You are on page 1of 10

BAB XII.

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR
A. SPESIFIKASI TEKNIS
Persyaratan-persyaratan dan uraian dalam spesifikasi teknis berikut ini
berisi pedoman penting dan pokok-pokok yang harus ditaati oleh calon
penyedia barang/jasa. Ketidaksesuaian atau kurang lengkapnya
dokumen–dokumen (lampiran-lampiran) seperti yang dipersyaratkan
pada Spesifikasi Umum dan Spesifikasi Khusus Komponen, dapat
menyebabkan calon penyedia barang/jasa digugurkan dalam tahapan
evaluasi teknis. Oleh karena itu, calon penyedia barang/jasa diharapkan
untuk dapat mencermati dan memahami persyaratan-persyaratan dan
uraian dalam spesifikasi teknis ini dengan sebaik-baiknya.
1. Spesifikasi Umum
a. Definisi Penting
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat (off-grid)
merupakan suatu sistem pembangkit tenaga listrik yang
memanfaatkan teknologi surya fotovoltaik untuk mengubah energi
matahari menjadi energi listrik. Energi listrik diperoleh dengan
menggabungkan atau merangkaikan beberapa modul surya
fotovoltaik menjadi satu array, dimana energi yang dihasilkan akan
disimpan ke dalam baterai (battery bank). Energi yang tersimpan
pada baterai (sistem arus searah-direct current) harus dikonversikan
terlebih dahulu menjadi arus bolak-balik (alternating current)
dengan sebuah inverter (DC-AC) sebelum didistribusikan kepada
pengguna melalui jaringan distribusi listrik AC 220/380V230/400V. Perlu diperhatikan bahwa sistem PLTS ini merupakan
pembangkit
yang
mendiri,
artinya
pembangkit
tidak
terhubung/terkoneksi ke jaringan utilitas PLN (off-grid) ataupun
beroperasi paralel dengan pembangkit tenaga listrik lainnya (hybrid
system).
1) Photovoltaic (PV) Array adalah rangkaian dari beberapa modul
surya fotovoltaik. Photovoltaic Array ini pada siang hari akan
menghasilkan energi listrik yang kemudian disimpan dalam
baterai sehingga sewaktu-waktu dapat dipergunakan.
2) Solar Charge Controller (SCR) berfungsi untuk mengatur energi
yang masuk (charge) dan keluar (discharge). Laju pengisian
baterai dari input Photovoltaic Array dapat dikontrol sehingga
tidak akan terjadi over charge yang dapat mengakibatkan
kerusakan pada baterai. Demikian juga sebaliknya, apabila energi
yang tersisa pada baterai telah mencapai batas minimum, maka
secara otomatis SCR akan memutus penyaluran energi ke beban
(pengguna).
3) Inverter merupakan pengubah tegangan searah (DC) dari baterai
menjadi tegangan bolak-balik (AC) untuk mensuplai beban pada
pengguna. Inverter umumnya memiliki fitur untuk mengontrol
operasi sistem agar tercapai efisiensi dalam mensuplai beban.
4) Battery Bank, digunakan untuk menyimpan energi listrik yang
dibangkitkan pada siang hari dari photovoltaic array, dimana

