You are on page 1of 1

Cagar alam adalah suatu kawasan suaka alam karena keadaan alamnya mempunyai

kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu
dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Contoh kawasan yang
dijadikan cagar alam di Indonesia adalah Pananjung Pangandaran di Jawa Barat dan Nusa
Kambangan di Jawa Barat.

Sebelum membicarakan tentang fungsi suaka margasatwa dan cagar alam, terlebih dahulu
Anda harus mengerti apa yang dimaksud dengan suaka alam, suaka margasatwa, dan
cagar alam.

Suaka alam merupakan kawasan di daratan dan perairan yang mempunyai fungsi utama
sebagai kawasan perlindungan dan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan hewan
serta tata lingkungannya. Suaka alam merupakan usaha konservasi flora dan fauna yang
mencakup cagar alam dan suaka margasatwa.

Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ekosistem asli,
memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwanya. Suaka
margasatwa bertujuan untuk melindungi dan melestarikan kelangsungan hidup satwa
tertentu agar tidak punah. Selain itu dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu
pengetahuan,pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Cagar alam merupakan kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai
kekhasan tumbuhan, satwa dan tata lingkungannya. Kawasan ini untuk melindungi dan
melestarikan flora dan fauna yang hidup di dalamnya yang mempunyai nilai tertentu agar
dapat berkembang sesuai dengan kondisi aslinya. Selain itu cagar alam juga
dipergunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan rekreasi.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi dari suaka margasatwa dan cagar
alam adalah sebagai berikut:
• melindungi flora dan fauna dari ancaman kepunahan.
• menjaga kesuburan tanah.
• mengatur tata air.
• menjadi tempat/obyek wisata.
• menambah sumber devisa negara.
• menjadi tempat belajar di lapangan (praktek).
• menjadi tempat penelitian.