DYNAMIC RESPONSE OF BUILDINGS

( The Seismic Design Handbook, Farzad Naeim , p106)

MULTI DEGREE OF FREEDOM SYSTEM ( mdof )

1. Massa dan Kekakuan
Asumsi + idealisasi :
1.Massa terkumpul pada pusat massa disetiap level lantai, sehingga
menghasilkan diagonal matrik massa.
2.Diafragma lantai rigid ( kaku )
3.Girder relatif rigid pada kolom.
4.Kolom fleksibel pada arah lateral dan tetapi rigid arah vertikal.
Idealisasi diatas untuk portal bidang menghasilkan
matrik massa dan kekakuan sbb:

m1

[M ]  


m2





....

mn 

 k1
 k
[K ]   2


 k2
k  k2
 k3

 k3






kn 

2. Mode shapes ( Φ ) dan Frekuensi natural (ω).
Untuk menentukan Mode shape dan frekuensi alami dari struktur bisa
digunakan Cara langsung, Metode Rayleigh’s, Holzer, dsb )
Cara langsung didapat dengan det {[K]- ω2.[M]}=0

3. Earthquake of Motion in Normal Coordinates.
* 
*
*


M n .Yn  C n .Yn .  K n .Y  Pn (t )

dimana :
Mn* = generalized mass ={Φn}T .[M].{ Φn }
Cn* = generalized damping = 2. λn.ωn.Mn*
Kn* = generalized stifness = ωn2.Mn*
Pn*(t) = generalized loading ={Φn}T.{P(t)}
Bila disederhanakan menjadi :

Y  2. . .Y .   2 n .Y  Pn (t )
n
n
n
n
n
M n*
*

4. Earthquake Response Analysis.
Time History Analysis
Respon Spektrum Analysis.

Vektor efektif beban gempa ( perkalian matrik massa dengan
percepatan tanah ) untuk n mode adalah :

Pen* (t )   n g (t )
dimana :

 n  {n }T .[M ].{}

Sehingga persamaan gerak menjadi :

Yn  2.n .n .Yn .   2 n .Yn 
Solusi dengan integral duhamel :

Yn max 

 n .S dn
M n*

 n .g(t ).Pn* (t )
M n*

 n .Vn (t )
Yn 
M n* .n

Bila ditulis dalam vektor modal :
Modal perpindahan:

{n }max

{n } n .S dn

M n*

Gaya lateral/gempa efektif maksimum :

{qn }max 

[ M ].{n } n .S pan
M

*
n

Maksimum Base Shear :

{Qn }max 

 n2 .S pan
Mn

*

 Wen .

S pan
g

dimana :



Wen  

H


1


Wi . in 

H

 W .
i

2

2
in

i 1

Momen Guling :

M o  h  .[M ].{n }. n .S pan / M n

*

dimana <h> = vektor baris tinggi lantai dari base.

Contoh Soal Ex.3-7 dan 3-8 The Seismic Design Handbook
1. MENENTUKAN FREKUENSI ALAMI
det {[K]- ω2.[M]}=0
 k1
 k
[K ]   2


m1

[M ]  


 k2
k  k2
 k3

m2

 k3






kn 





....

mn 

0
0 
 209  209
 209 418  209

0

[K ]  
 0
 209 418  209


0
0

209
349

0
0
0 
0.252
 0

0
.
288
0
0

[M ]  
 0
0
0.288 0 


0
0
0
0
.
29

 8.438 


 25.768
Didapatkan :  N  
40.388


 50.800

 0.744


 0.244
atau TN  
0.155


 0.124

2. MENENTUKAN MODE SHAPE ( RAGAM GETAR )
{[K]- ω2.[M]}.{}=0
T1=0.744

T2=0.244 T3=0.155

T4=0.124

1
1
1 
 1
 0.91 0.20  1.07  1.78

[ ]  
0.74  0.78  0.75 1.75 


0.47  1.05 1.24  0.92

Lantai 4
Lantai 3
Lantai 2
Lantai 1

3. MENGHITUNG PERPINDAHAN MAKSIMUM

{n }max  n . n .S dn

 m .
  m .



