You are on page 1of 13

SIMPLISIA

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum
mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain simplisia
merupakan bahan yang dikeringkan. Simplisia terdiri dari simplisia nabati, simplisia
hewani dan simplisia pelikan atau mineral.
Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian
tanaman atau eksudat tanaman. Yang dimaksud dengan eksudat tanaman adalah isi
sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau dengan cara tertentu dipisahkan
dari tanamannya.
Simplisia hewani adalah simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan
atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia
murni.
Simplisia pelikan atau mineral adalah simplisia yang merupakan bahan
pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana
dan belum berupa zat kimia murni.
Untuk menjamin keseragaman senyawa aktif, keamanan maupun
kegunaannya, maka simplisia harus memenuhi persyaratan minimal. Dan untuk
memenuhi persyaratan minimal tersebut, ada beberapa faktor yang berpengaruh,
antara lain :
1. Bahan baku simplisia.
2. Proses pembuatan simplisia termasuk cara penyimpanan bahan baku simplisia.
3. Cara pengepakan dan penyimpanan simplisia.
Agar simplisia memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan, maka
ketiga faktor tersebut harus memenuhi syarat minimal yang ditetapkan.
A. PEMBUATAN SIMPLISIA SECARA UMUM
1. Bahan Baku
Tanaman obat yang menjadi sumber simplisia nabati merupakan salah
satu faktor yang dapat mempengaruhi simplisia.Sebagai sumber simplisia, tanaman
obat dapat berupa tumbuhan liar atau berupa tanaman budidaya. Tumbuhan liar
adalah tumbuhan yang tumbuh dengan sendirinya di hutan atau ditempat lain, atau
tanaman yang sengaja ditanam dengan tujuan lain, misanya sebagai tanaman hias,
tanaman pagar tetapi bukan dengan tujuan untuk memproduksi simplisia. Tanaman
budidaya adalah tanaman yang sengaja ditanam untuk tujuan produksi simplisia.
Tanaman budidaya dapat diperkebunkan secara luas, dapat diusahakan oleh petani
secara kecil-kecilan yang berupa tanaman tumpang sari atau Taman Obat Keluarga.
Taman Obat Keluarga adalah pemanfaatan pekarangan yang secara sengaja
digunakan untuk menanam tanaman obat. Taman Obat Keluarga selain bertujuan
untuk dijadikan tempat memperoleh bahan baku simplisia, dapat berfungsi pula
sebagai tanaman hias, taman gizi, taman buah-buahan, pagar pekarangan dan
sebagainya.
Tumbuhan liar umumnya kurang baik untuk dijadikan sumber simplisia jika
dibandingkan dengan tanaman budidaya, karena simplisia yang dihasilkan mutunya
tdak tetap.
Hal ini terutama disebabkan :
1. Umur tumbuhan atau bagian tumbuhan yang dipanen tidak tepat dan berbedabeda. Umur tumbuhan atau bagian tumbuhan yang dipanen berpengaruh pada

keadaan tanah dan cuaca. Selain itu. b. 2. pemupukan dan perlindungan tanaman dilakukan dengan saksama dan bila mungkin menggunakan teknologi tepat guna. Pembuatan simplisia dengan cara ini pengeringannya dilakukan dengan cepat. Pengeringan yang dilakukan dengan waktu lam akan mengakibatkan simplisia yang diperoleh ditumbuhi kapang. sehingga diperoleh tebal irisan yang sama pada pengeringan dan tidak mengalami kerusakan. karena dua jenis tumbuhan dalam satu marga (genus) sering mempunyai bentuk morfologis yang sama. Sering juga terjadi kekeliruan dalam menetapkan suatu jenis tumbuhan. yang berarti mutu simplisia yang dihasilkan akan berbeda pula. Keseragaman umur pada saat panen. 2. 1. 3. Jenis (Species) tumbuhan yang dipanen sering kurang diperhatikan. Proses fermentasi dilakukan dengan saksama. Untuk mencegah hal tersebut. Contoh pada Rasuk angin (Usnea sp. pemeliharaan.2.) bila diperhatikan dapat dipisahkan menjadi 3 Usnea. Simplisia dibuat denganproses fermentasi. Perusahaan obat tradisional yang menggunakan simplisia berasal dar tumbuhan liar. Dasar Pembuatan a. Pengeringan yang dilakukan pada suhu terlalu tinggi akan mengakibakan perubahan kimia pada kandungan senyawa aktifnya. karena umur saat panen tidak sama. Lingkungan tempat tumbuh yang berbeda seringkali mengakibatkan perbedaan kadar kandungan senyawa aktif. tetapi pada suhu yang tidak terlau tinggi. Simplisia dibuat dengan proses khusus. Ini berarti bahwa mutu simplisia yang dihasilkan sering tidak sama. untuk bahan simplisia yang memerlukan perajangan perlu diatur perajangannya. sehingga simplisia yang dihasilkan memiliki kandungan senyawa aktif yang tinggi. Usaha membudidayakan tanaman obat untuk simplisia. Perbedaan jenis tumbuhan akan memberikan perbedaan pada kandungan senyawa aktif.Simplisa dibuat dengan cara pengeringan. d. eksudat nabati. kadar senyawa aktif. agar proses tersebut berkelanjutan ke arah yang tidak diinginkan. lingkungan tempat tumbuh dan jenis yang benar dapat ditentuka dan diatur sesuai dengan tujuan untuk memperoleh mutu simplisia yang seragam. diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. sehingga simplisia yang diperoleh tidak sama. tanaman budidaya dapat diusahakan untuk meningkatkan mutu simplsia dengan jalan : Bibit dipilih untuk mendapatkan tanaman unggul. sering pula menyebabkan harga yang bervariasi. pengentalan. selain mutu yang berbeda. Simplisia pada proses pembuatan memerlukan air. c. Untuk itu pengumpul harus merupakan seorang ahli atau berpengalaman dalam mengenal jenis-jenis tumbuhan. . Pengolahan tanah. pengeringan sari air dan proses khusus lainya dilakukan dengan berpegang pada prinsip bahwa simplisia yang dihasilkan harus memiliki mutu yang sesuai dengan persyaratan. Pertumbuhan tumbuhan dipengaruhi tinggi tempat. Pembuatan simplisia dengan cara penyulingan.

