You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Penyakit kulit parasit menyebar di seluruh belahan dunia dan dikenal
sejak zaman kuno. Salah satu penyakit kulit parasit yang penting dan umum
dijumpai adalah pedikulosis. Pedikulosis adalah suatu infesasi dari parasit
yang menghisap darah untuk mempertahankan hidunya dan meletakkan
telurnya di batang rambut dan terkadang di pakaian.
Selain menyerang manusia, penyakit ini juga menyerang binatang,
oleh karena itu dibedakan Pediculus humanus dengan Pediculus animalis.
Tempat timbulnya kelainan tergantung tuma penyebabnya, dikenal
pediculosis capitis, pediculosis corporis, dan pediculosis pubis (Phthiriasis).
Pada penyakit kulit parasit ini, interaksi host dan parasit terbatas pada
stratum korneum, bagian teratas epidermis. Di bagian itu, ektoparasit
menyelesaikan siklus hidup mereka.
Pedikulosis kapitis dan pedikulosis pubis terdapat di seluruh belahan
dunia, tetapi pedikulosis korporis terbatas pada negara yang beriklim dingin
dan hampir tidak ada di daerah tropis. Pedikulosis membawa suatu stgima
sosial yang kuat karena masyarakat telah lama menghubungkan penyakit ini
dengan kemiskinan dan lingkungan yang kumuh.
Dalam populasi yang miskin, beberapa kelompok mempunyai risiko
tinggi untuk menderita penyakit tersebut. Perempuan dewasa dan anak-anak
lebih cenderung mengalami infestasi Pediculus humanus var. capitis, dan
pada orang yang tidak punya rumah lebih cenderung menderita pedikulosis
korporis dan pedikulosis pubis.

1.2

Rumusan Masalah
Dengan memperhatikan latar belakang masalah, maka rumusan
masalah pada tinjauan pustaka ini adalah bagaimanakah definisi, sejarah,
epidemiologi, klasifikasi dan penatalaksanaan untuk masing-masing
pembagian pedikulosis

1

1.3

Tujuan
Tujuan umum penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan
memahami manifestasi klinis pedikulosis dan penatalaksanaannya dalam
bidang dermatologi.
Sedangkan tujuan khusus adalah untuk mengetahui dan memahami:
 Definisi pedikulosis
 Klasifikasi pedikulosis
 Epidemiologi masing-masing tipe pedikulosis
 Etiopatogenesis masing-masing tipe pedikulosis
 Manifestasi klinis masing-masing tipe pedikulosis
 Diagnosis banding masing-masing tipe pedikulosis
 Penatalaksanaan masing-masing tipe pedikulosis
 Prognosis masing-masing tipe pedikulosis

1.4

Manfaat
Dengan memahami pedikulosis kita dapat mengelola pasien dengan
lebih

komprehensif

dalam

mengklasifikasikan,

mendiagnosis,

dan

melakukan penatalaksanaan yang tepat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

PEDIKULOSIS

2.1.1 Definisi
Pedikulosis adalah infestasi ektoparasit obligat (tuma/lice) yang
menghisap darah yang termasuk famili Pediculidae.
2.1.2 Sejarah

2

sekitar 10 – 12 juta anak terinfeksi setiap tahunnya. baik pada negara berkembang ataupun negara maju. yaitu Pediculus humanus corporis dapat mentransmisikan typhoid dan trench fever. misalnya seperti asrama dan panti asuhan.5 2. Rickettsia prowazekii dan Bartonella quintana dapat diisolasi dari tubuh tuma dan tidak hanya dapat digunakan untuk studi epidemiologi untuk thypoid dan trench fever namun juga memprediksi outbreak dari penyakit tersebut pada pengungsian.2.512 tahun disebutkan bahwa prevalensi pedikulosis capitis 8.Tuma telah menginfeksi manusia selama ribuan tahun dan pedikulosis menjadi suatu penyakit yang amat umum ditemui daerah sub-urban atau perkotaan.3 Epidemiologi Distribusi pedikulosis tersebar di seluruh belahan dunia.1. Salah satu varian tuma. Ratusan juta kasus telah dilaporkan dan cenderung meningkat dalam beberapa dekade terakhir.1 Epidemiologi Penyakit ini terutama menyerang anak-anak. 2.6% pada remaja usia sekolah di Saudi Arabia.9%.169 anak-anak sekolah di Belgia dengan usia 2.1. dan cepat meluas di lingkungan hidup yang padat.2 PEDIKULOSIS CAPITIS 2.2 Kondisi higiene yang tidak baik seperti jarang membersihkan rambut juga dapat menyebabkan seseorang terkena 3 . P.4 Klasifikasi Pada manusia. Corporis sekarang jarang ditemukan di negara maju kecuali pada mereka yang tidak mempunyai rumah. Di Amerika Serikat. Menariknya. terutama berusia 3 – 12 tahun. P. Capitis ditemukan sebanyak 9. Suatu penelitian pada 6. terdapat klasifikasi pedikulosis berdasarkan spesies pediculus yang menyerang beserta tempat predileksinya yaitu:  Pediculus humanus capitis yang menyebabkan pedikulosis kapitis  Pediculus humanus corporis yang menyebabkan pedikulosis korporis  Pthirus pubis yang menyebabkan pedikulosis pubis 2.

