Diunduh dari www.muliacom.blogspot.

com

PENELITIAN MATEMATIKA

“ANALISIS KESALAHAN OPERASI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN PADA SISWA KELAS V SDN KARANGPAKIS 02 TAHUN PELAJARAN 2006/2007”.

1

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Sekolah Dasar merupakan lembaga pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah, sehingga penyelenggaraan pendidikan di SD akan mempengaruhi kualitas pendidikan selanjutnya. Bidang studi yang dipelajari di SD merupakan pengalaman dasar yang akan dikembangkan dijenjang pendidikan berikutnya Matematika merupakan salah satu bidang studi yang dipelajari siswa ketika di SD. Pengetahuan matematika di SD akan menjadi dasar untuk mempelajari matematika di SMP, SMA bahkan jenjang pendidikan berikutnya. Konsep-konsep matematika tersusun secara hirarkhis terstruktur, logis, dan sistematis mulai dari konsep yang paling kompleks. Dalam matematika terdapat topik atau konsep prasyarat sebagai dasar untuk memahami topik atau konsep selanjutnya. Oleh karena itu konsep prasyarat harus benar-benar dikuasai. Matematika dewasa ini telah berkembang begitu pesat dan luas pemakaiannya, diantaranya untuk memahami kebutuhan praktis dan

memecahkan masalah dalam kehidupan sehari- hari seiring dengan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi, mata pelajaran matematika memegang peran penting untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang lebih luas. Materi matematika yang diajarkan di sekolah harus dipilih dan disesuaikan dengan tujuan pendidikan. Penentuan materi matematika hendaknya berorientasi untuk

2

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

3

mengembangkan kompetensi (kemampuan) dan kepribadian peserta didik serta sesuai dengan tuntutan perkembangan yang nyata dari lingkungan yang senantiasa berkembang seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Salah satu materi matematika di SD adalah operasi perkalian dan pembagian pecahan. Materi ini termasuk sulit karena harus benar-benar memahami konsep, prosedur serta ketrampilam berhitung sehinga masih banyak siswa yang melakukan kesalahan. Kesalahan siswa kelas V SD dapat disebabkan karena mereka baru pertama kali menerima materi tersebut. Ketika di kelas IV mereka hanya mempelajari operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, belum mempelajari tentang operasi perkalian dan pembagian pecahan. Dilihat dari kondisi siswa yang berbeda-beda pada tingkat kecerdasan atau kemampuan berfikir. Dengan kata lain ada siswa yang pandai, kurang pandai dan tidak pandai. Ketika belajar, masing- masing siswa juga berbeda dalam tingkat pengalaman sebelumnya, kapasitas mental, kondisi jasmani dan rohani serta motivasi yang dimiliki untuk belajar. Kesalahan siswa kelas V SD dalam mengerjakan operasi perkalian dan pembagian pecahan dapat terulang kembali ketika berada di kelas VI bahkan sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka dari itu peneliti mencoba akan meneliti tentang adanya kesalahan dalam mengerjakan operasi perkalian dan pembagian pecahan.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

4

B. Identifikasi Masalah Setiap kegiatan belajar tidak terlepas dari kesalahan. Namun guru dapat mengambil manfaat dari kesalahan – kesalahan tersebut untuk memperbaiki pembelajaran yang sedang dilakukan. Berdasarkan latar belakang di atas dapat diketahui bahwa masih banyak siswa kelas V SD yang melakukan kesalahan dalam mengerjakan operasi perkalian dan pembagian pecahan. Kesalahan tersebut terjadi karena mereka mengalami kesulitan dalam mempelajari dan memahami konsep tentang pekalian dan pembagian pecahan, selain itu siswa juga kurang menguasai dan lemah dalam melakukan penghitungan. Maka peneliti akan mencoba me neliti tentang jenis kesalahan yang dilakukan siswa kelas V SD dalam operasi perkalian dan pembagian pecahan.

C. Batasan Masalah Karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan peneliti, maka dalam penelitian ini dikhususkan pada “ANALISIS KESALAHAN OPERASI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN PADA SISWA KELAS V SDN KARANGPAKIS 02 TAHUN PELAJARAN 2006/2007”. Operasi perkalian dan pembagian pecahan merupakan pokok bahasan yang sangat luas, maka peneliti akan membatasi yakni : Dalam operasi perkalian pecahan terdiri dari : a. b. Mengalikan bilangan asli dengan pecahan biasa. Mengalikan bilangan asli dengan pecahan campuran.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

5

c. d. e.

Mengalikan dua pecahan biasa. Mengalikan pecahan biasa dengan biasa dengan pecahan campuran. Mengalikan dua pecahan campuran

Dalam operasi pembagian pecahan terdiri dari : a. b. c. d. e. Membagi bilangan asli dengan pecahan biasa Membagi bilangan asli dengan pecahan campuran. Membagi bilangan biasa dengan pecahan biasa Membagi bilangan asli dengan pecahan campuran. Membagi bilangan campuran dengan pecahan campuran Kesalahan yang akan diteliti berupa kesalahan pemahaman konsep, kesalahan prosedur dan kesalahan perhitungan.

D. Rumusan Masalah Masalah yang dirumuskan oleh peneliti adalah : 1. Berapa besar persentase (%) jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas V SDN Karangpakis 02 dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan ? 2. Jenis kesalahan apa yang banyak dilakukan oleh siswa kelas V SDN Karangpakis 02 dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan?

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

6

E. Tujuan Peneliltian Suatu penelitian akan terarah jika memiliki tujuan yang jelas. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam peneitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui besarnya persentase (%) jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas V SDN Karangpakis 02 dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan 2. Untuk mengertahui Jenis kesalahan apa yang banyak dilakuakan oleh siswa kelas V SDN Karangpalis 02 dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan

F. Manfaat dan Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : 1. Peneliti Dapat memperluas dan menambah pengalaman serta pengetahuan tentang materi perkalian dan pembagian pecahan sebagai bekal kelak mengajar. 2. Guru Dapat memperbaiki model pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas pelajaran khususnya materi tentang operasi perkalian dan pembagian. 3. Siswa Siswa dapat mengetahui letak kesalahan mereka dalam mengerjakan operasi perkalian dan pembagian pecahan, sehingga siswa lebih termotivasi untuk lebih rajin belajar supaya mencapai prestasi yang optimal.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

BAB II LANDASAN TEORI

A. Kajian Teori 1. Belajar a. Pengertian Belajar Definisi belajar sudah banyak dikemukakan oleh para ahli psikologi termasuk ahli psikologi pendidikan. Pendapat mereka berbeda-beda. Menurut Howard L. Kingsley dalam buku Psikologi Pendidikan karangan Wasty Soemanto belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalaui praktek atau latihan (1998 : 4). Menurut Slameto (1995 : 2), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah lakuyang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamanya sendiri dalan interaksi dengan lingkunganya. Proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan prilaku kognitif, afektif, dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi kearah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya (Muhibin Syah, 2005 : 113). Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang yang menghasilkan perubahan tingkah laku melalui interaksi dengan lingkungannya, dan perubahan itu akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
7