sortasi basah. antara lain tergantung pada : 1. Umur tanaman atau bagian tanaman yang digunakan. Waktu panen sangat erat hubungannya dengan pembentukan senyawa aktif di dalam bagian tanaman yang akan dipanen. Sering pula pemetikan dilakukan sebelum kering benar. misalnya mentimun (Cucumis sativus). Tanaman yang pada saat panen diambil bijinya yang telah tua seperti kedawung (Parkia roxburgiii) pengambilan biji ditandai dengan telah mengeringnya buah. Secara garis besar.Pati. pengepakan.kamfer akan terkumpul dalam kayu tanaman yang telah tua. logam berat dan lain-lain. Penentuan bagian tanaman yang dikumpulkan dan waktu pengumpulan secara tepat memerlukan penelitian. jeruk nipis (Citrus aurantifolia). seperti perubahan tingkat kekerasan misalnya labu merah (Cucurbita moschata). Pada tahun kedua.pare (Momordica charantia). penyimpanan dan pemeriksaan mutu. Kadar alkaloid hiosiamina tertinggi dicapai dalam pucuk tanaman saat tanaman berbunga dan kadar alkaloid menurun pada saat tanaman berbuah dan makin turun ketika buah semakin tua. Kadar minyak atsiri dan mentol tertinggi pada daun tanaman ini dicapai pada saat tanaman tepat akan berbunga. Lingkungan tempat tumbuh. Contoh lain. batang mulai mulai berlignin dan kadar hiosiamina semakin meningkat. 3. kadar air buah. perlu diperatikan pula simplisia yang mengandung minyak atsiri lebih baik dipanen di pagi hari. Pada Cinnamomum camphora. 4. 2. Dengan demikian untuk menentukan waktu panen dalam sehari perlu dipertimbangkan stabilitas kimiawi dan fisik senyawa aktif dalam simplisia terhadap sinar matahari. Perubahan warna. sortasi kering. a. Pengumpulan Bahan Baku. Tanaman yang pada saat dipanen diambil buahnya. pencucian. kuman pathogen. perubahan bentuk buah. alkaloid hiosiamina mula-mula terbentuk dalam akar. misalnya jarak (Ricinus communis) 2. pembentukan hiosiamina berpindah pada batang yang masih hijau. Senyawa aktif terbentuk secara maksimal didalam didalam bagian tanaman atau tanaman pada umur tertentu. misalnya belimbing wuluh (Averrhoe belimbi). waktu pengambilan sering dihubungkan dengan tingkat kemasakan yang ditandai dengan terjadinya perubahan pada buah. Tahapan Pembuatan Pada umumnya pemuatan simplisia melalui tahapan seperti berikut : pengumpulan bahan baku. Disampng waktu panen yang dikaitkan dengan umur. 3. pada tanaman Mentha piperita muda mengandung mentol banyak dalam daunnya. . pengeringan. pedoman panen sebagai berikut : 1. Waktu panen yang tepat pada saat bagian tanaman tersebut mengandung senyawa aktif dalam jumlah terbesar. Bagian tanaman yang digunakan. Waktu panen. Kadar senyawa aktif dalam suatu simplisia berbeda-beda. Air yang digunakan harus bebas dari pencemaran racun serangga. perajangan. Sebagai contoh pada tanaman Atropa belladonna. yaitu sebelum buah pecah secara alami dan biji terlempar jauh. misalnya asam (Tamarindus indica) . Dalam tahun pertama. talk dan sebagainya pada proses pembuatannya memerlukan air.

