You are on page 1of 30

Modul Pengantar Bisnis 4

Kepemilikan Bisnis dan Bisnis Kecil
By Desi Kusumaningtyas
1

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Bentuk Kepemilikan Bisnis
Bentuk Kepemilikan
•  Adalah bentuk kegiatan bisnis dilihat dari siapa pemilik atau pendirinya,
sumber modalnya, apa tujuan pendiriannya.

Tipe Bisnis
•  Manufaktur à menghasilkan produk dari bahan mentah atau komponen2
yang dijual untuk mendapat keuntungan
•  Jasa
•  Pengecer dan Distributor
•  Pertanian dan Pertambangan
•  Finansial à pengelolaan investasi dan modal
•  Informasi à penjualan properti intelektual
•  Utilitas à mengoperasikan jasa untuk publik seperti listrik dan air
•  Real Estate
•  Transportasi
2

Menjangkau Pasar Bebas –
Konsep Dasar Globalisasi

Jenis Kepemilikan
bisnis tradisional
(Ferrell et al, 2011)

Perusahaan
Perorangan

Kemitraan

Korporasi

3

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Perusahaan Perseorangan
Perusahaan Perseorangan
•  Umumnya didirikan dan dimiliki oleh perseorangan, sehingga tanggung jawab
pemilik tidak terbatas dan keberlanjutannya ditentukan oleh pemiliknya

Keunggulan Perusahaan Perorangan
•  Membutuhkan investasi yang tidak terlalu besar
•  Dapat menentukan aturan sendiri, kesalahan atau kesuksesan dilakukan
sendiri.
•  Kebanggaan menjadi pebisnis dan mengelola perusahaan sendiri
•  Prosedur dan aturan hukumnya sederhana
•  Tidak perlu membayar keuntungan kepada orang lain atau pemerintah
(kecuali Pajak)
•  Pajak perusahaan rendah
4

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Perusahaan Perseorangan

Kelemahan Perusahaan Perseorangan
•  Tanggung jawab pemilik tidak terbatas (harta pribadi dan
perusahaan tidak terpisah) dan keberlanjutan bisnis lemah
•  Sumber daya keuangan terbatas (Menurut bank memiliki risiko
tinggi)
•  Kesulitan pengelolaan karena keterbatasan pemilik dan
karyawan
•  Membutuhkan komitmen waktu yang besar
•  Keuntungan pribadi sedikit (opportunity cost sebagai karyawan:
asuransi, dan tunjangan)
•  Pertumbuhan atau ekspansi perusahaan perseorangan
umumnya tidak terlalu besar
•  Keberlanjutan diragukan bila pemilik meninggal

5

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Perusahaan Perseorangan

Tipe Perusahaan Perorangan
Perusahaan Perorangan berijin

Perusahaan Perorangan tidak berijin
•  Memiliki Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP) dan
•  Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
6

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Persekutuan atau Partnership
Persekutuan atau partnership
•  Merupakan bentuk legal kepemilikan bisnis, terdapat beberapa jenis

Persekutuan Umum (general partnership)
•  Persekutuan dimana semua pemilik berbagi dalam kegiatan operasional bisnis dalam
mengasumsikan tanggung jawab atas hutang perusahaan.
•  Sekutu Umum (General partner) merupakan pemilik sekutu yang memiliki tanggung jawab
terbatas dan aktif mengelola perusahaan

Persekutuan Terbatas (limited partnership)
•  Merupakan pemilik yang menginvestasikan dana atau uangnya ke dalam bisnis tetapi tidak
memiliki tanggung jawab mengelola hutangnya atau kerugiannya dalam investasi.
•  Tanggung jawabnya terbatas, sekutu terbatas tidak bertanggung jawab atas hutang
perusahaan di luar investasinya

Persekutuan yang Terbatas Kepemilikannya (master limited partnership)
•  Mirip korporasi namun pajaknya adalah pajak partnership
7