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
8

Menurut Slameto ( 1995 : 3 – 5 ), ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam belajar adalah sebagai berikut : 1) Perubahan terjadi secara sadar, berarti bahawa seseorang yang belajar akan menyadari dan merasakan adanya perubahan dalam dirinya, misalnya : pengetahuannya bertambah, kebiasaanya

bertambah dan kecakapanya beratambah. 2) Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional artinya perubahan yang terjadi dalam diri seseorang berlangsung secara berkesinambungan, satu perubahan akan menyebabakan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya. 3) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. Bersifat positif artinya perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Bersifat aktif artinya perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya tetapi karena usaha individu sendiri. 4) Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara, berarti bahwa tingkah laku setelah belajar akan bersifat menetap. 5) Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah, berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadikarena ada tujuan yang akan dicapai 6) Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku, bila seseorang belajar sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
9

secara menyeluruh dalam sikap, ketrampilan, pengetahuan dan sebagainya. b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Menurut Muhibbin Syah (2005 : 132 – 139), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagi berikut : 1) Faktor Internal Siswa Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek yakni : 1) aspek fisiologi (bersifat jasmaniah) seperti kesehartan dan cacat tubuh, 2) aspek psikologis (bersifat rohaniah) seperti : intelegensi siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa, dan monivasi siswa. 2) Faktor Eksternal Siswa Faktor yang berasal dari luar individu siswa meliputi dua aspek, yakni : 1) faktor lingkungan sosial sekolah dan lingkungan sosial siswa, 2) faktor lingkungan non sosial seperti gedung sekolah, rumah siswa, alat-alat belajar siswa serta keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. 3) Faktor Pendekatan Belajar Pendekatan digunakan ketika belajar akan mempengaruhi taraf keberhasilan proses pembelajaran siswa tersebut. c. Teori-teori Belajar Menurut Wasty Sumanto (19989 : 122 – 136), teori belajar dikelompokan menjadi 3 yaitu sebagai berikut :

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
10

1)

Teori Belajar Psikologi Behavioristik Teori behavioristik yang lain adalah teori ”conditioning” yang dikemukakan oleh John B. Watson, teori ini mengatakan bahwa prilaku individu dapat dikondisikan. Belajar merupakan suatu upaya untuk mengkondisikan pembentukan suatu prilaku atau respon terhadap sesuatu. Penganut teori behavioristik yang lain adalah Skinner dan Ghuthrie. Skinner menganggap ”Reward” sebagai faktor terpenting dalam proses belajar. Menurut Ghuthrie belajar memerlukan reward yang kedekatan antara stimulus dan respon.

2)

Teori Belajar Psikologi Kognitif Teori kognitif menekankan kepada peristiwa mental bukan stiimulus respon. Dalam teori kognitif yang penting adalah individu itu aktif, konstruktif dan berencana bukan pasif menerima stimulus dari lingkungan. Belajar gestal lebih menekankan pada pemahaman atau insight. Dalam belajar seseorang terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. Teori Cognitive Field mengatakan bahwa masing- masing individu berada dalam suatu medan kekuatan (Life space). Tingkah laku merupakan hasil interaksi antar kekuatan baik dari dalam individu maupun dari luar individu. Belajar berlangsung sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif.Perubahan struktur

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
11

kognitif itu adalah hasil dari dua kekuatan, yaitu : struktur medan kognisi itu sendiri dan kebutuhan dan motifasi internal individu. 3) Teori Belajar Psikologi Humanistik Psikologi humanistik lebih tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud- maksud pribadi yang mereka hubungkan dengan pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Para humanistik berpendapat bahwa setiap orang itu menentukan prilaku mereka sendiri. Menurut aliran humanistik para pendidik hanya membantu siswa mengembangkan dirinya, yaitu membantu mengenal diri mereka sendiri dan membantu

mewujudkan potensi yang ada pada diri mereka. 2. Tinjauan Tentang Kesulitan Belajar a. Pengertian Kesulitan Belajar Menurut Abu Ahmadi (2004 : 77), kesulitan belajar adalah suatu keadaan dimana anak didik atau siswa tidak dapat belajar sebagimana mestinya, disebabkan adanya ancaman, hambatan, atau ganggunan dalam belajar. b. Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Menurut Muhibbin Syah (2005 : 173), faktor- faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar terdiri atas dua macam, yaitu sebagai berikut : 1) Faktor Intern siswa yaitu hal- hal atau keadaan yang muncul dari dalam siswa sendiri meliputi gangguan atau kekurangmampuan psiko-fisik siswa yakni :

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
12

a)

Yang bersifat kognitif (ranah cipta), antara lain seperti rendahnya kapasitas intelektual atau intelegensi siswa

b)

Yang bersifat afektif (rana h rasa), antara lain seperti labilnya emosi dan sikap.

c)

Yang

bersifat

psikomotor

(ranah

karsa),

antara

lain

terganggunya alat indera penglihatan dan pendengaran (mata dan telinga). 2) Faktor ektern siswa yaitu hal- hal atau keadaan yang daatangdari luar sisw meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekirtar yang tidak mendukung aktifitas belajar siswa. Faktor ini dibagi tiga macam yaitu : a) Lingkungan keluarga, contohnya ketidak keharmonisan

hubungan antara ayah dan ibu dan rendahnya ekonomi keluarga. b) Lingkungan perkampungan atau masyarakat contohnya

wilayah perkampungan (slum area) dan teman sepermainan (Play group) yang nakal. c) Lingkungan sekolah contohnya kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru serta alatalat belajar ya ng berkualitas rendah. Selain faktor – faktor yang bersifat umum diatas ada pula faktor– faktor khusus yang menimbulkan kesulitan belajar yaitu sindrom psikologi berupa learning disability (ketidakmampuan belajar).

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
13

Misalnya : disleksia (ketidakmampuan belajar membaca), disgrafia (ketidakmampuan menulis), diskalkulia (ketidakmampuan belajar matematika). Siswa yang mengalami sindrom – sindrom tersebut sebenarnya memiliki potensi IQ yang normal, mungkin hanya disebabkan adanya gangguan ringan pada otak. c. Kesulitan Belajar Aktivitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kesulitan belajar dapat dikelompokan menjadi 4 macam yaitu sebagai berikut : 1) Dilihat dari jenis kesulitan belajar : ada yang berat dan ada yang sedang 2) Dilihat dari bidang studi yang pelajari : ada yang sebagian bidang studi dan ada yang keseluruhan bidang studi. 3) Dilihat dari sifat kesulitannya : ada yang sifatnya permanen atau menetap dan yang sifatnya sementara. 4) Dilihat dari faktor – faktornya : ada yang karena faktor intelegensi dan ada yang karena faktor non intelegensi (Abu Ahmadi, 2004 : 78) Siswa yang mengalami kesulitan belajar memiliki hambatan – hambatan sehingga menampakan gejala – gejala yang dapat diamati oleh guru atau pembimbing. Beberapa gejala adanya kesulitan belajar misalnya sebagai berikut :

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
14

1) Menunjukan prestasi yang rendah / di bawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas 2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. 3) Lambat dalam melakukan tugas-tugas beblajar. 4) Menunjukan sikap yang kurang wajar 5) Menunjukan tingkah laku yang berlainan (Abu Ahmadi, 2004 : 94).

Sebelum mengambil alternatif untuk mengatasi kesulitan belajar siswa guru diharapkan terlebih dahulu melakukan langkah penting sebagai berikut : 1) Menganalisis bagia n-bagian masalah dan hubungan antar bagian tentang kesulitan belajar yang dihadapi siswa. 2) Mengidentifikasi dan menentukan bidang kecakapan tertentu yang memerlukan perbaikan. 3) 4) Menyusun program perbaikan. Melaksanakan program perbaikan (Muhibbin Syah, 2005 : 175 – 178). Menurut Abu Ahmadi ( 2004 : 96 – 100 ), ada 6 tahap yang perlu dilakukan dalam rangka mengatasi masalah kesulitan belajar yaitu : (1) pengumpulan data untuk menemukan sumber penyebab kesulitan belajar (2) pengolahan data yang telah diperoleh t rsebut (3) diagnosis yaitu e keputusan atau penentuan mengenai hasil dari pengolahan data, (4) Prognosis yaitu ramalan mengenai bantuan yang harus diberikan kepada anak untuk membantu mengatasi masalahnya, (5) treatmen atau perlakuan

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
15

yaitu pemberian bantuan kepada anak yang mengalami kesulitan belajar sesuai dengan program yang telah disusun pada tahap pragnosis, (6) evalusai yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah tretmen yang telah diberikan berhasil dengan baik atau bahkan gagal. Bila gagal maka perlu ada pengecekan kembali tentang faktor-faktor penyebab kegagalan tretmen tersebut. 3. Tinjauan tentang Kesalahan-kesalahan dalam Belajar Matematika Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika menurut Newman (Clement, 1980 :1) antara lain adalah sebagai berikut : a. Reading error yaitu kesalahan membaca Siswa melakukan kesalahan dalam membaca kata-kata penting dalam pertanyaaan atau siswa salah dalam membaca informasi utama, sehingga siswa tidak menggunakan informasi tersebut untuk menyelesaikan soal. b. Reading Comprehesion difficulaty yaitu kesalahan memahami soal. Siswa sebenarnya sudah dapat memahami soal, tetapi belum menangkap informasi yang terkandung dalam pertanyaan, sehingga siswa tidak dapat memproses lebih lanjut solusi dari permasalahan. c. Transform error yaitu kesalahan transformasi. Siswa gagal dalam memahami soal-soal untuk diubah ke dalam kalimat matematika yang benar. d. Weakness in proses skill yaitu kesalaahn dalam ketrampilan proses. Siswa dalam menggunakan kaidah atau aturan sudah benar, tetapi melakukan kesalahan dalam melakukan penghitungan atau komputasi.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
16

e.