tidak tercampur dengan bagian lain dan tidak merusak tanaman induk. daun yang diambil dipilih yang telah membuka sempurna dan terletak pada bagian cabang atau batang yang menerima sinar matahari sempurna. dikelupas dengan ukuran 10% panjang dan lebar tertentu . No. menggunakan alat maupun menggunakan mesin. Agar pada saat pengambilan tidak menganggu pertumbuhan sebaiknya dilakukan pada musim yang menguntungkan pertumbuhan. Tanaman yang pada saat panen diambil umbi lapis. Dalam hal ini ketrampilan pemetik diperlukan agar diperoleh simplisa yang benar. seperti penggunaan mesin berbahan logam sebaiknya tidak digunakan karena akan merusak senyawa aktif simlplisia seperti fenol. Pemanenan dapat dilakukan dengan tangan. Contoh panenan ini misalnya sembung ( Blumea balsamifera ). Tanaman yang pada saat panen diambil rimpangnya. Pada saat itu penumpukan senyawa aktif dalam kondisi tinggi sehingga mempunyai mutu yang terbaik. 4. pengambilan dilakukan pada saat tanaman telah cukup umur. Tabel 1 Bagian tanaman. Bagian Tanaman Cara Pengumpulan Kadar Air Simplisia 1 Kulit Batang Dari batang utama dan cabang. Tanaman yang pada saat panen diambil kulit batang. cara pengumpulan dan kadar air simplisia. Tanaman yang pada saat panen diambil daun pucuknya pengambilan dilakukan pada saat tanaman mengalami perubahan pertumbuhan dari vegetatif ke generatif. Cara pengambilan bagian tanaman untuk pembuatan simplisia dapat dilihat pada table berikut. 2 Batang Dari cabang dipotong-potong 10% dengan panjang tertentu dan . Contoh tanaman yang diambil adalah pada pucuk daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus).untuk kulit batang mengandung minyak atsiri/ golongan senyawa fenol digunakan alat pengelupas bukan logam. misalnya bawang merah (Allium cepa). 5. Dalam keadaan ini rimpang dalam keadaan maksimum. Tanaman yang pada saat dipanen diambil daun yang telah tua. Pemilian terhadap peralatan untuk pemanenan juga perlu dilakukan. 6. pengambilan dilakukan pada saat umbi mencapai besar maksimum dan pertumbuhan pada bagian atas.3. glikosida dan sebagainya. pengambilan dilakukan pada musim kering dengan tanda mengeringnya bagian atas tanaman. 7. antara lain menjelang musim kemarau.

dipotong melintang dengan ketebalan tertentu. Sortasi Buah. akar yang telah rusak. dipetik dengan tangan. Tua dan muda (daerah pucuk). kemudian biji dikumpulkan dan dicuci. dipetik dengan tangan. dipotong dengan ukuran tertentu. Buah dipetik:dikupas kulit buahnya dengan pisau atau menggilas. dipotong kecil atau diserut(disugu) setelah dikelupas kulitnya. hampir masak. Tanaman dicabut. oleh karena itu pembersihan simplisia dari tanah yang terikut dapat mengurangi jumlah mikroba awal. Dari bawah permukaan tanah. Dicabut. . Pucuk berbunga.3 Kayu 4 Daun 5 Bunga 6 Pucuk 7 Akar 8 Rimpang 9 Buah 10 Biji 11 Kulit Buah 12 Bulbus diameter cabang tertentu. dipetik dengan tangan (mengandung daun muda dan bunga). rumput. dibersihkan dari akar. kulit buah dikumpulkan dan dicuci. Dari batang atau cabang. Sortasi basah dilakukan untuk memisahkan kotoran-kotoran atau bahanbahan asing lainnya dari bahan simplisia. serta pengotoran lainnya harus dibuang. Mislnya pada simplisia yang dibuat dari akar suatu tanaman obat. batang. baan-bahan asing seperti tanah. daun. Seperti biji. Kuncup atau bunga mekar atau mahkota bunga. Tanah mengandung bermacam-macam mikroba dalam jumlah yang tinggi. Masak. bulbus dipisah dari daun dan akar dengan cara dipotong kemudian dicuci. dipetik dengan tangan satu persatu. 10% 5% 5% 8% 10% 8% 8% 10% 8% - b. kerikil.

Dengan mengurangi kadar air dan menghentikan reaksi enzimatik akan dicegah penurunan mutu atau perusakan simplisia. dilakukan pada saat itu adalah merendam bahan simplisia dengan etanol 70% atau mengaliri uap panas. Misalnya jika air yang digunakan untuk pencucian kotor. Beberapa jenis simplisia perlu mengalami proses perajangan. temu giring. Enterbacter dan Escherichia. Pada simplisia akar. Sebelum tahun 1950. Semakin tipis bahan yang dikeringkan. batang dan buah dapat dilakukan pengupasan kulit luarnya untuk mengurangi jumlah mikroba awal karena sebagian besar jumlah mikroba biasanya terdapat pada permukaan bahan simplisia. Tujuan pengeringan adalah untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak. sehingga mempengaruhi komposisi. Tanaman yang baru diambil jangan lagsung dirajang tetapi dijemur dalam keadaan utuh sejama 1hari. sehingga mempercepat waktu pengeringan. transformasi dan penggunaan isi sel. jahe. Bacillus. bahan simplisia seperti temulawak. Perajangan. sebelum bahan simplisia dikeringkan. Pencucian dilakukan dengan menggunakan air bersih dari mata air atau air sumur maupun PDAM. semakin cepat penguapan air. Air yang masih tersisa dalam simplisia pada kadar tertentu dapat menjadi pertumbuhan kapang dan jasad renik lainnya. Penjemuran sebelum perajangan diperlukan untuk mengurangi pewarnaan akibat reaksi antara bahan dan logam pisau. Pencucian dilakukan untuk menghilangkan tanah dan pengotoran lainnya yang melekat pada bahan simplisia. bau dan rasa yang diinginkan. Bahan yang telah dikupas tersebut tidak