You are on page 1of 6

Perbedaan Efektivitas Senam Lansia dengan

Masase Kaki Menggunakan Minyak Esensial Lavender
terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi

Disusun oleh :

DIAH TRISNA DEWI NI PUTU
11.321.1150
A5.A

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI
2015
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Istilah lansia (lanjut usia) pertama kali digunakan oleh Ignas Leo Vascer seorang dokter Amerika pada tahun 1909 yang diartikan sebagai sekelompok manusia yang dianggap telah lanjut usianya. 2005). Thailand (22. Proses menua yang terjadi pada lanjut usia secara linier dapat digambarkan melalui empat tahap yaitu. WHO memperkirakan sekitar 30% penduduk dunia tidak menyadari adanya hipertensi (Susilo & Wulandari. menunjukkan bahwa 34. kelemahan (impairment). Seiring berjalannya waktu. Menurut UU NO 13 Tahun 1993 yang disebut sebagai penduduk lansia (lanjut usia) adalah mereka yang berusia ≥ 60 tahun. dan 3 juta di antaranya meninggal setiap tahunnya. dan keterhambatan (handicap) yang akan dialami bersamaan dengan proses kemunduran (Bondan. Salah satu kemunduran fisik lansia yang sering terjadi adalah kemunduran sistem kardiovaskuler. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Nasional (2007). saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia. . prevalensi hipertensi di Indonesia (31. Dari data USABureau of the Census. Indonesia diperkirakan akan mengalami pertambahan penduduk lansia yang cukup besar di dunia. ketidakmampuan (disability).A. 2007). Perkembangan penduduk lansia di Indonesia dari tahun ke tahun jumlahnya cenderung meningkat. Indonesia sendiri menduduki peringkat ke-empat penduduk lansia tertinggi di dunia setelah Cina.4% (Maryam. keterbatasan fungsional (functional limitation). 2011). Analisis prevalensi yang dilakukan oleh Puslitbang dan Kebijakan Kesehatan (2008). India dan Amerika. 2008). Menurut WHO dan International Society of Hypertension (ISH). Hipertensi disebut sebagai “The Silent Killer” karena tidak menampakkan gejala yang khas. Terjadi peningkatan resistensi pembuluh darah perifer ketika ventrikel kiri memompa.3%). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (2011) mengungkapkan bahwa tahun 2011 jumlah penduduk dunia telah mencapai angka tujuh miliar jiwa dan satu miliar di antaranya adalah penduduk lansia. Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah sistolik sama atau lebih tinggi dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg (Price & Wilson. lebih tinggi jika dibandingkan dengan Singapura (27. sehingga cenderung mengalami peningkatan tekanan darah yang dapat mengarah ke penyakit hipertensi (Gunawan. 2011). 2009).7%). Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan penatalaksanaan yang baik.9% penduduk Indonesia menderita hipertensi (Palmer. antara tahun 1990-2025. yaitu sebesar 41. 2006).7 %) dan Malaysia (20%) (Hartono.

dan efeknya memperlancar aliran darah balik dari daerah ekstremitas bawah menuju ke jantung (Turner. Salah satu penelitian mengenai penatalaksanaan hipertensi pada lansia secara non farmakologi yang pernah dilakukan ialah senam lansia. 2012). Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa penatalaksanaan non farmakologi merupakan intervensi yang baik dilakukan pada setiap pengobatan hipertensi (Smeltzer & Bare. menurunkan tekanan darah. serta memperkuat otot-otot jantung (Tim Redaksi Vitahealth. . menurunkan kadar hormone stress cortisol. Sejumlah studi menunjukkan bahwa masase yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. namun hipertensi dapat membuat penderita terancam jiwanya atau paling tidak menurunkan kualitas hidupnya. pendekatan secara non farmakologi dapat dilakukan untuk mengimbangi.A. 2004). 2002). mudah dilakukan. Menurut penelitian yang dilakukan Mulyawati (2013). Terapi non farmakologis dapat digunakan sebagai pelengkap atau sebagai terapi komplementer untuk mendapatkan efek pengobatan yang lebih baik (Dalimartha. Masase berdampak terhadap lancarnya sirkulasi aliran darah. Senam lansia juga dapat mengeliminasi berbagai resiko penyakit seperti peningkatan tekanan darah. Organ tubuh yang penting akan mengalami kerusakan bila hipertensi tidak ditangani dengan baik maka akan menimbulkan masalah lain berupa komplikasi berbagai organ penting yang menyebabkan serangan jantung. gagal ginjal. pilihan pertama untuk terapi farmakologi hipertensi pada lansia adalah diuretik dan beta blocker (Kuswardhani. 2006). Selain terapi farmakalogi.W.. bahkan menekan penggunaan obat anti hipertensi. Menurut JNC VI. salah satu cara terbaik untuk menurunkan tekanan darah yaitu dengan masase atau terapi pijat. dan tidak memberatkan lansia. menurunkan berat badan dan membakar lemak pada lansia dengan obesitas. menyeimbangkan aliran energi di dalam tubuh serta mengendurkan ketegangan otot. Menurut penelitian lain yang dilakukan oleh Herliawati (2011). 2006). yang terdiri dari terapi farmakologi dan non farmakologi. yaitu effleurage yang dilakukan pada daerah kaki dapat menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah perifer.2005). Penatalaksanaan peningkatan tekanan darah maupun hipertensi pada lansia secara prinsip tidak berbeda dengan hipertensi pada umumnya. diabetes mellitus. beberapa manfaat lain dari senam lansia. Salah satu gerakan dalam pemijatan.secara visual memang tidak tampak mengerikan. yaitu dapat mengurangi stress. stroke dan kerusakan ginjal (Bangun.dan penyakit arteri koroner (Darmojo. menurunkan kecemasan sehingga tekanan darah akan turun dan fungsi tubuh semakin membaik (Tarigan dalam Ayunani. 2002). 2008). Gerakan yang dilakukan dalam senam lansia ini adalah gerakangerakan olahraga yang ringan.