i

n
n  *
Mn

Faktor partisipasi gempa

i

i

M n*

i

2

i

Massa generalisasi

i

Untuk mode 1, T1= 0.744
n 

0.252.(1.00)  0.288.(0.91)  0.288.(0.74)  0.290.(0.47)
 1.212
2
2
2
2
0.252.(1.00)  0.288.(0.91)  0.288.(0.74)  0.290.(0.47)

Dari diagram respon spektra hal 103
untuk T1= 0.744 --- Sd=1.190

Untuk periode T1

{n }max  n . n .S dn
Lantai 4 : {1}max  (1.0).(1.212).(1.190)  1.44

Lantai 3 : {1}max  (0.91).(1.212).(1.190)  1.31
Dst…..
Untuk semua periode :

T1=0.744

[ ]max

T2=0.244 T3=0.155

T4=0.124

1.44  0.045 0.019  0.002 Lantai 4
1.31  0.009  0.020 0.003  Lantai 3


1.07 0.035  0.014  0.003 Lantai 2


0.023
0.001  Lantai 1
0.68 0.047

n }  n .n
4. MENGHITUNG PERCEPATAN {
:
2

Untuk periode T1 atau 1 = 8.44
Lantai 4 :
Lantai 3 :

{1}  (8.44) 2 .(1.44)  102.6
{1}  (8.44) 2 .(1.31)  93.3

Dst…..
Untuk semua periode :

T1=0.744

T2=0.244 T3=0.155

T4=0.124

102.6  29.9 31.0  5.1
 93.3  6.0  32.6 7.7 

[]  
 76.2
23.2  22.8  7.7


48
.
4
31
.
2
37
.
5
2
.
6

Lantai 4
Lantai 3
Lantai 2
Lantai 1

n
5. MENGHITUNG GAYA LATERAL {
: qn }  M .
Untuk periode T1 atau 1 = 8.44
Lantai 4 :{q1}  (0.252).(102.6)  25.85

Lantai 3 : {q1}  (0.252).(93.3)  26.82
Dst…..
Untuk semua periode :

T1=0.744

T2=0.244 T3=0.155

T4=0.124

 25.91  7.54 7.83  1.30
26.82  1.72  9.38 2.23 

[q]  
 21.91 6.68  6.56  2.23


14
.
03
9
.
05
11
.
35
0
.
75

Lantai 4
Lantai 3
Lantai 2
Lantai 1

6. MENGHITUNG GAYA GESER TINGKAT :

q

Untuk periode T1 atau  = 8.44
{Qn } 

n

1

Lantai 4 : {Q1}  q4  25.91
Lantai 3 : {Q1}  q4  q3  25.91 26.82  52.73
Dst…..
Untuk semua periode :
T1=0.744

T2=0.244 T3=0.155

T4=0.124

 25.91  7.54 7.83  1.30
52.73  9.26  1.55 0.93 

[Q]  
74.64  2.58  8.11  1.30


88
.
67
6
.
47
3
.
24

0
.
55

Lantai 4
Lantai 3
Lantai 2
Lantai 1

7. MENGHITUNG MOMEN GULING M
: 0

 h .q
i

i

i

Untuk periode T1 atau 1 = 8.44
Lantai 4 : M o  q4 .(h4 )  25.91.(10.5)  272.1

Lantai 3 : M o  q4 .(h4  h3 )  q3 .(h3 )  25.91.(10.5  10.5)  26.82.(10.5)
 825.7

Dst…..
Untuk semua periode :
T1=0.744

T2=0.244 T3=0.155

T4=0.124

 272.1  79.2 82.2  13.7  Lantai 4
 825.7  176.4 65.9  3.9  Lantai 3

[M o ]  
1609.4  203.5  19.2  17.5 Lantai 2


2673
.
4

125
.
9
19
.
7

24
.
1

 Lantai 1

KOMBINASI RESPON :
3 macam pendekatan yang biasa digunakan :
1. Sum of Absolute Values ( SAV)
r