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Persekutuan atau Partnership

Cara Persekutuan dapat berfungsi
(Fry et al, 2000)
Masing-masing Pihak memainkan peran dalam
kegiatan operasional bisnis sehari-hari (bentuk
persekutuan ini disebut sekutu atau rekan kerja /
working partners)
Limited Partnership dimana beberapa pihak
bekerja melakukan operasional (active partnership)
dan beberapa pihak tidak bekerja (passive
partnership) dengan suara minoritas
8

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Persekutuan atau Partnership
Keunggulan Bentuk Persekutuan atau rekanan
•  Lebih banyak mendapatkan dana karena melibatkan lebih dari satu orang (pinjaman bank
lebih mudah)
•  Pengelolaan bisnis dilakukan bersama (keahlian dan pengetahuan pemilik saling
melengkapi dalam mengelola bisnis). Bebas mengatur waktu.
•  Kemampuannya untuk tumbuh lebih besar dari perusahaan perorangan
•  Tidak ada tarif pajak khusus, diberlakukan pajak perseorangan
•  Mudah dibentuk
•  Pembagian keuntungan dapat berupa persentase kepemilikan

Kelemahan
•  Adakalanya satu pihak (Sekutu aktif) memiliki tanggung jawab tidak terbatas
•  Keberlanjutan diragukan bila salah satu pihak meninggal
•  Transfer kepemilikan dan sharing profit sulit dilakukan bila tidak ada konsensus dari kedua
belah pihak
•  Kerjasama salah satu pihak dengan pihak eksternal tidak diketahui rekanan. Kepemilikan
aset bisa seperti perusahaan perseorangan dan masing-masing pihak menanggung hutang
secara personal.
9

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Persekutuan atau Partnership

Kesepakatan kerjasama yang perlu
dibuat
Kesepakatan mengenai persentase
kepemilikan setiap pihak
Pembagian keuntungan dan kerugian
Pengakhiran persekutuan
10

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Korporasi

Korporasi
•  Merupakan pemisahan entitas bisnis yang dimiliki oleh
para pemegang saham
•  Entitas legal berizin negara dengan otoritas untuk
bertindak dan mempunyai kewajiban terpisah dari para
pemiliknya
•  Menunjukkan berbagai karakteristik seperti status hukum
sebagai satu entitas, hak dan kewajiban serta jangkuan
•  Tanggung jawab yang dimiliki sebesar modal yang
diinvestasikan
•  Pengelolaan korporasi oleh dewan direktur (board of
directors)
11

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Korporasi
Keunggulan Korporasi
•  Adanya keterbatasan tanggung jawab yaitu sebesar modal ditanamkan. Aset personal pelaku
bisnis terpisah dari aset korporasi
•  Mudah mendapatkan modal atau dana (korporasi dapat dijual dan lebih dipercaya bank)
•  Mempunyai kesempatan meningkatan jumlah dana untuk pengembangan peralatan dan fasilitas
serta mendatangkan ahli
•  Keberlanjutan terjamin walaupun pemilik meninggal, dan korporasi dengan menjual sahamnya
korporasi dapat menyediakan dana.
•  Perubahan kepemilikan dengan cara menjual saham
•  Pemisahan pemilik dan pengelola

Kelemahan
•  Proses legal dan syarat lain yang kompleks, peraturan sangat ketat.
•  Penghitungan pajak ganda (pajak keuntungan perusahaan/pajak korporasi dan pajak keuntungan
pemegang saham/deviden/pajak kepemilikan)
•  Ukuran korporasi yang besar sehingga tidak fleksibel menanggapi perubahan pasar
•  Kemungkinan konflik antara pemegang saham dan dewan direktur
•  Biaya awal yang besar
12

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Tipe Korporasi

Private Corporation

Public Coproration

S Corporation

•  Yaitu bentuk korporasi dengan saham
hanya dimiliki beberapa orang dan
tidak dijual secara umum.
•  P e n g e n d a l i a n o l e h k e l u a r g a ,
pengelola kelompok, atau karyawan
perusahaan

