BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan merupakan komponen bangsa yang sangat penting karena menentukan kualitas kecerdasan dan kemajuan bangsa itu sendiri. Kemajuan suatu bangsa bisa dilihat dari kemajuan pendidikan bangsa itu. Pendidikan memiliki peranan yang sangat fundamental dan sebagai media strategis untuk

meningkatkan sumber daya manusia suatu negara. Namun, pendidikan di tanah air sampai saat ini masih terus menimbun berbagai masalah (Solthan Ibrahim :2006), Permasalahan klasik yang tak kunjung selesai baik menyangkut kualitas, daya jangkau masyarakat terhadap pendidikan, akhlak dan perilaku generasi bangsa, anggaran pendidikan yang minim serta rendahnya minat belajar siswa dan masih banyak lagi persoalan lain yang menjadi pekerjaan rumah bagi bangsa kita. Jika kita melihat hasil perbandingan ujian nasional (UASBN) khususnya mata pelajaran IPA selama dua tahun terakhir yaitu tahun ajaran 2007/2008 dengan tahun ajaran 2009/2008 pada sekolah yang menjadi objek penelitian sebagai berikut: Dewasa ini telah banyak upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk melakukan pembaharuan terhadap dunia pendidikan baik secara fisik/ fasilitas pendidikan maupun non fisik seperti pengembangan kualitas tenaga kependidikan yang dituntut untuk memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan dalam mengembangkan tugas sebagai tenaga pengajar. Salah satu hal penting yang harus dikuasai oleh guru yaitu kemampuan menggunakan media pengajaran. Hal ini

senada dengan yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A dalam bukunya media pembelajaran (1997: VII) bahwa ”Media pengajaran menjadi suatu bidang yang seyogianya dikuasai oleh setiap guru profesional”. Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran memiliki peranan yang sangat besar karena dengan penggunaan media dalam pembelajaran

menunjukkkan semakin banyaknya alat indera siswa yang terlibat. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk memperoleh pembelajaran semakin besar pula kemungkinan siswa untuk mengerti dan memahami pelajaran tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat (Grinder dalam Melvin l Silberman, 2006: 28) bahwa “ Dari setiap 30 siswa, 22 di antaranya rata-rata dapat belajar secara efektif selama gurunya menghadirkan kegiatan belajar yang berkombinasi antara visual, auditori dan kinestetik selain itu Azhar Asryad (1997:9) mengemukakan bahwa Belajar dengan menggunakan indera ganda - pandang dan dengar memberikan keuntungan bagi siswa. Dari pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya menghadirkan/ melibatkan semua indera dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu langkah yang dapat ditempuh oleh guru dalam menghadirkan/ melibatkan semua indera siswa dalam pembelajaran adalah dengan penggunaan media visual atau gambar. Sehingga denganpenggunaanmedian visual tersebut memungkinkan siswa dapat menggunakan indera pandangnya dengan

memperhatikan media visual yang ditampilkan serta menggunakan indera pendengarannya dengan menyimak penjelasan dari guru. Menurut penelitian Baugh (dalam Azhar arsyad, 1997: 9) bahwa : “ Perbandingan perolehan hasil belajar melalui indera pandang dan indera dengar sangat menonjol perbedaannya. Kurang lebih 90 % hasil belajar

seseorang diperoleh melalui indera pandang, dan hanya sekitar 5 % diperoleh melalui indera dengar, dan 5% lagi dengan indera lainnya”. Sementara itu, Dale (dalam Azhar arsyad, 1997: 9). Menyatakan bahwa pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang berkisar 75%, melalui indera dengar sekitar 13% dan melalui indera lainnya sekitar 12%. Dari pendapat beberapa ahli di atas jelas bahwa penggunaan media gambar sangat penting dalam peningkatan hasil belajar.

B. Rumusan Masalah Salah satu faktor yang menjadi hal penting dalam prestasi belajar siswa adalah Efektifitas pembelajaran itu sendiri. Dalam pembelajaran IPA dalam kaitannya dengan prestasi belajar, media visual menjadi hal penting dalam peningkatan hasil belajar. Penggunaan media visual dalam pebelajaran dan hubungannya dengan prestasi belajar inilah yang akan menjadi dasar kajian dalam merusmuskan masalah penelitian. Atas dasar itulah dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut: 1. Apakah penggunaan media visual pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada siswa kelas Papringan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro ? IV SD Negeri

C. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui apakah penggunaan media visual pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Papringan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro.

D. Manfaat Penelitian Hasil studi ini diharapkan mempunyai manfaat baik bagi guru maupun kepala sekolah dan pemerhati pendidikan, dalam menentukan kebijakan pelaksanaan pendidikan khususnya Sekolah Dasar. Secara umum manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Bagi Guru : 1. Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan penggunaan media

visual dalam pelajaran IPA SD Negeri Papringan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. 2. Adanya pengalaman praktis dalam bidang penelitian yang bersifat

ilmiah yang dapat menambah wawasan berpikir dan memperdalam kemampuan menggunakan metode pembelajaran yang efektif dan efisien 3. Sebagai masukan bagi guru dan seluruh unsur pendidik khususnya

guru Sekolah Dasar. b. Bagi Siswa : 1. visual. 2. Menumbuhkan minat belajar siswa dengan penggunaan media Meningkatkan prestasi belajar siswa dengan penggunaan media

visual dalam pembelajaran.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. KERANGKA TEORITIK 1. Di Pengertian Prestasi dalam (http://sobatbaru.blogspot.com/2008/06/pengertian-prestasi-

belajar.html) bahwa Menurut Adi Negoro, prestasi adalah segala jenis pekerjaan yang berhasil dan prestasi itu menunjukkan kecakapan suatu bangsa. Kalau menurut W.J.S Winkel Purwadarmtinto, “ prestasi adalah hasil yang dicapai “. Berdasarkan pendapat di atas, penulis berkesimpulan bahwa prestasi adalah segala usaha yang dicapai manusia secara maksimal dengan hasil yang memuaskan. a. Pengertian prestasi belajar. Menurut W.J.S Purwadarrninto ( 1987: 767 ) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik - baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal - hal yang dikerjakan atau dilakukan. Jadi prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai menurut kemampuan yang tidak dimiliki dan ditandai dengan perkembangan serta perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang diperlukan dari belajar dengan waktu tertentu, prestasi belajar ini dapat dinyatakan dalam bentuk nilai dan hasil tes atau ujian. b. Faktor - faktor yang mempengaruhi prestasi Setiap aktifitas yang dilakukan oleh seseorang tentu ada faktor - faktor yang mempengaruhinya, baik yang cenderung mendorong maupun yang

menghambat. Demikian juga dialami belajar, faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa itu adalah sebagai berikut : 1) Faktor internal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor ini dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu : a) Faktor lntelegensi Intelegensi dalam arti sempit adalah kemampuan untuk mencapai prestasi di sekolah yang di dalamnya berpikir perasaan. Intelegensi ini memegang peranan yang sangat penting bagi prestasi belajar siswa. Karena tingginya peranan intelegensi dalam mencapai prestasi belajar maka guru harus memberikan perhatian yang sangat besar terhadap bidang studi yang banyak membutuhkan berpikir rasiologi untuk mata pelajaran bahasa Indonesia. b) Faktor Minat Minat adalah kecenderungan yang mantap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu. Siswa yang kurang beminat dalam pelajaran tertentu akan menghambat dalam belajar. c) Faktor Keadaan Fisik dan Psikis Keadaan fisik menunjukkan pada tahap pertumbuhan, kesehatan jasmani, keadaan alat - alat indera dan lain sebagainya. Keadaan psikis menunjuk pada keadaan stabilitas mental siswa, karena fisik dan psikis yang sehat sangat berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar mengajar dan sebaliknya. 2) Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi prestasi belajar. Faktor eksternal dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu : a) Faktor Guru Guru sebagai tenaga berpendidikan memiliki tugas menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, membimbing, melatih, mengolah, meneliti dan mengembangkan serta memberikan penalaran teknik karena itu setiap guru harus memiliki wewenang dan kemampuan profesiona1, kepribadian dan kemasyarakatan. Guru juga menunjukkan fleksibilitas yang tinggi yaitu pendekatan didaktif dan gaya memimpin kelas yang selalu disesuaikan dengan keadaan, situasi kelas yang diberi pelajaran, sehingga dapat menunjang tingkat prestasi siswa semaksimal mungkin. b) Faktor Lingkungan Keluarga Lingkungan keluarga turut mempengaruhi kemajuan hasil kerja, bahkan mungkin dapat dikatakan menjadi faktor yang sangat penting, karena sebagian besar waktu belajar dilaksanakan di rumah, keluarga kurang mendukung situasi belajar. Seperti kericuhan keluarga, kurang perhatian orang tua, kurang perlengkapan belajar akan mempengaruhi berhasil tidaknya belajar. c) Faktor Sumber - Sumber Belajar Salah satu faktor yang rnenunjang keberhasilan dalam proses belajar adalah tersedianya sumber belajar yang memadai. Sumber belajar itu dapat berupa media / alat bantu belajar serta bahan baku penunjang. Alat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam melakukan perbuatan belajar. Maka pelajaran akan lebih menarik,

menjadi konkret, mudah dipahami, hemat waktu dan tenaga serta hasil yang lebih bermakna. 2. Media Kata media berasal dari bahasa latin Medius yang secara harafiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Namun penegertian media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menagkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. a. Pengertian Media Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan sesuatu dalam pekerjaan. Media merupakan alat Bantu yang dapat memudahkan pekerjaan. Setiap orang pasti ingin pekerjaan yang dibuatnya dapat diselesaikan dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan. Kata media itu sendiri berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata “ medium “ yang berarti “ pengantar atau perantara “, dengan demikian dapat diartikan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Kit Lay Bourne ( 1985 : 82 ) menyatakan bahwa “penggunaan media tidak harus membawa bungkusan berita-berita semua, siswa cukup dapat mengawasi suatu berita”. Dari pendapat tersebut dapat dihubungkan bahwa penyampaian materi pelajaran dengan cara komunikasi masih dirasakan adanya penyimpangan pemahaman oleh siswa. Masalahnya adalah bahwa siswa terlalu banyak Apalagi dalam proses belajar

menerima sesuatu ilmu dengan verbalisme.

mengajar yang tidak menggunakan media di mana kondisi siswa tidak siap, akan memperbesar peluang terjadinya verbalisme.