Encoding error yaitu kesalahan dalam menggunakan notasi. Dalam hal ini siswa melakukan kesalahan dalam menggunakan notasi yang benar.

f.

Corelles error yaitu kesalahan karena kecerobohan atau kurang cermat. Dalam menyelesaikan soal matematika sering dijumpai kesalahan dalam proses penyelesaian. Suhertin (1980 : 20-21), berpendapat bahwa penyebab kesalahan – kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal – soal matematika adalah tidak menguasai bahasa contohnya siswa tidak paham dengan pertanyaan dalam soal matematika, tidak memahami arti kata, tidak menguasai konsep dan kurang menguasai tehnik berhitung .

4. Pengajaran Matematika di Kelas V SD untuk Pokok Bahasan Operasi Perkalian dan Pembagian Pecahan Pengajaran adalah suatu ilmu, seni dan teknologi. Dikatakan ilmu karena prinsip – prinsipnya disusun dengan penalaran dan harus disangga dengan penelitian-penelitian ilmiah, dikatakan teknologi karena prosedurnya

dijabarkan serta merupakan penerapan dari teori-teori ilmu pengetahuan dan dikatakan seni karena perwujudanya didalam peristiwa belajar mengajar bersifat tradisional yang banyak sekali didasarkan pada pertimbangan pribadi maupun perasaan. Salah satu tujuan pengajaran matematika adalah agar siswa dapat berpatisipasi aktif dan kreatif (MM. Endang Susetyowati, 1998 : 6). Dalam matematika materi yang diajarkan meliputi : fakta, konsep, prosedur, prinsip dan skill.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
17

a.

b.

c.

d. e.

Konsep adalah suatu pengetian abstrak yang memungkinkan kita untuk mengklasifikasikan obyek /kejadian dan menerangkan apakah objek/kejadian itu contoh /bukan contoh, misalnya : konsep hitung. Fakta adalah konvensi-konvensi sembarang dalam matmatika misalnya lambang dari hukum matematika seperti +, ?, : dan sebagainya. Fakta merupakan suatu yang telah terjadi atau telah dikerjakan atau dialami, bisa berupa objek atau keadaan. Skill adalah kumpulan prosedur (aturan) yang digunakan untuk menyelesaikan soal matematika atau suatu kemampuan berbuat sesuatu dengan baik, jasmani maupun rohani, yang keduanya saling berkaitan. Prosedur adalah serangkaian kegiatan atau gerakan atau perubahan arau perkembangan. Prinsip adalah kebenaran dasar sebagi titik tolak unutk berfikir atau merupakan suatu petunjuk untuk melaksanakan sesuatu (MM. Endang Susetyawati, 1998 : 38). Pengajaran matematika hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep

/ pokok bahasan / sub pokok bahasan dan perkembangan berfikir siswa sehingga terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan ketrampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. Matematika sekolah memegang peranan sangat penting bagi anak didik yakni untuk memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah kehidupan sehari- hari (MM. Endang Susetyawati, 1998 : 34). Matematika sekolah berfungsi sebagai : (a) media / sarana siswa dalam mencapai kompetensi, (b) alat, pola pikir, (c) ilmu pengetahuan (MM. Endang Susetyawati, 1998 : 35 - 36). Adapun materi yang diberikan di kelas V SD untuk pokok bahasan operasi perkalian dan pembagian dan pembagian pecahan antara lain : a. Dalam operasi perkalian pecahan membahas tentang : perkalian bilangan asli dengan pecahan biasa, perkalian bilangan asli dengan pecahan

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
18

campuran, perkalian dua pecahan biasa, perkalian pecahan biasa dengan campuran, perkalian dua pecahan campuran. b. Dalam operasi pembagian pecahan memabahas tentang : pembagian bilangan asli dengan pecahan biasa, pembagian bilangan asli dengan pecahan campuran, pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa, pembagian pecahan biasa dengan pecahan campuran, pembagian pecahan campuran dengan campuran. Sebelum menjabarkan tentang operasi perkalian dan pembagian pecahan perlu memahami definisi dan hal – hal yang berkaitan dengan pecahan yaitu : a. Definisi Pecahan Pecaha yaitu beberapa bagian dari keseluruhan ( Khafid Kasri : 134 ) b. Definisi Pembilang dan Penyebut Pembilang adalah bilangan yang dibagi sedangkan penyebut adalah bilangan pembagi (Khafid Kasri : 145). c. Mengubah Pecahan Campuran Menjadi Pecahan Biasa Contoh : 5 3 5 Caranya : Pisahkan bilangan bulat dengan pecahan biasa 5 3=5+3 7 7 Kemudian, 5 diubah menjadi pecahan biasa ya ng penyebutnya sama dengan penyebut pecahan 3/7 5 3/7 = 5 x 7 + 3 = 35 + 3 = 38 7 7 7 7 7

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
19

Penjelasan tenang cara menegr jakan operasi perkalian dan pembagian pecahan. a. Perkalian Pecahan. 1. Mengalikan bilangan asli dengan pecahan biasa Untuk mengalikan bilangan asli dengan pecahan biasa dengan cara mengalikan bilangan asli dengan pembilang. Contoh : 2x ¾ = 2 x 3 = 6 = 3 = 1 ½ 4 4 2 2. Mengalikan bilangan asli dengan pecahan campuran Untuk mengalikan bilangan asli dengan pecahan campuran, dengan cara mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa terlebih dahulu.Kemudian lakukan perkalian bilangan asli dengan pecahan biasa. Contoh : 3 x 2 ¼ = 3 x 9 = 3 x 9 = 27 = 6 ¾ 4 4 4 3. Mengalikan dua pecahan biasa Cara mengalikan dua pecahan biasa yaitu dengan mengalikan pembilang dengan pembilang, kemudian mengalikan kedua penyebut. Contoh : 2 x3 = 2 x 3= 6 = 3 5 4 5 x 4 20 10

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
20

4.

Mengalikan pecahan biasa denga n pecahan campuran Untuk mengalikan pecahan biasa dengan pecahan campuran dengan cara mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa terlebih dahulu, kemudian lakukan perkalian pembilang dengan pembilang, penyebut dengan penyebut. Contoh : 5 x 2 ¼ = 5 x 9 = 5 x 9 = 45 7 7 4 4 4

5.

