptif dalam bergerak, komunikatif dalam berbicara, serta
inovatif dalam berorganisasi

Sehat : Kader GAMAIS ITB adalah kader yang sehat secara jasmani. Kader GAMAIS
ITB memiliki tanggung jawab dalam menjaga kesehatan dan kebugaran diri
secara mandiri
Mars GAMAIS ITB
Cipta : Ma’mun Salman Zainudin Teknik Kimia (TK) 1999

Derap berderap melangkah maju kedepan


Tak akan gentar hadapi semua penghalang
Barjuta rintangan yang ada di hadapan
Tak kan hentikkan langkah tuk terus berjuang

Reff Walau lelah walau perih tetap kulalui


Darah peluh air mata semua tak berarti
Jalan terjal penuh duri tetap ku arungi
Karena jihad ini kan selalu hidup di hati

Menjaga satu tujuan Allah Yang Esa


Teladani panutan Rasul yang mulia
Jadikan Al-Quran pedoman kita
Satu dijalan jihad fisabilillah

GAMAIS ITB melangkah maju kedepan


Tak pernah gentar hadapi semua penghalang
Meski berjuta rintangan terus menghadang
Takkan henti langkah hingga syahid menjelang

Kembali ke Reff

Menjaga satu tujuan Allah Yang Esa


Teladani panutan Rasulullah yang mulia
Jadikan Al-Quran pedoman hidup kita
Satu dijalan jihad fisabilillah

Allahu akbar…Allah Yang Maha Besar…


Allahu akbar…Allah Yang Maha Besar…
Allahu akbar…Allah Yang Maha Besar…

Bergerak…bergerak ….GAMAIS ITB Bergerak…


Logo GAMAIS ITB

Deskripsi Logo
Lima garis putih menunjukkan lima rukun Islam

Warna dasar hijau menunjukkan bahwa dakwah GAMAIS ITB adalah dakwah yang sejuk dan
moderat

Bentuk ketupat menunjukkan empat dimensi pembinaan GAMAIS ITB : Ruhiyah, Fikriyah,
Jasadiyah, dan Khulukiyah

Tulisan kapital GAMAIS ITB berwarna putih menunjukkan posisi GAMAIS ITB yang teguh
dan mencerahkan umat
BAB III – Dakwah GAMAIS ITB

a. Visi GAMAIS ITB 2008-2013


“Satu Keluarga Menjadi Model Lembaga Dakwah Kampus Nasional Berbasis Pembinaan dan Kompetensi, Melingkupi Seluruh Sayap
Dakwah Menuju Indonesia Islami”

Penjelasan:

- Satu Keluarga menunjukkan sebuah nuansa yang dibentuk di GAMAIS ITB. Sebuah keluarga dakwah yang saling memahami,
berbagi, dan mengasihi satu sama lain dengan landasan kecintaan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala

- Model Lembaga Dakwah Kampus maksudnya adalah suatu bentuk/ keadaan lembaga dakwah kampus yang ideal

- Nasional merupakan pernyataan yang menyatakan bahwa GAMAIS ITB sebagai LDK memiliki ruang lingkup yang mencakup nasional
dan mampu dijadikan role model bagi LDK-LDK se-nasional

- Berbasis pembinaan menunjukkan bahwa alur kepengurusan di GAMAIS ITB sangat dinamis sehingga proses pembinaan dan
kaderisasi merupakan basis dasar yang harus dijalankan dengan optimal. Agar, tongkat ‘estafet’ dakwah mampu dialirkan dengan
baik dan target-target dakwah, baik jangka pendek maupun jangka panjang dapat tercapai.

- (Berbasis) kompetensi menunjukkan bahwa GAMAIS ITB berusaha untuk menerapkan kelimuan-keilmuan spesifik dari kader-
kadernya yang lalu diintegrasikan pada aktivitas dakwah GAMAIS ITB, sehingga GAMAIS ITB selalu dinamis dengan perkembangan
keilmuan dan teknologi yang ada.

- Melingkupi seluruh sayap dakwah menunjukkan bahwa GAMAIS ITB selaku LDK, memiliki jangkauan peran dan pengaruh dalam
semua bidang, yang melingkupi dakwiy, khidamy, faniy, dan siyasi.

- Menuju adalah kata kerja aktif yang melambangkan kedinamisan dan orientasi gerak yang jelas untuk mencapai sebuah proses dan
hasil yang baik dan berkah

- Indonesia Islami menunjukkan bahwa GAMAIS ITB memiliki pandangan dan cita-cita yang besar dalam kinerja dakwahnya. Serta
menunjukkan peran Gamais ITB sebagai salah satu batu bata di dalam proyek besar pembangunan Indonesia Islami.

b. Misi GAMAIS ITB

- Terbentuknya kader-kader sesuai profil gamais ITB melalui pembinaan yang tepat dan berkelanjutan serta pengokohan
ukhwah untuk mendukung suksesnya dakwah di ITB
- Syiar dan pelayanan kampus yang mengakar dan menyentuh seluruh elemen kampus
- Menjadikan GAMAIS sebagai LDK yang Mandiri Finansial 2010 dan Pelayan Ekonomi Ummat 2013
- membentuk mahasiswa ITB yang berprestasi, mencintai ilmu pengetahuan, dan berkontribusi nyata.
- berbasiskan jaringan yang luas dan kuat, menjadikan GAMAIS ITB sebagai akselerator dakwah kampus Nasional serta
inisiator dakwah kampus Internasional
- Menuju Muslimah ITB yang Berkepribadian Islami

c. Jargon GAMAIS ITB

“Karena Kita Keluarga”

Penjelasan:

Jargon dilatarbelakangi oleh tujuan organisasi. Maka, dengan ini GAMAIS ITB selaku organisasi dakwah, memiliki esensi tujuan
mengajak dalam jargonnya.

1. Karena menunjukkan makna ‘jawaban’ dari apa yang dilakukan oleh GAMAIS ITB
2. Kita mengandung makna ajakan yang tersirat
3. Keluarga menunjukkan sebagai penegasan dan motivasi mengapa kita harus melayani massa kampus
d. Posisi GAMAIS ITB

Posisi GAMAIS ITB didasarkan pada posisi umat muslim sebagai Ummatan Wasathon

e. Peran GAMAIS ITB

1. Lokomotif Dakwah
2. Corong Opini Islam
3. Laboratorium Dakwah
4. Markas Dakwah
5. Lembaga Intra Kampus

f. Fungsi GAMAIS ITB

1. Lokomotif Dakwah
Fungsi: Mesin dakwah yang mendinamisasi gerak dakwah pada semua lini di kampus ITB pada khususnya dan di
Indonesia pada umumnya

2. Corong Opini Islam


Fungsi: Sebagai media yang senantiasa menyauarakan opini ketinggian Islam dan penolakan akan kebathilan

3. Laboratorium Dakwah
Fungsi: Garda terdepan dalam memproduksi segala trend Islamisasi kampus serta menjadi pusat riset pengelolaan
dakwah kampus

4. Markas Dakwah
Fungsi: Sebagai tempat mengembangkan semua potensi keislaman para anggotanya pada bidang agama, akademik, dan
kemampuan lainnya

5. Lembaga Intra Kampus


Fungsi: GAMAIS ITB adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat kampus sehingga harus terlibat aktif dalam
dinamika kampus dan ikut andil dalam memberikan solusi penyelesaian permasalahan kampus

g. Antara pusat dan wilayah

LDP LDF/S LDPS


Lingkup Kampus, lokal, regional, nasional, - Fakultas baik di tingkat kampus, Program studi baik di tingkat
Kerja dan internasional lokal, regional, nasional, maupun kampus, lokal, regional,
internasional nasional, maupun internasional
- TPB
- Untuk LDF/S yang tidak memiliki
LDPS, lingkup program studi
dihandle oleh LDF/S bersangkutan
Peran Wajah LDK Elemen LDK di tingkat fakultas/ sekolah Elemen LDK di tingkat program
studi
Fungsi - Mengelola dakwah di lingkup - Mengelola dakwah di lingkup - Mengelola dakwah di
kerjanya kerjanya lingkup kerjanya
- Pusat koordinasi semua elemen - Mengelola dakwah TPB
LDK
Objek Khusus: Khusus: Khusus:
Civitas akademika kampus lintas - Civitas akademika satu fakultas di Civitas akademika satu program
fakultas/ sekolah dan program studi tingkat kampus, lokal, regional, studi di tingkat kampus, lokal,
di tingkat kampus, lokal, regional, nasional, maupun internasional regional, nasional, maupun
nasional, maupun internasional - Mahasiswa TPB ITB internasional
Umum: Umum: Umum:
Masyarakat umum di tingkat lokal, - Civitas akademika kampus lintas - Civitas akademika kampus
regional, nasional, maupun fakultas/ sekolah dan program studi lintas fakultas/ sekolah dan
internasional di tingkat kampus, lokal, regional, program studi di tingkat
nasional, maupun internasional kampus, lokal, regional,
- Masyarakat umum di tingkat lokal, nasional, maupun
regional, nasional, maupun internasional
internasional - Masyarakat umum di
tingkat lokal, regional,
nasional, maupun
internasional
Kekhasan - Heterogen - TPB - Kental akan keilmuan dan
- Representasi LDK ITB keprofesian
- Kultural
Potensi - Jaringan yang luas - Kesamaan kultur objek dalam - Kesamaan kultur objek
- Multi kompetensi lingkup fakultas/ sekolah dalam lingkup program studi
- Massa yang banyak - Memiliki posisi yang strategis untuk - Kedekatan dengan objek
objek TPB dakwah
- Mampu bersinergi dengan
himpunan
- Koordinasi lebih mudah

h. Struktur dan pembagian tugas (MS, DS, DP, BPH)

MAJELIS SYURO
Deskripsi Majelis Syuro merupakan pimpinan tertinggi struktur GAMAIS ITB
Majelis Syuro dipilih melalui syuro MS yang lama dengan mempertimbangkan usulan dari kepala GAMAIS ITB dan
LDF/S GAMAIS ITB
Kepala Majelis Syuro dipilih oleh anggota MS yang telah terpilih
Tugas a. Memilih, mengangkat, dan memberhentikan Kepala GAMAIS ITB
b. Bersama Dewan Syariah memberikan arahan kebijakan GAMAIS ITB
c. Mengawasi kinerja Kepala Gamais & bidang kerja GAMAIS ITB
d. Mengumpulkan aspirasi dari seluruh LDPS-LDF/S-GAMAIS ITB dan massa kampus
e. Membentuk mekanisme pemilihan anggota MS selanjutnya

DEWAN SYARIAH
Deskripsi Dewan Syariah (DS) terdiri atas 2 orang, yaitu seorang ustdaz dan ustadzah
Seluruh anggota GAMAIS ITB dapat berkonsultasi secara langsung dengan Dewan Syariah
Dewan Syariah ditunjuk oleh Majelis Syuro
Tugas a. Sebagai salah satu penentu kebijakan yang dihasilkan di dalam MS
b. DS berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang landasan syariah sebuah aktivitas

DEWAN PEMBINA
Deskripsi Dewan Pembina GAMAIS ITB adalah beberapa orang yang diminta untuk membina GAMAIS ITB
Tugas a. Memberikan masukan serta bimbingan dalam rangka menjalankan amal dan aktivitas
b. Sebagai penasihat organisasi agar aktivitas GAMAIS ITB berjalan sesuai dengan kaidah dakwah

MUSYAWARAH PIMPINAN GAMAIS ITB


Deskripsi Kepala GAMAIS, LDF/S GAMAIS, LDPS GAMAIS ITB dan Koordinator akhwat GAMAIS, LDF/S GAMAIS, LDPS GAMAIS
ITB dengan Kepala GAMAIS ITB sebagai pemimpin
Bentuknya berupa musyawarah dimana hasilnya akan mempengaruhi keputusan Kepala GAMAIS dalam
menentukan kebijakan strategis GAMAIS ITB
Tugas a. Mengevaluasi keberjalanan kinerja GAMAIS ITB
b. Mensinergiskan seluruh elemen GAMAIS ITB
c. Menyalurkan aspirasi (bottom-up & top-down)
d. Mempererat tali silaturahim
a. Melakukan proses sharing, kritik dan saran

KEPALA GAMAIS ITB


Deskripsi Merupakan pimpinan eksekutif tertinggi struktur GAMAIS ITB
Bertanggung jawab kepada Majelis Syuro
Tugas Mengkoordinasikan sektor kerja LDP GAMAIS dan kepala LDF/S GAMAIS ITB

Sektor Kerja LDP GAMAIS ITB


Deskripsi Merupakan sektor kerja eksekutif tertinggi struktur LDP GAMAIS ITB
Bertanggung jawab kepada Kepala GAMAIS ITB
Tugas a. Menyusun Rencana Strategis Dakwah (RSD) tingkat kampus bersama Kepala GAMAIS dan Kepala LDF/S GAMAIS
b. Menurunkan RSD tingkat kampus menjadi RSD tingkat fakultas bersama sektor kerja LDF/S GAMAIS
c. Mengawasi kinerja sektor kerja LDF/S GAMAIS ITB yang sejenis
d. Melakukan pembinaan dan pengembangan sektor kerja LDF/S GAMAIS yang sejenis

Kepala LDF/S GAMAIS ITB


Deskripsi Merupakan pimpinan eksekutif dakwah tingkat fakultas/ sekolah
Bertanggung jawab kepada Kepala GAMAIS ITB
Tugas Mengkoordinasikan sektor kerja LDF/S dan Kepala LDPS GAMAIS ITB

Sektor Kerja LDF/S GAMAIS ITB


Deskripsi Merupakan sektor kerja eksekutif tertinggi tingkat fakultas/ sekolah
Bertanggung jawab kepada Kepala LDF/S GAMAIS ITB
Tugas a. Menyusun RSD tingkat fakultas/ sekolah bersama Kepala sektor kerja LDP GAMAIS ITB
b. Menurunkan RSD tingkat kampus menjadi RSD tingkat fakultas/ sekolah
c. Mengawasi kinerja sektor kerja LDPS GAMAIS ITB yang sejenis
d. Melakukan pembinaan dan pengembangan sektor kerja LDPS GAMAIS ITB yang sejenis

Kepala LDPS GAMAIS ITB


Deskripsi Merupakan pimpinan eksekutif dakwah tingkat program studi
Bertanggung jawab kepada Kepala LDF GAMAIS ITB
Tugas Mengkoordinasikan sektor kerja LDPS GAMAIS ITB

Sektor Kerja LDPS GAMAIS ITB


Deskripsi Merupakan sektor kerja eksekutif tertinggi tingkat program studi
Bertanggung jawab kepada kepala LDPS GAMAIS ITB
Tugas Menurunkan RSDD tingkat fakultas/ sekolah menjadi RSD tingkat program studi
i. Mekanisme syuro
Jenis-jenis Rapat:

1. Rapat Majelis Syuro’ Gamais


2. Rapat Pengurus Inti Gamais Pusat
3. Musyawarah Pimpinan Gamais
4. Rapat Badan Pengurus Harian Pusat
5. Rapat Sektor Pusat dan Departemen Pusat
6. Rapat Pengurus Wilayah (LDF/S)
7. Rapat Pengurus Daerah (LDPS)

Mekanisme Rapat
1. Sosialisasi rapat minimal satu hari sebelumnya disertai dengan agenda yang jelas, kecuali agenda-agenda penting dan
genting untuk segera direspon.
2. Setiap anggota rapat melakukan persiapan-persiapan sebelum mengikuti rapat baik ruhiyah maupun fikriyah, termasuk
melaksanakan tugas-tugas yang diamanahkan sebelumnya.
3. Agar rapat efektif, setiap anggota rapat mempersiapkan usulan, ide, gagasan, informasi, ataupun solusi sesuai dengan
agenda yang telah disepakati.
4. Rapat dihadiri minimal oleh 50 % anggota rapat.
5. Ketidakhadiran rapat tidak menjadi alasan untuk tidak berkontribusi. Kontribusi dilakukan dengan menitipkan pada
anggota rapat yang hadir serta menerima segala keputusan yang diambil dalam rapat.
6. Anggota rapat yang tidak bisa hadir wajib berinisiatif menanyakan informasi mengenai rapat yang telah berlangsung,
minimal mengenai:
 Hasil rapat yang dilakukan
 Waktu dan tempat rapat selanjutnya
 Agenda rapat selanjutnya.
7. Bagi yang berhalangan hadir atau akan terlambat dalam mengikuti rapat, wajib memberitahukan kepada pimpinan
rapat dalam tempo minimal 2 jam sebelum rapat. Jika tidak, maka dianggap tidak izin kecuali dengan alasan syar’i yang
bisa diterima.
8. Setiap rapat dilakukan pencatatan notulensi rapat sesuai dengan format:
a. Tempat, hari dan tanggal
b. Presensi
c. Jam dan durasi pembahasan
d. Agenda
e. Pembahasan agenda
f. Kesimpulan
g. Tempat, jadwal dan agenda rapat selanjutnya.
9. Sarana rapat (bila dibutuhkan):
 Papan tulis
 Spidol
 Penghapus papan tulis
10. Rapat harus memiliki output/hasil yang jelas baik konseptual dan atau operasional (untuk hasil berupa kesepakatan
operasional, PJ-nya harus jelas).
11. Alur rapat:
a) Prolog (minimal basmalah dan shalawat)
b) Tilawah
c) Tausiyah
d) Tabayyun kehadiran anggota rapat
e) Penjelasan agenda rapat
f) Kesepakatan anggota rapat untuk durasi waktu pembahasan
g) Pembahasan agenda
h) Kesimpulan rapat (hasil rapat)
i) Penertiban administrasi (presensi)
j) Penutup

j. Mekanisme Izin

1. Kriteria izin syar’i


Setiap pengurus berhak mendapatkan izin untuk tidak mengikuti kegiatan atau rapat GAMAIS ITB, jika memiliki alasan
sebagai berikut:
1. Sakit
2. Kuliah, praktikum, ujian atau aktivitas akademis lain yang memiliki sanksi akademis yang jelas
3. Mengikuti pengajian rutin
4. Hal syar`i lain yang bisa diterima dan atas persetujuan pimpinan rapat atau penanggungjawab kegiatan.

2. Saluran Perizinan
a. Rapat
Perizinan mengenai ketidakhadiran disampaikan langsung kepada pimpinan rapat.

b. Kegiatan
Perizinan disampaikan kepada penanggung jawab kegiatan.

3. Mekanisme penyampaian izin


Izin disampaikan langsung (tanpa diwakilkan) maksimal 2 jam sebelum rapat atau kegiatan berlangsung. Setiap
pengurus harus membedakan antara izin dan pemberitahuan. Jika pimpinan rapat atau PJ kegiatan tidak mengizinkan,
anggota diwajibkan untuk tetap hadir.

k. Pandangan GAMAIS ITB tentang penghargaan dan hukuman

Penghargaan adalah bentuk apresiasi bagi seseorang yang telah melakukan sebuah keberhasilan dan kesuksesan dalam
menjalankan sebuah hal atau tanggung jawab. Apresiasi ini dalam rangka memberikan perhatian serta memahami
perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan. Dengan harapan bisa menjadi sebuah pemicu dan memotivasi bagi
dirinya. Kekuatan motivasi kader GAMAIS ITB ada pada kekuatan yang timbul dari dalam diri masing-masing kader.
Dengan penghargaan ini diharapkan bisa memotivasi untuk memberikan lebih baik serta memicu kader lain dalam
menjalankan amanah serta amal dakwah dengan baik dan sepenuh hati.

Hukuman diberikan bukan sebagai sanksi atas sebuah kesalahan, hukuman diberikan bukan dengan tujuan untuk
intimidasi atau memberikan pelajaran atas kesalahan yang terjadi. Akan tetapi, hukuman diberikan sebagai sebuah
usaha untuk merangkul kader dan membantu kader atas kekurangan yang ada agar ia bisa menjalankan amanah
dengan baik. Hukuman ini diharapkan berbentuk sesuatu yang bisa mendorong kader untuk lebih produktif dan
istiqomah. Jangan sampai sebaliknya, dengan hukuman kader menjadi menghilang dan kecewa atas dakwah ini.

Pada dasarnya penghargaan dan hukuman ini di muat dalam rangka membentuk nilai-nilai yang baik kepada semua
kader. Seorang kader GAMAIS ITB haruslah produktif, profesional, cerdas , dan ber-etos kerja baik. Peran penghargaan
dan hukuman untuk menyeimbangkan dimensi nilai-nilai ini.
BAB IV
SEKTOR INTERNAL

a. Visi Sektor Internal


Sebelum menentukan visi Sektor Internal, terlebih dahulu didefinisikan posisi, peran, dan fungsi Sektor Internal.
 Posisi Sektor Internal berada di bawah kepala GAMAIS dan sekretaris jenderal
 Peran Sektor Internal sebagai koordinator 3 (tiga) bidang kerja dalam struktur LDP, yaitu Departemen Manajemen
Sumber Daya Anggota (MSDA), Badan Koordinasi Mentoring (BKM), dan Badan Rumah Tangga dan Kekeluargaan
(BRTK) serta sebagai koordinator ketiga bidang kerja tersebut di masing-masing struktur LDFS dan LDPS
 Fungsi Sektor Internal adalah melakukan upaya-upaya koordinasi antara MSDA, BKM, dan BRTK yang terfokus pada
bidang kaderisasi, permentoringan, dan kekeluargaan
Berdasarkan Posisi, Peran, dan Fungsi Sektor Internal di atas, maka Visi Sektor Internal adalah,

“Terbentuknya kader-kader yang sesuai dengan profil kader GAMAIS ITB melalui program pembinaan yang tepat dan
berkelanjutan serta pengokohan ukhuwah untuk mendukung suksesnya dakwah di ITB“

b. Misi Sektor Internal


Untuk mencapai visi di atas, perlu diturunkan misi-misi sebagai berikut
1. Membentuk instrumen atau sistem pelaksanaan proses kaderisasi sehingga menghasilkan kader yang memiliki
syakhsiyah da’iyah
2. Membentuk instrumen atau sistem pelaksanaan proses rektrumen tarbawi sehingga menghasilkan mahasiswa S1 ITB
yang Islami
3. Membentuk instrumen atau sistem pelaksanaan proses pengokohan ukhuwah sehingga membangun nuansa
kekeluargaan di seluruh kader
4. Melakukan koordinasi antara elemen sektor internal sehingga terbentuk pola pembinaan, kaderisasi, dan pengokohan
ukhuwah yang sinergi

c. Target dan Parameter Keberhasilan


1. Permentoringan
a) Segmentasi Peserta Mentoring/usroh
 Kader Mula “G”
 Mhs Sem 2
 Mhs Sem 4
 Mhs Sem 6
 Mhs Sem 7
 Mhs Sem 5
 Mhs Sem 3
 Mhs Sem 1
b) Kesolidan BKM Pusat
 90% staf hadir pada 80% rapat rutin Dept. (dengan ketidakhadiran yang jelas izinnya)
 90 % anggota hadir pada 100 % rapat rutin divisi (dengan ketidakhadiran yang jelas izinnya)
 syura rutin 3X/pekan
 syura divisi 2X/pekan
 syura external kmpus
 silaturahim&tabayun
 tak ada yang mendapat iqab lagi
 standar amalan yaumy
c) Jumlah BKM Fak/Sek 100% dan mandiri
d) Jumlah Staf tiap-tiap BKM Fak/Sek tercukupi
e) Jumlah BKM Prodi 100% dan mandiri
f) Jumlah Staf tiap-tiap BKM Prodi tercukupi
g) Koordinasi dengan BKM Prodi/Fak,Sek (BKM Wilayah)
 Rapat koordinasi 1x / 3 pekan
 90 % anggota hadir pada 100 % rapat koordinasi rutin (dengan ketidakhadiran yang jelas izinnya)
h) Jumlah Mentor 300 orang
i) Jumlah Mentee terbina 25% dari total peserta
j) Prosentase Mentee terbina yang jadi mentor 40% dari mentee terbina
k) Kehadiran mentor dalam briefing/talaqi materi : masing-masing mentor hadir pada 80% talaqi yang diadakan
dengan izin ketidakhadiran yang jelas
l) Muwashofat mentee terbina yang pantas masuk halaqoh
 Menjalankan yang wajib
 Meninggalkan yang dilarang
 Bersedia merubah diri
 Memiliki syakhsiyah da’iyah
2. Kaderisasi dan Manajemen SDM
a) Kualitas dan kuantitas kader
 80% mahasiswa muslim S1 ITB menjadi kader mula
 80% kader mula menjadi kader muda
 40% kader muda menjadi kader madya
 35% kader madya menjadi kader purna
b) Kesolidan MSDA LDP
 90% staf hadir pada 80% rapat rutin departemen (dengan ketidakhadiran yang jelas izinnya)
 syuro rutin 1 kali per pekan
 Terbudayakannya silaturahim dan tabayun
 Terbudayakannya disiplin (tidak ada yang terkena iqob)
 Terbudayakannya kontrol amalan yaumi sesuai standar
 Terdapat temu edukasi dan memenuhi 100% kebutuhan
 Memenuhi 3 fungsi (litbang, EO, kurikulum) dan stabil
c) MSDA Fakultas/Sekolah
 100% LDFS memiliki departemen MSDA dan mandiri
d) MSDA prodi
 100% LDPS memiliki departemen MSDA dan mandiri
e) Koordinasi LDP dengan LDFS dan LDPS
 Terdapat temu koordinasi rutin seluruh departemen MSDA LDP, LDFS, dan LDPS 1 (satu) kali per bulan dan
dihadiri oleh 80% departemen MSDA LDFS dan LDPS.
 Terdapat forum pendampingan rutin untuk seluruh departemen MSDA LDFS dan LDPS level mula ke bawah 1
(satu) kali per bulan dan dihadiri oleh 80% departemen MSDA LDFS dan LDPS level mula ke bawah.
 Terdapat sarana koordinasi dalam bentuk web-forum.
f) Keberjalanan program pembinaan
 Kegiatan pembinaan selalu dihadiri oleh 60% peserta pembinaan
g) Keberjalanan program tadhrib amal
 Forum angkatan
 Kepengurusan Gamais
 Kepanitiaan Gamais
 Naqib/mentor
 Pemateri/Trainer
 Organisasi lain
 Asisten lab dan dosen
h) Keberjalanan sistem kontrol kader
 BELUM

3. Rumah Tangga dan Kekeluargaan


 Fungsi sekretariat
 Pusat data LDP, LDFS, dan LDPS
 Pusat info LDP, LDFS, dan LDPS
 Tempat penyimpanan inventaris Gamais
 Pusat pertemuan koordinasi
 Mekanisme pengelolaan sekretariat
 SOP pengelolaan sekretariat sudah lengkap dan terlaksana
 Sekretariat dikelola bersama oleh LDP, LDFS, dan LDPS dengan dikoordinasikan LDP
 Jumlah sekretariat
 Memiliki 1 (satu) buah sekretariat di kompleks mesjid Salman ITB
 Memiliki 1 (satu) buah sekretariat di kampus ITB
 Pengelolaan musholla
 100% musholla kampus terkelola dengan baik
 100% LDPS memiliki musholla
 Musholla umum dikelola oleh LDP
 Musholla prodi dikelola oleh LDPS dan dikontrol oleh LDFS
 Program pembinaan ukhuwah
 Terdapat acara kekeluargaan seluruh civitas academica ITB 1 kali per tahun
 Terdapat acara kekeluargaan seluruh kader Gamais ITB 1 kali per tahun
 Terdapat acara kekeluargaan pengurus masing-masing LDP/LDFS/LDPS 3 bulan sekali
 Ikatan ukhwah antar kader semakin erat dengan indikator aman, nyaman serta bahagia beraktifitas di gamais
 Kesolidan BRTK LDP
 90% staf hadir pada 80% rapat rutin departemen (dengan ketidakhadiran yang jelas izinnya)
 syuro rutin 1 kali per pekan
 Terbudayakannya silaturahim dan tabayun
 Terbudayakannya disiplin (tidak ada yang terkena iqob)
 Terbudayakannya kontrol amalan yaumi sesuai standar
 Terdapat temu edukasi dan memenuhi 100% kebutuhan
 Koordinasi Pusat - Wilayah
 BELUM

d. Posisi, Peran, dan Fungsi Kaderisasi dalam Dakwah GAMAIS


Posisi kaderisasi dalam dakwah Gamais berada dalam sektor internal yang terkoordinasi dengan BKM dan BRTK serta
menempati posisi pembinaan strategis pada bagian tarqiyah dan riayah kader.
Peran kaderisasi dalam dakwah Gamais adalah sebagai salah satu elemen pembinaan kader terutama pada bagian
tarqiyah dan riayah kader
Fungsi kaderisasi dalam dakwah Gamais:
1. Menindaklanjuti proses syiar
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas kader
3. Mendukung upaya-upaya pencapaiaan muwasofat kader

e. Grand Design Kaderisasi


Grand Design Kaderisasi (GDK) GAMAIS terdiri dari,
1. Mukaddimah
2. Landasan Konsepsional
3. Pengertian dan Klasifikasi Kader
4. Tahapan Strategis Aktivitas Kaderisasi
5. Matriks Umum Kaderisasi
6. Muwashshaffat Kader
7. Kurikulum Kaderisasi
8. Aktivitas Kaderisasi dan Manajemen SDM

GRAND DESIGN KADERISASI

1. Mukaddimah
GAMAIS merupakan Organisasi yang mempunyai karakter yang lebih rumit jika dibandingkan dengan unit kegiatan
mahasiswa (UKM) yang lain yang ada di kampus ITB. Beberapa karakter itu adalah,
1. medan ‘amal yang luas,
2. beban organisasi tergolong berat,
3. ritme organisasi yang cepat dan tanpa istirahat, dan
4. variasi tadhrib ‘amal cukup banyak.
Karakteristik di atas menuntut GAMAIS untuk sanggup mencetak SDM yang dapat menyesuaikan diri dengan karakter
di atas.

2. Landasan Konsepsional
Landasan konsepsional manajemen aktivitas kaderisasi GAMAIS ITB berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.
Berikut ini nash-nash yang berkaitan dengan kaderisasi.

Q.S. Al-Baqarah, 2 : 151


                    

“Sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di
antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al
kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.”

Q.S. Ali ‘Imraan, 3 : 164


                      

     

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka
seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa)
mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu,
mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Q.S. Ali ‘Imraan, 3 : 104


                

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang
ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Q.S. Ali ‘Imraan, 3 : 110

                     

     

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari
yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara
mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Q.S. Annisaa’, 4 : 9
               

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang
lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada
Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.”

Q.S. Al-Maaidah, 5 : 54
                     

                   
“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan
mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang
tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang
dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.”

Q.S. Al-Anfaal, 8 : 60
                   

               

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang
ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang
orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan
pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”

Q.S. Ash-Shaaf, 61 : 4
            

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka
seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

Q.S. Al-Jumu’ah, 62 : 2

                      

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-
Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya
mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,”

3. Pengertian dan Klasifikasi Keanggotaan dan Kader


Keanggotan GAMAIS ITB terbuka bagi setiap mahasiswa muslim Strata‐1 Institut Teknologi Bandung yang terdaftar
pada Biro Administrasi Akademik Institut Teknologi Bandung.
Anggota GAMAIS ITB terdiri dari :
a. Anggota Biasa
Anggota Biasa adalah seluruh Mahasiswa Islam Institut Teknologi Bandung jenjang S‐1 dan terdaftar pada Biro
Administrasi Akademik Institut Teknologi Bandung.
Persyaratan:
a) Beragama Islam
b) Terdaftar di Biro Administrasi Akademik Institut Teknologi Bandung sebagai mahasiswa jenjang S‐1

b. Anggota Kehormatan
Anggota Kehormatan adalah mahasiswa atau bukan mahasiswa yang mempunyai kompetensi secara
keorganisasian dan mendapatkan akreditasi dari Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) GAMAIS ITB
Persyaratan:
(1) Beragama Islam
(2) Memiliki kompetensi secara organisasi
(3) Sukarela membantu GAMAIS ITB
(4) Ditetapkan dan diangkat oleh Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) GAMAIS ITB

c. Kader
Kader adalah anggota biasa yang memenuhi persyaratan organisasi sebagai kader
Persyaratan:
(1) Anggota biasa yang mendaftarkan diri dan menyatakan kesediaan menjadi kader
(2) Telah mengikuti salah satu tahapan kaderisasi GAMAIS ITB
(3) Ditetapkan sebagai kader oleh Kepala GAMAIS ITB

Levelisasi kader
Level Definisi
Kader Mula Anggota GAMAIS ITB yang mengikuti proses kaderisasi kader mula
Kader Muda Kader GAMAIS ITB yang telah selesai mengikuti proses pembinaan kader mula
Kader Madya Kader GAMAIS ITB yang telah selesai mengikuti proses pembinaan kader muda
Kader Purna Kader GAMAIS ITB yang telah selesai mengikuti proses pembinaan kader madya

4. Tahapan Strategis Kaderisasi

Tahapan Strategis Kaderisasi


1. Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM)
2. Rekrutmen
3. Pembinaan
4. Tadhrib ‘amal
5. Sistem kontrol

5. Matriks Umum Kaderisasi


Semester 1 Semester 2 Semester 3 Semester 4 Semester 5 Semester 6 Semester 7
Levelisasi Kader Kader Mula Kader Muda Kader Muda Kader Madya Kader Madya Kader Purna Kader Purna
Masuk Semester 1 OASIS DKT 1 DKT 2 DKT 3
Masuk Semester 2 Matrikulasi DKT 2 DKT 3
Masuk Semester 3 Matrikulasi DKT2 DKT 3
Masuk Semester 4 Matrikulasi DKT 3
6. Muwashshafat Kader