Media yang difungsikan sebagai sumber belajar bila dilihat dari pengertian harfiahnya juga terdapat manusia di dalamnya, benda, ataupun segala sesuatu yang memungkinkan untuk anak didik memperoleh informasi dan pengetahuan yang berguna bagi anak didik dalam pembelajaran, dan bagaimana dengan adanya media berbasis TIK tersebut, khususnya menggunakan presentasi power point di mana anak didik mempunyai keinginan untuk maju, dan juga mempunyai kreatifitas yang tinggi dan memuaskan dalam perkembangan mereka di kehidupan kelak. Sasaran penggunaan media adalah agar anak didik mampu mencipatakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi lain yang berguna dalam kehidupannya,. Dengan demikian mereka dengan mudah mengerti dan mamahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru kepada mereka. Arief S. Sadiman ( 1984:6 ) mengatakan bahwa media “ adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar seperti film, buku dan kaset “. RE Clark ( 1996 : 62 ) mengungkapkan bahwa “ the of of media to encourage student to invest more afford in hearing has along history “. Dari pandangan yang ada di atas dapat dikatakan bahwa media merupakan alat yang memungkinkan anak mudah untuk mengerti dan memahami sesuatu dengan mudah dan dapat untuk mengingatnya dalam waktu yang lama dibangdingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantuan. Menurut Soeparno ( 1987:8 ) menyebutkan ada beberapa alasan memilih media dalam proses belajar mengajar, yakni :

a. Ada berbagai macam media yang mempunyai kemungkinan dapat kita pakai di dalam proses belajar mengajar, b. Ada media yang mempunyai kecocokan untuk menyampaikan informasi tertentu c. Ada perbedaan karakteristik setiap media d. Ada perbedaan pemakai media tersebut e. ada perbedaan situasi dan kondisi tempat media dipergunakan Bertitik tolak dari pendapat tersebut, jelaslah bahwa memilih media tidak mudah. Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa. Media berasal dari Bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium yang berarti perantara yang dipakai untuk menunjukkan alat komunikasi. Secara harfiah media diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Sedangkan media pengajaran menurut Gagne dan raiser dalam Mulyani Sumantri (1999:176) yaitu alat-alat fisik dimana pesanpesan instruksional dikomunikasikan. Sedangkan Media Pengajaran menurut Dinje Borman dalam Mulyani sumantri (1999:177) mendefenisikan media pengajaran sebagai setiap alat, baik hardware maupun software yang dipergunakan sebagai media komunikasi dan yang tujuannnya untuk

meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar. Dari dua defenisi media pengajaran yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa media pengajaran merupakan segala alat yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar atau tujuan instruksional dalam proses belajar

mengajar yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai. b. Berbagai jenis media Pengajaran 1) Jenis-jenis media pengajaran Media yang dapat digunakan dalam pengajaran terdiri atas berbagai macam jenis namun secara khusus media tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu : (1) Media Visual (2) Media Audio (3) Media Audio-Visual dan (4) Benda asli. 1. Media Visual Media visual yaitu media yang dapat ditangkap dengan menggunakan indera penglihatan. Jenis media ini terdiri dari: a. Media Gambar Dalam (still pictures) dan Grafis contohnya : Grafik, Bagan, Peta, Diagram, poster, karikatur, komik, gambar mati, photo. b. Media Papan contoh: papan tulis, papan flannel, papan temple dan papan pameran. c. Media dengan proyeksi contohnya: slide, film strips, Opague projector, transparansi, microfilm. 2. Media Audio Media Audio merupakan media yang menggunakan indera pendengar. Media ini memiliki kerakteristik pemanipulasian pesan hanya dilakukan melalui bunyi atau suara-suara. Media ini sangat cocok untuk kepentingan pengajaran bahasa (Mulyani sumantri, 1999:186). Yang termasuk dalam jenis media ini antara lain: Cassette tape recorder dan radio. 3. Media Audio-Visual

Media ini merupakan media yang selain bisa dipandang atau dilihat juga dapat didengar. Jenis media ini antara lain : Televisi dan vidio cassette. 4. Benda asli atau orang merupakan media yang terdiri atas benda asli atau benda sebenarnya yang membawa pangalaman nyata bagi peserta didik misalnya : Specimen (bagian dari bagian benda yang sebenarnya), Museum, laboratorium luar sekolah, darma wisata dan lain-lain. Dari empat jenis media tersebut di atas ketika dikaitkan dengan pembelajaran IPA kelas V untuk sekolah dasar tentu saja media yang paling efisien dan efektif serta mudah diperoleh untuk pembelajaran tentu saja media visual karena selain murah juga mudah dan gampang untuk diperoleh. 2) Landasan Teoritis Penggunaan Media Visual Menurut Bruner dalam Arsyad (2004: 7) bahwa ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung (Enactive), Pengalaman fiktorial/ gambar (iconic), dan pengalaman abstrak (simbolik). Ketiga pengalaman ini saling berinteraksi dalam upaya memperoleh pengalaman (pengetahuan, keterampilan, atau sikap) yang baru. Levie & Levie dalam arsyad (2004:9) mengatakan bahwa belajar melalui stimulus gambar dan stimulus kata atau visual dan verbal dimana stimulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas-tugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali, dan menghubungkan fakta atau konsep. Di lain pihak stimulus verbal memberi hasil belajar yang lebih baik apabila pembelajaran itu melibatkan ingatan yang berurut- urutan (sekuensial). Menurut Arsyad (2004:9) mengatakan bahwa siswa akan belajar lebih banyak daripada jika materi pelajaran disajikan hanya dengan stimulus pandang

atau hanya dengan stimulus dengar. Menurut Bough dalam Arsyad (2004) bahwa kurang lebih 90% hasil belajar seseorang diperoleh melalui indera pandang/ visual, dan hanya sekitar 5% diperoleh melalui indera dengar dan 5% lagi dengan indera lainnya, sementara itu Dale dalam Arsyad (2004) memperkirakan bahwa pemerolehan hasil belajar melaui indera pandang/ visual berkisar 75%, melalui inderea dengar sekitar 13%, dan melalui indera lainnya sekitar 12%. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang menggunanakn indera pandang/ visual atau penggunaan media visual akan memberikan konstribusi yang sangat besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa atau dengan kata lain bahwa dengan penggunaan media visual dalam pembelarajan akan meningkatkan hasil belajar siswa. 3) Fungsi dan keunggulan Media Visual Berikut ini akan dikemukakan fungsi dan keunggulan dari media gambar sebagai media yang efektif dalam pembelajaran IPA a. Gambar diam dan grafis (Bagan dan grafis) Fungsi media bagan dan grafis: 1) Untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti. 2) Menerangkan perkembangan dan perbadingan suatu objek atau peristiwa yang berhubungan dengan secara singkat dan jelas. 3) Untuk mengundang interpretasi terhdap simbol-simbol dari bagan dan grafik. Keunggulan Media bagan dan grafis 1) Memberi informasi secara simbolis. 2) Memperjelas dan meudahkan menangkap data kuantitatif yang rumit. Sekolah Dasar.

3) Dapat menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan suatu peristiwa atau objek dari waktu ke waktu. b. Fhoto/ gambar Fungsi fhoto atau gambar 1) Menjelaskan suatu fakta yang berupa peristiwa atau kejadian, keadaan. Keunggulan photo/gambar 1) Menunjukkan peristiwa dan keadaan secara realistic dan konkrit. 2) Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. 3) Murah dan gampang digunakan. c. Poster Fungsi poster 1) Menarik minat peserta didik terhadap pesan-pesan spanduk. 2) Mencari dukungan tentang suatu hal/ gagasan. 3) Menjadikan peserta didik menjadi tertarik dan melaksanakan pesan yang terpampang dalam spanduk. Keunggulan poster 1) Dapat dipasang dimna saja terutama di tempat-tempat strategis dan ramai baik di dalam kelas, di luar kelas ataupun di jalan-jalan. 2) Dengan bahasa yang sederhana, padat dan menarik, memudahkan pemahaman peserta didik terhadap suatu pesan. 3) Dapat disimpan dan digunakan pada kesempatan lain. 4) Dapat membantu daya ingat peserta didik. d) Media Proyeksi a) Film Strips

Keunggulan film strips 1) 2) 3) 4) 5) 6) Urutan gambar selalu sama dan tetap. Mudah ditangani dan selalu dalam urutan. Harganya relatif murah Dapat dilengkapi dengan rekaman suara. Ruangan tidak perlu digelapkan seluruhnya. Karena ukurannya yang kecil sehingga mudah mengurus dan

menyimpannya. 7) individual. 8) Lamanya proyeksi gambar dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Levie & Lente dalam Arsyad (2004:16) mengemukakan bahwa ada empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual yaitu (a) fungsi atensi, (b) fungis afektif, (c) fungsi kognitif dan (d) fungsi kompensatoris. Fungsi atensi media visual merupakan inti yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lamabng visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa. Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Dapat dipakai belajar secara bebas, baik oleh kelompok maupun