Untuk barang/produk impor. 6) Panel Distribusi (Distribution Panel) adalah perlengkapan hubung bagi yang pada tempatnya pelayanannya berbentuk suatu panel atau kombinasi panel-panel. 6. Surat Dukungan Barang/Produk dikeluarkan oleh Produsen barang/produk yang bersangkutan dengan melampirkan salinan sertifikat ISO 9001 dan Ijin Usaha Industri (IUI) Produsen. Perlengkapan hubung bagi yang dibatasi dan dibagi-bagi dengan baik menjadi petak-petak yang tersusun mendatar dan tegak dianggap sebagai satu panel hubung bagi. ditambah persyaratan melampirkan salinan sertifikat ISO 14001. Khusus untuk produsen baterai. 7) Produsen (Prinsipal) adalah badan usaha yang memiliki ijin industri bidang mekanikal dan/atau elektrikal sebagai pemegang merek. rancang bangun dan tenaga ahli dalam negeri.energi listrik tersebut sewaktu-waktu dapat dipergunakan sesuai permintaan pada melalui Sistem Manajemen Energi.dengan ketentuan sebagai berikut : i. Surat Dukungan Barang/Produk dikeluarkan oleh Agen Tunggal/ . ii. memproduksi barang yang dimaksud dalam kegiatan ini dan telah menerapkan Sistim Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001.. berdomisili di Indonesia dan mempunyai hak pendistribusian barang/produk dari produsen di luar negeri yang disahkan oleh Kementerian Perdagangan RI. berdomisili di Indonesia dan mempunyai hak sebagai perwakilan untuk memasarkan suatu barang/produk dari produsen di luar negeri yang disahkan oleh Kementerian Perdagangan RI atau BKPM. terbuat dari bahan konduktif atau tidak konduktif yang dipasang pada suatu rangka yang dilengkapi dengan perlengkapan listrik seperti sakelar. 2) Calon penyedia barang/jasa wajib melampirkan Surat Dukungan Barang/Produk bermaterai Rp. b.000. Untuk barang/produk yang diproduksi dalam negeri. berdomisili di Indonesia dan mempunyai hak atas suatu barang/produk dari produsen di luar negeri yang disahkan oleh Kementerian Perdagangan RI. 5) PV Junction Box (JB) yang terdiri atas string box dan combiner box merupakan sebuah panel dimana semua string fotovoltaik dari setiap PV Array terhubung secara elektris dan peralatan proteksi yang dibutuhkan dapat ditempatkan. Umum 1) Mengutamakan penggunaan barang. 10)Distributor adalah suatu badan usaha yang berbadan hukum. 8) Representatif adalah suatu badan usaha yang berbadan hukum. 9) Agen Tunggal adalah suatu badan usaha yang berbadan hukum. kabel dan rel. Pembuktian dan pengakuan atas penggunaan produksi dalam negeri dilakukan dengan melampirkan salinan tanda sah capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

4) Calon penyedia barang/jasa wajib melampirkan dokumendokumen berikut ini di dalam penawarannya : i.Distributor/Representatif Resmi yang berdomisili di Indonesia. Penanganan Masalah (Trouble Shooting). Khusus untuk produsen baterai ditambah persyaratan melampirkan salinan sertifikat ISO 14001. baterai. dan Layanan Pelanggan (Hotline Service) yang berisi informasi lengkap Nama Produsen/Agen Tunggal/ Representatif. Bagi Produsen dalam negeri. solar charge controller. energy limiter dan lampu LED bulb light. Bill of Material komponen lengkap sistem PLTS Terpusat 35 kWp (off-grid). yang bertujuan untuk memudahkan operator dalam penanganan masalah (trobleshooting). dilengkapi dengan Salinan sertifikat ISO 9001 Prinsipal luar negeri. inverter. Petunjuk Pengoperasian (User Manual).. Salinan Surat Penunjukan Agen Tunggal/Distributor/Representatif dari Prinsipal Luar Negeri. solar charge controller. Buku Petunjuk Operasi dan Perawatan dalam Bahasa Indonesia. Alamat Lengkap.000.. kabel. lampu penerangan jalan LED.dilampiri salinan Ijin Industri dan sertifikat ISO 9001. 6. Surat Dukungan yang disyaratkan pada poin (i) atau (ii) tersebut terbatas pada komponen/barang utama yaitu : modul surya. inverter dan baterai. iii. Diagram Pengkabelan (Wiring Diagram) sistem PLTS. yang sekurang-kurangnya berisi : Pengenalan Umum Setiap Perangkat Sistem PLTS Terpusat (off-grid). membuat Surat Pernyataan Produksi Sendiri bermaterai Rp. Single Line Diagram sistem PLTS lengkap dengan keterangannya.000. ii. 6. Nomor Fax. 3) Dikecualikan persyaratan umum pada butir (2) tersebut bagi calon penyedia barang/jasa yang merangkap sebagai produsen/agen tunggal/distributor/representatif diganti dengan persyaratan : i. Petunjuk Pemasangan (Installation Manual). ii.dilampiri dengan salinan sertifikat ISO 9001 Prinsipal Luar Negeri. Bagi Agen Tunggal/Distributor/Representatif dari Prinsipal Luar Negeri. remote monitoring system. membuat Surat Pernyataan sebagai Agen Tunggal/Distributor/Representatif dari Prinsipal Luar Negeri bermaterai Rp. Petunjuk Pemeliharaan (Maintenance Manual). Salinan Surat Penunjukan Agen Tunggal/Distributor/Representatif dari Prinsipal luar negeri. Brosur/katalog dan spesifikasi teknis yang diterbitkan oleh produsen/agen tunggal/representatif barang untuk modul surya. . iv. v. Nomor Telepon. iii.

