You are on page 1of 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proses produksi coca-cola tentu saja menghasilkan limbah industri, limbah yang
berbentuk gas berupa asap, cair berupa air yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi
sawah dan limbah padat berupa botol. Limbah tersebut telah mengalami proses
pengolahan dengan yang aman dan tidak membahayakan makhluk hidup dan lingkungan
sekitar. Hal tersebut merupakan bagian tanggung jawab dari PT. CCBI terhadap
lingkungan dan wujud kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Coca Cola :
Minuman ringan (Soft Drink) Coca-Cola diciptakan oleh Dr. John S. Pemberton,
seorang ahli farmasi dan ahli minuman dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, pada bulan
Mei 1886. Ia mencampurkan suatu ramuan khusus dengan gula murni menjadi sirup yang
beraroma segar dan berwarna karamel, kemudian diaduk bersama air murni. Minuman ini
kemudian dikenal dengan nama Coca-Cola. Pada awalnya penjualan minuman ini dilakukan
dengan menempatkan minuman ringan (Soft Drink) tersebut di dalam guci besar yang
diletakkan ditempat-tempat strategis.Namun adanya peningkatan jumlah pembelian
menyebabkan penggunaan guci tersebut digantikan dengan kemasan botol yang lebih praktis.
The Coca-Cola Company didirikan tahun 1892 oleh Asa G. Chandler di Atlanta, yang
juga mempatenkan merek dagang Coca-Cola. Perusahaan ini merupakan induk dari semua
perusahaan pembotolan yang memiliki merek dagang Coca-Cola diseluruh Negara didunia
dengan menyediakan bahan baku konsentratnya. Mulai tahun 1893, The Coca-Cola Company
membangun pabrik sirupnya diluar Atlanta.
Presiden The Coca-Cola Company (1919-1955), Robert W. Woudruff, merupakan
orang yang pertama kali mencetuskan gagasan agar minuman Coca-Cola tersebut dapat
dinikmati tidak hanya oleh orang Amerika saja, tetapi juga untuk dikonsumsi oleh seluruh
bangsa di dunia. Untuk merealisasikan gagasan tersebut, maka pada tahun 1929 didirikan The

Adanya perpindahan saham tersebut mengakibatkan nama PT. Pada tahun 1971. seluruh pabrik pembotolan minuman merek dagang Coca-Cola yang ada di Indonesia resmi bergabung menjadi satu dibawah PT. Untuk meningkatkan volume penjualan keseluruh wilayah Indonesia. Pandaan. Australia. CCAIB berubah nama menjadi PT. CCAID menjadi PT. (IBL) yang berstatus perusahaan nasional. V. Coca-Cola Amatil Indonesia Di Indonesia. N. Tahun 2000. Bandung. maka PT. CCAIB) dan PT. CCAI mengoperasikan pabrik pembotolan di 10 kota besar Indonesia. Lampung. Padang. PT.2 Profil perusahaan PT. yaitu Medan. Coca-Cola mulai dikenal pada tahun 1927 melalui De Nederland Indische Mineral Water Fabrieck yang membotolkan nya untuk pertama kali di Batavia. CCDI). CCAID). . Bali. PT. Coca-Cola Distribution Indonesia (PT.Coca-Cola Export Cooperation. dan BanjarBaru. Makassar. sedangkan PT. Coca-Cola Amatil Indonesia dibagi menjadi dua. CCAID yang bertugas untuk memasarkan dan mempromosikan minuman ringan (Soft Drink) yang dihasilkan PT. dan kesegaran yang sama. IBL berubah menjadi nama baru PT Djaya Bevarages Bottling Company (PT. yaitu perusahaan yang menangani proses penjualan minuman keseluruh pelosok negeri di dunia dengan cirri mutu. CCAI. CCBI) dan PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Bottling (PT. Seluruh pabrik pembotolan Coca-Cola di Indonesia berada dibawah manajemen PT. Selanjutnya perusahaan tersebut diambil alih oleh pedagang Indonesia dan berubah nama menjadi The Indonesian Bottles Ltd. Coca-Cola Amatil Indonesia Distribution (PT. Semarang. DBBC) yang merupakan pabrik pembotolan modern pertama di Indonesia. Pada tahun 1993 seluruh saham PT. DBBC berubah menjadi PT. 2. dengan pertambahan usahadan modal. suatu grup perusahaan pembotolan Coca-Cola dikawasan Asia Pasifik dan EropaTimur yang bermarkas di Sydney. Pada tahun 2002. Adanya penambahan modal tersebut meningkatkan kapasitas pabrik yang diikuti pula dengan penambahan macam produk yang dihasilkan dalam berbagai ukuran kemasan. CCAIB bertugas untuk memproduksi minuman ringan (Soft Drink). Jakarta. rasa. DBBC diambil alih oleh Coca-Cola Amatil Ltd. Coca-Cola Amatil Indonesia (PT. CCAIB. CCAI). yaitu PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (PT.PT.

