You are on page 1of 21

POLA KETENAGAAN RS XXXXX

Sistematika Pedoman
1.Pendahuluan
2.Latar belakang
3.Tujuan
4.Pengertian
5.Kebijakan
6.Pengorganisasian
7.Kegiatan
8.Metode
9.Pencatatan dan Pelaporan
10.Monitoring dan Evaluasi
11.Penutup

1. PENDAHULUAN

2. LATAR BELAKANG
Rumah sakit adalah organisasi yang terdiri tenaga medis professional yang terorganisir
serta sarana

kedokteran

yang

menyelenggarakan

keperawatan

yang berkesinambungan, diagnosis

pelayanan

serta

kedokteran,

asuhan

pengobatan, sedangkan Fungsi

Rumah Sakit menurut Permenkes RI No. 159b/ MenKes/ Per / 1998 adalah :
a) Menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan medik, penunjang medik. rehabilitasi,
pencegahan dan peningkatan kesehatan.
b) Menyediakan tempat pendidikan dan atau latihan tenaga medik dan paramedik.
c) Sebagai tempat penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi bidang kesehatan.
Tugas rumah sakit melaksanakan

pelayanan

kesehatan

dengan

mengutamakan

kegiatan penyembuhan penderita dan pemulihan keadaan cacat badan dan jiwa yang
dilaksanakan

secara terpadu dengan upaya peningkatan

(preventif) serta melaksanakan upaya rujukan.

(promotif)

dan pencegahan

3. PENGERTIAN

Pola ketenagaan adalah ketentuan yang mencakup mulai dari tata cara rekrutmen, seleksi
pegawai, pengangkatan menjadi pegawai, penggajian, tata cara evaluasi dan pembinaan
pegawai, cuti, serta hak dan kewajiban lainnya.

Analisis pola ketenagaan adalah evaluasi terhadap kinerja pegawai menggunakan kriteria dan
tata cara yang harus diketahui oleh semua pegawai.

Uraian Tugas: Diskripsi pekerjaan adalah seperangkat fungsi dan tugas tanggung jawab yang
dijabarkan ke dalam kegiatan pekerjaan.
Deskripsi pekerjaan adalah suatu pernyataan tertulis tentang apa yang senyatanya dilakukan
oleh pemegang jabatan, bagaimana melakukannya, dan dalam kondisi seperti apa jabatan
tersebut dilaksanakan.
Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta
memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan formal di bidang kesehatan
yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan dalam melakukan upaya kesehatan.
Analisa Beban Kerja adalah upaya menghitung beban kerja pada satuan kerja dengan cara
menjumlah semua beban kerja dan selanjutnya membagi dengan kapasitas kerja perorangan
persatuan waktu.
Beban Kerja adalah banyaknya jenis pekerjaan yang harus diselesaikan oleh tenaga kesehatan
profesional dalam satu tahun dalam satu sarana pelayanan kesehatan.
WISN (Work Load Indicator Staff Need) adalah indikator yang menunjukkan besarnya
kebutuhan tenaga pada sarana kesehatan berdasarkan beban kerja, sehingga alokasi/relokasi
akan lebih mudah dan rasional.

b) Tingkat pendidikan. METODA 7. ketrampilan. atau WISN ( Work Load Indikator Staff Need ). 1 Prosedur penghitungan kebutuhan SDM kesehatan METODE Load Indikator Staff Need/ WISN (Work SDM kesehatan Berdasarkan Indikator Beban Kerja) dengan menggunakan Kebutuhan . 4.Perencanaan kebutuhan SDM kesehatan di tingkat institusi ini bisa dihitung dengan menggunakan metode Daftar Susunan Pegawai (DSP) (“Authorized Staffing List”). KEGIATAN POLA KETENAGAAN Kegiatan dalam pola ketenagaan kepegawaian menghitung kebutuhan SDM di RS XXX sesuai dengan Kep MenKes 81 7. KEBIJAKAN Adanya kebijakan Direktur rumah sakit tentang : a) Persyaratan khusus bagi posisi staf. PENGORGANISASIAN Tiap staf yang bekerja di RS XXX : a) Medis yang diijinkan berpraktek secara mandiri b) Tenaga profesi kesehatan sebagai posisi manajerial. atau posisi ganda klinis dan manajerial c) Staf yang mempunyai suatu tanggung jawab klinis tapi tidak diperkenankan praktek mandiri d) Orang yang sedang dalam masa pendidikan yang diijinkan sementara memberikan pelayanan di rumah sakit 6. teknologi yang digunakan oleh rumah sakit dalam asuhan pasien dan peraturan perundangan yang berlaku 5. pengetahuan dan persyaratan lain yang diperlukan sebagai bagian dari upaya memproyeksikan susunan staf untuk memenuhi kebutuhan pasien dan memproyeksikan/mengestimasi kebutuhan SDM sesuaidengan Jenis pelayanan yang disediakan oleh rumah sakit.