Muwashshaffat Kader Muda Kader Madya Kader Purna


1. Salimul ‘aqidah a. Memahami hakikat ilmu tauhid a. Point Kader Muda a. Point Kader Madya
(‘aqidah yang b. Selalu meluruskan niat dalam melakukan sesuatu b. Senantiasa bertaqarrub dengan Allah
bersih) c. Menjaga diri dari kemusyikan (tidak berhubungan dengan c. Merasakan ma’iyyatullah
jin dan hal-hal lain yang berhubungan dengan d. Dzikrullah di setiap waktu dan keadaan
kemusyrikan) e. Memahami urgensi amal jama’i
d. Mengingat adanya hari kiamat f. Mengetahui pergerakan organisasi-
e. Mengenal Allah organisasi yang memusuhi Islam
f. Mengenal Rasul g. Memahami dan meyakini qadha dan qadar
g. Mengenal Al Qur’an h. Senantiasa berhusnudzon (berprasangka
h. Mengenal hakikat Manusia baik)
i. Memahami ma’na syahadatain
j. Mengenal Dinul Islam
k. Tidak ikut merayakan hari-hari besar agama lain dan
acara-acara yang menjauhkan diri dari Allah SWT
2. Shahihul ‘ibadah a. Melaksanakan shalat 5 waktu dan shaum Ramadhan a. Point kader muda a. Point Kader Madya
(ibadah yang b. Melaksanakan shalat berjama’ah min. 2x / hari b. Membuat resume buku “tazkiyyatun b. Tilawah Al Qur’an dengan bacaan yang
benar) c. Melaksanakan tilawah 10 hal / hari nafs” baik (tahsin): 1,5 juz/hari
d. Melaksanakan shalat sunnat rawatib 3x / hari c. Shalat berjama’ah (di masjid): 4 kali/hari c. Shalat sunnah rawatib 5 kali/hari
e. Melaksanakan shalat QL min. 1x / pekan untuk ikhwan d. Qiyamullail: 6 kali/pekan
f. Memiliki hapalan Qur’an min. surat Adh Dhuha- An Nas d. Tilawah Al Qur’an 20 hal (1 juz)/hari e. Al Ma’tsurat: 7 kali/pekan
g. Melaksanakan shaum sunnat min. 3x / bulan e. Shalat sunnah rawatib 4 kali/hari f. Menjaga hafalan Al Qur’an: 40 hal (2
h. Membaca Al Ma’tsuraat min. 2x / pekan f. Qiyamullail: 3 kali/pekan juz)
i. Melaksanakan shalat Dhuha min. 1x / pekan g. Al Ma’tsurat: 5 kali/pekan g. Tiap 1 pekan sekali melakukan tadabbur
h. Menjaga hafalan Al Qur’an: 20 hal (1 juz) Al Qur’an
i. Mengikuti Tatsqif min. 1x / bulan h. Menjaga hafalan hadits Arba’in: 10
j. Menjaga hafalan hadits Arba’in: 5 buah buah
i. Menjaga hafalan hadits Riyadhus
Shalihin: 20 buah
j. Mengikuti Tatsqif min. 2x / bulan
k. Shalat berjama’ah (di masjid): 5
kali/hari untuk ikhwan
3. Matinul khuluq a. Tidak dusta a. Point Kader Muda a. Point Kader Madya
(akhlak yang tegar) b. Memenuhi janji b. Berani memimpin majelis b. Memiliki contact person (jaringan) di
c. Menjaga adab pergaulan Islami c. Memiliki Ruhul Istijabah (semangat lingkungan aktivitas da’wah dan kuliah,
d. Menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan menyambut tugas da’wah) yang baik serta memilki kepercayaan
e. Menyayangi yang muda dan menghormati yang tua d. Ihsanul ‘amal (ihsan dalam beramal) c. Tidak panik/tenang ketika menghadapi
f. Menjaga adab makan dan minum sesuai dengan sunnah e. Memilki contact person (jaringan) di masalah yang besar
g. Tidak berkhalwat dengan yang bukan mahram lingkungan aktivitas da’wah dan kuliah
h. Tidak pacaran f. Menjadi teladan bagi level di bawahnya
i. Mengenal karakter teman-teman sekelompoknya (usroh g. Menjadi pionir kebaikan
Gamais) h. Mengobati virus hati
j. Tidak takabbur i. Menjaga keamniyahan da’wah
k. Tidak ghibah j. Menundukkan pandangan
l. Berani mengemukakan pendapat k. Memahami ma’na qiyadah wal jundiyah
m. Rapih dalam berpakaian l. Mengetahui adab-adab majelis
n. Birul Walidain m. Mengaplikasikan rukun-rukun ukhuwah
4. Qadirun ‘alal kasbi a. Memiliki rekening pada Bank syari’ah a. Point Kader Muda a. Point Kader Madya
(kemampuan b. Menjauhi sumber penghasilan yang haram seperti judi, b. Membaca buku kewirausahaan b. Memiliki maisyah
berpenghasilan) lotere, togel, dsb. c. Membayar zakat
c. Menabung meskipun sedikit setiap bulan d. Infaq setiap hari
d. Membiasakan berinfaq tiap pekan
5. Mutsaqqaful fikri a. Mampu berkomunikasi dengan baik a. Point Kader Muda a. Point Kader Madya
(pikiran yang b. Memahami hukum-hukum Thaharah b. Ma’rifatul Maydan Kampus b. Memiliki visi dan strategi hidup beserta
intelek) c. Memahami hukum-hukum Shalat c. Memiliki wawasan yang baik tentang ke- perencanaan 10 tahun ke depan
d. Memahami hukum-hukum Shaum Islaman, ke-Indonesiaan dan c. Mampu melakukan perencanaan
e. Memahami hukum-hukum Zakat kemahasiswaan strategis
f. Memahami urgensi da’wah d. Memahami fungsi Gamais d. Cepat dan tepat dalam mengambil
g. Memahami syumuliyatul Islam e. Mengenal 50 Kader Madya Gamais keputusan
h. Mengetahui kisah Rasul dan Sahabat secara umum f. Mengetahui organisas-organisasi e. Memilki wawasan yang baik tentang
i. Mengetahui perangkap-perangkap musuh-musuh Islam terselubung yang memusuhi Islam berbagai gerakan ideologi dan sejarah
j. Mengetahui ke-Gamais-an (visi misi, struktur, job desc g. Memahami fiqh da’wah dan fiqh prioritas gerakan Islam di dunia dan di Indonesia
tiap dept) h. Berusaha membiasakan diri mencurahkan f. Memahami prinsip syuro dalam amal
k. Mengenal seluruh Kadept dan Korwat Gamais ide tiap pekan jama’i
l. Mengenal 50 orang kader muda i. Berusaha membiasakan diri membaca g. Menguasai teknik komunikasi efektif
m. Memahami bagaimana harus bersikap terhadap non buku di luar spesialisasinya h. Terbiasa/berusaha membiasakan diri
Muslim j. Memilki perpustakaan pribadi sekecil mencurahkan ide tiap hari
n. Membiasakan diri berfikir positif apapun i. Mampu mengaitkan isi antar bacaan
o. Memahami urgensi menuntut ilmu (kuliah) j. Mampu berpikir secara logis dan
p. Memahami urgensi tarbiyyah terstruktur dengan baik
q. Mengikuti perkembangan berita terkini k. Mengkuti perkembanagn politik
kontemporer
l. Memiliki kemampuan untuk
menganalisis masalah dan menjadi
problem solver
m. Memahami fiqh ikhtilaf
n. Mengenal anggota-anggota deptnya
(termasuk kader muda dan kader
madya)
o. Mengenal selurh kader purna
6. Qawiyyul jism a. Berolahraga: ½ jam/pekan a. Point Kader Muda a. Point Kader Madya
(fisik yang kuat) b. Tidak merokok b. Tidak begadang untuk hal yang sia-sia b. Memeriksakan kesehatan secara rutin
c. Tidak mengkonsumsi minuman keras dan Narkoba c. Olahraga: 1 jam/pekan
d. Bangun paling lambat ketika adzan shubuh d. Bangun sebelum adzan shubuh
e. Tidak tidur setelah shubuh dan setelah
ashar
7. Mujahidun li a. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan a. Point Kader Muda a. Point Kader Madya
nafsihi thoyib b. Tidak berlebihan dalam hal yang mubah b. Memerangi dorongan hawa nafsu
(bersungguh- b. Menjauhi media informasi porno c. Berusaha menjadi pendengar yang baik c. Selalu menyertakan niat jihad
c. Tidak malas kuliah d. Tidak putus asa dalam menghadapi suatu d. Menyesuaikan kata dan perbuatan
sungguh terhadap
d. Menjauhi tempat maksiat masalah e. Sabar
dirinya) e. Menjauhi seni yang tidak Islami e. Menjauhi hiburan yang bersifat jahiliyah f. Memenuhi janji
f. Berusaha untuk senantiasa memperbaiki diri dan membuat kita menjauh dari Allah g. Komitmen terhadap kesepakatan
f. Mengurangi bacaan yang tidak bersama
bermanfaat h. Memilki cita-cita/keinginan untuk syahid
g. Berhijab dengan baik i. Berani menegakkan amar ma’ruf dan
h. Memiliki jiwa rabbani nahi munkar
i. Pantang mengeluh
j. Siap menjadi naqieb (pementor)
k. Memprioritaskan kegiatan pembinaan
l. Berkomitmen terhadap ibadah-ibadah
harian
m. Bersemangat dalam berfastabiqul khairat
8. Munazhzham fi a. Mengikuti min. 1 kepanitiaan di Gamais a. Point Kader Muda a. Point Kader Madya
syu’unihi (teratur b. Berusaha tepat waktu dalam segala hal b. Memilki catatan aktivitas b. Menjadikan shalat sebagai penata waktu
dalam urusan- c. Merencanakan aktivitas harian c. Membaca buku mengenai manajemen, c. Disiplin dalam segala hal
d. Memenuhi batas kehadiran minimal, di setiap kuliah harokiyah, dan tanzhim d. Mampu menerapkan manajemen rapat
urusannya)
d. Mengikuti tambahan kepanitiaan (di dengan baik
dalam / di luar Gamais) e. Menyediakan waktu khusus minimal 30
menit per hari untuk memutaba’ah
Gamais
9. Haritsun ‘ala a. Bangun tidur max saat adzan shubuh a. Bangun sebelum adzan Shubuh a. Point Kader Madya (kecuali point f)
waqtihi (efisien b. Menyediakan waktu untuk menambah keilmuan / b. Memilki agenda perencanaan per hari b. Membaca buku Islami minimal 1 jam per
menjaga waktu) wawasan minimal 15 menit/hari c. Membiasakan mencari informasi terkini hari
c. Belajar materi perkuliahan: 1 jam/hari tiap hari c. Memilki perencanaan diri jangka
d. Mengisi waktu dengan hal yang panjang dan menengah
bermanfaat dalam berbagai hal d. Hiburan/relaksasi dengan murattal
e. Membiasakan tidak tidur setelah shubuh e. Mempersingkat semua urusan (tidak
dan setelah ashar bertele-tele)
f. Mengalokasikan waktu untuk membaca f. Tidak berlebihan dalam tidur (5 - 6 jam)
buku keIslaman min. 30 menit / hari
10. Nafi’un li ghairihi a. Menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan a. Point Kader Muda a. Point Kader Madya (kecuali point d,e,f)
(bermanfaat bagi orang tua b. Pernah mengisi ta’lim / taujih min. 1x b. Memilki jiwa pelayanan
orang lain) b. Menunaikan beberapa dari hak muslim atas saudaranya: c. Wajib memiliki min. 1 kelompok c. Membiasakan memberikan penghargaan
salam, mendoakan saat bersin, memenuhi undangan, mentoring kepada staf minimal setiap selesai acara
ta'ziyah, menjenguk yang sakit dll. d. Mengunjungi tempat tinggal pengurus d. Mampu meng-up grade anggota
c. Menjaga hubungan baik dengan teman Gamais min. 10 orang (di luar kader deptnya
d. Mengunjungi tempat tinggal penguus Gamais min. 3 muda) e. Dapat memberikan taujih dan
orang muhassabah
f. Menjadikan fiqh da’wah sebagai
landasan amal/operasional
g. Pernah mengisi ta’lim / taujih min. 1x /
bulan
h. Wajib memiliki min. 1 kelompok halaqoh
i. Mengunjungi tempat tinggal pengurus
Gamais min. 10 orang (di luar kader
muda dan madya)
7. Kurikulum Kaderisasi
Level Kader Muda
No. Materi Muwashshaffat Arahan Umum Referensi Metode
(Output)
Diniyah dan Da’wah
1. Ma’rifatullah 1d 1. Memahami bahwa jalan mengenal Allah adalah melalui ayat-ayat- 1. Allah, Sa’id Hawwa Ta’lim, baca/bedah
Nya 2. Adanya Allah, Yusuf Qardhawi buku
2. Mengerti sifat-sifat pribadi manusia yang menjadi penghambat 3. Kitab tauhid, Syaikh Muhammad
dari mengenal Allah At Tamimi
3. Mengerti dalil-dalil yang diaplikasikan untuk mengenal/menyedari
eksistensi Allah
4. Termotivasi untuk men-tauhid-kan Allah karena menyadari
kebesaran Allah
2. Tauhid dan fenomena 1a,c,e 1. Memahami konsep tauhid rububiyyah, asma’ wa shifat, mulkiyah, 1. Pengantar Studi Aqidah Islam, Ta’lim, baca/bedah
kemusyrikan dan uluhiyah serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari sesuai Dr. Ibrahim Muhammad bin buku
dengan manhaj salafush shalih Abdullah Al Buraikan
2. Termotivasi untuk melaksanakan sikap yang menjadi tuntutan 2. Iman, Rukun, hakikat, dan yang
utama empat tauhid tersebut Mmbatalkannya, D. Muhammad
3. Mengetahui ragam fenomena kemusyrikan yang terjadi di tengah Nu’aim Yasin
masyarakat dan termotivasi untuk merubahnya 3. Syahadatain dan Fenomena
Kekufuran, Sa’id Hawwa
4. Tauhidullah dan Fenomena
Kemusyrikan, Dr. Yusuf
Qardhawi
5. Aqidah, Landasan Membangun
Ummat, Dr. Abdullah Azzam
3. Ikhlas 1b 1. Memahami hakikat ikhlas, kriteria keikhlasan, urgensi ikhlas dalam Niyat dan Ikhlas, Dr. Yusuf Taujih
setiap amal Qardhawi
4. Ma’rifatur rasul 1d 1. Memahami bahwa fitrah manusia memerluakn keyakinan tentang 1. Ar Rasul, Sa’id Hawwa Ta’lim
eksistensi Sang Pencipta, beribadah kepadanya, dan memiliki 2. Sirah Nabawiyah,
kehidupan yang benar Shafiyurrahman Al Mubarakfuri
2. Memahami bahwa petunjuk Rasul satu-satunya jalan untuk itu 3. Sirah Nabawiyah, Dr.
3. Memahami definisi rasul dan dapat menjelaskan fungsinya secara Muhammad Sa’id Ramadhan Al
umum Buthi
4. Termotivasi untuk membaca dan mengkaji sunnah serta 4. Manhaj Haraki, Munir
mempelajari perjalanan hidup dan da’wah Rasulullah saw. Muhammad Al Ghadban
5. Termotivasi untuk menepaki jalan yang telah dirintis oleh para 5. Syarak Tsalatsatul Ushul
Rasul, yaitu jalan da’wah Ma’rifatur Rasul, Muhammad
6. Menjadikan rasulullah sebagai qudwah dan uswah hasanah dalan bin Shalih Al Utsaimin
hidup dan kehidupan
5. Al Islam 1d, 5e 1. Memahami bahwa islam adalah tunduk kepada wahyu Allah yang 1. Pengantar Kajian islam, Yusuf Bedah buku
diturunkan kepada para Nabi sebagai aturan (hukum) yang Qardhawi
merupakan jalan lurus menuju keselamatan dunia dan akhirat 2. Karakteristik Konsepsi Islam,
2. Meyakini bahwa Islam adalah pedoman hidup dari Allah Yang Sayyid Quthb
Mahatinggi dan tidak ada kerendahan di dalamnya 3. Al Islam, Sa’id Hawwa
3. Memahami karakterstik Dinul Islam yang menjadi ciri khas 4. Prinsip-Prinsip Islam, Abul A’la Al
penampilannya sepanjang sejarah Maududi
5. Prinsip-Prinsip Islam untuk
Kehidupan, Abdullah Al Muslih,
Salah Asy Syawi
6. Universalitas dan hakikat ibadah 2i 1. Memahami definisi, hakikat ibadah, badah yang diterima Taujih
7. Fiqh sunnah 2a,b,d,e,h,k, 5c 1. Memahami kaifiyat ibadah wajib: thaharah, shalat, shaum, dll. 1. Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq Beletin, baca buku
2. ihsanul ‘amal 2. Riyadush Shalihin, Imam Nawawi
8. Bahaya nifaq 3a,b Memahami karakter munafiq dan menghindari dari sikap nifaq Taujih
9. Adab keseharian 3c,d,e,f,g,h, 1. Memahami adab-adab keseharian dalam Islam: pergaulan, makan, 1. Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq Buletin
10a,b minum, dll. 2. Riyadush Shalihin, Imam Nawawi
10. Ghazwul fikri 5g,i, 7a,b,d,e 1. Memahami pengertian ghazwul fikri dan bahaya yang mengancam 1. Pengantar Memahami Ghazwul Bedah/baca buku
kaum muslimin Fikri, Abu Ridha
2. Memahami tahapan dan sarana ghazwul fikri sepanjang sejarah 2. Ghazwul Fikri, Marzuq
ummat Islam 3. Jahiliyyah Abad 21, Muhammad
3. Menyadari dan mewaspadai bahaya ghazwul fikri terhadap diri, Quthb
keluarga, dan masyarakat 4. Invasi Pemkiran
4. Termotivasi untuk meninggalkan segala bentuk kehidupan
jahiliyah
11. Hak sesama muslim 10d 1. Memahami dan mampu menerapkan hak-hak sesama muslim Taujih, penugasan
12. Ta’rif da’wah 1. Memahami keutaman seorang da’i 1. Jalan Da’wah,
2. Mengetahui wajibnya berda’wah Musthafa Masyhur
2. Untungnya
Menjadi Seorang Da’i, Abdullah
Nashih Ulwan
13. Peran pemuda dalam 5d,k,n 1. Mengetahui karakter seirang pemuda Bedah/baca buku
kebangkitan Islam 2. Memahami peran pemuda dalam kebangkitan ummat Islam
3. Mengetahui bahwa pengibar peradaban dan ideologi adalah para
pemuda
4. Termotivasi untuk tidak menyia-nyiakan masa muda
14. Urgensi tarbiyyah 5m 1. Memahami keterpurukan kondisi ummat saat ini 1. Urgensi Tarbiyah dalam Islam, Taujih, diskusi
2. Memahami urgensi tarbiyah Islamiyah untuk membentuk generasi Abu Ridha
Islami, masyarakat muslim ideal, dan peradaban kemanusiaan 2. Tarbiyah Menjawab Tantangan
yang tinggi
3. Memahami karakteristik, tujuan, dan bidan-bidang tarbiyah
Islamiyah
15. Tahsin 2c,f,g 1. Mengetahui hukum-hukum dalam mebaca Al Qur’an 1. Kajian Ilmu Tajwid, Abdul Aziz Pelatihan
2. Dapat membaca Al Qur’an dengan tartil Abdur Ra’uf
3. Termotivasi untuk berinteraksi dengan Al Qur’an setap saat
Skill, Manajerial, dan Lain-Lain
16. AMT dan konsep diri 5j,o, 7e, 8a 1. Mengenal diri, termotivasi untuk memperbaiki diri Pelatihan
17. Manajemen aktivitas 7, 8 1. Mengetahui prioritas aktivitas dan dapat mengatur semua 1. First Think First, Stephen Covey Pelatihan
aktivitas dengan seimbang 2. Seven Habits, Stephen Covey
18. Belajar efektif 5a,k,o, 8a,b,d, 9c 1. Memahami urgensi belajar dengan cara yang efektif dan efesien 1. Quantum Learnin Pelatihan
2. Mampu belajar dengan pengaturan waktu yang efektif antara 2. Accelerated Learning
berbagai aktivitas
19. Proposal, surat, perizinan, dan Skill 1. Terampil dalam membuat proposal kegatan, surat-menyurat,
publikasi perizinan, dan publikasi efektif
20. Gamaisiana 5h,l 1. Mengetahui visi dan misi Gamais
21. Manajemen anggaran pribadi 4a,b,c,d, 10c
22. Komunikasi efektif 5a,b 1. Mampu menyampaikan gagasan secara lisan dan tulisan yang
efektif
2. Mengetahui etika berkomunikasi
23. Hidup sehat 6a,b,c,d
24. Da’wah akademis 1. Memahami integralitas aktivitas da’wah di mana pun dan kapan
pun
2. Mampu menginternalisasikan aktivitas akademik sebagai bagian
dari da’wah

Level Kader Madya


No. Materi Muwashshaffat Arahan Umum Referensi Metode
(Output)
Diniyah dan Da’wah
1. Syahadatain – al wala’ wal bara’ 1b,c 1. Memahami bahwa syahadatain adalah dasar seluruh ajaran Islam 1. Al Wala’ wal Bara’, Loyalitas Ta’lim, bedah buku,
2. Menyadari bahwa laa ilaaha illallaah mengandung konsekuensi Muslim terhadap Islam, diskusi
menolak segala sembahan selain Allah Muhammad bin Sa’id bin Salim
3. Menyadari bahwa memberikan loyalitas kepada Allah dan Rasul Al Qahthani
dengan beribadah yang ikhlas kepada Allah serta ittiba’ sunnah 2. Pengantar Studi Aqidah Islam,
adalah wajib Dr. Ibrahim Muhammad bin
Abdullah Al Buraikan
3. Syahadatain dan Fenomena
Kemusyrikan, Sa’id Hawwa
2. Komitmen terhadap Islam 1, 7d, 9a,d,e 1. Memahami beberapa hal yang harus di-Islam-kan sebagai bukti 1. Komitmen terhadap harakah Ta’lim
komitmen Islamiyah, Fathi Yakan
2. Memahami al wala’ wal bara’
3. Tazkiyyatun nafs 1a, 2, 7b 1. Senantiasa memperbaiki niyat dan menata hati 1. Mensucikan Diri, Sa’id Hawwa Taujih, bedah buku
2. Mengingat kematian dan memperbaiki amal 2. Terapi Mental Aktivis Harakah,
3. Memperkuat ‘azzam dan ikhtiyar dalam meniti jalan taqwa Muhammad Nuh
3. Tarbiyah Ruhiyah, Abdullah
Nashih ‘Ulwan
4. Fiqh da’wah I 5g 1. Memahami pengertian da’wah sesuai dengan yang difahami oleh 1. Jalan Da’wah, Musthafa Msyhur Bedah buku, kajian
salafus shalih 2. Fiqh Da’wah, Jum’ah Abdul tematis
2. Memahami karakteristik da’wah Islamiyah ‘Aziz
3. Memahami marhaliyah (tahapan) da’wah dan ahdaf (tujuan 3. Dasar-dasar Da’wah, Abdul
antara) yang dicapai di setiap marhalah Karim Zaidan
4. Memahami pentingnya melakukan perencanaan da’wah 4. Sosok Da’i Militan, Abdullah
5. Mengetahui karakteristik seorang da’i dan termotovasi untuk Nshih ‘Ulwan
mengimplementasikan dalam dirinya 5. Da’i Militan Menghadang
Tantangan, Fathi Yakan
6. Fiqh Da’wah, Sayyd Quthb
5. ‘Amal jama’i 5d 1. Menyadari fitrah manusia untuk ber-‘amal jama’i 1. Amal Jama’i, Musthafa Masyhur Bedah buku
2. Memahami urgensi ‘amal jama’i dalam merealisasikan sasaran
Islam
3. Memahami syarat, unsur, dan sarana ‘amal jama’i
4. Termotivasi untuk terlibat dalam salah-satu ‘amal jama’i da’wah
6. Gerakan pemikiran dunia I 5h 1. Perbandingan ideologi Islam versus non-Islam
7. Da’wah fardiyah 3b,j,k, 10b,d 1. Mengetahui pengertian da’wah fardiyah dan kaistimewaannya 1. Da’wah Fardiyah, Ali Abdul Pelatihan, penugasan
2. Memahami sasaran dan sarana da’wah fardiyah Halim Mahmud
3. Memahami syarat dan adab da’wah fardiyah 2. Da’wah Fardiyah, Musthafa
4. Memahami tahapan da’wah fardiyah Masyhur
8. Qudwah hasanah 3c,d,f,g,h,i,l, 1. Qudwah di Jalan Da’wah, Bedah buku
5e,h, 10b Musthafa Masyhur
9. Fiqh prioritas 3e, 5g, 7e,f,g 1. Memahami urgensi memahami fiqh prioritas 1. Fiqh Prioritas, Yusuf Qardhawi
2. Memahami prioritas-prioritas dalam setiap segi kehidupan 2. Prioritas Gerakan Islam, Yusuf
Qardhawi
10. Ke-Indonesia-an 5c, 9c Nonton film, diskusi,
penugasan
11. Kemahasiswaan 5b,c 1. Mengetahui kondisi kontemporer dunia kemahasiswaan Diskusi, penugasan
2. Mampu memetakan kecenderungan elemen-elemen
kemahasiswaan
3. Mampu menawarkan solusi praktis terhadap problematika
kemahasiswaan
12. Tahfizh 2h 1. Memiliki hafalan Al Qur’an yang memadai 1. Menjadi Hafizh Qur’an Da’iyah,
2. Konsisten menjaga hafalan yang telah dimiliki Abdul Aziz Abdur Ra’uf
Skill, Manajerial, dan Lain-Lain
13. Permberdayaan tim 3k, 10c,d,e Pelathan, penugasan
14. Komunikasi empatik 5f, 7c Pelathan, penugasan
15. Manajemen proyek 8b, 9b Pelathan, penugasan
16. Manajemen forum 8c,e Pelathan, penugasan
17. Lobbying 3k Pelathan, penugasan
18. Dasar-dasar perekonomian 4a,b,c,d,e,f
Islam
19. Hidup sehat 6a,b,c,d,e

Level Kader Purna


No. Materi Muwashshaffat Arahan Umum Referensi Metode
(Output)
Diniyah dan Da’wah
1. Terapi mental aktivis da’wah 3, 8, 9 1. Mengetahui penyakit-penyakit yang dapat merusak amal 1. Terapi Mental Aktivis Harakah, Taujih
2. Dapat mengidentifikasi penyebab timbulnya penyakit tersbut Sayyid Muhammad Nuh
3. Mengetahui terapi bagi penyakit tersebut 2. Tazkiyatun Nafs, Sa’id Hawwa
4. Termotivasi untuk senantiasa ikhlas, teguh dalam da’wah, dan
ihsandalam beramal
2. Urgensi pergerakan Islam 1d 1. Mengetahui urgensi gerakan Islam untuk mempertahankan 1. Urgensi Harakah Islamiyah, Ta’lim, bedah buku
eksistensi ummat dan mengembalikan kejayaan Islam Yusuf Qardhawi
2. Mengetahui ciri harakah Islamiyah dulu dan masa depan
3. Qadha dan qadr 1e 1. Memahami konsep qadha dan qadar sesuai dengan pemahaman 1. Jawaban Tuntas Masalah Takdir, Ta’lim
salafush shalih Abdullah Nashih ‘Ulwan
2. Takdir, Ibnul Qwayyim Al
Jauziyah
4. Ma’iyyatullah 1a,b,c, 2a, 10d 1. Menyadari adanya pengawasan dan kesertaan Allah dalam setiap 1. Tarbiyah Ruhiyah, Abdullah Taujih
aktivitas kehidupan Nashih ‘ulwan
2. Termotivasi untuk berniat dan beramal secara ihsan berdasarkan
keyakinan adanya kesertaan dan pengawasan Allah.
5. Analisis perang Badar dan Uhud 7 1. Menumbuh suburkan semangat berjihad 1. analisis perang badar dan uhud Bedah buku, diskusi
2. Mengetahui hal-hal penting seputar peperangan besar Rasulullah 2. Ar-Rasul, Sa’id Hawa
dan dapat mengambil ibrahnya. 3. Sirah Nabawiyah, Shafiyyur
Rahman Al-Mubarakfury
4. Sirah Nabawiyah, Dr.
Muhammad Sa’id Ramadhan Al-
Buty
6. Sistem kaderisasi Rasulullah 10 1. Mengetahui strategi Rasulullah dalam membentuk kader inti 1. Manhaj Haraki dalam Sirah Ta’lim
da’wah Nabawiyah, Munir Ghodban
2. Memahami fase-fase da’wah Rasulullah dan karakteristiknya.
7. Fiqh ikhtilaf 5m 1. Memahami prinsip2 dalam berdiskusi dan berbeda pendapat 1. Etika Berdiskusi, WAMY Tugas baca
dalam Islam 2. Fiqhul Ikhtilat, Yusuf Qardhawy
2. Memahami wajibnya persatuan dan tercelanya perpecahan
3. Memahami bahwa perbedaan pendapat dalam hal furu adalah
kemestian dan harus disikapi dengan bijaksana
8. Syuro’ dan pengambilan 5f, 7g 1. Memahami landasan syar’i syuro’ Ta’lim
keputusan 2. Memahami unsur-unsur, adab dalam syuro’
3. Memahami syarat-syarat keputusan yang dibuat dalam syuro’
dan konsekuensinya
4. Termotivasi untuk menjadikan syuro’ sebagai kunci dalam
pengambilan keputusan
9. Fiqh da’wah II 10e 1. Memahami kaidah da’wah yang diambil dari ushul fiqh Fiqh Da’wah Pasal 4, Jum’ah Amin Tugas baca
2. Mampu mengimplementasikan prinsip dan kaidah tersebut Abdul Aziz
dalam ruang lingkup da’wah kampus
10. Keutamaan beramal 2 1. Memahami keutamaan2 ibadah kepada Allah Riyadush sholihin, Imana An- Tugas baca
2. Termotivasi untuk melaksanakan ibadah2 utama sehari2 Nawamy
3. Berusaha untuk meningkatkan kualitas ibadah
11. Gerakan pemikiran dunia II 5e
Skill, Manajerial, dan Lain-Lain
16. Manajemen konflik 3m, 5l Memahami penyebab timbulnya konflik dan dapat Pelatihan
mencegah/mengatasinya
17. Entrepreneurship dalam Islam 4 Memahami definisi enterpreunership, enterpreunership menurut Kuliah umum
Islam
18. Perencanaan strategis 5b,d,e Pelatihan
19. Teknik berpikir 5h,i,j Tugas baca
20. Hidup sehat 6a,b
Kurikulum Kaderisasi Tambahan (Optional)
No. Materi Muwashshaffat Arahan Umum Referensi Metode
(Output)
1. Ma’rifatul insan 3 1. Memahami hakikat manusia, asal kejadiannya dan kedudukan
dirinya sebagai manusia
2. Menyadari sifat2 umum dirinya sebagai manusia dan
memahaminya sebagai buah potensi baik maupun buruk (fujur
dan taqwa)
3. Memahami fungsi dasar penciptaannya, sebagai hamba Allah dan
kholifah fil ardh, untuk kemudian menjalankannya sebagai satu
kesatuan
2. Fiqh tafakkur 1. Menyadari bahwa Islam itu membebaskan akal pikiran, 1. Fiqh Tafakkur, Malik Badri
menganjurkan untuk mengadakan penelitian tehadap alam, 2. Deep Thinking, Harun Yahya
mengangkat derajat ilmu dan para ulama, dan menyambut 3. Mencari ilmu dengan metode
kehadiran sesuatu yang baik dan bermanfaat. “ hikmah adalah salafush Shalih
barang hilang milik orang beriman, dimanapun didapatkannya ia
adalah orang yang paling berhak atasnya.”
2. Memelihara akal dari hipotesa dan taklid kepada suatu teori tanpa
argumentasi
3. Tidak terpengaruh oleh kondisi psikologis. Artinya ia harus
komoitmen kepada sikap adil dan obyektif dalam menentukan
keputusan, dalam kondisi apa pun.
3. Fiqh muwazzanat
4. Karakteristik generasi terbaik 3,7,10 1. Mengetahui karakteristik generasi terbaik 1. Karakteristik 60 sahabat
2. Memahami sarana2 untuk mewujudkan generasi terbaik Rasulullah SAW, Khalid Muh,
3. Termotivasi untuk membentuk diri, keluarga, lingkungan Khalid
mendekati karakteristik generasi terbaik 2. Petunjuk Jalan, Sayyid Qutb
3. Pesan untuk Pemuda Islam,
Abdullah Nashih Ulwan
5. Syakhshiyyah islamiyyah 3 1. Memahami karakter akhakul karimah 1. Riyadush Sholihin, Imam An-
2. Termotivasi untuk senantiasa menghiasi dirinya dengan Nawawy
kepribadian yang Islami 2. Apakah Anda Berkepribadian
Islam
6. Iman 1 Memahami definisi, hakikat, faktor penyubur iman
7. Leadership 10 Memahami definisi kepemimpinan, kriteria pemimpin yang baik Al Qiyadah Wal Jundiyah, Mustafa
Mansyur
8. Pilar-pilar kebangkitan ummat
8. Aktivitas Kaderisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia
Aktivitas Kaderisasi dan Manajemen SDM terdiri dari empat hal:
A. Rekrutmen
B. Pembinaan
C. Tadhrib Amal
D. Sistem Kontrol

A. Rekrutmen

1. Definisi dan Tujuan


Rekrutmen kader adalah proses menarik seseorang menjadi kader untuk kemudian dibina melalui mekanisme
pembinaan yang ada di Gamais ITB.

2. Metode
a) Membuka pendaftaran (open recruitment)
Metode ini merupakan metode formal dengan sasaran yang masif. Gamais ITB membuka pendaftaran untuk
mengikuti proses pembinaan (menjadi kader) Gamais ITB maupun untuk menjadi pengurus Gamais ITB.
b) Interpersonal
Metode ini merupakan metode informal dan dilakukan secara personal (fardhiyah). Pada metode ini, orang
yang menjadi objek rekrutmen menawarkan diri untuk mengikuti proses pembinaan Gamais ITB baik dengan
inisiatif pribadi maupun dengan da'wah fardhiyah dari kader Gamais ITB

3. Waktu, Pelaksana, dan Segmentasi Objek


Waktu Pelaksana Segmentasi Objek Metode

Awal OHU LDP Seluruh mahasiswa baru Membuka pendaftaran


semester I
Pasca OHU LDP dan LDW Mahasiswa baru per fakultas/sekolah Membuka pendaftaran

Awal semester II* LDW Mahasiswa semester II per Membuka pendaftaran


fakultas/sekolah

Awal semester III* LDPS Mahasiswa semester III per prodi Membuka pendaftaran

Awal semester IV* LDPS Mahasiswa semester IV per prodi Membuka pendaftaran

Pertengahan setiap* semester Semua Tidak dibatasi Interpersonal

*) Kader yang baru mendaftarkan diri setelah semester I akan dikenakan matrikulasi. Penjelasan mengenai
matrikulasi terdapat pada bagian “Pembinaan”

B. Pembinaan

1. Definisi dan Tujuan


Pembinaan adalah aktivitas yang bertujuan untuk membangun kepribadian orang yang dibentuk sehingga
memenuhi standar yang ditetapkan. Proses membentuk kader ini menuntut perangkat-perangkat yang lebih
khusus dibadingkan dengan perangkat-perangkat untuk membina massa ammah. Yang menjadi orientasi tidak
lagi kuantitas, melainkan kualitas

2. Levelisasi Kader
Level Definisi Waktu Pembinaan

Mula Anggota Gamais ITB yang mengikuti proses pembinaan kader mula. Semester I

Muda Kader Gamais ITB yang telah selesai mengikuti proses pembinaan kader mula. Semester II dan III
Madya Kader Gamais ITB yang telah selesai mengikuti proses pembinaan kader muda. Semester III dan IV

Purna Kader Gamais ITB yang telah selesai mengikuti proses pembinaan kader madya. Semester V dan VI

3. Pelaksana dan Peserta


a. Proses pembinaan kader menjadi tanggung jawab departemen MSDA LDP/LDW/LDPS tempat kader peserta
pembiaan menjadi pengurus.
b. Kader peserta pembinaan dibina oleh kader yang levelnya lebih tinggi dengan departemen MSDA merupakan
pengelolanya

4. Muwashafat dan Kurikulum (dijelaskan pada poin 6 dan 7 GDK)


Muwashafat merupakan karakter capaian yang harus dimiliki oleh kader dan merupakan sasaran dari proses
pembinaan. Kurikulum merupakan muatan pembinaan yang diberikan untuk mencapai muwashafat yang
ditetapkan

5. Perangkat Pembinaan
5.1 Perangkat Umum
 Usrah pengurus
 Mentoring kader mula
 Ta'lim
 Baca/bedah buku
 Taujih
 Buletin
 Penugasan
 Seminar, dialog, diskusi
 Pelatihan
 Nonton film
 Rihlah
 Mabit
 Halaqoh Qur'an
 dll.

5.2 Matrikulasi
5.2.1 Definisi dan Tujuan
Matrikulasi adalah program pembinaan kader yang bertujuan mempersiapkan kader baru untuk dapat
mengikuti program pembinaan kader yang sesuai dengan angkatan perkuliahannya seperti yang
tertera pada tabel “Levelisasi Kader”. Matrikulasi juga merupakan program persamaan yang berfungsi
menggantikan proses pembinaan yang tidak diikuti sebelumnya oleh kader.

5.2.2 Muatan
Muatan matrikulasi mengacu kepada muwashafat dan kurikulum pembinaan kader Gamais ITB dan
diarahkan untuk memenuhi seluruh muwashafat primer kader Gamais ITB sesuai jenjang kader
peserta matrikulasi.

5.2.3 Pelaksana
Matrikulasi dilaksanakan oleh LDP/LDW/LDPS tempat kader peserta matrikulasi akan menjadi
pengurus.

5.2.4 Peserta
a. Kader yang baru terekrut setelah semester I perkuliahan berakhir.
b. Kader yang tidak lulus program pembinaan sebelumnya.
c. Kader yang lulus dari program pembinaan sebelumnya namun dinilai perlu mengikuti program
matrikulasi berdasarkan pertimbangan pelaksana pembinaan

5.2.5 Waktu Pelaksanaan


Matrikulasi dilaksanakan setiap awal semester perkuliahan.

5.3 Daurah Kader Terpusat (DKT)


5.3.1 Definisi dan Tujuan
Daurah Kader Terpusat (DKT) adalah sarana intensif untuk membekali peserta dengan metode dan
pengalaman penting untuk memperkuat pengetahuan dan sisi-sisi kualitas tertentu yang sifatnya
khusus dan medalam yang sulit disampaikan melalui usrah atau ta’lim-ta’lim umum.

5.3.2 Muatan
Muatan DKT mengacu kepada muwashafat dan kurikulum pembinaan kader Gamais ITB dan
diarahkan untuk memenuhi seluruh muwashafat primer kader Gamais ITB sesuai jenjang kader
peserta DKT.

5.3.3 Pelaksana
DKT dilaksanakan oleh LDP secara terpusat.

5.3.4 Waktu Pelaksanaan


Daurah Kader Terpusat (DKT) I dan II dilaksanakan pada waktu libur perkuliahan peralihan semester
ganjil ke genap. Daurah Kader Terpusat (DKT) III dilaksanakan pada waktu libur perkuliahan peralihan
semester genap ke ganjil

5.3.5 Peserta
Tingkat Peserta

DKT I Kader Mula

DKT II Kader Muda

DKT III Kader Madya

5.4 Pelantikan
5.4.1 Definisi
Pelantikan merupakan proses seremonial kenaikan jenjang kader.
5.4.2 Pelaksana
Pelantikan dilaksanakan oleh Kepala Gamais ITB.
5.4.3 Waktu Pelaksanaan
Pelantikan dilaksanakan setiap akhir masa pembinaan suatu jenjang kaderisasi.
5.4.4 Peserta
Kader yang dinilai lulus dari program pembinaan suatu jenjang kaderisasi

6. Evaluasi dan Seleksi


6.1 Definisi
Yang dimaksud dengan evaluasi dan seleksi dalam hal ini adalah mengevaluasi pencapaian muwashofat
kaderisasi serta menyeleksi kenaikan jenjang kader peserta kederisasi.
Untuk mengetahui tingkat kapabilitas seseorang, diperlukan proses evaluasi dan penyeleksian yang serius,
jujur, objektif, jauh dari terlalu memudahkan dan terlalu menyulitkan serta memiliki tingkat akurasi yang
tinggi.
Proses evaluasi dan seleksi ini merupakan bagian dari pembinaan, baik bagi objek kaderisasi maupun bagi
subjek kaderisasi. Karenanya, proses ini hendaklah dilaksanakan secara jama’i melalui mekanisme syura agar
tinggi tingkat akurasinya

6.2 Tujuan
a. Terevaluasinya hasil pencapaian muwashofat kader hingga batas waktu yang memungkinkan ia naik ke
jenjang kaderisasi berikutnya.
b. Terwujudnya ketetapan kenaikan jenjang kaderisasi peserta kaderisasi.

6.3 Metode
Beberapa metode yang dapat digunakan dalam proses mengevaluasi dan menyeleksi peserta kaderisasi
adalah:
a. Dilakukan oleh naqib usrah secara subjektif terhadap capaian muwashofat dan kepribadian peserta.
b. Dilakukan dengan membentuk tim khusus untuk mengevaluasi dan menyeleksi.
c. Dilakukan oleh peserta itu sendiri melalui evaluasi mandiri

6.4 Parameter Kenaikan Level


Kenaikan level kader ditetapkan dengan mempertimbangkan:
a. Semua Muwashoffat Primer.
b. Kehadiran acara kaderisasi dan DKT.
c. Keaktifan dalam tadhrib amal

6.5 Pelaksana
Evaluasi dan seleksi dilakukan oleh departemen MSDA LDP‐LDW‐LDPS.

C. Tadhrib Amal

1. Definisi dan Tujuan


Tadhrib amal merupakan proses pemberdayaan potensi kader dengan memberikan pembebanan berupa tugas
atau amanah tertentu. Tadhrib amal merupakan bagian yang integral dari proses pembinaan.