Fungsi kompensatoris bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan menginbgatnya kembali. Dengan kata lain media visual berfungsi untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pembelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal. 4) Media Berbasis Visual Keberadaan media visual dalam kegiatan pembelajaran memiliki arti yang sangat fundamental dalam pencapaian tujuan pengajaran, Hal ini senada dengan pendapat Arsyad (2004:91) yang mengatakan bahwa Media berbasis visual (Image atau perumpamaan) memegang peranan yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan, visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materipelajaran dengan dunia nyata. Menurut Arsyad (2004:92) ada beberapa prinsip umum yang perlu diketahui untuk penggunaan efektif media berbasis visual sebagai berikut: a. usahakan media visual itu sesederhana mungkin dengan mengguanakan gambar, garis, karton, bagan dan diagram. b. Visual digunakan untuk memberikan informasi sasaran (yang terdapat teks) sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. c. Gunakan grafik untuk menggambarkan ikhtisar keseleruhan materi sebelum menyajikan unit demi unit pelajaran untuk digunakan oleh siswa mengorganisasikan informasi. d. Ulangi sajian visual dan libatkan siswa untuk meningkatkan daya ingat.

e. Gunakan gambar untuk melukiskan perbedaan konsep-konsep. f. Hindari visual yang tidak berimbang. g. Tekankan kejelasan dan ketepatan dalam semua visual. h. Visual yang diproyeksikan harus dapat terbaca dan mudah dibaca. i. Visual khususnya diagram amat membantu untuk mempelajarari materi yang agak kompleks. j. Visual yang dimaksudkan untuk mengkomunikasikan gagasan khusus akan efektif apabila (1) Jumlah objek dalam visual yang akan ditafsirkan dengan benar dijaga agar terbatas, (2) Jumlah aksi terpisah yang penting, pesan-pesannya harus ditafsirkan dengan benar sebaiknya terbatas, dan (3) semua objek dan aksi yang dimaksudkan dilukiskan secara realistic sehingga tidak terjadi penafsiran ganda. k. Unsur-unsur pesan dalam visual itu harus ditonjolkan dan dengan mudah dibedakan dari unsur-unsur latar belakang untuk mempermudah pengolahan informasi. l. Captain (keterangan gambar) harus disiapkan terutama untuk (1) menambah informasi yang sulit dilukiskan secara visual, (2) memberi nama orang, tempat atau objek. (3) menghubungkan kejadian atau aksi dalam lukisan dengan visual sebelum atau sesudahnya, dan (4) menyatakan apa orang dalam gambar itu sedang kerjakan, pikirkan atau katakana. m. Warna harus digunakan secara realistic. n. Warna dan pemberian bayangan digunakan untuk mengarahkan perhatian dan membedakan komponen-komponen.

5) Media visual yang digunakan dalam pembelajaran IPA di SD 1) Fhoto/ Gambar

2) Bagan dan Grafis

B. KERANGKA PIKI Adapun kerangka pikir dalam penelitian kelas ini adalah sebagai berikut :

C. HIPOTESIS Berdasarkan kajian teoritis di atas, maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah: “Jika penggunaan media visual diterapkan dalam pembelajaran IPA, maka prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Papringan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro dapat meningkat”.

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom action research) dengan tahapan-tahapan pelaksanaan meliputi; perencanaan,

pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. B. Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Papringan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. Yang menjadi subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SD Negeri Papringan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. pada semester genap tahun pelajaran 2008/2009 dengan jumlah siswa 20 orang. C. Faktor yang Diselidiki Ada beberapa faktor yang diselidiki dalam penelitian ini. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1. Faktor siswa, yaitu dengan melihat kesiapan, kesungguhan, dan keaktifan siswa dalam menerima dan mengikuti pelajaran serta sejauh mana siswa

mampu menggunakan media visual dalam pembelajaran IPA untuk memahami pelajaran. 2. Faktor guru, yaitu dengan melihat bagaimana materi pelajaran dipersiapkan serta bagaimana menggunakan media visual dalam materi yang diajarkan. 3. Faktor hasil, yaitu dengan melihat hasil belajar siswa yang diperoleh dari tes akhir pada siklus. D. Rencana Tindakan Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Siklus pertama dan kedua masing-masing berlangsung dua minggu (4 kali pertemuan) secara rinci prosedur penelitian tindakan ini akan dijabarkan sebagai berikut: 1. Siklus Pertama a. Tahap Perencanaan 1) Menelaah kurikulum IPA kelas IV yang berjalan pada semester genap tahun 2009/2010 2) Membuat skenario pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum IPA SD yang sedang berjalan. 3) Membuat lembaran observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas ketika pembelajaran IPA dengan menggunakan media visual. 4) Membentuk kelompok-kelompok kecil untuk keperluan pembelajaran dengan pendekatan realistik. 5) Membuat LKS dan buku siswa 6) Menyiapkan alat Bantu yang sesuai dengan materi kegiatan proses belajar mengajar dengan pendekatan IPA realistik Indonesia.

b. Tahap Pelaksaan Tindakan Secara umum tahap-tahap pelaksaan tindakan meliputi: 1) Tahap Pendahuluan, pada tahap ini pembelajaran dimulai dengan menyajikan masalah yang nyata bagi anak sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya. 2) Tahap pengembangan dan penciptaan simbolis, dalam tahap ini siswa disajikan masalah nyata yang diberikan akan dikembangkan dan diarahkan untuk dapat menciptakan simbol-simbol sendiri terhadap masalah tersebut 3) Tahap penjelasan alas an di mana siswa diminta memberikan jawaban, jika jawaban salah maka guru melemparkan jawabannya pada siswa yang lain, dengan cara seperti itu terjadi interaksi yang efektif dan guru berperan sebagai fasilitator dan motivator. 4) Tahap pembimbingan siswa untuk menemukan kembali konsep formal, dalam tahap ini dengan bimbingan guru, siswa berusaha untuk dapat menemukan konsep formal terhadap masalah-masalah nyata yang diberikan. c. Tahap Observasi dan Evaluasi pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung denganmenggunakan lembar observasi yang telah dibuat. Data dari hasil observasi dicatat dalam lembar observasi meliputi kehadiran siswa, keaktifan siswa baik dalam hal bertanya, mengerjakan tugas, dan memberikan tanggapan, selanjutnya melaksanakan evaluasi pada akhir siklus I dengan menggunakan tes tertulis.

Hal ini dimaksudkan untuk mengukur penguasaan siswa terhadap materi yang telah diperoleh selama siklus I berlangsung. d. Tahap Refleksi dari evaluasi dan observasi, digunakan untuk merefleksi sejauh mana tingkat perubahan hasil belajar siswa. Hasil ini akan dipergunakan sebagai acuan untuk melangkah ke siklus selanjutnya. 2. Siklus Kedua Langkah yang dilakukan pada siklus II pada umumnya sama dengan kegiatan yang telah dilakukan pada siklus I dengan melakukan beberapa perbaikan seperti: mengamati siswa lebih tegas dan memberi teguran bagi siswa yang kurang disiplin, untuk siswa yang hasil belajarnya rendah dan mengalami kesulitan menyelesaikan soal diberikan bimbingan khusus di kelas dan diberikan kesempatan untuk mengerjakan soal latihan di papan tulis, memberikan motivasi agar siswa dapat lebih bergairah dan senang belajar IPA. Hasil yang diperoleh dari siklus ini, diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya. Selanjutnya akan diadakan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran IPA realisti Indonesia dan diberikan kesempatanuntuk memberi tanggapan secara tertulis mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan IPA realistik Indonesia ini. E. Teknik Pengumpulan data 1. Sumber data, sumber data penelitian ini adalah dari siswa dan guru. 2. Jenis data, jenis data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang terdiri dari tes hasil belajar dan data dari lembar opbservasi. a. Data hasil belajar siswa diperoleh dari tes yang diberikan kepada siswa.

b. Data tentang situasi elajar mengajar diambil pada saat dilaksanakannya penelitian dengan menggunakan lembar observasi. F. Teknik Analisis Data Data yang diperolah dalam penelitian ini selanjutnya akan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Untuk analisis kuantitatif digunakan statistic deskriptif untuk mendeskripsikan karateristik responden. Untuk analisis kulitatif digunakan kategorisasi. Kriteria yang digunakan utuk menentukan kategori skor penguasaan IPA adalah teknik kategorisasi Standar berdasarkan Tetapan Departemen Pendidikan Nasional dalam Sri Satriani (2005: 25) yaitu: Untuk tingkat penguasaan 0 % - 34 % dikategorikan sangat rendah Untuk tingkat penguasaan 35 % - 54 % dikategorikan rendah Untuk tingkat penguasaan 55 % - 64 % dikategorikan sedang Untuk tingkat penguasaan 65 % - 84 % dikategorikan tinggi Untuk tingkat penguasaan 85 % - 100 % dikategorikan sangat tinggi G. Indikator Kinerja Keseluruhan data yang terkumpul selanjutnya dipergunakan untuk menilai keberhasilan tindakan yang diberikan dengan indikator keberhasilan adalah kualitas pembelajaran IPA mengalami peningkatan. Di mana kualitas proses ditandai dengan terjadinya peningkatan keaktifan siswa dan perubahan sikap siswa. Sedangkan kualitas hasil ditandai dengan meningkatnya skor rata-rata hasil belajar siswa.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini, data yang diperoleh akan dianalisis dan diberi pembahasan data tentang hasil tes dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif dan data tentang hasil observasi beserta tanggapan siswa dianalisis secara kualitatif. A. Analisis Kuantitatif 1. Hasil Tes Akhir Siklus I Berdasarkan hasil analisis deskriptif sebagaimana tercantum pada lampiran A, maka rangkuman statistic skor hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Papringan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro sebagai berikut: Tabel 4.1 : Statistik skor hasil belajar siswa kelas IV No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Statistik Subjek penelitian Skor ideal Skor maksimum Skor minimum Rentang skor Rata-rata Standar deviasi Nilai Statistik 29 100 90 25 65 63,97 17,19

Apabila skor hasil belajar siswa dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekwensi skor yang dapat ditunjukkan pada tabel 4.2 di bawah ini: Tabel 4.2 : Distribusi dan persentase skor hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Papringan Disamakan pada tes siklus I No. 1. 2. 3. 4. 5. SKor 0 – 34 35 – 54 55 – 64 65 – 84 85 – 100 Jumlah Kategori Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Frekwensi 3 3 5 15 3 29 Persentase 10,34 10,34 17,24 51,72 10,34 100

Dari tabel 4.1 dan tabel 4.2, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Papringan Disamakan setelah dilakukan tindakan pendekatan realistic pada siklus I diperoleh Skor ratarata 63,97, standar deviasi 17,19, skor ideal 100, skor minimum 25 dan skor maksimum 90. Pada tabel kategorisasi skor 0 – 34 ada 3 siswa dari 29 siswa yang termasuk kategori kurang sekali, skor 85 – 100 hanya 3 dari 29 siswa yang termasuk kategori sangat tinggi. Dengan demikian bila kita kaitkan antara rata-rata skor dengan kategorisasi skor, maka hasil belajar IPA siswa kelas V SD Pertiwi disamakan Makassar pada siklus I termasuk kategori sedang dan bila kita lihat dari frekwensi skor termasuk kategori tinggi.