Mengalikan dua pecahan campuran Untuk melakukan perkalian pecahan campuran dengan pecahan campuran dengan cara mengubah setiap pecahan campuran menjadi pecahan biasa. Contoh : 2 3 x4 5 5 8 = 13 x 37 ( diurai menjadi pecahan biasa ) 5 8 = 13 x 37 5x8 Pembilang x penyebut Penyebut x penyebut

= 481 40 = 12 1 (penyederhanaan pecahan) 40 Pembagian Pecahan. 1. Membagi Bilangan Asli dengan Pecahan Biasa Cara pembagian bilangan pecahan adalah dengan mengalikan bilangan yang dibagi dengan kebalikan bilangan pembagi.

b.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
21

Contoh : 5 : ½ = 5 x 2/1 = 5/1 x 2/1 = 10/1 = 10 2. Membagi Bilangan Asli dengan Pecahan Campuran Membagi bilangan asli dengan pecahan campuran dapat diakukan dengan terlebih dahulu mengubah pecahan campuran menjadi pecahan menjadi pecahan biasa, kemudian, dilakukan pembagian bilangan asli dengan pecahan biasa. Contoh : 2 : 1 ¾ = 2 : 7/4 = 2 x 4/7 = 2 x 4 = 8/7 = 1 1 7 7 Membagi Pecahan Biasa dengan Pecahan Biasa Membagi pecahan biasa dengan pecahan biasa dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mencari kebalikan dari pecahan kedua. Kemudian lakukan perkalian kedua pecahan tersebut. Contoh : 1 : 2 = 1 x 3= 1x3 = 3 2 3 2 2 2x 2 4 untuk mencari hasil pembagian bilangan-bilangan yang

3.

berpenyebut sama, lakukan pembagian pada pembilangnya saja. Contoh : 7 : 2 =7 :2 = 3½ 8 8

4.

Membagi Pecahan Biasa dengan Pecahan Campuran Membagi pecahan biasa dengan pecahan campuran dapat dilakukkan dengan terlebih dahulu mengubah pecahan campuran

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
22

menjadi pecahan biasa. Kemudian, lakukan pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa. Contoh : 3 : 3 ½ = ¾ : 7/2 = ¾ x 2/7 = 3 x 2 = 6 4 x 7 28 5. Membagi Pecahan Campuran dengan Pecahan Campuran Membagi pecahan campuran dengan pecahan campuran dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengubah setiap pecahan campuran menjadi pecahan biasa. Kemudian, lakukan pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa. Contoh : 1 2/5 : 2 3/8 = 7/5 : 19/8 = 7/5 x 8/9 = 7 x 8 = 56 5 x 9 95 6. Jenis-Jenis Kesalahan dalam Melakukan Operasi Perkalian dan Pembagian Pecahan. Dalam mengerjakan soal matematika yang berbentuk soal cerita, setiap siswa dituntut untuk menuliskan langkah-langkah penyelesaian dari awal sampai akhir. Dari langkah-langkah tersebut dapat diketahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh para siswa Dalam penelitian ini alat yang digunakan adalah soal uraian yang di dalamya meliputi konsep, prosedur dan penghitungan. Dengan melihat jawaban siswa, peneliti dapat mengetahui jenis-

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
23

jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Adapun kesalahankesalahan yang diteliti meliputi : a. Reading error yaitu kesalahan membaca Siswa melakukan kesalahan dalam membaca kata-kata penting dalam pertanyaaan atau siswa salah dalam membaca informasi utama, sehingga siswa tidak menggunakan informasi tersebut untuk menyelesaikan soal. b. Reading Comprehesion difficulaty yaitu kesalahan memahami soal. Siswa sebenarnya sudah dapat memahami soal, tetapi belum menangkap informasi yang terkandung dalam pertanyaan, sehingga siswa tidak dapat memproses lebih lanjut solusi dari permasalahan. c. Transform error yaitu kesalahan transformasi. Siswa gagal dalam memahami soal-soal untuk diubah ke dalam kalimat matematika yang benar. d. Weakness in proses skill yaitu kesalaahn dalam ketrampilan proses. Siswa dalam menggunakan kaidah atau aturan sudah benar, tetapi melakukan kesalahan dalam melakukan penghitungan atau komputasi.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
24

e. Corelles error yaitu kesalahan karena kecerobohan atau kurang cermat. Dalam menyelesaikan soal matematika sering dijumpai kesalahan dalam proses penyelesaian. Suhertin (1980 : 2021), berpendapat bahwa penyebab kesalahan – kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal – soal matematika adalah tidak menguasai bahasa contohnya siswa tidak paham dengan pertanyaan dalam soal matematika, tidak memahami arti kata, tidak menguasai konsep dan kurang menguasai tehnik berhitung .

B. Kerangka Berfikir Matematika sebagai ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan ide abstrak dan simbol yang berperan dalam perkembangan berfikir secara logis. Matematika merupakan mata pelajaran yang tertuntun secara herarkis, dimana pemahaman materi sebelumnya akan berperngaruh terhadap materi berikutnya. Dari seluruh rangkaian kegiatan belajar perlu diadakan evaluasi atau ulangan untuk mengetahui hasil akhir dari kegiatan tersebut. Dari hasil evaluasi tersebut kita dapat mengetahui materi yang dapat diserap oleh para siswa. Ketika menjawab soal-soal latihan, masih banyak siswa yang melakukan kesalahan. Dari sinilah penelitian ini diangkat supaya menjadi pedoman bagi guru dalam mengerjakan materi operasi perkalain dan pembagian pecahan

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

BAB III METODE PENELITIAN

A.

Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 19 Juni 2007 pukul 07.30 sampai pukul 09.00. Tempat penelitian di SD Negeri Karangpakis 02, Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap, Tahun Pelajaran 2006/2007.

B.

Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang terjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimii Arikunto, 1998 : 99). Variabel dalam penelitian ini adalah kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas V SD Negeri Karangpakis 02 dalam mengerjakan operasi perkalian dan pembagian pecahan.

C.

Metode Penentuan Subjek Subjek yang akan diambil dalam penelitian biasanya disebut sebagai populasi (Sukardi, 2005 : 55). Dalam penelitain ini populasi yang dipilih adalah siswa kelas V SD Negeri Karangpakis 02. Adapun banyaknya siswa kelas V SD Negeri Karangpakis 02 adalah 22 anak. Karena jumlah populasi kecil, maka seluruh populasi tersebut akan digunakan sebagai sumber pengambilan data, sehingga jenis penelitain ini disebut penelitian populasi.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
25

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
26

Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitianya merupakan penelitain populasi (Suharsimi, 1998 : 115). Penelitian populasi dilakukan apabila penelitian ingin melihat semua likuliku yang ada di dalam populasi. Objek pada populasi diteliti, hasilnya

dianalisis, disimpulkan dan kesimpulan itu berlaku untuk seluruh populasi (Suharsimi, 1998 : 116).

D.

Metode dan Tehnik Pengumpulan Data Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya (Suharsimi, Arikunto, 1998 : 151). Untuk mendapatkan data dari variabel- variabel yang diteliti digunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan meted tes. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang kemajuan siswa dalam mengerjakan operasi perkalian dan pembagian pecahan sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui jenis kesala han siswa dalam mengerjakan operasi perkalian dan pembagian pecahan. Instrumen penelitian adalah alat tulis atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaanya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah (Suharsimi Arikunto, 1998 : 151). Dalam peneliltian ini instrument yang digunakan berupa tes berbentuk soal cerita karena memiliki beberapa kelebihan yaitu : mudah disusun, tidak

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
27

memberikan

kesempatan

untuk

berspekulasi,

mendorong

siswa

untuk

mengungkapkan pendapat, memberikan kesempatan pada siswa untuk mengutarakan maksudnya dengan gaya bahasa dan caranya sendiri dan dapat diketahui sejauh mana siswa mendalami suatu masalah yang diteskan (Suharsiimi Arikunto, 1997: 164). Tabel I Kisi-Kisi Soal Tes Operasi Perkalian dan Pembagian Pecahan Kompetensi dasar Menggunakan pecahan pemecahan masalah konsep dalam Indikator Mengenal arti perkalian pecahan. Melakukan perkalian bentuk pecahan Mengenal arti pembagian pecahan Melakukan pembagian bentuk pecahan Memecahkan sehari- hari melibatkan pecahan masalah yang 7,10 operasi berbagai 4,8 2,6 operasi berbagai 3,9 Item 1,5

