SETTING LOADBALANCING MIKROTIK

Sesuai postingan yang berjudul Load Balancing dengan mikrotik, kita siapkan bahan dan peralatan yang kita butuhkan untuk experiment kali ini.

Peralatan/ Bahan
1. 2. 3. 4. 5. 6. CPU P3 dengan spec seadanya 3 Unit PCI NIC (LAN Card) 2 Paket ISP (Kali ini menggunakan speedy yang menggunakan ADSL Modem) Mikrotik Om google sebagai bantuan terpenting. Winbox (pake winbox aja biar mudah dipahami).

Simulasi dan persiapan.
2 Paket Speedy dengan spesifikasi paket warnet dan paket office telah tersedia. Otakku berputar 1001 x 360 derajat bagaimana supaya 20 CPU client yang ada di Adiyan.net ini merasakan kenikmatan bandwidth dari kedua paket speedy ini. Tidak cukup disitu, masing-masing paket speedy ini harus saling balens, sehingga tidak ada client yang merasa kurang gizi, karena suply bandwidth dari salah satu paket speedy mengalami gangguan (down). Setelah otak capek berputar tanpa berpikir, kemudian datanglah sebuah ide untuk memanfaatkan Loadbalancing dengan mikrotik ini. Dengan berbekal 1 unit CPU P3 spec seadanya, yang sudah terinstal Mikrotik bajakan dari Maslemon. Pada CPU tersebut aku pasangkan 3 Unit PCI Lan card.

Simulasi Jaringan :

ISP Telkom Speedy Paket Warnet (ADSL)

IP Routers ADSL-LAN : 192.168.1.1 DNS1 : 203.130.193.74 DNS2 : 202.134.0.155

ISP Telkom Speedy Paket Office (ADSL)

IP Routers ADSL-LAN : 192.168.2.1

DNS1 : 203.130.193.74 DMS2 : 202.134.0.155 Jumlah Komputer Internet 10 PC, Network : 192.168.0.0/ 24 IP Address : 192.168.0.1 – 192.168.0.10 Netmask : 255.255.255.0 Jumlah Komputer Games 10 PC, Network : 192.168.0.0/ 24 IP Address : 192.168.0.31 – 192.168.0.40 Netmask : 255.255.255.0

Gbr. Topologi Load Balancing Client Network 192.168.0.0/24 Gateway 192.168.0.0 Router Mikrotik : eth1 192.168.1.2 –>> Modem Speedy 1, eth2 192.168.0.0 –>> switch, eth3 192.168.2.2 –>> Modem Speedy 2

Lankah Konfigurasi
1. Anggap saja semua konfiguras jaringan sudah selesai mulai dari IP address dan installasi hardware, OS dan router. 2. Setting Kedua Modem Speedy sebagai Bridge. 3. Saat ini aku berada pada PC No. 1. Dengan menggunakan winbox, aku remote Router mikrotik yang sekaligus menjadi gateway dari keseluruhan PC client.

4. Terlihat pada gambar di atas setelah selesai login, akan muncul sebuah windows dari winboxnya. Nah karena untuk settingan installasi tidak kita jelaskan disini, kita akan masuk pada bagaimana konfiguras mikrotik sebagai loadbalancing. Klik menu Interface. disana akan kita dapatkan beberapa interface yang sedang

terkoneksi.

5. Nah sekarang kita harus konfigurasi Dial Out PPPoE, supaya koneksi dari kedua ISP ini dapat di management melalui router mikrotik. Namun untuk catatan, kedua Modem ADSL speedy tidak kita setting sebagai router. Selanjutnya tambahkan dua buah interface PPPoE Client pada Interface list. Klik pada tanda tambah yang ada di windows Interface list, Pilih PPPoE Client.

Akan muncul sebuah windows,

6. Kita isikan Name : pppoe-user-mike (PPPoE User Kamu), Max MTU/ MRU : 1480 Interface either1. Nama boleh saja diganti sesuai keinginan anda. Tetapi pada Interface harus disesuaikan dengan ethernet yang terkoneksi dengan modem speedynya. Dalam kondisi saat ini, ether1 terkoneksi pada modem speedy 1. Supaya mudah di pahami, PPPoE Client ini berfungsi untuk melakukan Dial Out terhadap ISP (Speedy). Kemudian klik tab Dial Out, isikan Service : Internet (Centang pada ceckbox nya). User/Password : isikan sesuai accout speedy1 anda. Perhatikan gambar berikut, hilangkan centang pada Dial On Demand, Add Deft.

Router, dan Use Peer DNS. Pada Option Allow silakan di Centang semua

checkbox. 7. Gunakan langkah yang sama untuk menambahkan PPPoE User ke-dua. Tetapi perlu diperhatikan pada Tab general sesuaikan dengan Interface yang terhubung dengan modem speedy. Perhatikan

8. gambar.!Dan dilanjutkan settingan pada Tab Dial Out nya, diisi dengan user accout speedy yang ke-dua.

9. Langkah selanjutnya tinggalkan Interface, dan kembali ke menu yang ada di Winbox. Pilih menu IP -> Firewall. dan muncul sebuah windows Firewall.

Pilih Tab Mangle, kemudian tambahkan mangle nya untuk menentukan Mark Connection yang akan kita gabungkan (balanc). Pada Tab General isikan Chain :

prerouting, in. interface : ether2 , Connection State : New

10. Kemudian pada tab Action masukkan Acction : mark connection , New Connection Mark : lb_1 (lb_1 merupakan sebuah penanda saja, bisa digunakan

11. dengan nama lain). Lakukan langkah ini dua kali, tetapi pada tab action nya ganti value New Connection Mark

menjadi lb_2. Sekarang kita sudah memiliki Connection Mark. Tetapi kita belum bisa untuk memberi rute untuk kedua connection dari speedy ini ke jaringan kita. Langkah selanjutnya kita tentukan sebuah Routing Mark. Kebali kita menambahkan

Mangle.

Jika sebelumnya pada tab action, option actionnya diisi dengan mark connection, sekarang kita pilih mark routing. dan ulangi untuk yang kedua, caranya sama, tetapi pada tab actionnya kembali kita ubah option pada New Routing mark menjadi route_lb_2.

Hingga kita dapatkan hasil kira-kira seperti berikut :

12. Masih pada Firewall, kita pindah ke tab NAT.

Ta mbahkan 2 buah konfigurasi pada NAT. isikan sesuai gambar. (capek ngetik

mulu)

Kemudian lanjutkan dengan

yang ke-dua

13. Hm,,.. untuk membuktikannya aku test koneksi di speedtest.net, ternyata hasilnya cukup memuaskan. Download speednya maximal 1,5Mb/s dan uploadnya Max 0,5 Mb/s. Ternyata berhasil. Bagaimana dengan anda?. Dengan postingan ini bukannya aku merasa lebih jago, tetapi inilah hasil dari experimentku. Jika sodare2 sekalian merasa terbantu dengan ini, jangan lupa komentarnya, dan jika anda adalah master, tolong berikan keritikan, pelurusan, kepada aku. . Maklum aku juga lagi belajar. Semoga memberikan manfaat…

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful