LAPORAN PENDAHULUAN

KEHAMILAN TRIMESTER III
1. Definisi
Trimester tiga adalah priode kehamilan tiga bulan terakhir atau sepertiga masa
kehamilan terakhir. Trimester tiga merupakan periode kehamilan dari bulan
ketujuh sampai sembilan bulan (28-40 minggu) (Farrer, 2001). Masa kehamilan
dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280
hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir
(Prawirohardjo, 2002).
Trimester tiga adalah triwulan terakhir dari masa kehamilan yakni usia 7
bulan sampai 9 bulan atau 28 minggu – 40 minggu (syaifuddin, Abdul Bari : 2008
: 89)
Trimester tiga adalah trimester trimester terakhir kehamilan, pada periode ini
pertumbuhan janin dalam rentang waktu 28-40 minggu. Janin ibu sedang berada
di dalam tahap penyempurnaan. (manuaba : 2008)
Trimester ketiga sering disebut sebagai periode penentuan. Pada periode ini
wanita menanti kehadiran bayinya sebagai bagian dari dirinya, dia menjadi tidak
sabar untuk melihat bayinya (kusmiyati yuni : 2009).
2. Perubahan Fisiologis pada Trimester III
Pada trimester ketiga terjadi beberapa perubahan pada tubuh ibu, yaitu :
a) Uterus
Pada akhir kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram (berat
uterus normal 30 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2,5 cm. Pada bulanbulan pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah alpukat agak gepeng. Pada
kehamilan 16 minggu, uterus berbentuk bulat. Selanjutnya pada akhir kehamilan
kembali seperti bentuk semula, lonjong seperti telur. Hubungan antara besarnya
uterus dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui antara lain untuk
membentuk diagnosis, apakah wanita tersebut hamil fisiologik, hamil ganda atau
menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebagainya.
Pada kehamilan 28 minggu, fundus uteri terletak kira-kira 3 jari diatas
pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke prosssus xipoideus. Pada kehamilan 32

minggu, fundus uteri terletak antara ½ jarak pusat dan prossesus xipoideus. Pada
kehamilan 36 minggu, fundus uteri terletak kira-kira 1 jari dibawah prossesus
xipoideus. Bila pertumbuhanjanin normal, maka tinggi fundus uteri pada
kehamilan 28 minggu adalah 25 cm, pada 32 minggu adalah 27 cm dan pada 36
minggu adalah 30 cm. Pada kehamilan 40 minggu, fundus uteri turun kembali
dan terletak kira-kira 3 jari dibawah prossesus xipoideus. Hal ini disebabkan oleh
kepala janin yang pada primigravida turun dan masuk kedalam rongga panggul.
b) Serviks Uteri
Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon
estrogen. Akibat kadar estrogen yang meningkat dan dengan adanya
hipervaskularisasi, maka konsistensi serviks menjadi lunak. Serviks uteri lebih
banyak mengandung jaringan ikat yang terdiri atas kolagen. Karena servik terdiri
atas jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot, maka serviks
tidak mempunyai fungsi sebagai spinkter, sehingga pada saat partus serviks akan
membuka saja mengikuti tarikan-tarikan corpus uteri keatas dan tekanan bagian
bawah janin kebawah.
Sesudah partus, serviks akan tampak berlipat-lipat dan tidak menutup
seperti spinkter. Perubahan-perubahan pada serviks perlu diketahui sedini
mungkin pada kehamilan, akan tetapi yang memeriksa hendaknya berhati-hati
dan tidak dibenarkan melakukannya dengan kasar, sehingga dapat mengganggu
kehamilan. Kelenjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan
mengeluarkan sekresi lebih banyak. Kadang-kadang wanita yang sedang hamil
mengeluh mengeluarkan cairan pervaginam lebih banyak. Pada keadaan ini
sampai batas tertentu masih merupakan keadaan fisiologik, karena peningakatan
hormon progesteron. Selain itu prostaglandin bekerja pada serabut kolagen,
terutama pada minggu-minggu akhir kehamilan. Serviks menjadi lunak dan lebih
mudah berdilatasi pada waktu persalinan.
c) Vagina dan Vulva
Vagina dan vulva akibat hormon estrogen juga mengalami perubahan.
Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vula tampak lebih merah