000 krat. A & W. Aquarius. Coca- Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha CocaCola Amatil saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha yang memulai kegiatan usahanya di Indonesia. Kami memproduksi produk-produk berlisensi dari The CocaCola Company. Bandar Lampung. Jakarta. Coca-cola Bottling Indonesia (CCBI) Central Java Operations. PAN Java Bottling Co bergabung dengan Coca-cola Amatil Limited Australia. Padang. CCBI hanya memproduksi minuman dalam kemasan botol. PT. Kres. Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited. Kemudian mulai tanggal 1 Juli 2002 kembali merubah namanya hingga sekarang yaitu PT. CCI). Medan. Sunfill. yang merupakan salah satu produsen dan distributor Coca-Cola di dunia. Selain coca-cola juga terdapat produk minuman lainnya seperti Diet Coke. Bali. PT. Ujung Pandang. Perusahaan Coca-cola di Jawa Tengah dirintis oleh dua orang pengusaha yaitu Bapak Portogtius Hutabarat (alm) dan Bapak Mugijanto. PT. Salah satu pabrik pembotolannya adalah PT. PT. berdirilah 11 perusahaan independen di . Sar saparila dan Schwepees. Produksi tahunan pada saat itu hanya sekitar 10. Coca-Cola Indonesia ini merupakan perwakilan dari The Coca-Cola Company yang menyuplai bahan baku konsentrat keseluruh pabrik pembotolan Coca-Cola di Indonesia dan menetapkan seluruh standar bahan baku yang digunakan oleh pabrik. concentrate dan karbondioksida.Coca-Cola Indonesia (PT. Coca-cola merupakan minuman yang terbuat dari bahan baku pilihan berupa air. Banjarmasin dan Manado. Fanta. Coca-cola memiliki sebelas pabrik pembotolan yang ada di Indonesia yang terdapat di Semarang. Coca-coala Bottling Indonesia (CCBI) di Semarang. Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen minuman ringan terkemuka di Indonesia. Surabaya. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an. Frestea. Sprite. Coca-Cola Bottling Indonesia (CCBI) merupakan suatu badan yang berbentuk perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha produksi minuman ringan. Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi. gula. Seiring dengan perkembangan perusahaan maka pada bulan April 1992 PT. Ades.Produksi pertama Coca-Cola Di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Bandung.