Apabila hasil belajar siswa pada siklus I dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut: Tabel 4.3 : Deskripsi ketuntasan belajar siswa kelas IV SD Negeri Papringan Disamakan pada siklus I Persentase Skor 0 – 64 65 - 100 Jumlah Kategori Tidak tuntas Tuntas Frekwensi 11 18 29 Persen 37,93 62,07 100

Dari tabel 4.3 menunjukkan bahwa pada siklus I persentase ketuntasan siswa sebesar 62,07 yaitu 18 dari 29 siswa termasuk kategori tuntas dan 37,93 dari 29 siswa termasuk dalam kategori tidak tuntas, artinya kurang lebih setengah dari jumlah siswa memerlukan perbaikan, dalam hal ini akan diusahakan pada pembelajaran siklus II. 2. Hasil Tes Akhir Siklus II Berdasarkan hasil analisis deskriptif sebagaimana tercantum pada lampiran A, maka rangkuman statistic skor Hasil belajar siswa kelas V SD Pertiwi Disamakan sebagai berikut: Tabel 4.4 Statistik skor hasil belajar siswa kelas V SD Pertiwi Disamakan Siklus II

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Statistik Subjek penelitian Skor Ideal Skor Maksimum Skor Minimum Rentang skor Rata-rata Standar deviasi

Nilai Statistik 29 100 90 40 50 72,41 14,55

Apabila skor hasil belajar siswa di kelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekwensi skor yang ditunjukkan pada teabel 4.5 di bawah ini: Tabel 4.5 : Distribusi frekwensi dan persentase skor hasil belajar IPA siswa kelas V SD Pertiwi Disamakan Makassar pada tes siklus II No. 1. 2. SKor 0 – 34 35 – 54 Kategori Sangat rendah Rendah Frekwensi 0 4 Persentase 0,00 13,79

3. 4. 5.

55 – 64 65 – 84 85 – 100 Jumlah

Sedang Tinggi Sangat tinggi

5 13 7 29

17,24 44,83 24,14 100

Dari tabel 4.4 dan 4.5, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas V SD Pertiwi Disamakan setelah dilakukan perbaikan tetap menggunakan tindakan pendekatan realistic pada siklus II diperoleh: skor rata-rata 72,41, standar deviasi 14,55, skor ideal 100, skor mainimum 40 dan skor maksimal 90. Pada tabel kategori skor 0 34 mengalami penurunan sehingga tidak terdapat siswa yang masuk dal;am kategori sangat rendah, begitu pula pada skor 6584 ada 13 dari 29 siswa yang masuk dalam kategori tinggi sedangkan mengalami peningkatan terdapat pada skor 85-100 yaitu 7 dari 29 siswa yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Dengan demikian hasil belajar IPA menggunakan tindakan pendekatan realistic pada siklus II berada dalam kategori tinggi karena antara rata-rata dan ketegorisasi skor terdapat frekwensi tertinggi. Apabila hasil belajar siswa pada siklus II dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut: Tabel 4.6 : Deskripsi ketuntasan belajar siswa kelas V SD Pertiwi Disamakan pada siklus I

Persentase Skor 0 – 64 65 - 100 Jumlah

Kategori Tidak tuntas Tuntas

Frekwensi 9 20 29

Persen 31,03 68,97 100

Dari tabel 4.6 menunjukkanbahwa pada siklus II persentase ketuntasan siswa sebesar 68,97 yaitu 20 dari 29 siswa termasuk dalam kategori tuntas dan 31,03 atau 9 dari 29 siswa termasuk dalam kategori tidak tuntas. Selanjutnya pada tabel 4.7 memperlihatkan peningkatan kualitas belajar siswa di lihat dari segi hasil, setelah dilaksanakan pembelajaran dengan pendekatan realistic pada siklus I dan siklus II. Tabel 4.7 : Perbandingan skor tiap siklus
Siklus Siklus I Siklus II Skor perolehan siswa Minimum Maksimum Rata-rata 25 90 63,97 40 90 72,41 Frekwensi 18 20 Tuntas Persentase 62,07 68,97 Tidak tuntas Frekwensi Persentase 11 37,93 9 31,03

Dari tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa rata-rata skor perolehan siswa dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sekitar 8,44 dan ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II peningkatan persentasenya sekitar 6,9. Hal ini berarti indicator kinerja yang ada terpenuhi yakni terjadi

peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Pertiwi disamakan Makassar semester ganjil tahun pelajaran 2008/2009 dengan menerapkan pendidikan IPA realistik Indonesia.

B. Analisis Kualitatif 1. Perubahan Sikap Siswa dalam Proses pembelajaran Selain terjadi peningkatan kualitas belajar dilihat dari segi hasil terhadap pelajaran IPA dari siklus I ke siklus II, terjadi pula perubahan sikap siswa dalam proses pembelajaran. Perubahan tersebut merupakan data kualitatif yang diperoleh dari lembar observasi pada setiap pertemuan yang dicatat pada tiap siklus. Adapun perubahan-perubahan yang dimaksud adalah: a. Meningkatnya frekwensi kehadiran siswa dari siklus I ke siklus II ini menunjukkan bahwa siswa memiliki kemauan dan kesungguhan untuk mengikuti pelajaran. b. Perhatian siswa pada saat proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II memperlihatkan adanya peningkatan dengan semakin banyaknya siswa yang memperhatikan penekanan suatu materi, menjawab pertanyaan yang diajukan, bertanya tentang materi yang belum dimengerti, dan aktif pada saat pembahasan soal. c. Berkurangnya siswa yang melakukan kegiatan lain pada saat guru menjelaskan dan siswa yang keluar masuk pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

d. Kerjasama dan partisipasi pada sat mengerjakan lks dalam kelompok semakin meningkat. e. Tumbuhnya kesadaran pada diri siswa untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan. 2. Refleksi terhadap pelaksanaan tindakan dalam proses pembelajaran IPA. a. Refleksi Pelaksanaan Siklus I Pada siklus I, pembelajaran melalui pendidikan IPA realistic Indonesia dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dan metode yang digunakan adalah metode tanya jawab, demonstrasi, diaskusi kelompok, dan pemberian tugas. Pada pertemuan pertama penelitian, kegiatan pembelajaran berlangsung cukup baik, karena siswa secara langsung diperlihatkan benda-benda yang nyata secara kelompok, sehingga siswa lebih tertarik dan antusias untuk belajar. Perhatian siswa dalam proses pembelajaran dengan pendekatan realistic juga baik. Hal ini dapat kita lihat pada saat setiap kelompok mengerjakan lks, cukup antusias meskipun masih ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam kelompok. Mereka umumnya hanya meniru atau mencontoh lks siswa yang lain atau kelompok yang lain. Ini dikarenakan karena siswa kurang terbiasa bekerja secara kelompok dan menyempaikan pendapat serta member tanggapan. Selain itu mendiskusikan materi pelajaran IPA merupakan kegiatan yang langka didapatkan oleh siswa selama ini dan ketika guru mengarahkan mereka untuk mempersentasekan kebanyakan dari mereka yang tidak mampu menyelesaikan masalah secara tepat.

Pada pertemuan kedua, belum menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pembejaran. Hal ini terlihat karena masih kurangnya siswa yang mengangkat tangan saat diajukan pertanyaan dan

menyelesaikan soal yang diberikan trentang materi pertemuan pertama, akan tetapi setelah diterangkan kembali dan diberikan penekanan suatu materi, maka rata-rata siswa mulai aktif dalam mengerjakan soal-soal pengembangan materi. Dalam persentasi umum terlihat siswa ragu dan kurang berani menyemapuikan penjelasan dan strategi untuk

menyelesaikan masalah di depan kelas dan ketika penjelasan yang disampaikan oleh seorang siswa atau salah satu kelompok, kelompok lain kurang berani menentukan sikap setuju atau tidak setuju dengan apa yang disampaikan oleh kelompok persentase dalam kegiatan ini. Siswa cenderung utnuk menunggu pendapat dari guru. Kegiatan lain yang menunjukkan keaktifan siswa pada pertemuan kedua adalah saat mengerjakan lks secara kelompok mereka mulai bekerj sma dalam menyelesaikan lks. Pada pertemuan selanjutnya yakni pertemuan ketiga, kegiatan pembelajaran cukup lancer dan perhatian siswa terhadap materi pelajaran lebih baik dari sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya siswa yang aktif saat kegiatan pembelajaran berlangsung, seperti aktif dalam bertanya,menjawab pertanyaan, naik mengerjakan soal di papan tulis, meminta bimbingan guru, dan bekerja sama dalam melakukan demonstrasi serta mengerjakan lks. Namun yang kurang diperhatikan adalah dalam mengerjakan PR yang diberikan pada pertemuan

sebelumnya, tidak semua siswa mengumpulkan tugas tepat pada waktunya, masih ada beberapa siswa yang memberikan alas an yang menunjukkan mereka kurang perhatian, akan tetapi siswa-siswa yang lain mengerjakan tugas rumah dengan hasil yang baik. Pada ujian siklus I masih ada beberapa dari mereka yang mengaku tidak bisa bekerja karena tidak belajar di rumah. Kendala lain yang timbul saat ujian berlangsung adalah asda beberapa siswa yang melakukan kerjasama dan yang paling memberikan kesan tidak baik adalah melihat catatan atau buku. Kendala ini dapat diselesaikan dengan memberikan ketegasan saat ujian berlangsung. Secara umum, siswa menyenangi pelejaran IPA dengan menerapkan pendekatan ini, karena materi yang disajikan kepada siswa senantiasa berkaitan dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari,

menyenangkan, dan bermakna. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa siswa yang bersifat pasif dalam pembelajaran misalnya hanya diam, melakukan aktifitas lain ketika pembel;ajaran berlangsung.siswa yang bersikap pasif umumnya tidak mengerti materi yang diberikan karena memang kurang memperhatikan dan cenderung menghindar dari pelajaran IPA. b. Refleksi Pelaksanaan Siklus II Setelah merefleksi hasil pelaksanaan siklus I, diperoleh suatu gambaran tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II sebagai perbaikan dari tindakan yang dilakukan pada siklus I.