Kelainan kulit yang timbul disebabkan oleh garukan untuk menghilangkan rasa gatal.2 Etiopatogenesis Kutu ini mempunyai 2 mata dan 3 pasang kaki berwana abu-abu yang kemudian berubah menjadi kemerahan setelah menghisap darah. Perbandingan ukuran P.2 – 3. humanus capitis. nimfa. larva. dan kasur. jantan lebih kecil dan jumlahnya lebih sedikit. Penyakit ini menyerang semua ras dan segala tingkatan sosial. Pada infeksi berat dengan P. dan dewasa. Infestasi mudah terjadi melalui kontak langsung. telur. humanus capitis pada stadium nimfa pertama. yang betina dengan ukuran panjang 1. Gambar 1. topi. Keadaan ini disebut "plica palonica" yang dapat ditumbuhi jamur. Siklus hidupnya melalui stadium telur. bantal. dapat ditemukan banyak tuma dewasa. misalnya sisir. Cara penularannya melalui perantara (benda).2 mm dan lebar lebih kurang setengah panjangnya. helaian rambut akan sering melekat satu dengan yang lain dan mengeras. ketiga dan dewasa dengan korek api dan paku 2. namun biasanya penduduk di negara dengan pendapatan yang kurang lebih cenderung menderita penyakit ini daripada negara maju. Telur yang lebih matang akan berada di bagian ujung rambut. Terdapat dua jenis kelamin ialah jantan dan betina. kedua.2. Gatal tersebut timbul karena pengaruh liur dan ekskresi dari kutu yang dimasukkan ke dalam kulit ketika kutu menghisap 4 .penyakit ini. dan eksudat nanah yang berasal dari luka gigitan yang meradang.

2 Transmisi terjadi melalui kontak langsung atau melalui sisir. dan D. Pada keadaan tersebut akan memberikan bau yang busuk. humanus capitis dewasa. sikat. Betina. Diagnosis ditegakkan dengan menemukan P. blow-dryer. Jantan. nimfa atau telur dari rambut kepala. Telur-telur cenderung lebih banyak ditemukan pada daerah oksipital kulit dan di atas telinga. 5 . C.3 Gambaran Klinis Rasa gatal merupakan gejala utama. Gambar 1. Morfologi Pediculus humanus capitis: A. Kutu ini dapat bertahan selama 1 hingga 2 hari jika tidak berada di kulit kepala bahkan telah ditemukan penelitian bahwa dapat bertahan sampai empat hari dengan kondisi tertentu. air liur ini juga dapat menimbulkan papula eritematosa. Bila infeksi sekunder berat maka rambut akan menggumpal yang disebabkan oleh banyaknya pus dan disertai pembesarankelenjar getah bening regional. sedangkan untuk membedakannya dengan jelas adalah dengan pemeriksaan mikroskopik. helm dan tutup kepala lainnya. 2. Telur berwarna abu-abu dan berkilat.darah. Larva. Kadangkadang serpihan ketombe atau lapisan keratin yang melekat pada batangbatang rambut bisa dikelirukan dengan telur-telur tersebut. aksesoris rambut.2. Telur. Selain gatal. B. ekskoriasi dan infeksi sekunder berupa pus dan krusta. tempat tidur. Kemudian arena garukan akan timbul erosi.