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
28

Untuk mendapatkan data dari variabel- variabel yang ditelilti, digunakan metode pengumpula n data sebagi berikut : 1. Metode Dokumenter, metode ini digunakan untuk mendapatkan data berupa nama- nama yang akan digunakan sebagi subyek penelitian. 2. Metode tes, hal ini dilakukan unutk mendapatkan data tentang kemampuan siswa dalam mengerjakan operasi perkalian dan pembagian pecahan, sehingga dari hasil tes ini akan diketahui letak kesalahan siswa dalam mengerjakan operasi perkalian dan pembagian pecahan. Menurut Suharsimi Arikunto (1998 : 160), instrument yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliable. Sebuah instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Suatu

instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Validitas adalah suatu pengukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Untuk mengetahui validitas instrument tersebut digunakan rumus korelasi product moment dengan angka kasar sebagai berikut : r xy = N Σ xy – (Σ x) (Σ y) √ {N Σ x²) – (Σ x)²} {N Σ y²) –( Σ y)²} Dimana: rxy : Koefisien korelasi antar variable x dan variable y N : banyaknya siswa Σxy : jumlah perkalian x dan y x² : Kuadrat dari x .

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
29

y² : Kuadrat dari y Sebelum digunakan untuk penelitian, instrument ini diuji cobakan di SDN Karangpakis 02. Sebuah instrument berupa soal yang berbentuk uraian dapat diketahui signifikan/tidak dengan berkonsultasi pada tabel harga kritik r product moment. Jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka instrument tersebut tidak signifikan, sedangkan jika r hitung lebih besar dari r tabel maka instrument tersebut signifikan atau valid (Suharsimi Arikumto, 2001 : 75). Harga r product moment dalam tabel dengan N : 27 pada taraf signifikasi 5 % adalah 0,38. Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut diatas dapat diketahui bahwa dari 10 soal terdapat 2 soal yang gugur yaitu soal nomor 7 dan 9 untuk soal tes, perhitungan validitas dan reabilitasnya terlampir. Menurut Suharsimi Arikunto ( 1998 : 192) untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya menggunakan rumus alpha yaitu sebagai berikut : r11 = k (k-1) 1 - Σ σ?² σt² soal bentuk uraian

r 11 = reliabilitas instrument k σt² = banyaknya butir instrument pertanyaan / banyaknya soal

Σ σ?² = jumlah varians butir = varians total

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
30

Untuk mendapatkan data dari variabel- variabel yang teliti digunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan metode tes. Dari hasil tes tersebut nantinya akan diketahui jenis atau letak kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan. E. Tehnik Analisis Data Untuk menganalisis data yang diperoleh dari penelitian ini digunakan analisis diskriptif persentase. Penelitian ini merupakan penelitian non hipotesis sehingga dalam penelitianya tidak perlu merumuskan hipotesis. Data yang dianalisis adalah data tentang kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan. Untuk mengetahui persentase (%) jenis kesalahan yang dilakukan siswa, rumus yang digunakan adalah : P = R x 100% T Keterangan : P : persentase (%) jumlah siswa yang menjawab salah. R T : jumlah siswa yang menjawab salah : banyaknya responden dikalikan dengan banyak soal ( Norman Gronlund, 1985 : 195)

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
31

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Pada penelitian ini digunakan 21 siswa kelas V SD Negeri Karangpakis 02 sebagai responden. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan operasi perkalian dan pembagian pecahan dideskripsikan dalam table berikut ini. Tabel II Banyaknya siswa yang melakukan kesalahan membaca soal Butir Soal 1 2 3 4 5 6 8 10 Jumlah Banyaknya siswa 6 7 5 5 2 3 7 10 45

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
32

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
33

Tabel III Banyaknya siswa yang melakukan kesalahan memahami soal Butir Soal 1 2 3 4 5 6 8 10 Jumlah Banyaknya siswa 2 2 4 3 3 6 5 7 32

Tabel IV Banyaknya siswa yang melakukan kesalahan transformasi Butir Soal 1 2 3 4 5 6 8 10 Jumlah Banyaknya siswa 0 1 6 3 3 1 2 9 25

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
34

Tabel V Banyaknya siswa yang melakukan kesalahan ketrampilan proses Butir Soal 1 2 3 4 5 6 8 10 Jumlah Banyaknya siswa 11 11 15 12 15 15 10 14 103

Tabel VI Banyaknya siswa yang melakukan kesalahan karena kurang cermat Butir Soal 1 2 3 4 5 6 8 10 Jumlah Banyaknya siswa 6 2 1 2 5 6 2 2 26

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
35

B. Presentasi Masing-masing Jenis Kesalahan Presentase jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas V SD Negeri Karangpakis 02 dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel VII Persentase tiap jenis Kesalahan Jenis kesalahan Kesalahan membaca soal Kesalahan memahami soal Kesalahan transformasi Kesalahan ketrampilan proses Kesalahan karena kurang vermat Persentase 26,78 % 19,05 % 14,88 % 61,31 % 15,48 %

Berdasarkan tabel persentase tiap jenis kesalahan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang sering atau paling banyak dilakukan oleh siswa kelas V SD Negeri Karangpakis 02 dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan adalah kesalahan dalam ketrampilan proses yaitu 61,31%. Sedangkan untuk perhitungan besarnya prosentase dari masing- masing jenis kesalahan dapat dilihat dalam lampiran.

C. Pembahasan Jenis Kesalahan yang Dilakukan Siswa Kelas V SD Negeri Karangpakis 02 dalam Melakukan Operasi Perkalian dan Pecahan Untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa maka akan diberikan beberapa contoh jawaban siswa yang salah sebagai berikut :

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
36

Soal no. 1 Ibu memiliki ¼ kg gula pasir ketika ada tamu gula pasir tersebut digunakan untuk membuat minuman. Gula pasir dipakai sebanyak 2/3 bagian. Berapa kg gula yang digunakan untuk membuat minuman ? Kunci jawaban : 1. Diketahui : Ibu memiliki gula pasir sebanyak ¼ kg Gula pasir dipakai untuk membuat minuman sebanyak 2/3 bagian Ditanya : Berapa kilogram gula yang digunakan untuk membuat minuman ? Jawab :
1 2 1× 2 2 × = = 4 3 4 × 3 12

Kesimpulan :

Jadi gula yang digunakan untuk membuat minuman adalah
2 kg. 12

Contoh 1 Diketahui : Ditanya Jawab : : Ibu memiliki
1 kg gula pasir 4

2 bagian 3 Berapa kg gula yang digunakan untuk membuat minuman ?

Dipakai untuk membuat minuman sebanyak

1 2 1× 2 2 × = = 4 3 4 × 3 12

Kesimpulan :

Jadi ibu membutuhkan gula pasir sebanyak

2 . 12

Termasuk kesalahan ketrampilan proses karena salah dalam menulis kesimpulan dan tidak sesuai denga n yang ditanyakan.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
37

Contoh 2 Diketahui :
1 kg gula pasir ketika ada tamu digunakan 4 untuk membuat minuman

Ibu memiliki

Ditanya Jawab

: :

Berapa kg gula yang digunakan untuk membuat minuman ?
1 2 1× 2 2 × = = 4 3 4 × 3 12

Kesimpulan :

Jadi gula pasir yang dipakai adalah

2 kg. 12

Termasuk kesalahan membaca soal karena tidak menuliskan informasi utama secara lengkap. Contoh 3 Diketahui : Ditanya Jawab : : Ibu memiliki
1 kg gula pasir 4 2 bagian 3

Digunakan untuk membuat minuman

Berapa kg gula yang digunakan untuk membuat minuman ?
1 2 1× 2 2 × = = 4 3 4 × 3 12

Kesimpulan :