sesuai ketentuan setiap SDM memiliki hak cuti 12 hari kerja setiap tahun. pada umumnya dalam 1 minggu 5 hari kerja. Perhitungan kebutuhan tenaga per unit kerja. (A) 2. komprehensif dan realistis. Cuti tahunan. 5. 2. (B) 3. sesuai ketentuan yang berlaku di RS untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi/profesionalisme setiap kategori . Menyusun standar beban kerja. sesuai ketentuan yang berlaku di RS atau Peraturan Daerah setempat. Pendidikan dan pelatihan. 3. Adapun langkah perhitungan kebutuhan SDM berdasarkan WISN ini meliputi 5 langkah. Dalam 1 tahun 250 hari kerja (5 hari x 50 minggu). secara teknis mudah diterapkan. 4. yaitu : 1.(lihat Kep KEN KES 81) Metode perhitungan kebutuhan SDM berdasarkan beban kerja (WISN) adalah suatu metode perhitungan kebutuhan SDM kesehatan berdasarkan pada beban pekerjaan nyata yang dilaksanakan oleh tiap kategori SDM kesehatan pada tiap unit kerja di fasilitas pelayanan kesehatan. Data yang dibutuhkan untuk menetapkan waktu kerja tersedia adalah sebagai berikut : 1. LANGKAH PERTAMA MENETAPKAN WAKTU KERJA TERSEDIA Menetapkan waktu kerja tersedia tujuannya adalah diperolehnya waktu kerja tersedia masing-masing kategori SDM yang bekerja di Rumah Sakit selama kurun waktu satu tahun. Menyusun standar kelonggaran. mudah digunakan. Hari kerja. Menetapkan waktu kerja tersedia. Kelebihan metode ini mudah dioperasikan. Menetapkan unit kerja dan kategori SDM.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat simulasi perhitungan berdasarkan rumus waktu kerja tersedia sebagaimana diuraikan pada Tabel di bawah ini KOD E A B C D E F FAKTOR PERAWAT Hari Kerja Cuti Tahunan Pendidikan dan Pelatihan Hari Libur Nasional Ketidak Hadiran Kerja Waktu Kerja 260 12 5 19 10 8 DOKTER SP. (C) 4. berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Terkait tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama. X 260 12 10 19 12 8 KETERANGAN Hari/tahun Hari/tahun Hari/tahun Hari/tahun Hari/tahun Jam/hari . pada umumnya waktu kerja dalam 1 hari adalah 8 jam (5 hari kerja/minggu). tahun 2002-2003 ditetapkan 15 Hari Kerja dan 4 hari kerja untuk cuti bersama. Hari Libur Nasional.(B+C+D+E)} X F Keterangan : A B C = = = Hari Kerja Cuti Tahunan Pendidikan dan Pelatihan D E F = = = Hari Libur Nasional Ketidak Hadiran Kerja Waktu kerja Apabila ditemukan adanya perbedaaan rata-rata ketidak hadiran kerja atau RS menetapkan kebijakan untuk kategori SDM tertentu dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan lebih lama di banding kategori SDM lainnya.SDM memiliki hak untuk mengikuti pelatihan/kursus/seminar/ lokakarya dalam 6 hari kerja. Ketidak hadiran kerja. maka perhitungan waktu kerja tersedia dapat dilakukan perhitungan menurut kategori SDM. Waktu kerja. sesuai data rata-rata ketidak hadiran kerja (selama kurun waktu 1 tahun) karena alasan sakit. (F) Berdasarkan data tersebut selanjutnya dilakukan perhitungan untuk menetapkan waktu tersedia dengan rumus sebagai berikut : Waktu Kerja Tersedia = {A . sesuai ketentuan yang berlaku di RS atau Peraturan Daerah. (E) 6. (D) 5. tidak masuk dengan atau tanpa pemberitahuan/ijin.