Pengobatan dapat diulangi satu minggu kemudian jika masih terdapat telur. Cara penggunaannya :malam sebelum tidur rambut dicuci dengan sabun kemudian dipakaikan losio malathion. lalu kepala ditutup dengan kain. Ruam pada tengkuk dan bagian belakang telinga pada pedikulosis capitis – diagnosis harus ditegakkan dengan menemukan parasit 2.Gambar 3. agen seperti Pyrethrin yang dikombinasi dengan Piperonil butoksid (PBO) telah banyak digunakan di seluruh dunia. Cara penggunaannya : setelah obat dioleskan di rambut diamkan kurang lebih 12 jam lalu dicuci dan disisir dengan serit. Baru-baru ini.5 Penatalaksanaan Pengobatan bertujuan untuk memusnahkan semua kutu dan telur serta mengobati infeksi sekunder.2. Obat ini memberikan efek pedikulosid dan skabisid dengan cara pemberian topical sebanyak 1%. pioderma (impetigo krustosa). Kemudian keesokan harinya rambut dicuci lagi dengan sabun dan disisir menggunakan sisir rapat atau serit. Selain malathion.5% atau 1% dalam bentuk losio atau spray. Pengobatan secara topikal di antaranya dengan pemberian malathion yang memberikan efek pedikulosid dengan cara pemberian topikal sebanyak 0. Agen 6 .4 Diagnosis Banding Tinea capitis. Pengobatan dapat diulang satu minggu kemudian. dan dermatitis seboroika. bisa juga digunakan gama benzene heksaklorida (gameksan).2. 2.

1 Epidemiologi Penyakit ini menyerang orang dewasa dan dapat digolongkan dalam penyakit akibat hubungan seksual serta dapat pula menyerang jenggot dan kumis. 7 7 . yaitu di alis atau bulu mata dan pada tepi batas rambut kepala.2. infeksi sekunter diobati dulu dengan antibiotik sistemik dan topikal lalu disusul dengan obat di atas dalam bentuk sampo. Membersihkan kutu di rambut dengan sisir serit 2. Lebih dari 30% pasien dengan pedikulosis pubis memiliki lebih dari satu partner seksual. Gambar 4.3.3 Prognosis Prognosis baik bila higiene terperhatikan.6 2. Antibiotik ini bekerja dengan cara membunuh bakteri simbiotik flora usus tuma sehingga mengganggu kemampuan bakteri tersebut mensistesis vitamin B. Kematian tuma diakibatkan karena defisiensi vitamin B. Obat ini diratakan pada kepala selama 10 menit kemudian dibilas dengan air. PEDIKULOSIS PUBIS 2. Pada infeksi sekunder yang berat sebaiknya rambut dicukur.5 Untuk pengobatan oral. pemberian antiobiotik cotrimoxazole secara efektif mampu mengeradikasi tuma.12 Infeksi ini juga dapat terjadi pada anak-anak.ini bekerja dengan cara menginbisi enzim sitokrom P450 dari tuma.

bulu mata. Pediculus pubis tidak menyebar secepat kutu manusia lain di luar host karena jangka hidupnya lebih singkat (24 36 jam) dibandingkan beberapa hari untuk kutu lainnya. pubis betina mengeluarkan telur sebanyak 1-2 telur per hari. Penularan melalui hubungan seksual lebih dominan. humanus corporis. 8 .2 Etiopatogenesis P. Penularan dari seseorang ke orang lainnya terutama terjadi melalui hubungan seksual. kasus seperti ini terutama ditemukan pada anak-anak. pubis sekitar 35 hari. rambut wajah.Gambar 5. P. corporis. dan kepalanya dimasukkan kedalam folikel.8-1.2 mm dengan bentuk oval dan mempunyai abdomen yang lebih kecil dibandingkan P. Mereka tidak bisa bertahan hidup lebih dari sehari jika dipisahkan dari tubuh manusia. dan rambut ketiak. Parasit ini mempunyai tiga pasang kaki dengan ujung seperti cakar yang digunakan untuk mencengkam rambut. humanus dan P. P. Rata-rata siklus hidup P.3. pubis lebih mobile daripada P. namun penularan secara non-seksual melalui pemakaian tempat tidur atau pakaian yang digunakan bersama juga dapat terjadi. Penularan Pediculus pubis pada umumnya terjadi karena adanya kontak langsung. humanus capitis dan P. pubis bisa juga meliputu alis. Masa inkubasi kutu biasanya sekitar 5 hari sampai beberapa minggu berikutnya. Infestasi pedikulosis pubis pada bulu mata 2. pubis mempunyai ukuran 0. Infestasi yang berat dari P.