memerlukan pencucian apabila pengupasan dilakukan dengan cara yang tepat dan bersih. Micrococcus. d. . Pencucian. e. Cara yang lazim . Bakteri umum yang terapat dalam air adalah Pseudomonas. yakni proses untuk menghentikan enzim enzimatik. Oleh karena iu. Pengeringan dilakukan dengan sinar matahari.c. terlebih dahulu dilakukan proses stabilisasi. kencur. Streptococcus. Cara sortasi dan pencucian sangat mempengaruhi jenis dan jumlah mikroba awal simplisia. maka jumlah mikroba pada permukaan bahan simplisia dapat bertambah dan air yang terdapat pada permukaan bahan tersebut dapat mempercepat pertumbuhan mikroba. Enzim tertentu dalam sel. yakno proses sintesis. masih dapat bekerja menguraikan senyawa aktif sesaat setelah sel mati dan selama simplisia tersebut mengandung kadar air. pengepakan dan penggilingan. Pengeringan. Pada tumbuhan yang masih hidup pertumbuhan kapang dan reaksi enzimatik yang merusak itu tidak terjadi karena adanya keseimbangan antara proses-proses metabolism. Sebagai contoh suatu alat yang disebut RASINGKO (perajang singkong) yang dapat digunakan untuk merajang singkong atau bahan lainnya sampai ketebalan 3mm atau lebih. dan bahan sejenis lainnya dihindari dari perajangan yang terlalu tipis untuk mencegah kurangnya kadar minyak atsiri. Perajangan pada bahan simplisia dilakukan untuk mempermudah proses pengeringan. sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. Proteus. dengan alat mesin perajang khusus. Akan tetapi irisan yang terlalu tipis juga dapat menyebabkan berkurangnya atau hilangnya zat berkhasiat yang mudah menguap. Perajangan dapat dilakukan dengan pisau.

Kelembaban juga tergantung pada bahan simplisia. Berbagai cara pengeringan telah dikenal dan digunakan orang. yakni bagian luar bahan sudah kering. Cara pengeringan yang salah dapat juga menyebabkan terjadinya “Face Hardening”. waktu pengeringan dan luas permukaan bahan. Contoh simplisia ini adalaha vanili. aliran udara. Selain itu. Cara lain. Suhu pengeringan tergantung pada bahan simplisia dan cara pengeringannya. setelah panen langsung dikeringkan. Hal ini disebabkan oleh irisan bahan simplisia yang terlalu tebal. Dalam hal ini. penundaan proses pengeringan pada bahan simplisia ini akan menurunkan kadar senyawa aktif tersebut serta akan menurunkan mutu dari simplisia tersebut. Pada jenis baan simplisia tertentu. cara pengeringan dan tahap-tahap selama pengeringan. sedangkan bagian dalam masih basah. Proses enzimatik disini masih perlu dilakukan karena senyawa yang aktif yang dikehendaki masih dalam ikatan kompleks dan baru dipecah dari ikatan kompleks serta dibebaskan oleh enzim tertentu. Meskipun masih banyak jenis simplisia yang masih dapat ditunda pengeringannya. Kapasitas alat tergantung pada jenis bahan yang dikeringkan. buah kola dan sebagainya. kecuali apabila bahan simplisia membutuhkan proses fermentasi.Untuk pembuatan simplisia tertentu proses enzimatik ini justru dikehendaki setelah pemetikan. pada dasarnya dikenal dua cara pengeringan yaitu pengeringan secara alami dan buatan. kelembaban udara. Gambar 1 ALAT PENGERING TENDA SURYA Alat pengering tenda surya ini adalah alat untuk mengeringkan bahan simplisia dengan energi surya berbentuk tenda atau kemah. suhu pegeringan tinggi atau terjadi suatu keadaan yang menyebabkan penguapan air pada permukaan bahan jauh lebih cepat dari difusi air dari dalam permukaan tersebut. proses ini dilakukan pada bahan simplisia yang mengandung bahan senyawa aktif yang mudah menguap. misalnya 30 sampai 45 . dengan waktu pengeringan efektif 8-10 jam dengan suhu pengeringan rata-rata 50 . akan tetapi prinsip pengeringan sebaiknya dilakukan setelah pengumpulan bahan selesai dikumpulkan. Pada pengeringan bahan simplisia sebaiknya tidak menggunakan peralatan yang terbuat dari plastik. sehingga permukaan bahan menjadi keras dan menghambat pengeringan selanjutnya. atau dengan pengeringan vakum yaitu dengan cara mengurangi tekanan udara di dalam ruang atau lemari pengeringan sehingga tekanan kira-kira 5mm/Hg. kelembaban akan menurun selama berlangsungnya proses pengeringan. “Face Hardening” dapat mengakibatkan kerusakan atau kebsukan di bagian dalam bahan yang dikeringkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengeringan simplisia adalah suhu pengeringan. dapat pula dilakukan dengan pegeringan perlahan-lahan agar reaksi enzimatik masih berlangsung selama proses pengeringan. Selama proses pengeringan simplisia hal-hal tersebut harus benar-benar diperhatikan sehingga akan diperoleh hasil simplisia kering yang tidak mudah mengalami kerusakan selama penyimpanan. Bahan simplisia dapat dikeringkan pada suhu 30 sampai 90 . Kapasitas alat 35 kg untuk irisan simplisia. sebelum proses pengeringan bagian tanaman dibiarkan dalam suhu dan kelembaban tertentu agar reaksi enzimatik dapat berlangsung. Pengeringan simplisia dilakukan dengan cara menggunakan sinar matahari atau menggunakan sebuah alat pengering. tetapi suhu yang terbaik tidak melebihi 60 Bahan simplisia yang mengandung senyawa aktif yang tidak tahan panas atau mudah menguap harus dikeringkan pada suhu serendah mungkin.