Hari kerja tersedia untuk kategori SDM : a.704 jam/tahun.656 jam kerja/tahun LANGKAH KEDUA MENETAPKAN UNIT KERJA DAN KATAGORI SDM . Sedangkan kategori SDM Dokter Spesialis X adalah 1.Waktu Kerja Tersedia Hari Kerja Tersedia 1. Dokter Sp.656 207 Jam/tahun Harikerja/thn Waktu kerja tersedia untuk kategori SDM Perawat adalah 1. X = = 214 hari kerja/tahun {260 . X = = 1. Perawat = { 260 – (12+5+19+10)} b. Perawat = ……………. Uraian perhitungannya adalah sebagai berikut: 1.712 214 1.kerja/tahun (jam/hari) b.. atau 213 hari kerja.712 kerja /tahun …………kerja/tahun x 8 (jam/hari) = 1. Waktu kerja tersedia untuk kategori SDM : a. Dokter Sp.(12+10+19+12)} = 207 hari kerja/tahun 2.616 atau 189 hari kerja/tahun.

3. Standar profesi. Data dan informasi yang dibutuhkan untuk penetapan unit kerja dan kategori SDM adalah sebagai berikut : 1. Unit Kerja Fungsional Penunjang. misalnya: Instalasi Tata Usaha Rawat . Peraturan perundang undangan berkaitan dengan jabatan fungsional SDM kesehatan. misalnya: Komite Medik. Instalasi Farmasi/Apotik. Unit Pelayanan Home Care dll. adalah unit dan sub-unit kerja yang tidak langsung berkaitan dengan penyelenggaraan : - Pelayanan kesehatan perorangan di RS. Analisa Organisasi Fungsi utama rumah sakit adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan pelayanan kesehatan perorangan meliputi pelayanan kesehatan kuratif. standar pelayanan dan standar operasional prosedur (SOP) pada tiap unit kerja RS. Komite Pangendalian Mutu RS. Bagan Struktur Organisasi RS dan uraian tugas pokok dan fungsi masing-masing unit dan sub-unit kerja. adalah unit dan sub-unit kerja yang langsung terkait dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan perorangan di dalam dan di luar RS. 4. Data Pegawai Berdasarkan Pendidikan yang bekerja pada tiap unit kerja di RS. Intalasi Rawat Jalan. Instalasi Laboratorium. unit kerja RS dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1.Menetapkan unit kerja dan kategori SDM tujuannya adalah diperolehnya unit kerja dan kategori SDM yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan perorangan pada pasien. Berdasarkan fungsi utama tersebut. PP 32 tahun 1996 tentang SDM kesehatan. Instalasi Gawat Darurat. rehabilitatif secara serasi dan terpadu dengan pelayanan preventif dan promotif. 6. 2. 2. misalnya : Intalasi Rawat Inap. Bidang/Bagian Informasi. Keputusan Direktur RS tentang pembentukan unit kerja struktural dan fungsional. keluarga dan masayarakat di dalam dan di luar RS. Instalasi Radiologi. Unit Kerja Fungsional Langsung. 5.

NO A. BU 2. Perawat 1. Dr. Dr. Sp. Sp. Sp. Rawat Inap Rawat Inap Bedah LANGKAH KETIGA KATEGORI SDM 1. Anastesi 4. Intalasi Pemeliharaan Sarana RS. Dr. Dr.Inap/Rawat Jalan. Sp. standar pelayanan. Apabila ditemukan unit atau sub-unit kerja fungsional yang belum diatur atau ditetapkan oleh Direktur. Dr. OBG 2. Dokter (umum) Plus 5. langkah selanjutnya adalah menetapkan kategori SDM sesuai kompetensi atau pendidikan untuk menjamin mutu. Sp. Setelah unit kerja dan sub unit kerja di RS telah ditetapkan. TABEL VI. Perawat . misalnya: Unit Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKM-RS). fakta dan pengalaman yang dimiliki oleh penanggung jawab unit kerja adalah sangat membantu proses penetapan kategori SDM di tiap unit kerja di RS. efisensi dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan/pelayanan di tiap unit kerja RS. Perawat 1. kegiatankegiatannya dapat digabung atau menjadi bagian unit kerja yang telah ada. Selanjutnya apakah fungsi. - Pelayanan kesehatan Promotif di dalam dan diluar RS. BU 2. Data kepegawaian. BO 3. Depkes. Pemda (Pemilik RS) perlu ditelaah terlebih dahulu sebelum disepakati ditetapkan keberadaanya. PD 2. Sp. Penata anestesi 6.9 UNIT KERJA DAN KATEGORI SDM UNIT KERJA SUB UNIT KERJA Instalasi Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Poli Kebidanan & Kandungan Poli Bedah B. Dr. standar profesi. Perawat 1.

Standar profesi. Kategori SDM yang bekerja pada tiap unit kerja RS sebagaimana hasil yang telah ditetapkan pada langkah kedua. Data dan informasi kegiatan pelayanan pada tiap unit kerja RS. 2. Data dan informasi yang dibutuhkan untuk menetapkan beban kerja masingmasing kategori SDM utamanya adalah sebagai berikut : 1. ada tidaknya komplikasi. Standar beban kerja per 1 tahun masing-masing kategori SDM Kegiatan Pokok Kegiatan pokok adalah kumpulan berbagai jenis kegiatan sesuai standar pelayanan dan standar operasional prosedur (SOP) untuk menghasilkan pelayanan . Standar beban kerja untuk suatu kegiatan pokok disusun berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaiakannya (rata-rata waktu) dan waktu yang tersedia per-tahun yang dimiliki oleh masing-masing kategori tanaga. 2. standar pelayanan yang berlaku di RS. jumlah dan distribusinya tiap unit kerja sesuai beban kerja. Beban kerja masing-masing kategori SDM di tiap unit kerja RS adalah meliputi : 1. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tiap kegiatan pokok. jenis dan berat ringannya penyakit. Rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh tiap kategori SDM untuk melaksanakan/menyelesaikan berbagai pelayanan RS. jenis kelamin). Pelayanan kesehatan di RS bersifat individual. Disamping itu harus mengacu pada standar pelayanan dan standar operasional prosedur (SOP) serta penggunaan teknologi kedokteran dan prasarana yang tersedia secara tepat guna. spesifik dan unik sesuai karateristik pasien (umur. 3. Kegiatan pokok yang dilaksanakan oleh masing-masing kategori SDM. 3.MENYUSUN STANDAR BEBAN KERJA Standar beban kerja adalah volume/kuantitas beban kerja selama 1 tahun per kategori SDM. 4. Oleh karena itu pelayanan kesehatan RS membutuhkan SDM yang memiliki berbagai jenis kompetensi.