•  Korporasi dengan saham yang dapat
dimiliki oleh masyarakat secara
umum

•  Korporasi yang diorganisasi dan
beroperasi seperti korporasi tetapi
diperlakukan seperti partnership atau
rekanan untuk tujuan pembayaran
pajak

Limitied liability corporation

Professional corporation

•  Korporasi dengan pemilik yang
dikenai pajak seperti partner tapi juga
menikmati keuntungan dari tanggung
jawab terbatas

•  Korporasi yang terdiri dari para
profesional seperti dokter, ahli
hukum, akuntan dsb. Terdapat
pembatasasn tanggung jawab
personal tetapi tidak membatasi
tanggung jawab keuangan

Multinational or transnational
corporation
•  Korporasi dimana sahamnua dijual ke
berbagai negara dan manajer atau
pengelola korporasi berasal dari
berbagai negara

13

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Korporasi
Prinsip Good Governance
•  Peran para pemegang saham, direktur atau pimpinan perusahaan dan
manajer dalam pembuatan keputusan dan akuntabilitas korporasi

Kepemilikan korporasi
•  Usaha Bisnis bersama (joint ventures)
•  Aliansi strategis (strategic alliance)
•  Merjer (Mergers) àdua perusahaan bersama menciptakan perusahaan
baru
•  Akuisisi (Acquisitions) àperusahaan lebih kecil dikuasai oleh
perusahaan yang lebih besar
•  Divestitures à korporasi menjual bisnis yang tidak berhubungan dengan
bisnis utamanya
•  Spin off à korporasi menjual sebagian bisnis utamanya
14

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Tipe Korporasi
Perbandingan Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis
Perusahaan
Perseorangan

Persekutuan

Korporasi

Persekutuan
Umum

Persekutuan
Terbatas

Korporasi
Konvensional

Korporasi S

Perusahaan
dengan tanggung
jawab terbatas

Dokumen yang di
butuhkan dalam
memulai bisnis

Tidak membutuh
kan izin

Kesepakatan per
sekutuan (tertulis
atau lisan)

Kesepakatan tert
ulis ada sertifikat
persekutuan ters
ebut

Inkorporasi berda
sarkan hukum

Inkorporasi berda
sarkan hukum, h
arus memenuhi k
riteria

Ada kesepakatan
organisasi dan o
perasi, tidak ada
persyaratan yang
harus dipenuhi

Mudah
mengakhiri

Mudah mengakhi
ri, hanya memba
yar hutang

Tergantung kese
pakatan persekut
uan

Tergantung kese
pakatan persekut
uan

Sulit dan mahal u
ntuk mengakhiri

Sulit dan mahal u
ntuk mengakhiri

Tergantung kese
pakatan operasio
nal

Lama hidup

Berakhir karena
pemilik meningga
l

Berkakhir karena
sekutu menarik di
ri

Berkakhir karena
sekutu menarik di
ri

Hidup lama

Hidup lama

Tergantung keten
tuan dalam organ
isasi

Perpindahan
kepemilikan

Bisnis dapat dijua
l kepada pembeli
yang lebih baik

Harus ada kesep
akatan dengan s
ekutu lain

Harus ada kesep
akatan dengan s
ekutu lain

Mudah berganti p
emilik

Dapat menjual sa
ham untuk meng
ubah kepemilikan

Dapat menjual sa
ham

Sumber daya
keuangan

Terbatas pada m
odal atau dana p
emilik

Terbatas pada m
odal sekutu

Terbatas pada m
odal sekutu

Banyak memerlu
kan dana untuk
memulai, dapat
menjual saham d
an obligasi

Banyak memerlu
kan dana untuk
memulai, dapat
menjual saham d
an obligasi

Terbatas pada m
odal sekutu

15

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Tipe Korporasi
Perbandingan Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis

