You are on page 1of 20

Tentang Bullying

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Kasus penganiyayaan di SMK Tanjungsari, dua pelajar ditetapkan

sebagai tersangka
Wonosari (Kedaulatan Rakyat) – setelah melakukan penyelidikan
terhadap kasus penganiyayaan terhadap Bangun Gagah Perkasa (14)
pelajar SMKN 1 Tanjungsari Logandeng Playen petugas Polsek Playen
akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Yan (15) dan
Jon (15) yang tak lain senior korban.
Penetapan tersangka tersebut dilakukan menyusul keterangan
dari 8 saksi yang menyatakan keduanya melakukan pemukulan
terhadap korban beberapa kali di bagian perut. “Meski demikian, kedua
tersangka belum kami tahan. Karena dari pihak sekolah sudah
mengajukan permohonan penangguhan penahanan dan keduanya
tidak akan mempersulit jalannya pemeriksaan, “ujar Kapolsek Playen
AKP Luthfi, Selasa (7/8).
Proses

pemeriksaan

juga

telah

disesuaikan

oleh

dugaan

keterlibatan anak yang masih berstatus dibawah umur. “Proses hukum
sudah kami lakukan dan telah didukung dengan barang bukti, saksi
dan visum dokter RSUD Wonosari. Kedua tersangka tersebut dikenakan
pasal 70 KUHP yakni melakukan penganiyayaan secara bersama-sama
yang menyebabkan orang lain mengalami luka,” imbuhnya.
Terpisah Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Drs. Supriyadi, juga
sepakat

dengan

langkah-langkah

yang

diambil

kepolisian.

“Jika

memungkinkan penanganan agar mengedepankan azas masa depan
anak

dengan

mengulangi

sanksi

bisa

perbuatannya

menimbulkan
dan

kesadaran

menimbulkan

efek

untuk
jera.

tidak

Dengan

. 5) Dapat menemukan solusi yang tepat dan membantu bagi yang bersangkutan. “ harapnya. 4) Dapat mengetahui faktor pendorong anak melakukan penganiyayan.3 Tujuan 1) Dapat mengetahui teori yang sesuai dengan kasus yang ada. 2) Dapat menelusuri pola asuh yang diterapkan oleh orang tua siswa yang melakukan tindakan penganiyayaan. (Dikutip dari Koran Kedaulatan Rakyat) 1. 3) Dapat mengetahui kepribadian anak secara detai dilihat dari kasus dan teori yang mendasari.demikian masing-masing pihak tidak ada yang terganggu dalam proses belajarnya.2 Rumusan Masalah 1) Teori apa saja yang dapat digunakan untuk mengkaji masalah yang terjadi? 2) Bagaimana pembentukan kepribadian anak oleh keluarga dan lingkungan? 3) Bagaimana pola asuh orang tua terhadap anak yang melakukan tindakan? 4) Faktor apa yang mungkin mendorong anak melakukan tindakan penganiyayaan? 5) Bagaimana solusi yang tepat untuk masalah tersebut? 1.

Misalnya dengan mengancam. Bullying sendiri ada bermacam-macam bentuk. Dia begitu karena dia memiliki alasan. seperti : a. dan tak jarang ada yang menghinanya atau mencaci maki melalui media sosial. memukul. mengucilkan korban saat di sekolah. Bullying yang tidak langsung. Freud sangat membenci dan bahkan dia memusuhi ayahnya. Teori dari Para Ahli 1. atau bisa juga meneror korban melalui alat komunikasi.BAB II LANDASAN TEORI 2. mengompas 2. Teori Kepribadian Sigmund Freud Pendapat Freud menyatakan bahwa pengalaman masa kecil sangat menentukan atau berpengaruh terhadap kepribadian masa dewasa. Bullying yang secara langsung. b. menganiyaya. biasanya orang yang melakukan tindakan bullying secara tidak langsung ini mereka mengolok-olok korbannya dengan perkataan yang menyakitkan. bahwa semasa dia kecil ayahnya . mencaci maki.1 Pengertian Bullying Bullying adalah suatu tindakan penindasan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih kepada seorang lainnya. menghina.2 dan lain sebagainya. yaitu tindakan penindasan yang dilakukan pelaku kepada korbannya secara langsung atau secara tatap muka.