Warna porsio tampak livide. vena tungkai juga mengalami distensi. d) Mammae Pada kehamilan 12 minggu keatas. Keadaan ini menyebabkan varises pada vena tungkai (dan kadang-kadang pada vena vulva) pada wanita yang rentan. Sama halnya dengan pembuluh darah yang lain. Hal ini dapat dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genetalia tersebut meningkat. Pembuluhpembuluh darah alat genetalia interna akan membesar.500/ml). . Untuk mengatasi pertambahan volume darah. dari puting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih disebut kolostrum. Kebanyakan peningkatan curah jantung tersebut disebabkan oleh meningkatnya isi sekuncup. Bersamaan itu. sampai dapat mengakibatkan kematian. Pada minggu ke-32. Pada bulan terakhir kehamilan. akan tetapi frekuensi denyut jantung meningkat ± 15%. terdapat kecenderungan peningkatan tekanan darah. Vena tungkai terutama terpengaruhi pada kehamilan lanjut karena terjadi obstruksi aliran balik vena (venous return) akibat tingginya tekanan darah vena yang kembali dari utrerus dan akibat tekanan mekanik dari uterus pada vena kava. Kolostrum ini berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Setelah kehamilan lebih dari 30 minggu. jumlah sel darah putih meningkat (± 10. curah jantung akan meningkat ± 30% pada minggu ke-30. Apabila terjadi kecelakaan pada kehamilan atau persalinan maka perdarahan akan banyak sekali. wanita hamil mempunyai hemoglobin total lebih besar daripada wanita yang tidak hamil. tetapi penambahan volume plasma jauh lebih besar sehingga konsentrasi hemoglobin dalam darah menjadi lebih rendah. cairan vagina mulai meningkat dan lebih kental. demikian juga hitung trombositnya.dan agak kebiru-biruan (livide). Walaupun kadar hemoglobin ini menurun menjadi ± 120 g/L. e) Sirkulasi Darah Volume darah akan bertambah banyak ± 25% pada puncak usia kehamilan 32 minggu. Meskipun ada peningkatan dalam volume eritrosit secara keseluruhan.

Sekresi isi lambung berkurang dan makanan lebih lama berada di lambung. Spinkter esopagus bawah relaksasi. tetapi dapat menyebabkan konstipasi. Hal ini menerangkan mengapa wanita “merasa panas” mudah berkeringat. Hal ini memungkinkan absorbsi zat nutrisi lebih banyak. mungkin terjadi karena retensi cairan intraseluler yang disebabkan oleh progesteron. g) Traktus Digestifus Di mulut. sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi wanita yang memperhatikan penampilan badannya. sehingga memungkinkan pencampuran gas meningkat dan konsumsi oksigen meningkat 20%. Poliuri disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan sehingga laju filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69%. Diperkirakan efek ini disebabkan oleh meningkatnya sekresi progesteron. yang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. kerangka iga bawah melebar keluar sedikit dan mungkin tidak kembali pada keadaan sebelum hamil. dengan meningkatkan volume tidal dan kecepatan ventilasi. sehingga dapat terjadi reguritasi isi lambung yang menyebabkan rasa terbakar di dada (heathburn). kepala janin mulai turun ke PAP.Aliran darah melalui kapiler kulit dan membran mukosa meningkat hingga mencapai maksimum 500 ml/menit pada minggu ke-36. Disamping itu. tetapi karena pergerakan diafragma terbatas setelah minggu ke-30. Otot-otot usus relaks dengan disertai penurunan motilitas. Keadaan tersebut dapat menyebabkan pernafasan berlebih dan PO2 arteri lebih rendah. keluhan sering berkemih timbul karena kandung kemih mulai tertekan. gusi menjadi lunak. terdapat pula poliuri. wanita hamil bernafas lebih dalam. h) Traktus Urinarius Pada akhir kehamilan. f) Sistem Respirasi Pernafasan masih diafragmatik selama kehamilan. . Pada kehamilan lanjut. sering berkeringat banyak dan mengeluh kongesti hidung. Peningkatan aliran darah pada kulit disebabkanoleh vasodilatasi ferifer.

asam folik lebih banyak yang dikeluarkan. i) Sistem Imun HCG dapat menurunkan respon imun wanita hamil. 2001). MSH ini merupakan salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. asam amino. misalnya Apakah ia bisa melahirkan normal ? Bagaimanan cara mengejan ? Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan dirinya pada saat melahirkan ? Apakah . Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh melanophone stimulating hormone (MSH) yang meningkat. pipi. Sekitar bulan ke-8 mungkin terdapat periode tidak semangat dan depresi. sehingga produk-produk eksresi seperti urea. dan hidung. perasaan ibu sudah tidak sabar ingin melihat dan menyentuh bayinya (Hulliana. glukosa. j) Kulit Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. yang dikenal sebagai kloasma gravidarum. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen dahi. Menjelang dua minggu kelahiran banyinya. Pada masa ini ibu akan disibukan oleh persiapan-persiapan kebutuhan bayi. Bayangan-bayangan negatif mulai menghantui. Pada periode ini. kecemasan-kecemasan menghadapi persalinan akan muncul dan mulai dirasakan. IgA dan Ig M serum menurun mulai dari minggu ke-10 kehamilan hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke-30 dan tetap berada pada kadar ini. ketika bayi membesaar dan ketidaknyamanan bertambah. Calon ibu menjadi lelah dan menunggu terlalu lama. Selain itu akan disibukan pula oleh pengontrolan kehamilan yang lebih ketat. Reaksi calon ibu terhadap persalinan secara umum tergantung pada persiapan dan persepsi ibu terhadap kehamilan ini (Hamilton. hingga aterm. uric acid. Perubahan Psikologis Ibu pada Kehamilan Trimester III Bertambahnya usia kehamilan akan menyebabkan perasaan yang tidak nyaman dan ingin segera melahirkan. Trimester ketiga ditandai dengan klimaks kegembiraan emosi karena kelahiran bayi. Selain itu kadar IgG. 3.Reabsorbsi tubulus tidak berubah. 2005).