Agar diperoleh data rata-rata waktu yang cukup akurat dan dapat dijadikan acuan.Anamnese .kesehatan/medik yang dilaksanakan oleh SDM kesehatan dengan kompetensi tertentu. Sp. standar operasional prosedur (SOP). oleh masing-masing kategori SDM pada tiap unit kerja.Penulisan Resep/Rujukan Poli Bedah Pasien Lama : . Tabel VI. yang berkaitan langsung/ tidak langsung dengan pelayanan kesehatan perorangan.Anamnese . Langkah selanjutnya untuk memudahkan dalam menetapkan beban kerja masing-masing kategori SDM.Pemeriksaan Fisik . PD . sarana dan prasarana medik yang tersedia serta kompetensi SDM. TABEL VI.Pembacaan Hasil Lab/Rontgen . Kebutuhan waktu untuk menyelesaiakan kegiatan sangat bervariasi dan dipengaruhi standar pelayanan. sebaiknya ditetapkan berdasarkan waktu yang . perlu disusun kegiatan pokok serta jenis kegiatan pelayanan. Rata-rata waktu ditetapkan berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama bekerja dan kesepakatan bersama.10 dibawah ini diuraikan contoh sederhana penyusunan kegiatan pokok di Unit Kerja Instalasi Rawat Jalan Poli Sepsialis Penyakit Dalam.Pembacaan Hasil Lab/Rontgen .Pemeriksaan Fisik .10 KEGIATAN POKOK DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM UNIT KERJA/KATEGO KEGIATAN RI SDM DI INSTALASI RAWAT JALAN Poli Penyakit Dalam Pasien Baru : Dr.Penulisan Resep/Rujukan KEGIATAN POKOK Pemeriksaan Pasien Baru Pemeriksaan Pasien Lama Rata-Rata Waktu Rata-rata waktu adalah suatu waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kegiatan pokok.

standar operasional prosedur (SOP) dan memiliki etos kerja yang baik. Secara bertahap RS dapat melakukan studi secara intensif untuk menyusun standar waktu yang dibutuhkan menyelesaikan tiap kegiatan oleh masing-masing kategori SDM.560 6. kegiatan pelaksanaan standar pelayanan.040 6. Standar beban kerja untuk suatu kegiatan pokok disusun berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaiakan nya (waktu rata-rata) dan waktu kerja tersedia yang dimiliki oleh masing-masing kategori SDM.624 7’ 9’ 15’ 25’ 14.Visite pasien lama .973 4’ 6’ 15’ 24.Tindakan kecil POLI BEDAH . Sp.Visite pasien baru .840 16. KATEGORI SDM Dr.840 . Standar Beban kerja Standar beban kerja adalah volume/kuantitas beban kerja selama 1 tahun per kategori SDM.974 4’ 24.Tindakan medic kecil . Sp. Adapun rumus perhitungan standar beban kerja adalah sebagai berikut : Waktu Kerja Tersedia Standar Beban kerja = -------------------------------------------Rata-rata waktu Peraturan Kegiatan Pokok TABEL IV.dibutuhkan untuk menyelesaikan tiap kegiatan pokok oleh SDM yang memilikikompetensi.Visite pasien lama RATARATA 7’ 9’ STANDAR BEBAN 14.Visite pasien baru . B UNIT KERJA / KEGIATAN POKOK POLI PENYAKIT DALAM .Tindakan medic sedang RAWAT INAP BEDAH .Pemeriksaan pasien lama .624 3.Pemeriksaan pasien baru RAWAT INAP PENYAKIT DALAM .Visite pasien lama .11 KEGIATAN POKOK DAN RATA-RATA WAKTU KERJA NO A.194 11.194 9. PD Dr.

973 pasien baru poli rawat jalan. Penyusunan faktor kelonggaran dapat dilaksanakan melalui pengamatan dan wawancara kepada tiap kategori tentang : 1. Standar Beban Kerja per tahun untuk SDM Dokter Spesialis Penyakit Dalam tersebut. 2. menyusun kebutuhan obat/bahan habis pakai. Hal ini tidak berarti seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam diharapkan mengerjakan sejumlah 9. misalnya .973 pemeriksaan Pasien Baru Poli Rawat Jalan dalam 1 tahun.560 6. Namun Dokter Spesialis Penyakit Dalam juga melaksanakan berbagai kegiatan lain yang menyita jam kerja tersedia yang dimilikinya. Kegiatan-kegiatan yang tidak terkait langsung dengan pelayanan pada pasien. LANGKAH KEEMPAT PENYUSUNAN STANDAR KELONGGARAN Penyusunan standar kelonggaran tujuannya adalah diperolehnya faktor kelonggaran tiap kategori SDM meliputi jenis kegiatan dan kebutuhan waktu untuk menyelesaiakan suatu kegiatan yang tidak terkait langsung atau dipengaruhi tinggi rendahnya kualitas atau jumlah kegiatan pokok/pelayanan.624 Kategori SDM dokter Spesial Penyakit Dalam memiliki Standar Beban kerja pertahun sebesar pemeriksaan 9. penyusunan laporan kegiatan. rapat. bulan 3. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan Selama pengumpulan data kegiatan penyusunan standar beban kerja. minggu. Frekuensi kegiatan dalam suatu hari. sebaiknya mulai dilakukan pencatatan tersendiri apabila ditemukan kegiatan yang tidak dapat .- Visite pasien baru Tindakan medic kecil 15’ 15’ 16. menunjukkan bahwa pemeriksaan pasien rawat jalan membutuhkan waktu 1/9.973 dari hari kerja tersedia selama 1 tahun.