2. Wilayah Tadhrib Amal


1. Angkatan (informal)
a) Ketua angkatan/struktur angkatan
b) Rohis Kelas
c) Proyek angkatan
2. Kepengurusan Gamais
Level Kepengurusan Level Kader yang berhak

Magang Muda

Staf Muda, Madya

BPH Madya, Purna

Pengurus Inti Purna

3. Kepanitiaan
a) Staf
b) BPH
c) Steering Commitee (SC)
4. Mentor/Naqib
5. Pemateri
6. Organisasi lain
a) Unit Kegiatan Mahasiswa
b) Himpunan
c) Kabinet dan Kongres KM
7. Asisten lab dan dosen

8. Pemetaan Tadhrib Amal


Semester LDP LDW LDPS
1 - Ketua Angkatan Muslim - Ketua Angkatan Muslim BELUM ADA
ITB Fakultas/Sekolah
- Proyek angkatan - Rohis kelas
- Proyek angkatan
2 - Staf kepanitiaan - Magang BELUM ADA
- Proyek angkatan - Rohis kelas
- Magang - Staf kepanitiaan
- Proyek angkatan
3 - Staf kepanitiaan - Staf kepanitiaan - Ketua Angkatan Muslim
- Proyek angkatan - Magang Prodi
- Mentor (naqib) - Magang
- Magang
4 - Staf - Staf - Staf
- BPH kepanitiaan - BPH kepanitiaan - BPH kepanitiaan
- Mentor (naqib) - Mentor (naqib) - Mentor (naqib)
5 - Staf - Staf - Staf
- BPH kepanitiaan - BPH kepanitiaan - BPH kepanitiaan
- Mentor (naqib) - Mentor (naqib) - Mentor (naqib)
6 - BPH - BPH - BPH
- SC kepanitiaan - SC kepanitiaan - SC kepanitiaan
- Mentor (naqib) - Mentor (naqib) - Mentor (naqib)
- Pemateri - Pemateri - Pemateri
7 - BPH - BPH - BPH
- SC kepanitiaan - SC kepanitiaan - SC kepanitiaan
- Mentor (naqib) - Mentor (naqib) - Mentor (naqib)
- Pemateri - Pemateri - Pemateri

9. Mekanisme penempatan (staffing)


Penempatan kader dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan perencanaan SDM:
a) Menetapkan kuota
b) Mengadakan open recruitment

D. Sistem Kontrol

1. Definisi dan Tujuan


Sistem kontrol merupakan serangkaian aktivitas untuk menjamin keseluruhan sistem kaderisasi dan manajemen
SDM LDK berjalan sesuai rencana.

2. Ruang Lingkup
 Tarbiyah
 Amanah
 Akademik
 Ekonomi
 Permasalahan lain
3. Pelaksana
Pelaksanaan sistem kontrol kader berada dalam tanggung jawab departemen MSDA LDP/LDW/LDPS.

4. Instrumen
4.1 Usrah Pengurus
4.1.1 Definisi dan Tujuan
Usrah secara bahasa berarti baju perisai yang melindungi, istri atau keluarga, jamaah yang diikat oleh
kepentingan yang sama, kelompok. Maka definisi usrah adalah sarana pembinaan yang menghimpun
semua makna di atas. Dia berfungsi sebagai pelindung karena di sana terdapat komunitas yang saling
mengingatkan, berfungsi sebagai keluarga karena di sanalah ditanamkan dan dipraktekkannya nilai-
nilai ukhuwah Islamiyah, dengan dilandasi tujuan dan kepentingan yang sama, yaitu membina diri,
dalam format dinamika kelompok dengan jumlah anggota maksimal 12 orang. Fungsi pembinaan dari
usrah diutamakan sebagai pemicu untuk melakukan tarbiyah dzatiyah bagi para pesertanya.
Selain memiliki fungsi pembinaan, usrah memiliki fungsi penjagaan, penguatan, dan koordinasi. Inilah
fungsi-fungsi utama usrah terkait sistem kontrol. Kedudukan usrah adalah sebagai ujung tombak
sistem kontrol kader yang menjamin keberjalan keseluruhan sistem kaderisasi dan manajemen SDM.

4.1.2 Pelaksana dan Peserta


Pelaksana usrah (naqib) adalah kader inti LDP/LDW/LDPS dan peserta usrah adalah seluruh pengurus
LDP/LDW/LDPS.

4.1.3 Muatan
Usroh ini akan dijalankan setiap 2 pekan sekali. Waktu kerberjalanan usroh ini tergantung dari
kesepakatan dari naqib dengan anggota usrohnya. Muatan yang diharapkan dari usroh ini antara lain :
 Tausiyah, memberikan nasehat-nasehat yang terkait kebutuhan dari para anggota usroh saat usroh
berjalan
 Taujih, memberikan arahan, terkait arahan dakwah yang akan diberikan dan konsep dakwah di
gamais secara detail
 Motivasi, usroh ini diharapkan bisa memotivasi para anggota nya dalam beraktifitas sehari-hari dan
dalam berdakwah
 Tahfidz , saat usroh berlangsung alangkah baiknya naqib juga membimbing anggotanya dalam
menghafal qur’an
 Jaulah ‘ilmiy, kunjungan ke ustadz, tokoh, atau pihak terkait, dimana di pertemuan tersebut
diharapkan bisa menjadi media diskusi intensif bagi para anggota dengan orang yang ditemui. Ini
merupakan metode yang bisa memberikan ilmu secara komprehensif dan aplikatif langsung dari
para pelaku.
 Rihlah, dengan kata lain, jalan-jalan ke suatu tempat dengan tujuan refreshing
 Muta’baah. Proses evaluasi terhadap pribadi dari masing-masing anggota usroh. Proses evaluasi ini
berisikan:
o Kesehatan tarbiyah
o Evaluasi amalan harian
o Performansi akademik
o Performansi amanah dan aktifitas dakwah
o Permasalahan pribadi yang ada, seperti masalah ekonomi, pergaulan, dan dsb

4.2 Database Kader


a. Database kader disimpan oleh departemen MSDA LDP dan LDW/LDPS yang bersangkutan.
b. Database kader di-update setiap 1 bulan sekali.
c. Informasi yang tersimpan dalam database kader adalah
 Data pribadi standar
 Track record kaderisasi
 Kesehatan tarbiyah
 Performansi akademik
 Performansi amanah dakwah
 Catatan permasalahan
d. Informasi yang tersimpan dalam database bersifat rahasia dan menjadi tanggung jawab departemen
MSDA LDP/LDW/LDPS

4.3 Tim Manajemen SDM Kepanitiaan


4.3.1 Definisi
Tim Manajemen SDM Kepanitiaan merupakan suatu tim yang bertugas untuk meninjau kondisi kader
di suatu kepanitiaaan baik dari segi kinerja, keaktifan, serta kondisi kader secara personal sehingga
dapat terpantau dan dapat dilakukan treatment tertentu sesuai kebutuhan akan peningkatan kualitas
keislaman dan efektifitas kader GAMAIS secara syumul

4.3.2 Tujuan
a. Menjaga keseimbangan kader.
b. Melakukan kerja kaderisasi, peninjauan kondisi kader di kepanitiaan, dan kontrol terhadap
pembinaan keislaman terhadap kader dalam suatu kepanitiaan.
c. Mengontrol kualitas keislaman dan efektifitas panitia dalam suatu kepanitiaan

f. Posisi, Peran, dan Fungsi Mentoring dalam Dakwah GAMAIS


 Posisi mentoring berada berada dalam tanggjung jawab BKM yang berkoordinasi dengan MSDA dan BRTK dalam
Sektor Internal menempati posisi bidang rekrutmen dan tarbawi kader GAMAIS
 Peran mentoring sebagai salah satu elemen pendukung kaderisasi dan pengokohan ukhuwah di sektor internal; ujung
tombak rekrutmen dan pembinaan kader dalam dakwah
 Fungsi mentoring adalah mendukung upaya-upaya pencapaian tujuan kaderisasi dan pengokohan ukhuwah dari sisi
ma’nawiyah; memberikan follow up rekruting dari program-program syiar; dan memberikan pembinaan kepada
kader-kader GAMAIS

g. Grand Design Mentoring


Akan dibahas oleh Badan Koordinasi Mentoring.

h. Pandangan GAMAIS terhadap Urgensi Mentoring


Mentoring merupakan salah satu elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dari proses rekrutmen & kaderisasi. GAMAIS
sebagai salah satu organisasi formal yang berada di ITB ketika menjalankan kegiatan-kegiatannya pasti membutuhkan
SDM yang akan menjalankan kegiatan-kegiatan tersebut. Oleh karena itu, GAMAIS membutuhkan kader-kader yang
menjadi motor penggerak jalannya organisasi. Peran mentoring sebagai ujung tombak rekrutmen & tarbawi (pembinaan)
berimplikasi terhadap pentingnya mentoring di dalam tubuh GAMAIS. Selain itu, mentoring dalam pandangan Gamais
juga mempunyai peran sebagai elemen yang bertanggung jawab melakukan pembinaan terhadap seluruh mahasiswa
muslim S1 ITB sebagai salah satu wujud peranan mentoring dalam da’wah GAMAIS menuju ITB islami.

i. Fungsi Sekretariat bagi GAMAIS


Fungsi sekretariat bagi Gamais adalah menyediakan kebutuhan materiil dan/atau moriil segala kegiatan keorganisasian
Gamais. Kebutuhan materiil dapat berupa pusat data, informasi, atau sarana dan prasarana suatu kepanitiaan.
Kebutuhan moriil dari sebuah sekretariat berkaitan dengan perannya sebagai ‘rumah’: memenuhi rasa nyaman
pemiliknya, menghilangkan rasa lelah setelah berbagai aktivitas ,dan berbagai kebutuhan psikologis lainnya.

j. Makna “Keluarga” bagi GAMAIS


‘Sesungguhnya setiap mukmin adalah bersaudara....’ (QS. Al-Hujurat : 10). Dengan melihat firman Allah SWT ini, tanpa di
bawah naungan sebuah organisasi apapun, ikatan antara sesama mukmin adalah keluarga. Pemahaman inilah yang
mendasari makna keluarga bagi Gamais, yaitu suatu ikatan yang berlandaskan atas keimanan kepada Allah SWT dan
Rasulullah SAW. Sebagai organisasi dakwah Islam, Gamais memiliki fungsi membina ikatan kekeluargaan ini serta
meningkatkan kualitasnya sehingga keluarga yang terbentuk akan menjadi generasi Rabbani.

k. Follow Up Syiar dengan Kaderisasi


Syi’ar berbasis rekrutmen, itulah yang akan menjadi gambaran follow-up kegiatan syi’ar yang dilaksanakan oleh SPK
(Syi’ar Pelayanan Kampus) dan akan di follo-up oleh MSDA untuk direkomendasikan kepada program pembinaan.
Langkah-langkah follow up kegiatan-kegiatan syi’ar sebagai berikut,
1. Input data peserta syi’ar oleh Sektor Syi’ar dan Pelayanan Kampus.
2. Follow-up awal, yaitu dengan SMS tausiyah kepada peserta kegiatan syi’ar atas nama kegitan syi’ar yang
bersangkutan, misalnya tim donor darah.
3. Data peserta syi’ar diolah oleh Biro Survey GAMAIS (Membandingkan data peserta pada berbagai kegiatan syi’ar).
4. Menyerahkan data peserta kegiatan syi’ar yang telah diolah kepada MSDA.
5. Membuat grade pembinaan untuk peserta syi’ar.
6. Merekomendasikan pembinaan dengan sentuhan langsung kepada peserta yang performansinya bagus pada
kegiatan-kegiatan syi’ar yang dilaksanakan.

l. Antara Pusat dan Wilayah

Aspek LDP LDW (LDF/S & LDPS)


Rekrutmen Sesuai GDK
Pembinaan Segmentasi Objek Seluruh mahasiswa muslim ITB LDFS : mahasiswa TPB dan pengurus LDFS
LDPS : mahasiswa tingkat 2 ke atas dan
pengurus LDPS
Pelaksanaan a. Mengontrol pelaksanaan Pelaksana pembinaan, di bawah koordinasi
pembinaan di LDW LDP
b. Mem-backup pembinaan
LDW
c. Melaksanakan pembinaan
terpusat
DKT Melaksanakan DKT Merekomendasikan dan memobilisasi kader
untuk mengikuti DKT
Matrikulasi a. Melaksanakan matrikulasi a. Melaksanakan matrikulasi untuk kader
untuk kader di LDP di LDW
b. Mengontrol pelaksanaan b. Melaporkan keberjalanan dan hasil
matrikulasi di LDW matrikulasi ke LDP
Pelantikan Melantik kader Merekomendasikan kader siap lantik
Evaluasi dan Seleksi Sesuai GDK
Tadhrib Amal Memetakan dan a. Melakukan staffing ke departemen
mendistribusikan kader ke b. Memberdayakan dan mengembangkan
LDP/LDFS/LDPS setiap awal kader di LDFS/LDPS
kepengurusan
Sistem Kontrol Usroh Kader di LDP Kader di LDW
Database kader Pusat data a. Mengumpulkan data kader di LDW
b. Melaporkan data ke LDP
c. Menjaga Data
Tim Manajemen Kepanitiaan LDP Kepanitiaan LDFS/LDPS
SDM Kepanitian

m. Levelisasi LDFS dan LDPS dalam Kaderisasi


Kuesioner Levelisasi LDFS dan LDPS
Ya Tidak
Kepahaman Faham makna dakwah
Faham tahapan dakwah
Faham makna kaderisasi
Faham amal-amal kaderisasi
Faham konsep kaderisasi di GAMAIS
Faham SOP terkait kaderisasi
Faham konsep manajemen SDM organisasi
Ya Tidak
Perencanaan Terdapat muwashofat kader
Kaderisasi Sesuai standar Gamais?
Terdapat alur kaderisasi
Sesuai standar Gamais?
Terdapat penjenjangan kader
Sesuai standar Gamais?
Ya Tidak
Rekrutmen Memiliki mekanisme perekrutan massal
Memiliki mekanisme perekrutan fardhiyah
Program syiar di-follow up dengan program pembinaan
Ya Tidak
Pembinaan Proses pembinaan berjalan sesuai alur kaderisasi
Perangkat-perangkat pembinaan? Ada Tidak
Usroh kader/pengurus
Seminar/training
Rihlah
Mabit
Daurah
Ta’lim
Camping/mukhayam
Rihlah
Infrastruktur pendukung? Ada Tidak
Ma'had
Tahsin
Tahfidz
Ya Tidak
Menjalankan mekanisme evaluasi dan seleksi kader sesuai jenjang dengan baik
Terfasilitasinya semua jenjang/tingkat pada proses kaderisasi
Memiliki pendataan kader yang baik
Ya Tidak
Tadhrib Amal Semua kader diberi tadhrib amal yang jelas dan sesuai dengan jenjang
kaderisasinya
Semua pengurus mengikuti proses kaderisasi
Ada proses staffing ke setiap departemen
Ada masa magang/pembekalan/orientasi/edukasi tiap departemen
Jumlah amanah sesuai dengan jumlah pengurus
Ada program pengembangan/edukasi pengurus
Memiliki pendataan pengurus yang baik
Ya Tidak
Sistem Memiliki sistem kontrol dan pendataan amanah yang baik
Kontrol
Ya Tidak
Penyiapan Memiliki kader yang cukup secara kuantitas untuk meneruskan kerja kaderisasi
Subjek Memiliki kader yang cukup secara kualitas untuk meneruskan kerja kaderisasi
Kaderisasi Memiliki program kaderisasi khusus untuk penerus pelaksana kerja kaderisasi

Berdasarkan parameter di atas, maka dapat dilakukan pengklasifikasian LDF/S/PS. Penilaian terhadap klasifikasi ini dapat
dibagi ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu
Jumlah poin 28 – 42 tergolong LDF/S/PS Mandiri
Jumlah poin 14 – 27 tergolong LDF/S/PS Madya
Jumlah poin 0 – 13 tergolong LDF/S/PS Mula

Diisi dengan angka:


Analisis Jumlah kader/massa muslim?
Medan Kader purna
Kader madya
Kader muda
Kader mula
Jumlah hanif/massa muslim? (estimasi)
Jumlah massa muslim/massa prodi

Rekomendasi Strategis Berdasarkan Levelisasi LDFS dan LDPS


Levelisasi LDFS-LDPS
Aspek
Mula Madya Mandiri
Fokus Kegiatan Pembentukan dan penguatan 1. Menambah jumlah kader 1. Implementasi dan perbaikan
SDM kader inti yang mampu dan menjaga kontinuitas sistem
diposisikan pada level jumlah tersebut 2. Pengelolaan SDM secara
2. Mempersiapkan sistem profesional
strategis
pengelolaan SDM yang baku 3. Inovasi dan kreasi dalam
(alur kaderisasi, mekanisme pengelolaan SDM
penilaian kinerja individu 4. Pewarisan sistem yang lebih
dan organisasi) baik
3. Mempersiapkan mekanisme
pewarisan sistem yang baik
4. Mempersiapkan kader-
kader yang akan
mengimplementasikan dan
memperbaiki sistem di
masa yang akan datang
Kebutuhan 1. Membuat alur kaderisasi 1. Implementasi, perbaikan 1. Pengakaran sistem untuk
2. Membuat mekanisme dan stabilisasi alur seluruh organisasi
rekrutmen yang efektif kaderisasi 2. Pengakaran budaya
dan efisien 2. Pembentukan sistem organisasi
3. Pengelolaan dan evaluasi kinerja individu dan 3. Pengelolaan dan
pengembangan SDM yang organisasi pengembangan SDM yang
berorientasi pada 3. Pembentukan budaya berorientasi pada
pembentukan dan organisasi peningkatan profesionalisme
penguatan kader inti 4. Pengelolaan dan kerja baik secara individual
LDFS-LDPS pengembangan SDM yang maupun secara tim
berorientasi pada 4. Ekspansi dan diferensiasi
peningkatan kemampuan untuk pengembangan
dasar organisasi dan organisasi
keterampilan interpersonal
Blue Print Syi’ar Pelayanan Kampus (SPK) GAMAIS ITB

1. Definisi

Syiar dalam bahasa sederhananya artinya mengajak, menyeru, atau mempengaruhi pada sesuatu.
Dari pengertian tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Syiar Islam Kampus bermakna
mengajak, menyeru civitas akademika pada Jalan Islam.

Pelayanan Kampus (Khidamy) merupakan salah satu sasaran dalam dakwah ini adalah bagaimana
agar dakwah ini bisa diterima oleh semua kalangan dan Islam menjadi rahmatan lil’alamin. Sebelum
mencapai tahapan tersebut Islam haruslah mampu menjadi khidmatul ummah, yakni pelayan umat.
Pelayan disini dimaksudkan memberikan bantuan serta memberikan pelayanan-pelayan yang
dibutuhkan objek dakwah agar mereka bisa menjalani aktivitas mereka dengan baik.

2. Urgensi SPK

Karena Syiar dan Pelayanan Kampus merupakan salah satu sarana dakwah yang sangat efektif maka
keberlangsungan pelaksanaannya sangatlah penting, diantaranya adalah:
1. Kampus adalah tempat yang bebas dan merupakan salah satu sarana yang sangat efektif untuk
penyebaran berbagai ideologi dari banyak kelompok (akibat banyaknya kepentingan) sehingga
peran syiar Islam sangat dibutuhkan untuk mengcover “syiar-syiar” dari kelompok lain.
2. Masyarakat kampus yang merupakan tokoh intelektualitas muda bangsa yang nantinya akan
menjadi pemimpin-pemimpin bangsa maka harus disirami dan dibekali dengan nilai-nilai Islam
dengan harapan mereka dapat menjadi barikade pendukung dakwah.
3. Syiar Islam ini akan melindungi mahasiswa, pemikiran dan akhlak mereka, dari penyelewengan
sekaligus melawan arus kerusakan di masyarakat.
4. Mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk berinteraksi dengan generasi-generasi di atasnya
seperti para dosen, pejabat universitas dan fakultas, sehingga syiar Islam juga dapat diperluas
kepada kalangan tersebut.

3. Tujuan SPK

Sebelumnya, perlu diketahui Tujuan Dakwah Kampus :


1. Adanya suplai alumni yang berafiliasi kepada Islam
2. Optimalisasi peran kampus dalam mentransformasi masyarakat menuju masyarakat Islami

Tujuan Syi'ar dan Pelayanan Kampus, berorirentasi pada Tujuan dakwah kampus diatas, yakni :
1. Menjadikan LDK sebagai leader opinion (berpengaruh) di kampus
2. Meningkatkan aktifitas pelayanan dan penyadaran bagi masyarakat kampus
3. Terciptanya citra positif LDK yang mengakar di kalangan kampus
4. Menjadikan kampus sebagai pendukung/basis dakwah Islam
5. Terjalinnya ukhuwah Islamiyah di lingkungan kampus menuju kesatuan ummat
6. Terbentuk masyarakat kampus bercirikan intelektualitas dan profesionalitas menuju
kebangkitan Islam.

4. Visi Sektor SPK

Syiar Islam dan pelayanan yang mengakar serta menyentuh seluruh elemen Kampus

5. Misi Sektor SPK

1. Membentuk Citra Positif LDK


2. Menjadikan LDK sebagai oppinion leader di Kampus
3. Meningkatkan aktivitas pelayanan dan penyadaran bagi masyarakat Kampus

6. Strategi
1. Peningkatan kapasistas Internal SPK (Keilmuan dan sinergisasi Pusat-Wilayah)
2. Optimalisasi fungsi Media yang terintegrasi, kontinu, berbobot dan berkarakter.
3. Optimalisasi fungsi kehumasan SPK untuk membangun sinergisasi dengan pendukung SPK
(internal kampus, eksternal kampus, dan media)
4. Optimalisasi fungsi kepedulian kemanusiaan untuk menumbuhkan kepekaan dan tanggung
jawab civitas akademika terhadap sosial kemasyarakatan
5. Optimalisasi fungsi Ta’lim untuk membangun basis keilmuan dan membangun paradigma yang
lurus tentang Islam
6. Optimalisasi fungsi Event sebagai bentuk syiar dan pelayanan yang menjangkau seluruh klangan
7. Optimalisasi fungsi Litbang sebagai pusat data dan analisis, peningkatan efektifitas, dan
kebersinambungan SPK
8. Segmentasi dan diversivikasi produk syiar dan pelayanan kampus yang menjangkau seluruh
elemen Kampus
9. Penjagaan Kualitas Program SPK melalui CAVD (Cashflow, Appreciation/Participation, Value,
Documentation)
10. Perencanaan program syiar yang matang.

7. Pandangan GAMAIS terhadap Himpunan dan Unit ( bagi Lembaga Dakwah Wilayah)

#Himpunan merupakan salah satu sarana / media untuk menyebarkan dakwah Islam dengan
objek dakwah semua mhasiswa Islam di lingkungan program studi pada khususnya dan semua
mahasiswa di lingkunganprogram studi pada umumya.

Sistem pelayanan :
Kebutuhan Himpunan terhadap bantuan tenaga, fikiran dan perhatian.

Kegiatan LDW :
1. Membantu kegiatan-kegiatan himpunan yang bisa dibantu oleh LDW dalam hal tenaga,
fikiran dan perhatian untuk meningkatkan citra positif LDW sebagai suatu bentuk pelayanan.
2. Berusaha berperan aktif secara konstruktif dalam berbagai kegiatan dan berbagai
penyelesaian permasalahan yang dihadapi himpunan untuk meningkatkan bargining position
LDW dan peran LDW sebagai opinion leader.
3. Meningkatkan kedekatan anak-anak LDW terhadap himpunan dengan cara menambah
kegiatan-kegiatan kerjasama LDW dengan himpunan serta menambah anak-anak LDW yang
bisa berperan aktif di Himpunan sehingga tercipta kesan inklusif.
4. Pengundangan anak-anak Himpunan untuk hadir pada acara LDW

#Unit merupakan pihak yang bisa diajak kerjasama dalam berbagai hal yang menyangkut
karakter/keahlian dari unit tersebut sehingga tercipta kesan inklusif anak-anak LDW di kalangan
mahasiswa pada umumnya.

Sistem pelayanan :
Kebutuhan Himpunan terhadap bantuan tenaga, fikiran dan perhatian.

Kegiatan LDW :
Melakukan berbagai kerjasama dengan unit dalam rangka menyelenggarakan suatu kegiatan LDW
atau kerjasama kegiatan LDW-Unit untuk menambah kualitas acara sehingga dapat meningkatkan
hubungan dan kesan positif unit terhadap LDW

Tambahan :

#Karyawan merupakan pihak yang biasa membantu pelaksanaan teknis kegiatan belajar
mengajar atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan berbagai acara himpunan ataupun
LDW sehingga perlu perhatian terhadap sebagian kebutuhannya sebagai tanda terimakasih dan
pembentukan citra positif LDW

Sistem pelayanan :
Kebutuhan Karyawan terhadap kebutuhan primer

Kegiatan LDW :
Adanya suatu kegiatan pemberian barang-barang sepeti kue, kaset ceramah/nasyid, perlengkapan
ibadah dan lain-lain kepada karyawan masing-masing prodi di akhir semester atau ketika ada even-
even tertentu LDW.

#Dosen merupakan pihak yang melakanakan kegatan mengajarkepada seluruh mahasiswa


sehingga dipandang perlu adanya suatu bentuk tanda terimakasih LDW terhadap dosen.

Sistem pelayanan :
Kebutuhan Karyawan terhadap penghargaan

Kegiatan LDW :
Adanya suatu kegiatan pemberian barang-barang sepeti buku, kaset ceramah/nasyid, perlengkapan
ibadah, souvenir, alat-alat kantor dan lain-lain kepada dosen masing-masing prodi di akhir semester
atau ketika ada even-even tertentu LDW.
8. Posisi SPK dalam Dakwah kampus

1. Merupakan ujung tombak dakwah kampus ITB. Dalam tahap pekenalan dan penyampaian, SPK
adalah bagian yang alngsung bersentuhan dengan objek dakwah. Tahap inilah yang
merupakan sebuah tahap awal dari dakwah, dimana pada tahapan inidakwah bertujuan untuk
membeikan ilmu tentang islam itu sendiri, dan merubah sebuah pandangan yang jahiliyah
menjadi pandangan yang islami ( transfotmasi objek dakwah dari antipati terhadap dakwah
menjadi simpati terhadap dakwah )
2. Pelaksanaaan dakwah kampus yaitu dengan menjalankan amal dasar-dasar dakwah
(assasiyatu dakwah ) yang diantaranya adalah :
 Menyebarkan fikroh dan Informasi ( nasyrudda’wah )
 Membangun opini yang terkait dengan kepentingan dakwah (Binna Ru’yah Islamiyah )
Diharapkan dengan dijalankannya fungsi SPK dalam pelaksanaan dakwah kampus, risalah islam
di kampus dapat tersampaikan pada objek dakwah dan kalimat-kalimat Allah dapat tegak
secara jelas. Selain itu, mahasiswa yang menjadi subjek dakwah kampus pun harus bisa
menjadi da’i yang menyeru kepada kebenaan dan menolak kemungkaran.
3. salah satu sasaran dalam objek dakwah ini adalah bagaimana agar dakwah ini bisa diterima
oleh semua kalangan da Islam dapat menjadai rahmatan lil’alamin sebelum mencapai tahapan
tersebut islam haruslah mampu menjadi pelayan umat ( khidmatul ummah ). Pelayan disini
dimaksudkan memberikan bantuan serta memberikan pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan
objek dakwah agar mereka bisa menjalani aktivitas mereka dengan baik seta dapat melindungi
kepentingan, pemikiran, akhlak umat ( mahasiswa dan masyarakat ), dari penyelewengan
serta untuk melawan arus kerusakan yang terjadi di masyarakat.

9. Klasifikasi objek dakwah


5. Berdasarkan Respon, objek dakwah dikelompokkan menjadi tiga : simpatisan, apatis, antipati.
 Simpatisan adalah orang yang menerima atau mendukung kegiatan SPK.
 Apatis adalah orang yang tidak peduli dengan seluruh kegiatan SPK.
 Antipati adalah orang yang membeikan respo negatif pada setiap kegiatan SPK.

6. berdasarkan elemen kampus dan yang terkait, objek dakwah dibagi menjadi : mahasiswa, dosen, dan
karyawan.
7. berdasarkan daya jangkau, objek dakwah dibedakan menjadi : objek dalam kampus dan luar kampus.

10. Standardisasi Publikasi

11. Perangkat perangkat Syiar


Batasan Tanggungjawab dan ranah dakwah SPK dibagi menjadi 6 bagian:
a. Syiar Multimedia
Bertanggungjwab terhadap pengopinian (leader opinion), penyadaran, dan membentuk citra
(Brand) yang positif Gamais ITB di kalangan Kampus.
b. Humas Internal Kampus
Bertanggungjawab menjadikan kampus sebagai basis massa, menjaga hubungan sekaligus
konektor Gamais dengan elemen kampus (Rektorat, Dosen, Karyawan, Unit, dan Himpunan),
dan memperjuangkan terwujudnya ukhuwah Islamiyah di Lingkungan Kampus.
c. Kepedulian Kemanusiaan
Untuk menumbuhkan kepekaan dan tanggung jawab civitas akademika terhadap sosial
kemasyarakatan.
d. Ta’lim
Untuk membangun basis keilmuan dan membangun paradigma yang lurus tentang Islam
e. Kepanitiaan
Sebagai bentuk syiar dan pelayanan yang menjangkau seluruh kalangan yang
bertanggungjawab terhadap jalannya kepanitiaan kegiatan, seperti PMB, Ramadhan, dsb.
f. Litbang Syi’ar
Sebagai pusat data dan analisis, peningkatan efektifitas, dan kebersinambungan SPK.

12. Manajemen dan Tahapan kepanitiaan

Tahapan Kepanitiaan :

1. Planning

Planning merupakan proses pemilihan informasi dan pembuatan asumsi-asumsi mengenai


keadaan di masa datang terkait dengan kecenderungan objek dakwah, kebutuhan-
kebutuhannya, dan kemungkinan penyebaran nilai-nilai Islam. Hal tersebut kemudian
dirumuskan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan demi tersampaikannya Islam
ke lingkungan kampus.

Planning 1
Menentukan Steering Commite dan tim Inti

Input :
SDM

Output :
a. Steering Commite
b. Tim inti

PJ :
tim Syiar

Planning 2
Menentukan program /kegiatan

Input :
informasi dan data-data

Output :
Rancangan kegiatan 1:
a. Jenis-jenis kegiatan (nama kegiatan)
b. Urgensi kegiatan (tujuan dan latar belakang)
c. Estimasi Waktu, tempat, dan dana (kasar)
d. Estimasi elemen-elemen yang terlibat (pengisi, sponsorship, dll)
e. Prediksi masa depan

PJ :
Tim Syiar + SC + dan panitia INti

2. Organizing

Organizing merupakan suatu proses penyesuaian tujuan (rancangan kegiatan 1) dengan


sumberdaay ayang ada (Manusia, dana, dan waktu). Termasuk di dalamnya adalah bagaimana
memastikan keseluruhan aspek sumber daya siap bergerak sinergis bersama (salah satunya
melalui program pembekalan keilmuan dan penyamaan suhu)

Input :
a. Rancangan kegiatan 1
b. Data-data kondisi sumber daya (SDM, dana, dan waktu)

Output :
a. Rancangan kegiatan 2 :
- Rrancangan kegiatan 1
- SDM pelaksana
- Estimasi dana
- Timeline kerja
b. SDM yang telah dibekali dan disamakan suhunya

PJ :
Tim Syiar sebagai pembuat kegiatan 2 serta SC dan panitia Inti yang membekali dan
menyamakan suhu untuk panitia.

3. Actuating

Realisasi

Input :
Rancangan kegiatan 2 dan SDM

Output :
Progresss kegiatan

PJ :
seluruh Panitia Pelaksana (Termasuk tim inti)

4. Controlling
Pengawasan dan penjagaan agar tidak melenceng rencana dan realita, termasuk di dalamnya
proses pembinaan (pembekalan) dan komunikasi rutin SC dan Tim Syiar dengan Panitia
pelaksana. Tahap pengawasan ini dilakukan dari awal tahap planning, namun lebih difokuskan
pada tahap controlling.

Input :
Progress kegiatan

Output :
Progress kegiatan

PJ :
Tim Syiar + SC

5. Evaluating

Evaluasi merupakan tahapan terakhir yang dilakukan dalam mengikuti alur pelaksanaan
suatu kegiatan syiar. Kegiatan evaluasi adalah bentuk usaha yang dilakukan ketika pelaksanaan
kegiatan telah berlangsung dengan melihat dan mengevaluasi setiap kegiatan syiar yang telah
dilaksanakan apakah sesuai dengan perencanaan awal atau bertolak belakang dari kesepakatan
dan tujuan kegiatan yang telah ditetapkan semula. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat
keberhasilan kegiatan, mengetahui pencapaian sasaran, mengembangkan program dan materi
kegiatan selanjutnya, menentukan kembali kebutuhan syiar dimasa yang akan datang, dan untuk
melakukan perbaikan - perbaikan kedepan.

Input :
a. Progress report
b. Laporan kegiatan (termasuk dokumentasi)
c. Respon peserta, panitia, dan pihak pendukung (sponsor, pembina, alumni, dll)

Output :
Laporan pertanggungjawaban (Laporan kegiatan + evaluasi dan rekomendasi)

13. Antara pusat dan wilayah

SEKTOR KERJA LDP SPK GAMAIS ITB


Deskripsi :
a. Merupakan sector kerja eksekutif tertinggi struktur LDP GAMAIS ITB
b. Bertanggung jawab kepada kepala Gamais ITB.

Tugas :
a. Menyusun Rencana Strategis Dakwah (RSD) tingkat kampus bersama kepala Gamais dan
Kepala LDF/S GAMAIS.
b. Menurunkan RSD tingkat kampus menjadi RSD tingkat fakultas bersama sektor kerja LDF/S
GAMAIS.
c. Mengawasi kinerja sektor kerja LDF/S GAMAIS ITB yang sejenis.
d. Melakukan pembinaan dan pengembangan sektor kerja LDF/S GAMAIS yang sejenis.
SEKTOR KERJA LDF/S SPK GAMAIS ITB
Deskripsi :
a. Merupakan sector kerja eksekutif tertinggi tingkat fakultas / sekolah.
b. Bertanggung jawab kepada kepala LDF/S GAMAIS ITB..
Tugas :
a. Menyusun RSD tingkat fakultas/sekolah bersama kepala sektor SPK LDP GAMAIS ITB.
b. Menurunkan RSD tingkat kampus menjadi RSD tingkat fakultas / sekolah.
c. Mengawasi kinerja sektor kerja LDPS GAMAIS ITB yang sejenis.
d. Melakukan pembinaan dan pengembangan sektor kerja LDPS GAMAIS ITB yang sejenis.

SEKTOR KERJA LDPS SPK GAMAIS ITB


Deskripsi :
a. Merupakan sector kerja eksekutif tertinggi tingkat program studi.
b. Bertanggung jawab kepada kepala LDPS Gamais ITB.
Tugas :
Menurunkan RSD tingkat fakultas / sekolah menjadi RSD tingkat program studi.

14. Levelisasi LDF dan LDPS dalam SPK

No Parameter Satuan Muda Madya Purna

1 Dana Rupiah 0 – 50.000 50.000 – 250.000 > 250.000

Persen pengurus
2 SDM Pengurus aktif banding 0 - 40 40 – 70 > 70
pengurus

Persen peserta per


3 SDM Peserta 0- 20 20 - 50 50 - 100
Target acara

4 Jaringan Jumlah 0-3 3-7 >7

5 Event Kali per semester 0 ≤2 4

6 Media Kali per bulan ≤1 1< x ≤ 3 >3

7 Ta’lim Kali per semester 0 1 ≥ 1

Peduli
8 Kali per semester 0 1 ≥1
kemanusian
Administrasi dan Kesekretariatan

Dengan pertimbangan bahwa LDPS telah dikenal (mengkultur) oleh masyarakat program
studi masing-masing, birokrasi ITB diurus di tingkat fakultas, LDF/S belum memiliki aturan
resmi tentang administrasi, maka pengaturan administrasi berlaku secara ketat hingga tingkat
fakultas/sekolah (LDF/S). LDPS diperkenankan untuk mempertahankan nama dan logo
dengan ketentuan yang tercantum dalam poin-poin berikut.

LOGO DAN CAP


 LDF/S memakai logo sendiri yang dilengkapi dengan keterangan nama LDF/S yang
bersangkutan dan tulisan Keluarga Mahasiswa Islam ITB. Logo ini dicantumkan pada
dokumen resmi LDF/S (misalnya sampul depan proposal), media publikasi, dll.
Contoh:

Lembaga Dakwah Fakultas Lembaga Dakwah Sekolah


Logo Logo Ilmu dan Teknologi Hayati
Teknik Sipil dan Lingkungan
LDFTSL LDSITH Keluarga Mahasiswa Islam ITB
Keluarga Mahasiswa Islam ITB

 Untuk kegiatan di lingkup program studi (internal) maupun eksternal, LDPS


mencantumkan logo Gamais (kiri) dan logo LDPS yang bersangkutan (kanan).

Logo G Logo LDPS

 Cap LDF/S sesuai dengan logo, ditambahkan nama Gamais ITB. Bentuknya bebas
(kotak, elips, dll). Contoh :

LDSITH LDFMIPA
LDFTSL
GAMAIS GAMAIS
GAMAIS ITB
ITB ITB

 Untuk kegiatan di lingkup program studi (internal) maupun untuk kegiatan eksternal
program studi (lingkup fakultas atau kampus), perizinan, proposal, dll , LDPS tetap
memakai cap yang melambangkan logo masing-masing LDPS.
SURAT - MENYURAT
Klasifikasi Surat
Surat yang akan dibahas di sini adalah surat dinas organisasi yang merupakan bagian dari
surat resmi. Oleh karena itu, bahasa yang dipergunakannya minimal memenuhi dua syarat,
yaitu bahasa baku dan bahasa efektif. Bahasa baku adalah bahasa yang diakui
kebenarannya menurut kaidah yang sudah dilazimkan. Sedangkan bahasa efektif adalah
bahasa yang secara tepat dapat mencapai sasarannya, ini dapat diketahui dari pemakaian
kalimat yang sederhana, ringkas, tegas, dan menarik.
Macam-macam surat dinas oganisasi antara lain :
 Surat keputusan
 Surat keterangan
 Surat permohonan izin
 Surat undangan
 Surat tugas
 Surat kuasa
 Surat perjanjian
 Surat pengantar
 Surat pemberitahuan

Standardisasi Surat Masuk


1) Penerimaan Surat
Surat yang diterima langsung disortir berdasarkan kepada siapa surat itu ditujukan, untuk
selanjutnya dapat diproses oleh pihak yang bersangkutan setelah dilakukan pencatatan
awal yang akan dijelaskan pada bagian Pencatatan/pendokumentasian Surat berikut ini.

