Semen Ionomer Kaca

Walaupun tidak bersifat sitotoksik seperti ZOE, SIK juga bersifat sitotoksit jika
berkontak langsung dengan sel. Formulasi konvensional lebih tidak bersifat toksik
dibandingkan dengan SIK-MR. Maka dari itu tidak disarankan menggunakan SIK / SIK-MR
pada kavitas yang dalam. Karena kemampuannya yang baik unuk perlekatan terhadap
struktur gigi, sehingga dapat mencegah kemungkinan terjadinya difusi toksik dari dentin ke
pulpa. SIK juga memiliki lapisan anti bakteria yang baik dan menunjukkan adanya
biokompabilitas saat digunakan untuk menutup kavitas tapi tidak sebagai direk kaping pulpa.
SIK-MR seringkali digunakan sebagai indirek kaping pulpa sementara, diantara
keuntungannya yang memiliki aktivitas kariogenik, dan memberikan proses remineralisasi
pada dentin serta karakteristik fisik yang stabil serta resistensi yang rendah terhadap fraktur.
Dengan keuntungan tersebut, SIK-MR sangatlah cocok digunakan sebagai bahan kaping
pulpa, namun terdapat informasi mengenai pemakaian SIK-MR sebagai indirek kaping pulpa
mengakibatkan trauma pada pulpa akibatnya tingkat trauma dan efek penyembuhan tidak
dapat dipastikan. Namun hal ini masih menjadi penelitian, karena masih belum didapatkan
hasil yang pasti.
Kalsium hidroksida
Kalsium hidroksida adalah suatu bahan yang bersifat basa kuat dengan pH 12-13.
Bahan ini sering digunakan untuk direct pulp caping. Apabila diletakan pada jaringan pulpa,
bahan ini dapat mempertahankan vitalitas pulpa tanpa menimbulkan reaksi radang, dan dapat
menstimulasi terbentuknya jaringan yang teremineralisasi atau terkalsifikasi pada atap pulpa
(dentinal bridge).
Sifat bahan yang alkalis ini yang banyak memberikan pengaruh pada jaringan. Kemampuan
kalsium hidroksida sebagai agen pulp capping bergantung pada kemampuannya dalam
melepaskan kalsium dan ion hidroksil ke dalam jaringan ikat pulpa. Sifat basa kuat dari
bahan kalsium hidroksida dan pelepasan ion kalsium akan membuat jaringan yang berkontak
menjadi alkalis. Keadaan basa akan menyebabkan resorpsi atau terhentinya aktivitas
osteoklas karena asam yang dihasilkan oleh osteoklas akan dinetralkan oleh kalsium
hidroksida sehingga terbentuklah kalsium fosfat kompleks. Selain itu, osteoblast menjadi
aktif dan mendeposisi jaringan yang terkalsifikasi (dentinal bridge). Ion hidroksil diketauhi
dapat memberikan efek antimikroba dengan cara merusak lipopolisakarida dinding sel bakteri
dan menyebabkan bakteri dan produknya menjadi lisis.