3. 5. Syamsu Yusuf juga mengatakan. Hall & Lindzey Mengemukakan bahwa kepribadian adalah (1) keterampilan atau kecakapan sosial. H. 2011 : 40) 2. Penghayatan dan pengalaman yang dianut . 2007 : 3). Anak memperoleh nilai-nilai moral dari lingkungannya terutama orangtuanya.selalu keras pada dia dan bersikap otoriter (Syamsu Yusuf dan Juntika N. Konsisten dalam mendidik anak b. 4. Syamsu Yusuf Dr. H. menyatakan bahwa perkembangan moral seorang anak banyak dipengaruhi oleh lingkungan. yaitu : a. ada beberapa sikap dari orang tua yang berhubungan dengan perkembangan moral anak. Dr. Teori Empirisme John Locke Menyatakan bahwa manusia memperoleh pengetahuannya dari pengalaman yang didapatnya. Ketika manusia lahir dia putih seperti kertas Tabularasa. Sikap orang tua terhadap anak c. Syamsu Yusuf dalam bukunya yang berjudul Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. dan (2) kesan yang paling menonjol yang ditunjukan seseorang kepada orang lain (Syamsu Yusuf dan Juntika N. 2008 : 3). dan kelak saat anak itu mulai tumbuh barulah dia akan melukiskan pengalaman yang didapatnya diatas kertas putih dalam dirinya tersebut. H. Dr. masih dalam buku yang sama. Teori dari George Kelly Kepribadian dapat diartikan sebagai cara yang unik yang dilakukan oleh individu untuk menunjukkan pengalaman-pengalaman yang ada dalam hidupnya (Rismawaty.

Tindakan bullying mengakibatkan trauma dan tekanan bagi si korban yang membuat kelangsungan hidup dan perkembangannya terganggu atau terhambat. dingin dan tertutup. 2008 : 68). bahwa terdapat kasus seorang pelajar SMK dianiyaya oleh seniornya. Ia menyatakan bahwa selama masa remaja banyak masalah yang dihadapi karena remaja itu berupaya menemukan jati dirinya (identitasnya) – kebutuhan aktualisasi diri (Sunarto dan Agung Hartono. BAB III PEMBAHASAN 3. 1974 :478) memandang bahwa masa remaja ini adalah masa “storm and stress”.d. Dengan adanya tindakan bullying. Tindakan Bullying akhir-akhir ini sangat meresahkan warga masyarakat. Hall (dalam Liebert dan kawan-kawan . Anak yang dibully oleh teman –temannya akan merasa bahwa dirinya adalah . dan kita akhir-akhir ini tak dapat dipungkiri telah memiliki suatu permasalahan baru. biasanya korban akan berubah sikap dari yang semula dia misalkan seorang yang ceria dan periang menjadi anak yang kaku. tidak hanya di Indonesia namun juga di luar negri. kita harus menghadapi masalah yang kebanyakan masalah tersebut timbul dan berkembang dalam jenjang pendidikan atau sekolah maupun perguruan tinggi. Hall (dalam Liebert dan kawan-kawan . 2005 : 133 ) 6.1 Seputar permasalahan Bullying Seperti yang telah saya paparkan didalam latar belakang. 1974 :478) Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Sikap konsisten orang tua dalam menerapkan norma ( Syamsu Yusuf dan Juntika N. Masalah tersebut adalah Bullying.