Kutu ini dapat dilihat dengan kasat mata dan tidak mudah dilepaskan karena kepala kutu tertanam ke dalam muara folikel rambut. Larva 2. Bercak hitam ini merupakan krusta yang berasal dari darah dan sering diinterpretasikan salah sebagai hematuria.3. pada lokasi tersebut didapatkan bercak-bercak makula dengan batas yang tidak tegas dan berdiameter 0.7. Macula serulae ini terutama terdapat di badan dan bagian dalam paha. Rasa gatal ini dapat meluas sampai ke daerah abdomen dan dada. dan kemungkinan disebabkan oleh pigmen darah yang mengendap. yang terutama dirasakan di daerah pubis dan sekitarnya. Gambar 6.5.3 9 .16. aksila. Gejala berupa rasa gatal muncul karena pengaruh liur dan eskresi dari kutu yang dimasukkan ke dalam kulit ketika menghisap darah.3 Manifestasi Klinis Gejala klinis yang ditimbulkan adalah rasa gatal. yaitu adanya bercak-bercak hitam yang tampak jelas pada celana dalam yang berwarna putih yang dilihat oleh penderita pada saat bangun tidur. 2. Morfologi Phthirus pubis: A.17 Gejala klinis lainnya adalah black dot. Dewasa dan B. dan bulu mata atau alisdapat membantu membedakan pedikulosis pubis dari kutu kepala dan kutu badan.16 Timbulnya rasa gatal pada paha.5 1 cm serta berwarna abu-abu atau kebiruan yang disebut sebagai macula serulae.13.Kutu pubis menimbulkan reaksi inflamasi non-spesifik pada lapisan epidermis dan dermis. Tanda ini dihubungkan dengan penyakit yang lebih kronik.

7 A B Gambar 7. Perbandingan lesi kulit berturut-turut pada pedikulosis pubis. dermatitis seboroika dan dermatomikosis. pubis dewasa.Gambaran pediculus pubis dilihat secara kasat mata 2. A-Gambaran klinis penderita pedikulosis pubis ditandai dengan macula serulae. Limfadenopati inguinal dan limfadenopati aksila juga pernah dilaporkan disertai Pedikulosis pubis. Biasanya terjadi infeksi sekunder karena ekskoriasi akibat garukan sehingga diagnosis pedikulosis pubis sulit untuk ditegakkan.3. Pengobatan diulangi 4 hari 10 . sakbies dan tinea kruris 2.5. dapat pula ditemukan eritema di sekitar folikel rambut dan ekskoriasi.3.18 Diagnosis ditegakkan dengan menemukan P.5 Penatalaksanaan Pengobatannya yakni dengan gameksan 1% atau benzil benzoat 25% yang dioleskan dan didiamkan selama 24 jam.Selain itu.3.4 Diagnosis Banding Diagnosis banding dari pthiriasis adalah skabies. B. nimfa atau telurnya dari rambut pubis atau dari rambut lainnya. 6 Gambar 8.