6. 2. Serial Number. karakteristik hasil tegangan tes pabrikan harus terbaca pada modul (Manufacture. vi.000. x.  Keluaran array modul harus melalui PV Array Protection Panel sebelum masuk ke Solar Charge Controller. ix. sertifikat/hasil tes uji. 6.Dokumen-dokumen lainnya. Jumlah modul surya menyesuaikan dengan desain kapasitas output per unit modul surya yang dipakai. Peak Watt Rating. Surat Pernyataan Barang/Produk 100% Baru bermaterai Rp. Email dan daftar penyalur di Indonesia yang dapat melayani penyediaan suku cadang.  Rangkaian modul surya mempunyai kapasitas total minimum 35 kWp.  Melampirkan dukungan pabrikan/surat keterangan pabrikan  Menggunakan produk dalam negeri. Peak Voltage.000. Bilamana butir (v) tersebut terdiri dari beberapa produsen/ agen tunggal/representatif maka penyedia barang/jasa wajib membuat informasi layanan pelanggan secara jelas menurut produsen/agen tunggal/ representatifnya.  Koneksi antar modul surya menggunakan koneksi plug-in socket.vii.  Efisiensi modul surya minimum 14%. seperti yang dipersyaratkan pada bagian Spesifikasi Khusus Komponen. a.  Output Modul Surya (Peak Power Output) per unit minimum 100 Wp. Open Circuit Voltage dan Short Circuit Current). 6. seperti sertifikat ISO 9001/14001.Surat Jaminan Purna Jual (After Sales Service) bermaterai Rp.000. Dokumen ini dapat diterbitkan oleh Penyedia barang/jasa atau produsen/agen tunggal/ representatif.Modul Surya  Jenis modul adalah Mono/Polycrystalline Silicon dengan jumlah sel per modul minimal 36 sel.  Pengkabelan (wiring) antar modul dan blocking diode minimum untuk 35 kWp. viii. yang dibuktikan dengan melampirkan salinan tanda sah capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) paling sedikit 40% yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. .  Label data kinerja (performance) modul harus ditempelkan pada bagian belakang modul surya. Peak Current.Surat Kesanggupan untuk menyerahkan Sertifikat Garansi bermaterai Rp. Minimum terdapat 4 set Array Protection Panel yang masing-masing dapat memproteksi minimum 10 kWp rangkaian modul surya per unitnya. factory warranty terms. Spesifikasi Khusus Komponen. gambar-gambar teknik (technical drawing).