2) Pencatatan/pendokumentasian Surat
Surat yang diterima dicatat dalam buku registrasi surat masuk, terkait dengan hal-hal :
a) nomor urut
b) tanggal masuk
c) tanggal dan nomor surat
d) nama dan alamat pengirim
e) tujuan/pihak yang dituju
f) perihal
g) lampiran
h) keterangan tambahan

Untuk pencatatan awal yang meliputi data a sampai e dilakukan sebelum proses
penyortiran surat. Sedangkan untuk data yang lainnya (f sampai h) dilakukan setelah
pihak yang bersangkutan mengembalikan berkas suratnya kepada pihak kesekretariatan
yang akan dijelaskan pada bagian Penyimpanan Surat berikut ini.
3) Penyimpanan Surat
Setelah pihak yang bersangkutan selesai membaca, berkas surat kemudian dikembalikan
kepada pihak kesekretariatan untuk selanjutnya disimpan oleh :
a. Kesekretariatan (surat asli, untuk keperluan pengarsipan)
b. Pihak yang bersangkutan, bila perlu (fotokopi)

Standardisasi Surat Keluar


1) Pembuatan Surat
Pembuatan surat sebaiknya hanya dilakukan oleh sekretaris tiap LDF/S/PS agar teratur
dalam pemberian nomor dan pengarsipan surat. Jadi, sekretaris dapat dikatakan menjadi
terminal keluar-masuknya surat.

Bagian-bagian Surat :

1. ‫ﺑﺴﻢﷲﺍﻟﺮﺣﻤﻦﺍﻟﺮﺣﻴﻢ‬

Ditulis paling atas (setelah kop surat), di tengah (center).

2. Tempat & tanggal dikeluarkannya surat


Bandung, 17 Juni 2007

3. Nomor surat (lihat bagian Penomoran Surat)

4. Perihal (berisi tentang maksud surat)


Hal : Undangan

5. Lampiran (jika tidak ada lampiran, tidak usah ditulis)


Lamp. : Satu lembar

6. Ditujukannya surat
Kepada [bisa juga diganti Yth., tetapi tidak keduanya (Kepada Yth.)]
...................
Di ................

7. Salam pembuka
‫ﺍﻟﺴﻼﻡﻋﻠﻴﻜﻢﻭ ﺭﺣﻤﺔ ﷲﻭ ﺑﺮﻛﺎﺗﻪ‬,

8. Pengantar
Puji syukur .....................

9. Isi surat
Dalam rangka .......................

10. Penutup
Demikianlah surat .................... . Jazakallahu khairan katsiran

11. Salam penutup


‫ﻭﺍﻟﺴﻼﻡﻋﻠﻴﻜﻢﻭﺭ ﺣﻤﺔﷲﻭ ﺑﺮﻛﺎﺗﻪ‬

12. TTD
Hormat kami,
Ketua LDF/S/PS ..............
Penomoran Surat
Setiap LDF/S dan LDPS memiliki nomor surat sendiri yang dibedakan berdasarkan
LDF/S dan LDPS. Contoh :
a. untuk LDF/S
01/LDFMIPA/Gamais ITB/e/I/07
Keterangan :
01 = nomor surat
LDFMIPA = nama LDF atau LDS
Gamais ITB = nama LDK ITB
e = cakupan surat (eksternal = e ; internal = i)
Penomoran untuk cakupan eksternal dan internal dipisah. Misalnya,
telah dibuat surat dengan nomor 01/..../e/I/07. Ketika surat
berikutnya adalah cakupan internal, maka nomornya adalah
01/..../i/I/07, bukan 02/..../i/I/07.
I = kode bulan (I .. XII)
07 = tahun
b. untuk LDPS
01/KM3/LDFMIPA/Gamais ITB/e/I/07
Keterangan:
01 = nomor surat
KM3 = nama LDPS
LDFMIPA = nama LDF atau LDS
Gamais ITB = nama LDK ITB
e = cakupan surat (eksternal / internal)
I = kode bulan (I .. XII)
07 = tahun
Daftar surat keluar dilaporkan kepada Sekretaris umum (Sekum) Gamais setiap 6 bulan.
Daftar tersebut memuat nomor surat, tanggal surat, tujuan, dan perihal. Adapun arsip
surat tetap disimpan oleh sekretaris tiap LDF/S dan LDPS.

Kop Surat
Setiap surat yang dikeluarkan oleh LDF/S dan LDPS harus menggunakan kop resmi
Gamais yang menyertakan nama LDF/S/PS yang bersangkutan. Contoh :

KELUARGA MAHASISWA ISLAM (GAMAIS) ITB


Logo G LEMBAGA DAKWAH FAKULTAS Logo
MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM LDFS
Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132

KELUARGA MAHASISWA ISLAM (GAMAIS) ITB


Logo G LEMBAGA DAKWAH PROGRAM STUDI MATEMATIKA Logo
Keluarga Mahasiswa Muslim Matematika (KM3) LDPS
Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
Kop surat LDPS dipakai untuk kegiatan di lingkup program studi dan untuk kegiatan
eksternal program studi (lingkup fakultas atau kampus).
Pencetakan kop dapat diserahkan ke tiap LDF/S dan LDPS dengan format yang telah
ditentukan atau dipusatkan di Kesekretariatan Gamais.

Tanda tangan & pemakaian cap


 Untuk kegiatan internal (lingkup fakultas), surat ditandatangani oleh ketua LDF/S
yang bersangkutan (dan ketua panitia jika ada). Surat dicap dengan cap LDF/S
seperti yang diatur pada bagian Logo dan Cap.
 Untuk kegiatan internal (lingkup program studi), surat ditandatangani oleh ketua
LDPS yang bersangkutan (dan ketua panitia jika ada). Surat dicap dengan cap
LDPS.
 Untuk kegiatan eksternal (baik masih dalam lingkup ITB atau luar ITB), surat
ditandatangani oleh ketua panitia dan ketua LDF/S/PS yang bersangkutan serta
kepala Gamais (bersifat mengetahui). Surat dicap dengan cap LDF/S/PS seperti
yang diatur pada bagian Logo dan Cap.

2) Pencatatan surat
Surat yang dibuat lalu dicatat dalam buku registrasi surat keluar, terkait dengan :
a) nomor urut
b) tanggal keluar
c) dari (pengirim)
d) nama dan alamat yang dituju
e) tanggal dan nomor surat
f) perihal/ditujukan untuk urusan
g) lampiran
h) keterangan tambahan

3) Penyimpanan surat
Surat yang telah dibuat kemudian digandakan untuk diarsipkan dan dicatat dalam buku
registrasi surat keluar.

DOKUMENTASI DATA
Sistem pengarsipan/penyimpanan data dan informasi harus dilakukan secara
berkesinambungan selama LDF/S/PS masih terus berjalan. Kemajuan dan hasil-hasil yang
telah dicapai oleh LDF/S/PS dapat dilihat dari dokumen-dokumen yang disimpan dengan rapi
dan baik. Sebaliknya, pengarsipan yang kacau dapat menghambat kemajuan LDF/S/PS yang
bersangkutan.
a. Dokumen yang diarsipkan
Dokumen yang diarsipkan antara lain :
1. Arsip pendirian LDF/S/PS (AD/ART, bentuk dan struktur LDF/S/PS, job desk, dll)
2. Sistem dan mekanisme standard LDF/S/PS
3. Program kerja dan Laporan Pertanggungjawaban per periode kepengurusan
4. Proposal dan Laporan Pertanggungjawaban per kegiatan/kepanitiaan
5. Database pengurus/SDM
6. Database pihak eksternal (lembaga, donatur, dll)
7. Administrasi sehari-hari (surat keluar/masuk, catatan harian, dll)
b. Bentuk pengarsipan
1. Dalam bentuk dokumen tertulis (hardcopy), minimal 2, satu buah untuk dipinjam atau
dipelajari, sedangkan satu lagi untuk arsip sejati
2. Dalam bentuk softcopy (flashdisk, disket, CD, dll), backup CD (lebih tahan lama) &
portable harddisk (harddisk yang dapat dibawa-bawa  kecil)
c. Akses dan keamanan atas Arsip
Karena pengarsipan terkait erat dengan penyimpanan, maka :
a. Dokumen yang bersifat penting, rahasia, dan strategis disimpan pada fasilitas yang
tertutup/terkunci, yang hanya dapat diakses oleh bagian kesekretariatan dan pihak-
pihak yang bersangkutan lainnya. Bila ada komputer, files harus menggunakan
password atau sarana keamanan lainnya.
b. Dokumen yang bersifat umum dan dibutuhkan sehari-hari, misalnya database pihak
eksternal, dapat ditempatkan pada fasilitas terbuka/tak terkunci (accessable)
dengan tetap dikontrol oleh bagian kesekretariatan agar tidak hilang dan tidak
diubah, contoh : file-file yang dibuat dengan fasilitas Microsoft Excell  sebaiknya
digunakan fasilitas protection.
c. Setiap dokumen (terutama dokumen penting), baik dalam bentuk hardcopy ataupun
softcopy, sebaiknya ada cadangannya/back up, sehingga bila hilang atau rusak,
ada penggantinya.
d. Kontrol terhadap pengarsipan
Setiap akses terhadap dokumen organisasi sebaiknya diketahui oleh bagian
kesekretariatan atau pengurus yang piket jaga setiap hari. Kelengkapan dokumen
sebaiknya dicek secara periodik oleh bagian kesekretariatan, misalnya sebulan sekali.
Termasuk di antaranya menindak pengurus yang menyalahi aturan kesekretariatan.
e. Standardisasi folder (penyimpanan arsip)
Agar mudah diakses, arsip harus dikategorikan menurut jenisnya (misalnya surat
keluar, surat masuk, dll). Kode-kode pengarsipan dapat disesuaikan menurut jenis
dokumen yang diarsipkan. Penempatan/penyimpanan arsip kemudian disusun sesuai
dengan urutan kode yang telah dibuat atau bisa juga dokumen disimpan sesuai dengan
klasifikasi divisi yang berkepentingan. Misalnya Database Program Adik Asuh disimpan
dalam Folder Departemen Peduli. Untuk itu, setiap divisi/departemen/biro harus
mempunyai folder/laci/tempat penyimpanan sendiri-sendiri.

PROPOSAL
 Bagian yang sebaiknya ada dalam proposal adalah :
1. Pendahuluan / dasar pemikiran
2. Tujuan
3. Kegiatan / deskripsi acara
4. Susunan kepanitiaan
5. Anggaran
6. Penutup
7. Sponsorship
Isi proposal diserahkan kepada LDF/S/PS masing-masing. Khusus untuk susunan
kepanitiaan, ditetapkan aturan baku sebagai berikut :
a. untuk LDF/S
Pelindung : Allah Swt.
Penasehat : Pembina Gamais (Ir Hermawan Dipojono, M SEE Phd)
Penanggungjawab : Ketua LDF/S
b. untuk LDPS
Pelindung : Allah Swt.
Penasehat : Pembina LDPS masing-masing
Penanggungjawab : Ketua LDPS

 Atas nama siapa


- Untuk kegiatan internal maupun eksternal LDF/S, sampul proposal memuat nama
dan logo LDF/S seperti yang diatur pada bagian Logo dan Cap.
- Untuk kegiatan internal LDPS, sampul proposal memuat nama dan logo
LDPS+Gamais seperti yang diatur pada bagian Logo dan Cap, sedangkan untuk
kegiatan eksternal, yang termuat adalah logo LDF/S dan nama LDPS (lihat
gambar di bawah).

Logo G Lembaga Dakwah Program Studi Teknik Sipil


Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan
Keluarga Mahasiswa Islam ITB

 Tanda tangan & pemakaian cap


-Idem bagian Tanda tangan & pemakaian cap-
 Surat pengantar
-Idem bagian Standardisasi Surat Keluar-
 LDF/S/PS harus memberikan 1 buah salinan proposal kepada Sekum Gamais setiap
6 bulan.

LAPORAN
Peranan laporan antara lain untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai
perkembangan LDF/S/PS baik kelebihan maupun kekurangannya.
 Laporan Kegiatan
Bagian yang harus ada dalam laporan kegiatan adalah :
a. Nama kegiatan
b. Hari, tanggal, tempat, waktu
c. Tujuan kegiatan
d. Peserta kegiatan (hadir, berhalangan, ketua pelaksana)
e. Ringkasan kegiatan (dalam bentuk narasi)
f. Evaluasi
g. Solusi
LDF/S/PS harus memberikan 1 buah salinan laporan kegiatan kepada Sekum
Gamais setiap 6 bulan.
 Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)
-Lihat pada bagian Template dan Contoh-
Softcopy LPJ disimpan di Sekum Gamais sebagai arsip.

PROGRAM KERJA
Sekretaris tidak perlu membuat program kerja. Tugasnya adalah mengumpulkan dan
merapikan program kerja dari semua departemen yang ada di LDF/S/PS.
-Lihat pada bagian Template dan Contoh-
Softcopy proker selama 1 tahun dikumpulkan ke Sekum Gamais maksimal 1 bulan setelah
pergantian kepengurusan untuk keperluan sinkronisasi kegiatan.

TIMELINE
Timeline disusun berdasarkan program kerja. Oleh karena itu, ketepatan waktu dalam
pengumpulan program kerja sangat dibutuhkan agar timeline bisa dibentuk dan tidak ada
kegiatan yang bentrok.
-Lihat pada bagian Template dan Contoh-

NOTULENSI RAPAT
Salah satu tugas sekretaris adalah mencatat atau mendokumentasikan segala sesuatu yang
terjadi dalam LDF/S/PS. Oleh karena itu, diperlukan notulensi rapat yang berfungsi sebagai
sumber informasi bagi yang tidak menghadiri rapat, sebagai alat pengingat dan landasan
pertemuan berikutnya, juga sebagai bukti sejarah.
-Lihat pada bagian Template dan Contoh-
Arsip notulensi rapat tetap disimpan oleh sekretaris tiap LDF/S/PS.

SOP RUJUKAN
SOP Surat Masuk
 Pembawa surat menulis pencatatan awal (a - e) di buku registrasi surat masuk lalu
menyimpan surat di kotak surat yg tersedia.
 Yang berhak menerima/membaca surat, menulis data lainnya (f - h) di buku registrasi
surat masuk.
 Setelah dibaca, segera simpan surat di kotak surat (yg nantinya surat-surat tersebut
akan dibawa oleh sekretaris).
 Jika ingin mempelajari lebih lama, difotokopi saja, yang asli harus segera dibawa oleh
sekretaris.
 Setiap pekan, sekretaris sebaiknya memeriksa surat-surat yang ada di kotak surat.
(jika ada surat yang sudah seminggu ada di sekre tetapi belum dibuka, sekretaris
harus membuka, membaca, memberitahu pihak yg berkepentingan, dan langsung
membawa surat itu).

SOP Surat Keluar


 Membuat surat dengan ketentuan seperti yang tertulis pada Bagian-bagian Surat.
 Jika bukan sekretaris yang membuat surat, maka yang bersangkutan harus melapor
pada sekretaris. Hal-hal yang perlu dilaporkan: Tgl surat, nomor surat, hal, & kepada
siapa surat itu ditujukan. Selain itu, softcopy surat yang telah dibuat harus segera
diserahkan kepada sekretaris.

SOP Akses Data


 Untuk menyimpan data dalam komputer sekre, simpan dalam folder yg tepat.
 Data di-read-only agar aman.
 Data yg bersifat khusus (hanya boleh diketahui oleh orang yang berhak), di-
password; langsung hubungi sekretaris agar data dapat disimpan dengan aman.
 Mengisi lembar registrasi penyimpanan dan pengambilan data.
 Data yg bersifat umum (logo LDF/S/PS, foto2 kegiatan baksos, dll) bisa langsung
diambil tetapi harus tetap mengisi lembar registrasi.
 Jika ingin meminta data yg bersifat khusus, langsung hubungi sekretaris.
Presensi Muktamar GAMAIS
25 Desember 2007
Sektor : Kesekretariatan
Tempat : Koridor Utara Salman
PJ : Rizal, Narni, Elis

N LDS/LDP
Nama HP NIM Jabatan
o LDF/LDPS
1 Ratna Maharani 081320261681 17205009 LDF KISR Sekertaris
2 Syifaa T 081322474128 15405068 LDPS/KMMP Sekertaris
3 Ellsie VP 08562248233 10506076 LDF MIPA Sekertaris
4 Iqbal MM 081320505436 15505050 LDF IMMUT Sekertaris
5 Norma 085220084488 10105071 LDP Sekum
Blue print GAMAIS 2007-2013
Bab VII : Keuangan

a. Visi Sektor Keuangan


“Menjadikan GAMAIS sebagai LDK yang Mandiri Finansial 2010 dan Pelayan Ekonomi Ummat 2013”
b. Misi Sektor Keuangan
1. Membentuk dan Mengokohkan jaringan kerja dan komunikasi, sektor keuangan di pusat, wilayah dan prodi
2. Membina dan melatih kemandirian departemen-departemen non-ekonomi untuk mandiri dan produktif
3. Membentuk jaringan dan hubungan kerjasama dengan institusi-institusi dan tokoh Ekonomi Islam secara progressif
4. Mengadakan edukasi ekonomi syariah
5. Membentuk dan mengelola unit usaha bersama yang profit oriented secara professional
6. Membentuk suatu layanan ekonomi ummat berbasis zakat infaq dan shadaqah
c. Target dan Parameter Keberhasilan

1. Target bersifat kualitatif

No Parameter 2008 2009 2010

1 Di akhir Kepengurusan Di akhir Kepengurusan Mandiri Finansial untuk berbagai


meninggalkan uang dan unit Meninggalkan modal uang dan unit kegiatan dakwahnya yang bersifat
Keadaan Ekonomi
usaha yang dikelola usaha yang sudah dikelola oleh Program Kerja
LDK
bersama antara pusat dan masing-masing wilayah
wilayah

2011 2012 2013

Sudah memiliki database Dipercaya Menyalurkan dana-dana Menjadi Lembaga Pelayan


yang kuat sumber dana ZIS dan beasiswa dari lembaga lain Ekonomi Ummat secara mandiri
zakat-infaq-sadaqah serta untuk didistribusikan sesuai syariah baik sumber dan penyalurannya
kemana menyalurkannya

No Parameter 2008 2009 2010

2 Pengadaan Training-training Sadar zakat-infaq dan shadaqah Sadar zakat-infaq dan shadaqah
Entreupreunership dan
Edukasi
Kajian Ekonomi Syariah

2011 2012 2013

Penerapan ekonomi syariah Melahirkan kader yang mandiri GAMAIS yang menjadi rujukan
kepada kader secara secara finansial secara kontinu LDK sebagai LDK yang mandiri
menyeluruh secara ilmu dan penerapan dalam
bidang ekonomi syariah

No Parameter 2008 2009 2010

3 Memiliki database tokoh Memiliki database tokoh nasional Memiliki database tokoh nasional
lokal dan Inisiasi Hubungan dan Menginisiasi Hubungan dan Menginisiasi Hubungan
Jaringan
Kerjasama dengan Institusi Kerjasama dengan Institusi Ekonomi Kerjasama dengan Institusi
ekonomi Lokal Nasional Ekonomi Nasional

2011 2012 2013

Memiliki hubungan yang Memiliki hubungan yang erat secara Pengokohan hubungan yang erat
erat secara progressif progressif terhadap elemen-elemen secara progressif terhadap
terhadap elemen-elemen Ekonomi lokal dan Nasional elemen-elemen Ekonomi lokal
Ekonomi lokal dan Nasional dan Nasional

 Ketiga parameter diatas dalam tiap tahunnya bersifat continu, bertambah tiap tahun, bukan saling menggantikan.

2. Target bersifat kuantitatif

No Parameter 2008 2009 2010 2011 2012 2013

1 Jumlah Kas Gamais 10 jt 20 jt 50jt 50jt 50jt 50jt


Pusat (Akhir
Kepengurusan)

2 Jumlah Kas Wilayah 100rb 150rb 200rb 1jt 1jt 1jt


(Akhir Kepengurusan)

Jumlah Kas PS 200rb 250rb 300rb 1.5jt 1.5jt 1.5jt

3 Omset Pusat dan 200 jt 300jt 500jt 1M 2M 3M


Wilayah

4 Suplai Dana Ke Dalam bentuk 100rb/bulan per 100rb/bulan 250rb/bulan 0 (mandiri) 0 (mandiri)
Wilayah/PS Reward (6 bulan wilayah per PS per PS
pertama 300rb
untuk 3 LDF, dan
6 bulan
berikutnya 500
rb/bulan untuk 5
LDW)
5 Jumlah Dana Abadi Rp. 2.500.000 Rp. 5.000.000 Rp. 10.000.000 Rp. 25.000.000 Rp. 25.000.000 Rp. 25.000.000

6 Jumlah Unit Usaha 2 3 5 7 10 10

7 Karyawan 2 3 5 7 10 10

8 Relasi Tokoh Lokal dan 3 7 12 20 30 50


Nasional

9 Relasi Instansi 3 7 12 20 30 50

10 Kader yang 24 orang di 24 orang di 24 orang di 24 orang di 24 orang di 24 orang di


mendapatkan asrama asrama asrama + 3 asrama + 3 asrama + 5 asrama + 5
beasiswa tunjangan tunjangan tunjangan tunjangan
hidup hidup hidup hidup

11 Edukasi Ekonomi 10% kader 30% kader 50% kader 100% kader 100% kader 100% kader
Syariah + Pelatihan
Entreupreunership

12 Omset Pengelolaan ZIS 25juta 25 juta 28 juta 28 juta 30 juta 30 juta

 Reward ini diadakan oleh GAMAIS pusat untuk LDF yang mendapat prestasi “LDF of the Month”
 Bulan yang dimaksud adalah bulan efektif kuliah. ( Semester Ganjil : Agustus-Desember; Semester Genap: Februari-Juni )
 Dana Abadi hanya dikeluarkan jika kondisi “Force Majeur”, yakni pada kondisi ketika memang sangat dibutuhkan(kondisional)

d. Posisi keuangan dalam dakwah kampus

“Lelaki perlu jihad, dan jihad perlu dana”, demikian kata ‘ulama mujahid Syaikh Abdullah Azzam. Beliau mengungkapkan pernyataan
tersebut, tentunya bukan tanpa alasan. Bagi lelaki, jelas jihad adalah bagian dari kehidupan yang nyaris tidak bisa terpisah dari jasad
dan jiwanya. Sementara bagi jihad, bagi da’wah dan bagi perjuangan , seandainya tanpa dana, maka ibarat mobil yang tak ada bahan
bakarnya. Mungkin mobilnya sangat mewah, tapi tanpa bahan bakar ia tidak akan pernah bisa berjalan semeter pun.

Idealnya LDK memiliki financial securities (kenyamanan secara keuangan), sebab sangat menyedihkan jika roda da’wah tidak bisa
berputar sebagaimana mestinya hanya karena permasalahan dana. Bukankah Allah sudah berjanji akan menolong setiap hamba yang
menolong agama-Nya. Dan keimanan kita tidak pernah menyangsikan kebenaran firman-Nya. Mungkin ikhtiar kitalah yang bermasalah.
Pengalaman menunjukkan, bahwa kebanyakan mereka yang sudah maju secara dana, adalah berisi orang-orang yang memiliki tingkat
percaya diri yang lebih baik, dan ditopang oleh profesionalisme (menunjukkan optimalisasi ikhtiar). Sesungguhnya, secara sistem, pola,
proposal dan teori fund raising dimanapun tidak ada yang terlalu jauh bebeda. Yang berbeda adalah yang satu sudah bergerak
sedangkan yang lainnya belum (atau jalan di tempat). Hal penting selanjutnya adalah action plan yang diikuti langkah konkrit. Tanpa
semua itu , kita tidak akan pernah bisa menuntaskan perubahan yang kita inginkan. ( Dari Buku Risalah Manajemen Dakwah Kampus-
Pustaka Nauka)

e. Pandangan GAMAIS terhadap Dana dakwah

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk
berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu
tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan
cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. (QS. Al-Anfaal 60)

Keterbatasan dana adalah ironi besar yang membatasi ruang gerak dakwah kita. Uang adalah sarana pendukung yang tidak pernah
mengisi atau bahkan tak punya tempat dalam ruang pikiran kita selama ini, kalo toh kita memikirkannya itu hanya sambil lalu. Pikiran
kita selalu terfokus pada bagaimana mensiasati keterbatasan, bukan pada bagaimana menciptakan keberlimpahan. Karena yang kita
pikirkan adalah bagaimana mensiasati keterbatasan, maka selamanya keterbatasan itu adalah menjadi realitas kita. Kemelimpahan
tidak pernah menjadi nyata karena kita memang tidak memikirkannya.( Anis Matta-Gerakan Ke Negara*)
Dari dua pandangan dan posisi keuangan dalam dakwah maka Dana Dakwah harus dimiliki dengan tidak lagi berkutat pada
keterbatasan tapi mencapai kemandirian dengan menyiapkan keberlimpahan dana sebagai salah satu pendukung kekuatan gerak
roda dakwah dan izzah sebuah LDK.

f. Business Plan jangka Panjang

Usulan beberapa Bussiness Plan yang cukup realistis (kondisional) dijalankan:


1. Voucher Pulsa elektronik
2. Mesin Fotocopy
3. Rumah Cetak
4. Penerbit
5. Lapang Futsal
6. Pemberdayaan SDM Asrama
7. Catering
8. Bimbingan Belajar

g. Antara pusat dan wilayah


Pusat dan wilayah merupakan kesatuan kerja yang saling berkordinasi dan berkomunikasi untuk mewujudkan visi yang ditetapkan.
Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, bahwa satu sektor keuangan di GAMAIS ITB, beranggotakan Kepala Sektor di Pusat, Kepala
Departemen Ekonomi di GAMAIS Pusat beserta perangkatnya, Bendum GAMAIS pusat berserta perangkatnya, Kepala Departemen
Ekonomi Wilayah dan PS beserta perangkatnya, dan Bendum Wilayah beserta perangkatnya.
h. Levelisasi LDF dan LDPS dalam Keuangan

No Parameter Mula Madya Mandiri

1 Perangkat sektor Keuangan Bendahara Umum Bendum dan Depkon Bendum dan Depkon

2 Laporan Keuangan Terpusat Belum Ada Ada

3 Kas 0 250rb 1jt

4 Usaha Mandiri Belum Ada Ada dan kontinu

5. Rencana Anggaran Keuangan Belum Ada Ada


i. Sistem Kerja Sektor Keuangan

j. Alur Distribusi keuangan


k. Peningkatan Keuangan

Rp.20.000,-

l. Peminjaman dana

Pengajuan pinjaman Dari Departemen Gamais, LDF, dan LDPS


1. Pinjaman hingga Rp.100.000,‐maksimal satu minggu sebelum tanggal
pengambilan.
2. Pinjaman di atas Rp.100.000,‐maksimal dua minggu sebelum tanggal
pengambilan.
3. Suatu acara yang 100% dananya meminjam dari kas GAMAIS, tidak akan
dilayani.
4. Pengajuan hanya dilayani jika dilakukan pengajuan Langsung ke Bendahara
Gamais setelah Disetujui oleh Kepala Sektor Keuangan
5. Pembayaran Utang dilaksanakan pada Akhir Tahun Kepengurusan

m. Flow Chart Penyusunan Anggaran GAMAIS, Dept/BSO


Auditing bersama
Bendahara
Departemen
Bendahara umum Rancangan
memutuskan Anggaran
Belanja

Disyurokan bersama dengan semua


pengurus
Rancangan Anggaran Belanja
Anggaran Belanja satu tahun

n. Prosedur Pengeluaran dana

1. biro/departemen/kepanitiaan yang memerlukan dana itu menghubungi dan


meminta persetujuan kepada Kepala Sektor Keuangan.
2. Kepala Sektor Keuangan melakukan analisa kebutuhan dana dan ketersediaan
Dana dengan bendahara umum.
3. Setelah disetujui, maka pengeluaran Dana selanjutnya dilakukan oleh Bendahara
Umum.
Rencana Strategis Jangka Panjang

Target Kualitatif

No Parameter 2008 2009 2010

1 Di akhir Kepengurusan Di akhir Kepengurusan Mandiri Finansial untuk berbagai


meninggalkan uang dan unit Meninggalkan modal uang dan unit kegiatan dakwahnya yang bersifat
Keadaan Ekonomi
usaha yang dikelola usaha yang sudah dikelola oleh Program Kerja
LDK
bersama antara pusat dan masing-masing wilayah
wilayah

2011 2012 2013

Sudah memiliki database Dipercaya Menyalurkan dana-dana Menjadi Lembaga Pelayan


yang kuat sumber dana ZIS dan beasiswa dari lembaga lain Ekonomi Ummat secara mandiri
zakat-infaq-sadaqah serta untuk didistribusikan sesuai syariah baik sumber dan penyalurannya
kemana menyalurkannya

No Parameter 2008 2009 2010

2 Pengadaan Training-training Sadar zakat-infaq dan shadaqah Sadar zakat-infaq dan shadaqah
Entreupreunership dan
Edukasi
Kajian Ekonomi Syariah

2011 2012 2013

Penerapan ekonomi syariah Melahirkan kader yang mandiri GAMAIS yang menjadi rujukan
kepada kader secara secara finansial secara kontinu LDK sebagai LDK yang mandiri
menyeluruh secara ilmu dan penerapan dalam
bidang ekonomi syariah

No Parameter 2008 2009 2010

3 Memiliki database tokoh Memiliki database tokoh nasional Memiliki database tokoh nasional
lokal dan Inisiasi Hubungan dan Menginisiasi Hubungan dan Menginisiasi Hubungan
Jaringan
Kerjasama dengan Institusi Kerjasama dengan Institusi Ekonomi Kerjasama dengan Institusi
ekonomi Lokal Nasional Ekonomi Nasional

2011 2012 2013

Memiliki hubungan yang Memiliki hubungan yang erat secara Pengokohan hubungan yang erat
erat secara progressif progressif terhadap elemen-elemen secara progressif terhadap
terhadap elemen-elemen Ekonomi lokal dan Nasional elemen-elemen Ekonomi lokal
Ekonomi lokal dan Nasional dan Nasional

 Ketiga parameter diatas dalam tiap tahunnya bersifat continu, bertambah tiap tahun, bukan saling menggantikan.

Target Kuantitatif

No Parameter 2008 2009 2010 2011 2012 2013

1 Jumlah Kas Gamais 10 jt 20 jt 50jt 50jt 50jt 50jt


Pusat (Akhir
Kepengurusan)

2 Jumlah Kas Wilayah 100rb 150rb 200rb 1jt 1jt 1jt


(Akhir Kepengurusan)
Jumlah Kas PS 200rb 250rb 300rb 1.5jt 1.5jt 1.5jt

3 Omset Pusat dan 200 jt 300jt 500jt 1M 2M 3M


Wilayah

4 Suplai Dana Ke Dalam bentuk 100rb/bulan per 100rb/bulan 250rb/bulan 0 (mandiri) 0 (mandiri)
Wilayah/PS Reward (6 bulan wilayah per PS per PS
pertama 300rb
untuk 3 LDF, dan
6 bulan
berikutnya 500
rb/bulan untuk 5
LDW)

5 Jumlah Dana Abadi Rp. 2.500.000 Rp. 5.000.000 Rp. 10.000.000 Rp. 25.000.000 Rp. 25.000.000 Rp. 25.000.000

6 Jumlah Unit Usaha 2 3 5 7 10 10

7 Karyawan 2 3 5 7 10 10

8 Relasi Tokoh Lokal dan 3 7 12 20 30 50


Nasional

9 Relasi Instansi 3 7 12 20 30 50

10 Kader yang 24 orang di 24 orang di 24 orang di 24 orang di 24 orang di 24 orang di


mendapatkan asrama asrama asrama + 3 asrama + 3 asrama + 5 asrama + 5
beasiswa tunjangan tunjangan tunjangan tunjangan
hidup hidup hidup hidup
11 Edukasi Ekonomi 10% kader 30% kader 50% kader 100% kader 100% kader 100% kader
Syariah + Pelatihan
Entreupreunership

12 Omset Pengelolaan ZIS 25juta 25 juta 28 juta 28 juta 30 juta 30 juta

 Reward ini diadakan oleh GAMAIS pusat untuk LDF yang mendapat prestasi “LDF of the Month”
 Bulan yang dimaksud adalah bulan efektif kuliah. ( Semester Ganjil : Agustus-Desember; Semester Genap: Februari-Juni )
 Dana Abadi hanya dikeluarkan jika kondisi “Force Majeur”, yakni pada kondisi ketika memang sangat dibutuhkan(kondisional)
PROGRAM KERJA BENDAHARA UMUM
KELUARGA MAHASISWA ISLAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
PERIODE 2008/2009

Visi Gamais

-akh gamma-
Misi Gamais

-akh gamma-
Program Kerja Bendahara Umum
LDP GAMAIS ITB

Visi Departemen

melanjutkan penciptaan sistem keuangan yang sehat menuju GAMAIS mandiri

Misi Departemen

a. Otonomi Departemen GAMAIS hingga 75% mandiri secara financial


b. Menumbuhkan iklim kerja keras, disiplin dan terencana serta berkomitmen
c. Menciptakan kekeluargaan yang Rabbani dengan tidak saling menggantungkan diri pada anggota lain
d. Membentuk kader teladan pembelajar ilmiah

Motto Departemen

Keberkahan Bukan Pada Banyaknya tapi Pada Berkahnya

1 Nama kegiatan PENILAIAN INDEKS PERFORMANSI ( STUDI KELAYAKAN KEGIATAN )

Deskripsi kegiatan PADA AKHIR BULAN/AKHIR KEPANITIAAN SETIAP DEPARTEMEN/KEPANITIAAN MEMBUAT LAPORAN KEGIATAN

Tujuan MENILAI EFISIENSI PENGELUARAN DENGAN BUKTI-BUKTI YANG OTENTIK

Objek + segmentasi SEMUA KEGIATAN YANG TERCANTUM DALAM ANGGARAN BELANJA GAMAIS

Parameter Adanya laporan dari semua kegiatan yang ada dalam anggaran Belanja
keberhasilan

Waktu pelaksanaan Untuk kegiatan, dilaporkan pada awal bulan selanjutnya setelah kegiatan. Untuk panitia, 2
minggu setelah acara terakhir kepanitiaan

Dana -

Jumlah SDM minimal 1 bendum dan 1 staff

2 Nama kegiatan AUDIT RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA GAMAIS

Deskripsi kegiatan Audit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja GAMAIS bersama bendahara
departemen dan bendum. Saat RAPBG telah matang 90%, dilanjutkan dengan bendum dan
seluruh BPH

Tujuan - Mengubah RAPBG menjadi APBG


- Mensosialisasikan APBG kepada BPH
Objek + segmentasi seluruh bendum dan bendept
Parameter APBG disetujui minimal semua BPH
keberhasilan

Waktu pelaksanaan 29 Desember 2007

Dana -

Jumlah SDM minimal Bendum dan Departemen yang bersangkutan

Program Rutin Departemen

1 Nama kegiatan JURNALIZING

Deskripsi kegiatan PENCATATAN TRANSAKSI YANG TERDAPAT DALAM ANGGARAN BELANJA GAMAIS DARI BENDAHARA
DEPARTEMEN KE BENDUM KE DALAM BUKU BESAR

Tujuan - PENCAIRAN ANGGARAN BELANJA GAMAIS


- PENGONTROLAN KEUANGAN

Objek + segmentasi BENDUM DAN BENDEPT

Parameter - SEMUA LAPORAN BULANAN DEPARTEMEN MASUK KE EMAIL BENDUM


keberhasilan - PENCAIRAN ANGGARAN BELANJA SESUAI DENGAN YANG DIJANJIKAN DALAM APBG

Waktu pelaksanaan TANGGAL 1-10 SETIAP BULAN

Dana -

Jumlah SDM minimal SEMUA BENDUM DAN BENDEPT

2 Nama kegiatan POSTING

Deskripsi kegiatan PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN DAN MELAPORKANNYA DI MILIS ATAUPUN PADA MEDIA YANG
DISEBARKAN KE KAMPUS

Tujuan - TRANSPARANSI KEUANGAN


- SYIAR CITRA GAMAIS

Objek + segmentasi BENDUM DAN STAFF

Parameter PADA TANGGAL 11 TIAP BULANNYA LAPORAN BULANAN TELAH DIPOSTING


keberhasilan

Waktu pelaksanaan TANGGAL 11 TIAP BULANNYA

Dana -

Jumlah SDM minimal Bendum

Program Internal Departemen

1 Nama kegiatan Belajar Faraidh

Deskripsi kegiatan 1. sebagai Usrah Dept. Bendum


2. Dept. bendum mempelajari diktat Faraidh
Tujuan Memberikan tsaqofah tambahan yang berkaitan dengan perhitungan

Objek + segmentasi Seluruh anggota dept. Bendum


Parameter Bisa mengerjakan kasus tentang warisan
keberhasilan

Waktu pelaksanaan Minggu pertama tiap bulannya

Dana -

Jumlah SDM minimal Seluruh anggota dept. Bendum

SDM

No Nama Dep/An Alamat No. Telepon/HP


g

Akhawat

1 VIDYA IKAWATI FI/05 Jl. Melati II no. 22 blok 7 Sadang Serang 085222300783

2 ANE THESYA KL/06 Asrma Putri ITB 081363497789/0852218


28827/022-2512057

Jumlah Ikhwan :- Jumlah Akhwat : 2 Total SDM : 2

Anggaran Dana

Rincian Dana
No. Nama Program
Anggaran Jumlah

1 - - -

2. - - -

TOTAL - Rp. -

Program Kerja Departemen Ekonomi

LDP GAMAIS ITB

Visi Departemen

Satu Keluarga Menuju Gamais Sejahtera

Misi Departemen

1. Pengadaan usaha mandiri yang Kreatif


2. Pembinaan kader yang cerdas spiritual dan financial
3. Pengadaan dan penjagaan hubungan kerjasamadengan mitra secara intensif dan
berkelanjutan
4. Pengadaan bantuan layanan ekonomi kepada anggota gamais dan massa kampus berbasis
Zakat, Infaq dan Shodaqoh
5. Menerapkan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam keberjalanan Depkon
Motto Departemen

Akhirat di hatiku dunia di tanganku


Target Departemen

Internal (Kader) Eksternal (Departemen Lain)

1. Peningkatan ruhiyah pengurus 1. Terbinanya silaturrahmi dengan pihak luar Gamais


2. Memiliki jiwa dan semangat entrepreuneur 2. Meningkatnya pemahaman umat tentang ekonomi
yang tinggi Islam/syariah
3. Memiliki usaha mandiri yang bermanfaat 3. Terakomodirnya kegiatan program kerja dari
4. Memiliki pengetahuan tentang ekonomi departemen lain yang memerlukan dana
Islam/syariah 4. Melunasi hutang-hutang Gamais
I. Program Kerja Departemen

Program Paket Kegiatan Mahasiswa Baru Gamais

1 Nama kegiatan Bundel Soal Gamais 2008

Deskripsi kegiatan Menjual kumpulan soal UTS dan UAS + kunci jawabannya. Bundel soal ini telah direvisi untuk
kunci jawabannya.