N

r

n

 r1  r2  ...  Jumlah periode

n1

2. Square Root of the Sum of the Squares ( SRSS )
r

N

rn2  r12  r22  ...Jumlah periode

n1

3. Complete Quadratic Combination ( CQC )
r

N

 r . p .r
i

i 1

8.2 .(1   ) 2 . 3 / 2
pij 
(1   2 ) 2  4.2 . .(1   ) 2

N

ij

j

j 1

j
 
i



c
 0.05
ccr

Kombinasi Respon Perpindahan
SAV :   1   2  3   4
 1.44   0.045  0.019   0.002  1.506
T1=0.744

[ ]max

T2=0.244 T3=0.155

T4=0.124

1.44  0.045 0.019  0.002 Lantai 4
1.31  0.009  0.020 0.003  Lantai 3


1.07 0.035  0.014  0.003 Lantai 2


0
.
68
0
.
047
0
.
023
0
.
001

 Lantai 1

SAV :
1.506
1.342
1.122
0.751

Kombinasi Respon Perpindahan
SRSS:   1.442  (0.045) 2  (0.019) 2  (0.002) 2
 1.441
T1=0.744

[ ]max

T2=0.244 T3=0.155

T4=0.124

1.44  0.045 0.019  0.002 Lantai 4
1.31  0.009  0.020 0.003  Lantai 3


1.07 0.035  0.014  0.003 Lantai 2


0
.
68
0
.
047
0
.
023
0
.
001

 Lantai 1

SRSS:
1.441
1.310
1.071
0.682

Perbandingan dengan SDOF

Perhitungan CQC untuk 4 lantai sangat panjang,
sehingga tidak efektif bila dilakukan secara manual.
Untuk 2 lantai dapat dilakukan sbb :

r

N

N

 r . p .r
i

i 1

ij

j

j 1

 1 11 1  1 12 2  2 21 1  2 22 2
r p  r  r p  r
 r p  r  r p  r

r

3

p

11

1   1 
2
8    1 
  
1   1 

2

2

2

2




 1 
  1 
2  1 
1

4




1

 
    


  1 
 1    1 

TUGAS : Dikumpul paling lambat 15/09/2014 jam 10.00
Data dimensi bebas, beban SDL = 125 kg/m2 ; LL=250 kg/m2

1.

Tentukan periode dan mode shape struktur diatas dengan
a. Rayleigh (SDOF)

b. Manual (MDOF)

2.

Tentukan perpindahan maksimum tiap lantai, percepatan, gaya lateral
tiap lantai dan gaya geser tiap lantai

3.

Buat model ETABS sesuai dengan soal diatas , bandingkan hasilnya.

Prosedur analisis Ragam Respon Spektra berdasarkan SNI :
Gunakan kurva respon spectra gempa rencana berdasarkan SNI ( Gambar 2),
Tentukan Faktor keutamaan struktur  kategori gedung ( Tabel 1 SNI ),
Tentukan nilai R berdasarkan daktilitas rencana  ( Tabel 2 dan Tabel 3 SNI )

Perhitungan respon yang terjadi menggunakan SRSS apabila periode
getar memiliki selisih lebih besar dari 15%
Menghitung factor skala f, faktor skala dihitung bila gaya geser dasar dari
respon dinamik (Qd) < 0.8 Qs (gaya geser dasar statik ekivalen)
f= 0.8 Vs/ Vd > 1.0 ( jika < 1 maka digunakan 1 )

Prosedur analisis statik ekivalen berdasarkan SNI :
Menghitung gaya geser dasar V

Menghitung besarnya gaya statik ekivalen pada setiap level lantai
dengan persamaan sbb

dimana untuk H/B ≥ 3 maka nilai 0,1 .V harus dianggap sebagai
beban terpusat pada level puncak dan 0,9 V sisanya harus dibagikan
menurut rumus diatas