656 jam/tahun Pada umumnya kategori SDM Dr.06 SDM.dikelompokkan atau sulit dihitung beban kerjanya karena tidak/kurang berkaitan dengan pelayanan pada pasien untuk selanjutnya digunakan sebagai sumber data penyusunan faktor kelonggaran tiap kategori SDM. langkah selanjutnya adalah menyusun Standar Kelonggaran dengan melakukan perhitungan berdasarkan rumus di bawah ini. Sp. Standar Kelonggoran : 1. Sp. Penyakit Dalam dan Dr. Mengajar program pendidikan dokter spesialis. Sp. Penyakit Dalam memiliki waktu kerja tersedia 1. Sp. Adapun uraian perhitungannya adalah sebagai berikut : 1. Bedah memiliki faktor kelonggaran sebagai berikut : 1. Sp. Bedah memiliki faktor kelonggaran sebagai berikut : 1. Hal ini juga dapat diartikan bahwa kegiatan pertemuan audit medik membutuhkan/menyita 6 % waktu kerja tersedia Dr. Pertemuan audit medik 2. 1 jam/minggu (1 jamx52 Minggu = 52 jam/tahun) 52 jam/tahun 3. Setelah faktor kelonggaran tiap kategori SDM diperoleh. Pertemuan audit medik 2.656 jam/tahun dan faktor kelonggaran pertemuan audit medik 1 jam/minggu maka Standar Kelonggaran yang dimilikinya adalah sebesar 0. Mengajar program pendidikan dokter 3. Sp. Faktor kelonggaran : 1. .656 jam/tahun : Pertemuan audit medic. Apabila kategori SDM Dr. Waktu kerja tersedia 2. Mengajar program pendidikan dokter spesialis. Penyakit Dalam dan Dr. Standar kelonggaran Pada = Rata-rata Waktu Per-Faktor Kelonggoran -------------------------------------------Waktu Kerja Tersedia umumnya kategori SDM Dr. Penyakit Dalam. Mengajar program pendidikan dokter 3.

Waktu kerja tersedia : 1.656 jam tahun : 0. Hal ini juga dapat diartikan bahwa kegiatan pertemuan audit medik membutuhkan/menyita 6 % waktu kerja tersedia Dr.755 : 1. Adapun uraian perhitungannya adalah sebagai berikut : 1. Sumber data yang dibutuhkan untuk perhitungan kebutuhan SDM per unit kerja meliputi : 1. Kuantitas kegiatan pokok tiap unit kerja selama kurun waktu satu tahuan. Penyakit Dalam.Apabila kategori SDM Dr.024 Standar Kelonggaran 146 731 1. Faktor kelonggaran : Pertemuan audit medik.656 jam/tahun 2.03 SDM Perhitungan kebutuhan SDM per unit kerja tujuannya adalah diperolehnya jumlah dan jenis/kategori SDM per unit kerja sesuai beban kerja selama 1 tahun. 52 jam/tahun .06 SDM.656 jam/tahun dan faktor kelonggaran pertemuan audit medik 1 jam/minggu maka Standar Kelonggaran yang dimilikinya adalah sebesar 0. Sp. Sp. Data yang diperoleh dari langkah-langkah sebelumnya yaitu : • Waktu kerja tersedia • Standar beban kerja dan • Standar kelonggaran masing-masing kategori SDM 2. Kuantitas Kegiatan Pokok Kuantitas kegiatan pokok disusun berdasarkan berbagai data kegiatan pelayanan .Tindakan medik sedang 1. 1 jam/minggu (1 jam x 52 Minggu = 52 jam/tahun) 3. Penyakit Dalam memiliki waktu kerja tersedia 1.

063 0. Data yang diperoleh dari langkah-langkah sebelumnya yaitu : .031 9. Sumber data yang dibutuhkan untuk perhitungan kebutuhan SDM per unit kerja meliputi : 1. Kuantitas kegiatan pelayanan Instalasi Rawat Jalan dapat diperoleh dari laporan kegiatan RS Hasil perhitungan standar kelonggaran untuk kategori SDM Dokter Spesialis Penyakit Dalam sebesar 0. spesialis JUMLAH Pertemuan audit medic. 1 jam /minggu Mengajar Program pendidikan dokter Program pendidikan dr. Adapun besarnya standar kelonggaran tiap faktor kelonggaran dapat dilihat pada Tabel VI.220.973 0.220 LANGKAH KELIMA PERHITUNGAN KEBUTUHAN SDM PER UNIT KERJA Perhitungan kebutuhan SDM per unit kerja tujuannya adalah diperolehnya jumlah dan jenis/kategori SDM per unit kerja sesuai beban kerja selama 1 tahun.094 0. KATEGORI SDM Dr. Sp. B - Pertemuan audit medic.yang telah dilaksanakan di tiap unit kerja RS selama kurun waktu satu tahun.063 0.094 0.031 9. 1 jam /minggu Mengajar Program pendidikan dokter Program pendidikan dr.973 0.188 dan Dokter Spesialis Bedah 0. spesialis JUMLAH RATA-RATA WAKTU 1 jam/minggu 9’ 2 jam/minggu 3 jam/minggu 1 jam/minggu 2 jam/minggu 3 jam/minggu STANDAR BEBAN KERJA 0.12 KEGIATAN POKOK DAN RATA-RATA WAKTU KERJA NO A. Dr. Sp. TABEL VI.188 0. PD FAKTOR KELONGGARAN - B.12 di bawah ini.

Visite pasien lama .Pemeriksaan pasien lama . TABEL VI.13 dan Tabel VI. Kuantitas Kegiatan Pokok Kuantitas kegiatan pokok disusun berdasarkan berbagai data kegiatan pelayanan yang telah dilaksanakan di tiap unit kerja RS selama kurun waktu satu tahun.14 tersebut.194 9. KATEGORI SDM Dr. Hasil perhitungan pada Tabel VI. untuk mendapatkan data kegiatan tindakan medik yang dilaksanakan di tiap poli rawat jalan perlu dilengkapi data dari Buku Register yang tersedia disetiap poli rawat jalan. Kuantitas kegiatan pelayanan Instalasi Rawat Jalan dapat diperoleh dari laporan kegiatan RS (SP2RS).Pemeriksaan pasien baru RAWAT INAP PENYAKIT DALAM . maka data kuantitas kegiatan pokok 5 bulan berikutnya ditetapkan berdasarkan angka rata-rata kegiatan pokok selama 7 bulan (ekstrapolasi).560 .15 dibawah ini. namun apabila data hanya tersedia 7 bulan.Visite pasien baru RATARATA 7’ 9’ STANDAR BEBAN 14.14 KUANTITAS KEGIATAN POKOK INSTALASI RAWAT INAP NO A. Kuantitas kegiatan pokok tiap unit kerja selama kurun waktu satu tahuan.973 4’ 6’ 24. Pada umumnya data kegiatan rawat jalan tersedia dan mudah diperoleh. Sp.840 16. selanjutnya dilakukan penggabungan dengan kuantitas kegiatan sebagaimana dapat di lihat pada Tabel VI. PD UNIT KERJA / KEGIATAN POKOK POLI PENYAKIT DALAM .• Waktu kerja tersedia • Standar beban kerja dan • Standar kelonggaran masing-masing kategori SDM 2.

B) KEGIATAN POKOK KUANTITAS Pemeriksaan pasien baru Pemeriksaan pasien lama Pemeriksaan pasien baru Pemeriksaan pasien lama Tindakan Medik kecil Tindakan Medik sedang 15.560 6.Visite pasien baru . Poli Penyakit Dalam (Dr.260 21.925 1.340 2.624 TABEL VI.194 11. Sp.974 4’ 15’ 15’ 24. Poli Bedah (Dr.Tindakan medic kecil .840 16.937 900 4.Tindakan kecil POLI BEDAH .755 - Visite pasien baru Visite pasien lama Tindakan Medik Kecil - Visite pasien baru Visite pasien lama Tindakan Medik kecil 6. PD) B.Visite pasien lama .624 7’ 9’ 15’ 25’ 14.129 INSTALASI RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP KEBUTUHAN SDM Data kegiatan Instalasi Rawat Jalan dan Rawat Inap yang telah diperoleh (Tabel VIII) dan Standar Beban Kerja (Tabel IV) dan Standar Kelonggaran (Tabel V) .600 10.Tindakan medic kecil Dr.624 3. Poli Penyakit Dalam (Dr.680 2. B) INSTALASI RAWAT INAP : A. Sp. B 15’ 6.388 31..Tindakan medic sedang RAWAT INAP BEDAH .290 2. PD) B. Sp.Visite pasien lama .Visite pasien baru . Sp. Sp.15 KUANTITAS KEGIATAN POKOK UNIT NO KERJA/KATEGORI SDM INSTALASI RAWAT JALAN : A.400 4. Poli Bedah (Dr.040 6.

78 (0.624 3.Pemeriksaan pasien baru .33 0.974 24.Tindakan medik kecil DOKTER SPESIALIS BEDAH A Poli Bedah .624 O.840 16.Visite pasien baru .29 0.21 0.10 1.44 0.680 2.Pemeriksaan pasien lama .937 900 14.04) • Kebutuhan SDM Rawat Inap = 2. kebutuhan SDM untuk tiap kegiatan pokok terlebih dahulu di jumlahkan sebelum di tambahkan dengan Standar Kelonggaran masing-masing kategori SDM.Visite pasien lama Dalam .22 .10 + 1.194 9.Pemeriksaan pasien lama . Dokter Spesialis Penyakit Dalam : • Kebutuhan SDM Rawat Jalan = 2.93 0.14 (0.04 0.32 Standar Beban Kerja Berdasarkan rumus perhitungan tersebut.29 + 0.14 4.44 + 0.Tindakan medik kecil .93 + 0.129 14.560 6.19 JUMLAH 2.32) • Standar Kelonggaran = 0.14) • Standar Kelonggaran = 0.33 (0.44 • Kebutuhan SDM Rawat Inap = 1.040 6.194 11.44 0.340 2.Visite pasien baru .290 2.388 31.Pemeriksaan pasien baru B Rawat Inap Penyakit .merupakan sumber data untuk perhitungan kebutuhan SDM di setiap instalasi dan unit kerja dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kuantitas Kegiatan Pokok Kebutuhan SDM = + KATEGORI SDM/ NO UNIT KERJA KEGIATAN POKOK DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM A Poli Penyakit Dalam .17 1.26 + 1.Tindakan medik kecil Kelonggaran Standar KG SBK KT 15.33 + 0.973 24.16 Kebutuhan SDM Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Bedah untuk pelayanan di Instalasi Rawat Inap dan Rawat Jalan adalah sebagai berikut : 1.840 16.21 + 0.Visite pasien lama .755 4.560 6.600 10.925 1.26 1.Tindakan medik sedang B Ranap Inap Bedah .66 SDM Dokter Spesialis Penyakit Bedah • Kebutuhan SDM Rawat Jalan = 2.260 21.400 6.17 + 1.624 1. Hasil perhitungan kebutuhan SDM dapat di lihat pada Tabel VI.14 (1. = 4.

JUMLAH = 4.14 atau 4 orang.KG = Kualitas Kegiatan selama 1 tahun . KETERANGAN : .KT = Kebutuhan SDM ( KG / SB ) .14 SDM Hasil perhitungan tersebut diperoleh kebutuhan Dokter Spesialis Penyakit Dalam adalah 4.SBK= Standar Beban Kerja .66 atau dibulatkan menjadi 5 orang dan Dokter Spesialis Bedah 4.