Perusahaan
Perseorangan

Persekutuan

Korporasi

Persekutuan
Umum

Persekutuan
Terbatas

Korporasi
Konvensional

Korporasi S

Perusahaan
dengan tanggu
ng jawab terbat
as

Risiko
kehilangan

Tanggung jawa
b tak terbatas

Tanggung jawa
b tak terbatas
tanggu

Tanggung jawa
b terbatas

Tanggung jawa
b terbatas

Tanggung jawa
b terbatas

Tanggung jawa
b terbatas

Pajak

Pajak pendapat
an personal

Pajak pendapat
an personal

Pajak pendapat
an personal

Pajak Ganda

Pajak pendapat
an personal

Bervariasi

Tanggung
Jawab
Manajemen

Pemilik mengel
ola semua bisni
s

Sekutu berbagi
pengelolaan

Tidak dapat ber
partisipasi dala
m pengelolaan

Pemilik dan ma
najemen terpisa
h

Pemilik dan ma
najemen terpisa
h

bervariasi

Manfaat
karyawan

Biasanya ada b
eberapa , manf
aat dan upah re
ndah

Seringkali ada b
eberapa manfa
at, karyawan da
pat menjadi sek
utu

Seringkali ada b
eberapa manfa
at, karyawan da
pat menjadi sek
utu

Manfaat lebih b
aik, ada kesem
patan mendapa
tkan keunggula
n

Manfaat lebih b
aik, ada kesem
patan mendapa
tkan keunggula
n

bervariasi

16

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Persekutuan atau Partnership
Cara menjadi pemilik bisnis
•  Menjalankan bisnis keluarga
•  Membeli bisnis yang ada
•  Waralaba
•  Keunggulan bisnis waralaba:
•  Gaya manajemen ditentukan pemilik waralaba yang dapat mengarahkan kegiatan produksi atau
operasional dan pengelolaan secara umum. Prosedur dan standar yang sama dari pemilik
waralaba.
•  Nama telah dikenal masyarakat, periklanan dilakukan pemilik waralaba
•  Adanya dukungan keuangan dari pemilik waralaba
•  Kepemilikan perusahaan waralaba merupakan kepemilikan pribadi, tidak masalah dimiliki lebih dari
1 orang karena terdapat bimbingan para pemilik waralaba
•  Kelemahan bisnis waralaba:
•  Pembagian keuntungan kepada pemilik waralaba dari pembeli waralaba
•  Pemilik waralaba harus melakukan pengendalian terhadap pembeli waralaba, karena kinerja
pembeli waralaba tergantung bimbingan pemilik waralaba
•  Pembeli waralaba tidak dapt menjual kepada pihak lain sekalipun mereka mengalami kerugian

17

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Persekutuan atau Partnership

Penilaian
kinerja bisnis
Pengembalian
investasi
(Return on
Investment)

Net Profit (laba
perusahaan
setelah dikurangi
Pajak)

Risiko

Pemegang saham
Privately held
corporation

Publicly held corporation

Pemegang saham
tidak bermaksud
m e n j u a l
perusahaan
kepada pihak lain

Pemegang saham
menjual saham
kepada public

Employee Stock
Ownership Plan
(ESOP) saham
dapat dimiliki
karyawan
18

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Koperasi
Koperasi
•  Adalah organisasi yang dimiliki dan dikendalikan oleh orang-orang yang menggunakannya produsen,
konsumen atau pekerja dengan kebutuhan yang sama yang menggabungkann sumberdaya mereka untuk
keuntungan bersama
•  Perkumpulan orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama
•  Menggabungkan diri secara sukarela menjadi anggota dan memiliki hak dan kewajiban yang sama
sebagai pencerminan demokrasi ekonomi
•  Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil
•  Pengawasan dilakukan oleh anggota
•  Mempunyai sifat saling tolong menolong
•  Membayar sejumlah uang sebagai simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai syarat menjadi anggota