Komposisi dari biodentine terdiri dari bubuk trikalsium silikat dan larutan serta eksipien aqueous kalsium klorida.Calcium Silicate cement (Biodentine) Calcium silicate cement (Biodentine. 2013). 4. Selanjutnya. Biodentin memberikan kondisi yang optimal untuk mempertahankan vitalitas pulpa. 2012. Adanya pelepasan ion silika dari biodentine ke dentin.operatif dan ketahanan restorasi pada gigi vital. Hal ini dapat mengurangi resiko terjadinya sensitifitas post . yang diakui dapat menyebabkan terjadinya remineralisasi karena sifat basa yang tinggi. kemampuannya untuk memodulasi sekresi sel TGF-β1 pada pulpa membantu menginduksi pembentukan dentin reparatif (Laurent et al. Saint Maur des Fosses. Biodentine merupakan pengganti dentin bioaktif dari inovasi “active biosilicate technology” : 1. menyebabkan pembentukan porositas yang memungkinkan difusi ion kalsium. Nowicka et al. Biodentin mengandung mengandung bahan mineral monomer-free (high purity) dan sangat biokompatibel. 2012. Dalam Biodentine. Zanini et al. Watson et al.. Zanini et al. 2013).France) dapat digunakan baik untuk pulp capping maupun restorasi sementara. Biodentin mendorong terjadinya pembentukan dentinal bridge tanpa adanya respon peradangan pulpa melalui sekresi transforming growth factor (TGF-β1) (Laurent et al. 2012. 2014). Nowicka et al. 2014). 2. 3. hal tersebut dapat meningkatkan pembentukan apatit dan remineralisasi (Watson et al. hidroksil. 2012. . dengan menyediakan penutupan yang sangat baik pada permukaan dentin. Dengan biodentine dapat merangsang pembentukan dentinal bridge dengan cepat dan lebih tebal dibandingkan dengan bahan kedokteran gigi yang serupa serta memberikan kondisi yang optimal untuk terjadinya penyembuhan pulpa secara optimal. dan karbonat konsentrasi tinggi. mengarah ke peningkatan deposisi mineral (Atmeh et al 2012. Biodentine menawarkan waktu setting awal yang lebih kurang 12 menit dari awal pencampuran sehingga dapat digunakan secara optimal pada bagian mahkota. Septodont. efek basa yang tinggi menyebabkan degradasi komponen kolagen yang mendasari dentin. Oleh karena itu.

Walaupun demikian MTA yang berwarna abu-abu dapat menimbulkan diskolorisasi pada gigi anterior. dan berlangsungnya pembentukan akar pada gigi permanen muda. Penelitian MTA pada hewan dan manusia mengevaluasi bahwa MTA mampu untuk membentuk dentin reparatif dan mempertahankan vitalitas pulpa. pemeriksaan vitalitas dengan tes dingin. penggunaan MTA sekarang ini menjadi bahan pilihan terutama pada kasus tereksposnya pulpa. Keberhasilan dinilai dengan pemeriksaan radiografik.45 tahun didiagnosis dengan reversible pulpitis dan karies dibersihkan dengan pewarnaan deteksi karies dan sodium hypochlorite untuk hemostasis. . Perawatan tersebut dilakukan dalam 2 kali kunjungan agar MTA dapat setting dan memastikan vitalitas pulpa pada kunjungan kedua. dimana pada kelompok gigi permanen muda menunjukkan keberhasilan perawatan. MTA putih merupakan bahan capping yang sesuai untuk kasus tereksposnya pulpa dimana pulpa nya masih sehat atau reversible pulpitis.MTA Direct pulp capping pada kasus terbukanya pulpa diindikasikan pada pulpa yang masih sehat dan tereksposnya pulpa disebabkan oleh trauma atau prosedur restorasi. Setelah 2 minggu. kedua bahan tersebut tidak ada menunjukkan tanda nekrosis pada daerah tereksposnya pulpa. odontoblast-like cell diobservasi pada bagian perifer dan dibawah calcified bridge. Walaupun calcium hydroxide telah dipilih sebagai bahan untuk kasus tereksposnya pulpa. Hasilnya diukur dalam periode 9 tahun postoperatif dan keberhasilannya mencapai 97%. gejala subjektif. Tidak ada perbedaan signifikan respon penyembuhan pada kedua bahan. Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut. Disimpulkan bahwa bahan capping tidak hanya harus biokompatibel namun juga harus dapat membentuk dentin reparatif. Setelah 1 minggu. Dan juga perlu untuk memperhatikan restorasi yang baik agar mencegah masuknya bakteri. Penelitian membandingkan MTA putih dan MTA abu-abu sebagai bahan direct pulp capping pulpa terekspos pada gigi anjing. seluruh spesimen dengan kedua tipe MTA menunjukkan terbentuknya calcified bridge dengan sempurna dibawah tereksposnya pulpa. 40 pasien berusia 7.