Dengan panas sinar matahari langsung.Gambar 2 ALAT PENJEMUR Alat penjemur dirancang untuk mengeringkan simplisia dengan energi surya sebagai alternative untuk menggantikan penjemuran dengan cara tradisional di atas alas plastic. tanpa kondisi yang terkontrol. atau mesin diesel.5 . Pengeringan Alamiah. Kerugian yang mungkin terjadi jika melakukan pengeringan dengan pengering yang suhu kelembaban. tempa pengeringan mempunyai dasar-dasar berlubang seperti anyaman bambu. Hujan atau cuaca yang mendung dapat memperpanjang waktu pengeringan sehingga memberikan kesempatan pada kapang atau mikroba lainnya untuk tumbuh sebelum simplisia tersebut kering. udara panas dialirkan dengan kipas ke dalam ruangan atau lemari yang berisi bahan-bahan yang akan dikeringkan yang telah disebarkan diatas rak-rak pengering. 2. Cara ini dilakukan untuk mengeringkan bagian tanaman yang relatif keras seperti kayu. murah. lantai semen atau tanah. sehingga cara ini hanya tepat dilakukan di daerah yang udaranya panas atau kelembabannya rendah. yakni : a. Umumnya dasar tempat pengeringan tersebut bukan dari logam karena logam akan bereaksi dan merusak senyawa aktif tertentu.5 . tekanan dan aliran udaranya dapat diatur. Pengeringan Buatan. kulit kayu. serta tidak turun hujan. Dengan prinsip ini dapat diciptakan suatu alat pengering yang mudah. 1. tidak terganggu hujan dan terhindar dari kotaminasi kotoran. Cara yang lain misalnya dengan menempatkan bahan-bahan yang akan .5 . alas bambu. Pada kedua cara tersebut. kain kasa dan lain sebagainya. Dengan cara ini kecepatan pengeringan sangat tergantung pada keadaan iklim. listrik. Pengeringan dengan sinar matahari banyak dipraktekkan di Indonesia. Tergantung dari senyawa aktif yang dikandung dalam bagian tanaman yang dikeringkan. Dengan diangin-anginkan an tidak dipanaskan dengan sinar matahari langsung. sederhana dan praktis dengan hasil yang cukup baik. Tujuannya adalah supaya tanaman simplisia lebih cepat kering. Suhu rata-rata yang dicapai oleh alat ini adalah 48. Ini berarti bahwa simplisia yang dikeringkan harus dihamparkan setipis mungkin diatas tempat pengeringan dan di bawah tempat pengeringan diberi jarak tertentu dengan lantai atau dengan pengering dibawahnya sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara. b. yang mana merupakan salah satu cara dan upaya yang murah dan praktis. kompor. Letak pengeringan juga diatur sehingga memungkinkan terjadinya aliran udara dari atas kebawah atau sebaliknya. biji dan lain sebagainya serta mengandung senyawa aktif yang stabil. dengan suhu maksimum 56. Pengeringan ini dilakuan dengan cara membiarkan bahan yang dipotong di udara terbuka diatas tampah-tampah. Prinsip pengeringan buatan adalah udara dipansakan oleh suatu sumber panas seperti lampu. Pengeringan dengan alat ini lebih cepat 60% dari penjemuran tradisional. dengan suhu udara luar rata-rata adalah 33.2 dan suhu minimum 32. dapat dilakukan dua cara pengeringan. daun dan lain sebagainya serta mengandung senyawa aktif yang mudah menguap. Cara ini merupakan cara utama yang digunakan untuk mengeringkan bagian tanaman yang lunak seperti bunga. seperti suhu kelembaban dan aliran udara.