. kesehatan dan keselamatan kerja mulai dari pengelolaan dan pemanfaatan kembali limbah produksi hingga berbagai program kesehatan dan keselamatan kerja. mencegah dan memperkecil setiap dampak buruk terhadap lingkungan sehubungan dengan kegiatan produksi minuman ringan. Semua pabrik melaksanakan audit secara berkala dan menjalankan praktek-praktek terbaik di bidang perlindungan lingkungan. kesehatan dan keselamatan kerja.000 gerai eceran yang tersebar diseluruh Indonesia 2. upaya berkesinambungan untuk menggali cara-cara baru dan lebih baik untuk meningkatakan kinerja kami di bidang pelestarian lingkungan. Sebelum membuang limbah ke sungai. pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia mengolah limbah sehingga tidak merusak biota sungai.seluruh Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The CocaCola Company. Oleh sebab itu.3 Komitmen terhadap Lingkungan Bisnis PT Coca Cola Amatil Indonesia tak lain adalah menghadirkan saat-saat menyegarkan yang unik dan memuaskan konsumen. serta terus berupaya memberikan pelayanan dan produk berkualitas yang diharapkan konsumen maupun pelanggan. jutaan krat produk kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 420. dan menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh karyawan. kesehatan dan keselamatan kerja senantiasa mengalami perubahan sejalan dengan pengertian kami terhadap masalahmasalah tersebut yang juga berkembang dari waktu ke waktu. Pada awal tahun 1990-an. sepuluh dari perusahaan-perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca-Cola Bottling Indonesia Saat ini.000 orang. dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia menyadari bahwa masalah yang berkaitan dengan lingkungan. dengan jumlah karyawan lebih dari 9. PT Coca-Cola Bottling Indonesia memiliki komitmen untuk senantiasa memahami. kesehatan dan keselamatan kerja. pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia mengembangkan suatu sistem komprehensif yang mengacu pada standar internasional. Ini berarti. beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu. PT Coca Cola Amatil Indonesia sangat terpacu untuk melahirkan semangat serupa terhadap usaha-usaha kami yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. termasuk di dalamnya ISO 14001. dan tepat pada tanggal 1 Januari 2000.

. 2011). Sumber limbah cair utama dari industri minuman ringan adalah proses pencucian botol. termasuk energi. pembotolan. air. bersama-sama memainkan peranan penting dalam menerapkan kebijakan Perusahaan di bidang perlindungan lingkungan ini. pembersihan tangki. mengurangi. kemasan dan bahan baku lainnya Sedapat mungkin mencegah. bahan kimia. serta menjamin prosedur pembuangan limbah tersebut dengan cara yang aman dan berdampak yang seminimal  mungkin Meminta para pemasok dan rekanan bisnis agar memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang setara dengan yang kita anut. dan pengalengan. atau peralatan proses dan lantai (Farmasi. aliran pengisian bahan baku. memahami dan bertindak pada setiap peluang yang ada untuk mencegah dan memperkecil setiap  dampak negatif yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan Mengembangkan dan menerapkan cara-cara meningkatkan efisiensi pemakaian  sumber daya. limbah cair juga dapat berasal dari ceceran atau tumpahan sirup dan cairan lainnya selama proses pengadukan. Pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia akan:  Berusaha sebaik mungkin mencapai kinerja di bidang perlindungan lingkungan dengan memenuhi persyaratan dari The Coca-Cola Company dan Peraturan  Perundangan yang berlaku Senantiasa memasukkan pertimbangan-pertimbangan lingkungan dalam menyusun Business Plan (Perencanaan Bisnis) untuk memastikan bahwa pengelolaan masalah  lingkungan selalu menjadi bagian yang integral dari Operasi Perusahaan Menerapkan dan mempertahankan sistem manajemen lingkungan terprogram. karena pabrik minuman ini biasanya memanfaatkan botol bekas. Proses ini dilakukan dengan menggunakan deterjen dan larutan soda kostik yang kadang terintegrasi dalam pabrik pembuatan minuman ringan tersebut. serta semua mitra kerjanya. Untuk itulah maka pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia berupaya membekali para karyawan agar mampu melibatkan diri mereka sepenuhnya. menggunakan kembali dan mengolah semua limbah yang ditimbulkan di dalam area kita sendiri.Pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia yakin bahwa seluruh karyawan PT Coca-Cola Botting Indonesia dan setiap orang yang tergabung di dalam perusahaan. serta terus menerus menyempurnakan dan meninjaunya agar senantiasa sejalan dengan  operasi perusahaan Mendorong dan membekali karyawan agar mampu mengenali. Selain itu.