dia mengatakan bahwa pengalaman masa kecil sangat berpengaruh pada kepribadian saat dewasa. Apakah keluarga dari kedua senior tersebut harmonis. Saya mengangkat sebuah masalah dimana ada seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan yang dianiyaya oleh dua seniornya. Dengan berbekal teori dari beberapa ahli saya akan mencoba mengulas alasan yang melatar belakangi si pelaku atau kedua senior tersebut sehingga melakukan tindakan penganiyayaan tersebut.2. tidak dapat berbuat apa – apa. Banyak sekali kejadian di luar negri bahkan di Indonesia anak – anak korban bullying yang tertekan dengan tindakan teman – temannya yang menjadi stres dan akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya. Kebanyakan mereka mengeluh dan bercerita kepada teman atau keluarga bahwa mereka sudah tidak sanggup menjalani hidup dengan kondisi dan situasi seperti ini.1 Teori Psikoanalisa Sigmund Freud Ditinjau dengan teori kepribadian Psikoanalisa dari Sigmund Freud. Teori Freud bisa dikaitkan dengan perilakunya yang mereka lakukan pada adik kelasnya tersebut mengenai pengalaman masa kecil mereka. Tindakan penganiyayaan ini jelas masuk kategori bullying. Ada berbagai kemungkinan. tentram atau mereka melalui masa kecil dengan banyak kekerasan dan ancaman dalam orang tua mendidik mereka. dan bersifat pesimis.orang yang lemah. Nah berlandaskan teori Freud ini kita dapat mulai membahas mengenai bagaimana kehidupan masa kecil kedua senior tersebut. 3. bisa jadi pada waktu mereka kecil memang mereka dari orang tua yang berbeda dan mungkin saja . Nah setelah kita mengetahui banyak sekali kerugian dan fenomena mengenai bullying kita dapat menyimpulkan sendiri bahwa tindakan bullying sangat merusak kehidupan orang lain dan sangat merugikan orang lain yang tidak bersalah.2 Pembahasan Masalah Dengan Teori Para Ahli 3.

didikan orang tua kepada keluarga yang keras dan otoriter dalam teori Freud hal semacam ini akan terus terbawa oleh anak yang mengalami dalam keluarga keras sampai ia dewasa. namun tidak menutup kemungkinan bahwa didikan orang tua mereka serta kondisi di rumah mereka hampir sama. 3. Pada anak usia 1 – 5 tahun merupakan tahun dimana anak mulai meniru apa yang mereka lihat.mereka pun bertemu setelah mereka satu sekolah di SMK ini. karena segala emosi dan dendam semasa kecil dapat sedik demi sedikit dia lampiaskan kepada orang lain. dimana anak yang masa kecilnya selalu mendapatkan perilaku kekerasan dan hukuman. Penerapan peraturan keluarga yang ketat. maka kelak diapun akan menjadi seorang yang keras dan otoriter pula. Karena tindakan kekerasan itu telah ia dapat saat umur mereka dibawah 5 tahun. atau adik kelas yang notabennya lebih lemah dari dia. kekerasan itu akan mempengaruhi bahkan menjadi penentu kepribadiannya. atau rasa bersalah kelak pada waktu mereka merasa lepas kendali mereka aka menggunakan kekerasan. apa yang mereka dapat dan apa yang mereka dengarkan. hukuman atau rasa bersalah untuk mendapatkan rasa kendali kembali (John Gray Ph : 29 ). Begitu kekerasan masuk kekerasan itu akan keluar. sama seperti apa yang ia dapatkan ketika masih kecil.2 Teori Hall & Lindzey Pembahsan yang kedua akan ditijau dari teori atau pendapat yang dikemukakan oleh Hall & Lindzey. Pelampiasnnya seperti dia membully orang lain. Begitu menurut teori Freud. Tidak diragukan bila anak-anak ditangani dengan ancaman kekerasan. Dan apa yang ia terima itu. Bisa jadi kedua anak ini mengalami tindakan kekerasan atau ancaman saat mereka berusia 1 – 5 tahun. Disana dia merasa berpuas diri. Jadi menurut uraian John ini sangatlah berhubungan dengan teori Freud. pemberian hukuman. dimana mereka mangatakan .2.