4. Proses ini dilakukan sebelum simplisia dibungkus untuk kemudiandisimpan. misalnya isomerisasi. Beberapa jenis simplisia yang dapat tahan lama jika kaar airnya diturunkan 4 sampai 8 %. karena pengeringan akan lebih merata dan waktu pengeringan akan lebih cepat tanpa dipengaruhi oleh keadaan cuaca. oto-oksidasi dan sebagainya. yang semula cair dapat berubah menjadi kental atau padat. f. Cahaya : Sinar dari panjang gelombang tertentu dapat menimbulkan Perubahan kimia pada simplisia. Simplisia dapat rusak. 3. Dengan menggunakan pengering buatan dapat diperoleh simplisia dengan mutu yang lebih baik. antara lain : 1. Dengan demikian pula adanya partikel-partikel pasir. Oksigen udara : Senyawa tertentu pada simplisia dapat mengalami perubahan kimiawi oleh pengaruh oksigen udara terjadi oksidasi dan perubahan ini dapat berpengaruh pada bentuk simplisia. 5. polimerisasi. bila . misalnya.ern dikeringkan diatas pita atau ban berjalan dan melewatkannya melalui suatu lorong atau ruangan yang berisi udara yang telah dipanaskan dan diatur alirannya. sortasi disini dapat dilakukan dengan cara mekanik. maka simplisia secara perlahan-lahan akan kehilangan sebagian airnya sehingga semakin lama semakin mengecil (kisut). Sortasi Kering. 2. misalnya agar-agar. besi dan benda-benda tanah lainnya yang tertinggal harus dibuang sebelum simplisia dibungkus. Sortasi setelah pengeringan sebenarnya merupakan tahapan akhir dari pembutan simplisia. Seperti halnya dengan sortasi awal. Daya tahan suatu simplisia selama penyimpanan sangat tergantung pada jenis simplisia. Reaksi Kimia : Perubahan kimiawi pada simplisia yang dapatdisebabkan oleh reaksi kima intern. Penyerapan air : Simplisia yang higroskopik. g. Sebagai contoh misalnya kita membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari untuk penjemuran dengan menggunakan sinar matahari sehingga diperoleh simplisia kering dengan kadar air 10 sampai 12 %. Tujuan sortasi adalah untuk memisahkan benda-benda asing seperti bagian tanaman yang tidak diinginkan dan pengotoran-pengotoran lain yang yang masih ada dan tertinggal pada simplisia kering. sedangkan simplisia lainnya mungkin masih dapat tahan selama penyimpanan dengan kadar air 10 sampai 12%. misalnya oleh enzim. Pada simplisia berbentuk rimpang terlampau besar dan harus dibuang. kadar airnya dan cara penyimpanannya. mundur atau berubah mutunya karena berbagai faktor luar maupun dalam. Pengepakan dan Penyimpanan. dengan menggunakan suatau alat pengering buatan dapat diperoleh simplisia dengan kadar air yang sama dalam waktu 6-8 jam. Dehidrasi : Apabila kelembaban luar lebih rendah dari simplisia. berbutir-butir dan lain sebagainya. rasemisasi dan sebagainya.

misalnya aluminium foil. kerusakan tersebut dapat mengakibatkan kemunduran mutu. cara sortasi dan pemeriksaan mutu serta cara pengawetannya. persyaratan gudang simplisia. misalnya yang banyak mengandung vitamin. Pengotoran : Pengotoran pada simplisia dapat disebabkan oleh berbagai sumber. Untuk dapat disimpan dalam waktu lama. baik oleh bentuk ulatnya maupun oleh bentuk dewasanya. dapat melindungi dari kemungkinan kerusakan simplisia dan dengan memperhatikan segi pemanfaatan ruang untuk keperluan pengangkutan maupun penyimpanannya. simplisia harus dikeringkan terlebih dahulu sampi kering. Untuk simplisia yang tidak tahan terhadap sinar.disimpan dalam wadah terbuka akan menyerap lengas udara sehingga menjadi kempal. maka simplisia dapat berkapang. bekas kulit serangga dan sebagainya. masuknya uap air dan gas-gas lainnya yang dapat menurunkan mutu simplisia. pembungkusan dan pewadahan. pada penyimpanan simplisia perlu diperhatikan hal yang dapat menyebabkan kerusakan pada simplisia. Bahan dan bentuk pengemasannya harus sesuai. tetapi juga sisa-sisa metamorfosa seperti cangkang telur. bahan-bahan asing(misalnya minyak yang tumpah) dan fragmen wadah (karung goni). sehingga simplisia yang bersangkutan tidak lagi memenuhi persyaratan. 8. yaitu cara pengepakan. serangga serta mempertahankan senyawa aktif yang mudah menguap atau mencegah pengaruh sinar. bekas kepompong. sehingga kandungan airnya tidak lagi dapat menyebabkan kerusakan pada simplisia. misalnya debu atau pasir. bau dan sebagainya pada simplisia. Wadah harus bersifat tidak beracun dan tidak bereaksi(inert) dengan isinya sehingga tidak menyebabkan terjadinya reaksi serta penyimpangan rasa. Cara menyimpan simplisia dalam wadah yang kurang sesuai memungkinkan terjadinya kerusakan pada simplisia karena dimakan kutu atau ngengat yang temasuk golongan hewan serangga atau insekta. Sering juga digunakan karung atau kantong plastik. kotoran. 7. basah atau mencair (lumer). diperlukan wadah yang melindungi simplisa terhadap cahaya. Kerusakan yang timbul tidak hanya terbatas pada jaringan simplisia. tetapi juga akan merusak susunan kimia. Kerusakan pada penyimpanan simplisia yang perlu mendapatkan perhatian juga ialah kerusakan yang ditimbulkan oleh hewan pengerat seperti tikus. Serangga : Serangga dapat menimbulkan kerusakan dan pengotoran pada simplisia. Berbagai jenis serangga yang dapat menimbulkan kerusakan pada hampir semua jenis simplisia yang berasal dari tumbuhan dan hewan. 6. Kapang : Bila kadar air dalam simplisia terlalu tinggi. anyaman benang bungkus kepompong. biasanya jenis serangga tertentu merusak jenis simplisia tertentu pula. zat yang dikandung dan malahan dari kapangnya dapat mengeluarkan toksin yang dapat menganggu kesehatan. plastic atau botol yang berwarna gelap. Selain itu wadah harus melindungi simplisia dari cemaran mikroba. warna. eksskresi hewan. Bungkus yang paling lazim digunakan untuk simplisia adalah karung goni. pigmen atau minyak. peti atau drum dari kayu . Pengotoran tidak hanya berupa kotoran serangga. Cara pengemasan simplisia tergantung pada jenis simplisia dan tujuan penggunaan pengemasan. Penyebab utama pada kerusakan simplisia yang utama adalah air dan kelembaban. Selama penyimpanan kemungkinan bisa terjadi kerusakan pada simplisia. kaleng dan lain sebagainya. Oleh karena itu.