Limbah yang dihasilkan pabrik minuman ringan memiliki tingkat kekeruhan yang cukup tinggi tetapi kandungan bahan organiknya lebih tinggi. sebagian besar komposisi produk adalah air dan gula. maka parameter warna ini tidak terlalu menjadi masalah dalam pengolahan limbah cair industri minuman ringan. meskipun lebih tinggi dari air limbah dalam keadaan normal tetapi melalui proses pendinginan secara alami dapat menurunkan suhu air limbah. Karakteristik Kimiawi Limbah Cair . sehingga tidak diperlukan suatu alat penurun suhu mekanis. antara lain: 1 Kekeruhan Kekeruhan dalam limbah cair disebabkan oleh tingginya kandungan padatan tersuspensi (TSS) dalam limbah. 3 Suhu Limbah panas yang dihasilkan berasal dari air proses pencucian botol. Beban terbesar TSS total berasal dari pencucian botol dan pemeliharaan kebersihan pabrik yang kurang baik. 4 Daya Hantar Listrik Daya Hantar Listrik menyatakan banyaknya ion-ion yang terkandung dalam suatu air buangan atau air sungai. Akan tetapi. karena dalam proses pembuatannya sendiri tidak banyak menggunakan larutan-larutan elektrolit. karena kadarnya cukup rendah dan seringkali bahan pewarna pun digunakan pewarna alami yang berasal dari sari buah-buahan. 2 Warna Warna pada limbah cair minuman ringan berasal dari penambahan sirup sebagai konsentrat pemberi rasa.A. B. Karakteristik Fisis Limbah Cair menurut Farmasi (2011). Nilai konduktivitas pada limbah cair industri minuman ringan (limun) relatif rendah. Perbedaan suhu yang dihasilkan pada limbah.

5. Biochemical Oksigen Demand (BOD) adalah jumlah oksigen terlarut yang dibutuhlan oleh organisme hidup untuk memecah atau mengoksidasi bahan-bahan buangan didalam air. secara kimia. P. magnesium. 2. berarti kandungan polutannya organiknya tinggi. natrium dalam air. Oksigen Terlarut Oksigen telarut berlawanan dengan BOD. Keasaman air diukur dengan pH meter. Keasaman ditetapkan berdasarkan tinggi rendahnya konsentrasi ion hidrogen dalam air. N. ph>7 Tinggi rendahnya alkalinitas ditentukan senyawa karbonat. Air yang mempunyai pH rendah (pH<7) membuat air menjadi korosif terhadap bahan konstruksi besi yang kontak dengan air. 6. . H. Jika konsumsi oksigen tinggi yang ditunjukkan dengan semakin kecilnya sisa oksigen terlarut. Alkalinitas (basa) nilai pH tinggi. Semakin tinggi kesadahan suatu air semakin sulit air berbuih. Sedangkan senyawa anoranik terdiri atas unsur lain yang bukan tersusun dari karbon organik. Senyawa Organik dan Anorganik Senyawa organik terdiri dari karbon dengan unsur O. Kemampuan air untuk mengadakan pemulihan secara alami benyak tergantung pada tersedianya oksigen terlarut. S. Chemical Oksigen Demand (COD ) adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air. Limbah cair yang mempunyai pH tinggi atau rendah dapat mempengaruhi organisme dalam air. 4. Limbah cair dengan keasaman tinggi bersumber dari buangan yang mengandung asam seperti air pembilas pada pabrik kawat atau seng. Keasaman Air (pH). 3. semakin tinggi BOD semakin rendah oksigen terlarut. Kesadahan dalam air disebabkan oleh tingginya kandungan zat-zat tersebut. Unsur-unsur yang terdapat dalam jumlah banyak akan bersifat toksik dan menghalangi proses-proses biologis. garam-garam hidroksida. kalsium.1.