Seperti yang terpapar diatas bahwa tindakan bullying tidak hanya ada satu.3 Teori George Kelly Pembahasan yang ketiga adalah pembahasan masalah ditinjau dari teori kepribadian George Kelly. Dapat saja kedua anak ini pernah dibully oleh kakak kelasnya dulu semasa mereka berada di .2. namun banyak macamnya. Jadi menurut teori George ini. Kaitannya dengan masalah yang ada. Dengan kata lain kita dapat saja mengambil kesimpulan bahwa kedua anak ini sebelumnya pernah mengalami yang namanya di bully. Teori ini hampir sama dengan teori Psikoanalisa yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Yang meonjol dari mereka adalah sikap berkuasa dan kesan merasa hebat jika mereka mampu melumpuhkan atau menaklukkan orang lain dengan cara menganiyaya atau memukul tersebut. kecakapan sosial ini apa? Kecakapan sosial dari dua senior ini adalah mereka menguasai adik kelas mereka dan menggunakan kekuasaan mereka untuk menindas orang lain yang lebih lemah darinya. Dalam teorinya George Kelly mengatakan bahwa kepribadian merupakan suatu hal atau cara – cara unik yang ditunjukkan oleh individu untuk mengekspresikan pengalaman-pengalaman yang ada dalam hidupnya.bahwa kepribadian adalah keterampilan sosial dan hal yang menonjol dalam diri individu. Kedua teori ini sama – sama menekankan pada pengalaman. kedua seinior SMK ini sedang mengungkapkan pengalaman yang pernah mereka alami kepada orang lain. 3. dimana dalam teori Freud dikatakan pengalaman masa kecil sangat berpengaruh dalam kepribadian saat dewasa dana dimana dalam teori George dikatakan bahwa kepribadian adalah hal atau cara unik yang dilakukan oleh individu untuk mengungkapkan pengalaman hidupnya.

Jarang meluangkan waktu untuk berkumpul keluarga. kena hukuman. ia dengar sehari-hari dari pengalamannya sendiri dalam lingkungan keluarga yang seharusnya keluarga menjadi tempat nyaman baginya pulang. Contoh tersebut apabila teori dari George dikaitkan dengan kemungkinan pengalaman kedua senior tersebut dengan pengalaman teman sebaya. mereka berpikir bahwa dulu mereka mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Dia akan cenderung meniru apa yang ia lihat. demikian. 3. akan berbeda apabila kita mengambil perkiraan dengan pengalaman anak dalam keluarganya. sehingga hubungan anak dengan orang tua jauh. sehingga apa yang mereka alami itu mereka terapkan juga kepada adik-adik kelasnya sebagai wujud pelampiasan mereka. Orang tua hanya ingin tahu anaknya sekolah dengan rajin. Mereka ingin apa yang mereka alami apa yang mereka rasakan dirasakan juga oleh adik-adik kelasanya. waktu orang tua habis untuk bekerja sibuk mencari uang namun anak tidak terkontrol. kena caci maki dan sebagainya.2.kelas X. dulu mereka selalu mendapatkan penghinaan dari kakak kelasnya. maka anak akan kena marah. Kemungkinan anak selalu mendapakan perlakuan kasar dari orang tuanya. misal orang tua acuh terhadap anak.4 Teori Empirisme John Locke . perilaku penindasan dari kakak kelas mereka terdahulu dan sekarang mereka harus melakukan hal yang sama yang pernah mereka alami kepada adik kelasnya. Namun bisa juga dengan bullying yang tidak secara fisik. Nah hal ini sangat bisa membentuk kepribadian anak yang kurang baik. sehingga mereka membalas dendamnya kepada adik kelas dengan tindakan yang lebih berat dari apa yang mereka alami sebelumnya. dan apabila tidak patuh dengan apa yang diperintahkan orang tua.

Ini contoh lingkungan yang buruk yang mempengaruhi anak sehingga bukan tidak mungkin akan mengubah dan membentuk kepribadian baru bagi si anak. banyak premanisme maka dengan sendirinya pun orang atau anak yang tinggal di daerah itu pasti akan terbawa lingkungan. hanya saja disini yang dimaksud pengalaman yang berpengaruh adalah lingkungan. putih seperti kertas tabularasa. Sama. Anak itu terlahir suci. bagaimana kondisi sekolah inilah yang berpengaruh teradapap perilakunya. Kurang lebih seperti itu. Jadi lingkungan dimana tempat anak yang bersangkutan ini tinggal. maka kepribadian si anak ini akan semakin tidak sehat. Contoh lain. kemudian ia bertemu dengan teman – teman yang juga membawa pengaruh negative dalam arti dia mengajak si anak yang memiliki pengalaman keras dalam hidupnya untuk bertindak menyimpang. dan dengan pengalaman yang ia peroleh itu maka kertas putih itu akan terisi dengan pengalamannya. Anak yang memang sudah memiliki pengalaman keras diwaktu masa kecilnya. Ketika seorang anak yang tidak tahu apa – apa dan kemudian anak itu diajak untuk berteman dengan orang – orang yang senang berbuat onar atau menyimpang seperti tadi. dia akan . Setelah kita diatas membahsa tentang lingkungan keluarga disini kita akan membahas mngenai lingkungan sekelilingnya dimulai dari lingkugan sekolah. jadi sebenarnya teori ini hampir sama dengan teori George Kelly dan Freud. seorang yang hidup dengan keluarganya di lingkungan dimana disana banyak sekali pengangguran. Dimana kita ketahui John Locke terkenal sekali dengan teori Empirisme yang menggunakan istilah kertas Tabularasa. membully orang lain yang lebih lemah maka dia pun akan masuk dan tergolong seperti mereka. bagaimana teman – teman sebayanya.Pembahasan masalah selanjutnya akan kita hubungkan dengan teori Empirisme dari John Locke.

sehingga bukan tak mungkin pula sikap dan perilaku itu akan ia bawa dan ia terapkan kepada teman – teman di sekolah. kita ambil contoh yang paling mudah misalkan sikap orang tua terhadap anak.5 Pendapat Syamsu Yusuf Kemudian menurut pendapat yang dismapaikannya dalam bukunya Syamsu Yusuf. 3. Konsisten dalam mendidik anak . maka akan menghasilkan pula anak yang bermoral baik yang sesuai dengan apa yang ada dalam masyarakat. bahwa anak dalam pembentukan moralnya sangatlah dipengaruhi oleh lingkungannya. suka menentang norma dan aturan yang ada.2. Namun sebaliknya apabila membentukan itu gagal maka anak akan menjadi seorang yang bermoral jelek. Apakah mereka disiplin dalam mendidik sehingga anak akan menurut dan patuh dengan apa yang disampaikan orang tua.2. terutama lingkungan keluarga. Penghayatan dan pengalaman yang dianut . 3. Sikap konsisten orang tua dalam menerapkan norma. Disana disebutkan beberapa hal peran orang tua dalam membentuk moral.6 Menurut Hall dalam Liebert . Orangtua memiliki beberapa peran dalam keluarga dalam upayanya membentuk moral yang baik dan sesuai dalam masyarakat dalam diri si anak seperti . atau malah orang tua cenderung acuh dengan apa yang dilakukan anaknya sehingga pembentukan moral pun gagal dan anak akan melakukan sesuka dia. Jadi apabila kita paparkan pendapat ini maka akan menjadi seperti berikut. Sikap orang tua terhadap anak .menjadi seorang yang berkepribadian keras. Apabila peran orang tua dalam membentuk moral anak itu sesuia dan berhasil.