tetapi dapat pula dilakukan ditempat sejuk (5 sampai 15 ). Gudang simplisia harus mempunyai bentuk dan ukuran yang sesuai dengan fungsinya. tetapi penggunaan plastik tidak tahan panas dan mudah menguap. kayu. damar. sehingga menyulitkan dalam pengangkutan. Simplisia yang berasal dari akar. Sesudah dikeringkan sampai cukup kering di bungkus dengan karung atau kantong plastic. herba. Simplisia dari daun atau herba umumnya dimampatkan terlebih dahulu dalam bentuk yang padat dan mampat. tetapi penggunaan wadah gelas terbatas. biasanya dilakukan pada suhu kamar (15 sampai 30 . Pada penyimpanannya. biji dan bunga sebaiknya dikemas pada karung plastik. terpisah dari tempat penyimpanan bahan lainnya maupun alat-alat. atau tempat dingin (0 sampai 5 ). Beberapa jenis simplisia terutaman yang berbentuk cairan dikemas dalam botol atau guci porselen. Penyimpanan simplisia kering. sehingga kaleng atau aluminium biasanya harus diberi lapisan khusus misalnya lapisan oleoresin. biasanya bahan pembungkus kertas perlu dilapis lagi dengan lilin. karena gelas mudah pecah dan berat. diantaranya mudah dilipat. baik serangga maupun tikus yang sering memakan simplisia yang disimpan. sebaiknya diusahakan serendah mungkin untuk mencegah terjadinya penyerapan uap air. Kertas dan karton tidak dapat digunakan sebagai pembungkus simplisia secara sempurna oleh karena itu. udara perlu dibungkus rapat untuk mencegah terjadinya penyerapan kelembaban tersebut. Untuk keperluan perdagangan dan ekspor simplisia dalam bungkus plastik tersebut berbobot antara 50 sampai 125 kg tiap bal. Plastik biasanya digunakan untuk membungkus simplisia kering. Kaleng atau aluminium dapat digunakan sebagai wadah untuk simplisia kering terutama jika diperlukan penutupan secara vakum. Gom dan damar dikemas dalam wadah drum. dibuat dengan konstruksi permanen yang cukup kuat dan dipelihara dengan baik. malam ataupun bahan yang lainnya. Perlu dilakukan pencegahan kemungkinan kerusakan simplisia yang ditimbulkan oleh hewan. rimpang. kayu atau besi berlapis sedangkan simplisia aroma atau baunya perlu dipertahankan. Akan tetapi kaleng dan bahan aluminium bersifat korosif dan mudah bereaksi dengan bahan yang disimpan di dalamnya. gudang harus bersih dan bebas dari sampah. simplisia tersebut dimasukkan dalam wada yang tertutup rapat dan seringkali perlu diberi kapur tohor sebagai bahan pengering. Simplisia yang mudah menyerap air. umbi. dalam peti drum atau kaleng besi berlapis.atau karton. Sifat wadah gelas yang mengguntungkan adalah tidak beraksi. kulit batang. ringan serta dapat mencegah keluar masuknya air dan zat-zat yang mudah menguap lainnya. tergantung dari sifat dan ketahanan simplisia tersebut. atau plastik untuk mencegah keluar masuknya gas dan uap air. harus dikemas dalam peti kayu berlapis timah. Simplisia harus disimpan didalam ruangan penyimpanan khusus atau dalam gudang simplisia. Gudang harus mempunyai ventilasi udara yang cukup baik dan bebas dari kebocoran dan kemungkinan kemasukan air hujan. Untuk mencegah masuknya tikus ke dalam gudang simplisia. Di Indonesia daun tembakau dikemas dalam keranjang bambu yang bagian dalamnya diberi lapisan pelepah daun pisang yang telah dikeringkan. peti yang terbuat dari karton. buah. vinil. kulit akar. Sekarang ini. dibungkus dalam karung plastik dan dijahit. lubang-lubang saluran . Untuk mencegah tertariknya serangga pemakan simplisia ataupun lalat dan nyamuk. aluminium foil mulai banyak digunakan karena sifatnya mengguntungkan. sedapat mungkun lubang ventilasi. Kelemaban udara di ruang penyimpanan simplisia kering. daun.