Tabel 1. Mikroorganisme yang ditemukan banyak dalam bentuk sel tunggal yang bebas atau berkelompok dan mampu melakukan proses-proses kehidupan.108 organisme/ml yang utamanya merupakan Protista. sehingga dekomposisi zat-zat tersebut dalam jumlah . Karakteristik Sifat Bioligis Limbah Cair Sifat biologis meliputi mikroorganisme yang ada dalam limbah cair. Bahanbahan organik yang terdapat dalam air akan diubah oleh mikroorganisme menjadi senyawa kimia yang sederhana. Mikroorganisme ini memiliki jenis yang bervariasi. 2012 C. hampir dalam semua bentuk air limbah dengan konsentrasi 105 . Parameter kimiawi limbah cair pada PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Sumber : Putri.

besar akan menimbulkan bau busuk. Menurut (2012). dan water treatment dan waste water treatment (back wash dan regenerasi) ditampung dan ditangani dengan cara membuat suatu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi pabrik. Sinar Sosro Ungaran. seperti sampah pabrik. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) untuk menangani limbah cair pada industri soft drink di PT. proses pre-treatment dilakukan secara anaerobic. Keberadaan bakteri dalam unit pengolahan air limbah merupakan kunci efisiensi proses biologis dan penting untuk mengevaluasi kualitas air. Coca Cola Amatil Indonesia Limbah cair (kecuali air hujan) yang berasal dari proses bottling line. Berikut tahapan pengolahan awal tersebut: 1) Screen press Alat ini digunakan untuk menyaring. syrup room (tanki sanitasi). pipet. 2) Sump pit Sump pit adalah bak penampung sementara limbah dari screen press yang memiliki 2 unit pompa (influent pump) yan bertugas memompakan limbah ke bak equalisasi. Pada pabrik ini. 3) Cooling tower .1 Pengolahan Limbah Cair pada Pt. menyeleksi dan membuang kotoran dan padatan. dan sebagainya dari limbah. kertas. BAB III PEMBAHASAN 3. yaitu : a Pre-treatment adalah pengolahan awal limbah cair yang baru dibuang dari pabrik sebelum memasuki proses tahapan utama.

Untuk mempercepat homogenisasi digunakan agitator. sehingga kalor pada limbah tersebut berpindah ke udara. yaitu pupuk urea (sumber nitrogen) dan pupuk super phosphate (sumber fosfat). Cooling tower (Nuryanti.Limbah cair yang masuk ke bak equalisasi oleh unit ini didinginkan terlebih dahulu dengan menggunakan cooling tower. Penambahan nutrisi juga dilakukan untuk makanan bakteri. . serta tempat untuk prosesasi difikasi melalui fermentasi. 2011) 4) Bak equalisasi dan agitator Bak ini adalah tempat homogenisasi kualitas dan kuantitas air limbah yang masuk ke dalam bak. Gambar 3.

sehingga bak ini terjadi proses penyempurnaan. Bak Equalisasi (Rahayu. menurut 1 (2012) yaitu: Bak Aerasi Limbah yang keluar dari proses anaerobik memiliki kualitas limbah yang begitu baik. dimana bakteri pengolah materi-materi sisa yang terbiodegradasi pada proses aerobic menjadi CO2 dan sel bakteri baru. Kolam aerasi (Yanda.2 Pengolahan Limbah secara aerobic. 3. Gambar 5. 2009) 5) Limbah Limbah dari bak equalisasi di pompakan di MUR (Methane Upilow Reactor) setelah melalui 2 tahap yaitu penetralan pH limbah dan tahap homogenisasi. 2009) 2 Final clarifier . Limbah mengalami pengolahan oleh bakteri lumpur aerob.Gambar 4.