Tujuan - Mencari dana untuk kegiatan Gamais


- Memberikan pelayanan untuk mahasiswa TPB
- Syiar

Objek + segmentasi Mahasiswa Baru 2008

Parameter - Terjual 90%


keberhasilan

Waktu pelaksanaan 1 Maret 2008 – 30 September 2008

Dana Modal : Rp. 50.000.000,-

Estimasi Pemasukan : Rp. 50.000.000,-

Jumlah SDM 8 orang


minimal

2 Nama kegiatan Jas Laboratorium

Deskripsi kegiatan Menjual Jas Lab kepada 2008

Tujuan - Mencari dana untuk kegiatan Gamais


- Memberikan pelayanan untuk mahasiswa TPB
- Syiar

Objek + segmentasi Mahasiswa Baru 2008

Parameter - Terjual 90% dari total 100-200 buah


keberhasilan

Waktu pelaksanaan 1 Maret 2008 – 30 September 2008

Dana Estimasi Pengeluaran : Rp. 5.000.000,-

Estimasi Pemasukan : Rp. 1.000.000,-


Jumlah SDM 2 orang
minimal

3 Nama kegiatan Kalkulator dan Storeage Data Gadget

Deskripsi kegiatan Menjual kebutuhan yang paling banyak digunakan oleh Mahasiswa Baru

Diantaranya kalkulator, flashdisk, dan hardisk external dengan sistem konsignasi

Tujuan - Mencari dana untuk kegiatan Gamais


- Memberikan pelayanan untuk mahasiswa TPB
- Syiar

Objek + segmentasi Mahasiswa Baru 2008

Parameter
keberhasilan
Konsignasi yang dilakukan dapat menjalin sebuah jaringan baru untuk Depkon khususnya dan
Gamais pada umumnya

Waktu pelaksanaan 1 Maret – 30 September 2008

Dana Rp. 0,- (system konsignasi)

Estimasi Minimal : Rp. 500.000,-


pemasukan

Jumlah SDM 2 orang


minimal

4 Nama kegiatan Buku Paket TPB (Erlangga)

Deskripsi kegiatan Menyediakan kebutuhan mahasiswa baru akan buku-buku pegangan untuk masa TPB

Tujuan Mendapatkan dana untuk Gamais

Objek + segmentasi Mahasiswa Baru 2007

Parameter - Konsignasi yang dilakukan dapat memelihara jaringan untuk Depkon khususnya dan
keberhasilan Gamais pada umumnya

Waktu pelaksanaan 1 Maret 2008 – 31 September 2008

Dana Rp 0,-

Jumlah SDM 2 orang


minimal

5 Nama kegiatan Jaket Angkatan 2008

Deskripsi kegiatan Pembuatan dan penjualan jaket angkatan 2008 untuk mahasiswa TPB ITB. Distribusi jaket
melalui koordinator kelas dengan ketentuan mendapatkan imbalan. Jumlah jaket disesuaikan
dengan jumlah pemesanan.
Tujuan Mendapatkan dana untuk Gamais

Objek + segmentasi Mahasiswa Baru 2008

Parameter - 50% memesan jaket angkatan tersebut


keberhasilan

Waktu pelaksanaan 1 Maret 2008 – 31 Desember 2008

Dana Estimasi Pengeluaran : Rp 5.000.000,-

Estimasi Pemasukkan : Rp 10.000.000,-

Jumlah SDM 4 orang


minimal

Program Isidental

6 Nama kegiatan Jaket Gamais 2008

Deskripsi kegiatan Pembuatan dan penjualan jaket Gamais untuk anggota Gamais pusat, wilayah dan program
studi

Tujuan - Mendapatkan dana untuk Gamais

Objek + segmentasi Seluruh penguruss Gamais

Parameter - 50 % pengurus Gamais (pusat, wilayah & program studi) memiliki jaket
keberhasilan

Waktu pelaksanaan 1 Januari – 31 Maret 2008

Dana Minimal Rp. 2.000.000,-

Jumlah SDM 4 orang


minimal

7 Nama kegiatan Souvenir Islami

Deskripsi kegiatan Membuat souvenir Islami bekerjasama dengan humas eksternal dan DSM untuk membuat
cinderamata bagi jaringan Gamais misal kartu ucapan Idul Fitri, sticker, pin, gantingan kunci,
jaket, kaus, topi, dan lainnya

Tujuan - Memelihara jaringan yang telah terbentuk antar Gamais dengan pihak luar kampus
- Mendapatkan dana untuk Gamais
Objek + segmentasi Jaringan yang dimiliki Gamais di luar kampus

Parameter - Program terlaksana dengan baik dan pemeliharaan serta pendataan jaringan yang rapi
keberhasilan

Waktu pelaksanaan Insidental

Dana -

Jumlah SDM 2 orang


minimal
8 Nama kegiatan Rihlah Depkon

Deskripsi kegiatan Jalan-jalan ke kawasan tertentu dengan acara-acara tertentu yang membuat kepenatan
bergelut dengan uang dan proyek menjadi hilang

Tujuan Refreshing

Objek + segmentasi Squad Depkon

Parameter Program terlaksana


keberhasilan
Kepenatan hilang

Waktu pelaksanaan Antara 17-25 Januari 2008

Dana Rp 100.000,00

Estimasi -
pemasukan

9 Nama kegiatan Training Ekonomi Syariah

Deskripsi kegiatan Acara berupa training dan seminar Ekonomi Syariah

Tujuan a. memberikan pewacanaan yang positif kepada anggota Gamais tentang aplikasi konkret
ekonomi syariah
b. Mensyiarkan sistem ekonomi syariah sebagai jawaban atas setiap permasalahan ekonomi
dan moneter
c. Seminar ini dapat menghasilkan suatu rekomendasi nyata bagi kepentingan umat
d. Memberikan pemahaman menyeluruh kepada kalangan umum tentang ekonomi syari’ah
secara teoritis, aplikatif, maupun sistem
Objek + segmentasi Kader Sektor Keuangan Gamais Pusat

Parameter - 70% Kader menguasai materi yang dibawakan


keberhasilan - Acara dihadiri minimal oleh 50% jumlah Kader

Waktu pelaksanaan Insidental

Dana Rp 500.000,-

Jumlah SDM 3 orang


minimal

1 Nama kegiatan Pembuatan Kartu Tanda Gamais (KTG)


0
Deskripsi kegiatan Bekerja sama dengan Bank Muamalat untuk bisa menabung sekaligus mengenalkan sistem
ekonomi sesuai syariah

Tujuan - mengenalkan tentang ekonomi syariah

Objek + segmentasi Gamais

Parameter - 50% BPH Gamais Pusat memiliki KTG


keberhasilan - 50% BPH LDF/LDPS memiliki KTG
Waktu pelaksanaan Sepanjang tahun

Dana Rp 0,00

Jumlah SDM 2 orang


minimal

1 Nama kegiatan Aksesoris Akhawat


1
Deskripsi kegiatan Menjual aneka macam aksesoris seperti jilbab bekerjasama dengan salah satu toko jilbab
ternama di Bandung,

Tujuan - Mendapatkan dana

Objek + segmentasi Umum

Parameter  Banyak yang terjual


keberhasilan  Bertambahnya dana

Waktu pelaksanaan Insidental

Dana Rp 0,00

Jumlah SDM 3 orang


minimal

Program Kelanjutan

1 Nama kegiatan Infokus


2
Deskripsi kegiatan Menyewakan infokus kepada kampus ITB dan sekitarnya

Tujuan - Mendapatkan dana

Objek + segmentasi Organisasi di kampus ITB

Organisasi di luar kampus ITB

Parameter Mendapatkan dana 500.000,- setiap bulan


keberhasilan

Waktu pelaksanaan Sepanjang tahun

Dana Estimasi Pemasukan : Rp 6.000.000,00

1 Nama kegiatan Voucher Pulsa Elektronik


3
Deskripsi kegiatan Menyediakan penjualan pulsa kepada anggota Gamais yang terdaftar, dengan kemudahan
sistem pembayaran
Tujuan - Mendapatkan dana

Objek + segmentasi Anggota Gamais

Parameter - Mendapatkan dana Rp 500.000,00 setiap bulan


keberhasilan - Melibatkan minimal 50% wilayah (LDF/LDS maupun LDPS)

Waktu pelaksanaan Sepanjang tahun

Dana Modal : Rp 2.000.000,00

Estimasi Pemasukan : Rp 6.000.000,00

1 Nama kegiatan Fotocopy


4
Deskripsi kegiatan Menyediakan layanan fotocopy yang sangat menarik dan unik

Tujuan - Mendapatkan dana

Objek + segmentasi Warga kampus ITB

Parameter - Fotocopy berjalan


keberhasilan - Modal kembali dalam 1 tahun

Waktu pelaksanaan Sepanjang tahun

Dana Modal : Rp 25.000.000,00

Estimasi Pemasukan : Rp Rp 25.000.000,00

II. Jumlah SDM (Sumber Daya Manusia)

No Nama Dept/Angk/ No. Telp & Hp / Alamat Tempat &


NIM
Tanggal Lahir

SQUAD Ikhwan

1 Muhammad PN/05/ 022-7512819/08170232965 Bandung


Luthfi Imam
13605058 Jl.Sekelimus Utara No.46 Bandung 20 Mei 1988
Nurhakim

2 Gumilar Rahmat SI/05 02291143535/085624111898 Bandung


Hidayat
15005055 Komp. Permata Biru B no. 7 RT 02/RW 19 Cinunuk 23 Agustus 1987
Cileunyi 40624

3 Jalu Naradi MS/06 08561513009 Jakarta

13106137 Jl. Cisitu Lama no. 42A 19 September 1988

4 Muhammad MS/06 085735143724 Magetan


Arief Furqaan
13106003 Jl. Siliwangi Dalam 29 A/155 B 6 Juli 1987

5 Ridwan Aldillah FT/06 08122254402 Bandung

13306012 Komp Cimindi Raya no. ME-9 2 September 1988

6 Irpan Waliana KI/06 085223779475 Ciamis

10506045 Jl. Cisitu Lama VIII no. 12 (Asrama Kidang Pananjung) 2 Juli 1988

7 Rofi Yudhistira FT/06 085220055204

13306080

8 Budianto Ajie TI/06 08561252735 31 Oktober 1988


Nugroho
13406073 Jl. Sastra 133 RT 03/RW 01, Ciumbuleuit 40142

9 Achdiat Hadit TI/06 08567788195 2 Desember 1988

13406106 Jl. Sastra 133 RT 03/RW 01, Ciumbuleuit 40142

10 Firnandi Lucky SI/06 085624208310 Semarang


Pratama
15006137 Jl.Cigadung Selatan VII19 Bandung 21 Oktober 1988

SQUAD Akhawat

1 Dina Rachmi BI/05 02292193567/08179215063 Bandung


Ramdhani
10605034 Komp.Nata Endah H-75 Kopo-Bandung 40225 12 Mei 1987

2 Annisa Fathiya SI/06 081310049200 Tanggerang

15006026 Jl. Hidrologi No.1 Cigadung Selatan, Bandung 5 Desember 1987

3 Rifina Yanurita STF/06 08121477946 Bandung


Afandi
10706017 Jl. Cukang Kawung, Bj.Kacor No.2, Bandung 13 Januari 1988

4 Desi Ika FKK/06 02291886879/08122093323 Sumedang


Rachmawati
11606026 Jl.Ir.H.Djuanda Gg.Tahyati No.9A 18 Desember 1987
Sambas

5 Vidia Ilyana FI/06 081367448053


Ham
10206053

6 Kiki Sarah MA/06 08561638392\

101 Kopo Permai I Blok 8 No 8 Bandung 24 Juli 1988

Total SDM : 16 orang Ikhwan : 10 orang Akhawat : 6 orang

Anggaran Dana (Tanpa Pengajuan Ke Bendahara Umum)

No. Nama Program Rincian Dana

1 Bundel Soal Gamais 2008 Rp 50.000.000,00


2 Jas Laboratorium Rp 5.000.000,00

3 Jaket Angkatan 2008 Rp 5.000.000,00

4 Jaket Gamais 2008 Rp 2.000.000,00

5 Rihlah Depkon Rp 100.000,00

6 Training Ekonomi Syariah Rp 500.000,00

7 Voucher Pulsa Elektronik Rp 2.000.000,00

8 Foto Copy Rp 25.000.000,00

TOTAL Rp 89.600.000,00

(Terbilang : Delapan puluh sembilan juta enam ratus


ribu rupiah)

Time Schedule 2008

Januari Februari Maret April Mei

No Program Pekan Pekan Pekan Pekan Pekan

I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV

1 Bundel Soal Gamais 2008

2 Jas Laboratorium

3 Kalkulator & Storeage Data

4 Buku Paket TPB (Erlangga)

5 Jaket Angkatan 2008

6 Jaket Gamais 2008

7 Souvenir Islami

8 Rihlah Depkon

9 Training Ekonomi Syariah

10 Kartu Tanda Gamais (KTG)

11 Aksesoris Akhawat

12 Infokus

13 Voucher Pulsa Elektronik

14 Foto Copy

Juni Juli Agustus September Oktober

No Program Pekan Pekan Pekan Pekan Pekan

I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV

1 Bundel Soal Gamais 2008

2 Jas Laboratorium

3 Kalkulator & Storeage Data


4 Buku Paket TPB (Erlangga)

5 Jaket Angkatan 2008

6 Jaket Gamais 2008 s

7 Souvenir Islami

8 Rihlah Depkon

9 Training Ekonomi Syariah

10 Kartu Tanda Gamais (KTG)

11 Aksesoris Akhawat

12 Infokus

13 Voucher Pulsa Elektronik

14 Foto Copy

November Desember

Program Pekan Pekan


No
I II III IV I II III IV

1 Bundel Soal Gamais 2008

2 Jas Laboratorium

3 Kalkulator & Storeage Data

4 Buku Paket TPB (Erlangga)

5 Jaket Angkatan 2008

6 Jaket Gamais 2008 s

7 Souvenir Islami

8 Rihlah Depkon

9 Training Ekonomi Syariah

10 Kartu Tanda Gamais (KTG)

11 Aksesoris Akhawat

12 Infokus

13 Voucher Pulsa Elektronik

14 Foto Copy

Keterangan :

: Program Kerja Rutin : Program Kerja Insidental : Tidak Ada Program Kerja
Program Kerja Sektor Keuangan Pusat dan Wilayah

1 Nama kegiatan AGEN VOUCHER ELEKTRONIK

Deskripsi kegiatan Departemen ekonomi di pusat dan wilayah(Fakultas/Sekolah/Prodi) menjalankan


usaha jualan voucher pulsa elektronik, dengan menjadi produsen (agen) sekaligus
distributor kepada konsumen. Usaha ini dikelola dan dijalankan bersama oleh
Seluruh Depkon pusat dan wilayah

Tujuan 1. MENGOKOHKAN HUBUNGAN KERJA ANTARA PUSAT DAN WILAYAH


2. MERAUP UNTUNG
Objek + segmentasi MASSA KAMPUS

Parameter 1. Jalannya Program Kerja ini di masing-masing LDPS


keberhasilan 2. Tiap LDPS mendapatkan untung Rp.200000,- di akhir kepengurusan

Waktu pelaksanaan Awal Februari

Dana Rp.3000000,-

Jumlah SDM minimal 1 PJ Pusat dan 1PJ per program studi

2 Nama kegiatan KULIAH EKONOMI SYARIAH

Deskripsi kegiatan Pelaksanaan edukasi ekonomi syariah oleh tokoh yang berkompeten bagi semua anggota
yang bersifat continue dan berkesinambungan

Tujuan Memberikan pelayanan dan edukasi bagi massa kampus tentang Ekonomi Syariah

Objek + segmentasi Massa Kampus

Parameter - 10% Kader Gamais mengikuti Pelatihan


keberhasilan - Penulisan paper oleh masing-masing peserta mengenai Ekonomi Syariah
- Memiliki Rekening Tabungan Syariah
Waktu pelaksanaan Continue sepanjang semester Genap per 2 minggu

Dana Rp. 300.000,-/pertemuan

Jumlah SDM minimal 5 orang

3 Nama kegiatan TRAINING ENTREUPREUNERSHIP

Deskripsi kegiatan PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN SECARA KONTINUYANG DIKHUSUSKAN BAGI ANGGOTA SEKTOR KEUANGAN DI
PUSAT DAN WILAYAH, DAN UMUMNYA BAGI ANGGOTA GAMAIS YANG DISAMPAIKAN OLEH TOKOH YANG
BERKOMPETEN

Tujuan MEMBERIKAN PELAYANAN DAN EDUKASI BAGI MASSA KAMPUS DARI SEGI KEWIRAUSAHAAN

Objek + segmentasi MASSA KAMPUS

Parameter 1. 10% KADER GAMAIS MENGIKUTI KEGIATAN


keberhasilan 2. ADANYA UNIT USAHA ABRU YANG DIKREASIKAN SETELAH MENGIKUTI PELATIHAN
Waktu pelaksanaan Continue sepanjang semester Genap per 2 minggu

Dana Rp. 300.000,-/pertemuan

Jumlah SDM minimal 5 orang

4 Nama kegiatan LAPORAN KEUANGAN BULANAN

Deskripsi kegiatan PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN DAN MELAPORKANNYA DI MILIS ATAUPUN PADA MEDIA YANG
DISEBARKAN KE KAMPUS DARI BENDAHARA LDPS/LDF/LDS KEPADA BENDUM LDP GAMAIS

Tujuan LEVELISASI LDF/LDS/LDPS

Objek + segmentasi BENDAHARA LDF/LDS/LDPS

Parameter BENDAHARA DI WILAYAH DAN PRODI MELAPORKAN LAPORAN KEUANGANNYA


keberhasilan

Waktu pelaksanaan SEBELUM TANGGAL 10 TIAP BULANNYA

Dana -

Jumlah SDM minimal 2 orang bendum LDP GAMAIS


Visi sektor akpro : membentuk mahasiswa ITB yang berprestasi, mencintai ilmu pengetahuan, dan
berkontribusi nyata.

Misi sektor akpro :

 Menyediakan akses yang mudah terhadap informasi, sarana, dan prasarana kepada
mahasiswaITB dalam mencapai prestasi akademik
 Memasyarakatkan Al-qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan
 Menyburkan gairah yang tinggi di kalangan mahasiswa ITB utnuk terus menggali dan
memanfaatkan ilmu pengetahuan
 Menyediakan wadah yang mendukung mahasiswa ITB untuk menghasilkan karya nyata yang
bermanfaat

Target dan parameter keberhasilan :


 IP rata-rata mahasiswa ITB meningkat dari tahun-tahun sebelumnya
 Minat mahasiswa untuk terus menggali ilmu pengetahuan yang tersimpan dalam Al-Qur’an
menigkat dengan indikator seringnya Pengkajian hubungan Al-qur’an dan sains yang
diadakan
 Adanya karya nyata minimal 1 pada masing-masing LDPS dalam 1 tahun

Posisi Sektor Akpro dalam dakwah kampus : penyeimbang antara aktivitas dakwah yang dilakukan
dengan prestasi akademik kader yang terus meningkat.

Peran sektor Akpro untuk kader : menjadi fasilitator dalam bidang akademik dan keprofesian.

Peran Akpro untuk syiar : saling mendukung antara sektor syiar dengan akpro

Grand design akpro :


 Pencapaian prestasi akdemik. GAMAIS pusat lebih berkonsentrasi pada TPB sedangkan
GAMAIS wilayah lebih terfokus pada tingkat dua dan selanjutnya pada prodi masing-masing
 Dalam bidang keprofesian, GAMAIS pusat berfungsi dalam koordinasi dan sinergisasi antar
bidang keprofesian yang ada di wilayah

Levelisasi LDF dan LDPS :


1. Level mula, InsyaAllah akan berjalan selama dua tahun. Masih banyak LDF atau LDPS yang
belum memiliki sektor Akpro
2. Level Madya, yang InsyaAllah juga akan dicapai dalam 2 tahun setelah level mula. Dalam hal
ini, diharapkan masing-masing LDF dan LDPS dapat mandiri pada sektor Akpronya
3. Level Purna, merupakan suatu level yang menunjukkan bahwa Sektor Akpro yang berada di
GAMAIS wilayah telah dapat berjalan dengan berbagai kemajuan yang dialami.

Presensi Akpro

No. Nama Hp/Telp NIM LDP/LDF/LDPS Jabatan


1 Syula M 081931815808 10705126 KAMIFA
2 Imas 081809297265 15305079 LDP Korwat Akpro
Sektor Jaringan

Unlimited network
Visi
berbasiskan jaringan yang luas dan kuat, menjadikan GAMAIS ITB sebagai akselerator dakwah
kampus Nasional serta inisiator dakwah kampus Internasional

Misi
 membangun, memperluas dan menguatkan jaringan media, alumni, ormas, tokoh publik,
pemerintahan dan perusahaan
 optimalisasi pelayanan dan pendampingan LDK se-Indonesia
 membangun komunikasi dengan mahasiswa muslim Internasional
 meningkatkan rasa kekeluargaan dan kompetensi internal GAMAIS ITB
 mempercepat pertumbuhan kader GAMAIS ITB sebagai tokoh publik dan pemimpin bangsa
 mempercepat pertumbuhan LDFS/LDPS GAMAIS ITB dengan kekuatan jaringan eksternal
 GAMAIS ITB berperan aktif dalam penyikapan isu guna membentuk paradigma bermuatan
nilai Islami dan Ilmiah

Jargon Sektor Jaringan


Unlimited network
Jargon ini menggambarkan kekuatan besar dari GAMAIS ITB untuk memperluas dan memperkuat
jaringan yang dimiliki guna memperbesar kekuatan GAMAIS ITB sendiri.

Grand Strategi Jaringan Lembaga Dakwah ITB


Grand Design adalah rancangan strategis sebuah organisasi yang diterjemahkan dari visi, misi dan
strategi Lembaga Dakwah ITB. Dengan demikian, grand design lembaga dakwah dapat diturunkan
dari visi, misi dan strategi lembaga dakwah di tiap level organisasi dengan menyeleraskan Grand
Strategy Jaringan Lembaga Dakwah ITB

Tingkatan Tujuan Inisiasi Strategi Parameter Keberhasilan

Mengamati, mengoleksi,
Mengenal sekitar
menganalisis, dan Memiliki data jaringan
lingkungan lembaga
mengadaptasi eksistensi potensial untuk dibangun
dakwah
elemen luar LD-ITB
Eksklusif
Memiliki departemen
Mengikuti Sekolah
Mengenalkan eksistensi khusus jaringan yang
Jaringan Terpusat Lembaga
lembaga dakwah mengelola fungsi dan peran
Dakwah ITB.
jaringan
Dept. Jaringan memiliki
Memiliki data jaringan yang
Membangun jaringan sekretaris departemen,
telah terbangun secara
lembaga dakwah memanfaatkan event
integratif
tertentu.
Utama
Terdapat program kerja
Memelihara jaringan Stakeholder satisfaction rutin yang menyentuh
lembaga dakwah measurement elemen jaringan lembaga
dakwah

Inisiasi partisipasi dan Suksesnya program kerja


Menjadikan jaringan
peran aktif serta analisis yang dilakukan dengan
sebagai mitra benchmark
kompetensi jaringan kerjasama pihak jaringan
lembaga dakwah
lembaga lembaga
Inti
Tercapainya tujuan(sukses)
Optimalisasi dan
Melakukan joint venture program kerja yang
sinergisasi fungsi dan
antara jaringan dan dilakukan bersama pihak
peran jaringan lembaga
lembaga dakawh ITB jaringan dengan spesifikasi
dakwah
khusus.

Posisi Jaringan di GAMAIS ITB


Kekuatan dakwah kampus yang semakin mapan dan menyebar saat ini semakin membutuhkan
kreatifitas dan mobilitas yang tinggi bagi kader dakwahnya. Kaderisasi dan Syiar adalah sebuah
tanggung jawab serta peran langsung dari sebuah LDK, akan tetapi sebuah LDK tidak akan bisa
bertahan lama tanpa sistem pendukung gerak dakwah, salah satunya adalah jaringan.
Peran penguatan jaringan ini semakin terasa dan berpengaruh ketika dakwah ini ternyata sulit untuk
berkembang tanpa dukungan eksternal. Disinilah mengapa seorang bijak mengatakan “bukan
saatnya lagi zaman sebuah tim yang kuat, akan tetapi saat ini adalah zaman jaringan yang kuat”.
Dengan didasari oleh berbagai kebutuhan ini, sistem pendukung berupa jaringan diharapkan bisa
menjadi pemicu untuk gerak dakwah di dalam tubuh GAMAIS ITB ini lebih kreatif dan bermobilitas
tinggi. Ada empat pandangan kontekstual terhadap jaringan ini, yakni :
1. Kebutuhan untuk mengakselerasi internal lembaga
2. Me nangg api pros es perkem bangan di lingkungan le mbaga s emakin c epat
3. Kebutuhan unt uk m engukur perf or ma relatif lemba ga dakwah
4. Perlu adan ya sarana untuk b erko ntri busi lebih besar

Ke empat pandangan ini m enjadi landasan pe mikiran kenapa perluasan dan


penguatan jarin gan dibutuhkan oleh GAMAIS ITB.
Antara GAMAIS ITB dan FSLDK
Latar belakang

 LDK adalah Lembaga Dakwah Kampus, sebuah organisasi mahasiswa yang berdiri secara legal
formal di dalam kampus, baik dalam bentuk UKM/DKM/kerohanian, yang melakukan fungsinya
sebagai organisasi dakwah
 FSLDK adalah Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus, sebuah forum/lembaga/badan
yang menaungi LDK-LDK se-Indonesia dalam fungsi-fungsinya seperti akselerasi, ekspansi, dan
sinergisasi dakwah kampus.
 GAMAIS ITB adalah Lembaga Dakwah Kampus yang berada di Institut Teknologi Bandung,
Perguruan Tinggi yang terletak di wilayah Jawa Barat, daerah Bandung Raya, sektor Bandung
Tengah.

Tentang FSLDK

SEKILAS FSLDK
FSLDK kependekan dari Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus. Berbicara mengenai definisi
FSLDK, kita akan mendapati dua persepsi berbeda. Persepsi pertama, kita memahami FSLDK sebagai
jaringan. Sedangkan persepsi kedua, FSLDK adalah musyawarah nasional/daerah yang diadakan
secara rutin. Sebenarnya, subjek dan objek kedua pengertian tadi sama, yaitu LDK. Akan tetapi perlu
dipertegas lagi perbedaannya untuk mencegah ambiguitas.

Persepsi pertama, FSLDK adalah jaringan yang beranggotakan LDK-LDK (bukan orang per orang) se-
Indonesia. Sifat keanggotaan FSLDK cukup terbuka, artinya
setiap LDK berhak bergabung dengan FSLDK. Hal ini dikarenakan
salah satu visi FSLDK adalah mengoptimalkan akselerasi da’wah
kampus nasional. Jaringan FSLDK sudah tersebar luas di seluruh
nusantara. Mulai dari ujung Sumatra hingga Papua.

Hingga saat ini agenda FSLDK semakin beragam, seperti


pendampingan LDK, training manajemen LDK, Simposium
Internasional Palestina, penyikapan isu bencana, dan
sebagainya. Jika dirangkum, program FSLDK secara garis besar LOGO FSLDK
 Mempunyai bentuk
ada dua yaitu ke-LDK-an dan penyikapan isu. Salah satu contoh
seperti lafadz Allah &
program ke-LDK-an adalah pendampingan LDK. Kegiatan lain tulisan huruf “L”,
yang pernah dilakukan adalah penyikapan isu seperti RUU APP “D”,dan ”K”
dan Palestina.  Berwarna hijau

Persepsi kedua, FSLDK adalah musyawarah akbar. Di tingkat


nasional, kita mengenal istilah Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN).
FSLDKN yang ke-14 diselenggarakan di Unila, Lampung pada pada tahun 2007. Sedangkan di tingkat
daerah, ada juga istilah Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah (FSLDKD).
SEJARAH SINGKAT FSLDK

Awal Berdiri
Cikal bakal lahirnya FS adalah acara yang bernama Saresehan LDK yang diadakan pada tangga 14-15
Ramadhan 1406 atau 24 – 25 Mei 1986 bertempat di UGM, Yogyakarta. Pertemuan itu diikuti oleh
26 peserta utusan 13 kampus se-Jawa, yakni UGM Yogyakarta, IKIP Yogyakarta, Universitas
Diponegoro Semarang, Unsoed Purwokerto, UNS Solo, Universitas Trisakti Jakarta, Universitas
Indoneisa, IPB Bogor, UIKA Bogor, ITB Bandung, dan beberapa kampus lain.

Peserta pertemuan ini menetapkan adanya pembagian wilayah menjadi tiga, yaitu Jawa Barat, Jawa
Tengah, dan Jawa Timur. Masing-masing wilayah dikoordinatori oleh Salman ITB, Jama’ah
Shalahuddin UGM, dan UKKI Unair.

Perkembangan FSLDK
Pasca diadakannya pertemuan itu, segenap peserta menyepakati tentang perlunya membina
jaringan dan ukhuwah antar-LDK. Sehingga muncullah agenda-agenda susulan sebagai follow up-nya.
Agenda-agenda tersebut adalah:
1. Saresehan LDK kedua
Tanggal : 2-4 Januari 1987
Tuan rumah : Salman ITB
Hasil :
- Salman ITB sebagai koordinator pusat LDK se-Jawa
- Diadakan Daurah Dirasah Islamiyah di IPB, Latihan Mujahid Da’wah di Salman ITB
- Diterbitkannya lembar komunikasi antar-LDK
2. FSLDK III
Tanggal : 13-16 September 1987
Tuan rumah : UKKI Unair Surabaya
Peserta : 30 LDK
Hasil
- Istilah Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) pertema kali digunakan
- Penetapan logo FSLDK
- Penetapan standar internal LDK dan persamaan langkah LDK
3. FSLDK IV
Tanggal : 3-6 September 1988
Tuan rumah : UNS Surakarta
Peserta : hadir peninjau dari Unud Denpasar dan Unhas Ujungpandang
Hasil
- Ide khittah LDK
- Penetapan pola komunikasi (Puskompus, Puskomwil, tuan rumah, dan koordinator
mantan pusat)
- Perumusan rancangan oleh tim khusus (selesai Desember 1988)
4. FSLDKN V
Tanggal : 15-19 September 1989
Tuan rumah : IKIP Malang
Peserta : hadir utusan dari Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali
Hasil dari forum ini adalah kesepakatan terhadap rumusan khittah LDK yang disusun oleh tim
khusus
5. FSLDKN VI
diselenggarakan pada bulan Oktober 1990 di IKOPIN Jatinangor. Hasil yang diperoleh dari
pertemuan ini adalah mengalihkan Puskompus dari ITB ke IKIP Malang dan penetapan dan
UNHAS sebagai tuan rumah FS selanjutnya.
6. FSLDKN VII
Pertemuan FSLDKN VII diselenggarakan pada bulan Desember 1991 di Universitas Hasanudin
Makassar.
Selain itu, dihasilkan pembagian wilayah komunikasi FSLDK :
- Wilayah I mencakup Sumatera, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
- Wilayah II mencakup Jawa Tengah, DIY dan Kalimantan.
- Wilayah III mencakup Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT
- Wilayah IV mencakup Sulawesi, Irian, Maluku dan Timor Timur.
7. FSLDKN VIII
Pertemuan FSLDKN VIII berlangsung pada tanggal 6-11 September 1993. Pertemuan ini
diadakan di kota Semarang. Sebagai tuan rumah adalah BAI Universitas Diponegoro.
8. FSLDKN IX
Waktu : tahun 1995
Tuan rumah : Unisba Bandung
Penyeragaman khittah yang telah ditetapkan ternyata memunculkan perbedaan pendapat.
Adanya khittah tersebut dinilai tidak sesuai dengan kenyataan bahwa kondisi tiap LDK
berbeda. Bahkan terkadang perbedaannya cukup jauh. Perbedaan pendapat ini pun
mencapai klimaksnya tepat pada FSLDKN IX ini, sehingga peserta forum menyepakati
penghapusan khittah LDK. Penghapusan khittah ini dikenal dengan nama Piagam Unisba.
Sehingga dengan adanya piagam tersebut, praktis FSLDK hanya bersifat koordinasi. Dan
telah disadari, kondisi dan karakteristik LDK yang beragam ini tidak mungkin diseragamkan.
Maka jadilah agenda-agenda FSLDK sekarang hanya berupa rekomendasi tanpa paksaan
dengan berlandaskan semangat beramal secara berjama’ah (amal jama’i).
9. FSLDKN X
Tanggal : 25-29 Maret 1998
Tuan rumah :Universitas Muhammadiyah Malang
Hasil
- Menetapkan Gamais ITB sebagai Puskomnas
- Menetapkan UI Jakarta sebagai tuan rumah FS-Nas XI
- Mendeklarasikan berdirinya KAMMI sebagai sayap siyasi da’wah kampus
10. FSLDKN XI
Tanggal : 20-24 Juli 2000
Tuan rumah : Universitas Indonesia Depok
Poin penting
- Terjadi lonjakan peserta dibanding FS-Nas sebelumnya, yaitu sekitar 600 LDK
- Bahasan tentang jaringan muslimah (jarmus) mulai digulirkan
- Menetapkan JMMI ITS sebagai Puskomnas dan FKI Rabbani Unand sebagai OC FS-Nas XII
11. FSLDKN XII
Tanggal : 25-29 Juli 2002
Tuan rumah : Universitas Andalas Padang
Hasil
- Pembentukan Pusat Kajian Syariat Islam Mahasiswa (PKSIM) sebagai wadah untuk
mempersiapkan keberterimaan masyarakat terhadap penerapan syariat Islam
- Pembentukan Jaringan Mahasiswa Anti Pemurtadan (Jamaat) untuk meng-counter aksi
pemurtadan di kampus
12. FSLDKN XIII
Tanggal : 19-25 Juli 2005
Tuan rumah : Universitas Mulawarman Samarinda
Hasil
- Merekomendasikan pembentukan Jamaad dan PKSIM di daerah
- Wacana tentang Dakwah Kampus Berbasis Kompetensi (DKBK)
- Penggunaan buku SPMN (Standardisasi Pelatihan Manajerial Nasional) sebagai salah
satu acuan dalam pendampingan LDK
13. FSLDKN XIV
Tanggal : Juli-Agustus 2007
Tuan rumah : Universitas Lampung, Bandar Lampung
Hasil
- Draft 3 komisi : Komisi A Isu Keumatan, Komisi B ke-LDK-an, komisi C Jaringan Muslimah
- Perluasan gerak dakwah LDK Indonesia Timur
- Revitalisasi permentoringan nasional

ALUR KOMUNIKASI FSLDK

o Puskomnas
Puskomnas (Pusat Komunikasi Nasional) adalah LDK yang berfungsi sebagai koordinator
FSLDK skala nasional. Puskomnas dipilih melalui mekanisme sidang pada waktu FS-Nas.
Tugasnya adalah menjabarkan rekomendasi-rekomendasi FS-Nas menjadi program kerja
sekaligus mengkoordinir keberjalanan program tersebut. Periode amal Puskomnas
adalah dua tahun, sesuai periode FS-Nas yang juga diadakan dua tahun sekali. Dalam
menjalankan amanahnya, Puskomnas memiliki wewenang untuk membentuk badan
dengan fungsi tertentu, seperti Badan Pekerja Puskomnas, Pusat Kajian Syariat Islam
Mahasiswa (PKSIM), Jaringan Mahasiswa Anti-Pemurtadan (Jamaad), dan Media Center
Puskomnas (MCP).
Saat ini, Puskomnas diamanahi kepada LDK UKMKI Jamaah Nuruzzaman UNAIR
Surabaya. Seluruh koordinasi gerak LDK seIndonesia berada di Puskomnas UNAIR selama
periode 2007-2010.

o Badan Pekerja Puskomnas


Badan Pekerja (BP) Puskomnas adalah LDK yang ditunjuk oleh Puskomnas untuk
membantu menjalankan amanahnya. BP Puskomnas memiliki wewenang untuk ikut
menyusun konsep serta program kerja Puskomnas. Penunjukan BP Puskomnas ini
dengan mempertimbangkan wilayah di Indonesia agar merata persebarannya.. Karena
tersebar di berbagai wilayah, BP Puskomnas juga berperan sebagai perpanjangan tangan
Puskomnas. Misalnya ketika Puskomnas merekomendasikan kepada seluruh wilayah
untuk mengadakan aksi, maka BP Puskomnas bertugas sebagai penyalur informasi ke
Puskomda sekaligus sebagai inisiator.
Untuk wilayah Jawa Barat, BP Puskomnas diamanahi kepada LDM UIN Sunan Gunung
Djati periode 2007-2010.

o Badan Khusus Puskomnas


Badan Khusus (BK) Puskomnas adalah LDK yang ditunjuk oleh puskomnas dalam
melaksanakan amanah khusus yang tidak terkait dengan kewilayahan. BK dibentuk
untuk menangani hal-hal seperti akselerasi LDK (SPMN), mentoring, web maintenance,
juga media. BK mempunyai kedudukan yang sama dengan BP Puskomnas.

o Puskomda
Puskomda (Pusat Komunikasi Daerah), merupakan pusat komunikasi sekaligus
koordinator FSLDK di daerahnya. Puskomda dipilih pada saat FS-Da. Mirip dengan
Puskomnas, Puskomda bertugas menjabarkan hasil-hasil FS-Da menjadi sebuah program
kerja. Periode amalnya berbeda-beda. Ada Puskomda yang dipilih setahun sekali; ada
pula yang dua tahun sekali. Dalam konteks jaringan FSLDK nasional, Puskomda
mempunyai peran vital, yaitu sebagai eksekutor program-program nasional di daerah.

o Badan Pekerja Puskomda


Fungsinya hampir sama seperti BP Puskomnas, hanya saja levelnya di daerah. BP
Puskomda dipilih oleh Puskomda untuk membantu eksekusi program FSLDK di sekotor-
sektor yang ada pada daerah Puskomda yang dimaksud. Puskomda juga memiliki Badan
Khusus (BK) Puskomda yang mirip seperti BK Puskomnas. BK Puskomda dapat berupa
PKSIM, Jamaad, Media Center Daerah (MCD), mentoring,

o Steering Commitee
Steering Committee (SC) dibentuk untuk membantu keberjalanan program besar FSLDK
yaitu FSLDKN atau FSLDKD. SC dipilih berdasarkan kebijakan dari Puskomnas (untuk SC
FSLDKN) atau Puskomda (untuk SC FSLDKD).