Perjalanan kehidupan tiap-tiap orang tidak selalu sama. Remaja ini sedang berusaha mencari jati diri mereka. mereka akan cederung dekat dan akan bercerita kepada teman sebayanya. Dan ketika mereka tidak tau bagaimana akan menyelesaikannya mereka akan mencari pelampiasan untuk menyalurkannya. Anak-anak usia mereka biasanya jika memiliki masalah akan jarang untuk menceritakannya kepada orang tua atau keluarga. maka dua orang remaja ini sebenarnya mereka sedang berada dalam masa badai dan tekanan. jika dorongan dan .Sedangkan menurut Hall (dalam Liebert dan kawan-kawan . memandang bahwa masa remaja ini adalah masa “storm and stress”. disana para remaja ini mengalami masa-masa sulit dan banyak tekanan serta masalah yang baru yang sebelumnya tidak pernah mereka temukan atau mereka hadapi ketika mereka dalam mada anak-anak. dimana dorongan-dorongan atau keinginan-keinginan atau minatnya dapat tepenuhi atau dapat dicapai. ia (mereka) cenderung memiliki perkembangan emosi yang stabil dan dengan demikian dapat menikmati hidupnya. berusaha mencari apa sebenarnya kemampuan mereka. seperti contohnya berbuat hal negative membully orang lain yang akan memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka. Jadi bila kita kembali pada kasus yang ada. Seorang yang pola kehidupannya berlangsung mulus. dan lain sebagainya. 1974 :478) Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. emosi merupakan perasaan senang dan tidak senang yang ada dalam diri individu. Yah. Berbicara mengenai manusia. Tetapi sebaliknya. atau bahkan makhluk hidup pastilah tidak terlepas dari yang namanya emosi. Maksudnya adalah masa remaja adalah masa dimana anak-anak beralih menjadi seorang dewasa. Nah itulah pembahsan masalah yang dapat saya tinjau dengan beberapa teori dari para ahli. kehidupan mereka masing-masing berjalan menurut polanya sendiri-sendiri.

Misal keinginan untuk selalu bersama orang tua dan dorongan untuk diperhatikan oleh keluarga yang tidak dapat tercapai karena orang tua sibuk bekerja. sejak anak ini masih kecil maka kelak anak ini pun akan memiliki moral yang baik dalam kehidupannya sama seperti apa yang kedua orangtua mereka ajarkan semasa mereka kecil. Kemudian yang tidak kalah penting dalam membahas masalah ini. Moral berkaitan dengan kemampuan untuk membedakan antara perbuatan yang benar dan yang salah. semasa dua senior ini kecil. bahwa tindakan yang dilakukan oleh orang senior ini merupakan tindakan fisik. kewajiban dan sebagainya (Purwadarminto. keinginan dan dorongan-dorongan yang mereka miliki tidak dapat terpenuhi dengan baik maka akan menghambat dan mengganggu perkembangannya dimasa sekarang.keinginannya tidak berhasil terpenuhi. Disini anak akan selalu ingat apa yang dulu ia alami. baik hal itu disebabkan karena kurangnya kemampuan untuk memenuhinya atau karena kondisi lingkungan yang kurang menunjang. 2008 : 148). Jadi kaitannya dengan masalah kita bahwa. Dalam moral diatur segala perbuatan yang dinilai tidak baik dan perlu dihindari. Namun sebaliknya apabila . akhlak. tidak ada yang menyemangati harinya. dalam situasi dan keadaan yang kurang perhatian dan kasih sayang ini anak berubah menjadi pribadi yang ingin semaunya. sangat dimungkinkan perkembangan emosionalnya mengalami gangguan (Sunarto dan Agung Hartono. sehingga anak merasa kesepian. 1957 : 957). Apabila orang tua memberikan pendidikan moral yang tepat dan sesuai kepada anak sejak dini. Karena dia merasa apa yang dia inginkan tak pernah terwujud maka dia melampiaskan kekesalannya pada perilaku yang menyimpang seperti kenakalan. Tentu erat kaitannya dengan moral. Tidak ada yang bersamanya ketika dia sendiri. moral sendiri merupakan ajaran tentang baik buruk perbuatan dan kelakuan.