Jadi gula yang digunakan untuk membuat minuman adalah
2 bagian. 12

Termasuk kesalahan ketrampilan proses dan kesalahan karena kurang cermat. Kesalahan ketrampilan proses karena salah dalam menulis kesimpulan. Kesalahan karena kurang cermat yakni ditanyakan berapa kg gula yang digunakan, tetapi siswa menjawab gula yang digunakan untuk membuat minuman adalah
2 bagian. 12

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
38

Contoh 4 Diketahui : Ibu memiliki
1 kg gula pasir, ketika ada tamu digunakan 4

unutk membuat minumen Ditanya Jawab : : Berapa kg gula yang digunakan untuk membuat minuman ?
1 3 1× 3 3 × = = 2 4 2×4 8

Kesimpulan :

Jadi gula pasir yang dipakai sebanyak

3 bagian. 8

Termasuk kesalahan ketrampilan proses karena kesimpulan tidak sesuai dengan yang ditanyakan, dan kesalahan karena kurang cermat yakni ibu memiliki Contoh 5 Diketahui Ditanya Jawab : : : Ibu memiliki
1 kg gula pasir 4 1 1 kg tetapi dalam menjawab menuliskan kg. 4 2

Berapa ibu memiliki gula untuk tamu ?
1 2 1× 2 2 × = = 4 4 4 × 3 12

Kesimpulan :

Berapa kg gula yang digunakan untuk membuat minuman ?

Termasuk kesalahan membaca soal, kesalahan memahami soal dan kesalahan ketrampilan proses. Kesalahan membaca soal karena siswa tidak menuliskan informasi utama secara lengkap. Kesalahan memahami soal karena siswa salah dalam menuliskan pertanyaan. Kesalahan ketrampilan proses karena siswa salah dalam menulis kesimpulan.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
39

Soal no. 2 Nana memiliki pita bunga membutuhkan Kunci Jawaban : Diketahui : Nana memiliki pita sepanjang
3 m 4 3 m. Pita itu digunakan untuk membuat bunga. Setiap 4 2 bagian. Berapa bunga yang dapat dibuat oleh Nana ? 8

Ditanya Jawab : :

Setiap bunga membutuhkan

2 bagian 8

Berapa bunga yang dapat dibuat oleh Nana ?
3 2 3 8 24 : = x = = 3 4 8 4 2 8

Kesimpulan : Contoh 1 Diketahui :

Jadi yang dapat dibuat oleh Nana adalah 3 bunga.

-

Nana memiliki pita sepanjang

3 m 4 2 bagian 8

Ditanya Jawab : :

Digunakan untuk membuat bunga

Berapa bunga yang dapat dibuat oleh Nana ?
3 2 3 2 3×2 6 : = x = = 4 8 4 8 4×8 32

Kesimpulan :

Jadi bunga yang dapat dibuat Nana adalah

6 bagian. 32

Termasuk kesalahan membaca soal dan kesalahan ketrampilan proses. Kesalahan membaca soal karena siswa salah dalam menulis informasi utama. Kesalahan ketrampilan proses karena ketika menjawab tidak memahami cara

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
40

melakukan operasi pembagian pecahan sehingga salah dalam menulis kesimpulan. Contoh 2 Diketahui : Ditanya Jawab : :
3 m 4 2 Digunakan untuk membuat bunga bagian 8

Nana memiliki pita sepanjang

Berapa bunga yang dapat dibuat oleh Nana ?
3 2 3 8 3 ×8 : = x = 4 8 4 2 4×2

=

24 =3 8

Kesimpulan :

Jadi pita yang dibutuhkan untuk membuat bunga 3 bagian.

Termasuk kesalahan ketrampilan proses karena salah dalam melakukan proses perhitungan dan kesimpulan tidak sesuai dengan yang ditanyakan. Contoh 3 Diketahui : Ditanya Jawab : : Nana memiliki pita sepanjang Setiap bunga membutuhkan
3 m 4

2 bagian 8

Berapa bunga yang dapat dibuat oleh Nana ?
3 2 3 8 3 ×8 : = x = 4 8 4 2 4×2

=

24 8 24 . 8

Kesimpulan :

Nana dapat mebuat bunga sebanyak

Termasuk kesalahan ketrampilan proses karena siswa tidak menuliskan hasil akhir.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
41

Soal no. 3 Kelas V akan membuat jaring-jaring kubus menggunakan kawat kecil. Mereka dibagi menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok membutuhkan 5
1 4

meter. Berapa meter panjang seluruh kawat yang dibutuhkan oleh 3 kelompok tersebut ? Kunci Jawaban : Diketahui : Ditanya Jawab : : Kelas V dibagi menjadi 3 kelompok Setiap kelompok membutuhkan 5
1 m 4

Berapa meter panjang seluruh kawat yang dibutuhkan ?
3× 5 1 3 21 3 × 21 63 3 = × = = = 15 4 1 4 1× 4 4 4 3 m. 4

Kesimpulan : Contoh 1 Diketahui :

Jadi panjang seluruh kawat adalah 15

-

Kelas V dibagi menjadi 3 kelompok Setiap kelompok membutuhkan 5
1 m. 4

Ditanya

:

Berapa meter panjang kawat yang dibutuhkan oleh 3 kelompok tersebut ?

Jawab

:

3× 5

1 3 21 3 × 21 63 = × = = 4 1 4 1× 4 4

Kesimpulan :

Jadi setiap kelompok membutuhkan kawat kecil sebanyak
63 4

Termasuk kesalahan ketrampilan proses karena siswa tidak menuliskan hasil akhir dan kesimpulan tidak sesuai dengan pertanyaan.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
42

Contoh 2 Diketahui : Ditanya Jawab : : Kelas V dibagi menjadi 3 kelompok Setiap kelompok membutuhkan 5
1 m. 4

Berapa meter panjang kawat kecil yang dibutuhkan ?
3:5 1 3 20 3 × 20 60 30 = × = = = 4 1 4 1× 4 8 4 30 . 4

Kesimpulan :

Jadi panjang kawat untuk dibuat jaring-jaring kubus adalah

Termasuk kesalahan transformasi dan kesalahan ketrampilan proses. Kesalahan transformasi karena siswa salah dalam menulis kalimat matematika. Kesalahan ketrampilan proses karena siswa salah dalam proses perhitungan sehingga salah dalam menulis kesimpulan. Contoh 3 Diketahui Ditanya Jawab : : : Kelas V dibagi menjadi 3 kelompok

Berapa anak kelas V membutuhkan jaring ?
3 1 3 × 21 63 3 ×5 = = = 15 1 4 1× 4 4 4

Kesimpulan : Termasuk kesalahan membaca soal, kesalahan memahami soal, kesalahan transformasi dan kesalahan keterampilan proses. Kesalahan membaca soal karena siswa tidak menuliskan informasi utama. Kesalahan memahami soal karena siswa salah dalam menulis pertanyaan. Kesalahan transformasi karena siswa tidak menuliskan kalimat matematika dahulu. Kesalahan keterampilan proses karena siswa tidak menuliskan kesimpulan.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
43

Soal no. 4 Jarak dari kantor kelurahan sampai kantor kecamatan adalah 4
1 km. Setiap 5

1 km akan dipasang bendera merah putih. Maka berapa banyak bendera 10

yang akan dipasang ? Kunci Jawaban : Diketahui : Jarak kantor kelurahan sampai kantor kecamatan adalah
4 1 km 5 1 km 10

Ditanya Jawab : :

Dipasang bendera merah putih setiap jarak

Berapa banyak bendera yang akan dipasang ?
1 1 21 1 21 10 210 4 : = : = × = = 42 5 10 5 10 5 1 5

Kesimpulan : Contoh 1 Diketahui :

Jadi bendera yang akan dipasang sebanyak 42 bendera

-

Jarak kantor kelurahan sampai kantor kecamatan adalah
4 1 km 5 1 km 10

Ditanya Jawab : :

Dipasang bendera merah putih setiap jarak

Berapa jarak kantor kelurahan sampai kantor kecamatan ?
1 1 20 10 20 ×10 200 4 : = × = = 5 10 5 1 5 ×1 5