 Melampirkan garansi tertulis dari pabrikan tentang jaminan minimal 20 tahun untuk degradasi output <10%. b. Proteksi sistem : Reverse polarity protection High battery voltage protection Low battery Voltage Protection Overload protection PV Ground Fault Protection Melampirkan salinan sertifikat ISO 9001 dari pabrikan. 50Hz. Garansi produk : minimal 1 (lima) tahun (factory . reverse polarity Indicator (LCD display) :inverter voltage & current. single phase                     Tegangan input dc : minimum 120 Vdc Gelombang output : sinus murni Efisiensi : ≥ 92 % Total Harmonic Distortion (THD): ≤ 4% Sistem proteksi : over current. Dilengkapi dengan fitur data logger dan communication/interface Melampirkan salinan sertifikat ISO 9001 dari pabrikan Melampirkan Sertifikat atau Hasil Tes Uji Produk (dapat berupa tes uji dari seri produk yang sama). short circuits. over/under voltage. over load. load current & voltage Dilengkapi dengan management control untuk mengatur energi yang masuk dan keluar dari inverter. Inverter & Solar Controller Integrated System  Daya output minimum : masing-masing 10 kW (4 set)  Tegangan output : 220-230VAC. Memiliki fitur battery temperature sensor dan battery equalization untuk mencegah kerugian kapasitas baterai dan life time baterai. Melampirkan salinan sertifikat ISO 9001 dari pabrikan. inverter frequency. battery voltage & current. over temperature. Daya output total : minimum 4 set SCR. Melampirkan Sertifikat dan Hasil Tes Uji Produk (dapat berupa tes uji dari seri produk yang sama). dengan total kapasitas 35 kW Kontrol Sistem Algoritma : MPPT (Maximum Power Point Tracking) High Efficiency : >98% Tegangan Input Nominal : minimum 120 VDC Memiliki sistem pengisian baterai yang cepat dan aman.

j. h. e. Melampirkan sertifikat dan Hasil Tes Uji Produk (dapat berupa tes uji dari tipe (seri produk) yang sama. Penempatan baterai harus memperhitungkan faktor keamanan (safety) bagi peralatan yang lainnya dan memperhitungkan aspek.  Kabel tersebut di atas harus dilengkapi dengan konektor yang sesuai. k. b.  Kabel daya dari baterai ke inverter dan/atau baterai ke Solar Charge Controller. d. life cycle minimum 1. tipe NYAF 1 x 70 mm2 (SPLN/SNI).200 pada DOD (Depth of Discharge) 80%. Melampirkan salinan sertifikat ISO 9001 dan 14001 dari produsen. Jenis baterai adalah VRLA Gel (Valve Regulated Lead Acid).warranty terms wajib dilampirkan). f. tegangan nominal 2 volt/sel.  Material instalasi dan pentanahan (grounding) peralatan harus disesuaikan dengan kapasitas pembangkit. c. Kapasitas baterai : minimum 200 kWh. 120 f. Baterai (Battery Bank) a. l. Kabel Daya (Power Cable) & Pentanahan (Grounding)  Kabel daya dari PV Array ke Solar Charge Controller. tipe NYY 2 x 6 mm2 (SPLN/SNI). kapasitas minimal 800 Ah/baterai.  Kabel power dari inverter ke panel distribusi 10 kVA. OPzV Stationary Battery. Menggunakan produk dalam negeri. i. d.aspek teknis lainnya yang dapat mempengaruhi umur teknis baterai (life time). Konektor baterai menggunakan tembaga dan diberi pelindung isolator agar aman bagi operator. Garansi produk : minimal 1 (satu) tahun (factory warranty terms wajib dilampirkan). yang dibuktikan dengan melampirkan salinan tanda sah capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) paling sedikit 40% yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. e. Dudukan baterai harus tahan terhadap korosi. Panel Distribusi (Distribution Panel)  Kapasitas daya minimum : 35 kVA . Umur teknis (float design life) minimal 10 (sepuluh) tahun pada suhu 20oC. g. Keluaran battery bank dengan tegangan nominal minimum Vdc. Deep cycle.