KOMISI FSLDK
Dalam memudahkan pemetaan ranah kerja FSLDK, dibentuklah 3 komisi di FSLDK :
A. Komisi A : Isu Keumatan
Komisi keumatan atau saat ini disebut komisi isu nasional merupakan bagian dari FSLDK
dalam menjalani perannya sebagai khidamul ummah.
Komisi isu nasional merupakan bagian terpenting dari kerja nasional lembaga dakwah
kampus. Wilayah gerak komisi ini meliputi isu lokal isu nasional dan internasional. Isu-isu
tersebut di tingkat nasional diolah sebuah lembaga dalam FSLDKN, yakni Media Center
Puskomnas (MCP) kemudian diteruskan oleh MCD dan atau LDK-LDK di masing-masing
daerah. Sejak FSLDKN XII di Universitas Andalas Padang, komisi isu nasional selama rentang
waktu 2002-2005 telah melakukan penyikapan terhadap beberapa isu sentral, seperti
disintegrasi bangsa, kristenisasi, musuh global umat islam, amoralitas dan lain-lain. Namun
dalam kurun waktu tersebut, tidak semua isu dapat diblow up dengan baik. Oleh karena itu
perlu adanya rekontruksi dari manajemen isu nasional tersebut. Hal ini bisa disikapi dengan
pengelolaan isu yang lebih baik dan massif baik di internal maupun eksternal LDK. Juga perlu
adanya alur komunikasi yang jelas agar isu-isu tersebut bisa massif.
Ranah kerja komisi A meliputi penyikapan media, solidaritas umat, isu Palestina,
pemurtadan, syariat Islam, juga anti pornografi-pornoaksi.

B. Komisi B : ke-LDK-an
Komisi ini merupakan komisi yang sangat strategis, karena disinilah dapur LDK diolah dan
diserap. Permasalan-permasalan LDK dan jaringannya, FSLDKN akan banyak dibicarakan di
komisi ini. Dalam menghadapi tantangan ke depan, LDK diharapkan mampu menjawab
tuntutan masyarakat yang membuat LDK harus menglami akselerasi. LDK harus mampu
menjadi lembaga yang memproduksi kader-kader unggulan yang memiliki basis kompetensi
keilmuan yang memadai dan dibutuhkan masyarakat.
Komisi B membahas tentang percepatan dan pendampingan LDK, ekspansi dakwah LDK,
jaringan komunikasi LDK, permentoringan kampus, juga revolusi akademik (Dakwah Kampus
Berbasis Kompetensi)

C. Komisi C : Jaringan Muslimah


Jaringan Muslimah (JARMUS) sebagai bentuk interaksi antar LDK khususnya bidang
kemuslimahan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari FSLDKN. Jaringan muslimah
(jarmus) FSLDK Nasional lahir pada pertemuan FSLDKN X di Universitas Muhammadiyah
Malang tahun 1998. Dengan semakin bertambahnya usia, jarmus diharapkan mengevaluasi
kerja-kerja yang telah dilakukan guna optimalisasi peran. Setelah FSLDKN XII jarmus telah
mampu memberi pewacanaan isu terutama tentang pornografi dan jilbab. Oleh karena itu
jarmus kedepan diharapkan mampu menindaklanjuti isu-isu tersebut dengan tetap kritis
terhadap isu-isu kemuslimahan lain dan melakukan advokasi sesuai kapasitasnya sebagai
bagian dari LDK.
“Wanita adalah tiang negara, apabila wanita itu baik maka baiklah negara itu dan apabila
wanitanya rusak maka rusaklah negara itu.” Itulah yang mendasari jarmus FSLDKN untuk
mengambil langkah strategis dalam penyelesaian masalah kemuslimahan. Muslimah
seharusnya melakukan sebuah pergerakan dakwah yang berusaha mengembalikan
muslimah pada kemuliaan harkatnya.
Kondisi muslimah kontemporer menuntut terlaksananya peran strategi komprehensif oleh
muslimah yang peduli kaumnya. Peran dakwah muslimah memiliki misi strategis dalam
upaya memperbaiki kondisi umat dalam masyarakat dan mengarahkan peradaban dengan
pemberdayaan muslimah menuju kompetensi global. Visi Jarmus adalah Adanya kesatuan
gerak muslimah LDK secara Nasional untuk menampilkan Islam sebagai realitas sistem nilai
yang mampu memberi solusi bagi permasalahan perempuan. Misi Jarmus diantaranya
adalah peningkatan jaringan internal melalui pola komunikasi dan koordinasi kemuslimahan
LDK, peningkatan jaringan eksternal dengan membangun jaringan eksternal kemuslimahan
dan memberikan kontribusi terhadap permasalahan muslimah.
Komisi Jaringan Muslimah meliputi pembahasan tentang Pengembangan Potensi Muslimah
(PPM), isu & legalitas jilbab, serta isu kontemporer kemuslimahan.

Posisi Gamais di FSLDK

 GAMAIS ITB sebagai bagian dari LDK penggagas FSLDK


Dalam sejarah berdirinya FSLDK, GAMAIS memegang peranan penting. Karisma Salman pada
Sarasehan LDK di UGM menjadi wakil ITB sebagai Lembaga Dakwah Kampus ITB yang ada pada
saat itu. Berikutnya pada sarasehan kedua LDK, Salman ITB menjadi tuan rumah
peyelenggaranya yang selanjutnya ditetapkan sebagai koordinator pusat LDK se-Jawa. FSLDK
terus mengalami perkembangan hingga GAMAIS pernah juga diamanahi sebagai Puskomnas.
 GAMAIS adalah LDK yang bernaung dibawah koordinasi FSLDK
GAMAIS merupakan LDK, dan FSLDK adalah forum yang menaungi LDK. Itu sebabnya GAMAIS
berada dalam naungan dan koordinasi FSLDK sesuai alur komunikasi nasional.
 GAMAIS pernah menjadi Puskomnas FSLDK, BP-Nas Jawa Barat, Puskomda, dan SC
Dapat dikatakan bahwa GAMAIS ITB adalah LDK yang sangat terlibat dalam FSLDK. GAMAIS
pernah diamanahi sebagai Puskomnas, Puskomda, BP Jawa Barat, BK SPMN, BK Web, dan
sebagainya.
 Dalam struktur FSLDK, GAMAIS saat ini diamanahi sebagai :
o Badan Khusus (BK) Standarisasi Pelatihan Manajerial Nasional (SPMN) (2007/2010)
BK SPMN memiliki fungsi utama dalam percapatan LDK nasional. Beberapa tugas yang
diamanahi sebagai BK SPMN ialah membuat buku Manajemen Dakwah Kampus dan
memberikan training manajemen LDK ke kampus-kampus. Dahulu BK SPMN GAMAIS ITB
bekerja sama dengan SALAM UI dalam membuat buku “Risalah Manajemen Dakwah
Kampus”. Untuk saat ini, BK SPMN diamanahi kepada GAMAIS ITB saja. Program yang akan
diluncurkan ialah membuat buku Manajemen Lembaga Dakwah Kampus serta membentuk
SPMN Training Center.
o Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) Bandung Raya (2006/2008)
Puskomda Bandung Raya merupakan LDK yang ditunjuk sebagai koordinator LDK-LDK di
Daerah Bandung Utara. Puskomda Bandung Raya periode 2006-2008 adalah GAMAIS ITB
yang terpilih saat FSLDKD XIX di UNSIL Tasikmalaya tahun 2006.
o LDK pendamping sektor Bandung Tengah
GAMAIS ITB bertanggung jawab terhadap LDK-LDK yang berada di sektor Bandung Tengah.
Bersama LDK Unisba, GAMAIS bertugas melakukan percepatan dan pendampingan LDK-LDK
seperti di Polman, STKS, ST Inten, dan lain sebagainya.
GAMAIS ITB adalah LDK di Indonesia yang dinilai mapan, mandiri, dan mempunyai potensi lebih di
Indonesia. Dalam konstelasi nasional tidak banyak LDK yang telah sampai pada level LDK mandiri.
Potensi ini menjadikan GAMAIS ITB dituntut untuk dapat berperan dalam mengakselerasi LDK lain di
Indonesia agar mencapai level mandiri dalam waktu yang cepat. Berbagai pencapaian yang telah
dilakukan GAMAIS ITB telah membuktikan bahwa GAMAIS ITB sudah siap untuk melakukan
pelebaran sayap ke seluruh Indonesia. Dengan sistem Intenal yang sudah lengkap, GAMAIS ITB
diharapkan bisa menstimulus kemampuan manajemen pengelolaan LDK dalam bentuk training,
coaching maupun konsultasi serta penyusunan buku-buku panduan dakwah yang berisfat
operasional dan menginspirasi para stakeholder LDK di seluruh Indonesia. GAMAIS ITB akan
melakukan fungsi akselerasi ini dalam naungan panji FSLDK yang dimana GAMAIS ITB bergabung di
dalamnya.

Selain itu GAMAIS ITB diharapkan bisa menjadi pemegang kebijakan strategis bagi kemajuan dan
pertumbuhan LDK se-Indonesia. Kontribusi nyata GAMAIS ITB di dalam kancah FSLDK ini harus terus
teruji dan meningkat. GAMAIS ITB harus bisa menjadi inisiator ulung dalam isu-isu atau agenda
dakwah yang bisa diterapkan. GAMAIS ITB juga akan selalu memberikan masukan yang berarti untuk
FSLDK. Sebagai sebuah LDK mandiri, GAMAIS ITB siap menjadi akselarator dakwah dalam hal
pengelolaan LDK yang cerdas, sistematis, sinergis serta terarah.

Gamais go Internasional
Kebutuhan akan adanya ekspansi dakwah semakin tinggi. Islam, yang merupakan agama rahmatan lil
alamin, haruslah menjadi agama yang mengglobal. Tugas manusia untuk mewujudkan kekhalifahan
di muka bumi agar membuat dakwah ini tidak “dinikmati” sendirian.

Potensi GAMAIS sebagai LDK mapan, membuat GAMAIS sebagai rujukan bagi LDK-LDK nasional,
mempunyai berbagai peluang untuk memulai visi dakwah kampus internasional. Institut Teknologi
Bandung, yang merupakan “world class university” juga merupakan tantangan sekaligus kesempatan
bagi GAMAIS untuk merealisasikan gagasan besar ini.

Mewujudkan Dakwah Kampus go internasinal dimulai dari membangun jaringan LDK dengan kampus
di berbagai belahan dunia. GAMAIS ITB berada di Indonesia, yang merupakan negara yang terletak di
wilayah ASEAN, sudah sewajarnya mulai melebarkan dakwahnya dengan LDK yang ada di wilayah ini.
Begitu juga dengan LDK yang berada di belahan bumi lain, dengan bantuan teknologi yang ada
sekarang, GAMAIS ITB dapat menginisiasi adanya jaringan dakwah kampus internasional.

“FSLDK go internasional 2014”, merupakan sebuah visi jangka panjang FSLDK untuk dapat
memperluas jaringan dakwah kampus hingga melebihi lingkup nasional. Visi besar ini dilahirkan
untuk memenuhi tututan kebutuhan yang sudah disebutkan di awal tadi, melalui dakwah yang
berbasis di kampus-kampus di luar Indonesia. FSLDK, yang notabenenya merupakan organisasi
pemuda terbesar kedua se-Asia, sudah sewajarnya pula dapat melebarkan sayap dakwahnya.
GAMAIS ITB, yang berada dalam naungan FSLDK, dapat memanfaatkan besarnya jaringan yang sudah
ada di FSLDK untuk dapat mengekspansi dan membentuk jaringan yang lebih besar lagi.
Ekspansi dakwah harus semakin meluas, tidak hanya berurusan di dalam negeri, namun juga harus
mulai memikirkan yang lebih global. Barisan dakwah ini harus mulai diatur rapih dan tentu saja
penambahan personel disetiap lini. Jika semua aspek mempunyai pandangan dan gerak yang sama,
insya Allah barisan dakwah ini akan kuat dan siap membawa dunia ini ke arah yang lebih baik.
Perluasan jaringan LDK ke manca Negara terutama di negara-negara tetangga dan negara Islam.
Seperti malaysia, singapura, brunei, australia yang dekat dengan Indonesia secara geografis, maupun
negara Arab Saudi, Iran, Pakistan, Uni Emirated Arab, Mesir, dan Palestina yang juga merupakan
negara dengan penduduk Islam. Negara lain yang punya jaringan mahasiswa muslim maupun
komunitas muslim Indonesia di negara tersebut menjadi penjajakan awal langkah GAMAIS ITB dalam
memeperkuat jaringan dakwah ini.

Sebuah harapan di masa yang akan datang terbentuknya FSLDK di luar negeri dengan persamaan
pandangan dan gerak. Pergerakan GAMAIS ITB dalam memperluas jaringan ini bertujuan untuk dua
tujuan utama. Pertama, dengan jaringan yang luas, bisa memantapkan kondisi Internal GAMAIS ITB
sendiri, penjalinan komunikasi maupun pergerakan bersama diharapkan bisa menstimulus dan
menambah wawasan GAMAIS ITB. Kedua, GAMAIS ITB yang tergabung dalam FSLDK mempunyai misi
untuk sebagai “tim pendahulu” program FSLDK go internasional 2014. GAMAIS ITB diharapkan bisa
membuka jaringan ini secara bertahap sehingga ketika pada saatnya bisa di integrasikan dengan
FSLDK dalam hal gerak dakwah dan kelembagaan.
-

GAMAIS dan Isu


Isu yang muncul harus disikapi dengan bijaksana, karena titik tolak penyikapan yang dilakukan akan
membentuk sebuah paradigma atau pandangan baru di masyarakat. Oleh karena itu, GAMAIS ITB
wajib berperan aktif dalam penyikapan isu dengan metode yang tepat guna membentuk paradigma
atau pandangan yang bermuatan nilai-nilai islami dan ilmiah. GAMAIS ITB mempunyai tanggung
jawab moril lebih sebagai lembaga dakwah kampus. Peran utama GAMAIS dalam hal ke-isu-an ini
ada empat hal, Pertama , GAMAIS ITB sebagai gerbang opini di setiap isu yang muncul, dalam hal ini
GAMAIS ITB selalu cepat tanggap akan Isu yang beredar dan segera mampu memberikan sebuah
pandangan terhadap Isu ini. Kedua, dalam perannya sebagai leader opinion GAMAIS ITB harus
mampu memberikan penjelasan yang baik dan memberikan opini yang telah dikaji di Internal
GAMAIS ITB kepada masyarakat luas. Mempunyai sikap akan setiap Isu adalah tanggung jawab
Lembaga Mahasiswa sebagai Guardian of value dan peran LDK sebagai lembaga Dakwah. Ketiga,
GAMAIS ITB diharapkan menjadi inisiator yang aktif dan cerdas terhadap penyikapan Isu ini.
Penyikapan isi harus ditanggapi dengan cepat dan cerdas serta metode yang tepat. Keempat, Aksi
atau reaksi yang dilakukan GAMAIS ITB dalam menyikapi isu ini diharapkan bisa mengimbangi
perang pemikiran terhadap pemikiran anti-syariah dan anti-produktif yang beredar.

-
Dalam perjalanannya GAMAIS ITB membagi skala isu dibagi berdasarkan skala waktu dan luas.
Berdasarkan skala waktu dibagi menjadi dua hal, pertama,isu tematik atau isu kondisional atau isu
kontemporer. Isu ini bersifat sementara dan tidak lama. Isu-isu ini harus ditanggapi dengan cerdas
karena semua permasalahan umat adalah permasalahan Islam. Seperti, Isu Undang-undang anti
pornografi dan pornoaksi, Isu kebijakan pendidikan, Isu Kemiskinan rakyat, Isu Aliran Sesat, Isu
momen Ramadhan dan lainnya. Kedua. Isu yang bersifat tetap atau jangka waktu yang lama, seperti
isu Penjajahan rakyat palestina, Isu HAM, dan lainnya. Selanjutnya Isu berdasarkan luas ranah, dibagi
menjadi tigak hirarki,pertama, isu skala lokal dalam hal ini lingkup Bandung Raya dan Jawa Barat.
Kedua Isu Nasional atau skala Indonesia, dan Ketiga Isu skala Internasional atau dunia.

Pandangan GAMAIS ITB Atas Permasalahan


Palestina
1. Palestina adalah satu-satunya tempat di dunia kontemporer dimana masih terjadi
kolonialisasi model kuno. Palestina merupakan pusat dunia, strategis baik secara potensi
sumber daya alam, ekonomi, politik, maupun militer.
Indonesia-Palestina

2. Indonesia adalah negara konstitusional, yang dalam pembukaan UUD ’45 menegaskan sikap
anti-penjajahan. Maka, bagi bangsa Indonesia, penjajahan terhadap bangsa manapun sama
artinya dengan penjajahan terhadap bangsa dan tanah air sendiri. Sejatinya, dalam konteks
perlawanan terhadap penjajahan, tanah air Indonesia tidak hanya sebatas dari Sabang
hingga Marauke, namun lebih dari itu, dari Jakarta hingga Jalur Gaza.
3. Palestina adalah bangsa yang sangat peduli dengan penderitaan bangsa orang lain, termasuk
terhadap bangsa Indonesia. Pada masa-masa perjuangan kemerdekaan di Indonesia, M. Ali
Taher, Perdana Menteri Palestina, menyumbangkan seluruh uangnya dari Bank Internasional
untuk dana perjuangan muslim Indonesia. Di saat Agresi Militer I dan II terjadi, Palestina
bersama dengan Mesir, Irak, dan negara-negara muslim yang lain, melakukan boikot dan
demonstrasi anti-Belanda. Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui
kemerdekaan Indonesia, setelah sebelumnya juga melakukan upaya diplomasi untuk
Indonesia. Ditengah derita mereka, hidup bertahun-tahun di tenda-tenda dan rumah-rumah
darurat, rakyat Palestina masih sempat mengirimkan sumbangan untuk korban gempa dan
Tsunami di Aceh.
Zionis-Israel-Yahudi

4. Israel tidak memiliki akar sejarah sebagai penduduk asli Palestina. Kedatangan mereka, dari
permulaan akhir periode sebelum lahirnya Isa bin Maryam sampai permulaan Masehi,
hanyalah sebagai imigran dari Mesir. Jauh sebelum masuknya Israel, Palestina telah dihuni
oleh bangsa Kana’an. Hal ini disebutkan dalam Injil dan Alqur-an. Hukum Internasional
menyatakan bahwa yang berdaulat atas suatu wilayah adalah mereka yang pertama kali
mendiami wilayah tersebut dan menunjukkan bukti eksistensi mereka atas wilayah tersebut
berupa aktivitas dan bukti-bukti fisik yang menunjukkan kedaulatan mereka atas wilayah
tersebut. Karena itu, bangsa Kana’an yang merupakan nenek moyang Arab Palestina saat ini
adalah pemilik sah tanah Palestina.
5. Israel telah menimbulkan berbagai kerusakan dan kerugian dalam berbagai aspek dan bagi
banyak pihak. Terorisme Israel terus melakukan okupasi secara biadab di atas tanah sah
bangsa Palestina, mengusir para penduduk asli, dan melakukan teror dan pembantaian
terhadap ibu-ibu, orang tua, pemuda, serta anak-anak yang tidak mau mengikuti ambisi
hewani Israel. Hal ini menimpa seluruh rakyat Palestina tanpa pandang bulu. Praktik bumi
hangus Deir Yasin menjadi bukti penodaan terhadap 400 masjid dan 400 gereja.
6. Israel berdiri diatas ideologi yang rasis, politis, dan teroris. Itulah sebabnya kenapa rencana
deklarasi mereka di Jerman diboikot dan diprotes oleh para rabi, sampai kemudian harus
mencari tempat yang lain, yaitu Swiss. Alasan tersebut pula yang kemudian melatari
kebijakan PBB bahwa gerakan zionis Israel adalah terlarang, sebelum kemudian lobi-lobi
Yahudi berhasil menghapuskannya.
Umat Islam

7. Palestina bagi umat Islam merupakan masalah utama. Palestina adalah tanah waqaf umat
Islam, tempat berdirinya Masjid al-Aqsha—kiblat pertama umat Islam, tempat dilahirkannya
nabi-nabi pilihan, tempat Isra’ Rasulullah saw, serta tempat yang diberkahi. Tidak seperti
masjid al-Haram yang Allah jamin penjagaan atasnya, penjagaan atas Masjid al-Aqsha adalah
tanggung jawab umat Islam.
8. Penegakan keadilan, pembelaan serta menumbuhkan solidaritas atas tanah suci Palestina
adalah kewajiban bagi tiap-tiap muslim karena antara muslim yang satu dengan muslim
lainnya adalah bersaudara.
Pembebasan !

9. Bangsa Palestina sangat membutuhkan dukungan dari bangsa lain, termasuk Indonesia.
Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai sumbangsih kita bagi Palestina, yaitu:
memahami kondisi dan problematika Palestina kemudian mensosialisasikannya sehingga
segala potensi dapat dikerahkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina,
menyelamatkan haknya, dan membebaskan Palestina dari penjajahan.
10. Lakukan yang kita bisa. Mulai dari yang kecil yaitu dengan menghentikan membeli produk
yang menyokong pendanaan Yahudi. Mulai dari diri sendiri, sadarkanlah diri ini bahwa
Palestina adalah tanggung jawab kita sebagai umat Muslim. Yang terakhir, mulailah dari saat
ini!
Antara GAMAIS ITB dan IA GAMAIS
Kategori Potensi Harapan
GAMAIS ITB Pemerintah
GAMAIS ITB  SDM (mahasiswa)  Pemegang Kebijakan 1. Terjalin dan terbina
dan  Idealisme  Banyak Perangkat hubungan yang
Pemerintah  Kepekaan Lingkungan (Kepresidenan, kooperatif dengan
 Program Kerja Kementerian, Pemda, memanfaatkan
Tahunan dsb) potensi yang dimilki
 Visi Misi Organisasi  Anggaran Pemerintah masing-masing pihak
 Jaringan (APBN & APBD)
 dsb  Program-program 2. Eksistensi Gamais di
Pembangunan lingkup Daerah-
 Jaringan Daerah, Nasional-
Nasional maupun Internasional
Internasional
 dsb

Antara GAMAIS ITB dan Pemerintah

Kategori Potensi Harapan


GAMAIS ITB IA GAMAIS
GAMAIS ITB SDM (mahasiswa) Jaringan Alumni 1. Terjalin dan terbina
dan Idealisme Dana hubungan yang
IA GAMAIS Kepekaan Lingkungan Pengalaman (jika dilihat mengedepankan
Program Kerja Tahunan dari usia) aspek kekeluargaan
Visi-misi organisasi Program Kerja IA Gamais dan silaturrahim
Jaringan Cita-cita IA Gamais
dsb (jangka pendek dan 2. Dari banyak potensi
panjang) yang dimiliki kedua
dsb belah pihak,
diharapkan terjalin
simbiosis
mutualisme (tidak
mendzalimi satu
sama lain)
Strategi Hubungan GAMAIS ITB dengan IA
GAMAIS dan Pemerintah
Kategori Harapan Strategi Parameter Keberhasilan
Gamais Terjalin dan terbina Sharing Gamais-IA Gamais  Harapan tercapai
dan hubungan yang Silaturrahim Gamais ke IA Gamais  Pewarisan jaringan
IA Gamais mengedepankan aspek Penjagaan hubungan (via silaturrahim, pada tiap
kekeluargaan dan sms, email, dsb) kepengurusan terjadi
silaturrahim dengan baik

Dari banyak potensi yang Menjalin kerja sama dalam berbagai  Harapan tercapai
dimiliki kedua belah bidang (berkaitan dengan rencana  Memilki data jaringan
pihak, diharapkan kerja setiap departemen di Gamais) alumni yang potensial
terjalin simbiosis Memanfaatkan event–event yang  Setiap departemen di
mutualisme (tidak diadakan oleh Gamais dan IA Gamais Gamais sudah
mendzalimi satu sama memiliki jaringan
lain) alumni yang terkait
dengan ranah
garapnya masing-
Gamais Terjalin dan terbina Pendataan elemen pemerintahan di  Harapan tercapai
dan hubungan yang berbagai bidang (sosial, budaya,  Pewarisan jaringan
Pemerintah kooperatif dengan pendidikan, hankam, ekonomi, dsb) pada tiap
memanfaatkan potensi Observasi ke kantor-kantor kepengurusan
yang dimilki masing- pemerintahan berkaitan dengan berjalan dengan baik
masing pihak agenda yang akan mereka laksanakan  Setiap departemen di
(bisa via website maupun telepon) Gamais memilki
memanfaatkan event-event yang jaringan ke elemen
diadakan Pemerintah pemerintahan yang
menjalin kerjasama dengan elemen terkait dengan ranah
Pemerintah (berkaitan dengan proker garapnya di Gamais
setiap departemen di Gamais)
Penjagaan hubungan (via undangan,
silaturrahim, email, dsb)

Eksistensi Gamais di Memanfaatkan segala ’pintu’  Harapan tercapai


lingkup Daerah-Nasional- penghubung dengan berbagai kepala  Eksistensi meliputi :
Internasional pemerintahan baik lingkup daerah, Gamais sebagai salah
pusat maupun luar negeri (jalur satu unit kegiatan
media, tokoh, ormas, dsb) mahasiswa Islam ITB
Penjagaan hubungan (via undangan, yang populis dan
silaturrahim, dsb) memiliki sikap serta
Penjagaan dan peningkatan image kepekaan terhadap
Gamais yang baik di hadapan publik isu-isu yang ada di
tengah masyarakat
(nasional maupun
internasional)
Deskripsi Hubungan GAMAIS dengan IA GAMAIS
IA gamais merupakan wadah bagi semua alumni mahasiswa Islam ITB. Hubungan Gamais dengan IA
Gamais akan seperti hubungan antara IA ITB dengan ITB ataupun, namun dengan lebih menekankan
pada sisi kekeluargaan. Gamais dengan IA Gamais diharapkan akan banyak menjalin hubungan, baik
yang berupa hubungan kekeluargaan seperti pemberian masukan bagi Gamais oleh IA Gamais
ataupun sebaliknya, kunjungan dari personil Gamais ke para alumni ataupun ke kantor sekretariat IA
Gamais, maupun hubungan kerja sama yang bersifat profesional seperti menjadi panitia kegiatan-
kegiatan IA Gamais, kerjasama ekonomi, kerjasama beasiswa Gamais, dan sebagainya.

Selain itu, untuk kedepannya hubungan Gamais dengan IA Gamais tidak hanya diwakili oleh
departemen Humas Eksternal Kampus, melainkan juga departemen-departemen lainnya yang ada di
Gamais. Humas Eksternal Kampus berfungsi sebagai penginisiasi hubungan tersebut. Dengan cara
seperti ini, diharapkan departemen-departemen lainnya yang ada di Gamais akan memiliki
kemandirian dalam berhubungan dengan Alumni sehingga departemen Humas Eksternal Kampus
dapat mengembangkan jaringan lebih luas lagi.

Deskripsi Hubungan GAMAIS dengan Pemerintah


Konteks Pemerintah dalam hal ini meliputi pemerintah yang ada di tingkat Nasional, Propinsi, Kota,
Kecamatan, Kelurahan hingga RW / RT. Hubungan Gamais dengan Pemerintah akan bersifat kerja
sama profesional di berbagai bidang ataupun keikutsertaan Gamais (dalam hal ini adalah berupa
dukungan) dalam program-program Pemerintah, seperti Bandung Agamis 2008. Kerjasama akan
dilakukan dengan berbagai elemen pemerintahan (misal:pemda, depdiknas, depag, dan lain
sebagainya). Hubungan dengan Pemerintah diharapkan dapat dibangun secara bertahap dari lingkup
yang paling kecil (RT/ RW) hingga lingkup yang paling luas (pusat). Hal ini dimaksudkan agar
keberadaan Gamais dapat dirasakan dari lingkungan sekitar terlebih dahulu.
Alur Data dan Informasi
Secara s truktural , s etiap jaringa n Le mba ga Dakwa h yang b erada sat u lev el
dibawah l em ba ga dakwah yang lain harus mengalirkan dat a dan info rmasi k e
lemba ga dakwah satu le vel diatas nya.

Latar Belakan g Orientasi Pe ndat aan Kompilasi D ata


 Me mus atkan Data  Eve nt Syiar basi s Data Jari nga n LD P=
 Me mudahkan Penda taan massa, Data LD P+ LDF/S+LD PS

 Me nghindari p enggunaan  Biro Humas GAMAIS


yang tidak pada ITB Data Jari nga n LDF/S =
tempatnya.  Pro yek GAMAIS ITB Data LD F/S +L DPS

Data Jari nga n LD PS =


Data LD PS

Prosedur Operasional Standar


Pandangan umum

1. Setiap kader jaringan memiliki perangkat pembangun jaringan.


(mis. Kartu Nama, identitas Gamais: jaket Gamais, kaos Gamais dll.)

2. Memiliki database seperlunya untuk kepentingan membangun jaringan.


3. Tertanam pemahaman jaringan yang berjaringan. Dengan kata lain, jaringan yang ada
merupakan sumber penemuan jaringan berikutnya.
4. Kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi dan inisiatif yang baik.
5. Mendokumentasikan pengalaman dalam membentuk jaringan.

Perspective Event External Stakeholder Networking

1. Sebagai seorang kader jaringan seyogyanya memiliki sense untuk mengetahui informasi
yang beredar di kalangan stakeholder,
2. Ketika sudah mengetahui ada event(kajian, seminar, forum, training,dll) yang berpotensi
untuk menambah jaringan, maka hal yang mesti dilakukan adalah siapkan
a. Dana untuk mendaftar atau investasi transportasi
b. Kartu Nama untuk dibagikan, dan
c. Operational atau pendekatan untuk membuka peluang bertambahnya jaringan.
3. Tetapkan sasaran strategis jaringan yang akan dibangun,
4. Berangkat dengan keyakinan bahwa jaringan yang akan kita dapatkan adalah orang
utama yang hadir,
5. Lakukan pendekatan untuk bisa berinteraksi dengan sasaran tersebut,
6. Setelah berinteraksi, minta dan simpan kartu namanya, catat no. HP target, dan
usahakan ada no. HP yang bisa dihubungi ketika sulit mendapatkan no. HP-nya langsung,
7. Buat agar sang target mengenal baik kita. E.g. beri kartu nama kita dll,
8. Ingatkan kembali dengan sms,
9. Berharap hanya kepada Allah agar jaringan terbentuk dan dokumentasikan apa yang
telah didapat, dan
10. Laporkan kepada lembaga dakwah bersangkutan dan mengirim data terbaru sampai
Lembaga Dakwah Pusat.

Perspective Alumnus External Stakeholder Networking

1. Alumni memiliki jaringan yang sangat luas. Dan karena alumni dekat dengan lembaga
dakwah maka melibatkan mereka merupakan suatu pendekatan yang baik.
2. Ketika jaringan alumni sudah terbentuk, maka ada koordinator yang menjadi
penghubung antara lembaga dakwah dan alumni. Dengan demikian, cari no. Kontaknya
dan berinteraksilah.
3. Ketika jaringan alumni belum terbentuk, maka tahap-tahap berikut dapat menjadi acuan
dalam membentuk jaringan alumni yang Elaborate.
a. Membentuk tim Alumni yang fokus untuk mengangani jaringan di Alumni,
b. Mendapatkan data pejabat strategis lembaga dakwah yang berpotensi adanya
interaksi lebih jauh,
c. Memetakan rantai jaringan dengan bantuan pejabat strategis yang kita dapat
baik ke generasi sebelumnya maupun sesudahnya,
d. Mengadakan pertemuan dengan jaringan yang telah ada,
e. Ketika sudah sedikit terbentuk, adakan forum alumni yang bertujuan membahas
konsep alumni lembaga dakwah ITB,
f. Mengusulkan program atau pertemuan yang lebih besar secara rutin. Diusulkan
Lembaga Dakwah sekaligus menjadi eksekutor program,
g. Targetnya terbentuk rantai jaringan dengan misi awal membentuk komunitas
yang berfungsi menjaring aspirasi alumni,
h. Setelah itu, dokumentasikan apa yang dilakukan, analisis, ukur kinerja, evaluasi,
dan laporkan data dan informasi yang terbentuk kepada Jaringan Lembaga
Dakwah sampai level Lembaga Dakwah Pusat,
i. Insya Allah jaringan sudah terbentuk. Dengan demikian kita bisa beralih ke
pemeliharaan jaringan.
4. Rancang dan Petakan jaringan alumni yang terbentuk.
5. Temukan peluang untuk berinteraksi lebih jauh.

Standard Operational Procedure Memelihara Jaringan

1. Data dan Informasi yang terdapat di masing-masing Jaringan Lembaga Dakwah ITB
digunakan untuk mendata jaringan yang dapat dilibatkan.
2. Memberikan kartu ucapan untuk agenda, peringatan atau kepentingan tertentu.mis:
Kartu Ucapan Perayaan Hari Besar Islam, kartu Ucapan atas prestasi yang didapat, kartu
ucapan Milad.
3. Setelah itu adakan kunjungan rutin kepada stakeholder untuk penjaringan aspirasi.
4. Lebih jauh, memberi tanda tahunan dengan mengirimkan souvenir seperti kalender,
pembatas buku, profile kepengurusan yang bernuansa Lembaga Dakwah bersangkutan.
5. Maintenance terwujud dengan melibatkan stakeholder dalam program kerja lembaga
Dakwah.
6. Pada akhirnya, Lembaga Dakwah mengadakan pertemuan seluruh stakeholder jaringan
lembaga dakwah pada saat tertentu. Mis. Pada saat sosialisasi kepengurusan yang baru.

Standard Operational Procedure Publikasi Event Lembaga Dakwah ITB

1. Agenda Syiar Lembaga Dakwah yang berpeluang menyerap massa besar memiliki
peluang untuk di publikasikan keluar wilayah sekitar Lembaga Dakwah ITB.
2. Agenda Syiar memiliki niat untuk menyebarkan agenda ke massa yang lebih luas.
3. Penanggung jawab publikasi acara berkoordinasi dengan Jaringan Lembaga Dakwah di
level manapun, minimal satu bulan sebelum berlangsungnya agenda syiar.
4. Penanggung jawab publikasi tersebut membawa media publikasi dan press release
untuk keterangan kontekstual acara.
5. Menyepakati kerjasama publikasi keluar wilayah sekitar lembaga dakwah ITB.
6. Membuat keperluan administrasi agenda syiar dengan tujuan menembus batas birokrasi
jaringan di luar.

Antara Pusat dan Wilayah


Variabel Inte rnal L em baga Eksternal Lemba ga
Le mbaga Dakwah Pusat Rektorat, Alumni GAMAIS ITB
Ko mponen Mahasiswa Pri vat e S ec tor (O rmas,
(Unit, KM, hi mpunan), Company Profit,
Karyawa n Ka mpus, Parpol,m edia)
Lembaga Profi t dan Non- Public Sector ( Birokrasi
Profi t Kampus Pe merintah, D PR)
Dos en secara u mum. Third Sector( LSM,
Ya yasan)
FSLD K

Le mbaga Dakwah Dekan dan Jajarann ya Alumni LDP S/LD F/S,


Wilayah
Karyawa n Fakultas Se ct or Pri vat dan Se ct or
Dos en Public
Himpunan Mah asiswa FSLDF. ( e.g: JRMN)
LD PS
Levelisasi LDFS dan LDPS
Variabel Muda Madya Mandiri
Eksistensi Masih dianggap sebagai Dalam skala Sudah dipandang
Lembaga komunitas kemahasiswaan fakultas/sekolah/prodi, sebagai lembaga
biasa. kegiatannya selalu menarik “terhormat” oleh massa
perhatian massa dan Juga fakultas/sekolah/prodi.
dalam skala kampus sudah Juga disegani dalam
mulai terdengar kiprahnya skala kampus sebagai
teladan bagi LDF/LDPS
lain di dalam maupun
luar kampus ITB. Sering
pula diajak untuk
bekerja sama dengan
lembaga lain.
Luas jaringan Skala Birokrat Sudah menjamah elemen di Sudah menjamah ke
fakultas/sekolah/prodi luar falultas/sekolah/prodi,dan berbagai perusahaan
alumni dan organisasi jaringan eksternal kampus skala nasional, elemen dan
mahasiswa internal kampus. regional. Dan mulai organisasi nasinal
Juga sudah mulai mengikuti mensinergikan dakwahnya di bahkan mulai ke
kegiatan yang diadakan LDP luar fakultas/sekolah/prodi internasional
GAMAIS ITB

Pemanfaatan Sebagai alat untuk membantu Mulai bersinergi untuk Dapat bersinergi
jaringan kegiatan LDFS/LDPS terutama membantu kelancaran aktivitas dengan elemen lain,
terkait birokrasi dan pendanaan dakwah di internal kampus. intra dan ekstra
fakultas/sekolah/prodi
dan kampus, untuk
berdakwah bahkan
mendakwahinya

Peran Mahasiswa Dalam Era Musyarokah


Kondisi Umat Islam di Indonesia

Umat Islam saat ini berada pada kondisi yang sedang terpecah-belah. Terpecah belah ini juga terjadi
bukan karena sebuah sebab yang esensi, akan tetapi akibat sebuah hal yang tidak menjadi hal yang
hakiki. Sebutlah permasalahan shalat ied yang selalu jadi bahan pembicaraan selama beberapa
tahun ini terutama di Indonesia. Ketidaksanggupan negara timur tengah untuk membantu tetangga
nya yakni palestina semakin memberi gambaran bahwa rasa persaudaraan dalam naungan aqidah ini
tidak teraplikasikan dengan baik.

