You are on page 1of 2

Kelompok

:
Anggota : Ricky Hamdani Siregar
Silvia Rohana

DIAGNOSIS ASIDOSIS METABOLIK

 Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik untuk asidosis metabolic sering dijumpai ;
-

Sakit kepala
Letargi
Kebingungan
Kemerahan pada kulit
Takikardi
Takipnea disertai kedalam pernafasan
Kram abdomen

 Pemeriksaan Penunjang
Analisis Gas darah arteri untuk pengukuran pH dan juga keseimbangan asam basa, kelebihan
atau kekurangan basa.
Pada dasarnya pH atau derajat keasaman darah tergantung pada kosentrasi ion H ⁺ dan dapat
dipertahankan dalam batas normal melalui 3 faktor, yaitu :
1.
-

Mekanisme dapar kimia
Sistem dapar bikarbonat-asam bikarbonat
Sistem dapar fosfat
Sistem dapar protein
Sistem dapar hemoglobin

2. Mekanisme pernafasan
3. Mekanisme ginjal

-

Reabsorbsi ion HCO3
Asidifikasi dari garam dapur
Sekresi ammonia

Anion gap berguna dalam menegakkan diagnosis asidosis metebolik. Anion gap adalah
perbedaan antara kation utama (natrium) dan anion yang terukur yang utama (klorida dan
bikarbonat).
Nilai normalnya adalah 12 ± 2. Peningkatan anion gap menandakan keberadaan anion
tambahan seperti laktat ( pada asidosis laktat) atau keton ( pada ketoasidosis diabetic), sedangkan
anion gap yang normal atau menurun ( asidosis hiperkloremik) menandakan adanya kehilangan
bikarbonat atau asidosis tubulus ginjal.
Tubuh biasanya akan bereaksi terhadap asidemia melalui kompensasi pernapasan, yaitu
meningkatnya frekuensi nafas yang menyebabkan berkurangnya karbon dioksida dalam tubuh,
sehingga pH darah akan meningkat.

Davey, P: At a Glance Medicine. (editor : Amalia safitri, S.TP, M.Si). 2006. Erlangga