Kesimpulan :

Jadi bendera merah putih yang akan dipasang

200 5

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
44

Termasuk kesalahan memahami soal dan kesalahan keterampilan proses. Kesalahan memahami soal karena siswa salah dalam menulis pertanyaan. Kesalahan keterampilan proses karena siswa salah dalam mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa. Contoh 2 Diketahui : Jarak kantor kelurahan sampai kantor kecamatan adalah
4 1 km 5 1 km akan dipasang bendera merah putih 10

Ditanya Jawab : :

Setiap

Berapa km yang akan dipasang bendera ?
1 1 21 1 21 10 210 4 : = : = × = 5 10 5 10 5 1 5

Kesimpulan :

Jadi dari kantor kelurahan sampai kantor kecamatan dipasang bendera sebanyak
210 5

Termasuk kesalahan keterampilan proses karena tidak menuliskan hasil akhir dan kesalahan memahami soal karena salah dalam menuliskan pertanyaan. Contoh 3 Diketahui : Jarak kantor kelurahan sampai kantor kecamatan adalah
4 1 km 5 1 km akan dipasang bendera merah putih 10

Ditanya :

Setiap

Berapa banyak bendera yang akan dipasang ?

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
45

Jawab

:

21 1 21 10 210 : = × = = 42 5 10 5 1 5

Kesimpulan :

Jarak dari kantor kelurahan sampai kantor kecamatan akan dipasang 42 bendera

Termasuk kesalahan transformasi karena siswa tidak menuliskan kalimat matematika terlebih dahulu. Soal no. 5 Ibu membeli mangga 1
1 3 kg. Diberikan kepada nenek bagian. Berapa kg 5 4

mangga yang diberikan kepada nenek ? Kunci Jawaban : Diketahui : Ibu membeli mangga 1
1 kg 5 3 bagian 4

Ditanya Jawab : :

Diberikan kepada nenek

Berapa kg mangga yang diberikan kepada nenek ?
1 3 6 3 6 × 3 18 1 × = × = = 5 4 5 4 5 × 4 20

Kesimpulan : Contoh 1 Diketahui :

Jadi mangga yang diberikan kepada nenek adalah

18 kg 20

-

Ibu membeli mangga 1

1 kg 5 3 bagian 4

Ditanya :

Diberikan kepada nenek

Berapa kg mangga yang diberikan nenek ?

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
46

Jawab

:

1 3 5 3 5 × 3 15 1 × = × = = 5 4 5 4 5 × 4 20

Kesimpulan :

Jadi mangga yang diberikan kepada nenek adalah

15 20

kg

Termasuk kesalahan keterampilan proses karena siswa salah dalam mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa, sehingga mengakibatkan kesalahan pada hasil akhir. Contoh 2 Diketahui : Ibu membeli mangga 1
1 kg 5 3 bagian 4

Ditanya Jawab : :

Diberikan kepada nenek

Berapa kg mangga yang diberikan kepada nenek ?
1 3 5 4 5 × 4 20 4 1 : = × = = = 5 4 5 3 5 × 3 15 3

Kesimpulan :

Jadi mangga yang diberikan kepada nenek sebanyak

4 kg 3

Termasuk kesalahan keterampilan proses dan kesalahan transformasi. Kesalahan keterampilan proses karena siswa salah dalam mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa. Kesalahan transformasi karena siswa salah dalam menulis kalimat matematika. Contoh 3 Diketahui : Ibu membeli mangga 1
1 kg 5 3 bagian 4

Ditanya :

Diberikan kepada nenek

Berapa kg mangga yang diberikan kepada nenek ?

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
47

Jawab

:

1 3 6 7 6 × 7 42 21 1 × = × = = = 5 4 5 4 5 × 4 20 10

Kesimpulan :

Jadi mangga yang diberikan kepada nenek sebanyak

21 kg 10

Termasuk kesalahan karena kurang cermat yakni

3 7 diganti menjadi 4 4

sehingga mengakibatkan kesalahan dalam mencari hasil akhir penyelesaian. Soal no. 6 Jarak sekolah dari rumah Ani adalah 1
2 km. Karena hampir terlambat, 3 1 menit. 2

akhirnya dia lari jarak tersebut dapat ditempuh dalam waktu 2 Berapa km jarak yang ditempuh setiap menit ? Kunci Jawaban : Diketahui : Jarak sekolah dari rumah Ani adalah 1
2 km 3 1 km 2

Ditanya Jawab : :

Jarak tersebut ditempuh dalam waktu 2

Berapa km jarak yang ditempuh setiap menit ?
2 1 5 5 5 2 5 × 2 10 1 :2 = : = × = = 3 2 3 2 3 5 3 × 5 15

Kesimpulan : Contoh 1 Diketahui :

Jadi jarak yang ditempuh setiap menit adalah

10 km 15

-

Jarak sekolah dari rumah Ani adalah 1

2 km 3 1 km 2

-

Jarak tersebut ditempuh dalam waktu 2

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
48

Ditanya Jawab

: :

Berapa km jarak yang ditempuh setiap menit ?
2 1 5 5 25 1 1 ×2 = × = =4 3 2 3 2 6 6

Kesimpulan :

Jadi jarak yang ditempuh setiap menit adalah 4

1 km 6

Termasuk kesalahan transformasi karena siswa salah dalam mengubah pertanyaan ke dalam kalimat matematika sehingga mengakibatkan kesalahan dalam mencari hasil akhir. Contoh 2 Diketahui : Jarak sekolah dari rumah Ani adalah 1
2 km 3 1 km 2

Ditanya Jawab : :

Jarak tersebut dapat ditempuh dalam waktu 2

Berapa km jarak yang ditempuh setiap menit ?
2 1 5 5 5 × 5 25 1 1 :2 = × = = =4 3 2 3 2 3× 2 6 6

Kesimpulan :

Jadi jarak yang ditempuh setiap menit adalah 4

1 km 6

Termasuk kesalahan keterampilan proses karena siswa tidak memahami cara melakukan operasi pembagian pecahan. Contoh 3 Diketahui : Jarak sekolah dari rumah Ani adalah 1
2 km 3 1 km 2

Ditanya :

Jarak tersebut dapat ditempuh dalam waktu 2

Berapa km jarak yang ditempuh setiap menit ?

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
49

Jawab

:

2 1 6 4 6 × 4 24 1 :2 = × = = 3 2 3 2 3× 2 6

Kesimpulan :

Jadi jarak yang ditempuh setiap menit adalah

24 km 6

Termasuk kesalahan keterampilan proses karena siswa salah dalam mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa, sehingga salah dalam mencari hasil akhir. Soal no. 8 Tina membeli gula pasir 7
1 kg. Dia akan membungkus gula pasir yang dibeli 2 1 kg. Jika kamu menjadi 4

dalam plastik – plastik kecil, setiap plastic berisi

Tina, maka berapa banyak plastik kecil yang akan kamu butuhkan ? Kunci Jawaban : Diketahui : Ditanya Jawab : : Tina membeli gula pasir sebanyak 7 Setiap plastik berisi
1 kg 4 1 kg 2

Berapa banyak plastik kecil yang dibutuhkan ?
7 1 1 15 1 15 4 60 : = : = × = = 30 2 4 2 4 2 1 2

Kesimpulan : Contoh 1 Diketahui :

Jadi plastik kecil yang dibutuhkan adalah 30 kantong

-

Tina membeli gula pasir sebanyak 7 Setiap plastik berisi
1 kg 4

1 kg 2

Ditanya

:

Berapa banyak plastik kecil yang dibutuhkan ?