baik senam lansia maupun masase kaki dan aromaterapi sama-sama memiliki manfaat dalam menurunkan tekanan darah lansia. disesuaikan dengan khasiat dari masing-masing aromaterapi. Pemilihan aromaterapi yang akan digunakan dalam pemijatan. 2. Kandungan ester pada bunga lavender bekerja dengan lembut di kulit dan memberikan efek menenangkan (Price. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana perbedaan efektivitas senam lansia dengan masase kaki menggunakan minyak esensial lavender terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi ? C. Penelitian yang dilakukan oleh Woolfson dan Hewitt (1992) memperlihatkan bahwa masase kaki dengan minyak esensial lavender pada pasien yang mendapat perawatan intensif dapat menurunkan tekanan darah. Berdasarkan latar belakang tersebut. Koensoemardiyah.Synder & Lindquist (2006) menjelaskan bahwa aromaterapi yang digunakan bersamaan dengan teknik pemijatan memiliki efek ganda yaitu pada pemijatan dan keharuman aromaterapinya. Senam lansia dan masase kaki serta aromaterapi juga dapat dijadikan terapi komplementer dalam mengatasi hipertensi pada lansia di komunitas. Minyak esensial lavender paling umum digunakan untuk masase karena kandungan aldehid yang berifat iritatif bagi kulit hanya 2% serta tidak bersifat toksik. frekuensi denyut jantung dan pernafasan. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Tujuan umum dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perbedaan efektivitas senam lansia dengan masase kaki menggunakan minyak esensial lavender terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. 2007. peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai ”Perbedaan Efektivitas Senam Lansia dengan Masase Kaki Menggunakan Minyak Esensial Lavender terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi” B. 2009). Tujuan Khusus . Dilihat dari hasil penelitian yang pernah dilakukan.

serta menambah kekayaan intelektual. panti jompo untuk menginformasikan manfaat dari senam lansia dan massase ekstrimitas dengan aroma terapi lavender yang lebih efektif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Mengidentifikasi distribusi karakteristik (usia dan jenis kelamin) pada lansia hipertensi. dianalisis. Selain itu. Manfaat secara teoritis Hasil penelitian dapat digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagai sumber informasi bagi penelitian selanjutnya di bidang keperawatan gerontik khususnya yang berkaitan dengan penatalaksanaan hipertensi dan sebagai terapi mandiri keperawatan khususnya dalam pemberian terapi komplementer seperti senam lansia dan masase kaki menggunakan minyak esensial lavender dalam upaya menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Manfaat Penelitian 1. Manfaat secara praktisi a. bermanfaat. informatif. 2. dan disusun dalam sebuah karya tulis yang ilmiah. Bagi Peneliti Penelitian ini dapat menambah wawasan dan memberikan pengalaman bagi peneliti. D. b. . d. Mengidentifikasi tekanan darah pada lansia hipertensi sebelum dan sesudah diberikan senam lansia. c. b. Menganalisis perbedaan efektivitas senam lansia dengan masase kaki menggunakan minyak esensial lavender terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. c. diteliti. Mengidentifikasi tekanan darah pada lansia hipertensi sebelum dan sesudah diberikan masase kaki menggunakan minyak esensial lavender. penelitian ini menjadi acuan proses belajar dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan melalui proses pengumpulan datadata dan informasi-informasi ilmiah untuk kemudian dikaji.a. Bagi Institusi Pendidikan Manfaat yang dapat diperoleh bagi instansi pendidikan adalah hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran dan acuan sebagai kajian yang lebih mendalam tentang terapi komplementer manayang lebih efektif antara dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Bagi Instansi Kesehatan Penelitian ini diharapkan memberi masukan pada pelayanan kesehatan seperti di posyandu lansia.

serta dapat dijadikan sebagai motivasi dan acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya. penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi awal bagi pengembangan penelitian tentang senam lansia dan masase kaki menggunakan minyak esensial lavender. . Bagi Profesi Keperawatan Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan peningkatan terhadap kualitas asuhan keperawatan khususnya pada keperawatan gerontik di komunitas untuk memberikan terapi komplementer.d. Selain itu.