Dalam siklus ini dilakukan penyempurnaan penerapan pembelajaran. Upaya ini dilakukan dalam bentuk pemberian motivasi untuk menyelesaikan masalah dengan beberapa pertanyaan yang sifatnya mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban, lebih banyak

memberikan latihan, mencari pemecahan masalahdengan lebih banyak berdiskusi, serta mendorong siswa baik individu maupun kelompok untuk untuk lebih percaya diri mengungkapkan gagasan atau alas an terhadap penyelesaian masalah yang dibuatnya dengan cara memberikan pujian kepada siswa atau kelompok yang telah mengemukakan alasannya. Dengan adanya perlakuan seperti ini terlihat bahwa proses pembelajaran dengan pendekatan realistic sesuai dengan apa yang dijarapkan, di mana siswa lebih aktif mengerjakan tugas / lks secera berkelompok dan menyelesaikan penekanan materi, pekerjaan rumah atau tugas dikumpul tepat waktu, meminta bimbingan guru dan yang paling memberikan kontribusi yang besar dalam pembelajaran adalah kurangnya siswa yang melakukan kegiatan lain. Pada pertemuan terakhir diadakan ujian siklus II. Mereka menunjukkan dalam ujian yang lebih baik dari ujian sebelumnya. Hal ini terlihat pada saat soal-soal dibagikan, mereka terlihat cukup tenang dan mengerjakannya dengan penuh semangat. Kendala yang dulunya muncul pada siklus I seperti kerjasama, rebut, dan melihat catatan hampir tidak terlihat pada siklus II, meskipun ada satu dua siswa yang bekerjasama

dengan bisik-bisik, peneliti dalam hal ini bisa mengatasi dengan cara memperketat pengawasan. Secara umum dapat dikemukakan bahwa perhatian dan keaktifan siswa memperlihatkan peningkatan setelah dilakukan perbaikan.

Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran meningkat yang ditandai dengan perhatian siswa pada saat pembahasan materi pelajaran, aktif dalam mengerjakan soal latihan pengembangan, kurangnya siswa melakukan kegiatan lain saat pembelajaran berlangsung, kerjasama dalam mengerjakan lks dan mengumpulkan tugas tepat waktu. Hal ini memberikan dampak yang positif dalam peningkatan hasil belajar. 3. Tanggapan Siswa Dari observasi yang dilakukan terhadap siswa, kemudian dianalisis hasil refleksi siswa dan disimpulkan sebagai berikut: a. Pendapat siswa tentang pelajaran IPA Pada umumnya siswa berkomentar bahwa pelajaran IPA itu gampang-gampang susah dan sebagian lagi beranggapan bahwa belajar IPA itu menyenangkan, menarik karena dapat bermain dan berhitung. b. Pendapat siswa tentang belajar IPA dengan menggunakanpendekatan realistik Pada umumnya siswa menganggap bahwa pendekatan realistik sangat baik, mereka beralasan karena: 1) Lebih mudah dimengerti, karena dapat dilihat langsung bendabenda di sekitar kita yang ada kaitannya dengan materi.

2)

Memudahkan mengerjakan latihan dan membantu pemahaman siswa.

3) Dapat melihat benda-benda yang nyata. 4) Belajar IPA menjadi lebih menarik.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama dua siklus, maka dapat disimpulkan: 1. Penerapan pendidikan IPA realistik Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa Kelas V SD Pertiwi Disamakan Makassar dari skor rata-rata hasil ujian siklus I sebesar 63,97 meningkat pada siklus II menjadi 72,41. Begitu juga dengan ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 62,06 meningkat pada siklus II menjadi 68,97. 2. terjadi peningkatan kualitas pembelajaran ditandai dengan meningkatnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sesuai dengan hasil observasi selama tindakan kelas berlangsung.

B. Saran Dari hasil yang diiperoleh dalam penelitian ini, maka diajukan beberapa saran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, anatara lain:

1.

Agar pembelajaran IPA itu menyenangkan bagi siwa dan mudah untuk dipamahami, maka perlu diperbanyak melakukan demonstrasi dan memunculkan benda-benda serta pengalaman bagi siswa yang sesuai dengan materi yang diajarkan.

2.

Kepada guru IPA khususnya guru SD untuk berani mencoba mengimplementasikan pembelajaran IPA realistik untuk meningkatkan hasil belajar IPA.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta. Djamarah. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional. Hudoyo, Herman. 1990. Strategi Belajar Mengajar IPA. IKIP Malang. Marpaung, Yansen. 2008. Sosialisasi Pendidikan IPA Realistik Indonesia. Diktat. Departemen Pendidikan Nasional. .2008. Assesmen PMRI dan Pengembangan Instrumen. Diktat. Departemen Pendidikan nasional. Suherman, HE dkk. 2003. Strategi Pembelajaran IPA Kontemporer. IMSTEP: Bandung. Slameto. 1995. Belajar dan Faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta. Sri Wardhani. 2008. Pembelajaran Penggunaan Alat Ukur Panjang. Diktat. Departemen Pendidikan Nasional. Sudjana Nana. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif dan Proses Belajar. Bandung: Sinar baru. Suardi, S. 2006. Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) SMP Negeri 3 Galesong Selatan kabupaten Takalar. Skripsi. Makassar: FKIP Unismuh. Sri Satriani. 2005. Penigkatan Kualitas Pembelajaran IPA Melalui Pendekatan Realistik pada Siswa Kelas VI SDN. 76 Palajau Kecamatan Arungkeke Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Makassar: FKIP Unismuh. Tiro, Arif Muhammad. 2000. Dasar-dasar statistika. Makassar: MSU Press (Makassar State University Press). Upu, Hamzah. 2003. Realistic Mathematics Education (RME) Suatu Pendekatan Dalam Pembelajaran IPA. Makalah. Makassar: FMIPA UNM.

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Judul : MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PMRI (PENDIDIKAN IPA REALISTIK INDONESIA) PADA SISWA KELAS V SD PERTIWI DISAMAKAN MAKASSAR Nama NIM Jurusan Fakultas : : : : LIS BULKIS 1053 1267 05 Pendidikan IPA Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Telah diperiksa dan diteliti ulang, maka skripsi ini telah memenuhi persyaratan untuk diujikan Makassar, Disetujui oleh, Pembimbing I Pembimbing II Desember 2008

Drs. Abdul Rahman, M. Pd

Drs. Baharullah, M. Pd

Mengetahui; Dekan FKIP Unismuh Makassar Ketua Jurusan Pendidikan IPA

(A. Sukri Syamsuri, S. Pd., M.Hum) NBM : 858 625

(Drs. Baharullah, M. Pd) NBM : 779 170

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PMRI

(PENDIDIKAN IPA REALISTIK INDONESIA)
PADA SISWA KELAS V SD PERTIWI DISAMAKAN MAKASSAR

PROPOSAL
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan PendidikanIPA pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Oleh

LIS BULKIS
1053 1267 05

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2008

MOTO

“ Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu pengetahuan, maka dengan sebab kekuatan itu Allah akan membukakan jalan untuknya guna menuju ke sana” (H.R. Muslim)

“ Dengan usaha dan kerja keras disertai doa Yang sungguh-sungguh Segalanya akan menjadi kenyataan”

“ Kupersembahkan buat suami, orang tua serta Anak-anakku tercinta “

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................... ................................... i ii iii iv v vi viii 1 1 4 4 4 ...... 6 20

HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAN UJIAN MOTO ABSTRAK

.......................................

................................................................................ ........................................................................... .............................................................

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB

......................................................................... ................................................... ................................................ ............................................ .............................................. ...........................................

I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian

BAB II

KERANGKA TEORITIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Kerangka Teoritik .............................................

B. Hipotesis Tindakan ..................................................

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian B. Subjek Penelitian C. Faktor yang Diselidi

.......................................... ..... ..................................... 21 21 21

21

............................................ .........................................

D. Rencana Tindakan

.......................................... ................................... ....................................... ............................................... ....

22 25 25 26 27 27 33 40 40 40 42 43 44

E. Teknik Pengumpulan Data F. Teknik Analisis Data G. Indikator Kinerja

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kuantitatif .....................................

B. Analisis Kualitatif ..................................................... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA ...................................

........................................................

................................................................... ................................................................ ......................................................... .....................................................

LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP

KATA PENGANTAR

Tiada kata yang patut diucapkan kepada Allah Swt selain kata puji syukur, karena rahmat dan hidayah-Nya sehingga skripsi yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui PMRI (Pendidikan Metematika Realistik Indonesia) Pada Siswa Kelas V SD Pertiwi Disamakan makassar ” dapat penulis selesaikan dengan baik. Sebagai manusia biasa, penulis menyadari bahwa penyelesaian skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dan bimbingan orang lain. Oleh karena itu, ucapan terima kasih dan penghargaan penulis sampaikan kepada Dr. Irwan Akib, M.Pd selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, yang telah banyak berpikir demi kemajuan Universitas Muhammadiyah Makassar. Ucapan terima kasih dan penghargaan juga penulis sampaikan kepada Drs. Abdul Rahman, M. Pd., sebagai pembimbing I, dan Drs. Baharullah, M. Pd., sebagai pembimbing II, sekaligus Ketua Jurusan Pendidikan IPA yang sudah berusaha dan bersusah payah membimbing penulis mulai dari penyusunan proposal sampai pada akhir penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih kepada Dr. A. Sukri Syamsuri, S.Pd., M. Hum., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah menyetujui judul penelitian ini, selain itu ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para dosen, kepada tata usaha dan seluruh Staf Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan studi. Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Ibu Dra. Hj. Nursiah, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Pertiwi Disamakan Makassar beserta guru-guru yang telah membantu penulis dalam mengadakan penelitian ini.

Demikian pula penulis ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada suami tercinta, orang tua serta saudara-saudara tersayang yang selalu memberikan motivasi, dorongan serta doa selama penulis menempuh pendidikan. Di samping itu, penulis juga sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan demi terwujudnya skripsi ini, namun tidak sempat disebutkan namanya satu persatu. Meskipun skripsi ini sudah selesai penulisannya, namun masih jauh dari kesempurnaan. Hal ini terjadi karena masih dalam tahap belajar. Oleh karena itu, penulis harapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca dalam penyempurnaan kripsi ini. Semoga kritik dan saran pembaca bernilai ibadah di sisi Allah Subhana Wataala. Amin!.

Makassar,

Desember 2008

Penulis,

ABSTRAK

Lis Bulkis, 2008. Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui PMRI (Pendidikan Metematika Realistik Indonesia) Pada Siswa Kelas V SD Pertiwi Disamakan Makassar. Fakultas Keguaruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah makassar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom Action Reserch) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA Siswa kelas V SD Pertiwi Disamakan Makassar melalui PMRI. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2008/2009 dengan jumlah siswa 29 orang. Siklus I dan Siklus II masing-masing dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Instru,men pengumpulan data adalah tes hasil belajar siswa yang dilakukan setiap akhir siklus dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada siklus I, skor rata-rata hasil belajar IPA siswa adalah 63,97 dari skor tertinggi yang mungkin dicapai 100, standar deviasi 17,19 dan berada pada kategori sedang, (2) pada siklus II skor rata-rata hasil belajar IPA siswa adalah 72,41 dari skor tertinggi yang mungkin dicapai 100, standar deviasi 14,55 dan berada pada kategori tinggi, (3) terjadi peningkatan kehadiran siswa dari siklus I ke siklus II, (4) terjadi peningfkatan keaktifan siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru tentang materi yang dijelaskan. Siswa yang bertanya tentang materi pelajaran yang belaum dimengerti, siswa yang aktif saat pembahasan contoh soal, siswa yang bekerja sama dan berpartisipasi dalam kelompok. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kualitas pembelajaran IPA siswa kelas V SD pertiwi Disamakan Makassar dengan menggunakan PMRI.

HASIL TES IPA KELAS V SD PERTIWI DISAMAKAN MAKASSAR PADA TES SIKLUS I DAN II No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. Nama
Ahmad Marsuq Ahmad Nur Arazi A Arfin Krisdiyanto. Dwiko Hagaziva Ichlasul Aqza I Gede satria Muh. Aidil M. Ashabul Qahfi Muh. Farhan Muh Fikhi Muh. Ikhsan Muh. Robinsyah Muh. Fikri haikal Nitiyasa Narasama Andini Andi Sitti Cantika Arin Najla Sahwa Asri Oktianawati Cintya Chusnul K Dea Miranda sari Dinda Sari Gusti Ayu Keiza Berlianti Nadiyyin

L/P
L L L L L L L L L L L L L L P P P P P P P P P P

Rifda Ayu Rosna L Jihan Sinta Mutiara bella Sitti Fatimah Zairini Jumlah Rata-rata

P P P P P

Tes Siklus I 40 40 60 70 90 30 80 50 75 70 60 70 70 65 80 80 60 70 70 60 85 70 70 90 70 65 25 60 30 1855 63,97

Tes Siklus II 60 50 70 80 90 40 80 70 90 80 60 90 80 90 80 90 70 60 80 70 90 70 80 90 60 70 50 50 60 2100 72,41

A. DATA PENELITIAN
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Skor 40 40 60 70 90 30 80 50 75 70 60 70 70 65 80 80 60 70 70 60 85 70 70 90 70 65 25 60 30 Siklus I Kategori Sangat Rendah Sangat rendah Rendah Sedang Sangat tinggi Sangat Rendah Tinggi Sangat Rendah Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Rendah Sedang Sedang Rendah Tinggi Sedang Sedang Sangat Tinggi Sedang Sedang Sangat Rendah Sedang Sangat rendah Siklus II Kategori Rendah Sangat Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Sangat rendah Tinggi Sedang Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Sangat Tinggi Sedang Tinggi Sangat Tinggi Redah Sedang Sangat Rendah Sangat Rendah Rendah

Ketuntasan Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas

Skor 60 50

70
80 90 40 80 70 90 80 60 90 80 90 80 90 70 60 80 70 90 70 80 90 60 70 50 50 60

Ketuntasan Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tisdak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas

Hasil Analisis Lis Bulkis B. KATEGORISASI 1. Siklus I
Skor 0 34 35 54 55 64 65 84 85 - 100 Jumlah Frek 3 3 5 15 3 29 Persen 10,34 10,34 17,24 51,72 10,34 100 Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

Kelompok Tidak tuntas Tuntas Jumlah

Frek 11 18 29

Persen 37,93 62,07 100,00

2. Siklus II
Skor 0 34 35 54 55 64 65 84 85 - 100 Jumlah Frek 0 4 5 13 7 29 Persen 0,00 13,79 17,24 44,83 24,14 100 Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

Kelompok Tidak tuntas Tuntas Jumlah

Frek 9 20 29

Persen 31,03 68,97 100,00

Hasil Analisis Lis Bulkis LEMBAR OBSERVASI KEHADIRAN SISWA SELAMA SIKLUS I DAN SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Nama siswa I
Ahmad Marsuq Ahmad Nur Arazi A Arfin Krisdiyanto. Dwiko Hagaziva Ichlasul Aqza I Gede satria Muh. Aidil M. Ashabul Qahfi Muh. Farhan Muh Fikhi Muh. Ikhsan Muh. Robinsyah Muh. Fikri haikal Nitiyasa Narasama Andini Andi Sitti Cantika Arin Najla Sahwa Asri Oktianawati Cintya Chusnul K Dea Miranda sari Dinda Sari Gusti Ayu Keiza Berlianti Nadiyyin

Siklus I II III

IV

I

Siklus II II III

IV

Rifda Ayu Rosna L Jihan Sinta Mutiara bella Sitti Fatimah Zairini Jumlahyang hadir

26

28

28

29

28

29

29

29

Keterangan : X = Absen  = Hadir

LEMBAR OBSERVASI SISWA KELAS V SELAMA PELAKSANAAN TINDAKAN SIKLUS I DAN II

No . 1. 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Komponen yang diamati I Siswa yang hadir pada saat pembelajaran Siswa yang memperhatikan materi yang diajarkan Siswa yang melakukan kegiatan lain pada saat guru menjelaskan Siswa yang keluar masuk pada saat proses bel;ajar mengajar berlangsung Siswa yang bertanya tentang materi yang belum dimengerti Siswa yang aktif pada saat pembahasan contoh soal Siswa yang mengerjakan soal di papan tulis dengan benar Siswa yang mengajyukan diri mengerjakan soal di papan tulis Siswa yang mengerjakan PR Siswa yang berkerjasama dan berpartisipasi dalam kelompok II

Siklus I III IV

X

I

II

Siklus II III IV

X

26 18 8 4 7 3 5 25 20

28 20 7 2 8 10 7 10 25 23

28 22 6 11 15 9 15 26 25

29 * * * * * * * * *

27 20 7 2 7 10 6 10 25 22

28 23 5 11 17 10 15 28 26

29 24 5 13 19 12 18 29 27

29 26 3 15 22 15 20 29 27

29 * * * * * * * * *

28 24 4 13 19 12 17 28 26

Paraf Observasi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Kelas / semester Pertemuan ke Alokasi Waktu : IPA :V/1 :1 : 2 x 35 Menit

I.

A. Standar Kompetensi: 2. Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar: 2.1 Menuliskan tanda waktu dengan menggunakan notasi 24 jam. C. Indikator - Menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam. - Menentukan tanda waktu dengan notasi 24 jam. Tujuan Pembelajaran: - Menuliskan tanda waktu dengan notasi 12 jam. - Mengenal waktu pagi, siang, sore, dan malam - Menuliskan tandawaktu dengan notasi 24 jam. II. Materi Pembelajaran: Pengukuran waktu. III.Metode Pembelajaran: Informasi, penugasan, diskusi IV. Langkah-langkah Pembelajaran: Kegiatan Awal - Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. - Guru mengajak siswa mengingat kegiatan sehari-hari dan waktunya. Kegiatan Inti - Guru mengajak siswa membaca jam. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal yang berkaitan dengan tanda waktu dengan notasi 12 jam, kemudian didiskusikan dengan guru - Guru mengenalkan waktu pagi, siang, sore, dan malam dengan menggunakan contoh. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal yang berkaitan dengan tanda waktu yang menggunakan keterangan pagi, siang, sore, dan malam, kemudian didiskusikan dengan guru. - Guru menjelaskan mengenai penulisan tanda waktu dengan notasi 24 jam serta hubungannya dengan tanda waktu 12 jam. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal yang berkaitan dengan tanda waktu engan notasi 24 jam, kemudian didiskusikan dengan guru. Kegiatan Akhir - Siswa merangkum hasil pembelajaran pada buku catatan dan mengerjakan tugas pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. - Guru mengulang kembali hal-hal yang sudah dipelajari tersebut. V. Alat / Bahan / Sumber Buku Asyik Berhitung IPA 5, penerbit: Yudistira.

a. b.