air dibuang ke saluran pembuangan seperti selokan atau sungai. Gambar 6. lumpur aktif yang mengendap disirkulasi ke bak aerasi. Kotorankotoran yang melayang tersapu masuk ke bak effluent untuk di buang.Pada bak ini prosesnya adalah pengendapan dimana activated sludge dipisahkan dari air limbah yang bersih. Setelah dialirkan ke kolom indikator. air limbah bersih mengalir secara overflow ke kolam indikator. sementara itu. ataupun bila di perlukan disirkulasi kembali ke bak equalisasi. 2011) 3 Kolam indikator Pada kolam ini diisikan dengan ikan sebagai indicator kualitas air. Clarifier (Budi. Dari proses tersebut dapat terlihat sesuai lampiran bahwa air yang kotor dibuang kembali ke alam dalam keadaan bersih dengan proses pengolahan yang baik. .

Gambar 7. proses pengolahan limbah cair dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 8. Proses Pengolahan Limbah Cair . Kolam Indikator (Nurmilasari. 2010) Secara umum.

dan water treatment dan waste water treatment (back wash dan regenerasi) ditampung di dalam screen press yang fungsinya untuk memisahkan kotoran-kotoran seperti sampah. Proses penetralisir air limbah ini menggunakan soda kasutik dengan konsentrasi 98% sehingga pH air menjadi 6. sedangkan air limbahnya akan berada di bagian bawah yang selanjutnya di pompa menuju ke bak equalisasi basin (Putri.Penjelasan Proses-proses diatas : Limbah cair (kecuali air hujan) yang berasal dari bottling line. air limbah di homogenkan dan diaerasikan menggunakan aliran turbulen. Bak equalisasi basin yang memiliki volume 500 m 3 berfungsi untuk menghomogenisasikan dan menetralisir air limbah sebelum pengolahan lebih lanjut. limbah tersebut di tampung dalam sump pit yang kemudian di tampung lebih lanjut dalam bak ekualisasi lama (Putri. Staphillococcus. plastik. Lumpur aktif ini akan diendapkan dan dikumpul dibawah centre well . 2012). 2012). sedotan dan lain sebagainya. 2012) Kemudian limbah cair tadi dialirkan menuju Bak Aerasi yang berjumlah 2 buah bak dengan kapasitas 50 m3 dan bersekat 5 buah untuk memisahkan lemak dan minyak. syrup room (tanki sanitasi). Bak oxidation ditch yang memiliki volume 1600 m 3 berfungsi untuk menguraikan zat-zat organik yang berada dalam air limbah dengan menggunakan Lumpur aktif dan bakteri aerobik (berespirasi menggunakan oksigen). Bak clarifier ini berfungsi untuk memisahkan lumpur aktif yang ikut terbawa dari oxidation. Bak equaliasasi ini dilengkapi dengan aerator summersibel yang fungsinya untuk peraerasi air limbah agar air limbah tersebut tidak mempunyai fluktuasi kualitas yang besar sehingga memudahkan pengolahan selanjutnya. Bakteri tersebut yaitu jenis Escherichia coli. Lemak dan minyak yang memiliki berat jenis lebih rendah dari air akan tertahan di permukaan. agar semua Lumpur dapat tercampur dengan air limbah secara merata dan membantu tersuplainya oksigen untuk pertumbuhan bakteri (Putri. Selanjutnya setelah disaring melalui screen press.5–8. pseudomonas sp dan Acetobacter. 2012). Air limbah selanjutnya di alirkan menuju bak clarifier yang memiliki volume 300 m3. Bak equalisasi dilengkapi dengan dua buah aerator yang berfungsi agar bakteri dapat kontak dengan air limbah secara optimal. Kemudian air limbah tersebut dialirkan menuju bak oxidation ditch (Putri. Untuk mempercepat pertumbuhan bakteri ditambahkan Urea pada bak equalisasi.