Perkembangan dakwah Islam di Indonesia yang kian menunjukkan grafik peningkatan dari segi
visual. Maksudnya adalah secara tampilan kasat mata Islam di Indonesia mengalami banyak
kemajuan. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya muslimah yang berjilbab, buku-buku Islam yang
dijual dimana-mana. Kebebasan untuk berdakwah dan berbagai kemudahan lainnya. Akan tetapi
sebagaiman manusia, masyarakat yang terdiri dari manusia memiliki sebuah inti yang dikenal
dengan hati. Hati di sini adalah isi atau core dari masyarakat itu sendiri yang dituangkan dalam
akhlaq masyarakat secara umum. Bukan hal aneh lagi melihat banyaknya kemaksiatan yang
dipublikasikan secara massal, dan menjadi sebuah barang dagangan yang laku dengan
mempublikasikan kemaksiatan itu sendiri.

Posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbanyak di dunia serta sebagai negara yang
mempunyai sistem pemeritahan demokrasi ini memberikan sebuha tuntutan baru bagi para aktifis
dakwah dalam beramal. Pencapaian posisi gerakan Islam yang diterima oleh masyarakat umum dan
membangun iklim demokrasi yang kondusif menjadi sebuah kebutuhan bagi kita semua. Gerakan
Islam di Indonesia berkembang pesat dan tidak ada intervensi dari negara terkait perkembangan ini
kecuali gerakan yang tidak sesuai aqidah yang lurus tentunya. Sehingga pembentukan gerakan Islam
yang solid dan militan merupakan hal yang sangat mungkin dijalankan di Indonesia. Sedangkan
sistem demokrasi merupakan sistem yang saat ini berkembang di pemerintahan Indonesia.
Memurnikan kembali makna demokrasi dengan betul-betul menjadikan rakyat terlibat dalam
keputusan kenegaraan dan menghapus rezim yang tidak adil adalah sebuah tujuan jangka pendek
kita. Pemerintah haruslah diingatkan dengan cara yang baik agar pemerintahan yang baik dapat
berjalan di Indonesia.

Dengan adanya gerakan Islam yang terorganisir dengan baik, diharapkan bisa ikut serta dalam proses
pengambilan politik kenegaraan, baik eksekutif maupun legislatif agar posisi ini diisi oleh orang-
orang yang berkompeten secara kafaah Ilmiy maupun Islam. Dengan keterlibatan dalam
pengambilan kebijakan ini, pemerintahan bisa dijadikan wasilah atau kendaraan untuk
mengamankan dan mendorong dakwah berkembang di Indonesia. Akan tetapi proses kebijakan top
down dengan menggunakan intervensi struktural tidak akan begitu saja bisa berjalan dengan baik
tanpa perubahan kultural di Indonesia.

Iklim demokrasi yang baik juga akan berdampak pada artikulasi kekuatan umat. Kekuatan umat disini
menjurus kepada umat Islam sebagai sebuah kesatuan dengan landasan aqidah dan dinaungi oleh
seorang amirul mukminin yang adil. Kebebasan berdakwah di negara yang berdemokrasi akan sangat
dihargai dan tidak ada intervensi dari pemerintah. Indonesia saat ini memang sudah mencapai
tahapan dimana Intervensi pemerintah sudah minim, akan tetapi intervensi terhadap agenda
dakwah seringkali terintervensi oleh warga atau masyarakat yang antipati oleh Islam.,Serta
percepatan pembangunan akar dakwah, dengan pendekatan kultural dari masyarakat. Pembentukan
akar dakwah yang kuat akan menjadikan masyarakat menjadikan Islam sebagai sebuah sistem dan
tata nilai kehidupan, atau norma dengan istilah lain. Kekuatan ini akan menimbulkan kearifan lokal
yang di masa yang akan datang akan sulit di intervensi. Setelah kekuatan intervensi struktural dan
kekuatan kearifan lokal kultural masyarakt terbentuk, maka pembentukan masyarakat Islami di
Indonesia menjadi sebuah keniscayaan.

Tantangan yang ada di Indonesia saat ini bagaikan sebuah momen ujian bagi gerakan islam dalam
menjalankan amanah dakwahnya. Kebersatuan umat saat ini menjadi prioritas yang harus
didahulukan dan masa ujian ini sebetulnya menjadi sebuah perjuangan untuk para aktifis dakwah
dalam menjalankan agenda reformasi di Indonesia. Reformasi yang terjadi di semua lini kehidupan
tentunya. Perubahan sistem hukum yang adil dan tidak memihak, perubahan sistem politik yang
bersih dan memihak rakyat, perubahan sistem sosial yang tidak berkesenjangan dan sejahtera,
perubahan sistem ekonomi yang berbasis potensi lokal,serta reformasi akhlaq dan pendidikan yang
membuat para pelajar memiliki budi pekerti untuk membungkus kemampuan kelimuan yang
dimilikinya.

Islam di turunkan untuk semua manusia, dan menjadi hakekat dakwah bersifat internasional, atau
tidak dibatasi dengan batas administratif teritorial negara. Salah satu model gerakan Islam adalah
dengan kerja sama, dengan bekerja sama kekuatan ini bisa lebih kuat serta dengan jaringan yang
solid gerakan dakwah akan bisa lebih masif. Kerjasama bersifat internasional ini bisa dengan antar
negara islam agar gerakan dakwah bisa lebih kongkrit, dan terdengar gaung serta terasa
perubahannya secara global. Dengan kekuatan jaringan yang kuat ini diharapkan pula dapat
mengurangi tekanan penguasa terhadap gerakan Islam diberbagai negara. Gerakan masif dan
terstruktur dengan baik dibawah naungan aqidah ini bisa dijadikan awal mula gerakan kerjasama
untuk perubahan masyarakat secara Internasional.

Musyarokah menjadi pilihan

Perkembangan pemikiran dan gerakan Islam kontemporer di Indonesia berkembang dengan pesat.
Pemikiran ini banyak bermunculan seiring arus informasi semakin cepat dan mudah di akses. Fase
penjajahan terhadap umat Islam selama beberapa puluh tahun dan berujung pada kejatuhan
khilafah Islam pada tahun 1924, Hal ini berakibat pada kondisi sosio-psikologis kaum marginal umat
muslim dan seakan-akan umat muslim ‘hidup terpisah dengan masyarakat umumnya’ . Terpisah ini
terlihat di dunia nyata dimana umat muslim tertinggal dari segi pengetahuan dan teknologi.
Peradaban barat saat ini menguasai hampir ¾ dunia dengan sebuah kekuatan yang dahulu pula
membuat Islam bisa menguasai dunia, yakni pendidikan dan teknologi. Dunia Islam saat ini seperti
hanya mengenang kejayaan masa lalu dan terkesan pragmatis dengan kemenangan-kemenangan
yang sebetulnya bukan dilakukan oleh generasi Islam saat ini.

Perjuangan identik dengan permulaan gerakan bawah tanah dimana gerakan tidak tampak dan sulit
di identifikasi. Perjuangan aktifis yang hidup dari penjara ke penjara atau pengasingan demi
pengasingan atau pengejaran yang panjang, atau bahkan pemasungan karir dan potensi ekonomi
yang dimiliki oleh individu ini. Karena gerakan yang tidak tampak di permukaan, kepercayaan publik
dan daya inklusifitas aktifis ini melemah.

Pasca Konferensi Asia-Afrika yang diadakan di Bandung pada tahun 1955 banyak negara di Asia
Afrika memperoleh kemerdekaan secara perjuangan militer maupun hadiah kemerdekaan dari
negara penjajag. Akan tetapi, kemerdekaan suatu negeri terkadang tidak diikuti dengan
kemerdekaan gerakan Islam. Kemerdekaan gerakan Islam belum bisa tampak, hal ini bisa dilihat dari
mentalitas marginal para aktifi, irrasional dan mistis.

Musyarokah adalah salah satu bukti kemerdekaan gerakan Islam. Tidak defensif tapi penetratif dan
ofensif. Tidak reaktif tapi pro aktif. Selalu mampu mengambil kebaikan yang tersisa dan melakukan
akumulasi atasnya. Tidak dapat semua, tidak berarti membuang semua. Mampu memilih ketika
dihadapkan pada pilihan yang sulit, mencari yang paling ringan keburukannya. Selalu berpikir jauh
kedepan, antisipatif, mencegah kemudhorotan yang lebih besar dan sekaligus mengambil
keuntungan yang sebesar-besarnya.
Musyarokah memberi pembelajaran dan pembentukan sikap mental sebagai pemimpin yang
mengayomi dan memerintah, khalifah yang memelihara dan memakmurkan, dan bukan semata-
mata sebagai pendobrak dan pemberontak.

Terobosan-terobosan besar dalam siroh nabawiyah selalu di awali oleh adanya musyarokah dalam
rangka pengumpulan kekuatan struktur dan masyarakat untuk sebuah perjuangan yang lebih luas,
berat, dan kasar.

Oposisi memerlukan kecerdikan, musyarokah perlu kecerdikan yang lebih lagi. Oposisi memerlukan
kesabaran, musyarokah memerlukan kesabaran di atas kesabaran. Oposisi memerlukan orasi,
musyarokah memerlukan bukan hanya orasi, tetapi juga kemampuan diplomasi. Oposisi frontal,
musyarokah persuasif dan penuh siasat. Oposisi bersiasat dari luar, musyarokah bersiasat dari luar
dan dari dalam. Ujian dalam beroposisi nampak jelas dan keras, ujian dalam bermusyarokah samar
dan halus, tetapi dapat menghabisi akar gerakan. Oposisi frontal, musyarokah persuasif.

Peran Gerakan Mahasiswa dalam Masa Musyarokah

Pertama, Mahasiswa sebagai guardian of value menjadi pioner gerakan moral. Dimana mahasiswa
sebagai kelompok penekan kebudayaan yang negatif. Perubahan ini diharapkan bisa mendorong dari
dalam mahasiswa itu sendiri sehingga masyarakat madani bisa terbentuk secara kultural.

Kedua, Gerakan mahasiswa yang didalamnya terdapat organisasi kemahasiswaan memilki peran
strategis dalam pembentukan karakter pemimpin, dengan menjadikan organisasi mahasiswa sebagai
tempat berekspresi dan berkreasi,serta pelopor bagi generasi dan zamannya.

Ketiga, Mahasiswa berada di antara rakyat dan pemerintah. Mahasiswa mempunyai peran dalam
menyambungkan aspirasi rakyat kepada pemegang kebijakan, yakni pemerintah. Gerakan
mahasiswa adalah mata masyarakat, lidah masyarakat dan tangan masyarakat. Perlu disadari
bersama bahwa mahasiswa adalah perwakilan masyarakat yang paling idealis dan murni. Gerakan
mahasiswa saat ini banyak mendapat apresiasi baik dari masyarakat.

Keempat, mahasiswa sebagai da’i sudah sejatinya menjadi kumpulan orang-orang yang paling peka
terhadap kondisi sekitar. Perubahan masyarakat yang kian berkembang dan banyak pengaruh luar
yang membuat tata nilai maupun norma yang ada semakin tidak dijaga membuat Islam hanya
sebagai hiasan dalam kartu penduduk saja. Hal ini membuat para aktifis dakwah yang bergabung
dalam gerakan dakwah tampak inklusif, dan menimbulkan kesan gerakan islam terpisah dari umat
islam itu sendiri. Gerakan mahasiswa tidak boleh seperti itu, gerakan islam mahasiswa harus
menyatu dengan umat. Jika, keadaan seperti ini terindikasi,maka mahasiswa harus bisa memberi
peringatan dini, agar para orang yang tergabung dalam gerakan ini bisa menyatu dan bergabung lagi
bersama umat.

Kelima, Sinergi dalam harmoni. Musyarokah bukan berarti seragam, tetapi berperan dengan benar
dalam posisi masing-masing, syarat terpenting adalah komunikasi dan koordinasi yang intensif dan
rutin. Pemaknaan kembali esensi musyarokah, bukanlah bekerja sama-sama, akan tetapi sama-sama
bekerja sesuai dengan kompetensi dan posisi masing-masing dalam mencapai sebuah tujuan
bersama.
Keenam, Salah satu keutamaan gerakan mahasiswa adalah Independensi dari gerakan itu sendiri.
Gerakan mahasiswa yang murni ini tidak memihak kecuali pada rakyat. Gerakan mahasiswa secara
legal formal adalah independen dan berperan strategis sebagai penjaga moral di masyarakat. Nilai-
nilai independen ini perlu dijaga dari gerakan mahasiswa, terjaga dari segala kemungkinan yang
terjadi, seperti berafliasi terhadap pihak tertentu, praktek politik uang atau menjadi underbow pihak
tertentu yang mempunyai tujuan untuk merusak kemurnian gerakan mahasiswa itu sendiri.

Ketujuh, Mahasiswa adalah sekelompok kecil masyarakat yang bisa merasakan pendidikan tinggi.
Mahasiswa dididik dengan berbagai disiplin ilmu, dan kepahaman mahasiswa terhadap ilmu yang
didapati di bangku kuliah menajdi sebuah potensi tersendiri dalam menyelesaikan permasalahan
bangsa. Berpikir solutif akan segala permasalahan yang ada. Solutif disini dimaksudkan agar
mahasiswa tidak hanya menjadi juru bicara penderitaan rakyat, akan tetapi mahasisa menjadi
solution maker dengan mengandalkan kompetensi yang dimiliki.

Kedelapan,Demokrasi bisa berjalan baik dengan rakyat yang kritis. Keberanian untuk menyampaikan
kritik hanya dimiliki oleh orang yang tidak mempunyai beban terhadap pihak manapun, atau sering
disebut independen. Mahasiswa adalah kelompok orang yang independen dan tidak apriori
terhadap kekuasaan. Selain itu mahasiswa juga harus punya sikap atas segala isu yang ada akan
tetapi tetap harus siap pula mendialogkan dan mempertanggung jawabkannya.

Kesembilan, Berpikir ilmiah, mahasiswa mempunyai tugas utama yakni belajar, perlu dicermati
bersama bahwa mahasiswa ini harus terbiasa dengan pola pikir dan cara pandang yang ilmiah.
Berbasiskan data dan fakta yang ada di lapangan. Dengan mempunyai cara pandang ilmiah,
mahasiswa bisa lebih cerdas dan bijak dalam mengambil sebuah keputusan.

Kesepuluh, Salah satu karakter pemuda adalah dinamis, mahasiswa memilki kesempatan untuk
berhubungan dengan berbagai pihak dalam mengembangkan basis pergerakannya. Mahasiswa dan
gerakan tidak boleh pragmatis melihat keadaan. Dengan musyarokah, kedinamisan gerakan
mahasiswa bisa terjaga, karena wawasan akan senantiasa bertambah seiring semakin banyak
manuver gerakan yang dilakukan.
DRAFT BLUE PRINT GAMAIS ITB
SEKTOR ANNISAA

Content
‫ﺑﺴﻢﷲﺍﻟﺮﺣﻤﻦﺍﻟﺮﺣﻴﻢ‬

1. Urgensi Da’wah Muslimah


Perempuan merupakan separuh dari jumlah penduduk di dunia ini. Berdasarkan data
statistik tahun 1990, jumlah perempuan di muka bumi sebesar 51 % dari seluruh penduduk
bumi. Hal ini berarti kaum perempuan dari segi kuantitas memiliki pengaruh yang sama
yang dengan kaum laki-laki untuk mengelola dunia ini. Dalam Islam, muslimah memiliki
kesetaraan harkat sebagai hamba Allah untuk mengemban amanah peradaban.
“ Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah)
menjadi penolong sebagian yang lain. Dan mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf,
mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat dan mereka taat
kepada Allah, dan Rasul-Nya. Mereka itu akan dibri rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ” (Q.S.At-Taubah :71)
Kondisi yang terjadi pada kaum perempuan pada masa awal sebelum Islam hadir
adalah terjadinya diskriminasi, marginalisasi dan kungkungan terhadap kaum perempuan
dengan sistem jahiliah yang terjadi. Pada masa sekarang ini, dalam bentuk yang berbeda kita
dapat melihat fenomena yang sama terjadi lagi pada kaum perempuan. Musuh-musuh Islam
yang memahami betapa besarnya peran perempuan terus menyeret kaum perempuan ke
dalam perangkap propagandanya dengan didukung perangkat-perangkat dibidang budaya,
ekonomi dan politik.
Sesuai yang disabdakan Rasulullah SAW bahwa “Wanita adalah tiang Negara !”.
Hancur atau majunya suatu Negara tergantung bagaimana kondisi perempuan yang ada di
dalamnya. Seorang penyair bahkan mengatakan bahwa seorang ibu ibarat sekolah, apabila
kamu siapkan dengan baik. Berarti kamu menyiapkan satu bangsa yang harum namanya.
Begitu juga, orang-orang bijak banyak yang mengaitkan keberhasilan para tokoh dan
pemimpin dengan peran dan bantuan kaum wanita lewat ungkapan:”Dibalik keberhasilan
setiap pembesar, ada wanita!” Tidak dapat dipungkiri bahwa ibu adalah madrasah pertama
bagi putra-putrinya yang akan meneruskan tongkat estafet peradaban ini. Tidak heran jika
muncul ungkapan, dibalik kelembutan seorang wanita ia bisa mengayunkan buaian di
tangan kanan dan mengguncang dunia dengan tangan kirinya.
Namun, kesadaran akan hal tersebut belum dimiliki oleh para perempuan secara
umum dan para muslimah pada khususnya. Untuk itu, da’wah muslimah sebagai bagian dari
da’wah semesta memiliki arti penting mengembalikan pemahaman yang benar tentang
peran wanita yang sesuai fitrah dan posisinya dalam Islam. Proses perubahan tak akan
terjadi seketika tapi dibutuhkan studi yang mapan, terencana, sistematis, terorganisir secara
rapi yang direalisasikan melalui gerakan dakwah yang solid. Karena itu, da’wah muslimah
juga harus ditata, dikelola dan diorganisir secara baik dan teratur dengan kepemimpinan
yang kokoh dan manajemen yang baik, yang tertuang dalam suatu wadah pergerakan.

2. Karakteristik Da’wah Muslimah


Begitu banyak tantangan yang dihadapi dalam da’wah, khususnya da’wah muslimah.
Baik berasal dari distorsi sejarah, pengembangan paradigma konflik dalam analisa masalah
perempuan, peperangan ideologi yang merambah dunia wanita Islam ( feminisme,dll ) dan
degradasi peran muslimah yang digembar gemborkan dunia Barat. Oleh karena itu,
kehadiran sayap da’wah di bidang kemuslimahan adalah hal mutlak dan strategis, karena
spesifikasi “bidang garap” dan peliknya dunia muslimah yang menjadi target berbagai
“proyek makar modernisasi”.
Da’wah muslimah memiliki kelebihan dibandingkan pergerakan wanita lainnya,
karena didalamnya tertanam tekad dan kesadaran untuk terus berada dalam jati diri sebagai
muslimah sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah. Prinsip da’wah yang dipegangnya
adalah menyeru seluruh manusia termasuk diri sendiri kepada Islam. Kondisi kontemporer
muslimah yang memprihatinkan menuntut terlaksananya peran strategis dan komprehensif
oleh muslimah-muslimah yang peduli dengan nasib kaumnya. Da’wah muslimah memiliki
misi upaya pencapaiannya tidak lain dengan pemberdayaan muslimah menuju kompetensi
global.
Da’wah muslimah dilakukan untuk menangani hal-hal terkait dengan muslimah secar
spesifik. Da’wah muslimah secara khusus memiliki tujuan untuk bisa mengembalikan
pemahaman yang benar tentang peran wanita yang sesuai fitrah dan posisinya dalam Islam.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka muncullah bagian khusus dari organisasi keislaman,
yang secara khusus menangani tentang para muslimah. Di GAMAIS ITB, terdapat satu sektor
yang secara intens menangani hal yang terkait dengan muslimah yang bernama sektor
Annisaa Gamais ITB.

3. Posisi Annisaa dalam Gamais ITB

Annisaa di dalam Gamais ITB merupakan salah satu sektor yang menjadi penyangga
berjalannya roda da’wah di ITB. Untuk itu, Kepala sektor Annisaa Gamais saat ini memegang
tiga peranan yaitu
Pertama wakil Kepala Gamais untuk muslimah. Hal ini memiliki arti bahwa Kepala sektor
Annisaa ikut menangan€€i segala sesuatu yang terkait dengan Gamais secara keseluruhan.
Perlu diberi penekanan bahwa Kepala Annisaa merupakan salah satu dari 5 Pengurus Inti
dari Gamais ITB.
Kedua sebagai sebagai mas’uliyah dari seluruh akhawat
Ketiga adalah sebagai kepala sektor yang bertanggung jawab terhadap keberjalanan
sektornya yaitu Annisaa.
Bagan struktur sektor Gamais ITB

jaringan

Dapat dilihat dari skema diatas, sektor Annisaa Gamais berada tepat dibawah Kepala
Gamais ITB dan bersebelahan dengan Sekertaris Jenderal. Skema diatas menunjukkan peta
posisi Annisaa di Gamais. Jika dilihat dari sejarahnya. Sektor Annisaa merupakan basecamp
dari seluruh akhawat. Ketika dahulu pada masa awal da’wah ini berkembang, jumlah
akhawat masih sedikit, maka seluruh akhawat berada didalam sektor ini dan semua akhawat
hanya menangani hal yang terkait dengan muslimah saja. Setelah berkembangnya da’wah
dan jumlah akhawat tidak lagi sedikit seperti ketika awal terbentuknya lembaga da’wah,
para da’i muslimah ini mulai didistribusikan ke sektor-sktor lain untuk membantu ikhwan.
Sebelumnya da’wah yang sifatnya keseluruhan, hanya ditangani oleh ikhwan saja. Sehingga
ketika akhawat ikut bergabung, misalnya untuk kaderisasi kader secara umum, akhawat
tersebut hanya memikirkan, memutuskan serta bertindak untuk dapat menjalankan
kaderisasi yang akan didapatkan oleh ikhwan dan akhawat. Sedangkan hal-hal yang spesifik
mengenai kaderisasi terkait kemuslimahan tetap ditangani basecamp awal dari seluruh
muslimah yaitu sektor Annisaa.

Sektor Y
distribusi
Sektor distribusi
Sektor X
Kaderisasi Sektor Annisaa
distribusi
(Basecamp
akhawat)
distribusi
distribusi
distribusi Sektor
Sektor Syi’ar keuangan

4. Pandangan Annisaa terhadap Muslimah di ITB


Muslimah ITB memiliki potensi yang sangat besar untuk menentukan bagaimana
nasib peradaban ini selanjutnya. Alumnus dari ITB tidak sedikit yang memegang
kepemimpinan bangsa ini. Bahkan ITB menjadi salah satu perguruan tinggi yang memiliki
andil besar dalam perubahan bangsa ini. Betapa inginnya Annisaa dapat melangkah bersama
para muslimah ITB agar dapat merasakan betapa sempurnanya Dien ini. Muslimah ITB
mayoritas berkarakteristik hanief. Kesimpulan ini diambil berdasarkan uji sampel yang
dilakukan kepada mahasiswi angkatan 2007. Hal ini merupakan suatu potensi karena
menunjukkan bahwa muslimah ITB memiliki kesadaran akan keislaman yang baik. Mau
menerima Islam, tidak apatis. Hanya saja jika dilihat lagi realita di lapangan sering kali
ditemui hal-hal yang tidak seharusnya. Seperti cukup banyaknya muslimah ITB yang belum
mengenakan jilbab, mengenakan pakaian pendek atau ketat, pacaran, dll. Jika ditilik
kembali, hal-hal tersebut masih terjadi secara umum karena 3 hal yaitu karena belum tahu
bahwa hal tersebut salah, tahu tapi masih ragu untuk menerapkan pengetahuan dan tahu
tetapi tidak ingin menerapkan pengetahuannya tersebut. Hal-hal ini terjadi sebetulnya tidak
hanya pada muslimah ITb tetapi di banyak muslimah. Muncul kekhawatiran apa yang Islam
perintahkan akan mengukung kebebasan mereka. Seperti mengenakan jilbab akan
menyulitkan mencari kerja dan jodoh, membuat panas, membuat rambut rontok, dll.
Padahal semua hal itu cuma ketakutan yang tidak beralasan. Belum lagi pengaruh dari
media yang didalangi oleh musuh-musuh Islam. Setiap hari dicekoki bagaimana perempuan
yang ideal itu. Munculah model perempuan yang ideal adalah dengan rambut hitam,
panjang dan lurus. Kulit putih, kaki jenjang, dan tubuh langsing. Sehingga setiap orang
mempunyai frame berpikir bahwa seperti itu lah perempuan seharusnya. Seperti halnya
yang terjadi pada muslimah ITB, sesuai dengan hakikat da’wah muslimah itu sendiri
bagaimana mengembalikan muslimah kepada fitrahnya, Annisaa berkeinginan agar bisa
bersama-sama belajar dan mengamalkan Islam dengan para muslimah. Agar para muslimah
bisa dengan lantang mengatakan “Isyhadu bi ana muslimah”. Bangga menjadi seorang
perempuan muslim. Ketika muslimah alumnus ITB yang berasal dari Aceh hingga Papua
Barat ini memiliki bekal keislaman yang baik lalu kembali ke daerahnya masing-masing
untuk menularkan Keislaman yang mereka punyai.. Islamilah Indonesia secara kultural.. Dan
jangan lupa bahwa muslimah-muslimah inilah yang menjadi madrasah pertama putra-
putrinya. Ketika muslimah-muslimah ini mampu mentransfer pemahaman keislaman
mereka dengan baik, maka masa depan peradaban ini akan cerah karena diteruskan oleh
generasi muda yang memiliki dasar keislaman yang baik.

5. Visi sektor Annisaa Gamais ITB 2008-2013


Visi sektor Annisaa merujuk kepada hal-hal yang sudah dibahas sebelumnya.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka dirumuskan bahwa visi yang akan dibawa
oleh sektor Annisaa Gamais ITB 2008-2013 adalah

Menuju Muslimah ITB yang Berkepribadian Islami

Hal ini juga merujuk dan merupakan turunan dari Visi Gamais ITB secara umum yaitu Satu
Keluarga Menuju ITB Islami.
Penjelasan Visi:
- Menuju: Menunjukkan terjadinya suatu proses
- Muslimah ITB: Objek sekaligus Subjek da’wah
- Berkepribadian Islami: Output yang ingin di hasilkan
Menuju Muslimah ITB yang Berkepribadian Islami merupakan suatu cita-cita yang ingin
Annisaa Gamais wujudkan. Melihat lagi pada tujuan da’wah muslimah adalah bagaimana
mengembalikan muslimah kepada fitrahnya dan visi Gamais Menuju ITB Islami. Muslimah
sebagai elemen penting dari da’wah kampus ini diharapkan dapat membentuk kepribadian
muslimah yang Islami sesuai dengan Visi yang Annisaa Gamais usung. Kepribadian Islami ini
hendaknya bisa ditampilkan oleh pada subjek (da’iyah) dan dan juga mampu dicerminkan
oleh pada objek (mad’u) ketika berada di kampus maupun pasca kampus nantinya. Dengan
kata lain tidak hanya ketika muslimah berada di kampus yang kondisi keislamannya mapan
mereka mampu memiliki kepribadian yang Islami tetapi juga ketika sudah tidak lagi
berstatus mahasiswa para muslimah mampu membawa kepribadian yang Islami dalam
kehidupannya. Sehingga alumni-alumni muslimah yang berafiliasi terhadap Islam dapat
terbentuk.

6. Misi Sektor Annisaa


Untuk mewujudkan cita-cita untuk membentuk kepribadian Islami dari visi, ada
beberapa poin misi yang akan Annisaa bawa yaitu:
1. Meluruskan paradigma muslimah agar sesuai dengan fitrahnya
2. Membudayakan gaya hidup islami kepada para muslimah
3. Membentuk karakter muslimah yang tawazun

7. Strategi Sektor Annisaa


Strategi yang akan dilakukan oleh sektor Annisaa adalah dengan:
1. Memperluas bidang sentuh objek da’wah melalui LDF/S/PS
2. Optimalisasi media
3. Melakukan pendataan dan analisis kondisi subjek dan objek da’wah
4. Penguatan kondisi internal pengurus Annisaa Gamais

8. Tentang Annisaa Gamais Pusat


Annisaa Gamais Pusat memiliki 3 spesifikasi bagian yaitu: Bagian Internal, Bagian
Syi’ar dan Bagian Jaringan. Secara umum Jobdesk masing-masing bagian adalah sebagai
berikut

Penjelasan yang lebih rinci akan dibahas pada bagian selanjutnya

9. Antara Annisaa pusat dan wilayah


Reformasi yang terjadi di Gamais memiliki pengaruh terhadap struktur Gamais
secara keseluruhan. Gamais saat ini tidak hanya Gamais yang berada dipusat seperti
yang dipahami sebelumnya. Tetapi, Gamais meliputi Gamais Pusat, Gamais Wilayah
(LDF/S), dan Gamais Daerah (LDPS). Setiap sektor akan saling berkoordinasi secara
paralel sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing. Hubungan antara Annisaa pusat
dan wilayah sama seperti sektor lainnya di Gamais yaitu sebagai berikut:
Gamais
Pusat
Kepala
Gamais

Sektor Annisaa Sekretaris Jenderal

Sektor Sektor Syi’ar dan Sektor Sektor


Internal Pelayanan Kampus Keuangan Akademik dan

Kepala LPF/S/PS 1 Kepala LDF/S/PS 2

Sektor Annisaa 1 Sektor Annisaa 2

Sektor SPK 1 Sektor Sektor Sektor SPK 2 Sektor Sektor


Internal 1 Keuangan AkPro 1 Internal 2 Keuangan 2 Akpro 2

Gamais
Wilayah/Daerah
Reformasi yang dilakukan berdasarkan analisis yang dilakukan tentang kurang
efektifnya syi’ar yang selama ini dilakukan secara terpusat hanya oleh Gamais Pusat.
Objek da’wah terlalu heterogen dan jauh jika hanya dibidik oleh Gamais Pusat. Oleh
karena itu saat ini LDF/S/PS merupakan garda terdepan dari da’wah di ITB karena
memiliki karakteristik yang sudah cukup homogen dan dekat dengan mad’u karena
intensitas pertemuan jauh lebih besar.

Pembagian peran pusat dan Wilayah

LDP LDF/S LDPS

Memegang pembinaan Memegang Memegang


pembinaan pembinaan
1. Pengurus sektor Annisaa
Pusat 1. Pengurus sektor 1. Pengurus sektor
2. Kepala sektor Annisaa Annisaa Annisaa
Wilayah Wilayah/Daerah Wilayah/Daerah
2. Badan Pengurus 2. Badan Pengurus
3. Kepala sektor Annisaa
Internal/ Harian(BPH) Harian(BPH)
Daerah
akhawat Gamais akhawat Gamais
4. Badan Pengurus Wilayah/Daerah Wilayah/Daerah
Kaderisasi Harian(BPH) akhawat 3. Pengurus
Gamais Pusat Akhawat Gamais 3. Pengurus
Wilayah/Daerah Akhawat Gamais
5. Pengurus akhawat Wilayah/Daerah
Gamais Pusat
Pelaksana Forum Annisaa Peserta Forum Peserta Forum
Annisaa Annisaa
Memegang fungsi kontrol Memberikan Memberikan
syi’ar kemuslimahan kampus pelaporan kepada pelaporan kepada
(termasuk keberjalanan Annisaa Pusat Annisaa Pusat
proker)
Syi’ar Memberikan syi’ar Melakukan syi’ar Melakukan syi’ar
kemuslimahan terpusat kemuslimahan di kemuslimahan di
LDF/S LDPS
Pelaksana event tahunan Pelaksana syi’ar Pelaksana syi’ar
rutin LDF/S rutin LDPS
Memegang jaringan intra
dan ektra Kampus.
Intra kampus untuk unit dan Memegang Memegang
Jaringan
himpunan jaringan ke dosen jaringan ke dosen
Ekstra kampus untuk jarmus dan Alumni dan Alumni
dan lembaga kemuslimahan
lainnya
10. Levelisasi LDF dan LDPS dalam An nisaa

Parameter 1 2 3 4 5
Pengurus Kepahaman Pengurus
Faham makna da’wah
Faham tahapan da’wah
Faham urgensi da’wah muslimah
Faham posisi sektor kemuslimahan dalam da'wah
Faham amal-amal di bidang kemuslimahan
Faham konsep kemuslimahan di Gamais
Faham konsep manajemen SDM dalam organisasi
Tadhrib Amal
Memiliki pengurus khusus sektor Kemuslimahan
Memiliki database pengurus
Semua pengurus diberi tadhrib amal yang jelas
Jumlah amanah sesuai dengan jumlah pengurus
Ada program pembinaan/up-grade pengetahuan untuk pengurus
Regenerasi Pengurus
Memiliki kader yang cukup secara kuantitas untuk
meneruskan kerja kemuslimahan
Memiliki kader yang cukup secara kualitas untuk
meneruskan kerja kemuslimahan
Memiliki program kaderisasi khusus untuk penerus
pelaksana kerja kemuslimahan (transfer pengetahuan)
Keorganisasian Program Kerja
Memiliki Program Kerja khusus kemuslimahan
Melaksanakan kegiatan Kemuslimahan secara rutin
Memiliki media khusus kemuslimahan(buletin,web, atau blog)
Rekrutmen
Memiliki mekanisme rekrument melalui program syi’ar
Memiliki Program syiar yang sudah di-follow up dengan
program pembinaan
Memiliki data peserta dari kegiatan syi'ar yang dilakukan
Sistem control
Memiliki rapat rutin khusus pengurus kemuslimahan
Memiliki sistem control/pelaporan rutin amanah pengurus
Analisis medan Data Objek da'wah
Mempunyai data jumlah Mahasiswi
Mempunyai data jumlah muslimah yang dipetakan hanif?
Mempunyai database muslimah
Mempunyai sistem ut mndptkn feedback dari mad'u melalui
kuesioner,wawancara, dll
Mempunyai peta distribusi aktivitas muslimah
Berdasarkan parameter diatas, maka dapat dilakukan pengklasifikasian LDF/S/PS.
Pengklasifikasian ini bertujuan untuk mempermudah pemantauan serta evaluasi terhadap
setiap LDF/S/PS. Penilaian terhadap klasifikasi ini dapat menjadikan LDF/S/PS, parameter
diganti dengan menggunakan sistem point 1-5
1 = sangat kurang
2 = kurang
3 = sedang
4 = baik
5 = sangat baik

Parameter ini diisi oleh kaput secara subjektif.