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
50

Jawab

:

7

1 1 15 1 15 4 60 : = : = × = 2 4 2 4 2 1 2 60 2

Kesimpulan :

Jadi Tina membutuhkan plastic kecil sebanyak

Termasuk kesalahan keterampilan proses karena siswa tidak menuliskan hasil akhir. Contoh 2 Diketahui : Ditanya Jawab : : Tina membeli gula pasir sebanyak 7 Setiap plastik berisi
1 kg 4 1 kg 2

Berapa banyak plastik kecil yang dibutuhkan ?
7 1 1 15 1 : = × = 30 2 4 2 4

Kesimpulan :

Jadi banyak plastik yang dibutuhkan adalah 30

Termasuk kesalahan transformasi karena siswa salah dalam mengubah pertanyaan menjadi kalimat matematika. Kesalahan keterampilan proses karena siswa salah dalam melakukan perhitungan. Contoh 3 Diketahui : Ditanya Jawab : :
1 kg 2 Dia akan membungkus gula pasir dalam plastik kecil

Tina membeli gula pasir sebanyak 7

Berapa kantong plastik yang dibutuhkan ?
7 1 1 13 1 13 : = × = 2 4 2 4 8 13 8

Kesimpulan :

Jadi plastik kecil yang dibutuhkan adalah

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
51

Termasuk kesalahan membaca soal dan kesalahan keterampilan proses. Kesalahan membaca soal karena siswa tidak menuliskan informasi utama dengan lengkap. Kesalahan keterampilan proses karena siswa salah dalam mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa dan tidak memahami cara melakukan operasi pembagian pecahan. Soal no. 10 Paman Dewa membeli 3 lusin pensil. Seluruh pensil tersebut akan dibagikan kepada beberapa keponakannya, setiap anak mendapat menjadi Paman pensil ? Kunci Jawaban : Diketahui : Ditanya Jawab : : Paman Dewa membeli pensil sebanyak 3 lusin Setiap keponakannya mendapatkan
1 lusin 4 1 lusin. Jika kamu 4

Dewa, maka berapa banyak keponakan yang mendapat

Berapa banyak keponakan yang mendapat pensil ?
3: 1 3 1 3 4 12 = : = × = = 12 4 1 4 1 1 1

Kesimpulan : Contoh 1 Diketahui :

Jadi, keponakan yang mendapat pensil adalah 12 anak

-

Paman Dewa membeli pensil sebanyak 3 lusin Setiap keponakannya mendapatkan
1 lusin 4

Ditanya

:

Berapa banyak keponakan yang mendapat pensil ?

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
52

Jawab

:

1 3 4 12 = × = = 12 4 1 1 1

Kesimpulan : Termasuk kesalahan keterampilan proses dan kesalahan transformasi. Kesalahan keterampilan proses karena siswa tidak menulis kesimpulan dari hasil penyelesaian. Kesalahan transformasi karena siswa salah dalam mengubah pertanyaan ke dalam kalimat matematika. Contoh 2 Diketahui : Ditanya Jawab : : Paman Dewa membeli pensil sebanyak 3 lusin Setiap keponakannya mendapatkan
1 lusin 4

Berapa anak paman ?
3: 1 3 1 3 = × = 4 1 4 4 3 lusin 4

Kesimpulan :

Jadi 1 anak mendapat

Termasuk kesalahan membaca soal, kesalahan memahami soal dan kesalahan keterampilan proses. Kesalahan membaca soal karena siswa salah dalam membaca informasi utama. Kesalahan memahami soal karena siswa belum menangkap informasi yang terkandung dalam pertanyaan. Kesalahan keterampilan proses karena siswa salah dalam melakukan langkah-langkah menyelesaikan operasi pembagian pecahan. Contoh 3 Diketahui : Paman Dewa membeli pensil sebanyak 3 lusin Dibagikan kepada keponakannya

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
53

Ditanya Jawab

: :

Berapa keponakan yang mendapat pensil ?
3 1 3 4 : = × = 12 1 4 1 1

Kesimpulan :

Jadi keponakan yang mendapat pensil adalah 12 anak

Termasuk kesalahan membaca soal, kesalahan transformasi. Kesalahan membaca soal karena siswa tidak menulis informasi utama secara lengkap. Kesalahan transformasi karena siswa tidak mengubah pertanyaan ke dalam kalimat matematika terlebih dahulu.

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat diuraikan kesimpulan sebagai berikut : 1. Besarnya persentase ( % ) jenis kesalahan adalah sebagai berikut : a. Persentase kesalahan membaca soal sebesar 26,78 % b. Persentase kesalahan memahami soal sebesarn19,05 % c. Persentase kesalahan transformasi sebesar 14,88 % d. Persentase kesalahan Ketrampilan proses sebesar 61,31 % e. Persentase kesalahan Karena kurang cermat sebesar 15,48 % 2. Jenis kesalahan yang paling banyak atau sering dilakukan oleh siswa kelas V SD Ngeri Karangpakis 02 dalam melakukan operasi perkalian dan Pembagian pecahan adalah kesalahan dalam ketrampilan proses.

B. Implikasi Berdasarkan kesimpulan di atas dapat diketahui bahwa jenis-jenis kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam mengerjakan soal operasi perkalian dan pembagian pecahan adalah kesalahan prosedur. Hal ini disebakan karena penguasaan materi yang kurang maksimal oleh siswa itu sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut sekiranya kerjasama antara guru dan siswa harus ditingkatkan. Setelah adanya penelitian ini diharapkan tingkat kesalahan-kesalahan yang

Diunduh dari www.muliacom.blogspot.com
54

55

dilakukan oleh siswa dapat diminimalisir. Dengan melilhat hasil penelitain ini juga dapat dijadikan acuan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas VI sehingga mereka memiliki bekal yang mantap dalam menghadapi Ujian Nasional dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan khusunya di SD Negeri Karangpakis 02.

C. Saran Kesalahan prosedur dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dapat terjadi karena siswa mengalami kesulitan dalam melakukan langkah-langkah penyelesaian. Dengan demikian guru SD khusunya guru kelas V diharapkan memberikan pemahaman dan penjelasan sesua i dengan

kemamapuan sswa dan sebaiknya dengan cara yang menarik dan menyenangkan misalnya dengan memperbanyak latihan soal yang bervariasi dan lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Bisa juga dengan memberikan kesempatan kepada siswa membuat soal sendiri kemudian mengerjakanya, atau masing- masinig siswa membuat soal kemudian ditukarkan dengan temannya. Guru kelas V hend aknya menambah jam pelajaran untuk mengadakan perbaikan bagi siswa yang masih banyak melakukan kesalahan dan memberikan pemantapan materi bagi siswa yang telah menguasai materi tersebut. Dengan melihat kesalahan-kesalahan siswa dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan sebaiknya tidak hanya guru saja yang mengatasi kesalahan tersebut melainkan semua pihak terutama siswa itu sendiri. Siswa harus rajin belajar dan banyak mengerjakan soal-soal tentang materi tersebut.

56

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi, Widodo Supriyono. (2004). Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta. Afifudin, SK. BA. (1988). Psikologi Pendidikan Anak Usia Sekolah Dasar. Solo : Harapan Massa. Eka Yani Arfina. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya : Tiga Dua. Fuad Ihsan. (2001). Dasar-dasar Kependidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Hamzah B. Uno. (2006). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara. M. Khafid Kasri, Suyati. (2004). Pelajaran Matematika Penekanan Pada Berhitung 4. Jakarta : Erlangga. M. Khafid Kasri, Suyati. (2004). Pelajaran Matematika Pendekatan Pada Berhitung 6. Jakarta : Erlangga. Muhibin Syah. (2005). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Nur Akhsin, Henyk dan Thoyibah H. (2004). Matematika Kelas 5 SD. Klaten : Cempaka Putih. Slameto. (1995). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta. Suharsimi Arikunto. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta. Sukardi, Ph.D. (2005). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta : Bumi Aksara. Wasty Soemanto, M.Pd. (1998). Psykologi Pendidikan Landasaran Kerja Pemimpin Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Tim Penyusun. (2003). Matematika Untuk SD Kelas V. Jakarta : Sedia Purna.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful