You are on page 1of 5

Hukum Hooke

Jika anda menarik karet gelang atau karet ban sampai batas tertentu, karet tersebut bertambah
panjang. Setelah tarikanmu dilepaskan, panjang karet kembali seperti semula. Demikian juga ketika
anda merentangkan pegas, pegas tersebut bertambah panjang. Setelah dilepaskan, panjang pegas
kembali seperti semula. Pegas atau karet bertambah panjang ketika ditarik dan panjangnya kembali
seperti
semula
setelah
tarikan
dilepaskan
karena
pegas
atau
karet
bersifat
elastis. Elastis atau elastisitas adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali ke bentuknya
semula ketika gaya yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan.
Pernah mengunyah permen karet ? Jika permen karet ditarik menggunakan kedua tangan anda,
permen karet bertambah panjang. Setelah tarikanmu dilepaskan, bentuk permen karet tetap seperti
itu atau panjang permen karet tidak kembali seperti semula. Demikian juga plastisin, tanah liat dll.
Benda-benda seperti permen karet, plastisin dan tanah liat disebut sebagai benda plastis. Benda
elastis seperti pegas juga bisa berubah menjadi plastis jika ditarik dengan gaya yang besar dan
melewati batas elastisnya.
Jika pegas ditarik ke kanan maka pegas akan meregang dan bertambah panjang (gambar 1). Jika
gaya tarik tidak sangat besar, ditemukan bahwa pertambahan panjang pegas sebanding dengan
besar gaya tarik (F). Dengan kata lain, semakin besar gaya tarik, semakin besar pertambahan
panjang pegas. Perbandingan besar gaya tarik (F) terhadap pertambahan panjang pegas bernilai
konstan.

Perbandingan antara gaya (F) terhadap pertambahan panjang pegas bernilai konstan, yang ditandai
oleh kemiringan grafik yang sama (gambar 2).

k merupakan konstanta pegas atau koofisien elastisitas pegas atau ukuran kelenturan pegas.
Hubungan ini pertama kali diamati oleh Robert Hooke (1635 – 1703) pada tahun 1678, karenanya
dikenal sebagai hukum Hooke.
Jika besar gaya yang dikerjakan pada pegas melewati batas elastisitas pegas maka setelah gaya
dihilangkan panjang pegas tidak kembali seperti semula. Hukum hooke hanya berlaku hinggabatas
elastisitas. Batas elastisitas pegas merupakan gaya maksimum yang dapat diberikan pada pegas

Pada daerah elastis linier. Dua buah pegas atau lebih yang dirangkaikan dapat diganti dengan sebuah pegas pengganti. yang kemudian dikenal dengan Hukum Hooke. Tetapan pegas pengganti seri dinyatakan oleh persamaan : .x dengan: F= gaya yang x= pertambahan k = konstanta pegas (N/m) dikerjakan pada panjang pegas (N) (m) Pada saat ditarik. Hukum hooke mempelajari tentang hubungan antara gaya F yang meregangkan pegas dengan pertambahan panjang pegas x pada daerah elastisitas. pegas mengadakan gaya yang besarnya sama dengan gaya tarikan tetapi arahnya berlawanan (Faksi = -Freaksi).sebelum pegas berubah bentuk secara tetap dan panjang pegas tidak dapat kembali seperti semula. besarnya gaya F sebanding dengan pertambahan panjang x. Jika gaya ini disebut gaya pegas FP maka gaya ini pun sebanding dengan pertambahan panjang pegas. Hubungan antara gaya F yang meregangkan pegas dengan pertambahan panjang pegas x pada daerah elastisitasini pertama kali dikemukakan oleh Robert Hooke (1635 – 1703). misalnya pada neraca pegas dan pada kendaraan bermotor (pegas sebagai peredam kejut).x dengan: Fp = gaya pegas (N) Pernyataan Hukum Hooke Berdasarkan persamaan diatas. Fp = -F Fp = -k. Gaya yang bekerja pada pegas sebanding dengan pertambahan panjang pegas Persamaan Hukum Hooke Secara matematis hukum hooke dinyatakan sebagai berikut : F=k. Jika besar gaya terus bertambah maka pegas rusak. Hukum Hooke dapat dinyatakan : “Pada daerah elastisitas benda. besarnya pertambahan panjang sebanding dengan gaya yang bekerja pada benda” Sifat pegas seperti ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

disingkat N/m) x = pertambahan panjang (satuan internasionalnya adalah meter.03 = adalah 20 / : x 0. Konstanta pegas berdasarkan data pada tabel adalah… Konstanta k k = 5 k = 500 N/m / pegas berdasarkan = 0.04 3.04 2. Pada sebuah percobaan menentukan konstanta suatu pegas diperoleh data seperti pada tabel di bawah. disingkat N) k = konstanta pegas (satuan internasionalnya adalah Newton/meter.02 = Pembahasan pada tabel / 15 / 0.01 = 10 / data F 0. disingkat m) Konstanta k = k = 500 N/m pegas berdasarkan 10 / grafik 0. Perbandingan pertambahan panjang pegas A dan pegas B adalah… Pembahasan . Konstanta pegas A adalah 100 N/m dan konstanta pegas B adalah 200 N/m. Pegas A dan B masing-masing mempunyai panjang awal 60 cm dan 90 cm ditarik dengan gaya yang sama. Konstanta pegas berdasarkan grafik adalah… Pembahasan Rumus hukum Hooke : k = F / x Keterangan : F = gaya (satuan internasionalnya adalah Newton. Grafik hubungan antara gaya (F) terhadap pertambahan panjang (x) ditunjukan pada gambar di bawah.02 di = atas 20 adalah / : 0.Adapun tetapan pegas pengganti paralel (kp) dinyatakan oleh persamaan : kp = k1 + k2 + k3 + … kn Contoh soal hukum Hooke 1.

Sebuah kawat mempunyai panjang awal 20 cm. Agar pertambahan panjang menjadi 6 cm maka besar gaya tarik adalah… Pembahasan Diketahui : Gaya tarik (F) = 10 Newton Pertambahan panjang kawat (x) = 2 cm = 0.02 = 500 N/m Besar gaya tarik F jika kawat bertambah panjang 0.06 meter : F=kx F = (500)(0. 4.06) = 30 Newton .Diketahui : Konstanta pegas A (kA) = 100 N/m Konstanta pegas B (kB) = 200 N/m Gaya yang menarik pegas A (FA) = F Gaya yang menarik pegas B (FB) = F Ditanya : perbandingan pertambahan panjang pegas A dan pegas B (x A : xB) Jawab : Rumus pertambahan panjang pegas : x=F/k Pertambahan panjang pegas A : xA = FA / kA = F / 100 Pertambahan panjang pegas B : xB = FB / kB = F / 200 Perbandingan pertambahan panjang pegas A dan pegas B : xA : xB F / 100 : F / 200 1 / 100 : 1 / 200 1/1:1/2 2:1 Catatan : panjang pegas mula-mula tidak dimasukan dalam perhitungan. kawat bertambah panjang 2 cm. x pada rumus hukum hooke adalah pertambahan panjang.06 meter. bukan panjang awal.02 meter Ditanya : besar gaya tarik (F) jika kawat bertambah panjang 6 cm atau 0. Ketika ditarik dengan gaya 10 Newton. Jawab : Konstanta kawat : k=F/x k = 10 / 0.