You are on page 1of 3

PRAKTIKUM FISIKA KELAS XII IPA

Hari/Tanggal: Jumat/21 Agustus 2015
Kelas

XII IPA 1

Nama Kelompok

F

Anggota

Hansel Taffarel
Ivander Hartanto
Sabrinna Wulandari
Sebastian Abby

PERCOBAAN : RESONANSI BUNYI
Tujuan:
menentukan cepat rambat bunyi di udara ( v )
Teori : (lihat gambar berikut)

Dengan bantuan slang plastik/karet, reservoir R dan tabung kolom udara
(disebut tabung resonan) dihubungkan satu sama lain sehingga membentuk
bejana berhubungan.
Susunan tersebut kemudian diisi air hingga penuh.Garputala/speaker yang
frekwensinya telah diketahui dijepit dan digetarkan secara terus-menerus di
atas tabung kolom udara.
Selama garpu tala bergetar, reservoir R diturunkan
perlahan-lahan, sehingga air dalam tabung kolom udara ikut turun dan
gelombang bunyi merambat dalam tabung kolom udara. Gelombang yang
merambat ini dipantulkan
permukaan air sehingga antara gelombang yang datang dan yang dipantulkan
terjadi interferensi. Ketika panjang tabung kolom udara (2n +1 ) 1/4λ dengan
n = bilangan cacah, maka terjadi interferensiyang konstruktif, interferensi
yang saling memperkuat
(Ingat interferensi pada ujung terikat dan pipa organa tertutup !).
Dikatakan pada saat itu antara garpu tala dan udara dalam tabung kolom
udara terjadi resonansi (udara ikut bergetar karena ada garpu tala yang
bergetar). Jika A, B, C dan seterusnya merupakan tempat terjadinya
resonansi pertama, kedua, ketiga dan seterusnya, maka : Jarak AB = BC =
1/2λ dan AC = λ , sehingga panjang gelombangnya (λ ) dapat diukur. Karena
pada saat terjadi resonansi, frekwensi yang bergetar sama, maka frekwensi udara yang bergetar sama dengan
frekwensi garpu tala. Dengan demikian cepat rambat bunyi di udara dapat dihitung dengan rumus:

v =f . λ
Alat-alat yang diperlukan:
1. Tabung resonansi
2. Speaker
3. Sumber getar

4. Air
Pelaksanaan:
1) Isi tabung kolom udara dan reservoir R hingga penuh
2) Hidupkan sumber getar pilih untuk frekunesi tertentu,
3) Cari tempat terjadinya resonansi pertama, kedua, dst. Dengan jalan menurunkan air dalam reservoir R. (Saat
terjadi resonansi, ditandai suara yang agak nyaring !). Catat skala tempat terjadinya resonansi-resonansi
tersebut
4) Ulangi pelaksanaan 2 & 3 untuk frekuensi yang yang lain.
5) Tabelkan datanya dalam tabel data pengamatan.
Data Pengamatan
No
Frekunsi

Resonansi 1

Resonansi 2

1

400

21.5

67

91

364

2

450

18

58.3

80.6

362.7

3

500

15.4

52

73.2

366

4

550

14

47.2

66.4

365.2

5
6

600
650

11.5
11

43
39.2

63
56.4

378
366.6

7

700

10

35.8

51.6

361.2

V rata-rata

Δ v rata-rata

λ

v

Δv
2.24285
7
3.54285
7
0.24285
7
1.04285
7
11.75714
0.35714
3
5.04285
7

= 366,2429
= 3.461224

Pembahasan
Kami melakukan perhitungan dan pengolahan data mengenai penentuan cepat rambat bunyi yang
melewati udara pada beberapa frekuensi tertentu yang digunakan dalam praktikum resonansi bunyi ini.Sebelum
mencari nilai kecepatan rambat bunyi udara, kami mencari terlebih dahulu resonansi pertama dan resonansi
kedua. Setelah kami menemukan resonansi pertama dan kedua, kami menghitung lambda dengan rumus sebagai
berikut Setelah itu, kami menentukan nilai cepat rambat bunyi di udara pada masing-masing frekuensi dan pada
lamda yang berbeda-beda pada saat resonasi terjadi, yakni frekuensi yang timbul dari speaker.
Kami menentukan nilai cepat rambat bunyi di udara dengan menggunakan rumus sebagai berikut

v =f . λ
Sehingga didapatkan nilai v untuk masing-masing frekuensi. Nilai v tersebut dirata-ratakan untuk
mendapatkan v rata-rata.

3.461224
Kesalahan relatif= 366.2429

×100 =0.945

Kesalahan Dalam Percobaan
Konsekuensi dalam menentukan cepat rambat bunyi di udara adalah nilai yangdidapat harus bernilai 340
m/s atau mendekati 340 m/s, sehingga dalam praktikum tentang resonansi gelombang bunyi ini, baik dalam
pelaksanaan praktikum maupun dalam pengolahan data yang telah dikumpul, terdapat kesalahan-kesalahan
tertentu yang mungkin terjadi, yaitu:
 Ketidakjelian dalam menentukan resonansi pertama dan resonansi kedua pada saat gelombang bunyi
yang keluar dari speaker
 Kesalahan pada saat menggerakkan alat pengukur dalam tabung resonansi, umumnya karena cara
menggerakan tabung resonansi terlalu cepat sehingga tidak menghasilkan data yang akurat.


Ketidaktelitian dalam membaca skala yang terdapat di speaker.
Perhitungan dibulatkan dua angka di belakang koma sehingga data tidak terlalu akurat.
Kecepatan yang mendekati 340m/s belum tentu sesuai dengan kondisi suhu udara di laboratorium. Suatu
udara akan memiliki kecepatan 340 m/s bila suhu udara tersebut 15 derajat celcius sedangkan suhu
ruangmendekati 25 derajat celcius sehingga kecepatan belum tentu mendekati 340 m/s.

Kesimpulan
Dalam percobaan ini,kami menemukan bahwa cepat rambat bunyi di udara adalah 366,24 m/s. Hasil ini
diperoleh dari rata – rata percobaan resonansi bunyi, dengan menggulang sebanyak 7 kali dengan menggunakan
frekuensi yang berbeda.