UU no 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian
•  Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
•  Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
•  Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
•  Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
•  Kemandirian
•  Pendidikan perkoperasian
•  Kerjasama antarkoperasi
19

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Koperasi
Koperasi berdasarkan fungsi
•  Koperasi konsumsi àmemenuhi kebutuhan konusmen akhir
•  Koperasi pemasaran àdistribusi barang dan jasa anggota
•  Koperasi produksi àmenghasilkan barang dan jasa
•  Koperasi jasa àmenyelenggarakan pelayanan jasa seperti: simpan-pinjam,
asuransi, angkutan dsb.

Koperasi berdasar luas daerah
•  Koperasi primer
•  Minimal 20 orang
•  Koperasi sekunder
•  Gabungan badan-badan koperasi, cangkupan daerah yang luas
•  Dapat dibagi menjadi:
•  1. Koperasi Pusat à minimal 5 koperasi primer
•  2. Gabungan koperasi à minimal 3 koperasi pusat
•  3. Induk koperasi à minimal 3 gabungan koperasi

20

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis –
Koperasi
Koperasi berdasarkan status keanggotaan
•  Koperasi produsen
•  Koperasi konsumen

Kewajiban Anggota Koperasi
•  Mematuhi AD dan ART serta keputusan dalam Rapat Anggota
•  Menandatangani perjanjian kontrak kebutuhan
•  Menjadi pelanggan tetap
•  Memberi modal
•  Mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas dasar kekeluargaan
•  Menjaga rahasia perusahaan dan organisasi koperasi dari pihak luar
•  Menaggung kerugian yang diderita koperasi, proporsional dengan modal disetor

Hak Anggota Koperasi
•  Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam rapat anggota
•  Memiliki pengurus dan pengawas
•  Dipilih sebagai pengurus atau pengawas
•  Meminta diadakan rapat anggota
•  Mengemukakan pendapat kepada pengurus di luar rapat anggota baik diminta atau tidak
•  Memanfaatkan pelayanan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama dengan anggota lain
•  Mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi
•  Menyetujui atau mengubah AD/ART serta serta ketetapan lainnya

21

Kewirausahaan dan Bisnis Kecil –
Kewirausahaan
Kewirausahaan
•  Penerimaan terhadap risiko dalam memulai dan menjalankan bisnis

Wirausaha
•  Adalah orang ang memiliki bakat atau kemampuan memfokuskan pada kesempatan,
baik dalam usaha yang baru maupun usaha yang telah ada untuk mencipkan nilai dan
mengasumsikan risiko dan penghargaan merupakan hasil usahanya sendiri

Alasan berani memulai bisnis
• 
• 
• 
• 
• 
• 

Adanya kesempatan
Keuntungan yang akan diperoleh
Kemandirian atau interdependensi
Tantangan
Kepuasan pribadi
Personal achievement (pencapaian individu karena berhasil melaksanakan bisnis
sendiri)
22

Kewirausahaan dan Bisnis Kecil –
Kewirausahaan
Kemampuan diri sebagai wirausaha (Nickels, 2005)
•  Pengawahan diri (self-directed)
•  Pengembangan diri (self-nurturing)
•  Berorientasi pada tindakan (action-oriented)
•  Bersemangat tinggi (highly energetic)
•  Memaklumi adanya ketidakpastian

Karakteristik wirausaha yang berhasil(Zimmerer dan Scarborough, 2002)
•  Mempunyai keinginan bertanggung jawab
•  Memilih risiko yang sedang
•  Memiliki keyakinan terhadap kemampuannya untuk berhasil
•  Mempunyai keininan untuk memberikan dan mendapatkan tanggapan atau umpan balik segera
•  Bersemangat tinggi
•  Orientasi ke depan
•  Keahlian organisasi
•  Menganut nilai pencapai melalui uang yang diperoleh
•  Mempunyai komitmen tinggi
•  Toleranssi terhadap ambiguitas
•  Mempunyai fleksibilitas
23