VI. Penilaian Tertulis Tes tertulis dalam bentuk latihan Kinerja / perbuatan 1. Respon masing-masing siswa terhadap pertanyaan guru meliputi aspek kualitas jawaban dan frekwensi menjawab pertanyaan 2. Aktivitas Tanya jawab dan diskusi meliputi akurasi pertanyaan dan jawaban 3. Kerja kelompok.

Makassar, Mengetahui, Kepala Sekolah

Guru Bid. Studi

Hj. Nursiah, S.Pd NIP 130 597 307

Lis Bulkis, A. Ma NIP. 132 212 183

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Kelas / semester Pertemuan ke Alokasi Waktu A. B. C. I. : IPA :V/1 :2 : 3 x 35 Menit

Standar Kompetensi 2. Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar: 2.2 Melakukan operasi hitung satuan waktu Indikator - Menentukan waktu yang diperlukan uan Pembelajaran: - menentukan lama waktu yang diperlukan. - Menentukan hubungan jam, menit, dan detik II. Materi Pembelajaran Pengukuran waktu. Metode Pembelajaran Informasi, penugasan, diskusi Langkah-langkah Pembelajaran: Kegiatan Awal - Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. - Guru mengajak siswa mengingat tentang cara membaca jam tanda waktu 12 jam dan 24 jam. Kegiatan Inti - Guru mengajak siswa menghitung waktu yang diperlukan untuk melakukan suatu kegiatan. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal yang berkaitan dengan lama waktu yang diperlukan, kemudian didiskusikan dengan guru. - Guru mengingatkan kembali hubungan jam, menit, dan detik. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal yang berkaitan dengan hubungan jam, menit, dan detik, kemudian didiskusikan guru. Kegiatan Akhir - Siswa merangkum hasil pembelajaran pada buku catatan dan mengerjakan tugas pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. - Guru mengulang kembali hal-hal yang sudah dipelajari tersebut. Alat / Bahan / Sumber Buku Asyik Berhitung IPA 5, penerbit: Yudistira. Penilaian Tertulis Tes tertulis dalam bentuk latihan Kinerja / perbuatan

b. c.

1. Respon masing-masing siswa terhadap pertanyaan guru meliputi aspek kualitas jawaban dan frekwensi menjawab pertanyaan 2. Aktivitas Tanya jawab dan diskusi meliputi akurasi pertanyaan dan jawaban

Makassar, Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Bid. Studi

Hj. Nursiah, S.Pd NIP 130 597 307

Lis Bulkis, A. Ma NIP. 132 212 183

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Kelas / semester Pertemuan ke Alokasi Waktu A. : IPA :V/1 :3 : 2 x 35 Menit

Standar Kompetensi 1. Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar 2.2 Melakukan operasi hitung satuan waktu Indikator - Menentukan hasil operasi hitung melibatkan satuan waktu. I. Tujuan Pembelajaran - Menyelesaikan operasi hitung yang melibatkan satuan waktu. II. Materi Pembelajaran Pengukuran waktu. III. Metode Pembelajaran Informasi, penugasan, diskusi IV. Langkah-langkah Pembelajaran: Kegiatan Awal - Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. - Guru mengajak siswa mengingat tentang hubungan jam, menit, dan detik. Kegiatan Inti - Guru menjelaskan cara menyelesaikan operasi hitung yang melibatkan satuan waktu. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal yang berkaitan dengan dengan operasi hitung yang melibatkan satuan waktu, kemudian didiskusikan bersama guru. Kegiatan Akhir - Siswa merangkum hasil pembelajaran pada buku catatan dan mengerjakan tugas pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. - Guru mengulang kembali hal-hal yang sudah dipelajari tersebut. Alat / Bahan / Sumber Buku Asyik Berhitung IPA 5, penerbit: Yudistira.

B. C.

a. b.

VI. Penilaian Tertulis Tes tertulis dalam bentuk latihan Kinerja / perbuatan 1. Respon masing-masing siswa terhadap pertanyaan guru meliputi aspek kualitas jawaban dan frekwensi menjawab pertanyaan 2. Aktivitas Tanya jawab dan diskusi meliputi akurasi pertanyaan dan jawaban 3. Kerja kelompok. Makassar, Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Bid. Studi

Hj. Nursiah, S.Pd NIP 130 597 307

Lis Bulkis, A. Ma NIP. 132 212 183

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Kelas / semester Pertemuan ke Alokasi Waktu : IPA :V/1 :4 : 3 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi 1. .Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar 2.3 Melakukan pengukuran sudut C. Indikator - Mengukur besar dan menggambar besar sudut menggunakan busur derajaMenentukan dan menaksir besar sudut. I. Tujuan Pembelajaran - Mengingat kembali sudut lancip, siku-siku, tumpul, dan lurus - Menentukan besar sudut antara dua jarum jam - Menaksir besar sudut menggunakan jarum jam. Materi Pembelajaran Pengukuran waktu. III. Metode Pembelajaran Informasi, penugasan, diskusi

Langkah-langkah Pembelajaran: Kegiatan Awal - Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. - Guru mengajak siswa mengingat tentang konsep sudut. Kegiatan Inti - Guru menjelaskan tentang macam-macam sudut. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal yang berkaitan dengan dengan sudut - Guru menjelaskan cara menentukan besar sudut antara dua jarum jam. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal yang berkaitan dengan besar sudut antara dua jarum jam. - Guru menjelaskan cara menaksir besar sudut menggunakan jarum jam. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal yang berkaitan dengan besar sudut anatar dua jarum jam. Kegiatan Akhir

-

Siswa merangkum hasil pembelajaran pada buku catatan dan mengerjakan tugas pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. Guru mengulang kembali hal-hal yang sudah dipelajari tersebut.

Alat / Bahan / Sumber Buku Asyik Berhitung IPA 5, penerbit: Yudistira. Penilaian Tertulis Tes tertulis dalam bentuk latihan Kinerja / perbuatan a. Respon masing-masing siswa terhadap pertanyaan guru meliputi aspek kualitas jawaban dan frekwensi menjawab pertanyaan b. Aktivitas Tanya jawab dan diskusi meliputi akurasi pertanyaan dan jawaban

Makassar, Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Bid. Studi

Hj. Nursiah, S.Pd NIP 130 597 307

Lis Bulkis, A. Ma NIP. 132 212 183

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Kelas / semester Pertemuan ke Alokasi Waktu : IPA :V/1 :5 : 2 x 35 Menit

A. Standar Kompetensi 2 Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar 2.2 Melakukan pengukuran sudut C. Indikator - Mengukur dan menggambarkan besar sudut menggunakan busur derajat. I. Tujuan Pembelajaran - Mengukur besar sudut menggunakan busur derajat - Menggambarkan besar sudut menggunakan busur derajat. Materi Pembelajaran Pengukuran Sudut. III. Metode Pembelajaran Informasi, penugasan, diskusi Langkah-langkah Pembelajaran: Kegiatan Awal - Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. - Guru mengajak siswa mengingat tentang cara menaksir besar sudut. Kegiatan Inti - Guru menjelaskan cara mengukur sudut menggunakan busur derajat. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal yang berkaitan dengan pengukuran sudut, dibimbing oleh guru. - Guru menjelaskan cara menggambar sudut menggunakan busur derajat. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal tentang menggambar sudut, dibawah bimbingan guru. Kegiatan Akhir - Siswa merangkum hasil pembelajaran pada buku catatan dan mengerjakan tugas pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. - Guru mengulang kembali hal-hal yang sudah dipelajari tersebut. Alat / Bahan / Sumber Buku Asyik Berhitung IPA 5, penerbit: Yudistira.

a. b.

Penilaian Tertulis Tes tertulis dalam bentuk latihan Kinerja / perbuatan 1. Respon masing-masing siswa terhadap pertanyaan guru meliputi aspek kualitas jawaban dan frekwensi menjawab pertanyaan 2. Aktivitas Tanya jawab dan diskusi meliputi akurasi pertanyaan dan jawaban

Makassar, Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Bid. Studi

Hj. Nursiah, S.Pd NIP 130 597 307

Lis Bulkis, A. Ma NIP. 132 212 183

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : IPA Kelas / semester :V/1 Pertemuan ke :6 Alokasi Waktu : 3 x 35 A. Standar Kompetensi 2. Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar 2.4 Mengenal satuan jarak dan kecepatan Indikator Mengenal satuan luas dan volume I. Tujuan Pembelajaran - Mengubah satuan luas tertentu menjadi satuan luas yang lain - Menyelesaikan operasi hitung yang melibatkan satuan luas yang berbedabeda - Mengubah satuan volume tertentu menjadi satuan satuan volume yang lain - Menyelesaikan operasi hitung yang melibatkan satuan volume yang berbeda-beda II. Materi Pembelajaran Jarak dan kecepatan. III. Metode Pembelajaran Informasi, penugasan Langkah-langkah Pembelajaran: Kegiatan Awal - Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. - Guru mengajak siswa mengingat satuan panjang, guru menampilkan tangga satuan panjang. Kegiatan Inti - Guru menjelaskan tentang satuan luas dengan menampilkan tangga satuan luas.. - Guru menjelaskan cara mengubah satuan luas menjadi satuan luas yang lain. - Guru menjelaskna ncara menyelesaikan operasi hitung satuan luas. - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal tentang satuan luas dan operasi hitung satuan luas, di bawah bimbingan guru. Kegiatan Akhir - Siswa merangkum hasil pembelajaran pada buku catatan dan mengerjakan tugas pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. - Guru mengulang kembali hal-hal yang sudah dipelajari tersebut.