ibu tidak akan merasa khawatir dan memikirkan kondisi putra-putrinya setelah melahirkan. Perasaan buaian tentang masa depan yang ambivalen. a b c d e Fundus ada di bawah diafragma sampai kepala janin masuk kedalam . Dengan cara ini akan muncul rasa percaya diri ibu sehingga memiliki mental yang kuat untuk menghadapi persalinan. misalnya dengan latihan senam bersama-sama. Haemoroid (wasir). Kontraksi braxton-hick. a. mild hiatus hernia dan muntahan asam perut ke dalam esophagus. Mimpi buruk. Lightening atau tanda dini dimulainya persalinan. Vena varikosa (varicose veins). 4. Penurunan keinginan seksual karena ketidaknyamanan fisik. berilah rasa aman pada ibu dan dukunglah ibu untuk melakukan berbagai kegiatan. perubahan gaya berjalan. Edema kaki. Heartburn (pirosis. 2001). Untuk mengatasi perubahan psikologis pada periode ini. menemani saat kontrol kehamilan. Ketidaksabaran untuk mengakhiri kehamilan. Konstipasi. Selain dari suami dukungan dari keluarga juga sangat berarti (Hulliana. Ansietas tentang masa b c depan. Sementara itu sang suami hendaknya memberikan dukungan yang lebih kepada istrinya. Tanda Subjektif dan Objektif Kehamilan Trimester III Usia kehamilan 29-33 minggu a b c d 34-38 minggu a b c Sebelum kelahiran Tanda subjektif Fatigue (perasaan lemah a untuk bekerja hingga perasaan letih yang berat sesudah melakukan kerja fisik dan mental). nyeri dada).bayinya akan lahir normal?. Dengan demikian. Fundus terletak diantara umbilikus dan xipoid Sakit punggung. dan membantu ibu dalam memenuhi segala kebutuhannya. Tanda objektif Rasa panas dalam perut disebabkan tekanan uterus. Jika kehamilan ini bukan yang yang pertama kali sang suami dapat melakukan pendekatan terhadap kakak-kakak “si bayi” agar tidak tergantung kepada ibu sepenuhnya.

200 mL /. ratarata.” Tingkat napas rata-rata nafas adalah 12 napas per menit. a b c d respiratory distress syndroma (rsd) dapat terjadi. Kuku jari tumbuh. orang akan bernapas dalam 252 liter udara. Pertumbuhan dan Perkembangan Janin pada Trimester III Pertumbuhan dan perkembangan janin pada trimester ke III yaitu: Usia kehamilan Minggu 28 – 31 Minggu 32 – 36 Minggu 37 – 40 a b Perkembangan janin Lemak sub kutan disimpan. Berat janin menetap. 5. Testis turun ke arah scrotum. rongga panggul. Lemak sub kutan tetap dibentuk dan disekeliling janin b menjadi menggumpal. Jika janin lahir saat ini dengan paru-paru imatur. Bila ibu hamil mempunyai berat badan kelebihan.menit. dewasa sehat bernafas sekitar 500 mL udara per napas.Ini disebut volume tidal normal. 6. Kalikan dengan 60 untuk mendapatkan 252.000 mL / jam. setiap jam. Kuku jari tangan dan kaki terbentuk sempurna dan c d melampaui ujung jari tangan dan kaki. Sedangkan kebutuhan oksigen ibu hamil meningkat 20-25%. istirahat yang sehat rata-rata 53 liter oksigen per jam. Lanugo menghilang tetapi masih ada bekasnya di kepala.b. Jadi. Perubahan Kebutuhan pada Ibu Hamil Trimester III a) Oksigen Seorang dewasa. Sakit perut bagian bawah. yang disebut “ruang mati. kemudian perut kelihatan maju ke depan. Artinya. jumlah udara yang terhirup adalah 12 x (500 ml -150 ml) = 4. yaitu terdiri dari 150 mL udara ini akan pergi ke daerah yang tidak berfungsi paru-paru. b)Nutrisi bagi Ibu Hamil Trimester 3 Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu. Tengkorak berkembang sempurna dan lebih besar dari bagian tubuh. maka makanan pokok dan tepung-tepungan . Janin mempunyai kemampuan yang cukup baik jika lahir a dalam minggu-minggu ini.

susu.dikurangi. Vitamin ini dibutuhan untuk menjalankan lebih dari 100 reaksi kimia di dalam tubuh yang melibatkan enzim. lemak dan pembentukan sel darah merah. kacangkacangan. Semakin berkembang otak jianin. Pertambahan kalori ini diperlukan terutama pada 20 minggu terakhir. tambahan kalori yang diperlukan setiap hari adalah sekitar 285-300 kkal. Bila . karbohidrat. gula. kentang. juga berperan dalam pembentukan neurotransmitter (senyawa kimia penghantar pesan antar sel saraf). Berikut ini sederet zat gizi yang sebaiknya lebih diperhatikan pada kehamilan trimester ke III ini. Anda harus menggenjot konsumsi makanan dari sumber karbohidrat dan lemak. Makanan hewani adalah sumber yang kaya akan vitamin ini. biji-bijian dan susu. Tambahan kalori diperlukan untuk pertumbuhan jaringan janin dan plasenta dan menambah volume darah serta cairan amnion (ketuban). Bila terjadi keracunan kehamilan/uedem (bengkakbengkak pada kaki) maka janganlah menambah garam dapur dalam masakan sehari-hari.5 kg. Karbohidrat bisa diperoleh melalui serelia (padi-padian) dan produk olahannya. telur. kalori juga berguna sebagai cadangan ibu untuk keperluan melahirkan dan menyusui. semakin meningkat pula kemampuan untuk mengantarkan pesan. Kebutuhan kalori selama kehamilan adalah sekitar 70. dengan pertambahan berat badan sekitar 12. Untuk itu. Angka kecukupan vitamin B6 bagi ibu hamil adalah sekitar 2. Selain itu. alpukat dan minyak nabati. daging berlemak. Agar kebutuhan kalori terpenuhi. 3) Yodium. Sementara untuk lemak. Anda bisa mengonsumsi mentega.000 -80. dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar untuk menghindari sembelit.2 miligram sehari. 2) Vitamin B6 (Piridoksin). tentu tanpa mengabaikan zat gizi lainnya: 1) Kalori.000 kilo kalori (kkal). Selain membantu metabolisma asam amino. Yodium dibutuhkan sebagai pembentuk senyawa tiroksin yang berperan mengontrol setiap metabolisma sel baru yang terbentuk.

Kebutuhan ibu hamil di trimester III ini bukan hanya dari makanan tapi juga dari cairan. Selain air putih. serta mempertahankan volume darah yang meningkat selama masa kehamilan. mengatur suhu tubuh. Ketiga vitamin B ini bisa Anda konsumsi dari keju. Riboflavin (B2) dan Niasin (B3). agar bobot tubuh tidak naik berlebihan. cermati asupa yodium ke dalam tubuh saat hamil. akibatnya proses perekembagan janin. Deretan vitamin ini akan membantu enzim untuk mengatur metabolisma sistem pernafasan dan enerji. hati dan telur. 5) Air. meliputi : . 4) Tiamin (vitamin B1). Sebaliknya. buang air besar akan lancar sehingga terhindar dari sembelit serta risiko terkena infeksi saluran kemih. Anamnesa dapat dilakukan pada pertama kali klien datang (secara lengkap) dan anamnesa selanjutnya/ulang untuk hal yang diperlukan saja setelah melakukan review data yang lalu. Riboflavin sekitar 1. Janin akan tumbuh kerdil. susu. Jika cukup mengonsumsi cairan. bisa pula dibantu dengan jus buah.2 miligram perhari dan Niasin 11 miligram perhari. Karenanya.kekurangan senyawa ini. termasuk otaknya terhambat dan terganggu. Angka yang ideal untuk konsumsi yodium adalah 175 mikrogram perhari. kurangi minuman bergula seperti sirop dan softdrink 7. Sebaiknya minum 8 gelas air putih sehari. Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi Tiamin sekitar 1. sel-sel baru akan tumbuh secara berlebihan sehingga janin tumbuh melampaui ukuran normal. kacang-kacangan. makanan berkuah dan buah-buahan. Ari sangat penting untuk pertubuhan sel-sel baru. Asuhan Keperawatan 1) Pengkajian : a) Data Subjektif Data ini bisa didapat dengan cara anamnesa yaitu tanya jawab antara klien dengan petugas kesehatan (auto anamnesa) maupun antara petugas kesehatan dengan orang lain yang mengetahui keadaan/kondisi klien (alo anamnesa). Hal – hal yang perlu dikaji dalam dat subjektif. jika tiroksin berlebih. melarutkan danmengatur proses metabolisma zat-zat gizi. Tapi jangan lupa.2 miligram per hari.

. Dengan diketahuinya alamat tersebut.Penanggung jawab Untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab terhadap klien. Selain itu juga untuk mengetahui apakah pekerjaan yang dilakukan klien dapat mengganggu kehamilan atau tidak.Alamat Ditanyakan untuk maksud mempermudah hubungan bila diperlukan bila keadaan mendesak.1.Suku atau bangsa Berpengaruh pada adat istiadat atau kebiasaan sehari – hari. bidan dapat mengetahui tempat tinggal pasien/klien dan lingkunganya. Biodata . .Pekerjaan Dimaksudkan untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi klien yang tentunya berpengaruh dengan kemampuan klien dalam pemenuhan kebutuhan nutrisinya. sehingga bidan lebih mudah dalam memberikan asuhannya karena klien lebih kooperatif. sehingga bisa menyesuaikan cara pemberian konseling. sehingga bila sewaktu – waktu dibutuhkan bantuannya dapat segera ditemui. . karena umur yang < 20 tahun atau > 35 tahun beresiko tinggi bila hamil. Informasi dan Edukasi (KIE) dengan kemampuan daya tangkap klien. - Umur Untuk mengetahui apakah umur klien termasuk dalam usia produktif atau usia beresiko tinggi untuk hamil. .Nama klien Dimaksudkan agar lebih mengenal klien sehingga tercipta hubungan interpersonal yang baik. Hal ini juga dapat membantu bidan dalam pemberian KIE tentang nutrisi ibu hamil. sehingga bidan secara tidak langsung dapat menyesuaikan pemberian KIE yang sesuai dengan ajaran-ajaran maupun norma-norma agama atau kepercayaan yang dianut.Pendidikan Dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pendidikan dan tingkat intelegensi klien. untuk dijadikan saat kunjungan rumah.Agama atau kepercayaan Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui agama atau kepercayaan yang dianut klien. menjaga kemungkinan bila ada nama ibu yang sama. Dengan tujuan untuk mempermudah menghubungi keluarganya. . . .

dysmenorrhea(ya atau . TBC.Selain itu untuk mengetahui apakah ibu pernah menjalani operasi yang berhubungan dengan organ reproduksinya - atau tidak. hipertensi. karena akan berpengaruh pada kehamilanya Riwayat kesehatan sekarang Untuk mengetahui apakah pada saat sekarang ini ibu benar-benar dalam keadaan sehat. ashma. Riwayat obstetri .Riwayat haid Beberapa hal yang perlu dikaji di dalam riwayat haid meliputi umur menarche. Keluhankeluhan yang muncul pada ibu hamil kembar berbeda-beda dalam tiap trimesternya.Keluhan juga perlu dikaji untuk mengetahui adakah tanda dan gejala yang mengarah pada bahaya maupun ketidaknormalan (patologis). DM.siklus haid (teratur atau tidak). Riwayat kesehatan . jantung. hipertensi. Keluhan pasien Perlu dikaji untuk mengetahui hal apa saja yang dikeluhkan dalam kehamilannya ini. dan lainnya. dan keluhannya khas untuk masing-masing ibu. DM dan lainnya. karena apabila ada gangguan kesehatan pada saat ibu hamil akan secara tidak langsung berpengaruh pada kehamilannya baik itu pada diri ibu sendiri maupun - perkembangan dan pertumbuhan janin yang dikandungnya. karena dapat menurunkan kepada anggota keluarga yang lain dan dapat membahayakan apabila penyakit – penyakit tersebut terjadi pada ibu yang sedang hamil. PMS) yang dapat menularkan kepada anggota keluarga yang lain. HIV/AIDS. TBC. lama haid.2. terutama keluhan saat pengkajian dilakukan. Juga pelu dikaji bila ada rieayat penyakit keturunan dalam keluarga ibu maupun suami seperti jantung. Riwayat kesehatan keluarga Hal penting yang perlu dikaji bila ada riwayat penyakit menular dalam keluarga ibu maupun suami (seperti hepatitis. 4. tidak menderita suatu penyakit kronis seperti ashma.Riwayat kesehatan dahulu Untuk mengetahui apakah dahulu ibu mempunyai penyakit yang berbahaya bagi kehamilannya. 3. ginjal.

sehingga bidan dapat memantau perkembangan kehamilannya.tidak) dan HPHT (Haid Pertama Haid Terakhir). Riwayat perkawinan Dikaji untuk mengetahui sudah berapa lama klien menikah. metode kontrasepsi yang digunakan apa dan sudah . persalinan. Pada kehamilan. merokok. minum jamu dan alcohol dan sebagainya. Riwayat kehamilan. apakah ada keluhan atau komplikasi selama ibu hamil dan apakah ibu mempunyai kebiasaan-kebiasaan mengkonsumsi obatobatan. Dengan diketahuinya HPHT maka bidan dapat menentukan HPLnya (Hari Perkiraan Lahir). apakah ibu teratur minum tablet tambah darah. karena hal tersebut dapat mendukung dalam - penegakkan diagnose kehamilan. usia kehamilan sehingga keadaan kehamilannya dapat dipantau. selain melalui palpasi dan USG. apakah ibu sudah mendapatkan imunisasi TT dan berapa kali mendapatkannya. di mana ibu memperoleh ANC. dan nifas yang lalu Hal ini perlu dikaji untuk mengetahui apakah ibu memiliki riwayat obstetric yang buruk atau tidak baik dalam kehamilan. pemeriksaan ANC harus lebih sering guna untuk mengetahui pertumbuhan - dan perkembangan janin yang dikandung. persalinan dan nifas yang lalu. Riwayat kehamilan sekarang Hal-hal yang perlu dikaji di dalamnya antara lain berapa kali ibu sudah melakukan ANC. berapa umur klien dan suami pada saat menikah. terutama untuk memantau pertambahan BB. sehingga bila memang ibu memiliki riwayat obstetric yang - buruk maka dapat dipersiapkan tindakan-tindakan untuk pencegahan.Selain itu secara normal juga untuk mengetahui apakah anak yang dikandungnya sah secara hokum atau anak hasil hubungan di luar nikah karena dapat berpengaruh terhadap penerimaan ibu - terhadap kehamilannya. kalk dan vitamin yang ibu peroleh setiap kali control. sehingga dapat diketahui apakah klien masuk dalam infertilitas sekunder atau bukan. Riwayat KB Untuk mengetahui apakah ibu sudah menjadi akseptor KB sebelum hamil atau tidak. TFU (Tinggi Fundus Uteri) dan frekuensi gerak anak. sudah berapa kali klien menikah.