3 Kategori klasifikasi LDF/S/PS :
Poin 115 – 135 tergolong LDF/S/PS
Poin 100 – 120 tergolong LDF/S/PS
Poin 1 – 95 tergolong LDF/S/PS
[tapi, point ini masih belum fix, masih akan diujicobakan pada sampel LDF/S/PS]

11. Annisaa sebagai sektor kaderisasi muslimah


Pembinaan merupakan sebuah keniscayaan dalam merentas jalan hidup dengan
azam mencari kebaikan dan perbaikan.Tarbiyah atau pembinaan di kalangan akhwat
muslimah memiliki tujuan yang sama dengan pembinaan para ikhwan, namun tuntutan
peran yang tidak sama persis maka diperlukan pendekatan dan penguatan pada beberapa
sisi yang menjadi kekhasan masing-masing gender. Tanpa menonjolkan ketimpangan
pemahaman dan persepsi antar gender, tetapi merupakan hal yang lazim saja karena kedua
gender adalah bagian utuh dari da’wah yang menguatkan satu dengan yang lainnya dengan
dinamika perbedaan yang ada , karena dua unsure inilah yang membentuk dan menguatkan
da’wah Islam.
Maka materi-materi keakhwatan dalam silabus pembinaan akhwat secara rinci dapat
mengambarkan semua fungsi, peran, kedudukan, tanggung jawab muslimah selaku individu,
ataupun dalam statusnya sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Anak, isteri, dan
dai/da’iyah) Sehingga menggambarkan muslimah shalehah yang syamil. Karena da’wah ini
merangkum semua potensi muslim dan muslimah yang menyadari tuntutan agama
terhadap dirinya dan bergerak demi memperjuangkan Islam, sehingga fitrah muslimah
selaku manusia harus diarahkan sesuai aturan syar’iyah dan memenuhi tanggung jawabnya
sebagai serorang hamba Allah, da’iyah dan khalifah di muka bumi.
Tuntutan peran dalam berbagai bidang kehidupan, baik kehidupan rumah tangga,
sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik dan pemerintahan, dalam rangka mengemban
amanah da’wah, amar ma’ruf nahi mungkar, membutuhkan bekal yang cukup bagi akhwat
muslimah untuk menjalankan peran multi dimensi yang di pikul. Sehingga Kampus memiliki
tanggung jawab dalam berpartisipasi dalam membentuk muslimah shalehah yang syamil
dengan kehadiran bidang Keputrian LDK yang melakukan program daurah berupa
Pembinaan dan Pengembangan Potensi Muslimah.
Annisaa Gamais memiliki peranan dalam hal kaderisasi yang bersifat spesifik untuk
keakhawat sehingga hal-hal yang disampaikan juga haruslah spesifik tentang keakhawatan
yang tidak diberikan oleh bagian kaderisasi umum. Annisaa Gamais Pusat memiliki
kewajiban untuk memberikan kaderisasi keakhawatan pada:
1. Pengurus sektor Annisaa Pusat
2. Kepala sektor Annisaa Wilayah
3. Kepala sektor Annisaa Daerah
4. Badan Pengurus Harian(BPH) akhawat Gamais Pusat
5. Pengurus akhawat Gamais Pusat
Sedangkan Annisaa Gamais Wilayah dan Daerah memiliki kewajiban untuk
memberikan kaderisasi keakhawatan pada:
1. Pengurus sektor Annisaa Wilayah/Daerah
2. Badan Pengurus Harian(BPH) akhawat Gamais Wilayah/Daerah
3. Pengurus Akhawat Gamais Wilayah/Daerah

12. Profil Muslimah


Merujuk kepada visi yang dibawa oleh Annisaa Gamais yaitu Menuju Muslimah ITB
yang berkepribadian Islami, maka perlu dirumuskan bagaimana profil muslimah yang
seharusnya agar visi tersebut dapat dicapai. Berikut ini merupakan rumusan Profil Muslimah
yang dapat menampilkan Kepribadian Islami yang ingin dipenuhi:

No Profil Parameter
1. Memiliki Aqidah Bersih Bebas tahayul dan khurafat
senantiasa merasa di awasi Allah
2. Melakukan Ibadah dengan benar Sesuai dengan Al-Qur’an dan
sunnah
3. Menjaga amalan harian Tilawah min 1juz/hari
Sebagai Hafalan Al-Qur’an min 1 juz
Hamba Allah Qiyamul lail setiap hari
4. Mampu menjaga kedekatan dengan Ketika sedang ber’halangan’ tetap
Allah dalam berbagai kondisi dekat dengan Allah
5. Menjaga kedekatan dengan Al- Mempelajari,memahami dan
Qur’an mengamalkannya dengan
totalitas
A Tsaqowiyah
1. Memahami hal-hal mendasar terkait - Karakteristik wanita
dengan muslimah - Bagaimana Islam memandang
wanita
2. Mempelajari dan mengamalkan Fiqh
Wanita
3. Memahami peran muslimah dalam
kehidupan
4. Mempelajari sirah shahabiyah
5. Mempelajari Tafsir minimal Surat An-
Sebagai
Nur, An-Nisaa, dan Al-Ahzab
Pribadi
6. Menutup aurat dengan hijab sesuai
dengan syari’at
7. Memahami urgensi tarbiyah dzatiyah
bagi muslimah
8. Mempelajari hal-hal yang terkait
kepemimpinan bagi muslimah
9. Memiliki skill khusus kewanitaan Memasak, menjahit, mengurus
rumah tangga, dll
10. Memahami mengenai da’wah
muslimah
B. Jasad/Fisik
1. Memiliki pola makan yang sehat
2. Memiliki kemandirian untuk menjaga
kebugaran tubuh
3. Menjaga kebersihan diri dan
lingkungan
4. Berpenampilan Islami
C. Karakter Diri
1. Ramah Supel dalam Bergaul
2. Berakhlak baik Tidak ghibah,ujub,riya
3. Rapi dalam segala urusan
4. Memiliki kesadaran pribadi untuk
berda’wah
5. Bersikap dan bertindak dengan tenang
tidak gegabah
6. Bertutur kata santun
1. Berpartisipasi dalam pekerjaan rumah
2. Menjaga adab terhadap orangtua dan
wali
3. Menjaga adab terhadap anggota
Sebagai
keluarga
Anggota
4. Memiliki perhatian teradap masalah
Keluarga
keluarga
5. Memiliki misi da’wah dalam keluarga
6. Mempersiapkan diri menjadi istri dan
ibu
1. Memiliki hubungan yang baik dengan
masyarakat sekitar
2. Menjalankan misi da’wah fardiyah
Sebagai
3. Memilki perhatian terhadap masalah
anggota
masyarakat umum dan kewanitaan
dan kampus 4. Memiliki ketertarikan terhadap
keprofesian
5. Memiliki career planning
6. Mempunyai IPK >2,75

13. Perangkat-perangkat kaderisasi muslimah

Untuk bisa membentuk muslimah yang memiliki profil diatas, maka dirumuskan
perlu adanya perangkat-perangkat yang dapat memfasilitasinya yaitu melalui

a. Metoda Kaderisasi

1. Halaqoh Kemuslimahan

2. Dauroh Muslimah

3. Ta’lim Muslimah
4. Suplemen materi keakhawatan

5. Mabit Akhawat

6. Riyadah

7. Kurikulum Kajian Muslimah

b. Materi Pembinaan

Materi TIK

Konsep diri muslimah 1. Memahami potensi muslimah dalam perspektif Islam


2. Mengenal potensi diri sebagai muslimah
3. Termotivasi untuk mengembangkan potensi diri
4. Mengenal psikologi wanita
Kewajiban2 seorang muslimah 1. Muslimah mengetahui kewajiban2nya terhadap
Allah,dirinya,keluarga,dan masyarakat
2. Termotivasi untuk menunaikan kewajiban2 tersebut
dengan benar
Fiqh darah wanita 1. Muslimah mengetahui konteks fiqh darah dan dalam
hubungannnya dengan ibadah
2. Muslimah paham akan karakteristik hukum2 ibadah
yang berhubungan dan cara bersuci dari darah
haid,nifas dan,istihadah
Fiqh thaharah 1. Muslimah tahu dan paham bagaimana cara bersuci
setelah haid
2. Termotivasi untuk selalu menjaga diri dalam keadaan
suci sebagai bentuk ubudiyah kepada Allah.
Figur muslimah teladan 1. Mendapatkan gambaran sosok muslimah ideal
2. Mengenal tokoh2 muslimah (shahabiyah dan
kontemporer)
3. Termotivasi untuk meneladani tokoh2 muslimah
Urgensi dan peran muslimah 1. Mengetahui landasan syar’I kewajiban muslimah
dalam da’wah berda’wah
2. Mengetahui wilayah amal da’wah muslimah
3. Memiliki motivasi untuk terlibat dalam da’wah
muslimah
Bekal muslimah dalan da’wah 1. Mengetahui persiapan2/bekalan2 da’wah
2. Termotivasi untuk menyiapkan bekalan2 da’wah
Etika interaksi laki2 dan 1. Mengetahui landasan syar’I tentang interaksi laki2 dan
perempuan perempuan dalam Alquran
2. Etika interaksi
3. Termotivasi untuk mengamalkannya
Akhlak seorang muslimah 1. Muslimah tahu dan paham bagaimana akhlak seorang
muslimah
2. Meneladani akhlak para shohabiyah
Career planning 1. Gambaran dunia kerja muslimah
2. Motivasi bekerja tanpa meninggalkan fitrah sebagai
muslimah dan ibu
Fiqh munakahat 1. Mengetahui bagaimana Islam mengatur tentang
munakahat
2. Termotivasi untuk menyiapkan bekal2 sebelum
menikah
3. Mengenal proses pernikahan Islami
Da’wah dan rumah tangga 1. Urgensi rumah tangga dalam da’wah
2. Profil umahat ideal
3. Manajemen rumah tangga Islami
Urgensi lifeskill basic 1. Mengetahui pentingnya lifeskill basic muslimah
muslimah 2. Mengetahui lifeskill basic muslimah secara umum
3. Muslmah termotivasi untuk membekali diri dengan
keahlian khusus muslimah
Peran muslimah sebagai 1. Memahami urgensi menuntut ilmu bagi muslimah
mahasiswa pembelajar sesuai syariat Islam
2. Termotivasi untuk terus menuntut ilmu dan
berprestasi

14. An nisaa sebagai sektor syiar muslimah


Tidak dapat dielakkan bahwa syiar merupakan ujung tombak perkenalan massa
amah terhadap Islam. Tidak mengherankan jika pada beberapa kepengurusan terakhir,
Annisaa beberapa kali berada dibawah sektor syi’ar ataupun secara jelas bernama Syi’ar
Annisaa. Hal ini menunjukkan bahwa peranan utama yang diemban oleh Annisaa adalah
mengenai syi’ar bagi muslimah ammah. Pada blue print 2008-2013 berupaya untuk bisa
menempatkan Annisaa pada posisi yang paling sesuai karena pada kenyataannya Annisaa
bukan hanya menangani bagian syi’ar. Namun tetap, bagian syi’ar memilki peranan penting
sebagai sarana pendekatan awal/ terluar untuk memperkenalkan Islam kepada Muslimah.
Untuk itu, diperlukan perangkat-perangkat yang membantu agar nilai-nilai Islam bisa sampai
kepada para muslimah yang akan dijelaskan selanjutnya.

15. Perangkat-Perangkat syi’ar muslimah

Metoda-metoda yang dapat digunakan untuk melaksanakan syi’ar muslimah adalah


sebagai berikut:

1. Kajian Muslimah

2. Tabloid Si Nisa

3. Buletin Si Nisa

4. Event tahunan (A-day)

5. Sanggar Seni dan Hobby Muslimah

6. Pewacanaan Kampus

7. Bedah buku

8. Outbond muslimah
9. Schedule dan kalender khusus muslimah

10. Hadiah milad untuk muslimah

11. Hadiah hijrah

Materi Syi’ar

Materi-materi yang akan disampaikan dalam kegiatan-kegiatan syi’ar merujuk


kepada materi pembinaan yang telah disampaikan sebelumnya pada bagian kaderisasi. Jadi,
fokus materi pembentukan muslimah memiliki standar yang sama. Baik melalui program-
program yang notabene kaderisasi maupun secara tersirat dimasukkan ke dalam kegiatan-
kegiatan syi’ar yang dilakukan

16. Target dan Parameter keberhasilan (2008-2013)

1. Memiliki database muslimah yang terupdate setiap bulannya

2. Dalam 1 pekan ada satu hari yang seluruh muslimah akan mengenakan jilbabnya

3. 80% muslimah ITB menggunakan jilbab secara permanen

4. 60% muslimah ITB berjilbab sesuai dengan syari’at

5. 100% muslimah mengikuti pembinaan rutin

17. Gamais dan Lembaga/Organisasi Kemuslimahan Lainnya

a. Gamais dan Jaringan Muslimah


Sejarah Jarmus
Forum Silaturahmi Lembaga Da’wah Kampus (FSLDK) merupakan salah satu
bentuk koordinasi yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak da’wah yang
teratur, terpadu dan kompak menuju Ummatan Wahidah. Tidak terkecuali Da’wah
muslimah yang merupakan bagian dari Da’wah global. Muslimah yang tergabung dalam
LDK memiliki kelebihan dibandingkan wanita lainnya karena dalam dirinya tertanam
tekad dan kesadaran untuk terus berada dalam jati dirinya sebagai muslimah sesuai
dengan tuntunan AL Quran dan Sunnah. Prinsip da’wah yang dipegangnya adalah
“Perbaiki dirimu dan serulah orang lain”, karena secara kuantitatif dan kualitiatif
muslimah merupakan potensi besar untuk membawa pencerahan bagi peradaban Islam.
Dan Keputrian LDK adalah wasilah serta ‘Markas” bagi muslimah untuk melakukan
gerakan-gerakan da’wah.
Sepanjang perjalanan FSLDKN diselenggarakan mulai dari nama “Sarasehan LDK
(FSLDKN I)” yang dilaksanakan oleh JS UGM tahun 1986 hingga FSLDKN XII di Padang
tahun 2002, muslimah telah membuktikan bahwa dakwah tidak akan sempurna jika
tanpa keterlibatan muslimah karena spesifikasi dan besarnya bidang garap Dakwah
Muslimah yang tidak bisa diabaikan, baik bagi muslimah itu sendiri maupun bagi Da’wah
secara umum, disebabkan muslimah adalah pondasi dasar pembangun perdaban “Islam
nan Gemilang.”
Pada pertemuan FSLDKN II di Salman ITB pada tanggal 24 – 27 Januari 1987,
Muslimah yang tergabung dari berbagai propinsi di Indonesia pertama kali terlibat
lansung sebagai peserta. Di tetapkannya ITB sebagai pusat koordinator LDK sejawa dan
semasa amanah dijalankan telah diadakan pula sejumlah kegiatan diantaranya Latihan
Bina wanita dan Keluarga di setiap LDK. Untuk gerakan muslimah selanjutnya tidak ada
arsip yang bisa menjelaskan secara detail hingga FSLDKN VII di UNHAS Ujung Pandang
yang diselenggarakan 21-25 Desember 1991, salah satu hasilnya menetapkan pola
komunikasi Bidang Keputrian. Seiring perjalanan waktu dan tantangan zaman semakin di
sadari bahwa Dakwah Muslimah harus menetapkan visi dan misi dakwahnya agar
menjelma menjadi sebuah kekuatan besar yang mengurita sehingga mampu
memberikan kontribusi seoptimal mungkin dalam bentuk gerakan yang solid , terarah
dan terpadu dan terjalinnya sinergi antar seluruh elemen dakwah yang ada. Sampai
akhirnya Jarmus lahir pada pertemuan FSLDKN X di UMM Malang tahun 1998. Namun
pada perjalanannya gerakan yang dilakukan masih bersifat kedaerahan.
Jarmus pada awalnya dilatarbelakangi adanya kebutuhan muslimah untuk
menjalin ukhuwah Islamiyah antar muslimah di berbagai LDK yang pada tahap awalnya
dapat dilakukan dengan cara bertukar informasi sehingga akan memberikan kesempatan
yang lebih besar pada muslimah untuk saling mengetahui kondisi atau permasalahan
yang dihadapi oleh muslimah di LDK. Disamping itu, pembentukan Jarmus juga
dilatarbelakangi oleh kesadaran muslimah bahwa dakwah muslimah merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari barisan dakwah dengan muslim lain yang sama-sama memiliki
tanggung jawab dalam menjalankan roda dakwah dalam satu barisan kokoh dan teratur.
Tentunya ini dalam upaya melakukan perubahan, perbaikan kondisi umat pada
umumnya dan melakukan reformasi moral, akhlak, dan aqidah, sebagai upaya perbaikan
akhlak, aqidah dan moral wanita melalui tangan wanita sendiri. Peran ini merupakan
tanggung jawab besar yang harus kita laksanakan. Untuk itu, diperlukan adanya
persamaan gerak langkah muslimah dalam menyikapi permasalahan keummatan yang
terjadi dewasa ini. Atas dasar inilah Jarmus dibentuk dan difungsikan. Dengan di
deklarasikannya jarmus dalam pertemuan FSLDKN semakin memperjelas nilai strategis
dan eksistensi muslimah dalam sebuah gerakan dakwah dengan penataan yang lebih
baik.
Hingga pada FSLDKN XI di UI Tahun 2000 Jarmus mulai menunjukkan
eksistensinya dengan berkonsentrasi pada permasalahan muslimah. Jarmus Nasional
selama dipegang JMMI ITS selaku Puskomnas terpilih, telah melakukan berbagai
perbaikan kondisi muslimah. Posisi Jarmus semakin mantap di FSLDKN XII di Padang 25-
29 Juli Tahun 2002, dengan Tuan Rumah FKI Rabbani Unand. Dan terakhir kali dilakukan
FSLDK XIV di Bandar Lampung pada tanggal 28 Juli-2 Agustus 2007 yang menghasilkan
keputusan bahwa Jaringan Muslimah Nasional diamanahkan kepada Universitas
Airlangga untuk kepengurusan periode ini (2007-2009). Penjelasan mengenai panduan
jaringan Muslimah terlampir.
Posisi Gamais dalam Jarmus
Gamais, sebagai salah satu LDK di Indonesia, menjadi anggota dari FSLDK. Gamais
mengutus Annisaa untuk bisa berkoordinasi dengan bagian keakhawatan dari FSLDK
yaitu bagian Jaringan Muslimah (Jarmus). Saat ini posisi Annisaa di Jarmus adalah
sebagai
1. Jarmusda Bandung Raya
2. Pendampingan LDK Binaan
3. Bekerjasama dengan FSLDK menyuplai trainer akhawat untuk SPMN-TC
Penjelasan mengenai fungsi Jarmusda dan pendampingan LDK binaan ada pada
Panduan Jaringan Muslimah yang terlampir

b. Annisaa dan Lembaga intra kampus


Annisaa bekerjasama dengan humas internal kampus Gamais akan menjalin hubungan dengan
teman-teman muslimah dari himpunan dan unit kampus agar bisa bersilaturahim dan menjalin
hubungan.

c. Annisaa dan Lembaga ekstra kampus


Annisaa bekerjasama dengan humas eksternal Gamais akan menjalin hubungan
dengan teman-teman muslimah dari LSM, alumni ataupun organisasi kemuslimahan
lainnya agar bisa bersilaturahim dan menjalin hubungan.

18. Pandangan An nisaa terhadap urgensi berhijab

Banyak kalangan yang menolak kewajiban mengenakan jilbab bagi muslimah.


Mereka mengira bahwa ajaran yang mewajibkan kaum wanita untuk menutup diri, tidak
bergaul bebas dengan laki-laki dan banyak tinggal di rumah adalah ajaran kuno,keras,
tidak seuai dengna perkembangan zama, melanggara HAM, dan sedertan cap buruk
lainnya.
Menurut mereka, slaah satu factor penyebab kemunduran Islam ialah karena
diterapkannya jilbab atas wanita. Na’udzubillah. Entah dengan logika apa opini menjadi
alris di masyarakat kita. Tetapi yang jelas, semuanya tak lepas dari maker musuh-musuh
Allah untuk mengeksploitasi wanita dengan segala cara.
Penetrasi budaya barat terhadap masyarakat Indonesia telah sedemikian dalam.
Muali dari pergaulan bebas, cara berpakaian, pendidikan, sampai dalam masalah
ketuhanan sekalipun harus merujuk ke Barat. Hal-hal yang telah baku dalam agama-
seperti wajibnya jilbab atas wanita-harus ditinjau ulang dengan kacamata liberalism dan
HAM.
Dengan seribu satu alas an mereka berusaha menggagalkan setiap ajakan untuk
menjaga kesucian wanita. Mereka menganggap seruan berjilbab bagi wanita sebagai
ancaman besar yang mengganggu kepentingan mereka. Mereka ingin agar wanita selalu
tersedia di mana saja dan kapan saja.Namun anehnya senakin hari semakin banyak
wanita yang mau dieksploitasi dan dilecehkan kehormatannya tanpa ia sendiri sadari.
Didalam buku “Lautan Mukjizat di Bail Balutan Jilbab” diberikan 30 manfaat yang
didapatkan dari menggunakan jilbab. Termasuk disana terdapat fakta-fakta dari para
dokter yang mengungkap kenapa sebaiknya seorang perempuan itu menutup auratnya
kecuali wajah dan telapak tangannya.
Seiiring perkembangan da’wah, semakin banyaknya muslimah yang tergugah untuk
bisa menerapkan perintah Allah yang satu ini. Namun, karena berbagai sebab,muncullah
kernacuan dalam memahami hakikat jilbab sesungguhnya. Banyak yang menganggap
bahwa dengan mengenakansehelai kerudung yang diikat kebelakang dan
dikombinasikan dengan kaos ketat dan celana panjang sudah berjilbab.Untuk itu,
berikut ini merupakan criteria jilbab syar’i:
1. Meliputi seluruh tubuh (selain wajah dan telapak tangan)
2. Bukan berupa perhiasan berbentuk pakaian
3. Kainnya tebal dan tidak tipis (tembus pandang)
4. Longgar dan tidak sempit
5. Tidak diberi wangi-wangian
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
7. Tidak menyerupai pakai wanita kafir
8. Tidak merupakan pakaian yang menarik perhatian, dianggap aneh, atau
membuat tertawa

19. Penutup

Demikianlah Blue Print ini disusun sebagai panduan tidak hanya untuk muslimah
tetapi juga untuk seluruh pelaku da’wah agar bisa saling mengetahui peran, posisi,
maupun fungsi dari masing-masing bagian. Semoga Blue Print ini dapat menjadi bekal
untuk membuat perencanaan dan menata kembali sembari merapikan barisan da’wah
ini. Menuju Muslimah ITB yang Berkepribadian Islami adalah suatu keniscayaan. Allahu
Akbar.

Alhamdulillahi rabbil alamin

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta
mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah,
sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai janjiyang benar di dari Allah di
dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih mepati janjinya selain
Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan
demikian itulah kemenangan yang agung.” (At-Taubah ayat 111)

Lupakan lelah itu, karena dunia ini hanyalah persinggahan sementara untuk
mengumpulkan bekal. Janganlah berhenti, tunggulah hingga kaki ini sudah menapak
di Jannah-Nya. Semoga kita Allah pertemukan di Jannah-Nya, Saudaraku..

20. Pustaka

- Modul Pengembangan Potensi Muslimah Jaringan Muslimah FSLDK


- Panduan Jaringan Muslimah
- Abdul Halim Mahmud,Ali.2005.Perangkat-perangkat Tarbiyah.Era Intermedia:Solo
- Fuad Baswdan,Sufyan.2007.Lautan Mukjizat di balik Balutan Jilbab.Wafa
press:Klaten
- Muhammad Al-Jauhari, Mahmud dkk.2006.Gerakan Da’wah Ukhti Muslimah.Era
Intermedia:Solo
- Nadia,Asma.2005.Jilbab Pertamaku.Mizan:Bandung
- Takariawan,cahyadi dkk.2005.Keakhawatan seri 1-4.Era Intermedia:Solo
- Syauqqah,Abdul Halim Abu.2003.Kebebasan Wanita.Jakarta:GIP
BLUE PRINT
BADAN SEMI OTONOM
DEPARTEMEN PEMBINAAN ADIK ASUH
KELUARGA MAHASISWA ISLAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
PERIODE 2007 /2008

Latar Belakang
“Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah).dan kamu (Muhammad) bertempat di kota
Mekah ini. Dan demi bapak dan anaknya. Sesungguh-Nya kami telah menciptakan manusia berada
dalam susah payah. Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorang pun yang
berkuasa atasnya. Dia mengatakan ‘aku telah menghabiskan harta yang banyak’. Apakah dia
menyangka bahwa tiada seorang pun yang melihatnya? Bukankah kami telah memberikan
Kepadanya dua buah mata, lidah, dan juga bibir. Dan kami telah menunjukkan bagi-Nya dua buah
jalan. Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar
itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan. atau memberi makan pada hari kelaparan. (kepada)
anak yatim yang ada hubungan kerabat. Atau orang miskin yang sangat fakir. Dan dia termasuk
orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih
sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. Dan
orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada
dalam neraka yang ditutup rapat.’ (QS Al Balad 1-20)

PAA adalah badan semi otonom dari GAMAIS ITB yang memiliki fungsi syi’ar intra dan ekstra
kampus. Di lingkungan dalam kampus ITB banyak sekali masyarakat kampus (mahasiswa) yang
ingin sekali membantu masyarakat dhuafa, baik membantu dalam perekonomian maupun membantu
untuk membina anak-anak mereka agar memiliki bekal diniyah yang baik. Sedangkan di luar
kampus ITB, terdapat banyak masyarakat dhuafa yang membutuhkan bantuan, khususnya dalam
menyekolahkan anaknya. Oleh karena itu, PAA dapat menjadi fasilitator sebagai penghubung antara
masyarakat kampus ITB dengan masyarakat dhuafa di sekitar lingkungan kampus ITB.
Tujuan

 Membantu adik-adik dhuafa di lingkungan kampus ITB agar tidak putus sekolah
 Membantu adik-adik memiliki bekal pendidikan diniyah yang baik
 Membantu orang tua adik memiliki kemampuan untuk mendidik anak secara islami
 Memfasilitasi masyarakat kampus yang ingin berkontribusi bagi masyarakat dhuafa sekitar
kampus

Target Departemen
Internal (Kader) Eksternal (Departemen Lain)
 Massa kampus mengenal PAA
 Brand Image PAA di kampus
 Ruhiyah para pengurus maupun staff
 Kokohnya jaringan baik dalam maupun luar
terjaga
kampus
 Terciptanya budaya kerja yang profesional
 Terciptanya ukhuwah antar donatur dan PAA
 Mengalami peningkatan softskill yang
berhubungan dengan ke-PAA-an baik
dalam pembinaan adik maupun
menajemen keuangan
 Rasa kekeluargaan antar pengurus terjaga
 Komitmen para kader tinggi
Visi Departemen
PAA sebagai badan profesional yang produktif dan berdedikasi dalam membangun generasi pemuda
Islam secara kekeluargaan
Misi Departemen
 Membentuk kurikulum baku pembinaan adik
 Pembinaan internal periodik sebagai sarana tarbiyah
 Membangun media pembelajaran dalam kemandirian dan kreatifitas bagi kakak PAA
 Membangun mental spiritual adik
 Media hiburan yang Islami bagi adik
 Memantapkan jaringan internal dan eksternal kampus secara efektif
 Pengontrolan pengurus baik komitmen, akademis maupun ruhiyah

Deskripsi Kerja
Deskripsi kerja Departemen Pembinaan Adik Asuh adalah sebagai berikut:
 Metode Syi’ar menggunakan media asuh adik-adik. Memiliki tiga objek utama:
 Donatur (mahasiswa S1),
 Adik-adik asuh,
 Orang tua adik.
 Membantu adik-adik dhuafa di lingkungan kampus ITB agar tidak putus sekolah dan
memiliki bekal pendidikan diniyah yang baik
 Memfasilitasi teman-teman mahasiswa yang ingin berkontribusi bagi masyarakat sekitar
kampus
 Membentuk suasana kekeluargaan di antara donatur sebagai bentuk rasa persaudaraan di
kampus ITB
 Meningkatkan daya jangkau PAA ke segala lapisan dan lingkungan civitas akademika ITB
untuk menggali potensi-potensi sumber dana mahasiswa yang lebih besar dan menambah
sumber dana mahasiswa yang terlibat langsung di PAA.
 Meningkatkan kegiatan PAA bagi masyarakat kampus sehingga terbentuk suatu opini yang
positif tentang keberadaan PAA dan Gamais.
 Mencari sumber dana alternatif, khususnya ke perusahaan-perusahaan.
 Melakukan pendistribusian dana yang lebih selektif dan efektif.
 Membangun suatu mekanisme pembinaan bagi adik asuh yang terencana.
 Mengadakan suatu bentuk komunikasi yang interaktif antara PAA, masyarakat, dan massa
kampus
Pandangan Gamais terhadap Pembinaan Anak-Anak
PAA lahir sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian mahasiswa muslim ITB kepada masyarakat di
sekitar kampus, khususnya dalam bidang pendidikan. Wujud dari pengabdian ini adalah beasiswa
untuk siswa dari 4 kompleks SD. Namun, sebenarnya PAA hanya berperan sebagai fasilitator bagi
mahasiswa muslim ITB yang ingin turut ambil bagian dalam membantu siswa SD yang mengalami
kesulitan biaya. Sebab membantu sesama adalah kecenderungan setiap manusia, Karenanya, PAA
dituntut untuk mampu membina hubungan baik dengan mereka. Hal ini merupakan kontribusi PAA
dalam men-syi’arkan Islam di kampus. Selain itu, PAA dapat menjadi jalan bagi mahasiswa muslim
untuk mengenal dan berinteraksi lebih dekat dengan Gamais.
PAA memiliki beraneka ragam donatur yang memiliki latar belakang berbeda, hal ini
mengindikasikan bahwa PAA diterima di mana saja. Apabila peluang ini dioptimalkan maka fungsi
syi’ar dapat memasuki wilayah yang selama ini tertutup.
Selain itu, bila dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, PAA sedikit mengambil bagian dalam
membina generasi muslim masa depan melalui pembinaan adik dan bimbingan belajar. Walaupun
dapat dikatakan bahwa usaha PAA ini tidak intensif dan pengaruhnya tidak terlalu signifikan,
diharapkan adik-adik pernah memperoleh sesuatu yang berharga dan turut membentuk kepribadian
mereka saat tumbuh dewasa.
Ikrar Kader GAMAIS ITB
dengan kesadaran penuh akan pengawasan Ar Rahman
dan disaksikan bumi Allah yang mengajari kami berpikir dan berdzikir

Kami prajurit-prajurit Allah


yang da'wah telah menjadi nafas
yang wajah Alloh menjadi kerinduan
yang air mata negerinya menjadi kegelisahan
dengan kepala tegak
kami akan terus berderap
melangkah maju
menjadi ksatria terdepan
pengusung panji Islam ini

Kami kader GAMAIS ITB bertekad kuat


Untuk berjalan beriringan
Dengan kecintaan tulus kepada Allah
Untuk saling mengokohkan
Dalam setiap tapak mengenal-Nya

Kami Kader GAMAIS ITB berikrar bulat


Senantiasa membina diri dalam kemuliaan Islam
Melakukan perbaikan
Hingga perjumpaan kami di taman surga
Dengan kepalan tangan yang bersatu dalam barisan pengukir peradaban

Saksikanlah, hingga suatu hari nanti


Suatu saat di kemudian hari
Kampus ITB akan menjelma menjadi taman kehidupan
Dan dipenuhi semerbak wangi bunga kebaikan
Yang tumbuh subur di atas ukhwah dan keimanan kami
Di iringi sejuk lantunan Al Qur’an
Dan teduhmya awan Keridhaan
Kepada Allah kami berserah diri
Dan kepada-Nya lah kami semua akan kembali

Allahu Akbar

Sebuah Nasehat
Sepatutnya di sinilah setiap pejuang syiar perlu berhenti sejenak, merenungkan lagi perjalanannya
selama ini, mengevaluasi hasil-hasilnya dan masalah-masalah yang selalu menjadi penghias jalan
perjuangan.
Orang seperti kita sangatlah memerlukan kekuatan tambahan yang mendorong dan menopangnya
sehingga kita tetap mampu berdiri kokoh di jalan perjuangan. Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna
pernah mengungkapkan bahwa kemenangan perjuangan syiar bisa tercapai dengan tiga kekuatan:
kekuatan aqidah, kekuatan ukhuwwah dan kekuatan senjata.
Seorang pejuang syiar yang akidahnya mantap, pada waktu itu ia tidak akan merasa lemah ketika
berhadapan dengan musuh dan rintangan-rintangan syiar karena ia telah menyandarkan dirinya
pada kekuatan hakiki, dzat yang menggenggam segala urusan. Bagaimanapun bentuk dan betapapun
besar rintangan syiar, ia pasti dapat melewatinya dengan mulus. Mungkin kita masih teringat dengan
kisah perjuangan Bilal bin Rabah, ketika ia disiksa di padang pasir yang panas, dicambuk dan ditindih
dengan batu besar. Waktu itu ia hanya berucap, "Ahad, Ahad, Ahad". Atau Zaid bin Haritsah yang
ikut bersama Rasulullah ke Thaif dan pulang dengan dilempari batu serta cacian dan makian,
sehingga kaki baginda Rasulullah pun terluka dan mengucurkan darah. Waktu itu, bukan sumpah
serapah yang keluar dari bibir Rasulullah, bukan juga laknat dan do'a azab, akan tetapi untaian do'a
rahmat dan maghfirah yang justru meluncur dari kedua bibirnya." Oh betapa agungnya sifat yang
allah berikan kepada pejuangan syiar agama.
Dengan kekuatan dari Allah dan tawakal kepada-Nya, seorang manusia biasa tiba-tiba saja akan
memiliki kekuatan yang berlipat ganda. Inilah yang kita perlukan. Amunisi-amunisi pejuang syiar
yang bersumber dari Ilahi. Maka tidaklah mengherankan bila para sahabat baginda rasul di waktu
siang seperti singa dan di waktu malam seperti "rahib". Tangisan-tangisan mereka di malam hari
ketika membaca untaian firman Allah sungguh telah menjadikan mereka pribadi-pribadi tangguh.
Sujud-sujud mereka yang lama dalam qiyamullail menjadikan mereka berwibawa dan disegani di
mata kaum kuffar. Sekali lagi, hanya dengan kekuatan Ilahiyah lah kita dapat membawa amanah
syiar ini. Shalahudin Al-Ayyubi, pernah berkata ketika memeriksa pasukannya di malam hari dan
menemukan kemah-kemah mereka bercahaya karena diisi dengan qiyamullail, -Jika kita menang
dalam perang ini, maka sesungguhnya kemenangan tersebut datangnya dari sini- , sambil kemudian
tangannya menunjuk pada orang-orang yang sedang melaksanakan shalat tersebut. Umar bin
Khattab ketika memberikan wejangan kepada pasukan islam, ia berkata, "Sesungguhnya kalian tidak
akan menang dengan kekuatan dan perbekalan kalian, akan tetapi kemenangan itu akan datang
karena ketaatan kalian kepada Allah dan kedurhakaan mereka terhadap-Nya. " Begitulah sunnatullah
dalam perjuangan syiar. Keyakinan terhadap kekuatan dari Allah merupakan keniscayaan bagi diri
manusia yang lemah ini. Allah berfirman: "Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya
Allah akan mencukupkan (keperluan)nya" .( Ath-Thalaq 3 )

Sebuah Taujih Rabbaniyah

Untukmu Kader Dakwah


Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami


Rukunkan antar hati kami
Tunjuki kami jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba
beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar


Wahai yang menyambung segala yang patah
Wahai yang menemani semua yang tersendiri
Wahai pengaman segala yang takut
Wahai penguat segala yang lemah
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak
Engkau Maha Tahu dan melihatnya

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu


Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami

"ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih"

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu


Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu
Adil pasti atas kami keputusan-Mu

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu


Dengan semua nama yang jadi milik-Mu
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung
Sebagai musim bunga hati kami
Cahaya hati kami
Pelipur sedih dan duka kami
Pencerah mata kami

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan laut yang mengancam nyawa

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana,
Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan

Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya


Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa


Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan
pada diri kami

Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami


Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa
nafsu
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti
menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da'i penyeru iman
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini
Kepada generasi berikut kami
Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini
Dengan sikap malas dan enggan berda'wah
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa

Karena Kita Keluarga


Dengarlah wahai keluargaku!

Sesungguhnya Allah swt telah berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 103 yang artinya: "Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan
ingatlah akan nikmat Allah keadaanmu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan,
maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang
bersaudara.", dan pada surat Al-Hujurat ayat 10 yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang mukmin
itu adalah bersaudara.", pada surat At-Taubah ayat 71 yang artinya: "Dan orang-orang yang beriman,
lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain." Dan
Rasul yang mulia, Muhammad saw. juga pernah bersabda: "Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang
saling bersaudara."

Begitulah generasi Islam pertama -semoga keridhaan Allah atas mereka- dalam memahami makna
persaudaraan dan kekeluargaan dalam Islam yang agung ini. Iman dalam dada telah menumbuhkan
rasa cinta, kedekatan, dan persaudaraan yang paling luhur dan abadi di antara mereka. Mereka
ibarat satu tubuh, satu hati, dan satu tangan. Dan inilah karunia Allah yang selalu diingat-ingatkan
kepada mereka oleh-Nya pada surat Al-Anfal ayat 63 yang artinya: "Dan yang mempersatukan hati
mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di
bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Akan tetapi Allah telah
mempersatukan hati mereka."

Dalam sirah yang nyata, kita dapat ambil hikmah Sang Muhajir yang telah pergi meninggalkan
keluarga dan tanah tumpah darahnya (Mekkah) untuk menyelamatkan agamanya, akhirnya
mendapati para pemuda Yatsrib menanti kedatangan mereka dengan penuh rindu dan kehangatan
cinta. Mereka semua bergembira menyambutnya, walaupun mereka tidak mengenalnya sebelum
itu, tak ada hubungan kekeluargaan yang mengikat mereka, dan tak ada ambisi atau kepentingan
tertentu yang mereka harapkan.

Tapi begitulah, aqidah Islam membuat mereka (kaum Anshar) merindukan dan menyatu dengan
kehidupan kaum Muhajirin. Orang-orang Anshar menganggap kaum Muhajirin sebagai belahan
jiwanya yang tak terpisahkan, maka sesaat setelah tiba di masjid, orang-orang Aus dan Khazraj
segera menghambur mengelilingi mereka. Masing-masing orang dari mereka mengajak kaum
muhajirin untuk tinggal di rumahnya, dan untuk itu mereka bersedia mengorbankan harta, jiwa,
serta kepentingan keluarganya, Situasinya semakin mengharukan ketika mereka berkeras dengan
permintaan mereka, hingga akhirnya rumah kediaman kaum Muhajirin ditetapkan berdasarkan
undian. Imam Bukhari meriwayatkan,

"Tak seorang pun Muhajir yang menetap di rumah seorang Anshar melainkan dengan undian."

Begitulah, sehingga Allah berkenan mengabadikan keluhuran budi kaum Anshar itu dalam Al-Qur'an
agar dikenang oleh manusia sepanjang zaman. Hingga kini keluhuran itu masih tampak bersinar
terang di permukaan wajah zaman. Tentang kaum Anshar Allah berfirman,

"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum
(kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan
mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada
mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan mereka (orang-orang Muhajirin), atas diri
mereka sendiri sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang
dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Al-Hasyr: 9)

Begitulah putera-putera Islam selanjutnya menapaki tangga keluhuran khususnya generasi pertama
yang jiwa-jiwa mereka dipenuhi oleh rasa persaudaraan imani. Pada mereka tak ada perbedaan
antara Muhajir dan Anshar, tak ada jarak antara orang Mekkah dengan orang Yaman. Bahkan dalam
salah satu sabdanya, Rasulullah saw. pernah memuji kabilah Asy'ariyah dari Yaman.

"Sebaik-baik kaum adalah kaum Asy'ariyah, bila mereka kesusahan dalam perjalanan atau dalam
keadaan menetap, maka mereka mengumpulkan semua yang mereka miliki, lalu mereka simpan di
tempat perbekalan mereka, kemudian membaginya secara merata,"

Bila anda membaca Al-Qur'an, Sunah Rasul yang agung, dan sejarah para leluhur dari putera-putera
terbaik agama ini, niscaya akan kita temukan semua yang dapat menyejukkan mata dan
menenteramkan telinga dan hati kita. Dan itulah arti keluarga bagi kita, keluarga yang bersatu atas
dasar kekuatan aqidah dan kekuatan iman. Karena itulah saudaraku, mengapa kita bersatu dan
bergerak bersama dalam langkah gerak meraih keridhoanNya. Karena kita keluarga…