4. 6 Selain itu juga.6 Prognosis Prognosis pada umumnya baik. 2. Ivermectin adalah terpai lini pertama untuk kondisi ini.1 Epidemiologi Penyakit ini biasa menyerang orang dewasa dengan higiene yang buruk. Pakaian dalam. handuk. humanus var. P. humanus corporis tidak hidup pada tubuh manusia. pubis. Penyebaran penyakit ini bersifat kosmopolit. Partner seksual juga harus mendapatkan pengobatan secara simultan.7 Pada pithiriasis palpebrarum pengobatan dilakukan dengan mengoleskan salep petrolatum. misalnya penggembala. corporis dan P. capitis.15 2. Pediculus ini lebih suka temperatur yang lebih 11 .kemudian jika belum sembuh. 6. gelandangan dan orang-orang di kamp pengungsian. corporis mempunyai ukuran yang lebih besar daripada Pediculus humanus var. Tubuhnya berukuran antara 2-4 mm dengan ukuran betina yang lebih besar daripada jantan.4 PEDIKULOSIS CORPORIS 2. Anggota keluarga yang tidak mendeita infestasi tidak perlu diterapi. Tidak seperti P. lebih sering pada daerah beriklim dingin karena orang memakai baju yang tebal dan jarang dicuci. sprei dicuci dengan air panas dan disetrika atau jangan dipakai sedikitnya selama 72 jam. faktor risiko lain adalah situasi yang padat (misalnya bus atau kereta api yang padat).2 Etiopatogenesis Pediculus humanus var. Obat pilihan lain adalah krim permethrin 5% dioleskan selama 10 menit kemudian dicuci. Hal ini disebabkan karena mereka jarang mandi. Kegagalan terapi biasanya terjadi karena pengobatan hanya dilakukan pada pasien yang terinfeksi dan pasangan seksual pasien menolak untuk diobati.3.4. jarang mengganti dan mencuci pakaian. namun terapi ini memerlukan waktu yang lama dan harus diaplikasikan selama setidaknya lima kali sehari dalam seminggu. 2.

di daerah punggung.4. 20 betina dewasa bisa ditemukan pada orang yang terinfestasi pediculus ini. leher. 12 . Di Amerika Serikat. nyeri kepala. Rasa gatal ini disebabkan oleh pengaruh liur dan ekskreta dari kutu ketika menghisap darah. Gambar 9. krusta dan eksoriasi yang sering berbentuk linier. Selain bakteri tersebut. quintana. Rickettsia prowazekii juga dapat ditransmisikan melalui gigitan kutu ini. bahu dan pingang. Rata-rata. papula.3 Gambaran Klinis Umumnya hanya ditemukan kelainan berupa bekas-bekas garukan atau ekskoriasi pada badan.dingin. Gatal biasanya dirasakan pada malam hari terutama di daerah ketiak dan badan ketika tuma pindah dari pakaian ke tubuh untuk makan. nyeri kepala. ruam dan konfusio. Betina bisa bertelur 10-15 telur setiap hari pada serat pakaian. sekitar 15% gelandangan yang diuji terinfeksi B. Jantan dan B. corporis dapat mentransmisikan Bartonella quintana yang dapat menyebabkan trench fever (myalgia. limfadenopati kronik dan erupsi makulopapular) dan endokarditis. Pediculus humanus var. Bakteri ini dapat menyebabkan typhoid epidemik dengan gejala seperti demam.7 Lesi meliputi makula berujung merah. Morfologi Pediculus humanus corporis: A. hidup di pakaian manusia dan hanya menginfestasi manusia ketika malam hari untuk makan. meningoensefalitis. Betina 2. Kelainan yang timbul disebabkan oleh garukan untuk menghilangkan rasa gatal. karena gatal baru berkurang dengan garukan yang lebih intensif.

Miasis ini perlu dipelajari dan diketahui karena dapat menyebabkan penyakit 13 . diulangi 4 hari kemudian.5 Myasis 2. Garcia 1996). Gambar 10.4 Diagnosis Banding Neurotic excoriation.4. dapat diobati dengan antibiotik secara sistemik dan topikal. Setelah itu pemakaian barang yang terkontaminasi tersebut ditunda setidaknya 2 minggu. dermatitis kontak iritan. Jika masih belum sembuh. reaksi obat. 2. terutama pada bagian yang kontak dengan perbatasan leher.Diagnosis ditegakkan dengan menemukan kutu dan telur pada serat pakaian.5.4. Ditemukannya kutu pada batas-batas jahitan yang melekat pada tubuh pada pakaian penderita 2.1 Definisi Miasis adalah penyakit yang disebabkan oleh oleh infestasi larva lalat dari ordo Diptera pada manusia atau vertebrae hidup dan memakan jaringan mati atau hidup. 2. dermatiris atopik. Pakaian agar direbus dan disetrika untuk membunuh kutu. skabies.5 Penatalaksanaan Pengobatannya ialah dengan krim gameksan 1% yang dioleskan tipis di seluruh tubuh dan didiamkan 24 jam. Obat lain ialah emulsi benzil benzoat 25% dan bubuk malathion 2%. setelah itu penderita disuruh mandi. cairan tubuh atau makanan yang ditelan hospesnya (Lynne S. ketika dan pinggang. Jika terdapat infeksi sekunder.