laukpauk. Pola – pola yang dikaji di dalamnya.Pola nutrisi Dikaji tentang jenis makanan yang dikonsumsi klien. biasanya pada ibu hamil kemungkinan besar terkena sembelit karena pengaruh dari hormon progesterone dan juga warna dari fecesnya terkadang hitam yang disebabkan oleh tablet Fe yang dikonsumsi selama hamil. berapa kali minum dalam sehari juga perlu dipertanyakan. Pola personal hygiene Dikaji untuk mengetahui apakah ibu sudah menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupannya. 5. Biasanya ibu yang hamil apalagi hamil kembar akan sering BAK karena adanya penekanan pada kandungan kencing oleh - uterus (TM 1) dan oleh kepala janin (TM II-III). meliputi : . apakah sudah mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan menu seimbang (nasi. karena dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya apabila tidak mempunyai cukup waktu untuk - beristirahat. hal ini juga dimaksudkan untuk mencegah keadaan - kekurangan cairan. Pola eliminasi Eliminasi yang dikaji adalah BAB dan BAK. BAB perlu dikaji untuk mengetahui berapa kali ibu BAB setiap harinya dan bagaimana konsistensi warna fecesnya. Pola istirahat Dikaji untuk mengetahui apakah ibu dapat beristirahat dengan cukup dan tenang setiap harinya atau tidak. Pola pemenuhan kebutuhan sehari – hari Pola ini perlu dikaji untuk mengetahui apakah ibu sudah menunjukkan perilaku hidup sehat dalam kehidupannya sehari – hari atau belum. lancar atau tidak. Selain makanan. karena asupan nutrisi juga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya. sayur dan buah) atau belum.berapa lama ibu menjadi akseptor KB serta rencana KB apa yang akan digunakan ibu (klien) setelah melahirkan. apakah ibu hamil (klien) sudah makan teratur 3x sehari atau belum. BAK dikaji untuk mengetahui berapa kali ibu BAK setiap harinya. Kebersiahan diri yang paling dan harus .

Psikologi dan sosiospiritual ibu Dikaji untuk mengetahui bagaiman penerimaan ibu terhadap kehamilannya. bentuk. Status present a) Kepala Untuk observasi bentuk. Lihat apakah pasien tampak baik atau tampak lemah dan pucat. Dikaji pula apakah pihak keluarga mendukung kehamilan ibu. yaitu: a) Tekanan darah Tekanan darah pada ibu hamil perlu dikaji secara teratur untuk mengetahui bila ibu mengalami preeklamsia terutama selama trimester II dan III.diperhatikan oleh ibu hamil adalah kebersihan alat kelamin (genetalia).Keadaan umum Dikaji pada saat pertama kali pasien datang. tidak berketombe. b) Berat badan Kenaikan berat badan yang normal pada ibu hamil yaitu 6. infeksi pada kepala. kekenyalan dan mobilitasnya. karena hewan peliharaan dapat menyebabkan penyakit TORCH pada ibu hamil yang dapat mengancam janin yang dikandungnya.Palpasi bila tampak benjolan untuk mengetahui besar. meliputi : . benjolan. bagaiman hubungan ibu dengan keluarga dan masyarakat sekitar. 6.5 kg selama hamil. seperti hitam. Waspadai bila tekanan darah sistolik ibu > 140 mmHg dan diastolic > 90 mmHg. - Tanda-tanda vital (Vital sign) Vital sign terpenting yang harus selalu dikaji. . tidak berbau. lebat.5 kg - – 16. Hal ini penting untuk mengetahui bila ibu mengalami anemia yang merupakan komplikasi tersering dari kehamilan. apakah ibu mempunyai hewan peliharaan. b) Data Obyektif 1) Pemeriksaan umum. b) Rambut Untuk mengetahui keadaan rambut. apabila ibu tidak menjaga genetalia akan memudahkan masuknya kuman ke dalam kandungan.

h) Leher Untuk mengetahui ada atau tidak ada pembesaran kelenjar getah bening. ada atau tidaknya struma atau kelenjar gondok. p) Ekstremitas . Palpasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya benjolan. e) Hidung Untuk mengetahui kebersihan. dan ada atau tidaknya pembesaran vena jugularis. i) Dada Observasi bentuk thorak. ada atau tidak ada polip atau secret. apakah terjadi anemia atau tidak pada conjungtiva. n) Punggung Untuk mengetahui bentuk tulang punggung. misal apakah lordosis atau tidak. k) Aksila Observasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya benjolan. apakah kifosis atau tidak. l) Abdomen Untuk mengetahui bentuk abdomen membujur/melintang. o) Genetalia Untuk mengetahui kebersihan genetalia. sklera ikterik atau tidak. dan varises. ada stomatitis atau tidak. f) Telinga Untuk mengetahui kebersihan. m) Pinggang Untuk mengetahui adanya nyeri tekan pada daerah ginjal. Misal. adanya keputihan atau tidak. d) Mata Untuk mengetahui mata simetris atau tidak. j) Payudara Observasi dilakukan untuk mengetahui bentuk payudara. Palpasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya rasa sakit dan tumor. rasa sakit (oleh karena adanya infeksi). ada atau tidak ada kelainan. ada atau tidak ada serumen di telinga. g) Mulut Untuk mengetahui kebersihan dan keadaan konstruksi gigi apakah terjadi kekeroposan atau tidak dimana hal ini menjadi indikasi adanya kekurangan kalsium atau tidak. Ada tidaknya bekas operasi.c) Muka Untuk mengetahui bentuk muka lonjong atau bulat.