pembentukan moral ini gagal. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk menanamkan sikap dan perilaku yang baik kepada anak serta memperkenalkannya dengan aturan-aturan yang benar sehingga pembentukan moral akan lebih mudah. tentu hal seperti ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. berarti kedua senior ini belum paham betul tentang moral. Selain hal ini merugikan korban. namun mereka melakukan pelanggaran tersebut. 3. atau bahkan tidak terbentuk maka anak akan hidup tanpa moral yang baik.3 Hal yang Perlu diperhatikan untuk solusi Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa awal. Ya karena jika mereka paham. Anak yang memahami pentingnya moral tidak akan berbuat hal-hal yang melanggar peraturan. maka seorang konselor atau guru BK dalam membantu siswanya yang bermasalah dan membutuhkan bantuan penyelesaian haruslah menyesuaikan cara dan tehnik yang digunakan sesuai dengan usia si anak atau siswa. jika kasusnya adalah seperti diatas. Memang. Dalam kasus ini dua senior di sebuah SMK di Gunungkidul melakukan tindakan penganiyayaan kepada adik kelasnya atau tindakan bulying. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang anak tahu. juga dapat merugikan bagi pelaku. Diatas dikatakan bahwa moral berkaitan dengan kemampuan untuk membedakan mana yang tidak baik dan harus dihindari. Maka untuk itu perlu adanya penangan bagi kedua senior yang melakukan tindakan tersebut agar tindakan yang tidak terpuji itu tidak terulang kembali. dalam keluargalah anak pertama kali akan diperkenalkan dan diajarkan berbagai macam hal. menganiyaya orang lain merupakan rindakan yang melanggar aturan dan harus dihindari. dari pihak korban .

didalam sekolah pun ada guru BK yang dapat membantu kedua pihak yang bersangkutan untuk menyelesaikan masalah.mereka telah dilaporkan kepada polisi. sehingga guru BK harus bisa mencari cara yang sesuai dengan usia mereka sehingga mereka tidak merasa diperlakukan seperti anak kecil maupun tidak merasa seperti disalahkan sepenuhnya dalam kasus ini. dan polisi pun sudah menindak lanjuti masalah tersebut. Tidak semata-mata dibebaskan. pihak sekolah dapat mengajukan permintaan perdamaian pada pihak siswa yang menjadi korban. Keduanya terancam mendapatkan hukuman dari pihak yang berwajib. namun kedua siswa ini haruslah mendapatkan konseling dari guru BK untuk membantu memecahkan permasalah yang dihadapi mereka sehingga mereka melakukan tindakan penganiyayaan. Sebenarnya masalah seperti ini keluarga korban tidak usah terburu-buru untuk membawa kasus tersebut pada kepolisian. Dalam masalah seperti ini.4 Pemecahan Masalah . Kita perlu mengingat bahwa anak muda bukanlah anak-anak lagi dan mereka belum menjadi dewasa mreka masih berada dalam masa transisi. Tentu dalam memberikan layanan konseling kepada anak remaja SMK ini sangat berbeda dengan memberikan koseling kepada anak-anak. 2011 :112). 3. Oleh karenanya kita sebagai guru BK perlu mempersiapkan pendekatan konseling kita untuk dapat terlibat secara langsung dan aktif dengan anak muda dan menggunakan strategi yang akan secara khusus memberikan perhatian pada berbagai macam kebutuhan mereka dalam cara-cara yang bisa mereka terima (Kathtryn Geldard & David Geldard. Hal ini bertujuan pula untuk menyelamatkan dua senior ini dari kehancuran masa depan yang dapat merusak dan menghambat perkembangannya kelak.