luka yang terbuka. Klasifikasi berdasarkan etiologi Klasifikasi berdasarkan taksonomi (yang penting bagi kesehatan): 1. 1998) Miasis ini banyak ditemukan pada Negara – Negara tropis dan subtropis seperti Afrika dan Amerika.5. vagina dan uretra dll) (Adisa and Mbanaso. vigil 14 . mata. hidung. telinga.pada manusia serta hewan yang hidup. Petugas kesehatan di negara – negara yang berkembang di utara kurang mengenal dari infeksi parasit ini sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis dan terapi yang tidak tepat. Penyakit ini banyak pada daerah pedesaan dan berhubungan dengan lingkungan yang buruk. Klasifikasi berdasarkan Taksonomi 2. Famili Sarchophagidae   Genus Sarcophaga Genus Wohlfahrtia : W. Perhatian yang besar dari petugas kesehatan mengenai gejala klinis serta riwayat penularan penyakit perlu diketahu untuk dapat melakukan terapi yang tepat. 2. Family Calliphorida     Genus Cochliomya Genus Cordylobia Genus Chrysomia Genus Auchmeromya 3. Zumpt (1965) dan Morikawa (1958) juga beberapa laporan ditemukannya di Amerika Utara oleh Scott (1964) dan laporan serupa juga di Australia oleh Lee (1968) (Medical entomology). Pada manusia infestasi larva ini dapat mengenai kulit. Miasis ini pada umumnya jinak (tidak berbahaya) hanya pada infestasi tempat – tempat tertentu saja yang berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian (Herms. Family Muscidae 2.2 Klasifikasi Klasifikasi dari miasis dibagi dua yaitu berdasrkan : 1. Beberapa penelitian menemukan miasis ini James (1984). sinus.magnifica W. usus dan rongga tubuh yang lain (mulut. 2004).

W. Intestinal Lalat betina menempel pada makanan atau minuman kemudian bertelur lalu bisa berubah menjadi larva. jaringan mukokutan. parasit ini dapat tumbuh pada jaringan yang hidup atau yang mati 3. Miasis spesifik (Miasis Obligatori) . Famili Cuterebridae   Genus Cuterebridae Genus Dermatobia Klasifikasi berdasarkan etiologi : 1. Famili Oestridae Oestus ovis. vagina dan paru – paru (inhalasi secara tidak sengaja dari lalat dewasa betina gravid atau melalui telur yang berterbangan. Tempat – tempat lain Pernah dilaporkan ditemukannya larva di urin. telur dari lalat akan masuk kedalam tubuh melalui makanan yang sudah terkontaminasi. miasis yang berkembang pada berkembang pada jaringan atau manusia yang hidup 2. pruritus sampai invasi ke organ – organ yang lain 2. mata. hidung dan telinga Larva masuk ke jaringan menimbulkan berbagai macam kelainan mulai dari iritasi. Miasis semi spesifik (Miasis fakultatif). Famili Gasterophilidae  Genus Gasterophilus 6. Jenis – jenis miasis menurut jaringan yang terkena: 1. Famili Chloropidae  Genus Hippelates 5. Rhinostreus purpures  Genus Hypoderma 7. 15 .opaca 4. Miasis Akidental (Miasis Accidental). kemudian makanan / minuman tersebut tertelan oleh manusia atau hewan lain 3. Kutan.