Bawah : Obeservasi keadaan kaki terutama kelengkapan jari tangan. q) Kulit Observasi kelembaban kulit ibu dengan kembalinya turgor kulit. Abdomen Lihat apakah ada linea nigra dan striae. Biasanya pada kehamilan kembar.LI : Pada leopold I dikaji bagian janin apakah yang ada pada fundus uteri. Pada kehamilan kembar dapat teraba dua bagian besar janin pada fundus uteri. Dada Kaji mammae ibu dan kesiapan masa laktasi yang meliputi bagaimana bentuk putting susunya. oedem atau tidak. Vulva Kaji apakah ada oedema.Atas : Obeservasi keadaan tangan terutama kelengkapan jari tangan. LII : Leopold II ini efektif digunakan bila umur kehamilan sudah menginjak usia 6 bulan. Leopold II ini dilakukan untuk mengetahui dimanakah letak punggung janin yang ditandai dengan terabanya bagian panjang. apakah kepala (bulat keras) atau bokong janin (bulat lunak). apakah ada oedema muka. karena varises dapat pecah saat persalinan dan menimbulkan perdarahan. varises dan kondiloma yang nantinya dapat mengganggu proses persalinan pervaginam. Pemeriksaan obstetri a) Inspeksi 1. b) Palpasi leopold . adanya varises atau tidak. leopold I hanya untuk mengetahui adanya ballottement. karena bagian-bagian janin sudah mulai dapat dibedakan. 2. Tetapi bila kehamilan masih dalam Trimester I dan awal - Trimester II. kuku pucat atau sianosis. striae akan sangat jelas terlihat karena peregangan dari kulit perut akibat perbesaran perut ibu. . bentu payudara serta apakah kolostrum sudah keluar atau belum. 4. 3. oedem atau tidak. pigmentasi pada areola mammae dan putting. terutama bila tekanan darah ibu tinggi. terutama pada trimester II dan III yang dapat mengarah pada preeklamsia. - kuku pucat atau sianosis. Muka : Dikaji apakah ada chlosma gravidarum.

Apabila posisi tangan difergen berarti bagian bawah janin sudah masuk PAP dan konvergen apabila bagian bawah janin belum masuk PAP. karena kepala janin masuk ke rongga panggul. c) Auskultasi Mendengarkan DJJ menggunakan linex ataupun doppler. Masih bisa digoyangkan atau tidak. Menentukan umur kehamilan dengan Leopold Umur kehamilan TFU Keterangan 8 mgg 12 mgg 16 mgg Blm teraba 3 jari atas simfisis ½ pusat – simfisis Sebesar telur bebek Sebesar telur angsa Sebesar kepala bayi 20 mgg 3 jari bawah pusat - 24 mgg Sepusat - 28 mgg 3 jr ats pusat - 32 mgg 36 mgg ½ pusat – Px 1 jr di bwh Px Kepala masih berada 3 jr bwh Px di atas pintu panggul. DJJ normal 120 – 160 x / menit. Fundus uteri turun 40 mgg kembali. danada tahanan dan juga untuk mengetahui dimanakah letak - ekstremitas janin yang dtandai dengan terabanya bagian-bagian kecil. yaitu bulat - lunak/bulat keras. LIII : Dilakukan untuk mengetahui bagian terbawah janin. Donald Usia kehamilan 12 minggu 16 minggu TFU (cm) - .keras. Menentukan umur kehamilan dengan Mc. LIV : Dilakukan untuk mengetahui apakah bagian bawah janin sudah masuk PAP atau belum.

psikologi. . pada 32 minggu 27 cm dan 36 minggu 30 cm. Gangguan pola eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus. hal ini disebabkan oleh kepala janin yang pada primigravida turun dan masuk ke dalam rongga panggul. b. peningkatan tekanan abdomen. d. Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik akibat pengaruh hormonal.20 minggu 22-27 minggu 28 minggu 29-35 minggu 36 minggu 20 cm (±2cm) UK dalam minggu=cm (±2cm) 28 cm (±2cm) UK dalam minggu=cm (±2cm) 36 cm (±2cm) Di bawah ini ukuran tinggi fundus uteri dalam cm dikaitkan dengan umur kehamilan dan berat badan bayi sewaktu dilahirkan : Bila pertumbuhan janin normal maka tinggi undus uteri pada kehamilan pada 28 minggu 25 cm. 2002) 2) Diagnosa yang mungkin muncul a. Kebutuhan pembelajaran berhubungan dengan persiapan untuk persalinan serta perawatan bayi. c. (Hanifa Wiknjosastro. fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus. pada kehamilan 40 minggu fundus uteri turun kembali dan terletak kira-kira 3 jari bawah Px. ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan. stres.