Untuk tindakan preventif orang tua tidak membiasakan menerapkan pola asuh yang keras dan otoriter kepada anak. beri sedikit ruang bagi anak untuk melakunan hal yang dia ingin dan suka. d. Pemberian punishment atau hukuman yang mendidik. dapat dilakukan rehabilitasi secara bertahap missal seminggu sekali dalam beberapa bulan. latihan kepercayaan diri. b. Karena banyak sekali teori yang menunjukkan bahwa kasus seperti ini biasanya ada pengaruh besar selama masa kanak-kanak maka guru bk memberikan testment yang dapat mengulas masa kecil si anak dan membantunya untuk tidak terus tenggelam didalam masa lalu yang membuatnya dendam di masa sekarang. b. g. . Pemberian konseling individu oleh guru bk untuk mengulas latar belakang mereka melakukan tindakan bullying ini dilihat dari aspek kepribadian si anak dan data yang ada. Memberikan bimbingan kelompok atau individu untuk dua siswa ini dengan strategi perilaku dan perilaku kognitif dengan cara atau tema : pengendalian diri. Luangkan waktu bersama keluarga agar anak merasa diperhatikan. dan anak merasa mendapat kasih saying yang cukup. disesuaikan dengan bobot pelanggaran yang dilakukan seperti hukuman di skors selama seminggu dengan mengerjakan tugas dirumah. Apabila anak tidak ada perubahan.Hal hal berikut mungkin dapat dilakukan konselor atau guru BK : a. menentang kepercayaan yang merusak diri. Tindakan yang dapat dilakukan oleh orang tua anak yang bersangkutan melakukan tindakan penganiyayaan adalah : a. Jangan langsung memarahi anak yang melakukan tindakan. mengelola kemarahan. tanya dan bicara baik-baik apa sebab yang mendasarinya. Pemberian motivasi dan dorongan yang merujuk mereka untuk mengubah perilaku mereka ini sangat penting dengan dorongan dan sugesti yang posistif. f. c. e. membuat keputusan.

d. BAB IV . Berilah hukuman yang mendidik dan setelah itu berbicaralah kepada anak mengenai kesalahan yang ia buat. Jika sudah terjadi kejadian seperti pada masalah yang ada. Jangan memberikan punishment atau hukuman yang memberatkan anak. e.c. Beri dorongan anak agar dia mau merubah sikapnya dan berperilaku baik sehingga masalah seperti ini tidak perlu terulang kembali. lebih baik jangan langsung memarahi anak. Tanyakan mengapa dia melakukan hal tersebut.

1 Kesimpulan Pengalaman masa kanak-kanak sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pembentukan kepribadian seorang anak. 4. DAFTAR PUSTAKA . bahwa orang tua lebih memantau bagaimana keadaan anak.2 Saran Jadi saran saya selaku pembuat makalah mengenai masalah yang ada adalah.PENUTUP 4. hanya akan mencetak anak yang berkeribadian keras seperti apa yang dilakukan oleh orangtua mereka. dan harus selalu menyikapi tingkah laku anak dengan baik-baik. Karena apabila orang tua terlalu keras kepada anak. perhatian yang cukup dari orang tau dan mendapatkan perlakuan yang baik maka ketika beranjak dewasa pun dia akan menjadi anak yang santun. Namun sebaliknya apabila dia selalu mendapat kekerasan. Apabila dalam masa kanak-kanaknya dulu ia selalu mendapat kasih saying yang cukup. Sesibuk apapun orangtua untuk tetap menyembaptkan bertanya tentang keadaan anak disekolah bagaimana. Jadi keluarga dan orang tua sangat berperan penting terhadap tumbuh kembangnya anak berdasarkan dari bagaimana mereka mendidik dan membesarkan anak mereka. penghinaan dan penolakan maka kelak beranjak dewasa pun yang akan kembali keuar dari dirinya adalah kekerasan.

1991. Pt Remaja Rosdakarya : Bandung Syamsu Yusuf Dan Juntika Nurihsan. Pt Rosdakarya : Bandung Rismawati. Perkembangan Peseta Didik . Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. Teori Kepribadian. 2011. 2010. Teori Kepribadian. Teori Kepribadian. Pt Rosdakarya : Bandung Syamsu Yusuf Dan Juntika Nurihsan. Kepribadian Dan Etika Profesi : Graham Ilmu Sunarto Dan Agung Hartono. 2010. 2008. 2005. Pt Eresco : Bandung Samsunuwiyati Mar’at. 2008. Pt Remaja Rosdakarya : Bandung Syamsu Yusuf Dan Juntika Nurihsan. Konseling Remaja. Pustka Remaja : Yogyakarta Koswara. Psikologi Perkembangan. 2007. Rineka Cipta : Jakarta .Kathryn Geldard Dan David Geldard.