Chrysomia bezziana 4. Sering diakibatkan oleh larva dari kelompok Bot flies dan Warble flies. Seringkali miasis ini disertai dengan infeksi sekunder oleh bakteri. kulit. telingan luar. rongga hidung.Berdasarkan lokasi dari myasis maka dapat dibedakan menjadi : 1. muka. Cochliomya hominivorax (famili Calliphorida) 3. lengan dan betis (Luchina et al). Beliau membagi miasis dalam tujuh kelompok yaitu : miasis pada mata.3 Gejala Klinis Menurut Jiang C 2002. Gasterophylus intestinalis 2. Lokasi dari lesi bervariasi disebabkan karena cara penularannya yang berbeda. Cordylobia rhodaini Gejala klinis : 16 . Internal myasis : Myiasis yang terjadi pada organ organ dalam dan rongga rongga lainnya. 2. Miasis pada kulit disebabkan oleh tumbu fly (Cordylobia antropophaga) banyak ditemukan di Afrika (Verald et all). Eksternal myasis : Myasis yang terjadi pada organ luar tubuh yang disebabkan karena luka. Beberapa jenis yang lain juga dapat menimbulkan gejala pada kulit : 1. dan human botfly (Dermatobia hominis). Hominis) menyerang kepala.5. Miasis yang disebabkan oleh tumby fly (Cordylobia antrophaga) sering terdapat pada badan. Myasis ini sering diakibatkan oleh larva dari kelompok Blowflies serta Screw worm. paha. bokong. organ pencernaan. Larva dari keduanya dapat menginfestsi kedalam jaringan kulit. Urogenital dan miasis trauma (sub cutan) (Jiang C 2002) 1. bahwa dia menemukan 54 kasus miasis di Cina sejak tahun 1995 – 2001. Miasis pada kulit (Furuncular Cutaneus Myasis) Miasis pada kulit banyak dijumpai pada daerah pedesaan dan mempunyai lingkungan yang buruk. 2. Sedangkan human botfly (D.

Chigusa 2000. Larva Sarcophagidae dapat menimbulkan ulkus atau iritasi pada usus. (Medical Entomology. Miasis pada luka yang terbuka (miasis traumatik) Pintu mauk dari infestasi lalat ini adalah melalui luka yang terbuka dimana lalat dewasa meletakkan telurnya pada luka atau di dekat luka terbuka dan berbau. dimana beliau menemukan adanaya larva Dryomiza formosa pada feses segar dari wanita Jepang Sarcophaga  Calliphoridae penderita skizofrenia berusia 27 tahun.Alberta.  Swetter et al) Pada tempat lesi akan terasa sakit dan ini bisa disebabkan adanya duri disekitar tubuh larva yang dapat menimbulkan iritasi pada  jaringan sekitarnya (Purych) Papul dapat menjadi purulent dan bernanah (infeksi) 2. dimana telur dari lalat tersebut terdapat dalam makanan dan kemudian makanannya tersebut dimakan oleh manusia sehingga dapat masuk ke usus dan berkembang menjadi larva sehingga dapat menginfestasi usus itu sendiri (jenis Muscidae).  Miasis usus ini dilaporkan oleh Y. lalu larva tersebut akan membuat terowongan dan membuat nodul pada subcutaneus (Noutsis and Milikan) Jenis yang dapat mengakibatkan miasis traumatik : 17 . Lesi berupa papul. Heng Sin) Jenis yang dapat menyebabkan miasis intestinalis antara lain :    Musca Fania Sarcophaga 3. Miasis intestinalis (miasis usus) Biasanya terjadi pada infeksi larva jenis eksidental. eritema dan gatal dengan diameter 2 – 3 mm dalam waktu 24 jam setelah kontak dengan larva (Purych. Sedangkan untuk jenis Sarcophagidae maka yang menempel pada makanan adalah jenis larvanya dan itu yang dapat masuk kedalam usus.

Rhodaini. Calliphora dan Sarcophaga (Soedarto 1992) . Muscina.5. Musca. 2. Miasis dapat terjadi juga pada vulva.Miasis bisa terjadi pada rongga hidung maupun telinga dimana infestasi dari larva ini dapat memasuki organ otak. Miasis pada rongga tubuh Miasis ini sering terjadi pada organ – organ lain yang dimulai dengan adanya lubang pada rongga tubuh. Larva ini dapat merusak jaringan sekitar telinga sampai ke lapisan otak yang sangat berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. vagina bahkan pada traktus urinarius.4 Cara Penularan Cara penularan dari larva lalat tersebut bermacam – macam tergantung dari jenis spesies lalat tersebut. Penyebab miasis Urinaria yang pernah dilaporkan adalah Fannia.4. seperti diketahui bahwa organ otak berhubungan dengan hidung dan telinga melalui tuba Eustachii. Cordylobia antropophaga (tumbu fly). 18 . Siklus ini mirip dengan siklus hidup dari C. telur akan berkembang menjadi larva dan membuat terowongan kedalam kulit (Kpea and Zywocinski 1996). meletakkan telurnya pada tempat – tempat antara lain tanah atau pakaian. Penularannya bisa melalui alat – alat kedokteran contahnya pemakaian kateter pada orang sakit dimana kateter tersebut dapat terkontaminasi dengan telur atau larva dari lalat tersebut.