frekuensi dan kWh meter Penempatan harus aman dan mudah dimonitor oleh operator g.  Desain layout susunan modul harus dilakukan dengan perangkat lunak (software) yang umum dipakai agar diperoleh layout yang optimal.    Jumlah feeder minimun : 4 set feeder Tegangan sistem : 220-230 VAC. . dan pembatas MCB 2 A. satu fasa Monitoring : tegangan. arus.Dinding menggunakan bata merah atau setara.  Jika menggunakan rumah/bangunan permanen.  Di sekitar bangunan rumah pembangkit dilengkapi dengan sistem penangkal petir untuk melindungi keseluruhan sistem pembangkit.  Dilengkapi dengan instalasi listrik.  Ruang baterai harus memiliki ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara.  Frame modul surya harus kokoh dan mudah dipasang pada module support (penyangga modul)  Penyangga modul harus memiliki sudut kemiringan antara 10-15 derajat agar diperoleh energi penyinaran yang maksimum.Pondasi menggunakan batu kali/setara dengan kedalaman minimal 50 cm.  Melampirkan layout susunan PV Array. .  Penyangga modul free standing di atas pondasi yang memadai.Atap menggunakan asbes gelombang dengan rangka kayu . Rumah Pembangkit (Power House)  Untuk keperluan penempatan peralatan dan operasional harus dibangun rumah permanen atau shelter berbahan polyurethane dan baja ringan dengan ukuran minimum 60 m2 yang terbagi atas ruang baterai dan ruang kendali (control room). h.  Dapat menggunakan penyangga monopole.  Menggunakan rail dan clip standar yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran modul surya yang ditawarkan.  Melampirkan gambar teknik (mekanik dan sipil) sistem penyangga modul. yang bahannya terbuat dari besi/metal yang digalvanis dengan metoda hot deep galvanized. Penyangga PV Array (PV Array Support)  Penyangga PV array berfungsi sebagai dudukan susunan modul surya fotovoltaik. 2 (dua) atau 4 (empat) kaki. 5 titik (3 lampu dan 2 kotak kontak). diplester halus dan dicat.  Jarak antar PV Array harus diatur/didesain sedemikian rupa sehingga tidak ada bayangan (shading) yang jatuh pada permukaan PV Array lainnya dalam sistem. spesifikasi bangunan minimal sebagai berikut : .  Ketinggian antara modul dan permukaan tanah pada titik terendah minimal 70 cm.

Distribusi. . 220 Volt dan dilengkapi dengan pembatas energi (energy limiter).  Menggunakan pole/tiang besi dengan tinggi minimum 6 meter standar PLN sebanyak 40 unit.  Seluruh fasilitas sistem pembangkit harus diberi pagar keliling menggunakan jenis BRC seluas area yang disediakan dengan tinggi minimal 120 cm.Lantai ruang baterai harus diperkuat dengan beton bertulang agar dapat menahan berat baterai.instalasi jaringan listrik. -   Melampirkan gambar teknik/detail : .Kusen menggunakan kayu Pintu terbuat dari triplek/aluminium dilengkapi dengan kunci Jendela kaca 3 mm.Ruang baterai harus memiliki ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara. .  Tinggi lendutan kabel antar tiang minimal 4 meter dari permukaan tanah. .  Masing-masing rumah diberikan proteksi/pengaman menggunakan pembatas arus (MCB) 1 A (termasuk boks dan segel).  Jarak antar tiang maksimal 40 meter. ditanam dengan kedalaman 1 (satu) meter. Sambungan dan Instalasi Rumah Sub-Sistem Jaringan Distribusi Jaringan diperlukan untuk distribusi ke rumah pelanggan dengan jaringan tegangan rendah (TR) open loop.  Kabel dari tiang kerumah menggunakan NFA 2x10 mm2 (SPLN). Spesifikasi untuk jaringan distribusi adalah sebagai berikut :  Menggunakan jaringan udara. lengkap dengan asesoris jaringan distribusi.layout penempatan peralatan dalam bangunan.  Kabel antar tiang menggunakan NFA 2x35 mm2 + 1x25 mm2 (SPLN). Total panjang jaringan distribusi maksimal 4000 meter. Sub-Sistem Instalasi Rumah dengan spesifikasi sebagai berikut :  Jumlah rumah yang dialiri listrik adalah 75 rumah.konstruksi bangunan. i. Mengingat kapasitas pembangkit dan energi yang tersimpan pada baterai yang sangat terbatas. Lantai ruang baterai dan lantai ruang kendali (control room) menggunakan keramik.  Pada setiap tiang dipasang lampu jalan set (lampu + cup) LED/LHE dengan daya maksimal 9 W. pondasi cor semen. . dan dilengkapi dengan pintu gerbang.Plafon terbuat dari triplek (3 mm) dengan tinggi minimal 3 m. Jaringan distribusi terdiri dari tiang listrik dan kabel.  Energy limiter (energy dispenser meter) memiliki fitur yang dapat . maka lampu jalan ini harus didesain untuk boleh dinyalakan maksimal 5 (lima) jam perhari. .