Simplisia yang setelah diperiksa ternyata tidak lagi memenuhi syarat yang ditentukan misalnya tumbuh kapang. h. seyogyanya disediakan contoh pada tiap-tiap simplisia dengan mutu yang pasti dan memenuhi syarat yang mana dapat dipergunakan sebagai pembanding simplisia. Besar kcilnya lubang ayakan disesuaikan dengan ukuran simplisia. terutama adalah memperhatikan dan menjaga kekeringan. Cara penyimpanan simplisia dalam gudang harus diatur sedemikian rupa. makroskopik. Contoh simplisia pembanding tersebut disimpan pada tempat secara khusus untuk menjaga mutunya. berserangga atau termakan serangga harus dilakukan penolakan oleh penerimanya. Pada tiap-tiap penerimaan atau pembelian simplisia tertentu diperlukan pengujian mutu yang dicocokkan dengan simplisia pembanding. Pemeriksaan Mutu Pemeriksaan mutu simplisia dilakukan pada waktu penerimaan atau pembeliannya dari pengumpul atau pedagang simplisia. berubah warna. Beberapa jenis simplisia tetentu ada yang perlu diperiksa dengan uji mutu secara biologi. Secara umum. sudah berbau dan berubah warna. dilakukan pengecekkan dan pengujian mutu terhadap semua simplisia yang dipandang perlu. Untuk memisahkan bahan organik asing dapat dilakukan sortasi manual dengan menggunakan tangan. dimakan serangga.air dan lubang-lubang lainnya diberi tutup yang sesuai seperti kasa kawat atau yang lainnya. Pemeriksaan organoleptik dan makroskopik dilakukan dengan menggunakan indera manusia dengan cara mengamati bentuk. dimasukkan atau dibungkus dalam wadah yang rapat. ditumbuhi kapang. misalnya ayakan untuk jinten hitam dan ayakan unyuk kulit kina harus berbeda. berubah bau dan lain sebagainya dikeluarkan dari gudang dan dibuang. dicuci dengan . jika perlu dalam wadah yang diberi kapur tohor untuk bahan pengering. warna dan bau simplisia. Untuk itu pembungkusan dan pewadahan simplisia harus disesuaikan dengan sifat fisika dan kimia dari simplisia tersebut. Ada kalanya membutuhkan alat optik berupa kaca pembesar maupun mikroskop. Pada pemeriksaan mutu simplisia. dan pemasukan dalam gudang. Agar diperoleh simplisia dengan mutu yang mantap. sehingga tidak menyulitkan pemasukan dan pengeluaran bahan simplisia yang disimpan. pemeriksaan dilakukan dengan cara organoleptik. tanggal penerimaan. sebaiknya simplisia diayak atau ditampi dulu untuk membuang debu/ pasir yang terikut pada simplisia. Simplisia yang dapat menyerap uap air/ udara. untuk itu perlu dilakukan administrasi pergudangan yang teratur dan rapi. harus diberlakukan prinsip “ pertama masuk. Dalam jangka waktu tertentu dilakukan pemeriksaan gudang secara umum. Semua simplisia dalam bungkus atau wadahnya masing-masing harus diberi label dan dicantumkan nama jenis. mikroskopik atau dengan cara kimia. asal bahan. Sebaiknya pemeriksaan mutu organoleptik dilanjutkan dengan pemeriksaan mikroskopik dengan menggunakan mikroskop dengan mengamati ciri-ciri anatomi histologi terutama untuk menegaskan keaslian simplisia dan pemeriksaan untuk menetapkan mutu berdasarkan senyawa aktif. mengandung lendir. Sebelum disortir. Simplisia yang pada saat penerimaan belum cukup bersih. Untuk simplisia yang sejenis. pertama keluar ”. simplisia yang tidak memenuhi syarat seperti kekeringan. dan setiap jangka waktu tertentu diperiksa kembali mutunya dan apabila kedapatan penurunan mutu maka perlu dilakukan pergantian simplisa pembanding ang baru. Cara mencegah kerusakan simplisia pada penyimpanan.

ac. J.air bersih. Farmakope Indonesia edisi IV. (http://gradienfmipaunib. 1987. diakses 20 Mei 2010).pdf..com/2008/07/morina2.). New Delhi. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. .B. Metode Fitokimia. 7-Hidroksi Kumarin dari Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L. 6-Metoksi. 1995. Mukherjee. 1985. Quality Control of Herbal Drugs. 2002.. Jakarta.id/bitstream/123456789/17037/6/Abstract. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (online). Penuntun cara modern menganalisa tumbuhan. 3. Departemen Kesehatan RI. (http://repository. Harborne. Karakterisasi Simplisia dan Isolasi Senyawa Antosianin dari Bunga TanamanPacar Air (Impatiens balsamina Linn. 2. 4. Jakarta. !995.wordpress.) Berwarna Merah. Bandung ITB. Tim Penyusun Materia Medika Indonesia. Analisis Obat Tradisional. 6.pdf. M. Anonim. 2006. Jakarta. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. 1987.. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Business Horizons. Cara Pembuatan Simplisia. 2007. dikeringkan sampai cukup kering. diakses 20 Mei 2010). 7. dibungkus atau dimasukkan dalam wadah yang sesuai baru disimpan dalam gudang simplisia DAFTAR PUSTAKA 1. Materia Medika Indonesia Edisi VI. Adfa.usu. P. an approach to evaluation ouf botanicals. Anonim. (online).K. Jakarta. 5.files. Anonim.