Limbah cair dari industri mengandung bahan bahan yang bersifat asam (Acidic) ataupun Basa (alkaline) yang perlu dinetralkan sebelum dibuang ke badan air maupun sebelum limbah masuk pada proses pengolahan. Air yang mengalir secara over flow dari bak clarifier ada yang dialirkan menuju sand filter untuk dijernihkan dari kotoran dan lumpur. kemudian air ditampung di recycled tank yang berkapasitas 1500 L. Sedangkan air yang masih terkandung dalam lumpur akan disirkulasikan kembali ke bak equalization setelah pemeriksaan di control bed (Putri. karena sebagian besar microba aktif atau hidup pada kondisi pH tersebut. air setelah melewati carbon filter tank selanjutnya ditampung di pressure tank. Tetapi jika lumpur tersebut sudah tidak bisa di uraikan kembali maka akan dialirkan menuju drying bed. Netralisasi adalah penambahan basa (alkali) pada limbah yang bersifat asam (pH 7) (Putri. Adapula yang langsung dialirkan menuju sungai setelah melewati Kolam indikator (kolam ikan). nilai baku mutu ini menjadi suatu persyaratan limbah dan dinilai aman untuk dibuang ke lingkungan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. . Penanganan limbah cair pada industri minuman ringan (Soft Drink) memiliki nilai baku mutu untuk standart limbah yang boleh dibuang ke lingkungan. proses netralisasi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan microorganisme pada pengolahan secara biologi. air yang telah dilakukan pelunakkan selanjutnya dialirkan melalui pipa yang terbagi menjadi dua pipa.5-8. kemudian air dari pressure tank dilakukan pelunakan di softener tank. pH perlu dijaga pada kondisi antara pH 6. Lumpur yang berada di drying bed akan dikeringkan dan tertahan di bagian permukaan dengan bantuan sinar matahari yang selanjutnya akan dibuang. baik pengolahan secara biologi maupun secara kimiawi. 2012). dan air pembersih mobil dan forklift. taman. sedangkan air akan mengalir secara over flow menuju ke saluran selanjutnya (Putri.5.oleh scrapper yang terdapat di bak clarifier. mesjid. kemudian dialirkan menuju zeolit filter atau sand filter. Lumpur yang telah berkumpul dimasukkan ke dalam sludge collector oleh alat return sludge dan disirkulasikan kembali menuju ke bak oxidation ditch. air di recycled kemudian dialirkan menuju tanki carbon filter yang berkapasitas 1000 L untuk menyaring kotoran-kotoran pada air. 2012). 2012). sedangkan pipa yang kedua dialirkan untuk proses resin penukar ion yang selanjutnya dialirkan menuju boiler (Putri. 2012). pipa pertama dialirkan menjadi general use sebagai kebutuhan air di toilet.

Para pelaku industri atau pelaku ekonomi yang kurang peduli pengelolaan lingkungan yang yang akan meberikani dampak terhadap kesehatan dan terhadap lingkungan adalah sebagai berikut : 1 Dampak terhadap Kesehatan Dampaknya yaitu dapat menyebabkan atau menimbulkan panyakit. penyakit ini terjadi karena mikroba yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat.3 Dampak Limbah pada Produksi soft drink Dalam proses pengolahan bahan baku menjadi bentuk yang siap dikonsumsi terjadi pula hasil sampingan berupa sampah atau limbah. 3. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut: a) Penyakit diare. 2012) . 1995. Baku Mutu Air Limbah Industri Minuman Ringan (Soft Drink) Sumber : Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. b) Penyakit kulit misalnya kudis dan kurap (Arief. padat maupun gas. selalu ada sisa yang disebut limbah. Hal ini wajar terjadi karena dalam setiap perubahan dari satu bentuk materi menjadi bentuk lainnya tidak pernah terjadi perubahan yang efisien.Tabel 2. baik berupa cair. Semua limbah ini akan dikembalikan ke lingkungan.