Kewirausahaan dan Bisnis Kecil –
Kewirausahaan
Contoh Analisa Strategi Perusahaan
Faktor Positif

Faktor Negatif

Di Dalam Perusahaan

Kekuatan:
Kompetensi inti
Kekuatan keuangan
Kemampuan inovatif
Keahlian dan pengalaman manajemen
Strategi terencana
Kemudahan memasuki pasar yang ada
Jaringan kerja hubungan personal yang k
uat
Reputasi yang baik di pasar
Teknologi yang dimiliki

Kelemahan:
Sumber dana keuangan yang tidak tercu
kupi
Strategi yang terencana secara buruk
Kurangnya keahlian atau pengalaman m
anajemen
Kurangnya kemampuan berinovasi
Fasilitas yang tidak memenuhi
Ada permasalah distribusi
Keahlihan pemasaran yang terbatas
Produksi yang tidak efisien

Di Luar Perusahaan

Kesempatan:
Ada pasar potensial yang adapat dimasu
ki
Ada pasar geografis dan produk baru
Ada teknologi baru
Ada perubahan atau ekspansi
Penyederhanaan atau menghilangkan at
uran pemerintah
Peningkatan fragmentasi pasar

Ancaman:
Adanya pesaing baru
Peningkatan permintaan dari pembeli ata
u penjual
Pergeseran penjualan ke barang substitu
si
Tambahan peraturan pemerintah
Pergeseran siklus bisnis
Pertumbuhan pasar yang melemah
Perubahan preferensi pelangga

24

Kewirausahaan dan Bisnis Kecil –
Bisnis dan Pemangku Kepentingan

Pemangku Kepentingan
•  Individu atau sekelompok orang yang memiliki harapan terhadap keberlangsungan bisnis atau cara bisnis
beroperasi
•  Primary stakeholders à pemilik, pelanggan, dan karyawan beserta serikat pekerja yang ada
•  Secondary stakeholders à pemasok, pemerintah, bisnis lain, media, berbagai organisasi lain, industri, lingkungan,
masyarakat

Pemilik dan Investor dalam Bisnis
•  Bertanggungjawab kepada pemangku kepentingan lain yang lebih besar

Pelanggan
•  Merupakan pemangku kepentingan utama dalam bisnis, karena tanpa pelanggan kegiatan bisnis tidak akan
berlangsung
•  Bisnis perlu menyediakan produk yang diinginkan pelanggan sesuai harapan (harga, kualitas produk dan layanan,
pilihan produk)

Karyawan
•  Tanggung jawab perusahaan bisnis terhadap karyawan:
•  1. Beroperasi sesuai dengan bakat para karyawannya
•  2. Bisnis harus menjamin bahwa karyawan dapat bekerja di lingkungan kerja yang aman
•  3. Bisnis harus membuat lingkungan kerja bermanfaat dan mendatangkan hasil optimal
•  4. Perusahaan bisnis harus melakukan pelatihan dan pengembangan bagi karyawannya
25

Kewirausahaan dan Bisnis Kecil –
Bisnis dan Pemangku Kepentingan

Pengembangan Bisnis: Merjer dan Akuisisi
Merger Vs Konsolidasi
•  Merger à penggabungan dua perusahaan menjadi satu
•  Konsolidasi à penggabungan menjadi satu bentuk namun masing-masing memciptakan bisnis yang diminati

Bentuk Merjer (Merger)
•  Merjer Vertikal à penggabungan dua perusahaan yang terlibat dalam tahap yang berbeda dalam bisnis
(perusahaan sepeda dan perusahaan roda sepeda), untuk menjaga konsistensi pasokan dan kualitas.
•  Merjer horizontal à kombinasi perusahaan yang mempunyai fungsi yang sama. Tujuan untuk mencapai skala
ekonomi dan memenangkan persaingan
•  Merjer konglomerat à penggabungan perusahaan yang berada dalam bisnis yang berbeda untuk pertumbuhan
dan diversifikasi risiko.