C.

Alat / Bahan / Sumber Buku Asyik Berhitung IPA 5, penerbit: Yudistira. Penilaian 1.Tertulis Tes tertulis dalam bentuk latihan 2. Kinerja / perbuatan A. Respon masing-masing siswa terhadap pertanyaan guru meliputi aspek kualitas jawaban dan frekwensi menjawab pertanyaan B. Aktivitas Tanya jawab dan diskusi meliputi akurasi pertanyaan dan jawaban Makassar, Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Bid. Studi

Hj. Nursiah, S.Pd NIP 130 597 307

Lis Bulkis, A. Ma NIP. 132 212 183

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Kelas / semester Pertemuan ke Alokasi Waktu : IPA :V/1 :7 : 2 x 35 Menit

A.

Standar Kompetensi 2 Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar 2.3 Mengenal satuan jarak dan kecepatan C. Indikator - Mengenal satuan kecepatan dan debit I. Tujuan Pembelajaran - Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kecepatan. - Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan debit Materi Pembelajaran Jarak dan kecepatan III. Metode Pembelajaran Informasi, penugasan, Langkah-langkah Pembelajaran: Kegiatan Awal - Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Inti - Guru mengajak siswa mengingat tentang tanda kecepatan di jalan dan meknanya serta kecepatan yang ditunjukkan spidometer dan maknanya. - Guru menjelaskan cara menentukan kecepatan. - Guru menjelaskan cara menentukan debit . - Setiap siswa berlatih menyelesaikan beberapa soal tentang kecepatan dan debit, di bawah bimbimbingan guru. Kegiatan Akhir - Siswa merangkum hasil pembelajaran pada buku catatan dan mengerjakan tugas pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. - Guru mengulang kembali hal-hal yang sudah dipelajari tersebut. Alat / Bahan / Sumber Buku Asyik Berhitung IPA 5, penerbit: Yudistira. Penilaian

Tertulis Tes tertulis dalam bentuk latihan Kinerja / perbuatan a. Respon masing-masing siswa terhadap pertanyaan guru meliputi aspek kualitas jawaban dan frekwensi menjawab pertanyaan b. Aktivitas Tanya jawab dan diskusi meliputi akurasi pertanyaan dan jawaban Makassar, Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Bid. Studi

Hj. Nursiah, S.Pd NIP 130 597 307

Lis Bulkis, A. Ma NIP. 132 212 183

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) I Mata Pelajaran Kelas / Semester Kompetensi dasar : IPA :V/1 : Menuliskan tanda waktu dengan

menggunakan notasi 24 jam

1. Tuliskanlah pagi, siang, sore atau malam pada tanda waktu berikut: a. Pukul 05.00 b. Pukul 11.00 c. Pukul 17.00 d. Pukul 21.00 =… =… =… =…

2. Gambarlah jam yang menunjukkan waktu di bawah ini! a. b.

Pukul 13.00 c. d.

Pukul 18.00

Pukul 15.00

Pukul 23. 00

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) II Mata Pelajaran Kelas / Semester Kompetensi dasar : IPA :V/1 : Melakukan operasi hitung satuan waktu

1. Amir mulai belajar pukul 19.15 dan selesai pukul 2144. Berapa lama Amir belajar? Jawab:

2. Waktu yang dibutuhkan mengangkat 300 ton beras dari gudang 2 jam 35 menit. Pengangkutan dimulai pukul 8.40. Pukul berapa

pengangkutan itu selesai? Jawab:

3. Basmi berlari mengelilingi lapangan oleh raga dalam waktu 9 menit 30 detik. Berapa menit yang diperlukan untuk menelilingi lapangan sebanyak 3 kali? Jawab:

4. Ani berangkat ke sekolah pukul 06.15. sampai di sekolah pukul 06.45. berapa lama perjalanan Ani? JawabL:

5. SD Pertiwi mulai belajar pukul )7.00. lama satu pelajaran 40 menit. Pukul berapa pulang sekolah jika hari itu ada 7 pelajaran dan istirahat 2 kali masing-masing 15 menit? Jawab:

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) III Mata Pelajaran Kelas / Semester Kompetensi dasar I. Isilah titik di bawah ini! 1. 2 jam 2. 4 ⅔ jam 3. 2 ⅓ menit 4. ¼ jam =… =… =… =… menit menit detik detik : IPA :V/1 : Melakukan operasi hitung satuan waktu

II. Jawablah pertanyaan d bawah ini! 1. 2 jam + 45 menit = … 2. 3 jam + 20 menit = … 3. 300 menit = …. Jam 4. 7200 detik = … jam menit menit

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) IV Mata Pelajaran Kelas / Semester Kompetensi dasar : IPA :V/1 : Melakukan pengukuran sudut

I. Lingkarilah sudut yang besarnya lebih kecil dari 90º a. b. c.

d.

e.

II. Lingkarilah sudut yang lebih besar dari 90º a. b. c.

d.

III. Hitung berapa derajatkan sudut yang dibentuk jaeum panjang dan jarum pendek! 1. 2.

Pukul ……. Derajat ……..

Pukul ………… Derajat …………

3.

Pukul …………. Derajat ………

INSTRUMEN PENELITIAN SIKLUS I
1. Tuliskanlah pagi, siang, sore, atau malam pada tanda waktu berikut: a. Pukul 05.00 b. Pukul 11.00 c. Pukul 13.00 d. Pukul 15.00 e. Pukul 24.00 f. Pukul 01.00 =… =… =… =… =… =…

2. Hitunglah hasil dari : a. 2 ⅓ menit =… detik menit = … menit + … detik jam

b. 9000 detik = … c. 738 detik = ..

d. 3 jam 45 menit 47 detik 4 jam 39 menit 48 detik + Jam… menit … detik 3. Nurlela menjahit satu baju dalam waktu 3 jam 45 menit. Nurlela mulai bekerja pukul 08.15. Dia menyelesaikan 4 baju. Pukul berapa Nurlela selesai menjahit 4 baju tersebut?

4. Berilah tanda (L) sudut siku-siku pada bangun di bawah ini! a. b. c.

d.

e.

d.

5. Hitunglah berapa derajat sudut yang dibentuk oleh jarum jam panjang dan jarum pendek! a. b.

Pukul …. Derajat ….

Pukul …. Derajat …

c.

d.

Pukul …. Derajat ….

Pukul …. Derajat …

INSTRUMEN PENELITIAN SIKLUS II
1. Tulislah besar semua sudut di bawah ini! a b.

c.

d.

2. Gambarlah segitiga-segitiga berikut! a. PQR (∟PQR = 100º; ∟RPQ = 40º)

b. ∆ ABC (∟ABC = 80º;∟BCA = 50º) 3. Ali mengendarai motor dengan kecepatan 80 km/jam. Ali sudah 3 jam berkendaraan. Berapa km jarak yang ditempuh Ali?

4. Jarak kota A dan B 150 km. Amin naik mobil dengan kecepatan 60 km/jam berapa waktu yang dibutuhkan untuk menempu jarak dari kota A ke kota B?

5. Jarak Makassar – Jeneponto Km. Ahmad berangkat dari Makassar pukul 08.00 dan tiba di Jeneponto pukul 10.30. BErapa kecepatan kendaraan Ahmad?

KISI-KISI INSTRUMEN TES SIKLUS I

No. Kompetensi Dasar 1 Menuliskan tanda waktu dengan menggunakan notasi 24 jam

Indikator - Menentukantanda waktu dengan notasi 12 jam - Menentukan tanda waktu dengan notasi 24 jam - Menentukan waktu yang diperlukan

Nomor Soal 1

Bobot 10

2 3

Melakukan operasi hitung satuan waktu

2 3

20 40

Melakukan operasi hitung - Menentukan hasil satuan waktu operasi hitung yangmelibatkan satuan waktu Melakukan sudut pengukuran - Menentukan dan menaksir besar sudut - Menentukan sudut pada permukaan jam

4.

4 5

10 20

KISI-KISI INSTRUMEN TES SIKLUS II

No. Kompetensi Dasar 1 Melakukan sudut

Nomor Soal pengukuran - Mengukur dan 1 menggambar besar sudut menggunakan 2 busur derajat Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu, jarak, dan kecepatan 3 4 5

Indikator

Bobot 10 30

2

Mengenal satuan jarak dan kecepatan

20 20 20

.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

LIS BULKIS, lahir di Ujung Pandang pada tanggal 27 Januari 1974. Anak keempat dari 7 bersaudara. Pasangan Drs. H. Mas’ud Tosa dan Hj. ST. Nurbaya. Penulis mulai masuk Sekolah pada SD Pertiwi dan tamat tahun 1986, melanjutkan pendidikan ke STsN Ujung Pandang kemudian pindah ke SMPN I Fakfak Irian jaya dan tamat tahun 1989. Kemudian melanjutkan pendidikan ke SMAN 8 Ujung Pandang dan tamat tahun 1992. Kemudian melanjutkan pendidikan Ke UNISMUH pada jurusan PGSD dan tamat pada tahun 1995. Pada tahun 1998 terangkat menjadi guru SD dan ditempatkan pada SD Unggulan Kalukuang Kec. Binamu Kab. Jeneponto. Pada tahun 1999 penulis pindah ke Ujung Pandang dan di tempatkan pada SD Inpres Pa’baeng-baeng. Kemudian pada tahun 2003 pindah tugas ke SD Pertiwi Makassar sampai sekarang. Pada tahun 2005 penulis melanjutkan kembali pendidikan ke UNISMUH pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada Jurusan Pendidikan IPA dan berhasil menyelesaikan pendidikan pada tahun 1998 dengan judul Skripsi Meningkatkan Hasil Belajar IPA melalui Pendekatan PMRI pada Siswa kelas V SD Pertiwi Makassar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful