You are on page 1of 4

Terapi

Tic

Jenis
penelitian

Jumlah
sampel

Usia
(thn)

Dosis

Pimozi
de

6 RCT

162

7 - 53

Halop
eridol

5 RCT

113

7 46

Fluphe
nazine

1
crossover
1 open
label

10

12 - 43

21

7 47

Metocl
oprami
de

1 RCT

28

7 18

Risper
idone

5 RCT

175

6 62

1.Scahill
et al

34

2.Dion et
al

48

Aripip
razole

5
prospecti
ve open
label

138

6 19

3.3 9.8
mg/hari

Olanza

50

7 54

10 15

Hasil terapi

ANTIPSIKOTIK
2.4 12 3 RCT: Pimozide
mg/hari lebih unggul
dibanding placebo
2 RCT: effikasi sama
dengan haloperidol
1 RCT: effikasi lebih
rendah dibanding
haloperidol
2.5 20 Perkembangan tic
mg/hari berarti secara klinis,
dibandingkan dengan
baseline dan plasebo
8 24
Sama dengan
mg/hari haloperidol
2 15
Sama / lebih baik
mg/hari dibanding
selama
haloperidol
5 tahun
5 40
38.7% penurunan
mg/hari pada total skor tic
selama
YGTSS,
8
dibandingkan dengan
minggu plasebo 12.6%

1.5 3.8
mg/hari
Selama
8
minggu

Perkembangan tic
berarti secara klinis
32% (8.4 poin)
penurunan pada total
skor tic YGTSS,
dibandingkan dengan
plasebo 7%

Peningkatan 60.8%
setidaknya 1 poin
pada 7 poin Global
Severity Rating of
the Tourette
Syndrome Severity
Scale
Penurunan total skor
tic YGTSS sebesar
14.9 poin
Perkembangan
signifikan pada
minggu kedua dan
ketiga terapi
Penurunan keparahan

ES

Rekomendasi

EPS:
haloperidol>pimozid
e>plasebo
Pemanjangan QT
interval

LEMAH
Dosis
maksimal 6
mg/hari

Sedasi
Letargi
EPS

LEMAH
Dosis <3
mg/hari

Lebih sedikit
dibanding
haloperidol

LEMAH

Peningkatan BB
EPS (-)
Peningkatan nafsu
makan dan sedasi (14
pasien)
Kronik: tardive
dyskinesia,
parkinsonism

LEMAH
pada anak
dan remaja
X1 untuk
dewasa

LEMAH
Peningkatan BB (2.8
kg)
EPS tidak dilaporkan
dan tidak diobservasi
Fobia sosial akut (2
pasien)
Disfungsi erektil (2
pasien dewasa)
EPS
Kelelahan
Somnolen
Depresi (26.1%)

Mual
Sedasi
EPS

LEMAH

Peningkatan :

LEMAH

pine

prospecti
ve open
label

Quetia
pine

De Jonge
et al

12

dewas
a

Mukadde
s and
Abali

12

Anakanak
dan
remaja

1 RCT

28

7 - 17

NON-ANTI PSIKOTIK
Clonidin 3 RCT
72
e

7 48

Ziprasi
done

1 RCT

2 RCT
Kurlan
et al

Guanfac
ine

437

6 dan
18
tahun

mg/hari
selama
6-8
minggu

tic secara signifikan


Penurunan total skor
tic YGTSS sebesar
10.9 poin

205.8
mg/hari
selama
12
minggu
72.9
mg/hari
selama
8
minggu
28.2
mg/hari
selama
8
minggu

total skor tic YGTSS


tidak berbeda antara
base line dan hasil
akhir
Penurunan total skor
tic YGTSS dari
61.17 poin pada base
line menjadi 24.17
pada hasil akhir (-37)
Penurunan total skor
tic YGTSS dari 27.7
menjadi 16.8 (-10.9)

Sedasi (3 pasien)
Peningkatan BB (-)

Sedasi
Akathisia (1 subjek)

LEMAH
pada anak
dan remaja
X1 untuk
dewasa

3.0 5.5
ug/kg/ha
ri
1-2 mg
clonidin
tempel,
yang
ditempel
setiap
minggu

Perkembangan
signifikan

Sedasi
Bradikardi
hipotensi ortostatik
mulut kering
iritasi kulit pada
clonidine tempel

KUAT

Sama

KUAT pada
anak dan
remaja
X1 untuk
dewasa

136
(Tic+A
DHD)

Anak

Selama
16
minggu

34

7 14

1.5-3.0
mg/hari
selama
8
minggu

Chappel
l et al

10

8 16

1.5
mg/hari

Boonyasidhi

25

7 16

2
mg/hari

1 RCT

1 RCT

Berguna untuk tic

Efek pada tic (-)


terapi clonidine
memiliki penurunan
signifikan pada skor
YGTSS (-10.9 poin)
dan gejala ADHD
Penurunan total skor
tic YGTSS dari 15.2
menjadi 10.7 (-4.5),
plasebo tidak ada
perubahan
Tidak ada perbedaan
dibanding plasebo
Penurunan total skor
tic YGTSS dari 12.5
menjadi 7.7 (-4.8)
pada tic phonic, tapi
tidak pada tic motor
Penurunan total skor
tic YGTSS dari
10.26 menjadi 6.68 (-

-BB (4-5 kg)


-Nafsu makan
-BMI dan lingkar
pinggang
-Lipid
-Enzim liver
-Gula darah
Sedasi

Kelelahan
Sakit kepala
Insomnia

Fatigue
Irritable
Insomnia

LEMAH

-efek pada tic


lebih baik
dibanding
antipsikotik
-penghentian
tidak boleh
tiba-tiba,
resiko
hipertensi
rebound

- ES lebih
baik
dibandingkan
antipsikotik

Topiram
ate

1 RCT

29

7 65

118 mg

3.58) pada tic motor,


dan 8.84 menjadi
4.95 (-3.89) pada tic
phonic
Total skor tic YGTSS
meningkat 14,3 poin
dibandingkan dengan
plasebo 5 poin

1 RCT

Baclofe
n

Injeksi
toksin
botulinu
m

1 RCT

10

8 14

60
mg/hari
selama
4
minggu

1 openlabel

246

6 18

30
mg/hari
selama
4
minggu

1 RCT

20

15
55

4 openlabel

90

8 84

Rata-rata skor
Clinical Global
Impression Severity
berkembang dengan
baklofen (-5,0) dan
memburuk dengan
plasebo (+0,4)
Skor YGTSS
menurun 14,7
Penurunan skor
YGTSS menurun
pada tic motor dan
vokal
perubahan median
proporsional pada tic
-39% dibanding
plasebo +5.8%

2.5
300 unit

65%-100%
menunjukkan
perkembanga pada
tic motor, phonic dan
keduanya

Lightheadedness
Sakit perut
Gangguan tidur
tidak ada perbedaan
ES

tidak ada perbedaan


ES
Pada terapi lain
(seperti epilepsi)
-ES kognitif
-perubahan mood
-penurunan BB
-glaukoma
-nefrolitiasis
Konstipasi
Mual
Kecemasan
Sakit kepala

LEMAH

LEMAH
pada anak
dan remaja
X1 untuk
dewasa

Sedasi
Mengantuk (6
pasien)

Kelemahan pada
muskulus yang
diinjeksi (12 pasien)
Motor restlessness (2
pasien)
Susah menelan (2
pasien)
Berkembangnya tic
baru menggantikan
tic yang diterapi (2
pasien)
Meningkatkan
frekuensi tic (1
pasien)
Ptosis
Kelemahan
Disfagia
Hipofonia
(berhubungan
dengan injeksi pada
tic vokal)
Hilangnya ekspresi

LEMAH
Indikasi:
-Tic vokal
severely
disabling,
seperti
corpolalia
-Tic motorik
yang sangat
mengganggu
yang
melibatkan
muka bagian
atas dan
leher
-Diinjeksi
oleh dokter
yang
berpengalam
an

Tetraben
azine

1 openlabel

10
48

25-250
mg/hari

Diukur dengan
Jankovic
hyperkinesia rating
scale dan laporan
dari anggota keluarga
4 pasien
menunjukkan
perkembangan yang
bertahan lebih dari 6
bulan, dan 3 pasien
kurang dari 6 bulan

Cannabi
noids

1 RCT

28

18
69

delta-9THC 510
mg/hari

Efek positif terhadap


tic, meskipun
perkembangan
frekuensi tik dan
keparahannya kecil

wajah
Berkembangnya tic
baru
Mengantuk
Gelisah
Oculogyric crises
Depresi
Mual
Tremor
Parkinsonism
insomnia

Kelelahan
Mulut kering
Pusing

LEMAH

LEMAH
-Tidak ada
penelitian
pada anakanak atau
remaja