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 Tahun 1995
•  Memiliki kekayaan bersih max 200 jt tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
•  Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak 1 Milyar
•  Milik Warga Negara Indonesia
•  Berdiri sendiri bukan merupakan anak perusahaan atau cabang
•  Berbentuk usaha perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum atau badan usaha hukum termasuk
koperasi
26

Kewirausahaan dan Bisnis Kecil –
Penggunaan Teknologi dan Sistem Informasi dalam Bisnis
E-commerce
•  Penggunaan internet dan alat-alat elektronik lainnya untuk transaksi baik eceran maupun bisnis ke
bisnis yang mampu menciptakan pasar baru di dunia
•  Keunggulan:
•  Menghenat waktu
•  Dapat berhubungan dengan pelanggan maupun pemasok dimanapun mereka berada.
Meningkatkan kemampuan melayani pelanggan dengan berkoordinasi dengan pihal di luar
maupun di dalam perusahaan.
•  Menciptakan efisiensi organisasi
•  Meningkatkan kolaborasi di antara unit internal dan pihak eksternal perusahaan
•  Meningkatkan pertukaran global
•  Memperbaiki pengelolaan proses produksi. Enterprise Resouce Planning (ERP) sistem informasi
untuk mengorganisasi dan mengelola kegiatan perusahaan antar produk, antar departmen, antar
lokasi geografis.
•  Memberikan fleksibiitas yang sesuai dengan keinginan pelanggan

Intranets Vs Extranets
•  Teknologi informasi yang merupakan internal website yang menghubungkan seluruh perusahaan
•  Merupakan sistem yang mengizinkan pihak luar secara terbatas dapat mengakses jaringan kerja
informasi internal perusahaan
27

Kewirausahaan dan Bisnis Kecil –
Penggunaan Teknologi dan Sistem Informasi dalam Bisnis
Electronic conferencing
•  teknologi informasi yang memungkinkan sekelompok orang dapat berkomunikasi secara simultan
dari berbagai lokasi melalui email, telepon atau video sengingga menghemat waktu dan biaya

Dataconferencing
•  Teknologi informasi yang memungkinkan karyawan mengendalikan perusahaan dari tempat lain
menggunakan satu dokumen atau data

Videoconferencing
•  Teknologi informasi memungkinkan para partisipan saling bertatap muka satu sama lain dalam
suatu pertemuan pada lokasi yang berbeda pada videoscreen.

Jaringan kerja komputer
•  Client server network à klien berupa komputer yang digunakan untuk meminta informasi dari
server yang merupakan penyedia data atau sumber daya
•  Wide Area Networks (WANs) àmenghubungan komputer jarak jauh melalui saluran telepon, tandatanda gelombang mikro atau komunikasi satelite
•  Local Area Networks (LANs) àmenghubungkan area yang lebih sempit seperti dalam 1 gedung
atau kantor
•  Wireless Networks à menggunakan sinyal elektronik tnpa kabel yang menghubungkan lokasi yang
luas
28

Kewirausahaan dan Bisnis Kecil –
Penggunaan Teknologi dan Sistem Informasi dalam Bisnis

Sistem Informasi eksekutif (executive information system)
•  Sistem yang memungkinkan manajer puncak dapat mengakses data
base perusahaan

Computer Aided design (CAD)
•  Membantu dalam design produk

Computer Aided Manufacturing (CAM)
•  Membantu desain prosesn produksi di perusahaan manufaktur

Sistem pendukung keputusan (decision support systems)
•  Sistem interaktif yang menciptakan model bisnis dan mengujinya pada
data yang berbeda untuk melihat bagaimana tanggapan model tersebut
29

Terima Kasih
By Desi Kusumaningtyas

30