3. 5. .3. Anjukan klien untuk melakukan posisi miring saat tidur.Mengidentifikasi cara-cara untuk mencegah stasis urinarius dan atau edema jaringan.Mengungkapkan pemahaman tentang kondisi saat ini (5) . dengan kriteria hasil: . Berikan informasi tentang perubahan perkemihan sehubungan dengan trimester ketiga. Berikan informasi mengenai bahaya menggunakan diuretik dan penghilangan natrium dari diet. dan produk mengandung natrium dalam jumlah sedang. Rencana asuhan keperawatan (NOC dan NIC) DIAGNOSA Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus. Perhatikan keluhan-keluhan nokturia. penurunan masukan 2-3 jam sebelum beristirahat. fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerolus. makanan. diharapkan klien dapat mengerti tentang perubahan pola eliminasi urin. 6. peningkatan tekanan abdomen. 4. 2. Anjurkan klien untuk menghindari posisi tegak dalam waktu yang lama. dan penggunaan garam. NOC Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam. Berikan informasi mengenai bahaya menggunakan diuretik dan penghilangan natrium dari diet. (5) NIC NIC: 1. Berikan informasi mengenai perlunya masukan cairan 6-8 gelas/ hari.

Anjurkan penggunaan sepatu hak rendah. Perhatikan adanya leukorea dan pruritus.Mencari pertolongan medis dengan tepat. latihan pelvicrock. 7. 10. pakaian longgar dan menghindari duduk untuk waktu yang lama. Anjurkan klien untuk sering mandi. Perhatikan adanya keluhan ketegangan pada punggung dan perubahan cara jalan. Perhatikan adanya kram pada kaki. 3. 5. girdle maternitas. Kaji adanya pirosis (nyeri ulu hati). 9. penggunaan kompres panas. (5) NIC : 1.Ketidaknyamanan Setelah dilakukan tindakan keperawatan berhubungan 1x24 jam. Perhatikan keluhan aktifitas BAK dan tekanan pada kandung kemih. Berikan informasi mengenai fisiologi aktifitas uterus. Kaji secara terus-menerus ketidaknyamanan klien dan metoda untuk mengatasinya. Kaji ada atau tidak adanya frekuensi kontraksi braxton Hick. Kaji satatus pernapasan klien. menurunkan masukan susu.Melaporkan ketidaknyamanan dapat diminimalkan/ atau dikontrol (5) . sering mengganti posisi. Kaji adanya konstipasi dan hemoroid. Anjurkan klien untuk meluruskan kaki dan mengangkat telapak kaki bagian dalam keposisi dorsofleksi. Anjurkan penggunaan jel . diharapkan dengan perubahan klien merasa nyaman fisik pengaruh dengan kriteria hasil : . menggunakan celana dalam katun. 2.klien melakukan hormonal aktivitas perawatan diri dengan tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan (5) . 8. 6. dan menghindari berdiri atau duduk lama. 4. Tinjau pembatasan diet. sentuhan terapeutik atau stimulasi saraf elektrikal transkutan dengan tepat. Berikan suplemen kalsium dengan tepat.

6. Kaji terhadap kejadian insomnia dan respons klien terhadap penurunan tidur.Gangguan pola Setelah dilakukan tidur berhubungan tindakan keperawatan 1x24 jam. diharapkan dengan perubahan klien tidak mengalami pada tingkat gangguan pola tidur dengan kriteria hasil : aktifitas. Dapatkan sel darah merah (SDM) dan kadar Hb. stres. Tentukan pola tidur saat ini. Anjurkan alat bantu untuk tidur.Melaporkan untuk peningkatan rasa sejahtera dan mempertahankan perasaan segar (5) kenyamanan. seperti teknik relaksasi. Rujuk klien untuk konseling bila kurang tidur atau kelelahan mempengaruhi aktifitas kehidupan sehari-hari . 5. Tinjau ulang kebutuhan perubahan tidur normal berkenaan dengan kehamilan. Evaluasi tingkat kelelahan. Perhatikan keuslitan bernafas karena posisi. 2. aluminium hidroksida sesuai kebutuhan. 3. mandi air hangat. membaca.Melaporkan perbaikan istirahat psikologi. NIC : 1. 4.dan penurunan aktifitas sebelum istirahat. . Anjurkan tidur pada posisi semi fowler. (5) ketidakmampuan .

(2001). Asuhan Keperawatan Maternitas. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Farrer. Mitayani. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Mellyna. Perawatan Maternitas. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. . Hulliana.DAFTAR PUSTAKA Bobak. Jakarta: Salemba Medika. (2005). (2001). (2005). Helen. Hamilton. Jakarta: EGC. Persis. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC. Panduan Menjalani Kehamilan Sehat. Jakarta: Puspa Swara Prawiroharjo. (2009). (2002). Sarwono.