Lampu yang dipakai seperti yang disebutkan dalam spesifikasi di atas. berfungsi membatasi pemakaian energi harian. adalah lampu LED/LHE Bulb Light dengan spesifikasi sebagai berikut :  Tegangan input : 85-265 VAC  Konsumsi daya : maksimal 5 W  Luminous : minimum 220 lm  Warna cahaya : pure white  Fitting : E27 k.      diprogram dengan sandi (password). 1 phasa. Lampu yang dipakai adalah lampu LED/LHE Kabel Instalasi rumah menggunakan jenis NYM 3x1. sesuai standar PLN Masing masing rumah harus dilengkapi dengan arde (pentanahan) Energy limiter (energy dispenser meter) seperti yang disebutkan dalam spesifikasi di atas. 50 Hz  Arus beban maksimum :1A  Konsumsi arus input (AC) : + 15 mA  Kontrol : mikrokontroller  Setting : via programmable  Alarm indikator : buzzer/beep saat kuota 25%. Masing-masing rumah terdapat 4 titik beban (3 buah lampu dan 1 buah kotak kontak). . Setiap rumah dibatasi pemakaian energi listrik per harinya sebesar 350 watt-jam (Wh).  Terdapat sistem pentanahan. Adapun spesifikasi energi limiter adalah sebagai berikut :  Tegangan input : 220 VAC. Energy limiter memiliki proteksi arus lebih dan arus hubung singkat yang dapat diprogram dan dapat kembali normal setelah tidak ada gangguan (fault). Energy limiter memiliki indikator untuk melihat sisa energi dan indikator suara (beep) apabila energi yang tersisa mencapai limit tertentu sesuai pengesetan. connection slave. ketelitian 5%  Temperatur Operasional : 0-500C  Pembatasan Pemakaian : dapat diprogram berdasarkan waktu dan penggunaan daya.pada display saat kuota habis  Resolusi Pengukuran : 1 watt-jam (Wh).5mm2.5 m. sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan kapasitas pembangkit.5 mm2 dan 2x1.  Tiang besi 1. Penangkal Petir Spesifikasi untuk penangkal petir sebagai berikut :  Menara (Tower)  Passive system.

. perbaikan kecil bangunan sipil.l. jaringan transmisi. pemeliharaan dan keberlangsungan PLTS Terpusat yang meliputi :  Panduan cara pengoperasian PLTS Terpusat. dll.  Panduan biaya iuran masyarakat setempat agar masyarakat setempat dapat memperoleh nilai ekonomi dari pengoperasian dan keberlangsungan PLTS Terpusat. dll.  Panduan perawatan PLTS Terpusat sehingga masyarakat yang ditunjuk mampu mengatasi persolan-persolan teknis yang timbul selama pengoperasian PLTS Terpusat. biaya overhead pengelolaan. serta menyusun dan menyediakan buku panduan pengoperasian.. seperti biaya/honor operator. peralatan elektrikal-mekanikal.  Panduan biaya perawatan rutin seperti pembersihan permukaan modul surya. dan administrasi .  Panduan pengelolaan dana untuk perbaikan keperluan besar seperti kerusakan bangunan sipil. Pelatihan Pengoperasian dan Perawatan PLTS Terpusat Penyedia barang/jasa harus menyelenggarakan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan kepada masyarakat setempat yang ditunjuk (berdasarkan persetujuan kepala desa).