Peneliti sudah mengatahui lokasi dari larva dan ukurannya. Diagnosis dini sangat penting diketahui untuk menghindari penggunaan antibiotik yang tidak efektif. atau seropurulent yang keluar dari pungtum lesi Adanya gejala lokal antara lain : rasa gatal.5. pada umumnya adalah berhubungan dengan nyamuk 2.6 Masa Inkubasi Masa inkubasi tergantung dari siklus hidup dari lalat tersebut. Dengan alat ini dapat memudahkan pengangkatan larva melalui operasi. Adanya larva (maggot) yang ditemukan baik itu dari tempat lesi atau  spesimen yang lain. Diagnosis yang perlu diketahui adalah :     Mempunyai riwayat perjalanan kedaerah endemik Adanya satu / lebih lesi pada daerah yang terbuka Cairan seros.2. 2. Ultrasound Penelitian di Inggris menggunakan ultrasound sebagai alat untuk mengetahui dan terapi pada larva yang dewasa. pada umumnya antara 5 – 12 minggu.5. 19 . Keterangan ini sangat penting karena sangat berguna untuk mendiagnosis penderita yangmempunyai riwayat mengadakan perjalanan dari darah endemik kurang lebih 5 – 12 minggu sebelumnya (Tsuda et all 1995).5 Reservoar Dan Vektor Vektor atau resevoar yang dapat menyebabkan miasis yang disebabkan oleh lalat tergantung dari jenis apakah lalat tersebut. obligat / fakultatif atau eksidental.5. nyeri terasa ada sesuatu yang  bergerak dari lesi tersebut.7 Diagnosis Diagnosis miasis ini sulit karena jarang ditemukan sehingga penatalaksanaannya menjadi terlambat.

Jika di angkat maka diadakan pembedahan dengan anestesi lokal. 2.kaskus.2. Memakai baju adalah salah satu cara menghindari dari kontak dengan lalat.8 Penatalaksanaan Dan Terapi Pengangkatan dari larva terutama yang di kulit sulit karena bentuk dari larvanya yang mempunyai duri disekitar tubuhnya yang menancap pada jaringan sekitarnya. Powers and Yorgensen 1997 ). Tutup makanan matang sehingga tidak dihinggapi oleh lalat Miasis pada rongga mata diambil dari : http://www. (Swetter et al 1996) Pada umumnya miasis yang tidak berbahaya tidak perlu diangkat (Shorter et al. Sayur. hati – hati karena duri yang menancap pada jaringan sekitarnya dapat menyebabkan peradangan. buah dan daging segar dan dicuci dahulu sebelum diolah 4.9 Pencegahan 1. DAFTAR PUSTAKA 20 . Bowry and Cottingham.5. Jika ada luka maka luka tersebut harus ditutup guna menghindari kontak dengan lalat 3.5.us/showthread. infeksi bakteri terkadang telah membentuk granuloma. 2.

Adelia vilina. 2006. p 1-23 Feldmeier. Communicable Disease Control Handbook. & Heukelbach. et al. 2009. https://id. J.com/article/225013-overview [Accessed 29 June 2013]. Pedikulosis Pubis. D. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. A. 2009.. WHO 2012. & Ridad. Pediculosis. Diakses pada tanggal 14 oktober 2015 Djuanda. [Online] Available at: http://emedicine. Daili SF.. Parasitologi Kedokteran: Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang. Guenther. In : Primary Health Care Guide to Common UK Parasitic Diseases.com/doc/213303441/TugasParasit#download. Hawker.myosis. Epidermal Parasitic Skin Diseases: A Neglected Category Of Poverty-Associated Plagues. 2008. Community Hygiene Concern. Blackwell: Oxford Ibarra J. h. et al.scribd. J. Natadisastra. H.. Edisi 4. A. Jakarta: FKUI. 193-203 21 . Makes WIB. Zubier F editor.2014. Ilmu penyakit Kulit dan Kelamin. England : 1998.medscape.. Dalam: Infeksi Menular Seksual.. L. Pediculosis (Lice). 2007. 7th ed. Jakarta: EGC Suryaatmadja L.