Pencemaran lingkungan yang berarti mengganggu kelestarian lingkungan akibat turunnya kualitas air. Hampir sebagian besar industri minuman ringan menyedot air tanah sebagai sumber bahan baku utama. Penyakit Kurap 2 Dampak terhadap Lingkungan Cairan dari limbah-limbah yang masuk ke sungai akan mencemarkan airnya sehingga mengandung virus-virus penyakit. 2012). air lingkungan juga menimbulkan banjir karena banyak orang-orang yang membuang limbah.Gambar 9. 2010) Eksploitasi air tanah dalam jumlah tidak terkendali akan berpengaruh secara langsung terhadap masyarakat sekitarnya yang menggunakan air tanah untuk keperluan . sehingga pintu air mampet dan pada waktu musim hujan air tidak dapat mengalir dan air naik menggenangi rumah-rumah penduduk. sehingga menusia akan terkena dampak limbah. Pengambilan air tanah secara berlebihan dan tidak terkendali mengakibatkan antara lain : a b Turunnya permukaan tanah Peresapan air laut sehingga menyebabkan turunnya kualitas air tanah (Hery. Tidak jarang manusia juga mengkonsumsi atau menggunakan air untuk kegiatan sehari-hari.rumah tangga ke sungai.baik secara langsung maupun tidak langsung. tanah dan udara. sehingga dapat meresahkan para penduduk (Arief. Selain mencemari. Berbagai ikan dapat mati sehingga mungkin lama kelamaan akan punah.

ada beberapa dampak limbah lain yang ditinjau dari aspek yang berbeda secara umum. dengan adanya limbah padat di dalam lingkungan hidup maka dapat menimbulkan pencemaran seperti : 1) Timbulnya gas beracun. methan(CH4). Sebagian besar volume dari kandungan air alkalin panas mengandung padatan terlarut. Dan juga limbah cair yang berasal dari ceceran/tumpahan sirup dan cairan lainnya selama proses pengadukan. Dampak lain adalah akibat limbah yang dihasilkan oleh industri minuman ringan. Keseluruhan limbah cair ini akan mengakibatkan turunnya kualitas air tanah yaitu meningkatnya pH. 2010). padatan tersuspensi dan BOD (Hery. limbah padat yang di hasilkan oleh industri sangat merugikan bagi lingkungan umum jika limbah padat hasil dari industri tersebut tidak diolah dengan baik pasti akan berdampak negatif pada lingkungan hidup jika tidak ada pengolahan yang baik dan benar. (Arief. Gas ini akan timbul jika limbah padat ditimbun dan membusuk dikarena adanya mikroorganisme. minyak atau lemak. Maka akan dapat menyebabkan air menjadi keruh dan rasa dari air pun berubah. dalam sampah yang ditumpuk. NH3 dan methane yang jika melebihi NAB (Nilai Ambang Batas) akan merugikan manusia. pembersihan tangki. aliran pengisian bahan baku. 2) Dapat menimbulkan penurunan kualitas udara. karena limbah padat biasanya langsung dibuang dalam perairan atau bersama-sama air limbah. 3) Penurunan kualitas air. 2012) . amoniak (NH3). akan terjadi reaksi kimia seperti gas H2S. 4) Kerusakan permukaan tanah. terjadi proses pemecahan bahan organik oleh bakteri penghancur dalam suasana aerob/anaerob. CO2 dan sebagainya. Gas H2S 50 ppm dapat mengakibatkan mabuk dan pusing.sehari-hari. seperti asam sulfida (H2S). Sumber limbah cair lainnya berasal dari sistem pengolahan air untuk bahan baku air dan dari peralatan mesin-mesin/bengkel berupa oli. pembotolan/pengalengan. Dari sebagian dampak-dampak limbah padat diatas. Limbah bagi lingkungan hidup sangatlah tidak baik untuk kesehatan maupun kelangsungan kehidupan bagi masyarakat umum. Adanya musim hujan dan kemarau. Limbah cair yang berasal dari proses pencucian botol karena pabrik minuman biasanya memanfaatkan kembali botol bekas.

Gambar 10. Pencemaran Air Sungai (Dude. 2009) .